KabarNet

Aktual Tajam

Markas Misionaris ‘Kristenisasi’ Digerebek

Posted by KabarNet pada 28/07/2010

MEULABOH – Petugas Wilayatul Hisbah (WH) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Aceh Barat, Senin (26/7) pagi, menggerebek satu rumah kontrakan di Jalan Merdeka No.3 Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, yang selama ini diduga menjadi “markas” misionaris asal Sumatera Utara (Sumut) dalam melancarkan aksi pemurtadan dan pembelokan akidah di daerah itu. Dalam penggerebekan tersebut, petugas terpaksa membongkar pintu rumah pada bagian kanan samping, karena rumah yang dikontrak hingga 2012 mendatang itu dalam keadaan terkunci dan ditinggalkan oleh penyewanya setelah aksi pemurtadan dan pembelokan akidah yang cukup meresahkan ini diketahui warga setempat.

Setelah berhasil membobol pintu, petugas yang turut ditemani pemilik rumah, langsung melakukan penggeledahan ke seluruh isi rumah termasuk di lantai dua. Dalam penggeledahan ini, petugas WH dan Satpol PP menemukan sejumlah bukti, yang semakin menguatkan dugaan bahwa rumah yang dikontrak atas nama Nurlela Sitepu itu dijadikan sebagai “markas” misionaris.

Bukti-bukti yang ditemukan itu antara lain satu buah palang salib, satu buah kitab Injil, dua kitab Zabur, kitab tanpa agama, buku bacaan Isa Almasih sebanyak 60 buah, 10 kaset tape rocorder, 45 keping DVD, 53 lembar doa untuk nabi Isa, serta sertifikat baptis atas nama Nurlena. Petugas juga menemukan bukti dan dokumen keterlibat seorang warga negara asing (WNA) berkebangsaan Amerika Serikat (AS) dan keluarganya, yang sudah diusir warga setempat sejak isu misionaris dan aksi pemurtadan itu merebak di tengah masyarakat.

Keterlibatan pihak asing
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh Barat, H Teuku Ahmad Dadek SH kepada wartawan, kemarin mengatakan, berdasarkan bukti yang mereka dapatkan di rumah yang dikontrakkan oleh Nurlena Cs tersebut, pihaknya telah menemukan fakta bahwa warga AS yang sebelumnya diusir itu memang ada kaitannya dengan dugaan misionaris yang berhasil diungkap. Namun menyangkut sejauhmana keterlibatan pihak asing tersebut, ia mengaku harus mendalaminya terlebih dahulu.

Pasalnya, kata Dadek, selain menemukan dokumen penting yang menyatakan hubungan kerja antara Nurlena Cs bersama warga AS itu, lembaga maupun naungan yayasan yang turut menggelar misi di Aceh Barat tersebut, merupakan lembaga agama nonmuslim serta lembaga yang diduga akan mengembangkan agamanya di Aceh Barat.

Yang lebih memprihatinkan lagi, ungkap Dadek, yayasan yang merupakan tempat bekerja warga asing itu kantornya atau wilayah kerjanya itu justru terdapat di Kota Banda Aceh, Blang Pidie, serta Kabupaten Simeulue. Dan tak tertutup kemungkinan, sejumlah kabupaten lainnya juga telah disusupi oleh warga asing serta misionaris lainnya, guna mencari warga muslim sebagai pengikut agama mereka.

Amankan sejumlah KTP
Pihaknya juga ikut menemukan sejumlah berkas berupa fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) di rumah kontrakan itu, namun identitas yang kini telah diamankan tersebut masih harus ditelusuri, apakah KTP warga itu adanya keterkaitan dengan misionaris atau apakah telah dimurtadkan, pihaknya belum bisa menjelaskan hal itu.

“Lembaga tempat bekerja para misionaris ini memang jelas tujuannya sebagai kristenisasi, karena yayasan maupun sponsornya adalah Yayasan Baptis Indonesia, dengan alamat kantor pusatnya di Jakarta serta memiliki jaringan di luar negeri,” tambah Dadek. Ahmad Dadek juga menceritakan bahwa upaya pemurtadan dan pembelokan akidah pernah terjadi di Meulaboh, Aceh Barat, pada 1965 silam. Namun, karena masyarakat muslim setempat yang begitu sensitif, akhirnya peristiwa itu berubah menjadi kerusuhan antarumat beragama. “Jadi, bagi warga asing atau warga luar Aceh yang nonmuslim, tolong agar tidak mengembangkan paham agamanya kepada warga kami di sini,” katanya mengingatkan.

Setelah mengamankan keseluruhan barang bukti dan adanya penandatangan berita acara serah terima dengan pemilik rumah, barang bukti dimaksud hingga kini telah diamankan di Markas WH Aceh Barat guna pengusutan lebih lanjut. “Kami terus menyelidiki kasus ini, karena masih sangat banyak bukti yang harus dipelajari guna mengungkap semua fakta,” pungkas Kasatpol PP dan WH Aceh Barat itu.
_________

Pemberi Fasilitas pun Perlu Diusut

BIREUEN – Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas pemurtadan dan pendangkalan akidah di Aceh Barat yang kasusnya terkuak . Pengusutan juga dimaksudkan untuk mengetahui modus operandi para misionaris tersebut, sehingga ke depan bisa diantisipasi sejak dini.

Selain itu, Gubernur Irwandi menekankan agar pihak yang memberikan fasilitas untuk terlaksananya misi pemurtadan alias kristenisasi itu juga perlu diusut agar hati masyarakat Aceh tenang dan tidak terjadi lagi hal serupa nantinya.

Ditanyai Serambi seusai menutup Porprov XI di Stadion Cot Gapu Bireuen, Senin (26/7), Irwandi Yusuf mengaku kasus yang terjadi di Aceh Barat itu sangat mengagetkannya maupun semua pihak terkait di Aceh. “Saya sangat kaget. Mungkin sudah lama mereka lakukan upaya pemurtadan itu dengan sistem kerja yang sangat rapi,” kata mantan pengatur strategi dan propaganda Gerakan Aceh Merdeka ini.

Yang tak kalah pentingnya diungkap, menurut Irwandi, adalah modus operandi yang dilakoni para misionaris yang kabarnya berkebangsaan Amerika Serikat dan sebagiannya WNI asal Sumatera Utara itu. Irwandi juga berharap agar masyarakat Aceh mempercayakan pengusutan kasus ini kepada aparat penegak hukum, sehingga tidak perlu ada tindakan main hakim sendiri di lapangan.

Sangat ekstrem
Dosen Sosiologi Fakultas Hukum Unsyiah Banda Aceh, Saifuddin Bantasyam SH MA menilai, pendangkalan akidah yang membuat tiga muslimah pindah ke agama lain seperti di Aceh Barat itu, haruslah dipandang sebagai peristiwa yang sangat ekstrem atau luar biasa. Oleh karenanya, harus diatasi dengan cara-cara yang luar biasa pula atau dengan cara-cara yang komprehensif.

Cara-cara yang hanya bersifat tradisional, semacam mengintensifkan dakwah kepada masyarakat, menghukum mereka yang murtad, atau mensyahadatkan kembali mereka, hanyalah serangkaian langkah antisipatif yang harus dilengkapi dengan langkah atau pendekatan-pendekatan lainnya yang lebih menyeluruh.

Pendekatan komprehensif yang dimaksudkan Saifuddin meliputi pendekatan sosial ekonomi, hukum, politik, agama, dan psikologi. Menurut Saifuddin, dalam peristiwa yang semacam itu, “gambar atas” yang mencuat belum tentu sebagaimana yang muncul belakangan ini. Misalnya, ada misionaris, ada janji-janji, lantas beberapa orang pindah agama. “Itu yang tampak di permukaan. Karena itu saya sarankan agar dipelajari juga dengan saksama hal-hal yang saya sebut sebagai hal yang berada di belakang layar,” kata akademisi yang juga Direktur Eksekutif Yayasan Peduli Hak Asasi Manusia (YPHAM) ini.

Hal-hal yang di belakang layar itu, sebut Saifuddin, misalnya, soal kondisi kehidupan sosial ekonomi ketiga perempuan yang murtad tersebut dan keluarganya, pendidikan yang ditempuh selama ini, juga kondisi lingkungan di mana mereka tumbuh dan berkembang. “Keputusan tersebut keputusan besar, karena itu sangat mungkin ada sesuatu yang mendorong mereka pindah agama. Kemiskinan salah satunya atau kedangkalan ilmu pengetahuan agama adalah penyebab lain,” urai Saifuddin.

Pengamat masalah sosial ini menambahkan, perlu juga dikaji kemungkinan adanya orang-orang setempat atau pihak ketiga yang mengambil keuntungan materiil atas peristiwa ini. “Dengan kata lain, apa ini adalah kejadian yang bersifat tunggal? Tidak tertutup kemungkinan ada perantara antara misionaris dengan ketiga gadis tersebut,” ucap Saifuddin.

Dia juga bertanya sejauh mana sebenarnya pemerintah provinsi atau kabupaten/kota mengetahui persis tujuan dan target dari berbagai organisasi kemanusiaan atau organisasi lainnya yang datang dari luar Aceh dengan dalih menjalankan misi kemanusiaan di Aceh. “Jangan-jangan selama ini memang tak ada satu mekanisme atau komunikasi apa pun yang terjalin antara LSM-LSM yang semacam itu dengan pemerintah daerah. Karena itu, perlu ada tinjauan ulang atas masalah ini. Harus ada pengetahuan, harus ada batas-batas terhadap operasional LSM atau lembaga donor, tanpa melupakan aspek kemanusiaan. LSM-LSM atau donor harus menghargai hak-hak dan budaya lokal,” kata Saifuddin sambil menambahkan bahwa penegakan hukum menyangkut kasus tersebut perlu diperkuat, namun tetap mengacu kepada keadilan.

Menurutnya, hal-hal yang di belakang layar tadi perlu dipelajari agar diperoleh suatu solusi komprehensif atas masalah murtadnya tiga penganut agama Islam di Aceh Barat itu. “Dengan demikian, maka akan terhindar pula dakwah dengan kekerasan sebagai solusi. Jika perlu, bupati, para camat, dan MUI, kandepag, DPRD, dapat kiranya melakukan pertemuan untuk membahas solusi yang tepat dan efektif,” Saifuddin bersaran.

Perkuat akidah
Sementara itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Barat Daya (Abdya), Tgk H Abdurrahman Badar meminta kelompok majelis taklim mengambil peran yang sungguh-sungguh untuk memperkuat akidah umat Islam di Aceh, khususnya di Aceh Barat. Soalnya, fakta yang terungkap menunjukkan tiga pemeluk Islam di kabupaten itu menjadi sasaran pemurtadan dan pendangkalan akidah.

Permintaan itu dia sampaikan dalam pertemuan sepuluh kelompok Majelis Taklim (MT) dari Kabupaten Abdya dan Kabupaten Nagan Raya di bawah Pimpinan Tgk Ismail (Abon) di Musala Al-Ikhlas, Desa Kepala Bandar, Kecamatan Sosoh, Abdya, Senin (26/7). Perlu diingat, kata Tgk Abdurrahman Badar, pemeluk agama tertentu tetap tidak senang terhadap Islam, lalu secara terus-menerus mereka lakukan upaya pendangkalan akidah dengan memanfaatkan kondisi sosial pemeluk Islam. “Serangan seperti itu harus dibentengi dengan keimanan yang kuat. Dalam hal ini, majelis taklim di kampung-kampung perlu mengambil peran secara nyata,” kata Tgk Abdurrahman.

Syekh Tgk Abdussalam al-Ghaliby, Pimpinan Dayah Darul Ulumuddiniyah, Desa Rambong, Abdya meminta umat Islam di Aceh harus waspada tinggi terhadap upaya pendangkalan akidah yang dilakukan misionaris Kristen atau agama lainnya di Aceh.

Tgk Ismail (Abon) dari Dayah Darul Ulumuddiniyah, Desa Rambong, selaku pimpinan majelis taklim menjelaskan, pertemuan yang dilaksanakan itu dihadiri sepuluh majelis taklim di bawah pimpinannya yang tersebar di Abdya dan Nagan Raya dengan jumlah peserta tak kurang 300 jemaah. Tujuan pertemuan pertama di Musala Al-Ikhlas, Desa Kepala Bandar (Ulee Lhueng), Susoh, Abdya itu adalah untuk memperkuat syiar Islam, terutama dalam menyambut Ramadan 1431 Hijriah. [Serambi News]

20 Tanggapan to “Markas Misionaris ‘Kristenisasi’ Digerebek”

  1. ismet harius said

    ini adalah imbas dari ke gagalan negara dalm mensejahterakan rakyatnya karna klu kita porsentasikan 90% wrga muslim yang murtad adalah masyrakat miskin, Faktor ekonomi sangat dominan dalam pemurtadan tsb…bahkan kecendrungan kaum misionaris merekrut anak2 dari kalangan tidak mampu…jdi tidak ada yang mesti di salahkan tpi yang perlu membentengi diri dan keluarga dari godaan kehidupan duniawi dan mendekatkan diri kepada Allh swt…

  2. fair dude said

    Kenapa kalau ada pemeluk Islam pindah Kristen, banyak pihak yang kebakaran jenggot dan menjadi blingsatan nggak karuan ? Sedangkan kalau ada pemeluk Kristen yang pindah Islam, nggak ada yang protes dan blingsatan.
    Dari kejadian2 diatas, orang SEHAT bisa menilai siapa yang SEHAT dan siapa yang GILA.

  3. tuxlin said

    @Fair Dude
    egak gila sih kalo smua itu tanpa paksaan dan gak pake iming2 duit…saya pribadi gak protes kalo ada orang murtad karna keinginanya sendiri, tapi kalo udah pake jalur duit, cuci otak dll… ya udah beda tanggapanya.

  4. ady azzumar said

    islam adalah agama Syumul (Universal)
    mestinya orang non muslim itu yang nggak paham dengan tuhan yang ia sembah. aku bisa loh buat patung untuk kalian sembah. oalaaaaaaaahhhh pie toh.

  5. corpus said

    @Ady Azzumar
    nah ini neh contoh orang yg ga universal … katanya memeluk agama syumul (universal) tp koq orgnya berpikiran dangkal kyk gini.
    -di gereja mmg ada salib dan patung
    -di klenteng dan vihara juga ada patung.
    tp bukan berarti kita menyembah dan mengelu-elukan patung tsb sebagai sosok Tuhan/Allah.

  6. ali said

    kenapa TUHAN kalian org KAFIR mau DIUMPAMAKAN sama patung? kalian lihat tuhan orang MUSLIM tidak dpt dilihat tp bisa DIRASAKAN…kalian pingin merasakanNYA kalian harus beriman dulu…
    orang islam kl masuk kristen pasti diimingi dengan beras,sembako,pakean bekas, bahkan lebih sadis pake cuci otak segala alias pendangkalan akidah, dsb. coba perhatikan org kaifr kl masuk islam pasti dengan

  7. ali said

    pemikiran yang panjang……kami umat muslim tidak akan membiarkan PEMURTADAN WAHAI ORANG KAFIIIIIIRRR…………..

  8. 'arief said

    Di bawah hukum positif Indonesia, semua agama punya hak yg sama untuk berkembang. Bner gak ya ?
    Kalo terbukti ada pemaksaan, nah mungkin ada pasal yg bisa menjeratnya (meibi :s )

  9. okto hoseanto said

    org kristen bukan menyembah patung tpi hnya menghargai dan menghormati sosok yg membawa keselamatan sebelum dan sesudah kematian. Jadi apa bedanya dgn mnghormati bendera merah putih, kan sama2 menghormati, toh kalian
    mnghormmatinya juga kan??. dan akuilah klo isa almasih (yesus kristus) merupakan sosok penyelamat yg ada tertulis di Al-quran. jadi berfikirlah lbih positif dan trbuka, plih yg mana?? sosok yg mmbwa kselamtan ataw hnya sosok jelmaan yg tdk jelas?????????????

  10. suranto baroes said

    gejek kena lalap e, kugeleh kena kari asa bubuta kena. ula mbuesa ngerana ko pengkah, retap ko kari krina. aku e perbegu, la ko mbiar teli???
    nggo ku kataken ula kena gejek, ku santet kena jenda nari. ula lupa ya, kataken nande ras bapam maka teh na ise situhu ras ise si nokoh. jadi gundari ngerentek ras dibata kena sinokoh e, menggo pal??? adi nggo medem kena yah……….. wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk

  11. master chi said

    okto hoseanto

    nada mengatakan
    “org kristen bukan menyembah patung tpi hnya menghargai dan menghormati sosok yg membawa keselamatan sebelum dan sesudah kematian.”

    komentar saya
    ajarn kristen sgt beragam, ada yang menganggap yesus itu Tuhan, anak Tuhan, dan ada juga yang menganggap yesus hanya orang biasa.

    komentar anda tidak mewakili seluruh keyakinan orang kristen, karena dari komentar anda orang akan berfikir bahwa anda bukan penganut trinitas, yakni yesus adalah bagian dari tuhan (part of god) ada tuhan bapa (alah), tuhan anak (yesus), dan roh kudus (gabriel).

    karena mayoritas kristen khususnya di Indonesia menganut sistem trinitas, maka pantaslah orang non kristen mengatakan orang kristen menyembah yesus, karena yesus adalah part of god.

    anda mengatakan
    “dan akuilah klo isa almasih (yesus kristus) merupakan sosok penyelamat yg ada tertulis di Al-quran. jadi berfikirlah lbih positif dan trbuka, plih yg mana?? sosok yg mmbwa kselamtan ataw hnya sosok jelmaan yg tdk jelas?????????????”

    komentar saya
    1. yesus tidak sama dengan Nabi Isa as, yesus bukanlah Nabi Isa as, karena dalam pandangan kristen, yesus mati di tiang salib, sedangkan dalam Al-Qur’an Nabi Isa as diselamatkan oleh Allah SWT

    2. yesus membawa keselamatan?
    hal ini pantas diperherankan, mengapa? karena yesus membawa keselamatan bagi siapa? yesus sendiri mati.

    mati untuk menebus dosa umatnya?
    itu kan hanya ada dalam ajaran kristen saja, tidak dalam agama lain. satu orang mati dapat menebus dosa seluruh umatnya, hanya dalam ajaran kristen semata.

    dan yang anehnya tuhan mati?
    kacau balaulah dunia.

    berpikirlah, jangan “asal ikut-ikutan”

    arief yang saya hormati
    saya setuju dengan anda

    setiap agama boleh berkembang, dan apabila ada pemaksaan wajib ditindak.
    saya hanya sedikit menambahkan apabila ada
    1. pemaksaan,
    2. penipuan (misalnya melalui perkawinan (masuk Islam, setelah punya anak,, pindah ke kristen lagi), pembaptisan di RS, pembaptisan melalui air yang semua orang yang dibaptis tidak sadar bahwa mereka sedang dibaptis, dll)
    3. pemalsuan Al-Qur’an/mencetak Al-Qur’an palsu
    4. pmbagian injil kepada umat agama lain, dll

    maka wajib ditindak

  12. ALIEN said

    Berbicara soal orang yang dimurtadkan dalam keadaan tidak tahu atau terpaksa, maka Allah SWT telah memberikan petunjuk kepada kita umat Islam dalam surat An-Nahl ayat 106, yang artinya :

    Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), KECUALI ORANG YANG DIPAKSA KAFIR PADAHAL HATINYA TETAP TENANG DALAM BERIMAN (DIA TIDAK BERDOSA), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar,

    Jadi walaupun ada jutaan muslim sekalipun yang dalam keadaan tertentu menjadi TIDAK SADAR atau MERASA TERPAKSA dimurtadkan oleh siapapun, misalnya karena pemurtadan yang terjadi karena proses perkawinan yang terpaksa atau hamil di luar nikah tanpa mengetahui adanya perbedaan keyakinan, maka sejauh di dalam sanubarinya tetap Islam apalagi bila tetap disertai dengan ketaatannya Rukun Iman dan Rukun Islam, maka akhlak dan keimanan mereka tetap Islam di mata Allah SWT.

    Mengapa ?

    Karena sesuai dengan firman Allah SWT di atas, maka Allah SWT telah memberikan petunjuk kepada kita bahwa dosa muslim yang dimurtadkan karena terpaksa atau ketidaktahuannya itu telah diampuni sejauh mereka sebenarnya tetap tenang dalam beriman kepada Allah SWT alias tetap Islam. Jadi sebenarnya bisa dikatakan bahwa acara pemurtadan terhadap muslim yang terjadi seperti ini, yakni yang terjadi karena ketidaktahuan atau keterpaksaan belaka alias bukan karena kesadaran, kemauan dan kerelaannya sendiri, maka akan menjadi pekerjaan yang sia-sia belaka bagi si pelaku pemurtadan, karena korbannya tetap berakhlak Islam di mata Allah SWT. Alhamdulillah !

    Intinya, sebagai warga negara NKRI yang menjunjung tinggi perdamaian dan kerukunan hidup beragama dalam kebhinekatunggalikaan, maka muslim Indonesia tidak perlu istilah kebakaran jenggot seperti yang dikatakan rekan-2 di atas, karena sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat An-Nahl ayat 106 di atas sikorban pemurtadan pada hakekatnya tetap Islam di mata Allah SWT, apalagi jika sikorban mereka kembali telah sadar atau berhasil keluar dari sifat keterpaksaannya itu. Itulah sifat Allah SWT Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

    Ibarat jual beli, maka biarpun kita tertipu atau dipaksa beli oleh sipenjual sekalipun tapi kalau dalam hati kita aknhinya menyadari tetap gak suka sama barangnya, maka tetap saja kita atau orang tidak bisa mengatakan bahwa kita menjadi fans barang tersebut, betul ? Jadi jalani saja kehidupan ini dengan tenang dan damai, gak perlu kebakaran jenggot, karena Allah SWT jauh lebih mengetahui (bersifat Maha Mengetahui) daripada hamba-2-Nya tentang mana yang benar dan mana yang salah.

  13. master chi said

    alien yang saya hormati

    dari gaya bicara anda anda mengapa tenang saja saudara anda dikristenisasi?
    padahal para ulama, kyai, ustadz berusaha sekuat tenaga untuk membentengi aqidah umat?

    betul memang betul apabila aqidah seorang muslim yang dipaksa atau ditipu untuk masuk kristen adalah masih Islam, namun karena karena ia sudah dianggap kristen oleh orang-orang kristen dan ia wajib menjalankan ritual kristen.

    dan apabila murtadin tadi semakin lama semakin terbiasa dengan agama barunya (kristen) bahkan bangga dengan kristen, lalu kalau sudah begini siapa yang mau tanggung jawab? apakah anda berani bertanggung jawab?

    dalam UU kita juga ada MEMELUK SUATU AGAMA DIDASARI ATAS DASAR KEBEBASAN BUKAN BERDASARKAN PEMAKSAAN/PENIPUAN
    silakan baca UUD 1945 pasal 29 ayat 2.

  14. ALIEN said

    @Master Chi,

    Saya juga sependapat dengan anda bahwa upaya-2 pemurtadan dalam bentuk apapun dan oleh siapapun mesti sama-sama kita cegah sebagai sesama muslim. Namun demikian sesuai firman Allah SWT dalam surat An-Nahl ayat 106, yang artinya :

    Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), KECUALI ORANG YANG DIPAKSA KAFIR PADAHAL HATINYA TETAP TENANG DALAM BERIMAN (DIA TIDAK BERDOSA), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar,

    Kita mendapatkan petunjuk bahwa apabila setelah kita mengingatkan dan menasehati mereka yang terlibat pemurtadan dengan penuh kesabaran itu tetap menjalankan aksinya, maka alangkah baiknya penanganan selanjutnya diserahkan kepada pihak yang berwenang sesuai dengan ketentuan dan hukum yang berlaku untuk mencegah terjadinya aksi-2 anarkhisme yang langsung tidak langsung bisa merusak citra Islam itu sendiri sebagai satu-satunya agama yang diridhoi oleh Allah SWT.

    Secara logika jika Allah SWT telah berfirman demikian dalam ayat di atas, maka Allah ingin agar hamba-2-Nya yang beriman setelah mengetahui peristiwa pemurtadan itu dan mencegahnya dengan mengingatkan dan menasehati belum maksimal hasilnya, maka tidak kebakaran jenggot apalagi hingga melakukan aksi-2 yang justru merugikan Islam sendiri sebagai agama yang diridhoi Allah SWT, karena Allah SWT pun tidak serta merta menilai hamba-2-Nya yang menjadi korban pemurtadan itu sebagai seorang yang murtad. Artinya Allah SWT tetap memberikan kesempatan kepada umat Islam untuk mengingatkannya sikorban untuk kembali ke jalan yang lurus sebelum menjadi murtad betulan.

    Jadi brother, saya juga amat sependapat jika lebih baik sebagai sesama muslim bisa mencegah sebelum mengobati. Namun upaya pencegahan itu seyogyanya tidaklah harus menjadikan Islam itu bertindak diluar ajaran Islam sendiri, bukan ? Karena agama kita mengajarkan selama masih bisa diingatkan atau dinasehati secara baik-baik, maka umat Islam harus berlaku baik terhadap siapapun.

    Maaf jika salah.

  15. ALIEN said

    Master Chi :
    dari gaya bicara anda anda mengapa tenang saja saudara anda dikristenisasi? padahal para ulama, kyai, ustadz berusaha sekuat tenaga untuk membentengi aqidah umat?

    Komen saya :
    Saudaraku Master Chi yang juga saya hormati,
    Kalau semata mengikuti kata hati atau perasaan, tentu saja saya juga sebagai sesama muslim amat tidak tenang sama seperti anda, para ulama, kyai dan ustad. Selain itu juga sebagai sesama muslim, saya juga berpendapat sama seperti mereka bahwa upaya-2 pemurtadan harus segera dicegah karena membahayakan akhidah umat Islam yang terancam dosa besar yang dilaknat Allah SWT dan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku di NKRI. Namun di jaman sekarang ini, kita juga harus waspada bahwa tidak sedikit pihak-2 tertentu yang berupaya memanfaatkan upaya-2 mulia umat Islam dalam menjaga dan menegakkan agamanya ‘dalam arti negatif’, yakni menjadikannya sebagai alat propaganda yang bisa menyudutkan citra Islam sendiri, misalnya anarkhislah, fundamental, mainstreamlah dan sebagainya. Bagaiman menurut anda ?

    Master Chi :
    betul memang betul apabila aqidah seorang muslim yang dipaksa atau ditipu untuk masuk kristen adalah masih Islam, namun karena karena ia sudah dianggap kristen oleh orang-orang kristen dan ia wajib menjalankan ritual kristen.

    dan apabila murtadin tadi semakin lama semakin terbiasa dengan agama barunya (kristen) bahkan bangga dengan kristen, lalu kalau sudah begini siapa yang mau tanggung jawab? apakah anda berani bertanggung jawab?

    dalam UU kita juga ada MEMELUK SUATU AGAMA DIDASARI ATAS DASAR KEBEBASAN BUKAN BERDASARKAN PEMAKSAAN/PENIPUAN
    silakan baca UUD 1945 pasal 29 ayat 2.

    Komen saya :
    Master Chi apa yang anda katakan di atas adalah menunjukkan kondisi dimana sikorban pemurtadan tadi berada dalam kondisi yang saat itu tidak berdaya atau terpaksa dengan alasan tertentu. Nah selama ia belum terbebas dari kondisinya itu, maka sesuai dengan ayat di atas Allah SWT memberikan petunjuk bahwa umat islam tidak harus menjadi kebakaran jenggot, karena selama si korban pemurtadan itu sadar atau bisa diingatkan bahwa ia tertipu dan dihatinya tetap menjadikan Islam sebagai agama yang dipeluknya, maka sesama umat Islam masih punya kesempatan untuk terus mengingatkannya dan menasehatinya agar ia bisa kembali ke jalan yang lurus, yang otomatis bisa keluar dari kondisinya yang mengajaknya murtad tersebut.

    Intinya makna surat An-Nahl ayat 106 ini adalah bahwa kita sebagai umat Islam tidak boleh langsung mencap atau mengatakan saudara kita yang terindikasi menjadi korban pemurtadan itu telah menjadi murtad begitu saja tanpa mengetahui sebab-musabab dan kondisi yang dihadapinya, melainkan harus menanyakannya terlebih dahulu dan mengingatkannya segera keluar dari kondisi yang membahayakan keimannya tersebut. Jika setelah diingatkan ia tidak mau kembali, berarti secara sadar memang ia telah memutuskan untuk menjadi murtad dan selanjutnya tentu saja kembali menjadi urusan dia dengan Sang Khalik tentunya. Tapi brother, setidaknya sebagai sesama musliam kita sudah berusaha mengingatkannya dan menasehatinya sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW, dan kita tidak ikut terkena dampak dosanya, bukan begitu.

    Mengenai sikap terhadap sipelaku pemurtadan, tentu saja alangkah baiknya kita serahkan kepada hukum yang berlaku di Republik ini, agar terhindar dari aksi-2 yang bisa menjadi bumerang bagi umat Islam sendiri. Di sisi lain kita sebagai umat Islam memang harus selalu mempertebal keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT dan terus mengingatkan saudara-2 kita seiman dari bahaya aksi pemurtadan yang juga melanggar pasal 29 ayat 2 UUD 1945 ini. Thanks brother atas masukan-2nya.

  16. We are normally in order to wordpress blogging and i really many thanks for article content. Released has really highs a consideration. I’ll bookmark your items your websites not to mention sustain keeping track of moms and dads facts.

  17. Obvious a very good examine and i certainly figure out precisely where you happen to be based on from the 4 . sentence or two. Amazing post, I’ll without a doubt look into the different posts.

  18. slamet gunawan said

    kita hrs hati2 dan waspada

  19. Anonim said

    Org yg diluar islam tdk pernah dipaksa harus masuk islam…tapi jangan lah org islam dipaksa masuk ke selain islam…

  20. kredit mobil bekas

    Markas Misionaris ‘Kristenisasi’ Digerebek « KabarNet

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: