KabarNet

Aktual Tajam

Mari Mencoba Lebih Objektif Menilai FPI

Posted by KabarNet pada 27/05/2012

Oleh: Kristianto
Kali ini saya ingin lebih sedikit mendalam menelaah dan memberikan pandangan perihal Ormas yang ”sangat fenomenal” ini atau kalau boleh mengutip kalimat Syahrini, maka FPI sangat pantas di katakan ”Sesuatu banget” bagi warga Jakarta, bahkan mungkin juga untuk dunia, karena aksi penolakan mereka atas konser Lady Gaga. Sebetulnya saya masih penasaran atas alasan favorit FPI ketika mereka sudah mulai dikejar pertanyaan-pertanyaan seperti :

Kenapa hanya pornografi yang di demo ??
Kenapa hanya umat lain yang mau ibadah yang ”di ganggu” ??
Kenapa cuma heboh dengan miras, Pub-pub??

Kemana mereka untuk kasus korupsi ??
Kemana untuk banyaknya TKI yang di pancung ??
Kemana mereka saat bencana alam ??

Pertanyaan-pertanyaan itulah yang menjadi favorit bagi yang tidak pro dengan FPI, atau ada sebagian orang yang menyebut mereka kaum Liberal.

Dan jawaban Favorit FPI adalah : “bahwa selama ini media menyiarkan secara timpang perihal sepak terjang Ormas mereka, karena sebenarnya aksi mereka tidak hanya sebatas pada soal Miras, Pornografi dan tempat ibadah yang menurut mereka “illegal”, tapi jauh lebih luas dari itu… Politik, bencana alam, kemanusiaan dan soal TKI, FPIpun ikut aktif dalam menyuarakannya…”

Issue Ketimpangan media dalam memberitakan Ormas ini yang masih membuat saya ragu untuk ikut menolak FPI, jika memang media tidak seimbang dalam memberitakan FPI maka sudah bisa dipastikan semua ini tidak lain hanya untuk menjelekkan nama Ormas Islam itu secara sepihak. Bahkan konon sang Ketua Umum FPIpun katanya tidak jarang diwawancarai oleh berbagai media perihal aksi FPI yang tidak hanya pada soal diatas, namun anehnya tidak ada satupun yang diangkat ke layar kaca ataupun media umum. Jika memang demikian, menurut saya ini aneh dan cenderung ada unsur konspirasi… tapi sejujurnya, saya tidak tau yang sebenarnya.

Sejauh ini, walaupun aksi FPI tergolong agak ”anarki”, karena demikianlah yang saya lihat ditelevisi, namun dalam prosedurnya menurut informasi dari FPI yang ditayangkan di TV, bahwa aksi turun tangan itu adalah aksi final setelah pihak FPI mengajukan permohonan secara tertulis untuk pihak yang bersangkutan menghentikan apa yang mereka lakukan dan surat pemberitahuan kepada aparat perihal hal tersebut dan meminta untuk mengamankannya. Jadi bisa disimpulkan aksi turun tangan FPI adalah tindakan terakhir ketika seseorang tidak mampu untuk diberitahu secara baik-baik dan ketika aparat terlalu lambat menangani sesuatu.

Entah hal tersebut benar adanya atau tidak, namun jika memang benar prosedur FPI dalam setiap melakukan aksinya dengan menggunakan prosedur di atas, maka bisa kita tarik kesimpulan, bahwa anarkinya FPI bisa menjadi ukuran untuk sangat ”bandel”nya para oknum pengusaha dan lambannya respon aparat dalam menangani sesuatu.

Adalah jawaban klasik jika alasan aparat dalam merespon keluhan masyarakat (termasuk keluhan FPI) dikarenakan ”karena kami tidak hanya menangani kasus itu saja… banyak kasus yang lebih besar dan lebih urgent yang harus kita tangani..”

Saya merasa alasan itu sudah mulai menjadi nyanyian lama yang hanya akan di balas dengan senyum sinis oleh masyarakat yang sedang menghadapi kasus. Aparat seharusnya bisa memanage anggota agar semua lini permasalahan bisa tertangani dengan baik. saya rasa tidak perlu saya uraikan bagaimana caranya. Saya yakin mereka bisa memperbaiki citranya yang mulai terpuruk.

Kembali kepada aksi FPI, bagaimanapun juga, saat ini sudah muncul sebuah pemikiran yang agak menyimpang dari seharusnya di kalangan masyarakat, ada sebagian masyarakat yang lebih nyaman jika mengadukan masalahnya kepada FPI ketimbang kepada aparat karena mereka menilai FPI dapat menangani masalah lebih baik dari pada aparat, baik itu dari bebasnya mereka dari biaya yang kadang harus dikeluarkan, dan juga kecepatan penanganan masalah, apalagi jika pengaduan itu berkaitan dengan akidah. Hal ini adalah bahaya besar bagi negara ini jika semakin banyak masyarakat yang berpaling dari Aparat dan mengalihkan kepercayaan mereka pada Ormas seperti FPI.

Ini PR besar bagi aparat kepolisian kita untuk membenahi dirinya. Atau negara ini akan menjadi benar-benar NEGARA AUTOPILOT… ini harus di luruskan!!.

Dan bagi Media, alangkah baiknya jika kita mulai mengedepankan tayangan yang bemutu bukan hanya berdasarkan rating yang tinggi, namun juga berdasarkan pertimbangan keseimbangan dalam menyampaikan berita. Cobalah untuk memasukkan aksi FPI tidak hanya dari sisi anarkis mereka, namun coba dapatkan juga aksi mereka ketika mereka dalam aksi kemanusiaannya… cobalah tayangkan dan beritahu kami secara seimbang. Jangan sampai kebebasan Pers yang diberikan negara saat ini hanya menjadi kebebasan media untuk mengatur opini publik sesuai keinginannya.

Untuk itu, saya yakin, jika FPI memang mengedepankan Ammar Ma’ruf Nahi Munkar dalam setiap kegiatannya dan semua dari kita mengedepankan kebaikan dan perdamaian, juga aparat bekerja dengan baik dan jeli untuk menindak setiap ketidakbaikan dengan sigap dan tepat sasaran. Maka saya berani menjamin, FPI dan puluhan Ormas sejenisnya akan menjadi lembut dan tenang dengan sendirinya.

Dari sini saya ingin mengingatkan pada semuanya, marilah kita dapat lebih objective dalam menilai sesuatu, bahwa aksi FPI mungkin saja bukan semata-mata kalau FPI ingin jadi Jagoan ”kampung” atau ingin negara ini jadi negara islam, Namun lebih kepada polemik kronis bangsa ini terhadap kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukumnya… ocehanburung.blogdetik

14 Tanggapan to “Mari Mencoba Lebih Objektif Menilai FPI”

  1. Anonim said

    Ws jels gah… Amr ma’ruf nahi munkr itu bkan dgn kbencian py dgn ksh syang, apapun alsanya pngeruskn itu tak prnh dbenarkn.

  2. FAKTA REALITA said

    DRAMA ABADI DENGAN SI “DIA”
    (“DIA” = kaum pro maksiat, pro aliran sesat, JIL, kaum SEPILIS, dsb)

    Episode: FPI

    Syahdan,… di suatu daerah di Indonesia terjadi pelanggaran ber-ulang2 thd Perda Anti Maksiat, dan penistaan terhadap nilai2 Islam. Atas kejadian tsb, masyarakat yg sudah bosan melapor ke polisi karena tidak digubris, akhirnya melapor ke FPI. Setelah menerima laporan masyarakat, kemudian meninjau ke lokasi, maka datanglah Pengurus FPI setempat ke kantor polisi untuk melaporkan hal itu.

    ADEGAN-1

    – FPI berkata: Pak Polisi, harap segera ditindak, karena ini nyata2 telah melanggar Perda dan melanggar pasal KUHP tentang Penistaan terhadap agama tertentu.

    + Polisi berkata: Baik akan kami tindak. (ZZzzz….ZZZzzz….ZZZzzzz)

    ++ Media Pers : ZZzzz….ZZZzzz….ZZZzzzz…

    +++ Dia : (diam)… ZZzzz….ZZZzzz….ZZZzzzz…

    30 hari kemudian.

    ADEGAN-2

    – FPI berkata: Pak Polisi… kenapa masih belum juga ada tindakan???

    + Polisi berkata : Baik akan segera kami tindak-lanjuti. (ZZzzz….ZZZzzz….ZZZzzzz…)

    ++ Media Pers : ZZzzz….ZZZzzz….ZZZzzzz…

    +++ Dia : (diam)… ZZzzz….ZZZzzz….ZZZzzzz…

    60 hari kemudian.

    ADEGAN-3

    – FPI berkata : Pak Polisi kenapa masih belum juga ada tindakan??? Harap jangan salahkan masyarakat, kalau dalam tempo 7 hari masih belum juga ada tindakan dari aparat penegak hukum maka kami akan memback-up masyarakat untuk turun tangan sendiri!!

    + Polisi berkata : Baik akan segera kami tindak-lanjuti. (ZZzzz….ZZZzzz….ZZZzzzz…)

    ++ Media Pers : Kawan2 siap!! Adegan bernilai jual tinggi tampaknya akan segera dimulai

    +++ Dia : (diam ZZzzz….ZZZzzz….ZZZzzzz…

    ADEGAN-4

    Setelah 7 hari… ternyata masih juga tidak ada tindakan apapun dari pihak kepolisian. Maka berbondong-bondonglah Lasykar FPI bersama masyarakat setempat menyerbu Oknum2 Pelanggar Perda dan Penista Agama tersebut.

    ++ Media Pers: Camera ACTION!!

    + Polisi : Kaing!…. Kaing!…. Kaing!!!!@#$%^&*)(+?@#$%

    +++ DIA : Kaing!…. Kaing!…. Kaiiiiing!!!!@#$%^&*)(+?@#$%

    ++++ Masyarakat : “Wah gimana tuh FPI kok main hakim sendiri? Kan ada Polisi yg berwenang sebagai penegak hukum?”

    Akhirnya… FPI masuk penjara.

    (Kisah kembali ke ADEGAN-1. Terus berurutan sampai ADEGAN-4, dan diulang lagi…., diulang lagi…., diulang lagi….., dan demikian seterusnya).

  3. Anonim said

    seharusnya setiap komponen bangsa merenung kembali terhadap setiap apa yang terjadi ditanah air, apakah setiap orang kembali bertindak atas kebenaran universal, menjadi kebiasaan setiap orang berfikir kebenaran itu ada pada dirinya, mereka lupa bahwa orang lain juga punya pandangan dalam kebenaran masing-masing, kalau ada perbedaan, bangsa ini punya jalan keluar melalui musyawarah, inilah yang telah telupakan.

  4. idialis said

    kebenaran yang selalu di kaburkan dan yg putih di hitamkan, kaum liberal di negri ini tumbuh subur semenjak banyaknya orang2 indonesia yg telah kembali ke Indonesia setelah berpendidikan ke Amerika, mereka ingin merubah negri ini menjadi negri liberal, negri yg membebaskan rakyatnya menghujat, melecehkan rakyat lain yang Masih Memiliki iman.

    tapi pemuda2 Indonesia banyak yang mengerti Islam dan menetapkan islam dalam setiap hal saat ini. dan coba melawan kaum liberal.

    diskriminasi fpi adalah contoh kecil dari kaum liberal,

    orang-orang liberal selalu dan akan terus berusaha menggoyahkan iman dengan semua cara, karna mereka semua diciptakan Allah untuk menggoda iman kaum muslimin, rapatkam barisan satukan kekuatan, sebar fakta beritakan kebenaran

  5. ijin menyimak dan nitip artikel mas
    http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/05/27/kenapa-harus-baca-alquran/

    terima kasih

  6. Alaya Band said

    Wah…postingan yang bagus dan bermanfaat. Nice blog.
    Salam kenal.

    Kalau bersedia, tolong kunjungi video lirik lagu kami di http://www.youtube.com/watch?v=G0u33Y4n99A
    dan dilike ya… Terima Kasih

  7. Anonim said

    Pokoknya maju trus FPI, Tegakan Amar ma’ruf nahi mungkar, ALLAHUAKBAR!

  8. Apa yang dilakukan FPI merupakan tindakan amar ma’ruf nahi mungkar. Jadi yang penting prosedurnya sudah dilakukan. Namun mediapun harus objektif yang jelas Bila hukum di tegakan maka ketimpangan tidak akan terjadi

  9. KALAU ADA YANG KONTRA DENGAN FPI, ARTINYA MEREKA INGIN MENGHANCURKAN NEGARA DAN BANGSA INI DENGAN KEMAKSIATAN. BUKANKAH JUDI, MIRAS, PELACURAN, NARKOBA, PORNOGRAFI DLL MERUPAKAN KEBURUKAN? KALAU TIDAK DICEGAH, MAKA BANGSA INI AKAN HANCUR, TERMASUK ANAK CUCU PARA PEMBELANYA PUN AKAN MENJADI KORBANNYA. APAKAH ANDA INGIN DAMAI? MARI KITA BERANTAS SUMBER KETIDAK DAMAIAN, YAITU KEMAKSIATAN. HIDUP FPI…SAYA SEBAL DENGAN ULAH PIMRED MEDIA YANG TIMPANG…PFI ITU HADIR DI ACEH 2004, DI MESUJI, DI YOGYA..TAPI KE MANA KTU TV? PADA BUTA APA? MENGAPA MEDIA BEGITU, KARENA MEDIA DIKUASI KAFIR!!!

  10. ijin menyimak dan nitip artikel mas
    http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/05/28/karomah-para-habaib/

    semoga bermanfaat

  11. komunis said

    FPI tu cuma pengacau yang betopengkan agama…kepanjangannya aje dan Front Pembela Islam,,,ko malah buat keributan,,.???katanya pembela…hahaha gw mending pencaya ma power ranger,,,walaupun pahlawan anak” dan pembela buat anak”,,,tapi di balik tu da didikan buat semua orang…gw cuma saranin ma FPI-woi FPI lo jangan terlena dengan kebodohan dan otak kampungan lo…lo ga beda ma preman pasar tukang buat keributan…fuck off FPI….

  12. nur said

    @komunis
    sebaiknya cari tau siapa itu FPI sebelum bicara. jangan sampai anda dituntut di dunia (dimuka pengadilan) karena menyebarkan fitnah (tentunya tanpa bukti), terlebih lagi di tuntut di akhirat, di hadapan Allah.

  13. nur said

    @komunis
    sebaiknya cari tau siapa itu FPI sebelum bicara. jangan sampai anda dituntut di dunia (dimuka pengadilan) karena menyebarkan fitnah (tentunya tanpa bukti), terlebih lagi di tuntut di akhirat, di hadapan Allah..

  14. yayan said

    Bner bngt. smua krna media . yang menayangkn kjlekan fpi terus bkan kbaikn nya.
    sbner nya lbh bnyk m’anfa’tnya da fpi itu.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: