KabarNet

Aktual Tajam

Status Hendarman

Posted by KabarNet pada 14/08/2010

HENDARMAN Supandji kini sedang menghadapi ujian berat. Posisinya sebagai Jaksa Agung Republik Indonesia digugat. Tidak main-main, ia digugat resmi di Mahkamah Konstitusi.

Adalah mantan Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra yang mempersoalkan keabsahan kedudukan Hendarman. Ia menggugat sesaat setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus proyek Sistem Administrasi Badan Hukum yang merugikan negara Rp420 miliar. Yusril enggan diperiksa karena menganggap Jaksa Agung Hendarman Supandji yang bertanggung jawab atas penetapan dirinya sebagai tersangka tidak sah lagi menjabat, alias ilegal. Itulah alasan dia memerkarakan jabatan Hendarman di Mahkamah Konstitusi.

Harus diakui bahwa Hendarman menghadapi dilema. Di satu pihak, menurut Undang-Undang Kejaksaan, Jaksa Agung adalah jaksa karier. Itu berarti saat ini ia mestinya duduk manis menimang cucu di rumah karena sudah memasuki usia pensiun.

Pasal 12 huruf c Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan menyebutkan bahwa jaksa diberhentikan dengan hormat dari jabatannya karena telah mencapai usia 62 tahun. Hendarman lahir pada 6 Januari 1947, dan kini telah berusia 63 tahun. Sejauh ini tidak ada selembar surat resmi yang memperpanjang usia pensiun Hendarman.

Di lain pihak, mengikuti ketentuan Undang-Undang Kementerian Negara, Jaksa Agung adalah pejabat setingkat menteri yang tidak dibatasi usia pensiunnya. Namun, masa jabatannya mengikuti siklus masa jabatan presiden yang memilihnya.

Faktanya, Hendarman yang dilantik sebagai Jaksa Agung pada 9 Mei 2007 tidak dilantik lagi bersama menteri lainnya di Kabinet Indonesia Bersatu II pada 22 Oktober 2009.

Hendarman Supandji hadir di Istana Negara saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. Akan tetapi, dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi terungkap bahwa ketika itu Presiden Yudhoyono hanya menepuk-nepuk bahu Hendarman dan menyatakan dia tetap Jaksa Agung.

Untuk lebih jelasnya, kita kutip penjelasan Yusril di muka persidangan Mahkamah Konstitusi pada Kamis (12/8). “Ia (Hendarman) melepas pin yang biasanya dipakai dan dimasukkan ke kantongnya. Setelah menteri-menteri dilantik, SBY menepuk bahu Hendarman seraya berkata ‘Anda tetap jadi Jaksa Agung, ya’. Apakah mungkin pelantikan seorang Jaksa Agung dilakukan hanya dengan tepuk-tepuk bahu?”

Tepuk-tepuk bahu sebagai pengesahan seorang pejabat tentu saja hanya ada di republik mimpi. Di republik nyata hal itu tidak boleh ada, karena bertentangan dengan pakem administrasi negara. Itu berarti kontroversi keabsahan Hendarman memperlihatkan administrasi negara yang kacau balau di lingkungan istana.

Sesungguhnya kasus Jaksa Agung Hendarman Supandji itu bukanlah karut-marut administrasi negara yang pertama yang terjadi di masa pemerintahan Yudhoyono. Bukankah wakil menteri kesehatan dan wakil menteri keuangan gagal dilantik karena tidak memenuhi syarat dari sisi kepangkatan di struktur pegawai negeri?

Administrasi yang kacau balau bisa saja memorak-porandakan penegakan hukum bila Mahkamah Konstitusi menyatakan jabatan yang disandang Hendarman itu ilegal. Jika itu yang terjadi, seluruh produk yang dihasilkan pun mestinya ilegal. Akibatnya, semua orang yang diperiksa, ditangkap atas perintah Jaksa Agung Hendarman Supandji sejak 22 Oktober 2009, haruslah dilepaskan dan direhabilitasi karena Jaksa Agungnya ilegal. Dahsyat…. [EDITORIAL MI]

3 Tanggapan to “Status Hendarman”

  1. Khalifah said

    Allah telah menunjukkan DiriNYA (tentunya bukan dalam bentuk wujud Tuhan), Allah menunjukkan KEBENARAN MUTLAKNYA LANGSUNG KEPADA KITA SEMUA…. bahkan ada kedzoliman yang pernah dibuat oleh para pemimpin negara kita…. ha ha ha……malu niyeeee…. makan gaji bute…

  2. Khalifah said

    Allah telah menunjukkan DiriNYA (tentunya bukan dalam bentuk wujud Tuhan), Allah menunjukkan KEBENARAN MUTLAKNYA LANGSUNG KEPADA KITA SEMUA…. bahwa ada kedzoliman yang pernah dibuat oleh para pemimpin negara kita…. ha ha ha……malu niyeeee…. makan gaji bute…

  3. repot makax harus jelas agar tdk ada lg seprti ini, ini pelajaran sgt berharga bg kitasmua terhdp bangsa n negara

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: