KabarNet

Aktual Tajam

Wong Fei Hung Muslim Sejati

Posted by KabarNet pada 28/08/2012

Wong Fei Hung (Pahlawan Negeri Tiongkok) adalah Muslim Sejati, tapi Pemerintah Komunis menutupinya. Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?

Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.

Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.

Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi.

Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.

Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.

Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.

Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.

Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.

Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus.

Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.

Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena isteri-isterinya meninggal dalam usia pendek. Setelah isteri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.

Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya.

Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Allah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amiin.

Source: Mutiara Akhlaq

11 Tanggapan to “Wong Fei Hung Muslim Sejati”

  1. Ulama’ ajib!

  2. Ritz said

    sumbernya dari mana?

  3. bram sonata said

    Agama Islam adalah agama penyempurna untuk seluruh umat manusia sejak awal hingga kiamat. Islam membuka lebar pintunya bagi siapa yg rela dan sudi beriman ke pada Islam, dan tidak ada kamus memaksa siapa saja untuk memeluknya dan mengimani-nya.

    Manusia mau beriman SIKAKAN, mau tidak beriman(kafir SILAKAN, bebas memeilih mana yg disukainya, karena sudah nyata mana yg BENAR dan mana yg SALAH.

  4. kasih tau dong ! sumber nya ??? ……kita umat butuh berita yg valid ,kan ???

  5. Anonim said

    klo di betawi ada si pitung di cina ada wong fei hung,,,

  6. swing said

    Dalam mengkaji suatu versi sejarah ada baiknya mempertimbangkan kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi. Salah satu kesalahan saja sudah bisa meruntuhkan keseluruhan tulisan.

    1. Kesalahan kronologis

    2. Kesalahan geografis

    3. Kesalahan sejarah
    Kesalahan

    Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.

    1. Dinasti Qing atau Ch’ing (1644-1912) adalah dinasti yang merubuhkan Dinasti Ming(1368-1644), bukan Dinasti Yuan(1271-1368) seperti yang tercantum dalam tulisan tersebut.

    2. Dinasti Yuan adalah bagian dari Kekaisaran Mongol yang luas. Kekaisaran Mongol itu terdiri atau terpecah menjadi beberapa Khanate , contohnya Dinasti Yuan itu sendiri , Chagatai , Golden Horde . Kekuasaan Mongol meliputi Tiongkok , Russia , Asia Tengah , Timur Tengah dan India.

    3. Yang memeluk agama Islam adalah Mongol yang berkuasa di Asia Tengah , Timur Tengah dan India. Bukan Mongol yang berkuasa di Tiongkok(Dinasti Yuan) , melainkan Chagatai atau Golden Horde yang banyak memeluk agama Islam. Agama yang dominan di dinasti Yuan adalah Shamanisme , Buddhisme dan juga Kristen Nestorian. Istri Ogudai juga beragama Kristen Nestorian.

    Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea).

    4. Sangat jelas bahwa Korea dan Mancuria adalah berbeda. Jepang menguasai Korea dari awal abad 20 , dan menguasai Manchuria dengan meletakkan “The Last Emperor Qing” Aisin Gioro Puyi sebagai kaisar boneka Manchukuo. Tulisan diatas ini benar-benar tanpa diiringi pengetahuan sejarah dan geografis yang memadai.

    5. Dimasa Hung Hei Kwun itu era keemasan Qing . Masa keemasan Qing sudah menjadi konsensus sejarah sampai tahun 1796 (masa kaisar Qianlong berkuasa) dengan luas wilayah Tiongkok yang besar sepanjang sejarah. Jadi pada masa Hung Hei Kwun tidak membutuhkan bantuan militer dari negara asing manapun untuk mengatasi masalah dalam negri.Sesudah Qianlong , Dinasti Qing mulai memasuki masa suram dan di warnai berbagai pemberontakan.

    6. Qing meminta bantuan barat , dalam hal ini Prancis dan Inggris untuk membantu Qing menumpas pemberontakan Taiping(1850-1864) . Kebetulan Taiping ini di pimpin oleh Hong Xiu Quan (Hung Hsiu Ch’uan).

    Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China

    5. Tidak ada pengaruh signifikan antara “jika” Huang Fei Hung “memang” muslim dan hubungannya dengan supremasi komunis di Tiongkok.Analoginya adalah , jika Pangeran Diponegoro itu seorang katolik , apa hubungannya sama supremasi ideologi di Indonesia.Apakah serta merta Papua akan bergolak?
    Kesimpulan

    1. Tulisan “Huang Fei Hung adalah Muslim ” ini adalah hoax yang memanfaatkan sentimen agama untuk membangkitkan kebanggaan semu.

    2. Bantahan tulisan ini tidak bermaksud untuk menyinggung umat beragama tertentu, tetapi berusaha meluruskan disinformasi yang ada pada tulisan tersebut. Dan juga bermaksud mengingatkan para pembaca di dunia maya agar lebih berhati-hati dalam membaca dan apalagi membantu menyebarluaskan dengan mencomot tulisan yang tidak bertanggung jawab untuk di posting dalam blog sendiri.

  7. firman said

    Pasca matinya Kubilai Khan di tangan Raden Wijaya beserta para prajurit Majapahit saat Mongol mau menyerang Kerajaan Singosari akibat dari Prabu Kertanegara memotong telinga utusan Mongol saat mengirim surat dari Kubilai Khan yang memerintahkan Singosari untuk tunduk kepada Mongol, tetapi karena saat Kubilai Khan datang bersama pasukan Mongol, Kerajaan Singosari sudah runtuh pasca Prabu Kertanegara Gugur terbunuh oleh Jayakatwang, Raden Wijaya sebagai menantu Prabu Kertanegara menaruh dendam kepada Jayakatwang tetapi masih belum memiliki cukup kekuatan karena baru memulai mendirikan Kerajaan Majapahit memanfaatkan situasi itu dengan menipu Kubilai Khan menyatakan bahwa Jayaktwang adalah Prabu Kertanegara dan siap membantu untuk menumpas Jayakatwang, seteah berhasil membunuh Jayakatwang dan membumihanguskan kerajaan Jayakatwang, Raden Wijaya bersama prajuritnya dengan siasatnya juga menghabisi Kubilai Khan beserta pasukannya, hanya sebagian kecil yang berjaga di pelabuhan saja yang berhasil kabur, secara perlahan tapi pasti Cina merdeka dari penjajahan Mongol, mulai saat itu pula agama Islam masuk ke Cina, sampai akhirnya beberapa petinggi Cina juga berupaya menyebarkan ajaran Islam ke bumi Nusantara, yang konon menjadi cerita Ceng Ho mati di tanah jawa oleh tangan panglima perang Majapahit masa pimpinan Ratu Kusumawardhani, karena dianggap membahayakan Kerajaan Majapahit yang saat itu sudah mendekati keruntuhannya akibat perang saudara antara Ratu Kusumawardhani dengan Bre Wirabumi karena perebutan kekuasaan dan mulai masuknya beberapa Wali penyebar Islam.
    Saya juga pernah muncul pertanyaan, apakah Cheng Ho juga termasuk Wali penyebar ajaran Islam?
    Maaf saya lupa judul buku tersebut, buku tersebut terjemahan dari buku bahasa jawa yang mengenai sejarah tanah jawa…

    Mohon maaf apabila terdapat kesalahan dari penjelasan saya ini, karena saya juga dahulu baca dari buku saduran dari bahasa Belanda, penulisnya juga orang Belanda.

  8. mau agama manapun, yang jelas hanya Tuhan yang tahu, sehebat apapun kalian masalah sejarah…. masih ada yang lebih Hebat pengetahuannya,
    jadi jangan lah menyanggah jika anda bukan arkeolog atau praktisi sejarah dari masa lalu,,
    hargai perbedaan dengan mengecilkan OPINI,

  9. maranita said

    Saya sangat menghormati semua tokoh-tokoh besar di dunia walau apapun agama dan kepercayaan yang dianutnya yang telah berjuang dan berkorban demi kehidupan dunia yang lebih baik hingga dapat kita nikmati saat ini..saya percaya apa yang mereka lakukan karena cinta kasih yang sangat besar kepada apa yang mereka percayai….

  10. Ampank said

    Manchuria itu bukan Korea mas..Manchu sekarang sdh jadi China yang disebut Harbin & Shenyang itu dulu nya Manchuria..sekedar info Mas tx..

  11. Ben said

    Goblok, Wong Fei Hung aja mau diislamkan. Kapan Indonesia bisa maju kalau hanya asik mencari-cari kebangaan semu dan dusta.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: