KabarNet

Aktual Tajam

Ustadz Ba’asyir Nasehati Said Aqil: Jangan Jadi Ulama Setan!

Posted by KabarNet pada 26/05/2013

Jakarta – KabarNet: Pepatah “Mulutmu adalah Harimaumu” ternyata selalu menimpa Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siraj. Sejumlah pernyataan Said yang kontroversial dan berbisa selalu saja, seperti yang sudah-sudah, kerap kali memancing komentar balik dari kalangan Islam yang tersakiti oleh racun jahat yang ditebarkannya.

Kali ini, komentar provokatif Said Aqil belum lama ini yang melontarkan sebuah fitnah keji bahwa, “diantara ciri-ciri teroris itu mereka rajin shalat malam, berpuasa sunnah, dan hafal Al-Qur’an seperti kelompok Khawarij” ditanggapi dengan nasihat oleh ulama sepuh Ustadz Abubakar Ba’asyir.

Setelah menantang Mubahalah kepada Said Aqil Siradj atas fitnah keji tersebut di atas yang dilontarkannya dalam sebuah acara yang diselenggarakan Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI), ulama sepuh Ustadz Abubakar Ba’asyir menyampaikan nasehatnya kepada Said Aqil.

Ustadz Abubakar Ba’asyir menegaskan, memang benar para mujahid yang dituduh sebagai teroris itu banyak diantara mereka yang rajin shalat malam, berpuasa sunnah dan hafal Al-Qur’an. Namun mereka tidak seperti kelompok Khawarij sebagaimana yang dituduhkan Said Aqil Siradj.

“Pernyataan Said Agil Siradj tentang mujahid yang dia sebut sebagai teroris dan dinyatakan rajin shalat, hafal Qur’an serta puasa sunnah insya Allah ada benarnya meskipun tidak semua. Tetapi mereka tidak seperti Khawarij yang juga rajin shalat,” kata ustadz Abu Bakar Ba’asyir saat dikunjungi para aktivis Islam, di tempat beliau ditahan di LP Pasir Putih Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (16/5/2013).

Namun sayangnya kata ustadz Ba’asyir, Said Aqil Siradj masih kurang jujur dalam menyampaikan ciri para mujahid yang dituduhnya sebagai teroris itu.

Diantara ciri mujahid lainnya menurut ustadz Ba’asyir adalah ketika wafat jenazahnya harum dan tidak busuk meski sudah dikubur selama bertahun-tahun.

“Hanya saja Said Agil Siradj kurang jujur, tidak berani menyatakan bahwa jenazah para mujahid yang dia sebut teroris itu baunya harum dan tidak busuk selama bertahun-tahun. Sebenarnya Said Agil Siradj tahu masalah ini tetapi tidak berani menyampaikan kepada umat, karena khawatir umat membela mujahid yang dia sebut teroris,” tutur dai lintas rezim yang kini menjalani vonis zalim 15 tahun di sel Super Maximum Security, LP Pasir Putih Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Untuk itu, ustadz Abu Bakar Ba’asyir pun mengingatkan, sebagai seorang ulama keilmuan Said Aqil sangat dibutuhkan umat. Maka ustadz Ba’asyir pun menasehati Said Aqil agar menjadi ulama rabbani, bukan malah menjadi ulama syaithani.

“Bertakwalah kepada Allah wahai Said Agil Siradj! Anda adalah orang berilmu yang memimpin ormas Islam besar (NU). Maka jadilah ‘alim rabbani jangan menjadi ‘alim syaithani (ulama pegikut setan. red.). Semoga anda menjadi hamba Allah yang benar-benar bertakwa. Ilmu anda sangat dibutuhkan umat Islam.” nasehat Ustadz Ba’asyir.

Semoga di masa mendatang tanfidziah NU dipimpin oleh para kiyai dan ulama mukhlisin yang berpendirian tegas namun fatwanya sejuk dan petuahnya penuh hikmah, seperti pendiri NU Almukarrom Hadharatus Syeikh KH Hasyim Asy’ari rahimahullah, KH Abdullah Faqih rahimahullah, KH Hasan Mutawakkil rahimahullah, KH Sahal Mahfudz, KH Hasyim Muzadi, KH Nur Muhammad Iskandar, dan masih banyak kiyai-kiyai mukhlisin NU lainnya, Amin Ya Robbal Alamin. [KbrNet/adl/VOA Islam]

______________________________________________________________________________________________________

Yang Terhormat Para Pengunjung KabarNet:

Apabila komentar yang Anda kirimkan tidak langsung muncul secara instan, kemungkinan komentar anda:

1] masuk ke dalam antrian traffic internet yang sedang sangat padat di server WP;

atau,

2] terjaring oleh Spam Software yang terpasang di situs KabarNet.

Kalau hal itu terjadi, mohon ditunggu paling lama 24 jam, karena Petugas Admin KabarNet secara berkala pasti memeriksa komentar pengunjung yang terjaring oleh Spam untuk diloloskan secara manual. Terima kasih.

108 Tanggapan to “Ustadz Ba’asyir Nasehati Said Aqil: Jangan Jadi Ulama Setan!”

  1. Moch Sukarna said

    Kasihan saudara kita Nahdiyin mereka gak ngerti Ketum nya SYIAH

  2. semoga yang benar dan yang betul-betul menuntun pada syariat Islam dan Sunnah Rosulullah SAW selalu hadir dan kuat di tengah-tengah ummat, dan yang dzolim segera di musnahkan.

  3. Jumiyo said

    Bapak2 apakah itu sebutannya uztad ,kyai,guru dsb yg ber ilmu tinggi tetang agama ISLAM jgn bingungkan hati kami pernyataan mu panutan kami untuk kehidupan sehari2 yg harmoni,madani,selaras seimbang,saling hormat-menghormati,cinta -mencintai,jgn timbulkan kebencian,hanya karna perbedaan.

  4. Anonim said

    Semoga Allah slalu mnjaga ke istiqoma hati ustat abu dan memberi derajat yg tinggi di t4 yg mn mnusia tak lagi berdaya saat itu..amin…

  5. hamba Allah said

    Masya Allah ulamak sepuh satu ini fatwanya menyejukkan hati yg masih muda. Apa benar inilah ulama warosatul ambiyak hidup di jamam fitnah sepeti ini beliau tetap sabar padahal fitnah kepada beliao terus menerus silih berganti. Semoga beliao tetap sabar istiqomah dlm memegang al haq aamiin.

  6. andi said

    orang-orang kafir,pki & bangsa barat yg ingin memecah belah indonesia itu takut kepada orang-orang islam inlander.
    kenapa mereka mengatakan & memfitnah orang-orang yg sering sholat malam itu teroris.?
    kerena mereka takut & mereka menyadari orang-orang islam inlander itu tidak mudah dipengaruhi oleh uang,jabatan & serta yg berbau kenikmatan dunia.
    jd gk usah heran klo para penjabat,ulama & petinggi itu banyak menyimpang. mereka hanyalah orang-orang islam KTP,alias para pengkhianat yg akan membuat negeri ini hancur
    islam datang dengan asing & islampun akan pergi dengan asing,sungguh mulia orang-orang yg terasingkan itu.

  7. Anonim said

    seharusnya pemimpin pandai menjaga lisan dan kata2nya hrs bijak sebagai cerminan intelektual dmn karna kelebihan itulah pemimpin dipilih

  8. Syamsurijal said

    Ulama adalah penerus kenabian (Al ‘Ulama warisatul Ambiya) memang sudah seharusnya perkataan dan dakwahnya menyejukkan dan menyerahkan, bukan malah menyerang dan menebar kebencian. Kalau ulamanya saja tidak mawas diri, saya khawatir umat yang dibimbingnya lebih binal lagi.
    Ulama yang bijaksana adalah ulama yang merendahkan hatinya dan menerima segala bentuk perbedaan dengan kemuliaan. Pandangan-pandangan yang penuh kasih sayang, pendengarannya adalah pendengaran yang penuh Kecintaan. Sehingga mulutnya mengeluarkan kebaikan yang memberikan kesejukan bagi umat. Hatinya diliputi dengan Ke tawaddu’an terhadap sesama manusia. Hatinya tidak iri dan dengki terhadap sesama.

    Maka tidak ada salahnya, kami sebagai kader NU mengingatkan kepada orang tua kami Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj, MA, Lc untuk secara santun dalam menyampaikan dakwah kepada umat, apalagi menyampaikannya kepada orang yang cinta terhadap beliau, dikhawatirkan mereka yang fanatik juga ikut menyuarakan ujaran kebencian terhadap kelompok tertentu yang berseberangan dengan mereka. Perbedaan pendapat, bukan berarti kita harus bersinggungan perasaan, kemudian menghilangkan cinta kita terhadap sesama. Justru semakin kita berbeda, semakin cinta kita terhadap orang berbeda tersebut. Artinya ajaran Rasulullah yang benar-benar kita tunjukkan. Jangankan sesama Islam, non Muslim saja wajib kita menghormati dan mencurahkan kasih sayang kepadanya, sebagai tanda bahwa Islam yang kita anut benar-benar Islam yang rahmatal Lil Alamiin seperti yang disuarakan selama ini.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: