KabarNet.in

Aktual Tajam

Islam vs Ahmadiyah

Dengan ini kami (ADMIN) menambahkan satu forum dialog “Islam vs Ahmadiyah” mengingat banyak pengunjung di situs KabarNet yang terlibat perdebatan seputar Ahmadiyah.

Pada awalnya, tanpa kami duga banyak pengunjung yang memanfaatkan postingan kami sebagai makalah diskusi/dialog, sehingga situs ini menjadi ajang Perdebatan. Maka kami mempersilahkan mengisi forum ini dengan berdialog yang sehat, cerdas dan bijak serta tidak melupakan etika dan norma kita sebagai bangsa timur. Tentunya, tidak menampilkan tulisan atau gambar yang sifatnya tidak senonoh (kata-kata jorok, hubungan intim). Kiranya forum ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperluas wawasan  & menjadikan kita bangsa yang lebih demokratis. [13/10/2010]

Maaf dan Salam, ADMIN.

11.411 Tanggapan to “Islam vs Ahmadiyah”

  1. Nabi Palsu Tewas Berlumur Tinja said

    QUIZ ILMIAH KE-AHMADIYAH-AN No.8

    // QUIZ ILMIAH khusus untuk pemeluk Agama Ahmadiyah //

    // Seluruh kitab kitab sejarah yang ditulis oleh para ahli sejarah baik muslim maupun non-muslim mencatat bahwa Sayyidina Abdillah bin Abdul Muthalib – ayahanda Baginda Rasulullah SAW – meninggal dunia dikala Rasulullah Sayyidina Muhammad SAW masih belum lahir.//

    // Maka kalau kalian kaum pemeluk agama Ahmadiyah betul betul pengikut setia nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad // coba sebutkan:

    // Dalam kitab apa, dan pada halaman berapa nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad mengatakan ucapan ngawur yang memamerkan ketololannya, yang terjemahannya sebagai berikut: “Sesungguhnya saat Rasulullah dilahirkan, beberapa hari kemudian ayahnya meninggal” ? //

  2. Nabi Palsu Tewas Berlumur Tinja said

    QUIZ ILMIAH KE-AHMADIYAH-AN No.9

    // QUIZ ILMIAH khusus untuk pemeluk Agama Ahmadiyah //

    //MUKADDIMAH//

    // Seluruh ahli sejarah baik muslim maupun non-muslim mencatat bahwa Baginda Rasullullah SAW dikaruniai Allah SWT 7 orang anak. Enam orang putra putri dari istri
    beliau Sayyidatina Khadijah, yaitu: [1]Zainab, [2]Qasim, [3]Ruqayyah, [4]Ummu Kaltsum, [5]Fatimah, [6]Abdullah. Dan satu orang putra dari istri beliau Mariyah Al-Qibtiyah, yaitu: [7]Ibrahim.

    //

    // Pengikut nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad yang sejati, seharusnya memahami kitab kitab karangan Mirza. //

    // Maka kalau kalian kaum pemeluk agama Ahmadiyah betul betul pengikut setia nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad // coba sebutkan:

    // Dalam kitab apa, dan pada halaman berapa nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad mengatakan ucapan ngawur yang memamerkan ketololannya bahwa: “Rasulullah SAW memiliki 11 (SEBELAS) anak dan semuanya meninggal !!? //

  3. Nabi Palsu Tewas Berlumur Tinja said

    QUIZ ILMIAH KE-AHMADIYAH-AN No.10

    // QUIZ ILMIAH khusus untuk pemeluk Agama Ahmadiyah //

    //TENTANG KEBEJATAN WATAK NABI PALSU MIRZA GHULAM AHMAD//

    //MUKADDIMAH://
    //Orang yang diagung-agungkan oleh pengikut Agama Ahmadiyah ini memiliki banyak kebejatan yang tak layak dimiliki oleh orang yang mengaku beriman kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Ia tidak hanya menghina para Ulama Islam, bahkan ia juga menghina manusia-manusia yang disucikan oleh Allah SWT, yaktu Para Rasul-rasul Allah.//

    //Banyak dari kalangan ulama Islam pada masanya yang menentang ajaran-ajaran “nyeleneh” nabi palsu Ahmadiyah ini. Tapi bukannya membantah dengan bukti-bukti, Mirza Ghulam Ahmad malah menghina dan mencaci-maki dengan ucapan keji dan kotor yang tidak layak dilontarkan oleh seorang mukmin dan muslim.//

    //

    // Pengikut nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad yang sejati, seharusnya memahami kitab kitab karangan Mirza. //

    // Maka kalau kalian kaum pemeluk agama Ahmadiyah betul betul pengikut setia nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad // coba sebutkan:

    // Dalam kitab apa, dan pada halaman berapa nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad mencaki-maki para Ulama Islam Umat Rasuliullah SAW yang menentangnya, dengan cacian dan makian keji dan kotor yang tidak layak dilontarkan oleh seorang mukmin dan muslim sebagai berikut ini :

    // “ORANG-ORANG YANG MENENTANGKU, MEREKA LEBIH NAJIS DARIPADA BABI!!” //

  4. Nabi Palsu Tewas Berlumur Tinja said

    QUIZ ILMIAH KE-AHMADIYAH-AN No.11

    // QUIZ ILMIAH khusus untuk pemeluk Agama Ahmadiyah //

    // Pengikut nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad yang sejati, seharusnya memahami kitab kitab karangan Mirza. //

    // Maka kalau kalian kaum pemeluk agama Ahmadiyah betul betul pengikut setia nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad // coba sebutkan:

    // Dalam kitab apa, dan pada halaman berapa nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad MELARANG pengikutnya (((dengan larangan yang teramat sangat keras)), yakni MELARANG KAUM AHMADIYAH UNTUK BERMAKMUM SHALAT KEPADA KAUM MUSLIMIN UMAT RASULULLAH MUHAMMAD SAW YANG TIDAK PERCAYA KEPADA KENABIAN MGA? //

  5. Nabi Palsu Tewas Berlumur Tinja said

    QUIZ ILMIAH KE-AHMADIYAH-AN No.12

    // QUIZ ILMIAH khusus untuk pemeluk Agama Ahmadiyah //

    // Pengikut nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad yang sejati, seharusnya memahami kitab kitab karangan Mirza. //

    // Maka kalau kalian kaum pemeluk agama Ahmadiyah betul betul pengikut setia nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad // coba sebutkan:

    // Dalam kitab apa, dan pada halaman berapa nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad mengarang sebuah wahyu palsu yang MENGHINA ALLAH SWT karena menggambarkan bahwa ALLAH MEMPUNYAI KAKI (yakni Allah digambarkannya sama seperti seolah-olah manusia dan binatang) DAN ALLAH BERJALAN DENGAN KAKINYA MENDATANGI MIRZA GHULAM AHMAD //

  6. Nabi Palsu Tewas Berlumur Tinja said

    QUIZ ILMIAH KE-AHMADIYAH-AN No.13

    // QUIZ ILMIAH khusus untuk pemeluk Agama Ahmadiyah //

    // Pengikut nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad yang sejati, seharusnya memahami kitab kitab karangan Mirza. //

    // Maka kalau kalian kaum pemeluk agama Ahmadiyah betul betul pengikut setia nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad // coba sebutkan:

    // Dalam kitab apa, dan pada halaman berapa nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad memerintahkan kaum Ahmadiyah pengikutnya agar SETIAP HARI MELAKNAT DAN MENGUTUK KAUM MUSLIMIN UMAT NABI MUHAMMAD SAW YANG TIDAK PERCAYA KEPADA KENABIAN MGA //

  7. Nabi Palsu Tewas Berlumur Tinja said

    QUIZ ILMIAH KE-AHMADIYAH-AN No.14

    // QUIZ ILMIAH khusus untuk pemeluk Agama Ahmadiyah //

    // Pengikut nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad yang sejati, seharusnya memahami kitab kitab karangan Mirza. //

    // Maka kalau kalian kaum pemeluk agama Ahmadiyah betul betul pengikut setia nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad // coba sebutkan:

    // Dalam kitab apa, pada halaman berapa, dan pada tanggal berapa nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad menyatakan bahwa DIRINYA (MIRZA GHULAM AHMAD) MENJELMA MENJADI ALLAH //

  8. Nabi Palsu Tewas Berlumur Tinja said

    QUIZ ILMIAH KE-AHMADIYAH-AN No.15

    // QUIZ ILMIAH khusus untuk pemeluk Agama Ahmadiyah //

    //MUKADDIMAH//

    //Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa Nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad MELARANG pengikutnya (((dengan larangan yang teramat sangat keras)), yakni MELARANG KAUM AHMADIYAH UNTUK BERMAKMUM SHALAT KEPADA KAUM MUSLIMIN UMAT NABI MUHAMMAD SAW yang tidak percaya pendakwaan MGA sebagai “mahdi dan sekaligus nabi” //

    //Syahdan pada thn 1912 Khalifah Agama Ahmadiyah yg ke 2, yaitu Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad, pergi haji ke Mekkah. (Ketika itu otoritas Saudi Arabia masih belum secara resmi mengeluarkan larangan bagi kaum sesat pemeluk Agama Ahmadiyah untuk pergi ke tanah suci Makkah-Madinah).//

    //Ketika berada didepan Ka’bah tiba2 terdengar azan dan KAUM MUSLIMIN segera melaksanakan solat berjamaah.//
    Akibatnya, Khalifah Agama Ahmadiyah Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad terjebak diantara deretan shaf para jamaah dan tidak bisa keluar meninggalkan Masjidil Haram, dan akhirnya DENGAN TERPAKSA DAN MENYESAL harus ikut solat berjamaah bersama KAUM MUSLIMIN bermakmum kepada Imam Masjidil Haram yang notabene adalah Umat Nabi Muhammad SAW yang tidak percaya pendakwaan MGA sebagai “mahdi dan sekaligus nabi”.//

    //Maka sesampainya di tempat pemondokan, Khalifah Agama Ahmadiyah ini mengulang solatnya yang tadi (karena pemeluk Agama Ahmadiyah dilarang solat bermakmum kepada orang Muslim Umat Nabi Muhammad SAW yang tidak percaya pendakwaan MGA sebagai “mahdi dan sekaligus nabi”, Jadi solat yang bermakmum kepada Imam Masjidil Haram tadi menurut ajaran Agama Ahmadiyah dianggap tidak sah.//

    //Apa akal bulusnya untuk menghindari solat berjamaah bersama KAUM MUSLIMIN di Masjidil Haram ini??? //
    //Tidak kurang akal, dia Khalifah Agama Ahmadiyah memerintahkan jamaahnya untuk SELALU DATANG TERLAMBAT dan masuk ke Masjidil Haram SETELAH UMAT ISLAM MENYELESAIKAN SOLAT-SOLAT FARDU lima waktu. Kemudian membentuk kelompok sendiri khusus kaum pemeluk Agama Ahmadiyah dengan Imam orang Ahmadiyah.//

    //Akhirnya tindakan MEMISAHKAN DIRI itu menjadi trend yang berlaku terus sampai sekarang bagi kaum sesat pemeluk Agama Ahmadiyah yang berhasil lolos menyelundup ke Mekkah-Madinah//

    //

    // Pengikut nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad yang sejati, seharusnya memahami kitab kitab Agama Ahmadiyah. //

    // Maka kalau kalian betul betul pengikut setia nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad // coba sebutkan :

    // Didalam kitab apa, dan pada halaman berapa, diceritakan tentang peristiwa Khalifah Agama Ahmadiyah Mirza Basiruddin Mahmud Ahmad terjebak dikerumunan kaum muslimin yang sedang solat di depan Ka’bah yang membuatnya TERPAKSA ikut solat bermakmum kepada Umat Rasulullah SAW, tetapi kemudian MENGULANG SOLATNYA karena solat bermakmum kepada Umat Rasulullah SAW dianggapnya tidak sah karena menyalahi fatwa “mahdi” atau “nabi” palsu Mirza Ghulam Ahmad??//

    //Selamat menjawab Quiz Ilmiah Ke-Ahmadiyah-an. Sampai jumpa pada Quiz-quiz Ilmiah berikutnya.//

  9. Nabi Palsu Tewas Berlumur Tinja said

    //Sebetulnya masih banyak Quiz-quiz Ilmiah yang bersumber dari kitab-kitab sesat asli terbitan organisasi Agama Ahmadiyah. Tapi agar tidak menyulitkan bagi para pemeluk Agama Ahmadiyah di blog ini yang masih PEMULA, maka sengaja saya batasi segini dulu. Kalau sudah dijawab dengan benar nanti Insya Allah akan saya tambahkan lagi pertanyaan-pertanyaan ilmiah tentang kesesatan, kebejatan, dan kekufuran “mahdi?” / “nabi?” palsu Mirza Ghulam Ahmad.//

    //Selamat menjawab//

  10. Nabi Palsu Tewas Berlumur Tinja said

    //Tips menjawab Quiz Ilmiah Ke-Ahmadiyah-an.//

    //Bagi para pemeluk Agama Ahmadiyah yang ingin menjawab Quiz-Quiz Ilmiah tentang Ke-ahmadiyah-an, // Anda tidak harus menjawab secara berurutan. // Cobalah dipilih, pertanyaan mana yang lebih mudah boleh dijawab dulu. Sedangkan pertanyaan yang agak sulit biarlah nanti dijawab belakangan. // Jangan khawatir karena saya memaklumi bahwa kalian yang sering menulis di blog Kabarnet ini masih tingkat “pemula” dalam hal seluk beluk kitab kitab sesat Agama Ahmadiyah yang mayoritas dikarang oleh “mahdi” / “nabi” palsu Mirza Ghulam Ahmad. // Jadi santai saja, silahkan dimulai dari pertanyaan yang mudah bagi kalian, dan tidak perlu dipaksakan kalau tidak bisa.//

    //Selamat menjawab//

  11. @Nabi Imitasi

    @Nabi Palsu Tewas Berlumur Tinja

    Assalamualaikum warohmatulloh wabarokatuh
    Salam kenal. Nice posting Gan. Karna Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir yg diturunkan oleh Allah SWT, jd pesan aye:

    Ente berdua dan Mirja Golam Ahamed sesama nabi abal-abal dilarang saling mendahului.

    Selamat berdakwah :)

  12. unah said

    Betul sekali dugaan saya, ketika para anti Ahmadiyah terpojok dengan dengan masalah Allah Ta’ala Maha Berbicara dan Nabi Isa (as) telah wafat, maka cara yang mereka lakukan adalah melakukan fitnah, dusta dan pembusukan.

    Semua masalah yang diajukan oleh para anti Ahmadiyah di sini pada dasarnya upaya menghindar dari keterpojokan dari dua masalah tersebut.

    Para anti Ahmadiyah di forum ini mulai merasakan dilema berat dan tersiksa batinnya dengan dua kenyataan bahwa mereka sebenarnya mengakui logika Ahmadiyah tentang ke-Maha Berbicara-an Allah Ta’ala, namun di sisi lain mereka tidak mau menerima kebenaran itu hanya karena berasal dari Ahmadiyah. Jadi pilihan yang mereka ambil saat ini adalah mengingkari ke-Maha Berbicara-an Allah Ta’ala sekaligus mempertahankan diri sebagai anti Ahmadiyah.

    Begitu pula dengan keyakinan tentang kewafatan Nabi Isa (as), mereka sudah terpojok dan tidak bisa menghindar lagi. Akibatnya mereka membiarkan dirinya bernasib buruk dengan melecehkan Rasulullah Muhammad (saw) dan mengagungkan Nabi Isa (as) dengan jalan meyakininya masih hidup di atas langit.

    Kesimpulannya, para anti Ahmadiyah rela mengambil resiko mendustakan ke-Maha Berbicara-an Allah Ta’ala dan rela mengakui Nabi Isa (as) sebagai Nabi paling unggul di atas Rasulullah Muhammad (saw) demi memusuhi Ahmadiyah.

  13. unah said

    Semenjak Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (as) mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi, maka ratusan ulama di India menentangnya dan memutuskan hubungan sosial.

    Ketika beliau (as) wafat, tidak ada satu pun ulama anti Ahmadiyah jangankan menjadi saksi mata atas kewafatan beliau (as), menengok beliau (as) dalam keadaan sakit mereka tidak ada . Maka sangat mengherankan ketika dalam buku-buku sejarah Ahmadiyah yang ditulis berdasarkan keterangan para saksi mata yang menyaksikan prikehidupan beliau (as), yang disebutkan bahwa beliau (as) wafat secara alami di tempat tidur setelah sebelumnya mengalami sakit diare, namun tiba-tiba muncul suara lain dari para anti Ahmadiyah yang menyebut bahwa beliau (as) wafat di wc dengan berlumuran kotorannya sendiri.

    Nampak sekali para anti Ahmadiyah ini menjadi orang-orang malang yang menjadikan fitnah, dusta dan pembusukan sebagai sarana untuk menolak keimanan terhadap ke-Maha Berbicara-an Allah Ta’ala.

  14. Unah 2 said

    Padahal orang-orang anti-Ahmadiyah itu mengetahui bahwa, “FITNAH itu lebih BURUK daripada pembunuhan.” (QS Al Baqarah 2:192) dan sabda Rasulullah saw bahwa, “Ulama mereka yang mengeluarkan FITNAH itu adalah se-BURUK-BURUK makhluk di kolong langit.” (HR Al Baihaqi). Dengan demikian, secara sadar mereka telah menentang Allah dan Rasulullah saw. Allah pun berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka itu termasuk orang-orang yang SANGAT HINA. Allah telah menetapkan, ‘Aku dan rasul-rasul-Ku pasti akan menang. Sesungguhnya, Allah itu Maha Kuat, Maha Perkasa.” (QS Al Mujadalah 58:21-22).

  15. Nabi Imitasi said

    Kebiasaan buruk penganut agama Ahmadiyah selalu mengelak dari bukti2 dan fakta2 dengan MEMUTAR BALIKKAN FAKTA2 TSB …untuk kemudian dikatakan sebagai FITNAH.

    Agar tidak dituduh memfitnah, saya akan memposting ulang komentar2 saya yang terdahulu dengan tambahan bukti visual berupa scan halaman kitab rujukan asli keluaran Jemaat agama ahmadiyah.

    (untuk sementara, agar ilmu ke-ahmadiyah-an kalian bertambah, silahkan jawab quiz yang diajukan oleh rekan @Nabi Palsu Tewas Berlumur Tinja. Jangan sampai beliau menjawabnya sendiri satu per satu dengan bukti2 rujukan kitab yang akan semakin mempermalukan pemeluk agama ahmadiyah karena tidak tahu isi kitabnya sendiri).

  16. Nabi Imitasi said

    (REPOSTING DENGAN BUKTI SCAN HALAMAN KITAB)

    @Nabi Palsu Tewas Berlumur Tinja
    @Dedi
    @Capedeh
    @Lahore WC Cleaner
    @Umat Islam (yang asli)

    Hal yg paling menyakitkan bagi pemeluk agama ahmadiyah adalah tidak dianggapnya mereka sebagai bagian dari Islam, diluar Islam, sesat dan menyesatkan. Bahkan kafir!.

    Karena itu dalam setiap diskusi antara Umat Islam vs Umat Agama Ahmadiyah, mereka kaum pemeluk agama ahmadiyah selalu membuka dialog dengan mengatakan begini:

    “Coba sebutkan apakah definisi Islam menurut Alqur’an dan Hadits.”

    Dengan pertanyaan tersebut, mereka umat agama ahmadiyah berharap akan menggiring topik dialog ke satu point (pada akhirnya) dengan mengatakan:

    “Nah…bukankah kami juga percaya dengan rukun Iman yang 6 perkara, sama dengan umat Islam.”

    “Nah bukankah kami juga menjalankan rukun Islam yang 5 perkara, sama dengan umat Islam.”

    “Nah, bukankah kami juga berkiblat sama dengan kiblat orang Islam. Bukankah kami juga memakan sembelihan yang sama dengan umat Islam. -> Maka artinya kamipun juga bagian daripada Islam.”

    Begitulah cara mereka menipu Umat Islam. Yakni dengan menampakkan dari kulit luar saja agar terlihat seolah-olah Islam padahal dari dalamnya bukan.

    Kalau mereka kaum penganut agama ahmadiyah bertanya:

    “Coba sebutkan apakah definisi Islam menurut Alqur’an dan Hadits.”

    Maka
    JAWABAN YANG MEREKA INGINKAN ADALAH SBB:
    JAWABAN YANG MEREKA INGINKAN ADALAH SBB:
    JAWABAN YANG MEREKA INGINKAN ADALAH SBB:
    JAWABAN YANG MEREKA INGINKAN ADALAH SBB:
    JAWABAN YANG MEREKA INGINKAN ADALAH SBB:

    Menurut Al-Qur’an, yang berhak menetapkan seseorang atau kelompok atau golongan sebagai Muslim atau non-Muslim, sesat atau tidak sesat, hanyalah Allah saja, sesuai dengan firman-Nya:

    “Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim
    dari dahulu.” (22:78)

    dan

    “Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui
    tentang orang yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia lebih mengetahui tentang orang- orang yang mendapat petunjuk.”
    (6:117)

    Dan hadits:

    “Siapa pun yang shalat seperti aku dan menghadapkan
    wajahnya ke kiblat kita dan makan binatang sembelihan kita,
    maka ia adalah muslim dan berada di bawah perlindungan
    Allah dan rasul-Nya. Maka janganlah mengkhianati Allah
    dengan mengkhianati orang-orang yang berada di dalam
    perlindungan-Nya.” (H. R. Bukhari)

    Kalau seseorang membaca, melakukan dan mengamalkan
    Rukun Islam yang lima, maka orang tersebut berhak disebut
    orang Islam.

    Selanjutnya jika ada ulama-ulama atau kyai-kyai atau orang-orang yang mengeluarkan fatwa kafir, non- Muslim,
    sesat-menyesatkan kepada kaum ahmadiyah. Jawabannya kembali kepada hadits Rasulullah s.a.w.:

    “Barangsiapa memanggil atau menyebut seorang itu kafir atau
    musuh Allah padahal sebenarnya bukan demikian, maka
    ucapannya itu akan kembali kepada orang yang mengatakan.

    Dan juga hadits:

    Diriwayatkan dari Ibn ‘Umar r.a.: Rasulullah s.a.w. bersabda bahwa Islam didasarkan pada lima prinsip berikut: Bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa pada bulan Ramadhan.” (H. R. Bukhari).
    __________________________

    Demikianlah, dengan berlindung dibalik ayat2 dan hadits2 tersebut di atas mereka kaum penganut agama ahmadiyah merasa mempunyai legitimasi untuk disebut ISLAM dan BAGIAN DARIPADA ISLAM.

    Padahal, dari masalah SYAHADAT (yakni Pokok Keimanan, hal yang paling mendasar) saja penganut agama ahmadiyah sudah berbeda dengan umat Islam.

    Penganut agama ahmadiyah berkata :

    “Syahadat kami adalah syahadat yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW yang berbunyi: “ Asyhadu anlaa-ilaaha illallahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah.”

    JAWAB: BOHONG!

    Kita perlu berhati-hati dan mencermati pengakuan semacam itu. Sejak berdirinya, agama Ahmadiyah sudah mengaburkan makna syahadat, meskipun lafalnya sama dengan syahadat orang Islam, NAMUN NIATNYA BERBEDA.

    Kaum penganut agama Ahmadiyah mengklaim bahwa Nabi Palsu Mirza Ghulam Ahmad adalah juga Muhammad dan Rasul Allah. Simaklah kitab “MENGHAPUS SUATU KESALAHPAHAMAN”
    (“Ek Ghalati Ka Izala”), karya Nabi Palsu Mirza Ghulam Ahmad, yang aslinya ditulis dalam bahasa Urdu dan
    terbit pada tahun 1901. Kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Malik Ghulam Farid, M.A. dan muncul dalam majalah bulanan Review of Religions. Tulisan tersebut telah disalin dari versi yang diterbitkan oleh Sadr Anjuman
    Ahmadiyah, Qadian, pada tahun 1974. Dan diterjemahan ke dalam bahasa Indonesia oleh M. A. Suryawan – 15 Juni 2005.
    (lihat scan halaman kitab tsb dibawah ini agar tidak dikatakan fitnah):

    Berlanjut ke posting berikut ini:

  17. Nabi Imitasi said

    Di situ tertulis penjelasan terhadap ayat al-Quran berikut ini:

    محمد رسول الله والذين معه أشداء على الكفار رحماء بينهم …

    “Muhammad Rasulullah dan orang-orang yang besertanya keras terhadap orang-orang yang ingkar (kuffar), tetapi lemah lembut di antara mereka sendiri.”

    Dalam kitab ini, Nabi Palsu Mirza Ghulam Ahmad MEMBAJAK ayat AlQur’am yang sejatinya diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, kemudian DIAKUI (DIBAJAK) oleh MGA bahwa yang dimaksud dengan “Muhammad” dalam ayat tsb adalah Mirza Ghulam Ahmad. (ck…ck…ck…)

    Disitu MGA menjelaskan, siapa yang dimaksud dengan “MUHAMMAD” dalam ayat tersebut, MGA menulis: “Dalam wahyu ini, AKU (AKU=Mirza Ghulam Ahmad, pen.) telah dipanggil dengan nama MUHAMMAD DAN RASUL.…(hal. 4).

    (lihat scan halaman kitab tsb dibawah ini agar tidak dikatakan fitnah):

    Jadi, inilah perbedaan keimanan yang sangat mendasar antara penganut agama Ahmadiyah dengan orang Muslim yg asli umat Nabi Muhammad SAW. Sebab, BAGI UMAT ISLAM, KATA MUHAMMAD DALAM SYAHADAT, ADALAH -> NABI MUHAMMAD (SAW), suku Quraisy, Bin Abdillah, Bin Abdul Mutallib, Bin Hasyim, Bin Abdi Manaf, Bin Qusay, Bin Kilab, bin Murrah, Bin Ka’ab, Bin Lu’ay, Bin Ghalib, Bin Fihir,
    Bin Malik, Bin Al-Nadr (Al-Quraisy), Bin Kinana,
    Bin Khuzaima, Bin Mudrika, Bin Ilyas, Bin Mudar, Bin Nizar, Bin Mu’ad, Bin Adnan, Bin Udad, Bin Muqawwam, Bin Nahur, Bin Tayrah, Bin Yasyjub, Bin Nabit, Bin Ismail A.S (Nabi Ismail a.s.). Bin Ibrahim A.S (Nabi Ibrahim a.s.). YANG LAHIR DI MEKKAH, DAN MENINGGAL DI MADINAH [[[[bukan orang suku Mogul (Mongol) Barbar bernama Mirza Ghulam Ahmad bin Ghulam Murtadha, bin Ata Muhammad, bin Gul Muhammad, yang lahir di India dan tewas di lantai WC kota Lahore! ]]]].

    ck…ck…ck… Itukah yang dimaksud Islam?

    Berlanjut ke posting berikut ini:

  18. Nabi Imitasi said

    Lebih jauh lagi, dikatakan dalam buku ini: “Dua puluh
    tahun yang lalu sebagaimana tersebut dalam BRAHIIN
    AHMADIYYA, Tuhan menamakanku Muhammad dan
    Ahmad dan menyatakan kedatanganku menjadi
    kedatangan Nabi Muhammad s.a.w. sendiri..” (Hal. 16).
    (lihat scan halaman kitab tsb dibawah ini agar tidak dikatakan fitnah):

    ck…ck…ck… Itukah yang dikatakan bagian dari Islam?

    Berlanjut ke posting berikut ini:

  19. Nabi Imitasi said

    “…..Diriku sendiri tidak ada. Diriku telah diliputi Nabi
    Muhammad s.a.w. Itulah sebabnya aku dinamakan
    Muhammad dan Ahmad..” (Hal. 27)

    (lihat scan halaman kitab tsb dibawah ini agar tidak dikatakan fitnah):

    ck…ck…ck… Itukah yang dinamakan ajaran Islam?

    Berlanjut ke posting berikut ini:

  20. Nabi Imitasi said

    Dalam Majalah Bulanan resmi Ahmadiyah “Sinar Islam” edisi 1 Nopember 1985 (Nubuwwah 1364 HS), rubrik ” Tadzkirah“, disebutkan:“Dalam wahyu ini Tuhan menyebutkanku Rasul-Nya, karena sebagaimana sudah dikemukakan dalam Brahin Ahmadiyah, Tuhan Maha Kuasa telah membuatku manifestasi dari semua Nabi, dan memberiku nama mereka. Aku Adam, Aku Seth, Aku Nuh, Aku Ibrahim, Aku Ishaq, Aku Ismail, Aku Ya’qub Aku Yusuf, Aku Musa, Aku Daud, Aku Isa, dan AKU ADALAH PENJELMAAN SEMPURNA DARI NABI MUHAMMAD SAW, yakni aku adalah Muhammad dan Ahmad sebagai refleksi. ( Haqiqatul Wahyi, h. 72).” (Hal. 11-12)

    (lihat scan halaman kitab Tadzkirah dibawah ini agar tidak dikatakan fitnah):

    ck…ck…ck… All-inOne. Itukah yang dinamakan ajaran Islam?

    Berlanjut ke posting berikut ini:

  21. Nabi Imitasi said

    Jelasnya, yang menjadi masalah adalah bahwa bagi kaum Ahmadiyah, Nabi Palsu Mirza Ghulam Ahmad JUGA MENGAKU SEBAGAI WUJUD NABI MUHAMMAD SAW, sebagaimana sudah disebutkan dan dibuktikan pada posting sebelumnya di atas ini.

    Jadi walaupun lafal syahadatnya sama, namun yang dimaksud dengan kata MUHAMMAD dalam lafal syahadat “asyhadu anna Muhammadan Rasulullah” dalam pengertian ajaran agama Ahmadiyah adalah —>>>BUKAN<<<— Nabi Muhammad SAW bin Abdillah bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdi Manaf, suku Quraisy yang lahir di Makkah dan meninggal di Madinah, tetapi yang dimaksud MUHAMMAD dalam syahadat ahmadiyah adalah orang suku Mogul (Mongol) Barbar bernama Mirza Ghulam Ahmad bin Ghulam Murtadha, bin Ata Muhammad, bin Gul Muhammad, yang lahir di India dan tewas belepotan tinjanya sendiri di lantai WC kota Lahore, yakni NABI PALSU MIRZA GHULAM AHMAD YANG “KATANYA” TELAH MELEBUR DANGAN NABI MUHAMMAD (FANA FI RASUL).

    (lihat scan halaman kitab Tadzkirah dibawah ini agar tidak dikatakan fitnah):

    ck…ck…ck… lebur melebur bagaikan Jus Buah2an, Itukah yang dikatakan ajaran Islam?

  22. Nabi Imitasi said

    Makanya setiap orang Ahmadiyah mengucapkan “syahadat”, ketika sampai pada kata “Muhammad” maka yang terbayang dalam pikiran mereka adalah wajah orang India suku Barbar Mongol pada link di bawah ini yang SUDAH MELEBUR (fana fi rasul) dalam diri Nabi Muhammad:

    http://kabarnet.files.wordpress.com/2010/10/mga.png?w=194&h=233

    Kalau ada pemeluk agama ahmadiyah yang menyangkal FAKTA tersebut di atas, berarti dia masih awam dengan agama ahmadiyah atau bukan penganut agama ahmadiyah yag sejati.

    Belum lagi ribuan keganjilan-keganjilan yang TIDAK ISLAMI yg terdapat pada diri nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad yg tertulis dalam puluhan kitab-kitab agama ahmadiyah.

    ck…ck…ck… Itukah yang dikatakan bahwa agama ahmadiyah “sama dengan” Islam atau “bagian” dari Islam, atau “salah satu dari sekte” Islam?

    Sorry… dalam Islam madzhab manaun tidak dikenal KEKUFURAN semacam itu. NO WAY!!!

    Lakum dienukum waliya dien. -> Bagimu agamamu (AGAMA AHMADIYAH), dan bagiku agamaku (AGAMA ISLAM).

  23. we are muslims said

    Assalamu’alaikum,

    Nabi Imitasi menulis dalam tanggapan no. 72 :

    “Saya tidak pernah menulis kalimat seperti tersebut di atas.
    Yang saya katakan INTINYA adalah:
    “Menurut kriteria agama Ahmadiyah: Mantan Presiden RI Almarhum KH.Abdurrachman Wahid (GUS DUR) adalah ORANG KAFIR YANG AKAN MASUK KE NERAKA!”
    Pada bagian mana saya mengatakan bahwa:
    [[[ “Almarhum semasa hidupnya telah memperlihatkan sifat permusuhan terhadap Jemaat Ahmadiyah” ]]] ????”

    —————–

    ->>>Dalam tanggapan no. 43 dan no. 74 anda sendiri yang mengutip Ilham dalam Tadzkirah sebagai dasar tuduhan atau bukti bahwa tuduhan anda benar dan ada dasarnya yang artinya sbb :

    “He who does not follow you and does not enter into a pledge of bai‘at with you and remains hostile to you, is disobedient to God and His Messenger and is destined for hell.”

    “Dia yang tidak mengikutimu dan tidak berbai’at denganmu dan TETAP MEMUSUHIMU, adalah tidak taat kepada Tuhan dan RasulNya dan akan ditakdirkan masuk neraka.”

    Nabi Imitasi :
    “Ck…ck…ck… rupanya kebiasaan memalsu hadits dan memlesetkan makna tafsir Alqur’an telah merasuk kedalam darah dan jiwa penganut agama ahmadiyah, sehingga sesuatu yang tidak pernah ditulis oleh seseorang pun dikatakannya (difitnahkannya) bahwa orang itu menulis hal2 yang sesungguhnya tidak pernah ditulisnya.”
    —————–

    –>>>Subhanallah, sayapun berharap kebaikan bagi tuan untuk tidak terus memusuhi Jema’at Ilahi ini, karena peringatan ini hanya berlaku bagi mereka yang TETAP memusuhi Jemaat Ahmadiyah hingga akhir hayatnya. Kami hanya menginformasikan/ menyampaikan, tidak mengharapkan hal yang tidak baik bagi siapa pun dan tidak ada kebencian.

  24. STER said

    Jadi ingat strategi SWOT dalam menghadapi persaingan, dimana subjek berusaha mengalahkan lawan dengan memanfaatkan baik kekuatan maupun kelemahan lawan. Kekuatan Islam adalah ketakwaan dan keimanan. Sedangkan yang sering dipandang kelemahannya adalah ketidakmerataan pengetahuan dan wawasan. Ketika yang dihadapi keimanan dan ketakwaan Islam, meaka digunakanlah jurus-2 Islami dalam menghadapinya dan ketika menghadapi kepolosan dan keputusasaan, digunakanlah jurus propaganda. Hasilnya tentu saja yang lemah imannya, kurang cerdas dan polos akan menjadi korban. Untuk itu jalan yang paling tepat untuk menghadapinya adalah bukan dengan memakan habis umpan yang dilempar, melainkan meningkatkan kecerdasan dalam berfikir dan ketakwaan kepada Allah SWT, karena dengan begitu tidak akan mudah terpikat oleh berbagai jebakkan (umpan) yang dipasang, seperti pancingan emosional untuk berbuat kasar yang dikemudian hari bisa berbalik menyudutkannya. Tegakkan terus masalah keimanan, ketakwaan, kecerdasan dan kelompakkan, insya Allah Islam yang lahior 14 abad yang lalu tetap jaya. Wasalam.

  25. Nabi Imitasi said

    @STER
    Amiiin…

  26. unah said

    Apa yang dipermasalahkan oleh Nabi Imitasi di forum ini adalah buah dari penolakannya terhadap keyakinan dari Jemaat Ahmadiyah yang mengakui bahwa Allah Ta’ala yang Maha Berbicara masih terus berbicara hingga akhir nanti. Demi untuk menjauhkan orang Ahmadiyah dari keyakinannya terhadap Allah Ta’ala yang Maha Berbicara itu, Nabi Imitasi mencoba dengan berbagai cara, meyakinkan orang-orang untuk tidak percaya kepada Allah Ta’ala yang Maha Berbicara.

    Nampaknya Nabi Imitasi bernafsu sekali untuk mendangkalkan keyakinan orang-orang Ahmadiyah dari keimanan nya terhadap Allah Ta’ala yang Maha Berbicara itu.

    Pemuatan komentar yang dilakukan dengan copy/paste menunjukan bahwa tidak ada jawaban baru dari Nabi Imitasi cs berkenaan dengan keadaan nya yang sedang terpojok itu. Dia mencoba mengalihkan serangan kuat yang mempertanyakan kebenaran imannya kepada Allah Ta’ala yang Maha Berbicara dengan jalan menyerang pribadi pendiri Jemaat Ahmadiyah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (as). Saking paniknya Nabi Imitasi menggunakan berbagai cara, termasuk dengan cara-cara yang dilarang oleh agama Islam sendiri, yaitu dengan jalan berdusta, memfitnah dan melakukan pembusukan.

    Nabi Imitasi akan sangat marah jika saya sebut sebagai orang yang tidak beriman kepada Allah Ta’ala yang Maha berbicara, namun dia pun tidak mampu mengelak dari pernyataan saya tersebut karena memang kondisinya saat ini demikian.

  27. we are muslims said

    @STER
    Jazakumullah taushiyahnya ..

  28. Nabi Imitasi said

    Penganut agama Ahmadiyah berkata:
    20/09/2011 pada 17:44

    Semenjak Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (as) mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi, maka ratusan ulama di India menentangnya dan memutuskan hubungan sosial.

    Ketika beliau (as) wafat, tidak ada satu pun ulama anti Ahmadiyah jangankan menjadi saksi mata atas kewafatan beliau (as), menengok beliau (as) dalam keadaan sakit mereka tidak ada . Maka sangat mengherankan ketika dalam buku-buku sejarah Ahmadiyah yang ditulis berdasarkan keterangan para saksi mata yang menyaksikan prikehidupan beliau (as), yang disebutkan bahwa beliau (as) wafat secara alami di tempat tidur setelah sebelumnya mengalami sakit diare, namun tiba-tiba muncul suara lain dari para anti Ahmadiyah yang menyebut bahwa beliau (as) wafat di wc dengan berlumuran kotorannya sendiri.

    Nampak sekali para anti Ahmadiyah ini menjadi orang-orang malang yang menjadikan fitnah, dusta dan pembusukan sebagai sarana untuk menolak keimanan terhadap ke-Maha Berbicara-an Allah Ta’ala.
    _______________________________

    RESPON:

    Berita tewasnya nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad yang dikatakan tewas di WC dengan berlumuran kotorannya sendiri BUKAN FITNAH.

    Kondisi mayat nabi palsu Mitza Ghulam Ahmad dilaporkan SECARA RESMI oleh pihak rumah sakit Lahore, dan DIKUTIP SECARA RESMI pula oleh pihak Kepolisian Lahore, dan diberitakan secara resmi dan apa adanya oleh 13 koran terkemuka India pada masa itu dalam berbagai bahasa. Salah satunya bisa dibaca pada scan koran The Times of India pada link berikut ini:

    Fitnah?

    Apakah mungkin 13 koran India seolah bernyanyi koor paduan suara memberitakan “FITNAH YANG SAMA” ?

    Tentu saja fakta dan berita tewas terkutuknya nabi palsu MGA yang tragis tsb ditutup-tutupi oleh para khalifah palsu penganti MGA yang notabene adalah keluarga MGA. Hasilnya, mata dan hati penganut agama ahmadiyah lah yang buta karena tertipu oleh pihak yang akan mengambil keuntungan dari khayalan kekhalifahan ahmadiyah.

    Ck…ck…ck… makin menyedihkan aja.

  29. Nabi Imitasi said

    TRANSCRIPT ASLI DARI BERITA KORAN THE TIMES OF INDIA TENTANG TEWASNYA NABI PALSU MIRZA GHULAM AHMAD DI WC DAN KONDISI MAYATNYA SAAT DITEMUKAN:

    Lahore – May 27, 1908
    The Lahore General Hospital has confirmed the death of Mirza Ghulam Ahmed, leader and founder of the Ahmadiyya Community, who was reported seriously sick for several weeks, and passed away yesterday May 26, 1908. Explaining to The Times of India, the hospital chief elaborated that medical team from Lahore General Hospital were eventually unable to help Mirza from severe cholera disease that has caused his death. The hospital chief also denied allegations accused by Ahmadiyya followers that the medical team did not make enough efforts to help Mirza, since he was reported had already passed away when doctors and paramedics arrived to examine his condition.

    “When we arrived and examined Mirza Gulam Ahmed Sahib, we found out that he already passed away. We, therefore, could not do anything else except helping to clean his body from feces.” The hospital chief elaborated.

    Members of the family also explained that Mirza Ghulam Ahmed was seriously ill for several days that had forced him to commute from his bedroom to the toilet many times a day.
    Meanwhile, the Ministry of Health has announced serious warning to the residents concerning cholera epidemic threat which seems to have spread to many districts in India. Residents have been solicited to undergo TCD immunizations that are provided free of charge at any government hospital.

    Bukti scan dari koran ASLI The Times of India:

    Terjemahan dalam bahasa Indonesia (oleh Nabi Imitasi)

    Lahore – tgl 27 Mei 1908
    Rumah Sakit Lahore trelah memastikan wafatnya Mirza Ghulam Ahmad, pemimpin dan pendiri Jemaat Ahmadiyya, yang dilaporkan sakit serius selama beberapa minggu, dan akhrnya meninggal dunia kemarin tgl 26 Mei 1908. Menyatakan kepada surat kabar The Times of India, Kepala Rumah Sakit Lahore memaparkan secara panjang lebar bahwa tim medis dari Rumah Sakit Lahore pada akhirnya tidak mampu menolong Mirza dari penyakit kolera yang parah yang telah menyebabkan kematiannya. Pihak Kepala Rumah Sakit juga menyangkal tuduhan yang dilontarkan oleh para pengikut Ahmmadiyya bahwa pihak tim medis tidak berbuat cukup upaya untuk menolong Mirza, karena dia dilaporkan telah meninggal dunia ketika dokter dan paramedis tiba untuk memeriksa keadaannya.

    “Ketika kami tiba dan memeriksa Mirza Ghulam Ahmad Sahib, kami mendapati bahwa beliau sudah meninggal dunia. Oleh karena itu kami tidak bisa melakukan sesuatu apapun yang lain kecuali menolong untuk membersihkan tubuhnya dari kotoran tinja.” Demikian pihak Kepada Rumah Sakit menjelaskan.

    Pihak keluarga juga menerangkan bahwa Mirza Ghulam Ahmad menderitra sakit secara serius selama beberapa hari yang telah memaksanya untuk sering bolak balik dari kamar tidur ke WC setiap hari.

    Sementara itu, pihak Kementrian Kesehatan telah mengumumkan sebua peringatan serius kepada penduduk mengenai adanya ancaman wabah kolera yang kelihatannya sudah menyebar ke banyak daerah-daerah di India. Penduduk masih terus diminta dengan sangat untuk menjalani imunisasi TCD yang diberikan secara gratis di setiap rumah sakit pemerintah.
    _________________________

    Fitnah?

    Apakah mungkin 13 koran India seolah bernyanyi koor paduan suara memberitakan “FITNAH YANG SAMA” ?

    Ck…ck…ck…

  30. unah said

    STER menulis “…Kekuatan Islam adalah ketakwaan dan keimanan.”

    Memang benar, salah satu kekuatan Islam adalah ketakwaan dan keimanan, oleh karena itu untuk menyempurnakan keimanan orang Islam maka Ahmadiyah mengingatkan kembali kepada umat Islam untuk beriman kepada salah satu sifat Allah Ta’ala yang abadi yaitu Maha Berbicara.

    Sifat Maha Berbicara ini adalah salah satu identitas Tuhan yang sejati. Mustahil bagi Allah Ta’ala kehilangan sifat-Nya ini. Kemungkinan besar yang terjadi bukan sifat Allah Ta’ala ini yang (Nauzubillah) hilang, tetapi aneka penafsiran dari umat Islam sendiri yang membuat identitas abadi Allah Ta’ala ini dilupakan.

    Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (as) adalah seorang Umat Nabi Besar Muhammad (saw) yang mengingatkan kembali akan ke-Maha Berbicara-an Allah Ta’ala itu, karena beliau (as) sendiri mengalaminya.

    Salah satu wahyu terpenting yang beliau (as) terima adalah tentang kewafatan Nabi Isa (as). Wahyu tentang kewafatan Nabi Isa (as) itu dianggap penting karena disitulah letak dari keunggulan agama Islam.

    Sebagian Umat Islam yang masih mempercayai Nabi Isa (as) masih hidup di langit, tentu saja dengan dibumbui aneka cerita fiktif dan fantastis, oleh para musuh Islam, terutama para intelektual Barat, dianggap sebagai umat yang masih percaya pada dongengan dan cerita fantastis belaka. Akibatnya, selama berabad-abad sekelompok umat Islam itu tidak pernah berhasil menaikan citra dirinya sebagai pengikut Nabi yang paling mulia.

    Ahmadiyah ada hanya untuk membedakan dari kelompok Islam lainnya dalam memperjuangkan penyebaran ajaran Islam ke pelosok dunia dengan cara-cara damai sesuai dengan ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah Muhammad (saw).

    Ahmadiyah dengan sendirinya akan hilang jika myoritas umat manusia mengakui bahwa Allah Ta’ala masih memiliki sifat Maha Berbicara dan mereka berada di bawah bendera Islam.

  31. unah said

    Nabi Imitasi menulis :” Bukti scan dari koran ASLI The Times of India:

    http://indianembassy.files.wordpress.com/2011/04/times-of-india-ahmediyya-leader-passed-away.jpg

    Berita itu memang benar ada, dan dari berita dusta itulah semuanya bermula.

    Harap diketahui bahwa para anti Ahmadiyah sangat senang dengan kewafatan beliau (as). mereka berharap dengan memelintir berita tentang kewafatan Hadhrat Ahmad (as) orang-orang akan menghidar dari Ahmadiyah.
    Namun sejarah telah berbicara bahwa upaya pemelintiran tersebut gagal total dan Hadhrat Ahmad (as) mendapat pengakuan dari lebih dari 200 juta orang manusia saat ini.

  32. Nabi Imitasi said

    Berita tewasnya nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad yang dikatakan tewas di WC dengan berlumuran kotorannya sendiri BUKAN FITNAH.

    Kondisi mayat nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad dilaporkan SECARA RESMI oleh pihak rumah sakit Lahore, dan DIKUTIP SECARA RESMI pula oleh pihak Kepolisian Lahore, DAN DIBERITAKAN SECARA RESMI DAN APA ADANYA OLEH 13 KORAN TERKEMUKA INDIA PADA MASA ITU DALAM BERBAGAI BAHASA. Salah satunya bisa dilihat pada scan koran The Bombay Samachar pada link berikut ini yang isi beritanya kurang lebih SAMA dengan berita koran The Times of India pada posting sebelumnya di atas:

    Fitnah?

    Apakah mungkin 13 koran India seolah bernyanyi koor paduan suara seperti di gereja memberitakan “FITNAH YANG SAMA” ?

    Tentu saja fakta dan berita tewas terlaknatnya nabi palsu MGA yang tragis tsb ditutup-tutupi oleh para khalifah palsu penganti MGA yang notabene adalah keluarga MGA. Hasilnya, mata dan hati penganut agama ahmadiyah lah yang buta karena tertipu oleh pihak yang akan mengambil keuntungan dari khayalan kekhalifahan ahmadiyah.

    Ck…ck…ck… makin menyedihkan aja.

  33. Ulfah said

    @Nabi Imitasi

    ijin copas link koran the times of india & bombay samachar yah? buat bahan diskusi di blog lain ttg fakta tewasnya nabi palsu mga.

  34. Nabi Imitasi said

    Penganut agama Ahmadiyah berkata
    20/09/2011 pada 20:16

    Assalamu’alaikum,

    Nabi Imitasi menulis dalam tanggapan no. 72 :

    “Saya tidak pernah menulis kalimat seperti tersebut di atas.
    Yang saya katakan INTINYA adalah:
    “Menurut kriteria agama Ahmadiyah: Mantan Presiden RI Almarhum KH.Abdurrachman Wahid (GUS DUR) adalah ORANG KAFIR YANG AKAN MASUK KE NERAKA!”
    Pada bagian mana saya mengatakan bahwa:
    [[[ “Almarhum semasa hidupnya telah memperlihatkan sifat permusuhan terhadap Jemaat Ahmadiyah” ]]] ????”

    —————–

    ->>>Dalam tanggapan no. 43 dan no. 74 anda sendiri yang mengutip Ilham dalam Tadzkirah sebagai dasar tuduhan atau bukti bahwa tuduhan anda benar dan ada dasarnya yang artinya sbb :

    “He who does not follow you and does not enter into a pledge of bai‘at with you and remains hostile to you, is disobedient to God and His Messenger and is destined for hell.”

    “Dia yang tidak mengikutimu dan tidak berbai’at denganmu dan TETAP MEMUSUHIMU, adalah tidak taat kepada Tuhan dan RasulNya dan akan ditakdirkan masuk neraka.”

    Nabi Imitasi :
    “Ck…ck…ck… rupanya kebiasaan memalsu hadits dan memlesetkan makna tafsir Alqur’an telah merasuk kedalam darah dan jiwa penganut agama ahmadiyah, sehingga sesuatu yang tidak pernah ditulis oleh seseorang pun dikatakannya (difitnahkannya) bahwa orang itu menulis hal2 yang sesungguhnya tidak pernah ditulisnya.”
    —————–

    –>>>Subhanallah, sayapun berharap kebaikan bagi tuan untuk tidak terus memusuhi Jema’at Ilahi ini, karena peringatan ini hanya berlaku bagi mereka yang TETAP memusuhi Jemaat Ahmadiyah hingga akhir hayatnya. Kami hanya menginformasikan/ menyampaikan, tidak mengharapkan hal yang tidak baik bagi siapa pun dan tidak ada kebencian.
    _________________________

    RESPON:

    (REPOSTING)

    Nabi Imitasi berkata
    19/09/2011 pada 23:52

    Penganut agama Ahmadiyah berkata:

    (start-copas)
    Adapun anggapan bahwa Almarhum semasa hidupnya telah memperlihatkan sifat permusuhan terhadap Jemaat Ahmadiyah adalah tuduhan yang tidak benar dan merupakan fitnah dengan tujuan hanya untuk mengadu domba dan menyebarkan kebencian di masyarakat terhadap Jemaat Ahmadiyah saja.
    (end-copas)
    ______________________

    Saya tidak pernah menulis kalimat seperti tersebut di atas.

    Yang saya katakan INTINYA adalah:

    “Menurut kriteria agama Ahmadiyah: Mantan Presiden RI Almarhum KH.Abdurrachman Wahid (GUS DUR) adalah ORANG KAFIR YANG AKAN MASUK KE NERAKA!”

    Pada bagian mana saya mengatakan bahwa:

    [[[ “Almarhum semasa hidupnya telah memperlihatkan sifat permusuhan terhadap Jemaat Ahmadiyah” ]]] ????
    _____________________

    Untuk lebih jelasnya akan saya REPOST lagi komentar yang dimaksud dibawah ini, dan pembaca yang akan menilai SIAPA YANG PALSU DAN MEMFITNAH dan SIAPA YANG BERKATA JUJUR :

    NASIB GUSDUR YANG DIKAFIRKAN OLEH KRITERIA KEKUFURAN MENURUT PENGANUT AGAMA AHMADIYAH (jama’ah takfiriyah).

    Menurut kriteria agama Ahmadiyah: Mantan Presiden RI Almarhum KH.Abdurrachman Wahid (GUS DUR) adalah ORANG KAFIR YANG AKAN MASUK KE NERAKA!
    _______________

    Walaupun sebagai seorang tokoh berwawasan kebangsaan mantan Presiden RI Almarhum KH.Abdurrachman Wahid (GUS DUR) selalu membela kepentingan kelompok2 agama minoritas di Indonesia tanpa terkecuali, termasuk kepentingan kaum minoritas penganut agama ahmadiyah, namun beliau adalah seorang muslim sunni sejati. Karenanya beliau TIDAK PERCAYA / MENOLAK pendakwaan orang India Mirza Ghulam Ahmad sebagai tokoh All-In-One (yaitu nabi sekaligus rasul, sekaligus mahdi, sekaligus Mesiah, sekaligus Dewa Hindu Krishna, sekaligus nabi Adam, sekaligus nabi Seth, sekaligus nabi Nuh, sekaligus nabi Ibrahim, sekaligus nabi Ishaq, sekaligus nabi Isma‘il, sekaligus nabi Ya‘qub, sekaligus nabi Yusuf, sekaligus nabi Musa, sekaligus nabi Dawud, sekaligus Siti Mariyam ibunda nabi Isa, sekaligus nabi ‘Isa bin Maryam, sekaligus nabi Muhammad dll, dsb, dll, dsb, dll, dsb, cape dech, yang keseluruhannya melebur dan menyatu bagaikan bumbu2 masak didalam sepanci besar kuah gulai kambing dalam diri MGA).
    _____________

    Tanya: Bagaimana status Mantan Presiden RI Almarhum KH.Abdurrachman Wahid (GUS DUR) sesuai dengan kriteria kekafiran menurut agama ahmadiyah?

    Jwb: Sesuai dengan kriteria kekafiran menurut agama ahmadiyah maka mantan Presiden RI Almarhum KH.Abdurrachman Wahid (GUS DUR) adalah ORANG KAFIR YANG AKAN MASUK KE NERAKA!

    Tanya: Lho… kok bisa? Apa dalilnya?

    Jwb: Dalilnya… menurut pendiri agama ahmadiyah (nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad) siapa yang tidak percaya / menolak pendakwaan MGA sebagai tokoh All-In-One, atau tidak mengikuti MGA dan tidak berbai’at kepada MGA adalah tidak taat kepada “tuhan” dan “rasulnya” dan AKAN DITAKDIRKAN MASUK NERAKA sebagai orang kafir! Karena Almarhum Gus Dur adalah seorang muslim sunni sejati yang tidak percaya / menolak pendakwaan MGA, maka sesuai dengan kriteria kekafiran menurut agama ahmadiyah tersebut, Almarhum Gus Dur adalah ORANG KAFIR YANG AKAN MASUK KE NERAKA!
    _________________

    Ck…ck..ck… (semakin bertambah sesat aja, jadi ingat istilah “Jama’ah Takfiriyah”).
    ____________________________

    Ck…ck…ck… rupanya kebiasaan memalsu hadits dan memlesetkan makna tafsir Alqur’an telah merasuk kedalam darah dan jiwa penganut agama ahmadiyah, sehingga sesuatu yang tidak pernah ditulis oleh seseorang pun dikatakannya (difitnahkannya) bahwa orang itu menulis hal2 yang sesungguhnya tidak pernah ditulisnya.

    Ck…ck…ck…
    ______________________________________________

    RESPON:

    1. Saya tidak pernah menulis kata2 seperti yang anda tuliskan atau simpulkan sendiri.

    2. Rujukan saya (scan halaman kitab sesat Tadzkirah) saya tampilkan apa adanya tanpa editing dan adalah self explanatory (menjelaskan substansinya sendiri apa adanya).

    3. Ayat pada wahyu palsu Tadzkirah yang saya jadikan rujukan tersebut memang merupakan BUKTI PENGKAFIRAN OLEH AHMADIYAH TERHADAP GUSDUR DAN SEMUA MUSLIM yang tidak mengikuti Nabi Palsu Mirza Ghulam Ahmad, dan tidak berbai’at dengan Nabi Palsu Mirza Ghulam Ahmad, dan tetap memusuhi Nabi Palsu Mirza Ghulam Ahmad.

    Lengkapnya adalah sbb:

    “He who does not follow you and does not enter into a pledge of bai‘at with you and remains hostile to you, is disobedient to God and His Messenger and is destined for hell.”

    Yang artinya:
    Dia yang tidak mengikutimu dan tidak berbai’at denganmu dan tetap memusuhimu, adalah tidak taat kepada tuhan dan rasulnya dan AKAN DITAKDIRKAN MASUK NERAKA.

    Bukti scan halaman kitab sesat Tadzkirah yang saya posting di atas adalah SELF EXPLANATORY (menjelaskan isi dan substansinya sendiri apa adanya), jadi tidak perlu dijelaskan karena muslimin pembaca di blog ini cerdas semua dan mengerti apa yang dimaksud DAN SIAPA YANG DIKAFIRKAN OLEH AHMADIYAH.

  35. Nabi Imitasi said

    @Ulfah

    Silahkan dicopas. Semua tulisan muslimin disini adalah DATA & FAKTA KEBENARAN yang bebas dicopas untuk tujuan mengungkap kebenaran yang ditutup tutupi oleh penganut agama ahmadiyah, dan TOLONG BANTU UNTUK MENYEBARLUASKAN VIA INTERNET KESELURUH DUNIA agar tiada dusta diantara kita.

    Eh salam kenal yah :)

  36. Nabi Palsu Tewas Berlumur Tinja said

    QUIZ ILMIAH Ke-Ahmadiyah-an No.16

    // QUIZ ILMIAH Ke-Ahmadiyah-an, khusus untuk pemeluk Agama Ahmadiyah //

    // TENTANG KONDISI MAYAT “MAHDI” / “NABI” PALSU MIRZA GHULAM AHMAD KETIKA MENINGGAL //

    //MUKADDIMAH//

    //Karena kesesatan dan kekufurannya, akhirnya “mahdi” / “nabi” palsu Mirza Ghulam Ahmad dilaknat oleh Allah SWT dengan kutukan penyakit kolera yang membuatnya tewas secara mengenaskan dan menghinakan. Diakhir hayatnya, selama beberapa hari Mirza harus bolak balik ke WC sampai ratusan kali sebelum akhirnya tewas terkapar di lantai WC dengan belumuran kotoran tinja berbau sangat busuk yang keluar dari isi perutnya sendiri.//

    //Para pengikutnya sempat menyalahkan dokter-dokter di rumah sakit umum Lahore yang dianggap tidak bertindak cepat dalam menolong Mirza.// Namun pihak rumah sakit membantah dalam laporan resminya dengan mengatakan: //

    /////////////// “Pada saat kami datang dan memeriksa kondisi Mirza Ghulam Ahmad Sahib yang tergeletak dilantai WC dirumahnya, beliau sudah meninggal dunia. Jadi tidak ada lagi yang bisa kami lakukan kecuali membantu membersihkan tubuhnya yang dipenuhi kotoran tinja” ////////////////////////

    // Laporan resmi rumah sakit Lahore tersebut akhirnya dikutip oleh pihak kepolisian dan dijadikan juga sebagai laporan resmi Kepolisian Lahore tentang berita kematian Mirza Ghulam Ahmad, termasuk penyebab kematian dan kondisi jenazahnya saat meninggal dunia. // Maka seluruh surat kabar di India (kecuali beberapa koran kecil milik penganut agama Ahmadiyah) semua memuat tentang berita kematian Mirza Ghulam Ahmad, termasuk penyebab kematian dan kondisi mayatnya saat meninggal yang berlumuran tinja, sesuai laporan resmi dari rumah sakit Lahore dan Kepolisian Lahore sebagaimana tersebut di atas.//

    //

    // Pemeluk Agama Ahmadiyah yang sejati, seharusnya mengikuti semua berita surat kabar India tentang “mahdi” / “nabi” palsu Mirza Ghulam Ahmad, terutama tentang berita kematian dan kondisi mayatnya saat meninggal. //

    // Maka kalau kalian kaum pemeluk agama Ahmadiyah betul betul pengikut setia nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad // coba sebutkan:

    // Nama Tiga (3) koran paling terkemuka di India pada saat itu (kecuali the Times of India dan The Bombay Samachar yang sudah diungkap oleh Sdr @Nabi Imitasi) dari 13 koran-koran ternama yang memuat berita sebagai berikut: //

    1// Berita tentang kematian “mahdi” / “nabi” palsu Mirza Ghulam Ahmad, //

    2// Berita tentang laporan resmi dari Rumah Sakit Lahore dan Kepolisian Lahore tentang kematian Mirza Ghulam Ahmad.//

    3// Berita tentang laporan resmi rumah sakit Lahore bahwa penyebab kematian MGA adalah penyakit Kolera.//

    4// Berita tentang Kondisi mayat Mirza Ghulam Ahmad pada saat dokter dari rumah sakit Lahore datang dan bermaksud mau memeriksa kondisinya, ternyata dokter memastikan bahwa Mirza sudah meninggal dunia. Jadi tidak ada lagi yang bisa dilakukan oleh tim dokter tersebut kecuali membantu membersihkan tubuhnya yang dipenuhi kotoran tinja.//

    //Selamat menjawab Quiz Ilmiah Ke-Ahmadiyah-an. Sampai jumpa pada Quiz-quiz Ilmiah berikutnya.//

  37. Nabi Palsu Tewas Berlumur Tinja said

    @Nabi Imitasi

    //Selamat, Anda telah menjawab dengan tepat Quiz Ilmiah Ke-Ahmadiyah-an No.16//

    //Kalau bisa nama-nama koran yang lain (masih 11 koran) jangan disebutkan dulu untuk kepentingan para Penganut agama Ahmadiyah peserta Quiz Ilmiah Ke-Ahmadiyah-an.//

    //Terima kasih//

    //Wassalam//

  38. Nabi Palsu Tewas Berlumur Tinja said

    Quiz Ilmiah Ke-Ahmadiyah-an No.17

    // QUIZ ILMIAH Ke-Ahmadiyah-an, khusus untuk pemeluk Agama Ahmadiyah //

    // KESESATAN “MAHDI” / “NABI” PALSU MIRZA GHULAM AHMAD //

    //MUKADDIMAH//

    //Dalam banyak wahyu-wahyu palsu yang dikarangnya, “mahdi” / “nabi” palsu Mirza Ghulam Ahmad sering sekali membual menipu umat Islam India dengan maksud Mengangkat Derajat Dirinya dimata manusia, tapi dilakukan dengan cara “merendahkan derajat Allah SWT” sedemikian rupa sehingga Allah yang Khalik (Maha Pencipta) diturunkan derajatnya menjadi sama dan sejajar dengan Makhluk (ciptaan-Nya). Kali ini sang “mahdi” / “nabi” palsu menurunkan derajat Allah SWT sejajar dengan derajat anak istinya (keluarga MGA).//

    // Pengikut nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad yang sejati, seharusnya memahami kitab kitab Agama Ahmadiyah. //

    // Maka kalau kalian betul betul pengikut setia nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad // coba sebutkan :

    // Didalam kitab apa, dan pada halaman berapa, “mahdi” / “nabi” palsu Mirza Ghulam Ahmad membual menipu umat Islam India dengan mengatakan bahwa dia menerima “wahyu” dari Allah yang menyatakan bahwa: “KEHENDAK Keluarga Mirza Ghulam Ahmad adalah berarti KEHENDAK ALLAH SWT !!”//

    //Selamat menjawab Quiz Ilmiah Ke-Ahmadiyah-an. Sampai jumpa pada Quiz-quiz Ilmiah berikutnya.//

  39. Nabi Palsu Tewas Berlumur Tinja said

    Quiz Ilmiah Ke-Ahmadiyah-an No.18

    // QUIZ ILMIAH Ke-Ahmadiyah-an, khusus untuk pemeluk Agama Ahmadiyah //

    // KESESATAN “MAHDI” / “NABI” PALSU MIRZA GHULAM AHMAD //

    //MUKADDIMAH//

    //Dalam banyak wahyu-wahyu palsu yang dikarangnya, “mahdi” / “nabi” palsu Mirza Ghulam Ahmad sering sekali membual menipu umat Islam India dengan maksud Mengangkat Derajat Dirinya dimata manusia, tapi dilakukan dengan cara “merendahkan derajat Allah SWT” sedemikian rupa sehingga Allah yang Khalik (Maha Pencipta) diturunkan derajatnya menjadi sama dan sejajar dengan Makhluk (ciptaan-Nya). //

    // Pernahkah terbayang di benak umat Islam yang berakal (tidak sakit jiwa) bahwa ALLAH SWT MEMPUNYAI KELUARGA BANGSA KELING INDIA? //

    // YA, itulah kesesatan dan kekufuran Mirza Ghulam Ahmad. Yang bahkan kaum Yahudi dan Nasrani sekalipun tidak merendahkan derajat Tuhan mereka sampai serendah itu. Kali ini sang “mahdi” / “nabi” palsu menyamakan derajat Allah SWT sejajar dengan derajat anak istinya (keluarga MGA), dengan mengatakan bahwa : “ISTRI DAN KELUARGA DEKAT MIRZA GHULAM AHMAD ADALAH TERMASUK KELUARGA ALLAH!!”

    //

    // Pengikut nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad yang sejati, seharusnya memahami kitab kitab Agama Ahmadiyah. //

    // Maka kalau kalian betul betul pengikut setia nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad // coba sebutkan :

    // Didalam kitab apa, dan pada halaman berapa, “mahdi” / “nabi” palsu Mirza Ghulam Ahmad membual menipu umat Islam India dengan mengatakan bahwa dia menerima “wahyu” dari Allah yang menyatakan bahwa: “ISTRI DAN KELUARGA DEKAT MIRZA GHULAM AHMAD ADALAH TERMASUK KELUARGA ALLAH!!? //

    //Selamat menjawab Quiz Ilmiah Ke-Ahmadiyah-an. Sampai jumpa pada Quiz-quiz Ilmiah Ke-Ahmadiyah-an berikutnya.//

  40. Nabi Palsu Tewas Berlumur Tinja said

    Quiz Ilmiah Ke-Ahmadiyah-An No.19

    // QUIZ ILMIAH Ke-Ahmadiyah-an, khusus untuk pemeluk Agama Ahmadiyah //

    // KESESATAN “MAHDI” / “NABI” PALSU MIRZA GHULAM AHMAD //

    //Dalam banyak wahyu-wahyu palsu yang dikarangnya, “mahdi” / “nabi” palsu Mirza Ghulam Ahmad sering sekali membual menipu umat Islam India dengan maksud Mengangkat Derajat Dirinya dimata manusia, //

    // Pengikut nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad yang sejati, seharusnya memahami kitab kitab Agama Ahmadiyah. //

    // Maka kalau kalian betul betul pengikut setia nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad // coba sebutkan :

    // Didalam kitab apa, dan pada halaman berapa, “mahdi” / “nabi” palsu Mirza Ghulam Ahmad membual menipu umat Islam India dengan mengatakan bahwa dia menerima “wahyu” dari Allah yang menyatakan bahwa: “KALAU BUKAN KARENA MIRZA GHULAM AHMAD, MAKA SORGA NERAKA & ALAM SEMESTA TIDAK DICIPTAKAN OLEH ALLAH !!” //

    //Selamat menjawab Quiz Ilmiah Ke-Ahmadiyah-an. Sampai jumpa pada Quiz-quiz Ilmiah berikutnya.//

  41. Nabi Palsu Tewas Berlumur Tinja said

    Quiz Ilmiah Ke-Ahmadiyah-An No.20

    // QUIZ ILMIAH Ke-Ahmadiyah-an, khusus untuk pemeluk Agama Ahmadiyah //

    // KESESATAN “MAHDI” / “NABI” PALSU MIRZA GHULAM AHMAD //

    //MUKADDIMAH//

    //Dalam banyak wahyu-wahyu palsu yang dikarangnya, “mahdi” / “nabi” palsu Mirza Ghulam Ahmad sering sekali membual menipu umat Islam India dengan maksud ‘mengangkat derajat dirinya’ dimata manusia, tapi dilakukan dengan cara “merendahkan derajat Allah SWT” sedemikian rupa sehingga Allah yang Khalik (Maha Pencipta) diturunkan derajatnya menjadi sama dan sejajar dengan Makhluk (ciptaan-Nya). //

    // Pemeluk Agama Ahmadiyah yamg dulu pernah memeluk agama Islam (sebelum tertipu dan murtad memeluk Agama Ahmadiyah) tentunya pernah membaca surah Yasin. Pada ayat 82 Surah Yasin disebutkan bahwa apabila Allah SWT menghendaki sesuatu maka Allah hanya perlu berkata “KUN” Yang artinya: “Jadilah!”, ….. Fayakun: maka terjadilah ia.//

    Lengkapnya adalah:

    إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئاً أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

    //QS Yasin, Ayat 82: “Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia (Allah) menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia. //

    // Apa akal si “mahdi” / “nabi” palsu Mirza Ghulam Ahmad agar terlihat “wah” dimata umat Islam India? // Tak kurang akal, dia mengarang sebuah wahyu palsu MEMBAJAK KALAMULLAH yang mengatakan bahwa: “Allah berkata kepadanya, bahwa apabila dia (Mirza Ghulam Ahmad) menghendaki sesuatu maka dia (MGA) hanya tinggal MENGUCAPKAN KALIMAT YANG KHUSUS HANYA UNTUK ALLAH SWT (tidak untuk selain Allah SWT) yaitu: “KUN” (“Jadilah!”)….. Fayakun … maka terjadilah ia.//

    /

    // Pengikut nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad yang sejati, seharusnya memahami kitab kitab Agama Ahmadiyah. //

    // Maka kalau kalian betul betul pengikut setia nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad // coba sebutkan :

    // Didalam kitab apa, pada halaman berapa, dan pada tanggal berapa disebutkan peristiwa PEMBAJAKAN KALAMALLAH oleh “mahdi” / “nabi” palsu Mirza Ghulam Ahmad ketika membual menipu umat Islam India dengan mengatakan bahwa dia menerima “wahyu” dari Allah yang menyatakan bahwa: “Allah berkata kepadanya, apabila dia (MGA) menghendaki sesuatu maka Mirza Ghulam Ahmad pun SAMA DENGAN ALLAH yaitu hanya perlu mengatakan: “KUN” (JADILAH !) … Fayakun …. MAKA TERJADILAH apa yang dikehendaki oleh Mirza Ghulam Ahmad.//

    //Selamat menjawab Quiz Ilmiah Ke-Ahmadiyah-an. Sampai jumpa pada Quiz-quiz Ilmiah berikutnya.//

  42. Nabi Palsu Tewas Berlumur Tinja said

    //Bagi para pemeluk Agama Ahmadiyah yang ingin menjawab Quiz-Quiz Ilmiah tentang Ke-ahmadiyah-an, // Anda tidak harus menjawab secara berurutan. // Cobalah dipilih, pertanyaan mana yang lebih mudah boleh dijawab dulu. Sedangkan pertanyaan yang agak sulit biarlah nanti dijawab belakangan. // Jangan khawatir karena saya memaklumi bahwa kalian yang sering menulis di blog Kabarnet ini masih tingkat “pemula” dalam hal seluk beluk kitab kitab sesat Agama Ahmadiyah yang mayoritas dikarang oleh “mahdi” / “nabi” palsu Mirza Ghulam Ahmad. // Jadi santai saja, silahkan dimulai dari pertanyaan yang mudah bagi kalian, dan tidak perlu dipaksakan kalau tidak bisa.//

    //Selamat menjawab//

    //

  43. Nabi Imitasi said

    @Nabi Palsu Tewas Berlumur Tinja
    Terima kasih kembali. Terus terang Bang saya masih harus banyak belajar menimba ilmu dari Anda.
    Kalau membaca banyaknya KESESATAN & KEKUFURAN nabi palsu MGA yang Anda ungkapkan dalam quiz2 tersebut, masya Allah…. Saya hanya bisa mengucap La haula wala quwata illa billah…. dan…

    Ck…ck…ck…

  44. Sapto Edy said

    @NABI IMITASI @NABI PALSU TEWAS BERLUMR TENJA

    GAN IJIN COPAS LINK KORAN TIMES INDIA DAN SAMACAR, DAN KOMEN2 ANDA BEDUA. TRIMS.

  45. unah said

    Para anti Ahmadiyah begitu gembira dengan temuan koran lama yang memberitakan kewafatan Hadhrat Ahmad (as) yang isinya sudah dipelintir itu.

    Iain Adamson, seorang penulis Biograpy terkenal pernah juga menulis buku tentang riwayat hidup Hadhrat Ahmad (as) yang berjudul Ahmad. Dia memutuskan untuk melakukan penelitian serius dan mendalam tentang kehidupan Hadhrat Ahmad (as) dikarenakan beliau (as) adalah tokoh kontroversi yang mampu mengguncang dunia Barat modern dengan tulisan-tulisan tentang ajaran Islamnya yang sangat fenomenal.
    Iain Adamson menghabiskan beberapa waktu lamanya untuk meneliti prikehidupan Hadhrat Ahmad (as).

    Dalam buku yang dikarang oleh Iain Adamson sama sekali tidak ditemukan fakta tentang kewafatan beliau (as) seperti yang diberitakan dalam koran-koran yang disetir oleh para anti Ahmadiyah itu.

    Memang para ulama anti Ahmadiyah merasa senang dengan kewafatan beliau (as) dan mengira Ahmadiyah akan habis hari itu juga.

    Para ulama anti Ahmadiyah saat itu memanfaatkan moment penting itu untuk menyebar propaganda bahwa Hadhrat Ahmad (as) meninggal dengan cara yang mereka karang sendiri.

    Sama seperti ulama anti Ahmadiyah dahulu yang terdesak dengan dua masalah yang dimunculkan oleh Hadhrat Ahmad (as), yaitu tentang Allah Ta’ala yang Maha Berbicara dan tentang kewafatan Nabi Isa (as), para anti Ahmadiyah saat ini pun melakukan hal yang sama, yaitu melakukan pembusukan nama Hadhrat Ahmad (as) dengan berbagai cerita dan berita fiktif.

    Sejarah mencatat dengan sangat gemilang bahwa berita bohong itu tidak memiliki pengaruh apa-apa terhadap perkembangan Ahmadiyah di seluruh pelosok dunia. Malah sebaliknya saat ini tercatat bahwa Jamaah Islam terbesar, terkuat dan memiliki data administrasi terbaik di dunia adalah Jemaat Ahmadiyah. Hal ini sesuai dengan wahyu yang diterima oleh Hadhrat Ahmad (as) yang menyebut bahwa Jeamat mu akan unggul dari golongan lainnya.

  46. unah said

    Metode copy/paste yang diterapkan oleh Nabi Imitasi sebagai tanda bahwa dirinya tidak memiliki jawaban baru tentang kondisi dirinya yang secara nyata menolak sifat Allah Ta’ala yang Maha Berbicara.

    Nabi Imitasi tidak akan berani mengupas tentang sifat Allah Ta’ala yang Maha Berbicara, karena disitulah letak kebenaran dan keunggulan Jemaat Ahmadiyah.

    Maka untuk menghindari dari tema tersebut Nabi Imitasi mengambil jalur lain untuk mengalihkan perhatian dengan jalan melakukan copy/paste berita-berita yang berisi pembusukan nama Hadhrat Ahmad (as).

  47. Rosa said

    Times of India n Bombay Samachar tuh hny koran penyampai berita. Ga mungkin bohong. Apalagi 13 koran ternama dg berita yg sama. ‘n sumbernya dokter kepala rmh sakit ‘n polisi lahore lagi. Ga mungkin bohong berjamaah.

    para nabi Allah pasti diwafatkan dlm keadaaan mulia.
    Kalo ada nabi meninggal di wc dan (maaf) mandi kotorannya sndiri ya…. pasti nabi palsu. Orang khan bisa mikir. Ichhh… jijay gue.

    @kabarnet
    Ijin copas yah… thx n maju terus. (nice blog)

  48. @ nabi imitasi

    sayang ….klo belajar islam harus rajin baca quran bukan koran ! apalagi cuma 13 koran ….payah….!!!

    @ nabi palsu

    basi ah…bikin quiz mulu, mana ada yang mau quiz berhadiah dosa….???

  49. Ecep said

    Adduh… kalo matinya sampe sebegitunya (di kakus) pasti si mirja tuh kualat umat islam. Terkena laknat Allah. Audzubillah min dzalik dech.

  50. Tak Rela said

    Nabi Imitasi berkata
    20/09/2011 pada 20:59

    TRANSCRIPT ASLI DARI BERITA KORAN THE TIMES OF INDIA TENTANG TEWASNYA NABI PALSU MIRZA GHULAM AHMAD DI WC DAN KONDISI MAYATNYA SAAT DITEMUKAN:

    Lahore – May 27, 1908
    The Lahore General Hospital has confirmed the death of Mirza Ghulam Ahmed, leader and founder of the Ahmadiyya Community, who was reported seriously sick for several weeks, and passed away yesterday May 26, 1908. Explaining to The Times of India, the hospital chief elaborated that medical team from Lahore General Hospital were eventually unable to help Mirza from severe cholera disease that has caused his death. The hospital chief also denied allegations accused by Ahmadiyya followers that the medical team did not make enough efforts to help Mirza, since he was reported had already passed away when doctors and paramedics arrived to examine his condition.

    “When we arrived and examined Mirza Gulam Ahmed Sahib, we found out that he already passed away. We, therefore, could not do anything else except helping to clean his body from feces.” The hospital chief elaborated.

    Members of the family also explained that Mirza Ghulam Ahmed was seriously ill for several days that had forced him to commute from his bedroom to the toilet many times a day.
    Meanwhile, the Ministry of Health has announced serious warning to the residents concerning cholera epidemic threat which seems to have spread to many districts in India. Residents have been solicited to undergo TCD immunizations that are provided free of charge at any government hospital.

    Bukti scan dari koran ASLI The Times of India:

    Terjemahan dalam bahasa Indonesia (oleh Nabi Imitasi)

    Lahore – tgl 27 Mei 1908
    Rumah Sakit Lahore trelah memastikan wafatnya Mirza Ghulam Ahmad, pemimpin dan pendiri Jemaat Ahmadiyya, yang dilaporkan sakit serius selama beberapa minggu, dan akhrnya meninggal dunia kemarin tgl 26 Mei 1908. Menyatakan kepada surat kabar The Times of India, Kepala Rumah Sakit Lahore memaparkan secara panjang lebar bahwa tim medis dari Rumah Sakit Lahore pada akhirnya tidak mampu menolong Mirza dari penyakit kolera yang parah yang telah menyebabkan kematiannya. Pihak Kepala Rumah Sakit juga menyangkal tuduhan yang dilontarkan oleh para pengikut Ahmmadiyya bahwa pihak tim medis tidak berbuat cukup upaya untuk menolong Mirza, karena dia dilaporkan telah meninggal dunia ketika dokter dan paramedis tiba untuk memeriksa keadaannya.

    “Ketika kami tiba dan memeriksa Mirza Ghulam Ahmad Sahib, kami mendapati bahwa beliau sudah meninggal dunia. Oleh karena itu kami tidak bisa melakukan sesuatu apapun yang lain kecuali menolong untuk membersihkan tubuhnya dari kotoran tinja.” Demikian pihak Kepada Rumah Sakit menjelaskan.

    Pihak keluarga juga menerangkan bahwa Mirza Ghulam Ahmad menderitra sakit secara serius selama beberapa hari yang telah memaksanya untuk sering bolak balik dari kamar tidur ke WC setiap hari.

    Sementara itu, pihak Kementrian Kesehatan telah mengumumkan sebua peringatan serius kepada penduduk mengenai adanya ancaman wabah kolera yang kelihatannya sudah menyebar ke banyak daerah-daerah di India. Penduduk masih terus diminta dengan sangat untuk menjalani imunisasi TCD yang diberikan secara gratis di setiap rumah sakit pemerintah.
    _________________________

    Fitnah?

    Apakah mungkin 13 koran India seolah bernyanyi koor paduan suara memberitakan “FITNAH YANG SAMA” ?

    Ck…ck…ck…

    ♪♫ ♪♫ ♪♫ ♪♫

    Melihat fenomena itu “KangTakRela” [pendangdut penyebar MLM ajaran sesat Ahmadiyah, Pemegang kartu anggota Agama Ahmadiyah (AIMS) No.1981] berkomentar dengan lagunya sbb :

    (Raal)
    ♩♪♬♭ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 

    (Interlude)
    ♩♪♬♭ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 

    (Song)
    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Tak relaaa… tak relaaa……..
    … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Terkenaaaa kuutukaaaaaan….
    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫~|~♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Nanti kuuu mampus di daalam jambaaannn……

    ♪  ♫  ~|♫~|~♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    tralala tralaaalalalalaaaa…

    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Tak relaaa… tak relaaa…
    … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Maati caaara hinaaa….…
     ♪ ♫  ♫  ♪  ♫~|~♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Teeeewas diii WC berlumur Tinjaaaaa……

    ♪  ♫  ~|♫~|~♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    tralala tralalaaalalalalaaaa…
    ♪  ♫  ~|♫~|~♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♪  ♫  ~|♫~| ♪  ♫ 
    Oh biaaar nabi palsu yg mati terhinaaaa…

    (Medio Music)
    ♩♪♬♭ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    ♩♪♬♭ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 

    (Reff.)
    ♪  ♫  ~|♫~|~♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♪  ♫  
    Ku tak maaau mati hina dina
    ♪  ♫  ~|♫~|~♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♪  ♫ 
    Macam tewasnya nabi Mongoliaaa…
    ♪  ♫  ~|♫~|~♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♪  ♫  ~|♫~| ♪  ♫ 
    Ku ingin hidup penuh bahagia …
    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Tanpa kutukan Yang Maha Esa…..

    ♪  ♫  ~|♫~| ♪  ♫ 
    Oooohhhh…..…
    ♪  ♫  ~|♫~| ♪  ♫ 
    berlumur tinjaaaa….
    ♪  ♫  ~|♫~| ♪  ♫ ~|♫~| ♪ 
    Itulah akhir si mirzaaaaa….

  51. Tak Rela said

    38 Jemaat Ahmadiyah Cisurupan Bertobat Masuk Islam.
    Posted by K@barNet pada 31/03/2011

    18 Jemaat Ahmadiyah Cimahi Bertobat Masuk Islam
    Posted by K@barNet pada 31/03/2011

    Lagi, 15 Anggota Jemaat Ahmadiyah Masuk Islam
    Posted by K@barNet pada 24/03/2011

    Lagi, Satu Keluarga Jemaat Ahmadiyah Masuk Islam
    Posted by K@barNet pada 22/03/2011

    Lagi, 6 Jemaat Ahmadiyah Masuk Islam
    Posted by K@barNet pada 19/03/2011

    Lagi, 18 Jemaat Ahmadiyah Sukabumi Masuk Islam
    Posted by K@barNet pada 17/03/2011

    Lagi, 11 Anggota Jemaat Ahmadiyah Masuk Islam
    Posted by K@barNet pada 15/03/2011

    29 Anggota Ahmadiyah Tobat
    Posted by K@barNet pada 15/03/2011

    Lagi, 2 Jemaat Ahmadiyah Masuk Islam
    Posted by K@barNet pada 13/03/2011

    6 Pengikut Jemaat Ahmadiyah Masuk Islam
    Posted by K@barNet pada 10/03/2011

    Mantan Ahmadiyah: Kembali ke Islam, Hati Saya Plong
    Posted by K@barNet pada 15/03/2011

    Sumbar Resmi Larang Aktivitas Ahmadiyah
    Posted by K@barNet pada 28/03/2011

    Bupati Kerawang Larang Aktifitas Jemaat Ahmadiyah
    Posted by K@barNet pada 24/03/2011

    Gubernur Sumatra Barat Minta Presiden SBY Bubarkan Ahmadiyah
    Posted by K@barNet pada 20/03/2011

    Langkah TNI Membasmi Ahmadiyah
    Posted by K@barNet pada 16/03/2011

    Jemaat Ahmadiyah Diserang, Ratusan Kitab Dibakar
    Posted by K@barNet pada 14/03/2011

    Perumahan Kelompok Aliran Ahmadiyah Diserang
    Posted by K@barNet pada 12/03/2011

    JAI Jabar Tolak Khatib Jumat Non-Ahmadiyah
    Posted by K@barNet pada 11/03/2011

    Wali Kota Depok Resmi Larang Ahmadiyah
    Posted by K@barNet pada 10/03/2011

    MUI: Tak Ada Jalan Lain Kecuali Bubarkan Ahmadiyah
    Posted by K@barNet pada 09/03/2011

    Pangdam Siliwangi: Kita Duduki Saja Masjid Ahmadiyah
    Posted by K@barNet pada 09/03/2011

    Gubernur Banten Larang Seluruh Aktivitas Ahmadiyah
    Posted by K@barNet pada 04/03/2011

    Walikota Bogor Larang Aktivitas Jemaat Ahmadiyah
    Posted by K@barNet pada 04/03/2011

    Gubernur Jawa Barat Larang Aktivitas Ahmadiyah
    Posted by K@barNet pada 03/03/2011

    Jaksa Agung Dukung Perda Larangan Ahmadiyah
    Posted by K@barNet pada 02/03/2011

    PBNU Desak Pemerintah Tegas Bubarkan Ahmadiyah
    Posted by K@barNet pada 02/03/2011

    Pemerintah Siapkan Keppres Bubarkan Ahmadiyah
    Posted by K@barNet pada 02/03/2011

    Pemprov Kaltim Larang Ahmadiyah
    Posted by K@barNet pada 02/03/2011

    Gubernur Jatim Resmi Larang Aktivitas Ahmadiyah
    Posted by K@barNet pada 28/02/2011

    API Siap Gulingkan SBY Jika Tak Bubarkan Ahmadiyah
    Posted by K@barNet pada 26/02/2011

    Masyarakat Ternate Tolak Aliran Ahmadiyah
    Posted by K@barNet pada 23/02/2011

    Hasyim Muzadi Desak Pemerintah Bubarkan Ahmadiyah
    Posted by K@barNet pada 22/02/2011

    Aktivitas Ahmadiyah di Pandeglang Resmi Dilarang
    Posted by K@barNet pada 22/02/2011

    Membandel, Ahmadiyah Kota Palu Diperingatkan
    Posted by K@barNet pada 20/02/2011

    Banten akan Keluarkan Perda Larangan Ahmadiyah
    Posted by K@barNet pada 19/02/2011

    Ribuan Umat Islam Tuntut Pembubaran Ahmadiyah
    Posted by K@barNet pada 19/02/2011

    FPI Bersumpah, Akan Terus Berjuang Membubarkan Ahmadiyah Sampai Tetes Darah Terakhir !
    Posted by K@barNet pada 18/02/2011

    FPI: BUBARKAN AHMADIYAH atau REVOLUSI!!
    Posted by K@barNet pada 16/02/2011

    FUI: BUBARKAN AHMADIYAH, ATAU TURUNKAN SBY!!..
    Posted by K@barNet pada 10/02/2011

    Alim Ulama Desak Pemerintah Bubarkan Ahmadiyah
    Posted by K@barNet pada 09/02/2011

    ♪♫♪

    Melihat fenomena itu “KangTakRela” [pendangdut penyebar MLM ajaran sesat Ahmadiyah, Pemegang kartu anggota Agama Ahmadiyah (AIMS) No.1981] berkomentar dengan lagunya sbb :

    (Raal)
    ♩♪♬♭ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 

    (Interlude)
    ♩♪♬♭ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 

    (Song)
    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Tak relaaa… tak relaaa
    … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Engkau maaasuk Islaaamm…
     ♪ ♫  ♫  ♪  ♫~|~♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Karna diiirikuuu… tak daapat uaaaaang…

    ♪  ♫  ~|♫~|~♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    tralala tralaaalalalalaaaa…

    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Tak relaaa… tak relaaa…
    … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    kalau diiiiibubarkaaann…
     ♪ ♫  ♫  ♪  ♫~|~♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Nanti diiirikuuu…Tak daapat makaaaan…

    ♪  ♫  ~|♫~|~♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    tralala tralalaaalalalalaaaa…

    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Tak relaaa… tak relaaa…
    … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    kalau kuuuuu dilaraaaaaang…
     ♪ ♫  ♫  ♪  ♫~|~♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♫~|~♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Nanti khaaalifah…tak transfer uaaaaaanng…

    ♪  ♫  ~|♫~|~♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    tralala tralaalalalalaaaa…

    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Tak relaaa… tak relaaa…
    … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    kalau kuuuu diiiiibasmiiii…
     ♪ ♫  ♫  ♪  ♫~|~♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♪  ♫ 
    Makam Bihishty…siapa yg beliiiiiii… ???

    ♪  ♫  ~|♫~|~♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    tralala tralalaaalalalalaaa….

    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Tak relaaa… tak relaaa…
    … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Dilaraaaaaaang merekrut……
     ♪ ♫  ♫  ♪  ♫~|~♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Nanti khaaalifah terancam bangkruuut…

    ♪  ♫  ~|♫~|~♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    tralala tralalaaalalalalaaa….

    Medio Music)
    ♩♪♬♭ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    ♩♪♬♭ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 

    (Reff-1)
    ♪  ♫  ~|♫~|~♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♪  ♫  ~|♫~| ♪  ♫ 
    Oh beginilah nasib tinggal di Indonesiaaaa…
    ♪  ♫  ~|♫~|~♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♪  ♫  
    Oh konstitusi dan hukum sialan…
    ♪  ♫  ~|♫~|~♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♪  ♫  ~|♫~| ♪  ♫ 
    Mengapa melarang menista agaaamaaa…?
    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Bukankah tuhanku t’lah berkata…..
    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Aku dan rasulku pasti meeenaaang…
    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♫  ♪  ♫ 
    Namun apalah dayaaaaa si rasul palsuuuu…
    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Pastilah hancur jadi seriiibuuu…

    ♪  ♫  ~|♫~| ♪  ♫ 
    Oooohhhh nasiiib…
    ♪  ♫  ~|♫~| ♪  ♫ 
    Ohhhhhhhh nasiiiib….
    ♪  ♫  ~|♫~| ♪  ♫ ~|♫~| ♪ 
    Mengapa jadi begiiiniiii….

    Medio Music)
    ♩♪♬♭ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    ♩♪♬♭ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 

    (Reff-2)
    ♪  ♫  ~|♫~|~♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♪  ♫  
    Oh… konstitusi dan hukum negara…
    ♪  ♫  ~|♫~|~♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♪  ♫  ~|♫~| ♪  ♫ 
    Mengaapa larang menista agaaamaaa…???
    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Oh… PBB dan rakyat sedunia…
    ♪  ♫  ~|♫~|~♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♪  ♫  ~|♫~| ♪  ♫ 
    Mengapa larang menoda agaaamaaa…???

    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Bukankah nabi palsu t’lah bermetamorfosa…..
    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Dari Mongolia menjadi Persiaaaa….…
    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ ♫  ♪  ♫ 
    Tertulis semua di kitab Tadzkiraaaa….
    ♪ ♫  ♫  ♪  ♫  … ♪ ♫  ♫  ♪  ♫ 
    Dan juga Baraheen Ahmadiyaaaaa….

    ♪  ♫  ~|♫~| ♪  ♫ 
    Oooohhhh nasiiib…
    ♪  ♫  ~|♫~| ♪  ♫ 
    Ohhhhhhhh nasiiiib….
    ♪  ♫  ~|♫~| ♪  ♫ ~|♫~| ♪ 
    Mengapa jadi begiiiniiii….

  52. Nabi Palsu Tewas Berlumur Tinja said

    Quiz Ilmiah Ke-Ahmadiyah-An No.21

    // QUIZ ILMIAH Ke-Ahmadiyah-an, khusus untuk pemeluk Agama Ahmadiyah //

    // KESESATAN “MAHDI” / “NABI” PALSU MIRZA GHULAM AHMAD //

    //MUKADDIMAH//

    //TOPIK: TUHAN BERGENGSI//
    //Dalam banyak wahyu-wahyu palsu yang dikarangnya, “mahdi” / “nabi” palsu Mirza Ghulam Ahmad sering sekali membual menipu umat Islam India dengan maksud Mengangkat Derajat Dirinya dimata manusia, tapi dilakukan dengan cara “merendahkan derajat Allah SWT” sedemikian rupa sehingga Allah yang Khalik (Maha Pencipta) diturunkan derajatnya menjadi sama dan sejajar dengan Makhluk (ciptaan-Nya). //

    //Bagi umat Islam, Allah SWT adalah Dzat yang Maha Suci dan Maha Agung yang tidak sama dengan apapun. Tidak ada sesuatupun yang bisa dan boleh disamakan dengan Allah.//

    //Apalagi kebejatan “mahdi” / “nabi” palsu Mirza Ghulam Ahmad kali ini?// Demi untuk mengangkat pamornya dimata umat Islam India, kali ini dia mengarang sebuah wahyu palsu yang mengatakan bahwa dia (mirza ghulam ahmad) adalah MARTABAT/GENGSI ALLAH! Yakni Allah digambarkannya sama seperti manusia yang BUTUH akan martabat dan gengsi, dan yang menjadi martabat dan gengsi Allah adalah si “mahdi” / “nabi” palsu Mirza Ghulam Ahmad.//

    /

    // Pengikut nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad yang sejati, seharusnya memahami kitab kitab Agama Ahmadiyah. //

    // Maka kalau kalian betul betul pengikut setia nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad // coba sebutkan :

    // Didalam kitab apa, pada halaman berapa, dan pada tanggal berapa disebutkan peristiwa ”penurunan derajat Allah” oleh “mahdi” / “nabi” palsu Mirza Ghulam Ahmad seperti diuraikan pada Mukaddimah di atas, yaitu dengan mengarang sebuah wahyu palsu yang mengatakan bahwa dia (mirza ghulam ahmad) adalah MARTABAT/GENGSI ALLAH?! Yakni Allah digambarkannya sama seperti manusia yang BUTUH akan martabat dan gengsi, dan yang menjadi martabat dan gengsi Allah itu adalah dia si “mahdi” / “nabi” palsu Mirza Ghulam Ahmad.//

    //Selamat menjawab Quiz Ilmiah Ke-Ahmadiyah-an. Sampai jumpa pada Quiz-quiz Ilmiah berikutnya.//

  53. dedi said

    @unah

    Unah2, belajar bahasa ngga ya?
    Jawaban saya kan jelas, seperti postingan saya ttg pendapat Alm Buya Hamka, saya juga meyakini Nabi Isa AS telah wafat (titik). Tentang siapa Nabi Isa AS yang akan diutus nanti, bukan kepercayaan pokok Islam, itu adalah kepercayaan pokok agama Ahmadiyah.
    Mana sekarang wahyu2 MGA nya? Kok ngeles2 mulu. Takut???

  54. Sawios Ah said

    Nabi Imitasi berkata

    ####
    Apakah mungkin 13 koran India seolah bernyanyi koor paduan suara seperti di gereja memberitakan “FITNAH YANG SAMA” ?
    ####

    Jangankan 13 koran India, hampir seluruh ulama Islam se dunia pun bisa mengeluarkan fatwa “FITNAH YANG SAMA” yaitu “Ahmadiyah di luar Islam, sesat dan menyesatkan.” Padahal Jemaat Ahmadiyah adalah Islam Sejati. Orang-orang yang menanda-tangani fatwa tersebut sudah mendapatkan “rewards” dari Allah Yang Maha Perkasa.
    Anda tahu bagaimana nasib Zulfikar Ali Bhuto, Zia ul Haq, Idi Amin, Anwar Sadat dan Raja Afghanistan?

    Mereka itu sudah menentang perintah Allah dan Rasul-Nya, karena menentang HMG Ahmad (Imam Mahdi/Masih Mau’ud) as dan Jemaat Ahmadiyah, sehingga kematian mereka dan negeri yang mereka tinggalkan dihinakan-Nya. Sedangkan Jemaat Islam Internasional Ahmadiyah terus maju tersebar ke seluru penjuru dunia, dan untuk sementara sudah ada di 200 negara. Firman Allah berikut ini sungguh benar-benar terbukti:
    “Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka itu termasuk orang-orang yang SANGAT HINA. Allah telah menetapkan, ‘Aku dan rasul-rasul-Ku pasti akan menang. Sesungguhnya, Allah itu Maha Kuat, Maha Perkasa.” (QS Al Mujadalah 58:21-22).

  55. mana ada nabi mampus bodol di wc? kalo nabi palsu macam mirza gulam ahmad iya ‘kale.

  56. mana ada nabi mampus hina dina bodol di wc? kalo nabi palsu mirza gulam ahmad ya iya ‘kale.

  57. Sawios Ah said

    Dedi berkata

    “Tentang siapa Nabi Isa AS yang akan diutus nanti, bukan kepercayaan pokok Islam, itu adalah kepercayaan pokok agama Ahmadiyah.”

    –>> Saran saya, belajar dulu agama Islam yang benar dari Al Quran dan Hadits, lalu buatlah definisi Islam.

    Mayoritas umat Islam sedang menunggu-nunggu kedatangan Imam Mahdi dan Nabi Isa as dengan pemahaman yang berbeda-beda, karena sudah terpecah-belah menjadi 73 golongan. Menurut Rasulullah saw, dari 73 golongan umat Islam itu semuanya kena api, kecuali satu, dan masih menurut Rasulullah saw, yang satu golongan itu adalah yang mengikuti Sunnah Rasulullah saw dan Sunnah Khulafa-ur-Rasyiddin ra. Golongan mana yang satu itu? Lain tidak, yaitu yang memiliki pemahaman yang benar tentang kedatangan Imam Mahdi dan Nabi Isa as.
    Lihat KEBENARAN ILAHI, DALIL PAMUNGKAS yang tidak ada seorang pun dapat menjawab dan mematahkannya.

  58. Machfudz said

    Semua umat beragama (kecuali agama ahmadiah) sibuk beribadah.

    #UMAT AGAMA AHMADIAH SIBUK KESANA KEMARI MENJAJAKAN NABI PALSU MIRJA GOLAM AKHMAD#

    Kalo di desa2 mah mgkn msh bs laku. Soalnya orng desa msh lugu2 & awam ttg agama islam, jd mdh ditipu. Kalo dsni sih beraaaat.. netternya rata2 cerdas dn berpendidikan. Jadi mwnya yg asli… ga mw nabi falsuuu mati di kakus bobolokot tai.

  59. Machfudz said

    soal berita koran India, aduh mak… sampe sebegitunya MGA kena laknat Gusti Allah. kaga ada nabi beneran mati hina di kakus belepotan tainya sendiri. naudzubillah min dzalik

  60. Memang tepat istilah “sesat dan menyesatkan” bagi agama ahmadiah. Stlh membaca komentar2 muslimin di thread ini semakin terbongkar kesesatan agama ahmadiah, trm kasih admin Kabarnet dan slrh blogger muslim disini. Slmt berjihad menegakkan akidah Islam. Sorga Allah menantimu.

  61. Bung Admin, ijin copas komentar2 muslimin di thread ini dan link koran times of india dan bombay samacar utk materi dialog di blog saya. trm kasih.

  62. Yasmin said

    Nabi Palsu Tewas Berlumur Tinja berkata
    20/09/2011 pada 16:32

    QUIZ ILMIAH KE-AHMADIYAH-AN No.14

    // QUIZ ILMIAH khusus untuk pemeluk Agama Ahmadiyah //

    // Pengikut nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad yang sejati, seharusnya memahami kitab kitab karangan Mirza. //

    // Maka kalau kalian kaum pemeluk agama Ahmadiyah betul betul pengikut setia nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad // coba sebutkan:

    // Dalam kitab apa, pada halaman berapa, dan pada tanggal berapa nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad menyatakan bahwa DIRINYA (MIRZA GHULAM AHMAD) MENJELMA MENJADI ALLAH //

    > <

    Astaghfirullahaladzim. Ya Allah kuatkanlah iman umat Islam yg lugu yg tinggal di pedusunan dari penipuan dan penyesatan akidah oleh kaum sesat ahmadiyyah calon penghuni neraka-Mu. Amiiiin Ya Robbal Alamiiin.

  63. Anonymous said

    Assalamualaikum,

    SOAL KEALMAHDIAN DAN KEALMASIHAN

    Masalahnya kenabian, kealmasihan dan kealmahdian MGA dari India itu tidak didukung oleh fakta yang mencukupi di lapangan, selain keuangan dan kekuatan dari salah satu negara penjajah yang justru menjajah India saat itu. Inti dari misinya adalah melemahkan semangat membela (jihad) dari kaum muslimin India saat itu yang dianggap telah mengganggu proses penjajahan.

    Soal tujuannya kini kelihatannya telah diperluas lagi menjadi termasuk memupus harapan kaum muslim dalam menanti kemunculan :

    Imam Mahdi ->
    Banyak riwayat Islam mengatakan bahwa sang Imam Mahdi yang akan dimunculkan kelak akan bernama Muhammad bin Abdullah (sama seperti Rasulullah SAW). Ia adalah seorang pemuda dari kota Madinah yang kemudian hijrah ke kota Mekah. Di kota Mekah tersebut ia akan dibaiat oleh kaum muslimin di kota Mekah dan menerima tongkat kepemimpinan dari sekelompok pejuang tulen, yakni kaum Bani Tamim dari belahan dunia timur. Menurut riwayat, sang Imam ini munculkan kelak untuk satu tujuan mulia yang besar, yakni menegakkan Kalimatullah di berbagai bidang kehidupan, sehingga kebenaran dan keadilan yang hakiki, yang selama ini ditutup-tutupi sebagian pihak bisa ditegakkan setegak-tegaknya secara menyeluruh. Tentu saja aksi sang Imam Mahdi ini kelak diprediksi akan mendapat penentangan yang luar biasa dari kalangan tertentu. Siapakah kalangan itu ? Tentu saja tak lain adalah para penjahat dan pendusta agama. Mereka benci kebenaran dan keadilan yang hakiki karena dianggap tidak yang menyukseskan mereka.

    Isa AL-Masih ->
    Dalam firman-Nya di kitab suci Al-Quran surat An-Nisa ayat 157 Allah SWT mengisyaratkan bahwa Isa Al-Masih Ibnu Maryam tidaklah mati tersalib sebagaimana prasangka sebagian orang, melainkan tetap hidup karena telah diangkat (jiwa raganya seutuhnya) ke langit oleh Kekuasaan Allah saat peristiwa pengejaran oleh para pengejarnya. Sedangkan yang tertangkap diisyaratkan oleh Allah dalam surat An-Nisa ayat 159 adalah orang lain yang wajahnya telah diserupakan(dirubah dengan kekuasaan-Nya) menjadi mirip Nabi Isa alias Isa Al-Masih ibnu Maryam, sehingga orang yang diserupakan inilah yang nasibnya kemudian mati tertangkap dan tersalib oleh para pengejar Nabi Isa AS. Pada surat An-Nisa ayat 160 Allah SWT mengisyaratkan bahwa Isa Al-Masih ibnu Maryam alias Nabi Isa AS akan bersaksi pada hari kiamat nanti. Oleh karena setelah pengangkatan ini tidak petunjuk lain dari Ilahi tentang sepak terjang Nabi Isa AS, maka diyakini bahwa Sang Al-Masih belum diwafatkan oleh Allah SWT dengan maksud untuk diturunkan kembali kelak di hari Kiamat untuk menjadi saksi bagi pengikutnya. Menurut banyak riwayat, Nabi Isa AS akan diturunkan di sebuah menara putih sebuah masjid di sebelah Timur Damsyik/Damaskus (Irak). Hal pertama yang akan dilakukan oleh sang Nabi sebelum jaman Rasulullah SAW ini adalah shalat subuh bersama kaum muslimin di masjid tersebut dan menjadi makmumnya. Dan menurut riwayat itu pula sang Nabi Isa AS akan sholat persis dibelakang atau menjadi makmum sholat yang dipimpin langsung oleh Imam Mahdi yang telah dimunculkan lebih dahulu oleh Yang Maha Kuasa.

    Menurut riwayat, kedua tokoh besar ini juga kelak akan sempat hidup sejaman dan menumpas Dajjal yang sebelumnya dilepaskan dari kerangkeng besi yang membelenggunya sejak jaman Nabi Sulaiman AS. Ada yang mengaktakan bahwa dimunculkannya sang Dajjal adalah untuk menguji keimanan dan ketakwaan kaum muslimin. Jika kaum muslimin tidak tergiur dengan sorga yang ditawarkan oleh sang Dajjal yang tak lain sebenarnya adalah neraka, maka insya Allah kaum muslimin akan selamat dari azab Allah dan sebaliknya. Jadi Dajjal dengan kelebihan yang diberikan oleh Allah kepadanya akan memperlihatkan api yang panas sebagai air yang dingin dan sebaliknya dengan maksud untuk mengecoh keimanan kaum muslimin saat itu.

    Dengan misi besar kedua tokoh ini, maka tak heran jika berbagai upaya telah dijalankan oleh mereka yang tidak ingin kebenaran dan keadilan yang hakiki, yakni keadilan dan kebenaran yang sesuai dengan petunjuk Sang Maha Pencipta dalam kitab suci Al-Quran dan Hadist Nabi ini benar-2 ditegakkan karena dianggap akan mengancam hegemoni dan kejayaannya yang nyata-2 diperoleh dari kondisi yang penuh ketidakadilan dan ketidakbenaran. Untuk itu terjawab sudah mengapa fungsi kealmahdian dan kealmasihan begitu diperhatikan oleh sebagian kalangan hingga rela mengeluarkan kocek berapapun untuk menghilangkan semangat dan keimanan untuk meyakininya dalam benak setiap orang khususnya kaum muslim.

    Walahualam.

    Kebenaran dari isyarat-2 ini cepat atau lambat akan terjawab sendiri seiring dengan berjalannya waktu yang tidak bisa diulang lagi. Dalam kitab suci Al-Quran surat Al-Ash ayat 1-3, Allah SWT mengisyaratkan bahwa sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi, kecuali bagi mereka yang beriman, berbuat kebajikan dan selalu menasehati sesamanya dalam kebenaran dan kesabaran.

    Wassalam.

  64. Pemancing Ikan said

    Kata bijak :
    Jangan terpikat oleh umpan apapun yang dimasukan oleh pemancing yang tak jelas ke dalam kolam, karena bisa jadi merupakan jebakkan yang akan mencelakakan sang ikan.

    Gunakanlah kecerdasan dan keimanan, dengan keduanya insya Allah Sang Khalik selalu dekat dengan kita.

    Amin.

  65. dedi said

    @Pengikut Ahmadiyah
    Masih kukuh dengan Islam versi Ahmadiyahnya. Kalo mata hati sudah tertutup, hanya Allah lah yang bisa membukakannya. Kita hanya bisa mengingatkan saja.

    Lakum diinukum waliyadiin

  66. Sawios Ah said

    Anonymous berkata

    ==== Assalamualaikum,

    SOAL KEALMAHDIAN DAN KEALMASIHAN

    Masalahnya kenabian, kealmasihan dan kealmahdian MGA dari India itu tidak didukung oleh fakta yang mencukupi di lapangan,=====

    –>> Wa’alaykum salam wa rahmat Allah,

    Anda belum membaca KEBENARAN ILAHI, DALIL PAMUNGKAS yang ditulis oleh Sapu Jagat?
    Kalau belum, bacalah dengan seksama, lalu anda jawab, kalau bisa. Semuanya sudah terbukti berdasarkan ayat-ayat suci Al Quran, hadits-hadits shahih wal mutawatir, tanda-tanda falaq dan kenyataan-kenyataan di lapangan.

    Jika anda mengikuti pemahaman anda, anda akan frustasi karena menunggu-nunggu figur khayalan.

    wa salaam,
    Love for All, Hatred for None

  67. STER said

    Anggaplah saya pribadi tidak tahu persis kebenaran dalil yang anda anggap sebagai pamungkas karena belum dibantah oleh rekan muslim di diskusi ini. Tapi saya yakin bahwa rekan muslim yang komentar-2-nya sejak awal diskusi ini selalu menggunakan dasar-2 penafsiran Al-Quran dan Hadist Nabi yang benar dan ilmiah dibandingkan kubu anda bukan tanpa alasan belum menjawab sepenuhnya, melainkan karena memiliki alasan kuat. Seperti yang pernah diutarakan oleh Capedeh bahwa bagaimana suatu hadist mau dibantah jika hadistersebut tidak dikenal di kalangan umat Islam alias diragukan keabsahan atau keasliannya, atau karena isi dari hadistak dikenal itu aneh alias bertentangan dengan hadist-2 lain bahkan Al-Quran misalnya. Hasilnya ya lebih baik diabaikan saja lebih dahulu, karena takut salah bicara. SEtahu saya urusan mengungkapkan hadist apalagi penafsiran Al-Quran itu bukan persoalan main-main alias bisa menjerumuskan diri sendiri dan orang lain (berdosa) walaupun satu huruf sekalipun. Jadi sebaiknya anda tidak terburu-2 membanggakan diri dengan hadis pamungkas anda yang tak dikenal itu. JIka mau fair, gunakanlah hadist-2 yang sudah dikenal, apalagi yang sudah muntawatir dikalangan para ulama dan ahli sunah, sehingga sama-2 tidak ragu-2 dalam menggunakannya sebagai acuan.
    Misalkan saya ajukan hadist A sebagai dasar kebenaran untuk membantah argumen anda, sementara anda, bahkan para penonton yang menyaksikan diskusi kita juga tak mengenal sama sekali dasar argumen A yang saya ajukan. Hasilnya sudah bisa ditebak anda dan para penonton akan menganggap hadist A yang saya ajukan bisa dianggap lemah bahkan palsu, bukan ? Ini sekedar contoh. Yang paling penting di sini adalah jangan sampai hadist pamungkas anda bangga-2 kan itu justru suatu saat malah akan mempermalukan anda sendiri jika rekan-2 muslim sudah mempelajari dan siap membahasnya. Waspadalah !

  68. dedi said

    @Pengikut Ahmadiyah
    Jika rajin dikit bisa ketemu di:

    http://telagahikmah.org/id/index.php?option=com_content&task=view&id=236&Itemid=49

    Bisa dijelaskan apakah posis MGA sesuai dengan yg digambarkan sbb:

    1. Pernah menjadi Imam sholat pada saat Isa Turun.
    2. Terjadinya kesejahteraan pada setelah munculnya Imam Mahdi

    pada saat turunnya Isa sendiri (kembalinya Isa) :
    1. Isa mematahkan ajaran salib (Kristen)
    2. Membunuh babi
    dll

    Padahal yang dikatakan sebagai Imam Mahdi (MGA) sekarang sudah wafat. Realita yang ada sekarang :
    1. Masih ada ajaran salib
    2. Belum sejahtera
    dll

    Tapi dengan kedatangan MGA menurut saya adalah ujian bagi umat Islam sendiri. Karena (sekali lagi) yang namanya Iblis pastilah punya 1001 cara untuk menyesatkan. Kalau sasaran yang akan disesatkan adalah orang yang beriman pada Allah dan Rasullnya, maka pendekatan yang dipakai adalah dengan menyamarkan ajaran yang batil, sehingga seolah olah haq. tulah realita yang terjadi.

    Sebenarnya inti permasalahannya adalah ….orang ahmadi selalu menafsirkan Alquran dan hadits menurut kemauannya sendiri….

    Sekali lagi itu adalah ujian dari Allah untuk orang beriman.

  69. dedi said

    Salah satu contoh perbedaan Islam dan Ahmadiyah dalam Al Quran

    Terjemahan Umat Islam pada umumnya:

    dan karena ucapan mereka : “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, ‘Isa putra Maryam, Rasul Allah “, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak menyalibnya, tetapi orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang ‘Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah ‘Isa.

    Terjemahan Ahmadiyah:

    Dan akibat ujaran mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa Ibnu Maryam, Rasul Allah, “mereka mendapat hukuman itu “(tambahan dari Ahmadi), padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula “mematikannya diatas salib” (istilah yang lain dari menyalib dari Ahmadi), akan tetapi ia disamarkan kepada mereka “seperti telah mati di atas salib” (terjemahan yang lain dari arti kata sesungguhnya). Dan, sesungguhnya orang-orang yang berselisih dalam hal ini niscaya ada dalam keraguan tentang ini; mereka tidak mempunyai pengetahuan yang pasti tentang ini melainkan menuruti dugaan belaka; dan mereka tidak yakin telah membunuhnya.

    Silahkan simpulkan sendiri pembelokan arti “tidak disalib” dengan “mati diatas salib”

    Wallahualam,

  70. Sawios Ah said

    @ STER

    Kalau mau membahas Dalil Pamungkas, sebaiknya secara spesifik sehingga kita bisa diskusi dengan sehat.
    Tetapi, kalau membahasnya secara umum, apa yang dapat kita jelaskan. Seperti yang sudah saya sampaikan bahwa semua yang disampaikan dalam Dalil Pamungkas sudah terbukti berdasarkan ayat-ayat suci Al Quran, hadits-hadits shahih wal mutawatir, tanda-tanda falaq dan kenyataan-kenyataan di lapangan. Tinggal anda jawab, kalau ada yang tidak mengerti atau tidak dikenal, tanyakan. Mudah kan?

    @ Dedi

    Inti permasalahannya adalah anda tidak pernah membaca Al Quran dan hadits-hadits mutawatir secara intensif, sehingga pertanyaan-pertanyaan anda pun hanya berdasarkan pendapat orang lain, tanpa menuliskan nash/text ayat suci Al Quran dan hadits. Contohnya: (1) Anda tidak mau tahu bahwa ada hadits yang menyatakan bahwa Imam Mahdi dan Isa ibnu Maryam itu wujudnya hanya satu orang. (2) Anda tidak mau tahu bahwa kesejahteraan setelah kedatangan Imam Mahdi itu hanya berlaku bagi yang beriman saja. (3) Anda tidak mau mengerti bahwa arti memecah salib dan membunuh babi itu secara majasi (metaphorical).

    Kalau diskusi ini dilaksanakan secara beradab, maka akan produktif. Tetapi kalau tidak, hanya mengumbar fitnah, dusta, hujatan, cemoohan, pentakfiran dan semacamnya yang akan menjerumuskan kalian ke jurang dosa.

    The choice is yours.

  71. we are muslims said

    Menjawab Bukti Pengkafiran oleh Ahmadiyah

    @Nabi Imitasi

    Assalamu’alaikum

    Tanggapan sebelumnya @Nabi Imitasi :
    “1. Saya tidak pernah menulis kata2 seperti yang anda tuliskan atau simpulkan sendiri.
    2. Rujukan saya (scan halaman kitab sesat Tadzkirah) saya tampilkan apa adanya tanpa editing dan adalah self explanatory (menjelaskan substansinya sendiri apa adanya).
    3. Ayat pada wahyu palsu Tadzkirah yang saya jadikan rujukan tersebut memang merupakan BUKTI PENGKAFIRAN OLEH AHMADIYAH TERHADAP GUSDUR DAN SEMUA MUSLIM yang tidak mengikuti Nabi Palsu Mirza Ghulam Ahmad, dan tidak berbai’at dengan Nabi Palsu Mirza Ghulam Ahmad, dan tetap memusuhi Nabi Palsu Mirza Ghulam Ahmad.”

    ————————————————————————————————————————————————————–
    Jwb :

    Berikut adalah penjelasan dari kami mengenai sejauhmanakah seseorang dapat mengetahui orang masuk neraka atau tidak, yang antara lain anda simpulkan sebagai bukti pengkafiran :

    Ini merupakan sunnatullah bahwa pada zaman dimana keadaan sebelum seorang Rasul diutus, kebanyakan manusia pada saat itu sudah terjerumus dalam banyak kesalahan atau perbuatan dosa, dan kesalahan inilah yang bisa menjerumuskan orang ke dalam api neraka. Jadi manusia bisa masuk api neraka tidak selalu secara langsung dikarenakan penolakan terhadap seorang Rasul melainkan memang keadaan sebelumnya sudah seperti itu.

    Keadaan umum tersebut telah digambarkan dalam Al Qur’an sebagai berikut :

    “Keburukan telah merajalela di daratan dan di lautan” (QS Ar Rum 30 : 41)

    Banyak manusia yang berbuat kesalahan tapi sebenarnya ingin lepas dari kesalahan tersebut, tapi tidak ada Imam yang mampu memberi petunjuk agar dapat meraih keimanan sejati dan terlepas dari dosa, namun kemudian hal itu dibantah oleh Tuhan karena tepat pada waktunya Dia akan selalu mengirim para rasulNya untuk memperbaiki keadaan manusia.

    “(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ”(QS An Nisa 4 : 165)

    Jadi ayat “Keburukan telah merajalela di daratan dan di lautan” menggambarkan keadaan manusia secara umum akan kelalaian dan banyak pelanggaran yang telah dilakukan, walaupun mereka menyebut dirinya beragama Islam, Kristen, Yahudi, Budha dll. terlepas apakah saat itu sudah diutus seorang rasul atau tidak.
    Tapi Tuhan Maha Perkasa dan Bijaksana telah menetapkan bahwa apabila zaman sudah membutuhkan datangnya seorang penyembuh jiwa/rohani, maka Dia pasti akan mengirim UtusanNya.

    Mengenai apakah seseorang tertentu masuk neraka atau tidak hanya Allah-lah yang Maha Mengetahui karena Dia adalah Al Hakim. Sedangkan mengenai keadaan umum manusia sebagaimana digambarkan dalam ayat di atas (QS Ar Rum 30 : 41) maka ada sarana untuk bisa lebas dari jeratan dosa dan kesalahan tersebut yakni dengan mengikuti Imam Mahdi dan berbai’at kepada Imam Mahdi seperti tersirat dalam wahyu “Dia yang tidak mengikutimu dan tidak berbai’at denganmu”. Yakni untuk lepas dari keadaan manusia umumnya pada zaman ini manusia harus mengikuti Imam Mahdi dan berbai’at kepadanya supaya lepas dari keadaan seperti yang digambarkan “Keburukan telah merajalela di daratan dan di lautan”. Jadi di sini bukan masalah keingkaran secara langsung terhadap pemberi peringatan saat itu, melainkan barangsiapa yang tidak menyelamatkan dirinya besar kemungkinan terkena imbas pengaruh ‘kerusakan’ tadi karena tujuan dari bai’at adalah menjalin hubungan kembali dengan Allah Ta’ala dan melepaskan diri dari dosa dengan bantuan Ilahi.

    Hal lainnya adalah point “dan tetap memusuhimu” dalam hal ini jelas tidak ada keraguan akan adanya pengingkaran secara langsung karena kesalahan yang melatarbelakanginya baru muncul setelah seorang pemberi peringatan datang. Jadi untuk orang yang tetap memusuhi, tidak berhenti atau tidak ada niat untuk berhenti memusuhi maka hal ini adalah keadaan yang khusus dan pasti akan ditakdirkan masuk neraka. Jadi perlawanan atau permusuhan tersebut jelas setali tiga uang dengan pengingkaran terhadap pemberi peringatan.

    Para penentang hanya bisa selamat dari api neraka apabila berhenti dari sikap permusuhan tersebut serta menyesalinya, kemudian alangkah baiknya setelah berhenti dari sikap permusuhan yang mengundang kemurkaan Tuhan , dikarenakan tidak ada jaminan yang bersangkutan bebas dari berbuat kesalahan karena ketidak tahuan, akibat kelemahan diri, pengaruh tidak-baik dari lingkungan, pengaruh zaman dsb. (hanya Dia-lah Ahkamul Haakimiin), maka bai’at di tangan Imam Zaman adalah langkah selanjutnya menuju keselamatan dunia dan akhirat.

    Mengenai Almarhum Gus Dur beliau semasa hidupnya tidak pernah memperlihatkan sifat permusuhan terhadap Jemaat Ahmadiyah yang setali tida uang dengan pengingkaran. Jika anda sendiri memaksakan tuduhan menurut Ahmadiyah (na’udzubillah) Gus Dur masuk neraka, dilain pihak anggapan itu hanya “pasti” bagi orang yang “tidak berhenti memusuhi Ahmadiyah” sedangkan Gus Dur marhum sekali lagi tidak pernah memusuhi Jema’at Ahmadiyah maka bantahan mengingkari yang-pasti-masuk-neraka dalam arti memusuhi adalah sudah jelas.

    Demikian, semoga Allah Ta’ala membalas amal-amal kebaikan almarhum dengan ganjaran yang sebaik-baiknya.

    Wassalam,

  72. Sawios Ah said

    @ Dedi

    Silahkan simpulkan sendiri pembelokan arti “tidak disalib” dengan “mati diatas salib”

    –>> Ini bukan pembelokan arti, tetapi pelurusan arti.

    “Wamaa sholabuhu” dalam ayat tersebut bukan berarti bahwa orang-orang Yahudi sama sekali tidak menyalibkan Nabi Isa as, karena yang sebenarnya adalah mereka menyalibkan Nabi Isa as namun tidak sampai mati.Kita lihat di dalam Kamus Al Munjid: “Sholabal ‘idhooma istkhroja wad kahaa” yang artinya “Ia menyalib tulang-tulang, hingga mengeluarkan sumsumnya.” Sedangkan dalam peristiwa penyaliban, Nabi Isa as tidak dipatahkan tulang-tulangnya.

    Selanjutnya, kata “Syubbiha lahum” yang artinya “disamarkan atas mereka” bukan berarti Nabi Isa as itu disamarkan/diganti dengan orang lain yang mirip, tetapi disamarkan seolah-olah Nabi Isa as mati di atas kayu salib. Padahal sesungguhnya beliau hanya pingsan saja atau mati suri atau koma.

    Kata “rafa’a” bukan berarti jasad Nabi Isa as diangkat ke langit, tetapi derajat Nabi Isa as diangkat di sisi Allah dari fitnahan-fitnahan orang-orang Yahudi. Dalam setiap shalat, di antara dua sujud kita diajarkan untuk berdoa “warfa’ni” artinya “dan angkat lah aku”, apakah maksudnya kita mohon agar Allah mengangkat jasad kita ke langit? Tentu tidak, yang benar adalah kita berdoa memohon kepada Allah agar harkat derajat kita diangkat kepada posisi yang mulia di sisi-Nya.

    Semoga anga dapat memahami.

  73. dedi said

    @Pengikut Ahmadiyah
    Ini baru yang jelas2 kalian belokkan pengertiannya belum lagi yang lain2. Ditambah lagi wahyu2 MGA yang bertentangan dengan Al Quran, yang orang Ahmadiyah pun belum pernah membacanya, alias disembunyikan oleh pemimpin2/ulamanya. Itu yang kalian anggap fitnah2 dari yang ghairnya kalian, padahal sebagian ghairnya itu banyak yang mantan2 Ahmadiyah juga.
    Silakan buka2 lagi buku2 Ahmadiyahnya, dan juga buka hati kalian dengan membacanya.
    Kita tunggu pertobatannya dari Ahmadiyah kembali ke Islam. Aamiiin yaa rabbal alamin.

  74. Hidayat said

    @Dedi
    Amin. Tapi berat. Ibarat orang sakit sudah sangat parah dan tinggal menunggu ajal menjemput.

    Lebih mudah mengislamkan Ariel Sharon dan Hillary Clinton!

  75. dedi said

    @ Pengikut Ahmadiyah
    Merujuk pada ayat:
    “Ketika Allah berkata: “Hai Isa ! Sesungguhnya Aku akan mewafatkanmu dan akan mengangkat kamu kepadaKu serta akan membersihkan kamu dari mereka yang kafir…”
    (Qs. ali-Imran 3:55)

    Para mufassir berbeda pendapat mengenai ayat diatas. Perbedaan tersebut berawal dari penterjemahan ayat “Tawaffa” (mewafatkanmu). Makna dari “Tawaffa” adalah “Imatah” (mematikan), dan kematian itu telah terjadi sebelum Isa diangkat.

    Kata “Tawaffa” tidak menunjukkan waktu tertentu dan juga tidak menunjukkan bahwa kematian itu telah berlalu, namun Allah Swt mewafatkannya kapan saja. Yang jelas tidak ada dalil bahwa waktunya telah berlalu.

    Mengenai bersambungnya kata “Mutawafika” dengan kata “Warofi’uka” tetap tidak menunjukkan satu hubungan yang sifatnya berurutan. Para ahli bahasa berpendapat bahwa kata sambung /wau/ itu tidak memberi faedah urutan waktu dan tidak pula Jama’ (mengumpulkan) akan tetapi memberi faedah Tasyrik (keikutsertaan).

    Hal ini bisa kita lihat dalam firman Allah yang menyatakan penciptaan langit dan bumi, terdapat beberapa ayat yang menyebutkan penciptaan bumi lebih dahulu seperti dalam Surah Al Baqarah 29 dan surah Thaha 4. Akan tetapi terdapat lebih banyak ayat2 dimana langit-langit disebutkan sebelum bumi (Surah Al A’raaf 54, Surah Yunus 3, Surah Hud 7, Surah Al Furqaan 59, Surah As-sajadah 4, Surah Qaf 38, Surah Al Hadied 4, Surah An-Naazi’aat 27 dan Surah As Syams 5 s/d 10).

    Jika kita tinggalkan surah An-Naazi’aat, tak ada suatu paragrafpun dalam Al Quran yang menunjukkan urutan penciptaan secara formal.

    Ditinjau secara langsung kedalam bahasa arab yang terdapat hanya huruf /Wa/ yang artinya “dan” serta fungsinya menghubungkan dua kalimat. Terdapat juga kata “tsumma” yang berarti “disamping itu” atau “kemudian dari pada itu”. Maka kata tersebut dapat mengandung arti urut-urutan. Yaitu urutan kejadian atau urutan dalam pemikiran manusia tentang kejadian yang dihadapi. Tetapi kata tersebut dapat juga berarti menyebutkan beberapa kejadian-kejadian tetapi tidak memerlukan arti urutan-urutan.

    Bertolak dari sini, maka ayat yang berbunyi :
    Izqolallahu ya’Isa Inni mutawaffika warofi’uka, Artinya adalah
    “Ketika Allah berkata: “Wahai ‘Isa ! Sesungguhnya Aku akan mewafatkanmu dan akan mengangkat kamu kepadaKu,

    Bisa juga bermakna demikian :
    Izqolallahu ya’Isa Inni rofi’uka illa wamutawaffika, yang artinya menjadi
    Ketika Allah berkata: “Hai ‘Isa ! Sesungguhnya Akulah yang mengangkatmu kepadaKu dan yang mewafatkanmu.

    Selain itu dari kalangan Islam Sunni juga ada pendapat yang mengatakan bahwa kata “Mutawafa” adalah mati dalam arti tidur untuk diangkat kelangit, sehingga ayat tersebut bermaknakan “Inni munimuka warofi’uka Illa” (Sesungguhnya Aku menidurkanmu dan mengangkatmu kepadaKu)

    Hal ini juga berdasarkan dalil bahwa didalam AlQur’an juga terdapat pemutlakan kata wafat untuk makna tidur, seperti dalam firman Allah

    “Wahualladzi yatawaffakum billayli waya’lamuma jarohtum binnahari
    Dan Dialah yang memegang/menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari”. (Qs. 6:60)

    “Allah memegang jiwa-jiwa ketika matinya dan jiwa yang belum mati di waktu tidurnya; lalu ditahanNya jiwa yang telah ditetapkan kematiannya dan dilepaskanNya yang lain sampai satu masa yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (Qs. 39:42)

    Rasulullah ketika bangun tidur mengucapkan: Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah Dia Mematikan kami (artinya, membangunkan kami setelah menidurkan kami) dan hanya kepada Dia saja tempat kembali. (Hr. Bukhari)

    Didalam kitab dan sunnah dibenarkan memutlakkan kata wafat untuk tidur. Jika demikian bisa jadi diangkatnya Nabi Isa putra Maryam itu dalam keadaan tidur sebagaimana dikatakan oleh Al Hasan Basri.

    Penafsiran lainnya lagi dari kalangan Sunni, datang dari Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Qatadah bahwa ia berkata: Ini termasuk masalah muqaddam dan muakhkhor atau mendahulukan kata yang datang belakangan dan mengakhirkan kata yang datang lebih dahulu.

    Jadi firman Allah tentang wafatnya Isa itu bisa diartikan menjadi :

    Rofi’uka wamutawaffika, Kami mengangkatmu dan mewafatkanmu

    Dia mengangkatmu (kelangit) lalu menurunkanmu (kedunia) dan mematikanmu sebelum hari kiamat, agar kamu menjadi salah satu tanda hari kiamat tiba.

    Itu adalah pendapat Al Farra’ dan Al Zujaj.
    Jadi faedah menjadikan Isa putra Maryam sebagai tanda hari kiamat sebagai pemberitahuan bahwasanya diangkatnya Isa kelangit itu tidaklah menghalangi kematiannya.

    Selanjutnya penafsiran lain, kata “Mutawwafa” adalah isim fail (nomina verbal) dari kata kerja “Tawaffahu”, sehingga dapat diartikan “Jika ia menggenggamnya dan menghimpunnya kepadanya”.

    Ibnu Qutaibah menafsirkan dalam kitab Gharibil Qur’an bahwa menggenggamnya dari bumi tanpa harus mematikan. Imam Ibnu Jarir Ath Thabari berkata: Kita sudah ketahui bahwa jika Allah mematikannya, maka tidak mungkin ia mematikannya sekali lagi lalu mengumpulkannya menjadi dua mayat

    Sehingga penafsiran ayat itu menjadi :

    Wahai Isa, sesungguhnya Akulah yang menggenggammu dari bumi dan yang mengangkatmu kepadaKu serta yang mensucikanmu dari orang-orang kafir yang mengingkari kenabianmu.

    Syaikh Muhammad Jamil Zainu, seorang ulama Mekkah dan merupakan staff pengajar di Daarul Hadis Al Khairyah Mekkah mengatakan bahwa semua penafsiran tersebut adalah shahih, namun ia sendiri lebih condong kepada penafsiran yang terakhir, yaitu Yang menggenggam diri Isa dalam keadaan hidup didunia, bukan dalam keadaan mati dan juga bukan dalam keadaan tidur.

    Sementara ayat : Inni mutawaffika warofi’uka Illa merupakan penjelasan tentang cara wafatnya.

    Satu ayat lain yang menjadi perdebatan seru para ulama didalam Islam dan mengundang pula ikut campurnya kaum-kaum diluar Islam didalam menafsirkannya adalah :

    “Wa Immin ahlil kitabi ‘ilal layu’minannabih; Qobla mauti wayau mal qiyamah yakunu ‘alaihim sahida
    Dan tidak ada dari Ahli Kitab yang tidak beriman kepadanya sebelum matinya. Dan pada hari kiamat dia akan menjadi saksi terhadap mereka”. (QS. an-Nisaa’ 4:159)

    Kata “Qobla Mauti” (sebelum matinya) pada ayat diatas, itu bisa kita terjemahkan juga sebelum kematian Nabi ‘Isa Almasih pada akhir jaman nanti.

    Tentu akan timbul pertanyaan: kenapa demikian ?
    Baiklah, bukankah pada pembahasan ayat 157 dan 158 dari surah an-Nisaa’, sudah dijelaskan bahwa Nabi ‘Isa tidaklah mati dibunuh dan tidak juga disalib oleh orang-orang Yahudi dan Romawi itu, melainkan diangkat kepada-Nya.

    Sekarang, kemanakah ‘Isa al-Masih ini diangkat oleh Allah ?
    Adakah beliau diangkat kelangit dan duduk bersanding dengan Allah seperti pemahaman umat Nasrani serta seperti kebanyakan pemahaman Islam ?
    Atau pula diangkat derajatnya dan diperintahkan Allah kepada al-Masih itu mengembara untuk mencari suku-suku yang hilang dari Bani Israil ditempat lain sebagaimana pemahaman beberapa golongan didalam Islam ?

    Dari beberapa Hadist yang Shahih, kita dapati satu pernyataan bahwa Nabi ‘Isa akan kembali turun pada saat dunia menjelang kiamat nanti, dikatakan bahwa pada saat itu beliau akan mematahkan palang salib, membunuh babi serta mengadakan perlawanan terhadap Dajjal yang mengaku-aku dirinya sebagai Tuhan.

    Banyak sekali pendapat para ulama dan ahli tafsir mengemukakan pendapat mereka berkenaan dengan masalah ini, baik itu mereka yang mengatakan bahwa ‘Isa al-Masih akan turun kebumi secara nyata dari pengangkatannya kelangit pada peristiwa Golgotta hingga mereka yang menganggap bahwa peristiwa turunnya Isa Almasih didalam Hadist tersebut tidak terjadi secara kongkret alias kiasan saja.

    Namun terlepas dari seluruh penafsiran dan pendapat manusia diatas, al-Qur’an secara jelas menceritakan bahwa Nabi ‘Isa al-Masih dan Maryam ibu kandungnya ini telah diselamatkan Allah kesatu tempat yang aman dan bagus, sebagaimana firman Allah berikut ini :

    “Waja’alna ‘ibna maryama wa’ummahu; ayataw wa awayna huma ila robwatin zati qororiwwama’in
    Kami jadikan putra Maryam dan ibunya satu bukti yang nyata dan Kami melindungi keduanya ditempat tinggi yang rata dan bermata air”. (Qs. 23:50)

    Tentunya kita tidak bisa berkutat didalam pemahaman lama yang mungkin saja bisa salah, akan tetapi demi objektivitas, mari sekarang kita coba untuk mengikuti dahulu pendapat dari sebagian kaum Islam yang menyatakan bahwa ‘Isa al-Masih masih hidup dilangit saat ini dengan kajian yang berdasar pada ilmu pengetahuan Modern.

    Tidak mungkinkah yang dimaksud dengan tempat tinggi yang rata itu sebagai suatu dimensi tertinggi yaitu energi dimana semua urusan tempat (ruang – di bumi atau langit – alam semesta raya), jarak dan apalagi waktu tidaklah ada artinya alias datar. Sehingga biarpun Nabi Isa tetap hidup sampai menjelang kiamat tidak ada pengaruhnya terhadap beliau karena waktu hanya berpengaruh bagi kita di dimensi tiga ini sehingga jarak waktu satu jam saja terasa lama sedang mungkin bagi Rasulullah Muhammad Saw, Jibril dan Nabi Isa Almasih perjalanan waktu itu amatlah singkat !
    Masalah kemudian Nabi ‘Isa al-Masih ‘diturunkan’ kembali ke dimensi manusia adalah ‘campur tangan’ yang sangat mudah bagi Allah yang tentu berada dalam tingkatan diatas semua dimensi ! Semudah manusia ‘campur tangan’ terhadap gambar bidang (dimensi dua) yang kita hapus menjadi titik (dimensi satu). Dan kita (manusia) tidak akan terpengaruh apapun yang terjadi dalam gambar bidang tersebut.

    “Dan tatkala ‘Isa putra Maryam berkata: hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah Rasul Allah kepada kamu, membenarkan Taurat yang turun sebelumku dan memberikan kabar gembira mengenai seorang Rasul sesudahku yang namanya Ahmad.” (QS. ash-Shaff 61:6)
    “Demi dzat yang jiwaku dalam genggaman kekuasaan-Nya, niscayalah sudah amat dekat sekali saat turunnya ‘Isa putera Maryam dikalangan engkau semua …”
    (Hr. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

    Dalam keterangan-keterangan diatas bisa kita ambil satu kesimpulan bahwa baik Isa al-Masih anak Maryam didalam berkata alQur’an surah 61:6 maupun Rasulullah Saw sendiri pada hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim telah menggunakan perhitungan waktu luar bumi atau waktunya Allah Swt didalam menjelaskan kedatangan masing-masing.

    Kita semua tahu bahwa Rasul Ahmad itu sendiri baru tiba atau dilahirkan sekitar 6 abad setelah kepergian Isa Almasih, yaitu pada 12 Rabi’ul awal tahun gajah bertepatan dengan bulan Agustus 570 Masehi dikota Mekkah Almukarromah dari keturunan Nabi Ismail putra pertama Nabi Ibrahim as.

    Sebegitu lama jarak mereka berdua tersebut, meskipun Isa berkata bahwa setelah kepergiannya akan dilahirkan sang Rasul, namun kenyataannya tidak terjadi begitu saja, dengan kata lain tidak terjadi dalam jangka pendek hitungan manusia, tetapi mempergunakan hitungan luar bumi atau hitungan perjalanan malaikat, dimana 1 harinya malaikat = 50 ribu tahun manusia (QS. 70:4) atau malah juga mempergunakan waktunya Allah, bahwa 1 hari Allah adalah 1000 tahun manusia (QS. 22:47)

    Bertolak dari sini pulalah, tentunya nubuatan Nabi Saw akan turunnya kembali ‘Isa al-Masih untuk kedua kalinya sebagaimana yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim belumlah terjadi dalam jangka pendek hitungan manusia, namun akan terjadi nanti, menjelang kiamat yang waktu pastinya hanyalah Allah Swt yang tahu.

    “Dan tidak ada dari Ahli Kitab yang tidak beriman kepadanya sebelum matinya. Dan pada hari kiamat dia akan menjadi saksi terhadap mereka”. (Qs. 4:159)

    Pada ayat diatas Allah sudah menggambarkan, bahwa tidak akan ada seorangpun dari Ahli kitab, yaitu orang-orang Kristen, Yahudi dan berbagai umat lainnya yang pernah didatangkan Rasul dan petunjuk-Nya /kitab/ kepada mereka oleh Allah akan berbalik mengimani kenabian ‘Isa al-Masih yang turun untuk kedua kalinya tetapi dengan misi universal sebagai pengikut ajaran Muhammad Saw dan meluruskan penyimpangan terhadap ajaran yang dulu dia bawa kepada umatnya, bangsa Yahudi menjelang kiamat kelak sebagai bukti dari janji Allah pada surah 9:33

    “Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya”. (Qs. 9:33)

    Surah 4:159 diatas itu menurut ulama-ulama Islam ini belumlah terbukti, karena sebagaimana yang kita ketahui bahwa pada saat ‘mangkat’ atau kepergian Nabi ‘Isa putera Maryam, umatnya sebagai ahli kitab dari jaman Musa hingga pada Injil yang ia emban tidak semuanya mengimaninya bahkan dia sendiri nyaris terbunuh dan disalibkan jika saja tidak datang pertolongan Allah yang Maha Perkasa dan Bijaksana.

    Hal ini sekaligus bisa membantah akan dakwah kenabian Mirza Ghulam Ahmad yang mengaku-aku sebagai titisan Nabi Isa dan titisan semua Nabi termasuk Rasulullah Muhammad Saw, dengan melihat kenyataan, jangankan para ahli kitab akan berbalik menjadi beriman kepada Mirza Ghulam Ahmad sebelum kematiannya, bahkan setelah kematian Mirza Ghulam Ahmad ini semakin banyak saja ahli kitab, padahal menurut ayat 4:159 itu sendiri bahwa sebelum kematian Nabi ‘Isa yang sebenarnya, semua ahli kitab akan beriman kepadanya yang juga merupakan refleksi dari Hadist Rasul yang mengatakan bahwa pada saat turunnya nanti, Isa al-Masih akan menghancurkan palang salib.

    Dan jika al-Masih Isa putera Maryam memang masih hidup dan akan turun kembali dalam bentuk dan jasad aslinya, sekarang timbul lagi pertanyaan bahwa berarti Muhammad bukan Nabi terakhir, lantas bagaimana dengan konsep Muhammad Saw sebagai Khataman Nabiyyin ?

    Jawabannya adalah :

    Secara urutan, Muhammad Saw lah Nabi terakhir yang diangkat.
    Isa al-Masih putera Maryam adalah Nabi sebelum Muhammad Saw, jadi “surat pengangkatannya” umurnya lebih tua dari Muhammad Saw. Pun pada saat beliau datang kembali, beliau tidak akan membawa ajaran-akidah baru.

  76. dedi said

    @pengikut Ahmadiyah
    “Jika anda mengikuti pemahaman anda, anda akan frustasi karena menunggu-nunggu figur khayalan.”

    Kami menunggu kematian sambil beribadah dan beramal sesuai tuntunan Nabi SAW, sedangkan kalian sama posisinya tapi dengan beriman pada MGA sebagai “Nabi Isa”, “Imam Mahdi”, dsb.

    Maka cocoklah dengan kutipan Al-Quran surat Al-Ashr ayat 1-3, Allah SWT mengisyaratkan bahwa sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi, kecuali bagi mereka yang beriman, berbuat kebajikan dan selalu menasehati sesamanya dalam kebenaran dan kesabaran.

    Lakum diinukum waliyadiin

  77. unah said

    Dari sekian banyak komentar yang belakangan ini muncul tidak ada satu pun yang berani mengupas tuntas tentang Allah Ta’ala yang Maha Berbicara. Hampir semuanya menambahkan komentar-komentar bersifat pembusukan terhadap pribadi Hadhrat Ahmad (as) setelah mendapatkan hasil scan secarik kertas yang dianggap berita asli dari Nabi Imitasi.

    Berikut saya cuplikan tulisan dari saksi mata yang melihat langsung kewafatan beliau (as). Penulis adalah anak kandung Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (as).

    Hazrat Ahmad as. sering terserang penyakit diare, dan kali ini setelah tiba di Lahore penyakit ini menyerang dengan lebih hebat lagi. Orang-orang tidak henti-hentinya datang menjumpai beliau, sehingga beliau tidak dapat waktu yang cukup untuk istirahat. dalam keadaan sakit demikian beliau as. menerima sebuah ilham :

    Waktu berangkat telah tiba, lalu waktu untuk berangkat telah tiba2

    Ilham ini menimbulkan kekhawatiran pada banyak orang. Lalu datang pula sebuah berita dari Qadian bahwa seorang Ahmadi mukhlis disana telah wafat. Sebagian orang mulai menganggap bahwa ilham tersebut berkenaan dengan Ahmadi yang telah wafat itu. Tetapi Hazrat Ahmad as. menjelaskan bahwa ilham itu adalah tentang seseorang yang terkemuka dalam Jemaat Ahmadiyah, dan bukan tentang orang yang telah wafat tersebut.

    Karena perasaan yang ditimbulkan oleh ilham itu, Hazrat Ummul Mu’minin mengajak Hazrat Ahmad as. pulang ke Qadian. Hazrat Ahmad as. menjawab :

    “Sekarang saya tidak kuasa lagi untuk pulang, dan jika Allah mau membawa nanti, saya dapat juga sampai ke Qadian.”

    Meski pun beliau telah menerima ilham itu dan dalam keadaan sakit, Hazrat Ahmad as. tetap saja sibuk dalam pekerjaan beliau. Dalam keadaan sakit itu beliau merencanakan sebuah pidato untuk menimbulkan kecintaan dan perdamaian antara Hindu dan Muslim. Hazrat Ahmad as. mulai menulis pidato tersebut, yang diberi nama Peygham-e-Suluh yang artiinya : Himbauan ke Arah Perdamaian.

    Pekerjaan ini semakin melemahkan tubuh belaiu as. dan penyakit buang-buang air pun bertambah parah. Sebelum karangan pidato tersebut selesai, pada malam hari itu Hazrat Ahnad as. mendapat ilham dalam bahasa Farsi :

    Janganlah menyandarkan diri pada umur yang tidak kekal3

    Hazrat Ahmad as. menyampaikan ilham ini kepada anggota keluarga beliau, dan menerangkan bahwa, “Ilham ini adalah tentang diri saya.”

    Keesokan harinya naskah pidato itu telah selesai dan diserahkan untuk dicetak. Setelah itu pada waktu malam, penyakit Hazrat Ahmad as. semakin parah dan sangat melemahkan tubuh beliau. Hazrat Ummul Mu’minin bangun dan terkejut melihat keadaan beliau as. yang sudah benar-benar lemah, lalu menanyakan kenapa. Hazrat Ahmad as. menjawab, “Sekarang saat kewafatan saya sudah tiba.”

    Kemudian beliau as. buang air lagi, dan kondisi beliau menjadi sangat lemah. Beliau memerintahkan agar memanggil Hazrat Mlv. Nuruddin ra. (tabib yang ahli dan seorang Ahmadi Mukhlis). Kemudian beliau as. meminta agar membangunkan Mahmud (penulis buku ini) dan Mir sahib (mertua beliau as.)

    Tempat tidur saya tidak jauh dari tempat tidur beliau as.. Saya pun bangun dan melihat keadaaan beliau yang sangat gelisah. Para dokter telah datang, dan mulai mengobati beliau. Tetapi obat-obat itu tidak dapat menolong. Akhirnya beberapa obat diberikan melalui suntikan, dan beliau pun dapat tertidur. Pada waktu Subuh, Hazrat Ahmad as. terbangun dari tidur, dan melaksanakan shalat Subuh. Suara beliau as serak, sehingga sulit berbicara. Kemudian beliau meminta pena dan tinta untuk menulis sesuatu, tetapi karena terlalu lemah, Beliau tidak mempu memegang pena lagi dan tidak dapat menulis. beliau pun merebahkan diri di atas tempat tidur. Tidak lama kemudian tampak beliau as. seperti tertidur.

    Pada tanggal 26 Mei 1908, pukul 10:30 pagi Hazrat Ahmad as. Telah mengkhidmati agama-Nya. Innaa lillahi wa innaa illayhi roji’uwn.

    Sewaktu sakit, hanya satu perkataan yang selalu beliau ucapkan, yaitu “Allah”.

    Kabar tentang kewafatan Hazrat Ahmad as. dengan cepat tersebar keseluruh Lahore. Jemaat Ahmadiyah di tempat-tempat lain -pun diberitahukan dengan telegram pada petang hari itu dan esok harinya, surat-surat kabar diseluruh India memuat berita tentang kewafatan beliau as..

    Selama hidup, Hazrat Ahmad as. senantiasa bersikap halus dan sopan terhadap musuh-musuh beliau. Akan tetapi ketika beliau as. wafat, para musuh beliau memperlihatkan kebencian dan dendam mereka, dengan melakukan berbagai macam perbuatan yang hina.

    Setengah jam setelah kewafatan beliau as., sebuah rombongan besar orang-orang yang tidak senang terhadap beliau as. telah berkumpul didepan rumah tempat tinggal beliau di Lahore. Mereka berteriak dan bersorak-sorak, serta melakukan berbagai macam tindakan yang menampakan kekotoran batin mereka.

    Jemaat Hazrat Ahmad as. sangat mencintai beliau. Mereka menyaksikan jenazah beliau di hadapan mereka. Namun karena kecintaan yang tinggi, mereka hampir tidak sudi menerima kenyataan bahwasanya beliau as. telah wafat, berpisah dari mereka untuk selama-lamanya. Murid-murid Nabi Isa Israili dahulu sangat heran melihat Nabi Isa as. masih tetap hidup setelah disalib. Tetapi murid-murid Masih Mau’ud as. yang sekarang justru sangat heran melihat beliau as. telah wafat. Seribu tiga ratus tahun sebelumnya, ketika Junjungan Yang Mulia Nabi Muhammad saw. — Khaataman Nabiyyin, penghulu sekalian Nabi — telah wafat, seorang penyair Muslim pernah mengungkapkan perasaan hatinya sebagai berikut:

    Engkau lah biji mataku,

    kewafatanmu telah menghilangkan penglihatanku;

    kini setelahmu, siapa pun yang meninggal aku tidak perduli,

    sebab hanya kewafatnmu lah yang daku risaukan.

    Kini setelah 1300 tahun, kita menyaksikan lagi keadaan semacam itu atas wafatnya Hazrat Ahmd as. — seorang murid Junjungan Yang Mulia Nabi Muhammad saw. Orang-orang yang telah beriman kepada Hazrat Ahmad as. sangat berduka dan bersedih hati atas kewafatan beliau. Seolah-olah dunia telah menjadi gelap bagi mereka. Hingga sekarang pun mereka tetap berduka demikian di dalam hati. Walaupun sudah seabad mereka tidak akan dapat melupakan suasana tersebut — tatkala Rasul Allah, Hazrat Ahmad as. yang mereka cintai itu masih hidup dan bergaul dengan mereka. Kedukaan hati dapat mempengaruhi dan menggelisahkan manusia. Saya pun sewaktu , menceritakan keawafatan Hazrat Masih Mau’ud as. ini telah jauh bergeser dari pokok pembahasan.

    Saya telah ungkapkan tadi bahwa Hazrat Ahmad as. wafat pada pukul 10:30 pagi. Kemudian segera diatur segala yang perlu untuk membawa jenazah beliau as. ke Qadian. Dengan kereta api sore, pada hari itu juga, jenazah beliau as. disertai rombongan besar Jemaat Ahmadiyah, diberangkatkan ke Qadian. Demikianlah telah sempurna ilham beliau as. (dalam bahasa Urdu berikut ini) yang telah dicetak sebelumnya :

    Jenazahnya telah dibawa dengan terbungkus kain kafan4.

    Setelah turun di stasiun Batala, jenazah Hazrat Ahmad as. diusung sampai ke Qadian. Sebelum beliau dikebumikan Jemaat yang berada di Qadian dan ratusan wakil Jemaat Ahmadiyah dari tempat-tempat lainnya dengan sepakat telah mamilih Hazrat Haji Maulvi Nuruddin sebagai pengganti beliau as. dan sebagai Khalifatul Masih Awwal. Dan mereka pun bai’at kepadanya. Demikianlah kabar ghaib yang tercetak di dalam buku Al-Wasiat Hazrat Ahmad as. telah menjadi sempurna:

    “Allah Taala akan menegakkan orang yang akan mengurus Jemaat ini sebagaimana Hazrat Abu Bakar ra. mengurus umat Islam sesudah kewafatan Junjungan Yang Mulia Nabi Muhammad saw..”

    Kemudian Hz. Khalifatul Masih Awwal ra. memimpin shalat jenazah Hazrat Ahmad as.. Dan setelah Zuhur, jenazah hazrat Ahmad as. dikebumikan.

    Demikian pula telah sempurna ilham Hazrat Ahmad as. yang beliau terima pada bulan Desember 1907, dan yang telah dicetak sebelumnya:

    Sebuah peristiwa pada tanggal 275.

    Hazrat Ahmad as. wafat pada tanggal 26 Mei 1908, dan dikebumikan di Qadian pada tanggal 27 Mei 1908. Selain ilham tersebut, ada lagi ilham (dalam bahasa Farsi) yang menjelaskan hal itu:

    Telah tiba saatnya6.

  78. Anonymous said

    Ngomong-2 kubu Ahmadiyah belum ada yang menjawab masalah berikut :

    Setelah Allah SWT berfirman sbb :

    الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

    “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kusempurnakan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhoi Islam sebagai agama bagimu.” (QS : Al Maidah [5] : 3).

    hingga Umar bin Khattab Rodhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim melalui jalan Thoriq bin Syihaab dalam kitab Shahih keduanya berkata :

    جَاءَ رَجُلٌ مِنْ الْيَهُودِ إِلَى عُمَرَ فَقَالَ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ آيَةٌ فِي كِتَابِكُمْ تَقْرَءُونَهَا لَوْ عَلَيْنَا نَزَلَتْ مَعْشَرَ الْيَهُودِ لَاتَّخَذْنَا ذَلِكَ الْيَوْمَ عِيدًا قَالَ وَأَيُّ آيَةٍ قَالَ

    الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ
    دِينًا فَقَالَ عُمَرُ إِنِّي لَأَعْلَمُ الْيَوْمَ الَّذِي نَزَلَتْ فِيهِ وَالْمَكَانَ الَّذِي نَزَلَتْ فِيهِ نَزَلَتْ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَرَفَاتٍ فِي يَوْمِ جُمُعَةٍ

    Seorang laki-laki dari kalangan Yahudi datang kepada ‘Umar. Kemudian, dia berkaata : “Wahai Amirul Mu’minin, ada sebuah ayat dalam kitab kalian dan kalian membacanya, sekiranya ayat itu turun kepada kami orang-orang yahudi sungguh akan kami jadikan hari dimana ayat itu turun sebagai hari ‘ied”.

    Umar bertanya kepadanya: “Ayat manakah yang engkau maksudkan?”

    Orang Yahudi tersebut mengatakan :

    الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

    “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku sempurnakan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhoi Islam sebagai agama bagimu.”[1]

    Maka, ‘Umar mengatakan: “Sesungguhnya aku benar-benar mengetahui hari dan Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam,tempat ketika ayat itu turun kepada yaitu ketika hari jumat bertepatan dengan hari Arofah”.[2]

    PERTANYAANNYA :
    MUNGKINKAH ALLAH SWT MENGUTUS NABI BARU DENGAN TUJUAN MEREVISI ATAU MENYEMPURNAKAN AL-QURAN KEMBALI ?

  79. Bento said

    Bismillah Ar rahmaan Ar rahiim

    Allah memang bersifat mutakallim (berbicara) tetapi jangan artikan berbicara itu selalu dengan berkata-kata seperti makhluqnya manusia berbicara. Allah selalu berbicara dengan makhluqnya dengan menunjukkan ayat-ayat Qauliyah dan Qauniyah. Ayat Qauliyah berupa kitab suci Alqur’an melalui lisan Nabi mulia Muhammad SAW (Fa innama yassarnahu bilisanika litubasyira bihi al muttaqin wa tundziraa bihi qaumaan ludda, Maryam:97)

    Allah juga berbicara melalui ayat qauniyah berupa penciptaan alam semesta, penciptaan manusia dsb.

    Inna fi khalqi syamaawati wa alardi wakhtilaafil lalili wa annhaar laayatin fii ulil albaab Al Imran

    Kalau yang ahmadiyah maksud dengan penyampaian wahyu secara langsung, melalui malaikat dan melalui hijab adalah wahyu kenabian yang hanya diterima oleh Muhammad SAW. Sedangkan wahyu kenabian sudah ditutup dengan Khaatama al(an)nabiyyina yang merupakan fi’il tsulatsi mujarrad karena ada tambahan alif ditengan kata dasar khatama. Dengan segala perdebatan yang pernah ada yang paling tepat khaatama adalah kata kerja, bukan kata kerja seperti yang diklaim ahmadiyah

    Mengenai wahyu yang diterima ibunda nabi Musa, lebah dan Maryam AS, tidak bisa disamakan dengan wahyu kenabian karena syarat nabi adalah seorang laki-laki dsb. Wahyu kenabian sudah ditutup (sekali lagi), tetapi Allah SWT tetap memberikan keistimewaan bagi hambanya yang ikhlas beriman maka diberikan mimpi yang baik (mubasyiraat) sebagaimana hadits:

    Diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Sabda RAsulullah:”Tidak ketinggalan dari (urusan) kenabian melainkan Mubasyirat. Sahabat-sahabat bertanya: Apa dia Mubasyirat? Sabdanya: Mimpi yang baik. (HR. Bukhari)

    Diriwayatkan dari Ummu kurz, Sabda Rasulullah:”Telah habis kenabian, tetapi tinggal Mubasyirat (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

    Hadits-hadits yang semakna dengan apa yang tertulis diatas terlalu banyak diriwayatkan dari Anas, Abith Thufail, Ibnu Abbas, dll.

    Semuanya memberi arti bahwa sesudah Nabi Muhammad SAW tidak ada wahyu kenabian melainkan yang ada ialah mimpi yang baik. Meskipun mimpi yang baik itu itu masuk bilangan wahyu, tetapi didalam agama, orang yang bermimpi baik itu tidak terkenal sebagai Nabi. Kalau dengan sebab mendapat mimpi itu dikatakan Nabi maka didalam dunia hampir semua manusia menjadi Nabi karena bermimpi baik dan hampir semua manusia dapat mengaku mendapat wahyu kenabian

    Wallahua’lam

  80. unah said

    Selama bumi ini diciptakan, Allah Ta’ala tidak pernah mendukung dan memberikan kemenangan gemilang kepada orang-orang yang berdusta mengatas-namakan Allah.

    Peradaban manusia telah datang dan pergi, namun orang-orang yang benar dari Allah Ta’ala selalu mendapat dukungan yang nyata dari Allah dengan cara-cara-Nya yang khas.

    Ada pun orang-orang yang menjadi penentang utusan Allah selalu mendapat kegagalan secara turun temurun, dan lebih memilih cara-cara jahat yang bertentangan dengan agama Allah untuk mencapai tujuannya.

    Sejarah mencatat, orang-orang penentang utusan Allah menggunakan fitnah, dusta dan pembusukan nama terhadap para utusan Allah.

    Demikan pun jaman sekarang, cara-cara purba warisan para penentang Nabi jaman dahulu diadopsi kembali.

    Saya sangat yakin Nabi Imitasi, Dedi dan alin-lain anti Ahmadiya yang ada di forum ini mendapatkan informasi Ahmadiyah dari orang-orang anti Ahmadiyah juga terutama yang bersumber dari Amin Djamaluddin dan Ahmad Hariadi. Atau mungkin juga Nabi Imitasi cs mendapatkannya dari Tahafuz Khatame Nubuwat Pakistan atau dari Aalami Khatame Nubuwat, karena dari mereka itulah segala fitnah tentang Ahmadiyah dikembangkan dan diekspor ke pelosok dunia.

    Berita kewafatan Hadhrat Ahmad (as) seperti yang dimuat dalam secarik kertas yang discan itu disebarluaskan oleh gerakan anti Ahmadiyah di India yang bernama Tahafuz Khatam Nubuwat puluhan tahun yang lalu dengan tujuan untuk membendung perkembangan Ahmadiyah.

    Gerakan ini berhasil menguasai dan menghimpun orang-orang dari berbagai kalangan, termasuk dari para wartawan, dalam suatu gerakan anti Ahmadiyah global di India dan Pakistan.

    Di India, di tahun 1930-an mereka berhasil memabakar emosi massa dengan aneka fitnah yang dikembangkan sehingga beberapa orang Ahmadi disyahidkan. Bahkan Khalifah Ahmadiyah ke II Hadhrat Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad (ra) sempat mendapat upaya pembunuhan namun berkat pertolongan Allah Ta’ala berhasil selamat.

    Pada tahun 1950-an di Pakistan, mereka pun berhasil membuat gerakan anti Ahmadiyah di Paksitan yang membuat para Ahmadi di Paksitan terpaksa bermigarasi ke berbagai negara, yang tanpa disadari justru membuka lahan baru bagi perkembangan Ahmadiyah di berbagai negara.

    Tahun 1970-an, gerakan anti Ahmadiyah di Paksitan ini berubah jadi gerakan politik yang berujung pada lahirnya Undang-undang yang di dalamnya Ahmadiyah disebut sebagai minoritas Non Muslim.

    Tahun 1980-an upaya untuk membumi hanguskan Ahmadiyah semakin menjadi dengan adanya upaya pembunuhan terhadap Khalifah ke IV, Hadhrat Mirza Tahir Ahmad (rh). Namun berkat pertolongan Allah Ta’ala Khalifah Ahmadiyah berhasil keluar dari Pakistan dan selanjutnya bermigrasi ke Inggris.

    Tahun 1990 adalah tahun-tahun kejayaan Ahmadiyah hingga saat ini. Di tahun-tahun itu, Ahmadiyah berhasil mendirikan Televisi Dakwah pertama yang diberinama Moslem Television Ahmadiyah (MTA).

    Belum genap 10 tahun usia MTA, MTA berhasil mengontrak beberapa satelit untuk memancarkan siarannya ke berbagai belahan dunia. Pembiayaan MTA sepenuhnya dikumpulkan dari para Ahmadi di seluruh dunia yang saat itu tercatat baru 50 juta-an orang saja.

    Tahun 1996, dengan gerakan Baiat Internasional dan MTA, Ahmadiyah berhasil melebarkan sayapnya lebih luas lagi. Bahkan beberapa negara yang dahulunya dianggap mustahil Ahmadiyah bisa berdiri di sana, seperti negara-negara di Jazirah Arab, ternyata saat ini mulai banyak bermunculan cabang-cabang Ahmadiyah.

    Dalam beberapa kali even Jalsah Salanah Internasional di Inggris belakangan tamu-tamu luar negeri yang berkunjung ke Jalsah itu didominasi oleh para anggota baru Ahmadiyah dari Jazirah Arab.

    Tahun 2000 hingga sekarang, Jemaat Ahmadiyah berubah menjadi raksasa yang besarnya melampaui gerakan-gerakan anti Ahmadiyah. Tidak ada satu pun negara di dunia ini yang mampu menahan laju pertumbuhan Ahmadiyah. Di Indonesia pun demikian, SKB yang lahir dari gerakan anti Ahmadiyah ternyata tidak memiliki kekuatan sama sekali untuk menghambat laju perkembangan Ahmadiyah. Pasalnya, SKB yang dibuat karena desakan anti Ahmadiyah itu ternyata dengan karunia Allah Ta’ala malah banyak kecacatan di sana-sini.

    Saat ini keadaan berbalik, beberapa puluh tahun yang lalu gerakan anti Ahmadiyah nampak dominan di dunia sehingga beberapa negara mengeluarkan peraturan yang mengekang Ahmadiyah, namun sekarang gerakan anti Ahmadiyah hanya berupa letupan-letupan yang muncul di kaki gunung Ahmadiyah.

    Saat ini motto Islam For Peace yang dipromosikan secara internasional oleh Ahmadiyah ternyata banyak mendapat dukungan. Bahkan gerakan itu dijadikan gerakan global oleh umat Islam lainnya untuk menampilkan citra Islam yang sesungguhnya.

    Akhirnya, secarik kertas hasil scan yang diklaim sebuah kebenaran untuk menghancurkan Ahmadiyah terbukti hanya menjadi saksi bisu belaka dari perbuatan melanggar ajaran Islam dari orang-orang anti Ahmadiyah 103 tahun yang lalu.

  81. STER said

    @Unah,

    ….
    Saya sangat yakin Nabi Imitasi, Dedi dan alin-lain anti Ahmadiya yang ada di forum ini mendapatkan informasi Ahmadiyah dari orang-orang anti Ahmadiyah juga terutama yang bersumber dari Amin Djamaluddin dan Ahmad Hariadi. Atau mungkin juga Nabi Imitasi cs mendapatkannya dari Tahafuz Khatame Nubuwat Pakistan atau dari Aalami Khatame Nubuwat, karena dari mereka itulah segala fitnah tentang Ahmadiyah dikembangkan dan diekspor ke pelosok dunia.
    ….

    Tanggapan :

    Bung Unah,

    Permasalahan sebenarnya, Ahmadiyah itu dengan segala aspeknya itu sama sekali tidak dinubuatkan dalam kitab-2 suci Ilahi khususnya Al-Quran dan hadist nabi yang sudah ada lebih dahulu 14 abad yang lalu dan jelas-jelas diisyaratkan oleh Allah SWT sendiri telah final sebagai pedoman hidup bagi hamba-2-Nya hingga akhir jaman sbb :

    الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

    “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kusempurnakan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhoi Islam sebagai agama bagimu.” (QS : Al Maidah [5] : 3).

    Jadi seharusnya sejak disampaikan leh Rasulullah SAW 14 abad yang lalu, manusia-2 yang hidup setelahnya hingga akhir jaman nanti gak usah pada repot-2 lagi alias membuang-2 energi untuk mencari-2 kebenaran Tuhan yang baru apalagi sampai ada istilah mau menyempurnakan Islam dengan kitab suci Al-Quran-nya segala, karena Allah SWT telah mengatakannya dengan jelas dalam ayat di atas bahwa kitab suci Al-Quran yang diturunkannya kepada Rasul Utusan-Nya, yakni Nabi Muhammad SAW sejak tahun 632 Masehi di kota Mekah dan Madinah itu sudah sempurna (artinya tidak akan pernah diperbaiki, ditambah atau dikurang lagi oleh Allah SWT), apalagi oleh sekedar utusan berikut-Nya (kalaupun ada). Dan tegas-tegas dalam surat Al-Ahzab ayat 40, Allah SWT mengisyaratkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Khataman Nabiyyin (Nabi terakhir hingga akhir jaman). Jadi jika pun ada utusan yang diturunkan oleh-Nya di masa berikutnya pastilah bukan berstatus sebagai nabi baru, melainkan utusan biasa seperti yang diriwayatkan oleh para kerabat dan sahabat Nabi, seperti isyarat turunnya Al-Mahdi Muhammad bin Abdullah.

    Soal Nabi Isa AS yang diisyaratkan akan diturunkan kembali kelak untuk bersaksi, jelas-2 bukan nabi baru, melainkan Nabi yang lahir berabad-2 sebelum Rasulullah SAW lahir dan diangkat sebagai Nabi/Rasul Allah SWT yang diangkat kehadirat Allah SWT dari kejaran orang kafir yang ingin menyalibnya dan tidak diceritakan lagi sepek terjangnya setelahnya, sehingga diyakini belum diwafatkan. Apalagi ketika diisyaratkan akan bersaksi kepada kaumnya di hari kiamat sebagaimana banyak diriwayatkan juga oleh sahabat/kerabat nabi yang diyakini belum diwafatkan dan akan diturunkan kembali ke bumi kelak untuk bersaksi dan kemudian menutup usia secara wajar di bumi sesuai dengan kehendak-Nya.

    Jadi pada intinya semua ini adalah, untuk apa ada nabi baru dengan ajaran barunya dalam Islam sepeninggal Rasulullah SAW jika Allah SWT saja sebagai satu-satunya Tuhan yang disembah oleh umat Islam telah menegaskan bahwa Al-Quran itu telah sempurna karena disempurnakan oleh-Nya dan Islam telah diridhoi sebagai agama (pedoman hidup) untuk dianut oleh hamba-2-Nya yang semata ingin mencari keselamatan dunia dan akherat hingga akhir jaman ?

  82. Nabi Palsu Tewas Berlumur Tinja said

    //Sampai sekarang belum ada pengikut Agama Ahmadiyah yang mampu menjawab Quiz Ke-Ahmadiyah-an//
    //Kenapa?//
    //Apakah kalian mengalami kesulitan menjawabnya?//
    // Apakah kalian tidak pernah mempelajari kitab kitab nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad?//
    //Padahal semua jawaban dari pertanyaan Quiz bisa kalian dapatkan dari kitab-kitab nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad//

    //Tips menjawab Quiz Ilmiah Ke-Ahmadiyah-an.//

    //Bagi para pemeluk Agama Ahmadiyah yang ingin menjawab Quiz-Quiz Ilmiah tentang Ke-ahmadiyah-an, // Anda tidak harus menjawab secara berurutan. // Cobalah dipilih, pertanyaan mana yang lebih mudah boleh dijawab dulu. Sedangkan pertanyaan yang agak sulit biarlah nanti dijawab belakangan. // Jangan khawatir karena saya memaklumi bahwa kalian yang sering menulis di blog Kabarnet ini masih tingkat “pemula” dalam hal seluk beluk kitab kitab sesat Agama Ahmadiyah yang mayoritas dikarang oleh “mahdi” / “nabi” palsu Mirza Ghulam Ahmad. // Jadi santai saja, silahkan dimulai dari pertanyaan yang mudah bagi kalian, dan tidak perlu dipaksakan kalau tidak bisa.//

    //Selamat menjawab//

  83. Nabi Palsu Tewas Berlumur Tinja said

    QUIZ ILMIAH Ke-Ahmadiyah-an No.22

    // QUIZ ILMIAH Ke-Ahmadiyah-an, khusus untuk pemeluk Agama Ahmadiyah //

    //MUKADDIMAH//
    //Soal masalah jelma menjelma adalah ciri khas ajaran Agama Ahmadiyah dan nabinya si “mahdi” / “nabi” palsu Mirza Ghulam Ahmad.// Dia pernah mengatakan bahwa dirinya adalah jelmaan dari seluruh nabi-nabi. Bahkan Allah direndahkannnya dengan mengatakan bahwa Allah MENJELMA dalam diri orang keling ini.// Kali ini Mirza membual lagi bahwa dia adalah jelmaan Salman Al-Farisi r.a. yang pernah hidup bersama Rasulullah SAW. Bahkan dia memperjelas lagi dengan kalimat bahwa (Sahabat Rasulullah SAW) Salman Al-Farisi r.a. yang hidup di jaman Rasulullah SAW itu adalah MIRZA GHULAM AHMAD!!!//

    // Pengikut nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad yang sejati, seharusnya memahami kitab kitab Agama Ahmadiyah. //

    // Maka kalau kalian betul betul pengikut setia nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad // coba sebutkan :

    // Didalam kitab apa, pada halaman berapa, dan pada tanggal berapa disebutkan pengakuan “mahdi” / “nabi” palsu Mirza Ghulam Ahmad bahwa dirinya adalah Salman Al-Farisi r.a., dan bahwa Sahabat Rasulullah SAW (Salman Al-Farisi r.a.) yang hidup di jaman Rasulullah SAW itu sebenatnya adalah MIRZA GHULAM AHMAD!!!//

    //Selamat menjawab Quiz Ilmiah Ke-Ahmadiyah-an. Sampai jumpa pada Quiz-quiz Ilmiah berikutnya.//

  84. Nabi Palsu Tewas Berlumur Tinja said

    QUIZ ILMIAH Ke-Ahmadiyah-an No.23

    // QUIZ ILMIAH Ke-Ahmadiyah-an, khusus untuk pemeluk Agama Ahmadiyah //

    //MUKADDIMAH//

    /////Topik: Dari seorang bangsa Barbar Mogul (Mongol) Mirza Ghulam Ahmad – menjelma menjadi Siti Mariyam – Dan dari Siti Mariyam menjelma menyadi Isa ibnu Mariyam – Dan dari Isa ibnu Mariyam menjelma menjadi dst…dst…dst… /////

    //Soal masalah jelma menjelma adalah ciri khas ajaran Agama Ahmadiyah dan nabinya si “mahdi” / “nabi” palsu Mirza Ghulam Ahmad.// Dia pernah mengatakan bahwa dirinya adalah jelmaan dari seluruh nabi-nabi. // Bahkan Allah SWT direndahkannnya dengan mengatakan bahwa Allah MENJELMA dalam diri orang keling ini, atau dalam arti kata lain nabi keling ini MENJELMA MENJADI ALLAH. // Kali ini Mirza Ghulam Ahmad membual lagi bahwa Allah merubahnya (menjelmakan dirinya) dari seorang bangsa Barbar Mogul (Mongol) bernama Mirza Ghulam Ahmad anak dari ayah Ghulam Murtadha dan ibu Chiragh Bibi – MENJELMA menjadi Siti Mariyam – Kemudian dari Siti Mariyam MENJELMA LAGI menyadi Isa ibnu Mariyam. Dan Isa Ibnu Mariyam MENJELMA LAGI menjadi nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad.//

    // Pengikut nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad yang sejati, seharusnya memahami kitab kitab Agama Ahmadiyah. //

    // Maka kalau kalian betul betul pengikut setia nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad // coba sebutkan :

    // Didalam kitab apa, pada halaman berapa, dan pada tanggal berapa disebutkan pengakuan “mahdi” / “nabi” palsu Mirza Ghulam Ahmad bahwa Allah merubahnya (menjelmakan dirinya) dari seorang bangsa Barbar Mogul (Mongol) bernama Mirza Ghulam Ahmad anak dari ayah Ghulam Murtadha dan ibu Chiragh Bibi – MENJELMA menjadi Siti Mariyam – Kemudian dari Siti Mariyam MENJELMA LAGI menyadi Isa ibnu Mariyam. – Dan Isa Ibnu Mariyam MENJELMA KEMBALI KE ASAL LAGI menjadi nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad??//

    //Selamat menjawab Quiz Ilmiah Ke-Ahmadiyah-an. Sampai jumpa pada Quiz-quiz Ilmiah berikutnya.//

  85. Sakinah said

    Sy baru kali ini membaca agak mendetail ttg Ahmadiyah.

    Kok beda sekali ya dengan Islam?

    Bhkn tambah dalam sy membaca semakin jauh berbeda dari Islam.

  86. Nabi Qadian Tewas di Jamban said

    Saya pernah memakai nick-name : “Nabi Imitasi”

    Agar sesuai dgn topik yang sedang ngetrend di forum ini maka sekarang saya mengganti nick-name lagi.

    Mungkin besok2 kalau saya bosan dgn nick-name ini akan saya ganti lagi sampai 1000 kali tergantung dari……

    Mohon maaf.

  87. Nabi Qadian Tewas di Jamban said

    Sakinah berkata
    22/09/2011 pada 14:50

    Sy baru kali ini membaca agak mendetail ttg Ahmadiyah.

    Kok beda sekali ya dengan Islam?

    Bhkn tambah dalam sy membaca semakin jauh berbeda dari Islam.

    #

    Ukti @Sakinah

    MEMANG AGAMA AHMADIYAH BUKAN AGAMA ISLAM.
    Saran saya, bacalah sebanyak mungkin tertang agama ahmadiyah ->LANGSUNG DARI SUMBERNYA. Kalau perlu Anda berdialog langsung dari pemeluk agama Ahmadiyah. Saya jamin Anda akan berkesimpulan bahwa Islam bukan Ahmadiyah, dan Agama Ahmadiyah BUKAN agama Islam.

    Karena tidak ada yang mampu menjelaskan kesesatan agama ahmadiyah dengan lengkap sejelas jelasnya melebihi pemeluk agama ahmadiyah itu sendiri.

  88. Nabi Qadian Tewas di Jamban said

    Pemeluk Agama Ahmadiyah (Jama’ah Takfiriyah Pengkafir Umat Nabi Muhammad SAW) berkata:
    21/09/2011 pada 12:43

    Jangankan 13 koran India, hampir seluruh ulama Islam se dunia pun bisa mengeluarkan fatwa “FITNAH YANG SAMA” yaitu “Ahmadiyah di luar Islam, sesat dan menyesatkan.”

    #

    Kalau umat Islam (umat Nabi Muhammad SAW) sudah pasti kalian tuduh memfitnah, dan bukan hanya kalian tuduh memfitnah, bahkan SELURUH UMAT ISLAM (UMAT NABI MUHAMMAD SAW) SUDAH KALIAN KAFIRKAN. Karena menurut pendiri agama ahmadiyah (nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad) siapa yang tidak percaya / menolak pendakwaan MGA sebagai tokoh All-In-One, atau tidak mengikuti MGA dan tidak berbai’at kepada MGA adalah tidak taat kepada “tuhan” dan “rasulnya” dan AKAN DITAKDIRKAN MASUK NERAKA sebagai orang kafir! Berdasarkan wahyu palsu yang tertulis di kitab sesat Tadzkirah dibawah ini:

    “He who does not follow you and does not enter into a pledge of bai‘at with you and remains hostile to you, is disobedient to God and His Messenger and is destined for hell.”

    (Dia yang tidak mengikutimu dan tidak berbai’at denganmu dan tetap memusuhimu, adalah tidak taat kepada tuhan dan rasulnya dan AKAN DITAKDIRKAN MASUK NERAKA.)

  89. Nabi Qadian Tewas di Jamban said

    Pemeluk Agama Ahmadiyah (Jama’ah Takfiriyah Pengkafir Umat Nabi Muhammad SAW) berkata :
    21/09/2011 pada 12:43

    Jangankan 13 koran India, hampir seluruh ulama Islam se dunia pun bisa mengeluarkan fatwa “FITNAH YANG SAMA” yaitu “Ahmadiyah di luar Islam, sesat dan menyesatkan.”

    #

    Kali ini pihak non-Muslim juga dituduh memfitnah.

    – 13 koran Hindu dan Kristen (koran non-muslim yang tidak ada kepentingan dengan agama ahmadiyah) DITUDUH MEMFITNAH karena telah menyampaikan berita secara obyektif tentang kematian yang tragis dan hina-dina dari nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad.

    – Kepolisian kota Lahore juga DITUDUH MEMFITNAH karena mengutip laporan resmi dari Rumah Sakit Lahore tentang penyebab kematian nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad dan kondisi mayatnya.

    – Pihak Rumah Sakit Lahore DITUDUH MEMFITNAH karena telah melaporkan secara resmi laporan medis yang akurat dan obyektif tentang penyebab kematian nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad yang tewas karena penyakit kolera. Dan tentang kondisi mayat nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad saat ditemukan tewas secara hina dina terkapar dilantai kakus dengan sekujur tubuhnya NAJIS belepotan kotoran tinja berbau busuk yang keluar dari isi perutnya sendiri, sehingga tim medis rumah sakit Lahore yang datang perlu membantu membersihkan tinja busuk dari sekujur tubuhnya.

    – Umat Islam seluruh dunia (Umat Nabi Muhammad SAW) DITUDUH MEMFITNAH karena mempercayai laporan resmi dari pihak2 yang berwenang di India seperti tersebut di atas.

    Jadi yang baik hanya umat Agama Ahmadiyah, umatnya nabi palsu mirza ghulam ahmad yang tewas dilaknat Allah sampai terberak-berak di WC. Begitukah?

    Alhamdulillah muslimin pengunjung situs KabarNet ini sangat cerdas dan mampu berpikir ilmiah & logis. Jadi tidak akan bisa ditipu oleh para misionaris penyebar agama Ahmadiyah seperti korban penipuan ahmadiyah di pelosok2 desa Jawa Barat macam Cikeusik dan Manis Lor.

    Ck…ck…ck… semakin tidak rasional dan menimbulkan rasa iba.

  90. Nabi Qadian Tewas di Jamban said

    Penganut agama Ahmadiyah dan pengikut nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad berkata:
    21/09/2011 pada 12:43

    Bla..bla..bla…
    Anda tahu bagaimana nasib Zulfikar Ali Bhuto, Zia ul Haq, Idi Amin, Anwar Sadat dan Raja Afghanistan?

    Mereka itu sudah menentang perintah Allah dan Rasul-Nya, karena menentang HMG Ahmad (Imam Mahdi/Masih Mau’ud) as dan Jemaat Ahmadiyah, sehingga kematian mereka dan negeri yang mereka tinggalkan dihinakan-Nya.
    Bla..bla..bla…
    _______________________

    Tanya: Apakah Zulfikar Ali Bhuto, Zia ul Haq, Idi Amin, Anwar Sadat dan Raja Afghanistan termasuk orang yang sesat dari jalan Allah?

    Jwb: TIDAK, kalau menurut penganut ajaran agama Ahmadiyah dan pengikut nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad.

    Tanya: Lho… kata orang ahmadiyah mereka itu sudah menentang perintah Allah dan Rasul-Nya, karena menentang nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad. Bukankah itu berarti termasuk orang yang sesat dari jalan Allah?

    Jwb: TIDAK. Tidak boleh menghakimi/memvonis seseorang itu sesat (kalau menurut penganut ajaran agama Ahmadiyah dan pengikut nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad).

    Tanya: Lho..gimana sih. Lawan kata daripada “orang yang sesat” itu adalah “orang yang lurus atau benar”. Jadi kalau Zulfikar Ali Bhuto, Zia ul Haq, Idi Amin, Anwar Sadat dan Raja Afghanistan TIDAK termasuk orang yang sesat dari jalan Allah, berarti mereka itu adalah “orang yang lurus atau benar berada di jalan Allah”. Bukankah kata penganut agama Ahmadiyah mereka itu sudah menentang perintah Allah dan Rasul-Nya, karena menentang nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad. Bukankah itu berarti termasuk orang yang sesat dari jalan Allah ?

    Jwb: TIDAK. Belum tentu. Zulfikar Ali Bhuto, Zia ul Haq, Idi Amin, Anwar Sadat dan Raja Afghanistan itu menentang agama ahmadiyah khan karena perbedaan keyakinan. Khan hanya Tuhan yang mengetahui hati seseorang? Khan hanya Tuhan yang mengetahui kebenaran keyakinan seseorang? Khan kebenaran mutlak itu hanya milik Tuhan? Pokoknya jangan memvonis salah, keliru, atau sesat kepada seseorang atau kaum karena keyakinannya.

    Tanya: Lho… ini gimana sih, apa dalilnya?

    Jwb: Dalilnya menurut penganut ajaran agama Ahmadiyah dan pengikut nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad:

    “Tiada seorang manusia pun lebih mengetahui tentang sesat atau tidak sesatnya suatu keyakinan orang lain daripada Allah, Tuhan Yang Maha Mengetahui. Dengan demikian, maka tidak ada seorang pun yang menghakimi/memvonis kafir atau sesat dan menyesatkan kepada orang lain. Hal ini diperjelas lagi oleh sabda Rasulullah saw: “Barangsiapa menuduh orang lain kafir, padahal sesungguhnya tidak, maka tuduhan kafir itu akan kembali kepada orang yang menuduh.” (HR Bukhari).”
    ______________

    Ck…ck..ck…

  91. Nabi Qadian Tewas di Jamban said

    Penganut agama Ahmadiyah dan pengikut nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad berkata:
    21/09/2011 pada 12:43

    “Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka itu termasuk orang-orang yang SANGAT HINA. Allah telah menetapkan, ‘Aku dan rasul-rasul-Ku pasti akan menang. Sesungguhnya, Allah itu Maha Kuat, Maha Perkasa.” (QS Al Mujadalah 58:21-22).
    ______________________

    Tanya: Siapa yah yang dimaksud “Rasul” dalam kalimat di atas?

    Jwb: Kalau menurut ajaran agama Islam yang asli, artinya ya Rasul2 Allah yang ASLI yang benar2 utusan Allah.

    Tanya: Ooooh… gitu. Lha kalau menurut agama Ahmadiyah gimana?

    Jwb: Kalau menurut ajaran agama Ahmadiyah, kata “Rasul” disitu maksudnya “Rasul Palsu Mirza Ghulam Ahmad”.

    Tanya: Jangan fitnah dong. Apa buktinya MGA itu rasul palsu?

    Jwb: Rasul Allah yang asli semuanya hidup dalam suatu kehidupan yang dimuliakan oleh Allah SWT, majelis2nya dipenuhi oleh kehadiran para malaikat robbani, dan beliau sekalian diwafatkan oleh Allah SWT dalam keadaan suci dan mulia.

    Tanya: Kalau Mirza Ghulam Ahmad gimana?

    Jwb: Nih.. baca LAPORAN RESMI Rumah Sakit Lahore, yang dikutip SECARA RESMI oleh Kantor Polisi Lahore, dan DILAPORKAN SECARA RESMI oleh 13 koran Hindu dan Kristen (koran non-muslim yang tidak ada kepentingan dengan agama ahmadiyah). Dimana kesemuanya menceritakan dalam berbagai bahasa bahwa penyebab kematian rasul palsu Mirza Ghulam Ahmad adalah penyakit hina, yakni PENYAKIT KOLERA, dan kondisi mayatnya yang tewas secara hina dina terkapar dilantai kakus dengan sekujur tubuhnya NAJIS belepotan kotoran tinja berbau busuk yang keluar dari isi perutnya sendiri, sehingga tim medis rumah sakit Lahore yang datang perlu membantu membersihkan tinja busuk dari sekujur tubuhnya.

    Tanya: FITNAH!!! Mana buktinya?!!

    Jwb: Nih… buka mata dan hatimu yang sudah buta, dan baca ini scan halaman koran The Times of India pada link berikut ini:

    ck..ck…ck….

  92. Nabi Qadian Tewas di Jamban said

    Seluruh nabi dan rasul, dan juga para shiddiqin, syuhada’, aulia’ dan sholihin, semuanya hidup dalam suatu kehidupan yang dimuliakan oleh Allah SWT, majelis2nya dipenuhi oleh kehadiran para malaikat robbani, dan beliau sekalian diwafatkan oleh Allah SWT dalam keadaan suci dan mulia.
    ______________________

    Tanya: Adakah nabi / rasul yang matinya hina?

    Jwb: ADA!! Yaitu “nabi / rasul” (“nabi / rasul” dalam tanda kutip), NABI PALSU dari hindustan: mirza ghulam ahmad, nabi dan mahdinya kaum pemeluk agama ahmadiyah.

    Tanya: FITNAH!!! Tidak ada buktinya?

    Jwb: Lol! Baca LAPORAN RESMI Rumah Sakit Lahore, yang dikutip SECARA RESMI oleh Kantor Polisi Lahore, dan DILAPORKAN SECARA RESMI oleh 13 koran Hindu dan Kristen (koran non-muslim yang tidak ada kepentingan dengan agama ahmadiyah). Dimana kesemuanya menceritakan dalam berbagai bahasa bahwa penyebab kematian nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad adalah PENYAKIT KOLERA, dan kondisi mayatnya yang tewas secara hina dina terkapar dilantai kakus dengan sekujur tubuhnya NAJIS belepotan kotoran tinja berbau busuk yang keluar dari isi perutnya sendiri, sehingga tim medis rumah sakit lahore yang datang perlu membantu membersihkan tinja busuk dari sekujur tubuhnya.

    Tanya: FITNAH!!! Mana buktinya?!!

    Jwb: Nih… buka mata dan hatimu yang sudah buta, dan baca ini scan koran The Times of India pada link berikut ini:

    ck…ck…ck…

  93. dedi said

    @Unah
    “Saya sangat yakin Nabi Imitasi, Dedi dan alin-lain anti Ahmadiya yang ada di forum ini mendapatkan informasi Ahmadiyah dari orang-orang anti Ahmadiyah juga terutama yang bersumber dari Amin Djamaluddin dan Ahmad Hariadi. Atau mungkin juga Nabi Imitasi cs mendapatkannya dari Tahafuz Khatame Nubuwat Pakistan atau dari Aalami Khatame Nubuwat, karena dari mereka itulah segala fitnah tentang Ahmadiyah dikembangkan dan diekspor ke pelosok dunia”

    Prasangka-prasangka diatas yang tumbuh subur dalam hati para penganut Ahmadiyah. Tidak seluruhnya disini para Muslim mengambil bahan2 dari Bpk Amin dan Bpk A Hariadi, Saya sendiri mengambil dari Al Quran terjemahan Ahmadiyah, buku2 dari Al-Islam nya Ahmadiyah. Sebagian dari situs Syiah, dan banyak lagi yang membahas Ahmadiyah tidak secara emosional.

    Umumnya mantan Ahmadiyah, secara khusus ingin mengajak orang yang masih jadi penganut supaya kembali kepada Islam yang lurus. Namun pilihan terletak pada penganutnya itu sendiri, apakah dia sudah merasa besar di Ahmadiyah, dibiayai oleh Ahmadiyah, sehingga dengan membabi buta membela Ahmadiyah.

    Artinya, klaim2 yang diajukan adalah standard Ahmadiyah yang tidak mengacu pada ketentuan2 tafsir dan aturan2 keshahihan suatu hadist. Serta menyampingkan/tidak memandang pada hadist2 yang merugikan/bertentangan dengan ajaran Ahmadiyah (mis. tentang Khatamun Nabiyyin). Sehingga dengan mudah dipatahkan, ini kelihatan dengan berputar2nya dari satu isu ke isu yang lain. Tanpa mengakui kebenaran dari sanggahan yang diajukan.

    Klaim2 bahwa Ahmadiyah sudah tersebar kemana2 adalah propaganda intern Ahmadiyah yang membesar2kan jumlah. Tapi pada kenyataannya banyak terjadi kebohongan2 dan tindakan yang melawan syariah Islam. Coba tengok di:

    http://thecult.info/blog/

    Disana lah kita bisa menggali ajaran Ahmadiyah yang sebenarnya, kelakuan dari para Imam orang2 disekitarnya dari para mantan Ahmadiyah dan juga orang Pakistan asli maupun imigran di Inggris.

    Wallahualam,

  94. Machfudz said

    Semua umat beragama (kecuali agama ahmadiah) sibuk beribadah.

    #UMAT AGAMA AHMADIAH SIBUK KESANA KEMARI MENJAJAKAN NABI PALSU MIRJA GOLAM AKHMAD#

    Persis spt tim sales marketing MLM.

    Kalo di desa2 mah mgkn msh bs laku. Soalnya orng desa msh lugu2 & awam ttg ajaran islam, jd mdh ditipu. Kalo dsni sih beraaaat.. netternya rata2 cerdas dn berpendidikan. Jadi mwnya yg asli… ga mw nabi falsuuu mati di kakus bobolokot tai.

  95. Kabayan said

    Heu’euh da atuk na mah lakum dinukum waliyadin keneh da !

  96. dedi said

    Geus lieur rek dibawa kamana deui, geus buntu. Pek tobat kadinya…..

  97. LOGIKA said

    REHAT

    Setelah diskusi yang melelahkan, ada baiknya kita rehat sejenak untuk menambah wawasan yang tiada batas bagi mereka yang suka berfikir.

    Pada kitab suci Al-Quran, yakni surat Al-Baqarah ayat 146, Allah SWT berfirman, yang artinya :

    Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) MENGENAL MUHAMAMD SEPERTI MEREKA MENGENAL ANAK-ANAKNYA SENDIRI. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka MENYEMBUNYIKAN KEBENARAN, PADAHAL MEREKA MENGETAHUI.

    Pertanyaannya :

    Mengapa dalam mengisyaratkan hubungan (kaitan) antara Nabi Muhammad SAW dengan bangsa Yahudi dan Nasrani Allah SWT sampai memberikan perbandingan dengan mengatakan bahwa Yahudi dan Nasrani itu mengenal Nabi Muhammad SAW sama seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri ?

    Sebegitu mengenalnyakah bangsa Yahudi dan Nasrani terhadap panutan sejati umat Islam sedunia ini hingga sampai diistilahkan derajat pengenalannya oleh Allah SWT dalam firman-Nya di atas sama dekatnya dengan tingkat pengenalan orang tua terhadap anak-anak sendiri ?

    Jika ya, seberapa menegalnyakah bangsa Yahudi dan Nasrani terhadap Nabi MUhamamd SAW sebagai nabi akhir jaman ini ?

    Apa yang paling dikenal (diperhatikan) oleh bangsa Yahudi dan Nasrani ini dari sosok suci Nabi Muhammad SAW ?

    Jika Allah SWT saja sebagai Tuhan Yang Maha Segalanya sampai memberikan isyarat perbandingan tingkat pengenalan bangsa Yahudi dan Nasrani terhadap sosok Nabi Muhammad SAW ini sama dengan tingkat pengenalan orang tua terhadap anak-anaknya, maka itu bukan perkara yang sangat main-main. Bangsa Yahudi dan Nasrani itu begitu mengenalnya sosok kepribadian Rasulullah SAW sejak sebelum lahir, ketika dikandung, ketika lahir, anak-anak, remaja, dewasa, memiliki tanda-2 kenabian, ketika pertama kali menerima wahyu di usia 40 tahun dan menjadi nabi akhr jaman hingga ke perjuangan-2nya dalam menyampaikan dan menegakkan Kalimatullah (Islam), semuanya diketahui oleh bangsa Yahudi dan Nasrani secara detil dan mendalam. Namun demikian hal yang paling mereka perhatikan tentang Nabi pembawa berkah bagi seisi alam ini adalah suritauladannya sebagai Nabi dan Rasul Utusan Allah yang menerima wahyu-2 Allah SWT yang disampaikan oleh Malaikat Jibril. Wahyu-2 itu kemudian terkumpul dalam kitab suci Al-Quran dan hadist-2 Nabi.

    Isyarat derajat pengenalan dan pengetahuan Yahudi dan Nasrani tentang kesucian Nabi Muhammad SAW antara lain tercermin dalam tingkat keyakinan bangsa Yahudi dan Nasrani ini terhadap hadist-2 Nabi. Begitu perhatiannya mereka terhadap segala perkataa nabi yang terkumpul dalam hadist-2 nabi ini hingga kadangkala melebihi umat Nabi Muhammad SAW sendiri. Salah satu contohnya adalah keyakinan mereka akan kebenaran isyarat Rasulullah SAW dalam salah satu hadistnya yang isinya mengabarkan bahwa di akhir jaman bangsa Yahudi tidak akan jauh dari pohon-2 Gharcad sebagai satu-satunya jenis tumbuhan yang bisa membawa kebaikan bagi mereka.

    Pertanyaannya :
    APAKAH ITU POHON GHARCAD ?

    Pohon Gharcad yang dalam bahasa latinnya bernama Nitraria Retusa adalah sejenis pohon berduri dan berbuah. Tumbuhan ini masuk dlaam famili Zygophillaceae (lihat gambar). Gharqad adalah pohon yang tingginya antara 1-3 meter. Tergolong famili terung-terungan, batang dan dahannya berwarna putih, mirip pohon Ausaj dari segi daunnya yang lunak dan dahannya yang berduri. Adapun bunganya berleher panjang dan berbau harum, berwarna putih kehijauan. Buahnya berbentuk kerucut dapat dimakan. Imam an-Nawawi berkata, “Gharqad adalah sejenis pohon berduri yang dikenal di negeri Baitul Maqdis (Palestina)….

    Pohon Gharqad, adalah panggilan bagi pokok Yahudi dalam bahasa Arab. Dalam istilah botani, pokok Gharqad dikenali sebagai spesis Boxthorn, termasuk dalam keluarga Solanaceae yang terdiri lebih daripada 90 spesis. Nama-nama lain yang biasa digunakan untuk pokok ini ialah Desert Thorn, Christmas Berry, Wolfberry, Matrimony Vine, Tea Tree dan Goji.In the Muslim text Sahih Muslim, Book 041, Number 6985[3], the boxthorn, or gharqad, is described as ‘the tree of the Jews’ (en.wikipedia.org)Dalam bahasa Ibrani, pohon Gharqad disamakan dengan pokok Atad. Sarjana botani Prof. Michael Zohary dan Noga Hereuveni of Neot Kedumim yang mengkaji tumbuhan yang disebutkan dalam bible mengesahkan pokok Atad adalah sama dengan spesis Jujube. Spesis Jujube adalah tumbuhan kedua terbesar ditanam di Israel selepas pokok Akasia. Spesis ini banyak tumbuh pada ketinggian kurang daripada 1500 meter dan boleh menyesuaikan diri dengan keadaan kering serta kekurangan air.

    Kesimpulannya,
    Bangsa Yahudi berpeluang gemar menanam pohon ini, karena mereka diam-diam amat meyakini apa yang diisyaratkan dalam hadist nabi bahwa pohon ini merupakan satu-satunya jenis pohon yang akan berteman dengan mereka di akhir jaman. Keyakinan mereka terhadap hadist nabi ini jelas menunjukkan bahwa derajat pengenalan mereka yang tinggi tentang kesucian dan kebenaran Rasulullah SAW sebagai Nabi dan Rasul Allah SWT hingga disebutkan derajat pengenalannya sama derajat pengenalan orang tua terhadap anak-anaknya.

    (Kepada rekan-2 silahkan dilanjutkan diskusinya)

  98. dedi said

    Silakan menikmati gambar2 di:

    http://mirzabiz.com/

  99. Sawios Ah said

    Beginilah sikap orang yang sudah tidak mampu lagi menjawab Kebenaran Ilahi, Dalil Pamungkas, lalu menjadi penentang Allah & Rasul-Nya saw.

  100. dedi said

    @ Pengikut Ahmadiyah
    Silakan ikuti pembahasan Mujaddid Alf Thani, Imam Rabbani Shaykh Ahmad Sirhindi yang percaya akan berlanjutnya kenabian, di:

    http://www.letmeturnthetables.com/2011/08/mujaddid-sirhindi-finality-prophethood.html

    Enjoy reading…

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.972 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: