KabarNet.in

Aktual Tajam

Islam vs Ahmadiyah

Dengan ini kami (ADMIN) menambahkan satu forum dialog “Islam vs Ahmadiyah” mengingat banyak pengunjung di situs KabarNet yang terlibat perdebatan seputar Ahmadiyah.

Pada awalnya, tanpa kami duga banyak pengunjung yang memanfaatkan postingan kami sebagai makalah diskusi/dialog, sehingga situs ini menjadi ajang Perdebatan. Maka kami mempersilahkan mengisi forum ini dengan berdialog yang sehat, cerdas dan bijak serta tidak melupakan etika dan norma kita sebagai bangsa timur. Tentunya, tidak menampilkan tulisan atau gambar yang sifatnya tidak senonoh (kata-kata jorok, hubungan intim). Kiranya forum ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperluas wawasan  & menjadikan kita bangsa yang lebih demokratis. [13/10/2010]

Maaf dan Salam, ADMIN.

11.422 Tanggapan to “Islam vs Ahmadiyah”

  1. martin said

    tidak ada yang mustahil bagi allah swt untuk mematikan dan menghidupkan manusia, termasuk memberi umur panjang kepada nabi isa, alllah itu maha kuasa. dan sangat salah jika seorang mirza ghulam mengaku sebagai nabi-nabi. mirza ghulam itu adalah manusia yang tidak bisa menjadi banyak orang. wahai ahmadiyah kembalilah ke jalan yang benar … !

  2. martin said

    tes untuk pengikut ahmadiyah :
    1. Apa benar Manusia tercipta dari tanah dan kembali menjadi tanah, jelaskan ?
    2. Apa ada utusan Allah dari golongan jin, jelaskan ?
    3. di dalam kitab suci Al-Qur’an ada 3 ilmu pedoman hidup di dunia, sebutkanlah 3 ilmu itu (jika kamu ahmadiyah orang-orang yang benar) ?

  3. martin said

    Allah Yang Maha Mengetahui berfirman:
    “Al Masih Ibnu Maryam tiada lain ialah seorang rasul, sesungguhnya telah berlalu (meninggal) rasul-rasul sebelumnya. Dan ibunya adalah seorang yang amat benar. Mereka berdua biasa makan makanan.” (Al Maidah 5:76).

    wahai … sofyan syarif pengertian dari “berlalu” bukan berarti “mati”,
    berlalu = telah lalu
    berlalu = terlewati
    berlalu = sejarah
    berlalu = kenangan
    banyak lagi pengertian lainnya….

    wahai….. saudaraku sofyan syarif yang di karuniai Allah SWT fikiran dan akal, janganlah kamu mempergunakan akalmu dengan menduga-duga makna dari kitab suci Al-Qur’an, iblis lebih licik dari pada kita saudaraku, mari kita sama-sama meningkatkan ibadah kepada Allah SWT agar di jauhkan dari segala hasut iblis yang akan selalu menyesatkan kita dari jalan yang benar sampai hari kiamat nanti !!

  4. martin said

    Ayat ini menjelaskan bahwa Nabi Isa Al Masih as itu hanya seorang rasul, dan rasul-rasul sebelum beliau as sudah wafat. Nabi Isa Al Masih as dan ibunya Siti Maryam (seorang yang amat benar) biasa makan makanan. Di lain tempat Allah berfirman:
    “Dan, tidaklah Kami jadikan mereka (para nabi) tubuh-tubuh yang tiada memakan makanan dan tidak pula mereka itu orang-orang yang kekal.” (Al Anbiya 21:9).

    wahai saudaraku sofyan syarif, kamu mengatakan
    “Di lain tempat Allah SWT berfirman” yang benar adalah “Di lain Ayat (didalam al-qur’an) Allah SWT berfirman” karena setiap manusia di muka bumi ini tidak pernah tau di mana tempat Allah SWT. Maha suci Allah SWT atas kebesarannya yang menjadikan manusia hanya sedikit sekali mengetahui hal ghaib.

  5. Anonymous said

    AHMADIYAH CEPAT PADA TOBAT ( Denga adanya tobat berarti kalian sudah berbuat salah, sesungguhnya Alloh maha pengampun, cepatlah bertobat sebelum teelambat. satu orang ahmadiya mati , berati satu kali menjerumuskan manusia ke neraka. dengan masuknya satu orang ke neraka berarti sama seperti memasukan satu golongan. maka jika satu orang pengikut ahmadiyah masuk ke neraka, pengikut yang lainnya juga akan termasuk. sedangkan dalam Al-kuran sudah di jelaskan bahwa tida ada rosul setelah nabi muhammad. bahkan ada hadis yang mengungkapkan “jika ada manusia yang mengaku nabi setelah nabi muhammad,manusia tersebut itu halal untuk di bunuh.” Semoga Alloh memberikan hidayah kepada kalia . Aminn……

  6. martin said

    wahai saudaraku syofian syarif atau pengikut ahmadiyah dimanapun berada jika ada perselisihan di antara kita umat muslim maka marilah kita kembalikan ke pada Al-Quran , Insya Allah kita akan menemukan jalan yang benar yang membuat kita berselisih, Amiin ….!!

  7. martin said

    untuk ahmadiyah :
    jika ada ayat ataupun makna di dalam Al Quran yang membuat kalian ragu dan berpaling maka tulislah ayat tersebut, insya allah saya akan meluruskannya !

  8. Sofyan Syarif said

    Di dalam Kamus Bahasa Arab “Lisaanul Arab” terdapat keterangan tentang kata “berlalu”:

    “Kholaa fulaanun idzaa maata” artinya: “Si Fulan telah berlalu, apabila sudah mati”
    (Lisaanul ‘Arab, Ibnu Manzhur, Darul Fikr, 1990, Jilid XIV, hal.242).

  9. Sofyan Syarif said

    “jika ada manusia yang mengaku nabi setelah nabi muhammad,manusia tersebut itu halal untuk di bunuh.”

    HADITS GARIS KERAS bertentangan dengan Al Quran-ul-Majid.

  10. LOGIKA said

    Bung Sofyan Syarif,

    …….
    Apalagi Allah Yang Maha Mengetahui menegaskan bahwa rasul-rasul sebelum Nabi Muhammad saw sudah berlalu (meninggal):
    “Dan, Muhammad tiada lain ialah seorang rasul, sesungguhnya telah berlalu (meninggal) rasul-rasul sebelumnya….” (Ali Imran 3:145).

    Dengan demikian, maka Al Quran sudah menegaskan bahwa Nabi Isa Al Masih as dan rasul-rasul sebelumnya sudah wafat.

    __________

    (Maaf, karena kesibukan baru bisa menanggapi).

    Bung Sofyan Syarif,
    Setelah dikaji, maka surat Al-Imran ayat 44 yang anda ajukan sebagai pembenaran pendapat anda berikut :

    Al-Imran ayat 144 :

    وَمَامُحَمَّدٌإِلاَّرَسُولٌقَدْ خَلَتْمِنقَبْلِهِالرُّسُلُأَفَإِنمَّاتَ أَوْقُتِلَانقَلَبْتُمْعَلَىأَعْقَابِكُمْوَمَنيَنقَلِبْعَلَىَعَقِبَيْهِ فَلَنيَضُرَّاللّهَشَيْئًاوَسَيَجْزِياللّهُالشَّاكِرِينَ

    Artinya :
    Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh TELAH BERLALU SEBELUMNYA BEBERAPA ORANG RASUL. APAKAH JIKA DIA WAFAT ATAU DIBUNUH kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

    Pada kata-2 yang saya kapitalkan di atas, kata “… TELAH BERLALU SEBELUMNYA BEBERAPA ORANG RASUL ….” dan kata-kata “…. APAKAH JIKA DIA WAFAT ATAU DIBUNUH ….” di sini menunjukkan :
    1. Keterangan URUTAN KEHADIRAN RASUL ILAHI DI DUNIA sebelum Rasulullah SAW (jadi bukan kondisi kematian Rasul)
    2. KETERANGAN tentang KEWAFATAN yang dialami sebagian Rasul dari seluruh Rasul yang pernah diutus Allah SWT.

    Jadi benar apa kata sdr. Martin, kata-2 TELAH BERLALU dalam surat Al-Imran ayat 145 di atas menunjukkan bahwa Allah SWT memberikan petunjuk kepada Rasulullah SAW bahwa sebelum Rasulullah SAW dilahirkan dan diutus sebagai Rasul, TELAH PERNAH DIUTUS BEBERAPA (BUKAN SEMUA) ORANG RASUL YANG TAKDIR HIDUPNYA DIWAFATKAN OLEH ALLAH SWT. Jadi tetap mengisyaratkan ADANYA RASUL YANG BELUM DIWAFATKAN WALAUPUN SAAT INI TIDAK BERADA DI DUNIA (BELUM DITURUNKAN SEJAK DIANGKATNYA), yakni Nabi Isa AS (Isa Al-Masih Ibnu Maryam) dalam surat An-Nisa ayat 158. Konsekuensi dari petunjuk Allah SWT dalam surat Al-Imran ayat 145 yang hanya menyebutkan ‘BEBERAPA DARI SEMUA RASUL’ ini telah menyebabkan ayat suci ini MENJADI KLOP ALIAS TIDAK BERTENTANGAN dengan surat An-Nisa ayat 157, yang mengisyaratkan bahwa Nabi Isa AS sejak pengangkatannya dalam keadaan hidup karena tidak pernah tertangkap dan tersalib oleh para pengejarnya itu. Di sisi lain Allah SWT memberikan petunjuk bahwa yang tetap tersalib oleh para pengejar Nabi Isa AS sebenarnya adalah MR. X (orang lain) yang wajahnya telah diserupakan oleh Allah SWT dengan wajah Nabi Isa AS).

    Akhirnya sekali lagi teruji bahwa kitab suci Al-Quran adalah kitab suci Ilahi yang berisikan pedoman hidup YANG TELAH DISEMPURNAKAN DAN DIRIDHOI OLEH ALLAH SWT untuk manusia hingga akhir jaman (berlaku universal) SEHINGGA TIDAK PERNAH ADA SATUPUN PERTENTANGAN DI DALAMNYA.

    Selain itu anda mengajukan surat Al-Maidah ayat 75 :

    مَّاالْمَسِيحُابْنُمَرْيَمَإِلاَّ رَسُولٌقَدْ خَلَتْمِنقَبْلِهِالرُّسُلُ وَأُمُّهُصِدِّيقَةٌكَانَايَأْكُلاَنِالطَّعَامَانظُرْكَيْفَنُبَيِّنُلَهُمُالآيَاتِثُمَّانظُرْأَنَّىيُؤْفَكُونَ

    Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).

    Jika kita perhatikan KONTEKSNYA, yakni dari dua ayat sebelumnya sbb :

    Ayat 73 :

    لَّقَدْكَفَرَالَّذِينَقَالُواْإِنَّ اللّهَثَالِثُثَلاَثَةٍوَمَا مِنْإِلَهٍإِلاَّإِلَهٌوَاحِدٌوَإِن لَّمْيَنتَهُواْعَمَّايَقُولُونَلَيَمَسَّنَّالَّذِينَكَفَرُواْمِنْهُمْعَذَابٌ أَلِيمٌ

    Arti :
    SESUNGGUHNYA KAFIRLAH orang-orang yang mengatakan: `Bahwasanya ALLAH SALAH SEORANG DARI YANG TIGA`, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.

    Ayat 74 :

    أَفَلاَيَتُوبُونَإِلَىاللّهِوَيَسْتَغْفِرُونَهُوَاللّهُغَفُورٌرَّحِيمٌ

    Arti :
    Maka mengapa mereka tidak bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

    Ayat 75 :

    مَّاالْمَسِيحُابْنُمَرْيَمَإِلاَّ رَسُولٌقَدْ خَلَتْمِنقَبْلِهِالرُّسُلُ وَأُمُّهُصِدِّيقَةٌكَانَايَأْكُلاَنِالطَّعَامَانظُرْكَيْفَنُبَيِّنُلَهُمُالآيَاتِثُمَّانظُرْأَنَّىيُؤْفَكُونَ

    Arti :
    Al Masih putera Maryam itu HANYALAH SEORANG RASUL yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).

    Nah, sesuai dengan konteksnya, yakni PENEGASAN ALLAH SWT KEPADA MEREKA (KAUM) YANG MEYAKINI bahwa :
    1. Allah SWT hanya salah satu dari tiga Tuhan yang disembah.
    2. Nabi Isa AS adalah salah satu Tuhan dari Tiga Tuhan yang mereka sembah.
    bahwa NABI ISA AS ATAU ISA AL-MASIH IBNU MARYAM ADALAH BUKAN TUHAN, MELAINKAM MANUSIA BIASA YANG TIDAK PATUT DISEMBAH OLEH SESAMA MANUSIA (HAMBA-2 ALLAH) LAINNYA. Salah satu pembuktian bahwa Nabi Isa AS bukan Tuhan sehingga tidak layak disembah adalah, Allah SWT memberikan perumpamaan kepada kita hamba-2-Nya dengan menunjukkan bahwa baik Nabi Isa AS maupun ibunda yang mengandung dan melahirkannya, yakni ibunda Siti Maryam (yang perawan) adalah manusia biasa juga YANG BUTUH MAKAN. Bahkan kalau boleh saya tambahkan, Nabi Isa AS BUTUH TIDUR, BUTUH KASIH SAYANG, BUTUH PERLINDUNGAN, BUTUH REJEKI, BUTUH INTERAKSI DENGAN LINGKUNGAN, BUTUH PERHATIAN, BUTUH INFORMASI, BUTUH PENDIDIKAN, BUTUH MATERI, BUTUH ISTIRAHAT, DAN BUTUH PEDOMAN HIDUP DARI YANG MENCIPTAKAN, MERAWAT DAN MEMATIKANNYA, YAKNI ALLAH SWT.

    Kembali pada konteks, jadi surat Al-Maidah ayat 73-75 itu mengarah pada penunjukkan Ilahi atas kekeliruan sebagian dari hamba-2-Nya yang meyakini Nabi Isa AS sebagai bagian dari 3 Tuhan yang harus disembah. Jadi ayat-2 suci ini bukan dimaksudkan untuk menentang firman-Nya di surat An-Nisa ayat 157, yang mengisyaratkan bahwa Nabi Isa AS belum diwafatkan saat kejadian pengangkatan dirinya. Artinya, walaupun Nabi Isa AS pada surat Al-Maidah ayat 73-75 itu ditunjukkan oleh Allah SWT bukan Tuhan (melainkan cuma manusia/hamba-Nya yang butuh makan), namun TIDAK MENGHILANGKAN PERKARA bahwa Nabi Isa AS berpeluang belum diwafatkan oleh Allah SWT sejak pengangkatan kehadirat-Nya pada surat An-Nisa ayat 157.

    Bung Sofyan Syarif, sebagai muslim saya bisa percaya Nabi Isa AS sudah diwafatkan jika dalam kitab suci Al-Quran terdapat petunjuk tentang itu YANG SAMA GAMBLANGNYA dengan ketika Allah SWT menunjukkan penyelamatan dari para pengejarnya dan pengangkatannya kehadirat-Nya. Nah berhubung dari 6.666 ayat suci Al-Quran itu tidak ada, maka jangan salahkan jika banyak umat Islam yang meyakini bahwa Nabi Isa AS alias Isa Al-Masih Ibnu Maryam itu berpeluang belum diwafatkan oleh Allah SWT sejak pengangkatan ke hadirat-Nya. Apalagi dalam surat An-Nisa ayat 159 ditegaskan bahwa Nabi Isa AS akan dipersaksikan (dipertemukan kembali) dengan segenap kaumnya.

    Namun kembali saya tegaskan bung Sofyan Syarif, ini adalah masalah keyakinan. Jika anda berkeyakinan bahwa Nabi Isa AS pernah tertangkap, tersalib, hingga wahat di India itu hak anda. Saya selaku peserta diskusi ini tidak menghalangi keyakinan anda sebagai seorang Ahmadiyah, karena bagi saya dan umat Islam lainnya itu “Lakum dinukum waliyadin.” saja.

    Mengapa ?

    Karena segala keyakinan dan perilaku manusia sebagai hamba-2 Allah SWT PASTI akan dipertanggungjawabkan oleh masing-2 di hadapan-Nya. Bukan oleh siapa-siapa.

    Selanjutnya anda menambahkan pertanyaan berikut :

    Apa maksud doa anda dalam shalat di antara dua sujud (Warfa’ni)?
    Apakah anda ingin seperti Nabi Isa Al Masih as yang anda pahami diangkat ruh dan jasadnya?

    Apa maksudnya bung Sofyan Syarif ?

  11. Sofyan Syarif said

    @ LOGIKA

    Saya kutip terjemahan Al Quran (Al Maidah 5:75/76 hal. 173 & Ali Imran 3:144 hal. 99) oleh Depag RI tahun 1971 yang dicetak di Saudi Arabia, sebagai berikut:
    “Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan 433)

    433) Maksudnya ialah bahwa Isa as dan ibunya adalah manusia yang memerlukan apa yang diperlukan manusia, seperti makan, minum dan sebagainya.

    “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul 234).

    234) Maksudnya Nabi Muhammad s.a.w. ialah seorang manusia yang diangkat Allah menjadi rasul. Rasul-rasul sebelumnya telah wafat. Ada yang wafat karena terbunuh adapula yang karena sakit biasa. Karena itu Nabi Muhammad s.a.w. juga akan wafat seperti halnya rasul-rasul yang terdahulu itu. Di waktu berkecamuknya perang Uhud tersiarlah berita bahwa Nabi Muhammad s.a.w. mati terbunuh. Berita ini mengacaukan kaum muslimin, sehingga ada yang bermaksud meminta perlindungan kepada Abu Sufyan (pemimpin kaum Quraisy). Sementara itu orang-orang munafik mengatakan bahwa kalau Muhammad itu seorang Nabi tentulah dia tidak akan mati terbunuh. Maka Allah menurunkan ayat ini untuk menenteramkan hati kaum muslimin dan membantah kata-kata orang-orang munafik itu. (Sahih Bukhari bab Jihad). Abu Bakar r.a. mengemukakan ayat ini – dimana terjadi pula kegelisahan di kalangan para sahabat di hari wafatnya Nabi Muhammad s.a.w. untuk menenteramkan Umar Ibnul Khaththab r.a. dan sahabat-sahabat yang tidak percaya tentang kewafatan Nabi itu. (Sahih Bukhari bab Ketakwaan Sahabat).

    Sesungguhnya kara “rusulu” atau “rusulan” artinya “rasul-rasul”, bukan “beberapa orang rasul” atau “beberapa rasul”. Contoh penggunaannya ada dalam Surah Al Baqarah 2:253/154, 284/285, An-Nisa 4:136 dan banyak lagi. Dalam Surah Al Maidah 5:75/76 dan Ali Imran 3:144/145 , walaupun kata “rusulu” diterjemahkan “beberapa rasul’ dan “beberapa orang rasul”, tetapi catatan kaki 433) menegaskan bahwa Nabi Isa as adalah seorang manusia yang perlu makan, minum dan sebagainya, dan no.234) menegaskan bahwa rasul-rasul sebelumnya (termasuk Nabi Isa Al Masih as) telah wafat.

    Jadi Tafsir Al Quran Depag RI dan Jemaat Ahmadiyah sepakat bahwa rasul-rasul sebelum Nabi Muhammad saw termasuk Nabi Isa Al Masih as sudah wafat.

    =====
    Apa maksud doa anda dalam shalat di antara dua sujud (Warfa’ni)?
    Apakah anda ingin seperti Nabi Isa Al Masih as yang anda pahami diangkat ruh dan jasadnya?

    Apa maksudnya bung Sofyan Syarif ?
    =====

    Dalam shalat, anda selalu berdoa “Robbigfirli, warhamni, wazzburni, warfa’ni dst”. Anda berdoa kepada Allah “warfa’ni” yang artinya: “Ya Tuhan-ku angkatlah aku” yang bersesuaian dengan kata “rafa’a” dalam Surah An-Nisa 4:158/159 sebagai berikut:
    “Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya 379). Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”

    Anda meyakini bahwa Nabi Isa Al Masih as diangkat ruh dan jasadnya ke hadirat Allah, padahal catatan kaki Al Quran Depag RI:
    379) Ayat ini adalah sebagai bantahan terhadap anggapan orang-orang Yahudi bahwa mereka telah membunuh Nabi Isa as. Tidak menyebutkan sebagai bukti bahwa Nabi Isa Al Masih as diangkat ruh dan jasadnya ke hadirat Allah.

    Jadi, maksud pertanyaan saya: Apakah dalam doa “warfa’ni” itu, anda memohon kepada Allah agar ruh dan jasad anda diperlakukan seperti Nabi Isa Al Masih as yang anda yakini bahwa ruh dan jasadnya diangkat ke hadirat-Nya dan sampai sekarang masih hidup?

  12. Sofyan Syarif said

    Martin berkata

    =====
    wahai saudaraku syofian syarif atau pengikut ahmadiyah dimanapun berada jika ada perselisihan di antara kita umat muslim maka marilah kita kembalikan ke pada Al-Quran , Insya Allah kita akan menemukan jalan yang benar yang membuat kita berselisih, Amiin ….!!
    =====

    Ajakan yang simpatik, dan pengakuan bahwa Ahmadiyah adalah umat muslim. Betul?

    Hanya saja ada kalimat yang ganjil:
    “Insya Allah kita akan menemukan jalan yang benar yang membuat kita berselisih”

    Saran saya:
    “Insya Allah kita akan menemukan jalan yang benar yang akan membuat kita bersatu”

  13. Sofyan Syarif said

    Martin berkata

    =====
    untuk ahmadiyah :
    jika ada ayat ataupun makna di dalam Al Quran yang membuat kalian ragu dan berpaling maka tulislah ayat tersebut, insya allah saya akan meluruskannya!
    =====

    –> Sebaiknya jangan terlalu percaya diri, karena Al Quran sendiri menyatakan bahwa “Tiada yang dapat menyentuhnya (kandungan Al Quran dengan benar) kecuali mereka yang disucikan (Al Waqiah 56:80). Orang-orang yang disucikan adalah Nabi Muhammad saw dan para sahabat ra dan/atau yang menjadi Khalifah Rasulullah saw dan mereka yang berpegang teguh kepada Tali Allah (Al Quran) serta mengikuti Sunnah Rasulullah saw dan Sunnah Khulafa-il-Mahdiyyin ar-Rasyidiin, sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw:

    “Siapa yang hidup lama di antara kalian niscaya akan melihat perselisihan faham yang sangat hebat. Maka hendaklah kalian mengikuti sunnahku dan sunnah para khalifah yang mendapat petunjuk Ilahi yang lurus (khulafaa il mahdiyyiin ar-rasyidiin), pegang-teguhlah itu dan gigitlah dengan gerahammu” (HR Sunan Abu Daud, Bab IV, hal. 201).

  14. LOGIKA said

    Bung Sofyan Syarif,

    Dalam shalat, anda selalu berdoa “Robbigfirli, warhamni, wazzburni, warfa’ni dst”. Anda berdoa kepada Allah “warfa’ni” yang artinya: “Ya Tuhan-ku angkatlah aku” yang bersesuaian dengan kata “rafa’a” dalam Surah An-Nisa 4:158/159 sebagai berikut:
    “Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya 379). Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”

    Anda meyakini bahwa Nabi Isa Al Masih as diangkat ruh dan jasadnya ke hadirat Allah, padahal catatan kaki Al Quran Depag RI:
    379) Ayat ini adalah sebagai bantahan terhadap anggapan orang-orang Yahudi bahwa mereka telah membunuh Nabi Isa as. Tidak menyebutkan sebagai bukti bahwa Nabi Isa Al Masih as diangkat ruh dan jasadnya ke hadirat Allah.

    Jadi, maksud pertanyaan saya: Apakah dalam doa “warfa’ni” itu, anda memohon kepada Allah agar ruh dan jasad anda diperlakukan seperti Nabi Isa Al Masih as yang anda yakini bahwa ruh dan jasadnya diangkat ke hadirat-Nya dan sampai sekarang masih hidup?

    __________

    Ketika anda berkata sbb :

    Dalam shalat, anda selalu berdoa “Robbigfirli, warhamni, wazzburni, warfa’ni dst”. Anda berdoa kepada Allah “warfa’ni” yang artinya: “Ya Tuhan-ku ANGKATLAH AKU” yang bersesuaian dengan kata “rafa’a” dalam Surah An-Nisa 4:158/159 sebagai berikut:
    “Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya 379). Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”
    …………..

    Terlihat sekali kalau anda BERUSAHA MENYAMAKAN makna ‘ANGKAT AKU’ pada do’a antara dua sujud dalam sholat dengan ‘MENGANGKAT ISA KEHADIRAT-NYA (ALLAH SWT)’ dalam surat An-Nisa ayat 157.

    Berdasarkan konteks dan subtansinya, maka makna kata WARFA’NI pada DOA ANTARA DUA SUJUD sangat berbeda dengan yang tercantum dalam firman Allah SWT dalam surat An-Nisa ayat 158 dibawah ini :

    بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

    Yang artinya :
    Tetapi (YANG SEBENARNYA), ALLAH TELAH MENGANGKAT ISA KEPADA-NYA. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

    BERDASARKAN KONTEKSNYA, maka kata ANGKAT pada :
    - Doa antara dua sujud dalam sholat menunjukkan permohonan hamba kepada Allah SWT.
    - Firman Allah SWT dalam An-Nisa 158 menunjukkan petunjuk Allah tentang peristiwa yang dialami nabi Isa AS.

    BERDASARKAN SUBSTANSINYA, maka makna ANGKAT pada :
    - Doa antara dua sujud dalam sholat berarti PERMOHONAN UTK DITINGKATKAN/DINAIKAN/DIANGKAT DERAJATNYA oleh Allah SWT.
    - Firman Allah SWT dalam surat An-Nisa ayat 158 berarti PETUNJUK PENGANGKATAN NABI ISA AS SECARA JASMANI DAN ROHANI.

    Jadi MAKNA ANGKAT (WARFA’NI) antara DOA ANTARA DUA SUJUD dengan SURAT AN-NISA AYAT 158 jelas sangat berbeda baik dalam konteks maupun substansinya bung Sofyan Syarif.

    Kemudian bung Sofyan Syarif berkata :
    …….
    Anda meyakini bahwa Nabi Isa Al Masih as diangkat ruh dan jasadnya ke hadirat Allah, padahal catatan kaki Al Quran Depag RI:
    379) Ayat ini adalah sebagai bantahan terhadap anggapan orang-orang Yahudi bahwa mereka telah membunuh Nabi Isa as. Tidak menyebutkan sebagai bukti bahwa Nabi Isa Al Masih as diangkat ruh dan jasadnya ke hadirat Allah.
    …….

    Sebagaimana layaknya keberadaan sebuah CATATAN KAKI pada berbagai karya penulisan atau buku, CATATAN KAKI adalah tulisan tambahan (kecil) di luar alur tulisan yang ada sebagai keterangan tambahan. Nah, ketika Depag membuat catatan kaki untuk surat An-Nisa ayat 158 yang anda tunjukkan di atas jelas SEMATA DIMAKSUDKAN UNTUK MENUNJUKKAN ‘STATUS ATAU FUNGSI’ DARI SURAT AN-NISA AYAT 158 SECARA UMUM, yakni SEBAGAI PETUNJUK ILAHI untuk membantah anggapan atau prasangka Yahudi atas keberhasilan mereka dalam membunuh Nabi Isa AS. Jadi dengan kondisi catatan kaki seperti ini, Depag jelas HANYA MENGANGGAP TIDAK URGEN SAJA untuk ikut mencantumkan penjelasan tambahan mengenai SEBAB KEGAGALAN Yahudinya sendiri dalam membunuh Nabi Isa AS. Jadi catatan kaki Depag seperti yang anda tunjukkan di atas sama sekali TIDAK MENGURANGI ESSENSI MAKNA MENGANGKAT pada surat An-Nisa ayat 158 SEBAGAI MENGANGKAT NABI ISA AS SECARA JASMANI DAN ROHANI KEHADIRAN ALLAH SWT.

    Akhir kata, kembali saya persilahkan anda untuk meyakini Nabi Isa AS pernah tertangkap, tersalib, dan berhasil melarikan diri ke India dan meninggal dalam usia 120 tahun. Namun bagi saya sebagai muslim, tetap meyakini sebagaimana petunjuk Allah SWT dalam surat An-Nisa aayt 157-159 bahwa Nabi Isa AS tidak berhasil ditangkap dan disalib karena keburu diangkat oleh Allah SWT kehadirat-Nya dan akan dipertemukan kembali dengan kaumnya untk bersaksi di hari kiamat.

  15. Sofyan Syarif said

    @ LOGIKA

    =====
    Bung Sofyan Syarif, sebagai muslim saya bisa percaya Nabi Isa AS sudah diwafatkan jika dalam kitab suci Al-Quran terdapat petunjuk tentang itu YANG SAMA GAMBLANGNYA dengan ketika Allah SWT menunjukkan penyelamatan dari para pengejarnya dan pengangkatannya kehadirat-Nya. Nah berhubung dari 6.666 ayat suci Al-Quran itu tidak ada, maka jangan salahkan jika banyak umat Islam yang meyakini bahwa Nabi Isa AS alias Isa Al-Masih Ibnu Maryam itu berpeluang belum diwafatkan oleh Allah SWT sejak pengangkatan ke hadirat-Nya. Apalagi dalam surat An-Nisa ayat 159 ditegaskan bahwa Nabi Isa AS akan dipersaksikan (dipertemukan kembali) dengan segenap kaumnya.
    =====

    Sesungguhnya kalimat “Nabi Isa as sudah diwafatkan” sudah ada di dalam Al Quran. Tetapi untuk memahami ayat-ayat suci Al Quran, anda harus berdoa dan berlindung kepada Allah agar hati anda disucikan dulu, karena Al Quran sendiri menyatakan bahwa “Tiada yang dapat menyentuhnya (kandungan Al Quran dengan benar) kecuali mereka yang disucikan (Al Waqiah 56:80), lalu gunakanlah akal dan pikiran anda yang cerdas. Insya-Allah akan memahami dialog dalam Al Quran antara Allah Ta’ala dengan Nabi Isa as:

    Dan, ketika Allah berfirman, “Hai Isa ibnu Maryam, adakah engkau berkata kepada manusia, ‘Jadikahlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah?’” Ia (Nabi Isa as) menjawab: “Maha Suci Engkau. Tidak layak bagiku mengatakan apa yang bukan hakku; sekiranya aku telah mengatakannya, Engkau mengetahui apa yang ada dalam diriku, dan aku tidak mengetahui apa yang ada dalam diri Engkau. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib”; (Al Maidah 5:116/117) “Tidak pernah aku mengatakan kepada mereka selain apa yang telah Engkau perintahkan kepadaku, yaitu ‘Beribadahlah kepada Allah, Tuhan-ku dan Tuhan-mu. Dan aku menjadi saksi atas mereka selama aku berada di antara mereka, akan tetapi, setelah Engkau MEWAFATKAN aku, maka Engkaulah Yang menjadi Pengawas atas mereka dan Engkau adalah Saksi atas segala sesuau;” (Al Maidah 5:117/118).

    Nabi Isa as menjadi saksi atas para pengikut beliau as, selama beliau as hidup dan berada di antara mereka, sehingga para pengikut Nabi Isa as masih berada di jalan yang benar. Namun, karena sudah sejak lama dan hingga saat ini umat Nabi Isa as sudah tersesat sebagaimana digambarkan dalam Al Fatihah 1:7, dan mereka mempercayai adanya Trinitas (tiga oknum Tuhan) dan mengatakan Yesus adalah Tuhan, Perawan Maryam juga adalah Tuhan, Rohul Kudus adalah Tuhan, maka Nabi Isa as tidak lagi menjadi Saksi (Pengawas) atas mereka. Jika kita menggunakan akal dan pikiran yang cerdas, maka ini berarti bahwa:

    Allah Yang Maha Mengetahui telah memberitahukan kepada kita di dalam Al Quran bahwa ALLAH TELAH MEWAFATKAN NABI ISA AS.

  16. Sofyan Syarif said

    @ LOGIKA

    =====
    Akhir kata, kembali saya persilahkan anda untuk meyakini Nabi Isa AS pernah tertangkap, tersalib, dan berhasil melarikan diri ke India dan meninggal dalam usia 120 tahun. Namun bagi saya sebagai muslim, tetap meyakini sebagaimana petunjuk Allah SWT dalam surat An-Nisa aayt 157-159 bahwa Nabi Isa AS tidak berhasil ditangkap dan disalib karena keburu diangkat oleh Allah SWT kehadirat-Nya dan akan dipertemukan kembali dengan kaumnya untk bersaksi di hari kiamat.
    =====

    Ya, memang Nabi Isa as – atas hasutan Kayafas dan para ulama Yahudi lainnya – telah ditangkap, dianiaya dan diangkat ke tiang salib oleh tentara Kerajaan Romawi yang menjajah bangsa Yahudi. Bangsa Yahudi terdiri dari 12 suku bangsa, dan di Yerusalem pada saat itu hanya ada dua suku bangsa Yahudi, yaitu Farisi dan Saduki, sedangkan sisanya eksodus dari Yerusalem ke berbagai tempat di dunia. Peristiwa ini terekam dalam Al Quran (Surah Bani Israil/Al Isra) dan terjadi dua kali, yaitu ketika Nebukadnezar dan Kaisar Romawi Titus membumi-hanguskan Yerusalem, sehingga orang-orang Yahudi eksodus dari Yerusalem ke berbagai tempat di dunia antara lain ke Afghanistan hingga ke Hidustan (Kashmir, India & Pakistan).

    Karena Nabi Isa Al Masih as adalah utusan/rasul Allah, dan Allah telah menetapkan “Aku dan Rasul-rasul-Kua pasti menang” (Al Mujadalah 58:22), maka Allah menyelamatkan Nabi Isa as dari kematian di tiang salib (karena menurut Bible, orang yang mati disalib adalah terkutuk), sehingga orang-orang Yahudi tidak membunuhnya dan tidak juga menyalibnya (karena makna menyalib harus sampai mati ditiang salib), tetapi Allah mengangkat harkat, derajat dan martabat Nabi Isa as di sisi-Nya (bukan mengangkat ruh dan jasanya). Beliau as terlepas dari tuduhan orang-orang Yahudi bahwa beliau as adalah anak jadah/haram dan Nabi Palsu, Itulah makna Surah An-Nisa 4:157-159.

    Kemudian, Nabi Isa as melanjutkan tugasnya sebagai utusan Allah kepada Bani Israil, yaitu setelah makan bersama para sahabatnya (Hawariyyin) lalu beliau as pergi ke Timur untuk mencari domba-domba yang tersesat di antara Bani Israil yang sudah eksodus ke Afghanistan dan Hindustan (Kashmir, India dan Pakistan). Jika anda pergi ke Afghanistan & Hidustan, anda akan menemukan banyak suku-suku bangsa Yahudi yang sudah beragama Islam melalui dakwah yang dilakukan Nabi Isa as. Dengan demikian, Nabi Isa as telah menunaikan tugasnya dengan baik, sebagai utusan Allah kepada Bani Israil. Inilah yang dimaksud ayat suci Al Quran bahwa, “Allah telah menetapkan ‘Aku dan Rasul-rasul-Kua pasti menang’, sesungguhnya Allah Maha Kuat, Maha Perkasa (Al Mujadalah 58:22).

  17. martin said

    Syofian Sarif, berkata :

    Sebaiknya jangan terlalu percaya diri, karena Al Quran sendiri menyatakan bahwa “Tiada yang dapat menyentuhnya (kandungan Al Quran dengan benar) kecuali mereka yang disucikan (Al Waqiah 56:80). Orang-orang yang disucikan adalah Nabi Muhammad saw dan para sahabat ra dan/atau yang menjadi Khalifah Rasulullah saw dan mereka yang berpegang teguh kepada Tali Allah (Al Quran) serta mengikuti Sunnah Rasulullah saw dan Sunnah Khulafa-il-Mahdiyyin ar-Rasyidiin, sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw:

    “Siapa yang hidup lama di antara kalian niscaya akan melihat perselisihan faham yang sangat hebat. Maka hendaklah kalian mengikuti sunnahku dan sunnah para khalifah yang mendapat petunjuk Ilahi yang lurus (khulafaa il mahdiyyiin ar-rasyidiin), pegang-teguhlah itu dan gigitlah dengan gerahammu” (HR Sunan Abu Daud, Bab IV, hal. 201).

    jawaban saya : ”
    1. Ternyata kita bisa lihat di sini kata-kata INSYA ALLAH yang saya tulis belum anda ketahui arti dan maknanya (saya mohon pelajarannya lebih di tingkatkan lagi).
    2. Hati-hati dengan kata-kata DISUCIKAN ALLAH SWT, seluruh umat manusia yang hidup ataupun sudah mati tidak ada yang disucikan hatinya
    Kecuali Nabi Besar Muhammad SAW. yang benar adalah orang-orang yang di beri petunjuk oleh Allah SWT, saya mohon jangan pernah mengajarkan seperti yang
    anda tulis di atas, karena apa saudaraku syofian syarif ? karena itu akan membuat syetan berpeluang untuk menggoda manusia !!! anda juga harus tau syetan itu
    bisa merasuk dalam mimpi kita dengan berpura-pura memberitahukan kepada kita bahwa kita sudah disucikan oleh Allah swt, dengan memberitahukan bahwa
    kita adalah nabi, mahdi, isa dsb. padahal itu adalah tipu muslihat syetan !

    Tahukah anda saudaraku syofian syarif salah satu tujuan syetan itu :
    “memecah belah umat muslim benjadi beberapa golongan, kelompok, suku, dan membuat mimpi palsu yang katanya wahyu dari Allah SWT padahal itu adalah siasat syetan belaka. penerima wahyu dari Allah SWT itu adalah nabi saudaraku yang di tutup oleh nabi besar Muhammad SAW. tidak ada nabi setelah nabi Muhammad SAW yang berarti tidak ada lagi penerima wahyu setelah nabi besar Muhammad SAW”.

    untuk saudaraku syofian syarif 3 pertanyaan saya kemaren belum anda jawab, jadi saya mohon tolong di jawab yang isinya ada di dalam kitab suci Al Quran jika memang benar kamu adalah penerjemah Al Quran :

    pertanyaannya :

    1. Apa benar Manusia tercipta dari tanah dan kembali menjadi tanah, jelaskan ?
    2. Apa ada utusan Allah dari golongan jin, jelaskan ?
    3. di dalam kitab suci Al-Qur’an ada 3 ilmu pedoman hidup di dunia, sebutkanlah 3 ilmu itu ?

  18. martin said

    untuk Syofian Syarif :

    pada tahun 15 Mei 1907 mirza ghulam Menyatakan bahwa surah-surah dlm Al Quranul Karim berikut ini, yang diwahyukan untuk menghormati dan, memuji nabi besar Muhammad SAW, sekarang telah diwahyukan untuk menghormati Mirza:
    Surah 7:17
    Surah 55:1
    Surah 9:33
    Surah 53:9
    Surah 17:1
    Surah 3:31
    Surah 48:10
    Surah 48:1
    Surah 73:15
    Surah 107:1
    Surah 36:3

    (Haqeeqat-ul-Wahi, Roohani Khazain vol 22)
    Mengklaim bahwa Allah telah menamakan dirinya sebagai tiap nabi, oleh karenanya ia mengatakan:

    “Aku adalah Adam, Aku adalah Noah/Nuh, Aku adalah Abraham/Ibrahim, Aku adalah Isaac/Ishak, Aku adalah Jacob/Ya’kub, Aku adalah Ishmael/Ismail, Aku adalah Musa, Aku adalah Daud, Aku adalah Isa anak Maryam, Aku adalah Muhammad…(SAW).” (Haqeeqatul Wahi, Roohani Khazain vol 22 p. 521)

    —mungkin setelah saya mencantumkan pernyataan di atas anda tidak bisa mengelak lagi betapa sesatnya mirzha ghulam pimpinan ahmadiah, karena apa syofian syarif pernyataan di atas adalah pernyataan yang di tulis sendiri oleh tangan mirzha ghulam dalam bukunya dan ini bukan di buat-buat atau karangan saya saudaraku sofyan sarif.

    —saya tegaskan lagi kepada anda sofyan syarif syetan itu bukan saja ada pada golongan jin, tetapi syetan itu juga ada dari golongan manusia-manusia yang ingkar kepada Allah SWT.

  19. LOGIKA said

    Bung Sofyan Syarif,

    Sesungguhnya kalimat “Nabi Isa as sudah diwafatkan” sudah ada di dalam Al Quran. Tetapi untuk memahami ayat-ayat suci Al Quran, anda harus berdoa dan berlindung kepada Allah agar hati anda disucikan dulu, karena Al Quran sendiri menyatakan bahwa “Tiada yang dapat menyentuhnya (kandungan Al Quran dengan benar) kecuali mereka yang disucikan (Al Waqiah 56:80), lalu gunakanlah akal dan pikiran anda yang cerdas. Insya-Allah akan memahami dialog dalam Al Quran antara Allah Ta’ala dengan Nabi Isa as:

    Dan, ketika Allah berfirman, “Hai Isa ibnu Maryam, adakah engkau berkata kepada manusia, ‘Jadikahlah aku dan ibuku sebagai dua tuhan selain Allah?’” Ia (Nabi Isa as) menjawab: “Maha Suci Engkau. Tidak layak bagiku mengatakan apa yang bukan hakku; sekiranya aku telah mengatakannya, Engkau mengetahui apa yang ada dalam diriku, dan aku tidak mengetahui apa yang ada dalam diri Engkau. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib”; (Al Maidah 5:116/117) “Tidak pernah aku mengatakan kepada mereka selain apa yang telah Engkau perintahkan kepadaku, yaitu ‘Beribadahlah kepada Allah, Tuhan-ku dan Tuhan-mu. Dan aku menjadi saksi atas mereka selama aku berada di antara mereka, akan tetapi, setelah Engkau MEWAFATKAN aku, maka Engkaulah Yang menjadi Pengawas atas mereka dan Engkau adalah Saksi atas segala sesuau;” (Al Maidah 5:117/118).

    Nabi Isa as menjadi saksi atas para pengikut beliau as, selama beliau as hidup dan berada di antara mereka, sehingga para pengikut Nabi Isa as masih berada di jalan yang benar. Namun, karena sudah sejak lama dan hingga saat ini umat Nabi Isa as sudah tersesat sebagaimana digambarkan dalam Al Fatihah 1:7, dan mereka mempercayai adanya Trinitas (tiga oknum Tuhan) dan mengatakan Yesus adalah Tuhan, Perawan Maryam juga adalah Tuhan, Rohul Kudus adalah Tuhan, maka Nabi Isa as tidak lagi menjadi Saksi (Pengawas) atas mereka. Jika kita menggunakan akal dan pikiran yang cerdas, maka ini berarti bahwa:

    Allah Yang Maha Mengetahui telah memberitahukan kepada kita di dalam Al Quran bahwa ALLAH TELAH MEWAFATKAN NABI ISA AS.

    ___________

    Kali ini bung Sofyan Syarif berusaha menyanggah atau mempertentangkan isyarat belum wafatnya Nabi Isa AS yang tersirat dalam surat An-Nisa ayat 157-159 dengan surat Al-Maidah ayat 116-118.

    Tapi baiklah, dengan sabar akan saya tunjukkan kebenarannya denga tetap berpatokan pada prinsip kesempurnaan Al-Quran sebagai kitab suci bagi umat manusia sejak disampaikan oleh Rasulullah SAW hingga akhir jaman.

    SURAT AN-NISA AYAT 157-159

    Ayat 157 :

    وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ ۚ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا

    Yang artinya :
    dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka TIDAK MEMBUNUHNYA DAN TIDAK (PULA) MENYALIBNYA, TETAPI (YANG MEREKA BUNUH IALAH) ORANG YANG DISERUPAKAN DENGAN ISA BAGI MEREKA. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar DALAM KERAGU-RAGUAN tentang yang dibunuh itu. MEREKA TIDAK MEMPUNYAI KEYAKINAN TENTANG SIAPA YANG DIBUNUH ITU, kecuali MENGIKUTI PERSANGKAAN BELAKA, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.

    Ayat 158 :

    بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

    Yang artinya :
    Tetapi (YANG SEBENARNYA), ALLAH TELAH MENGANGKAT ISA KEPADA-NYA. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

    Ayat 159 :

    وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا

    Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) SEBELUM KEMATIANNYA. Dan DI HARI KIAMAT NANTI ISA ITU AKAN MENJADI SAKSI terhadap mereka.

    SURAT AL-MAIDAH AYAT 116-118

    Ayat 116 :

    وَإِذْقَالَاللّهُ يَاعِيسَىابْنَ مَرْيَمَأَأَنتَقُلتَلِلنَّاسِاتَّخِذُونِيوَأُمِّيَإِلَهَيْنِمِن دُونِاللّهِ قَالَسُبْحَانَكَمَا يَكُونُلِي أَنْ أَقُولَمَا لَيْسَلِي بِحَقٍّإِن كُنتُقُلْتُهُفَقَدْعَلِمْتَهُتَعْلَمُمَا فِي نَفْسِيوَلاَأَعْلَمُمَا فِينَفْسِكَ إِنَّكَأَنتَعَلاَّمُالْغُيُوبِ

    Artinya :
    Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: `Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia:` Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah? `. Isa menjawab:` Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib `.

    Ayat 117 :

    مَاقُلْتُلَهُمْإِلاَّ مَاأَمَرْتَنِيبِهِ أَنِاعْبُدُواْاللّهَرَبِّيوَرَبَّكُمْوَكُنتُعَلَيْهِمْشَهِيدًامَّا دُمْتُفِيهِمْفَلَمَّاتَوَفَّيْتَنِيكُنتَ أَنتَالرَّقِيبَعَلَيْهِمْوَأَنتَعَلَى كُلِّشَيْءٍشَهِيدٌ

    Artinya :
    Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan) nya yaitu:` Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu `, dan adalah AKU MENJADI SAKSI TERHADAP MEREKA, SELAMA AKU BERADA DIANTARA MEREKA. Maka SETELAH ENGKAU MEWAFATKAN AKU, ENGKAU-LAH YANG MENGAWASI MEREKA. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.

    Dari ayat-2 suci di atas, maka pertanyaannya :

    Apakah surat Al-Maidah ayat 116-117 menentang atau melemahkan firman Allah SWT dalam surat An-Nisa ayat 157-159 yang mengisyaratkan bahwa Nabi Isa AS atau Isa Al-Masih Ibnu Maryam :
    - tidak pernah tertangkap.
    - tidak pernah tersalib
    - tidak pernah kabur selain diangkat oleh Allah SWT kehadirat-Nya
    - digantikan posisinya oleh orang lain (Mr.X) yang wajahnya diserupakan dengannya ?

    Jika kita kaji lebih lanjut, maka surat Al-Maidah ayat 116 itu mengisyaratkan kejujuran Nabi Isa AS ketika menjawab pertanyaan Allah SWT tentang isu trinitas (isu penuhanan Nabi Isa dan ibundanya Siti Maryam) yang berkembang di kalangan kaumnya saat itu. Dari ayat suci ini juga tersirat makna bahwa Nabi Isa AS tetap menyatakan keyakinannya bahwa Allah SWT Maha Esa, sehingga tiada apapun yang bisa menjadi sekutu-Nya, termasuk diri Nabi Isa AS sendiri, seperti anggapan sebagian kaumnya dalam trinitas.

    Hingga sejauh ini tidak ada yang melemahkan makna surat An-Nisa ayat 157-159 di atas, karena seperti yang telah saya jelaskan sebelumnya bahwa status pengangkatan Nabi Isa AS secara utuh (jasmani dan rohani) dalam keadaan hidup (belum diwafatkan) ke hadirat Allah SWT karena telah diloloskan oleh kuasa Allah SWT dari penangkapan dan penyaliban dirinya oleh para pengejarnya saat itu dan menggantikannya dengan orang lain (Mr. X) yang wajahnya diserupakan dengan nabi Isa AS ITU TIDAK MENJADIKAN NABI ISA AS OTOMATIS DIANGGAP SEBAGAI TUHAN.

    Mengapa peristiwa pengangkatan Nabi Isa AS secara fisik dan rohani kehadirat Allah SWT pada surat An-Nisa ayat 157-158 tidak lantas menjadikan umat Islam yang cerdas menganggap Nabi Isa AS sebagai Tuhan ?

    Pertama :
    Jelas karena umat Islam dimanapun berada meyakini TIADA TUHAN SELAIN ALLAH (LA ILAHA ILLALAHU).

    Kedua :
    Karena peristiwa pengangkatan Nabi Isa AS adalah karena KEHENDAK DAN KEKUASAAN ALLAH SWT. Jadi peristiwa lolosnya Nabi Isa dari pengejaran da penyaliban para pengejarnya dan terangkatnya Nabi Isa AS kehadirat Allah SWT TIDAK AKAN TERJADI TANPA KEHENDAK DAN CAMPUR TANGAN ALLAH SWT sebagai Tuhan Yang Maha Esa.

    Kesimpulannya peristiwa pengangkatan Nabi Isa AS secara utuh ke hadirat Allah SWT itu tidak menjadikan umat Islam seperti saya lantas menganggap Nabi Isa adalah Tuhan juga seperti kaum di jaman Nabi Isa AS yang ditunjukkan Allah SWT dalam surat Al-Maidah ayat 116 yang anda ajukan.

    Kemudian pada kata-2 yang sudah saya kapitalkan pada firman Allah SWT dalam surat Al-Maidah ayat 117 yang anda ajukan, sbb :

    Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan) nya yaitu:` Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu `, dan adalah AKU MENJADI SAKSI TERHADAP MEREKA, SELAMA AKU BERADA DIANTARA MEREKA. Maka SETELAH ENGKAU MEWAFATKAN AKU, ENGKAU-LAH YANG MENGAWASI MEREKA. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.

    tertulis :
    “….. AKU MENJADI SAKSI TERHADAP MEREKA, SELAMA AKU BERADA DIANTARA MEREKA. Maka SETELAH ENGKAU MEWAFATKAN AKU, ENGKAU-LAH YANG MENGAWASI MEREKA. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.”

    Pertanyaannya :
    Apakah Kalimatulah yang berisikan transkrip pembicaraan antara Allah SWT dengan Nabi Isa AS di atas itu MENGISYARATKAN ATAU MENUNJUKKAN KEJADIAN KEWAFATAN NABI ISA AS ???

    Tentu saja tidak bung Sofyan Syarif, karena tersirat jelas bahwa pada saat komunikasi ini terjadi, tentu saja Nabi Isa AS atau Isa Al-Masih putera Maryam TIDAK SEDANG atau SUDAH DIWAFATKAN dan pada saat komunuikasi ini terjadi juga TIDAK LANGSUNG MENGISYARATKAN FAKTA KEMATIAN NABI ISA AS. Yang tersyirat adalah permohonan Nabi Isa AS kepada Allah SWT bahwa => SEANDAINYA => DIRINYA DIWAFATKAN OLEH ALLAH SWT, MAKA TANGGUNGJAWAB PENGAWASAN ATAS KAUMNYA ITU SEDIANYA AKAN DIKEMBALIKAN OLEH NABI ISA AS KEPADA YANG MENGUTUSNYA SEBAGAI RASUL BAGI KAUM TERSEBUT, YAKNI ALLAH SWT. Atau dengan kata lain, secara tidak langsung Nabi Isa AS menyampaikan kepada Allah SWT bahwa jika ia suatu ketika diwafatkan oleh Allah SWT, maka ia tidak akan bisa tetap mengawasi kaumnya.

    Ucapan atau permohonan Nabi Isa AS kepada Allah SWT dalam surat Al-Maidah ayat 117 ini jelas tidak bertentangan dengan firman Allah SWT dalam surat An-Nisa ayat 157-159, apalagi melemahkannya. Yang ada adalah sebaliknya bung Sofyan Syarif, JUSTRU SEMAKIN MENUNJUKKAN RELEVANSI LOGISNYA sbb :

    PREMIS 1 :
    Nabi Isa AS yang menerima kitab suci Injil HIDUP SEBELUM Nabi Muhammad SAW yang menerima kitab suci Al-Quran yang sudah disempurnakan dan hadist Nabi.

    PREMIS 2 :
    Dengan kehendak dan kuasa Allah SWT, Nabi Isa AS diselamatkan dan diangkat kehadirat-Nya secara utuh (secara jasmani dan rohani).

    KONKLUSI :
    Nabi Muhammad SAW yang diutus oleh Allah SWT beberapa abad kemudian SETELAH DIANGKATNYA NASI ISA AS KEHADIRAT ALLAH SWT itu menerima kitab suci Al-Quran dari Allah SWT YANG BERSIFAT UNIVERSAL DAN SEMPURNA sehingga bisa dijadikan pedoman hidup bagi seluruh umat manusia termasuk keturunan kaum Nabi Isa AS hingga akhir jaman.

    Jadi kekhawatiran Nabi Isa AS dengan kondisi umatnya SEANDAINYA TAKDIR KEWAFATANNYA TERJADI yang tersirat dalam komunikasinya dengan Allah SWT dalam surat Al-Maidah ayat 117 secara tidak langsung telah terjawab dengan lahir dan diutusnya Nabi Muhammad SAW pada tahun 571 Masehi yang membawa sifat yang terpuji. Akan datangnya seorang hamab Allah SWT yang memiliki sifat yang terpuji (Muhammad) yang kemudian digelari KHATAMAN NABIYYIN (PENUTUP PARA NABI) oleh Allah SWT (surat Al-Ahzab ayat 40) ini dalam kitab Injil sendiri sebenarnya SUDAH DIISYARATKAN (DINUBUATKAN) OLEH ALLAH SWT. Cuma sayangnya diabaikan.

    DENGAN RELEVANNYA HUBUNGAN antara surat Al-Maidah ayat 116-117 dengan surat An-Nisa ayat 157-159 di atas, maka peluang atau tanda-2 Nabi Isa AS belum diwafatkan oleh Allah SWT tetap ada.

    Akhir kata walahualam.

  20. Sofyan Syarif said

    @ LOGIKA

    Tidak ada peluang atau tanda-tanda bahwa Nabi Isa as belum diwafatkan oleh Allah Ta’ala, karena:

    (1) Allah Yang Maha Mengetahui, Maha Perkasa telah memberitahukan kepada kita di dalam Al Quran bahwa Dia tidak menjadikan tubuh para nabi termasuk Nabi Muhammad saw dan Nabi Isa as hidup kekal (Al Anbiya 21:34/35). Jika Nabi Muhammad saw sudah wafat dalam usia 63 tahun sejak lebih dari 14 abad yang lalu, apalagi Nabi Isa as yang hidup lebih dari 20 abad yang lalu, karena tidak pernah ada manusia yang dapat bertahan selama lebih dari 20 abad lamanya.

    (2) Allah Yang Maha Mengetahui, Maha Perkasa telah memberitahukan kepada kita di dalam Al Quran bahwa para nabi sebelum Nabi Muhammad saw (termasuk Nabi Isa as) sudah berlalu (meninggal) (Ali Imran 3:144/145).

    (3) Allah Yang Maha Mengetahui, Maha Perkasa telah memberitahukan kepada kita di dalam Al Quran bahwa Nabi Isa Al Masih as itu biasa memakan makanan (Al Maidah 5:75/76) yang merupakan sumber kehidupan bagi setiap manusia termasuk para nabi. Jadi, jika Nabi Isa Al Masih as lebih dari 2.000 tahun tidak memakan makanan, berarti beliau as sudah wafat.

    (4) Allah Yang Maha Mengetahui, Maha Perkasa telah memberitahukan kepada kita dalam sebuah dialog pada Hari Pembalasan antara Allah Ta’ala dan Nabi Isa as yang diproyeksikan di dalam Al Quran bahwa ketika Nabi Isa as masih hidup, beliau as menjadi saksi (pengawas) sehingga umatnya masih berada pada jalan kebenaran. Tetapi, ketika Allah mewafatkan Nabi Isa as, maka beliau as tidak bisa lagi menjadi saksi (pengawas) atas umatnya, sehingga umatnya sudah berada di jalan sesat (Al Fatihah 1:7), karena Nabi Isa as sudah tidak berada lagi bersama umatnya, yaitu sudah wafat.

    (5) Jika anda bersikukuh bahwa kata “rafa’ahu” dalam An-Nisa 4:158, anda yakini bahwa Nabi Isa as diangkat ruh dan jasadnya ke hadirat-Nya, maka sebelum diangkat Allah, Nabi Isa as diwafatkan dulu. Coba perhatikan urut-urutan kalimat dalam ayat berikut:
    “Ingatlah ketika Allah berfirman, ‘Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mewafatkan engkau secara wajar dan akan mengangkat engkau di sisi-Ku dan akan membersihkan engkau dari tuduhan orang-orang yang ingkar dan akan menjadikan orang-orang yang mengikuti engkau di atas orang-orang yang ingkar hingga Hari Kiamat; kemudian kepada Aku-lah kamu kembali, lalu Aku akan menghakimi di antaramu tentang apa yang kamu perselisihkan.” (Ali Imran 3:56).

    (6) Jika anda bersikukuh bahwa Nabi Isa as diangkat kehadirat-Nya secara utuh (secara jasmani dan rohani), maka akan bertentangan dengan firman Allah: “Allah telah menetapkan, ‘Aku dan Rasul-rasul-Ku pasti menang’, sesungguhnya Allah Maha Kuat, Maha Perkasa” (Al Mujadalah 58:22), karena seolah-olah Nabi Isa as tidak melaksanakan tugasnya sampai tuntas dengan baik sebagai seorang Rasul Allah kepada Bani Israil.

    (7) Jika anda bersikukuh bahwa Nabi Isa as diangkat kehadirat-Nya secara utuh (secara jasmani dan rohani), berarti Nabi Isa as harus berada di bumi, karena sesungguhnya Allah itu dekat (Al Baqarah 2:187) bahkan lebih dekat dari urat leher manusia, karena jika tidak di bumi, maka Nabi Isa as tidak akan bisa hidup, atau wafat:
    “Di bumi kamu akan hidup dan di bumi pula kamu akan mati, dan daripadanya kamu di keluarkan.” (Al A’raf 7:26).

  21. aim33356 said

    asalamualaikum

    saya pendukung Islam
    kemukakan dalil bahwa nabi Isa as masih hidup?
    apa buktinya beliau as masih hidup?

  22. Sofyan Syarif said

    Martin berkata

    1. Ternyata kita bisa lihat di sini kata-kata INSYA ALLAH yang saya tulis belum anda ketahui arti dan maknanya (saya mohon pelajarannya lebih di tingkatkan lagi).
    =====

    –>> Bagus deh, kalau memang saudaraku Martin seorang muslim. Memang harus menyatakan Insya-Allah sebelum meyakini sesuatu.

    =====
    2. Hati-hati dengan kata-kata DISUCIKAN ALLAH SWT, seluruh umat manusia yang hidup ataupun sudah mati tidak ada yang disucikan hatinya
    Kecuali Nabi Besar Muhammad SAW. yang benar adalah orang-orang yang di beri petunjuk oleh Allah SWT, saya mohon jangan pernah mengajarkan seperti yang
    anda tulis di atas, karena apa saudaraku syofian syarif ? karena itu akan membuat syetan berpeluang untuk menggoda manusia !!! anda juga harus tau syetan itu
    bisa merasuk dalam mimpi kita dengan berpura-pura memberitahukan kepada kita bahwa kita sudah disucikan oleh Allah swt, dengan memberitahukan bahwa
    kita adalah nabi, mahdi, isa dsb. padahal itu adalah tipu muslihat syetan !

    Tahukah anda saudaraku syofian syarif salah satu tujuan syetan itu :
    “memecah belah umat muslim benjadi beberapa golongan, kelompok, suku, dan membuat mimpi palsu yang katanya wahyu dari Allah SWT padahal itu adalah siasat syetan belaka. penerima wahyu dari Allah SWT itu adalah nabi saudaraku yang di tutup oleh nabi besar Muhammad SAW. tidak ada nabi setelah nabi Muhammad SAW yang berarti tidak ada lagi penerima wahyu setelah nabi besar Muhammad SAW”.
    =====

    Begini saudaraku Martin, sesungguhnya kata-kata disucikan itu bukan dari saya, melainkan firman Allah Yang Maha Suci di dalam Al Quran (Al Waqiah 56:79/80). Saya hanya menyampaikan firman Allah Yang Maha Suci saja, dan jika saudaraku Martin membacanya dengan lengkap bunyai ayatnya begini: “Dan, tiada yang dapat menyentuh kandungannya, kecuali mereka yang disucikan.” (Al Waqiah 56:79/80), maka – karena ada kata “mereka” – orang-orang yang disucikan itu bukan hanya Nabi Besar Muhammad Rasulullah saw. Menurut Nabi Besar Muhammad Rasulullah saw para khalifah juga diberi petunjuk yang lurus dari Allah, silahkan perhatikan:
    “Siapa yang hidup lama di antara kalian niscaya akan melihat perselisihan faham yang sangat hebat. Maka hendaklah kalian mengikuti sunnahku dan sunnah para khalifah yang mendapat petunjuk Ilahi yang lurus (khulafaa il mahdiyyiin ar-rasyidiin), pegang-teguhlah itu dan gigitlah dengan gerahammu” (HR Sunan Abu Daud, Bab IV, hal. 201).

    Tahukan anda saudaraku Martin, bahwa sejak Ali bin Abu Thalib (Khalifah IV Rasulullah saw) ra wafat, umat muslim itu sudah pecah-belah menjadi beberapa golongan atau kelompok. Ada Khawarij, ada Mu’tazilah, ada Syi’ah, ada Sunni dlsb hingga sekarang. Artinya tujuan syetan untuk memecah belah umat muslim sudah tercapai. Padahal Allah melarang orang-orang Islam yang beriman, bercerai-berai (Ali Imran 3:103/104). Apakah Allah akan tetap membiarkan umat muslim pecah-belah/cerai-berai seperti keadaan sekarang? Apakah Allah akan tetap membisu, tidak memberikan petunjuk kepada siapa pun melalui wahyu-Nya? Bukankah Allah Ta’ala dan Nabi Besar Muhammad Rasulullah saw telah menjanjikan kedatangan Khalifah Allah, Al Mahdi dan Nabi Isa yang akan membimbing dan menyatukan orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh?

    =====
    untuk saudaraku syofian syarif 3 pertanyaan saya kemaren belum anda jawab, jadi saya mohon tolong di jawab yang isinya ada di dalam kitab suci Al Quran jika memang benar kamu adalah penerjemah Al Quran :

    pertanyaannya :

    1. Apa benar Manusia tercipta dari tanah dan kembali menjadi tanah, jelaskan ?
    2. Apa ada utusan Allah dari golongan jin, jelaskan ?
    3. di dalam kitab suci Al-Qur’an ada 3 ilmu pedoman hidup di dunia, sebutkanlah 3 ilmu itu ?
    =====

    Untuk sementara, saya belum punya cukup waktu untuk menjawab dan menjelaskan ketiga pertanyaan saudaraku Martin tersebut. Namun, insya-Allah, jika ada waktu akan saya tuliskan kepada saudaraku Martin dengan lengkap. Tetapi, untuk sementara bolehlah saudaraku Martin untuk menjelaskannya kepada saya agar para pembaca pun bisa menikmati tulisan saudaraku Martin.

    Wassalam.

  23. Sofyan Syarif said

    Martin berkata

    pada tahun 15 Mei 1907 mirza ghulam Menyatakan bahwa surah-surah dlm Al Quranul Karim berikut ini, yang diwahyukan untuk menghormati dan, memuji nabi besar Muhammad SAW, sekarang telah diwahyukan untuk menghormati Mirza:
    Surah 7:17
    Surah 55:1
    Surah 9:33
    Surah 53:9
    Surah 17:1
    Surah 3:31
    Surah 48:10
    Surah 48:1
    Surah 73:15
    Surah 107:1
    Surah 36:3

    (Haqeeqat-ul-Wahi, Roohani Khazain vol 22)
    Mengklaim bahwa Allah telah menamakan dirinya sebagai tiap nabi, oleh karenanya ia mengatakan:

    “Aku adalah Adam, Aku adalah Noah/Nuh, Aku adalah Abraham/Ibrahim, Aku adalah Isaac/Ishak, Aku adalah Jacob/Ya’kub, Aku adalah Ishmael/Ismail, Aku adalah Musa, Aku adalah Daud, Aku adalah Isa anak Maryam, Aku adalah Muhammad…(SAW).” (Haqeeqatul Wahi, Roohani Khazain vol 22 p. 521)

    —mungkin setelah saya mencantumkan pernyataan di atas anda tidak bisa mengelak lagi betapa sesatnya mirzha ghulam pimpinan ahmadiah, karena apa syofian syarif pernyataan di atas adalah pernyataan yang di tulis sendiri oleh tangan mirzha ghulam dalam bukunya dan ini bukan di buat-buat atau karangan saya saudaraku sofyan sarif.

    —saya tegaskan lagi kepada anda sofyan syarif syetan itu bukan saja ada pada golongan jin, tetapi syetan itu juga ada dari golongan manusia-manusia yang ingkar kepada Allah SWT.

    =====

    Saudaraku Martin!
    Jangan terlalu cepat menyatakan sesat kepada HMG Ahmad (Khalifah Allah, Al Mahdi, Al Masih Mauud) as jika anda belum memahami maknanya dengan benar. Tidak ada di dalam Al Quran yang memberi mandat kepada manusia untuk memvonis sesat kepada orang lain, apalagi kepada Khalifah Allah.

    Wassalam.

  24. martin said

    saudara syofian syarif kata-kata puji-pujian itu hanya untuk Allah :

    saudara syofian syarif ditanya kok malah nanya balik !! tapi maaf ya.. saudara syofian syarif saya tidak akan menjawab pertanyaan saya sendiri, pertanyaan itu hanya saya khususkan untuk saudaraku syofian syarif dan para pengikut nabi palsu mirza ghulam yang menjadi contoh BID’AH YANG NYATA UNTUK UMAT ISLAM.

    tahukan anda syofian syarif apa BID’AH itu ?? BID’AH adalah suatu perbuatan yang mengada-adakan (sesuatu yang baru) dalam (urusan agama) yang sebelumnya tidak pernah dilakukan oleh Nabi besar Muhammad SAW dan para sahabat baik secara lisan maupun perbuatan. pada kesempatan ini saya akan menjelaskan hadist-hadist nabi Muhammad SAW tentang BID’AH :

    *** Rosulullah saw bersabda : barang siapa mengadakan (sesuatu yang baru) dalam urusan (agama) kami yang (sebelumnya) tidak pernah mengadakan, maka akan ditolak.

    *** Sesungguhnya sebaik-baik perkataan ialah kitab Allah (Al-Qur’an) dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad dan sejahat-jahat perbuatan (dalam agama) ialah yang diada-adakan (bid’ah), sedang tiap-tiap yang bid’ah itu kesesatan. (H.R.Muslim)

    *** Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam agama, karena berlebih-lebihan dalam agama itu telah menyesatkan orang-orang sebelum kamu. (H.R. BukhorI)

    hadist ini sangat bertentangan dengan ajaran ahmadiah. saudara syofian syarif sendiri sudah tau ajaran ahmadiah itu jadi tidak perlu saya jelaskan lagi.

    sekarang kita kembali kepada nabi isa benar atau tidaknya nabi isa diangkat jasad serta ruhnya secara utuh oleh Allah SWT ke sisinya. tapi sebelumnya simaklah firman Allah di bawah ini yang menceritakan perjalan nabi Muhammad saw pada peristiwa Isra’ Mi’raj untuk menerima perintah solat :

    yang artinya : Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsa yang telah kami berkahi sekelilingnya, agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya dia adalah maha mendengar lagi maha melihat. (Q.S.17:1)

    di dalam peristiwa isra’ mi’raj inilah Allah menaikan nabi besar Muhammad saw ke langit dan pintu langi-langit itu terbuka untuknya, hingga beliau sampai ke langit yang ke tujuh dan menerima perintah solat 5 waktu, yang semula diwajibkan 50 waktu.

    disini sudah jelas bahwa Allah itu maha kuasa atas segala sesuatu. nabi muhammad saw naik ke langit untuk menerima perintah solat. bukan barang mustahil kalu nabi isa diangkat oleh Allah swt ke sisinya beserta jasad dan ruhnya. kalau saudara syofian syarif masih bepegang teguh kepada keyakinan ahmadiyah berarti saudara syofian syarif tidak percaya atas kuasa pada pencipta alam semesta yaitu Allah SWT.

  25. martin said

    maaf saya tambah sedikit :

    simak firman Allah SWT berikut :
    yang artinya :
    Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah kucukupkan kepadamu nikmat-ku dan kuridloi islam sebagai agama bagimu. (Q.S.5:3)

    tahukan anda untuk siapa ayat ini ditujukan yaitu untuk nabi besar Muhammad saw, apakah para pengikut ahmadiyah belum mengerti makna ayat ini :

    ayat ini menceritakan agama islam itu sudah sempurna dan telah diridhoi oleh Allah SWT, jadi maksudnya ajaran islam itu yang pedomannya adalah alquran dan hadist nabi muhammad saw tidak perlu ditambah dan dikurangi lagi saudara syofian syarif. barang siapa yang mengada-adakan dalam agama yang belum pernah diajarkan nabi Muhammad baik secara lisan maupun perbuatan itu adalah BID’AH, dan setiap BID’AH adalah sesat. tapi sekarang nyata sekali saudara syofyan syarif ajaran ahmadiah adalah BID’AH yang nyata.

  26. martin said

    baiklah ternyata anda belum juga memahami saudara syofian syarif, yang mengatakan sesat bukan saja saya tetapi nabi besar Muhammad saw dalam hadistnya, nabi Muhammad itu nabi kita syofian syarif yang memberikan pedoman hidup kepada kita. dalam hadist nabi Muhammad saw yang saya tulis pada komentar sebelumnya sudah jelas.

    mirza ghulam itu bukan khalifah Allah, Al-mahdi, atau Al-masih Mauud. saya belajar ajaran ahmadiah tapi bukan berarti saya pengikut ahmadiah,
    tahukah anda syofian syarif kenapa saya belajar ajaran ahmadiah ?? itu saya lakukan untuk menyelidiki ajaran ahmadiah apakah bertentangan dengan ajaran Al-Quran dan Hadist-hadist nabi Muhammad saw. ternyata benar pelajaran yang saya terima sangat bertentangan dengan ajaran islam yang sesungguhnya.

    kalau saudara syofian syarif belum jelas maka saya akan tampilkan riwayat hidup mirza ghulam yang diterjemahkan oleh “SETYA A.SIS” yang telah mendapat izin dari penulis asli Dr.Syed Rasid.
    40

    Mirza lahir dari pasangan Chiragh Bibi dan Ghulam Murtaza 1846 * Mendapatkan pendidikan formal mengenai Quran, Hadits dsb dimulai di rumah dari Molvi Fazl Ilahi

    1849

    Molvi Fazal Ahmad mengajar berbagai mata pelajaran.

    1852/53

    Perkawinan pertama dengan Hurmat Bibi alias Phajje di Maan. Melahirkan Dua anak laki-laki yaitu Sultan Ahmad dan Fazal Ahmad.

    1857/58

    Gul Ali Shah mengajar tata bahasa Arab dsb.
    Perang Kemerdekaan, yang disebut Indian Mutiny (PEMBERONTAKAN INDIA)
    Untuk membuk kesetiaannya kepada Raja Inggris, Ayah Mirza menyumbang 50 tentara berkuda untuk memerangi kaum Muslimin dalam perang Kemerdekaan tersebut.
    (SETYA: Tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Mirza untuk menentangnya, bandingkan dengan AL AMIN, yang selalu berkata lurus dan mengatakan yang benar, ini sekaligus membuktikan ketidak-ma’shum-an Mirza.)
    Mirza Ghulam Qadir, abang Mirza Ghulam, yang bertugas pada Divisi 46 di Ketentaraan Inggrisd dibawah pimpinan Jendral Nicholson, membantai banyak pejuang kemerdekaan di dekat Sialkot.(SETYA: Lagi-lagi tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Mirza untuk menentangnya)

    1864

    Mirza lari dari rumah dengan mendapat pensiun tahunan ayahnya dan dihabiskannya untuk hal-hal yang tidak baik.
    Mirza bekerja menjadi klerk pada pemerintah Inggris. Pengadilan di Sialkot.

    1864-68

    Ikut ujian Hukum tetapi tidak lulus.
    Mirza berkawan dengan romo Kristen yang kemudian memainkan peranan

    1868

    Komisi Parlemen dari Inggris datang untuk mencari cara- cara memadamkan semangat Jihad diantara kaum Muslimin.
    Mirza mengundurkan diri dari pekerjaannya dan pergi ke Qadian
    Memperkenalkan diri sebagai Pembahas Islam.

    1870

    Laporan Komisi Parlemen tentang ‘Kedatangan Kekaisaran Inggris di India’ diserahkan kepada Parlemen Inggris. Laporan tersebut merekomendasikan diciptakannya Kerasulan seorang Nabi untuk memadamkan Semangat Jihad di kalangan umat Muslim.

    (SETYA: Tak terhitung ummat manusia sekarang yang tertipu oleh para penjajah yang ingin melanggengkan cengkeramannya di negara jajahannya. Diantaranya dengan menciptakan negara Israel oleh Inggris, Kuwait oleh Inggris, pengambil-alihan Hongkong dari Cina juga oleh Inggris. Tidak melihatkan saudara-saudara yang berkeyakinan Ahmadiyah terhadap move’ negara imperialis ini di seluruh dunia? Bandingkan dengan move’ oleh Snouck Hoergronye yang mendekati umat islam di Aceh dan memadamkan semangat jihad, sembari mengharamkan yel Allaahu Akbar’.)

    1871

    Mirza Ghulam dipilih untuk jabatan’ sebagai Rasul

    1877

    Dituntut pidana oleh jawatan pos.

    1879

    Mengklaim telah Diangkat oleh Tuhan’ untuk membuktikan kebenaran Islam
    Mengumumkan tulisan Braheen-e-Ahmadiyya yang akan dibuat sebanyak 50 jilid.
    Memohon bantuan keuangan dan persekot untuk publikasi Braheen-e-Ahmadiyya.

    1879-84

    Menerbitkan empat jilid Braheen-e-Ahmadiyya.

    1884 dst.

    Berhenti menulis Braheen-e-ahmadiyya.

    Menulis buku demi buku, menulis sekitar 80 buku selama 25 tahun berikutnya.

    Merujuk Braheen-e-Ahmadiyya sebagai KITABULLAH.

    1884

    Mengklaim diri sendiri sebagai Mujaddid/pembaharu Islam.

    Kawin kedua kalinya dengan Shahjehan Begum anak dari Mir Nasir Nawab, sehingga terlahir 3 anak laki-laki yaitu Mirza Bashiruddin Mehmood (Khalifah ke-2 dan ayah dari Mirza Tahir, Khalifah yang sekarang), Mirza Bashir Ahmad (penulis Seerat-ul-Mahdi) dan Mirza Sharif Ahmad.

    Mengaku menjadi impoten dalam perkawinannya yang ke-2. Berdo’a kepada Tuhan agar diberi kekuatan sexual. Tuhan memberikan Wahyunya agar ia meracik JAMU ILAHI.

    Atas perintah ilahi, ia membuat jamu/jampi yang disebut ‘TIRYAQ-e-ILAHI’ agar ‘energy’nya pulih kembali. Bahan utamanya adalah ‘OPIUM’.

    (SETYA: Saya kurang tahu apakah OPIUM atau madat dihalalkan dalam Ahmadiyah, namun ummat Islam harus meniru perbuatan Rasulullah Muhammad SAW. Apabila kaum Ahmadi juga meniru perbuatan keji oleh orang yang didakwahkannya sebagai rasul, maka secara sadar menyebar kekejian. Bisa saja dibantah oleh pemeluk yang kalap bahwa madat atau opium tidak haram, karena tidak disebut eksplisit dalam Quran, namun institusi IJMAK dipakai oleh pemeluk Islam. IJMAK ini akan meperbandingkannya dengan Khamr yang kurang berbahaya dibandingkan opium. Manfaat dan mudharat adalah pertimbangannya.)

    1888

    Mulai diambil sumpah setianya (Peeri-Mureedi) oleh masyarakat.

    Meminta Mohammadi Begum untuk perkawinan ke-3.

    Mengumumkan bahwa perkawinannya yang ke-3 ini dengan Mohammadi Begum adalah lamaran atas wahyu ilahi dan penolakan dari siapapun akan mengakibatkan konsekuensi tragis pada gadis tersebut, keluarganya, dan orang yang kawin dengan gadis ini.

    (SETYA: Orang yang mengatakan diri sendiri rasul menyumpahi orang lain, kelakuan ini sangat jahiliah dan mungkar. Bandingkan dengan prediksi Muhammad SAW mengenai pecahnya kekaisaran Persia, beliau tidak menyumpahi, hanya melihat probabilitas pecahnya kekaisaran yang dholim, seperti dirobeknya surat beliau oleh Kisra Khosru I–hal ini amat disesalkan oleh kaum Shiah.)

    Mirza Ghulam mengumumkan: “Harus dipahami oleh masyarakat bahwa tidak ada kriteria lain yang lebih baik untuk menyimpulkan kebenaran selain kenabianku.” (Aina-e-Kamalate Islam, Roohani Khazain vol 5 p.288, by Mirza Ghulam)

    Mirza mengancam istri pertama beserta anaknya tentang akibat langsung jika tidak mendukung perkawinannya dengan Mohammadi Begum.

    1891

    Mendakwahkan diri sendiri sebagai Mas’ul Masih (Seperti Al Masih) dan menolak bahwa ia adalah Al Masih yang Dijanjikan.

    (SETYA: Rasul koq mencla-mecle’.)

    Mengatakan bahwa orang-orang yang menuduhnya sebagai pembohong.

    Mengklaim dirinya sebagai Mariam/Bunda Maria.

    (SETYA: Hanya orang yang jahilun/super bebal saja yang percaya hal ini)

    Mengklaim dirinya mengandung karena ditiupkan ruh Isa kedalam dirinya (Jesus).

    (SETYA: sementara ia mengaku sebagai Isa, MIRZA MENGNDUNG DIRINYA SENDIRI??? Saya persilahkan Anda yang berakal sehat mempercayai omongan seperti ini).

    Mengklaim menjadi Isa setelah 10 bulan dalam kandungan dalam kandungannya sendiri (Maryam’s). Dan mengatakan: “Inilah muasalnya saya adalah Jesus anak Maria.” (Kishtee Nooh, Roohani Khazain vol 19 p. 87-89)

    (SETYA: Kaum Ahmadi menyangkal trinitas, tapi disebut apakah hal ini??)

    Mendirikan Gerakan Ahmadiyyah dalam Islam.

    1892

    Mohammadi Begum kawin dengan Mirza Sultan Baig.

    Untuk membalas hal ini, Mirza: o menceraikan istri pertamanya. o memaksa salah seorang anaknya untuk menceraikan istrinya. o membatalkan warisan kepada anak laki-lakinya yang kedua.

    [PS Istri pertamanya ada pertalian darah dengan Mohammadi Begum.]
    1893

    Menantang Wakil Komisaris Abdullah Khan Atham, seorang misionaris Kristen untuk berpolemik secara tertulis untuk membuktikan kebenaran masing-masing agama

    Feb. 1893

    Mirza mengumumkan: “Semua orang telah menerimaku dan menegaskan pendakwhan diriku, kecuali Anak-anak Pelacur, yang hatinya telah ditutup oleh Allah.” (Aina-e-Kamalate Islam, Roohani Khazain vol 5 p.548) Catatan: Anak Mirza sendiri yang hasil dari perkawinan pertamanya tidak menerimanya sebagai Al Masih/Messiah!!

    (SETYA: Setiap nabi dan rasul adalah ma’shum, bahasa kotor tidak akan digunakannya, orang yang percaya dengan kalap akan membela pendakwah nabi yang berkata kotor secara mati-matian).

    22 Mei – 5 Juni 1893
    Berpolemik dengan Atham. * Mirza kalah secara memalukan sekali. Akibatnya, banyak umat Muslim pindah menjadi Kristen/Nasrani! * Dengan tanpa sesal, Mirza mengumumkan Prediksi Ilahi tentang kematian Atham tanggal 22 May dalam jangka 15 bulan(5 Sept 1894). Dikatakannya: “Saya bersaksi bahwa jika prediksi ini ternyata salah… Saya siap menerima hukuman apapun, Saya akan dipermalukan, mukaku dihanguskan, ikat tali dileherku dan gantunglah… Saya bewrsumpah demi Allah bahwa Dia akan benar-benar mengabulkannya, benar-benar mengabulkan, mengabulkannya. Bumi dan surga boleh berpindah tetapi kata-2 Allah tidak akan batal.” (Jang-e-Muqqaddas, Roohani Khazain vol 6 p.293)

    Apr 1894
    Atham masih tetap hidup. Beberapa kali usaha pembunuhan dilakukan kepada Atham oleh orang yang tak dikenal. 4 Sept * Peluru rahasia : Mirza mengucapkan mantera wazifa diatas biji beracun dan melemparkannya kedalam sumur tua untuk membunuh Atham.
    1896

    Umat Kristiani merayakan kemenangan Abdullah Atham dan > mempermalukan serta mencerca Islam – berkat Mirza Ghulam!!.
    mengulangi asal Prediksi ilahi dan perkawinan dengan Mohammdi Begum. Dikatakannya:

    “Jika saya pembohong, kematianku segera datang dan Prediksi ini tidak akanterpenuhi (Anjame Atham)
    Ia mengumumkan wahyu: “Dan mereka menanyakan pada kalian apakah ini benar? Katakanlah: Ya, demi Tuhan itu benar dan kalian tidak akan Mampu mencegah terjadinya. Kami telah mengwinkanmu dengannya Tak ada yang mampu mencegah kata-kataKu (Asmani Faisla) >

    27 Juli 1896
    Mengumumkan bahwa kakek dan nenek Jesus Adalah Pelacur, muasal darah kelahirannya dan bahwa inilah Alasan kecondong Jesus terhadap pelacur!!

    (SETYA: MG Ahmad menuduh Nabi Isa/Jesus condong pada pelacur. Menunjukkan bahwa MG Ahmad tidak hormat sama sekali kepada Nabi Isa–dalam waktu lain ia mengklaim Isa sebagai dirinya sendiri–yang berarti juga mengumumkan kesenangannya pada pelacur.)

    1897
    Mengajukan petisi kepada Pemerintah Inggris
    Ikut selamatan Thanksgiving bagi Queen Victoria pesta perak dari pemberian mahkotanya
    Tuntutan terhadap Mirza oleh pejabat Pajak.
    Pencarian kerumanya oleh Polisi atas dugaan pembunuhan Pundit Lekhram, kasus pidana dituntut kepadanya dan ia dilepaskan.

    1898/99
    Petisi kepada gubernur Punjab mengingatkan bahwa:
    Kakek moyangnya selalu menjadi hamba setia.
    Ia sendiri adalah BENIH YANG TUMBUH SENDIRI/TERTANAM SECARA MANDIRI/SUKARELA kepada Raja-raja Inggris.
    Dari sejak kecil sampai sekarang setelah berumur 65 tahun, ia telah melakukan tugas-tugasnya yang penting dengan pena dan lidahnya, untuk mengubah hati ummat Muslim kedalam cinta kasih & niat baik serta simpti kepada Pemerintah Inggris dan melenyapkan konsep Jihad dari sanubari orang-orang Islam yang bodoh itu.
    Kasus pidana dituntut terhadap Mirza agar menjaga perdamaian

    1900
    Mirza membatalkan Jihad.
    Menamakan para pngikutnya sebagai Ahmadi dan memerintahkan penggunaan identitas tersebut untuk sensus.
    Mengklaim Kenabian.

    25 MEI 1900
    Mirza Ghulam mengumumkan bahwa semua orang yang tidak menerimanya sebagai nabi adalah tidak taat pada Allah dan NabiNya dan akan tinggal di neraka

    1901
    Mirza masih belum melupakan Mohammadi Begum. Mengeluarkan pernyataan lainnya bahwa kejadian balik yang aneh akan dialami dan ia akhirnya akan kawin dengan Begum karena hal itu adalah masalah perintah Illahi.

    (SETYA: Untuk menghalalkan nafsunya mengawini Begum ia berlindung pada kebohongan wahyu yang kesemuanya tidak terjadi. Rasulullah Al Amin saw tidak pernah mengejar-ngejar wanita untuk dikawini, alasan utamanya adalah masalah sosialdan ekonomi, mis. Mengawini janda tua dan telah menanggung beberapa anak dsb., apalagi dengan mengancam orang lain–istri pertama dan anaknya sendiri seperti pembual Mirza GA ini. Saya cenderung memberi gelar Mirza ini sebagai AHMAD AL KAZZABUL AKBAR)

    1902
    Akhirnya untuk memberikan napas bagi Mohammadi Begum, beberapa orang muslims memikirkan ide yang cemerlang. Jaafer Zitly menulis di surat kabar: “Saya melihat dalam mimpi bahwa Mirza Ghulam Qadiani akan kawin dengan saya!!”

    Mirza benar-benar blangkeman’ (terbungkam). Setelah itu ia tak pernah menyinggung mengenai Mohammadi Begum sampai kematiannya tahun1908. Mohammadi Begum tetap hidup bahagia bersama suaminya sampai 40 tahun kemudian.

    (SETYA: Saya heran pada khalayak yang membela manusia yang begini hina, barangkali karena ketidak-tahuannya, ketidakpedulian, atau memang telah menutup mata dan kalap sehingga HUDA tidak datang pada mereka)

    1902
    Mirza mengumumkan: “Dasar dari klaimsaya bukanlah Hadits tetapi Quran dan Wahyu saya sendiri; untuk mendukungnya kami juga mengutip hadits-hadits yang tidak bertentangan dengan wahyu saya. Sedangkan sisa Hadits lainnya saya buang seperti membuang kertas bekas. (Zamima Nuzoole Maseeh, Roohani Khazain vol 19 p.140)

    (SETYA: Masya Allah. Ternyata klaim Sdr Nadri adalah DUSTA bahwa jemaat Ahmadi adalah muslim. Tiap muslim wajib mengikuti sunnah Rasulullah SAW dan al Quran. Tida ada hadits yang dapat dibuang kecuali cacat riwayat dan sanadnya, atau isinya bertentangan dengan Al Quran)

    1903
    Membangun Minarat-ul-Maseeh di Qadian, 12 tahun setelah menjadi Al Masih/Messiah yang dijanjikan

    1904
    Mengklaim sebagai dewa Krishna umat Hindu.

    (SETYA: Lagi-lagi bualan bid’ah dan khurafat dikeluarkannya. Dalam Islam bid’ah dan khurafat sangat dilarang. Silahkan buktikan).

    1905
    Membangun Makam Suci di Qadian.

    1906
    Mengaku menderita SAKIT JIWA dan kencing terus menerus 100 kali per hari sejak pernyataanya bahwa ia diangkat rasul oleh Allah (1879)

    1907
    Mengadakan duel doa melawan Molvi Sanaullah Amratsari.
    Mengumumkan doanya di Surat Kabar dimana ia berdoa keada Allah SWT agar para Pembohong itu mati selama > kebenaran masih ada dan kematian para pendusta itu adalah karena sebab Kolera atau Musibah–menurutnya ini adalah tanda kemarahan Illahi.
    Menyatakan bahwa Allah telah menamakannya Muhammad dan Ahmad 26 tahun yang lalu di Braheen-e-Ahmadiyya. (Haqeeqatul Wahi, Roohani Khazain vol 22 p.502)
    Menyatakan bahwa Allah telah mewahyukan 300,000 tanda-tanda untuk mendukung klaimnya

    (SETYA: Inilah satu-satunya doa Mirza Ghulam Ahmad yang dikabulkan oleh Allah SWT. Mirza Ghulam Ahmad Alkazzabul Akbar –Pembohong Terbesar–mati karena kolera).

    15 Mei 1907
    Menyatakan bahwa surah-surah dlm Al Quranul Karim berikut ini, yang diwahyukan untuk menghormati dan, memuji nabi besar Muhammad SAW, sekarang telah diwahyukan untuk menghormati Mirza:
    Surah 7:17
    Surah 55:1
    Surah 9:33
    Surah 53:9
    Surah 17:1
    Surah 3:31
    Surah 48:10
    Surah 48:1
    Surah 73:15
    Surah 107:1
    Surah 36:3

    (Haqeeqat-ul-Wahi, Roohani Khazain vol 22)
    Mengklaim bahwa Allah telah emnamakan dirinya sebagai tiap nabi, oleh karenanya ia mengatakan:

    “Aku adalah Adam, Aku adalah Noah/Nuh, Aku adalah Abraham/Ibrahim, Aku adalah Isaac/Ishak, Aku adalah Jacob/Ya’kub, Aku adalah Ishmael/Ismail, Aku adalah Musa, Aku adalah Daud, Aku adalah Isa anak Maryam, Aku adalah Muhammad…(SAW).” (Haqeeqatul Wahi, Roohani Khazain vol 22 p. 521)

    1908
    Menerbitkan Braheen-e-Ahmadiyya jilid lima. Dalam pembukaannya ia menulis:

    “Pada awalnya saya berjanji untuk menulis 50 jilid. Namun karena selisih antara 5 dan 50 adalah NOL, maka janji saya telah terpenuhi setelah menulis 5 jilid.”

    1908
    Mirza mengadakan resepsi bagi Financial Commissioner Punjab
    KEMATIAN: Mirza tiba-tiba terjangkit penyakit kolera Dengan penyesalan yang dalam dan kesedihan ia mengeluarkan kata-kata terakhirnya kepada ayah mertuanya:

    “Mir Sahib! Saya kejangkitan kolera”, Ia tak dapat mengeluarkan kata-kata sesudahnya dan meninggal dalam waktu singkat setelah itu.
    Mohammadi Begum hidup bahagia dengan suaminya 35 tahun setelah itu.
    Molvi Sanaullah Amratsari hidup selama 40 tahun setelah kematiannya itu.

    1908
    Hakeem Nuruddin menjadi penerus pertama.

    1914
    Hakeem Nuruddin jatuh dari kuda dan meninggal.
    Mirza Basheeruddin Mehmood, bin Mirza Ghulam, menjadi Khalifah ke-2.
    Demikian riwayat singkat dari Mirza Ghulam Ahmad.

  27. martin said

    1839/40

    Mirza lahir dari pasangan Chiragh Bibi dan Ghulam Murtaza 1846 * Mendapatkan pendidikan formal mengenai Quran, Hadits dsb dimulai di rumah dari Molvi Fazl Ilahi

    1849

    Molvi Fazal Ahmad mengajar berbagai mata pelajaran.

    1852/53

    Perkawinan pertama dengan Hurmat Bibi alias Phajje di Maan. Melahirkan Dua anak laki-laki yaitu Sultan Ahmad dan Fazal Ahmad.

    1857/58

    Gul Ali Shah mengajar tata bahasa Arab dsb.
    Perang Kemerdekaan, yang disebut Indian Mutiny (PEMBERONTAKAN INDIA)
    Untuk membuk kesetiaannya kepada Raja Inggris, Ayah Mirza menyumbang 50 tentara berkuda untuk memerangi kaum Muslimin dalam perang Kemerdekaan tersebut. (SETYA: Tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Mirza untuk menentangnya, bandingkan dengan AL AMIN, yang selalu berkata lurus dan mengatakan yang benar, ini sekaligus membuktikan ketidak-ma’shum-an Mirza.)
    Mirza Ghulam Qadir, abang Mirza Ghulam, yang bertugas pada Divisi 46 di Ketentaraan Inggrisd dibawah pimpinan Jendral Nicholson, membantai banyak pejuang kemerdekaan di dekat Sialkot.(SETYA: Lagi-lagi tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Mirza untuk menentangnya)

    1864

    Mirza lari dari rumah dengan mendapat pensiun tahunan ayahnya dan dihabiskannya untuk hal-hal yang tidak baik.
    Mirza bekerja menjadi klerk pada pemerintah Inggris. Pengadilan di Sialkot.

    1864-68

    Ikut ujian Hukum tetapi tidak lulus.
    Mirza berkawan dengan romo Kristen yang kemudian memainkan peranan

    1868

    Komisi Parlemen dari Inggris datang untuk mencari cara- cara memadamkan semangat Jihad diantara kaum Muslimin.
    Mirza mengundurkan diri dari pekerjaannya dan pergi ke Qadian
    Memperkenalkan diri sebagai Pembahas Islam.

    1870

    Laporan Komisi Parlemen tentang ‘Kedatangan Kekaisaran Inggris di India’ diserahkan kepada Parlemen Inggris. Laporan tersebut merekomendasikan diciptakannya Kerasulan seorang Nabi untuk memadamkan Semangat Jihad di kalangan umat Muslim.

    (SETYA: Tak terhitung ummat manusia sekarang yang tertipu oleh para penjajah yang ingin melanggengkan cengkeramannya di negara jajahannya. Diantaranya dengan menciptakan negara Israel oleh Inggris, Kuwait oleh Inggris, pengambil-alihan Hongkong dari Cina juga oleh Inggris. Tidak melihatkan saudara-saudara yang berkeyakinan Ahmadiyah terhadap move’ negara imperialis ini di seluruh dunia? Bandingkan dengan move’ oleh Snouck Hoergronye yang mendekati umat islam di Aceh dan memadamkan semangat jihad, sembari mengharamkan yel Allaahu Akbar’.)

    1871

    Mirza Ghulam dipilih untuk jabatan’ sebagai Rasul

    1877

    Dituntut pidana oleh jawatan pos.

    1879

    Mengklaim telah Diangkat oleh Tuhan’ untuk membuktikan kebenaran Islam
    Mengumumkan tulisan Braheen-e-Ahmadiyya yang akan dibuat sebanyak 50 jilid.
    Memohon bantuan keuangan dan persekot untuk publikasi Braheen-e-Ahmadiyya.

    1879-84

    Menerbitkan empat jilid Braheen-e-Ahmadiyya.

    1884 dst.

    Berhenti menulis Braheen-e-ahmadiyya.

    Menulis buku demi buku, menulis sekitar 80 buku selama 25 tahun berikutnya.

    Merujuk Braheen-e-Ahmadiyya sebagai KITABULLAH.

    1884

    Mengklaim diri sendiri sebagai Mujaddid/pembaharu Islam.

    Kawin kedua kalinya dengan Shahjehan Begum anak dari Mir Nasir Nawab, sehingga terlahir 3 anak laki-laki yaitu Mirza Bashiruddin Mehmood (Khalifah ke-2 dan ayah dari Mirza Tahir, Khalifah yang sekarang), Mirza Bashir Ahmad (penulis Seerat-ul-Mahdi) dan Mirza Sharif Ahmad.

    Mengaku menjadi impoten dalam perkawinannya yang ke-2. Berdo’a kepada Tuhan agar diberi kekuatan sexual. Tuhan memberikan Wahyunya agar ia meracik JAMU ILAHI.

    Atas perintah ilahi, ia membuat jamu/jampi yang disebut ‘TIRYAQ-e-ILAHI’ agar ‘energy’nya pulih kembali. Bahan utamanya adalah ‘OPIUM’.

    (SETYA: Saya kurang tahu apakah OPIUM atau madat dihalalkan dalam Ahmadiyah, namun ummat Islam harus meniru perbuatan Rasulullah Muhammad SAW. Apabila kaum Ahmadi juga meniru perbuatan keji oleh orang yang didakwahkannya sebagai rasul, maka secara sadar menyebar kekejian. Bisa saja dibantah oleh pemeluk yang kalap bahwa madat atau opium tidak haram, karena tidak disebut eksplisit dalam Quran, namun institusi IJMAK dipakai oleh pemeluk Islam. IJMAK ini akan meperbandingkannya dengan Khamr yang kurang berbahaya dibandingkan opium. Manfaat dan mudharat adalah pertimbangannya.)
    1888

    Mulai diambil sumpah setianya (Peeri-Mureedi) oleh masyarakat.

    Meminta Mohammadi Begum untuk perkawinan ke-3.

    Mengumumkan bahwa perkawinannya yang ke-3 ini dengan Mohammadi Begum adalah lamaran atas wahyu ilahi dan penolakan dari siapapun akan mengakibatkan konsekuensi tragis pada gadis tersebut, keluarganya, dan orang yang kawin dengan gadis ini.

    (SETYA: Orang yang mengatakan diri sendiri rasul menyumpahi orang lain, kelakuan ini sangat jahiliah dan mungkar. Bandingkan dengan prediksi Muhammad SAW mengenai pecahnya kekaisaran Persia, beliau tidak menyumpahi, hanya melihat probabilitas pecahnya kekaisaran yang dholim, seperti dirobeknya surat beliau oleh Kisra Khosru I–hal ini amat disesalkan oleh kaum Shiah.)

    Mirza Ghulam mengumumkan: “Harus dipahami oleh masyarakat bahwa tidak ada kriteria lain yang lebih baik untuk menyimpulkan kebenaran selain kenabianku.” (Aina-e-Kamalate Islam, Roohani Khazain vol 5 p.288, by Mirza Ghulam)

    Mirza mengancam istri pertama beserta anaknya tentang akibat langsung jika tidak mendukung perkawinannya dengan Mohammadi Begum.

    1891

    Mendakwahkan diri sendiri sebagai Mas’ul Masih (Seperti Al Masih) dan menolak bahwa ia adalah Al Masih yang Dijanjikan.

    (SETYA: Rasul koq mencla-mecle’.)

    Mengatakan bahwa orang-orang yang menuduhnya sebagai pembohong.

    Mengklaim dirinya sebagai Mariam/Bunda Maria.

    (SETYA: Hanya orang yang jahilun/super bebal saja yang percaya hal ini)

    Mengklaim dirinya mengandung karena ditiupkan ruh Isa kedalam dirinya (Jesus).

    (SETYA: sementara ia mengaku sebagai Isa, MIRZA MENGNDUNG DIRINYA SENDIRI??? Saya persilahkan Anda yang berakal sehat mempercayai omongan seperti ini).

    Mengklaim menjadi Isa setelah 10 bulan dalam kandungan dalam kandungannya sendiri (Maryam’s). Dan mengatakan: “Inilah muasalnya saya adalah Jesus anak Maria.” (Kishtee Nooh, Roohani Khazain vol 19 p. 87-89)

    (SETYA: Kaum Ahmadi menyangkal trinitas, tapi disebut apakah hal ini??)

    Mendirikan Gerakan Ahmadiyyah dalam Islam.

    1892

    Mohammadi Begum kawin dengan Mirza Sultan Baig.

    Untuk membalas hal ini, Mirza: o menceraikan istri pertamanya. o memaksa salah seorang anaknya untuk menceraikan istrinya. o membatalkan warisan kepada anak laki-lakinya yang kedua.

    [PS Istri pertamanya ada pertalian darah dengan Mohammadi Begum.]
    1893

    Menantang Wakil Komisaris Abdullah Khan Atham, seorang misionaris Kristen untuk berpolemik secara tertulis untuk membuktikan kebenaran masing-masing agama

    Feb. 1893

    Mirza mengumumkan: “Semua orang telah menerimaku dan menegaskan pendakwhan diriku, kecuali Anak-anak Pelacur, yang hatinya telah ditutup oleh Allah.” (Aina-e-Kamalate Islam, Roohani Khazain vol 5 p.548) Catatan: Anak Mirza sendiri yang hasil dari perkawinan pertamanya tidak menerimanya sebagai Al Masih/Messiah!!

    (SETYA: Setiap nabi dan rasul adalah ma’shum, bahasa kotor tidak akan digunakannya, orang yang percaya dengan kalap akan membela pendakwah nabi yang berkata kotor secara mati-matian).
    22 Mei – 5 Juni 1893

    Berpolemik dengan Atham. * Mirza kalah secara memalukan sekali. Akibatnya, banyak umat Muslim pindah menjadi Kristen/Nasrani! * Dengan tanpa sesal, Mirza mengumumkan Prediksi Ilahi tentang kematian Atham tanggal 22 May dalam jangka 15 bulan(5 Sept 1894). Dikatakannya: “Saya bersaksi bahwa jika prediksi ini ternyata salah… Saya siap menerima hukuman apapun, Saya akan dipermalukan, mukaku dihanguskan, ikat tali dileherku dan gantunglah… Saya bewrsumpah demi Allah bahwa Dia akan benar-benar mengabulkannya, benar-benar mengabulkan, mengabulkannya. Bumi dan surga boleh berpindah tetapi kata-2 Allah tidak akan batal.” (Jang-e-Muqqaddas, Roohani Khazain vol 6 p.293)

    Apr 1894 Atham masih tetap hidup. Beberapa kali usaha pembunuhan dilakukan kepada Atham oleh orang yang tak dikenal. 4 Sept * Peluru rahasia : Mirza mengucapkan mantera wazifa diatas biji beracun dan melemparkannya kedalam sumur tua untuk membunuh Atham.
    1896

    Umat Kristiani merayakan kemenangan Abdullah Atham dan > mempermalukan serta mencerca Islam – berkat Mirza Ghulam!!.
    mengulangi asal Prediksi ilahi dan perkawinan dengan Mohammdi Begum. Dikatakannya:

    “Jika saya pembohong, kematianku segera datang dan Prediksi ini tidak akanterpenuhi (Anjame Atham)
    Ia mengumumkan wahyu: “Dan mereka menanyakan pada kalian apakah ini benar? Katakanlah: Ya, demi Tuhan itu benar dan kalian tidak akan Mampu mencegah terjadinya. Kami telah mengwinkanmu dengannya Tak ada yang mampu mencegah kata-kataKu (Asmani Faisla) >

    27 Juli 1896
    Mengumumkan bahwa kakek dan nenek Jesus Adalah Pelacur, muasal darah kelahirannya dan bahwa inilah Alasan kecondong Jesus terhadap pelacur!!

    (SETYA: MG Ahmad menuduh Nabi Isa/Jesus condong pada pelacur. Menunjukkan bahwa MG Ahmad tidak hormat sama sekali kepada Nabi Isa–dalam waktu lain ia mengklaim Isa sebagai dirinya sendiri–yang berarti juga mengumumkan kesenangannya pada pelacur.)
    1897

    Mengajukan petisi kepada Pemerintah Inggris
    Ikut selamatan Thanksgiving bagi Queen Victoria pesta perak dari pemberian mahkotanya
    Tuntutan terhadap Mirza oleh pejabat Pajak.
    Pencarian kerumanya oleh Polisi atas dugaan pembunuhan Pundit Lekhram, kasus pidana dituntut kepadanya dan ia dilepaskan.

    1898/99

    Petisi kepada gubernur Punjab mengingatkan bahwa:
    Kakek moyangnya selalu menjadi hamba setia.
    Ia sendiri adalah BENIH YANG TUMBUH SENDIRI/TERTANAM SECARA MANDIRI/SUKARELA kepada Raja-raja Inggris.
    Dari sejak kecil sampai sekarang setelah berumur 65 tahun, ia telah melakukan tugas-tugasnya yang penting dengan pena dan lidahnya, untuk mengubah hati ummat Muslim kedalam cinta kasih & niat baik serta simpti kepada Pemerintah Inggris dan melenyapkan konsep Jihad dari sanubari orang-orang Islam yang bodoh itu.
    Kasus pidana dituntut terhadap Mirza agar menjaga perdamaian

    1900

    Mirza membatalkan Jihad.
    Menamakan para pngikutnya sebagai Ahmadi dan memerintahkan penggunaan identitas tersebut untuk sensus.
    Mengklaim Kenabian.

    25 MEI 1900

    Mirza Ghulam mengumumkan bahwa semua orang yang tidak menerimanya sebagai nabi adalah tidak taat pada Allah dan NabiNya dan akan tinggal di neraka

    1901

    Mirza masih belum melupakan Mohammadi Begum. Mengeluarkan pernyataan lainnya bahwa kejadian balik yang aneh akan dialami dan ia akhirnya akan kawin dengan Begum karena hal itu adalah masalah perintah Illahi.

    (SETYA: Untuk menghalalkan nafsunya mengawini Begum ia berlindung pada kebohongan wahyu yang kesemuanya tidak terjadi. Rasulullah Al Amin saw tidak pernah mengejar-ngejar wanita untuk dikawini, alasan utamanya adalah masalah sosialdan ekonomi, mis. Mengawini janda tua dan telah menanggung beberapa anak dsb., apalagi dengan mengancam orang lain–istri pertama dan anaknya sendiri seperti pembual Mirza GA ini. Saya cenderung memberi gelar Mirza ini sebagai AHMAD AL KAZZABUL AKBAR)

    1902

    Akhirnya untuk memberikan napas bagi Mohammadi Begum, beberapa orang muslims memikirkan ide yang cemerlang. Jaafer Zitly menulis di surat kabar: “Saya melihat dalam mimpi bahwa Mirza Ghulam Qadiani akan kawin dengan saya!!”

    Mirza benar-benar blangkeman’ (terbungkam). Setelah itu ia tak pernah menyinggung mengenai Mohammadi Begum sampai kematiannya tahun1908. Mohammadi Begum tetap hidup bahagia bersama suaminya sampai 40 tahun kemudian.

    (SETYA: Saya heran pada khalayak yang membela manusia yang begini hina, barangkali karena ketidak-tahuannya, ketidakpedulian, atau memang telah menutup mata dan kalap sehingga HUDA tidak datang pada mereka)

    1902

    Mirza mengumumkan: “Dasar dari klaimsaya bukanlah Hadits tetapi Quran dan Wahyu saya sendiri; untuk mendukungnya kami juga mengutip hadits-hadits yang tidak bertentangan dengan wahyu saya. Sedangkan sisa Hadits lainnya saya buang seperti membuang kertas bekas. (Zamima Nuzoole Maseeh, Roohani Khazain vol 19 p.140)

    (SETYA: Masya Allah. Ternyata klaim Sdr Nadri adalah DUSTA bahwa jemaat Ahmadi adalah muslim. Tiap muslim wajib mengikuti sunnah Rasulullah SAW dan al Quran. Tida ada hadits yang dapat dibuang kecuali cacat riwayat dan sanadnya, atau isinya bertentangan dengan Al Quran)
    1903

    Membangun Minarat-ul-Maseeh di Qadian, 12 tahun setelah menjadi Al Masih/Messiah yang dijanjikan

    1904

    Mengklaim sebagai dewa Krishna umat Hindu.

    (SETYA: Lagi-lagi bualan bid’ah dan khurafat dikeluarkannya. Dalam Islam bid’ah dan khurafat sangat dilarang. Silahkan buktikan).

    1905

    Membangun Makam Suci di Qadian.

    1906

    Mengaku menderita SAKIT JIWA dan kencing terus menerus 100 kali per hari sejak pernyataanya bahwa ia diangkat rasul oleh Allah (1879)

    1907

    Mengadakan duel doa melawan Molvi Sanaullah Amratsari.
    Mengumumkan doanya di Surat Kabar dimana ia berdoa keada Allah SWT agar para Pembohong itu mati selama > kebenaran masih ada dan kematian para pendusta itu adalah karena sebab Kolera atau Musibah–menurutnya ini adalah tanda kemarahan Illahi.
    Menyatakan bahwa Allah telah menamakannya Muhammad dan Ahmad 26 tahun yang lalu di Braheen-e-Ahmadiyya. (Haqeeqatul Wahi, Roohani Khazain vol 22 p.502)
    Menyatakan bahwa Allah telah mewahyukan 300,000 tanda-tanda untuk mendukung klaimnya

    (SETYA: Inilah satu-satunya doa Mirza Ghulam Ahmad yang dikabulkan oleh Allah SWT. Mirza Ghulam Ahmad Alkazzabul Akbar –Pembohong Terbesar–mati karena kolera).

    15 Mei 1907

    Menyatakan bahwa surah-surah dlm Al Quranul Karim berikut ini, yang diwahyukan untuk menghormati dan, memuji nabi besar Muhammad SAW, sekarang telah diwahyukan untuk menghormati Mirza:
    Surah 7:17
    Surah 55:1
    Surah 9:33
    Surah 53:9
    Surah 17:1
    Surah 3:31
    Surah 48:10
    Surah 48:1
    Surah 73:15
    Surah 107:1
    Surah 36:3

    (Haqeeqat-ul-Wahi, Roohani Khazain vol 22)
    Mengklaim bahwa Allah telah emnamakan dirinya sebagai tiap nabi, oleh karenanya ia mengatakan:

    “Aku adalah Adam, Aku adalah Noah/Nuh, Aku adalah Abraham/Ibrahim, Aku adalah Isaac/Ishak, Aku adalah Jacob/Ya’kub, Aku adalah Ishmael/Ismail, Aku adalah Musa, Aku adalah Daud, Aku adalah Isa anak Maryam, Aku adalah Muhammad…(SAW).” (Haqeeqatul Wahi, Roohani Khazain vol 22 p. 521)

    1908

    Menerbitkan Braheen-e-Ahmadiyya jilid lima. Dalam pembukaannya ia menulis:

    “Pada awalnya saya berjanji untuk menulis 50 jilid. Namun karena selisih antara 5 dan 50 adalah NOL, maka janji saya telah terpenuhi setelah menulis 5 jilid.”

    1908

    Mirza mengadakan resepsi bagi Financial Commissioner Punjab
    KEMATIAN: Mirza tiba-tiba terjangkit penyakit kolera Dengan penyesalan yang dalam dan kesedihan ia mengeluarkan kata-kata terakhirnya kepada ayah mertuanya:

    “Mir Sahib! Saya kejangkitan kolera”, Ia tak dapat mengeluarkan kata-kata sesudahnya dan meninggal dalam waktu singkat setelah itu.
    Mohammadi Begum hidup bahagia dengan suaminya 35 tahun setelah itu.
    Molvi Sanaullah Amratsari hidup selama 40 tahun setelah kematiannya itu.

    1908

    Hakeem Nuruddin menjadi penerus pertama.

    1914

    Hakeem Nuruddin jatuh dari kuda dan meninggal.
    Mirza Basheeruddin Mehmood, bin Mirza Ghulam, menjadi Khalifah ke-2.
    Demikian riwayat singkat dari Mirza Ghulam Ahmad.

  28. martin said

    saiudara sofian sarif yang menyatakan sesat itu bukan saja saya tetapi hadist rosulullah, hadist nabi besar Muhammad saw, Muhammad itu nabi kita saudaraku sofian syarif. lebih kurang 3 tahun ini ajaran ahmadiah itu saya pelajari, bukan berarti saya pengikut ahmadiah tetapi saya hanya menyelidiki ajaran ahmadiah ini bertentangan dengan Al-quran dan hadist apa tidak ??, dan ternyata benar sekali ajaran yang di bawa oleh mirza ghulam sangat bertentangan dengan agama kita saudaraku syofian syarif, mirza ghulam bukanlah khalifah Allah Al-mahdi atau Al-masih,

    sekarang simaklah sabda Nabi Muhammad saw riwayat dari Annasa-i berikut :
    …tidak binasa umat manusia, akulah yang pertama memimpinnya dan Mahdi pertengahannya, dan Isa Almasih (Isa Ibnu Maryam) penghabisannya.

    disini sudah jelas sekali kalau Muhammad, Al-mahdi, Isa Al-masih tidak menjelma dalam 1 orang. sadarlah kawan … atas segala kekeliruanmu !!!!

    cukup sampai disini dulu, sholat jum’at yuk …..!!!! wasalam !

  29. gada said

    @martin,

    urus dirimu sendiri.

  30. aim33356 said

    kepada saudaraku martin
    jangan bermimpi mahdi/isa itu penjelmaan orangnya banyak, satu orang saja saja(mga) anda tidak mau beriman! padahal karya-karya untuk pembelaan islam sudah nyata(http://www.alislam.org/ . http://www.mta.tv/ + )..
    buka jendela sebanyak banyaknya supaya cahaya masuk, sebanyak jendela kita buka sebanyak itu pula intensitas cahaya masuk. nanti kita akan tahu dari arah jendela mana sebenarnya cahaya itu? jadilah seperti sahabat rasul saw (salman al ghifari) seorang pencari kebenaran yang selalu haus cahay, berpindah keyakinan kepada keyakinan yang lebih baik

    (anda katakan imam mahdi/nabi isa as menjelma ke banyak orang)bagaimana kalau imam mahdi yang datang kedua atau ketiga atau ke empat itu datang kepada anda ia datang tanpa pengikut atau belum punya pengikut kemudiah imam mahdi/nabi isa tersebut mengajak anda untuk mengimaninya, apa yang anda lakukan berinan atau menolak?
    tebakan saya terhadap sikap anda adalah anda menolaknya. MGA saja yg sudah banyak pengikutnya anda dustakan apalagi ia datang tanpa pengikut

    Kebenaran seperti proses bulan(planet) awalnya hilal terus membesar menjadi purnama, hanya orang-orang yang mempelajari tanda tanda dan meneliti yang bisa menyaksikan hilal, jumlah yang menyaksikan hilal sedikit, berbeda dengan bulan purnama yang bisa disaksikan oleh banyak orang.
    pengikut muhammad saw awalnya sedikit namun seiring berjalannya waktu pengikut Rasulullah saw semakin banyak, bahkan banyak juga yang sekedar ikut-ikutan, pengikut islam awalin lebih berkualitas karena didalamnya ada unsur keimanan sejati, keimanannya berharga karena beliau-
    beliau ra. melawan arus kepercayaan umum bangsa arab waktu itu, karena mereka keberimanan, mereka mendapat olok-olok, boykot ekonomi, penderitaan dan banyak lagi ujian keiman.

    dari dua case di bawah ini mana yang mengandung unsur ke imanan
    1. seorang yang mengatakan bahwa besok matahari akan terbit, atau
    2.seorang yang mengatakan” saya akan mentabligkan islam ke penjuru dunia(padahal waktu itu ia seorang diri)

    sosial, tekanan masyarakat

  31. Sofyan Syarif said

    @ Martin

    Sudah kuduga bahwa informasi yang anda peroleh berasal dari ulama Pakistan yang anti-Ahmadiyah;

    =====
    kalau saudara syofian syarif belum jelas maka saya akan tampilkan riwayat hidup mirza ghulam yang diterjemahkan oleh “SETYA A.SIS” yang telah mendapat izin dari penulis asli Dr. Syed Rasid.
    =====

    Jadi, tidak perlu saya respon, karena mengandung banyak fitnahan.

    Jika saudaraku Martin ingin belajar tentang Ahmadiyah dengan benar, maka tanyalah kepada para pengurus, muballighin dan anggota Jemaat Ahmadiyah Indonesia yang memahaminya. Atau bacalah buku-buku tentang Ahmadiyah yang diterbitkan secara resmi oleh Jemaat Ahmadiyah Indonesia.

  32. Sofyan Syarif said

    Martin berkata

    =====
    saudara syofian syarif kata-kata puji-pujian itu hanya untuk Allah :

    saudara syofian syarif ditanya kok malah nanya balik !! tapi maaf ya.. saudara syofian syarif saya tidak akan menjawab pertanyaan saya sendiri, pertanyaan itu hanya saya khususkan untuk saudaraku syofian syarif dan para pengikut nabi palsu mirza ghulam yang menjadi contoh BID’AH YANG NYATA UNTUK UMAT ISLAM.

    tahukan anda syofian syarif apa BID’AH itu ?? BID’AH adalah suatu perbuatan yang mengada-adakan (sesuatu yang baru) dalam (urusan agama) yang sebelumnya tidak pernah dilakukan oleh Nabi besar Muhammad SAW dan para sahabat baik secara lisan maupun perbuatan. pada kesempatan ini saya akan menjelaskan hadist-hadist nabi Muhammad SAW tentang BID’AH :

    *** Rosulullah saw bersabda : barang siapa mengadakan (sesuatu yang baru) dalam urusan (agama) kami yang (sebelumnya) tidak pernah mengadakan, maka akan ditolak.

    *** Sesungguhnya sebaik-baik perkataan ialah kitab Allah (Al-Qur’an) dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad dan sejahat-jahat perbuatan (dalam agama) ialah yang diada-adakan (bid’ah), sedang tiap-tiap yang bid’ah itu kesesatan. (H.R.Muslim)

    *** Janganlah kalian berlebih-lebihan dalam agama, karena berlebih-lebihan dalam agama itu telah menyesatkan orang-orang sebelum kamu. (H.R. BukhorI)

    hadist ini sangat bertentangan dengan ajaran ahmadiah. saudara syofian syarif sendiri sudah tau ajaran ahmadiah itu jadi tidak perlu saya jelaskan lagi.
    =====

    Saudaraku Martin, ketahuilah bahwa tak ada satu noktah pun yang diajarkan oleh HMG Ahmad (Khalifah Allah, Al Mahdi, Al Masih Mau’ud) as yang bertentangan dengan Qur’an Karim dan Hadits Nabi Suci Muhammad saw, jadi tolong anda jangan mudah terpengaruh oleh siapapun yang berprasangka buruk kepada beliau karena hal ini dilarang oleh Allah (QS.17:36, 49:6 dan 49:11). Bahkan Allah Ta’ala berfirman: “Semua orang mukmin itu bersaudara, maka berdamailah diantara saudara-saudara kamu;dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu diberi rahmat” (QS 49:10).

    Silahkan renungkan tulisan Imam HMG Ahmad (Khalifah Allah, Al Mahdi, Al Masih Mau’ud) as berikut ini:
    “Adalah naif untuk membayangkan bahwa dalam menerima pengakuanku ada ketakutan atas rusaknya keimanan. Saya tidak mengerti apa yang menyebabkan kerusakan itu? Akan ada suatu kerusakan bila hamba yang rendah ini memaksa umat untuk mengikuti ajaran baru, yang bertentangan dengan ajaran Islam, yakni bila saya mengumumkan suatu perkara yang halal menjadi haram atau sebaliknya telah mengenalkan suatu perubahan dalam kepercayaan Keimanan yang sangat perlu untuk keselamatan, atau telah mengenalkan suatu tambahan atau pengurangan dalam perkara puasa, salat, haji, zakat, dan sebagainya yang telah ditetapkan oleh syariat Islam. Misalnya, jika saya telah menetapkan sepuluh atau dua kali salat untuk menggantikan salat harian lima kali sehari, atau menetapkan dua bulan berpuasa sebagai ganti sebulan, atau berpuasa kurang dari sebulan lamanya, maka karenanya akan ada kerugian spiritual menyeluruh, bahkan kekafiran dan kehancuran. Tetapi bila situasinya adalah bahwa hamba yang rendah ini berulang-kali menyatakan hanya ini, wahai saudaraku, saya tidak pernah mengusung suatu agama baru atau suatu ajaran baru, tetapi aku adalah satu dari kalian, dan seorang muslim seperti kalian, dan bagi kami kaum muslim tidak ada kitab lain yang diikuti kecuali Al Qur’an Karim, dan tidak ada kitab wahyu lain yang kami ajak agar kalian mengikutinya, dan bila saya membenarkan bahwa kecuali Ahmad dari Arab, akhir dari para Nabi saw, tak seorangpun yang membimbing kita dan tak seorangpun yang layak diikuti oleh kita, dan tak seorangpun yang kami inginkan agar yang lain mengikutinya, lantas dimana terletak risiko bagi seorang muslim yang religius untuk menerima pengakuanku yang berdasarkan wahyu Allah ini?” (Izala Auham, hal. 181-182).

    =====
    sekarang kita kembali kepada nabi isa benar atau tidaknya nabi isa diangkat jasad serta ruhnya secara utuh oleh Allah SWT ke sisinya. tapi sebelumnya simaklah firman Allah di bawah ini yang menceritakan perjalan nabi Muhammad saw pada peristiwa Isra’ Mi’raj untuk menerima perintah solat :

    yang artinya : Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsa yang telah kami berkahi sekelilingnya, agar kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya dia adalah maha mendengar lagi maha melihat. (Q.S.17:1)

    di dalam peristiwa isra’ mi’raj inilah Allah menaikan nabi besar Muhammad saw ke langit dan pintu langi-langit itu terbuka untuknya, hingga beliau sampai ke langit yang ke tujuh dan menerima perintah solat 5 waktu, yang semula diwajibkan 50 waktu.

    disini sudah jelas bahwa Allah itu maha kuasa atas segala sesuatu. nabi muhammad saw naik ke langit untuk menerima perintah solat. bukan barang mustahil kalu nabi isa diangkat oleh Allah swt ke sisinya beserta jasad dan ruhnya. kalau saudara syofian syarif masih bepegang teguh kepada keyakinan ahmadiyah berarti saudara syofian syarif tidak percaya atas kuasa pada pencipta alam semesta yaitu Allah SWT.
    =====

    Sudah saya tulis dalam komentar saya sebelumnya bahwa menurut Al Quran: “Tiada yang dapat menyentuh kandungannya (memahami kandungan Al Quran dengan benar) kecuali mereka yang disucikan.” (Al Waqiah 56:80). Karena anda saudaraku Martin dan LOGIKA tidak termasuk mereka yang disucikan, maka anda-anda belum memahami juga bahwa sesungguhnya Allah Yang Maha Mengetahui, Maha Kuasa, Maha Perkasa telah memberitahukan kepada kita di dalam Al Quran bahwa Nabi Isa Al Masih as sudah wafat. Lihat komentar saya nomor 26.

    Karena saudaraku Martin, tidak termasuk mereka yang disucikan, maka anda pun belum memahami bahwa Allah Yang Maha Mengetahui, Maha Kuasa, Maha Perkasa telah memberitahukan kepada kita di dalam Al Quran bahwa dalam peristiwa Mi’raj dan Isra’, Nabi Besar Muhammad Mustafa Rasulullah saw naik ke langit untuk menerima perintah solat dan melakukan perjalanan di malam hari dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsa tidak dengan jasadnya, melainkan secara ruhani dalam mimpi (ru’ya) atau kasyaf, sebagaimana firman-Nya:
    “Dan ingatlah ketika Kami mengatakan kepada engkau, “Sesungguhnya Tuhan engkau telah mengepung orang-orang ini dengan kebinasaan. DAN TIDAKLAH KAMI JADIKAN RU’YA (MIMPI) YANG TELAH KAMI PERLIHATKAN KEPADA ENGKAU, MELAINKAN SEBAGAI UJIAN BAGI MANUSIA, dan begitu pula pohon terkutuk dalam Al Quran. Dan, Kami menakut-nakuti mereka, tetapi itu tidak menambah kepada mereka, kecuali kedurhakaan yang amat berat.” (Bani Israil/Al Isra 17:60/61).

    Wassalam.

  33. Sofyan Syarif said

    Martin berkata

    =====
    saiudara sofian sarif yang menyatakan sesat itu bukan saja saya tetapi hadist rosulullah, hadist nabi besar Muhammad saw, Muhammad itu nabi kita saudaraku sofian syarif. lebih kurang 3 tahun ini ajaran ahmadiah itu saya pelajari, bukan berarti saya pengikut ahmadiah tetapi saya hanya menyelidiki ajaran ahmadiah ini bertentangan dengan Al-quran dan hadist apa tidak ??, dan ternyata benar sekali ajaran yang di bawa oleh mirza ghulam sangat bertentangan dengan agama kita saudaraku syofian syarif, mirza ghulam bukanlah khalifah Allah Al-mahdi atau Al-masih,
    =====

    –> Begini saudaraku Martin!
    Jika anda ingin mempelajari atau menyelidiki Ahmadiyah, datanglah ke Kampus Mubarak, Parung – Bogor dengan baik-baik menurut tata-cara yang diajarkan dan dicontohkan oleh nabi kita, Nabi Besar Muhammad Musatafa Rasulullah saw yang selalu merendahkan diri, sopan-santun, lemah-lembut dan berwibawa. Allah tidak memberi mandat kepada siapapun untuk mengatakan sesat kepada sesama muslim, bahkan Nabi Muhammad Rasulullah saw – dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra – bersabda:
    “Akan datang satu golongan pejuang Islam dari wilayah India yang dipimpin oleh Imam Mahdi yang namanya AHMAD” (HR Bukhari dalam Kitab Tarikhnya). Hadits ini tidak ada yang cocok dengan para pendakwa Imam Mahdi, kecuali hanya cocok dengan HMG Ahmad (Khalifah Allah, Al Mahdi, Al Masih Mau’ud) as dari Qadian, India.

    =====
    sekarang simaklah sabda Nabi Muhammad saw riwayat dari Annasa-i berikut :
    …tidak binasa umat manusia, akulah yang pertama memimpinnya dan Mahdi pertengahannya, dan Isa Almasih (Isa Ibnu Maryam) penghabisannya.

    disini sudah jelas sekali kalau Muhammad, Al-mahdi, Isa Al-masih tidak menjelma dalam 1 orang. sadarlah kawan … atas segala kekeliruanmu !!!!
    =====

    –> Begini saudaraku Martin!
    Maksud hadits tersebut adalah bahwa umat manusia khususnya orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh tidak akan binasa, karena:

    1. Pada awalnya, Allah telah membangkitkan Nabi Muhammad saw sebagai Rasul Allah dari antara kaum Umiyyin Arab yang memimpin, membimbing dan membacakan Ayat-ayat-Nya, mensucikan kaumnya, serta mengajarkan Kitab Suci Al Quran dan Hikmah (Al Jumu’ah 62:2/3).

    2. Dan, pada pertengahannya, Allah juga membangkitkan HMG Ahmad (Khalifah Allah, Al Mahdi) as sebagai Rasul Allah dari antara kaum Aakhorin India yang memimpin, membimbing dan membacakan Ayat-ayat-Nya, mensucikan kaumnya, serta mengajarkan Kitab Suci Al quran dan Hikmah (Al Jumu’ah 62:3/4).

    3. Dan, pada akhirnya, Allah juga menganugerahkan kepada HMG Ahmad (Khalifah Allah, Al Mahdi) as karunia lain, yaitu sebagai matsalan / perumpamaan Al Masih Ibnu Maryam yang memimpin umat Nabi Muhammad saw, tetapi umat Islam malahan bersorak-sorai memprotes-nya, sebagaimana firman-Nya:
    “Dan, ketika dijelaskan Ibnu Maryam sebagai matsallan / perumpamaan, tiba-tiba kaum engkau (umat Islam) bersorak-sorai meneriakan suara protes terhadapnya.” (Az-Zukhruf 43:57/58).

    Jadi, orang-orang Islam yang beriman dan beramal shaleh tidak akan binasa atau akan terpelihara keimanannya, jika mereka taat kepada Allah dan Nabi Muhammad Rasulullah saw sebagai pemimpin umat Islam yang pertama dan dilanjutkan oleh Khulafa-ur-Rasyidin ra, lalu HMG Ahmad (Khalifah Allah, Al Mahdi) as sebagai pemimpun umat Islam pada pertengahannya, dan HMG Ahmad as sebagai matsalan/perumpamaan Al Masih Isa Ibnu Maryam as pada penghabisannya.

    Wassalam.

  34. dedi said

    Sofyan Syarif berkata
    …lalu HMG Ahmad (Khalifah Allah, Al Mahdi) as sebagai pemimpun umat Islam pada pertengahannya, dan HMG Ahmad as sebagai matsalan/perumpamaan Al Masih Isa Ibnu Maryam as pada penghabisannya.

    ==>
    Kita lihat sejarah, MGA diutus waktu kisruh jihad ummat Islam India melawan Inggris, sedangkan Inggris butuh senjata melawan jihadnya ummat Islam, jadi tepat sekali waktunya MGA muncul diantara ummat Islam, guna memecah perjuangan jihad itu.
    Hingga pada kenyataannya Ahmadiyah pun terpecah, karena faktor2 kepentingan (duniawi)….

    Wallahualam,

  35. dedi said

    Met baca:

    Khātam an-Nabiyyīn (Arab:خاتم النبيين) atau Penutup Para Nabi, adalah julukan yang diberikan oleh Allah kepada Muhammad. Dalam syariat Islam bahwa status kenabian telah berakhir setelah Muhammad. Pernyataan ini tertulis dalam Al-Qur’an surah Al-Ahzab ayat 40, yang berbunyi:
    “ Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu , tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (Al-Ahzab 33:40) ”

    Umat muslim meyakini bahwa garis kenabian yang telah diutus oleh Allah berakhir dengan datangnya Muhammad dan mereka meyakini pula bahwa mereka menerima wahyu terakhir dalam bentuk Al-Qur’an.

    sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Penutup_Para_Nabi

  36. dedi said

    Juga di sini:

    Di Asia Selatan, anggota komunitas Ahmadiyyah meyakini Kresna sebagai utusan Tuhan, seperti yang diungkapkan oleh pendiri aliran tersebut, Mirza Ghulam Ahmad. Ghulam Ahmad juga mengaku memiliki kesamaan dengan Kresna sebagai pembangkit agama dan moralitas di zaman modern yang misinya adalah mendamaikan umat manusia dengan Tuhan.[108] Pengikut Ahmadiyyah mempertahankan istilah avatar (awatara) yang dianggap sama dengan istilah “nabi” dalam tradisi agama di Timur Tengah sebagai campur tangan Tuhan dengan manusia; seperti Tuhan yang menunjuk manusia sebagai khalifah-Nya di muka bumi. Dalam Kuliah Sialkot, Ghulam Ahmad menulis:

    Jelaslah bahwa Raja Krishna, sesuai dengan apa yang telah diwahyukan kepadaku, adalah orang yang benar-benar agung yang sulit untuk menemukan orang sepertinya di antara para Resi dan Awatara dalam Hindu. Dia adalah seorang Awatara — yaitu, Nabi — besar pada masanya yang kepadanya Roh Kudus turun dari Tuhan. Dia berasal dari Tuhan, jaya dan sejahtera. Ia membersihkan tanah Arya dari dosa dan ternyata Nabi pada zamannya yang kemudian ajarannya diubah dalam berbagai cara. Dia penuh kasih kepada Tuhan, seorang teman kebajikan dan musuh kejahatan.[108]

    sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Kresna

    Wallahualam,

  37. dedi said

    Dan di sini:

    Al Mahdi
    Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata: “Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu”. Ikutilah orang yang tiada minta Balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS 36:20-21)

    Seperti halnya mentari yang tak pernah menagih imbalan kepada semua makhluk atas siraman cahayanya, oksigen, air, udara, tanah, dan semua unsur pembangun kehidupan, yang tak pernah juga meminta imbalan, maka ikutilah orang yang mengajarkan dengan petunjuk Ilmu Pengetahuan yang lurus, Shirathaal Mustaqiim, dengan bimbingan yang benar tanpa meminta imbalan.

    Merekalah hamba-hambaNya yang sejati, merekalah al-Mahdi yang sesungguhnya. Dan mereka bisa jadi, Anda, anda , anda dan siapa saja yang menetapi jalan keikhlasan dengan yaqin, istiqomah, syabar, syukur, dan tentunya berkesadaran atas CintaNya bagi semua makhluk, Dia – Allah, Yang Maha Pengasih dan Maha Pengampun.

    Apa arti sesungguhnya kata “al-mahdi“ yang sering diaku-aku oleh banyak manusia yang keliru memahami istilah dan nama tersebut?

    Menurut Syekh Muhyidin Ibnu Arabi dalam kitab Futuhat al-Makkiyah bab 366 (referensi yang mengulas hal ini silahkan donlot ulasan karya James Morris mengenai hal ini di http://www.ibnarabisociety.org/articlespdf/sp_mahdi.pdf), yang banyak dijadikan bahasan para pemikir orientalis maupun tasawuf, kata Al-Mahdi tidak ada di dalam al-Qur’an sebagai suatu nama. Namun dalam bentuk asalnya adalah pasif partisipel dari kata kerja “hada” (artinya “memberi arah atau bimbingan yang benar , di jalan yang benar’). Secara harfiah al-Mahdi berarti “orang yang terbimbing dengan benar“. Dalam AQ, arah yang benar tidak lain adalah menuju dan sampai kepada Allah, bersama Allah, dengan daya dan upaya Allah, dan dengan Pertolongan serta Perlindungan Allah dengan Berserah Diri alias Islam. Tidak ada kehendak “aku sebagai makhluk berkekuatan“ di dalam proses perjalanan tersebut, yang ada adalah kehambaan mutlak dengan Islam.

    Meskipun bentuk akar kata “hada” dijumpai di AQ hampir 330 kali, tapi bentuk kata “al-Mahdi“ tidak ada dalam al-Qur’an. Meskipun di beberapa hadits yang masih diperdebatkan al-Mahdi sering muncul sebagai sebuah “nama“ kehormatan atau gelar. Namun, makna dan artinya sesungguhnya menunjuk kepada makna biasa yang menjelaskan sosok yang spiritual yaitu yang “memperoleh bimbingan yang benar“, yang telah menerima secara aktif dan mencerap tataran isyarat Ilahiyah dalam kehidupan yang paripurna.

    Bahkan dalam banyak hal penerima itu sendiri sebagi “al-Mahdi“ merepresentasikan Kehidupan dalam seluruh tatanan realitas karena cerapannya mewakili pengalaman Isra dan Mi’raj Muhammad SAW. Namun, tentu saja, aktualitasnya berdasarkan potensi-potensi dasarnya yang sesuai dengan ruang-waktunya, sunnatullahNya, dan tentunya berbeda dengan pengalaman Nabi Muhammad SAW di zamannya.

    Dalam kenyatannya yang umum, yang dimaksud al-Mahdi adalah Umat Islam yang patuh pada perintah dan larangan Allah, serta mengikuti sunnatullrasul dengan taqwa. Jadi, apa yang disebut al-Mahdi secara umum sebenarnya adalah Umat Islam yang patuh pada perintah dan larangan-Nya sebagai Pewaris Pengetahuan Tauhid melalui washilah Nabi Muhammd SAW. Karena itu, adalah kemustahilan kalau al-Mahdi justru menyimpang dari ajaran Islam dimana Shalat merepresentasikan Namaz, Miraj, Iman, Islam dan Ihsan sebagai penyaksian dan aktualitas Jamal dan Jalal Allah dengan syahadat :

    Laa ilahaa illaa Allah, Muhammadurrasulullah

    Dan tidak ada tujuan lain bagi semua makhluk ciptaan Allah kecuali hanya menjadi saksi dan menyatakan kembali Jamal dan Jalal Allah dengan kalimat syahadat tersebut. Maka , ia yang mengaku menjadi Utusan Tuhan dengan istilah apapun, apalagi mengabaikan kalimat syahadat dan shalat , serta tidak memenuhi syarat dasar sebagai yang terbimbing dengan benar sesuai dengan tuntunan al-Qur’an dan HANYA bergantung pada Pertolongan Allah semata tidak lain adalah Tukang Kibul atau Orang yang terkelabui oleh nafsu ibadahnya sendiri.

    Tak ada parameter lain selain kalimat Syahadat dengan Islam yang utuh sebagai syarat untuk menilai seseorang maupun suatu kaum telah berlepas diri dari Rahmat Allah. Jadi, silahkan Anda mengambil sikap apakah masih Islam atau malah berlepas diri dari Rahmat Tuhan untuk menampilkan Murka-Nya.

    sumber: http://atmonadi.wordpress.com/2008/05/16/nabi-dan-rasul-terakhir-al-mahdi-siapakah-dia-sebenarnya/

    Wallahualam,

  38. dedi said

    Tebak siapa?

    Bagaimana awalnya, Anda bisa tertarik masuk Ahmadiyah?

    Tahun 1971, saat itu usia saya 19 tahun, saya mendatangi cabang Ahmadiyah Surabaya, membaca buku-buku Ahmadiyah, termasuk yang dikarang oleh Mirza Ghulam Ahmad. Setelah saya pelajari, akhirnya saya tertarik dan saya simpulkan, inilah yang saya cari. Setelah itu, saya hadapkan pada guru-guru saya yang sebelumnya saya pun belajar pada mereka. Ada yang dari Muhammadiyah, NU, Persis, dan lainnya. Saya kan sebelum kenal Ahmadiyah belajar lama pada para alim ulama itu. Saya juga mubaligh, dan jauh sebelum itu sudah mengisi ceramah di salah satu radio di Jombang.

    Ketertarikan saya saat itu karena melihat organisasi Ahmadiyah adalah organisasi dunia. Mereka menerjemahkan Al Quran ke dalam berbagai bahasa dan organisasinya rapi. Pendirinya adalah Imam Mahdi, Isa yang dijanjikan. Jadi, menurut saya, saat itu ada daya tarik khusus yang tidak ada pada kelompok-kelompok Islam lainnya.

    Kemudian dari ajarannya, Ahmadiyah membuat definisi bahwa Rasul itu dibagi dua. Yaitu, yang membawa syariat dan yang tidak membawa syariat dan pakai dalil Alquran–yang memang kalau dilihat sepintas memang benar. Menurut Ahmadiyah, Rasul yang tidak membawa syariat itu bisa saja datang, yaitu Mirza Ghulam Ahmad.

    Kalau seandainya para guru saya atau para ulama mengatakan definisi dalam Ahmadiyah bahwa rasul dibagi dua, itu tidak benar. Tentu, saya tidak akan masuk Ahmadiyah saat itu. Memang ada ayat di dalam Al Quran. Namun, bukan berarti Nabi-nabi Bani Israil tidak membawa syariat. Memang, dalam hal-hal prinsip berinduk pada Taurat. Tapi, dalam hal-hal lain yang sifatnya sesuai dengan situasi dan kondisi pada waktu Nabi-nabi itu berada, mereka juga membawa syariat. Itu kunci jawabannya. Kalau saya dapatkan itu sebelum saya masuk Ahmadiyah, saya tidak akan masuk Ahmadiyah.

    Wallahualam,

  39. dedi said

    Setelah dibaiat, ada tiga hal dipesankan kepada seorang pengikut Ahmadiyah. Pertama, tidak boleh makmum di belakang orang yang bukan Ahmadiyah. Kedua, tidak boleh kawin dengan orang yang bukan Ahmadiyah. Dan ketiga, harus membayar seperenambelas dari penghasilan per bulan. Itu namanya Candah Am, atau iuran umum bagi anggota Ahmadiyah.

    Wallahualam,

  40. Simpatisan said

    Dari lima postingan Dedi, hanya satu dari-nya (yang lainnya hanya copas), itupun karena tidak menyebutkan sumber-nya, yang jelas bukan bersumber dari Al Quran/hadits:

    “Kita lihat sejarah, MGA diutus waktu kisruh jihad ummat Islam India melawan Inggris, sedangkan Inggris butuh senjata melawan jihadnya ummat Islam, jadi tepat sekali waktunya MGA muncul diantara ummat Islam, guna memecah perjuangan jihad itu.
    Hingga pada kenyataannya Ahmadiyah pun terpecah, karena faktor2 kepentingan (duniawi)…”

    Di mana pun di dunia ini, jihad umat Islam itu selalu kisruh, karena tidak memiliki Imam Mahdi dan bercerai-berai. Maka kedatangan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi, Masih Mau’ud tepat pada waktunya untuk menyatukan umat Islam (yang beriman dan beramal shaleh) dalam Jemaat Muslimin Ahmadiyah yang didirikan atas perintah dan bimbingan wahyu Allah.

  41. Hilman Azis said

    Nabi Muhammad SAW, adalah nabi terakhir dan tidak akan ada nabi labi setelah beliau.

  42. Simpatisan said

    Nabi Muhammad SAW, adalah nabi terakhir dan tidak akan ada nabi labi setelah beliau, baik nabi lama, maupun nabi baru, kecuali melalui ketaatan yang sempurna kepada Nabi Muhammad SAW (QS An-Nisa 4:69/70).

  43. Anonymous said

    kalau sudah gak suka…mau bener apalagi salah tetep aja gak suka…gak bisa pakai otak…
    pikirannya hanya untuk mencari peluang menyalahkan…bukannya untuk mencari kebenaran…

  44. Islam Palsu Ga Laku2 said

    ihik… huuuuu… :cry:

  45. Nabi Palsu Ga Laku2 said

    ihik…ihik…ihik… huuuuu… :cry:

  46. Simpatisan said

    “Barangsiapa buta di dunia ini, maka di akhirat pun dia akan buta, bahkan lebih tersesat dari jalan.” (Al Isra 17:72/73).
    “Kebenaran telah datang dan kebatilan telah hilang. Sesungguhnya kebatilan itu pasti akan hilang.” (Al Isra 17:81/82)

  47. Simpatisan said

    Di mana pun di dunia ini, jihad umat Islam itu selalu kisruh, karena suka melakukan perbuatan yang dilarang Allah yaitu bercerai-berai (Ali Imran 3:103/104) sebab tidak dipimpin dan dibimbing oleh Imam Mahdi. Maka, tepat pada waktunya Allah Ta’ala mengutus Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as dari Qadian, India sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi, Masih Mau’ud untuk menyatukan umat Islam yang beriman dan beramal shaleh di antara yang bercerai-berai itu ke dalam Jemaat Muslimin Ahmadiyah yang didirikan atas perintah dan bimbingan wahyu Allah.

    Untuk dia (Rasul itu), ada pergilirian (malaikat-malaikat) di hadapannya dan di belakangnya; mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka. Dan apabila Allah menghendaki keburukan pada suatu kaum, maka tiada yang dapat menghindarkannya, dan tiada bagi mereka penolong selain Dia. (Ar-Ra’d 13:11/12).

    “Barangsiapa buta di dunia ini, maka di akhirat pun dia akan buta, bahkan lebih tersesat dari jalan.” (Al Isra 17:72/73).

    “Kebenaran telah datang dan kebatilan telah hilang. Sesungguhnya kebatilan itu pasti akan hilang.” (Al Isra 17:81/82)

  48. dedi said

    “Barangsiapa buta di dunia ini, maka di akhirat pun dia akan buta, bahkan lebih tersesat dari jalan.” (Al Isra 17:72/73).

    ==> Suparman dihadapan guru ngajinya mengaku bahwa ia bersedia menjadi anggota Ahmadiyah dan bahkan menjadi Ketua Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) Cikeusik lantaran faktor ekonomi. Hal itu diungkapkan Ketua MUI Banten KH Aminudin Ibrahim dalam acara Halqah Islam dan Peradaban (HIP) ke-27, Ahad (20/2) di Wisma Antara, Jakarta.
    Maka terungkaplah bahwa Suparman diberi berbagai fasilitas yang menggiurkan oleh JAI Pusat. Di antaranya, tiap bulan ia digaji Rp 10 juta perbulan, diberi uang Rp 150 juta untuk membeli rumah, diberi dana Rp 150 juta untuk kegiatan “dakwah” di bulan Ramadhan.

    “Kebenaran telah datang dan kebatilan telah hilang. Sesungguhnya kebatilan itu pasti akan hilang.” (Al Isra 17:81/82)

    ==> Anggota Tim Pencari Informasi dan Fakta (TPF) MUI Pusat Kasus Cikeusik ini menjelaskan panjang lebar tentang keberadaan Ahmadiyah di Pandeglang. Sekitar 250 anggota Ahmadiyah Pandeglang akhirnya kembali ke pangkuan Islam setelah diadakannya sosialisasi SKB 3 Menteri pada Nopember 2008 lalu.

    Cocok….

    Wallahualam,

  49. dedi said

    Maka kedatangan Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad as sebagai Khalifah Allah, Imam Mahdi, Masih Mau’ud tepat pada waktunya untuk menyatukan umat Islam (yang beriman dan beramal shaleh) dalam Jemaat Muslimin Ahmadiyah yang didirikan atas perintah dan bimbingan wahyu2 tuhannya MGA.

    ==> Dan inikah wahyu2 tuhannya MGA?
    1. Hubunganku dengan Tuhan tersirat dalam wahyu-wahyu yang aku terima dimana Tuhan telah menyatakan:
    ‘Anta minni wa ana minka (engkau berasal dari-Ku dan Aku dari engkau) (Wahyu ini diterima beberapa kali, termasuk dalam bulan April 1902 dan tercatat dalam kitab Tazkirah).’
    Versi lainnya; “Wahai sang rembulan, wahai sang surya Mirza, Engkau dari Aku dan Aku dari Engkau”
    2. ­Berkata tuhan pada MGA:
    “Wahai Mirza, Engkau terbikin dari Air-Ku, akan tetapi mereka itu terbikin dari bibit yang lemah” (Sumber: Saleh A Nahdi, Ahmadiyah membantah tuduhan, Wahid Bakry hal 37)
    3. “Ya Ahmad, nama Mu bisa sempurna, tapi namaKu tidak bisa sempurna”, “Wahai Ahmadku, Engkaulah tempat keperluanku dan Engkau beserta Aku” (Sumber MGA, Tukhfah Bagdad hal 21-25)
    4. “Ya nabi Allah, tadinya Aku tidak kenal padamu” (Sumber: MGA, Istiftha hal 86)
    5. “Jika tidak karena Engkau ya Mirza, Aku tidak jadikan alam ini” (Sumber: MGA, Istiftha hal 86)
    6. “Sesungguhnya di (KItab) itu diturunkan pada tempat yang dekat dengan Qadyan. Dengan Kebenaran dia turunkan, serta dengan Kebenaran pula turunnya” (Sumber: MGA, Istiftha hal 82)
    7. “Apabila engkai wahai Mirza menghendaki sesuatu apa saja, maka cukup engkau katakan jadilah maka jadilah ia” (Sumber: MGA, Istiftha hal 88)

    Wallahualam,

  50. Nabi Palsu Ga Laku2 said

    Dedi berkata
    19/02/2012 pada 17:42

    Versi lainnya; “Wahai sang rembulan, wahai sang surya Mirza, Engkau dari Aku dan Aku dari Engkau”

    #

    waaakkkakkak…
    kayak pacaran aja.
    ga jelas banget mana yg tuhan dan mana yg makhluk.
    payah!

  51. Nabi Palsu Ga Laku2 said

    Dedi berkata
    19/02/2012 pada 17:42

    “Ya nabi Allah, tadinya Aku tidak kenal padamu” (Sumber: MGA, Istiftha hal 86)

    #

    hah?! tuhan ga kenal ciptaanya?!
    (memang akal itu nikmat paling berharga)

  52. Nabi Palsu Ga Laku2 said

    Dedi berkata
    19/02/2012 pada 17:42

    5. “Jika tidak karena Engkau ya Mirza, Aku tidak jadikan alam ini” (Sumber: MGA, Istiftha hal 86)

    #

    waaaakakkakkak….
    kalah Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam

  53. Nabi Palsu Ga Laku2 said

    Dedi berkata
    19/02/2012 pada 17:42

    7. “Apabila engkai wahai Mirza menghendaki sesuatu apa saja, maka cukup engkau katakan jadilah maka jadilah ia” (Sumber: MGA, Istiftha hal 88)

    #

    Jadi kalo si kafir mirza bilang “Kun”/Jadi… maka… fayakun/maka jadilah ia.

    waaaakakkakkak….
    maka jadilah si kafir mirza menjadi tuhan
    padahal menolak kolera yg menyebabkan mampusssssnya dia di lantai wc aja ga mampu.

  54. Dores said

    heh…udah gak bermutu…
    gak ada elmunya…
    gak baik dicontoh…
    payah…

  55. Sofyan Syarif said

    Allah itu Indah, Dia suka dengan keindahan. Jadi, kalau kalian penyembah Allah dan/atau pengikut Nabi Muhammad saw, maka tulislah hal-hal yang indah dibaca. Jika tidak memahami makna wahyu yang diterima HMG Ahmad (Khalifah Allah, Al Mahdi, Al Masih Mau’ud) as, maka tanyakanlah kepada ahlinya.

  56. Sofyan Syarif said

    @ LOGIKA
    @ Martin

    Bagaimana dengan penjelasan-penjelasan saya sudah cukup? Apakah sudah cukup untuk memuaskan akal pikiran anda?
    Isa Al Masih as, seorang Nabi yang melaksanakan syari’at Taurat dan diutus Allah kepada Bani Israil sudah wafat bukan?

  57. Sofyan Syarif said

    @ LOGIKA
    @ Martin

    Jika Nabi Isa Al Masih ibnu Maryam as sudah wafat, jadi siapa dong Nabi Isa Al Masih ibnu Maryam as yang dijanjikan – di dalam beberapa hadits – akan datang diakhir zaman dan akan membunuh dajjal?

    Jawabannya, lain tidak adalah perumpamaannya, yaitu HMG Ahmad (Khalifah Allah, Al Mahdi, Al Masih Mau’ud) as dari Qadian, India.
    “Dan, ketika dijelaskan Ibnu Maryam sebagai matsallan / perumpamaan, tiba-tiba kaum engkau (umat Islam) bersorak-sorai meneriakan suara protes terhadapnya.” (Az-Zukhruf 43:57/58).

    Ternyata Al Quran itu memang benar, ketika HMG Ahmad as datang sebagai perumpamaan Ibnu Maryam, umat Islam ramai-ramai protes dan menentang beliau as hingga sekarang.

    Apakah sudah paham arti perumpamaan Ibnu Maryam?

    Jika masih tertarik, akan saya jelaskan. Tapi nanti yah. SABAR.

  58. aim33356 said

    kepada komentator “Nabi Palsu Ga Laku2″ berkata yang selalu memperolok-olok — al quran mengingatkan
    1. Dan sungguh telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum qs 6: 10
    2. Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab: “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau
    dan bermain-main saja”. Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” 9: 65
    3. Dan tidak datang seorang rasul pun kepada mereka, melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya. 15 :11
    4.Dan tiada seorang nabi pun datang kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya. 43: 7
    5. Dan apabila dia mengetahui barang SEDIKIT tentang ayat-ayat Kami, maka ayat-ayat itu dijadikan olok-olok. Merekalah yang memperoleh adzab yang
    menghinakan 45 : 9.
    Setuju dengan pendapat bpk sofyan supaya pengetahuan tidak sedikit ttg imam mahdi/ahmadiyah datang ke pusat Ahmadiyah, jamindeh akan di sambut baik.

    —pesan bagi pengikut setia al quran

    Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang dzalim itu sesudah teringat (akan larangan itu)QS.6 :68

    —-kembali ke prinsip kepatutan kesopanan dan saling menghargai dalam kolom diskusi ini
    Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim. 49: 11

    mudah mudahan kita termasuk orang-orang yang terus berpegang kepada dua hal yaitu : Al Quran dan sunah

  59. Nabi Palsu Ga Laku2 said

    Nabi/Rasul utusan Allah sering diperolok-olok semasa masih hidup, tapi dimuliakan oleh Allah dan umat manusia setelah wafat, bahkan namanya tetap mulia selamanya sampai di akhirat nanti.

    NABI PALSU, diperolok-olok semasa masih hidup, dan tetap diperolok-olok oleh umat manusia setelah dia tewas sekalipun, bahkan diperolok-olok dan dihinakan oleh Allah selamanya sampai di neraka bersama iblis temannya.

    Itu bedanya.

  60. Sofyan Syarif said

    Nabi Isa Al Masih as hingga sekarang masih diperolok-olokkan dan dituduh NABI / AL MASIH PALSU oleh orang-orang Yahudi.

    Nabi Muhammad saw hingga sekarang masih diperolok-olokkan oleh orang-orang Kristen (The History of The Decline and Fall of The Roman Empire).

    Perumpamaan Nabi Isa Al Masih as hingga sekarang masih diperolok-olokkan dan dituduh NABI / AL MAHDI PALSU oleh orang-orang yang berperilaku seperti Yahudi.

    “Allah telah menetapkan ‘Aku dan Rasul-rasul-Ku pasti menang’. Sesungguhnya Allah Maha Kuat, Maha Perkasa” (Al Mujadalah 58:22)

  61. aim33356 said

    kalau nabi palsu atau nabi asli sama-sama diperolok-olok manusia bagaiman bpk komentator, “Nabi Palsu Ga Laku2 ” berkeyakinan mga itu nabi palsu?
    ini harus di buktikan supaya bisa “menyadarkan” pengikut mga

    LAGI
    Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikit pun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.QS 10 :36

  62. Nabi Palsu Ga Laku2 said

    Pencari kebenaran berkata
    02/01/2012 pada 07:06

    @Kadzibiin AHMADIYAH

    Bagus, bagus, bagus….., itu artinya bukti-bukti kebenaran HMG Ahmad (Imam Mahdi, Khalifah Allah, Masih Mau’ud) as sebagai nabi/rasul semakin bertambah pula. Karena menurut Al Quran, Allah tidak pernah mengirimkan seorang nabi/rasul pun, kecuali mereka selalu memperolok-olokkannya (Yaasin 36:31 & Az-Zukhruf 43:7).

    ===> Pernahkah Nabi Dan Rosul Alloh diperolo-olok setelah dia meninggal ? Tidak Pernah semua dapat pujian karena terbikti kebenaran ajaran dari Alloh Swt

    tapi kalo Nabi Palsu sudah matipun banyak yang menghujat karena Kebohonganya ,Pikirkan hai orang yang berakal!!!!!!!!!!!

  63. Nabi Palsu Ga Laku2 said

    Anonymous berkata
    02/01/2012 pada 08:50

    Pencari Kebenaran berkata
    02/01/2012 pada 07:06

    Pernahkah Nabi Dan Rosul Alloh diperolo-olok setelah dia meninggal ? Tidak Pernah semua dapat pujian karena terbikti kebenaran ajaran dari Alloh Swt

    tapi kalo Nabi Palsu sudah matipun banyak yang menghujat karena Kebohonganya ,Pikirkan hai orang yang berakal!!!!!!!!!!!

    #

    @Pencari Kebenaran

    ——->>>>>>>> KOMENTAR CERDAS!

  64. dedi said

    Keimanan kaum muslimin tidak akan berubah dari masa Nabi SAW sampai akhir masa, sedangkan keimanan baru Ahmadiyah dimulai seperti tercantum dalam kutipan berikut:

    “Dalam tahun 1891, berdasarkan wahyu Ilahi, beliau menyatakan diri sebagai Al-Masih yang Dijanjikan dan Imam Mahdi yang kedatangannya telah dinubuatkan oleh Hazrat Muhammad Rasulullah s.a.w. serta kitab suci agama lainnya.
    Pernyataan beliau menjadi dasar dari keimanan Jemaat Ahmadiyah.”

    Sumber: RoR, Agustus 2002
    Oleh Dr. Abd Latif Busari – Abuja, Nigeria (Artikel ini ditulis sebelum konferensi World Summit dilangsungkan)

    Wallahualam,

  65. dedi said

    Kutipan dari buku Ahmadiyah:

    “Wahyu di masa kini
    Pengarang buku tersebut kemudian menyitir wahyu-wahyu yang diterimanya yang tercatat dalam urutan rapih. Melalui wahyu-wahyu itu Allah swt menyebut dirinya dengan berbagai nama seperti Muhammad, Ahmad, Nuh, Ibrahim, Maryam, Isa, Sulaiman, Daud dan lain-lain sebagai implikasi bahwa beliau akan mengusung keberkatan dari semua nabi-nabi di masa lalu itu ke masa modern. Hal ini amat mencengangkan karena beliau waktu itu belum menyatakan diri sebagai rasul dari masa kini. Beliau bahkan belum mulai mengawali pembentukan Jemaat atau pun mulai menerima Bai’at orang-orang…..

    …Sesungguhnya wujud yang nyata adalah Muhammad saw dan mereka yang mengikutinya adalah bayang-bayang dirinya. Beliau menjelaskan dengan mengutip contoh sebuah cermin dimana manusia melihat bayangan wujud Rasulullah saw yang menjadi satu dengan dirinya sendiri.”

    Sumber: Brahini Ahmadiyah, Sebuah Buku Monumental
    Dr. Latif Ahmad Qureshi, Penterjemah: A.Q. Kha

    Kepada siapa orang Ahmadiyah bersyahadat, jelas yaitu kepada MGA (yang memiliki nama2 lain).

    Wallahualam,

  66. Dores said

    yaaah…dedi lagi…
    Orang Ahmadiyah bersyahadat sudah betul, eh dituduh kepada MGA…
    Sudah kehabisan akal ya…sampai2 berani fitnah…
    fitnah dosa loh ded, gak takut Allah?

  67. dedi said

    ==> Lihat posting sebelumnya….
    “Pernyataan beliau menjadi dasar dari keimanan Jemaat Ahmadiyah”

    ==> Orang Ahmadiyah beriman pada kenabian dan kerasulan MGA…. Ngga salah, kalau pengertian “Muhammmad” di dalam syahadat yang Ahmadiyah ucapkan adalah sekaligus pengakuan akan status MGA sebagari rasul…..

    Wallahualam,

  68. dedi said

    Sudah kehabisan akal ya…sampai2 berani fitnah…
    fitnah dosa loh ded, gak takut Allah?

    ==> Orang Ahmadiyah mengakui ada nabi/rasul baru sesudah Nabi SAW, siapa yang berani dengan pernyataan ini selain MGA dan pengikutnya?
    Semua ummat Islam dari dahulu hingga nanti, tidak (akan lagi) ada yang berani menyatakan dirinya nabi/rasul baru dan/atau ingin ikut/berbaiat kepada seorang nabi/rasul baru….
    Maka, bertobatlah pengikut Ahmadiyah….

    Wallahualam,

  69. gada said

    @Nabi Palsu Ga Laku2 berkata, dedi berkata

    Orang2 seperti ini yang harus dido’akan supaya tahu SIAPA DIRINYA.

  70. Sofyan Syarif said

    @ Gada

    Allah Yang Maha Mengetahui berfirman:

    “Sesungguhnya orang-orang yang ingkar itu sama saja bagi mereka, apakah mereka engkau peringatkan atau tidak engkau peringatkan, mereka tetap tidak akan beriman. Allah telah mencap hati mereka serta telinga mereka, sedangkan di atas mata mereka ada tutupan, dan bagi mereka ada azab yang amat besar.” (Al Baqarah 2:7-8).

  71. gada said

    @Sofyan Syarif berkata

    Mantap..Mantap..Mantap..yang pantes do’anya kepada mereka seperti apa yah?

  72. Sofyan Syarif said

    @ Gada

    “Ya Allah, berilah kaumku petunjuk, karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui.” (Doa Nabi Muhammad Rasulullah saw ketika melakukan perjalanan ke Thaif).

  73. Sofyan Syarif said

    @ Gada

    Ketidak-tahuan mereka khususnya mendapat kesulitan untuk memahami ayat suci Al Quran berikut ini:

    “Dan, barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul ini (Nabi Muhammad saw), maka mereka akan termasuk di antara orang-orang yang kepada mereka Allah menganugerahkan Nikmat-Nya, yaitu: nabi-nabi, shiddiq-shiddiq, syahid-syahid dan orang-orang shaleh. Dan, mereka itulah sahabat yang sejati.” (An-Nisa 4:70).

  74. Sofyan Syarif said

    http://www.youtube.com/watch?v=kZw6Lv8GaJ8

  75. Sofyan Syarif said

    @ LOGIKA
    @ Martin

    http://www.youtube.com/watch?v=F3g9bzaMcoY&feature=related

  76. martin said

    @aim33356 berkata
    17/02/2012 pada 16:02

    kepada saudaraku martin
    jangan bermimpi mahdi/isa itu penjelmaan orangnya banyak, satu orang saja saja(mga) anda tidak mau beriman! padahal karya-karya untuk pembelaan islam sudah nyata(http://www.alislam.org/ . http://www.mta.tv/ + )..
    buka jendela sebanyak banyaknya supaya cahaya masuk, sebanyak jendela kita buka sebanyak itu pula intensitas cahaya masuk. nanti kita akan tahu dari arah jendela mana sebenarnya cahaya itu? jadilah seperti sahabat rasul saw (salman al ghifari) seorang pencari kebenaran yang selalu haus cahay, berpindah keyakinan kepada keyakinan yang lebih baik
    ===============================
    (((Tanggapan : Ni sebenarnya bingun juga kepada aim33356, ?? padahal keterangan di atas sudah jelas itu hadist nabi Muhammad !!!)))

    ====================================================================================================================================
    @ Dedi
    ==> Dan inikah wahyu2 tuhannya MGA?
    1. Hubunganku dengan Tuhan tersirat dalam wahyu-wahyu yang aku terima dimana Tuhan telah menyatakan:
    ‘Anta minni wa ana minka (engkau berasal dari-Ku dan Aku dari engkau) (Wahyu ini diterima beberapa kali, termasuk dalam bulan April 1902 dan tercatat dalam kitab Tazkirah).’
    Versi lainnya; “Wahai sang rembulan, wahai sang surya Mirza, Engkau dari Aku dan Aku dari Engkau”
    2. ­Berkata tuhan pada MGA:
    “Wahai Mirza, Engkau terbikin dari Air-Ku, akan tetapi mereka itu terbikin dari bibit yang lemah” (Sumber: Saleh A Nahdi, Ahmadiyah membantah tuduhan, Wahid Bakry hal 37)
    3. “Ya Ahmad, nama Mu bisa sempurna, tapi namaKu tidak bisa sempurna”, “Wahai Ahmadku, Engkaulah tempat keperluanku dan Engkau beserta Aku” (Sumber MGA, Tukhfah Bagdad hal 21-25)
    4. “Ya nabi Allah, tadinya Aku tidak kenal padamu” (Sumber: MGA, Istiftha hal 86)
    5. “Jika tidak karena Engkau ya Mirza, Aku tidak jadikan alam ini” (Sumber: MGA, Istiftha hal 86)
    6. “Sesungguhnya di (KItab) itu diturunkan pada tempat yang dekat dengan Qadyan. Dengan Kebenaran dia turunkan, serta dengan Kebenaran pula turunnya” (Sumber: MGA, Istiftha hal 82)
    7. “Apabila engkai wahai Mirza menghendaki sesuatu apa saja, maka cukup engkau katakan jadilah maka jadilah ia” (Sumber: MGA, Istiftha hal 88)
    ====================================================================================================================================
    @Syofian Sarif
    Tolong dong kepada saudara sofyan syarif makna wahyu tuhannya MGA yang diungkapkan dedi diatas, dijelaskan aku gk ngerti maknanya, tapi kalau saya artikan pendapat saya sebagai berikut :
    1. Hubunganku dengan Tuhan tersirat dalam wahyu-wahyu yang aku terima dimana Tuhan telah menyatakan:
    ‘Anta minni wa ana minka (engkau berasal dari-Ku dan Aku dari engkau) (Wahyu ini diterima beberapa kali, termasuk dalam bulan April 1902 dan tercatat dalam kitab Tazkirah).’
    Versi lainnya; “Wahai sang rembulan, wahai sang surya Mirza, Engkau dari Aku dan Aku dari Engkau”

    (Tanggapan : Berarti tuhan dengan hambanya itu seperti pilkada (dari rakyat untuk rakyat), (HMG berasal dari Allah dan Allah berasal dari HMG), (HMG diciptakan oleh Allah dan Allah diciptakan oleh HMG) lucu ya kawan-kawan Allah dan Hamba cubit-cubitan….. ! tidak terpikirkah oleh mu wahai sekalian pengikut ahmadiah wahyu tuhannya HMG ini sangat tidak masuk akal,

    2. Berkata tuhan pada MGA:
    “Wahai Mirza, Engkau terbikin dari Air-Ku, akan tetapi mereka itu terbikin dari bibit yang lemah” (Sumber: Saleh A Nahdi, Ahmadiyah membantah tuduhan, Wahid Bakry hal 37)

    (Tanggapan : Waduh… wahyu yang kedua ini menunjukkan kalau HMG itu tercipta dari air kawan-kawan, bukan dari tanah, kira-kira bertentangan tidak dengan wahyu Allah dalam Al-Quran tentang penciptaan manusia ? oke saya jelaskan manusia itu tercipta dari tanah dan kembali ke tanah, 1) manusia itu tercipta dari air mani atau nutfah, 2) sedangkan air mani berasal dari sari buah-buahan, 3) buah-buahan berasal dari pohon, 4) dan pohon tumbuh di tanah) sempurna sekali ya …. Alquran menjelaskan penciptaan manusia dari tanah dan kembali ke tanah.

    3. “Ya Ahmad, nama Mu bisa sempurna, tapi namaKu tidak bisa sempurna”, “Wahai Ahmadku, Engkaulah tempat keperluanku dan Engkau beserta Aku” (Sumber MGA, Tukhfah Bagdad hal 21-25)

    (Tanggapan : astafirulah lagi-lagi bertentangan dengan alquran yang di dalamnya terdapat Almaul Husna, tu kawan-kawan Allah itu kalau ada perlu minta sama hambanya, kok bisa ya orang kayak saudaraku syofian syarif yang luas wawasannya terpengaruh oleh wahyu yang tidak ada artinya ini)

    untuk yang ke 4 s.d 6 saya teruskan nanti ya …….

  77. dedi said

    Sofyan Syarif berkata
    Ketidak-tahuan mereka khususnya mendapat kesulitan untuk memahami ayat suci Al Quran berikut ini:
    “Dan, barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul ini (Nabi Muhammad saw), maka mereka akan termasuk di antara orang-orang yang kepada mereka Allah menganugerahkan Nikmat-Nya, yaitu: “menjadi” nabi-nabi, shiddiq-shiddiq, syahid-syahid dan orang-orang shaleh. Dan, mereka itulah sahabat yang sejati.” (An-Nisa 4:70).

    ==> saya tambahkan kata “menjadi” karena itulah versi Ahmadiyah, yang yang menjadi dasar ajaran Ahmadiyah, bahwa kenabian itu terus berlangsung.
    Padahal siapakah lagi yang meyakini penafsiran bahwa Nabi SAW adalah nabi terakhir selain Beliau (Nabi SAW) sendiri yang kepadanya wahyu tersebut disampaikan.

    Al-Jaatsiah ayat 23 :
    “Maka pernakah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati (menutup) pendengaran dan hatinya”

    Shadaqallahuuladziim.
    Wallahualam,

  78. dedi said

    Versi umum (Islam), yang sudah 1400 tahunan ngga berubah baik arti dan tafsirnya adalah:
    Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul, mereka itu (di akhirat) akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin , orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. QS An-Nisaa:69.

    Pembahasannya ada di postingan sebelumnya….

    Wallahualam,

  79. Sofyan Syarif said

    @ Gada

    Lihatlah, seperti yang saya tulis sebelumnya bahwa ketidak-tahuan mereka khususnya karena mereka mendapat kesulitan untuk memahami ayat suci Al Quran berikut ini:
    “Dan, barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul ini (Nabi Muhammad saw), maka mereka akan termasuk di antara orang-orang yang kepada mereka Allah menganugerahkan Nikmat-Nya, yaitu: nabi-nabi, shiddiq-shiddiq, syahid-syahid dan orang-orang shaleh. Dan, mereka itulah sahabat yang sejati.” (An-Nisa 4:70).

    Terus mereka tambahkan kata “menjadi” karena itulah versi Ahmadiyah, yang yang menjadi dasar ajaran Ahmadiyah, bahwa kenabian itu terus berlangsung.
    Padahal siapakah lagi yang meyakini penafsiran bahwa Nabi SAW adalah nabi terakhir selain Beliau (Nabi SAW) sendiri yang kepadanya wahyu tersebut disampaikan.

    Versi umum (Islam), yang sudah 1400 tahunan ngga berubah baik arti dan tafsirnya adalah:
    Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul, mereka itu (di akhirat) akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin , orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. QS An-Nisaa:69.

    –> Jika kita perhatikan versi umum (umat Islam yang sudah tercerai-berai), maka ada beberapa hal yang perlu dicermati:

    1. Kata “rasula” diartikan “Rasul”, padahal seharusnya diartikan “Rasul ini” yang berarti “Nabi Muhammad saw”.

    2. Penambahan penafsiran “(di akhirat)” bertentangan dengan Surah Yunus 10:64-65, karena orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasulullah saw, sudah pasti mereka termasuk orang-orang yang beriman dan bertakwa. Padahal Allah berfirman: “Orang-orang yang beriman dan bertakwa. Bagi mereka ada kabar suka dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perubahan pada firman-firman Allah. Itulah kemenangan yang besar.” (Yunus 10:63/64-64/65).

    3. Kata “ma’a” hanya diartikan “bersama-sama”, padahal kata “ma’a” bisa juga berarti “termasuk”, contohnya: “wa tawaffanaa ma’al abror” yang artinya “wafatkanlah kami termasuk ke dalam golongan orang-orang yang baik”(Ali Imran 3:193/194). Kata “ma’a” untuk An-Nisa 4:69/70 lebih tepat diartikan termasuk, karena jika diartikan bersama-sama konstruksi kalimatnya akan menjadi aneh seperti ini: “Dan, barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul ini (Nabi Muhammad saw), maka mereka akan bersama-sama dengan (tidak akan termasuk) orang-orang yang dianugerahi Nikmat Allah, yaitu (tidak akan termasuk) nabi-nabi, (tidak akan termasuk) shiddiq-shiddiq, (tidak akan termasuk) syahid-syahid, dan (tidak akan termasuk) orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (An-Nisa 4:69/70):
    - Apakah mungkin mereka yang taat kepada Allah dan Nabi Muhammad saw tidak akan termasuk orang-orang shaleh?
    - Apakah mungkin mereka yang tidak termasuk orang-orang shaleh di akhirat akan masuk surga?

    4. Umat Islam pada umumnya berdoa “Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang shaleh!!”, bukan seperti ini: “Ya Allah, jadikanlah kami bersama orang-orang yang shaleh!!”

    Dengan pertimbangan tersebut di atas, maka terjemahan yang benar adalah:
    “Dan, barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul ini (Nabi Muhammad saw), maka mereka akan termasuk di antara orang-orang yang kepada mereka Allah menganugerahkan Nikmat-Nya, yaitu: nabi-nabi, shiddiq-shiddiq, syahid-syahid dan orang-orang shaleh. Dan, mereka itulah sahabat yang sejati.” (An-Nisa 4:70).

    Nikmat Allah ini adalah suatu penghormatan luar-biasa yang khusus dianugerahkan Allah kepada umat Islam dan juga kepada Nabi Besar Muhammad Rasulullah saw, karena segala macam bentuk kenabian sudah tertutup bagi penganut agama-agama lain dan pengikut nabi-nabi lain, kecuali bagi para penganut agama Islam dan pengikut setia yang taat sempurna kepada Nabi Besar Muhammad Rasulullah saw, pintu kenabian ummati masih terbuka. HMG Ahmad (Khalifah Allah, Al Mahdi, Al Masih Mau’ud) as adalah seorang ummati yang pertama kali menerima anugerah kenabian semacam itu.

    Mengutus nabi ke dunia adalah hak prerogatif Allah Yang Maha Kuasa sejak dahulu, sekarang maupun yang akan datang, dan hal itu merupakan Sunatullah atau Sunnah Allah (ada kebiasaan Allah). Dan Sunnah Allah itu tidak pernah berubah dan tidak pernah berganti, sebagaimana Dia menegaskan di dalam Al Quran: “Maka sekali-kali tidak akan engkau dapatkan sesuatu perubahan dalam Sunnah Allah; dan tidak pula sekali-kali akan engkau dapatkan sesuatu pergantian dalam Sunnah Allah.” (Al Fathir 35:43/44).

  80. dedi said

    Ingin belajar ajaran Ahmadiyah secara fair dan tanpa terjebak doktrin2, silakan kunjungi:

    http://thecult.info/blog/

    Wallahualam,

  81. dedi said

    Sofyan Syarif berkata
    HMG Ahmad (Khalifah Allah, Al Mahdi, Al Masih Mau’ud) as adalah seorang ummati yang pertama kali menerima anugerah kenabian semacam itu.

    ==> Sudah dibahas, bahwa semua penafsiran Islam aslinya ngga ada yang ngarahin ke nabi baru. Ini cuman reka2an Ahmadiyah. Jelas ‘kan, ujung2nya adalah MGA nabi buat ummat Ahmadiyah. Silakan simak, ujung2nya dakwah Ahmadiyah juga adalah duniawi.
    Kapan mau tobatnya Pak Syarif…..

    Wallahualam,

  82. gada said

    @ Sofyan Syarif

    @ dedi berkata
    22/02/2012 pada 20:38
    Versi umum (Islam), yang sudah 1400 tahunan ngga berubah baik arti dan tafsirnya adalah:
    Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul, mereka itu (di akhirat) akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin , orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. QS An-Nisaa:69.

    1. Mereka itu (di akhirat) akan BERSAMA-SAMA dengan orang-orang yang dianugerahi. (yang inilah pilihan Kang Dedi)

    2. Mereka akan TERMASUK di antara orang-orang, yang kepada mereka Allah menganugerahkan. (yang ini pilihan Saya)

  83. gada said

    @ dedi

    Akhirnya Kang Dedi nanti di akhirat akan BERSAMA-SAMA dengan Saya. (mau ngga?)
    Saya orang solehnya Kang Dedi hanya BERSAMA-SAMA saja….OKE kalau begitu.

  84. gada said

    @ dedi

    Ga usah jauh2 dululah, yang ringan2 saja dulu.

    1.Kata bersam-sama orang soleh.
    2.Kata termasuk orang soleh.

    Kelihatan sekali dari bahasanya mau pilih yang mana?

  85. Sofyan Syarif said

    Farhan Khan (pengasuh http://thecult.info/blog/) juga kewalahan berdialog dengan Muhammad Ahmad dalam menerjemahkan An-Nisa 4:69/70 ini, karena memang yang benar adalah terjemahan sebagai berikut:

    “Dan, barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul ini (Nabi Muhammad saw), maka mereka akan termasuk di antara orang-orang yang kepada mereka Allah menganugerahkan Nikmat-Nya, yaitu: nabi-nabi, shiddiq-shiddiq, syahid-syahid dan orang-orang shaleh. Dan, mereka itulah sahabat yang sejati.” (An-Nisa 4:70).

    Nikmat Allah ini adalah suatu penghormatan luar-biasa yang khusus dianugerahkan Allah kepada umat Islam dan juga kepada Nabi Besar Muhammad Rasulullah saw, karena segala macam bentuk kenabian sudah tertutup bagi penganut agama-agama lain dan pengikut nabi-nabi lain. Tetapi, bagi para penganut agama Islam dan pengikut setia yang taat sempurna kepada Nabi Besar Muhammad Rasulullah saw, pintu kenabian ummati masih terbuka. HMG Ahmad (Khalifah Allah, Al Mahdi, Al Masih Mau’ud) as adalah contoh ummati yang pertama kali menerima anugerah kenabian semacam ini. Kenabian semacam ini hanya dapat diperoleh dengan ketaatan yang sempurna kepada Nabi Muhammad saw, tanpa ketaatan kepada beliau saw tidak mungkin HMG Ahmad as mendapat anugerah semacam itu. Oleh karena itu HMG Ahmad as menyatakan: “Akulah Ahmad dan akulah Muhammad saw” artinya kenabian HMG Ahmad as diperoleh berkat ketaatan yang sempurna kepada Nabi Besar Muhammad Rasulullah saw (“fana fi Rasul”).

    Mengutus nabi ke dunia adalah hak prerogatif Allah Yang Maha Kuasa sejak dahulu, sekarang maupun yang akan datang, dan hal itu merupakan Sunatullah atau Sunnah Allah (ada kebiasaan Allah). Dan Sunnah Allah itu tidak pernah berubah dan tidak pernah berganti, sebagaimana Dia menegaskan di dalam Al Quran: “Maka sekali-kali tidak akan engkau dapatkan sesuatu perubahan dalam Sunnah Allah; dan tidak pula sekali-kali akan engkau dapatkan sesuatu pergantian dalam Sunnah Allah.” (Al Fathir 35:43/44).

  86. Anonymous said

    Assalamualikum…
    sori baru gabung karna ada kesibukan lain, disini saya masih menaggapi komentar saudara syofian syarif kalau semua mau di tanggapi bikin pusing … lebih baik saya fokuskan saja pada saudara syofian syarif yang saya lihat wawasannya lebih luas …!!!

    saudara syofian syarif saya mau bertanya niih … tentang wahyu tuhannya HMG yang di tulis oleh saudara dedi nampaknya wahyu itu aneh dan kurang saya mengerti.
    tapi pada kesempatan ini saya coba menerjemahkan wahyu nya mudah-mudahan benar…!!!

    1. Hubunganku dengan Tuhan tersirat dalam wahyu-wahyu yang aku terima dimana Tuhan telah menyatakan:
    ‘Anta minni wa ana minka (engkau berasal dari-Ku dan Aku dari engkau) (Wahyu ini diterima beberapa kali, termasuk dalam bulan April 1902 dan tercatat dalam kitab Tazkirah).’
    Versi lainnya; “Wahai sang rembulan, wahai sang surya Mirza, Engkau dari Aku dan Aku dari Engkau”

    (Tanggapan : Berarti tuhan dengan hambanya itu seperti pilkada (dari rakyat untuk rakyat), (HMG berasal dari Allah dan Allah berasal dari HMG), (HMG diciptakan oleh Allah dan Allah diciptakan oleh HMG) lucu ya kawan-kawan Allah dan Hamba cubit-cubitan….. ! tidak terpikirkah oleh mu wahai sekalian pengikut ahmadiah wahyu tuhannya HMG ini sangat tidak masuk akal,

    2. Berkata tuhan pada MGA:
    “Wahai Mirza, Engkau terbikin dari Air-Ku, akan tetapi mereka itu terbikin dari bibit yang lemah” (Sumber: Saleh A Nahdi, Ahmadiyah membantah tuduhan, Wahid Bakry hal 37)

    (Tanggapan : Waduh… wahyu yang kedua ini menunjukkan kalau HMG itu tercipta dari air kawan-kawan, bukan dari tanah, kira-kira bertentangan tidak dengan wahyu Allah dalam Al-Quran tentang penciptaan manusia ? oke saya jelaskan manusia itu tercipta dari tanah dan kembali ke tanah, 1) manusia itu tercipta dari air mani atau nutfah, 2) sedangkan air mani berasal dari sari buah-buahan, 3) buah-buahan berasal dari pohon, 4) dan pohon tumbuh di tanah) sempurna sekali ya …. Alquran menjelaskan penciptaan manusia dari tanah dan kembali ke tanah.

    3. “Ya Ahmad, nama Mu bisa sempurna, tapi namaKu tidak bisa sempurna”, “Wahai Ahmadku, Engkaulah tempat keperluanku dan Engkau beserta Aku” (Sumber MGA, Tukhfah Bagdad hal 21-25)

    (Tanggapan : astafirulah lagi-lagi bertentangan dengan alquran yang di dalamnya terdapat Almaul Husna, tu kawan-kawan Allah itu kalau ada perlu minta sama hambanya, kok bisa ya orang kayak saudaraku syofian syarif yang luas wawasannya terpengaruh oleh wahyu yang tidak ada artinya ini)

    4. “Ya nabi Allah, tadinya Aku tidak kenal padamu” (Sumber: MGA, Istiftha hal 86)

    (Tanggapan : Tuhannya HMG tidak kenal ciptaannya sendiri, musahil wong aku juga pernah buat asbak rokok untuk kesenian sekolah dulu yang dimaling murid satu kelasku tapi suatu saat asbak rokok yang aku buat ketemu di dalam laci meja murid yang maling itu, tapi dia menyangkal, dia bilang asbak rokok itu kepunyaannya, trus saya bilang sama guru sekolah mana mungkin saya bohong itu asbak saya sendiri yang buat pak…! saya tau betul asbak rokok itu punya saya, yang saya buat sendiri).

    5. “Jika tidak karena Engkau ya Mirza, Aku tidak jadikan alam ini” (Sumber: MGA, Istiftha hal 86)

    (Tanggapan : Pada ayat nomor 5 ini menunjukkan mirza itu lebih mulia dari pada nabi besar Muhammad SAW)

    6. “Sesungguhnya di (KItab) itu diturunkan pada tempat yang dekat dengan Qadyan. Dengan Kebenaran dia turunkan, serta dengan Kebenaran pula turunnya” (Sumber: MGA, Istiftha hal 82)

    (Tanggapan : artikan sendiri ya .. pembaca ! pusing saya)

    7. “Apabila engkai wahai Mirza menghendaki sesuatu apa saja, maka cukup engkau katakan jadilah maka jadilah ia” (Sumber: MGA, Istiftha hal 88)

    (Tanggapan : yang saya tau menurut cerita Baginda Rasulullah kalau mahdi itu menyatukan seluruh umat yang berbeda agama menjadi satu agama yaitu islam, dalam riwayatnya imam mahdi berperang dengan para kaum athis (anti tuhan), pasukan dajal, tentara habsyi dan memerangi kaum yahudi, yang menolak masuk agama islam, tapi untuk Mirza Ghulam yang mengaku Al-mahdi/Al-masih perjuangannya tidak sama dengan apa yang diceritakan oleh nabi Muhammad SAW, kalau memang benar ayat yang ke 7 ini benar berarti perjuangan HMG akan berhasil dengan mengucapkan kunfa ya kun..tapi nyatanya tidak HMG kini sudah mati dengan penyakit kolerannya).

  87. martin said

    @syofian syarif
    1. bagaimana orang-orang yang disucikan itu tau kalau dia telah disucikan Allah ?

  88. martin said

    Di antara pokok-pokok ajaran Ahmadiyah al-Qadiyan adalah sebagai berikut.

    1 Mengimani dan meyakini bahwa Mirza Ghulam Ahmad, laki-laki kelahiran India yang mengaku menjadi nabi, adalah nabinya.
    2 Mengimani dan meyakini bahwa “Tadzkirah” yang merupakan kumpulan sajak buatan Mirza Ghulam Ahmad itu adalah kitab sucinya. Mereka menganggap bahwa
    wahyu adalah yang diturunkan kepada Mirza Ghulam Ahmad.
    3 Mengimani dan meyakini bahwa kitab “Tadzkirah” derajatnya sama dengan Alquran.
    4 Mengimani dan meyakini bahwa wahyu dan kenabian tidak terputus dengan diutusnya Nabi Muhammad saw. Mereka beranggapan bw risalah kenabian terus
    belanjut sampai hari kiamat.
    5 Mengimani dan meyakini bahwa Rabwah dan Qadian di India adalah tempat suci sebagaimana Mekah dan Madinah.
    6 Mengimani dan meyakini bahwa surga itu berada di Qadian dan Rabwah. Mereka menganggap bahwa keduanya sebagai tempat turunnya wahyu.
    7 Wanita Ahmadiyah haram menikah dengan laki-laki di luar Ahmadiyah, namun laki-laki Ahmadiyah boleh menikah dengan wanita di luar Ahmadiyah.
    8 Haram hukumnya salat bermakmum dengan orang di luar Ahmadiyah.

    Sumber: Diadaptasi dari Mengenal Aliran-Aliran Islam dan Ciri-Ciri Ajarannya,
    Drs. Muhammad Sufyan Raji Abdullah, Lc

    (Tanggapan : beginikah ajaran ahmadiah ?? usul saya sebaiknya ahmadiah membuat agama baru saja saudara syofian syarif karna dengan nama Allah swt dan rasulnya Muhammad saw saya Martin Putra mewakili saudara muslim setanah air indonesia tidak ada kata lain kecuali mengatakan Mirza Ghulam adalah pendusta, dan kami akan berpegang teguh pada Alquran dan hadist nabi muhammad, dan akan memegang kalimat shahadat “ashadu allah ila hailallah wa ashadu anna muhammada rasulullah” )

  89. gada said

    @ Anonymous dan @ martin,
    Kalian juga mau ikutan BERSAMA-SAMA orang soleh, Saya TERMASUK orang solehnya di akhirat nanti…..(jangan marah yaah)

  90. martin said

    @Syofian Syarif

    —————————————————————————————————————————————————————————————————————

    Tanggapan :
    surat (An-Nisa 4:70). makna yang benarnya adalah sebagai berikut :
    >>Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu: Nabi, para shiddiqqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. 4:69)

    maksudnya disini ialah orang-orang yang amat teguh kepercayaannya kepada kebenaran wahyu Allah (Alquran) dan Rasul (hadist), dan inilah orang-orang yang dianugerahi ni’mat Allah (surga) bukan duniawi saudara syofian syarif. sebagaimana nikmat yang dianugrahkan Allah kepada Nabi, para shiddiqqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. bukan nikmat mengaku nabi seperti HMG, HMG itu taat pada pemerintah inggris bukan pada nabi muhammad saw.

    anda salah tulis ya (An-Nisa 4:70) berbunyi sebagai berikut :
    >>Yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan Allah cukup mengetahui. (QS. 4:70)

    Tanggapan :
    Lagi-lagi saudara sofyan mengubah makna alquran dengan menambahkan kata-kata lain, baca alquran itu semuanya saudara sofyan syarif :
    >>Kitab (Al Quraan) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (2:2)

    saudara membahas masalah bahasa arab ya …. oo tahukah kamu sofyan sharif dari jaman nabi Muhammad sampai sekarang bahasa arab itu banyak yang berobah baik kata maupun makna nya, tidak usah jauh-jauh di indonesia saja bahasa zaman dulu dengan modern sekarang banyak perbedaan misalnya kata “saya” menjadi “gua”, aku dan kata “kamu” menjadi elo, anda, saudara, bung, dll jadi kalau saudara sofyan syarif menerjemahkan alquran dengan bahasa zaman modern penerjemahan alquran yang turun pada 14 abad yang lalu akan berobah terus dan banyak makna. maka dari itu terjemahkanlah dengan bahasa arab yang di pakai pada zaman nabi muhammad, mudah-mudahan kamu mengerti. amin…!
    —————————————————————————————————————————————————————————————————————–

    Nikmat Allah ini adalah suatu penghormatan luar-biasa yang khusus dianugerahkan Allah kepada umat Islam dan juga kepada Nabi Besar Muhammad Rasulullah saw, karena segala macam bentuk kenabian sudah tertutup bagi penganut agama-agama lain dan pengikut nabi-nabi lain, kecuali bagi para penganut agama Islam dan pengikut setia yang taat sempurna kepada Nabi Besar Muhammad Rasulullah saw, pintu kenabian ummati masih terbuka. HMG Ahmad (Khalifah Allah, Al Mahdi, Al Masih Mau’ud) as adalah seorang ummati yang pertama kali menerima anugerah kenabian semacam itu.

    Mengutus nabi ke dunia adalah hak prerogatif Allah Yang Maha Kuasa sejak dahulu, sekarang maupun yang akan datang, dan hal itu merupakan Sunatullah atau Sunnah Allah (ada kebiasaan Allah). Dan Sunnah Allah itu tidak pernah berubah dan tidak pernah berganti, sebagaimana Dia menegaskan di dalam Al Quran: “Maka sekali-kali tidak akan engkau dapatkan sesuatu perubahan dalam Sunnah Allah; dan tidak pula sekali-kali akan engkau dapatkan sesuatu pergantian dalam Sunnah Allah.” (Al Fathir 35:43/44).

    Tanggapan :
    Lagi-Lagi saudara syofian syarif menentang alquran yang menyatakan nabi muhammad adalah nabi terakhir penutup para nabi, anda tidak sadar ya kalau anda sudah berdusta mungkin saudara syofian syarif ada penyakit ya ??? Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. (2:10)

  91. dedi said

    Sofyan Syarif berkata
    HMG Ahmad (Khalifah Allah, Al Mahdi, Al Masih Mau’ud) as adalah contoh ummati yang pertama kali menerima anugerah kenabian semacam ini.

    ==> Seperti yang kita diskusikan dulu, semua tafsir, dan tafsir yang saya kutipkan dari Ibnu Katsir, adalah ayat Al Quran ini diturunkan pada waktu para sahabat bertanya kepada Nabi SAW, apakah di surga nanti semua ummat Nabi SAW akan berkumpul, karena seperti penjelasan Nabi SAW bahwa surga itu bertingkat-tingkat. Maka turunlah ayat ini, yang menjelaskan bahwa dalam suatu kesempatan semua akan berkumpul yaitu para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh (termasuk ummat Islam yang ikhlas, mudah2an saya termasuk, aamiin).

    Jadi betul ‘kan kata “menjadi” itu adalah kata bantu yang pas yang merupakan tafsir baru Ahmadiyah dari ayat ini, yang menjadi landasan bagi kenabian MGA buat Ahmadiyah, dan bagian keimanan pengikut Ahmadiyah.

    Wallahualam,

  92. martin said

    @ gada

    bagi siapa saja umat manusia yang tetap berpegang teguh pada alquran dan hadist dan tetap menegakkan kalimat la illaha ilallah, muhammada rosulullah insya allah akan termasuk orang-orang yang dianugrahi oleh allah nikmat surga. amin …. !!

  93. dedi said

    @ Martin
    4 Mengimani dan meyakini bahwa wahyu dan kenabian tidak terputus dengan diutusnya Nabi Muhammad saw. Mereka beranggapan bw risalah kenabian terus belanjut sampai hari kiamat.

    Poin ini berlandaskan pada ayat QS An-Nisaa:69 ini, selain ayat2 lain yang mereka rubah penafsirannya.

    Wallahualam,

  94. dedi said

    QS Al Baqarah 121:
    Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.

    Wallahualam,

  95. martin said

    @Syofian Syarif
    “Dan, barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul ini (Nabi Muhammad saw), maka mereka akan termasuk di antara orang-orang yang kepada mereka Allah menganugerahkan Nikmat-Nya, yaitu: nabi-nabi, shiddiq-shiddiq, syahid-syahid dan orang-orang shaleh. Dan, mereka itulah sahabat yang sejati.” (An-Nisa 4:70).

    Nikmat Allah ini adalah suatu penghormatan luar-biasa yang khusus dianugerahkan Allah kepada umat Islam dan juga kepada Nabi Besar Muhammad Rasulullah saw, karena segala macam bentuk kenabian sudah tertutup bagi penganut agama-agama lain dan pengikut nabi-nabi lain. Tetapi, bagi para penganut agama Islam dan pengikut setia yang taat sempurna kepada Nabi Besar Muhammad Rasulullah saw, pintu kenabian ummati masih terbuka. HMG Ahmad (Khalifah Allah, Al Mahdi, Al Masih Mau’ud) as adalah contoh ummati yang pertama kali menerima anugerah kenabian semacam ini. Kenabian semacam ini hanya dapat diperoleh dengan ketaatan yang sempurna kepada Nabi Muhammad saw, tanpa ketaatan kepada beliau saw tidak mungkin HMG Ahmad as mendapat anugerah semacam itu. Oleh karena itu HMG Ahmad as menyatakan: “Akulah Ahmad dan akulah Muhammad saw” artinya kenabian HMG Ahmad as diperoleh berkat ketaatan yang sempurna kepada Nabi Besar Muhammad Rasulullah saw (“fana fi Rasul”).

    Mengutus nabi ke dunia adalah hak prerogatif Allah Yang Maha Kuasa sejak dahulu, sekarang maupun yang akan datang, dan hal itu merupakan Sunatullah atau Sunnah Allah (ada kebiasaan Allah). Dan Sunnah Allah itu tidak pernah berubah dan tidak pernah berganti, sebagaimana Dia menegaskan di dalam Al Quran: “Maka sekali-kali tidak akan engkau dapatkan sesuatu perubahan dalam Sunnah Allah; dan tidak pula sekali-kali akan engkau dapatkan sesuatu pergantian dalam Sunnah Allah.” (Al Fathir 35:43/44).

    Tanggapan :

    yang saudara syofian syarif tulis diatas surat An-Nisa 4:69 bukan An-nisa 4:70

    >>An-nisa 4:69 yang benarnya begini :
    Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (4:69)

    saudara syofian syarif di ayat yang kamu tulis nampak sekali kalau saudara memutar balik kan makna
    >>Kitab (Al Quraan) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, (2:2)

    sekarang saya akan sandingkan kedua makna surat an-nisa 4:69 yang ditulis oleh saudara syofian syarif dengan tulisan saya (martin), pembaca bisa lihat sendiri siapa yang berdusta di antara kami berdua

    * terjemahan syofian syarif sbb :
    Dan, barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul ini (Nabi Muhammad saw), maka mereka akan termasuk di antara orang-orang yang kepada mereka Allah menganugerahkan Nikmat-Nya, yaitu: nabi-nabi, shiddiq-shiddiq, syahid-syahid dan orang-orang shaleh. Dan, mereka itulah sahabat yang sejati.” (An-Nisa 4:70).

    * terjemahan saya (martin) sbb :

    Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (4:69)

    jelas sekali kalau saudara syofian syarif mebolak-balik kan makna alquran, apa yang saudara syofian syarif lakukan tersirat di dalam kitab suci alquran sbb :

    >Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar. (2:9)

    >Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. (2:10)
    Dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi “. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” (2:11)

    >Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. (2:12)

    >Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka. (2:15)

    >Mereka itulah orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk, maka tidaklah beruntung perniagaan mereka dan tidaklah mereka mendapat petunjuk. (2:16)

    >Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. (2:17)

    >Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar), (2:18)

    >(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi. (2:27)

    >Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan? (2:28)

  96. dedi said

    martin berkata
    yang saudara syofian syarif tulis diatas surat An-Nisa 4:69 bukan An-nisa 4:70

    ==> Pada Al Quran versi Ahmadiyah, ayat Bismillah dihitung sebagai ayat ke-1 di tiap2 surat.
    Wallahualam

  97. martin said

    * terjemahan syofian syarif sbb :
    Dan, barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul ini (Nabi Muhammad saw), maka mereka akan termasuk di antara orang-orang yang KEPADA MEREKA ALLAH MENGANUGRAHKAN Nikmat-Nya, yaitu: nabi-nabi, shiddiq-shiddiq, syahid-syahid dan orang-orang shaleh. Dan, mereka itulah sahabat yang sejati.” (An-Nisa 4:69).

    * terjemahan saya (martin) sbb :
    Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang DIANUGRAHI NI’MAT OLEH ALLAH, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (4:69)

    jika kita ambil kata-kata yang saya kapitalkan diatas sbb :

    1. KEPADA MEREKA ALLAH MENGANUGRAHKAN
    terjemahan sudara syofian syarif ini nikmat itu adalah nikmat duniawai yang berarti MENJADI nabi-nabi, shiddiq-shiddiq, syahid-syahid dan orang-orang shaleh

    2. DIANUGRAHI NI’MAT OLEH ALLAH
    terjemahan saya nikmat itu adalah nikmat akherat yang berarti BERSAMA-SAMA nabi-nabi, shiddiq-shiddiq, syahid-syahid dan orang-orang shaleh

    sekarang coba perhatikan pada surat An-Nisa terdapat SYAHID yang berarti mati, meninggal, yang berarti nikmat SYAHID itu tidak bisa dirasakan di dunia melainkan di akhirat. disini sudah jelas kalau surat an-nisa 4:69 menceritakan nikmat yang dirasakan di akhirat bersama-sama dengan para nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh)

  98. dedi said

    Sofyan Syarif berkata
    Oleh karena itu HMG Ahmad as menyatakan: “Akulah Ahmad dan akulah Muhammad saw” artinya kenabian HMG Ahmad as diperoleh berkat ketaatan yang sempurna kepada Nabi Besar Muhammad Rasulullah saw (“fana fi Rasul”).

    ==> Terima kasih Pak Syarif, jadi jelas lah MGA juga mengaku sebagai perwujudan Nabi SAW kedua kalinya, maka “Muhammad SAW” bagi saya (dan muslim pada umumnya) beda dengan yang Pak Syarif (dan pengikut Ahmadiyah) maksudkan.

    Wallahualam,

  99. dedi said

    Mengapa Ahmad, Bukan Muhammad?
    Posted by Eko Sang Pencerah on 13:06

    Itulah pertanyaan yang diajukan oleh mereka yang tidak mempercayai Nabi Muhammad Saw. sebagai Nabi dan Rasul terakhir. Bahkan sebagian dari umat yang mengaku beragama Islam pun menganggap ada nabi lagi setelah Nabi Muhammad Saw.. Mereka beralasan dalam Al Quran dan juga kitab-kitab sebelumnya tidak disebutkan secara persis nama Muhammad, melainkan disebut dengan nama Ahmad. Seperti pernah dikatakan nabi Isa, yang diabadikan dalam Al Quran:

    “Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.” (Ash Shaff [61]: 6)

    Demikian juga disebutkan dalam Taurat, tetapi orang-orang Yahudi mengingkarinya, disebabkan kesombongan dan kebodohannya.

    “Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.” (Al Baqarah [2]: 130)

    Imam Jalaludin As Suyuti dalam kitabnya menukilkan sebuah riwayat yakni dari Ibnu ‘Uyainah. Ibnu ‘Uyainah berkata, “Diriwayatkan, bahwa Abdullah bin salam mengajak putra saudara lelakinya bernama Salmah dan Muhajir agar mau memeluk agama Islam, berkatalah ia kepada keduanya: ‘Kalian berdua sudah tahu, bahwa Allah Ta’ala berfirman dalam Taurat, “Sesungguhnya Aku mengutus seseorang dari keturunan Ismail bernama Ahmad. Maka barangsiapa yang beriman kepadanya, ia mendapatkan petunjuk dan bimbingan, barangsiapa yang tidak beriman kepadanya, ia dilaknat”. Lalu Salmah mau masuk Islam, sedangkan Muhajir menolak. Maka turunlah ayat ini, sehubungan dengan kejadian tersebut.”

    Berita akan datangnya Rasul terakhir juga termaktub dalam Injil

    Makna Ahmad dan Muhammad

    Kedua nama ini berasal dari akar kata yang sama yakni Hamd, artinya puji.
    Kata Ahmad bermakna orang yang banyak memuji, sedangkan kata Muhammad bermakna orang yang sangat terpuji. Nama Muhammad menunjukkan sifat kebesaran, kemenangan dan kemuliaan. Sedangkan nama Ahmad menunjukkan sifat keindahan, keelokan dan kehalusan budi.

    Dalam bahasa Yahudi kata Mahmad, Mahamod, Himdah dan Hemed juga muncul dalam Perjanjian Lama yang bila diterjemahkan ke dalam Bahasa Arabn sama dengan Muhammad dan Ahmad yang semua asal katanya diambil dari akar kata ‘H, M dan D’.

    Di dalam hadits-hadits, Rasululah sendiri menjelaskan bahwa beliau memang juga diberi nama Ahmad.

    Ibnu Marduwiyah telah meriwayatkan dari Ubay Bin Ka’ab r.a., katanya, “Aku telah diberi, apa yang tidak diberikan kepada Nabi-nabi Allah.” Bertanya Ka’ab r.a: “Apakah itu, ya Rasulullah ?” Bersabda Rasulullah Saw: “Aku telah ditolong diwaktu ketakutan, aku diberi kunci pembuka bumi, aku dinamai Ahmad. Dijadikan bagiku tanah untuk bersuci dan dijadikan umatku sebaik-baik umat.”

    Juga dalam hadits yang lain,

    Dari Mut’im r.a. katanya : Rasulullah Saw bersabda : ‘Sesungguhnya aku mempunyai beberapa nama: Aku Muhammad (yang amat dipuji), ‘Aku Ahmad (yang banyak memuji)’, Aku yang penghapus karena aku Allah menghapuskan kekafiran, Aku pengumpul yang dikumpulkan manusia dibawah kekuasaanku dan aku pengiring yang tiada sesudahku seorang nabipun.(HR. Muslim)

    Dari Abu Musa Al Asy’ari r.a. katanya : ‘Pernah Rasulullah Saw menerangkan nama diri beliau kepada kami dengan menyebut beberapa nama: Aku Muhammad, Aku Ahmad, Aku pengiring dan pengumpul, Nabi (yang menyuruh) tobat dan Nabi (yang membawa) rahmat.’ (HR. Muslim)

    Nama Ahmad yang disebutkan dalam QS. Ash Shaff [61] ayat 6, merupakan ucapan Nabi Isa dalam bahasa yang dimengerti kaumnya. Nama Ahmad merujuk kepada nama Nabi Muhammad Saw. Setelah Nabi Muhammad Saw. tidak aka nada lagi nabi atau rasul yang diutus oleh Allah.

    Seperti termaktub dalam QS. Al Ahzab [33] ayat 40:

    “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasul Allah dan penutup para Nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(Al Ahzab [33]: 40)

    Juga disebutkan oleh Rasulullah sendiri,

    “Hubunganku dengan kenabian seperti layaknya pembangunan suatu istana yang terindah yang pernah dibangun. Semuanya telah lengkap kecuali satu tempat untuk satu batu bata. Aku mengisi tempat tersebut dan sekarang sempurnalah istana itu. (HR. Bukhari dan Muslim)

    Demikianlah, kedatangan Muhammad adalah membawa risalah terakhir yang berlaku untuk semua manusia di sepanjang masa. Bila masih ada yang beranggapan bahwa Nabi Muhammad bukanlah nabi terakhir, berarti ia telah menuruti kebodohan yang ada pada dirinya.

    Golongan Ahmadiyah (pengikut Ahmad) sampai saat ini dengan segala cara dan strategi untuk mengelabui umat Islam, mempercayai bahwa Rasul terakhir bernama Ahmad. Maka mereka anggap Mirza Ghulam Ahmad merupakan nabi terakhir. Golongan Ahmadiyah berasal dari India (Pakistan). Semula golongan ini sengaja dimunculkan oleh kolonialis Inggris guna memecah-belah kekuatan Islam yang mengancam posisi mereka. Tidak heran bila sampai saat ini golongan ini tumbuh subuh di Inggris.

    sumber: http://spiritualsupplement.blogspot.com/2011/02/mengapa-ahmad-bukan-muhammad.html

    Wallahualam

  100. martin said

    * terjemahan syofian syarif sbb :
    Dan, barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul ini (Nabi Muhammad saw), maka mereka akan termasuk di antara orang-orang yang KEPADA MEREKA ALLAH MENGANUGRAHKAN NIKMATNYA, yaitu: nabi-nabi, shiddiq-shiddiq, syahid-syahid dan orang-orang shaleh. Dan, mereka itulah sahabat yang sejati.” (An-Nisa 4:70).

    * terjemahan saya (martin) sbb :
    Dan barangsiapa yang menta’ati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang DIANUGRAHI NIKMAT OLEH ALLAH, yaitu : Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (4:69)

    jika kita ambil potongan ayat yang saya kapitalkan diatas penjelasannya sebagai berikut :

    1. PADA MEREKA ALLAH MENGANUGRAHKAN NIKMATNYA
    saya bisa simpulkan terjemahan syofian syarif menjelaskan kalau nikmat itu adalah nikmat DUNIAWI yang berarti allah menganugrahkan nikmatnya MENJADI Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh.

    2. DIANUGRAHI NIKMAT OLEH ALLAH
    terjemahan saya menjelaskan kalau nikmat itu adalah nikmat AKHIRAT yang berarti BERSAMA Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh.

    sekarang coba perhatikan arti dari surat an-nisa 4:69 terdapat kata SYAHID yang berarti mati, meninggal dan nikmat SYAHID tidak bisa dirasakan di dunia melainkan di akhirat. jadi jelaslah maksud dari surat an-nisa 4:69 menceritakan nikmat yang Allah swt maksud adalah nikmat AKHIRAT. BERSAMA Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.073 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: