KabarNet

Aktual Tajam

Mau Pensiun BHD Obral Mutasi, Singkirkan Gories Mere & Densus Kumat Jualan Kecap Teror

Posted by KabarNet pada 10/08/2010

Jakarta – (KATAKAMI) Sejujurnya, keputusan Kapolri melakukan mutasi (promosi ?) kepada ratusan orang perwira tinggi dan perwira menengah Polri tanggal 5 Agustus 2010 lalu lewat Keputusan nomor KEP/479/VIII/2010 tidak sah. Mengapa disebut tidak sah ? Ya sebab saat ini Jenderal Bambang Hendarso Danuri sudah memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP).

Tiga bulan sebelum seseorang memasuki masa purna bhakti maka diberlakukan penerapan Masa Persiapan Pensiun (MPP).

BHD dilahirkan di Bogor tanggal 10 Oktober 1952. Ia pensiun tepat di hari ulang tahunnya yang ke 58 bulan Oktober mendatang. Tetapi secara admninistrasi, pemberlakukan masa pensiun untuk BHD efektif berlaku tanggal 1 November 2010.

Itu artinya mulai tanggal 1 Agustus 2010 lalu, Jenderal BHD sudah memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP).

Apakah pantas, jika seorang pimpinan yang sudah mau memasuki masa akhir kekuasaan dan kejayaannya dibenarkan menanda-tangani keputusan promosi jabatan kepada siapa saja yang ingin dipromosikannya ?

Memang, Polri memiliki Dewan Wanjak (Kepangkatan & Jabatan).

Setiap keputusan untuk melakukan promosi jabatan, kenaikan pangkat atau mutasi bagi jajaran kepolisian, harus melalui proses Wanjak ini.

Tetapi, keputusan akhir dan tanda tangan yang dibutuhkan untuk melegalkan kebijakan promosi atau mutasi tadi ada di tangan Kapolri.

Sehingga akan menjadi sangat rancu, siapa yang pantas dan siapa yang tidak pantas untuk diberikan kesempatan emas promosi jabatan atau mutasi.

Kalau dalam satu TR (Telegram Rahasia) yang dikeluarkan Kapolri dipromosikan dan dimutasikan sedikitnya 500 orang, maka bayangkan berapa ribu orang yang bisa dipromosikan dan dimutasikan oleh BHD sampai nanti ia memasuki masa pensiun ?

Busyet, bisa ribuan orang !

Bagaimana menyeleksi ribuan orang yang seakan kejatuhan durian runtuh kalau sistem permutasian dilakukan tertutup dan sepihak di tangan Kapolri ?

Kritikan ini bukan untuk menghalangi Polri melaksanakan sistem mereka dalam rangka TOUR OF DUTY, TOUR OF AREA.

Tetapi, tidak ada yang bisa memastikan apakah dari semua orang yang dipromosikan dan dimutasikan itu, memang pantas untuk diberi kesempatan emas tersebut.

Ambisi pribadi bisa jadi akan mendominasi setiap penunjukkan Kapolri terhadap para bawahan yang dipilihnya untuk diberi posisi-posisi strategis.

Jangan sampai ada UDANG DI BALIK REMPEYEK eh DI BALIK BATU !

Berdasarkan Keputusan Kapolri nomor KEP/479/VIII/2010 itu, nama-nama yang tercantun mendapatkan promosi jabatan, kebaikan pangkat & mutasi antara lain adalah :

1. Kapolda Jawa Tengah dari Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo kepada Irjen Pol Edward Aritonang.
2. Kapolda Jawa Timur dari Irjen Pol Pratiknyo diserahkan kepada Irjen Pol Badrodin Haiti.
3. Kapolda Sulawesi Selatan dari Irjen Pol Adang Rochyana kepada Irjen Pol Waenal Usman.
4. Kapolda Sulawesi Utara dari Brigjen Pol Hertian Aristarkus kepada Kombes Pol Carlo Tewu.
5. Kapolda Bali dari Irjen Pol Sutisna kepada Irjen Pol Hadiatmoko.
6. Kapolda DIY dari Brigjen Pol Sunaryono kepada Brigjen Pol Sutarsa.
7. Kapolda Jambi dari Brigjen Pol Dadang Garhadi Karnasaputra kepada Brigjen Pol Bambang Suparsono.
8. Kapolda Kalimantan Barat Brigjen Pol Erwin PL Tobing kepada Brigjen Pol Sukrawardi Dahlan.
9. Kapolda Sulawesi Tenggara Brigjen Pol Sukawardi Dahlan kepada Brigjen Pol Sigit Sudarmanto.

Sementara, 5 pejabat Mabes Polri yang diganti adalah;

1. Deputi Operasi Kapolri dari Irjen Pol S Wenas kepada Irjen Pol Soenarko.
2. Kadiv Humas Polri dari Irjen Pol Edward Aritonang kepada Brigjen Pol Iskandar Hasan.
3. Kadiv Pembinaan Hukum (Binkum) dari Irjen Pol Badrodin Haiti kepada Brigjen Pol Muji Waluyo.
4. Kadiv Telematika dari Irjen Pol Yudi Sus Hariyanto kepada Brigjen Pol Robert Aritonang.
5. Deputi Logistik (Delog) Mabes Polri dari Irjen Pol Joko Sardono kepada Irjen Pol Uid Sus Hariyanto.

Ini baru nama-nama jajaran perwira tinggi.

Belum termasuk nama-nama perwira menengah.

Tidak ada transparansi dari kebijakan soal promosi jabatan, mutasi dan kenaikan pangkat sebab biasanya akan ditutup-tutupi karena hal semacam ini dianggap sebagai rahasia institusi.

Hal semacam ini bisa menimbulkan kecemburuan sosial dan tudingan diberlakukannya sistem “GARAGE SALE” alias obral murah.

Silahkan saja memasukkan hal permutasian ini ke dalam skup rahasia institusi. Tetapi, masyarakat berhak menuntut transparansi dan asas keadilan bagi pemberlakukan promosi jabatan, kenaikan pangkat dan mutasi.

Jangan sampai ada faktor LIKE OR DISLIKE.

Jangan sampai ada faktor KEDEKATAN atau BALAS BUDI dari Kapolri kepada orang-orang terdekatnya menjelang memasuki masa pensiun.

Polri bukan milik Jenderal BHD seorang.

Disitulah dibutuhkan kontrol sosial dari parlemen, Kompolnas (Komisi Kepolisian Nasional) dan (termasuk juga) dari media massa.

Sekali lagi, apakah pantas seorang Kapolri yang sudah memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP) di izinkan membuat kebijakan dan mengeluarkan Surat Keputusan soal promosi jabatan, kenaikan pangkat dan permutasian di jajaran Kepolisian.

Yang ingin disampaikan disini, tegakkanlah asas keadilan kepada semua anggota Kepolisian.

Presiden SBY perlu memperhatikan masalah ini sebab POLRI berada langsung dibawah Presiden.

Cegah dan larang Jenderal BHD mengeluarkan lagi Keputusan Resmi soal promosi jabatan, kenaikan pangkat dan atau permutasian di kalangan POLRI pasca keputusan yang dibuatnya baru-baru ini.

Ketegasan Presiden dibutuhkan untuk mencegah RESISTENSI dari kebijakan yang dikeluarkan BHD di masa-masa akhir kekuasaannya sebagai Tri Brata 1.

Iya kalau keputusannya mempromosikan, menaikkan jabatan & memutasikan itu tidak diprotes banyak kalangan.

Bagaimana kalau ada RESISTENSI ?

Baru diumumkan hari Jumat (6/8/2010) saja, sehari kemudiannya sudah diprotes oleh Indonesian Police Watch (IPW) terkait masuknya nama-nama perwira tinggi yang tersandung kasus rekening montok (baca : Super Gendut).

“Kami memprotes mutasi perwira Polri baru lalu karena mencederai rasa keadilan masyarakat. Beberapa pemilik rekening gendut mendapat jabatan strategis seperti Kapolda,” ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, kepada detikcom, Sabtu (7/8/2010).

Lebih lanjut, Neta S. Pane mengatakan juga kepada KATAKAMI.COM (7/8/2010) bahwa Kapolri BHD memang memanfaatkan keputusan soal MUTASI ini untuk balas budi dan menyenangkan hati orang-orang terdekatnya selama ini.

Mengutip istilah dari Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri yang disampaikan di hadapan peserta Rakernas PDI Perjuangan baru-baru ini bahwa republik ini sudah menjadi republik KACAU BALAU karena banyaknya tabung gas yang MBELEDOS (meledak), Polri bukannya konsentrasi menangani masalah ini tetapi justru asyik-asyikan mau obrak pangkat dan jabatan.

Apakah itu pantas ?

Hanya dalam hitungan hari, rakyat Indonesia akan memasuki BULAN SUCI RAMADHAN.

Polri bukannya meningkatkan kinerja mereka untuk membuat situasi di tengah masyarakat ini menjadi lebih aman, nyaman, tenteram dan bebas dari TEROR MBELEDOS tadi, ini justru Kapolrinya asyik mau menaikkan pangkat dan jabatan bawahan di detik-detik akhir masa kekuasaannya.

Apakah Saudara Jenderal Bambang Hendarsi Danuri tidak punya SENSE OF CRISIS ?

Hei, buka mata kalian Polri, lihat dan saksikan penderitaan rakyat Indonesia.

Rakyat bertumbangan.

Bermatian.

Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri memang tepat sekali menggambarkan bahwa republik ini seakan sudah menjadi REPUBLIKA KACAU BALAU.

Republik Mbeledos ?

Kondisi ini sudah menjadi TEROR yang sangat menghancurkan semua tatanan kehidupan rakyat yang semakin penuh penderitaan berkepanjangan.

Enak-enakan kalian obral pangkat dan jabatan !

Rakyat lagi terteror oleh “TERORIS MBELEDOS” tadi, tiba-tiba Densus 88 Anti Teror “kambuh lagi” seperti tahun lalu yaitu mengeksploitasi penanganan terorisme untuk jadi jualan kecap di media massa.

Densus, Densus, kalian sudah mau dibubarkan, masih juga punya keberanian untuk action disana sini.

Iya kalau yang ditangkap itu memang benar-benar teroris, bagaimana kalau patut dapat diduga semua itu adalah rekayasa belakaka ?

Pakai akal dong kalau mau jualan kecap !

Mari kita analisa dari sisi psikologis terhadap kalangan radikal Islam yang mengatas-namakan jihad untuk melakukan peledakan bom di masa-masa lampau.

Kadar ke-Islaman mereka sesungguhnya sudah baik tetapi mereka kurang tepat dalam menterjemahkan misi dari jihad itu sendiri.

Kalangan radikal islam itu, sudah pasti sedang mempersiapkan diri untuk memasuki BULAN SUCI RAMADHAN.

Bulan yang penuh berkah bagi umat Islam di seluruh dunia.

Tidak akan ada umat Islam yang mau membunuh atau berbuat dosa di BULAN SUCI RAMADHAN (termasuk hari-hari menjelang RAMADHAN).

Marhaban ya Ramadhan.

Umat Islam akan mengumandangkan salam “MARHABAN YA RAMADHAN”.

Selamat datang bulan suci Ramadhan.

Jadi, jangan aneh-anehlah kalian Densus !

Persiapkan saja diri kalian masing-masing menjelang pembubaran resmi.

Dan banyak-banyaklah berdoa agar Presiden AS Barack Hussein Obama berkenan atau bisa bermurah hati memberikan bantuan kepada Polri (sesuai yang diharapkan Polri untuk cikal bakal pembentukan CRISIS RESPOND TEAM, satuan baru yang sedang dilatih di Amerika untuk dibentuk di Indonesia).

Indonesia sudah cukup babak belur dengan semua jualan kecap soal terorisme.

Presiden SBY perlu menyingkirkan Komjen Gories Mere dari Tim Anti Teror Polri.

Lucu, ada seorang perwira tinggi yang (sudah untung dikasih jabatan) sebagai Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (BNN), tetapi malah nyangsang dalam teknis pelaksanaan tugas-tugas Densus 88 Anti Teror.

Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang terpidana teroris (MUHAMMAD JIBRIL) dalam persidangannya beberapa waktu lalu, Komjen Gories Mere yang memimpin langsung penyiksaan fisik (diantaranya pemukulan brutal, ditelanjangi sampai bugil seratus persen, lalu difoto).

Pria flores yang patut dapat diduga terlibat dalam pembekingan Bandar Narkoba Liem Piek Kiong alias MONAS ini masih saja ikut melakukan investigasi dan penyidikan kasus-kasus terorisme.

Hei Gories Mere, anda pikir anda siapa ?

Anda pikir, anda jagoan paling hebat di negara ini sehingga anda merasa berhak menganiaya siapapun hingga babak belur dan wajib mengikuti kemauan anda dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus-kasus terorisme ?

Tahu diri dong anda sedikit !

Jabatan anda di BNN saja, sudah pantas untuk diganti.

Anda sudah terlalu lama bercokol di BNN dan tidak ada prestasi yang maksimal.

Tidak usah anda siksa kalangan umat Islam atas nama penanganan terorisme.

Tugas utama anda di BNN, justru tidak anda laksanakan.

Penuhi janji BNN untuk menangkap kembali Bandar Narkoba (tingkat internasional) Liem Piek Kiong yang patut dapat diduga sudah diloloskan dari jerat hukum sebanyak 3 kali berturut-turut.

Dengan kata lain perwira tinggi yang pernah dikaitkan namanya dengan dugaan kasus pencurian barang bukti narkoba 13,5 sabu tahun 2006, sudah saatnya disingkirkan dari BNN dan TIM ANTI TEROR POLRI.

Tidak pantas seorang Jenderal bintang 3 ikut campur di lapangan melakukan penyidikan dan apalagi sampai ikut memerintahkan penyiksaan fisik kepada tersangka.

Patut dipertanyakan, kalau ada polisi sebrutal ini, apakah ia memang seorang polisi atau MAFIA BAR BAR yang menyamar jadi POLISI ?

Rakyat Indonesia sudah TERTEROR oleh TRAGEDI MBELEDOS beberapa bulan terakhir ini.

Masak rakyat mau diteror lagi ?

Jangan ganggu umat Islam di negara ini untuk memasuki bulan suci Ramadhan dengan hati yang tenang.

Ya, Marhaban Ya Ramadhan, selamat datang bulan suci Ramadhan.

Hendaklah rahmat dan berkah menjelang bulan suci Ramadhan ini diberikan Tuhan kepada jajaran Kepolisian Indonesia ini supaya jangan semaunya dalam bertindak dan bertugas.

Jangan sok baik hati mengobral pangkat dan jabatan.

Jangan sok hebat dan haus pemberitaan sehingga jualan kecap (lagi) soal kasus terorisme.

Cape deh.

Mual rasanya kalau aparat di negeri ini bertindak semaunya sementara rakyat hidup dibawah tekanan dan teror kehidupan yang berkepanjangan.

Ibarat sedang bersedih hati menyaksikan penderitaan rakyat Indonesia, teringatlah kita dengan gaya penjaja barang obralan di pasar-pasar tradisional, “Seribu Tiga Seribu Tiga.

Alamak, ngeri kali !

[MS]

13 Tanggapan to “Mau Pensiun BHD Obral Mutasi, Singkirkan Gories Mere & Densus Kumat Jualan Kecap Teror”

  1. taUbat said

    Berbahagialah bagi orang2 yang Ambisius dan ABS (Asal Bapak Senang) pada kesempatan ini akan di upayakan semaksimal mungkin, juga untuk mereposisi dan mengamankan institusi ” ” (tanda kutif)

    Untuk Susno adalah patut menjadi Kapolri yang dinilai reformis …. (Masyarakat berpendapat)

  2. Narendra said

    Penipu pasti tertipu dirinya sendiri, pembohong hakikatnya membohongi diri sendiri,,
    Sebodoh-bodoh manusia adalah manusia yang tidak pernah memikirkan tentang mati.
    Manusia yang tidak pernah memikirkan mati, mengira bahwa tidak akan ada kehidupan lagi setelah kematian di Dunia ini, sehingga kehidupan di duinia hanya untuk memuaskan nafsu binatang atau setan yang sudah menyatu dengan dirinya.
    Mereka setiap hari yang difikir hanya bagaimana bisa memuaskan nafsu bejadnya dengan mengumpulkan harta sebanyak-banyak namun tidak peduli mana yang halal dan mana yang haram, mana yang milik dirinya dan mana milik orang lain.
    Mereka tak ubahnya bagaikan binatang ternak, yang dilihat hanya rumput hijau didepan matanya, dia tidak pernah peduli pada lingkungannya, yang penting sekarang bisa makan sepuas-puasnya, bahkan tidak pernah peduli dengan dirinya sendiri. Coba kita perhatikan sapi, kambing korban yang akan disembelih, meskipun temanya sudah disembelih dan sebentar lagi tiba giliranya, mereka yang difikir masih saja rumput hijau.
    Sekarang apa bedanya dengan para pejabat yang rakus, meskipun sebentar lagi akan pensiun sebagai tanda kematian sudah dekat, yang mereka fakir hanya bagaimana mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya, dan mereka tak peduli uang siapa, uang Negara, uang rakyat bahkan uang orang yang kelaparan sekalipun dia sikat habis. Dia mengira bahwa yang mereka kumpulkan bisa mereka nikmati semua, ya memang waktu masih berkuasa mereka bisa makan di restoran mana saja yang mereka inginkan dengan dikawal beberapa orang pengawalnya, tapi berapa tahunkan mereka berkuasa ? bahkan kadang mereka baru sadar jika kekuasaannya akan segera barakhir.
    Dan celakanya mereka-mereka yang waktu berkuasa menjadi manusia rakus ( gila jabatan, gila hormat, gila harta ), begitu pensiun semua akan hilang, bahkan yang mereka terima dari masyarakat justru sebaliknya, masyarakat memandangnya dengan sinis dan muak, dan kalau sudah demikian biasanya semua penyakit akan menghampiri dirinya, kencing manis, asam urat, jantung, strook, dan akhirnya hanya bisa berbaring lemas di rumah sakit dan makanpun harus pakai selang.
    Kalau sudah demikian untuk apa harta yang ditumpuk waktu berkuasa ? pastinya yang jelas mereka sudah tidak bisa menikmati hasil kejahatannya, sehingga dibagi-bagilah hartanya, kepada dokter, kepada rumah sakit, kepada obat.
    Mungkin juga yang lainnya dinikmati keluarganya, isterinya, anak-anaknya, namun tahukah bahwa anak-anak yang diberi makanan dari hasil kejahatan ( haram ) semua do’anya tidak akan dikabulkan oleh Allah dan insya Allah anak yang diberi makan dari yang haram tersebut diakhirat justru akan menuntut balik orang tuanya, karena doa’anya kepada Allah ditolak lantaran oleh orang tuanya diberi makanan dari hasil kejahatan.
    Celakanya makin hari dirumah sakit, makin parah saja penyakitnya, sehingga selain untuk makan pakai selang, maka untuk bernafaspun harus dibantu dengan alat pernafasan, begitu juga aktifitas lainnya, dan kalau sudah demikian biasanya Allah akan menampakkan semua kejahatannya waktu berkuasa dan menampakkan apa balasan di akhirat nanti. Sebenarnya jika sudah demikian mereka mulai menyadari atas segala kejahatannya, namun karena kesombongan yang sudah melekat pada dirinya maka mereka tidak pernah akan meminta maaf.
    Sekarang yang ada dalam dirinya hanya kesedihan yang setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari mereka rasakan sampai akhirnya tiba saatnya malaikat atas perintah Allah mencabut nyawanya, dan sebelum nyawanya dicabut maka Allah akan menampakkan tempat tinggal mereka yang kekal yaitu neraka jahanam, sehingga dalam mengahadapi kematian mereka akan mengalami ketakutan yang luar biasa.
    Lantas bagaimana nasib harta hasil jarahan yang bermilyar-milyar sampai gendut dibeberapa Bank ?, ternyata oleh Allah semuanya diganti dengan kayu bakar sebagai tambahan membakar dirinya di Neraka.
    Sekarang mereka baru menyadari bahwa tipu daya terhadap sesama manusia yang mereka lakukan semasa hidupnya, ternyata diakhirat tipu daya tersebut untuk dirinya sendiri.
    Itulah keadilan yang seadil-adilnya dan hanya Allah lah hakim yang maha adil.

  3. yang pantas jadi/menjabat Kapolri adalah BPk Susno duaji, n buat indenpenden untuk pengawasan yg bukan dari unusur polri sendiri aagar tidak semena2. kebatilan pasti hancur tunggu saatnya . . . . . .

  4. Pak Kapolri kita itu hebat lho,
    Cobat dengarkan kalau sudah bicara tentang teroris, seakan-akan apa yang diomongkan itu bener semua, tapi tentunya pendengarnya orang bodoh dan mau dibohongi, termasuk adanya aliran dana dari A, B, C dlll
    Tapi kalau ditanya rekening Gendut para petinggi Polri, wah itu jangan ditanya, jawabnya pasti singkat, sudah selesai jangan diungkit lagi,,
    Tapi jangan gembira dulu, sebentar lagi kamu akan diseret menghadapi pengadilan Allah, dimana manusia tidak akan bisa berbohong lagi, mulut manusia tidak akan bisa bicara lagi, tangan, kaki, mata lah yang akan bicara jadi saksi dan itu pasti terjadi, pengadilan yang seadil-adilnya

  5. CAPLIN said

    Kapan ya SD bisa jadi Kapolri ?
    KAPOLRI IDAMAN RAKYAT INDONESIA
    Gitu loh ….

  6. fans said

    S2G

  7. prabu airlangga said

    excellent

  8. budo said

    Setoran Kecap Yang DI MUTASI ama naik berapa pa BHD??? emang bEYe minta berapa sih???

  9. sinder said

    UNTUK JADI KAPOLDA MINIMAL 100JT SETOR KE KAPOLRI….
    SILAHKAN PIKIR SENDIRI….
    KENAIKAN PANGKAT BINTANG 50JT
    KENAIKAN PANGKAT KOMBES 25-30JT

  10. Juned said

    BHD memang KAPOLRI Besutan Zionis Yahudi…

    Lihat aja si DENSUS 88 > dari gaya dan cara membunuh rakyat indonesia yang notabene islam mayoritas,,, pada di bunuh – bunuhin semua !!!!
    Masyarakat Islam/Muslim di bantai lagi,, di bunuh lagi,, di tembak2ini tanpa ada proses hukum yg jelas dan transparan???

    Apa benar orang2 islam yg beragama dan beriman ketika berjuang demi islam di katakan TERORIS??? Apakah Nabi saw melarang dan menentang JIHAD???
    Hanya IBLIS dan YAHUDI (densus 88) saja yg menentang JIHAD !!!!

    Seperti Zaman Orba (Suharto) saja, lagi2 Umat Islam yg di bantaiiiiiiiii dan di bunuhhhhhhhhh,,, kenapa orang2 Arab/Timur tengah tidak di bunuh??????
    bukankah islam dari arab/timur tengah???? bukankah islam dari bumi mekah dan madinah??? apakah karena anda (densus 88) orang paling benar dan baik di indonesia??? Apakah anda (densus 88) orang paling suci di dunia???
    Lihat dan Tengok kelakuan densus 88 !!!! Mereka suka maen cewek,, mereka suka mabok/miras,,,maen ke diskotik,,, apa mereka pada shalat semua n suka ke mesjid??? Na’udzubillah.

  11. pengecut said

    kalian semua pengecut, cuma brani komen disitus, angkat senjata donk, basmi tuh si peneror umat!
    OMDO!

  12. Anonim said

    tulisan sampah,isinya obyektif semua,yg komen jg sampah..
    pake otak kalo emang ada otak,komen scara obyektif..
    seakan akan kalian emosi teroris disiksa gitu?coba kalo kluarga lo yg kena korban pasti ngomongnya laen..jgn bawa agama dlm hal teroris,kena teroris tak beragama.islam tak mengajarkan kekerasan,tak ada agama yg benar yg mengajarkan kekerasan (islam salah satunya),jadi gk usa emosi kl teroris diperlakukan serperti itu,krna mereka layak mendapatkan itu..
    terkait kekuasaan goris mere,penulis benar tapi tak semuanya..gak usa diliat dari sisi agamanya (goris mere kristen atau non muslim),cukup dari tindak tanduknya saja..
    laen kali dek,kalau mau menulis yang berkualitas jgn pernah membawa agama seseorang,cukup subyektifnya aja..apa fakta di lapangan dan buktinya masukkan dalam tulisanmu..dan skali lagi agama itu bukan suatu fakta tapi suatu anugrah bagi seseorang untuk mempercayainya..

  13. ikwan said

    setuju Anonymous 100 % jangan bawa agama melihat tingkah prilaku seseorang

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: