KabarNet

Aktual Tajam

MASIH ADAKAH PEJABAT NEGERI INI YANG MUSLIM ?

Posted by KabarNet pada 12/08/2010

MASIH ADAKAH PEJABAT / PENGUASA NEGERI INI YANG MUSLIM ?

Para pembaca mungkin bingung membaca judul tulisan ini bahkan saya sendiri jadi juga bingung untuk membuat judul yang pas.
Indonesia ini katanya mayoritas penduduknya bergama Islam, begitu pula para pejabat dan penguasanya, mayoritas beragama Islam, tapi mengapa negara ini semakin hari semakin kacau balau saja, lebih-lebih dalam hal penegakan hukum, padahal Islam adalah Agama rahmatan lil alamin, Agama yang memberikan rahmat bagi seluruh alam raya, bukan hanya terhadap manusia saja, tapi juga terhadap binatang, tumbuh-tumbuhan maupun lingkungan.

Sebenarnya pengertian Islam sendiri adalah patuh dan tunduk (berserah diri) hanya kepada aturan Allah Sang Pencipta, kepatuhan dan ketundukan (berserah diri) ini sebenarnya bukan hanya berlaku bagi manusia namun termasuk segala makhluk yang ada di langit dan bumi, bahkan dalam prakteknya kepatuhan ini, justru mahluk diluar manusia dan jin lebih patuh ketimbang jin dan manusia itu sendiri. Kepatuhan ciptaaan Allah tersebut disampaikan didalam Al-Qur’an :

surat An-Nahl ( XVI ) ayat 49, yang artinya :

“dan hanya kepada  Allah sajalah bersujud segalanya yang ada di langit, maupun yang ada di bumi, sejak binatang-binatang yang berkeliaran, hingga para malaikat. Lagi pula mereka tidak pernah sombong”.

surat Ali –Imran ( III ) ayat 83, yang artinya :

“Apakah mereka akan mencari agama lain dari Agama Allah ? padahal seluruh mahkluk yang ada dilangit dan dibumi semuanya menyatakan patuh kepadaNya, suka atau tidak suka. Dan kepada-Nya-lah mereka dikembalikan “.

Pertanyaannya mengapa justru manusia banyak yang tidak patuh, padahal menurut Allah manusia diciptakan sebagai mahluk yang paling sempurna. Jawabnya karena semua mahluk diluar jin dan manusia termasuk para Malaikat oleh Allah tidak diberi pilihan (kemerdekaan) sedangkan manusia diberi pilihan (kemerdekaan)  kemerdekaan inilah sebenarnya perbedaan paling mendasar antara manusia dengan mahluk lain, sehingga dengan kemerdekaan memilih tersebut, di akhirat nantinya disediakan tempat yang kekal sesuai dengan pilihan masing-masing sewaktu hidup didunia, dan pilihan tersebut hanya ada dua, yaitu Surga sebagai reward (pengharagaan) bagi yang patuh (Islam) dan dan Neraka sebagai punish (hukuman) bagi yang tidak patuh / menentang (kafir), jadi sebenarnya Surga atau Neraka itu bukan Allah yang memilihkan tapi manusia itu sendiri.

Sedangkan mahluk yang lain tidak akan mempertanggung jawabkan perbuatannya karena tidak diberi pilihan ( kemerdekaan ).

Oleh karena itu setiap hari timbul pertanyaan dalam benak saya, benarkah masih ada di negeri ini pejabat / penguasa yang Muslim ?

Kata Muslim disini perlu saya garis bawahi dan saya tebalkan,  karena menurut saya ada perbedaan antara beragama Islam dan Muslim.

1.Beragama Islam.

Jika beragama Islam, yang berlaku di negeri ini menurut saya hanya sebagai pengakuan pribadi masing-masing, yang diperlukan untuk memenuhi administrasi Negara saja, karena itu memang aturannya, oleh karena itu didalam KTP yang bersangkutan di tulis “Agama : Islam“.

Pencantuman Agama ini tentu tidak terbatas dalam KTP, tapi dalam menulis riwayat hidup untuk melamar pekerjaan pun wajib di cantumkan Agamanya, bahkan hampir semua urusan harus dicantumkan Agamanya

Tetapi soal yang bersangkutan melaksanakan atau tidak melaksanakan kewajibannya sebagai seorang Islam, Negara tidak ada urusan sama sekali.

Karena Negara tidak ada urusan dengan kewajiban Ibadah seseorang, maka untuk mengurus KTP bagi yang mengaku beragama Islam juga tidak ada persyaratan harus mengucapkan dua kalimah syahadat, sembahyang, atau puasa dll, jadi tentu ya suka-suka untuk mengaku beragama Islam.

2.Muslim

Jika pengertian beragama Islam adalah merupakan pengakuan seseorang sebagaimana penulis tafsirkan diatas maka lain halnya dengan Muslim. Muslim artinya orang yang telah berserah diri, dalam hal ini berserah diri hanya kepada Allah, tetapi dalam rangking manusia ber­kualitas, seorang yang baru pada tingkat muslim berada pada tingkatan terendah. Karakteristik seorang muslim adalah seorang yang telah meyakini supremasi kebenaran, berusaha untuk mengikuti jalan kebenaran itu tetapi dalam praktek ia belum tangguh karena ia masih suka melupakan hal-hal yang kecil. Sedangkan seorang yang sudah mencapai kualitas mukmin adalah seorang muslim yang sudah istiqamah atau konsisten dalam berpegang kepada nilai-nilai kebenaran, sampai kepada hal-hal yang kecil.

Setiap manusia yang terlahir dibumi dari yang pertama hingga yang terakhir adalah seorang pemimpin, setidaknya ia adalah seorang pemimpin bagi dirinya sendiri. Bagus tidaknya seorang pemimpin pasti berimbas kepada apa yang dipimpin olehnya. Karena itu menjadi pemimpin adalah amanah yang harus dilaksanakan dan dijalankan dengan baik oleh pemimpin tersebut,karena kelak Allah akan meminta pertanggung jawaban atas kepemimpinannya itu.

Didalam kepemimpinan Islam, setiap pemimpin harus memiliki sifat-sifat sbb:

  • 1.Pertama tablig artinya pemimpin yang menyampaikan informasi, secara Istilah berarti menyampaikan ajaran-ajaran Islam yang diterima dari Allah SWT.  Isi pokok tabligh adalah amar ma’ruf nahi munkar ( menyuruh kapada kebaikan dan mencegah dari kemunkaran) kepada umat manusia untuk dijadikan pedoman dan dilaksanakan agar memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.
  • 2.Kedua fatonah (cerdas). Untuk membangun dan memimpin rakyat harus pemimpin yang cerdas sumberdaya manusianya hingga mengantarkan rakyatnya menjadi makmur.
  • 3.Ketiga, sidiq atau jujur. Salah satu pilar dalam kepemimpinan Islam adalah Jujur. Jujur adalah berkata terus terang dan tidak bohong. Orang yang bohong atau pendusta tidak ada nilainya dalam Islam. Bahkan bisa jadi orang pendusta ini digolongkan sebagai orang yang munafik. Orang-orang munafik tergolong orang kafir.

Sebagaimana Firmah Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 8 sampai 10, yang artinya:
Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.
Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.
Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.

Perbuatan baik dijalan yang baik tersebut diantaranya juga bersikap jujur. Jujur dalam segala perbuatan dan perbuatan kita. Karena orang yang terbiasa tidak jujur akan selalu menjadi serentetan kebohongan berikutnya yang lambat laun menjadi kebiasaan, dan dicaplah sebagai pembohong atau pendusta..
Hadits nabi salallohu alaihi wasalam yang membawa pesan tentang kejujuran, artinya :
Selalulah kamu jujur, karena sesungguhnya jujur itu mengantarkan kamu pada kebaikan dan kebaikan itu sesungguhnya mengantarkan pada surga. Sedangkan dusta akan mengantarkan pada keburukan dan dosa, dan sesungguhnya dosa itu akan mengantarkan pada neraka. [Hadits: Mutafaqun Alaih]
Oleh sebab itu hendaklah kita akan senantiasa jujur. Dan dikatakan kita sebagai orang yang jujur. Orang jujur ada kemungkinan akan teguh dalam memegang amanah. Sedangkan orang yang pendusta atau tidak jujur sama sekali tidak bisa memegang amanah.

  • 4.Keempat, amanah, yang dimaksud bisa dipercaya.

Sabda Rasulullah s.a.w. sebagaimana disampaikan oleh Anas bin Malik yang artinya : Tidak sempurna iman seseorang yang tidak dapat dipercayainya. Dan tidak sempurna agama orang yang tidak menunaikan janji.

Ada beberapa Firman Allah tentang amanah diantaranya :

Surah An-Nisa’ ayat 58 yang artinya :

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada orang yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkannya dengan adil”.

Al-qur’an Surat An-anfal ( VIII ) ayat 27. yang artinya :

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.

Selain itu ada beberpa hadist Rasulullah tentang bagaimana beratnya amanah, diantaranya :

Hadis Rasulullah s.a.w. dari riwayat Muslim : “Dari Abu Zhar, dia berkata :Saya berkata ” : Ya Rasulullah mengapa engkau tidak memilih saya. ”  Rasulullah bersabda ” hai Abu Zhar engkau seorang yang lemah, sedangkan itu sebagai amanah pada hari kiamat hanya akan menjadi penyesalan dan kehinaan. Kecuali orang yang dapat menunaikan hak kewajibannya dan memenuhi tanggungjawabnya.

Rasulullah s.a.w. telah bersabda yang artinya :“Barangsiapa menguasai sesuatu dari urusan kaum muslimin, lalu dia memberi kuasa kepada seseorang atas mereka kerana cintanya, maka laknat Allah menimpa atasnya, Allah tidak diterima daripadanya gantian dan tidak pula tebusan, sehingga dia dimasukkan ke dalam neraka jahannam “. (Riwayat Al-Hakim)

Dalam hadis lain Rasulullah s.a.w. menggambarkan bahawa kemusnahan akan berlaku sekiranya amanah diberikan kepada orang yang bukan ahlinya.

Hadis yang artinya i : Seorang lelaki datang kepada Rasulullah s.a.w., bertanya tentang “bilakah terjadi kiamat “. Rasulullah s.a.w. menjawab yaitu: “Apabila hilang amanah, tunggulah kiamat itu. Orang itu bertanya lagi : Bagaimanakah keadaan itu berlaku ? jawab Rasulullah s.a.w. :” yaitu apabila sesuatu urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamatnya (kehancurannya).

Kepercayaan memegang amanah mempunyai peranan amat penting dalam pelbagai aspek kehidupan. Manausia sendiri sejak awal sudah diberi amanah ( kepercayaan ) oleh Allah swt, untuk menjadi khalifah dimuka bumi, misi kepercayaan yang diemban manusia tak lain adalah memakmurkan dan memelihara perdamaian di Bumi.

Namun demikian, memelihara amanah itu memang tidak mudah, bahkan sangat berat, sehingga banyak yang tidak kuat, yang akhirnya ia khianat atau ingkar terhadap amanah itu.

Allah sendiri sebenarnya juga sudah mengetahui bahwa sebagian orang sering ingkar terhadap amanah itu, sebagaimana firmannya dalam Surat Al-Ahzab( XXXIII ) ayat 72, yang artinya :

” Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,”.

Oleh karena itu sebagai seorang pemimpin / pejabat seharusnya benar-benar dapat memegang amanah, sehingga dipercaya oleh rakyat, jangan menyebarkan keraguan kepada masyarakat lebih-lebih kebohongan, karena akan menyebabkan hilangnya kepercayaan rakyat, sebagaimana sabda

Rasulullah yang artinya :  ” Jika seorang pemimpin menyebarkan keraguan dalam masyarakat, ia akan merusak mereka.” (Riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Al-hakim).

Sekarang mari kita bersama-sama menilai perilaku para pemimpin dan penguasa kita, masih adakah dari mereka yang memempunyai keempat sifat tersebut diatas atau sebagian dari keempat sifat tersebut, atau justru sudah sebaliknya.

Rasanya saat ini tiap hari yang kita rasakan hanyalah kebohongan demi kebohongan dari para pemimpin kita untuk menutupi kebohongan sebelumnya, begitu juga kemaksiatan dan kemungkaran tumbuh subur di negeri ini

Sebaliknya orang-orang yang berusaha berjalan lurus dijalan Allah selalu di hina, di caci diperlakukan tidak adil, sungguh tinggal menunggu kehancuran saja Negeri ini, dimana orang-orang fasik dihormati dan orang- orang mulia dihinakan.

Kita berdo’a dibulan suci Ramadhan ini semoga Allah memberikan yang terbaik bagi bangsa Indonesia ini kita berserah diri sepenuhnya kepada Dzat Yang Maha Kuasa, jika menurutNya Indonesia sudah waktunya ditenggelamkan kita tawakal saja, toh kita sudah membawa bekal masing-masing sesuai amal perbuatan kita di dunia ini dan kita semua tinggal menunggu pengadilan yang seadil-adilnya, yaitu pengadilan Allah di akherat nanti, tapi sendainya Allah masih menginginkan bumi Indonesia ini ada, kita tawakal saja, ini ujian bagi orang yang beriman, amien.

Penulis: R.Mintardjo Wardhani

Baca Juga:>>>NEGERI BOHONG-BOHONGAN

5 Tanggapan to “MASIH ADAKAH PEJABAT NEGERI INI YANG MUSLIM ?”

  1. Abu nabil mukarrom said

    Kriteria muslim adalah yg tunduk patuh pada syariat Alloh swt. Nampaknya ciri ini tidak/belum ada pada pemimpin negri ini. Maka tidak/belum ada satu pun penguasa negri ini yg muslim. Yg ada adalah pemimpin/penguasa SEPERTI MUSLIM alias KAFIIIRR.

  2. mintardjo said

    Sekedar tambahan,ada yang kelewatan nulis,
    Perbedaan beragama Islam dan Muslim
    Beragama Islam adalah pengakuan dari seseorang bahwa dia mempunyai agama Islam,
    Muslim adalah perilaku patuh, tunduk dan berserah diri hanya kepada aturan Allah
    Jadi bisa juga terjadi yang mengaku beragama Islam sebenarnya bukan muslim

  3. Moslim said

    Enggak usah bingung karena semua ada di cengkraman zionis israel dg pengusaha pengusaha besar primasonry>>>.Yang penting IMAN kita tak Terkoyahkan oleh tipu muslihatnya….( dajjal)>>> ( ALLAH SWT Maha mengetahui apa yang mereka perbuat!!!!!!!

  4. ali said

    indon adalah agama muslim terbesar di dunia,tapi masalahnya juga gede,orang luar geleng -geleng melihat ulah kita.sungguh kita akui negara kita adalah negara brengsek,kasus gayus dan polisi tidak aja ada di jakarta.tapi di daerah juga ada dan itu terjadi sejak dulu dan kasusnya diulang-ulang,kalau kita pikir secara serius,kita bisa stres dan darah tinggi,lalu kita setruk dan mati.yang tertawa ya….. gayus cs dan polisi brengsek.
    kalau aku bisa memilih,aku pingin hidup di negara swiss yang adem ayem,aku bisa jadi petani anggur untuk kita minum sampai mabuk dan ternak sapi untuk kita minum langsung dari putingnya.

  5. Thnx a whole lot of for this purpose! As i haven’t happen to be this amazing joyous because of a write-up for an extended time! You’ve got this, any virtually within blogging and site-building. Effectively, That you’re certainly somebody that has something to suggest that women must discover. Carry on this remarkable career. Persist in uplifting the public!

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: