KabarNet

Aktual Tajam

Polisi dan Jaksa Bohongi Publik

Posted by KabarNet pada 12/08/2010

Jakarta – Peneliti Indonesian Corruption Watch (ICW) Febridiansyah mengaku heran dengan Kepolisian dan Pejabat Publik yang sebelumnya mengatakan rekaman pembicaraan antara Ary Muladi dengan penyidik KPK Ade Raharja itu ada. Soalnya, belakangan para pejabat itu hanya mengatakan bukti yang disodorkan dalah call data record (CDR) komunikasi kedua orang itu.
“Kami katakan ini bukan hanya pembohongan publik, tapi juga penghinaan parlemen. Bagaimana pejabat publik bisa mempertanggungjawabkan itu. Masak tidak bisa membedakan CDR dengan rekaman pembicaraan,” kata Febri dalam diskusi di gedung DPR, Rabu (11/8).

Karena itu, menurut Febri, semua pejabat yang sebelumnya menyatakan rekaman itu ada, harus bertanggung jawab. Termasuk diantaranya Kapolri dan Jaksa Agung. “Mereka yang pernah mengatakan rekaman itu ada untuk dihadirkan di persidangan tindak pidana korupsi (Tipikor)” ujarnya.

Pernyataan polisi yang menyatakan, hanya memiliki call data record, menurut Febri, hanya untuk membuktikan adanya mafia di dalam tubuh KPK. “Yang ingin dibangun itu ada komunikasi antara Ade dan Ary. Ari markus di luar, Ade markus di dalam” ujarnya. Tapi, yang terbukti, kata Febri, rekaman itu tidak ada.

“Ini bukan hanya kebohongan publik tapi membohongi parlemen. Karena ini pernah disampaikan saat mereka itu (Kapolri dan Jaksa Agung) sedang rapat kerja dengan Komisi III DPR”

Karenanya, kata Febri, menjadi penting bagi aparat penegak hukum untuk menguji ada atau tidaknya rekaman itu. Selain itu, keaslian dari CDR itu juga harus dibuktikan. Dia sendiri mengaku sejak awal sudah menduga kasus ini adalah kasus yang direkayasa untuk melemahkan KPK. “Kalau tidak cukup bukti kenapa P21, kenapa sesumbar uang dan rekening itu ada. Mau ngeles kemana lagi. Sekarang ya jelaskan saja di pengadilan tipikor,” katanya.

Menurut Febridiansyah, kalaupun ada nama-nama sensitif yang disebut dalam rekaman itu, seharusnya aparat penegak hukum membuktikan hal itu. Karena bisa jadi, justru ada upaya baru selain melemahkan KPK dari isu keberadaan rekaman tersebut, yakni untuk melemahkan orang yang disebut-sebut ada dalam pembicaraan Ade dengan Ary.

“Saya rasa kalau ada nama petinggi negara disebut dalam rekaman itu tidak ada masalah. Justru itu harus dibuka. Karena bisa saja ada geriliya baru yang ingin menyudutkan orang tersebut terkait kasus Anggodo. Yang pasti para pejabat yang sempat sesumbar rekaman itu ada harus bertanggungjawab,” ujar Febridiansyah. [TEMPO]

Presiden Diminta Copot Kapolri

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) harus turun tangan untuk menjernihkan kesimpangsiuran seputar ada tidaknya rekaman pembicaraan antara Ari Muladi dan Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ade Raharja.

Sekretaris Jenderal Transparency International Indonesia (TII) Teten Masduki mengatakan jika Kapolri terbukti berbohong mengenai keberadaan rekaman itu, Presiden harus menonaktifkannya. “Tentu Presiden harus bertanggung jawab terhadap dua anak buahnya yang sudah lakukan rekayasa hukum. Kalau perlu dicopot dua-duanya kalau terbukti rekaman itu tidak ada,” tegas Teten saat dihubungi, Rabu (11/8) malam.

Teten berpendapat Kapolri adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas kesimpangsiuran tenang rekaman itu. “Karena Kejaksaan diyakinkan oleh Polri bahwa ada rekaman itu. Tapi ketika diminta pengadilan. kok rekamannya gak ada?” tanya Teten.

Ia meminta Polri dan Kejaksaan jujur jika memang rekaman itu tidak ada.

“Saya kira sangat memalukan kalau memang ternyata itu tidak ada. Karena dua petinggi penegak hukum itu, di depan DPR sudah menyampaikan bahwa rekaman itu ada,”.

Jika rekaman pembicaraan antara Ari dan Ade terbukti tidak ada, persoalan ini menjadi catatan kelam dalam penegakan hukum di Indonesia. “Sebab orang bisa menjadi tersangka dengan tudingan yang belum jelas. Jaksa diyakinkan oleh polisi bahwa rekaman itu ada sehingga jaksa meskipun belum memegang buktinya tetap menetapkan (Bibit-Chandra) sebagai tersangka.”

Teten menilai hal itu semakin menguatkan dugaan telah terjadi rekayasa dalam kasus Bibit-Chandra. “Ini jadi kenyataan kalau memang ini (rekaman) tidak ada,” kata Teten. Apalagi, Polri tidak merespons permintaan majelis hakim Pengadilan Tipikor untuk membuka rekaman tersebut di persidangan Anggodo Widjojo. Polri pun, sambung Teten, bisa dituduh menghambat jalannya proses hukum.

Lebih jauh, Teten berharap semua pihak terus mendesak Polri agar menyerahkan rekaman itu. “Kalau memang tidak ada, katakan dari sekarang bahwa rekaman itu tidak ada, dan minta maaf ke publik.” (Media Indonesia)
———

Rekaman Ade-Ari Dimusnahkan Karena Menyangkut Orang Sensitif

Anggota Komisi III DPR Bambang Soesatyo yakin rekaman percakapan Deputi Direktur Penindakan KPK Ade Rahardja dan tersangka dugaan penyuapan pimpinan KPK Ari Muladi, benar-benar ada. Namun karena menyebut nama seseorang yang sangat sensitif, rekaman itu terpaksa dimusnahkan.
“Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan penegak hukum, dulu rekaman itu dipegang oleh Kabareskrim saat itu, Pak Susno Duadji,” ujar Bambang Soesatyo saat dihubungi detikcom, Rabu (11/8/2010).

Menurut Bambang, Wakapolri Makbul Padmanegara pun memiliki rekaman percakapan itu. Namun sama dengan Susno, karena ada intervensi dari pihak-pihak tertentu, rekaman itu akhirnya hilang tidak jelas keberadaannya.
“Saya tidak tahu sekarang masih ada atau tidak. Tapi dulu karena menyangkut seseorang yang sangat sensitif, rekaman itu terpaksa dihilangkan atau dimusnahkan,” terang Bambang.

Bambang enggan menjelaskan siapa orang yang disebut namanya hingga rekaman yang penting itu terpaksa dihilangkan. Namun orang itu bukan Kapolri.
“Bukan Kapolri, tapi ini sangat sensitif,” elak dia.

Menurut Bambang, Polri harus mencari dan menyusun kembali rekaman ini di pengadilan. Hal ini harus dilakukan untuk memperbaiki citra Polri terkait kasus dugaan suap di KPK.
“Karena jika tidak diputar ini preseden buruk bagi kejaksaan dan Polri yang kelihatannya melakukan kebohongan publik. Sekaligus juga menunjukkan kasus ini kental dengan aroma rekayasa,” tegasnya.

Sebelumnya Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi mengatakan rekaman tersebut saat ini sedang dikumpulkan kembali. Ito juga belum mengetahui apakah rekaman berkaitan dengan kasus Anggodo yang sedang disidangkan di Pengadilan Tipikor.
“Jangan melihat seolah-olah Polri mempersulit, sama sekali tidak. Kalau itu bukti pokok, itu wajib. Ini bukti tambahan, kita akan cari dulu,” katanya. [Forum]

Dibutuhkan segera calon KAPOLRI dan JAKSA AGUNG

Persyaratan :

  • 1. Ahli dalam merekayasa berbagai kasus yang banyak terjadi di Indonesia.
  • 2. Pandai berbohong untuk memutar-balikan fakta kepada masyarakat.
  • 3.Sanggup menutupi berbagai kasus korupsi besar di Indonesia guna menyelamatkan para tersangka.

Hanya calon yang memenuhi persyaratan diatas yang akan dipanggil untuk diadakan seleksi.

11 Tanggapan to “Polisi dan Jaksa Bohongi Publik”

  1. taUbat said

    Kebobrokan Polisi dan Jaksa itu banyak terungkap belakangan ini, dulu rasanya apabila ada permasalah dapat diselesaikan melalui jalur hukum baik di kepolisian maupun di kejaksaan ternyata terungkap sekarang keadilan itu tidak ada rupanya selalu dimenangkan pada yang memberi setorannya …. baru sadar.

    Yang disesalkan adalah gaji polisi dan kejaksaan itu dari rakyat tapi kenapa masih harus memeras rakyat lagi ….

    Yang disyukuri adalah masyarakat menjadi tau bahwa berurusan dengan polisi dan kejaksaan itu jikalau ingin menang perkaranya harus punya uang dulu …..

    Banyak masyarakat yang sebenarnya membutuhkan bantuan hukum karena dizholimi tapi rumit dan dipersulit, juga kalau berususan dengan polisi ibaratnya kalau ada kehilangan kambing, biayanya menjadi sapi dan belum tentu berhasil ….

    Yang menjadi pertanyaan adalah jika ada Panglimanya sebut saja di Negara Indonesia ada dua pilihan : HUKUM atau UANG.

    Jadi kapan NKRI hukumnya bisa ditegakkan ….

  2. ampun said

    Issue seperti ini lama-lama juga hilang sama dengan kasus century,sangat beda dengan kasus rakyat kecil yang gak punya power hanya ngandalin demo dan unjuk rasa rame-rame berpanas2.Orang besar kalau salah bisa minta maaf atau cuek,orang kecil kalau salah walau itupun tidak sengaja karena buta hukum tapi wah..jangan harap bisa minta maaf.

  3. Caplin said

    Umurnya kan rata-rata udah kepala lima, bahkan ada yang enam, tandanya udah makin deket menghadap pengadilan akherat yang tidak bisa diatur. tau sendiri berapa usia rata-rata manusia jaman sekarang ? Sia-siap aja yang suka pada berbohong, apalagi sama publik. Dosanya tinggal dikali jumlah publik yang dibohongi. Gampang kan ?

  4. Cabang Polri said

    Di mohon dengan hormat artikel ini untuk di hapus Kalau tidak maka pihak kami (menkominfo) yang akan menghapus
    Sekian Terima Kasih !

  5. During the Napoleonic Wars , trade between Europe and Britain evaporated, resulting in the gradual decline of the wallpaper industry in Britain. However, the end of the war saw a massive demand in Europe for British goods which had been inaccessible during the wars, including cheap, colourful wallpaper. The development of steam-powered printing presses in Britain in 1813 allowed manufacturers to mass-produce wallpaper, reducing its price and so making it affordable to working-class people. Wallpaper enjoyed a huge boom in popularity in the nineteenth century, seen as a cheap and very effective way of brightening up cramped and dark rooms in working-class areas. By the early twentieth century, wallpaper had established itself as one of the most popular household items across the Western world. During the late 1980s though, wallpaper began to fall out of fashion in lieu of Faux Painting which can be more easily removed by simply re-painting.

  6. Do you know of these days home elevators this method?

  7. A wonderful blogpost, I just now enacted this kind of on top of any co-worker who was simply doing minor examination about which in turn. And they the fact is obtained everyone lunchtime mainly because I discovered , it again for the guy. laugh.. Consequently alright rephrase that will: Thnx to make the attend to! Then again that’s the reason Appreciate you making go over this approach, I’m highly regarding it and then fancy looking through more to do with this area. Preferably, like you generate proficiency, should you thought process producing your web site with points? It is extremely for everyone. One or two browse way up to the blog!

  8. Pretty site! Too spammy nevertheless

  9. Effortlessly, any print is truly the most important on the laudable idea. Simply put i go along with each of your final thoughts and tend to thirstily look forward to the prospective update versions. Announcing cheers won’t just be all you need, for those awesome lucidity on your making. I can swiftly take hold of all your rss to be able to happy of one’s improvements. Serious employment and much triumph into your internet business!

  10. fantastic deliver the results, hi and thanks

  11. Right within this write-up, When i take on this website needs far more thought. I’ll oftimes be as soon as to understand rather more, many thanks for which often specifics.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: