KabarNet

Aktual Tajam

Polisi: Penabrak Warga Kendal Bukan Anggota FPI

Posted by KabarNet pada 21/07/2013

Soni Hariyanto - Sopir mobil rental yang menabrak warga Kendal.

Soni Hariyanto – Sopir mobil rental yang menabrak warga Kendal.

Kendal – KabarNet: Paduan suara dusta dari berbagai media sekuler dalam menyebar-luaskan fitnah rutin dan tendensius yang senantiasa memojokkan ormas Front Pembela Islam (FPI) akhirnya terbukti kebohongannya. Berita dusta yang berkembang di kalangan media sekuler yang memberitakan bahwa anggota FPI menabrak seorang warga Kendal hingga tewas terbukti adalah berita bohong, atau paling tidak berita yang disebar-luaskan tanpa memperhatikan prinsip akurasi data dan kehati-hatian. Karena ternyata pengemudi mobil yang menabrak warga Kendal tersebut adalah seorang sopir biasa dari perusahaan rental mobil yang disewa FPI. Yakni bukan anggota FPI. Hal itu dinyatakan secara resmi oleh pihak Kepolisian Resor Kendal.

Kepala Kepolisian Resor Kendal, AKBP Asep Jaenal menyatakan, Soni Haryanto, sopir mobil Avanza yang menjadi tersangka penabrak warga hingga meninggal dalam kasus bentrokan antara FPI dan preman-preman di Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, adalah bukan anggota FPI.

Soni, menurut AKBP Asep Jaenal, hanyalah seorang sopir mobil rental yang mobilnya sedang disewa FPI. Ia disuruh oleh pemilik mobil untuk mengantarkan rombongan FPI. Hal itu ditegaskan AKBP Asep Jaenal, seperti dikutip harian nasional KOMPAS, Jumat (19/7/2013).

AKBP Asep Jaenal menjelaskan, semalaman, pihaknya telah memeriksa Soni Haryanto. Namun, dari pengakuan Soni, kata Asep, dia hanya sopir dan bukan anggota FPI. “Untuk sementara, saya percaya dengan pengakuan Soni. Tapi, kami masih terus mencari keterangan,” ujar AKBP Asep Jaenal.

Asep menjelaskan, Soni sudah diamankan bersama dua tersangka lain berinisial SY (22), warga Coyudan Selatan, Parakan, Temanggung, dan BAW (22), warga Kampung Kemalangan, Parakan, Temanggung. “Di Sukorejo masih dijaga oleh dua kompi anggota polisi dari Polda dan Polres meskipun suasananya sudah semakin kondusif,” ujarnya.

Asep menambahkan, penjagaan di Sukorejo terus dilakukan sampai ada perintah penarikan anggota oleh Kapolda. Selain Sukorejo, penjagaan juga dilakukan di Mapolres Kendal.

Penjagaan dari Polda dan Polres sendiri hanya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Asep menampik isu yang mengatakan Mapolres akan didatangi FPI dari daerah lain. “Tidak ada informasi adanya FPI dari daerah lain yang datang ke Mapolres. Semua sudah kami lakukan koordinasi,” kata Asep.

News Update – Minggu 21/7/2013:

Disamping penegasan dari Kapolres Kendal di atas, Dewan Pimpinan Daerah Front Pembela Islam (DPD FPI) Daerah Istimewa Yogyakarta juga menegaskan bahwa sopir mobil Toyota Avanza yang menabrak sejumlah korban di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, bukan anggota FPI. “Kami tegaskan bahwa sopir maut di Sukorejo, Kendal, bukan anggota kami. Melainkan hanya sopir rental yang disewa FPI Magelang,” kata Ketua DPD FPI DIY Bambang Tedi, di Yogyakarta, Minggu (21/7/2013).

Bambang memaklumi apabila emosi masyarakat yang disulut oleh provokasi kelompok preman penjaga Lokalisasi PSK tersebut akhirnya marah hingga merusak mobil yang telah menabrak sejumlah korban itu. Menurut dia, sopir tersebut panik hingga mengakibatkan terjadi kecelakaan tersebut. “Selain sopirnya bukan anggota FPI, mobil tersebut juga bukan mobil FPI. Jadi, kami harap masyarakat tahu fakta yang sebenarnya bahwa yang menabrak hingga korban meninggal bukan anggota kami,” kata Bambang.

Bambang juga berharap kepada aparat kepolisian untuk mengusut pelaku perusakan kendaraan roda empat milik anggota FPI lainnya yang turut dalam pawai simpatik di Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, tersebut. “Kalau mobil Avanza dibakar, kami bisa memaklumi. Tapi untuk tujuh mobil milik anggota kami lainnya, kami tidak terima. Kami harap kepolisian bisa mengusutnya,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, massa FPI Temanggung terlibat bentrok dengan sekelompok preman penjaga keamanan lokalisasi Pekerja Seks Komersial (PSK) dan judi Togel di Sukorejo, Kendal, Jawa Tengah, Kamis (18/7/2013). Insiden ini berawal dari peristiwa sehari sebelumnya, yang tersulut peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang wanita warga Kendal yang diberitakan ditabrak oleh anggota FPI, namun kemudian terbukti berita tersebut salah. Soni Haryanto si pengemudi mobil nahas itu, menurut Kapolres Kendal, AKBP Asep Jaenal adalah bukan anggota FPI sebagaimana yang ramai diberitakan, melainkan hanya seorang sopir mobil rental yang mobilnya sedang disewa rombongan FPI.

Pada Rabu (17/7/2013) siang, massa FPI melakukan sweeping di Lokalisasi Pekerja Seks Komersial (PSK) Sarem, tempat perjudian Togel, dan beberapa tempat hiburan maksiat lain di Kecamatan Sukorejo. [KbrNet/adl – Source: KOMPAS/Inilah.com]

11 Tanggapan to “Polisi: Penabrak Warga Kendal Bukan Anggota FPI”

  1. noname said

    wooooiiiiii kabarnet…. baca kompas… pengakuat istri sopir penabrak….wah payah nih admin…tape dwueeh

  2. Μuslim РΛLSU said

    kalo lihat ada lokalisasi PSK, penjual miras, dan tempat judi togel yg melanggar Perda krn beroperasi di bulan Ramadan, maka FPI sebaiknya jangan bertindak, FPI duduk manis aja sambil mengaji.

    kalo aparat yg berwajib (polisi) tidak menindak tempat2 maksiat itu, FPI sebaiknya jangan bertindak mengambil alih fungsi aparat yg melempem, FPI duduk manis aja sambil mengaji.

    kalao masyarakat setempat merasa gerah dgn tempat2 maksiat itu, terus mengadu kpd FPI, maka sebaiknya FPI jangan dengarin keluhan masyarakat. FPI duduk manis aja sambil mengaji.

    kalau moral umat Islam penduduk mayoritas di negeri ini dirusak oleh industri maksiat, maka FPI sebaiknya diamin aja, FPI duduk manis aja sambil mengaji. Biarin aja moral bangsa yg sudah bejat ini semakin bejat.

    sorry gw ngomong gini soalnya gw khan Μuslim РΛLSU.

  3. wong kendal said

    Masih membantah…..
    Hmm….polisi dan fpi….hmmm

  4. Kompas.com atau detik.com jangan terlalu dipercaya beritanya terutama berhubungan dengan politik……

  5. Biarkan wanita-wanita yogya memilih hidupnya, biarkan kedepan wanita-wanita yogya menjadi wanita penghibur ini adalah kebebasan..

    fpi bukanlah Tuhan,,

    biarkan pria-pria disana menjadi pemabuk,,kembalikan budaya yogya yang dahulu…

    Yogya Free Sex..

  6. Muslim РΛLSU said

    @FPI
    Ini saran aja nih buat FPI. Kalo ada masyarakat mengadu kpd FPI ttg prostitusi, miras, narkoba, aliran sesat de el el di daerahnya. Kalian FPI langsung datang ke lokasi TKP. Tp jangan demo, jangan sweeping, kalian menadahkan tangan aja trs berdoa bilang Astaghfirullah 1000 X di depan tempat prostitusi/miras itu. Terus habis itu berdoa begini: “Ya Allah, berilah hidayah kpd pelaku2 maksiat itu supaya bertobat, dan berilah hidayah kpd aparat penegak hukum agar tergerak hatinya mau bertindak,… Amiin ya Robbal Alamin”.
    Tapi ga usah didemo, jangan disweeping, biarin aja, sambil kalian FPI terus berdoa. Siapa tahu nanti 100 tahun lagi mereka insyaf. Iya khan? iya khan?
    Soalnya dasar negara kita khan pancasial (eh sorry salah) … maksud saya pancasila.
    Eh… ngomong2… dulu Rasullullah s.a.w. dan para sahabat beliau kalo melihat aliran sesat, kemaksiatan/ prostitusi/ miras merusak moral umat kira2 tindakannya gimana yah? Apakah Rasulullah s.a.w. hanya wiridan dan berdoa saja seperti Muslim2 РΛLSU macam saya ini?

  7. @Muslim Palsu
    Rasulullah SAW dan sahabat2 beliau kl melihat kemaksiatan mungkin (mungkin) berdakwah menasehati para pelaku maksiat, menasehati mrk bil hikmah dan mau’idhotul hasanah. Kl masih bandel, mungkin (mungkin) Rasulullah melaporkan ke aparat yg berwajib pd jaman itu. Kl aparatnya selalu melempem selalu terlambat ga pernah bertindak cepat (seperti polri) mk Rasulullah dan sahabat2 beliau mungkin (mungkin) hny memperbanyak wiridan dn memperbanyak doa, dan Rasulullah serta sahabat2 beliau mungkin (mungkin) memperbanyak nasehat ttg bagaimana BERSIKAP TOLERAN KEPADA PELAKU MAKSIAT PERUSAK MORAL UMAT.

  8. Pedro agustiawan said

    kalau melihat kejadian seperti itu, kendal kota ful maksiyat? prostitusi miras togel sepanjang tahun kok rakyatnya diam, yang membrantas ko malah di musuhi,.

  9. Sayyid Paijo Al Manaan said

    FPI dibentuk oleh sekelompok tokoh Mafia di Jakarta dengan tujuan melindungi bisnis para mafia itu dari para pesaingnya, dapat dengan nyata kilta lihat saat sweeping tempat hiburan, dari beberapa tempat hiburan yang berjejer, hanya sebagian yang disweeping, selain para tokoh mafia itu ada oknum petinggi Polri yang juga menjadi majikan dari FPI dengan tujuan menggunakan FPI sebagai Attack Dog dalam menyelesaikan suatu kasus agar Polri aman dari tudingan pelnggaran HAM. Karena Indonesia adalah negara demokrasi yang berdasarkan Pancasila dan ber Bhineka Tunggal Ika bukan negara Islam, sudah sepatutnya FPI dibubarkan demi terjaganya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, terjaganya kerukunan antar umat beragama dan terwujudnya keamanan dan ketertiban Nasional.

  10. Semua mata saat ini tertuju kepada FPI yang sedang dihujat, dicacimaki dan dipojokkan sebagai ormas yg dianggap Anarkis, Radikalis, & Pelanggar HAM.

    Kami bertanya kepada Pemerintah dan Ulama..

    Sanggupkah kalian menuding Nabi Muhammad SAW, ketika Beliau SAW menghancurkan Mesjid Dhiror kalian tuding bahwa Nabi Muhammad SAW berlaku Anarkis..??

    Atau ketika Nabi Muhammad SAW menghukum pencuri dengan memotong tangannya, apakah kalian menuding Nabi Muhammad SAW melanggar HAM..??

    Atau seperti dicatat dalam kitab hadits sohih dan sejarah Islam ketika tong-tong minuman keras dihancurkan oleh Nabi Muhammad SAW, bisakah kaliah menuding Nabi Muhammad SAW sebagai seorang Radikalis..??

    Sifat Rasulullah Saw ketika Beliau dihina bahkan dilempari badannya sampai berdarah, beliau tetap bersabar.. Namun ketika Hukum Allah Swt dilanggar, beliau tegas dan keras bahkan sampai mengangkat pedang.

    Sampaikan ilmu Dakwah, Hisbah dan Jihad secara utuh tidak sepotong-sepotong… Jangan kalian berdakwah pakai dalil nahyi munkar (Hisbah), dan sebaliknya kalian melakukan Hisbah (nahyi munkar) memakai dalil Dakwah (amar makruf). Kasihan umat, Jangan disesatkan dengan dalil yang ter-balik2..

    Fakta yang terjadi di lapangan bahwa mereka kelompok aliran sesat, para pelacur, bandar Miras dan Judi, Germo, Perdukunan, Misionaris Aliran Sesat, Laskar Kristus dan Mbahnya kesesatan yaitu Liberal, mereka semua sangat benci FPI bahkan FPI dijadikan Publik Enemy (musuh bersama) oleh mereka.

    Haruskah umat Islam juga ikut-2an Benci FPI..???
    Haruskah tokoh agama terjebak dalam Grand desain Mafioso yang juga harus memusuhi FPI..???
    Bukankah musuh bersama kita adalah kemaksiatan dan kemunkaran..???

    Ingatlah firman Allah Swt “Maa Kunna Muhlikil Quroo illa waahluha Dhalimun” (tidaklah Allah Swt hancurkan suatu negeri/perkampungan kecuali penduduknya berbuat Dhalim). Na’dzu billahi min dzalik..

    FPI hanyalah perahu ummat untuk menegakkan Amar Ma’ruf Nahyi Munkar, jika SATU perahu ini (FPI) ditenggelamkan maka PASTI muncul 1000 perahu-perahu baru..

    Wamakaruu wamakarolloh wallohu khairul makirin..

    Smoga Allah Swt menunjukan Haq itu adalah Haq dan Bathil adalah Bathil..

    Nasrun minallohi wafathun qorib..

  11. noname said

    dasar tukang kibuuuul

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: