KabarNet

Aktual Tajam

Gubernur Aceh Tolak Teken Qanun Jinayat

Posted by KabarNet pada 25/10/2009

JAKARTA – Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, menegaskan, sikapnya untuk menolak dan tidak akan pernah menandatangani Qanun Jinayat yang melegalkan hukum rajam (dilempari hingga mati) yang disahkan DPR Aceh.

“Pemerintah Aceh menolak Qanun Jinayat dari awal, karena tidak sesuai dari draf yang kami ajukan. Tidak tahulah, bagaimana qanun itu nanti. Pemerintah tetap menolak hukuman rajam karena itu bertentangan dengan hukum nasional dan hukum internasional,” ujarnya, tadi malam.

Dikatakan, qanun tidak boleh bertentangan dengan hukum nasional. “Qanun itu juga harus sesuai dengan kondisi masyarakat setempat,” ujarnya.

Qanun harus mendukung dan menciptakan perdamaian. “Perdamaian yang kami rasakan sekarang cukup damai. Belum pernah kami merasakan sedamai ini. Kondisi ini memberi peluang bagi Aceh untuk mengejar ketinggalannya dari daerah lain,” ujarnya.

Seperti diketahui, di tengah pro-kontra, akhirnya pada 14 September 2009, DPRA mensahkan Rancangan Qanun (Raqan) Hukum Jinayat dan Raqan Hukum Acara Jinayat menjadi qanun.

Ulama kharismatik Aceh asal Aceh Utara, Tgk Ibrahim Bardan, sempat mengomentari qanun tersebut. Dalam pertemuan yang berlangsung di rumah dinas wagub Aceh, diingatkan beberapa hal yang perlu dilakukan pemerintah Aceh setelah DPRA mengesahkan Raqan Hukum Jinayat dan Raqan Hukum Acara Jinayat menjadi qanun.

“Hukum Islam itu diterapkan untuk kedamaian dan kesejahteraan ummat manusia di muka bumi dan bukan untuk menakut-nakuti. Pemerintah Aceh bersama masyarakatnya perlu lebih dulu membentuk manusia sadar kepada hukum. Hal ini dilakukan dengan jalan memberikan pengetahuan tentang aqidah, pemantapan, dan penghayatan syariat Islam. Setelah mereka sadar terhadap aqidah dan syariat Islam, baru pelaksanaan hudud (hukuman) penuh bagi orang yang melanggar hukum jinayat,” katanya.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, berpendapat masih perlu diatur teknis yuridis pelaksanaan hukum acaranya, juga teknis eksekusinya, sebelum ada perkara jinayat yang diputuskan majelis hakim Mahkamah Syar‘iyah di Aceh.

Secara yuridis, menurutnya, masih ada problem pemberlakuan hukum acara kedua qanun itu. “Artinya, pemberlakuan hukum acara itu perlu dikaji kembali supaya pelaksanaannya lebih beradab, lebih humanis,” tegasnya.

Menanggapi itu, ketua umum Dewan Dakwah Indonesia (DDI) Aceh, Tgk Hasanuddin Yusuf Adan, menyatakan, kalau gubernur tidak mau teken, maka gubernur harus turun dari jabatannya biar digantikan orang lain dan ditandatangani oleh orang lain.

Menanggapi tuntutan itu, gubernur malah mengatakan agar orang yang bersangkutan mengurus urusannya sendiri. Gubernur, katanya, berhak atas tiga hal, yakni berhak menandatangani, berhak menolak, dan berhak diam. (WASPADA/KN)

3 Tanggapan to “Gubernur Aceh Tolak Teken Qanun Jinayat”

  1. Boh nyan bijeh pki ka neuk ex gubernur kajak okma keuh kajak ,hukom donya kacok hukom allah ka tulak , hana pemilu di aceh hn bi suara mesaboh baykot pemilu ka preh 2017

  2. Polem said

    Setelah sebelumnya pernah menjadi gubernur, kini pada pilkada aceh 2017 Irwandi yusuf kembali mencari dukungan rakyat aceh melalui cara caranya.
    Irwandi siap tegakkan aqidah aswaja di Aceh
    PNA: Jangan berikan peluang preman politik kuasai panggung
    Irwandi Yusuf bangga dapat dukungan PDI Perjuangan

    Jika perlu, silahkan dipublish kembali.

  3. […] "Pemerintah Aceh menolak qanun jinayat dari awal, karena tidak sesuai dari draf yang kami ajukan. Tidak tahulah, bagaimana qanun itu nanti. Pemerintah tetap menolak hukuman rajam karena itu bertentangan dengan hukum nasional dan hukum internasional," kata Irwandi saat itu. […]

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: