KabarNet

Aktual Tajam

Top COMMENT on K@barNet

Posted by KabarNet pada 10/08/2010

PEJABAT RAKUS

Penipu pasti tertipu dirinya sendiri, pembohong hakikatnya membohongi diri sendiri. Sebodoh-bodoh manusia adalah manusia yang tidak pernah memikirkan tentang mati. Manusia yang tidak pernah memikirkan mati, mengira bahwa tidak akan ada kehidupan lagi setelah kematian di Dunia ini, sehingga kehidupan di dunia ini hanya untuk memuaskan nafsu binatang atau setan yang sudah menyatu dengan dirinya.

Mereka setiap hari yang difikir hanya bagaimana bisa memuaskan nafsu bejadnya dengan mengumpulkan harta sebanyak-banyak namun tidak peduli mana yang halal dan mana yang haram, mana yang milik dirinya dan mana milik orang lain.
Mereka tak ubahnya bagaikan binatang ternak, yang dilihat hanya rumput hijau didepan matanya, dia tidak pernah peduli pada lingkungannya, yang penting sekarang bisa makan sepuas-puasnya, bahkan tidak pernah peduli dengan dirinya sendiri. Coba kita perhatikan sapi, kambing korban yang akan disembelih, meskipun temanya sudah disembelih dan sebentar lagi tiba giliranya, mereka yang difikir masih saja rumput hijau.

Sekarang apa bedanya dengan para pejabat yang rakus, meskipun sebentar lagi akan pensiun sebagai tanda kematian sudah dekat, yang mereka fakir hanya bagaimana mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, dan mereka tak peduli uang siapa, uang Negara, uang rakyat bahkan uang orang yang kelaparan sekalipun dia sikat habis. Dia mengira bahwa yang mereka kumpulkan bisa mereka nikmati semua, ya memang waktu masih berkuasa mereka bisa makan di restoran mana saja yang mereka inginkan dengan dikawal beberapa orang pengawalnya, tapi berapa tahunkan mereka berkuasa ? bahkan kadang mereka baru sadar jika kekuasaannya akan segera barakhir.

Dan celakanya mereka-mereka yang waktu berkuasa menjadi manusia rakus (gila jabatan, gila hormat, gila harta), begitu pensiun semua akan hilang, bahkan yang mereka terima dari masyarakat justru sebaliknya, masyarakat memandangnya dengan sinis dan muak, dan kalau sudah demikian biasanya semua penyakit akan menghampiri dirinya, kencing manis, asam urat, jantung, strook, dan akhirnya hanya bisa berbaring lemas di rumah sakit dan makanpun harus pakai selang.

Kalau sudah demikian untuk apa harta yang ditumpuk waktu berkuasa ? pastinya yang jelas mereka sudah tidak bisa menikmati hasil kejahatannya, sehingga dibagi-bagilah hartanya, kepada dokter, kepada rumah sakit, kepada obat.
Mungkin juga yang lainnya dinikmati keluarganya, isterinya, anak-anaknya, namun tahukah bahwa anak-anak yang diberi makanan dari hasil kejahatan (haram) semua do’anya tidak akan dikabulkan oleh Allah dan insya Allah anak yang diberi makan dari yang haram tersebut diakhirat justru akan menuntut balik orang tuanya, karena doa’anya kepada Allah ditolak lantaran oleh orang tuanya diberi makanan dari hasil kejahatan.

Celakanya makin hari dirumah sakit, makin parah saja penyakitnya, sehingga selain untuk makan pakai selang, maka untuk bernafaspun harus dibantu dengan alat pernafasan, begitu juga aktifitas lainnya, dan kalau sudah demikian biasanya Allah akan menampakkan semua kejahatannya waktu berkuasa dan menampakkan apa balasan di akhirat nanti. Sebenarnya jika sudah demikian mereka mulai menyadari atas segala kejahatannya, namun karena kesombongan yang sudah melekat pada dirinya maka mereka tidak pernah akan meminta maaf.

Sekarang yang ada dalam dirinya hanya kesedihan yang setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari mereka rasakan sampai akhirnya tiba saatnya malaikat atas perintah Allah mencabut nyawanya, dan sebelum nyawanya dicabut maka Allah akan menampakkan tempat tinggal mereka yang kekal yaitu neraka jahanam, sehingga dalam mengahadapi kematian mereka akan mengalami ketakutan yang luar biasa.
Lantas bagaimana nasib harta hasil jarahan yang bermilyar-milyar sampai gendut dibeberapa Bank ?, ternyata oleh Allah semuanya diganti dengan kayu bakar sebagai tambahan membakar dirinya di Neraka.
Sekarang mereka baru menyadari bahwa tipu daya terhadap sesama manusia yang mereka lakukan semasa hidupnya, ternyata diakhirat tipu daya tersebut untuk dirinya sendiri.

Itulah keadilan yang seadil-adilnya dan hanya Allah lah hakim yang maha adil.

Narendra

3 Tanggapan to “Top COMMENT on K@barNet”

  1. taUbat said

    Sebaik apapun sistem dan pengawasan, tapi kalau pemerintahnya masih memberikan ruang dan kesempatan yang diberikan pada kelompok dan golongannya, Mubazirlah upaya pemberantasan korupsi, semua itu hanya slogan yang berbicara ……

    ========

    SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA

    Mohon maaf bila ada kata yang tidak berkenan.

  2. Adoel said

    Andaikan semua pemimbpin negeri ini membaca dan memahami tulisan ini, saya yaqin Indonesia akan menjadi negara yang adil makmur dan pastinya ditegakkannya syariat Islam dalam sendi-sendi kenegaraan yang akhirnya akan terbukti bahwa ISLAM ADALAH RAHMATAN LIL’ALAMIN.

  3. maria said

    Kalau hukum di negara kita masih banyak sela yang bisa dibuat untuk pelahgunaan hukum dll, kapan kita akan bebas dari korupsi. Semoga pejabat kita dibri hidayah supaya mereka sadar. Amin,,,,

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: