KabarNet

Aktual Tajam

Kenapa Bendera Aceh Sama Persis dengan Bendera GAM?

Posted by KabarNet pada 04/04/2013

Jakarta – KabarNet: Masalah bendera dan lambang Aceh harus dipecahkan dengan kepala dingin dan kearifan. Jangan sampai, hanya karena ‘bendera dan lambang’, Aceh kembali terjerembab ke dalam arena konflik yang penuh luka.

Ada dua pandangan yang mencuat soal bendera dan lambang Aceh itu:

Pertama, Pandangan yang kontra, yakni bahwa Qanun Nomor 3/2013 tentang Bendera dan Lambang Provinsi Aceh, didesain identik dengan bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Karena itu masyarakat khawatir menjadi awal munculnya konflik seperti yang pernah dirasakan.

Qanun lambang bendera yang telah disahkan tersebut menyalahi aturan PP Nomor 77/2007 pasal 6 ayat 4 yang menjelaskan bahwa lambang bendera Aceh tersebut berbau separatis. Pasca pengesahan qanun nomor 3/2013 oleh DPR Aceh, kondisi sebagian wilayah Aceh tidak kondusif karena masyarakat sipil masih trauma dengan konflik sebelum ditanda-tanganinya perjanjian damai.

Kedua, Pandangan yang pro dengan alasan bahwa Bendera Bulan Bintang sejak 1945 sudah ada. Aceh, telah berjasa dalam mempertahankan Indonesia di masa penjajahan Belanda.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah menginstruksikan penanganan cepat kasus pengibaran bendera yang kontroversial di Aceh menyusul pengesahan Peraturan Daerah (Qanun) Nomor 3 tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh.

“Cepat ditangani jangan dibawa ke sana kemari apalagi nanti dipengaruhi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” instruksi Presiden dalam pengantar rapat terbatas bidang politik, hukum dan keamanan di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (1/4/2013).

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, setiap daerah memiliki lambang dan bendera sendiri, seperti halnya partai atau organisasi lain, termasuk Provinsi Aceh. Namun, faktor persatuan Indonesia tetap harus menjadi rujukan utama.

Dalam kaitan ini, pemimpin lembaga adat Aceh meminta tidak ada satu pihak pun yang mempersoalkan bendera dan lambang Aceh. Bendera Aceh merupakan lambang perdamaian dan persatuan Aceh dengan Pemerintah Republik Indonesia. Karena itu, bendera Aceh dan bendera Merah Putih akan berdampingan di seluruh Aceh.

“Karena Aceh masih menjadi bagian dari NKRI,” seru Pemangku Lembaga Wali Nanggroe, Malik Mahmud Al Haytar, di Banda Aceh, Minggu (24/3/2013).

Masalahnya, di mata Jakarta, bendera baru yang ditetapkan DPR Aceh. dianggap menjadi persoalan karena ‘menyerupai’, (bahkan ‘sama persis’) dengan bendera milik Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang notabene adalah gerakan separatis. Kalla berkeyakinan masyarakat Aceh tidak ingin lagi punya masalah dan konflik. Oleh karena itu, ia berharap polemik bendera bisa diselesaikan.

Kalla mengingatkan bahwa kesepakatan Helsinki yang mengakhiri darurat militer di Aceh sudah memberikan garis batas tegas. Perjanjian yang memutus perseteruan antara Indonesia dan GAM itu mensyaratkan dalam salah satu pasalnya bahwa lambang dan seragam GAM tak boleh lagi dipakai meskipun pemerintah daerah Aceh juga punya hak membuat bendera dan lambang.

Dalam kaitan inilah, Jakarta dan Aceh penting sekali berdialog mencari titik temu untuk memahami alasan historis, agama, budaya, psikologis dan politis terkait isu bendera dan lambang Aceh itu, agar tidak salah tafsir dan tidak ada salah persepsi serta tidak ada salah pengertian.

Juga agar kedamaian dan keadilan di Aceh tetap terjaga. Jangan ada lagi darah tumpah di Tanah Rencong, perdamaian yang bermartabat sudah ditegakkan! Mari selesaikan masalah ‘sederhana’ ini dengan kepala dingin, sejuk dan berbagi perasaan, bukan kehampaan.

Sebetulnya, adalah sah-sah saja bagi Aceh untuk mempunyai bendera dan lambang daerahnya sendiri. Hanya saja persoalannya:

1] Kenapa desain bendera Aceh harus dibuat ‘sama persis’ dengan bendera Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang notabene adalah gerakan separatis? Lihat: http://id.wikipedia.org/wiki/Gerakan_Aceh_Merdeka

2] Agar tidak membuka luka lama, bukankah lebih arif bijaksana dan tidak akan mengundang kontroversi kalau bendera Aceh didisain sedemikian rupa agar tidak terkesan seolah-olah “duplikat” bendera gerakan separatis GAM?

[KbrNet/adl – Source: Inilah.com]

17 Tanggapan to “Kenapa Bendera Aceh Sama Persis dengan Bendera GAM?”

  1. Hehehehe
    Indonesia saja benderanya sama dengan Monaco tapi gk protes tuh rakyat Indonesia sama Monaco 🙂
    Beda dengan Aceh masa karena benderanya sama Protes?

  2. Anonim said

    Bentar lagi benderanya Papua adalah bintang kejora.
    Duh …….

  3. dede mariana said

    Kenapa Kemendagri sejak awal tidak melakukan “eksekutif review” atas qanun yang mengatur bendera Provinsi Daerah Istimewa Aceh tersebut. Sama dengan mirip adalah hal berbeda. Kalaupun sama tak masalah karena ini produk qanun yang sah.

  4. Anonim said

    emang tokoh tokoh aceh tu ngga bisa dikasih hati,bantai semua lagi ajalah,anjing lu para tokoh aceh…ngaku mayoritas muslim tapi otaknya slalu bkin kontroversi aja,inget ajaran org islam jgn mempersulit masalah kasihan tu rakyat aceh yang selalu jdi korban terus….

  5. Anonim said

    Apa MUNGKIN tokoh2 Aceh sudah muak dan gak percaya dng aparat pemerintah pusat yg memble lemah dan penuh intrik.dan korupsi ?
    Kalau itu betul ya gak bisa disalahkan donk.
    Buktinya pemerintah gak bisa mengatur ormas2 berkedok agama tertentu, padahal ormas2 tsb gak beda dng preman2.
    Apa fungsinya polisi dan penegak hukum yg sah ? Jawabnya: tidak ada fungsinya.
    Jadi gak heran kalau Aceh dan Papua mau keluar dari NRKI. Mereka kan gak mau dijadikan sapi perahan melulu.
    Ini pelajaran bagi pemerintah, dimana harus tegas dan bersih. Hukum harus diberlakukan 100 % dan tidak pandang bulu. Semua2 harus hitam putih berdasarkan hukum yg berlaku.
    Semoga NRKI tetap terwujud !
    Merdeka.

  6. bangjasmin said

    APA URUSANNYA SELEMBAR KAIN BERWARNA? TIDAK PERNAH DAN TIDAK BISA MEMBANGGAKAN BANGSA INDONESIA, YANG HARUS DIBENAHI ADALAH MEREKA-2 PENGGUNA KAIN BERWARNA BIRU, KUNING, MERAH, PUTIH SEBAGAI PERUSAK MORAL BANGSA

  7. ghost buster said

    lepas dari RI pelan-pelan tah?

  8. gak penting banget ngurusin soal bendera
    emangnya gak masalah yg lebih penting benget selain ngurusin bendera
    masalah
    mafia hukum, mafia pajak, mafia anggaran, mafia tanah, mafia proyek, mafia perbankan, mafia sembako(bawang, cabe, daging berasdll)
    trus masalah premanisme, preman adalah orang2 binaannya aparat
    preman adalah mesin penghasil uang tambahan buat aparat
    masalah kekayaan alam bangsa yg dibiarkan untuk dirampok asing
    dlsbg
    masih banyak lagi

    sekarang ngurusin bendera
    apa urgensinya….. 😛

  9. noname said

    sebetulnya kalo Aceh mau menggunakan bendera tsb sebagai bendera propinsi ga masalah asalkan selalu dikibarkan secara ber-sama2 Merah Putih, tp kalo cuma bulan bintang ya ga boleh, sbg contoh negara2 federal Malaysia, Nigeria dan lain2 tiap propinsi punya bendera masing2 tetapi ya itu selalu dikibarkan bersamaan bendera nasional/negara…. @Thaifa ini bukan soal urgen atau ga urgent tapi masalah aturan serta kedaulatan negara!!!

  10. Sang Kata said

    Gerakan Aceh Sejahtera

    Banyak pihak berkepentingan dengan eksistensi provinsi NAD. Potensi tanaman ganja menarik pihak asing, yang bersifat dilematis. Aceh merdeka, akan menjadi negara pabrik sejenis turunan narkoba, mengalahkan negara yang selama ini didaulat sebagai pabrik narkoba. Tetap bagian NKRI, agar tanggung jawab ada di Pemerintah.
    Alihkan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menjadi Gerakan Aceh Sejahtera (GAS). Masalahnya tergantung kesadaran rakyat Aceh. Pendekatan politik jelas tidak manjur, ironisnya, pendekatan agama malah tidak mempan.
    Butuh beberapa generasi untuk merubah watak dasar rakyat Aceh. Perwujudan GAS, sejahtera lahir batin. Jangan mengajak rakyat Aceh untuk berbangga dengan masa lalu, tetapi ajak mengatur masa depan

  11. alex said

    kenapa harus ada bendera yang berkibar selain bendera merah putih di indonesia?????apa di negara republik indonesia ini udah pada mau bikin negara masing masing??kalo pada mau bikin negara lagi silahkan tinggalkan wilayah negara republik indonesia……saya serta kawan2 yang lain siap bertempur melawan kalian yang berani ngacak-ngacak persatuan indonesia.jangan pernah remehkan ucapan saya dan kawan-kawan….MERDEKA………ATAU MATiiiiiii…………………….

  12. Anonim said

    Aceh tetap aceh …..mati wajib mati …..jgn mkn tanah org ….lama2 engkau pula yg di makan…ha..ha..dari ANAK ACEH SAMUDERA PASE

  13. Anonim said

    apapun comen kalian semua kami orang aceh tetap mempertahankan bintang bulan…

  14. Anonim said

    yang menjadi pertanyaan saya adalah penting mana mengurusi bendera atau mensejahterakan rakyat aceh ?

  15. Rambideun Community said

    sebaiknya pamerintah pusat segera setujui bendera aceh itu, supaya pemerintah aceh bisa fokus pada pembangunan2 diaceh dan hal hal yang lebih mendesak.
    jangan di tunda tunda, rakyat aceh tidak suka.

  16. Daniel Kurniawan said

    biar berbeda, perbandingan panjang : lebarnya dibuat berbeda 🙂

  17. Anonim said

    hindunesia itu memang pengkhiana dari indatu nyan

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: