KabarNet

Aktual Tajam

Amien Rais: Waspada! Para Pebisnis Kuat Dibelakang Ahok

Posted by KabarNet pada 30/09/2012

Pertama, kemenangan Jokowi-Ahok tidak akan membawa perubahan apapun bagi Jakarta. Saya tak menyebutnya etnis. Di belakang Ahok, didukung pebisnis-pebisnis kuat. Kedua, Perkawinan politik dan bisnis ini bisa mengancam demokrasi dan kontraproduktif dengan kepentingan rakyat. Ketiga, Kemenangan tersebut melambangkan masa depan demokrasi di ambang kehancuran. Tiga pernyataan Pak Amien ini saya kutip dari Oke Zone dotcom, diakses pada 14.40 WIB, Minggu 30 September 2012.

Saya lebih suka menilai pernyataan Pak Amien diatas sebagai peringatan (warning) untuk kehidupan demokrasi kita kedepan. Walaupun sudah terbilang senior dalam dunia politik praktis cara berfikir kritisnya masih sangat kental. Nampak sekali dalam kritik yang disampaikan melalui media. Walaupun pernyataan itu bernilai subjektif sebatas pandangan pribadi, namun jika kita mau mempertimbangkan pengalamannya dalam politik praktis ditambah dengan posisinya sebagai aktor intelektual dalam gerakan reformasi belasan tahun silam, saya pikir Pak Amien tidak sedang main-main melempar wacana ini ke media.

Ada hal paling menarik dalam pernyataan Pak Amien bahwa dibelakang Ahok didukung pebisnis-pebisnis kuat. Saya terus terang saja penasaran siapa pebisnis-pebisnis yang dimaksud Pak Amien. Untuk itu saya akan merujuk pada tulisan Laksamana Sukardi dalam “Nonpri Aset Ekonomi dan Pemerataan”, 1999, hal: 28 yang menyebutkan pengusaha nonpri menguasai 50 % aset perekonomian Indonesia atau setara 100 miliar US Dollar. Senada dengan itu, Valina Singka Subekti juga menyebut dalam “Konglomerasi Nonpri dan Pengaruh politiknya”, 1997, Hal: 44, bahwa data dari Pusat Bisnis Indonesia menunjukkan dari 300 konglomerat terbesar di Indonesia, 206 orang diantaranya adalah non pri, 79 orang pribumi dan 15 orang konglomerat asimilasi. Mereka menguasai 70 % aset kekayaan negara karena memperoleh berbagai fasilitas kemudahan dari orde baru.

Dengan melihat data-data ini kekhawatiran pak Amien saya pikir menjadi sangat beralasan jika memang barisan konglomerat itu yang dimaksud. Seperti telah menjadi pengetahuan umum bisnis konglomerat ini tidak pernah pensiun karena kepemilikannya turun temurun (dinasti). Ekspansi usahanya terus merambah ke berbagai bidang dan membuat anak-anak usaha baru sehingga menjelma menjadi kerajaan bisnis. Industri hulu hingga hilir dikuasai. Hampir tak ada satu pun bidang usaha yang tak tersentuh.

Pada jaman pak Harto eksistensi para konglomerat ini memang hanya fokus pada bidang bisnis. Kedudukan Pak Harto yang sangat kuat dengan mudah mengontrol sepak terjang para konglomerat tersebut. Semua tunduk tak satupun yang berani keluar dari garis kebijakan jenderal yang berjasa menumpas G 30 S PKI ini. Sehingga peran politik para konglomerat pada saat itu nyaris tak terdengar.

Namun seiring reformasi keadaan juga ikut berubah. Peta politik nasional terkonfigurasi karena semua kalangan mendirikan partai politik. Banyak pemodal-pemodal besar termasuk para penerus dinasti konglomerat di masa orba ikut ambil bagian dengan beragam cara. Ada yang terjun dalam politik praktis dengan menjadi pengurus dan anggota parpol, menjadi simpatisan partai, hingga menjadi penyumbang dana bagi siapapun calon penguasa yang mereka nilai dapat membantu kepentingan mereka. Para pemodal besar ini tidak akan segan-segan menggelontorkan dana. Tentu saja tidak secara cuma-cuma. Ada kompensasi yang akan diterima apabila calon penguasa yang didanai menang dalam pemilu.

Sebetulnya cara-cara ini sudah terbilang lama bahkan hampir setua demokrasi (modern) itu sendiri. Jadi kekhawatiran Pak Amien dapat dipahami dalam konteks seperti ini. Demokrasi jelas tidak akan sehat. Politik uang bukan saja dapat dipakai untuk membeli suara. Namun lebih jauh juga dapat digunakan untuk menjinakkan media sehingga opini publik dapat dikendalikan seperti disinyalir pak Amien.

Dengan kondisi demikian potret demokrasi Indonesia memang tidaklah berlebihan jika dikatakan oleh Pak Amien sedang berada diambang kehancuran. Jika hal ini kemudian dikaitkan dengan keberadan pebisnis dibelakang Ahok memang masuk akal. Sebab bagaimana pun juga faktor kedekatan emosional itu kemungkinan ada karena kesamaan ideologi dan agama tentu saja. Walaupun saya fikir masih lebih dominan disebabkan faktor timbal balik (kompensasi) berupa kemungkinan adanya pembagian jatah atau bagi-bagi proyek dan berbagai kemudahan-kemudahan lainnya seperti sering terungkap dalam berbagai sidang kasus pidana korupsi selama ini. Hal ini memang mengundang keprihatinan mendalam dari siapa saja termasuk Pak Amien. Keadaan ini barangkali dinilai sebagai preseden buruk yang harus dicegah.

Apalagi preseden ini sejatinya telah menjadi gejala global karena hampir terjadi diberbagai negara. Banyak negara yang menganut demokrasi dan sistem ekonomi kapitalis diatur dan dikendalikan pengusaha kakap. Bahkan menurut desas-desus ada sebuah negara maju yang kapling penguasanya diatur sesuai pesanan para pengusaha. Jadi dalam pikiran saya, negara semacam itu tak ubahnya seperti perusahaan besar dimana manajemen ketatanegaraan diatur menurut dan sesuai dengan hukum ekonomi. Kalkulasi untung rugi dominan dipakai sebagai paradigma dalam merumuskan kebijakan apa pun. Dan hebatnya negara dengan model demikian memang tidak perlu lagi memakai cara-cara lama seperti kolonialisme fisik untuk menguasai negara tertentu kecuali terpaksa. Cukup dengan menguasai perekonomiannya saja. Sektor-sektor ekonomi strategis diakuisi melalui kepemilikan saham. Sehingga pada akhirnya sistem politik dan kekuasaan mau tidak mau harus tunduk dan rela diatur oleh uang mereka ini. Dengan situasi demikian saya kira negara tidak akan pernah mampu keluar dari persoalan-persoalan kemiskinan, pendidikan mahal dan kesenjangan sosial ekonomi lainnya manakala tersandera oleh kapital yang sejatinya telah menjadi ruh dari demokrasi itu sendiri.

Mohammad Faysal
(kompasiana.com)

22 Tanggapan to “Amien Rais: Waspada! Para Pebisnis Kuat Dibelakang Ahok”

  1. Asbun si Amin sirik

  2. Sy setuju dgn asumsi pak amin…ada benarnya utk kta renungkan n antisipasi

  3. Tan Panama said

    Kasihan Amien Rais, sudah masuk kotak banyak tingkah.

    Kasihan Amien Rais, sudah masuk kotak banyak tingkah.

    Kasihan Amien Rais, sudah masuk kotak banyak tingkah.

    Kasihan Amien Rais, sudah masuk kotak banyak tingkah.

    Kasihan Amien Rais, sudah masuk kotak banyak tingkah.

    Kasihan Amien Rais, sudah masuk kotak banyak tingkah.

    Kasihan Amien Rais, sudah masuk kotak banyak tingkah.

    Kasihan Amien Rais, sudah masuk kotak banyak tingkah.

  4. Anonim said

    Kalo memang di belakang Ahok, ada pebisnis kuat, kok si Ahok gak menang jadi Gubernur Bangka Belitung ?. Asbun aja tuh Amin Rais…maklum dah pikun. Justru di belakang Foke lah yang banyak hehe…silakan liat dari media yg mendukungnya. Inilah.com punya siapa?, belum lagi kekuatiran bisnis2 mereka yg selama ini, takut hilang jika Jokowi Ahok yg terpilih. Memang saat ini, setelah Jokowi dan Ahok terpilih, banyak penjilat2, bangsat2 dan pengacau2 bisnis yang akan mencoba ” menjadi teman”. Tapi saya tau betul sikap Jokowi, yang telah berani menolak tekanan atasannya si Bibit W, untuk membangun Mall di solo, bekas pabrik es sari petojo. Pinteran gue tuh analisanya dibanding si AR dan penulis wkaka….canda bro

  5. Asbun said

    Kalo memang di belakang Ahok, ada pebisnis kuat, kok si Ahok gak menang jadi Gubernur Bangka Belitung ?. Asbun aja tuh Amin Rais…maklum dah pikun. Justru di belakang Foke lah yang banyak hehe…silakan liat dari media yg mendukungnya. Inilah.com punya siapa?, belum lagi kekuatiran bisnis2 mereka yg selama ini, takut hilang jika Jokowi Ahok yg terpilih. Memang saat ini, setelah Jokowi dan Ahok terpilih, banyak penjilat2, bangsat2 dan pengacau2 bisnis yang akan mencoba ” menjadi teman”. Tapi saya tau betul sikap Jokowi, yang telah berani menolak tekanan atasannya si Bibit W, untuk membangun Mall di solo, bekas pabrik es sari petojo. Pinteran gue tuh analisanya dibanding si AR dan penulis wkaka….canda bro

  6. tohir said

    setuju dengan pak amin. apa yang disetujuiya, pokoknya setuju saja.

  7. @All

    gak useh heran, orang cina keturunan menguasai ekonomi dan politik indonesia = orang yahudi menguasai ekonomi dan politik Amerika, dan ini semua kesalahan para pejabat serta dilindungi para oknum aparat padahal tiap sen gaji mereka tiap bulan dibayar pake uang rakyat tapi kerjanya menipu rakyat saja karena waktu mereka interview mau jadi pejabat harus lulus tes ahli korupsi dulu.

    gitu aza kok repot.

  8. Anonim said

    Amin selalu bilang in omongan arjuno apa buto cakil… Ternyata justru omongan dia sendiri omongan buto cakil…

  9. nahnu muslim said

    Kroco dan kroni nya ahok pada protes komen mulu nih,. Oranf nyuruh Waspada aja masalah buat eloo.. 🙂

  10. Anonim said

    awas cina kuasai indonesia seperti singapura….

  11. Anonim said

    semoga kejadian 1998 terulang dan kita kasi pelajaran cina-cina b***sat itu..

  12. Asbun said

    @Anonymous
    Ane sih bukan Cina, tetapi perkataan ente, salah. Skrg udah dikuasai kale…kenapa?. Karena yg pribumi2 goblok2, alias UU bisa dibeli uang mereka. Kekuasaan bisa dibayar mereka. Coba noh liat, siapa yg jadi herder2 mereka?. Pikir….pikir…!. Makanya pinter dikit, kalo sekolah jangan tawuran aja, kalo kuliah jangan demo yg ga penting. Kalo jadi anggota DPR jangan tidur aja, kalo jadi pejabat jangan korup…Kalo jadi aparat negara, jagain rakyat banyak, bukan yg membayar banyak. hah….cape deh. Kalo Ahok, ane rasa bukan gitu orangnya…..tetapi kita awasi aja deh..Hidup Jokowi …

  13. Anonim said

    hari gini orang yg masih berpikir RASIS ga akan bisa maju, coba berpikirlah yg rasional dan cerdas supaya Rakyat Indonesia makmur dan sejahtera… coba kita liat dan awasi Jakarta akankan lebih baik atau lebih buruk, ini waktunya untuk membuktikan apakah keputusan kita memilih Jokowi Ahok salah atau sebaliknya…;D

  14. allysa said

    kenyataannya skrg memang etnis minoritas sdh mnguasai bisnis & politik,,di lapangan jg terlihat jelas kbangkitan & antusiasme minoritas dlm pilkada kmrn,,hanya bisa berharap smoga meski etnis minoritas & dr non muslim,Ahok bisa jd pemimpin yg adil,krn kalo tdk salah jbatan wakil gubernur itu yg biasanya megelola/mbawahi BAZIS

  15. Wong Kito Galo said

    Pak Amin Rais masih cerdas, biar orang mau kata apa, yang penting ke Intelektualan anda masih dibutuhkan oleh Rakyat Indonesia.

  16. Hartoyo said

    Udah tua kok pikiranya masih kotor ya????????

  17. Om Ndutz said

    wuaduhh….aku mengidolakan anda pak Amin, tetapi..maaf, gara2 pernyataan anda sebagai tokoh nasional, tidak ada bedanya dengan Rhoma Irama, dan anda berpikir untuk memblow up se olah2 politik zaman soeharto, tapi saya maklum memang se usia anda, banyak yang mengalami PIKUN, selamat ber obat di klinik tong fang, semoga cepat sembuh.

  18. antoni said

    mulut Amin Rais bau bangkai. Reformis ” GADUNGAN “. Amin Rais mana laku kalau mau jadi Presiden…!!!

  19. fv4eva said

    Reblogged this on fv4eva.

  20. Bisa jadi…. Politik butuh uang..
    AHOK bikin e-budgeting..supaya transaksi keuangan pemprov transparan.. Tetap bersih dimata masyarakat….
    tp dengan konsekwensi AHOK akan memberikan beberapa Deal2 Exclusive kepada Pengusaha2 yang mem-backup nya.. ( theory )

    Yang menjadi pertanyaan adalah apa yang dapat dilakukan seorang Pak AMIEN RAIS……?
    Apakah hanya sekedar melempar wacana ke media atau ada langkah2 kongkrit terhadap wacana tersebut….??
    Seperti waktu Pak AMIEN mengambil langkah Reformasi dahulu…
    Kami sebagai rakyat..hanya ingin mempunyai pemimpin yang jujur, adil dan amanah…gak lebih gak kurang…
    Masyarakat sehat sejahtera, pembangunan merata, pendidikan tinggi terjangkau, cukup sandang pangan & lapangan kerja yang cukup.. ( mimpi…. )

    CINTAILAH PRODUK INDONESIA

  21. Keturunan Sunan Gunung Jati said

    Amin Rais munafik gitu kok dipercaya. Kekayaan dari keturunan etnis tionghoa ya itulah jasa suharto. Gak masalah kalo orang tionghoa jujur. Daripada pribumi tapi dalemnya setan?

  22. Anonim said

    statemen pa Amin Rais, merupakan sebuah analisa yang harus kita buktikan dalam perjalanan kepemimpinan ahok……. terbukti banyak yang menyengsarakan rakyat jakarta, baik sebagai pkl, korban gusuran dan rakyat melata dipinggiran kali

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: