KabarNet

Aktual Tajam

The Nazaruddin Show di TV

Posted by KabarNet pada 24/07/2011

Mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin membuat sensasi. Politikus yang diburu di 188 negara itu bersedia diwawancarai pegiat jurnalis warga Iwan Piliang melalui teknologi audiovisual Skype, Kamis (21/7) malam.

Khalayak bisa melihat tersangka kasus dugaan suap Wisma Atlet SEA XXVI Palembang, Sumatra Selatan, tersebut seperti disiarkan Metro TV, Jumat (22/7) malam. Berikut petikan wawancara Iwan Piliang dengan M Nazaruddin.

Assalamualaikum, benar Anda Bung Nazar? Sehat?

Walaikum salam, alhamdulillah saya sehat.

Keluarga juga ada di sana, anak-anak baik?

Keluarga saya lagi sama saya, cuma kemarin saya ada yang begitu saya pas teleconference sama Metro TV, sama TV One, malamnya ada yang ngejar saya karena saya membuka beberapa fakta yang mungkin menurut seseorang merasa dirugikan, tapi saya niatnya meluruskan apa yang sebenarnya terjadi.

Tidak menambahi dan tidak mengurangi agar tidak terlihat merekayasa kasus ini tetapi membuka fakta hukum sebenarnya. Saya dikejar 2 orang, tapi untung saya dikawal, jadi saya bisa terselamatkan walau saya sempat ditembak.

Mendengar suaranya atau merasakan peluru yang nyasar?

Bukan cuma mendengar suara, pelurunya nembak pas di sebelah saya untung tak kena, kepala saya hampir, tapi alhamdulillah selamat.

Sebelum masuk ke hal yang serius, Anda ini sebetulnya sehat, tidak mengalami halusinasi sepeti yang dituduhkan beberapa anggota Partai Demokrat, artinya Anda dalam keadaan sehat?

Alhamdulilah saya sehat saya waras, mau menghadapi KPK, karena saya tidak percaya, karena dari awal saya tahu ini direkayasa.

Karena kalau KPK membuka fakta yang sebenarnya jelas kok, siapa yang merekayasa, siapa yang mengatur proyek ini dari awal, itu akan kelihatan, semua ada faktanya, tidak dibuat-buat.

Pertemuannya ada, siapa yang ikut pertemuan, siapa yang ngatur, saya tugasnya gimana, Angelina tugasnya gimana, Nirwan Amir tugasnya gimana, itu jelas ada pertemuan supaya Anas…(dipotong).

Saya ingin yang ringan-ringan dulu, katanya ada suara jingle sari roti, semua ramai membicarakan saat wawancara dengan Metro TV. Benar Anda di Indonesia?

Saya benar-benar memang di luar negeri, saya tidak di Indonesia. Saya akan pulang ke Indonesia asalkan KPK menangkap dalang dalam kasus Wisma Atlet dan Hambalang.

Tidak ada rekayasa, semuanya benar tanpa ada rekayasa. Ini semua agar KPK menangkap dalangnya, jangan membuat deal-deal tertentu. Ini saya tahu Chandra Hamzah, saya tahu dia kerja.

Mengangkat Anas 2010, apa betul semua dana itu dari Anda?

Semua waktu untuk Anas jadi ketua umum, uang itu bukan uang saya. Uang itu uang Anas, yang mana saya disuruh bersama Anas bertemu beberapa pengusaha BUMN dan beberapa proyek BUMN, itu langsung ketemu dan uangnya langsung didistribusikan.

Salah satunya proyek Hambalang. Ceritanya proyek ini dari awal 2010, waktu itu posisi Anas masih ketua fraksi. Pertemuan sudah di-setting. Pengusahanya operator lapangannya waktu itu Mahfud Saroso, salah satu Direktur PT Duta Sari Citra Laras, di mana ada istrinya Anas.

Punya dokumen itu ya, bahwa mereka ada di dalam akta?

Ada di dalam akta, bisa dicek di data Kemenkum dan HAM, kecuali memang dihilangkan lagi. Awal 2010, Anas panggil saya, Angelina, Mirwan Amir, ada proyek Hambalang nilainya Rp1,2 triliun. Anas perintahkan yang menang harus Adikarya dan Wika.

Nanti yang ngurus teknisnya Mahfud. Gimana untuk teman-teman di DPR, dan Sesmenpora, itu Mahfud yang ngatur.

Itu jelas dari omongannya Anas. Pertemuan sekitar Januari, saya ditugaskan ketemu Andi sama Angelina Sondakh, kita mengajak waktu itu Mirwan Amir, dengan Pak Mahyudin. Pertemuan di lantai 10.

Lantai 10 Gedung DPR?

Ya, tapi sebelum pertemuan dengan Andi, kita sudah ketemu duluan sama Sesmenporanya. Karena dia sangat dekat dengan Angelina Sondakh. Wafid waktu itu bilang, saya siap membantu Anas, untuk nanti kongres biayanya, saya siap bantu semua, dengan catatan saya jangan kelihatan sama Pak Andi.

Waktu itu Anas langsung setting, nanti Angie seolah datang ke Andi, Andi diperalat, seolah-olah Andi memanggil Wafid. Andi waktu itu memang tak tahu ceritanya karena yang setting Anas Urbaningrum.

Setelah itu kita ketemulah, saya, Angie, Mahyudin, sekitar Januari datang ke kantor Menpora, lantai 10 ngomong sama Andi, kita akan bantu anggaran Menpora. Tapi teknisnya dia nanti Wafid sama Angelina Sondakh. Dengan Mirwan Amir yang mengusulkan anggarannya.

Nanti di Komisi X yang ngawasi teknis itu Angie, yang ngapaket keamanannya Mahyudin. Waktu itu disepakati kita minta Andi panggil Wafid. Seperti itu nanti Wafid tidak merasa dipersalahkan oleh menterinya. Waktu itu Andi dengan polosnya memanggil Wafid, mempertemukan Wafid dengan kita seolah-olah kita belum kenal Wafid. Prinsipnya Andi ngomong kan yang normatif.

Waktu itu Andi benar-benar enggak tahu?

Andi tak tahu semua ini diskenariokan Anas.

Keterangan Anda melalui SMS dan BBM ini Bung Andi tahu, juga kebagian, lalu mengubah sekarang? Anda takut ke Andi?

Saya tidak mengubah, saya cerita apa adanya. Tapi setelah proyek berjalan Andi dapat bagian. Saya meluruskan, versi saya. Dari awal seperti itu. Wafid bilang, jangan tampak saya kenal dengan Angie, Mahyudin, Nazar. Tapi seolah-olah Pak Andi yang memerintahkan saya, untuk membantu Angie, Pak Nazar, Pak Mahyudin.

Itu yang diminta Wafid saat ketemu Anas, supaya jangan terkesan Wafid membantu Anas, nanti Wafid diganti oleh Andi. Diskenariokan Anas, memang Andi menjelaskan ini Angie, Nazar.

Wafid bilang siap Pak, saya akan berkoordinasi dengan ketiganya, awal Januari 2010. Setelah itu, pertemuan dengan Wafid, saya, Angie, Anas, Mirwan Amir, berlima bertemu.

Andi prinsipnya menyetujui untuk program itu jalan. Ada berlangsung lama Mahfud Saroso datang, teknis dibawa panitia sudah dipegang konsultan sudah dipegang, nanti yang dimenangkan.

Waktu itu Februari sudah dibilang nanti yang akan menang Adikarya-Wika. Selesai omongan itu semua bubar tinggal bertiga, Anas, saya, dan Mahfud. Mahfud bilang begitu oke fix semua anggaran ada, Adikarya akan bantu untuk anggaran kongres, segera, Rp100 miliar.

Uang itu riil diterima oleh…?

Riil diterima, saya tidak tahu kalau ada di luar Rp100 miliar. Ini untuk Hambalang saja. Diserahkan Rp50 miliar waktu itu Anas telepon saya, Mahfud bilang mau serahkan dari Adikarya untuk kongres. Saya bilang oke, biar Mahfud antarkan itu ke Yulianis. Mahfud antarkan Rp50 m ke dia.

Rp25 m diserahkan ke anggota DPR. Itu Mahfud yang serahkan, mungkin langsung ke Angie, dia yang menyerahkan ke dalam, saya tidak tahu. Rp5 m ke Andi.

Andi Malarangeng maksudnya?

Yang terima Choel. Rp20 m diserahkan ke Ipang, langsung oleh Mahfud. Itu untuk proyek Hambalang.

Untuk proyek Wisma Atlet, dari proyeknya 191, yang sudah diserahkan itu Rp16 m. Rp9 m diserahkan ke Wafid, darinya diserahkan ke Paul orang kepercayaan Wafid.

Paul Iwo?

Saya tidak tahu, saya tahu cuma namanya Paul dan enggak pernah ketemu Paul ini.

Di TV dia mengaku memang enggak pernah ketemu orangnya, cocok ini!

Saya memang tidak pernah ketemu orang ini, saya cuma tahu cerita uang itu disampaikan ke Wafid.

Kenapa saya tahu uang ini dari Wafid diserahkan ke PR itu Angelina yang cerita. Jadi waktu kasus ini tertangkap tangan, Angelina cerita. Kan saya tanya, “Bu, proyek Wisma Atlet ini kan saya tidak ada terima satu rupiah pun.”

Bu Angelina menjelaskan memang Bapak tidak ada terima satu rupiah pun, yang terima itu adalah dari Paul (yang suruhannya Wafid tadi) dan yang terima Pak I Wayan Koster, anggota Komisi X dari Fraksi PDIP.

Dari Wayan Koster sama Angelina Sondakh, itu Rp6 miliar diserahkan kepada Mirwan Amir. Rp8 miliar dari Mirwan Amir, waktu pas pertemuan saya, Pak Jafar, Angelina dan Mirwan sendiri.

Itu Mirwan menjelaskan bahwa uang Rp8 miliar itu rinciannya adalah Rp1 miliar ke Jafar, Rp2 miliar ke Anas, sisanya ke pimpinan Banggar. Rinciannya waktu itu saya kurang jelas.

Uang Rp7 miliar itu diserahkan untuk kongresnya Anas di Bandung, bulan lima. Terus, bulan Februari, ada lagi Duta Graha ngasih uang langsung untuk Anas. Saya enggak tahu, itu langsung Yulianis ke Anas Urbaningrum.

Diantar ke rumah?

Saya tidak tahu kalau Yulianis, kalau enggak salah katanya menyuruh waktu itu Dayat (nama sopirnya). Kalau enggak salah sama Dayat, nanti langsung dikonfirmasi saja ke Dayat-nya. KPK bisa langsung tanya ke Dayat, sama siapa dia mengantar. Waktu itu yang menerimanya, kalau tidak salah yang menerima waktu itu Pak Yadi (sopirnya Anas Urbaningrum).

Karena di media tanggal 21 Juli ini, sampai tadi petang, Yulianis membantah kenal istrinya Anas

Wah, itu mengaku tidak benar. Bukan kenal lagi, sering ketemu malah.

Bantahan ini kalau kita baca keterangan Mbak Rosa (Mindo Rosalina Manullang, terdakwa kasus Wisma Atlet) di penyidik mengatakan bahwa itu sudah diatur supaya Yulianis tidak mau mengakui kenal dengan istri Anas. Menurut Bung Nazar bagaimana kalimat itu?

Itu memang benar, karena Yulianis itu kenal Anas bukan baru kemarin. Dari 2007-2008 sudah kenal. Kan, saya ini bawahannya Anas. Anas kan pimpinan saya di perusahaan.

Dia yang paling tertinggi, dia yang mengatur semua. Anas bisa komunikasi sama saya, baru saya menyampaikan ke Yulianis. Tapi kadang-kadang Yulianis bisa langsung ke Anas tanpa lewat saya.

Jadi, ngibul ya kalau dikatakan Yulianis enggak kenal dengan istri Anas?

Sama Anas dekat baik, sama istrinya Anas juga dekat baik. Bohonglah kalau dia bilang tidak kenal.

Anda ingin mengatakan baik di proyek Kaltim yang memang belum disebut ke media maupun yang Hambalang, itu memang direncanakan secara terang-terangan untuk mendukung pencalonan Bung Anas. Baik di Ketua Umum Demokrat maupun Presiden. Apakah begitu premisnya?

Memang seperti itu. Semua kegiatan itu sebelum mulai tender sudah direncanakan macam mana pola tendernya, bagaimana nanti untuk mengatur supaya yang menang, siapa yang sudah menang, sudah disepakati berapa komitmennya, semuanya seperti itu dilakukan Anas.

Berarti modal sesungguhnya nollah ya, sesungguhnya kayak saya jugalah ya. Kalau memang ada kesempatan seperti itu bisa juga mencalonkan ketua umum partai.

Semua orang tahu Anas menang itu tidak bisa dimungkiri. Anas menang itu karena uang. Itu jelas faktanya. Kalau tidak. Saya bukan mau cakap bohong atau tidak benar. Anas menang karena uang. Anda kan termasuk yang waktu itu mengikuti proses Anas sewaktu itu mau menjadi ketua umum. Anda kan tahu?

Saya mendukung beliau. Karena saya senang dengan orang-orang muda. Saya bikin gerakan di Facebook, mendukung Rp1.000. Kita bergerak dengan inisiatif pribadi. Tetapi sekarang semua pada membantah itu, Bung Nazar. Katanya cuma dapat ongkos jalan doang, mungkin Anda bisa lebih ceritakan secara konkret. Bagaimana format pembagiannya.

Jadi begini, saya ini tahu detail semuanya siapa yang menerima, saya ngomong bukan tanpa data. Jadi begini, mulai Februari kita kan mulai penggalangan untuk menjadi calon ketua umum. Kita buka posko di Senayan City, di apartemen Senayan City, lantai 7.

Saya pernah datang itu. Oke, lanjut.

Di situ, setiap DPC yang datang, awal-awal datang ongkos transportasi semua kita tanggung termasuk hotel. Setiap uang itu kita kasih beragam. Ada yang Rp5 juta, Rp7 juta, Rp10 juta.

Lima sampai sepuluh juta, ya?

Ya, itu pertemuan awal. Setelah itu ada pertemuan kedua yang mana kita datang ke daerah Makassar, Batam, Sumatra Utara, Jawa Tengah, ada ke beberapa provinsi yang lain. Setiap kita datang, semua acara sudah kita settle, semua biaya kita yang nanggung. Setelah kita pulang kita kasih DPC-DPC-nya sepuluh juta-sepuluh juta. Itu pertemuan kedua.

Setelah itu, kita mengadakan pertemuan waktu pas tanggal yang sama Andi (Mallarangeng) mengadakan deklarasi, kita mengadakan pertemuan di Hotel Sultan. Waktu itu yang hadir sekitar 340 DPC. Itu semua akomodasi, hotel, semuanya kita biayai plus untuk uang saku Rp10 juta sampai Rp15 juta. Beragam DPC-nya beda-beda kita buat.

Tergantung jarak barang kali acuannya ya?

He eh, itu disesuaikan. Yang men-delivery-kan itu ada namanya Eva. Dia lebih banyak hanya mencatat. Ada Nurid, ada namanya Rahmat, dan beberapa orang lagi yang saya lupa namanya. Itu yang mendistribusikan ke DPC-DPC dikasihkan bersama koordinator masing-masing. Setiap provinsi ada koordinatornya masing-masing.

Itu berarti tiga kali sudah ya.

Itu sudah tiga kali. Setelah itu, deklarasi Anas untuk mencalonkan diri, di hotel Sultan juga. Itu pertemuan yang keempat.

Dan pembagian juga seperti itu tadi?

Iya, semua akomodasi kita biayai. Pembagian lebih besar lagi, ada yang Rp16 juta sampai Rp20 juta.

Ada lagi pertemuan berikutnya?

Pertemuan kelima, dua hari sebelum acara di Bandung. Itu setiap DPC yang datang sudah kita kasih US$3.000. Hampir rata ada yang US$3 ribu ada yang US$5 ribu. Karena ada yang sudah komit, ada yang masih lari-lari. Terpaksa uangnya harus dikasih agak besar. Setelah itu ada lagi kita distribusikan US$5 ribu-US$5 ribu. Ini pertemuan ketujuh setelah di Bandung.

Saya ingin memberi pemirsa yang menonton, pengertian, bahwa tadi Anda sudah menjelaskan uang masuk. Ini kan peruntukannya.

Iya, sumbernya dari APBN. Ini perincian pemakaiannya.

Lalu?

Pas hari H mau pemilihan. Iya, itu beragam ada yang US$5 ribu, ada yang US$10 ribu. Setelah itu terjadi pemilihan. Dari putaran satu ke putaran dua, di situ kita menghabiskan sekitar US$2 juta.

Wow, banyak sekali.

Lalu, sampai ke putaran dua itu, orang yang banyak mendukung Andi kita kondisikan semua, ada yang dapat US$10 ribu, ada yang US$20 ribu, ada yang US$40 ribu. Itu semua ada siapa yang menerima, itu semua ada catatannya. (Nazaruddin menyorongkan sebuah flashdisk ke hadapan Skype).

Ini ada flashdisk-nya, siapa yang menerima, uangnya dari mana. Semua tercatat, di sini semua dijelaskan oleh Nuril, Rahmat. Eva hanya mencatat. Jadi Nuril tidak bisa membantah. Saya tahu Nuril staf saya, dia mungkin takut diintervensi grupnya Anas.

Kebetulan saya tahu sosok yang Anda sebut. Terus?

Saya mau bilang sama Nuril dia tidak usah takut. Dia di sini hanya sebagai pelaksana yang menjalankan perintah. Dia jelaskan saja dari mana dia dapat uangnya, dia hanya mendistribusikan. Sebenarnya semua penyerahan uang ini, itu kan ada CD di tempat acara. Itu sebenarnya semua sudah dipegang, sudah ada buktinya.

Karena waktu itu kita menyerahkan ke kamar-kamar, DPC-nya kita panggil. Kan ada CCTV semua yang melihat. Waktu kongres, Anas setelah menang, kita ada membereskan beberapa bill, terus ada beberapa DPC kecil dan DPD yang kita kasih bonus.

Prinsipnya seperti itu. Saya enggak memungkiri memang suami Ibu Angie (Angelina Sondakh), almarhum (Adjie Massaid) cukup dekat, ya. Saya waktu itu ada dibantu sama almarhum Rp1 miliar waktu pas hari H-nya. Almarhum dengan susah payah mencari uangnya.

Adjie Massaid, maksudnya?

Dia orang baik, saya enggak memungkiri itu. Sama saya dia cukup dekat.

Dan akrab sama semua orang?

Iya, dan dia itu orang baik. Saya enggak mungkiri itu. Jadi, itu cerita waktu di kongres. Setelah kongres, itu beberapa calon yang dikalahkan Anas, mendapatkan barang bukti uang dolar-dolar itu. Itu jelas.

Anda mungkin ingat siapa yang menemukan bukti itu?

Ah, saya ndak maulah. Dia ambil uang itu dari DPC-DPC dan amplopnya. Memang saya melihat saya tahu itu uang yang kita serahkan.

Terus mereka komplain?

Ya, komplain. Makanya terjadi penyusunan pengurus. Sama Anas dibuat kompromi.

Oh, terjawab sekarang kenapa kompromi, karena itu politik uang ketahuan.

Iya, kalau tidak akan diledakkan.

Oke, yang kencang mau meledakkan pada waktu itu mungkin Anda ingat?

Ah, saya enggak mau bukalah. Nanti saya…saya mau meluruskan saja yang penting supaya publik tahu bagaimana cerita sebenarnya. Saya sama Anas cukup (dekat)…, tetapi saya lihat dia berubah banget setelah mendapat amanah yang padahal saya lihat amanah itu adalah sesuatu yang harus dia bebannya yang harus dipertanggungjawabkan baik di dunia maupun di akhirat kemudian. Tetapi saya melihat, mohon maaf, orang ini tidak amanah.

Saya kenal dia dari 2004. Jadi, dari sama-sama 2004 uangnya dikumpulkan, barulah dia buat biaya kongres itu. Enggak ada yang bantu, Pak. Saya jelaskan benar biar bapak tahu tidak ada yang janji mau kasih Rp10 miliar.

Waktu pas hari H-nya hanya mengantar US$20 ribu dolar…itu real, Pak. Karena semua publik tahu bahwa Anas tidak didukung oleh SBY. Itu jelas, jadi tidak ada yang mau membantu dana langsung ke Anas.

Pengusaha-pengusaha yang tadi komit juga omong doang. Ada yang katanya mau nyumbang lima miliar…enggak ada itu ya?

Enggak ada, Pak. Ini semua uang memang dikumpulkan dari hasil APBN yang memang waktu itu kita kerja keras bisa ada uang ini terkumpul. Jadi, enggak ada, Pak. Itu benar sumbernya dari uang APBN.

Jadi KPK harus tahu cerita sebenarnya supaya bisa membuka kasus ini sesuai fakta dan kebenaran yang ada. Jangan KPK ikut bermain dalam permainan ini.

Karena begini, Pak. Saya kenal Chandra Hamzah (Wakil Ketua KPK) itu 2009 awal. Kalau enggak 2009 awal, akhir 2008. Itu yang mengenalkan Anas.

Tunggu, sebelum loncat ke KPK kita tuntaskan dulu yang soal anggaran ini. Yang di kongres ini. Saya ingin Anda memberikan pendapat. Angelina Sondakh hari ini mengatakan enggak ada money politics, yang ada cost politics.
Menurut Anda, benar enggak sih cost politics dengan money politics? (terdengar ponsel yang mirip dengan jingle Sari Roti).

Cost politics sifatnya adalah akomodasi. Wajar kalau dikasihkan, Rp10 juta untuk transportasi, itu wajar. Tetapi kalau yang kita lakukan memang money politics. Supaya apa? Supaya DPC-DPC itu kita kasih uang supaya milih Anas. Kalau enggak dikasih uang, DPC enggak akan mau milih Anas (Suara semakin terdengar).

Saya jadi teringat soal Sari Roti, ternyata itu suara Blackberry atau handphone Anda, ya?

Iya.

Ada lagi yang mau Anda sampaikan?

Begini, saya dari awal meragukan KPK membuka fakta ini sebenarnya. Dari awal Anas bilang, saya ke Singapura, nanti di sini semua dia beresin.

Itu semua membantah juga. Saan (Mustofa) membantah.

Soal KPK, itu ada pertemuan antara Chandra, Ade Raharja (Deputi Penindakan KPK). Saya waktunya lupa, tetapi itu pertemuan jelas. Ada yang menginfokan saya, saya tidak mau sebut namanya.

Deal-nya adalah Chandra nanti terpilih lagi jadi ketua KPK, Ade terpilih jadi salah satu pimpinan. Itu sudah deal, dan saya tahu betul itu dea. Saya tahu betul Chandra Hamzah. Saya tahu kelakuannya, begitu juga Ade.

Deal-nya Anas tidak boleh dipanggil sama sekali walaupun bukti faktanya sudah cukup di penyidikan KPK. Begitu juga dengan Angelina. Angelina itu banyak minta uang anggaran, jelas kalau Wafid mau buka semua. Tanya saja sama ibu yang satu lagi.

Ibu yang satu lagi?

Rosa, dia bisa menjelaskan semua.

Anda kalau tidak bisa membuktikan ini nanti dibilang kumur-kumur.

Oh tidak (mengacungkan CD ke Skype). Ini saya punya rekaman CD, rekaman CCTV di rumah saya. Rekaman waktu Chandra ke rumah saya. Waktu yang pertama di datang sekitar jam 9, saya yang datang saya ngobrol selama setengah jam kemudian Benny Harman datang.

Yang kedua, dia datang itu jam-jam 8, lebih cepat. Waktu itu ada saya, ada teman saya juga di pengurus Demokrat, namanya Rahmat.

Muhammad Rahmat tahu ya?

Iyalah, Rahmat tahu. Dia ngobrol sama Chandra, kemudian Benny Harman datang. Apa yang dibicarakan salah satunya adalah pemilihan soal ketua KPK, soal ada beberapa kegiatan proyek.

Saya sebenarnya tidak mau membuka, tetapi salah satu proyeknya adalah proyek pengadaan pakaian hansip untuk pemilu. Itu empat ratus sekian di Depdagri… itu proyek rekayasa, nama pengusahanya Andi.

Peran Chandra di situ apa? Otoritas keuangannya di KPU kan?

Bukan, di Depdagri

Lalu kenapa Chandra dapat komisi?

Karena proyek itu mau diperiksa KPK. Nanti akan saya perbanyak (CD) lalu saya serahkan kepada media. Biar media yang mengasihkan data ini ke KPK, supaya KPK tidak bisa lagi menutupi.

Kita tunggu saja kiriman Anda itu… lanjut.

(Nazaruddin kemudian melayangkan kertas di depan kamera)
Lihat baik-baik, PT Anugrah Nusantara ini merupakan holding dari perusahaan saya. Terlihat ada stempel. Ada notarisnya, ini ada tanda tangan Anas yang bermeterai. Itu ada stempel jempol Anas. Tanda tangan dan jempol. Yang semua saya omongkan ada datanya, nanti saya kirimkan semua.

Goal Anda utama sekarang apa?

Saya tidak ada kepentingan politik apa pun. Saya sudah selesai, saya tidak mau berpolitik lagi.

Karena ada asumsi juga Anda ingin menghancurkan Demokrat.

Sama sekali saya tidak mau menghancurkan Demokrat, ini urusan pribadi. Jangan mau Demokrat mau dibawa hancur, Demokrat itu partai besar yang harus membela kepentingan rakyat. Jangan hancur karena satu dua orang. Partai Demokrat harus segera dibersihkan, kalau tidak segera hancur.

Ini semua kembali ke Pak SBY. Kalau beliau memang tidak mau menyelamatkan partai Demokrat, saya juga tidak bisa bilang apa-apa. Tandanya Demokrat itu memang ada di ambang kehancuran karena amanahnya diberikan kepada orang yang salah…

Media Indonesia

9 Tanggapan to “The Nazaruddin Show di TV”

  1. taUbat said

    Agar tidak menimbulkan persepsi yang tidak2, Kejaksaan, Kepolisian dan KPK dapat segera menindak lanjuti tersebut nama2 yang telah disebutkan ……

    Buktikan dulu …….

    ==================================



  2. Rina said

    Emm..berarti Anas nih bener2 tikus. Kasihan Andi yg udah susah payah membesarkan Demokrat dan dpt restu SBY. Walau Andi dinyatain dapat bagian 5 milyar, terbukti dari penuturan Nazar bahwa Andi tidak tahu. Tapi ini perlu dibuktiin dulu…

  3. taUbat said

    Seluruh masyarakat mengharapkan Pro Aktif dari LPSK atas tertangkapnya Nazaruddin di Kolombia, agar dapat terlindungi keselamatannya tapi diluar dugaan persyaratan yang di ajukan LPSK :

    – Harus mengembalikan uang dulu, seperti Agus Condro atau
    – Harus ada permitaan

    Kalau ada permintaan berarti ada ” ” ……….bla bla, bla bla

    Lalu apa artinya komitmen dan visi misinya :

    http://www.lpsk.go.id/office/index.php?option=com_content&view=article&id=48&Itemid=2

    ===========================

    OC Kaligis, Masyarakat sudah terlalu lelah jangan menunda-nunda lagi, kuliahnya jangan terlalu lama kalau dibekali pendalaman/pengkayaan bagi kebaikan negeri ini tidak masalah tapi kalau akan digiring ke luar sebaiknya tidak………….

    http://www.mediaindonesia.com/read/2011/08/11/250101/284/1/-OC-Kaligis-Bisa-Bikin-Nazar-Stay-di-Kolombia

  4. taUbat said

    Seluruh masyarakat mengharapkan Pro Aktif dari LPSK atas tertangkapnya Nazaruddin di Kolombia, agar dapat terlindungi keselamatannya tapi diluar dugaan persyaratan yang di ajukan LPSK :

    – Harus mengembalikan uang dulu, seperti Agus Condro atau
    – Harus ada permitaan

    Kalau ada permintaan berarti ada ” ” ……….bla bla, bla bla

    Lalu apa artinya komitmen dan visi misinya :

    http://www.lpsk.go.id/office/index.php?option=com_content&view=article&id=48&Itemid=2

    ===========================

    OC Kaligis, Masyarakat sudah terlalu lelah jangan menunda-nunda lagi, kuliahnya jangan terlalu lama kalau dibekali pendalaman/pengkayaan bagi kebaikan negeri ini tidak masalah tapi kalau akan digiring ke luar sebaiknya tidak………….

    http://www.mediaindonesia.com/read/2011/08/11/250101/284/1/-OC-Kaligis-Bisa-Bikin-Nazar-Stay-di-Kolombia

  5. taUbat said

    SATU PESAN MASYARAKAT :

    “BUKTIKAN NYANYIAN NAZARUDDIN”

  6. taUbat said

    Pengacara Rosa Pertanyakan Sikap LPSK

    Moksa Hutasoit – detikNews
    Minggu, 26/02/2012 09:50 WIB

    Jakarta Ahmad Rifai mempertanyakan sikap Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang terkesan tidak mendukung langkah kliennya, Mindo Rosalina Manulang, dalam pelaporan kasus korupsi.

    “Jika Rosa melaporkan sesuatu, harusnya LPSK memberikan apresiasi,” ujar Rifai kepada detikcom, Minggu (26/2/2012).

    Rifai menilai, sikap LPSK justru terkesan membuat ketakutan Rosa. Rifai berharap, seluruh pihak bisa mendukung Rosa untuk membongkar korupsi yang dilakukan pejabat negara.

    “Harusnya diberi rasa aman, bukannya justru membuat statment meninjau kembali. Ini sangat nggak masuk akal,” lanjutnya lagi.

    Rifai sendiri tidak terlalu mempermasalahkan jika nantinya LPSK akan menarik upaya perlindungan kepada Rosa. Ia yakin, jika tanpa LPSK saja, negara memiliki kewajiban untuk melindungi warganya. Rifai juga kembali menegaskan jika dirinya sudah mendapat surat kuasa dari Rosa untuk bertindak sebagai kuasa hukum.

    Sebelumnya, LPSK mengancam akan mencabut perlindungan yang telah diberikan terhadap Rosa atas kasus Wisma Atlet tersebut. Alasannya, Rifai terlalu banyak bicara soal kasus sehingga membahayakan posisi Rosa.

    Peninjauan ulang ini didasarkan perjanjian Rosa dengan LPSK. Yaitu orang yang di bawah perlindungan LPSK harus seizin LPSK jika berhubungan dengan pihak lain.

    (mok/rvk)

  7. nitip mas
    http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/05/05/please-stop-berprasangka-buruk/

    terima kasih

  8. taUbat said

    ANAS URBANINGRUM : ITU CERITA MATI

    Dengan tenang anas menjawab semua pertanyaan wartawan.

    RABU, 27 JUNI 2012, 19:22 WIB

    VIVAnews – Dimintai keterangan dalam proyek pengadaan pusat pelatihan dan sekolah olahraga Hambalang tidak membuat Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum frustasi. Dengan tenang Anas menjawab semua pertanyaan wartawan.

    Bahkan, sesekali Anas berbalik tanya kepada awak media dengan melontarkan celetukan “Ayo apalagi,” sahut Anas yang meminta pewarta bertanya kepadanya, di tangga lobi gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu 27 Juni 2012.

    Kedatangan Anas kali ini ke KPK memang terkesan berbeda dari mereka yang pernah dimintai keterangan di proyek senilai Rp 1,2 triliun ini. Selain sebagai ketua umum partai yang berkuasa, kedatangan dan kepulangan Anas dikawal ketat ratusan personel polisi Polda Metro Jaya.

    Apalagi saat Anas dicecar soal tudingan-tudingan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin seperti menerima dana Rp50 miliar. “Itu cerita mati, halusinasi. Apalagi?” tanya Anas balik.

    Para petinggi DPP Demokrat dan loyalis pendukung setia Anas juga ikut memadati kantor KPK sejak pagi tadi. Bahkan mereka rela menunggu Anas sampai selesai permintaan keterangan. Loyalis itu menyambut Anas dengan tepuk tangan dan teriakan “Hidup Anas-Hidup Anas,”.

    Ketenangan mantan Anggota KPU ini dalam menjawab pertanyaan wartawan apakah memang dia sama sekali tidak terlibat. Seperti janjinya jika satu rupiah pun korupsi Hambalang, gantung Anas di Monas. Atau hanya sandiwara Anas untuk menyembunyikan keterlibatannya dalam mega proyek Hambalang itu.

    “Karena pada kesempatan ini justru saya mempunyai kesempatan untuk menjelaskan, klarifikasi, menjernihkan dan mendudukan pada apa yang sesungguhnya terjadi,” terang Anas. (sj)

    Ismoko Widjaya, Dedy Priatmojo

  9. taUbat said

    NAZAR BERNADZAR: ” RAWE-RAWE RANTAS MALANG-MALANG PUTUNG. TIJI TIBEH ”

    SUN, 16/12/2012 – 08:13 WIB

    JOGYA, RIMANEWS — PEPATAH JAWA MENGATAKAN: ” RAWE-RAWE RANTAS MALANG-MALANG PUTUNG. TIJI TIBEH ” MAKNANYA; TELANJUR BASAH MAJU TERUS PANTANG MUNDUR, LIBAS MUSUH / PENGHALANG DAN GAET SIAPA SAJA YANG TERLIBAT DI DALAMNYA. MUKTI SATU MUKTI SEMUA, MATI SATU MATI SEMUA. TAMPAKNYA ITULAH ‘POLITIK’  YANG DIJALANKAN M NAZARUDDIN SEKARANG.  MANTAN BENDAHARA DPP PARTAI DEMOKRAT (PD) ITU PADA AGUSTUS 2011, BERNADZAR AKAN MERUNTUHKAN LINGKARAN ISTANA HINGGA CIKEAS MULAI MEMBUAHKAN HASIL. ANDI ALIFIAN MALLARANGENG, MENPORA DAN MANTAN JUBIR PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO (SBY)  TELAH RESMI DITETAPKAN SEBAGAI TERSANGKA KORUPSI PROYEK HAMBALANG SEBESAR RP 1,2 TRILIUN.

    ANDI ADALAH ORANG KEPERCAYAAN SBY SEJAK AWAL. PADA PERIODE PERTAMA PEMERINTAHAN YANG DIDUKUNG DEMOKRAT  ITU, ANDI DIPERCAYA MENJADI JURU BICARA KEPRESIDENAN SEBELUM DIANGKAT MENJADI MENPORA PADA KABINET INDONESIA BERSATU (KIB) JILID DUA. SELAMA LIMA TAHUN, DIA MENEMPATI POSISI YANG MENGHARUSKAN BERADA DI DEKAT SBY.

    WAJAR JIKA PRESIDEN SANGAT TERPUKUL KARENA ORANG DEKATNYA MENJADI TERSANGKA DALAM KASUS PROYEK HAMBALANG. MESKI STATUS HUKUM ANDI SUDAH MENJADI TERSANGKA, NAMUN TAK MENGHALANGI SBY UNTUK MEMUJINYA. “TIDAK SEDIKIT PULA HASIL NYATA YANG DICAPAI SAUDARA ANDI. DIREBUTNYA KEMBALI (JUARA) SEA GAMES OLEH INDONESIA SETELAH SEKIAN LAMA KITA TIDAK PERNAH BERHASIL,” KATA SBY.

    NAMA ANDI SEJATINYA TAK BEGITU DIPERSOALKAN DI INTERNAL  PD DALAM KASUS KORUPSI YANG MENYERET KEMENTERIAN YANG IA PIMPIN ITU. MULAI KASUS WISMA ATLET PALEMBANG HINGGA KASUS HAMBALANG, NAMA ANDI LANDAI-LANDAI SAJA. NYARIS TAK ADA DESAKAN MUNDUR DARI POSISINYA BAIK SEBAGAI MENPORA MAUPUN SEBAGAI SEKRETARIS DEWAN PEMBINA MAUPUN SEKRETARIS MAJELIS TINGGI DPP PD.

    JUSTRU NAMA ANAS URBANINGRUM YANG SERING MEMANASKAN SUHU POLITIK INTERNAL PARTAI. SEPERTI AKHIR TAHUN LALU, MELALUI KOMISI PENGAWAS PARTAI DEMOKRAT, SEJUMLAH PENGURUS DAN MANTAN PENGURUS CABANG DIPANGGIL TERKAIT DUGAAN PEMBERIAN POLITIK UANG DALAM PEMILIHAN KETUA UMUM PARTAI DEMOKRAT SAAT KONGRES II PARTAI DEMOKRAT DI BANDUNG.

    MENURUT CERITA NAZARUDDIN, POLITIK UANG OLEH KUBU ANAS BERASAL DARI PROYEK HAMBALANG. AKHIR JANUARI 2012, SEJUMLAH ANGGOTA DEWAN PEMBINA PD YANG DIMOTORI MARZUKI ALIE DAN ANDI MALLARANGENG BERTEMU UNTUK MEMBICARAKAN KONDISI TERKINI INTERNAL PARTAI BERLAMBANG BINTANG MERCY YANG JEBLOK DI MATA SEJUMLAH LEMBAGA SURVEI AKIBAT PEMBERITAAN TERKAIT TUDINGAN NAZARUDDIN KE ANAS. KESIMPULAN YANG MUNCUL, PERLU PEJABAT SEMENTARA (PJS) UNTUK MENGISI POSISI KETUA UMUM DPP.

    NAMUN, IDE YANG MUNCUL DARI PERTEMUAN YANG DIGAGAS MARZUKI ALIE DAN ANDI INI TAK IMPLEMENTATIF. KETUA DEWAN PEMBINA PD SBY LEBIH MEMILIH TAAT AZAS DENGAN MENJUNJUNG TINGGI AZAS PRADUGA TIDAK BERSALAH.

    PADA 13 JULI 2012, MELALUI FORUM KOMUNIKASI PENDIRI DAN DEKLARATOR PARTAI DEMOKRAT (FKPD), PARA PENDIRI DAN DEKLARATOR PARTAI BERKUMPUL UNTUK MENGEMBALIKAN MARWAH ATAU KEWIBAWAAN PARTAI. SAAT ITU, KETUA UMUM  ANAS URBANINGRUM TAK DIUNDANG. HANYA KETUA DEWAN PEMBINA SBY YANG HADIR DAN MEMBERI SAMBUTAN. PERTEMUAN SAAT ITU DISEBUT-SEBUT SEBAGAI UPAYA TEKANAN PARA SESEPUH PARTAI PADA ANAS URBANINGRUM.

    NAMUN, JALAN CERITA POLITIK DI INTERNAL PD SEPERTI MENDAPAT JAWABAN SAAT KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) MENETAPKAN ANDI MALLARANGENG SEBAGAI TERSANGKA DALAM KASUS PROYEK HAMBALANG, YANG PADA AKHIRNYA MENGHENTIKAN LANGKAH POLITIKNYA SEBAGAI ELITE PARTAI ITU. ANDI MUNDUR SEKALIGUS DI DUA JABATAN STRATEGIS YAKNI SEKRETARIS DEWAN PEMBINA PARTAI DEMOKRAT DAN SEKRETARIS MAJELIS TINGGI PARTAI DEMOKRAT, SERTA MENPORA. BAGAIMANA AKHIR CERITA DI INTERNAL PARTAI DEMOKRAT INI ? JELAS SANGAT TERGANTUNG GERAK KPK DALAM MENGUSUT BERBAGAI KASUS YANG MELEKAT KE SEJUMLAH ELITE DAN KADER PARTAI. YANG  TERJADI SAAT INI, ANDI JUSTRU TERSUNGKUR TERLEBIH DULU.

    SIAPA SELANJUTNYA ?

    DEMOKRAT MENILAI KASUS KORUPSI TIDAK HANYA TERJADI DI KEMENTERIAN PEMUDA DAN OLAHRAGA (KEMENPORA) SAJA, NAMUN KORUPSI ITU BISA TERJADI DI KEMENTERIAN LAINNYA. KASUS SEPERTI INI KEMUNGKINAN TIDAK HANYA TERJADI PADA ANDI. BISA JADI MENTERI LAIN BELUM TENTU MENGONTROL LEBIH JAUH TENTANG MEKANISME DI KEMENTERIAN MEREKA.

    ” HANYA SAJA, INI KAN KARENA KEBETULAN NAZARUDDIN MENGUNGKIT MASALAH DI HAMBALANG,” UJAR KETUA DPP ANDI NURPATI. MENURUTNYA, KPK HARUSNYA MENELUSURI ADA ATAU TIDAKNYA KEMUNGKINAN KORUPSI DI KEMENTRIAN LAIN. IA MEYAKINI JIKA KPK MELAKUKAN HAL ITU, AKAN BANYAK KASUS KORUPSI YANG TERUNGKAP.

    ISYARAT ITU DITUJUKAN KEPADA PARPOL LAIN YANG MEMILIKI MASALAH. BISA JADI KE GOLKAR DALAM KASUS DUGAAN KORUPSI PROYEK PENGADAAN ALQURAN, PPP DAN PKB. ”KALAU PDIP SUDAH LAMA MENJADI INCARAN DAN SUDAH BANYAK YANG DIHUKUM,” UJAR POLITIKUS DI SENAYAN.

    KALAU KPK KONSISTEN, MENURUT PENGAMAT DAN PENELITI SOEGENG SARJADI SYNDICATE FS AWANTORO, ANAS URBANINGRUM MENJADI TARGET BERIKUTNYA KARENA MANTAN KETUA UMUM PB HMI ITU JUSTRU SERING DISEBUT-SEBUT DALAM PERSIDANGAN NAZARUDDIN, ANGELINA SONDAKH SERTA DEDDY KUSDINAR DALAM KASUS HAMBALANG.

    DIAKUI JARINGAN ANAS MENYANGKUT KELOMPOK DI CIKEAS, SEHINGGA MASIH HARUS MENUNGGU KEBERANIAN DAN KONSISTENSI KPK LEBIH LANJUT SETELAH OCEHAN NAZARUDDIN MEMBONGKAR LINGKARAN ISTANA MULAI TERKUAK.

    SWANTORO MEMPREDIKSI PENETAPAN ANDI ADALAH TAHAP AWAL. SELANJUTNYA, ANAS DAN KAWAN-KAWAN TINGGAL MENGHITUNG HARI UNTUK MENUNGGU GILIRAN ITU. TENTU SAJA DENGAN CATATAN JIKA KPK KONSISTEN DAN BERANI MENUNTASKAN KASUS HAMBALANG YANG MELIBATKAN SEJUMLAH KADER DAN SIMPATISAN DEMOKRAT.

    BELUM NANTI MENGHADAPI ‘ KOAR HARIMAU’ SI POLTAK RUHUT SITOMPUL – YANG DIDALAM INTERNAL PD KINI BAGAIKAN ‘KERIKIL DALAM SEPATU’, DIBUANG SAYANG, TAK DIBUANG MENGGANGGU KENYAMANAN. ALANGKAH RUWETNYA PD SEKARANG, MAJU KENA MUNDUR KENA. ALIH-ALIH MEMBANGUN KEPERCAYAAN DAN DUKUNGAN PUBLIK, SEMENTARA INTERNAL PARTAI SAJA MASIH AMBURADUL BEGITU. SUNGGUH MENGENASKAN.

    ” SEMOGA PARA ELIT PD PADA TABAH, SABAR, DAN TAWAKAL. DAN TIDAK BLUDDREEKK MENGHADAPI KASUSNYA…HA..HA..HA……” KATA MBAH DARMO GUNDHUL YANG TIBA-TIBA MUNCUL DI KAMARKU YANG SEMPAT MEMBUATKU TERKEJUT.

    ” LHO KOK MALAH TERTAWA TO MBAH…. SEHARUSNYA ANDA ITU MEMBERI SOLUSI, ” KATAKU

    ” ORANG INDONESIA ITU PALING SUKA MENGGUNAKAN ISTILAH AGAMA; SABAR, TABAH, DAN TAWAKAL… SEPERTINYA TERDENGAR INDAH SEKALI PADAHAL ITU HANYALAH LIPS SERVICE ALIAS KEMBANG LAMBE SAJA. KENYATAANNYA PADA MEMBABI BUTA BILA TERKENA MASALAH. DAN ISTILAH DIATAS ITU HANYA SEBAGAI PEMANIS SAJA – BAHKAN TERKANDUNG PELECEHAN DAN SINISME YANG MENDALAM ‘NYUKURIN’ ORANG-ORANG YANG BERMASALAH SECARA DIAM-DIAM. GOMBALL MUKIYOO….,” UJARNYA

    ” SAYA MUDENG SEKARANG…BERARTI  ANDA ITU SEKARANG LAGI ‘NYUKURIN’ PARA ELIT PD YA  MBAH, ” SERGAPKU SERIUS

    ” NGAWURR SAJA KOWE….BUKAN SAYA YANG ‘NYUKURIN’ ITU, TAPI SEBAGIAN BESAR RAKYAT INDONESIA. PIYEE TA KAMU ITU….BODONGNG..! ” SANGGAHNYA

    ” ( DALAM HATI; WAHH CILAKA MALAH AWAK YANG KENA SEMPROT NIHH.. )… LHOO TAPI KAN YANG NGOMONG MULUTMU MBAH, ” SANGGAHKU JENGKEL

    ” YAA BEGITULAH ORANG KALAU MATA DAN HATINYA RABUN. MEMANG YANG NGOMONG ITU MULUTKU TAPI HAKEKATNYA ITU  ADALAH SUARA MAYORITAS ORANG INDONESIA…. MUDHENG KAMU..!? ” BENTAKNYA

    KAMMPRREETTT…. MALAH SAYA YANG KENA ‘SAMBAL PETIS’ WONG GENDHENG SATU INI.

    ” YOO WISS MBAH SAK KAREPMU LAH…. ( TERSERAH KAMULAH ), ” KATAKU SERAYA BERDIRI HENDAK PERGI MENINGGALKAN KAMAR.

    ” EITT…MAU KEMANA KAMU…?,” SERGAP MBAH DARMO

    ” BEE-OOLLL MBAHH…..! ”

    ” NDANG MINGGAT TO SANA…. DROHONN… PANTESAN DARI TADI SANG-SENG..SANG-SENG….BAU TELUR BUSUK…WEDHUSS..! ” UMPATNYA

    SAYA BERGEGAS LARI MENUJU JAMNAS ALIAS JAMBAN NASIONAL. ( DALAM HATI ) ” RASAAIN LU SEKARANG….EMANG KAMU DOANG MBAH YANG BISA ‘NGEBOM’  TELUR BUSUK. SUDAH DUA HARI NGGAK BEOL NIHH…. EMANG ENNAAKK…..KEHKEKEHKEKKEHH…….”

    [ MRHILL / RIMS / SMS ]

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: