KabarNet

Aktual Tajam

Luthfi Assyaukanie Hina Syariat Islam

Posted by KabarNet pada 21/10/2012

Jakarta – KabarNet: Lembaga survei menyimpulkan kian merosotnya perolehan suara partai Islam dalam tiap pemilu. Tidak sedikit tokoh partai Islam yang merasa itu hanya survei biasa yang masih bisa mengalami kesalahan dan tidak sepenuhnya hasil itu mutlak.

Namun, bagi Luthfi Assyaukanie, Deputi Direktur eksekutif Freedom Institute, hasil survei itu sudah memperlihatkan bagaimana mestinya partai Islam mestinya segera berbenah. Menolak hasil survei itu boleh saja, namun hasil perolehan partai Islam dalam tiap pemilu sudah sebagai bukti nyata bentuk pandangan pilihan masyarakat terhadap partai Islam. Selain itu bagaimana melihat tingkat kemajuan negara-negara Islam yang menggunakan syariat Islam seperti Arab Saudi dan Iran.

Berikut wawancara Luthfi Assyaukanie bersama wartawan merdeka.com, pada Kamis (18/10) sore di sekretariat Freedom Institute, Jalan Proklamasi Nomor 41 Menteng Jakarta Pusat.

Sejauh mana Islam harus berperan dalam kehidupan politik di Indonesia?
Itu isu lama, sejauh mana Islam mengakomodasi masalah-masalah politik. Ada sebagian orang percaya, Islam harus menaklukkan politik atau Islam harus berpolitik, harus mendirikan partai Islam, harus menjalankan dakwah Islam lewat partai politik, dan seterusnya. Ada juga sebaliknya, kita boleh lebih religius, menjadi orang yang saleh, tapi dalam urusan politik itu urusan dunia, tidak ada urusannya dengan agama.

Saya kira jumlah umat Islam yang percaya dengan tidak ada hubungan Islam dan politik itu lebih banyak jumlahnya. Buktinya pemilu ini, tentu saja pemilu adalah bukti nyata, tidak bisa dibohongi. Orang di luar sana bilang, “Oh, orang Islam itu percaya pada agama dan negara (addin wa daulah)”, atau macam-macam, itu cuma bicara saja, buktinya tetap pemilu. Saat mereka datang ke bilik suara mereka tidak memilih partai Islam. Kalau mereka yakin pandangan agama dan negara adalah satu kesatuan mereka akan memilih partai Islam.

Apakah Islam memang tidak boleh ikut campur dalam kehidupan politik?
Ada sebagian yang berkeyakinan begitu, tapi sebagian besar masyarakat Indonesia justru meyakini sebaliknya. Ya sudahlah, Islam tidak usah ikut campur dalam masalah politik, itu kalau ukurannya partai-partai politik.

Apakah anda percaya negara yang menerapkan syariat Islam bisa maju?
Setahu saya tidak ada negara yang maju dengan menggunakan syariat Islam. Apa ada contohnya?

Bagaimana dengan Iran dan Arab Saudi?
Maju apanya, ekonominya paling terbelakang. Terbelakang dalam artian, mereka hanya memanfaatkan sumber daya alam yang ada sebagai sumber utama ekonominya. Berapa lama sumber alam terus untuk eksplorasi?

Ada contoh negara Islam yang bisa dibilang maju?
Tidak ada. Negara yang paling mundur di dunia, adalah negara yang melawan kodrat manusia. Negara-negara Islam itu melawan kodrat manusia, jadi tidak akan bisa maju. Manusia itu kodratnya menginginkan kebebasan pada dasarnya. Sementara negara-negara yang menerapkan itu, memusuhi kebebasan itu. Misalnya di Arab Saudi, perempuan tidak diperbolehkan mengendarai mobil sendiri. Orang mau bicara politik tidak boleh, di sana orang tidak boleh demonstrasi.

Tapi sebulan kemarin Arab Saudi sudah mengeluarkan aturan yang membolehkan perempuan boleh mengendarai mobil sendiri?
Bayangkan, sudah zaman segini baru memperbolehkan. Orang-orang yang menginginkan aturan itu sendiri juga orang-orang dari kerajaan itu sendiri. Anak-anak raja, anak-anak pangeran yang ingin mengemudi sendiri, mereka yang kuliahnya di barat. Jadi negara-negara itu tidak akan maju, karena melawan kodrat manusia.

Iran begitu juga, mundur jauh sekali. Kalau pun ada pencapaian, itu pasti dari orang-orang yang melawan sistem itu. Misalnya, orang sering bilang, “Kok film-film Iran itu bagus-bagus.” Justru karena mereka memberontak dari situasi yang mengungkung. Para sineas Iran itu adalah orang yang tidak setuju dengan sistem negara Islam di Iran. Itu yang salah dimengerti orang. Setiap ada pencapaian di negara-negara yang seperti itu, muncul dari mereka yang anti dari sistem yang ada di sana.

Bagaimana dengan dari sisi kemajuan ekonominya?
Saya rasa tidak. Melihat ekonomi bukan hanya melihat pendapatan per kapita atau Produk Domestik Bruto (PDB) tapi kita harus lihat, harus diuraikan, dari mana mereka mendapatkan itu. kalau Indonesia, saya sangat bangga dengan pencapaian ekonomi kita. Itu dilakukan dengan kerja keras dan sungguh-sungguh. Tapi kalau negara-negara penghasil minyak di teluk itu tidak bisa dibanggakan. [KbrNet/Slm]

Source: Merdeka.COM

20 Tanggapan to “Luthfi Assyaukanie Hina Syariat Islam”

  1. juhaiman said

    haa nih orang dari tampangnya saja kelihatan otaknya kecil, hatinya dengki terhadap islam , ngakunya beragama islam , dari isi wawancara ” kalo betul” pastinya masuk ke golongan munafik !!!!!!.

    Dia lupa untuk dunia , kekuasan silih berganti , pada saat ini kaum kafir memang menguasai dunia , sebelumnya islam pun pernah menguasai dunia ,,,,,, dan pada akhirnya islam akan menguasai dunia kembali ….
    Kerontokan kekuasaan kaum kafir mulai terasa saat ini ……

  2. Anonim said

    Setuju sekali dengan pandangan Pak Luthfi.
    Kalau ada yg gak setuju, coba dibantah dengan BUKTI2, jangan hanya mencaci maki doang.

  3. kutukata said

    wawancara dengan setan …

  4. pusingtujuhkeliling said

    Org islam yg aneh. Apakah dia benar2 islam?

  5. antibangetsamamukamunafikgini said

    Ngeliat orang ini ataupun ulil, uahngga ada ganteng2nya bahkan biarpun tersenyumgitu,perasaan pingin nampar aja nih tangan gw.

  6. LASKAR SEMUT PUTIH said

    Luthfi Sama Ulil,,,,bukan ibarat Pinang di belah Dua,,,,tapi Bekicot di belah Dua,,,, mereka Senyum sama Ngeden,SAMA G ada bedanya,,,, Bacotnya Comberan Dr Jamban,,,,. Kedua Orang ini berdasarkan Al -Qur’an WAJIB di Bunuh dan HALAL DARAH nya untuk di tumpah kan ke Bumi,,,,,,,karena Dasar Hukum Yg mereka gunakan Hukum DAJJAL,IBLIS dan THOGUT,,,,,serta ORANG2 SAKIT SYARAF!

  7. Aneh ya kalau orang Islam tidak suka atau tidak senang negara lain yang satu iman dengannya jadi negara maju?
    Yang begitu mending keluar dari Islam saja deh…

  8. Anonim said

    Pak Luthfi seolah – olah ilmiah, padahal tidak, Beliau mengambil data saat ini saja, dengan contoh Negara Saudi dan Iran. Padahal System Islam itu berlaku bukan hanya untuk hari ini saja, tapi juga masa lalu, masa depan sampai Akhirat. Sebaiknya beliau rajin membaca sejarah bagaimana dulu Islam pernah Jaya karena istiqomah dengan ajarannya. Kalau sekarang memang banyak Islam cuman merek maka tidak di berkati Allah. QS Al A’raf (7) ayat 96.

  9. “Si Lutfi anak asuhan kaum Salibis” telah memalsukan sejarah Islam dia lupa Bahwa nabi Sulaiman & negaranya yg dia Pimpin negara paling maju di Dunia…& masih ada lagi……persis sama dg gurunya kaum Salibis yg berani memalsukan kitab Sucinya sendiri.

  10. Mereka menghimbau agar HOS Cokroaminoto menarik kembali tindakan terhadap Sukiman cs tersebut. Namun HOS Cokroaminoto tetap tidak goyah dengan sikapnya ini. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1933, yang kemudian orang-orang ini dengan kekecewaannya berusaha membentuk suatu penelis yang kemungkinan persatuan islam indonesia yang mempunyai dasar campuran : Islam Nasional dan budaya. Pnelis ini menarik kerjasama dengan PSII merdeka di Yogyakarta (termasuk yang tidak setuju dengan politik hijrah) untuk bersama-sama membentuk partai islam indonesia (PARTI). Tetapi usaha ini segera mundur pada tahun berikutnya. walaupun mendapat sambutan dari berbagai tempat di Jawa, dapat disimpulkan bahwa kegiatan seperti ini merupakan suatu permulaan daripada yang dalam 4 Desember 1938 menjadi Partai Islam Indonesia (PII) yang diketuai oleh Raden Widodo dan Sukiman.

  11. anjing bener nih orang… setan jelma-an apa loe… tampang loe kayak tai,,

  12. setan loe tai….

  13. SiIblis diatas tidak tahu bahwa negara” amerika dan eropa sekarang ngemis” minta diajarkan perbankan ala syariat Islam,karena perbankan mereka(kafir) acap kali membawa kehancuran!
    Lihat amerika???
    Maju apanya???
    Kehidupan disana tak ubahnya spt bintang!
    Tak ada tata krama!
    Homo dimana”!
    FreeSex bebas sebebas”nya!
    Gereja” jd sarang morfin dan skandal sex!
    Apakah yg begitu disebut kemajuan???

    Lihat dong masa-masa keEmasan Islam!
    Ingat! Dunia sll berputar!jd tidak ada yg abadi didunia ini!
    Bodoh kau luthfi Salibis!

  14. novel said

    untuk admin seperti ngga perlu diangkat saya tahu bener kok lutfi ini kapasitas dan kwalitasnya ga ada coba kalau bawa berita yang cerdas tokoh manusianya kalau dari turunan penghianat NKRI ga usah dimuat saya tahu benar SIApa dia !! sekali lagi untuk kabarnet semoga lebih selektif dalam menfilterisasi manusia karbitan

  15. Darken netral said

    Ni posting tolol apa bego?Dasar kristen tolol !

    Negara terkaya itu qatar ! Dari islam..
    Singapura? Juga islam malaysa juga .
    Papua nugini ? Miskin tebelakang,timor leste juga miskin, argentina juga miskin . Pokoknya kalau indonesia betul-betul terapkan syariat maka akan sejahtra..
    Kasus pemerkosaan terendah dari 186 negara arab saudi pada urutan 185 yang paling rendah tingkat pemerkosaan di karenakan terapkan syariah 100% dan pakistan ke 186 juga terapkan syariah..

  16. Darken netral said

    Ni admin emang ras kristen yg benci islam yg ingin mencuci otak mulim..

  17. Yahya (Raden Mas Brintik) said

    Assalamualaikum. Wr.Wb
    Agama tak punya hak Eksplisit untuk Atur negara secara OverProtektif.. agama hanya Kerangka Normatif atau Kerangka umum dalam jalankan semua Aspek Kehidupan..
    Jangan Kawinkan Agama dengan Politik. 🙂

    Waalaikumsalam. Wr.Wb

  18. Anonim said

    Lutfi salah..
    Kemajuan ekonomi suatu negara justru dilihat dri penghasilan perkapita rakyatnya dan kokohnya APBN negara tsb walaupun hanya mengandalkan hasil bumi. Lihat arab dan iran apa mereka pernah krismon? Apa mereka punya hutang dgn luar negeri? Tp liat eropa & amerika..lagi krisis ekonomi plus moral.
    Lutfi salah lagi..
    Indonesia dia bilang maju ekonominya? Liat hasil perkapita rakyatnya msih minim ..liat apbn nya defisit.. liat hutang negara indonesia gak akan lunas sampe kiamat..

  19. inirahmat said

    Lutfi salah..
    Kemajuan ekonomi suatu negara justru dilihat dri penghasilan perkapita rakyatnya dan kokohnya APBN negara tsb walaupun hanya mengandalkan hasil bumi. Lihat arab dan iran apa mereka pernah krismon? Apa mereka punya hutang dgn luar negeri? Tp liat eropa & amerika..lagi krisis ekonomi plus moral.
    Lutfi salah lagi..
    Indonesia dia bilang maju ekonominya? Liat hasil perkapita rakyatnya msih minim ..liat apbn nya defisit.. liat hutang negara indonesia gak akan lunas sampe kiamat..

  20. Sha-Sha said

    Sejatinya…Allah juga menerapkan DEMOKRASI sehingga umat manusia boleh memilih

    alquran menunjukkan sifat demokrasi Allah : Mau jadi mukmin/kafir? Mau masuk surga/neraka? Mau mendapat petunjuk/disesatkan? Semua keputusan dan pilihan berada di genggaman tangan Anda

    Al kaafiruun :6. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.”

    An-Nahl: 93
    Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.

    Al-Ma’idah: 48
    “Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu.”

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: