KabarNet

Aktual Tajam

Indonesia Tidak Kapok Ekspor “Babu”

Posted by KabarNet pada 26/11/2011

Kuala Lumpur – KabarNet: Belum usai hiruk pikuk media memberitakan antrian panjang hukuman mati yang mengancam nyawa para tenaga kerja Indonesia di lua negeri, khususnya di Malaysia dan Saudi Arabia, kini pemerintah mencabut lagi moratorium pengiriman TKW ke Malaysia. Bahkan menurut sumber-sumber terpercaya yang tidak mau disebutkan namanya, pengiriman TKW ke Saudi Arabia pun tidak lama lagi akan dibuka kembali. Hangat-hangat tahi ayam, mungkin itulah istilah yang tepat bagi pemerintah Indonesia yang selalu dengan mudah merubah kebijakan, tanpa mempertimbangkan harga diri bangsa di mata dunia internasional.

Tidak kurang dari 50.000 Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia dijadwalkan akan tiba di Malaysia mulai pertengahan Januari 2012 setelah pencabutan moratorium pada 1 Desember 2011 nanti.

Direktorat Jenderal Buruh pada Kementerian Tenaga Kerja Malaysia, Sheikh Yahya Sheikh Mohamed menyatakan bahwa penundaan itu (dari rencana 1 Desember menjadi pertengahan Januari 2012, red.) disebabkan oleh adanya pelatihan sebanyak 200 jam yang wajib dijalani oleh para TKW sebelum mereka dapat bekerja di Malaysia. “Menurut rekan kami di Indonesia, 50 ribu pembantu siap untuk bekerja di sini,” ujar Sheikh Yahya, pada hari Jum’at 25/11/2011.

Belakangan ini warga Malaysia mencemaskan suplai Pembantu Rumah Tangga (PRT) yang terhenti, menyusul langkah Kamboja dan Filipina yang menghentikan pengiriman PRT karena buruknya perlindungan atas diri pekerja mereka di Malaysia. Kontan saja berita mengenai akan datangnya PRT asal Indonesia ramai dibicarakan di situs-situs berita online Malaysia yang langsung marak dibanjiri pengunjung.

Dalam kesempatan wawancara tersebut, Sheikh Yahya juga menyatakan bahwa biaya perekrutan PRT melalui agen untuk sekarang ini ditetapkan sebesar 4, 511 Ringgit, dimana 2, 711 ringgit harus dibayar oleh calon majikan, dan sisanya 1, 800 ringgit harus dibayar oleh sang PRT. Sedangkan sebelumnya biaya perekrutan mencapai 8.000 ringgit. Jadi sekarang biaya perekrutan TKW Indonesia lebih murah.

Demi untuk melindungi kepentingan para PRT dan juga para majikan mereka, Shaikh Yahya mengatakan, semua pihak yang terlibat dalam perekrutan harus mematuhi aturan yang berlaku. “Hanya agen perekrutan swasta yang terdaftar pada Departemen Imigrasi dan Departemen Tenaga Kerja dan yang telah sepakat untuk mematuhi kondisi ini yang diperbolehkan untuk merekrut pembantu rumah tangga dari Indonesia,” kata Sheikh Yahya.

Sejauh ini, imbuhnya, hanya 121 dari lebih dari 400 agen perekrutan yang terdaftar di Malaysia telah sepakat dengan aturan ini. Sheikh Yahya menegaskan bahwa pemerintah akan bertindak terhadap agen perekrutan atau majikan melanggar peraturan.

Ribetnya mengurus TKW

Yang jadi masalah bagi para TKI/TKW Indonesia adalah, lemahnya pengawasan dan perlindungan dari pemerintah Indonesia terhadap kepentingan mereka. Pemerintah Indonesia terbukti selalu gagal dalam melindungi warganya yang bekerja di luar negeri. Hal itu terbukti dari lemahnya lobi-lobi yang dilakukan oleh pemerintah manakala ada masalah yang menimpa para buruh migran tersebut. Sudah kesekian kali moratorium (penghentian) pengiriman TKW diberlakukan, dan sudah kesekian kalinya pula dibatalkan lagi dan dibuka kembali. Seakan pemerintah tidak pernah kapok mengirimkan TKW untuk bekerja ke luar negeri, sekalipun harga diri bangsa harus digadaikan dalam urusan ini. Kalau bangsa-bangsa lain sibuk mengekspor teknologi dan para ahlinya keluar negeri, maka sampai kapankah Indonesia akan sibuk menjadi negara pengekspor “babu”?
[KbrNet/adl]

9 Tanggapan to “Indonesia Tidak Kapok Ekspor “Babu””

  1. Blokosuto said

    Sy pribadi sangat setuju dgn sikap Habib Riziek Shihab dan DPP-FPI tentang masalah TKW yg sejak dulu hingga kini tidak pernah berubah, yaitu:

    “STOP PENGIRIMAN TKW KE LUAR NEGERI DAN CIPTAKAN LAPANGAN KERJA YANG BAGUS DI DALAM NEGERI.”

    https://kabarnet.wordpress.com/2011/06/24/habib-rizieq-tindakan-sby-memprotes-saudi-patut-diacungkan-jempol/

    Karena kalau di tanah air tersedia lapangan kerja, pasti tidak ada yg perempuan Indonesia yg sudi menjadi “babu” di negeri orang.

  2. Phantom said

    Kenapa pemerintah kirim TKW lagi?

    Jawabannya gampang. Karena pejabat Kemenakertrans pasti udah disuap oleh PJTKI. Itu pasti. Krn PJTKI merugi (bahkan ada bbrp yg tutup) selama dilarang kirim TKW.

    Apa yg ga bisa diatur di negeri koruptor ini? Semua bisa diatur asalkan ada duit.

  3. buat lapangan kerja bagi rakyat indonesia…..itu kewajiban pemerintah…jgn hanya utang aja diperbanyak !!!!!!

  4. Calon TKW said

    kalo pengiriman TKW betul2 distop pemerintah harus kasih lapangan kerja di indonesia. jangan cuman main stop aja. kita mau makan apa?

  5. imam redjo said

    babuu,babuu.babu paak? babuu..ayoo murah..bisa di jadiin kambing hitam,alas triska an,samsak,menghasilkan anak blaster,dll.ayoo cepet keburu abis.luar biasa negri ku..menciptakan lapangan kerja di negri orang.hebat kaann! mireeeeesss..

  6. Anonim said

    Hati Q menangis mendengar kbar dan meliat cara di perlaku kn ,,,,saudari² Q ,,, yg d jual tanpa prlindungaN ,,,indonesia tk kn prnah bsa maju dan makmur,,,krn smua pemerintah hny tunduk pda uang dan melepas tnggung jWab nya ,,,pra pemerintah hny brstatus negara indonesia tp jiwa, raga ,pikiran,mereka hya sebatas bernegara,,,,trancam jiwa Q trsimpan dendam Q ,,,,

  7. Anonim said

    Janji hny sebatas jNji,,kou kibar kn bendera
    Dan kau bersumpah akan menjaga rakyat mu negara mu,,pemerintah indonesia di ibarat kn krupuk kena air langsung tunduk,,pemerintah indonesia bayak kekosongan,,,mengalah karna sogokan,,menang krn uang ,,hidup karna uang haram,,,itu lh pemerintah indonesia,,,

  8. Artikel said

    sungguh sangat memprihatinkan

  9. Arti said

    sangat menyedihkan sepeti ini

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: