KabarNet

Aktual Tajam

Hanung, Kau Keterlaluan: Pesantren dan Kiyai Begitu Kau Burukkan…….

Posted by KabarNet pada 28/06/2010

Wawancara Dengan Tokoh Sastrawan Taufik Ismail.

Tampaknya bangsa ini tidak kapok-kapok dengan sepak terjang kaum Komunis yang telah membunuh 100 juta manusia di 76 negara seluruh dunia selama 74 tahun kekuasaannya (1917-1991), atau 1,350 juta orang pertahun atau 3.702 orang perhari, sebagaimana disebutkan Taufiq Ismail dalam bukunya “Katastrofi Mendunia, Marxisma, Leninisma, Stalinisma, Maoisma dan Narkoba”.

Sementara di Indonesia kaum Komunis telah dua kali menggerakkan kudeta (1948 dan 1965) yang akhirnya gagal total.

Meski tindakannya selalu brutal dan menghalalkan segala cara, ternyata masih ada manusia Indonesia yang menjadi pengagum Komunisme bahkan berusaha memperjuangkannya melalui film-film yang selama ini dibuatnya, seperti yang dilakukan sutradara muda, Hanung Bramantyo, suami aktris Zaskia Adya Mecca, yang merupakan istri keduanya setelah ribut di Pengadilan Agama dengan istri pertama. Adapun film garapan Hanung yang sangat kental bau Komunisnya sekaligus Sepilis (Sekularis, Pluralis dan Liberalis) serta menghina Islam adalah Perempuan Berkalung Sorban (PBS). Saking kagumnya dengan Komunis, sampai-sampai ringtone hand phone Hanung bernada lagu khas Gerwani PKI, Genjer-Genjer. Hanung juga pernah membuat film yang sangat kental bau komunisnya, Lentera Merah, kalau diplesetkan menjadi Tentara Merah.

Film yang dibintangi aktris Revalina S Temat (Annisa) tersebut diambil dari Novel PBS karya Abidah El Khaleqy. Novel PBS sebelumnya mendapat penghargaan dari The Ford Foundation, sebuah NGO yang memperjuangkan faham Sepilis dan dikendalikan kaum Zionis Yahudi AS. Film tersebut mengisahkan kebobrokan pesantren dan kiyainya. Pesantren dan kiyainya dicitrakan kotor, sumber penyakit, sangat bengis, mudah main pukul, mengekang perempuan, mengekang hak berpendapat, menempatkan perempuan pada martabat yang rendah, suka main bakar buku-buku komunisme, suka main hukuman rajam secara serampangan dan sebagainya.

Dikisahkan, seorang santriwati yang juga putri kiyai pesantren, Annisa, dan tinggal di kompleks pesantren, frustasi karena ulah suaminya yang juga anak seorang kiyai yang sering melakukan kekerasan, akhirnya memutuskan untuk kembali dalam pelukan mantan pacarnya, Khudori, seorang alumnus sebuah perguruan tinggi di Kairo, Mesir. Bahkan Annisa yang sudah kebelet, mengajak Khudori untuk melakukan adegan ranjang di sebuah kandang kuda di pesantren tersebut, padahal kandang itu penuh dengan kotoran kuda. “Zinahi aku…Zinahi aku…!”, desak Annisa kepada Khudori sambil melepaskan jilbab dan pakaiannya satu persatu.

Ketika kedua insan lain jenis dan bukan suami istri tersebut sedang melakukan perzinahan, akhirnya datang rombongan santri dan suami Annisa mengerebeknya. Lalu keduanya mendapat hukuman rajam dengan dilempari batu oleh para santri. Lemparan batu baru berhenti setelah ibu Annisa berteriak sambil mengatakan, “ yang boleh melempar batu hanya orang yang tidak pernah melakukan dosa!”, padahal tidak ada orang yang tidak pernah melakukan dosa. Kata-kata dari ibu Annisa ini jelas mengutip dari cerita Kristen dari Kitab Injil, dimana dikisahkan seorang pelacur, Magdalena, dihukum rajam dengan dilempari batu. Kemudian datang Nabi Isa (Yesus) untuk menyelamatkannya dengan mengatakan, “yang boleh merajam hanya yang tidak punya dosa”. Jadi selain berbau Sepilis dan Komunis, film PBS juga beraroma Kristiani dan berusaha menghancurkan Islam lewat pintu budaya melalui film.

Jelas dengan menampilkan hukuman rajam yang sebenarnya tidak ada dalam novel aslinya, Karl “Hanung” Mark ingin mengajak masyarakat Indonesia untuk membenci syariat Islam dan pesantren, sebab sejak dulu pesantren merupakan basis terkemuka dalam melawan gerakan PKI di Indonesia. Padahal itu hanya utopia dirinya sendiri, sebab selama ini belum pernah ada satupun pesantren di Indonesia yang melakukan hukuman rajam kepada santrinya yang melakukan perzinahan. Seolah-olah pesantren merupakan negara dalam negara dengan menegakkan hukumnya sendiri. Jelas ini merupakan distorsi terhadap hukum Islam dan upaya mengadu domba umat Islam dengan pemerintah. Dengan membuat film PBS, sesungguhnya Karl “Hanung” Mark telah melakukan anarkhisme psikis, yakni melakukan penyerangan secara psikis terhadap umat Islam dan pesantren sebagai salah satu simbol Islam di Indonesia. Karena dendam terhadap pesantren yang telah berjasa menghancurkan PKI, maka Hanung menyalurkan perlawanannya lewat film PBS. Hanung dengan sengaja telah menebar virus ganas Sepilis dalam film, tujuannya untuk menimbulkan citra buruk terhadap Islam dan umatnya sambil menebalkan kantong koceknya.

Sebagaimana dalam film Lentera Merah, dalam film PBS Karl “Hanung” Mark all-out mendukung Komunisme alias PKI isme. Terbukti dalam film PBS ada adegan pembakaran buku-buku karya Karl Mark dan sastrawan kiri Pramoedya Ananta Toer seperti Bumi Manusia, oleh para santri di lingkungan pesantren. Padahal dalam novel aslinya, jalan cerita tersebut tidak ada sama sekali. Bahkan buku-buku karangan Pramoedya seperti Bumi Manusia dan Anak Segala Bangsa sepertinya dijadikan bacaan wajib bagi Annisa dan para santri lainnya. Hal ini menunjukkan Hanung selain pengagum Karl Mark juga pengagum Pramoedya. Padahal banyak sastrawan sekaliber Pramoedya dan karya-karyanya malah lebih bermutu seperti Buya Hamka. Mengapa Hanung tidak menjadikan buku-buku Buya Hamba sebagai bacaan wajib bagi Annisa dan para santri lainnya, justru buku sastrawan yang pernah menghuni penjara di Pulau Buru itu dijadikan bacaan wajib.

Dengan demikian, sudah sangat jelas dalam film PBS terdapat motif ideologi Komunis yang dimaksudkan untuk memperjuangkan kembali tegaknya Komunisme di Indonesia meski dalam bentuk lain. Hanung mafhum betul bahwa satu-satunya jalan untuk mengembalikan ajaran Komunisme di Indonesia adalah mendiskreditkan ajaran Islam dan umatnya, dimana sasaran pertamanya adalah pondok pesantren yang selama ini menjadi basis kaum Nahdhiyyin dengan memojokkan para kiyai NU.

Adapun sasaran berikutnya adalah mendiskreditkan para pemimpin Islam di Muhammadiyah. Sebab kedua Ormas Islam ini mempunyai pengikut terbesar di Indonesia. Maka tidaklah mengherankan jika Hanung akan meluncurkan film KH Ahmad Dahlan “Sang Pencerah” tepat pada pelaksaan Muktamar Muhammadiyah ke 46 di Jogjakarta 2-8 Juli ini. Namun anehnya justru para pemimpin Muhammadiyah tidak curiga sama sekali akan sepak terjang Hanung selama ini yang selalu mendiskreditkan Islam dan para pemimpin Islam seperti dalam film PBS. Sekarang sudah terbukti, pemeran utama sebagai KH Ahmad Dahlan dalam film “Sang Pencerah” adalah Lukman Sardi, putra seorang komponis muslim dan pemain biola kawakan Idris Sardi namun sekarang telah murtad dari Islam dan menjadi Kristen. Bayangkan, seorang ulama besar pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan kok diperankan oleh seorang murtad, jelas ini suatu penghinaan terang-terangan terhadap Islam dan Muhammadiyah itu sendiri. Apa Ketua Umum dan 12 Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang terpilih dalam Muktamar nanti tidak malu ketika melihat pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan dilecehkan dan direndahkan pribadi dan martabatnya oleh Karl “Hanung” Mark ?

Berikut ini wawancara Tabloid Suara Islam dengan sastrawan, budayawan dan penyair kawakan yang telah melahirkan banyak karya lagu Islami dari Bimbo serta putra seorang ulama besar dari Pekalongan KH Ghofar Ismail, Taufiq Ismail, seputar film Perempuan Berkalung Sorban (PBS).

Pak Taufiq, anda sudah menonton film Perempuan Berkalung Sorban ?

Saya sudah nonton PBS.

Bagaimana kesan Pak Taufiq ?

Belum pernah selama saya ini menonton film, berapa puluh tahun lamanya, berapa ratus judul banyaknya, kalau dihitung-hitung sejak masa kanak-kanak dulu, berapa ya, sejak 63, 64 tahun lebih yang silam, belum pernah saya merasa dihina dan dilecehkan seperti sesudah menonton film Hanung ini.

Lho, kok sampai begitu, ya Pak ? Dihina ?

Ya ! Di dalam film itu, semua pesantren dan semua Kiyai jelek. Situasi pesantren kumuh, Kiyai-kiyai dengan keluarga digambarkan buruk. Kelakuan tak terpuji. Terasa fikiran utama yang mendasari pembuat film ini adalah spirit mencari cacat, membuka noda, memberi tahu penonton, ini lho yang reyot-reyot, yang sakit-sakit, yang pincang-pincang dari ummat Islam, tontonlah. Begitu.

Apakah ini film pertama yang Pak Taufiq tonton, yang terkesan menghina Islam ?

Tentu saja bukan yang pertama. Banyak film yang melecehkan ummat Islam, langsung tidak langsung, kentara dan tidak kentara. Tapi film-film itu dibuat di negeri lain, oleh orang-orang bukan Islam, dan memang dengan niat culas. Nah, PBS ini dibuat di dalam negeri, oleh sutradara bangsa sendiri. Ternyata niatnya sama juga. Culas.

Bagaimana kita bisa tahu bahwa niatnya culas ?

Kalau niat Hanung baik, misalkan terhadap yang buruk-buruk itu dia mau mengeritik secara konstruktif, maka dia akan berikan perbandingan pesantren yang rapi indah, tidak kumuh dan dia tonjolkan tokoh Kiyai yang berwibawa, yang memancarkan sinar seperti lambang Muhammadiyah. Itu tak dilakukannya.

Pak Taufiq, bagaimana jalan cerita film Perempuan Berkalung Sorban itu, yang novel aslinya ditulis Abidah El Khaliqy ?

Wah, saya tidak mau jadi petugas humas Hanung itu, menjelas-jelaskan jalan cerita filmnya untuk pembaca. Buat apa? Itu bukan kerja saya. Anda sebagai wartawan, tuliskan sendiri ringkasan ceritanya. Itu tugas anda. Mengingatnya saja sudah muak saya.

Sudah sedemikian tidak nyamannya perasaan Pak Taufiq ?

Bukan saja tak nyaman. Muak. Mual. Anak muda ini mau menunjukkan dirinya kreatif, super-liberal, berfikiran luas, tapi dengan mendedahkan kekurangan-kekurangan dan cacat-cela ummat, yang dilakukannya dengan senang hati. Bahkan mengarang-ngarang hal yang tidak ada.

Misalnya bagaimana ?

Misalnya diada-adakannya adegan rajam. Di pesantren tidak ada hukuman rajam terhadap pelaku zina seperti fantasi dalam kepala Hanung itu. Kemudian tokoh Nyai, isteri Kiyai lewat dialog memberi komentar tentang hal itu dengan mengutip Injil tentang Maria Magdalena. Apa hubungannya itu? Kenapa harus diambil dari khazanah Kristen? Pengambilan khazanah Kristen bisa saja, tapi baru masuk akal kalau sebelumnya ada pendahuluan reasoning, ada pemaparan logikanya. Ini tidak ada. Mendadak saja, ujug-ujug, kata orang Pekalongan. Kentara betul Hanung mau tampak hebat, memperagakan luas horison pandangannya. Sok betul. Sombong.

Apakah di novel aslinya ada adegan rajam itu ?

Mboten wonten, Mas. Tidak ada. Di sini terjadi improvisasi sutradara. Dan ini improvisasi yang kurang ajar. Maaf keras betul kalimat saya. Maaf. Di bagian ini Hanung tidak minta permisi pada novelis Abidah El Khaliqy, tidak amit-amit. Dia main terjang saja. Dia tidak kenal etik.

Apakah penambahan jalan cerita atau improvisasi harus izin novelisnya ?

Tidak harus begitu. Tergantung bentuk kontrak juga. Tapi sebagai sesama seniman dalam kreasi karya bersama begini, paling tidak harus ada diskusi. Diskusi tersebut dalam hal ini tidak ada.

Tidak ada ? Bagaimana Pak Taufiq tahu ?

Saya pernah tanya Abidah. Mereka pernah ada diskusi tentang esensi cerita, mengenai feminisme, tentang kehidupan pesantren, tetapi mengenai rajam tidak ada. Lalu…

Lalu bagaimana, Pak Taufiq ?

Lalu dia tabrak saja, jebret, bikin adegan rajam. Lantas fantasi dusta berikutnya yang menyolok adalah adegan pembakaran buku di pesantren itu. Di novel Abidah tak ada adegan pembakaran buku. Abidah lebih logis dan tidak sok seperti Hanung.

Seingat saya pembakaran buku pengarang-pengarang anti komunis dilakukan PKI dan ormas-ormasnya di tahun 1964 atau 1965, betul Pak ?

Betul sekali. Nah, di pesantren itu, di kelompok santri, ada diskusi buku. Dibicarakan tentang pengarang yang tertindas, ditahan tanpa diadili, tapi tetap kreatif, tetap menulis buku. Yang dimaksud adalah Pramudya Ananta Tur. Diperlihatkan kulit buku novel Bumi Manusia, yang dilemparkan ke dalam unggun. Adegan ini dibikin-bikin, dan bodoh betul.

Maksudnya ?

Pertama, adegan ini dalam novel tak ada. Jadi ini keluar dari otak Hanung sendiri, tanpa permisi novelisnya. Kedua, kalau dia betul-betul anak Muhammadiyah, maka pengarang yang tertindas, ditahan tanpa diadili 2,5 tahun, tapi tetap kreatif, menulis buku, maka pengarang itu adalah Buya Hamka. Bukan Pramudya. Yang wajib disebut adalah Buya Hamka. Hanung ini, yang mengaku-ngaku anak Muhammadiyah, ternyata buta sejarah perjuangan tokoh besar Muhammadiyah ini. Karya luar biasa Buya Hamka tersebut adalah Tafsir Al Qur’an Al-Azhar, yang dirampungkannya dalam tahanan, selesai 30 juz, dikagumi seluruh dunia Islam.

Kalau begitu Hanung keliru besar, menokohkan Pram dalam hal ini ?

Sangat keliru ! Tapi memang pada dasarnya dia kekiri-kirian, mode anak muda zaman kini, tidak sadar mengangkat diri sendiri jadi agen muda Palu Arit. Lagi-lagi Hanung rabun sastra: Pramudya tahun 50-an 60-an dalam karya-karyanya sinis terhadap orang sholat, benci kepada haji. Tokoh-tokoh haji dalam novel-novelnya buruk semua: mindring, kaya, bakhil, membungakan uang. Tapi di luar ini semua, menjelang meninggalnya, tanda-tanda menunjukkan Pramudya khusnul khatimah. Alhamdulillah. Mudah-mudahanlah Pram beroleh hidayah. Allah berbuat sekehendak-Nya.

Kembali kepada rasa tidak nyaman Pak Taufiq tadi…

Lebih dari tidak nyaman. Muak. Mual.

Silakan kalimat penutup, Pak.

Saya merasa dihina dan dilecehkan oleh film Perempuan Berkalung Sorban, disutradarai Hanung Bramantyo, yang menistakan lembaga pesantren dan tokoh Kyai, waratsatul anbiya, berlindung di balik topeng kebebasan kreasi dengan sejumlah improvisasi yang bodoh dalam semangat super-liberal. Para aktivis seni Marxis-Leninis-Stalinis-Maois saja di tahun 50-an 60-an tidak ada yang bisa membuat film pelecehan pesantren dan Kiyai seperti yang dilakukan Hanung di abad 21 ini. Kalau dia sudah beredar lima dasawarsa yang lalu, maka Hanung Bramantyo bagus diusulkan mendapat Bintang Joseph Stalin atau Anugerah Dipa Nusantara Aidit.

[KbrNet/Suara-Islam]

Kain Sarung Edisi Lebaran 2015 Produk Gajah Duduk

84 Tanggapan to “Hanung, Kau Keterlaluan: Pesantren dan Kiyai Begitu Kau Burukkan…….”

  1. mintardjo said

    DEMOKRASI DAN MODERNISASI KEBABLASAN
    Berikut saya kutipkan kembali sebagian tulisan saya dib log ini tanggal 23 Juni 2010.
    Pelajaran yang dapat kita simpulkan dari perjalanan sejarah demokrasi yang bersumber dari Barat sebenarnya tidak lebih baik dari Demokrasi rimba raya hutan, karena sebenarnya tidak memakai “ Kekuatan Logika “ namun sebaliknya Amerika memakai “ Logika Keuatan “, karena kenyataannya hanya mereka yang mempunyai kekuatan lah ( baik kekuatan tehnologi, kekuatan ekonomi, maupun kekuatan jaringan ) yang mempunyai kebebasan dan hak suara meskipun jumlah mereka tidak lebih dari 10%, sedangkan mereka yang lemah meskipun jumlahnya banyak dalam kenyataannya justru hanya menjadi obyek dari jumlah yang sedikit tersebut diatas, yang bisa diperlakukan seperti apa saja.
    Sedangkan modernisasi yang dapat kita simpulkan adalah modernisasi yang tanpa batas yang boleh menabrak semua norma dan nilai, bahkan norma dan nilai tidak berlaku lagi, lebih-lebih agama.
    Sedangkan “ HAM “ yang digembar-gemborkan oleh Barat, selama ini adalah HAM yang rasialis, sadis, biadab dan keji,
    Berbicara Demokrasi, Roger Garaudy berkata dalam bukunya “ Amerika, Pioner Keruntuhan “
    Demokrasi selalu menjadi tirai yang menutupi minoritas, baik itu para tuan pemilik budak maupun pemilik modal. Apa yang disebut sebagai “ Demokrasi Athena “ di jaman Pericles yang menjadi prototype dari induk demokrasi, pada hakikatnya hanyalah kekuasaan duapuluh ribu warga Negara yang bebas terhadap seratus ribu budak yang tidak mendapat hak apapun. Kita sedang berada di hadapan kekuasaan minoritas yang memperbudak dan disebut demokrasi. Ia adalah demokrasi untuk para penguasa, bukan untuk orang lain.
    Garaudy kemudian mengungkapkan runtuhnya logika peradaban Barat yang oleh para pengagumnya dianggap sebagai Guru Umat Manusia. Guru-guru moral mereka sekalipun mereka adalah orang-orang Barat, memberikan contoh bagi Dunia tentang fundamentalisme yang jauh lebih radikal, karena fundamentalisme adalah klaim kepemilikan mutlak dan monopoli kebenaran, bahkan wajib memaksakan kepada orang lain. Contoh paling bagus fundamentalisme adalah penjajahan yang ditopang oleh argumentasi menyebarkan dan mengukuhkan ajaran injil, untuk memaksakan pemahamannya tentang agama terhadap seluruh dunia, agar para personil militer dan perdagangan melakukan pekerjaan sisanya, yaitu pembantaian dan eksploitasi. Ketika agama mengalami kemunduran, maka para penjajah itu mengalami kemajuan untuk memaksakan “ modernisme “ mereka terhadap seluruh dunia. Fundamentalisme Barat yang menyimpang, sesungguhnya merupakan pokok semua fundamentalisme, kemudian lahirlah bentuk-bentuk fundamentalisme lainnya sebagai reaksi atas fundamentalisme pokok dari Barat dan para sekutunya.

    Barat berupaya untuk mengubah norma-norma lama, karena norma-norma tersebut memiliki patokan yang mandiri yang bisa jadi dapat menguntungkan atau merugikan. Ia berupaya untuk menancapkan pilar-pilar untuk norma-norma yang telah terdistorsi yang bersumber dari keinginan dan nafsunya yang kesimpulannya norma-norma itu harus mengikuti perilakunya, buka perilaku yang harus mengikuti norma.
    Bila hal itu telah terwujud dengan diabaikannya semua norma lama, dan telah tercipta norma-norma baru serta masyarakat telah diyakinkan bahwa norma-norma baru ini bersifat relative, tidak mutlak, bisa berubah bahkan pasti berubah, persis seperti berubahnya mode pakaian atau mobil. Jadi jika norma-norma dan nilai-nilai sudah kacau maka norma-norma yang campur aduk menjadi hal yang biasa, maka selainnya merupakan hal yang bathil, maka penyimpangan seks menjadi hal yang biasa karena nilai dan norma sudah tidak berlaku lagi.
    Dr. Abdul Wahhab Masiri dalam sebuah bukunya mengatakan :
    Wajar bila relativisme berpengaruh dalam berbagai bidang kehidupan, khususnya bidang seni. Pada tahun enam puluhan mulailah gerakan pemberontakan terhadap ikatan dan batasan dalam seni, baik ikatan moral maupun estetika. Kecenderungan kepada permisifisme dan kekerasan meningkat, kemudian gerakan pembebasan melampaui keduanya, karena gerakan ini telah menjadi pembebasan dari semua ikatan dan norma. Salah satu tokoh penting dalam Bazan Rewiew di Roger State University adalah seorang seminan bernama Andy Warhol yang pada pertengahan tahun enampuluhan menemukan kaleng sampah dan kaleng sup, yang dengan kemampuan seorang ahli bisa berubah menjadi pekerjaan seni yang laku dijual hingga ribuan dollar. Ia mempunyai sebuah film berjudul “ Sleep “ yang ditayangkan selama tiga jam, menggambarkan seorang yang tidur, bergerak setiap seperempat jam atau sepuluh menit. Pada masa itu saya juga melihat sekelompok teater yang menamakan diri “ Pentas Realisme Radikal “ sedangkan judul pementasan yang dimainkannya adalah “ Saudara Perempuan Fidel Castro “. Pentas ini penuh dengan isyarat-isyarat seksual anak-anak ( diantaranya menampilkan organ-organ produksi ) yang tidak bertujuan menyampaikan misi apapun, karena misi yang utama adalah membuat benturan terhadap masyarakat. Tetapi yang lebih dahsyat dan disebabkan oleh suatu factor yang hingga sekarang tidak saya mengerti , para pemain wanita memainkan peran pria, sedangkan pemain pria memainkan peran wanita. Semua ini dilakukan atas nama kreativitas, relativitas dan kebebasan. Yang membuat saya bingung adalah mayoritas penonton mengungkapkan kekagumannya yang luar biasa terhadap pentas ini, yang tidak seorangpun hari ini mendengar mengenainya, persis seperti yang diungkapkan tentang kekagumannya terhadap film Sleep. Arus ini terus berkembang sehingga akhir-akhir ini menampilkan dirinya dalam bentuk yang sangat agitatif dalam hasil karya tiga orang seniman penganjur relativisme ekstrim, karena telah meyakini kebebasan tanpa batas kemanusiaan itu sendiri. Salah seorang dari mereka adalah Andrea Serrano, kemasyhurannya disebabkan oleh sebuah kanvas yang diberinya judul “ Kencinglah atas nama Tuhan Yesus “ dimana seniman menempatkan patung Yesus diatas Salib sambil kencing.
    Yang kedua adalah Robert Mapplethorpe, ia seorang fotografer yang memiliki spesialisasi dalam mengambil gambar dirinya dalam kondisi seksual yang menyimpang yang radikal.
    Yang Ketiga, dan paling terkenal adalah Joel-Peter Witkin, seorang fptografer yang menggunakan jasad-jasad mayat dalam membuat kreasi seninya. Salah satu kreativitasnya yang paling penting adalah : Hari Raya Orang-orang Lalai. Karya ini meniru salah satu jenis seni klasik yang dinamai “ Tertipu “, tema utamanya adalah ketertipuan manusia dan penegasan bahwa segala sesuatu akan musnah. Latar belakang obyek yang digambar adalah buah-buahan atau makanan yang berada di nampan kemudian disampingnya terletak tengkorak manusia dan bangkai burung dalam satu nampan, untuk mengingatkan manusia kepada suatu kematian.
    Tetapi Witkin mengembangkan metode penyajian dan sebagainya, karena sebagai pengganti dari tengkorak itu, ia meletakkan tangan-tangan dan kaki-kaki manusia seungguhan, dan sebagai pengganti bangkai burung, ia meletakkan mayat bayi ( konon, ia menciptakan kreasinya disebuah ruang otopsi ). Salah satu tema favorit Witkin adalah foto mayat-mayat yang mengenakan sedikit pakaian, dan foto seorang pria yang memasang paku di penisnya ( inilah satu-satunya cara yang digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain, begitu sang seniman memberitahu kami). Witkin juga membuat kreasi dua papan foto yang terkenal : yang satu janin abnormal yang telah dipancang di tiang salib, dan seorang lelaki tanpa kepada yang duduk di atas kursi. Ketika salah seorang wanita undangan dalam pesta pembukaan pameran tersebut muntah-muntah, sang seniman berkata : “ salah satu ciri wanita cantik adalah tetap memelihara kecantikannya, sekalipun pada saat muntah”. Sebuah karya fotografi yang dijual dengan harga 35 ribu dollar ( diantara agennya adalah seniman Richard Gere dan John Iltot ). Dalam sebuah artikel tentang Witkin, penulisnya mengatakan : “ Jika para seniman mengekspresikan karakter dirinya, melalui karya-katya fotografi mereka, maka Witkin jelas merupakan seorang yang sadis” kehidupan Witkin pun tidak kalah sadis dan ralatif. Ketika seorang wartawan mengadakan wawancara denganya, maka sering ia berbicara sambil mengenakan topeng Zoro. Ia hidup bersama Isterinya Chintya dan kekasihnya Barbara, mereka tidur seranjang. Ia mempunyai seorang anak laki-laki dari Chintya yang diberi nama Carson ( bayangkan problem kepribadian yang akan dihadapi oleh anak laki-lakinya, khususnya bila ia telah mengetahui bahwa sang seniman mengakui ia sering melakukan aktivitas seksual bersama karya-karyanya, yaitu bangkai-bangkai ). Disini kita mengungkap persoalan privacy dalam kepribadian masyarakat , apakah ini merupakan kehidupan pribadinya seorang ? Apakah penyakit misterius yang menimpa Nietzche telah mempengaruhi otaknya, padahal ia tidak memiliki hubungan sama sekali dengan falsafah yang dari bawah jubahnya keluar faham filsafat modern ? ( Katakan hal yang sama tentang Theodore Herzl, pendiri gerakan Zionisne, yang pada akhirnya tewas karena penyakit misterius ).
    Apakah hanya sampai disini , kejorokan kesadisan para seniman yang menganut relativitas,
    Dr. Abdul Wahhab Masiri melanjutkan :
    “ Tren aliran seni ini akhirnya sampai pada apa yang disebut sebagai “ Sinful Movies “. Saya tidak mengerti apa arti istilah ini, tetapi barangkali dengan menggambarkannya akan bisa memberikan penjelasan tentang substansinya. Ia adalah film yang memadukan antara kekerasan dan seks secara sangat ekstrim. Sering adeganya diakhiri dengan seorang wanita pemerin film ini yang dalam kondisi orgasme, kemudian ia dibunuh ketika puncak orgasmenya. Pemandangan seperti ini sudah jamak dalam film-film permisif “ biasa “, tetapi dalam “ Sinful Movies “ penyembelihan benar-benar dilakukan. “ Ya, wasnita yang menjadi lakon film itu dibunuh “
    kemudian disampaikanlah sebuah pesan tentang film ini dengan kalimat yang berbunyi “ sebuah pemandangan di Amerika Latin, di mana harga tenaga kerja sangat murah “.
    Para produser film ini, terdorong untuk memproduksinya dengan melihat dari kacamata kreativitas, kebebasan, dan revolosi,,, dst. Sebagian intelaktual liberalis yang membela kebebasan pendapat absolute melakukan demonstrasi mengecam film-film yang menampilkan gambar-gambar semacam ini. Tetapi surat kabar “ Wall Street Journal “ mengecam sikap mereka ini dan menjelaskan kepada mereka bahwa apa yang terjadi hanyalah hasil wajar dari relativitas sebuah karya seni, seksualitas, penolakan terhadap batas-batas apapun atas nama kebebasan dan kreativitas tak terbatas.
    Sekarang bagaimanakah perasaan pembaca, apakah anda menjadi terkejut, demam, ataukah anda terguncang, atau anda merasa mual.
    Suatu hal yang lebih menyakitkan melebihi rasa sakit yang sebenarnya, adalah perasaan korban sembelihan itu terhadap pengkhianatan sampah-sampah hina para intelektual yang menggembar-gemborkan modernisme dan relativisme, serta mengangkat tinggi-tinggi perdaban Barat seraya memaki Islam.
    Dari uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa HAM yang digembar-gemborkan oleh Barat ternyata sangat rasilais dan hanya berlaku bagi orang kulit putih, sedang bagi ras lain khususnya yang berwarna tidak berlaku, sehingga HAM hanya dipakai untuk melindungi para pelacur dan penganut kebebasan seks dari penolakan dan pengusiran masyarakat.
    Sedangkan modernisasi dan kebebasan yang mereka inginkan adalah kebebasan tanpa batas yang melabrak semua nilai dan norma.
    Inikah peradaban yang mereka inginkan agar kita anut serta kita meninggalkan nilai-nilai luhur yang dibawa oleh Rasululllah Muhammad dari Allah Sang Pencipta dan Pemelihara jagad raya ini ?
    Sekarang kita kembali ke Negeri ini, yang mayoritas penduduknya beraga Islam, masihkah penguasa negeri ini akan menelan mentah-mentah apa yang selama ini digembar-gemborkan oleh Barat seperti HAM dan modernisasi serta kebebasan, padahal inilah sebenarnya yang menyebabkan kehancuran moral bangsa Indonesia serta laknat Allah dengan berbagai bencana yang tak kunjung berhenti

  2. ahmad zidan said

    HANUNG TERNYATA KOMUNIS KEBEBASAN,,,KASIAN TUH ISRTINTA YG SASKIA JANGAN JANGAN SANGKING KOMUNISNYA BEBAS DAH MAU BUAT APA SAJA,,,KOMUNIS BERTOPENG ISLAM ,,MUSUH DALAM SELIMUT SAYA SAJA DI OPEPESANTREN PULUHAN TAHUN TIDAK PERNAH DI SURUH MEMBAKAR BUKU2 KOMUNIS TAPI DI SURUH MEMBACA AGAR BISA MEMAHAMI MNGAPA KITA HARUS WASPADA DENGAN FAHAM KOMUNIS,,,,HANUNG MAH EMAAANG NGGA PANDAI NGGA PINTER,,,HATI2 PADA pKI YG SATU INI,,,,BIAR TAU PESANTREN ITU TEMPAT UNIK DAN ASYIK UNTUK KITA BELAJAR DIDALAMNYA,,,,BUKAN TEMPAT KUMUH SEPERTI GAMBARAN HANUNG YAG GOBLOOOOOOOOKKKKKK

  3. punyaanik said

    ya betul, orang orang Indonesia, rakyat Indonesia, generasi muda Indonesia harus belajar sepak terjang PKI, sejak jaman Penjajahan Belanda sepak terjang PKI tdk pernah benar sll berjuang tuk partainya sendiri bukan tuk bangsa Indonesia, lihat sejak jaman Pergerakan Nasional sampai jaman penjajahan Jepang, bahkan setelah Proklamasi bagaimana sepak terjang PKI, HAI Mas Hanung belajarlah Sejarah dengan hati nurani, khusus belajar tentang SEJARAH PKI DI INDONESIA, KLAU GAK BISA,BLJR LAGI SEJARAH DI SMA, SMG anda sgr mendapat hidayah, dan smg Alloh mengampuni anda, Amin! dan film2 anda betul2 di rel sejarah yang benar!

  4. nbasis said

    Membaca wawancara pak Taufik Ismail, banyak sekali perolahan pengetahuan baru. terimakasih

  5. terima kasih pak taufiq ismail,penjelannya sungguh sangat menggugah

  6. Anonim said

    ahh biasanya jg pesantren melahirkan bibit-bibit terorris,lihat saja teroris semuanya lulusan pesantren

  7. Anonymous said

    tp tdk semua pesantren meluluskan teroris

  8. Anonymous said

    dan tdk semua lulusan pesantren adalah teroris

  9. Professor said

    @Anonymous #6

    Kalau lulusan pesantren yang ini teroris nggak ya : Gus Dur, Aa Gym, Zainuddin MZ, Hasyim Muzadi, Hidayat Nurwahid, Solahuddin Wahid, Ulil Abshar Abdalla, Nurcholis Majid, Emha Ainun Najib, dll, dan santri2 yg tersebar di 14000an pesantren NU di seluruh Indonesia?

    (Ternyata bukan hanya udang yg otaknya terletak bersebelahan dengan kotorannya, manusia juga ada.)

  10. Ha, ha,ha, haaaa ……
    Good Profesor good !

  11. Murangkalih Olol Leho said

    Oi oi oi.. klarifikasi dulu nih. PKI itu bukan pelaku kudeta, tapi korban kudeta. Pelaku kudeta itu ORBA. Coba baca buku “DALIH PEMBUNUHAN MASSAL” John Rossa. Aihh… ini media, jangan jebred asal tulis aja dong !!

  12. Walau keduanya sama-sama jahat tapi lebih jahat mana, teroris atau dalangnya teroris ?

    Teroris adalah orang lapangan yang melakukan eksekusi.
    Dalang teroris adalah otak dan perencana aksi orang lapangan.

    Teroris sebagai pelaksana eksekusi lapangan memang bisa direkrut dari mana saja oleh sang Dalang termasuk dari orang-2 yang ‘mengaku’ beragama Islam.

    Tapi Dalang teroris jelas tidak ada bahasanya yang merekrutnya karena justru dialah yang punya ide dan melakukan perekrutan.

    Jadi bisa disimpulkan teroris bisa saja memakai orang Islam (maaf dibaca : Islam yang kurang cerdas, fanatik buta, hamba uang, tak berpendirian, tipis iman dan kepepet ekonomi), tapi dalang teroris pasti bukan Islam. Apakah Konspirasi Internasional ? Adalah yang paling mungkin !

    Yang jelas terorisme itu merupakan kegiatan yang membutuhkan dana yang tidak kecil yang hanya mampu dibiayai oleh suatu organisasi jahat yang kuat keuangannya.

    Berfikirlah !

  13. itcompare said

    Apapun yang menimpa kita, lingkungan kita, masyarakat kita, bangsa kita, negeri kita adalah karena kesalahan kita sendiri, jalan selamat dari semua itu adalah tutup mulut, meluruskan niat, banyak bertaubat dan beramalah yang banyak untuk bekal kematian. Selain dari itu GAK PENTING…!!!

  14. […] Kabar Ummat, Sejarah, WAWANCARA. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan. Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu […]

  15. teroris said

    Kalau mau jujur teroris itu lebih banyak yang dari luar pesantren. tuh preman preman preman, oknum aparat dan birokrasi yang korup, lintah darat. Gak usah ngomong pesantren, teroris tulen yang menteror hidupmu sebenarnya ada di kanan kirimu.

    Dan teroris sebenarnya tidak identik dengan orang islam kenapa? di jepang ada yakusa, di cina ada triad, di banyak negara ada organisasi mafia, mereka menjual anak gadismu ke lobang pelacuran dan industri pornografi, meracuni anak mudamu dengan narkoba, memiskinkan ekonomimu, cuma kalau “OKNUM” orang islam bikin ulah sengaja di besar besarkan. INGAT, jumlah orang ISLAM di Indonesia lebih dari 150 juta. yang nangkap teroris juga orang islam. coba cek KTP anggota dansus 88, pasti sebagian besar mereka orang islam.

    Orang bilang poligami merugikan kaum wanita, tapi kenyataanya di kampungmu banyak perawan tua, janda janda tidak bisa dapat suami lagi, trus mereka kamu surah jadi apa? PELACUR ?!!! coba pikir pakai otakmu yang katanya IQ nya diatas 90. kalau mereka gak punya suami, terus kalau hidup harus kerja sendiri, emang kamu mau kerja sendiri???

  16. mahmud said

    Kalau mau jujur teroris itu lebih banyak yang dari luar pesantren. tuh preman preman preman, oknum aparat dan birokrasi yang korup, lintah darat. Gak usah ngomong pesantren, teroris tulen yang menteror hidupmu sebenarnya ada di kanan kirimu.

    Dan teroris sebenarnya tidak identik dengan orang islam kenapa? di jepang ada yakusa, di cina ada triad, di banyak negara ada organisasi mafia, mereka menjual anak gadismu ke lobang pelacuran dan industri pornografi, meracuni anak mudamu dengan narkoba, memiskinkan ekonomimu, cuma kalau “OKNUM” orang islam bikin ulah sengaja di besar besarkan. INGAT, jumlah orang ISLAM di Indonesia lebih dari 150 juta. yang nangkap teroris juga orang islam. coba cek KTP anggota dansus 88, pasti sebagian besar mereka orang islam.

    Orang bilang poligami merugikan kaum wanita, tapi kenyataanya di kampungmu banyak perawan tua, janda janda tidak bisa dapat suami lagi, trus mereka kamu surah jadi apa? PELACUR ?!!! coba pikir pakai otakmu yang katanya IQ nya diatas 90. kalau mereka gak punya suami, terus kalau hidup harus kerja sendiri, emang kamu mau kerja sendiri???

  17. ich muby said

    http://www.harunyahya.com/indo

  18. That could be what blog responses are all of in regards to the link developing plans. To special brand name of link establishing content submissions and directory submissions and social bookmaking and preserve your free of cost time and make further revenue scheme.

  19. […] kali nahimunkar.com mempersoalkan karya Hanung. Di antaranya dapat dibaca di Hanung, Kau Keterlaluan: Pesantren dan Kiyai Begitu Kau Burukkan……., […]

  20. Anonim said

    Kalau Islam termasuk ISIS hanya membunuh sedikit orang Kok!

  21. abdul azis said

    PKI mulai eksis lagi karena didukung oleh Megawati sebagai tokohn sentral dinegeri sebagai pemegang hak politik wong cilik bahkan sebagai petugas partai. Mungkin saja hanum turunannya PKI

  22. Anonim said

    Pepatah melayu’ Tangan mencincang bahu memikul” siapa menanam dia menuai, setiap tindakan tentu ada konsekwensinya

  23. Anonim said

    Tulisan sampah. Fitnah bertebaran dalam tulusan ini.

  24. Anonim said

    Gantung Hanung di Monas…..

  25. Anonim said

    Makanya gw agak sebel film2 indo jaman skg,,kebanyakan isinya sex,mistis, pemurtadan, perusakan moral,,hadeuhh,,dana dari zionis ga akan brhenti bwt modalin sineas2 bwt bikin film kya ginian

  26. muhammad said

    Terlihat jelas bedanya antara warga indonesia dengan warga barat dalam menyikapi sebuah film yang berisi kritik sosial agama…

    Di Barat, film kritik paling keras termasuk pada sosok presiden, mantan presiden, bahkan sosok Yesus Kristus, ditanggapi dengan cara yang elegan, cara yang cerdas, instropeksi diri, bahkan sampai masuk pada pembedahan buku, materi kuliah, dan pembuatan film tandingan…

    Di Indonesia, reaksi terhadap film kritik sosial dan agama ditanggapi dengan cara marah, anarkis, sensor, bredel, caci maki, penghinaan, pelarangan, yang justru lebih mirip cara komunis di negeri China saat melarang masuknya internet, google, facebook dan medsos lainnya…

    Reaksi yang dilakukan umat muslim justru SAMA dengan reaksi pemerintahan Komunis China… bukannya mencoba instropeksi atau membuat karya tandingan, tapi lebih kepada pelarangan, penyensoran, dan mencap penjahat besar bagi pembuat karya yang mengkritik sosial agama…

    Belajarlah dari umat agama lain, yang santun dan cerdas dalam menyikapi sebuah kritik sosial agama, bukan justru meniru cara Komunis yang katanya diklaim sangat dibenci umat Islam…

    lucu, membenci Komunis, tapi mengikuti cara-cara komunis dalam menyikapi kritik sosial agama…

  27. Anonim said

    mengerti arti mengkritik dan menghina tidak? mengkritik dilakukan utk suatu hal yg dipandang jelek yang memang nyata terjadi. namun menghina adalah suatu tindakan menjelek2an suatu hal atau membuat2 suatu hal baik menjadi jelek.
    maka tepatlah kemarahan taufik ismail terhadap karya hanung bramantyo ini. krn nyatanya tidak ada pesantren2 seperti yg di gambarkan dlm film PBS tsb.

  28. Anonim said

    Heran ya kok masih mau dg komunisme, padahal dinegara pendiri komunis sendiri paham komunisme sdh nggak laku….

  29. Anonim said

    wah sayangnya aku ga pernah pingin nonton filmnya hanung…jadi ga ngerti…
    tapi trim buuuaaannnyyyak sama pak Taufiq Ismail atas penjelasannya…

  30. Pertama nonton “Sang Pencerah” tidak terasa kalau saya dibodohi oleh Hanung, karena saya sebagai orang Islam bangga-bangga saja modernisasi Islam diangkat kepermukaan. Saya baru tersadar setelah setelah pengakuan lugas sang pemeran KHA DAHLAN yang dgn terang-terangan murtad, yang selama ini kita semua telah dibodohi oleh Hanung yang beristerikan bintang cantik Zaskia Adiamecca, na’uzubillahiminzaliq…..

  31. Anonim said

    film2 hanung tu g da yg b,mutu dr dulu.
    penulis ayat2 cinta ja kecewa saat di film kn novel,y krn jauh dr novel,y.
    film hanung g da mutu,y.. tanya ja “cut tari”

  32. Sejak dibuat dan diputarnya filem-filem Hanung,kurang memikirkan dampaknya negatifnya, aku merasa sedih bahkan prihatin namun bagaimana untuk protesnya………… toh sudah beredar…………..

  33. lilo said

    Jngn lg salahkan agama,bangsa atau sukunya..yg hrs disalahkan adlh orangnya atau pribadinya yg orng2 anggap salah ,, ini bisa jd fitnah, karna gak ada penjelasan balik dari yg bersangkutan,,

  34. pertama saya ngak sadar muatan yang ada dalam film itu,tp ternyata apa yang di katakan om taufik ismail betul setelah sy research antara film dan buku novel nya,…ternyata kita kadang terlena dengan gaya entertain entertain yang kelihatanya polos tp ternyata,….mudah mudahan mas hanung bisa menjelaskan semuanya ,…ini maksudnya apa,…? yang kalo pun maksudnya ini, yo cepet sadar lah mas ,…

  35. Anonim said

    Alhamdullilah ALLOH telah menjaga agama Islam dgn perantara orang yang mengerti ini (ALLOH SWT BISA MELAKUKAN APA SAJA, APA YANG ALLOH SWT TIDAK BISA? MENGINGKARI JANJINYA) Pak Taufik lakukan sesuatu biar jerah musuh2 ALLOH SWT dgn ke ilmuan Anda Pak ini bidang Anda

  36. Ngatno Janarko said

    Hanung..hanung…dg film2mu, engkau mendiskreditkan keislamanmu sendiri…
    Apakah engkau seorang benar2 muslim???

  37. Anonim said

    Paham PKI itu paham komunis, mungkin paham komunis itu paham dari segi ekonominya, semua diatur pemerintah biar lebih teratur dan tidak ada mafianya, tapi kemungkinan “diputar balik” oleh kaum liberal dengan mencuci otak rakyatnya bahwa komunis itu tidak beragama.coba dicermati penggulingan orde lama dilakukan siapa,jgn lihat dari pemimpin negeri ini tp siapa negara besar dibelakang smua itu.

  38. Anonim said

    Orang-orang Islam yang lemah oleh si kaum imprealis dan Kapitalis dijadikan sebagai senjata intelektual

  39. H Joko s said

    Ayo pada kemana para ulama

  40. aji said

    Setelah PD2 Komunisme diiciptakan Oleh Yahudi eropa untuk meruntuhkan dominasi Kristen orthodox di eropa timur, Rusia. Demikian juga Isis diciptakan AS dan para sekutu arabnya untuk meruntuhkan kekuatan Islam di Timteng sebelum dilaksanakan PD3. Semua masalah besar dunia sunbernya sama.

  41. Okky Kade said

    ……hanya secuplik cerita kehidupan, tidak perlu d besar2kan……..,biasa2 saja tak perlu dahi berjenyit dan berlipat, dulisme dunia, hanya media expresi yg coba d presentasikan ke publik melalui film dgn cara dan ala brahmantio saja, tdak trlalu hebat dan mengugah srt menggigit acgh ! ,…..jika hal2 dmikian saja sdah dnilai dan dcampur adukkan dgn rasa kebangsaan,ideologi,nasionalis,agama dll………ya payahlah bangsa dan masyarakat kita ini, dan lbih baik blajar lagi unk lbih memahami dan memaknai srt mnghargai srt aprisiet unk hal2 yg lbih dalam,jauh srt luas lagi,……., d era globalisasi msih saja ada yg sensi dan gampang terbakar dan terkapar……….

  42. Amaliia said

    Oh baru nyadar saya kalau Hanung ternyata agak kekiri-kirian. Cepetan insyaf dong Nung! Kasihan keluargamu nanti.

  43. Anonim said

    Ekranisasi Hanung gagal total. kecewa berat dengan kualitas film-film mu Nung.Begini-kah kau sebut dirimu warga Muhammadiyah??

  44. Faiz said

    Kecewa berat dengan Hanung. Ekranisasi-mu gagal total Nung. Begini-kah kau sebut dirimu warga Muhammadiyah Bung?

  45. Anonim said

    Ini sih fanatisme yg berlebihan… jadi penyakit loh nanti kl terlalu serius… mending jd org ngurusin diri sendiri aja, udah bener belom? Jgn sok bener ngomongin org lain. Hidup di dunia ini hanya Tuhan yg menilai baik buruk atau amalan seseorang. Percumalah kamu yg rajin berdoa tapi menyimpan kebencian thd sesama saudaramu… apa upahmu di sorga nanti? #think

  46. bpk said

    No 43 : Anda benar-benar sok bejad sekali. sudah selayaknya kita sesama muslim agar saling mengingatkan.

  47. rangrang said

    bimillah semoga ini menjadi peringatan untuk kita saling mengingatkan

  48. tsck said

    tp kok kebanyakan anak2 yg kluar dr ponpes ini rata2 pada jadi nakal2 (kyk nakal telat gtu), ikut2an isis..
    sy bnyk contoh lohh…
    sumpah malah bikin malu abis kluar ponpes..

  49. Hasim said

    Ketrlakyan sdr hanum…tdk sdr menyadari betapa seorang tokoh seoerti pak Taufik telah vegitu amat sabgat kecewa dan gusar dgn karya hanum……lalu siapakah sesungguhnya sdr hanum…apa mitif dri semua tindak dan orilaku dia ?

  50. ambarukmiwati said

    Hendaknya kita tidak diam saja melihat sesuatu yg. Ganjil, sesuatu yg. Keluar dari alurnya, segala sesuatu memang harus di kritisi sbg. Kontrol thd. Apa yg. Ditampilkan di jaman sekarang ini. Kalau kita sbg. Generasi penerus bangsa, gebwrasi umat Islam hanya menjadi generasi apatis, apa jadinya negeri ini, agama Islam ini. Saya salut sama Bp. Taufik Ismail, kontrol dan kritis itu sgt. Diperlukan agar orang tidak berbuat sekehendak hatinya sendiri. Terimakasih buat Bp. Taufik Ismail.

  51. Anonim said

    Rasakan nanti kualat loh

  52. Munap Said said

    Terima Kasih Pak Taufiq. Saya Baru Tahu Tokoh hanung seperti yang di gambarkan dan baru tahu juga Zaskia istri ke dua. Secantik itu koq mau ya. Pada hal yg mau dengan beliau juga banyak. Orang Awan yg sy dengar telah menontom film tersebut mengatakan bagus. harus berhati-hati nih….

  53. Hardi said

    Teroris yang paling dicari sekarang justru dari agama Budha
    Inilah Biksu Wirathu, Teroris Botak Pembantai Muslim Rohingya
    http://bersamadakwah.net/inilah-biksu-wirathu-teroris-botak-pembantai-muslim-rohingya/

  54. waduh – waduhh,,,, 🙂 senyumin ajalah,,,, hanya allah yang tahu,,,,

  55. hhhhhhhhhhhhhhhhhh…………………..

  56. George said

    Butuh banyak pembuktian, butuh media pembanding, butuh sudut pandang lain, tidak bisa ini dijadikan kesimpulan.

  57. ya kita intropeksi sendiri ajlah ,,,,,,

  58. Anonim said

    Hanung Bramantyo suami Sascia Mekka adalah teman se organisasi dengan artis Diah Pitaloka, aktifis PDR Budiman Sujatmiko dan anggota parlemen dr. Ribka Ciptaning pengarang buku : ‘Aku Bangga Jadi Anak PKI’ dan ‘Anak PKI Telah Jadi Anggota Parlemen’.

  59. Didi said

    Terimakasih ustadz ismail marzuki….di bulan ramadhan ini mari kita sama2 berdoa agar hanung di beri ganjaran hidayah oleh Allah swt….atau memberi ganjaran yg setimpal atas kekurang ajaran nya….amin ya robb

  60. dani said

    memang Hanung is pki !

  61. Ada sedikit saja yang perlu dikoreksi.
    1. Kebetulan saya beberapa kali nonton film Perempuan Berkalung Sorban.
    Di dalam kalimat Pak Taufik: Ketika kedua insan lain jenis dan bukan suami istri tersebut sedang melakukan perzinahan, akhirnya datang rombongan santri dan suami Annisa mengerebeknya….

    -Seingat saya, Anisa memang memaksa Khudori untuk menzinahinya karena saking putus asanya. Tapi tidak ada adegan perzinahan di situ…..karena Khudori yang notabene terhitung adalah pamannya Anisa, menolak sambil terus menyadarkan Anisa bahwa itu bukan perbuatan benar….- Mungkin Pak Taufik perlu melihat ulang adegan tersebut 🙂

    2. Anisa sendiri ketika memutuskan pergi dari lingkungannya lalu datang ke jogja, ia galau bin risau karena melihat kenyataan di tempat kos temannya sesama santriwati yang sering ia pengaruhi untuk memperjuangkan hak yang sama untuk bebas mendapat pendidikan tinggi seperti laki-laki, ternyata si teman itu mengikuti gaya hidup bebas alias enteng saja memasukkan pacarnya ke kamar. Di situ, Anisa mengalami pergolakan batin dan merasa ada andilnya dirinya membuat si teman salah langkah mengikuti gaya hidup bebas.

    3. Saya sih tidak ingin membela Hanung habis-habisan karena khawatir jadi suudzon. Apalagi karena saya sendiri tidak pernah hidup di pesantren, akan tetapi apakah kita akan menutup mata dengan banyaknya kasus-kasus: kyai cabuli santrinya, guru ngaji cabuli murid ngajinya….Innalillah……kenyataan pahit untuk diterima tapi memang terjadi.

  62. salim said

    Jangan sekali-kali menghina islam, Islam tidak bisa dihina, dan tidak bisa dikritik. titik

  63. saif said

    Semoga mendapat hidayah-Nya..

  64. Anonim said

    Ustadz ismail marzuki terimakasih untuk kami org2 yg baru memahami seni, semoga selalu memberi pencerahan buat kami.
    hanung dang sepaham engkau harus ingat dunia ini tak ada yg abadi, kepopuleran, kekayaan hanya sementara, jangankan k syurga k kuburan ja tidak kita bawa, dan siksa allahlh yg paling pedih jd dengarlah hati kecil anda. Hati kecil tak pernah bohong, luruskanlah hati dan fikiran anda semoga allah memberi hidayah.

  65. alsyaf said

    Terlalu subyektif, lebih karna ketidaksukaan / sakit hati ketika anda menulis.
    Jika bukan karna video yg baru2 ini menyebar d youtube, siapa yg tau seorang Lukman Sardi murtad? bahkan menurut pengakuannya ia murtad sejak 6 tahun yg lalu. KH. Ahmad Dahlan / Muhammadiyah InsyaAllah akan tetap besar, meskipun orang yg pernah memerankan tokoh beliau memilih murtad. Sudahlah kita tidak perlu menyalahkan Hanung, saya rasa ia pun tak tahu akan murtadnya Lukman Sardi.
    Serius…. miris ngeliat tulisan akhir saudara, dengan uraian yg cukup baik sebelumnya. Bersyukurlah kita, karna Allah masih menjaga hati kita pada iman islam, bukankah kita percaya Allah dengan sangat mudah membolak-balikan hati seseorang???
    jazakallah khairan khasira

  66. sebuah fakta yang membuka cakrawala wawasan keislaman yang cukup pelik, semoga dengan terbitnya kisah ini lahir pemahaman dan pelajaran yang tepat sesuai kaidah.

  67. dan said

    Umat islam akan selalu di coba kesabarannya. semoga allah tetap memberi nikmat islam kepada hambanya yg sabar. dan bekali diri kita dgn ilmu, karena dgn ilmu kita ttp dl jalan yg lurus….

  68. al fath said

    Bgus memank memberikan sebuah informasi tentang isi dan penjelasan trhadap per film an hasil karya mereka….
    Ds2 kt dapat ketahui apa baik dan burukx isi hasil karyanya .
    Jadi kita dlm mendapatkan suatu informasi sebaiknya kt pintar2 menyimaknya agar kita gegabah dalam mnindak lanjuti sisi positif dan negatif karyanya org yg terdeteksi memiliki paham yg bertentangan dgn negara kita dan agama yg kita anut..

    Sebaikx tindakan kita cukup kt ketahui dan waspada serta siap untuk mengntisipasi akan ancaman paham2 yg bertentangan dgn apa yg kt anut diindonesia. Sikapi dgn kepala dingin agar tdk trjadi provokasi yg merugikan org yg kt duga melakukn tndakan itu karyax hanyalah sebuah informasi dan teladan untuk kt apa yg heus kt hindari dan hrus kt simak. Ingat cmn kt perlu garis bawahi cmn waspada sj

  69. al fath said

    Jika ada karyax yg memburukkan sesuatu menurut pandangan kita sebaikx kt sikapi dgn kepala dingin jika memank ia lakukan sepeerinitu biarlah dia nanggung dosax … drpd kt tanggapi lalu menghujatx kan lebih buruk lagi perbuatan kt trhdpx….

    INGATLAH SJ KETIKA MENDAPAT SUATU INFORMASI SEBAIKX KT WASPADAI bahayaxDAN MENELADANI isi yg baikx ..

  70. jose said

    Semoga umat Islam d tanah air lebih jeli dlam melihat perkembangan dunia film..sungguh bermanfaat buya Taufiq Ismail telah membuka kesadaran umat Islam..
    trm ksh

  71. SMY said

    ternyata isu komunis masih laku dijual…hehehe

  72. Anonim said

    Gampang aja..boikot smua produk hanung!

  73. Anonim said

    Kalo buya taufiq ismail sudah berbicara ..ini saatnya kita mulai banyak dan perkeras dzikir Laa Ilaha ilallah…berjamaah semua muslim…cukup dg seruan ini saja…cukup sudah utk membuat perbedaan….tolong disimak dan didengar penjelasan buya ini bahwa Islam sudah mulai dikoyak koyak…hanya kaum munafik yg tidak setuju dg penjelasan buya….cukup di jawab dg Laa ilaha illallah…
    Cukup di embargo film anak ingusan ini dan jgn pernah undang istrinya di acara yg nrk buat…cujup itu saja

  74. Alhamdulillah , terima kasih P Taufiq Ismail , setelah membaca hasil wawancara Bapak dengan KabarNet , banyak pengetahuan yang saya dapatkan , di antaranya saya baru sadar kalau Lukman Sardi adalah seorang murtadin , keculasan terselubung film-film karya Hanung yang pernah saya kagumi , dan saya juga melihat Hanung mengajak Joshua ( mantan penyanyi cilik – kalau tidak salah dia juga non Muslim ) memerankan tokoh seorang santri murid Kyai Haji Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah , maka benar pelajaran yang pernah saya dapatkan dari guru-guru dulu , yaitu ” Awas Bahaya Laten PKI “

  75. Anonim said

    Hanung pura2 bodoh aja…. utk meraup rupiah lewat hasil karya filmnya mau buat filmkan seharusnya ada wawancara oleh pihak2 yg mengalami dunia itu agar tdk keluar dari reelnya..oke bosss…

  76. wahyu said

    Itu yang nyuruh baca sejarah ulang tentang PKI disuruh belajar lagi. Masa rujukan dari buku SMA.

    Ini lagi tulisan kok kaya ngerti aja gimana PKI. Mohon belajar lebih keras lagi. PKI itu salah satu organisasi yang ikut perjuangin kemiskinan sama kemerdekaan republik.

  77. Anonim said

    Astagfirullahaladzim.sejak pertama saya menonton film PBS.
    Saya merasa ada yg aneh ko kisah tentang pesantren kok begini seperti kebalikannya seperti ingin memutar balikan fakta.benar sekali apa yg di paparkan oleh pak taufik ismail saya setuju.
    dan benar sekali di film PBS itu tidak ada sisi baiknya sama sekali.

  78. Aly said

    Hanung Bramantyo, sutradara anjing , babi , bangsat, keturunan iblis.

  79. Mycomment said

    Hmmm… kemarin suka banget sama film2nya mas Hanung.. eh, setelah baca ini.. jadi tahu sisi buruknya dan parah banget ternyata…

    benar2.. pinter betul dia nyebarin virus komunis… Subhanallah… astaghfirullah…

  80. ternyata dibalik semua film-film yang populer ada sesua yang tidak pantas, semoga dengan adanya informasi ini menyadarkan semua pihak akan keburukan dan karya yang populer. sehingga karya film-film tanah air betul-betul terjaga dan tidak ternodai.

  81. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai sastra, menurut saya studi mengenai sastra merupakan ilmu yang
    menarik juga banyak hal yang bisa dipelajari di dalam pembelajaran bahasa.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai beberapa sastra
    yang bisa anda kunjungi di Dunia Sastra

  82. Anonim said

    Dasar otak PKI

  83. […] Tokoh Sastrawan Taufik Ismail menyebut, bahwa track record Hanung Bramantyo begitu picik dalam membuat film yang bernuansa islam tersebut. Banyak frame yang menyudutkan ajaran islam. […]

  84. […] Simak saja karya film besutan Hanung Bramantyo banyak frame (tayangan-tayangan) yang menyudutkan aja…. Contoh kecil, salah satunya adalah Perempuan Berkalung Sorban (PBS). Film yang dibintangi aktris Revalina S Temat (Annisa) tersebut diambil dari Novel PBS karya Abidah El Khaleqy. Novel PBS sebelumnya mendapat penghargaan dari The Ford Foundation, sebuah NGO yang memperjuangkan faham Sepilis dan dikendalikan kaum Zionis Yahudi AS. […]

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: