KabarNet.in

Aktual Tajam

Islam vs Ahmadiyah

Dengan ini kami (ADMIN) menambahkan satu forum dialog “Islam vs Ahmadiyah” mengingat banyak pengunjung di situs KabarNet yang terlibat perdebatan seputar Ahmadiyah.

Pada awalnya, tanpa kami duga banyak pengunjung yang memanfaatkan postingan kami sebagai makalah diskusi/dialog, sehingga situs ini menjadi ajang Perdebatan. Maka kami mempersilahkan mengisi forum ini dengan berdialog yang sehat, cerdas dan bijak serta tidak melupakan etika dan norma kita sebagai bangsa timur. Tentunya, tidak menampilkan tulisan atau gambar yang sifatnya tidak senonoh (kata-kata jorok, hubungan intim). Kiranya forum ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk memperluas wawasan  & menjadikan kita bangsa yang lebih demokratis. [13/10/2010]

Maaf dan Salam, ADMIN.

11.411 Tanggapan to “Islam vs Ahmadiyah”

  1. Jin Islam said

    Yth Sdrku @Master Chi

    Apkbr? :)
    Kemana aja 2 hari ga kelihatan? Liburan ya?
    Dsni slm 2 hari sepiiiii… yg jaga pos keamanan cuman Bung @Tommy, @Tak Rela, @Maya, dan saya. Plus ada ikhwan baru nicknya @Sunan Ampel.
    Anda, Logika, Mas’ud, Alien, MGA, Penonton, dll ga ada. Kt jd sumpek, soalnya sepi.
    Slmt menikmati hari libur. Enjoy aja :)

    #

    Wkt Anda absen ada yg menarik dlm perdebatan antara ahmadi/yahudi dgn Sdr.Sunan Ampel. Yaitu pernyataan ahmadi/yahudi yg sy copas dibawah ini:

    Ahmadi/Yahudi pemalsu tafsir qur’an dan hadits berkata:
    22/04/2011 pada 01:33

    —>> Adakah umat Islam yang mampu membantah Dalil Pamungkas, selain hanya mengatakan memalsukan Hadits dan memalsukan Tafsir Al Quran? Adakah Tafsir Al Quran yang asli? Bukankah Tafsir Al Quran itu bisa berubah dan berkembang sesuai dengan perkembangan zaman?

    #

    Mari kita bahas:

    Ahmadi/Yahudi pemalsu tafsir qur’an dan hadits berkata:
    —>> Adakah umat Islam yang mampu membantah Dalil Pamungkas, selain hanya mengatakan memalsukan Hadits dan memalsukan Tafsir Al Quran?
    ═══►Adakah ═══►Tafsir Al Quran ═══► yang asli? ═══►Bukankah ═══►Tafsir Al Quran itu ═══►bisa berubah ═══►dan berkembang ═══►sesuai dengan perkembangan zaman?

    ~

    Ck..ck…ck… Pantesan ahmadiyah/yahudiyah mengarang tafsir qur’an sendiri sebanyak 30 juz. Jadi menurut pendapat ahmadiyah: siapapun boleh menafsirkan qur’an sesuai tingkat kedunguan masing2. Artinya menurut ahmadiyah/yahudiyah Tafsir qur’an yg sekarang tidak harus sama dgn tafsir qur’an pada 10 tahun yg akan datang. Jd kalau mnrt pendapat ahmadiyah/ yahudiyah, pada akhirnya akan ada RIBUAN VERSI (BAHKAN JUTAAN VERSI) Tafsir AlQur’an yg berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. [Krn bebas siapa saja dan kapan saja boleh menafsirkan AlQur'an secara bebas (LIBERAL) tanpa ada pembatasan kaidah dan ilmu.]

    Kesimpulan yg bisa sy tarik, mnrt ahmadiyah/yahudiyah BUKAN manusia dan zaman yg harus taat dgn tuntunan AlQur’an, tetapi
    ═══►ALQUR’AN YG HARUS DIRUBAH-RUBAH SETIAP SAAT
    ═══►UNTUK DISESUAIKAN DGN TUNTUTAN MANUSIA
    ═══►DAN TUNTUTAN PERKEMBANGAN ZAMAN.
    ═══►Persis seperti pemikiran kaum SEPILIS.

    Krn itu sy sering bilang, biarkan aja ahmadiyah/yahudiyah menulis terus, krn makin banyak menulis nanti akan SEMAKIN KELIHATAN KESESATANNYA. DAN MAKIN TAMPAK BEDANYA DGN ISLAM, DAN SEMAKIN JELAS BAHWA AHMADIYAH BUKAN ISLAM DAN ISLAM BUKAN AHMADIYAH!

    Ya Allah, Engkau menyaksikan sendiri apa yg mereka tulis dan mereka perbuat.

  2. raden munarman said

    siapapun (yang merasa benar), ayo gunakan kata-kata yang baik. yang merasa benar, jangan merasa paling benar, hingga tidak mau mengakui unsur-unsur kebenaran dari pihak lain.

  3. Sunan Kalijaga said

    Kalau kalian menginginkan tanggapan atas jawaban terhadap DALIL PAMUNGKAS, silahkan (1) pelajari dulu ilmu kalam dan (2) ikuti suri tauladan akhlak Nabi Muhammad Rasulullah saw, serta (3) jelaskan dulu berdasarkan Al Quran dan Hadits tentang definisi “Islam” dan “Kafir” yang sesungguhnya. Karena ketiga hal itu adalah kunci keberhasilan kalian untuk dapat membantah DALIL PAMUNGKAS dengan benar. Jika tidak, maka tulisan-tulisan Anda dan rekan-rekan Anda di thread ini akan tetap tidak beradab dan jauh dari ajaran Allah Ar-Rahman, Ar-Raahim dan Rasulullah saw.

    Berikut ini DALIL PAMUNGKAS tambahan, yang tidak dimiliki oleh umat Islam, kecuali hanya oleh Jamaah Islam Internasional Ahmadiyah:

    A. JAMAAH ISLAM INTERNASIONAL AHMADIYAH BERPEGANG TEGUH KEPADA TALI ALLAH

    Allah Ta’ala berfirman:
    “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan ketakwaan yang sesungguhnya, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan menyerahkan diri. Dan, berpegang-teguhlah kamu sekalian kepada Tali Allah, dan janganlah bercerai berai; dan ingatlah akan Nikmat Allah atasmu ketika kamu dahulu bermusuh-musuhan, lalu Dia menyatukan hatimu dengan kecintaan antara satu-sama lain sehingga dengan Nikmat-Nya kamu menjadi bersaudara; dan kamu dahulu berada di tepi jurang api, kemudian Dia menyelamatkan kamu darinya. Demikianlah Allah menjelaskan Ayat-Ayat-Nya kepadamu supaya kamu mendapat petunjuk.” (QS Ali Imran 3:103-104).

    Catatan: Artikel ini dibuat dengan menempatkan “Basmalah” sebagai ayat pertama pada tiap-tiap Surah Al Quran, kecuali Al Bara’ah (At-Taubah) karena Al Bara’ah bukan Surah yang berdiri sendiri (HR Abu Daud, Bukhari & Dar-u-Quthni). Jadi, kalau Anda temukan “QS Ali Imran 3:103-104″, maka bacalah “QS Ali Imran 3:102-103″ pada Al Quran Departemen Agama dlsb.

    Tali Allah adalah Kitab Allah atau Al Quran yang telah diulurkan dari langit ke bumi (Tafsir Quran oleh Imam Abu Ja’far Muhammad ibn Jarir Thabari, Juz. IV, hal. 30) dan Nikmat Allah adalah Kenabian (QS Al Maidah 5:21) yang dilanjutkan oleh Khilafah Rasyidah awal/Khulafa-ur-Rasyiddin (HR Imam Abu Daud), dan 13 abad kemudian dilanjutkan oleh Imam Mahdi/Nabi Ummati (QS An-Nisa 4:70) yang sekarang dilanjutkan oleh Khilafah Rasyidah akhir/Khalifatul Masih/Amirul Mu’minin/Imam Jama’ah Islam Internasional Ahmadiyah.

    (a) Dari Abi Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda: “Telah berfirqah-firqah orang Yahudi menjadi 71 firqah dan orang Nashara seperti itu pula dan akan berfirqah umatku menjadi 73 firqah” (HR Imam Tirmidzi dalah Sahih Tirmidzi, Juz. X, hal. 109).

    (b) Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Bani Israil telah berfirqah-firqah sebanyak 72 firqah dan akan berfirqah umatku sebanyak 73 firqah, semuanya masuk neraka kecuali satu.” Para sahabat yang mendengar ucapan Rasulullah saw tersebut bertanya: “Siapakah yang satu itu, Ya Rasulullah?” Rasulullah saw menjawab: “Yang satu itu ialah orang-orang yang berpegang-teguh kepada peganganku dan pegangan para sahabatku.” (HR Imam Tirmidzi, Sahih Tirmidzi, Juz X, hal. 109).

    (c) Rasulullah saw bersabda: “Demi Tuhan yang memegang jiwa Muhammad ditangan-Nya, akan berfirqah umatku sebanyak 73 firqah: yang satu masuk surga dan yang lain masuk neraka.” Para sahabat bertanya: “Siapakah firqah (yang tidak masuk neraka) itu, Ya Rasulullah?” Rasulullah saw menjawab: “Ahlussunnah wal Jama’ah.” (HR Imam Tahabrani).

    (d) Nabi Muhammad saw bersabda: “Akan ada segolongan dari umatku yang tetap pada kebenaran sampai hari kiamat dan mereka tetap pada kebenaran itu.” (HR Sahih Bukhari, Fathul Bari, Juz XVII, hal. 56).

    (e) Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang hidup lama di antara kalian niscaya akan melihat perselisihan yang banyak. Maka pada waktu itu berpegang-teguhlah pada Sunnahku dan Sunnah Khalifah Rasyidah (Khulafa-ur-Rasyiddin) yang diberi hidayah/petunjuk langsung dari Allah. Pegang-teguhlah itu dan gigitlah dengan gerahammu” (HR Imam Abu Daud, Sunan Abu Daud, Juz IV, hal. 201).

    (f) Rasulullah saw menerangkan tentang empat periode/zaman dalam Islam hingga Hari Kiamat berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Hudzaifah ra: “Akan terjadi kenabian sampai masa yang disukai Allah Ta’ala. Kemudian akan ada khilafat atas kenabian sampai masa yang disukai Allah Ta’ala. Kemudian akan berdiri kerajaan yang aniaya sampai waktu yang dikehendaki Allah Ta’ala. Kemudian akan berdiri kerajaan yang sewenang-wenang sampai waktu yang dikehendaki Allah Ta’ala. Kemudian akan ada khilafat atas kenabian.*) Kemudian beliau saw berdiam diri.” (HR Musnad Ahmad bin Hambal, dikutip oleh Misykat dalam Babul Inzar wa Tahzir hal. 461).

    *) Di dalam kitab Misykat tersebut ada keterangan:
    “Sudah jelas bahwa khilafat yang dimaksudkan disini adalah pada zaman (khilafat) Isa dan Mahdi”.

    Berdasarkan Al Quran (QS Ali Imran 3:103-104) dan lima hadits tersebut diatas, maka kita lihat Sunnah Rasulullah saw dan Sunnah para sahabat (Khulafa-ur-Rasyiddin) ra adalah sebagai berikut:
    (1) Diawali oleh Kenabian Rasulullah, Nabi Muhammad saw.
    (2) Dilanjutkan oleh Khilafat Rasyiddah awal (Khulafa-ur-Rasyiddin) ra yang mendapat petunjuk langsung dari Allah (Mahdi):
    – Khalifah I Rasulullah: Abu Bakar Shiddiq ra
    – Khalifah II Rasulullah: Umar bin Khattab ra
    – Khalifah III Rasulullah: Utsman bin Affan ra
    – Khalifah IV Rasulullah: Ali bin Abu Thalib ra

    Setelah Ali bin Abu Thalib ra wafat, kejayaaan Islam dilanjutkan oleh Dinasti Bani Umayyah sampai abad ke 3 Hijriah. Setelah itu terjadilah kegelapan umat Islam selama 10 abad Hijriah (QS As-Sajdah 32:6) yang dipimpin oleh raja-raja dari Dinasti Abassiyah dan Utsmaniyah yang kejam dan aniaya. Walaupun raja-raja mereka disebut Khalifah/Amirul Mu’minin, tetapi Rasulullah saw tidak menyebutnya seperti itu.

    Kemudian, berdasarkan Al Quran (QS Ali Imran 3:103-104) dan enam hadits tersebut diatas, Jamaah Islam Internasional Ahmadiyah mengikuti Sunnah Rasulullah saw dan sunnah para sahabat (Khulafa-ur-Rasyiddin) ra, sebagai berikut:
    (1) Diawali dengan Kenabian Rasulullah, Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (Imam Mahdi/Masih Mau’ud/Nabi Ummati) as.
    (2) Dilanjutkan oleh Khilafat Rasyiddah akhir (Khalifatul Masih) yang mendapat petunjuk langsung dari Allah (Mahdi):
    – Khalifatul Masih I: Hakim Nuruddin ra
    – Khalifatul Masih II: Mirza Basyiruddin Mahmud Ahmad ra
    – Khalifatul Masih III: Mirza Nasir Ahmad rh
    – Khalifatul Masih IV: Mirza Tahir Ahmad rh
    – Khalifatul Masih V: Mirza Masroor Ahmad atba, hingga sekarang.

    ADAKAH ORGANISASI LAIN YANG BERPEGANG-TEGUH KEPADA TALI ALLAH DAN KEPADA SUNNAH RASULULLAH SAW SERTA SUNNAH PARA SAHABAT, SELAIN JAMAAH ISLAM INTERNASIONAL AHMADIYAH?

    B. IMAM MAHDI YANG MENDAPAT MANDAT ALLAH UNTUK MENERIMA BAI’AT DARI SELURUH MANUSIA

    Masih ingat ungkapan tersohor dari Umar bin Khattab ra: “Tiada Islam tanpa Jama’ah, tiada Jama’ah tanpa Imam (Mahdi), tiada Imam tanpa umat, tiada umat tanpa bai’at, dan tiada bai’at tanpa ta’at.”?

    Rasulullah SAW bersabda, “Ketika kalian melihatnya (kehadiran Imam Mahdi), maka berbai’at-lah dengannya walaupun harus merangkak-rangkak di atas salju karena sesungguhnya dia adalah Khalifatullah Al-Mahdi.” [HR Abu Dawud, hadits no.4074 (copas tulisan LOGIKA) & Sunan Ibnu Majah hadits no.4084].

    Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa mati, sedang ketika hidupnya tidak ada ikatan bai’at, maka ia mati secara jahiliah.” (Shahih Muslim, editor Muhammad Fuad Abdul Baqi, Daar Ihya-ul Kutub al’Arabiyah, penerbit Isa al-Babi’l Halabi, Mesir, cetakan pertama, 1375H/1955M, Juz III, h. 1478).

    Apakah kalian sudah memiliki ikatan bai’at? Apakah kalian mau bai’at mengikuti perintah Rasulullah saw?

    Kalau kalian mau bai’at, maka bai’atlah kepada Allah melalui orang yang telah mendapat mandat dari-Nya. Satu-satunya orang, setelah Nabi Muhammad Rasulullah saw, yang telah mendapat mandat dari Allah untuk menerima bai’at dari seluruh manusia hanyalah HMGA (Imam Mahdi/Masih Mau’ud/Nabi Ummati) as. Kemudian, mandat itu beliau as limpahkan kepada para Khalifatul Masih. Mandat itu berupa wahyu dari Allah: “Buatlah bahtera (Jemaat Ahmadiyah) dengan pengawasan petunjuk wahyu Kami. Barangsiapa yang bai’at kepada engkau, sesungguhnya mereka bai’at kepada Allah. Tangan Allah ada di atas tangan mereka.” (Kisyti Nuh, Taqwiyatul Iman, hal. iii).

    ADAKAH ORANG LAIN, SELAIN HMGA, PADA AWAL ABAD KE-14 HIJRIAH, NAMANYA AHMAD, BERASAL DARI QADIAN (DEKAT MENARA PUTIH DI SEBELAH TIMUR DAMASKUS), INDIA, AHLUL BAIT, KETURUNAN BANGSA PARSI/PERSIA YANG MENDAKWAKAN DIRI DIUTUS ALLAH SEBAGAI IMAM MAHDI DAN MASIH MAU’UD, NABI UMMATI, DIDUKUNG OLEH TANDA FALAQ YANG BERPEGANG TEGUH KEPADA TALI ALLAH DAN MENDAPAT MANDAT DARI ALLAH UNTUK MENERIMA BAI’AT?

  4. Sri Sultan said

    Raden Munarman berkata
    23/04/2011 pada 16:47

    siapapun (yang merasa benar), ayo gunakan kata-kata yang baik. yang merasa benar, jangan merasa paling benar, hingga tidak mau mengakui unsur-unsur kebenaran dari pihak lain.

    &

    Sri Sultan menjawab:
    ->unsur-unsur kebenaran dari pihak lain patut diakui.
    ->unsur-unsur kebohongan dari pihak lain patut diberantas.

  5. ALIEN said

    @Sunan Kalijaga,

    …..
    (5) Mampukah Ahmadiyah menjawab bantahan umat Islam terhadap Dalil sampah Pamungkas yang telah dipatahkan dengan argumentasi berdasarkan Al Quran dan Hadits Mutawatir yang asli tidak dirubah ubah, tanpa kebiasaan buruk warisan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad yaitu memalsukan Hadits dan memalsukan Tafsir Al Quran?

    —>> Adakah umat Islam yang mampu membantah Dalil Pamungkas, selain hanya mengatakan memalsukan Hadits dan memalsukan Tafsir Al Quran? Adakah Tafsir Al Quran yang asli? BUKANKAH TAFSIR AL-QURAN ITU BISA BERUBAH DAN BERKEMBANG SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN JAMAN ?

    ____________________________________________________________________

    Mudah-mudahan Khalifah Ahmadiyah yang lagi sibuk ngitung-2 uang candah membaca penjelasan anak buahnya di Indonesia uang dicapslock di atas.

    Rasanya saya pernah membaca uraian kalimat yang substansinya seperti ini, yakni ketika berdialog dengan peserta non muslim di Dialog Religi III situs Kobarnet. Waktu itu ketika ia kepepet dalam mempertahankan argumentasinya, ia menjawab pertanyaan muslim bukan dengan jawaban uraian melainkan jawaban berbentuk pertanyaan yang sama seperti yang diucapkan oleh Sunan kalijaga pada komen 70 pada tread lalu yang dicapslock di atas, yang intinya meragukan keaslian tafsir Al-Quran yang di pegang oleh umat Islam dunia saat ini.

    Jadi berdasarkan adanya kesamaan pola berfikir antara non muslim denga Sunan Kalijaga di atas, maka amat pantas jika saya meragukan ke-Islama-an keyakinan yang diusung oleh bung Sunan Kalijaga. Artinya pengakuannya bahwa ia merupakan bagian dari Islam itu tidak sesuai dengan penjelasannya di atas dan ini merupakan kecerobohan terbesar dari bung Sunan Kalijaga sebagai duta organisasinya. Bung Sunan kalijaga harus menjelaskan hal ini secara khusus, jika tidak ingin ditinggalkan tergesa-gesa oleh para pengikutnya.

    Dan yang lebih fatal lagi, selain cara berfikir yang sama dengan non muslim, bung Sunan Kalijaga juga kelihatanya sadar tidak sadar telah menunjukkan keaslian pendiriannya sebagai seorang Ahmadi, yakni bahwa tafsir Al-Quran boleh dirubah-rubah sesuai dengan kehendak jaman, yang otomatis sesuai dengan kemauan manusia atau penguasa yang ingin merubahnya. ASTAGFIRULLAH !

    ISTIGFAR !!!
    ISTIGFAR !!!
    ISTIGFAR !!!

    Benar-benar bertolak belakang 360 + 1 derajat dari ajaran Rasulullah SAW. Bisakah ia menjelaskan hal ini ?

    Kita tunggu penjelasan atas keteledorannya sebagai orang yang mengaku sebagai bagian dari Islam.

  6. master chi said

    jin Islam yang saya hormati

    mohon maaf, karena ada urusan beberapa hari belakangan saya tidak bisa internetan.

    penjaga kali ciliwung

    anda mengatakan
    “Setelah Ali bin Abu Thalib ra wafat, kejayaaan Islam dilanjutkan oleh Dinasti Bani Umayyah sampai abad ke 3 Hijriah. Setelah itu terjadilah kegelapan umat Islam selama 10 abad Hijriah (QS As-Sajdah 32:6) yang dipimpin oleh raja-raja dari Dinasti Abassiyah dan Utsmaniyah yang kejam dan aniaya. Walaupun raja-raja mereka disebut Khalifah/Amirul Mu’minin, tetapi Rasulullah saw tidak menyebutnya seperti itu.”

    komentar saya
    1. anda belum memahami sejarah Islam.
    2. anda menganggap “raja-raja dari Dinasti Abassiyah dan Utsmaniyah yang kejam dan aniaya”, sedangkan ada pemimpin yang bernama Umar bin abdul Azis (keturunan Umar bin Khattab) yang sangat bijaksana dan adil, dari statement anda, anda TIDAK MENGAKUI Umar bin Abdul Azis adalah pemimpin yang bijaksana.

    anda mengatakan
    “Masih ingat ungkapan tersohor dari Umar bin Khattab ra: “Tiada Islam tanpa Jama’ah, tiada Jama’ah tanpa Imam (Mahdi), tiada Imam tanpa umat, tiada umat tanpa bai’at, dan tiada bai’at tanpa ta’at.”?”

    komentar saya
    boleh saya tau terdapat dalam kitab apa ucapan Umar bin Khattab itu?

    anda mengatakan
    “Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa mati, sedang ketika hidupnya tidak ada ikatan bai’at, maka ia mati secara jahiliah.” (Shahih Muslim, editor Muhammad Fuad Abdul Baqi, Daar Ihya-ul Kutub al’Arabiyah, penerbit Isa al-Babi’l Halabi, Mesir, cetakan pertama, 1375H/1955M, Juz III, h. 1478).”

    komentar saya
    boleh saya menyampaikan haditsnya?
    Dari Abu Hurairah RA
    مَنْ خَرَجَ مِنَ الطَّاعَةِ وَفَارَقَ الْجَمَاعَةَ فَمَاتَ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً

    “Barangsiapa yang keluar dari ketaatan dan berpisah (menyempal) dari jamaah, maka dia mati dalam keadaan mati jahiliah.” (HR.Muslim no. 1484)

    dari situ sudah ketahuan bahwa siapa yang berpisah (menyempal) dari jamaah, yakni MGA
    dalam sejarah, MGA hanya seorang ulama berhaluan ahlussunnah, yang kemudian menganggap dirinya nabi (mungkin untuk mencari sensai belaka) yang ditegur oleh ulama-ulama lainnnya.
    dengan begitu MGA telah keluar dari jamaah ahlussunnah

    dan yang disebut dengan berbaiat BUKAN berbaiat secara firqah (berbaiat kepada Imam GOLONGAN) ahmadiyah sudah termasuk firqah yang keluar dari ahlussunnah dan pengikut ahmadiyah berbaiat kepada MGA, dengan begitu pengikut ahmadiyah hanya berbaiat secara firqah.
    yang jadi pertanyaan
    mengapa ahmadiyah disebut dengan berbaiat hanya secara firqah?
    jawabannya
    karena KEIMAMAN DARI MGA dan khalifah ahmadiyah lainnya TIDAK DIAKUI OLEH MAYORITAS MUSLIM.

    lalu muncul pertanyaan lagi
    mengapa mayoritas muslim tidak mengakui MGA dan khalifah ahmadiyah lainnya sebagai khalifah (imam/pemimpin)?
    jawabannya
    karena sejak awal berdirinya ahmadiyah dengan MGA laknatulah sebagai pendirinya dan imamnya SAMPAI DENGAN HARI INI tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadits

    muncul lagi pertanyaan
    yang mana yang tidak sesuai Al-Qur’an dan Hadits?
    jawabannya
    1. karena MGA laknatullah mengaku nabi/rasul/Imam hamdi/Nabi Isa as.
    2. MGA dan ahmadiyah telah MEMODIFIKASI Al-Qur’an dan Hadits
    contoh kecilnya memodifikasi Al-Qur’an
    (secara teks Arab)dengan menambahkan basmalah pada setiap surah
    (secara terjemah) dengan menambahkan kata-kata yang menjurus untuk “mengiyakan” MGA sebagai utusan Allah

    contoh kecil memodifikasi hadits
    seperti yang telah dibahas jin Islam berulang-kali
    dalam sunan Daruquthni, hanya ucapan seseorang (bukan ucapan Rasulullah SAW) namun dimodofikasi oleh ahmadiyah dengan menambahkan “Rasulullah SAW bersabda”

    maka dengan kata lain HARAM berbaiat kapada khalifah/imam/amir/pemimpin ahmadiyah karena ahmadiyah sendiri telah BERANI MEMODIFIKASI Al-Qur’an dan Hadits

    dan satu saran saya
    APABILA HENDAK MENJAWAB BANTAHAN JIN ISLAM ATAS DALIL SAMPAH YANG DIAJUKAN AHMADIYAH, hendaknya anda meminta seluruh umat Islam untuk:
    1. membuka kitab xxx
    2. menelaah hadits xxx dan dan anda juga menjabarkan asal-muasal hadits xxx misalnya Rasulullah SAW bersabda kepada xxx berkata kepada xxx berkata kepada xxx dan seterusnya.

    dan anda juga jangan menggunakan TAFSIR BODOH karangan MGA laknatullah, karena Islam ahlussunnah MENOLAK tafsir bodoh karanagan MGA laknatullah, karena berisikan kebohongan-kebohongan, tapi gunakanlah TAFSIR PARA ULAMA AHLUSSUNNAH seperti tafsir Imam Syafii

  7. MAS'UD said

    @SUNAN JOGO KALI
    ADAKAH ORANG LAIN, SELAIN HMGA, PADA AWAL ABAD KE-14 HIJRIAH, NAMANYA AHMAD, BERASAL DARI QADIAN (DEKAT MENARA PUTIH DI SEBELAH TIMUR DAMASKUS), INDIA, AHLUL BAIT, KETURUNAN BANGSA PARSI/PERSIA YANG MENDAKWAKAN DIRI DIUTUS ALLAH SEBAGAI IMAM MAHDI DAN MASIH MAU’UD, NABI UMMATI, DIDUKUNG OLEH TANDA FALAQ YANG BERPEGANG TEGUH KEPADA TALI ALLAH DAN MENDAPAT MANDAT DARI ALLAH UNTUK MENERIMA BAI’AT?

    Jawab :
    Memang tidak ada yang mengaku karena hanya orang Gila dan Orang yang kemaruk pada kehidupan Dunia yang berani mengaku sebagai
    Imam Mahdi dan hanya Orang Bodoh yang mengakuinya sebagai Nabi/Imam Mahdi karena dari Akhlak dan perbuatanya sudah Jauh dari memenuhi kriteria Imam Mahdi tapi Al Kadzablah yang pantas Gelar untuk orang yang mengaku Nabi setelah Nabi Muhammad

  8. MAS'UD said

    SIAPAPUN YANG MENGAKU SEBAGAI NABI SETELAH NABI MUHAMMAD ADALAH PENDUSTA AGAMA=PENDUSTA ALQUR’AN & HADIST
    =PENDUSTA ALLAH DAN NABI MUHAMMAD SAW

  9. LOGIKA said

    Sunan Kalijaga berkata
    20/04/2011 pada 11:38

    @Master Chi,

    (1) Coba Anda jelaskan apa dan bagaimana Mubahalah berdasarkan Al Quran dan Sunnah Rasulullah SAW!

    (2) Coba Anda jelaskan apa definisi Islam dan “Lepas dari Islam” menurut Al Quran dan Sunnah Rasulullah SA.

    ####

    Bung pengguna nama Sunan Kalijaga,

    Sebagai muslim saya akan melengkapi jawaban-2 rekan-2 muslim dengan menjawab pertanyaan pertama yang pertama saja, oleh karena pertanyaan kedua adalah justru merupakan pertanyaan dari rekan muslim (Sdr. Alien) yang ditujukan kepada anda yang diragukan keislamannya oleh pandangan anda sendiri, seperti :

    —>> Adakah umat Islam yang mampu membantah Dalil Pamungkas, selain hanya mengatakan memalsukan Hadits dan memalsukan Tafsir Al Quran? Adakah Tafsir Al Quran yang asli? BUKANKAH TAFSIR AL-QURAN ITU BISA BERUBAH DAN BERKEMBANG SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN JAMAN ?

    Selain itu dari perkataan anda juga tersirat makna bahwa jika rekan muslim sudah menjawab pertanyaan anda, maka anda bersedia alias tidak beralasan apapun lagi untuk tidak menerima tantangan mubhahalah dari rekan muslim seperti bung Tommy, bukan begitu ?

    Baiklah Bung S. Kalijaga, saya akan mulai menjelaskan apa itu arti dan makna BERMUBHAHALAH dalam Islam.

    BERDASARKAN KITAB SUCI AL-QURAN SURAT AL-IMRAN AYAT 61 ->

    فَمَنْ حَاجَّكَ فيهِ مِنْ بَعْدِ ما جاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعالَوْا نَدْعُ أَبْناءَنا وَ أَبْناءَكُمْ وَ نِساءَنا وَ نِساءَكُمْ وَ أَنْفُسَنا وَ أَنْفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَعْنَتَ اللَّهِ عَلَى الْكاذِبينَ.

    Siapa yang membantahmu (tentang kisah Isa) dalam hal ini setelah engkau memperoleh ilmu, maka katakanlah Muhammad (kepada mereka):” Mari kita panggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan isteri-isterimu, kami sendiri dan kamu juga; kemudian marilah kita ber-BERMUBHAHALAH agar laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.

    Berdasarkan firman Allah SWT pada surat Al-Imran ayat 61 di atas, tersirat makna mubhahalah sebagai bentuk langkah akhir yang diijinkan oleh Allah SWT untuk ditempuh umat Islam ketika meyakinkan lawan-2 debatnya (orang-2 kafir) akan kebenaran ajaran Islam yang disampaikan oleh Rasulullah SAW dimana pihak yang berdusta akan menanggung akibat (karma) berupa laknat Allah SWT dari ucapannya.

    BERDASARKAN ETIMOLOGI ->

    Mubahalah (المب هلة) berasal dari bahasa Arab بهل (Bahlah/buhlah) yang berarti kutukan atau laknat.

    BERDASARKAN HADIST-2 NABI ->

    Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata:
    “Di sini Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajak utusan orang-orang Nasrani dari Najron setelah tegak hujjah atas mereka dalam perdebatan dan mereka tetap bersikeras (pada ke­batilannya), maka Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajak mereka untuk mubahalah. Alloh Ta’ala berfirman: Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakan­lah (kepadanya):

    “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-­istri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Alloh dan kita minta supaya laknat Alloh ditimpakan kepada orang-orang yang dus­ta.” (QS. Ali Imron).

    Saat mereka mengetahui hal tersebut, maka seba­gian di antara mereka bicara pada sebagian lain­nya: ‘Demi Alloh, seandainya kalian bermubahalah dengan nabi ini tidak akan ada satu pun di antara kalian yang hidup. Maka saat itulah mereka akhir­nya mau menyerah dengan cara membayar jizyah (semacam upeti) dalam keadaan hina. Maka Rosu­lulloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus kepada mereka seorang yang terpercaya yaitu Abu Ubaidah bin al-Jarroh radhiyallahu ‘anhu untuk mengurusi hal tersebut.”

    Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata:
    “Ini adalah muba­halahnya Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kaum musyrikin yang mengklaim bahwa keadaan mereka saat itu adalah berada di atas petunjuk, sebagaimana Alloh Ta’ala menyebutkan tentang mubahalah Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan orang-orang Yahudi.”

    Dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu berkata:
    Telah datang Aqib dan Sayyid, dua tokoh Nasrani Najron kepada Rosululoh Shallallahu ‘alaihi wa sallam keduanya ingin bermubahalah. Maka salah satunya berkata: “Jangan engkau lakukan itu, jika memang benar dia seorang nabi, lalu kita mubahalah niscaya kita tidak akan beruntung, juga anak keturunan kita.” Akhirnya mereka mengatakan : “Kami akan memberikan apa yang engkau minta, maka utuslah kepada kami seorang yang terpercaya. Dan jangan engkau utus kepada kami kecuali seorang yang terpercaya.” Maka Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sungguh, saya akan me­ngutus pada kalian seorang yang benar-benar ter­percaya.” Para sahabat Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun ingin mendapatkan tugas tersebut, namun akhimya Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Bangkitlah wahai Abu Ubaidah bin jarroh.” Tatkala belau berdiri, maka Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Ini adalah orang yang terpercaya dari umat ini.”

    Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata:
    “Dalam ha­dits ini terdapat syariat mubahalah dengan orang yang menyelisihi (kebenaran) apabila tetap ngotot setelah tampak hujjah baginya. Ini pun pernah di­lakukan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhum, dan Imam al-Auza’i rahimahullah, juga sebagian para ulama. Dan dari pengala­man bahwa orang yang melakukan mubahalah dan dia itu orang yang salah, maka dia tidak akan hidup sampai satu tahun dari saat dia bermubahalah. Dan saya pun pernah mengalaminya bermubahalah dengan seorang yang ta’ashub dengan kelompok batil, akhirnya setelah itu dia hanya hidup dua bulan.”[3]

    HUKUM MUBAHALAH

    Mubahalah termasuk perkara yang disyari’atkan dalam agama Islam, sebagai salah satu sarana dak­wah apabila sudah menemukan jalan buntu, apa­bila hujjah dan dalil tidak lagi berfungsi.

    Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata:
    “Alloh meme­rintahkan kepada Rosul-Nya untuk bermubahalah dengan orang-orang yang menentang kebenaran dalam masalah Isa bin Maryam ‘alaihis salam setelah tampak hujjah dan keterangan pada mereka.”

    Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata:
    “Kesimpul­annya, bahwa Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa mendebat semua orang kafir, apa pun agamanya, sampai be­liau Shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia. Dan hal ini diteruskan oleh para sahabat sepeninggal beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan Alloh Ta’ala meme­rintahkan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mendebat mereka dengan baik, baik pada Surat Makkiyyah maupun Madaniyyah, Alloh Ta’ala juga memerintahkan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk ber­mubahalah dengan mereka setelah tampak bagi mereka hujjah dan keterangan. Dengan cara inilah agama ini tegak.” [4]

    Syaikh al-Albani rahimahullah pernah ditanya tentang penggunaan mubahalah untuk urusan dunia, maka beliau menjawab:
    “Tidak boleh menyeret hukum ini untuk urusan dunia, karena dua sebab, pertama karena kisah mubahalah ini terjadi dalam masalah aqidah. Kedua Islam telah memiliki aturan dan kaidah dalam permasalahan (urusan) dunia. Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Yang menuntut wajib mendatangkan bukti, sedang­kan yang rnengingkari hanya wajib bersumpah.” [

    KESIMPULAN :

    MUBHAHALAH merupakan istilah bagi PERISTIWA HADIRNYA DUA PIHAK YANG SALING BERSELISIH BERSAMA KELUARGA DAN ANAK-ANAK KEDUANYA DI SEBUAH TEMPAT TERTENTU, YANG MANA KEDUANYA TIDAK BISA MENYELESAIKAN PERMASALAHAN AGAMA ANTARA KEDUANYA DENGAN CARA DIALOG DAN DEBAT, SEDANGKAN MASING-2 MENGANGGAP YANG LAINNYA SEBAGAI PIHAK YANG DUSTA DAN BATHIL, LALU KEDUANYA BERDOA DENGAN PENUH HARAP KEPADA ALLAH SWT AGAR YANG SALAH DAN DUSTA DARI KEDUANYA DILAKNAT DAN DIJAUHKAN DARI RAHMAT-NYA.

    SYARAT-SYARAT BERMUBAHALAH

    Apabila umat Rasulullah SAW -> TERPAKSA <- harus menggunakan cara mubahalah, maka harus diperhatikan beberapa syarat berikut :

    1. Ikhlas hanya mengharapkan keridhoan Alloh Ta’ala dan demi mengikuti sunnah Nabi.
    2. Memiliki ilmu yang mapan sehingga posisinya berada di atas kebenaran.
    3. Dilakukan dalam sebuah perkara agama yang penting.
    4. Langkah akhir setelah diusahakan dialog dengan hujjah dan dalil (bukti) dilakukan.
    5. Kedua pihak mengajak keluarga dan anak-anak sebagai saksi-2nya.

    Apa manfaat bermubhahalah ?

    Tidak ada satu pun syari’at Alloh Ta’ala dan Rosul-Nya melainkan akan membawa maslahat jika dilakukan dengan cara yang tepat dan dalam kondisi yang te­pat. Begitu Pula dengan mubahalah, jika dilakukan dengan cara yang tepat dalam kondisi yang tepat terhadap orang yang tepat, maka akan membawa maslahat yang besar. Di antaranya :

    Pertama :
    Hancurnya orang yang berada di atas kebatilan, baik segera maupun agak lama sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhum tentang seandainya terjadi mubahalah antara Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan orang Yahudi maupun Nasrani. Selain itu Imam Ibnu Hajar rahimahullah mengsatakan : “Dan dari pengalaman bahwa orang yang melakukan mubahalah dan dia itu orang yang salah, maka dia tidak akan hidup sampai satu tahun dari saat dia bermubahalah. Dan saya pun pernah mengalaminya bermubahalah dengan seorang yang ta’ashub (fanatik) dengan kelom­pok batil, akhirnya setelah itu dia hanya hidup dua bulan.”

    Kedua :
    Orang yang tidak mau diajak mubahalah diang­gap sebagai kelompok yang salah, jika dia tidak punya alasan syar’i tentang alasannya menolak mubahalah, sebagaimana yang terjadi pada orang-orang Ya­hudi dan Nasrani pada zaman Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

    Ketiga :
    Meninggikan agama dengan nampaknya ke­benaran dan hancurnya kebatilan.

    Demikian mengenai mubhahalah, semoga bermanfaat buat kita semua.
    Setelah ini maka, permasalahan mubhahalah di dialog ini saya kembalikan kepada forum dialog Islam vs Ahmadiyah, khusunya pada bung Tommy vs Sunan Kalijaga.

  10. LOGIKA said

    KISAH MUBHAHALAH RASULULLAH SAW (Sebuah Alarm Kebenaran dari Allah)

    Perkembangan agama Islam di jazirah Arab bisa dikata serupa cahaya. Tak pelak, kalau seiring perjalanan waktu, sejak nabi Muhammad diperintahkan oleh Allah untuk menyebarkan agama Islam di tengah kejahiliyahan kaum kafir dan kaum musyrik ternyata agama Islam seperti cahaya matahari yang melesat cepat menerangi permukaan bumi. Agama Islam bisa memikat penduduk Arab karena agama Islam telah memancarkan cahaya terang kepada manusia dari kegelapan sebuah zaman. Apalagi, perilaku (karakter) nabi yang jujur, berbudi luhur dan rendah hati, tak bisa disangkal lagi telah mendukung nilai-nilai ajaran agama Islam yang ditegakkan oleh Rasulullah.

    Alhasil, Islam pun menawarkan harapan baru dan janji akan masa depan yang cemerlang. Serupa matahari yang menerangi bumi, Islam pun menerangi jiwa dan hati manusia untuk tak tersesat dalam kegelapan. Tak salah, meski pun kaum kafir Quraisy tak henti-henti menentang, menghujat dan memusuhi nabi, ternyata Islam tak menjadi pudar dan padam, tapi justru mampu menunjukkan kelebihan akan nilai-nilai hidup yang memang layak untuk dipeluk.

    MENYULUT KECEMBURUAN

    Seiring perjalanan waktu, cahaya Islam itu melesat, berkembang dan bahkan maju dengan cepat. Apalagi, setelah nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah dan nilai-nilai agama Islam yang dibawa rasul mengajarkan kebajikan dan kebaikan bagi penduduk Madinah. Maka satu per satu penduduk di jazirah Arab mulai tertarik untuk memeluk agama baru (Islam) itu, tak terkecuali warga di wilayah luar Makkah dan Madinah. Bahkan agama Islam mampu menerobos ke wilayah Najran. Padahal, Najran merupakan kawasan Hijaz yang sebagian besar penduduknya selama bertahun-tahun telah memeluk dengan setia dan fanatik terhadap agama Nasrani.

    Tetapi keagungan Islam ternyata bisa meluruhkan hati penduduk Najran. Kemuliaan Islam, seperti tak bisa disangkal untuk tidak dipeluk. Rupanya agama Islam telah memikat penduduk Najran untuk meninggalkan kepercayaan lama kemudian memeluk Islam dengan penuh kesadaran. Bahkan penyebaran Islam di Najran itu, seiring bergantinya hari semakin luas dan nyaris tak bisa dibendung lagi. Maka tak mustahil lagi, jika pemuka-pemuka Nasrani seperti tersulut bara api. Tak ada alasan bagi para pemuka Nasrani untuk tak digelayuti rasa benci dengan agama Islam selain karena rasa cemburu dan sebongkah perasaan tak senang lantaran agama Islam dipandang telah menggerongoti kepercayaan orang-orang Nasrani Najran.

    Tetapi, ketidaksenangan pemuka-pemuka Nasrani itu tidak diungkapkan secara langsung dengan cara terang-terangan. Berbeda dengan kaum Yahudi yang dengan berani dan terang-terangan mengingkari janji, gemar membuat onar, menyebarkan desas-desus yang bohong, melancarkan tekanan ekonomi terhadap kaum Muslim, bahkan berkomplot dengan musuh-musuh Islam (seperti kaum Quraisy) untuk menyerang dan menghancurkan agama Islam. Meski pun kedua golongan itu sama-sama tidak senang dengan perkembangan agama Islam, anehnya kaum Nasrani Najran menunjukkan sikap yang lentur dan secara sembunyi-sembunyi ternyata memendam rasa cemburu di lubuk hati mereka yang paling dalam hanya di permukaan saja menampilkan sikap yang lunak.

    Sikap lunak –meski dalam hati dicekam rasa cemburu– yang ditunjukkan kaum Nasrani itu, tentunya bukan satu hal yang aneh. Lantaran kaum Nasrani telah mengetahui bahwa uskup-uskup mereka (seperti Waraqah bin Naufal di Hijaz dan Bahira di Syam) adalah dua tokoh Nasrani yang mengenal baik akan ciri-ciri Muhammad yang memang tak lain dan tak bukan adalah ciri-ciri yang dimiliki oleh seorang Rasul. Tetapi, rasa cemburu itu tidak bisa dielakkan dan tak bisa diubah menjadi simpati. Apalagi, sudah jelas-jelas ada perbedaan antara kepercayaan kaum syirik (yang menyekutukan Tuhan) dan kaum yang teguh bertauhid (mengesakan Tuhan) memang tidak bisa diserasikan.

    Tak pelak lagi, kalau kaum Nasrani Najran -khususnya para pemukanya–dengan cara yang halus dan bahkan sembunyi-sembunyi kemudian berusaha keras untuk mencegah dan menghalangi perkembangan Islam di Najran. Tapi sayangnya usaha pemuka-pemuka Nasrani itu seperti membentur tembok. Islam seperti tak dapat dibendung. Islam telah mematik hati penduduk Najran.

    Tak kuasa mencegah perkembangan Islam yang kian hari berkembang dan memikat penduduk daerah Najran, apalagi sebagian penduduk yang tidak beragama Nasrani pun juga tertarik dengan Islam, maka para pemuka Nasrani Najran mulai dibuat gelisah dan dicekam rasa takut akan masa depan agama Nasrani. Maka, pemuka-pemuka Nasrani itu tak menemukan jalan lain lagi untuk menghalangi perkembangan agama Islam, dan mereka kemudian menempuh jalan lain mengadu “kebenaran” dengan cara menantang debat nabi untuk menentukan kebenaran agama yang diridhai oleh Allah di antara agama Islam dan Nasrani itu.

    Dengan keputusan itu, maka akhirnya kaum Nasrani mengirimkan utusan ke Madinah untuk menemui nabi dan berniat bulat untuk beradu argumen guna membuktikan kebenaran antara agama keduanya.

    MENANTANG DEBAT

    Utusan dari kaum Nasrani Najran itu dipimpin oleh tiga orang terkemuka Najran, yakni Al-Aqib, Muhsin dan seorang oleh seorang uskup agung dengan diiringi pula dua orang Yahudi terkemuka. Utusan itu datang menemui Nabi di Madinah. Kedatangan utusan Nasrani Najran itu tidak ada maksud lain, kecuali untuk mendebat dan menantang nabi beradu argumen.

    Setelah sampai di Madinah, utusan kaum Nasrani Najran itu kemudian menemui Rasul. Di depan nabi, sang uskup langsung mengajukan pertanyaan,” Wahai Abul Qasim (yang tak lain merupakan sebutan untuk nabi Muhammad), siapakah ayah nabi Musa?”

    Nabi pun menjawab dengan sopan dan lembut, “Imran.”

    Lalu, sang uskup itu bertanya lagi, “Lalu, siapakah ayah Yusuf?”

    “Ya`qub,” jawab nabi tanpa ragu.

    Sang uskup itu kemudian melanjutkan pertanyaan, “Semoga aku menjadi penebus bagi Anda. Lalu, siapakah ayah Anda?”

    Nabi menjawab dengan tegas, “Abdullah bin Abdul Muththalib.”

    Sang uskup itu bertanya lebih lanjut, “Siapakah ayah Isa?”

    Sejenak Rasulullah diam. Wahyu dari Allah kemudian turun kepada nabi Muhammad, “(Katakan) ia ruh Allah dan kalimat-Nya.”

    Sang uskup lalu bertanya lagi, “Dapatkah ia menjadi ruh tanpa memiliki tubuh?”

    Lagi-lagi sebuah wahyu disampaikan pada nabi Muhammad SAW. Dan wahyu itu berbunyi,

    “Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, ‘Jadilah (seorang manusia), maka jadilah dia’.” (QS. Ali Imran: 59)

    Usai mendengar jawaban itu, sang uskup mengajukan keberatan pada nabi –yang mengatakan bahwa Isa as diciptakan dari tanah. Sementara, Rasul tak sedikitpun ragu karena nabi Muhammad menyandarkan kebenaran itu dari wahyu,

    “Kebenaran (mengenai Isa) itu datang dari Allah, Tuhanmu. Karena itu, janganlah termasuk orang yang ragu.” (QS. Ali Imran: 60)

    Sang uskup lalu berkata, “Muhammad, kami tidak menemukan ini ada di dalam Taurat, Injil atau pun Zabur. Engkaulah orang pertama yang mengatakan tentang hal ini.

    Seketika itu nabi mendapat wahyu dari Allah yang berbunyi, “Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkanmu), maka katakanlah (kepadanya), ‘Mari kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kalian, istri-istri kami dan istri-istri kalian, diri kami dan diri kalian; kemudian mari kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta’.” (QS. Ali Imran: 61)

    Setelah mendengar ayat tersebut, para utusan itu ternyata tak mau kalah dan berkata, “Tetapkanlah bagi kita sebuah rapat yang khitmad (yang mana setiap pihak bermohon pada Allah untuk mengutuk pihak yang lain jika mereka pendusta).”

    “Esok pagi –insyaallah,” jawab nabi.

    PERISTIWA MUBHAHALAH

    Malam akhirnya berlalu, dan hari kemudian berganti menjadi pagi.

    Di pagi itu, nabi Muhammad menunaikan shalat subuh lalu menyuruh Ali untuk mengikuti beliau. Bersama itu pula, Fatimah menggamit Hasan dan Husain untuk mengikuti Ali. Sebelum berangkat, Nabi sempat memerintahkan kepada mereka, “Ketika aku berdoa, kalian harus mengatakan, ‘Amin’.”

    Nabi bersama ahlul bait kemudian menuju tempat yang sudah disetujui kedua belah pihak sebelumnya guna mengadakan mubahalah (kedua pihak berbeda keyakinan mau membuktikan kebenarannya masing-masing dengan bersumpah kepada Allah serta bersama memohon kepada-Nya agar melaknat (mengutuk) dan menimpakan bencana besar kepada pihak yang batil).

    Bersamaan itu, utusan kaum Nasrani itu pergi bersama dengan beberapa keluarga mereka menuju tempat tersebut. Kedua kelompok (keluarga nabi dan keluarga utusan kaum Nasrani) itu kemudian berdiri dalam keadaan terpisah menghadap ke arah sebuah bukit yang terlihat agak jauh.

    Setelah kedua pihak itu bertemu, utusan dari kaum Nasrani meminta nabi untuk mengikrarkan mubahalah lebih dulu. Nabi maju beberapa langkah dan mubahalah pun hendak diikrarkan. Tapi, tiba-tiba terjadi satu hal di luar dugaan. Langit yang semula menentramkan, tiba-tiba tampak mencekam dan di atas bukit pun tampak awan hitam yang bergumpal-gumpal, bahkan makin lama justru semakin berwarna merah menyala mirip bola api yang berkobar terang dan menyala-nyala hendak menghancurkan segala sesuatu yang berada di bukit. Awan yang bergumpal itu kemudian berlahan-lahan bergerak ke tempat mubahalah, di mana kedua belah pihak berdiri.

    Setelah melihat warna langit yang tiba-tiba mencekam itu, sontak utusan dari kaum Nasrani merasa merinding dan dicekam rasa takut. Hati mereka pun digerus perasaan gelisah, jika laknat itu benar-benar menjadi kenyataan. Maka para utusan dari kaum Nasrani itu saling pandang, dan salah satu dari mereka berkata, “Demi Allah, dia itu nabi sejati dan jika dia mengutuk kita, niscaya Allah menjawab doanya dan menghancurkan kita semua. Maka, satu-satunya jalan yang dapat menyelamatkan kita semua di sini adalah memohon kepadanya agar melepaskan kita dari rapat ini”.

    Uskup agung menimpali ucapan itu, lantaran di hatinya digelayuti rasa takut yang tak bisa dilawan, “Wahai kaum Nasrani, sungguh aku melihat wajah-wajah manusia yang jika mereka minta pada Allah mengerakkan gunung, Dia pasti akan melakukannya. Jangan adakan rapat ini atau kalian akan dihancurkan dan tak akan ada lagi orang Nasrani tinggal di bumi hingga hari kebangkitan.”

    Utusan kaum Nasrani itu pun menghadap pada nabi. Utusan dari kaum Nasrani itu meminta kepada rasulullah untuk mengurungkan mubahalah sebab mereka semua dicekam ketakutan yang sungguh luar biasa. Tak terbayangkan dalam benak mereka semua, jika laknat dari Allah itu benar-benar akan datang dan menghanguskan tubuh mereka. Tak terbayangkan, jika ucapan nabi untuk mengutuk utusan kaum Nasrani itu kemudian menjadi kenyataan. Maka utusan kaum Nasrani itu kemudian memohon kepada nabi, “Abul Qasim, bebaskan kami dari rapat yang khidmat ini.”

    Suasana di tempat mubahalah itu pun serasa mencekam. Nabi melihat dengan jelas wajah-wajah utusan dari kaum Nasrani itu dilanda perasaan takut dan cemas. Dari raut wajah mereka itu, Nabi tahu bahwa permohonan mereka itu adalah bentuk kekalahan yang telak. Maka nabi menjawab, “Sungguh akan aku lakukan, Dia yang mengirimku dengan kebenaran adalah Saksiku dan jika saja aku mengutukmu, Allah tak akan menyisakan seorang Nasrani pun di muka bumi.”

    Nabi Muhammad akhirnya memenuhi permintaan utusan Nasrani untuk mengurungkan mubahalah dan membatalkan laknat Allah itu tiba. Tetapi nabi memperingatkan bahwa mereka akan tetap ditimpa laknat Allah kalau mereka tidak menyadari akan kesalahan mereka lantaran telah berani menantang nabi untuk melakukan mubahalah.

    Tak ingin ditimpa laknat Allah, mereka pun merindukan untuk selamat dari bencana yang sangat menakutkan itu. Maka tidak ada pilihan lagi bagi utusan kaum Nasrani itu untuk tidak mengajukan ganti rugi pada kaum muslimin berupa beberapa ratus potong pakaian. Rasul menyetujui, tetapi masih menyertakan syarat agar mereka tak menghalangi dan mempersulit utusan nabi yang akan dikirim ke Najran untuk mendakwahkan Islam bagi penduduk Najran.

    Sejak saat itulah, tak ada lagi halangan dan rintangan dari kaum Nasrani ketika utusan Rasulullah menyebarkan agama Islam ke daerah Najran. Islam lalu berkembang dengan pesat, membawa umat mausia dari kegelapan menuju cahaya

    Sumber : Majalah Hidayah Edisi 81 Mei 2008

  11. ini apa said

    MAS’UD berkata
    25/04/2011 pada 09:50
    SIAPAPUN YANG MENGAKU SEBAGAI NABI SETELAH NABI MUHAMMAD ADALAH PENDUSTA AGAMA=PENDUSTA ALQUR’AN & HADIST
    =PENDUSTA ALLAH DAN NABI MUHAMMAD SAW

    Mau pendusta kek, mau sesat kek, mau menyesatkan kek, mau memberi pencerahan kek, apapun bentuknya itu urusan mereka.
    Anda sebaiknya jawab dengan baik dan benar supaya tidak ada kesan mencaci maki…..OKE OKELAHHH.

  12. ini apa said

    MAS’UD berkata
    25/04/2011 pada 09:30
    @SUNAN JOGO KALI
    ADAKAH ORANG LAIN, SELAIN HMGA, PADA AWAL ABAD KE-14 HIJRIAH, NAMANYA AHMAD, BERASAL DARI QADIAN (DEKAT MENARA PUTIH DI SEBELAH TIMUR DAMASKUS), INDIA, AHLUL BAIT, KETURUNAN BANGSA PARSI/PERSIA YANG MENDAKWAKAN DIRI DIUTUS ALLAH SEBAGAI IMAM MAHDI DAN MASIH MAU’UD, NABI UMMATI, DIDUKUNG OLEH TANDA FALAQ YANG BERPEGANG TEGUH KEPADA TALI ALLAH DAN MENDAPAT MANDAT DARI ALLAH UNTUK MENERIMA BAI’AT?

    Jawab :
    Memang tidak ada yang mengaku karena hanya orang Gila dan Orang yang kemaruk pada kehidupan Dunia yang berani mengaku sebagai
    Imam Mahdi dan hanya Orang Bodoh yang mengakuinya sebagai Nabi/Imam Mahdi karena dari Akhlak dan perbuatanya sudah Jauh dari memenuhi kriteria Imam Mahdi tapi Al Kadzablah yang pantas Gelar untuk orang yang mengaku Nabi setelah Nabi Muhammad

    Jawaban seperti ini adalah membikin orang menilai bahwa anda itu TUKANG CACI MAKI.

  13. master chi said

    ini apa yang saya hormati

    sebaiknya anda jangan melihat ketika mas’ud hanya berbicara yang seperti itu, lihatlah keseluruhannya, bagaimana sikap mas’ud dalam menghadapi ahmadiyah.

    dan lihat juga sikap ahmadiyah yang dalil sampahnya telah dibantah habis, namun ahmadi masih saja berbohong dengan mengatakan “TIDAK ADA YANG BISA MEMBANTAH”

  14. LOGIKA said

    @Bung Ini Apa,

    Mohon maaf jika kata-2 rekan muslim disini yang kurang berkenan di hati anda sebagai seorang Ahmadi. Saya harap anda ma’lum jika gaya bahasa setiap orang tidak sama. Ada yang tegas atau apa adanya walau terkesan kurang sreg dan sebaliknya. Tapi inti sebenarnya adalah bagaimana kita bisa berargumen dengan baik, yang tentunya sesuai dengan pegangan kita masing-masing. Jika berbeda, maka perbedaan itu menjadi tambahan wawasan pengetahuan kita semua, bahwa yang ini begini dan yang itu begitu. Sisanya kita kembalikan pada realita kehidupan, yakni kehidupan yang harmonis di dalam NKRI yang kita cintai, yang berdasarkan Pancasila dan berazaskan Bhineka Tunggal Ika. Soal keyakinan, setelah mendapat pengetahuan mana yang benar dan mana yang salah sesuai dengan Al-Quran dan Hadist, akhirnya kembali urusannya menjadi urusan yang bersangkutan terhadap Allah SWT. Jadi tugas muslim di forum ini sebenarnya adalah sebatas saling mengingatkan.

    Hidup Islam dengan ukhuwah Islamiyahnya !
    Hidup Indonesia dengan Pancasila dan Bhinekatunggalikannya !

  15. adrian paul said

    Mau ngikut sharing boleh ya?

    Berdasarkan Kitab Ruhani Khazain karangan Mirza Ghulam Ahmad al Khadzdzaab yang berisi

    1. Juz 3 hal 21 :MGA (Mirza Ghulam Ahmad)menyatakan kesediannya untuk berkorban nyawa dan darah bagi Penjajah Inggris (katanya Muslim koq bela orang kafir ya penjajah pula)
    2. Juz 3 hal 166 :MGA mewajibkan berterima kasih kepada Penjajah Inggris yang diakui sebagai Pemerintah yang diberkahi ( mabuk apa ya ,jelas2 penjajah malah diakui sebagai pemerintah yang diberkahi)
    3. Juz 5 hal 147:MGA menyatakan bahwa siapa saja yang tidak menerima kitab kitab karyanya merupakan keturunan Pelacur (disini jelas bahwa yang bukan golongannya adalah keturunan pelacur ,paragh mode on.)
    4. Juz 8 hal 36 :MGA mengaku sebagai PELAYAN SETIA penjajah Inggris (Juz 15 hal 155 dan 156)(katanya muslim ,jelas2 malah membela orang kafir )
    5. Juz 10 hal 296 : MGA menyatakan bahwa Nabi Isa as adalah seorang Pecandu arak dan pemabuk (wkwkwkkwk ,ngakak mode on . ingat sifat kenabian bahwa semua nabi dijaga dari dosa (maksum) ).
    6. Juz 11 hal 289 : MGA menyatakan bahwa Nabi Isa as biasa berbuat keji lancang lidah dan berdusta ( bertolak belakang dari sifat kenabian amanah ,siddiq )
    7. Juz 11 hal 290 : MGA menyatakan bahwa Nabi Isa as tidak memiliki mukjizat ( Mukjizat merupakan tanda – tanda kenabian)
    8. Juz 11 hal 291 : MGA menyatakan bahwa Nabi Isa as lahir dari keturunan penzina ( semua nabi terlahir dari keturunan orang terhormat ,jauh dari sifat tercela)
    9. Juz 14 hal 53 : MGA menyatakan bahwa yang memusuhi MGA adalah babi – babi yang tersesat dan wanitanya adalah anjing – anjing
    10.Juz 16 hal 26 : MGA menghapuskan Hukum Jihad ( strategi untuk melemahkan pejuang islam yang melawan penjajah Inggris)
    11.Juz 17 hal 435 : MGA mengaku sebagai Pembawa syariat ( pembawa syariat terakhir adalah Nabi Muhammad , barang siapa yang membawa syariat baru dinamakan Bid’ah .setiap bid’ ah adalah sesat ,sesat adalah neraka.
    12.Juz 18 hal 207 : MGA mengaku sebagai jelmaan Nabi Muhammad SAW dan sebagai Rasul ( dalam hal ini MGA berreinkarnasi)
    13.Juz 19 hal 50 : MGA mengaku sebagai jelmaan Maryam as ,lalu jelmaan Nabi Isa (Juz 22 hal 351)(reinkarnasi kedua )
    14.Juz 22 hal 154 : MGA mengaku sebagai nabi

    . keyakinan seperti ini yang mau dipertahankan oleh Ahmadiyah?.

  16. adrian paul said

    Pendiri Ahmadiyah bernama lengkap Mirza Ghulam Ahmad bin Mirza Ghulam Murtadza bin ‘Atha Muhammad bin Gull Muhammad. Kata Mirza adalah nama keluarga atau fam. Dalam fam ini ada yang masuk Ahmadiyah, tapi banyak juga yang menentang Ahmadiyah. Kata Ghulam berasal dari bahasa Urdu yang artinya hamba/pembantu/budak. Kata Ahmad diambil dari nama kedua bagi Nabi Muhammad SAW. Kata Qadiyani dipakai karena dia berasal dari kota Qadiyan yang terletak di India. Jadi, arti dari nama Mirza Ghulam Ahmad adalah hambanya /pembantunya/budaknya Ahmad. Nama bapaknya adalah Mirza Ghulam Murtadza, dan arti dari nama itu juga adalah hambanya/pembantunya/budaknya Ali al-Murtadza (Imam Ali ra.). Dan nama kakak kandung Mirza Ghulam Ahmad adalah Ghulam Qadir yang memiliki arti, hambanya/pembantunya/budaknya Abdul Qadir Jaelani ra. Dengan demikian, istilah ‘pembantu mimpi jadi majikan’ cocok untuk Mirza Ghulam Ahmad Qadiyani.

    sumber http://infolppi.blogspot.com/2010/06/mirza-ghulam-ahmad.html

  17. adrian paul said

    KELAHIRAN MIRZA GHULAM AHMAD
    Mirza Ghulam Ahmad dilahirkan di kota Qadiyan, Distrik (Kabupaten) Gurdaspur, Propinsi Punjab, India. Adapun mengenai tahun kelahirannya, ada beberapa versi berbeda, yaitu: (a) Menurut Mirza Ghulam Ahmad, dia dilahirkan pada tahun 1839 atau 1840 M. Saat itu adalah akhir zaman Pemerintahan Sikh. (Dia mengaku) pada tahun 1857 M dia (Mirza Ghulam Ahmad) berumur 16 tahun, dan jenggot serta kumisnya belum tumbuh. (Kitabul Bariyah hal. 159, Ruhani Khazain Jilid 13 hal. 177). (b) Menurut Mirza Ghulam Ahmad, dia dilahirkan pada tahun 1845 M. (Taryaqul Qulub hal. 68). (c) Menurut anaknya, Mirza Ghulam Ahmad lahir pada tahun 1836 atau 1837 M. (Siratul Mahdi Jilid 2 hal. 150). (d) Menurut anaknya, Mirza Ghulam Ahmad lahir pada tanggal 13 Pebruari 1835 M bertepatan dengan tanggal 14 Syawal 1250 H, yaitu pada hari Jum’at. (Siratul Mahdi Jilid 3 hal. 76). (e) Menurut anaknya, Mirza Ghulam Ahmad lahir pada tahun 1831 M. (Siratul Mahdi Jilid 3 hal. 74). (f) Menurut anaknya, Mirza Ghulam Ahmad lahir pada tanggal 17 Februari 1832 M. (Siratul Mahdi Jilid 3 hal. 302). (g) Menurut anaknya, Mirza Ghulam Ahmad lahir pada tahun 1833 atau 1834 M. (Siratul Mahdi Jilid 3 hal. 194).
    Dengan banyaknya versi tentang tahun kelahiran Mirza Ghulam Ahmad, tentunya menjadi tidak lazim karena hampir setiap tahun mulai dari tahun 1831 s/d 1840 dan 1845 Mirza Ghulam Ahmad dilahirkan. Hal itu terjadi karena klaim Mirza Ghulam Ahmad mendapat ilham dan mukjizat yang berkaitan erat dengan umurnya sendiri. Ketika tidak ada kecocokkan antara ilham dan mukjizat yang diterima oleh Mirza Ghulam Ahmad dengan usia hidupnya, maka tahun kelahirannya tidak menetapkan secara pasti. Tujuannya agar para pengikut Ahmadiyah mempercayai ilham dan mukjizat yang Mirza Ghulam Ahmad terima sebagai sebuah kebenaran, sebagaimana keyakinan mereka terhadap kenabian Mirza Ghulam Ahmad dan ajarannya.

    sumber http://infolppi.blogspot.com/2010/06/mirza-ghulam-ahmad.html

  18. adrian paul said

    SILSILAH KETURUNAN MIRZA GHULAM AHMAD
    Setiap anak adam yang dilahirkan ke muka bumi ini memiliki silsilah keturunan masing-masing. Meskipun semuanya berasal dari satu bapak yaitu Nabi Adam as., tapi karena tersebar di seluruh pelosok bumi maka masing-masing memiliki garis keturunan sesuai dengan tempat dia dilahirkan. Seorang anak adam tentunya hanya memiliki satu garis keturunan. Tapi, lain halnya dengan Mirza Ghulam Ahmad, terdapat beberapa sumber yang menyatakan garis keturunan yang berbeda-beda, di antaranya: (a) Pada tahun 1900, Mirza mengaku bahwa dia adalah keturunan Mughal, Berlas (Kerajaan Mughal) yang datang dari kota Samarkand (dulu negara bagian Uni Soviet). (Kitabul Bariyah hal. 134). (b) Mirza Ghulam Ahmad mengaku bahwa dia adalah keturunan Farsi (Persia) atau sekarang Iran. (Kitabul Bariyah hal. 135). (c) Pada tahun 1901, Mirza Ghulam Ahmad menulis bahwa dia adalah keturunan Syekh Habib/Bani Fatimah, dan juga dari keturunan Israel (Bani Israel). (Eik Ghalti Ka Izalah hal. 16). (d) Pada tahun 1902, Mirza mengaku bahwa nenek moyangnya berasal dari perbatasan Cina. (Tuhfah Golarwiyah hal. 40).

    sumber http://infolppi.blogspot.com/2010/06/mirza-ghulam-ahmad.html

  19. adrian paul said

    KELUARGA MIRZA GHULAM AHMAD
    Keluarga Mirza Ghulam Ahmad adalah ahli dalam bidang pengobatan tradisional, yakni Tabib/Hakim. Nenek moyang Mirza mendapatkan banyak hadiah berbentuk rumah-rumah mewah dan sawah-sawah dengan luas ratusan hektar serta perhiasan yang mahal, karena pengobatan mereka dapat menyembuhkan para Raja, Petinggi, dan Pejabat Pemerintah waktu itu. Tapi, pada tahun 1800-an, harta-harta tersebut diambil alih oleh Pemerintah Sikh di Propinsi Punjab (sewaktu Maha Raja Ranjeet Singh merebut wilayah Punjab dan mendirikan Pemerintahan Sikh, sebelum Penjajah Inggris masuk dan menguasai penuh seluruh wilayah India). Atas kejadian ini, Gull Muhammad, kakek buyut Mirza Ghulam Ahmad bunuh diri dengan meminum racun.
    Pada saat Mirza Ghulam Ahmad masih kecil, bapaknya yakni Mirza Ghulam Murtadza sering bolak-balik ke pengadilan supaya bisa mendapatkan kembali harta kekayaan warisan dari kakek-kakeknya. Tapi tidak berhasil, dan harta-harta lainnya yang pernah dikumpulkan pada masa lalu akhirnya habis juga. Sedangkan penjajah Inggris memandang kesetiaan keluarga Mirza Ghulam Murtadza kepada mereka, sehingga mereka menetapkan uang pensiun untuk Mirza Ghulam Murtadza.

    sumber http://infolppi.blogspot.com/2010/06/mirza-ghulam-ahmad.html

  20. adrian paul said

    PENDIDIKAN MIRZA GHULAM AHMAD
    Mirza tidak pernah menerima pendidikan formal di sekolah atau madrasah, tapi ada beberapa guru yang datang ke rumahnya untuk mengajar (privat). Mirza Ghulam Ahmad mempelajari beberapa buku dalam bahasa Urdu, Persia, dan Arab. Sewaktu masih kecil, Mirza suka bermain bersama teman-teman seusianya, dengan segala kekurangan, kepolosan, dan kenakalan layaknya seorang anak dan tidak ada satu keistimewaan apapun dari masa kecilnya. Bahkan, kebanyakan cerita masa kecilnya yang dapat kita temukan dalam buku SIRATUL MAHDI yang ditulis oleh anaknya sendiri, membuktikan bahwa dia itu adalah seorang yang bodoh dan tolol sejak kecil.

    sumber http://infolppi.blogspot.com/2010/06/mirza-ghulam-ahmad.html

  21. adrian paul said

    PENYAKIT-PENYAKIT YANG DIDERITA MIRZA GHULAM AHMAD
    Mirza Ghulam Ahmad mengklaim dirinya sebagai Nabi, Rasul, dan hal-hal konyol lainnya. Hal itu lebih diakibatkan karena dia mempunyai penyakit syaraf yang dikenal dengan nama malikholia/melancholy, serta komplikasi dari beberapa penyakit yang dideritanya. Di bawah ini beberapa tulisan dalam buku-buku karangan Mirza sendiri, buku-buku yang ditulis oleh anak-anak Mirza, dan buku-buku resmi Ahmadiyah lainnya. Isinya men-ceritakan tentang penyakit yang Mirza derita, di antaranya adalah: (1) Saya (Mirza Ghulam Ahmad) menderita dua penyakit, satu di tubuh bagian atas, yakni sakit kepala yang datang terus menerus, pusing, kaki dan tangan menjadi dingin karena ter-hambatnya sirkulasi darah, urat nadi menjadi lemah. Sedangkan penyakit yang kedua ada di tubuh bagian bawah, yakni buang air kecil berulang kali dan sering buang air besar. Mirza berkata, “Saya menderita kedua penyakit ini sejak 20 tahun yang lalu.” (Nasime Da’awat hal. 171). (2) Saya (Mirza Ghulam Ahmad) adalah orang penyakitan (sering sakit-sakitan). Saya sering sakit kepala, pusing, susah tidur, dan menderita penyakit sawan (convulsion). Penyakit lainnya adalah penyakit gula (diabetes) yang sudah lama saya derita, serta sering buang air kecil sampai 100 kali dalam sehari, be-gitu pula pada malam harinya. Akibatnya, saya menjadi lemas karena penyakit-penyakit ini. (Dzamimah Arbain hal. 3). (3) Saya menderita sakit kapala yang sangat hebat. Jika buang air besar sambil jongkok, saya merasa pusing sekali. (Khuthuth Imam Benam Ghulam hal. 6). (4) Tidak ada waktu berlalu tanpa merasa pusing. Sudah lama saya (Mirza Ghulam Ahmad) shalat sambil duduk, dan sering juga membatalkan shalat karena sakit dan sering buang angin (angin dari perut) ketika sedang duduk. (Maktubate Ahmadiyah Jilid 5 No. 2 hal. 88). (5) Saya (Mirza Ghulam Ahmad) menderita dua penyakit, satu pada tubuh bagian atas dan satu lagi pada tubuh bagian bawah, yakni miraaq/penyakit syaraf dan sering buang air kecil. (Tasykhizul Azhan, Juni 1906). (6) Menurut Dr. Mir Muhammad Ismail (tokoh Ahmadiyah), Hadzrat Masih Mau’ud sering mengatakan bahwa dirinya mempunyai penyakit hysteria, dan kadang dia mendapat serangan miraaq/penyakit syaraf. (Siratul Mahdi hal. 55). (7) Gigi Mirza banyak yang sudah hancur, sehingga dia sering sakit gigi. (Siratul Mahdi Jilid 2 hal. 125). (8) Pada musim panas, kulit kakinya sering pecah-pecah. (Siratul Mahdi hal. 125). (9) Rambut Mirza mulai beruban pada usia 30-an, dan akhirnya memutih semua. (Dzikre Habib hal. 38).

    sumber http://infolppi.blogspot.com/2010/06/mirza-ghulam-ahmad.html

  22. adrian paul said

    ILHAM-ILHAM DAN RAMALAN-RAMALAN MIRZA GHULAM AHMAD YANG BERISI KEBOHONGAN DAN KEDUSTAAN
    Mirza Ghulam Ahmad mengklaim telah menerima wahyu dari Allah SWT yang biasa dikirim melalui malaikat bernama Teci Teci. Untuk menguatkan pengakuannya, Mirza Ghulam Ahmad mengumumkan berbagai ilham, ramalan-ramalan, dan mukjizat-mukjizat untuk membuktikan kebenaran dirinya. Tapi, sering pula dia mengeluarkan kata-kata bias atau rancu dalam ramalannya, hal ini dimaksudkan agar orang mudah percaya dan seandainya suatu saat nanti ramalannya tidak terbukti, dia masih bisa mengelak dengan memberikan berbagai alasan untuk membohongi para pengikut dan masyarakat lainnya.
    Kasus Mirza tidak jauh berbeda dengan kasus Lia Aminuddin, yang juga mengaku dirinya sebagai Penjelmaan Malaikat Jibril dan sebagai Siti Maryam, serta mempunyai seorang Imam Mahdi, dan mengklaim bahwa anaknya adalah Isa Ibnu Maryam. Tidak jauh berbeda pula dengan Ahmad Mushaddeq yang mengklaim bahwa dirinya menerima wahyu dan diangkat sebagai Nabi oleh Allah SWT. Berita dan kisah kedua orang ini sering kita baca di koran-koran harian dan di majalah-majalah mingguan maupun bulanan. Sayangnya, Lia Aminuddin dan Ahmad Mushaddeq tidak mempunyai “sponsor” yang kuat, yang bisa membantu mereka untuk mencapai tujuannya, sebagaimana yang dimiliki oleh Mirza Ghulam Ahmad, yaitu Pemerintah Inggris. Sejak Mirza Ghulam Ahmad memproklamirkan diri sebagai Nabi dan Rasul, lalu membentuk Jemaat Ahmadiyah, dia dibantu oleh Inggris sampai saat ini. Bahkan, Pusat Jemaat Ahmadiyah sekarang berada di kota London, Inggris.
    Lia Aminuddin dan Ahmad Mushaddeq dengan mudah ditangkap, ditahan, dan dijatuhi hukuman dalam kasus Penodaan dan Penistaan Agama. Tapi, Ahmadiyah tidak bisa disentuh oleh hukum lebih disebabkan karena adanya pengaruh dan intervensi dari pihak luar, khususnya dari Negara Inggris, Amerika, Jepang, Jerman, PBB, dan negara lainnya. Ketika Mirza Ghulam Ahmad pada masa hidupnya dimusuhi dan diancam akan dibunuh oleh masyarakat setempat, dia dilindungi oleh Pasukan Inggris. Bahkan, sampai sekarang Jemaat Ahmadiyah dan Khalifah-khalifahnya dilindungi dan dibantu oleh Pemerintah Inggris dan Amerika. Mirza Ghulam Ahmad pernah menyatakan bahwa, “Untuk mengetahui kebenaran dan kebohongannya, tidak ada ujian yang lebih baik selain pembuktian pengakuan-pengakuan dan ilham-ilhamnya.” (yakni kalau ingin melihat kebenaran Mirza Ghulam Ahmad, maka lihatlah ilham-ilhamnya dan pengakuan-pengakuannya yang akan menjadi kenyataan). (Aiena Kamalate Islam hal. 288).
    Pengakuan-pengakuan dan ilham-ilham Mirza Ghulam Ahmad terhitung mulai dari tahun 1882 sampai dengan tahun 1908 (+ selama 26 tahun) ada banyak sekali, bahkan ada beberapa di antaranya yang dia (Mirza Ghulam Ahmad) sendiri mengakui bahwa dia tidak tahu artinya. Pengakuan-pengakuan dan ilham-ilham yang kami kutip berikut ini hanya sebagian kecil saja yang pernah juga dimuat di koran-koran setempat, bahkan menjadi bahan tertawaan masya-rakat pada saat Mirza Ghulam Ahmad masih hidup. Dengan adanya kutipan ini, diharapkan masyarakat bisa menilai sendiri kebenaran dan kebohongan Mirza Ghulam Ahmad Qadiyani dan Jemaat Ahmadiyah.

    sumber http://infolppi.blogspot.com/2010/06/mirza-ghulam-ahmad.html

  23. adrian paul said

    RAMALAN TENTANG ANAK LAKI-LAKI
    Salah satu ilham Mirza Ghulam Ahmad adalah: “Tuhan akan mengaruniai saya seorang anak laki-laki yang mempunyai sifat-sifat Ilahiah (sifat-sifat Qudus), namanya adalah Imanuel dan Bashir. Anak ini akan menjadi pembela tahanan (yang tidak berdosa/orang-orang yang tertindas) dan dia akan mendapat popularitas sampai ke ujung dunia.” Mirza menulis lebih dari satu halaman tentang sifat-sifat anak ini. Ditulis pula bahwa anak ini adalah Mazhharul Awwal wal Akhir (Penjelmaan yang Pertama dan yang Terakhir), Mazhharul Haq wal Ula (Penjelmaan Kebenaran dan Keutamaan), Qamarul Anbiya (Bulan para Nabi), serta dia menulis juga bahwa anak ini adalah sama seperti kaanallaahu nazala minas sama’a (Tuhan sendiri yang turun dari langit). Yakni sifat-sifat anak ini sama dengan sifat-sifat Tuhan. (Majmu’a Isytiharat, hal. 10, 11, 12). Apa yang terjadi dengan ilham ini sungguh luar biasa dan di luar dugaan Mirza Ghulam Ahmad. Pada tanggal 20 Februari 1886 Mirza mengumumkan tentang anaknya yang akan lahir dengan sifat-sifat di atas, yang pada saat itu istri keduanya sedang hamil. Mirza sering mengatakan bahwa anak laki-lakinya akan lahir dari kehamilan ini, tapi kadang dia juga mengatakan bahwa kemungkinan anaknya akan lahir dari kehamilan yang lain. Tapi, pengikut Mirza dan dia sendiri percaya bahwa anak laki-lakinya itu akan lahir dari kehamilan sekarang ini, seperti yang dia tulis dalam bukunya yang berjudul Haqiqatul Wahyi hal. 135. Para pengikut Mirza dan begitu pula musuh-musuhnya sedang menunggu kelahiran anak itu. Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba, anak Mirza lahir pada tanggal 15 April 1886, tapi bukan anak laki-laki melainkan anak perempuan. Dengan kejadian ini, musuh-musuh Mirza mem-buat maklumat dan menulis artikel yang isinya menghina Mirza habis-habisan atas kesalahan ilhamnya. Mirza pun membalasnya dengan kata-kata kotor (yang tidak layak diucapkan oleh ‘seorang Nabi’), yang intinya bahwa dia tidak pernah mengatakan anak itu akan lahir dari kehamilan ini. Beberapa hari kemudian, anak perempuan itu meninggal dunia. Setelah lebih dari setahun, istri Mirza hamil lagi. Sekarang, Mirza tidak berani mengeluarkan ilham tentang anaknya ini. Lalu, pada tanggal 7 Agustus 1887 Mirza membuat maklumat dengan judul ‘Berita Gembira’ bahwa telah lahir seorang anak laki-laki. Anak inilah yang akan mempunyai sifat-sifat Ilahiyah. Dia juga mengatakan bahwa ilham dari Allah SWT tentang anak laki-lakinya yang pernah dia umumkan beberapa waktu yang lalu telah menjadi kenyataan. Kemudian Mirza menamai anaknya Bashir sesuai ilham yang diterimanya. Tapi sayang, anak ini wafat ketika berusia 16 bulan, tepatnya pada 4 November 1888. Dengan demikian, ilham Mirza tidak terbukti untuk kedua kalinya, sehingga para musuh Mirza menghinanya dengan sepuas-puasnya. Kemudian, pada 1 Desember 1888 Mirza membuat maklumat dan meralat pengakuan sebelumnya, “Saya keliru tentang ilham yang saya peroleh dari Allah SWT tentang anak saya, dan ini adalah kekeliruan ijtihadi, dan kekeliruan ijtihadi seperti ini pernah dilakukan juga oleh Nabi-nabi yang terdahulu.” (Majmu’a Isytiharat, hal. 16-39). Mirza mengatakan bahwa anaknya yang dijanjikan oleh Allah SWT akan lahir pada masa yang akan datang. Ternyata, Mirza dikaruniai lagi seorang anak laki-laki pada akhir Juni 1899 dan diberi nama Mubarak Ahmad. Lalu Mirza membuat maklumat bahwa anak inilah yang dimaksud dalam ilham yang pernah dia umumkan pada 20 Februari 1886. (Taryaqul Qulub, hal. 40, 44). Mirza merasa senang sekali atas kelahiran anak ini. Kemudian Mirza menikahkan anaknya itu saat dia baru menginjak usia 8 tahun, dengan alasan supaya anak itu tidak menjadi anak nakal seperti kakak-kakaknya. Tapi sayang, ketika anak itu dinikahkan, malaikatul maut datang untuk menjemputnya pada tanggal 16 Desember 1907. Setelah kematian anak ini, Mirza sudah tidak punya nyali lagi untuk meralat pernyataannya. Dan setelah 8 bulan tepatnya pada bulan Mei 1908, Mirza sendiri yang menyusul anaknya menghadap pengadilan Allah yang Maha Adil. Kisah ini tidak selesai sampai di sini, masih ada kelanjutannya. Pada bulan Januari 1944, Mirza Basyirudin Mahmud Ahmad, Khalifah Kedua (yang mengaku dirinya mempunyai derajat yang sama seperti Khalifah Nabi Muhammad SAW, Umar bin Khattab ra.) mengumumkan bahwa maksud dari ilham Mirza Ghulam Ahmad Qadiyani yang pernah diumumkan pada tanggal 20 Februari 1886 tentang seorang anak laki-laki yang dijanjikan, yang akan menjadi seperti kaanallahu nazala minas sama’a, itu adalah dirinya. Inilah kehebatan seorang Khalifah Ahmadiyah, dia lebih tahu tentang anak yang dimaksud oleh Nabinya, sedangkan Nabinya sendiri tidak mengetahui siapa anak yang dimaksud. Dari pengakuan Mirza dan Khalifahnya kita bisa menilai tentang Mirza Ghulam Ahmad Qadiyani bahwa dia adalah salah satu di antara orang-orang yang terhina seperti Musailamah al-Kadzdzab di muka bumi ini.

    sumber http://infolppi.blogspot.com/2010/06/mirza-ghulam-ahmad.html

  24. master chi said

    adrian paul yang saya hormati

    sepertinya anda memiliki banyak bukti bahwa ahmadiyah itu menyimpang
    saya sarankan, anda kutip isi buku karangan MGA laknatullah dan anda taruh juga ayat Al-Qur’an atau Hadits yang membuktikan buku karangan MGA laknatullah adalah buku sesat dan penulisnya pun sesat

  25. ALIEN said

    @Adrian Paul,

    Selamat dateng di forum ini.
    Biar pendatang baru, tapi hok-2 ente monohok juge brother,
    Nambah wawasan !

  26. Penonton said

    @Adrian Paul,

    Setelah ini, pasti akan ada pengikut Ahmadi yang mengatakan bahwa tulisan-2 ente bersumber dari tulisan-2 ulama-2 uhum Pakistan yang dianggap sesat oleh mereka, he, he, heeee …
    Udah gak aneh bro.

  27. Jin Islam said

    hiiiiiiiiiiihhh….hih….hih…hih….hiiiiiiiiiii… :lol:

    Assalamu alaikum wa rohmatullohi wa barokatuh utk Sdr2ku Umat Islam peserta dialog ISLAM vs AHMADIYAH.

    Salam damai dan sejahtera, utk warga Ahmadiyah dan Non-muslim lainnya peserta dialog ISLAM vs AHMADIYAH.

    Apkbr Anda sekalian hari ini?
    Weeekekekekekekekekkk…. Alhamdulillah hr ini lumayan rame.
    Ga kaya minggu kemaren… sepi en jutek! Ichhh…. nyebelin.

    Hallo.. Saudaraku @Adrian Paul… selamat bergabung di club penegak kalimat tauhid, penjaga akidah, dan pembasmi aliran sesat.

    Waaaaaaakakkakkakkakakakkakkkk…
    WUUUAAAAAAAAKKKKAKKAKKAKKAKKKK…. :mrgreen:

  28. Penonton said

    @Jin Islam,

    Sorry bro,
    Minggu lalu, ane cuti dinginin otak, he, hee .. biar cek guuuur !

  29. Jin Islam said

    @Adrian Paul

    Selamat bergabung di forum ini. Trm ksh atas posting2 Anda yg sdh menambah wawasan bagi kita semua tentang kesesatan ahmadiyah/yahudiyah dan nabi palsu mereka si mirza ghulam ahmad.

    Posting2 Anda selanjutnya kami tunggu ya.

    Dan betul kata @Penonton… jgn kaget, nanti pengikut2 ahmadiyah/yahudiyah pasti berkomentar begini atas posting2 Anda: ->Fitnah, ->Itu fitnah dari Amin Djamaluddin pembenci Ahmadiyah, ->Itu fitnah dari ulama uhum penentang ahmadiyah.
    Jangan mimpi dan berharap mereka ahmadiyah/yahudiyah akan mampu membantah postingan Anda dgn cara mengupas dan membahas satu per satu. Ga bakalan. Belum pernah terjadi dalam sejarah blog ini. (padahal Anda merujuk ke kitab2 sesat ahmadiyah/yahudiyah, lengkap dengan nomer halamannya).

    Ehh.. kalo Anda butuh bantuan apa2 dari alam jin dan alam ghoib bilang aja sama sy ya :)

  30. MAS'UD said

    @andrian Paul

    Kalo anda ngomong seperti di atas pasti nanti di omong tukang Fitnah ,tukang Caci Maki ,tidak Bermoral dan tidak berakhlaq seperti Rosululloh ,itu adalah fitnah yang bersumber dari Ulama Uhum Pakistan padahal bersumber dari kitab nya sendiri

  31. Penonton said

    He, he, heee …
    Keliatannya rekan-2 peserta dialog muslim pade hafal ya jawaban-2 yang akan muncul dari lawan diskusinya. Kalo uraiannya begini, maka komentarnya bakal begitu dst. Lanjutkan !

  32. MAS'UD said

    14.
    ini apa berkata
    26/04/2011 pada 08:20
    MAS’UD berkata
    25/04/2011 pada 09:30
    @SUNAN JOGO KALI
    ADAKAH ORANG LAIN, SELAIN HMGA, PADA AWAL ABAD KE-14 HIJRIAH, NAMANYA AHMAD, BERASAL DARI QADIAN (DEKAT MENARA PUTIH DI SEBELAH TIMUR DAMASKUS), INDIA, AHLUL BAIT, KETURUNAN BANGSA PARSI/PERSIA YANG MENDAKWAKAN DIRI DIUTUS ALLAH SEBAGAI IMAM MAHDI DAN MASIH MAU’UD, NABI UMMATI, DIDUKUNG OLEH TANDA FALAQ YANG BERPEGANG TEGUH KEPADA TALI ALLAH DAN MENDAPAT MANDAT DARI ALLAH UNTUK MENERIMA BAI’AT?

    Jawab :
    Memang tidak ada yang mengaku karena hanya orang Gila dan Orang yang kemaruk pada kehidupan Dunia yang berani mengaku sebagai
    Imam Mahdi dan hanya Orang Bodoh yang mengakuinya sebagai Nabi/Imam Mahdi karena dari Akhlak dan perbuatanya sudah Jauh dari memenuhi kriteria Imam Mahdi tapi Al Kadzablah yang pantas Gelar untuk orang yang mengaku Nabi setelah Nabi Muhammad

    Jawaban seperti ini adalah membikin orang menilai bahwa anda itu TUKANG CACI MAKI.
    ==>sorrY @Apa ini apa itu?
    Mestinya Pengikut Nabi Palsu sudah nggak pantas di caci maki dan diajak dialog Bukti kesesatan sudah banyak ,kalo sudah mengingkari Alloh dan Rosul Muhammad SAW (Bukan MGA Al Kadzab lho…)
    seharus harusnya kita sudah memerangi mereka supaya tidak menyebar kesesatan di dunia yang fana ini
    @LOGIKA
    ngapain juga bung @Logika berkata seperti itu saya jadi rada nggak Enak membacanya

  33. MAS'UD said

    @Sunan JOGO Kali,@Apa ini Apa itu dan kaum Ahmadiyah yang lain

    1.Benarkah yang di tulis oleh saudara @Andrian Paul?
    2.Jika tidak tolong dikoreksi mana yang salah ?
    3.Jika benar kenapa anda masih mengikuti Ahmadiyah?
    Kami tunggu jawabanya tapi bukan yang seperti ini(Itu adalah Fitnah dari Ulama Uhum Penentang Ahmadiyah) karena
    kalo masih menjawab seperti jawaban (…. )maka itu adalah ketegori Jawaban Bodoh,katanya nggak mau di caci maki
    jawab yang relevan yaa yaa…

  34. MAS'UD said

    13.
    ini apa berkata
    26/04/2011 pada 07:58
    MAS’UD berkata
    25/04/2011 pada 09:50
    SIAPAPUN YANG MENGAKU SEBAGAI NABI SETELAH NABI MUHAMMAD ADALAH PENDUSTA AGAMA=PENDUSTA ALQUR’AN & HADIST
    =PENDUSTA ALLAH DAN NABI MUHAMMAD SAW

    Mau pendusta kek, mau sesat kek, mau menyesatkan kek, mau memberi pencerahan kek, apapun bentuknya itu urusan mereka.
    Anda sebaiknya jawab dengan baik dan benar supaya tidak ada kesan mencaci maki…..OKE OKELAHHH.
    ==>jangan juga komentar seperti orang sedang berputus asa seperti ini

  35. Jin Islam said

    @Penonton, @Mas’ud, Sdr2ku @Muslimin

    Bbrp hr yll sy browsing ke bbrp blog & websites yg ada forum debat antara Muslim vs Ahmadiyah. (maaf krng etis kalo nama situsnya sy sebutkan dsni). Dan sy sempat terlibat juga pada dialog2 di situs2 tsb. Tau nggak apa yg sy jumpai. Eeehh… ga taunya “dalil sampah pamungkas” yg itu2 juga sy jumpai dicopas di situs2 tsb (sama dgn yg sisini, sama persis plek sampai posisi titik komanya). Rupanya cuman dalil itu yg dimiliki ahmadiyah sbg bahan argumentasi. Padahal disini sdh dibantah habis bersih smp tinggal tulang dan kulitnya saja tanpa ahmadiyah/yahudiyah mampu menjawab. Trus di situs2 lain juga gitu, pertanyaan2 Muslimin dijawab dgn pertanyaan balik (bukannya dijawab). Misalnya gini:

    ═══► “Sebelum saya jawab pertanyaan Anda, coba Anda jawab dulu pertanyaan ini”

    ═══►Sebelum saya jawab pertanyaan Anda, bisakah Anda menjelaskan apakah yg dimaksud dgn bla bla bla”.

    ═══►Kalau Anda mau saya menjawab pertanyaan Anda, tolong Anda perbaiki dulu akhlak Anda sesuai dgn akhlak Rasulullah saw.

    ~dsb.

    Lha kapan menjawabnya? Bilang aja ga mampu menjawab!
    Tapi ya ga mungkin mereka mengaku salah, apalagi mengaku kalah. Sikap ksatria dan perasaan malu adalah barang lux bagi ahmadiyah/yahudiyah.

  36. LOGIKA said

    @Mau’ud,

    Maaf brother, tidak ada maksud sama sekali membela bung Ini apa.

    Percayalah brother, bahwa yang terbaik adalah kita tidak mudah terpancing oleh hal-2 yang mendorong terjadinya kerugian, seperti kata pepatah :
    “Jangan sampai ketika akan menangkap sapi yang belum tentu dapet itu telah menyebabkan kambing yang sudah terikat jadi lepas.”

    Artinya :
    Jangan sampai tujuan yang mulia yang susah payah dibangun, yakni mengingatkan sesama dan memuliakan ajaran Rasulullah SAW itu kemudian jadi down oleh hal-2 yang gak perlu. Kira-kira begitu saudaraku. Tapi sekali lagi mohon maaf atas ketidakenakan hati brother.

  37. Jin Islam said

    @MAS’UD

    Sy ga kaget, memang begitulah watak buruk ahmadiyah/ yahudiyah. Mereka menuduh kita suka mencaci maki, lha bukti2 yg dipaparkan oleh Sdr. @Adrian Paul di bawah ini apa namanya kalau bukan caci maki yang diajarkan oleh nabi palsu mirza ghulam ahmad. Dan yang dicaci maki adalah Nabi-Allah “Isa Alaihissalam”!

    #

    Adrian Paul berkata
    26/04/2011 pada 14:24

    Berdasarkan Kitab Ruhani Khazain karangan Mirza Ghulam Ahmad al Khadzdzaab yang berisi

    5. Juz 10 hal 296 : MGA menyatakan bahwa Nabi Isa as adalah seorang Pecandu arak dan pemabuk.

    6. Juz 11 hal 289 : MGA menyatakan bahwa Nabi Isa as biasa berbuat keji lancang lidah dan berdusta.
    8. Juz 11 hal 291 : MGA menyatakan bahwa Nabi Isa as lahir dari keturunan penzina.

    9. Juz 14 hal 53 : MGA menyatakan bahwa yang memusuhi MGA adalah babi – babi yang tersesat dan wanitanya adalah anjing – anjing.

    #

    Itulah yang dikatakan dlm peribahasa: “Kuman diseberang lautan tampak, Gajah di pelupuk mata tak tampak”.

    Mrk ahmadiyah/yahudiyah dan simpatisannya ngerti nggak ya? ═══►Pasti enggak!

  38. Adrian Paul said

    come back again. ada kisah lucu dari seorang Mirza Ghulam Ahmad.

    ketika MGA (Mirza Ghulam Ahmad)berusia hampir 60 tahun ,ia jatuh cinta kepada gadis yang masih familinya uang bernama Muhammadi Begum.Beberapa kali dia melamarnya namun ditolak oleh gadis tersebut.Bahkan si gadis akhirnya menikah dengan orang lain. Karna ditolak cintanya MGA marah kemudian dia berkata ( agak gila nih ) ” Allah berfirman akan menjadikan wanita tersebut janda dan akan membinasakan Ayah dan Suami si gadis tersebut dalam waktu 3 tahun dihitung dari hari ketika si gadis itu menikah, serta akan mengembalikan si gadis itu kepada dia (lihat Tadzkiroh hal 166 baris 4 – 6 dan hal 226 baris ke 4) dan Apa yang terjadi saudara – saudara selanjutnya ?. Ternyata eh ternyata Lebih dari 3 tahun si gadis dan suami tetap dalam keadaan sehat wal afiat, sedangkan MGA meninggal terlebih dahulu.

  39. Adrian Paul said

    Seorang MGA sangat senang sekali dengan apa yang dinamakan Munazharah (saling debat) dan Mubahalah (saling sumpah dilaknat).MGA sering dikalahkan debat oleh para ulama di India antara lain : Maulavi Muhammad Husein,Maulavi Muhammad Ali ,Maulavi Abdul Hakim .

    Dan dengan beraninya MGA menantang mubahalah dengan Maulavi Nazhir Husein sayang tantangan tersebut disampaikan secara lisan dan tidak sempat terdokumentasikan.

    Baru pada tanggal 15 April 1907 ,MGA mengeluarkan surat perintah Mubahalah kepada Syeikh Abul Wafa Tsana al amrTasri rhm. Isi dari surat tersebut adalah bahwa si pendusta akan dilaknat oleh Allah dan akan terkena kolera ,serta mati dalam keadaan hina dimana si jujur masih hidup. Ternyata eh ternyata lagi , tepat 13 bulan 11 hari ,pada tanggal 26 Mei 1908 “MGA MATI DIDALAM WC KARENA KOLERA DAN DALAM KEAADAN HINA BERLUMURAN TINJA ” ,ia mati dilaknat dalam keadaan hina. Sedang Syeikh Abul Wafa masih hidup 40 tahun setelah MGA mati dalam keadaan hina. INI YANG NAMANYA NABI KALIAN > PARAGH MODE ON BACA

  40. Adrian Paul said

    Pembajakan Terhadap Al-Qur`an yang Dilakukan Mirza Ghulam Ahmad Laknatullah
    C. Kutipan Kitab Suci TADZKIRAH (hal. 374-388 / 208 ayat)

    Hasil Penelitian Ayat Kitab Suci TADZKIRAH

    (1) سُبْحَانَ اللهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى زَادَكَ مَجْدُكَ يَنْقَطِعُ آبَاءُكَ وَيَبْدَءُ مِنْكَ (2) عَطَاءً غَيْرَ مَجْذُوْذٍ (3) سَلاَمٌ قَوْلاً مِنْ رَبٍّ رَحِيْمٍ (4) وَقِيْلَ بُعْدًا لِلْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ (5) تَرَى نَسْلاً بَعِيْدًا وَلِنُحْيِيَنَّكَ حَيَاةً طَيِّبَةً (6) ثَمَانِيْنَ حَوْلاً اَوْ قَرِيْبًا مِنْ ذَلِكَ اَوْ تَزِيْدُ عَلَيْهِ سِنِيْنًا – وَكَانَ وَعْدُ اللهِ مَفْعُوْلاً (7) هَذَا مِنْ رَحْمَةِ رَبِّكَ (8) يُتِمُّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ لِيَكُوْنَ آيَةً لِلْمُؤْمِنِيْنَ (9) يَنْصُرُكَ اللهُ فِي مَوَاطِنَ (10) وَالله مُتِمُّ نُوْرهِ وَلَوْكَرِهَ الكاَفِرُوْنَ (11) وَيَمْكُرُوْنَ وَيَمْكُرُ اللهُ وَاللهُ خَيْرُ الْمَاكِرِيْنَ (12) اَلاَ اِنَّ رَوْحَ اللهِ قَرِيْبٌ (13) اَلاَ اِنَّ نَصْرَ اللهِ قَرِيْبٌ (14) َياْتِيْكَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ (15) َيأْتُوْنََ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ (16) يَنْصُرُكَ رِجَالاً نُوْحِيْ إِلَيْهِمْ مِنَ السَّمَاءِ (17) لاَ مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ –

    1. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    2. Bajakan dari Al Qur’an surat Hud ayat 108
    3. Bajakan dari Al Qur’an surat Yasin ayat 58
    4. Bajakan dari Al Qur’an surat Hud ayat 44
    5. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    6. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    7. Bajakan dari Al Qur’an surat Ad Dukhon ayat 6
    8. Bajakan dari Al Qur’an surat Yusuf ayat 6
    9. Bajakan dari Al Qur’an surat Ali Imran ayat 54
    10. Bajakan dari Al Qur’an surat Ash Shaff ayat 8
    11. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Anfal ayat 30
    12. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 214
    13. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 214
    14. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Hajj ayat 27
    15. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    16. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    17. Bajakan dari Al Qur’an surat Al An’am ayat 34
    (18) اِنَّهُ هُوَ الْعَلِىُّ الْعَظِيْمُ (19) هُوَ الَّذِىْ اَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ وَتَهْذِيْبِ اْلاَخْلاَقِ (20) وَقَالُوْا سَيُقْلَبُ اْلاَمْرُ – وَمَا كَانُوْا عَلَى اْلغَيْبِ مُطَّلِعِيْنَ (21) اِناَّ آتَيْنَاكَ الدُّنْيَا وَخَزَائِنَ رَحْمَةِ رَبِّكَ وَاِنَّكَ مِنَ الْمَنْصُوْرِيْنَ (22) وَاِنِّىْ جَاعِلُ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْكَ فَوْقَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا اِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ (23) وَاِنَّكَ لَدَيْنَا مَكِيْنٌ اَمِيْنٌ (24) اَنْتَ مِنِّىْ بِمَنْزِلَةٍ لاَ يَعْلَمُهَا الْخَلْقُ وَمَا كَانَ اللهُ لِيَتْرُكَكَ حَتَّى يَمِيْزَ الْخَبِيْثَ مِنَ الطَّيِّبِ (25) فَذَرْ نِىْ وَالْمُكَذِّبِيْنَ (26) وَاللهُ غَالِبٌ عَلَى اَمْرِهِ وَلَكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لاَيَعْلَمُوْنَ (27) اِذَا جَآءَ نَصْرُ اللهِ وَالْفَتْحُ (28) وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ هَذَا الَّذِىْ كُنْتُمْ بِهِ تَسْتَعْجِلُوْنَ (29) اَرَدْتُ اَنْ اَسْتَخْلِفَ فَخَلَقْتُ آدَمَ (30) يُقِيْمُ الشَّرِيْعَةَ وَيُحْيِ الدِيْنَ (31) وَلَوْ كَانَ اْلاِيْمَانُ مُعَلَّقًابِالثُّرَياَّ لَنَالَهُ (32) إن اِناَّ اَنْزَلْنَاهُ قَرِيْبًا مِنَ الْقَادِيَانِ وَبِالْحَقِّ اَنْزَلْنَاهُ وَبِالْحَقِّ نَزَلَ صَدَقَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ وَكَانَ اَمْرُ اللهِ مَفْعُوْلاً –

    18. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 255

    19. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Taubah ayat 33 & surat Ash Shaff ayat 9

    20. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad

    21. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Israa ayat 100

    22. Bajakan dari Al Qur’an surat Ali Imran ayat 55

    23. Bajakan dari Al Qur’an surat Yusuf ayat 54

    24. Bajakan dari Al Qur’an surat Ali Imran ayat 79

    25. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Muzammil ayat 11

    26. Bajakan dari Al Qur’an surat Al ‘Araf ayat 187

    27. Bajakan dari Al Qur’an surat An Nas ayat 1

    28. Bajakan dari Al Qur’an surat Al An’am ayat 115

    29. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad

    30. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad

    31. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad

    32. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Qadr ayat 1

    (33) اِنَّ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا (34) هُوَ الَّذِىْ اَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّّ يْنِ كُلِّهِ (35) وَقَالُوْا اِنْ هَذَا اِلاَّ اخْتِلاَقٌ (36) قُلْ اِنِ افْتَرَ يْتُهُ فَعَلَىَّ إِجْرَامِىْ (37) وَلَقَدْ لَبِثْتُ فِيْكُمْ عُمُرًا مِنْ قَبْلِهِ أَفَلاَ تَعْقِلُوْنَ (38) وَلَقَدْ لَبِثْتُ فِيْكُمْ عُمُرًا مِنْ قَبْلِهِ أَفَلاَ تَعْقِلُوْنَ (39) قَلْ اِنَّ هُدَى اللهِ هُوَ الْهُدَى (40) وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَهُ لَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِى اْلآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ (41) اِنَّكَ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ (42) وَجِيْهًا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِيْنَ (43) وَيَقُوْلُوْنَ اَنَّى لَكَ هَذَا (44) اِنْ هَذَا اِلاَّ قَوْلُ الْبَشَرِ وَاَعَانَهُ عَلَيْهِ قَوْمٌ آخَرُوْنَ (45) اَفَتَاْتُوْنَ السِّحْرَ وَاَنْتُمْ تُبْصِرُوْنَ (46) هَيْهَاتَ هَيْهَاتَ لِمَا تُوْعَدُوْنَ (47) مِنْ هَذَا الَّذِىْ هُوَ مَهِيْنٌ (48) وَلاَيَكَادُ يُبِيْنُ (49) جَاهِلٌ اَوْ مَجْنُوْنٌ (50) قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَاتَّبِعُوْ نِيْ يُحْبِبْكُمُ اللهُ (51) وَاِنَّا كَفَيْنَاكَ الْمُسْتَهْزِئِيْنَ –

    33. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    34. Bajakan dari Al Qur’an surat At Taubah 33 & surat Ash Shaff ayat 9
    35. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    36. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    37. Bajakan dari Al Qur’an surat Hud ayat 35
    38. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    39. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 120
    40. Bajakan dari Al Qur’an surat Ali Imran ayat 85
    41. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Mulk ayat 22
    42. Bajakan dari Al Qur’an surat Ali Imran ayat 45
    43. Bajakan dari Al Qur’an surat Ali Imran ayat 37
    44. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Muddatsir ayat 25
    45. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Anbiya ayat 3
    46. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Mukminun ayat 36
    47. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    48. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    49. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    50. Bajakan dari Al Qur’an surat Ali Imran ayat 31
    51. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Hijr ayat 95
    (52) ذَرْنِيْ وَالْمُكَذِّبِيْنَ (53) َالْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ جَعَلَكَ الْمَسِيْحَ ابْنَ مَرْيَمَ (54) يَجْتَبِىْ إِلَيْهِ مَنْ يَشَآءُ (55) لاَيُسْئَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْئَلُوْنَ (56) اُمَمٌ يَسَّرْنَا لَهُمُ الْهُدَى (57) وَاُمَمٌ حَقَّ عَلَيْهِمُ الْعَذَابُ وَيَمْكُرُوْنَ وَيَمْكُرُ اللهُ وَاللهُ خَيْرُ الْمَاكِرِيْنَ وَلَكَيْدُ اللهِ اَكْبَرُ (58) وَاِنْ يَتَّخِذُوْنَكَ اِلاَّ هُزُوًا اَهَذَا الَّذِىْ بَعَثَ اللهُ (59) اِنَّ هَذَا الرَّجُلَ يَجُوْحُ الدِّ يْنَ وَقَدْ بَلَجَتْ آيَاتِىْ وَجَحَدُوْا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهُمْ اَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا (60) قَاتَلَهُمُ اللهُ أَنَّى يُؤْفَكُوْنَ (61) قُلْ يَااَيُّهَاالْكَافِرُ اِنِّى مِنَ الصَّادِقِيْنَ (62) وَعِنْدِىْ شَهَادَةٌ مِنَ اللهِ (63) وَاِنِّى اُمِرْتُ وَاَناَ اَوَّلُ الْمُؤْمِنِيْنَ (64) وَاصْنَعِ الْفُلْكَ بِاَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا (65) َالَّذِيْنَ يُبَايِعُوْنَكَ اِنَّمَا يُبَايِعُوْنَ اللهَ يَدُاللهِ فَوْقَ اَيْدِيْهِمْ (66) وَالَّذِيْنَ تَابُوْا وَاَصْلَحُوْا أُولَئِكَ اَتُوْبُ عَلَيْهِمْ وَاَناَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ (67) َاْلاِمَامُ خَيْرُ اْلاَناَمِ (68) وَيَقُوْلُ الْعَدُوُّ لَسْتَ مُرْسَلاً (69) سَنَاْخُذُهُ مِنْ مَارِنَ اَوْخُرْطُوْم –

    52. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Muzammil ayat 11
    53. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Anfal ayat 30
    54. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    55. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    56. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    57. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    58. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 67
    59. Bajakan dari Al Qur’an surat An Naml ayat 14
    60. Bajakan dari Al Qur’an surat At Taubah ayat 30
    61. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Kafirun ayat 1-3
    62. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    63. Bajakan dari Al Qur’an surat An Nisa ayat 163
    64. Bajakan dari Al Qur’an surat Hud ayat 73
    65. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Fath ayat 10
    66. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 110
    67. Bajakan dari Al Qur’an surat Ar Rahman ayat 10
    68. Bajakan dari Al Qur’an surat Ar Ra’du ayat 48
    69. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Qalam ayat 16

    (70) وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ اِنِّىْ جَاعِلٌ فِى اْلاَرْضِ خَلِيْفَةً (71) قَالُوْا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيْهَا (72) قَالَ إِنِّىْ اَعْلَمُ مَالاَ تَعْلَمُوْنَ (73) وَيَنْظُرُوْنَ اِلَيْكَ وَهُمْ لاَيُبْصِرُوْنَ (74) يَتَرَبَّصُوْنَ عَلَيْكَ الدَّوَائِرِ (75) عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ (76) قُلِ اعْمَلُوْا عَلَى مَكَانَتِكُمْ اِنِّىْ عَامِلٌ فَسَوْفَ تَعْلَمُوْنَ (77) وَيَعْصِمُكَ اللهُ وَلَوْ لَمْ يَعْصِمْكَ النَّاسُ (78) وَلَوْ لَمْ يَعْصِمْكَ النَّاسُ يَعْصِمُكَ اللهُ (79) سُبْحَانَ اللهِ (80) اَنْتَ وَقَارُهُ فَكَيْفَ يَتْرُكُكَ (81) اَنْتَ الْمَسِيْحُ الَّذِيْ لاَ يُضَاعُ وَقْتُهُ (82) كَمِثْلِكَ دُرٌّ لاَ يُضَاعُ (83) لَنْ يَجْعَلَ اللهُ لِلْكَافِرِيْنَ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ سَبِيْلاً (84) َلمَ ْتَرَ اَناَّ نَاْتِى اْلاَرْضَ نَنْقُصُهَا مِنْ اَطْرَافِهَا (85) اَلمَ ْتَرَ اَنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ (86) فَانْتَظِرُوْا اْلآ يَاتِ حَتَّى حِيْنٍ (87) اَنْتَ الشَّيْخُ الْمَسِيْحُ وَاِنِّىْ مَعَكَ وَمَعَ اَنْصَارِكَ وَاَنْتَ اسْمِى اْلاَعْلَى (88 وَاَنْتَ مِنِّىْ بِمَنْزِلَةِ تَوْحِيْدِىْ وَتَفْرِيْدِىْ –
    70. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 30
    71. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 30
    72. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 30
    73. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Anfal ayat 98
    74. Bajakan dari Al Qur’an surat At Taubah ayat 98
    75. Bajakan dari Al Qur’an surat At Taubah ayat 98
    76. Bajakan dari Al Qur’an surat An Nisa ayat 135
    77. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Maidah ayat 67
    78. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Maidah ayat 67
    79. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    80. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    81. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    82. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    83. Bajakan dari Al Qur’an surat Al An’am ayat 141
    84. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Anbiya ayat 41-42
    85. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    86. Bajakan dari Al Qur’an surat An Nisa ayat 158
    87. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    88. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    (89) أَ نْتَ مِنِّي بِمَنْزِلَةِ الْمَحْبُوْبِيْنَ (90) فاصبر فَاصْبِرْ حَتَّى يَاْتِيَكَ اَمْرُنَا وَاَنْذِرْ عَشِيْرَتَكَ اْلأَقْرَبِيْنَ – وَاَنْذِرْ قَوْمَكَ وَقُلْ اِنِّىْ نَذِيْرٌ مُبِيْنٌ (91) قَوْمٌ مُتَشَاكِسُوْنَ (92) كَذَّبُوْا بِآيَاتِنَا وَكَانُوْا بِهَا يَسْتَهْزِءُوْنَ فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللهُ وَ يَرُدُّهَا اِلَيْكَ (93) لاَ مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِ اللهِ (94 وَاِنَّ وَعْدَ اللهِ حَقٌّ وَاِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِمَا يُرِيْدُ (95) قُلْ إِيْ وَرَبِّي اِنَّهُ لَحَقٌّ وَلاَ تَكُنْ مِنَ الْمُمْتَرِيْنَ (96) اِنَّازَوَّجْنَاكَهَا (97) اِنَّمَا اَمْرُنَا اِذَا اَرَدْناَ شَيْئًا اَنْ نَقُوْلَ لَهُ كُنْ فَيَكُوْنُ (98 اِنَّمَا نُؤَخُّرُهُمْ اِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى اَجَلٍ قَرِيْبٍ (99) وَكَانَ فَضْلُ اللهِ عَلَيْكَ عَظِيْمًا (100) يَأْتِيْكَ نَصْرِىْ (101) اِنِّىْ اَناَ الرَّحْمَنُ (102) وَاِذَا جَآءَ نَصْرُ اللهِ وَتَوَجَّهْتُ لِفَصْلِ الْخِطَابِ (103) قَالُوْا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا اِنَّا كُنَّا خَاطِئِيْنَ (104) وَيَخِرُّوْنَ عَلَى اْلأَذْقَانِ (105) لاَ تَثْرِيْبَ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ (106) يَغْفِرُ اللهُ لَكُمْ وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ (107) بُشْرَى لَكُمْ فِىْ هَذِهِ اْلاَيَّامِ –
    89. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    90. Bajakan dari Al Qur’an surat Asy Syuaraa ayat 214
    91. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    92. Bajakan dari Al Qur’an surat Ar Rum ayat 10
    93. Bajakan dari Al Qur’an surat Al An’am ayat 34
    94. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Buruj ayat 16
    95. Bajakan dari Al Qur’an surat Ali Imran ayat 60
    96. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Ahzab ayat 37
    97. Bajakan dari Al Qur’an surat Yasin ayat 82
    98. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Nahl ayat 61
    99. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    100. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    101. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    102. Bajakan dari Al Qur’an surat An Nashr ayat 1
    103. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    104. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Isra’ ayat 109
    105. Bajakan dari Al Qur’an surat Yusuf ayat 92
    106. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    107. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    (108) شَاحَتِ الْوُجُوْهُ (109) يَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَالَيْتَنِى اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُوْلِ سَبِيْلاً (110) وَقَالُوْا إِنْ هَذَا إِلاَّ قَوْلُ الْبَشَرِ (111) قُلْ اِنْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللهِ لَوَجَدُوْا فِيْهِ اخْتِلاَفًا كَثِيْرًا (112) وَبَشِّرِ الَّذِيْنَ آمَنُوْا اَنَّ لَهُمْ قَدَمَ صِدْقٍ عِنْدَ رَبِّهِمْ (113) لَنْ يُخْزِيَهُمُ اللهُ (114) وَمَااَهْلَكَ اللهُ اَهْلَكَ (115) َالَّذِيْنَ آمَنُوْا وَلَمْ يَلْبِسُوْا اِيْمَانَهُمْ بِظُلْمٍ اُولَئِكَ لَهُمُ اْلاَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُوْنَ (116) تُفَتَّحُ لَهُمْ اَبوْاَبُ السَّمَآءِ (117) نُرِيْدُ اَنْ نُنَزِّلَ عَلَيْكَ أَسْرَارًا مِنَ السَّمَآءِ (118) وَنُمَزِّقُ اْلاَعْدَاءَ كُلَّ مُمَزَّقٍ (119) وَنُرِيْ فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَجُنُوْدَهُمَا مَاكَانُوْا يَحْذَرُوْنَ (120) قُلْ يَااَيُّهَاالْكُفَّارُ اِنِّىْ مِنَ الصَّادِقِيْنَ (121) فَانْظُرُوْا آيَاتِىْ حَتَّى حِيْنٍ (122) سَنُرِيْهِمْ آيَاتِنَا فِي اْلآفَاقِ وَفِي أَنْفُسِهِمْ (123) حُجَّةٌ قَائِمَةٌ وَفَتْحٌ مُبِيْنٌ (124) حُكْمُ اللهِ الرَّحْمَنِ لِخَلِيْفَةِ اللهِ السُّلْطَانِ (125) يُؤْتَى لَهُ الْمُلْكُ الْعَظِيْمُ –

    108. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    109. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Furqan ayat 27
    110. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Muddatstsir ayat 25
    111. Bajakan dari Al Qur’an surat An Nisa’ ayat 82
    112. Bajakan dari Al Qur’an surat Yunus ayat 2
    113. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    114. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    115. Bajakan dari Al Qur’an surat Al An’am ayat 82
    116. Bajakan dari Al Qur’an surat Al A’raf ayat 40
    117. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    118. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    119. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Qashash ayat 6
    120. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Kafirun ayat 1
    121. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    122. Bajakan dari Al Qur’an surat Fushilat ayat 53
    123. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    124. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    125. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad

    (126) وَتُفَتَّحُ عَلَى يَدِهِ الْخَزَاِئنُ وَتُشْرِقُ اْلاَرْضُ بِنُوْرِ رَبِّهَا (127) ذَلِكَ فَضْلُ اللهِ وَفِي اَعْيُنِكُمْ عَجِيْبٌ (128) اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ (129) اِنَّا اَنْزَلْنَاكَ بُرْهَانًا وَكَانَ اللهُ قَدِيْرًا (130) عَلَيْكَ بَرَكَاتٌ وَسَلاَمٌ (131) سَلاَمٌ قَوْلاً مِنْ رَبٍّ رَحِيْمٍ (132) اَنْتَ قَابِلٌ يَاْتِيْكَ وَابِلٌ (133) تَنْزِلُ الرَّحْمَةُ عَلَى ثَلاَثٍ اَلْعَيْنِ وَعَلَى اْلاَخْرَيَيْنِ وَلَنُحْيِيَنَّكَ حَيَاةً طَيِّبَةً (134) اِنَّا آتَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ (135) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ (136) اِنِّىْ اَناَ اللهُ فَاعْبُدْنِىْ وَلاَ تَسْتَعِنْ مِنْ غَيْرِىْ (137) اِنِّىْ اَناَ اللهُ لاَ إِلَهَ اِلاَّ اَناَ (138) لاَ يَدَ اِلاَّ يَدِىْ (139) اِنَّااِذَا نَزَلْنَا بِسَاحَةِ قَوْمٍ فَسَآءَ صَبَاحُ الْمُنْذَرِيْنَ (140) اِنِّى مَعَ اْلاَفْوَاجِ آتِيْكَ بَغِتَةً (141) فَتْحٌ وَظَفَرٌ (142) اِنِّىْ اَمُوْجُ مَوْجَ الْبَحْرِ (143) َالْفِتْنَةُ هَهُنَا فَاصْبِرْ كَمَا صَبَرَ اُولُوا الْعَزْمِ (144) اِنَّا اَرْسَلْنَا اِلَيْكَ شُوَاظًا مِنْ نَارٍ قَدِ ابْتُلِىَ الْمُؤْمِنُوْنَ –
    126. Bajakan dari Al Qur’an surat Az Zumar ayat 69
    127. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    128. Bajakan dari Al Qur’an surat Maryam ayat 47
    129. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    130. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    131. Bajakan dari Al Qur’an surat Yasin ayat 58
    132. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    133. Bajakan dari Al Qur’an surat An Nahl ayat 97
    134. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Kautsar ayat 1
    135. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Kautsar ayat 2
    136. Bajakan dari Al Qur’an surat Thaha ayat 14
    137. Bajakan dari Al Qur’an surat hahaa ayat 14
    138. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    139. Bajakan dari Al Qur’an surat Ash Shafat ayat 177
    140. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    141. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    142. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    143. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Ahqaf ayat 35
    144. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad

    (145) ثُمَّ يُرَدُّ إِلَيْكَ السَّلاَمُ (146) وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوْا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ (147) وَاللهُ يَعْلَمُ وَاَنْتُمْ لاَتَعْلَمُوْنَ (148) اَلرَّحَى تَدُوْرُ وَ يَنْزِلُ الْقَضَآءُ (149) اِنَّ فَضْلَ اللهِ َلآتٍ (150) وَلَيْسَ ِلاَحَدٍ اَنْ يُرَدَّ مَا اَتَى (151) قُلْ إِىْ وَرَبِّىْ اِنَّهُ لَحَقٌّ – لاَ َتَبَدَّلُ وَلاَ يَخْفَى (152) وَيَنْزِلُ مَا تَعْجَبُ مِنْهُ (153) وَحْىٌ مِنْ رَبِّ السَّمَوَاتِ الْعُلَى (154) اِنَّ رَبِّىْ لاَ يَضِلُّ وَلاَ يَنْسَى (155) ظَفَرٌ مُبِيْنٌ (156) وَإِنَّمَا نُؤَخِّرُهُمْ اِلَى اَجَلٍ مُسَمًّى (157) اَنْتَ مَعِىْ واَناَ مَعَكَ (158) قُلِ اللهُ ثُمَّ ذَرْهِ فِىْ غَيِّهِ يَتَمَطَّى (159 اِنَّهُ مَعَكَ اِنَّهُ يَعْلَمُ السِّرَّ وَمَااَخْفَى (160) لاَ اِلَهَ اِلاَّ هُوَ (161) يَعْلَمُ كُلَّ شَيْءٍ وَيَرَى (162) اِنَّ اللهَ مَعَ الَّذِيْنَ اتَّقَوْا وَالَّذِيْنَ هُمْ يُحْسِنُوْنَ الْحُسْنَى (163) اِنَّا اَرْسَلْنَا اَحْمَدَ اِلَى قَوْمِهِ فَاَعْرَضُوْا وَقَالُوْا كَذَّابٌ أَشِرٌ – وَجَعَلُوْا يَشْهَدُوْنَ عَلَيْهِ وَيَسِيْلُوْنَ كَمَاءٍ مُنْهَمِرٍ –
    145. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    146. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 216
    147. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 30
    148. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    149. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    150. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    151. Bajakan dari Al Qur’an surat Ad z Dzariyat ayat 23 & Surat An Nisa ayat 2
    152. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    153. Bajakan dari Al Qur’an surat Thahaa ayat 4
    154. Bajakan dari Al Qur’an surat Thahaa ayat 52
    155. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    156. Bajakan dari Al Qur’an surat Nuh ayat 4
    157. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    158. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Qiyamah ayat 33
    159. Bajakan dari Al Qur’an surat Thahaa ayat 7
    160. Bajakan dari Al Qur’an surat Thahaaayat 8
    161. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    162. Bajakan dari Al Qur’an surat An Nahl ayat 128
    163. Bajakan dari Al Qur’an surat Nuh ayat 1
    (164) اِنَّ حُبِّىْ قَرِيْبٌ اِنَّهُ قَرِيْبٌ مُسْتَتِرٌ (165) وَيُرِيْدُوْنَ اَنْ يَقْتُلُوْكَ (166) يَعْصِمُكَ اللهُ – يَكْلَأُكَ اللهُ (167) اِنِّى حَافِظُكَ (168) عِنَايَةُ اللهِ حَافِظُكَ (169) تَرَى نَسْلاً بَعِيْدًا أَبْنَاءَ الْقَمَرِ (170) اِنَّا كَفَيْنَاكَ الْمُسْتَهْزِئِيْنَ (171) اِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ (172) اِنَّهُ سَيَجْعَلُ الْوِلْدَانَ شِيْبًا (173) اْلاَمْرَاضُ تُشَاعُ وَالنُّفُوْسُ تُضَاعُ (174) وَسَاَنْزِلُ وَاِنَّ يَوْمِىْ لَفَضْلٌ عَظِيْمٌ (175) لاَ تَعْجَبَنْ مِنْ اَمْرِىْ (176) اِنَّا نُرِيْدُ اَنْ نُعِزَّكَ وَنَحْفَظَكَ (177) يَاْتِىْ قَمَرُ اْلاَنْبِيَاءِ وَاَمْرُكَ يَتَاَتَّى (178) مَااَنْتَ اَنْ تَتْرُكَ الشَّيْطَانَ قَبْلَ اَنْ تَغْلِبَهُ (179) وَ يُرِيْدُوْنَ اَنْ يُطْفِئُوْا نُوْرَ اللهِ (180) وَاللهُ غَالِبٌ عَلَى اَمْرِهِ وَلَكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُوْنَ (181) َالْفَوْقُ مَعَكَ وَالتَّحْتُ مَعَ اَعْدَاءِكَ (182) وَاَيْنَمَا تُوَلُّوْا فَثَمَّ وَجْهُ اللهِ–

    164. Bajakan dari Al Qur’an surat Hud ayat 61
    165. Bajakan dari Al Qur’an surat Asy Syu’ara ayat 14
    166. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Maidah ayat 67 dan Surat Al Anbiyaa ayat 42
    167. Bajakan dari Al Qur’an surat Yusuf ayat 12 dan 63
    168. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    169. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    170. Bajkan dari Al Qur’an surat Al Hijr ayat 95
    171. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Fajr ayat 14
    172. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Muzammil ayat 17
    173. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    174. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    175. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    176. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    177. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    178. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    179. Bajakan dari Al Qur’an surat At Taubah ayat 32
    180. Bajakan dari Al Qur’an surat Yusuf ayat 21
    181. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    182. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 115
    (183) قُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ (184) اَللهُ الَّذِىْ جَعَلَكَ الْمَسِيْحَ ابْنَ مَرْيَمَ (185) لِتُنْذِرَ قَوْمًا مَا اُنْذِرَ آبَاءُهُمْ وَلِتَدْعُوَ قَوْمًا آخَرِيْنَ (186) عَسَى اللهُ اَنْ يَجْعَلَ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ الَّذِيْنَ عَادَيْتُمْ مَوَدَّةً (187) اِنَّا نَعْلَمُ اْلاَمْرَ وَاِنَّا لَعَالِمُوْنَ (188) َالْحَمْدُ ِللهِ الَّذِىْ جَعَلَ لَكُمُ الصِّهْرَ وَالنَّسَبَ (189) أُذْكُرْ نِعْمَتِىْ رَئَيْتَ خَدِيْجَتِىْ – (190) هَذَا مِنْ رَحْمَةِ رَبِّكَ يُتِمُّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ لِيَكُوْنَ آيَةً لِلْمُؤْمِنِيْنَ (191) اَنْتَ مَعِىْ واَناَ مَعَكَ يَااِبْرَاهِيْمُ (192) اَنْتَ بُرْهَانٌ وَاَنْتَ فُرْقَانٌ (193) يُرِى اللهُ بِكَ سَبِيْلَهُ (194) اَنْتَ الْقَائِمُ عَلَى نَفْسِهِ (195) مَظْهَرُ الْحَىِّ (196) وَاَنْتَ مِنِّىْ مَبْدَأُ اْلأَمْرِ (197) وَاَنْتَ مِنْ مَاءِنَا وَهُمْ مِنْ فَشَلِ (198) اِذَا الْتَقَى الْفِئَتَانِ (199) فَاِنِّىْ مَعَ الرَّسُوْلِ اَقُوْمُ (200) وَيَنْصُرُهُ الْمَلاَ ئِكَةُ (201) اِنِّىْ اَناَ الرَّحْمَنُ ذُوْا الْمَجْدِ وَالْعُلَى –
    183. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Isra’ ayat 81
    184. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    185. Bajakan dari Al Qur’an surat Yasin ayat 6
    186. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Mumtahanah ayat 7
    187. Bajakan dari Al Qur’an surat Hud ayat 121
    188. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Fatihah ayat 2 &Al Baqarah ayat 22
    189. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Furqan ayat 54
    190. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Kahfi ayat 82
    191. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    192. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Kahfi ayat 82
    193. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Kahfi ayat 82
    194. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    195. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    196. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    197. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    198. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Anfal ayat 41
    199. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    200. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    201. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    (202) وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى (203) اِنْ هُوَ اِلاَّ وَحْىٌ يُوْحَى (204) اَرَدْتُ اَنْ اَسْتَخْلِفَكَ فَخَلَقْتُ آدَمَ (205) وَِللهِ اْلأَمْرُ مِنْ قَبْلُ وَمِنْ بَعْدُ (206) يَاعَبْدِىْ لاَ تَخَفْ (207) اَلمَ ْتَرَ اَناَّ نَاْتِى اْلاَرْضَ نَنْقُصُهَا مِنْ اَطْرَافِهَا (208) اَلمَ ْتَعْلَمْ اَنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ .
    (أربعين نمير 2 صفحة 31 تا 36)

    202. Bajakan dari Al Qur’an surat An Najm ayat 3
    203. Bajakan dari Al Qur’an surat An Najm ayat 4
    204. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    205. Karangan nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad
    206. Bajakan dari Al Qur’an surat Hud ayat 70
    207. Bajakan dari Al Qur’an surat Ar Ra’du ayat 41
    208. Bajakan dari Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 106

    sumber:http://infolppi.blogspot.com/2011/03/pembajakan-terhadap-al-quran-yang.html

  41. Adrian Paul said

    Rekayasa Ahmadiyah Cari Dukungan Musuh Islam

    Oleh Hartono Ahmad Jaiz dan Hamzah Tede*

    Ujian bagi Ummat, mau jadi munafiq (musuh Islam), mengaku Islam namun membela Ahmadiyah pemalsu Islam, atau pilih tetap mu’min dengan setia membela Islam

    ***

    Pucuk pimpinan dan para petinggi Ahmadiyah jelas bukan orang yang innocence atau lugu. Perhatikan saja elite-elite Ahmadiyah saat tampil di depan publik, terkesan cerdas. Namun demikian, kecerdasan belum tentu sejalan dengan keimanan dan belum tentu memperoleh hidayah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kecerdasan itu bila berada di jalan kesesatan, cenderung menjadi licik. Salah satu wujud licik adalah berbohong. Nah, dalam hal ini orang-orang Ahmadiyah memang jagonya, sebagaimana elite-elite aliran dan paham sesat lainnya seperti LDII, Syi’ah dan sebagainya.

    Kebohongan yang dipublikasikan petinggi Ahmadiyah sangat tinggi kedustaannya, yaitu berkenaan dengan syahadat. Di depan publik mereka mengaku dan mengucapkan dua kalimat syahadat persis sama dengan dua kalimat syahadat yang biasa diucapkan umat Islam: Asyhadu An laa ilaaha ilallah wa asyhadu anna Muhammadarasulullah.

    أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

    Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan (yang disembah dengan haq) kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

    Namun, sesungguhnya Muhammad yang mereka maksud dalam dua kalimat syahadat tadi, adalah Mirza Ghulam Ahmad. Dalam sebuah buku berjudul Memperbaiki Kesalahan yang ditulis oleh H.S. Yahya Pontoh dan diterbitkan oleh Jemaah Ahmadiyah Bandung (1993), dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan Muhammad pada syahadat mereka bukanlah Muhammad bin Abdullah yang lahir di Makkah Al-Mukarramah, tetapi “Ahmad” alias Mirza Ghulam Ahmad yang lahir di India, yang merupakan nabi para penganut Ahmadiyah Qadiyan.

    Sekali lagi, Nama MUHAMMAD dalam syahadat tersebut menurut para pengikut/tokoh Ahmadiyah adalah Nabi/Rasul mereka, yaitu Mirza Ghulam Ahmad yang lahir di India, sebagaimana tercantum dalam bukuMemperbaiki Kesalahan,karya Mirza Ghulam Ahmad, yang dialih bahasakan oleh H.S. Yahya Pontoh, dan diterbitkan oleh Jemaah Ahmadiyah cabang Bandung, tahun 1993, pada halaman 5 tertulis:

    مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ

    “Dalam wahyu ini Allah SWT menyebutku Muhammad dan Rasul_”(KitabTadzkirahhalaman 97).

    Itulah dusta dan liciknya Ahmadiyah: ayat yang jelas-jelas mengenai Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, namun diputar balikkan menjadiAllah SWT menyebutku(maksudnya Mirza Ghulam Ahmad sebagai)Muhammad dan Rasul.

    Apa yang disebut wahyu dalam kitab Ahmadiyah yakni Tafzkirah lalu lafal Muhammad diselewengkan maksudnya menjadi Mirza Ghulam Ahmad itu sejatinya adalah ayat Al-Qur’an. Inilah ayat yang dibajak Ahmadiyah, kemudian dipalsukan maknanya, lalu digunakan untuk menjelaskan bahwa syahadat Ahmadiyah sama dengan syahadat Islam namun maknanya beda:

    مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ [الفتح/29]

    Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. (QS Al-Fath/ 48: 29).

    Lafal Muhammad di situ tidak dapat dibajak-bajak apalagi dipalsu menjadi Mirza Ghulam Ahmad, karena berkaitan pula dengan pujian terhadap sahabat-sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, di antaranya ditunjukkan dengan pujian Allah terhadap mereka:

    لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا [الفتح/18]

    Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon[1399], maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya)[1400]. (QS Al-Fath/48: 18)[1399]. Lihat no. [1396]. [1396].

    Pada bulan Zulkaidah tahun keenam Hijriyyah Nabi Muhammad s.a.w. beserta pengikut-pengikutnya hendak mengunjungi Mekkah untuk melakukan ‘umrah dan melihat keluarga-keluarga mereka yang telah lama ditinggalkan.

    Sesampai di Hudaibiyah beliau berhenti dan mengutus Utsman bin Affan lebih dahulu ke Mekah untuk menyampaikan maksud kedatangan beliau dan kamu muslimin. Mereka menanti-nanti kembalinya Utsman, tetapi tidak juga datang karena Utsman ditahan oleh kaum musyrikin kemudian tersiar lagi kabar bahwa Utsman telah dibunuh. Karena itu Nabi menganjurkan agar kamu muslimin melakukan bai’ah (janji setia) kepada beliau.

    Merekapun mengadakan janji setia kepada Nabi dan mereka akan memerangi kamu Quraisy bersama Nabi sampai kemenangan tercapai. Perjanjian setia ini telah diridhai Allah sebagaimana tersebut dalam ayat 18 surat ini, karena itu disebut Bai’atur Ridwan.

    Bai’atur Ridwan ini menggetarkan kaum musyrikin, sehingga mereka melepaskan Utsman dan mengirim utusan untuk mengadakan perjanjian damai dengan kaum muslimin. Perjanjian ini terkenal dengan Shulhul Hudaibiyah.

    [1400]. Yang dimaksud dengan kemenangan yang dekat ialah kemenangan kaum muslimin pada perang Khaibar.

    Jelaslah dari dua ayat (QS Al-Fath 29 dan Al-Fath: 18) itu lafal Muhammad hanyalah khusus untuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yakni bin Abdullah lahir di Makkah yang kemudian para sahabatnya berbai’at di bawah pohon, lalu mengadakan perjanjian Hudaibiyah dengan kafirin Quraisy.

    Ketika ada yang disebut wahyu dari Allah mengklaim ayat itu lalu makna Muhammad adalah Mirza Ghulam Ahmad itu jelas dusta. Namun dusta itu justru untuk mendustai pula, yakni bunyi syahadatnya sama dengan syahadat Islam namun maknanya beda. Ini dusta atas nama Allah membuahkan dusta atas nama syahadat. Betapa beraninya mereka dalam berdusta.

    Demikian di antara bukti tingginya sikap licik dan dusta Ahmadiyah.

    ***
    Pasca penyerangan markas Ahmadiyah di Parung, Bogor, Juni 2005, Abdul Basith (Amir Nasional Pengurus Besar Jamaah Ahmadiyah Indonesia), ketika diwawancarai Metro TV selalu menyebut nama Mirza Ghulam Ahmad dengan tambahan Shallallahu Alaihi wa Sallam sebagaimana umat Islam menyebut Nabi Muhammad Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ini menjadi salah satu bukti, bahwa pengikut Ahmadiyah menjadikan Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi sebagaimana Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam.

    Namun, mereka menyembunyikan akidah sesatnya melalui mekanisme pertahanan diri taqiyyah sebagaimana juga berlaku di kalangan LDII, Syi’ah (termasuk Ahlul Bait) dan sebagainya.

    Meski menyebut Mirza Ghulam Ahmad lengkap dengan sebutan Shallallahu Alaihi wa Sallam, namun Abdul Basith dalam rangka taqiyyah kala itu menyebut Mirza Ghulam Ahmad “hanya” sebagai mursyid. Menurut salah seorang aktivis Ahmadiyah Lahore, gara-gara ucapannya itu Abdul Basith sempat dimarahi oleh pimpinan pusatnya di London: “Mirza Ghulam Ahmad itu nabi!” Begitu mereka memarahi Abdul Basith Amir Nasional Pengurus Besar Jamaah Ahmadiyah Indonesia.

    Di TVONE (edisi 18 Februari 2011), ketika berada dalam satu forum dengan Amin Djamaluddin dari LPPI dan Ali Mustafa Ya’qub (mantan Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI), salah satu jurubicara Ahmadiyah berusaha meyakinkan khalayak bahwa Ghulam pada nama tengah Mirza Ghulam Ahmad berarti budak. Maksudnya, Mirza Ghulam Ahmad itu budaknya si Ahmad, dan Ahmad yang dimaksud adalah Muhammad Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ini juga sesat.

    Dengan kekuatan akal liciknya, mereka berusaha meyakinkan bahwa Mirza Ghulam Ahmad “hanya” budak Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan Muhammad itu sendiri, dengan cara-cara yang berlebihan, “bahasa pasaran” sekarang lebay (berlebihan, dilebih-lebihkan), bahkan sesat menyesatkan. Karena, tidak ada bukti sejarah bahwa Mirza Ghulam Ahmad itu budak Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Budak adalah orang kafir yang berperang melawan Muslimin lalu tertawan, maka jadi budak, dan boleh memerdekakan diri dengan cara menebus.

    Merekayasa Simpati

    Upaya-upaya bohong di atas adalah bagian dari cara kelompok Ahmadiyah merekayasa simpati, tentunya dalam rangka memperoleh dukungan. Begitu juga ketika berhadapan dengan para wakil rakyat (anggota DPR RI) yang terhormat, mereka berusaha menarik simpati khalayak dengan mengklaim bahwa WR Supratman (1903-1938) pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya adalah pengikut Ahmadiyah. Rasanya, pengakuan sepihak kalangan Ahmadiyah itu masih perlu dikonfirmasi kepada pihak keluarga besar WR Supratman. Benarkah demikian?

    Lagi pula, tidak disebutkan secara jelas, apakah WR Supratman pernah menjadi bagian dari komunitas Ahmadiyah Qadian atau Ahmadiyah Lahore? Yang jelas, bagi Ahmadiyah Qadian (JAI, Jemaat Ahmadiyah Indonesia), siapa saja yang tidak mengakui kenabian Mirza Ghulam Ahmad adalah kafir. Termasuk Ahmadiyah Lahore (GAI, Gerakan Ahmadiyah Indonesia), yang “hanya” menjadikan Mirza Ghulam Ahmad sebagai mujaddid (pembaharu) juga dinyatakan kafir. Padahal sama-sama memalsu Islam pula. (Lihat artikel Hartono Ahmad Jaiz, Ahmadiyah Qodyan dan Ahmadiyah Lahore sama-sama Pemalsu Islam). Kalau toh benar WR Supratman pengikut Ahmadiyah, tidak ada pengaruhnya dengan fakta kesesatan Ahmadiyah (Qadian maupun Lahore).

    Pada tahun 1926, Haji Rasul yang merupakan ayahanda Buya HAMKA dari Sumatera Barat berangkat ke Yogyakarta, mendatangi tokoh-tokoh Muhammadiyah saat itu untuk memberi pencerahan soal kesesatan Ahmadiyah Qadiyan dan Lahore. Karena, saat itu salah satu aktivis Muhammadiyah, Raden Ngabehi Hadji Minhadjurrahman Djojosoegito, terinfeksi Ahmadiyah Lahore. Upaya Haji Rasul ternyata mampu menyadarkan tokoh-tokoh Muhammadiyah. Kemudian di tahun 1929, pada Muktamar Muhammadiyah 18 di Solo, dikeluarkan pernyataan: orang yang percaya akan Nabi sesudah Muhammad adalah kafir. Maka, Raden Ngabehi Hadji Minhadjurrahman Djojosoegito pun tercerabut dari Muhamadiyah. Sebagai catatan tambahan, Raden Ngabehi Hadji Minhadjurrahman Djojosoegito merupakan saudara sepupu Hasyim Asy’ari (1871-1947) salah seorang pendiri NU (Nahdlatul Ulama).

    Jadi, sudah sejak awal kehadirannya di Indonesia, Ahmadiyah (Qadian dan Lahore) sudah ditolak umat Islam, bukan baru kemaren sore, ketika Fatwa MUI tentang kesesatan Ahmadiyah dirilis ke hadapan publik pada Juni 1980 (Rajab 1400 H), dalam Musyawarah Nasional II MUI di Jakarta.

    Menurut catatan Setara Institute, aksi kekerasan terhadap Jemaat Ahmadiyah terjadi hampir setiap tahun. Misalnya pada tahun 2007 terjadi 15 kasus, pada tahun 2008 sebanyak 238 kasus, pada 2009 ada 33 kasus. Kalau data itu benar, penyebabnya bukan Fatwa MUI yang sudah dirilis sejak 1980. Abdul Basith sendiri mengakui, sejak Fatwa 1980 itu diterbitkan, tidak ada aksi kekerasan terhadap Ahmadiyah. Begitu juga di masa pra kemerdekaan, 1933, ketika Ahmadiyah “berdialog” dengan kalangan Persis, tidak menghasilkan kekerasan.

    Abdul Basith dan laron-laron AKKBB menuding Fatwa MUI 2005 menjadi pemicu tindak kekerasan terhadap Ahmadiyah, setidaknya sejak 2007 sebagaimana disebutkan di atas. Data tersebut jelas tidak akurat. Karena, kekerasan terhadap Ahmadiyah sudah berlangsung sejak tahun 2000 di masa Presiden Abdurrahman Wahid, dan Ketua MPR dijabat Amien Rais. Pemicunya, ucapan Tahir Ahmad yang sesumbar akan menjadikan Indonesia sebagai negara dengan pengikut Ahmadiyah terbesar di dunia.

    Sesumbar itu diucapkan Tahir Ahmad (Khalifah Ke-4 Ahmadiyah) ketika ia dihadirkan ke Jakarta oleh Dawam Rahardjo. Pantas saja Tahir Ahmad mangkak (berbangga) karena ia diperlakukan bagai tamu negara oleh Dawam Rahardjo: dibawa menghadap Presiden Abdurahman Wahid dan Ketua MPR RI Amien Rais yang hingga kini masih belum bertobat dari membela Ahmadiyah yang sesat dan menyesatkan itu.

    Dalam bilangan hari, kekerasan terhadap pemukiman Ahmadiyah terjadi. Namun tidak diberitakan secara intensif oleh media massa, dan tidak banyak menuai komentar dari para pendukungnya, karena laron-laron itu belum mengorganisasikan diri ke dalam wadah cair bernama AKKBB. Mungkin karena dananya belum turun dari London. Jangan juga heran bila AKKBB dirilis ke publik sekitar Juni 2008, mungkin untuk mengenang satu windu kehadiran Tahir Ahmad.

    Kenapa dikaitkan dengan dana?

    Ya, karena penulis pernah bertanya langsung di kompleks Ahmadiyah di Parung Bogor kepada petugas waktu Tahir Ahmad datang ke kompleks itu. Pertanyaan yang kami ajukan: Dari mana dananya, Dawam Rahardjo kok datang ke London untuk mengundang Tahir Ahmad ke Indonesia?

    Dijawab, dari Ahmadiyah.

    Ahmadiyah dananya dari mana?

    Dari jemaat Ahmadiyah. Tiap anggota ditarik dana seperenambelas (dari penghasilannya) perbulan.

    Pembaca yang kami hormati, dalam kasus semacam ini, kadang orang non Islam pun kurang mampu untuk memahami tingkah polah di antara tokoh-tokoh yang mengaku Islam namun membela yang memalsu Islam dan yang sesat-sesat. Sampai-sampai ketika Dawam Rahardjo jadi pembicara di depan para aktivis gereja di Balai Sarbini di Semanggi Jakarta beberapa tahun lalu, ada yang bertanya setelah selesainya pemaparan Dawam.

    Pertanyaannya: Lantas, kalau begitu, apa yang telah Pak Dawam lakukan?
    Dawam Rahardjo kurang lebihnya menjawab, bahwa dirinya dalam keadaan sakit-sakit panas-panas mendemo Menteri Agama untuk membela Lia Eden dan Ahmadiyah.

    Jadi, membela kesesatan yang amat sangat sesat itu justru dibangga-banggakan… Sementara itu orang yang dipameri pun belum tentu senang dengan apa yang dipamerkan itu. Murka Allah Ta’ala sudah jelas, sedang kecintaan manusia yang mau dikais-kaisnya belum tentu didapat. Betapa ruginya.

    sumber:info lppi

  42. Penonton said

    Tersebutlah sebuah keadaan antara si Cerdas dan si Bodoh. Yang cerdas adalah yang sadar bahwa hidup manusia di dunia ini cuma sementara dan sekali saja, karena setelah itu suka atau tidak suka akan kembali kehadapan-Nya untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatannya di dunia. Dengan kecerdasannya tersebut, maka Si Cerdas sadar betul bahwa amatlah bodoh baginya jika tidak bisa memanfaatkan kesempatan hidupnya yang singkat dan sekali saja di dunia untuk menabung sebanyak-banyaknya pahala (amalan baik) sebagai persiapan bekal di akherat nanti dan menjauhi dosa yang akan diganjar oleh Allah SWT dengan siksa alam kubur dan neraka jahanam yang dasyat. Untuk memperoleh pahala yang sebanyak-banyaknya Si Cerdas tahu bahwa ia harus setaat mungkin melaksanakan segala perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya yang sudah diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW dalam kitab suci Al-Quran dan hadist-2 nabi serta disampaikan kepada umatnya. Si Cerdas juga sadar betul bahwa gemerlapnya kehidupan dunia hanyalah bersifat ilusi atau tipuan atau sesaat saja yang penuh tipu daya syeitan yang memang sealu setia menggoda manusia untuk terjun dalam ketamakkan dan kemaksiatan agar setelah kiamat nanti bisa ikut bersamanya terjun ke neraka jahanam. Naudzubilahiminzalik.

    Sungguh berbahagia sekali bagi orang-2 yang telah berhasil menjauhi ketamakan dan kesesatan dunia yang dibuat syeitan, dan sungguh malang sekali orang-orang yang gagal menjauhinya, karena kesenangannya hanya bersifat sementara saja. Selain itu dipastikan bahwa dengan bekal amalan baik yang berhasil dikumpulkannya dari ketakwaan dan keimanannya kepada Allah SWT, si Cerdas akan jauh lebih siap menghadapi panggilan-Nya ketimbang si Bodoh yang terbuai tipu daya syeitan dengan nafsu dan kesenangan dunia yang sifatnya sesaat, sehingga tidak berani alias selalu takut menghadapi panggilan-Nya.

  43. mualaf said

    kepada andrian paul
    Buat yang tahu dan mengerti ahmadiyah, tulisan anda itu tidak ada yang benar dan pantas dikatakan fitnah (sudah saya cek). Mungkin karena tulisan anda berasal dari sumber yang membenci ahmadiyah. Kalau dasarnya benci, ya apapun bisa dilakukan walaupun harus menyebarkan fitnah yang lebih kejam dari pembunuhan. Gak usah gitu lah..,kan Alloh maha tahu (mungkin anda gak peduli).

  44. Penonton said

    Jadi yang cerdas bukanlah yang pandai berbuat ini atau berbuat itu, bertutur kata ini atau bertutur kata itu, melainkan yang pandai memanfaatkan kesempatan hidupnya sebaik-baiknya untuk menabung pahala dari ketakwaan dan keimanannya kepada Allah SWT yang diwujudkan dengan menjalankan semua perintah Allah SWT dan menjauhi larangan-Nya yang tertuang dalam kitab suci Al-Quran dan hadist Nabi yang sahih.

    Dengan dasar ini pulalah, maka mereka yang secara materi di dunia kekurangan atau sederhana namun diimbangi oleh keimanan dan ketakwaan yang kaya dimata Allah SWT seperti yang disuritauladankan Rasul Utusan-Nya, yakni Nabi Muhammad SAW, maka sesungguhnya ia JAUH LEBIH CERDAS DALAM MEMANFAATKAN HAKEKAT PENCIPTAAN DIRINYA SEBAGAI MANUSIA OLEH ALLAH SWT DAN JAUH LEBIH CERDAS DALAM KESEMPATAN HIDUPNYA DI DUNIA ketimbang orang yang bergelimang pendidikan, pangkat, kedudukan, fasilitas dan kesenangan dunia namun sesat alias miskin dalam keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

  45. ALIEN said

    @mualaf berkata
    27/04/2011 pada 14:35

    kepada andrian paul
    Buat yang tahu dan mengerti ahmadiyah, tulisan anda itu tidak ada yang benar dan pantas dikatakan fitnah (sudah saya cek). Mungkin karena tulisan anda berasal dari sumber yang membenci ahmadiyah. Kalau dasarnya benci, ya apapun bisa dilakukan walaupun harus menyebarkan fitnah yang lebih kejam dari pembunuhan. Gak usah gitu lah..,kan Alloh maha tahu (mungkin anda gak peduli).

    _______

    Bung Mualaf,
    Menurut ente, jika yang disampaikan Adrian Paul di atas bersumber dari orang yang benci Ahmadiyah, maka pertanyaannya : apa mungkin si pembenci Ahmadiyah tersebut rela membuang-buang waktu dan energi hanya untuk membuat bahan fitnahan segitu banyak dan detilnya ?

    Selain itu jika uraian di anda anggap fitnah, maka bisakah anda menampilkan aslinya sebagai bahan argumentasi bantahan anda ?

  46. kepada Yth. Sdr.Adrian Paul
    Buat yang tahu dan mengerti ahmadiyah, tulisan anda itu benar semuanya dan bukan fitnah (sudah saya cek). Karena tulisan anda berasal dari sumber yang sangat obyektif dalam menilai ahmadiyah. Kalau dasarnya obyektif, ya apapun yang dilakukan adalah kebenaran yang jauh dari fitnah. Lanjutkanlah jihad Anda dalam membela akidah Islam..,kan Alloh maha tahu (walaupun orang kafir gak peduli).

  47. @All Muslim

    Di kalangan internal kelompok aliran sesat ahmadiyah ada istilah “mualaf” dan “murtad”.
    Yang dimaksud “mualaf” adalah orang Islam umat Nabi Muhammad saw yang pindah agama menjadi penganut ahmadiyah.
    Yang dimaksud “murtad” adalah pengikut agama ahmadiyah yang mendapat hidayah dari Allah dan masuk (atau kembali) memeluk agama Islam sesuai akidah tuntunan Nabi Muhammad saw.

    Sedemikian sekedar info.

  48. Penonton said

    He, he, he, heee … sejak muncul nama-2 baru tambah seru aja ni diskusi. Betul ?
    Betul, betul, betul !

  49. master chi said

    mualaf berkata
    27/04/2011 pada 14:35

    kepada andrian paul
    Buat yang tahu dan mengerti ahmadiyah, tulisan anda itu tidak ada yang benar dan pantas dikatakan fitnah (sudah saya cek). Mungkin karena tulisan anda berasal dari sumber yang membenci ahmadiyah. Kalau dasarnya benci, ya apapun bisa dilakukan walaupun harus menyebarkan fitnah yang lebih kejam dari pembunuhan. Gak usah gitu lah..,kan Alloh maha tahu (mungkin anda gak peduli).

    komentar saya
    apakah ini penjilat sejati ahmadiyah?
    hanya dapat mengucapkan “saya sudah cek”, tapi buktikan.
    jika bung Adrian memang salah, sebutkan dimana kesalahannya dan anda luruskan.

    jadi ingat sebuah sejarah, ketika seorang ahli haddits sedang di test oleh orang sombong, mereka (orang sombong)dengan sengaja mengatakan sebuah hadits yang dipelintir, maka muhaddits tadi meluruskan hadits yang salah, sampai berkali-kali orang-orang sombong itu mengetes muhaddits, namun sang muhaddits tetap melruskannya, hingga orang-orang sombong tadi menyerah, mengakui ketinggian ilmu sang muhaddits dan meminta maaf kepada sang muhaddits.

    kalau penjilat ahmadiayah hanya bisa mengucapkan “saya sudah cek” tanpa memberikan bukti kesalahan serta meluruskan kesalahan bung Adrian, anak TK juga bisa.

  50. MAS'UD said

    @Master Chi

    Sudah kita tebak jawaban kaum Ahmadiyah seperti apa kan

    @Jogo kalali & Apa ini apa itu @Mukalaf bukan mualaf
    saya bertanya di bawah uni
    @Sunan JOGO Kali,@Apa ini Apa itu dan kaum Ahmadiyah yang lain

    1.Benarkah yang di tulis oleh saudara @Andrian Paul?
    2.Jika tidak tolong dikoreksi mana yang salah ?
    3.Jika benar kenapa anda masih mengikuti Ahmadiyah?
    Kami tunggu jawabanya tapi bukan yang seperti ini(Itu adalah Fitnah dari Ulama Uhum Penentang Ahmadiyah) karena
    kalo masih menjawab seperti jawaban (…. )maka itu adalah ketegori Jawaban Bodoh,katanya nggak mau di caci maki
    jawab yang relevan yaa yaa…

  51. Anonymous said

    QUR’AN MADE IN QADIAN

    Satu hal lagi yang menarik dari tingkah laku nabi India itu ialah koleksi wahyu-wahyunya. Di antara kitab-kitab yang ia tulis ada semacam kitab suci, di mana di dalamnya terdapat kumpulan-kumpulan wahyu yang ia terima dari tuhannya kemudian wahyu-wahyu itu ia gabungkan dengan potongan-potongan ayat suci Al-Qur’anul Karim.

    Ayat-ayat Al-Qur’an yang dibajak Mirza Ghulam Ahmad itu dimasukkan dalam karangannya secara terpotong-potong. Kemudian ia rangkaikan potongan-potongan ayat suci itu dengan ucapan-ucapannya sendiri dan hasilnya mirip firman-firman Tuhan dalam Al-Qur’an, namun pada kenyataannya merupakan Qur’an baru made in Qadian.

    Bila hendak memulai membaca kitab suci Qadian itu, bagi orang-orang Ahmadiyah ditanam pada lubuk hati mereka keimanan bahwa kitab suci Mirza Ghulam Ahmad sama dengan kitab suci Al-Qur’anul Karim. Tentu saja keimanan yang demikian itu harus tertanam pula pada orang-orang yang bukan Ahmadiyah apabila mereka bermaksud memasuki aliran Mirza Ghulam.

    “Kita mengimani sebagaimana kita mengimani kitab yang diturunkan pada Nabi Khaliqil Anam.” demikian kata Mirza.1

    Mirza Ghulam selanjutnya mengatakan bahwa wahyu-wahyu yang ia terima dari tuhannya itu terkadang ia terima secara langsung, atau secara liwat perantara, yakni liwat malaikat.
    Ia berkata:

    “Telah datang kepadaku Malaikat Jibril. Malaikat Jibril dalam kitab Mirza Ghulam Ahmad disebut: Ayl.2

    Dimanakah wahyu-wahyu dari tuhannya itu diturunkan? Tentu saja jawabnya di India, jelasnya di Qadian maupun di sekitarnya.

    Mengenai tempat di mana wahyu itu diturunkan dan mengenai hakikat dari wahyu itu sendiri, tuhan Mirza Ghulam Ahmad berkata padanya:

    “Sesungguhnya dia (Kitab) itu diturunkan pada tempat yang dekat dengan Qadian. Dengan Kebenaran dia diturunkan, serta dengan Kebenaran pula turunnya.”3

    Maka inilah dia, Qur’an made in Qadian. Dimulai dengan ucapan: “Bismillahir-Rahmanir-Rahiim.4

    Ya Ahmad Barakallah fiika, Ma ramaita idza ramaita wa laakin Allaha rama; Ar-Rahmaan; ‘Allamal Qur’an; Litundzira Qauman maa undzira aabauhum wa litastabiina sabilal mujrimin, Qul inni umirtu wa-ana awwalul mu’minin; Qul ja’al haqqu wazahaqal batil innal baatilakana zahuuqa.5

    Di halaman yang lain dari kitab suci Qadian itu, Mirza menerima wahyu;

    “Fantazhiru Avaati hatta hiin; Sanuriihim ayaatina fil afaaq wafi anfusihim, Hujjatun qaaimatun wa fathun mubiin, Innallah yafsilu bainakum innalaha hia yahdi man huwa musrifun kadzdzaab, Wadha’na Anka wizrak alladzi anqadha dhahraq; Waqatha’a dabiral qaumal ladzhiina la yu’minun, quli’malu ala makamatikum inni ‘amilun fasaufata’malun, Innallaha ma’alladzinat taqau walladzina hum muhsinun, hal ataaka haditsuz zalzalah, idza Zulzilatil ardhu zilzalaha, wa akhrajatil ardhu atsqalaha, waqaalal Insaanu malahaa, yaumaiidzin tuhaddisu akhbaraha, bi anna Rabbaka auha laha, Ahasiban nasu anyutraku, Wama ya’tiihim illa baghtatan.”6

    Di halaman lainnya lagi dari kitab suci Qadian, Mirza menerima wahyu tuhannya:

    “Afata’tunas sihra wa antum tubshirun, haihaata haihaata lima tu’adun, man hadzal ladzii huwa mahinum jahilun au majnun, qul indi syahaadah minallah fahal antum muslimun, qul indi syahadah minallah fahal antum mu’minun, walaqad labistu fikum ‘umraan min qalbihi afala ta’qilun, hadza min rahmati rabbika yutimmu ni’mataho ‘alaika, fabasysyir wamaa anta bini’mati rabbika bimajnun, laka darajah fissaama’ wafil ladziina hum yubshirun.”7

    Itulah di antaranya koleksi wahyu-wahyu Mirza Ghulam Ahmad sebagai kitab suci yang sejajar dengan Al-Qur’anul karim. Pada kitab karangan Mirza Ghulam lainnya yaitu khutbati-Ilhamiyah, terdapat rangkaian bahasa Arab yang dilukiskan sebagai bahasa Arab yang tidak terlawankan ketinggiannya. Bashiruddin Mahmud Ahmad puteranya, berkata:

    “Keajaiban dari bahasa Arab Mirza Ghulam Ahmad menyamai keajaiban bahasa Al-Qur’an. Itulah salah satu tanda kebenaran missi Al-Masihnya.”8

    Dan untuk Al-Qur’an sendiri, Mirza Ghulam Ahmad mempunyai pandangan yang menghina. Ia berkata:

    “Al-Qur’an itu Kitab Allah dan Kalimah-kalimah yang keluar dari mulutku.”9

    Dengan kata-katanya yang menarik itu, bahwa kitab suci karangannya harus diimani sebagaimana mengimani Al-Qur’an, keajaiban bahasa arabnya sama dengan keajaiban bahasa Al-Qur’an, dan Al-Qur’an sendiri merupakan kalimah-kalimah yang keluar dari mulut Mirza, maka ucapan-ucapan yang demikian itu tentunya dituntun dan diajarkan oleh Iblis. Tidak seorang nabi paIsu yang muncul dalam seJarah Islam lebih berani bertingkah ucap sebagaimana nabi India Mirza Ghulam Ahmad Al-Kadzdzaab.

    Justru yang dikatakan wahyu-wahyu dari tuhannya itu lebih banyak merupakan sanjungan pada dirinya bahkan sangat berlebih-lebihan cara memujinya. Pernah Tuhan berkagt pada Mirza Ghulam Ahmad:

    “Tidak aku utus engkau ya Mirza, kecuali menjadi rahmat bagi semesta alam.”10

    Lebih tinggi dari itu, tuhan Mirza mengeluarkan emosinya dengan puja-puji yang luar biasa pada Mirza Ghulam Ahmad.
    Antara lain tuhannya berkata:

    “Engkau wahai Mirza bagiku adalah seperti tauhidku dan ketunggalanku.”11
    “Engkau wahai Mirza bagiku adalah seperti anakku- anakku.”12

    Ahmadiyah dengan cepat mengomentari wahyu tuhan pada nabi India itu, dengan mengatakan bahwa siapa dari orang -orang yang taat pada Tuhan maka mereka adalah anak-anakTuhan, walaupun ini maksudnya bukan dalam arti anak-anak Tuhan yang riil.13 Children of God yang dikomentarkan Ahmadiyah itu kelihatannya sangat mirip dengan ajaran Kristen bahwa kaum Israili ataupun mereka yang taat pada Tuhan adalah juga terkenal dengan panggilan: putera-putera tuhan.

    Pada kesempatan yang lain, tuhan Mirza lebih menyanjung Mirza Ghulam Ahmad pada posisi yang top yang mungkin telah memadai kedudukannya dengan Yesus Keristus. Tuhan Mirza berkata padanya:

    “Engkau wahai Mirza bagiku adalah anakku.”14

    Bagaimana komentar Ahmadiyah; bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah anakTuhan?! Untuk ini kaum Ahmadiyah berkata:

    “Karena orang-orang masehi dengan bohong dan palsu menempatkan Al-Masih sebagai anak Tuhan yang asli, sebab itu ghairahKu menghendaki supaya AKU mencintai engkau sebagai halnya mencintai anak, sehingga nyatalah kepada dunia bahwa murid dari Nabi Muhammad s.a.w. pun dapat sampai kepada maqam Athfatullah.”15

    Dengan pangkat yang demikian muluknya Mirza Ghulam telah sampai pada derajat yang tiada terjangkau lagi oleh Yesus Kristus kaum Nasrani. BahkanTuhan berkata pada Mirza Ghulam Ahmad:

    “Apabila engkau wahai Mirza menghendaki sesuatu apa saja, maka cukup engkau katakan: jadilah, maka jadilah ia.”16

    Disinilah Mirza Ghulam Ahmad ternyata duduk dalam posisi derajat ketuhanan. Bukan saja lampu Aladin menjadi miliknya, melainkan juga kata-kata “Kun fa yakun” ada dalam kekuasaannya. Apakah ada yang lebih hebat dari itu semua?!

    Sudah tentu orang yang mempunyai kekuasaan kun fa yakun akan mampu melahirkan segala yang luar biasa termasuk bahasa Arab yang tidak tertandingkan oleh siapapun juga. Mu’jizat bahasa Arab Mirza Ghulam Ahmad sama dengan mu’jizat Al-Qur,an, sebagaimana dikatakan terdahulu. Yang perlu untuk ditilik kehebatan bahasa Arabnya itu ialah bagaimana pada suatu waktu tuhan Mirza mengirim wahyu kepadanya, dengan bahasa Arab yang membuat mata terbelalak. Bukan terbelalak karena keindahan bahasanya melainkan terbelalak karena ketololan kata-katanya. Inilah dia wahyu tuhan pada Mirza itu:

    “Wahai Maryam tinggallah engkau bersama istrimu di sorga” (Ya Maryam Askun Anta Wa Zaujukal jannata.)17

    Kelihatannya di sini tuhan Mirza memang tuhan tolol. Ia tidak bisa bahasa Arab bahkan keliru besar. Mula-mula, nama Maryam itu sendiri adalah nama wanita. Seharusnya kata-kata Anta di situ diganti Anti. Kemudian yang lebih menarik lagi Tuhan mengatakan ya Maryam engkau bersama isterimu, ini jelas berarti perempuan kawin dengan perempuan, apa bukan lesbian yang demikian?

    Dimanakah letak kewarasan akal Mirza Ghulam Ahmad, puteranya maupun para pengikut-pengikutnya apabila melihat bentuk wahyuTuhan di atas? Jika mereka masih bisa menggoyang lidah dengan memutar-balikkan fakta keblunderan bahasa nabinya itu dengan mengatakan bahwa yang dimaksud nama Maryam itu adalah Mirza Ghulam Ahmad, seorang Ia laki-laki atau lebih jelas yang dimaksud adalah Ibn Maryam sebab Mirza sering dinamakan Al-Masih ibn Maryam; maka dengan cara itu pula berarti Tuhan telah keliru sebut. Maunya sebut Ibn Maryam, yang kena hanya Maryamnya saja. Jika itu maksudnya, maka tuhan Mirza nyatanya sudah keliru juga dalam menyusun bahasanya. Ataukah sebagaimana lazimnya Ahmadiyah akan mengatakan bahwa itu adalah keliru cetak? Tentu saja mana dari yang bisa diterima logika boleh diambil Ahmadiyah. Namun yang pasti gelar Sultanul Kalam yang ada pada Mirza Ghulam Ahmad hanyalah sultan-sultanan saja. Pantas juga sayid Muhammad Rasyid Ridha tidak menjawab tantangan Ahmadiyah itu.

    sumber:

    1 M.G.A., Istifta’, hal. 77: (Wa Numinu kama numinu bi Kitaabillah Khaliqul Anaam).

    2 M.G.A., Istifta’, hal. 87: (Jaani Ayl).

    3 M.G.A., Istifta’, hal. 82: (Inna Anzalnahu ghariiban minal Qadiaan wabil haqqi anzalnahu wabil haqqi nazal).

    4 M.G.A., Istifta’, hal. 77.
    5 M.G.A., Istifta’, hal. 77.
    6 M.G.A., Istifta’, hal. 84.
    7 M.G.A., Istifta’, hal. 78.
    8 Bashiruddin Mahmud Ahmad. Invitation, hal. 97.

    9 Mirza Ghulam Ahmad, Istifta’, hal. 81: (innal Qur”an kitabullah wa kalimaatun kharajat min tuhi.)

    10 Mirza Ghulam Ahmad, Istifta’, hal. 81 (wa ma arsalnaka illa rahmatan lil ‘alamin).

    11 Mirza Ghularn Ahmad, Istifta’, hal. 82-juga lih. al-Wasiyat, hal. 36. (anta minni bimanzilati tauhidi wa tafridi).

    12 M.G.A., Istifta, hal. 82, juga lih. M.G.A., Fountain of Christianty, hal. 45: (anta minni bimanzilati aulaadi).

    13 Analyst’ Fact about Ahmadiyaa Movement, hal. 18.
    14 M.G.A., Istifta’, hal. 82.: (anta minni bimanzilati waladi)
    15 Mirza Mubarak Abmad, Masih mauud a.s., hal. 15.

    16 M.G.A., Istifta’, hal. 88: innama amraka idza aradta syai’anan taqula lahu Kun Fa yakun.)

    17 M.G.A., Istifta’, hal. 79.

  52. Adrian Paul said

    ASNAGHAS WAHYU (WAHYU YANG DATANG DARI IBLIS)

    Habislah sudah masa relax dengan Mirza; kini beralih kembali pada sepak-terjang yang menyakitkan. Ia mengetahui bahwa kegagalan-kegagalan itu tidak bisa dibiarkan begitu saja. Harus ada usaha untuk menyembunyikannya dengan cara baik.

    Satu hal yang sering terjadi, jika seorang berkata terhadap dirinya sendiri: “Aku adalah orang terkuat,” maka orang itu sebenarnya bukan terkuat melainkan termasuk dalam kategori orang sembarangan. Kebetulan sekali Mirza Ghulam Ahmad terlibat keseluruhannya dalam situasi macam orang di atas. Ia sangat membangga-banggakan dirinya, bahkan tuhannya sendiri mengangkat ia pada derajat kemuliaan yang tiada taranya.

    Namun demikian, sejarah sangat meragukan kebenaran derajat kemuliaannya itu. Dan keraguan ini justru sangat tepat, bila kita lihat sepak terjangnya yang begitu berbelit-belit. Bahkan ia pribadi yang sangat mentah. Ia dan Ahmadiyahnya adalah satu topengan, dimana wajah dibalik topeng itu merupakan contoh figur kepalsuan dan kemunafikan semata-mata. Anehnya wajah yang disembunyikan dengan baik itu, dikupas sendiri olehnya maupun oleh pengikut-pengikutnya. Pada bab-bab yang sudah, kita telah mengetahui watak-watak keyahudiannya. Maka untuk selanjutnya kita akan mengetahui bahwa Mirza Ghulam Ahmad maupun Ahmadiyahnya sangat menyukai watak keyahudian itu, yaitu watak yuharrifunal kalimah an-mawadhi’ih dan watak Judas Eskariot dalam kisah perjanjian barunya kaum Nasrani.

    Ia memperoleh gelar dari pengikut-pengikutnya berupa sebutan: “s.a.w.” atau sallalahu alaihi wasallam, satu gelar yang lazim disampaikan pada Nabi Muhammad. Kadang-kadang bila di Inggriskan gelar itu, maka sesudah menyebut nama Mirza Ghulam Ahmad ditambah dibelakangnya dengan: “On Whom be Peace and Blessing of GOD upon Him” yakni upon Mirza.1

    Sesudah itu, tidak ada lagi orang yang bisa menyamai Mirza; Tidak juga seorang Nabi maupun seorang Rasul. Dengan lantang ia berkata:

    “Jangan kamu samakan Aku dengan siapapun, dan jangan siapapun disamakan dengan Aku.”2

    Kemudian Mirza menambah lagi kata-katanya:

    “Sesungguhnya telapak kakiku ini di atas satu menara yang disudahi atasnya sekalian ketinggian.”3

    Ia melanjutkan derajat ke-AKU-annya dengan berkata:

    “Aku lahir sebagai satu kodrat Tuhan yang berjasad. Aku adalah kodrat Tuhan dan ada lagi beberapa wujud yang jadi mazhar cermin, tempat zahir kodrat kedua. Sebab itu senantiasalah kamu berhimpun sambil berdoa menanti kodrat tuhan yang kedua itu.”4

    Siapa yang dimaksud Mirza dengan kodrat kedua itu, kurang jelas. Mungkin itu rohul kudus dariTuhan sesudah kematian Mirza.5 Kelihatannya mirip dengan Trinitas ummat Kristen.

    Selanjutnya sebagai kodrat Tuhan yang berjasad, Mirza Ghulam Ahmad masih ada padanya beberapa wujud yang lain, antara lain tuhannya sendiri telah berkata padanya:

    “Wahai sang rembulan, wahai sang surya Mirza, Engkau dari AKU, dan Aku dari Engkau.”6

    Mirza Ghulam sangat terharu mendapat panggilan dari tuhannya “sang rembulan dan sang surya.” Perpaduan Engkau dari Aku dan Aku dari Engkau, benar-benar telah menggambarkan satu keadaan dimana Tuhan sangat membutuhkan Mirza serta sangat
    menghormatinya. Ia mengatakan bahwaTuhan telah memanggilnya sang rembulan oleh karena ia laksana rembulan dari sang surya. Dan kemudian ia laksana sang surya, dan Tuhan laksana rembulan, oleh karena dari Mirzalah bulan Tuhan itu mendapat sinar dan akan bersinar cahaya kemenanganNya.7

    Ternyata Mirza Ghulam Ahmad adalah bagian dari Tuhan yang aktif dan ia juga terbikin dari Tuhannya. Berkata tuhan pada Mirza Ghulam:

    “Wahai Mirza, Engkau terbikin dari Air-KU, akan tetapi mereka itu terbikin dari bibit yang lemah.”8

    Melihat wahyu tuhan yang hebat di atas, kaum Ahmadiyah segera mempersiapkan jawaban bila ada serangan dari luar yang memang sangat tidak masuk akal itu. Bagaimana bisa, Mirza terbikin dari Air Tuhan? Ahmadiyah untuk ini menjawab:

    “Telah jelas bahwa wahyu-ilham, nubuwah-nubuwah dan sebagainya termasuk urusan mutasyabihaat, mengandung makna spekulatip yang dapat diartikan macam-macam. Dalam hubungan ini perlu diperhatikan pula orang yang mengatakan itu. Dengan demikian kita dapat terhindar dari tidak memberikan tafsiran yang bertentangan dengan maksud orang yang mengatakan sendiri. Ini adalah kaidah para ahli dalam ilmu”9

    Oleh karena itu, kata Ahmadiyah selanjutnya, marilah kita lihat apa yang dikatakan oleh Mirza Ghulam Ahmad. Ia berkata:

    “Yang dimaksud ‘air-KU’ ialah: air iman, air istiqamah, air taqwa, air kesetiaan, air kebenaran, air kecintaan pada Allah yang datang dari Dia juga. Fasyal adalah kepengecutan yang datang dari setan.”10

    Lebih lanjut Ahmadiyah menunjukkan contoh dalam Al-Qur’an yang sama dengan wahyu “Air-KU” itu. Misalnya Tuhan berkata:

    “Khuliqal insaanu rnin ‘ajal-artinya: manusia itu dijadikan dari kecepatan. (surah Anbiya 37) dan ayat: Khalaqakum min dhu’fin: kamu telah dijadikan dari kelemahan. (surah Rum 54). Benarkah manusia itu dijadikan dari kecepatan? benarkah ,manusia dijadikan
    dari kelemahan? Jelaslah bahwa wahyu itu mengandung isti’arah yaitu kiasan.”11

    Demikian penjelasan kaum Ahmadiyah dalam rangka menafsirkan wahyu “Air-KU” yang menakjubkan itu. Secara sepintas lalu, mungkin alam pikiran bisa menerima cara pembelaan kaum Ahmadiyah itu, termasuk ucapan isti’arah Mirza. Akan tetapi sejarah nabi India dan pengikut-pengikutnya itu tidak bermaksud beristi’arah atau berkias. Sebab meskipun pada kenyataannya ada tulisan-tulisan Mirza sendiri maupun tulisan pengikut-pengikutnya yang segera mengatasi atau membela maupun menafsirkan ucapan-ucapan Mirza-Ghulam yang keliwat batas itu, namun pada hakikatnya karena faktor-faktor tertentu, mereka tidak dapat menyembunyikan figur yang sebenarnya dari nabi India itu.

    Faktor yang pertama ialah, cara atau macam contoh-contoh yang dikemukakan mereka itu serba terlanjur, tergelincir dan blunder. Faktor yang kedua, dan inilah faktor yang terutama, ialah, terletak pada sang nabi India itu sendiri. Antara lain, faktor kejiwaannya, faktor kondisi tubuhnya dan faktor sejarah yang terjadi disekelilingnya maupun yang terjadi sebelum ia muncul dengan seribu satu macam pangkat itu.

    Allah s.w.t. berfirman dalam Al-Qur’an, surah At-Thaariq ayat 5 dan 6, bahwa manusia dijadikan dari air yang terpencar. (“khuliqa min main- dzaafiq”) surah Al-Mursalaat ayat 20, bahwa manusia dijadikan dari air yang kotor. (“Alam nakhluqum min main mahiin?”). Itulah “air” kejadian manusia yang terdapat dalam Al-Qur’anul Karim. Jelas bahwa mereka itu (“wa hum” dijadikan dari-min maa’in dzafiq, wa hum min maain mahiin, wa hum min fasyal).

    Sedangkan wahyu Tuhan pada Mirza Ghulam Ahmad bahwa ia terbikin dari “airTuhan” hanyalah satu kiasan semata?! Terserah bila itu hendak dipaksakan menjadi satu kias. Namun yang jelas itu bukan hanya satu kias belaka; melainkan juga satu bukti betapa tingginya derajat Mirza pada sisi tuhannya.

    Contoh kedua yang dikemukakan Ahmadiyah yaitu: ayat 54 surah Rum, kamu dijadikan dari kelemahan, “khalaqakum min dhu’fin.” Ayat ini sebenarnya masih panjang, tapi Ahmadiyah hanya mengambil sepotong ayat saja. Kembali pada hobby mereka lagi. Padahal lengkapnya ayat itu berbunyi:

    “Allah menjadikan kamu dari lemah (min dha’fin, bukan dhu’fin), kemudian sesudah lemah itu kamu dijadikan kuat, dan sesudah kuat itu kamu balik lagi menjadi lemah dan tua. Dia menjadikan apa yang dikehendakiNya. Dia mengetahui lagi Kuasa.”

    Jelas bahwa Ahmadiyah terang-terangan: memotong ayat Al-Qur’an, merobah dha’fin menjadi dhu’fin, mengartikan lemah dengan arti kias, padahal lemah di situ adalah arti yang sebenarnya. Satu perbuatan blunder !

    Contoh ketiga yang dikemukakan Ahmadiyah yaitu ayat 249 dari surah Al-Baqarah. Ayat tersebut dikutip sebagai berikut:

    “Faman syariba minhu fa-laisa minni. Diartikan oleh Ahmadiyah, siapa yang minum daripadanya (air-sungai) dia bukan daripada-KU.” Ahmadiyah langsung bertanya:
    “Apakah ini berarti bahwa orang yang tidak minum air sungai itu dia dari Tuhan? Ini senada dengan ilham hazrat Ahmad di atas (anta min maina-pen.)12

    Ayat 249 suratul Baqarah di atas pernah kami kutip dalam bab ketiga, ketika membahas watak-watak ke-yahudian kaum Ahmadiyah. Ayat tersebut sebenarnya masih panjang, tetapi pihak Ahmadiyah hanya mengambil sepotong saja. Kembali pada hobby mereka lagi, yuharrifunal kalimah an-mawadhi’ih.
    Padahal lengkapnya ayat ini berbunyi:

    “Maka ketika Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: Sesungguhnya Allah akan mengujimu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu yang meminum airnya bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada merasakan airnya kecuali orang yang hanya menciduk seciduk tangan, maka ia adalah pengikutku.”

    Itulah arti yang sebenarnya sesuai dengan sejarah terjadinya peristiwa itu. Bukan diartikan seperti kehendak kaum Ahmadiyah bahwa yang minum air dari sungai itu bukan daripada-KU (yakni TUHAN). Jelas bahwa Ahmadiyah terang-terangan berbuat: memotong ayat Al-Qur’an, mengaburkan sejarah yang difirmankan oleh Allah, merobah makna yang sebenarnya dengan makna kiasan. Suatu perbuatan blunder! Dari faktor pertama ini saja, sudah lebih dari cukup bagi sejarah untuk memberi merek abadi pada kaum Mirza Ghulam Ahmad sebagai kaum Musailimah pendusta dan sekaligus sebagai kaum Yahudi India.

    Lebih-lebih faktor kedua, Mirza Ghulam dan kaumnya akan telanjang bulat di atas panggung sejarah mempertontonkan segala kemunafikannya. Mirza Ghulam Ahmad terlalu membesar-besarkan dirinya, ataukah tuhannya yang sudah terlalu menyanjung-nyanjung Mirza? Perhatikanlah bagaimana Tuhan berkata tentang Mirza:

    “Ya Ahmad, Allah memberkahimu” (‘ya Ahmad barakallah fika’)13

    “Ya Ahmad, nama-Mu bisa sempurna, tapi nama-Ku tidak bisa sempurna.” (‘ya Ahmad yutimmu ismuka, wa la yutimmu ismii’)14

    “Wahai Ahmadku, kebahagiaan untukmu.” (‘busyra laka ya Ahmadii’)15

    “Wahai Ahmadku, Engkaulah tempat keperluanku, dan Engkau beserta Aku.” (‘ya Ahmadi Anta muraadi wa ma’ii.’)16

    Demikian beberapa kali tuhan memanggil Ahmad, sebagai pujian serta sanjungan yang tak habis-habisnya. Nama Mirza Ghulam Ahmad bisa “sempurna” kata tuhan, tetapi nama tuhan sendiri “tidak bisa sempurna.” Satu hal yang luar-biasa, betapa urgentnya nama nabi India itu bagi tuhannya.

    Bagaimana penjelasan Ahmadiyah tentang wahyu di atas, apakah kira-kira tidak keliru atau salah cetak? Bagi Ahmadiyah, karena itu adalah wahyuTuhan maka tidak ada yang keliru atau salah cetak. Bahkan penjelasan dari wahyu yang luarbiasa itu diberikan oleh Mirza Ghulam sendiri. Ia mengatakan bahwa wahyu “namamu bisa sempurna” itu artinya: bahwa ia (Mirza) akan mati dan pujian baginya akan habis pula. Kemudian dengan wahyu: “Nama-KU tidak bisa sempurna” diartikan oleh Mirza, bahwa, puji-pujian bagi Allah tidak akanhabis-habisnya.17

    Penjelasan Mirza Ghulam tersebut bertolak belakang dengan wahyu Tuhan yang ia terima. Bagaimana bisa demikian, namamu bisa sempurna, diartikan tidak sempurna, mati dan habis. Sedangkan, nama-KU tidak bisa sempurna, diartikan sempurna dan kekal? Blunder lagi, bukan?!

    Meskipun demikian tuhan membutuhkan Mirza Ghulam. Bahkan lebih dari kebutuhan, ia menjadi pilihan bagi tuhannya.
    Untuk iniTuhan berkata pada Mirza:

    “Engkau Mirza terpandang di hadirat-Ku, AKU pilih engkau bagi Diri-KU.” (‘wa Anta wajiihun fi hadhroti ikhtartuka li nafsii’)18

    “Engkau kepada-KU hai Mirza, di suatu martabat yang tidal: diketahui oleh manusia.” (wa Anta minni bimanzilatin la ya’lamuhal khalq)19

    “Allah memujimu dari Arasy-Nya.” (yahmadukallah min arsyihi)20

    “AKU Allah memujimu dan menyampaikan salam sejahtera padamu.” (nahmaduka wa nushalli)21

    “AKU banyak menyampaikan salam padamu.” (Alaika salaam katsir minni)22

    “Ya nabi Allah, tadinya AKU tidak kenal padamu.” (ya nabiallah kuntu la a’rifuka)23

    “Wahai gunung-gunung dan burung-burung! ingatlah AKU bersama Dia dengan perasaaan asyik dan terharu.” (ya jibaalu awwibii ma’ahu wath-thair)24

    “Engkau beserta AKU dan AKU beserta Engkau, rahasiamu itu adalah rahasia-KU.” (Anta ma’i wa Ana ma’aka’ sirruka sirri)25

    Demikian limpahan puji dari tuhan pada Mirza Ghulam Ahmad. Karenanya tidak aneh kalau Mirza Ghulam berani memperlihatkan segala sepak terjangnya bahkan kalau perlu ia marah dan marah sekali. Sebab kemarahan Mirza adalah kemarahan Tuhannya. Berkata Tuhan pada Mirza:

    “Bila Engkau marah, AKU-pun marah juga, dan bila Engkau suka pada seseorang, AKU-pun juga suka padanya.” (idzha ghadibta ghadibtu wa kullama ahbabta ahbabtu)26

    Keberanian Mirza lebih galak lagi, tatkala Tuhan memberi kabar wahyu padanya:

    “Bersamamu wahai Mirza,’ tentara di langit dan di bumi.” (wa ma’aka jundus samaawati wal aradhiin)27

    Kemudian Tuhan memberi satu jaminan pada Mirza bahwa tidak akan ada siksaan bila di suatu tempat ada Mirza Ghulam Ahmad. Tuhan Mirza berkata:

    “Dan sesungguhnya Allah tidak akan mendatangkan adzab pada mereka jika engkau berada di tengah-tengah mereka.” (ma kanallahu liyuadzdzibahum wa Anta fihim)28

    “Aku besertamu, beserta keluargamu dan beserta orang-orang yang mencintaimu.” (inni ma’aka wa ma’a ahlika kullu man ahabbaka)29

    “Siapa yang datang padamu, maka ia telah datang pada-KU.” (man ja’aka ja’ani)30

    “Allah memujimu dan mengangkatmu pada derajat yang tinggi.” (sabbahakallahu wa rafa’aka)31

    “Jika tidak karena Engkau ya Mirza, AKU tidak jadikan Alam ini.” (Lau laka lama khalaqtul aflaaka)32

    Bukan main, tidak dijadikan alam kalau tidak karena Mirza Ghulam Ahmad! Alangkah hebat kedudukan Mirza. Apakah lagi yang kurang untuk ditambahkan untuk mempertinggi derajat Mirza Ghulam di sisi tuhannya? Tentu saja hal itu masih kurang, kata Mirza dan Ahmadiyahnya. Bahkan itu masih jauh daripada derajat yang diperoleh Mirza Ghulam Ahmad.

    Wahyu-wahyu yang lebih hebat lagi turun melimpah pada Mirza Ghulam dari tuhannya. Ia selalu berhubungan denganTuhan. Kadang-kadang Tuhan turun untuk memujinya, dan pada saat-saat yang sangat luar biasa, Mirza Ghulam naik menemui tuhannya. Situasi kerohanian yang tiada tara bandingannya itu, bagi sejarah Islam hampir-hampir dilupakan atau dilewati begitu saja. Mungkin satu hal yang pasti mengapa sejarah tidak ambil pusing dengan peristiwa “orang Qadian” itu, ialah bahwa Mirza Ghulam Ahmad disebabkan faktor-faktor yang sudah disebutkan terdahulu, bukan seorang yang kelimpahan wahyu dari tuhan, melainkan ia memperoleh wahyu-wahyu iblis. Dan memang itulah kenyataannya.

    Sumber:

    1 Mirza Bashir Ahmad, Durr-i-Manthur, Rabwah Ahmadiyya Muslim Foreign Mission Office, 1960, hal.1 – juga lihat Khutbatul Ilhamiyah hal. muka dan Tukhfah Bagdad, hal. muka.

    2 Mirza Ghulam Ahmad, Khutbah ilhamiyah, hal. 6 (La tagisuni Bii Ahadin Wala Ahadin Bii.)

    3 Mirza Ghulam Ahmad, Khutbah lihamiyah, hal. 10 (Wa inna qadami hadihi ala Manaratin khutima Alaihi kullu rif’atinn).

    4 Mirza Ghulam Ahmad, Al-Wasiyat, terjemah A. Wahid H.A. Jakarta Neraca Trading Company, 1949, hal. l2.

    5 Mirza Ghulam Ahmad, Al-Wasiyat, hal. 13.

    6 Mirza Ghulam Ahmad, Fountain of Christianity, Rabwah m.f.m.o., 1961, hal. 45: dan – Istifta hal. 80: (ya qamar ya syamsu Anta mimu wa Ana minka).

    7 Mirza Ghulam Ahmad, Fountain of Christianity, hal. 45: (that God made me first, the moon for I came like the moon from the real sun, and, then, He became the Moon; for, through me shone and will shine, the light of His Glory.)

    8 Saleh A. Nahdi, Ahmadiyah membantah tuduhan Wahid Bakry, hal. 37.
    9 Saleh A. Nahdi, Ahmadiyah membantah tuduhan Wahid Bakry, hal. 37.
    10 Saleh A. Nahdi, Ahmadiyah membantah tuduhan Wahid Bakry, hal. 37.
    11 Saleh A. Nahdi, Ahmadiyah membantah tuduhan Wahid Bakry, hal. 38.
    12 Saleh A. Nahdi, Ahmadiyah membantah tuduhan Wahid Bakry, hal. 38.
    13 Mirza Ghulam Ahmad, Tukhfah Bagdad, hal. 21.
    14 Mirza Ghulam Ahmad, Tukhfah Bagdad, hal. 25.
    15Mirza Ghulam Ahmad, Tukhfah Bagdad, hal. 23.
    16 Mirza Ghulam Ahmad, Tukhfah Bagdad, hal. 23.
    17 Analyst, Facts about Ahmadiyya Movement, hal. 29.
    18 Mirza G.A., Tukhfah Bagdad, hal. 26 dan M.G.A., Alwasiyat, hal. 40.
    19 M.G.A., Alwasiyat, hal. 40, dan Tukhfah Bagdad, hal. 26.
    20 Mirza Ghulam Ahmad, Tukhfah Bagdad, hal. 25.
    21 Mirza Ghulam Ahmad, Tukhfah Bagdad, hal. 25.
    22 M.G.A. Al-Istifta, hal, 86.
    23 M.G.A., Istiftha, hal. 86.
    24 M.G.A., Al-Wasiyat, hal. 42.
    25 Mirza Ghulam Ahmad, Tukhfah Bagdad, hal. 30.
    26 M.G.A., Al-Wasiyat, hal. 41.
    27 Mirza Ghulam Ahmad, Tukhfah Bagdad, hal. 26.
    28 M.G.A., Istifta, hal. 85.
    29 M.G.A., Istifta, hal. 85.
    30 M.G.A., Istifta, hal. 84.
    31 M.G.A., Istifta, hal. 85.
    32 M.G.A., Al-Istifta, hal, 86.

  53. Adrian Paul said

    MIRZA GHULAM TOKOH PENJELMAAN

    Lebih banyak lagi kita mengenal tumpukan pangkat, gelar Maupun ibarat-ibarat yang dimiliki Mirza Ghulam Ahmad, maka kita akan lebih meyakini letak hakiki dari tokoh Ahmadiyah itu dalam sejarah Islam. Tidak lebih kalau kita mengumpulkan seluruh pangkat yang ada dalam sejarah kerohanian semua Agama, maka Mirza Ghulam Ahmad merupakan juara, baik sebagai kolektor maupun sebagai pemilik dari hasil-hasil koleksinya itu. Ia berkata tentang dirinya:

    “Akulah hajar aswad yang dimiliki bumi ini, aku dicium ummat manusia guna memperoleh berkahnya.”1

    Selanjutnya Mirza mengaku sebagai khalifah akhir zaman,2 juga bergelar sebagai Guru Jagat3 yakni guru bagi seluruh ummat manusia. Karena sifatnya yang meliputi, maka Mirza Ghulam Ahmad mengambil langkah-langkah baru agar dapat memperoleh simpati dari ummat Hindu dan Buddha. Untuk ini Mirza Ghulam berkata:

    “Sebagaimana kita ketahui di negeri India, seorang nabi telah lama pergi beberapa abad yang silam, yakni yang dikenal dengan nama: Krishna. Ia juga dipanggil, Ruvaddar Gowpal, si perusak sekaligus juga si pembangun, nama itu semua juga diberikan padaku. Sejak waktu itu bangsa Arya menanti-nanti kedatangan kembali sang Kreshna. Maka ketahuilah, aku inilah Sang Kreshna. Tuhan telah memberi kabar padaku bahwa Kreshna yang sedang dinanti-nantikan kedatangannya itu, tidak lain adalah aku raja bangsa Aryan.”4

    Mirza Ghulam Ahmad menerangkan bahwa dari gelarnya sebagai Ruvaddar yakni si perusak tidak lain bahwa ia adalah orang yang akan membunuh musuh-musuhnya dengan dalih serta alasan-alasan yang kuat Dengan pengertian yang demikian itu, maka Mirza Ghulam Ahmad telah merobah makna asal daripada kata-kata Ruvaddar atau sang Perusak sebagaimana yang terdapat dalam agama Hindu.

    Kedudukannya sebagai raja bangsa Aryan dan sekaligus sebagai Kreshna, menurut Ahmadiyah telah dinubuwatkan dalam kitab suci kaum Hindu, dimana dikatakan bahwa akan dating kelak seorang Autar yang mempunyai spirit dan martabat seperti Kreshna, atau sebagai buruz dari padanya, dan sudah dipastikan, demikian Mirza Ghulam, bahwa aku inilah sang Kreshna.

    Untuk lebih meyakinkan terhadap kedudukannya itu, putera Mirza, Bashiruddin M.A. pernah mengatakan bahwa Tuhan sendirilah yang mewahyukan pada Mirza bahwa ia adalah Kreshna. Antara lain Tuhan menurunkan wahyu:

    “Engkau ya Mirza adalah Kreshna, namaku telah dinyanyikan dalam kitab suci Gita.”5

    Peristiwa diatas tersebut, yakni turunnya wahyu pada Mirza sebagai sang Kreshna, mempunyai keistimewaan yang perlu digarisbawahi Mula-mula Tuhan sendirilah yang mengabarkan bahwa dalam kitab suci Gita pujian terhadap Mirza telah dinyanyikan. Dan yang menarik lagi bahwa wahyu di atas disampaikan pada Mirza Ghulam oleh Tuhan, dalam bahasa India. Maka tidak ragu-ragu lagi kalau orang-orang India akan meyakini kabar tersebut! Dengan kata lain, Mirza Ghulam Ahmad maupun puteranya dan alirannya ingin menunjukkan sikap berbaik hati dan bertoleransi bahkan telah beriman pula terhadap kitab suci kaum Hindu. Bukankah Tuhan Mirza alias Tuhannya ummat Islam, yang menyebut-nyebut “Gita,” kitab suci orang-orang Hindustan itu? Apakah Ahmadiyah akan mengatakan bahwa Tuhannya Mirza juga menyebut-nyebut nama kitab suci golongan Kristen, yakni kitab Beibel untuk kepentingan Mirza Ghulam?

    Mungkin kalau Mirza Ghulam yang berkompromi dengan kaum Hindu, itu masih bisa diterima, akan tetapi kalau Tuhan yang berbuat demikian untuk diri Mirza, maka jelas sudah itu hanya suatu obrolan kosong. Lebih menarik lagi jika Tuhan sampai-sampai menurunkan wahyu pada Mirza dengan kata-kata:

    “Engkau juga adalah Brahman Avatar, dan engkau adalah seorang yang telah dinubuwatkan semua nabi-nabi.”6

    Terus-menerus tiada henti-hentinya, Mirza Ghulam menyusun seluruh pangkat dan gelar-gelarnya. Ia juga seorang yang digelari Rahmat Mujassam, yakni rahmat untuk keluarga, rahmat untuk kawan, rahmat untuk musuh, rahmat untuk tetangga, pembantu-pembantu, peminta-peminta dan untuk ummat manusia.7 Rahmat (?) yang diberikan pada musuh, tetangga, dan ummat manusia oleh Mirza, akan merupakan cerita yang menarik dan sangat mengesankan.

    Selanjutnya Mirza Ghulam Ahmad dikenal juga sebagai Sultanul Kalam, yakni raja di raja penulis yang karya-karyanya tiada tolok bandingannya.8 Sebagai Sultanul-kalam, Mirza Ghulam ternyata memiliki mu’jizat bahasa Arab dan untuk ini ia mengajukan tantangan pada siapa saja yang berani menandingi keistimewaan bahasa Arabnya. Bashiruddin Mahmud Ahmad berkata:

    “Tuhan telah mengkurniai Mirza Ghulam Ahmad ilmu bahasa Arab yang luar-biasa, bahkan tidak dapat ditandingi sekalipun oleh mereka yang empunya bahasa itu sendiri. Untuk menyebarluaskan permaklumannya itu, ia telah menulis dan menerbitkan buku-buku dalam bahasa Arab kemudian menantang musuh-musuhnya, termasuk penulis-penulis di negeri Arab, Mesir dan Syria, andaikata mereka ini masih meragukan kedudukan Mirza Ghulam Ahmad. Tentu saja jawaban atas tantangannya harus dengan bahasa Arab pula. Namun kalau dilihat pada karya-karya Mirza, bagaimana keindahan sastranya, syair-syairnya, dan kehebatan serta kepadatan maknanya, maka tidak seorangpun yang akan berani muncul sebagai penantangnya. Buku-buku hasil karyanya itu sampai sekarang masih ada, dan kami masih membuka front bagi siapa yang berminat menandinginya.”9

    Siapa pula yang berani menantang bahasa Arab Mirza Ghulam? Tidak seorangpun yang menjawab tantangan itu! Bahkan, kata Ahmadiyah melanjutkan, juga syed Rasyid Ridha yang pernah mendapat tantangan itu, tidak berani menjawabnya.10 Apa sebab Mirza Ghulam Ahmad konon menguasai bahasa Arab tak terkalahkan? Ahmadiyah menjawab:

    “Perbendaharaan kata-kata beliau bertambah secara sangat ajaib, 40.000 kata dasar diperoleh Mirza Ghulam hanya dalam waktu satu malam saja!”11

    Akhirnya Bashiruddin M.A. putera Mirza Ghulam itu, berkata:

    “Kemu’jizatan bahasa Arab Mirza Ghulam Ahmad, menyamai kemu’jizatan Al-Qur’an ul-Karim.”12

    Jika demikian kedudukan bahasa Arab Mirza Ghulam, maka ia benar-benar raja di raja pena. Apakah ia juga raja untuk bahasa Urdu, Parsi dan Inggris? Kita akan tahu kelak bagaimana contoh dari bahasa Arabnya Mirza Ghulam yang tak terkalahkan itu.

    Dan yang paling menarik dari kehebatan bahasa Arab Mirza Ghulam Ahmad, ialah sebagaimana yang diceritakan sendiri olehnya, bahwasanya segala yang diucapkan Mirza Ghulam adalah ayat-ayaf suci yang diawali dengan Bismillahir-Rahmanir-Rahim, serta meyakini isi dari ayat-ayatnya sebagaimana meyakini ayat-ayat Al-Qur’anul Karim.13 Itulah ciri-ciri khasnya bahasa Arab Mirza.

    Masih meneruskan tentang pangkat-pangkatnya, dikatakan oleh Ahmadiyah maupun oleh Mirza sendiri, bahwa dari sudut tugas memperbaiki keadaan ummat dan membereskan masalah-masalah yang dipertikaikannya baik yang menyangkut Sunnah dan Hadits, beliau Mirza Ghulam Ahmad adalah Imam Mahdi.14 Kemudian dilihat dari sudut tugas menghadapi Dajjal dan fitnah-fitnahnya yang hebat di akhir zaman ini dan tugas menghadapi musuh-musuh Islam dengan keterangan-keterangan yang nyata dan tak terpatahkan, beliau adalah Al-Masih yang dijanjikan.

    Perihal kedudukannya sebagai Al-Masih itu, oleh karena munculnya di kalangan Islam, maka Mirza Ghulam Ahmad bergelar Al-Masih Al-Muhammady, sebab Al-Masih yang pertama, yakni Isa Al-Masih adalah Al-Masih Al-Israeli.15 Mirza Ghulam Ahmad ternyata masih menggosok-gosokkan lampu aladinnya, atau ia semacam lipan berkaki seribu, ambisinya untuk memiliki seluruh pangkat kerohanian, masih disusunnya lagi. Dan inilah klimax dari cita-citanya. Mula-mula ia mengaku sebagai Nabi, akan tetapi bukan Nabi yang membawa syari’at melainkan sebagai Nabi Ummati, yakni nabi dari ummatnya nabi Muhammad s.a.w. Sebagai nabi ummati, Mirza Ghulam bisa juga memakai gelar-gelar seperti: nabi ghair tasy’ri’, nabi buruzi, nabi zilli, nabi majazi, nabi lughowi, yang kesemuanya hanya menunjukkan sebagai bayangan atau pantulan atau nabi dari ummat nabi Muhammad s.a.w.

    Akan tetapi karena Mirza memiliki lampu Aladdin, apa kehendaknya pasti terkabul. Bahkan ternyata ia bukan saja sebagai nabi bayangan tetapi sebagai nabi yang membawa dekrit dari Tuhan yang mungkin disetarakan dengan syari’at.

    Last but not least, Mirza Ghulam ternyata mengangkat dirinya sebagai Rasul Allah dengan sekaligus memperolen sanjungan s.a.w. (sallallahu alaihi wasallam).16

    Apa lagi yang belum menjadi miliknya? Ternyata Mirza masih mengumpulkan lagi pangkat-pangkat yang luar-biasa. Ia harus menjadi segala-galanya. Ia berkata dengan bangga:

    “Sesungguhnya Allah telah memberiku semua nama-nama dari para Nabi.”17

    Yakni bahwa Mirza Ghulam Ahmad boleh dipanggil dengan panggilan nama-nama semua nabi.. Sesungguhnya, berkata Mirza Ghulam:

    “Bukan saja, aku ini dipanggil dengan nama Isa anak Maryam, bahkan semua nabi baik nama mereka maupun martabat mereka telah aku terima dari Allah. Itulah sebabnya sebagaimana yang dijanjikan Tuhan dalam Baraheen Ahmadiyya, aku ini adalah Adam, aku Nuh, aku Ibrahim, aku Ishaq, aku Ya’kub, aku Ismail, aku Musa, aku Daud, aku Isa, anak Maryam, dan aku Muhammad dalam arti buruznya.”18

    Dengan martabat para nabi yang ia miliki itu, maka Mirza Ghulam Ahmad sanggup menonjolkan beberapa mu’jizat dari para nabi, maupun mengalami beberapa peristiwa seperti yang dialami mereka.

    Satu nama lagi yang ia terima dari Tuhannya ialah: Abdulkadir, entah untuk panggilannya itu ia sejajar dengan sayidina Abdulkadir Jaelani, atau Abdulkadir yang lain, kurang jelas.19

    Demikianlah cerita tentang nama, pangkat gelar dan kedudukan yang dimiliki Mirza Ghulam Ahmad. Dan sekedar untuk menyegarkan pikiran, inilah keseluruhannya itu: Mirza Ghulam Ahmad adalah kibriti ahmar, hajar aswad pelindung telur Islam, penjaga kebun Allah, bulan purnama, satu Nur, Guru Jagat, Fadhlan kabiran, Rahmat Mujassam, Sultanul kalam, Raja Aryan. Mujaddid, Mujaddid Akbar, Khatamul Aulia’, Khatamul Khulafa’, Imam Zaman, Imam Mahdi Al-Ma’hud, Hakim yang adil, Al-Masih Al-Mauud, nabi buruzi, nabi dengan dekrit Tuhan, Rasul Allah s.a.w., Abdulkadir, Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, Ya’kub, Ishaq, Daud, Ismail, dan semua nabi. Aku adalah Kreshna, Brahman Avatar, dan aku adalah Kodrat Tuhan yang berjasad.20

    Perihal akhlak dan perangainya maka Mirza GhulamAhmad adalah: Seekor singa jantan yang tampil ke depan, pemaaf, penutup kekurangan orang lain, pemurah, setia, rendah hati, sabar, syukur, memadakan yang ada, pemalu, tunduk mata, menjaga diri dari segala keburukan, rajin, mencukupkan dengan yang dapat, tidak suka formalitas, sederhana, menyayangi, adab Ilahi, adab Rasul, dan orang-orang suci Agama, pendamai, tidak suka berlebih-lebihan, suka melaksanakan kewajiban, suka memenuhi janji, terampil, bersimpati, suka menyebar agama, mendidik, indah dalam pergaulan, pengamat harta, berwibawa, kesucian, periang, penyimpan rahasia, ghairat, ihsan, pemelihara martabat orang, baik sangka, bersemangat, ulul’azam, penjaga-diri, tenang berpikir, menahan amarah, menahan tangan dan lisan dari perbuatan lancang, berkorban, waktunya selalu penuh, mengatur perkembangan ilmu dan ma’rifat, pencinta Tuhan dan RasulNya, pengikut Rasul yang sempurna, mempunyai daya tarik magnitis, satu daya penarik yang ajaib disegani, berbakat kecintaan, katanya mengesankan, doanya makbul.21

    Itulah Mirza Ghulam Ahmad, tidak ada satu kekurangan lagi bukan? Itulah keinginannya dan untuk itulah puteranya maupun pengikut-pengikutnya percaya tanpa reserve. Siapa yang tidak percaya dan tidak mengakui sebagai Imam Zaman dimana tercakup kenabian dan kerasulannya, maka matinya mati jahiliyah of mati kafir.22

    sumber:Abdullah Hasan Al Hadar

    1 Analyst, Facts about Ahmadiyya Movement, 1951, Ahmadiyya Anjuman Isha’at-l-Islam, Lahore, hal. 28: (I am that Hajar-i-Aswad that has been accepted on this earth by the people and is touched by them for blessing).

    2 lih. Mirza Ghulam Ahmad, Khutbat-ul-ilhamiyah, hal. 82.

    3 lih. Malik Aziz Ahmad Khan, Jasa Imam Mahdi a.s., hal. 139

    4 lih. The Review of Religions, March 1966, Rabwah, hal.79: (we find that in the country known as India, a Prophet of God has gone before, in the ages of past, who bore the name “Kreshna,” he was also called Ruvaddar Gowpal (i.e. destroyer, on one side, sustainer and developer, on the other). This name too, has bestowed on me. Since, therefore, the Aryan people, these days, are awaiting the second advent of the Lord Krishna, I am that Krishna. I am not making claim purely on my own behalf; Allah has revealed to me, time and time again, that the Knshna expected to appear towards the latter days, was none other than my self – King of the Aryans.)

    5 lih.Basharuddin M.A, Ahmadiyya Movement, hal. 4:

    (Brahman av-tar sa mo-kwa-bi-la achha na-heen. Aye Krishna dar Go-pal teri meh-ma Geeta men hai. (Thou an the Blessed Krishna, the cherisher of Cows, and thy praise is chanted in the Gita.)

    6 lih. Bashiruddin M.A., Ahmadiyya Movement, hal.4

    7 lih. Mirza Mubarak Ahmad, Masih Mau’ud a.s., hal. 47

    8 lih. Mirza Mubarak Ahmad, Masih Mau’ud a.s. hal. 47

    9 Bashiruddin M.A., Ahmadiyya Movement, hal. 115: (…, he made an announcement that God has bestowed upon him an extraordinary knowledge of and command over, the Arabic language which could not be matched even by those whose mother tongue was Arabic. In persuance of this announcement he wrote and published several books in Arabic and called upon his opponents, including the people of Arabia, Egypt, and Syria, if they doubted his claim, to write books in Arabic, which should, in point of literary style, purity of diction, beauty of composition and the excellence and pregnancy of meaning, match those written by himself, but none has so far dared to take up the challange. The books written by him are still extant, and we still claim that they cannot be matched, and that God’s hand would be raised against any person who presumes to make an attemp to match (them.)

    10 lih. Bashiruddin M.A., Invitation, Rabwah, Ahmadiyya Muslim Foreign Missions 1961, hal. 97: (Arabs were included in the challenge, one book being specially addressed to Syed Rashid Riza of Al-Manar. The Syed did not accept the challenge.)

    11 lih. Bashiruddin M.A., Invitation, hal. 97: (When the Ulama had done their worst, God granted him special knowledge of the Arabic language. His vocabulary grew miraculously to 40.000 root-words in a single night.)

    12 lih. Bashiruddin MA., Invitation, hal. 97. (This miracle of language imitates the miracle of the Holy Quran. It is a sign of the Promissed Messiah’s truth.)

    13 lih. Mirza Ghulam Ahmad, al-Istifta’, hal.77: (wa nu’minu biha kama nu’minu bi kitabillah khaliqil Anaam, wahii hadzihi: bismillahirRahmanirRahim)

    14 lih. Saleh A.Nahdi, Selayang Pandang Ahmadiyah, hal. 29, serta hampir semua kitab-kitab Ahmadiyah.

    15 lih. Mirza Ghulam Ahmad, al-Khutbat-ul-Ilhamiyah, hal. dzal dan hal. zai. Juga oleh sdr. Drs Bahrum Rangkuti (sekjen) Departemen Agama pada puisinya yang berjudul “Silaturahmi (II)” pada halal bihalal di-Bali Room dari masyarakat Sumut 29/12/’69, menyebut Isa a.s. sebagai al-Masih al-Israeli.

    16 M.G.A., Khutbat-ul-Ilhamiyah, hal. muka, perlunya seorang Imam zaman, hal. 32, Tuhfah Bagdad, hal. muka dan lainnya.

    17 lih. Mirza Ghulam Ahmad, al-lstifta’, hal. 82: (sammani rabbi ibrahim wa kadzanka sammani bi jama’i asmail-anbiya min adam ila khatimurusl)

    18 lih. The Review of Religions, Mart 1966, hal.10: (But, in the heavenly records. Isa, the son of Mary, is not only the name given to me: I have other names as well, twenty six years ago, which Allah made me put down in the pages of Baraheen-i-Ahmadiyya. There is no prophet of God whose name and qualities Allah has not bestowed on me. Therefore, as God has promised in Baraheen-i-Ahmadiyya, I am Adam. I am Noah, I am Abraham, I am Isaac, I am Jacob, I am Ismail, I am Moses, I am David, I am Isa, the son of Mary; and I am Muhammad, in a sense and manner I call burzi.)

    19 lih. Mirza Ghulam Ahmad, Thuhfah Bagdad, Rabwah Matba’ah An-Nadrah, 1377, hal 29: (ya Abdulkadir inni ma’aka asman wa araa).

    20 lih. Mirza Ghulam Ahmad, al-wasiyat-Neraca Trading Company-Jakarta 1949, hal . 12

    21 lih Mirza Mubarak Ahmad, Masih Mauud a s, hal. 85/86

    22 lih. Mirza Ghulam Ahmad, perlunya seorang Imam Zaman, hal. 10/32.

  54. Jin Islam said

    @Adrian Paul

    WUUUAAAAKKAKKAKKAKKAK… :mrgreen:
    itulah aliran sesat ahmadiyah/yahudiyah.

    Makin ditelusuri ajaran nabi palsunya,
    Semakin terkuak saja kesesatannya.
    Makin dipelajari siapa mirza ghulam
    Semakin kelihatan dia bukan Islam

    Bongkar teruuusss sampai habiiisss.
    Waaakkkakkakkakkak…… :lol:

    Setelah “dalil sampah pamungkas” kebanggaan ahmadiyah/ yahudiyah dipatahkan ber-keping2 di forum ini tanpa ada seorangpun ahmadi/yahudi yang bisa menjawab balik, SKRNG ADAKAH PENGIKUT AHMADIYAH/YAHUDIYAH YANG MAMPU MEMBANTAH DAN MEMATAHKAN SEMUA DATA DAN FAKTA KESESATAN “NABI PALSU RAS MONGOL DARI INDIA YANG NGAKU PERSIA (MIRZA GHULAM AHMAD)” SEPERTI YANG DIUNGKAPKAN OLEH SDR. ADRIAN PAUL DI ATAS???

    Waktu dan tempat kami persilahkan…..

  55. mualaf said

    @ alien, murtad, jin & mr choy
    Apakah kalian merasa mewakili islam dalam forum ini? NO WAY !
    Mana keindahan islam yang bisa kalian perlihatkan? NOL !

  56. Mualaf berkata
    28/04/2011 pada 00:44

    @ alien, murtad, jin & mr choy
    Apakah kalian merasa mewakili islam dalam forum ini? NO WAY !
    Mana keindahan islam yang bisa kalian perlihatkan? NOL !

    *

    1.yg menilai tulisan komentator disini dan mengambil manfaat darinya adalah para muslimin terhormat pembaca blog ini. (yang pasti bukan anda).

    2.forum ini berjudul “Islam vs Ahmadiyah”. Kalau bukan kami muslimin yang mewakili Islam, lantas siapa? umat buddha? Siapapun yang beragama Islam dan merasa terpanggil untuk membela kemurnian akidahnya dari tindakan kriminal penodaan agama yang dilakukan oleh kawanan penjahat penista agama, maka mereka para muslimin itu bebas bergabung di forum ini. (yang pasti bukan anda).

    3.kalau punya sedikit ilmu silahkan bantah one-by-one ribuan argumentasi muslimin di forum ini yang tidak pernah terjawab, tapi kalau tidak mampu it’s OK, tidak ada paksaan.

    4.time to bed.

    5.titik.

  57. ini apa said

    mualaf berkata
    28/04/2011 pada 00:44
    Apakah kalian merasa mewakili islam dalam forum ini? NO WAY !
    Mana keindahan islam yang bisa kalian perlihatkan? NOL !

    biasa maranehnamah ngalelewe wungkul, tong dilayanan nu kitumah matak jadi gering.
    urang-urang mah ngadoakeun wae supaya maranehna jadi jelema anu bener.

  58. master chi said

    mualaf palsu (yang saya yakini dia ini non Islam, entah dari agama ahmadiyah atau dari agama yang lain)

    anda mengatakan
    “@ alien, murtad, jin & mr choy
    Apakah kalian merasa mewakili islam dalam forum ini? NO WAY !
    Mana keindahan islam yang bisa kalian perlihatkan? NOL !”

    komentar saya
    1. setidaknya kami menyampaikan apa yang Nabi Muhammad SAW ajarkan BUKAN ajaran kesesatan MGA laknatullah, dimana pembelanya hanya dapat mengatakan “MISSUNDERSTANDING” dan “SUDAH SAYA CEK”.

    kami (para muslimin) diajarkan banyak hal oleh Nabi Muhammad SAW
    sedangkan ahmadiyah dan para pembelanya hanya diajarkan “MISSUNDERSTANDING” dan “SUDAH SAYA CEK” oleh MGA laknatullah

    2. mana keindahan Islam yang diajarkan ahmadiyah?
    membela Inggris yang menjajah India (seperti yang dijabarkan bung Adrian)?
    padahal Mahatma Gandhi dari kalangan non Islam memerangi Inggris dengan caranya, ahmadiyah yang mengaku Islam malah membela Inggrisn sang penjajah?

    apakah ahmadiyah Islam?
    ada dua pendapat mengatakan
    pendapat yang pertama adalah pendapat dari kalangan liberalis, kafirun, munafiqun dan antek-antek iblis laknatullah mengatakan ahmadiyah adalah salah satu firqah dari Islam, namun TETAP diluar firqah ahlussunnah (yang berpegang tegung pada Al-Qur’an dan Hadits)

    pendapat yang kedua adalah pendapat dari para muslimin semua firqah Islam mengatakan ahmadiyah diluar Islam.

  59. Adrian Paul said

    Sedikit untuk meredakan ketegangan, mari kita simak tentang kisah cinta MGA(Mirza Ghulam Ahmad al -Khadzabb) dengan gadis pujaannya,yang pernah dloe saya sampaikan. Namun tidak lengkap.

    LOVE AFFAIR MIRZA

    Sebuah kisah 1001 malam mungkin membuat kita sedikit relax daripada menceritakan terus menerus watak-watak keyahudian Mirza Ghulam Ahmad dan anak-anak buahnya. Sebuah kisah asmara dimana Mirza Ghulam Ahmad menjadi tokoh Majnunnya, banyak diketahui masyarakat India.

    Sheik Abubakar Najar seorang penulis India yang mashur menceritakan kisah seribu satu malam itu dengan judul:
    “Taukah tuan tentang Mirza Ghulam Ahmad yang jatuh cinta?”1

    Artikel ini tidak ditulis sebagai suatu romance atau kisah humor. Ini adalah kisah nyata. Meskipun kedengarannya nanti sebagai suatu romance fantasi, namun cerita ini berasal dari tulisan yang orisinil dari pahlawan yang ada dalam cerita tersebut yaitu Mirza Ghulam Ahmad dari Qadian yang oleh pengikut-pengikutnya diakui sebagai Almasih, Almahdi, Nabi dan Rasul.

    Ketika itu umur Mirza Ghulam Ahmad mencapai 50 tahun lebih. Keadaannya kian hari kian bertambah lemah disebabkan seringnya penyakit-penyakit datang menyerang. Ia juga mendapat serangan penyakit pada matanya.

    Akan tetapi tidak disangka-sangka pada suatu ketika mendadak sorot mata Mirza menyala lagi. Apa gerangan yang menyebabkan mata sakit itu bersinar kembali. Ah, seorang dara ayu bernama Muhammadi Begum telah tertangkap oIeh pandangan mata Mirza. Dara itu adalah puteri dari paman ibunya, Mirza Ahmad Beg. Maka sudah menjadi suratan takdir bahwa pandangan pertama Mirza Ghulam menjadi titik mula terbakarnya sang api cinta dalam kalbunya. Dan mujurlah kiranya, sebab ketika Mirza GhuIam Atmad jatuh cinta, ia telah jadi rasul akhir zaman, sehingga harapannya untuk mempersunting sang dara tidak akan menemui kesulitan maupun rintangan.

    Akan tetapi sayang sekali bahwa apa yang telah terjadi adalah sebaliknya. Ayah sang dara itu ternyata tidak tertarik pada kerasulan Mirza. Lebih-lebih lagi pinangan terhadap anaknya, ia tidak sudi mengorbankan anaknya bagi memenuhi hasrat nafsu Mirza Ghulam yang sudah tua lagi sakit-sakitan itu. Apalagi reaksi sang dara, ia spontan menolak mentah-mentah pinangan nabi Ahmadiyah itu.

    Mirza Ghulam Ahmad tidak menduga sama sekali, bahwa ia telah menerima jawaban yang sangat mengecewakannya; Karena itu ia segera mengumumkan tentang wahyu yang baru saja ia terima dari Tuhannya. Ia berkata bahwa Tuhan telah mempertunangkan Mirza dengan dara ayu itu secara ghaib (spirituil). Dan bagi keluarga dara Muhammadi Begum, demikian kata Mirza, Tuhan akan memberi berkah bila nantinya mereka menyetujui pertunangan itu secara resmi. Juga Mirza tidak ketinggalan memberi satu peringatan keras, yaitu bila mereka menolak lamarannya itu atau mengawinkan anaknya dengan laki-laki lain, maka suami yang bukan Mirza itu akan mati dalam waktu dua setengah tahun kemudian, dan ayah sang dara akan mati dalam waktu tiga tahun sesudah perkawinan itu. Mirza mengumumkan wahyu-wahyunya itu melalui risalahnya serta ia bagi-bagikan pada khalayak ramai. Hal ini pernah ia tulis dalam kitabnya: “ainae kemalati Islam” halaman 552. Juga tertulis dalam kitab Ahmadiyah “Facts About Ahmadiyyah Movement” halaman 34.

    Dalam kitabnya yang lain yaitu “izalatil auham” halaman 396 Mirza mengumumkan, bahwa Tuhan telah bersabda padanya:

    “Bahwa puteri Ahmad Beg akan menjadi salah seorang isterinya, tetapi keIuarganya akan menentangmu dan akan berusaha agar supaya perkawinanmu itu tidak terlaksana. Akan tetapi jangan kuatir karena Allah akan memenuhi janjiNya dan menyerahkan puteri itu padamu, dan tidak seorangpun yang sanggup menghalangi apa yang telah dikehendaki Allah.”

    Sungguhpun demikian orang-tua gadis itu sama sekali tidak terpengaruh oleh wahyu nabi Qadian itu, dan dengan tegas ditolaknya lamaran Mirza. Tatkala Mirza Ghulam mendengar lamarannya telah ditolak, maka hatinya jadi gelisah kemudian segera ia umumkan wahyunya yang baru saja ia terima, tersebut dalam kitab Asmani Risalat halaman 40 yang isinya antara lain:

    “Aku Allah telah menikahkan gadis itu padamu, hai Mirza!” Tak ada perubahan atas kata-kataKu dan bila rnereka melihat kekuasaanKu terjelma, mereka akan berpaling dan berkata bahwa itu adalah sihir semata.”

    Juga dalam kitabnya yang lain yaitu Tukhfah Baqdad halaman 28, Mirza berkata bahwa Tuhannya telah menyampaikan wahyu padanya, antara lain:

    “Bergembiralah engkau hai Mirza, bahwa Aku menikahkan engkau dan Aku telah kawinkan gadis itu dengan engkau.”

    Sekali lagi wahyu-wahyu Mirza Ghulam tersebut tidak cocok dengan kejadian yang sebenarnya. Apa yang terjadi kemudian telah membawa kehidupan Mirza Ghulam jadi semakin susah karena cintanya tidak terbalas. Sebaliknya orang-tua gadis itu tetap menolak serta menganggap segala daya upaya Mirza itu sebagai kejenakaan belaka.

    Tidak lama kemudian Mirza kembali mengumumkan tentang dirinya melalui berita berbahasa Arab dan ditujukannya pada para Ulama Syeikh-syeikh, dengan kata-kata:

    “Telah ditetapkan oleh Yang Maha Kuasa, dan waktunya telah terjadi bersama-sama berkahNya yang telah mengumumkan Muhammad sebagai Rasul dan menjadikan beliau sebagai utusan terbaik serta manusia terbaik. Maka inilah kebuktian yang disampaikan juga kepadaku, bahwa ramalanku menjadi kenyataan dan aku tidak berkata tentang sesuatu sebelum Tuhan berkata padaku.”

    Tampaknya Mirza Ghulam sedang bergembira karena turunnya wahyu itu, tapi anehnya ia masih tampak sedih dan letih. Semuanya hidupnya berangsur-angsur turun serta meredup, akhirnya ia menjadi buah tertawaan orang banyak karena wahyu-wahyunya selalu meleset.

    Dengan sisa kekuatan yang ada Mirza Ghulam terpaksa harus membalas olok-olokan orang-orang itu serta berusaha menutupi kelemahannya. Dalam risalahnya tertanggal 10 juli 1888 Masehi, ia membalas mereka yang memperolokkan itu dengan kata-kata:

    “Mereka tidak percaya tanda-tandaku lalu mengejekku; tetapi Allah akan menjadikan hidupku jaya dan mengembalikan segala ejekan itu pada diri mereka sendiri. Inilah wahyu dan inilah kehendak Allah dan Dia tidak merobah kehendakNya. Dia berbuat sesukaNya. Sesungguhnya hai Mirza Aku beserta engkau dan engkau dengan Aku, kelak Tuhanmu akan mengangkat dirimu pada kedudukan yang terpuji.”

    Adapun yang dimaksud dengan kata-kata “terpuji itu” ialah bahwa perkawinannya dengan gadis itu akan terlaksana. Selanjutnya ia mengumumkan dalam kitab Dafa elwathawis halaman 228, sebagai berikut: “Biarlah mereka yang mengingkari kebenaran akan diperingatkan dan menyesali diri mereka, demikian ramalanku pasti tepat.”

    Semua itu adalah klimaks dari reaksi Mirza Ghulam, dimana ia telah mengancam lewat wahyu-wahyunya. Bahwa ia telah mengumumkan pertunangannya dengan Begum kemudian pertunangan itu ternyata diselenggarakan sendiri oleh Allah. Kemudian ia umumkan perkawinannya dan perkawinannya itu juga diselenggarakan oleh Allah karena atas kehendakNya pula. Akhirnya Mirza menegaskan bahwa semua itu pasti terjadi dan harus terjadi.

    Dalam kitab Ahmadiyah, “Facts About Ahmadiyah Movement” halaman 31, seorang bernama Mesum Beg menulis satu pembelaan terhadap Al-Majnun Mirza Ghulam bahwa keluarga besar Ahmad Beg dimana sang dara itu berada, ternyata mereka ini kena pengaruh hukum maupun tradisi yang berlaku di kalangan masyarakat Hindu, yaitu bahwa satu perkawinan antar keluarga dekat seperti Mirza Ghulam dengan Muhammadi Begum itu, tidak dapat dibenarkan. Hal ini, kata Mesum Beg, terjadi juga tatkala Nabi Muhammad akan mengawini puteri Zainab. Maka jelaslah letak persoalan yang sebenarnya, mengapa Ahmad Beg menolak mengawinkan anaknya dengan Mirza yang masih kerabat dekat itu. Rupa-rupanya ia mengikuti satu peraturan bukan dari Islam. Benarkah itu semua? Sheik Najjaar tidak banyak menaruh perhatian pada pembelaan Mesum Beg.

    Bagaimana kisah selanjutnya dari love affair Mirza itu? Sembuhkah sukma Mirza dari derita asmara. Sayang sekali semua yang diimpi-impikan Mirza tidak terjadi dan bagaimana dengan Mirza? Hatinya makin remuk lebih-lebih setelah didengarnya kabar bahwa keluarga gadis itu memutuskan untuk mengawinkan puterinya dengan seorang pemuda bernama: Sultan Muhammad. Mirza Ghulam sangat sedih ia menangis dan menangis akhirnya ia menulis surat pada setiap keluarga gadis itu, mula-mula memberi peringatan, tapi akhirnya ia mohon dengan sangat karena tak tahan lagi hidup tanpa gadis itu. Permohonannya tidak mendapat jawaban. Bahkan di antara mereka yang menolak permohonan Mirza itu adalah keluarganya sendiri, ialah anak isteri dari Fazl Ahmad. Akibatnya Mirza Ghulam kena pukul lebih hebat lagi.

    Maka ia lalu bertindak sesuatu yang tidak disukai oleh Agama, yaitu memerintahkan anaknya untuk menceraikan isterinya dengan segera. Terjadilah perceraian itu. Lebih dari itu, puteranya yang lain yang tidak menyukai cara-cara yang diperbuat ayahnya itu, telah dihardik oleh Mirza dari lingkungannya, bahkan ia tidak diberi hak untuk mewaris. Peristiwa ini tersebut dalam kitab Seeratul Mahdi halaman 22.

    Mirza Ghulam Ahmad menjadi seorang pecemburu tidak karuan; ia mengirim utusan-utusan pada keluarga gadis itu dan juga pada pamannya, mohon belas kasihan agar perkawinan gadis itu dengan Sultan Muhammad dibatalkan saja. Permohonannya itu ia umumkan dalam kitab Seeratul Mahdi halaman 174. Namun utusan-utusan itu tidak membawa hasil yang diharapkan. Mirza tidak dikasihani oleh keluarga gadis itu, juga tidak oleh gadis itu sendiri. Bahkan suatu peristiwa yang mengejutkan Mirza Ghulam telah terjadi. Pada tanggal 7 April 1892 Masehi, ketika pengikut-pengikut Mirza Ghulam sedang asyik berdo’a dalam mesjid agar perkawinan itu batal, diluar mesjid terjadilah keramaian dimana pernikahan dara ayu Muhammadi Begum dengan sultan Muhammad, tengah dilangsungkan.

    Tidak ada yang lebih hebat terpukul selain Mirza Ghulam Ahmad, suatu pukulan yang sekaligus menghantam hati dan prestigenya. Ia jadi patah hati, putus harap. Dalam harian Al-Hakam vol 5 no. 29 tertanggal 1-8-l90l, ia menulis:

    “Sesungguhnya gadis ini belum menjadi isteriku, namun demikian jangan kira aku tidak akan mengawininya, sebagaimana aku telah katakan sebelumnya. Dan barangsiapa yang mencemoohkan aku, akan mendapat malu. Karena gadis ini masih hidup maka ia akan menemui aku dalam suatu perkawinan yang akan datang. Ini bukan hanya harapan melainkan suatu keharusan, karena Allah telah menyampaikan padaku tentang ini dan Allah tidak rnerobah KehendakNya.”

    Mirza Ghulam menanti-nanti harapannya itu, akan tetapi waktu yang dinanti-nantikan tidak kunjung datang, sedang ia telah terlanjur mengumumkan wahyu-wahyunya, antara lain ia berkata bila pinangannya ditolak, maka suami Begum yang sekarang akan mati setelah dua setengah tahun kemudian, menyusul ayah sang Begum enam bulan kemudian.

    Maka waktu yang dinanti-nantikan itu telah tiba; dan waktu itulah yang menjadi bukti kebohongan Mirza Ghulam. Mungkin akan menjadi kebanggaan baginya bila yang ia ramalkan itu akan terlaksana. Akan tetapi yang jelas, kesialan selalu mengejar hidup Mirza Ghulam. Ia hidup berantakan, isterinya yang pertama tidak bahagia lagi.

    Dua setengah tahun telah berlalu, dua sejoli itu masih hidup bahagia. Ketika perang dunia pertama itu pecah, suami Begum ikut dalam peperangan, ia mendapat luka-luka tetapi kemudian sembuh dan hidup kembali bersama isterinya bertahun-tahun dalam damai dan bahagia.

    Pada tahun 1908, jauh sebelum perang dunia pertama itu pecah, Mirza Ghulam Ahmad sudah berangkat mati akibat penyakit kolera yang dideritanya. Satu hal yang aneh bagi orang-orang yang mengetahui kisah Mirza Ghulam ini, ialah bahwa pengikut-pengikutnya masih bersitegang ingin membela nabi yang sial itu, agar tertutup rasa malu akibat kegagalan Mirza memikat sang dara Begum.
    [
    Pembelaan mereka ditujukan pada dunia diluar Ahmadiyah, yaitu bahwa apa yang diramalkan nabi India itu mengandung makna yang lain daripada yang dikatakan. Dr. Nuruddin khalifah Ahmadiyah yang pertama, telah mengumumkan apa yang menjadi percakapan orang banyak, yaitu tentang ramalan-ramalan Mirza yang selalu meleset, terutama sekali tidak jadinya ia kawin dengan gadis pujaannya itu.

    Dalam Review of Religion, vol. 7, no. 6 tanggal 8 Juni 1908, Nuruddin berkata:

    “Kalau sekiranya salah seorang dari anak-anak atau cucu Mirza Ghulam Ahmad kejadian telah mengawini salah seorang puteri dari keturunan Muhammadi Begum, maka yang demikian itulah yang sebenarnya dari ramalan Mirza Ghulam telah terlaksana.”

    Demikian pembelaan kaum Ahmadiyah terhadap nabinya. Dan demikian pula kisah yang mengaku rasul, nabi, Al-Masih, dan Al-Mahdi yang dinanti-nantikan telah menjadi korban asmara. Kisah yang sungguh terjadi, kisah Al-Majnun bertepuk sebelah tangan, lucu dan patut dikasihani.

    Satu hal yang nyata dan benar dapat diangkat dari kisah yang diceriterakan kembali oleh Sheik Najjar itu, yaitu kegagalan Mirza Ghulam Ahmad mempersunting seorang dara yang ia dambakan. Kegagalan inilah yang menghiasi kehidupan Mirza dalam segala aspek. Ia adalah manusia yang gagal segala-galanya.

    sumber: 1 Abubakar Najjar, Do You know about Mirza in love? Islamic Publication Bureau Athlone Cape South Africa, series no. 5 (terjemahan bebas)

  60. Adrian Paul said

    Dashyatnya Kitab Tadzkirah karangan MGA ( Mirza Ghulam Ahmad) sampai – sampai merubah isi dari ajaran Al-Quran.

    Berikut ini, kami paparkan sebagian Akidah Ahmadiyah dari kitabnya langsung, yakni Kitab Tadzkiroh:

    1. MGA MENDAPAT WAHYU, LANGSUNG DARI ALLOH.

    Hal ini diungkapkan dengan jelas dalam Tadzkiroh hal: 43
    وخاطبني ربي, وقال: يا أحمد, بارك الله فيك Dan tuhanku berbicara langsung kepadaku (MGA), Dia berkata: “Wahai Ahmad (MGA), Alloh telah memberkahimu.

    .

    2. MGA ADALAH SEORANG ROSUL UTUSAN ALLOH

    Ini adalah hakekat yang tak mungkin dielakkan, bahwa berdasarkan wahyu di dalam Tadzkiroh, MGA adalah seorang Rosul setelah Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam, dan hal ini sangat bertentangan dengan Aquran, Surat al-Ahzab: 40, begitu pula bertentangan dengan banyak hadits yang menerangkan tidak adanya kenabian setelah wafatnya Rosululloh shollallohu alaihi wasallam, bahkan beliau menjuluki mereka yang mengaku nabi atau rosul sepeninggal beliau dengan julukan Dajjal. (lihat HR. Bukhori, no: 3609, dan HR. Muslim, no: 157)

    lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh hal: 496
    يا أحمد, جعلت مرسلا Wahai ahmad (MGA), kamu telah dijadikan sebagai seorang Rosul

    .

    3. RAHMAT ALLOH TELAH MEMENUHI KEDUA BIBIR MGA

    Di dalam Tadzkiroh firman yang menerangkan hal ini diulang-ulang di beberapa tempat, sebagai contoh, coba anda merujuk Kitab Tadzkiroh pada halaman berikut ini: 50, 98, 322, 366, dan 394-395. Bunyi ayat tersebut adalah:
    يا احمد, فاضت الرحمة على شفتيك Wahai Ahmad (MGA), Rahmat Alloh telah memenuhi kedua bibirmu.

    .

    4. ORANG YANG MENGINGKARI AJARAN MGA ADALAH KAFIR DAN TERLAKNAT.

    Mereka menyerukan kerukunan kepada kaum muslimin, tapi ironisnya kitab tadzkiroh menganggap kaum muslimin yang tidak sependapat dengan mereka sebagai orang kafir dan terlaknat.

    Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 749
    أنت إمام مبارك لعنة الله على الذي كفر (-) أنت إمام مبارك لعنة الله على الذي كفر (-) أنت إمام مبارك لعنة الله على الذي كفر (-) Kamu (MGA) adalah pemimpin yang diberkahi, LAKNAT ALLOH ATAS ORANG YANG KAFIR (mengingkarimu) (-) Kamu (MGA) adalah pemimpin yang diberkahi, LAKNAT ALLOH ATAS ORANG YANG KAFIR (mengingkarimu) (-) Kamu (MGA) adalah pemimpin yang diberkahi, LAKNAT ALLOH ATAS ORANG YANG KAFIR (mengingkarimu)

    .

    5. NAMA ALLOH TIDAK SEMPURNA SEDANG NAMA MGA SEMPURNA.

    Sungguh yang benar, adalah sebaliknya. Nama Alloh Jauh lebih sempurna, dan tidak ada bandingannya dengan nama makhluk-Nya. Penulis sangat heran, dan benar-benar heran, apakah akidah seperti ini, masih pantas dianut dan dibela?!!

    Firman ini ada diulang-ulang dalam Kitab Tadzkiroh, silahkan merujuknya ke hal: 51, 245, dan 366. Ayat tersebut berbunyi:
    يا أحمد، يتم إسمك ولا يتم إسمي Wahai Ahmad (MGA), namamu sempurna, sedang nama-Ku tidak sempurna

    .

    6. MGA MEMPOSISIKAN DIRINYA, SEBAGAIMANA POSISI NABI ADAM alaihissalam

    Kami mengatakan demikian karena ke-sembrono-an MGA yang menjiplak ayat suci al-Qur’an yang ditujukan kepada Nabi Adam alaihissalam, kemudian mengganti nama Nabi Adam dengan namanya sendiri. Itulah maksud perkataan kami bahwa: “MGA memposisikan dirinya, sebagaimana posisi Nabi Adam”. Anda bisa merujuk ayat tersebut dalam kita tadzkiroh halaman berikut ini: 72, 368, 396, dan 628. Bunyi ayat tersebut adalah:
    يا أحمد, اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ Wahai Ahmad (MGA), tinggallah kamu dan isterimu di surga ini!

    Di dalam kitab suci Alquran, ayat ini adalah perintah untuk Nabi Adam alaihissalam, tapi redaksi “Wahai (Nabi) Adam” dirubah oleh MGA menjadi “Wahai Ahmad (MGA)”. (Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat Al-baqoroh: 35 dan Al-a’rof 19)

    .

    7. MGA MEMPOSISIKAN DIRINYA, SEBAGAIMANA POSISI NABI NUH alaihissalam

    Tindakan MGA ini sama dengan sebelumnya, hanya berbeda nama nabi yang dirubahnya, kali ini ia merubah arah sasaran ayat yang semula untuk Nabi Nuh alaihissalam, ia rubah sehingga mengarah kepada dirinya sendiri. Anda bisa merujuknya ke Kitab Tadzkiroh halaman: 379, dan inilah bunyi ayat dalam tadzkiroh tersebut:
    وَاصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا Dan buatlah bahtera itu (Wahai MGA) dengan pengawasan dan petunjuk wahyu kami
    Di dalam kitab suci Alquran, ayat ini adalah perintah untuk Nabi Nuh alaihissalam, tapi oleh MGA arah sasaran ayat ini dibelokkan, sehingga menjadi perintah untuk dirinya, padahal situasinya sangat berbeda, Nabi Nuh membuat bahtera disebabkan akan adanya banjir bandang yang menenggelamkan bumi. Sedangkan MGA….??? (Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat Hud: 37 dan Al-mukminun: 27)

    .

    8. MGA MEMPOSISIKAN DIRINYA, SEBAGAIMANA POSISI NABI IBROHIM alaihissalam.

    Ia juga ingin memposisikan dirinya sebagai Nabi Ibrohim alaihissalam, lihatlah kitab tadzkiroh halaman: 279, 366, dan 629. Bunyi ayat tadzkiroh tersebut adalah sebagai berikut:
    إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا Sesungguhnya aku menjadikan engkau (MGA) sebagai pemimpin bagi seluruh manusia.
    Di dalam kitab suci Alquran, sasaran ayat ini adalah Nabi Ibrohim alaihissalam, tapi oleh MGA sasaran ayatnya diselewengkan, sehingga mengarah kepada dirinya sendiri. (Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat Al-baqoroh: 124)

    .

    9. MGA MEMPOSISIKAN DIRINYA, SEBAGAIMANA POSISI NABI MUSA alaihissalam.

    Kedudukan Nabi Musa juga tidak luput dari jamahannya, firman Alloh ta’ala yang ditujukan kepada Nabi Musa alaihissalam, ia rubah menjadi tertuju kepadanya. Lihatlah dalam Tadzkiroh halaman: 277
    أَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِنِّي Aku telah melimpahkan kepada engkau (MGA) kasih sayang yang datang dari-Ku
    Di dalam kitab suci Alquran, sasaran ayat ini adalah Nabi Musa alaihissalam, tapi oleh MGA, arah sasarannya dirubah, sehingga mengarah kepada dirinya. (Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat Thoha: 39)

    .

    10. MGA MEMPOSISIKAN DIRINYA, SEBAGAIMANA POSISI NABI ISA alaihissalam

    Kepada Nabi Isa alaihissalam, ia juga melakukan hal yang sama, memposisikan dirinya sebagai Nabi Isa alaihissalam, bahkan dalam sebuah ayat ia mengaku sebagai al-Masih putra Maryam alaihissalam. Silahkan merujuk ke Kitab Tadzkiroh halaman: 62, 98, 519, 569
    إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ، وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ Sesungguhnya aku mewafatkanmu (MGA), dan mengangkat kamu kepada-Ku, serta menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang kafir sampai hari kiamat
    Di dalam kitab suci Alquran, sasaran ayat ini adalah Nabi Isa alaihissalam, tapi oleh MGA dibelokkan, sehingga mengarah kepada dirinya. (Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat Ali Imron: 55)

    .

    Lihat ayat berikut dalam kitab Tadzkiroh, halaman: 98
    وَجِيهًا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمِنَ الْمُقَرَّبِينَ (MGA) Sebagai orang terkemuka di dunia dan di akhirat serta termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Alloh)
    Ayat ini sebenarnya adalah untuk Nabi Isa alaihissalam, tapi si nabi palsu tersebut mengarahkannya kepada dirinya (Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat Ali Imron: 45)

    .

    Lihat ayat berikut dalam kitab Tadzkiroh, halaman: 496, 569
    الحمد لله الذي جعلك المسيح ابن مريم Segala puji bagi Alloh yang telah menjadikanmu (MGA) sebagai al-Masih putra Maryam

    .

    Lihat ayat berikut dalam kitab Tadzkiroh, halaman: 519
    إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ للمسيح الموعود Sesungguhnya Kami menurunkannya (Tadzkiroh) untuk al-Masih yang ditunggu-tunggu (MGA)

    .

    11. MGA MEMPOSISIKAN DIRINYA, SEBAGAIMANA POSISI NABI MUHAMMAD shollallohu alaihi wasallam

    Nabi Muhammad adalah Rosul yang paling utama, oleh karenanya MGA paling banyak memposisikan dirinya sebagai Nabi Muhammad -shollallohu alaihi wasallam-.

    lihatlah sebagai contoh, ayat-ayat dalam Tadzkiroh berikut ini pada halaman: 62, 81, 224, 277, 378, 495, 360
    قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ Katakanlah (MGA)! “Jika kalian (benar-benar) mencintai Alloh, maka ikutilah aku! niscaya Alloh mencintai kalian”
    Di dalam kitab suci Alquran, Ayat ini tidak lain adalah perintah kepada Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam, tapi MGA menjiplaknya, dan mengarahkannya kepada dirinya (Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat Ali Imron: 31)

    .

    Lihat ayat berikut dalam kitab Tadzkiroh, halaman: 83, 396
    وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ Dan tidaklah kami mengutusmu (MGA) kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam
    Di dalam kitab suci Alquran, Ayat ini merupakan keistimewaan untuk Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam, tapi MGA menodai keistimewaan itu, dan menjadikan dirinya seperti Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam. (Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat Al-anbiya’: 107)

    .

    Lihat ayat berikut dalam kitab Tadzkiroh, halaman: 97
    مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ Muhammad (yakni MGA) itu adalah utusan Alloh, dan orang-orang yang bersama dengannya bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang kepada sesama mereka.
    Subhanalloh… bahkan ayat yang nyata-nyata menyebut nama Muhammad pun diselewengkan oleh MGA, dan mengatakan bahwa yang dimaksud Muhammad adalah dirinya (MGA) (Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat Al-fath: 29)

    .

    Lihat ayat berikut dalam kitab Tadzkiroh, halaman: 98
    إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ، فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu (MGA) nikmat yang banyak, maka dirikanlah sholat karena tuhanmu dan berkorbanlah!
    Di dalam ayat suci Alquran, Ulama Islam sepakat, bahwa sasaran ayat ini adalah Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam, tapi oleh MGA dibelokkan, sehingga mengarah kepada dirinya. (Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat Al-kautsar: 1-2)

    .

    Lihat ayat berikut dalam kitab Tadzkiroh, halaman: 98
    وَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَ – الَّذِي أَنْقَضَ ظَهْرَكَ – وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ Kami telah menghilangkan beban darimu (MGA) yang memberatkan punggungmu, dan kami pun telah meninggikan bagimu (MGA) sebutan (nama) mu
    Di dalam kitab suci Alquran, firman ini adalah untuk Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam, tapi oleh MGA ayat ini dinodai, dengan merubah sasaran ayat ini mengarah kepada dirinya. (Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat Al-insyiroh: 2-4)

    .

    Lihat ayat berikut dalam kitab Tadzkiroh, halaman: 372
    قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ Katakanlah (MGA), “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia seperti kalian, yang telah menerima wahyu, bahwa sesungguhnya sesembahan kalian adalah sesembahan yang maha esa.”
    Naudzubillah minal khudzlan… akibat tindakan menodai ayat suci Alquran ini, si MGA dengan PD-nya mengalamatkan ayat ini kepada dirinya, padahal di dalam kitab suci alquran, ayat ini adalah perintah untuk Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam (Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat Al-kahfi: 110 dan Fush-shilat: 6)

    .

    Lihat ayat berikut dalam kitab Tadzkiroh, halaman: 379
    الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ، يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ Orang-orang yang berjanji setia kepadamu (MGA), sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Alloh, Tangan Alloh di atas tangan mereka.
    Di dalam Alquran, ayat ini adalah untuk Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam, tapi MGA mengarahkannya kepada dirinya. (Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat Al-fath: 10)

    .

    Lihat ayat berikut dalam kitab Tadzkiroh, halaman: 495
    إِنَّا كَفَيْنَاكَ الْمُسْتَهْزِئِينَ Sesungguhnya Kami memeliharamu (MGA), dari mereka yang mencaci-makimu
    Ayat ini dalam Alquran adalah untuk Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam, tapi MGA menyematkannya untuk dirinya sendiri. (Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat Al-hijr: 95)

    .

    12. MEMPOSISIKAN TADZKIROH, SEBAGAIMANA POSISI ALQUR’AN

    Inilah yang menjadi sebab utama, kenapa kaum muslimin mengatakan bahwa Tadzkiroh adalah kitab suci kaum Ahmadiyah. Meskipun banyak diantara mereka (kaum Ahmadiyah) tidak mengatakan bahwa Tadzkiroh adalah kitab suci, tapi kenyataan yang ada dalam wahyu-wahyu Tadzkiroh menunjukkan, bahwa MGA menganggap Tadzkiroh setara dengan Alquran, sebagaimana Alquran adalah kitab suci, Tadzkiroh juga kitab suci. Diantara bukti yang mendukung kesimpulan kami ini adalah, banyaknya wahyu-wahyu di dalam Tadzkiroh, yang mensejajarkan antara Tadzkiroh dengan Alquran. Coba anda perhatikan wahyu-wahyu dalam Tadzkiroh berikut ini:

    Tadzkiroh, halaman: 76, 278, 377, 637, dan 369
    وَبِالْحَقِّ أَنْزَلْنَاهُ وَبِالْحَقِّ نَزَلَ Dan Kami telah menurunkan (Tadzkiroh) ini dengan sebenarnya, dan (Tadzkiroh) ini turun dengan membawa kebenaran.
    Di dalam kitab suci Alquran, sasaran ayat ini adalah kitab suci Alquran, tapi oleh MGA, arah sasaran ayat tersebut dibelokkan, sehingga mengarah kepada Tadzkiroh. (Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat Al-isro’: 105)

    .

    Tadzkiroh, halaman: 122, 382
    لَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلافًا كَثِيرًا Sekiranya ia (Tadzkiroh) itu bukan dari sisi Alloh, pastilah mereka menemukan banyak hal yang bertentangan di dalamnya.
    Ayat ini, dalam kitab suci Alquran, adalah merupakan keistimewaan Alquran, inilah diantara bentuk mukjizat Alquran yang tidak dimiliki oleh kitab-kitab suci lain. Tapi ternyata keistimewaan itu dinodai oleh ulah MGA, dengan menjadikan Tadzkiroh-nya sejajar dengan Alquran, sebagaimana Alquran tidak ada pertentangan di dalamnya, begitu pula Tadzkiroh!!! Padahal sesungguhnya perbedaan antara keduanya, bagaikan perbedaan antara langit dan bumi… (Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat An-nisa’: 82)

    .

    Tadzkiroh, halaman: 254
    إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا أيدنا عَبْدَنَا فَأْتُوا بكتاب مِنْ مِثْلِهِ Jika kalian (tetap) meragukan apa yang kami kuatkan hamba kami (MGA) dengannya (Tadzkiroh), maka buatlah satu kitab (saja) yang menyamainya.
    Subhanalloh… lihatlah ayat ini… bandingkan dengan ayat yang ada dalam Alquran, surat Albaqoroh, ayat: 23. Kalau saja MGA tidak mengakui Tadzkiroh-nya sebagai kitab suci, mengapa dia mendatangkan ayat-ayat yang sebenarnya ditujukan kepada Alquran, kemudian ia rubah menjadi tertuju kepada Tadzkiroh???!

    .

    Tadzkiroh, halaman: 523, 609
    إِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نزّلنا على عَبْدِنَا فَأْتُوا بشِفاءٍ مِنْ مِثْلِهِ Jika kalian (tetap) meragukan apa yang kami turunkan kepada hamba kami (MGA, yakni Tadzkiroh), maka buatlah satu obat (saja) yang menyamainya
    Ayat ini, mirip dengan ayat sebelumnya, cuma ada sedikit perbedaan redaksi. Lihat ayat ini dalam Alquran surat Albaqoroh: 23, dan nilailah sendiri bagaimana MGA dengan beraninya, menjadikan Tadzkiroh-nya menduduki posisi Alquran.

    .

    Tadzkiroh, halaman: 519, 564,
    إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ Sesungguhnya kami telah menurunkannya (Tadzkiroh) di malam lailatul qodar
    La haula wala quwwata illa billah… penulis yakin jarang sekali kaum muslimin yang tidak hafal ayat ini, dan mereka pun tahu bahwa maksud ayat ini dalam kitab suci Alquran adalah Alquran itu sendiri, tapi lagi-lagi MGA mengarahkannya kepada kitab Tadzkiroh-nya. Sungguh tindakan yang sangat jauh di luar batas kewajaran. (Lihat ayat ini dalam Alquran, surat Alqodar, ayat:1)

    .

    Tadzkiroh, halaman: 595, 709
    تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْمُبِينِ Inilah ayat-ayat kitab (Tadzkiroh) yang jelas (makna dan lafalnya)
    Di dalam Aquran sasaran Ayat ini adalah Alquran, tapi si nabi palsu MGA, menggubahnya dengan mengarahkannya ke kitab Tadzkiroh-nya. Apakah setelah mengetahui ini semua, masih ada yang ragu mengatakan bahwa menurut MGA, Tadzkiroh itu seperti Alquran, yakni kitab suci???! Memang penjahat tidak akan mengakui kejahatannya, walaupun banyak fakta yang telah membuktikan kejahatannya… (Lihat ayat ini dalam Alquran, Surat Yusuf: 1, Asy-syu’aro: 2 dan Al-qoshosh: 2)

    .

    13. ALLOH MEMILIKI BANYAK ANAK, DAN DIA MEMPOSISIKAN MGA SEPERTI ANAK-ANAKNYA.

    Mulai poin ke-13 ini, komentar kami serahkan kepada para pembaca, tidak lain tujuan kami adalah, agar tulisan ini tidak menjadi semakin panjang, juga agar anda lebih bisa menghayati sendiri kesesatan nyata yang ada di dalamnya.

    Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 436
    أنت مني بمنزلة أولادي Kamu (MGA) di sisi-Ku memiliki kedudukan seperti anak-anak-Ku

    .

    14. MGA ADALAH TUJUAN ALLOH

    Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 83, 224, 242, 279, 293, 366, 394, 496, 569, 629
    يا أحمدي, أنت مرادي Wahai ahmad-Ku (MGA), engkau adalah tujuan-Ku

    .

    15. ALLOH MENYEMATKAN KEMULIAAN MGA DENGAN TANGAN-NYA SENDIRI.

    Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 83, 242, 366, 394-395
    غرست كرامتك بيدي Aku telah menyematkan kemulianmu (MGA) dengan tangan-Ku sendiri

    .

    16. RAHASIA MGA ADALAH RAHASIA ALLOH juga

    Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 98, 394, 496, 629
    سرك سري Rahasiamu (MGA) adalah rahasia-Ku (juga)

    .

    17. ISTRI MGA DAN KERABATNYA, TERMASUK KELUARGANYA ALLOH

    Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 138
    اعلم أن زوجة أحمد وأقاربها كانوا من عشيرتي Ketahuilah, bahwa isteri ahmad (MGA) dan kerabat-kerabat dekatnya itu adalah termasuk keluarga-Ku juga.

    .

    18. MEMILIH MGA SEBAGAI ROSUL, ADALAH KEPERLUAN ALLOH SENDIRI.

    Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 224, 246, 277, 394-395, 495-496, 569
    اخترتك لنفسي Aku memilihmu untuk diri-Ku

    .

    19. KEMULIAAN MGA DI SISI ALLOH TIDAK DIKETAHUI OLEH SELURUH MAKHLUK-NYA.

    Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 246, 396, 495-496, 569
    أنت مني بمنزلة لا يعلمها الخلق Kamu (MGA) di sisi-Ku memiliki kedudukan yang tidak diketahui oleh seluruh makhluk

    .

    20. ALLOH MENGABULKAN SEMUA DOA MGA

    Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 294
    يا أحمد أجيب كل دعائك إلا في شركائك Wahai Ahmad (MGA), aku akan mengabulkan setiap permohonan dalam doamu, kecuali dalam hal sekutu-sekutumu

    .

    21. MGA BERASAL DARI ALLOH, DAN ALLOH BERASAL DARI MGA

    Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 436
    أنت مني وأنا منك Kamu (MGA) berasal dari-Ku dan Aku berasal darimu.

    .

    22. JIKA MGA MARAH, ALLOH JUGA MARAH

    Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 495-496, 569
    إذا غضبت غضبت وكلما أحببت أحببت Apabila engkau (MGA) marah, maka aku pun marah. Dan setiap kali kamu menyayangi (seseorang), maka Aku pun menyayangi (dia)

    .

    23. ALLOH BERJALAN MENUJU KE ARAH MGA

    Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 496
    يحمدك الله ويمشي إليك Alloh memujimu (MGA) dan berjalan ke arahmu

    .

    24. MGA MEMILIKI HAK UNTUK DI TAUHID-KAN DAN DI-ESA-KAN

    Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 394-395, 495-496, 569
    أنت مني بمنزلة توحيدي وتفريدي Kamu (MGA) di sisi-Ku memiliki kedudukan tauhid-Ku dan keesaan-Ku

    .

    25. MGA DARI AIRNYA ALLOH

    Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 496
    أنت من ماءنا وهم من فشل Kamu (MGA) berasal dari air Kami, sedangkan mereka dari sesuatu yang gagal

    .

    26. ALLOH MELEBIHKAN MGA, DI ATAS SEGALA SESUATU.

    Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 569
    أثرك الله على كل شيء Alloh telah melebihkan kamu (MGA) di atas segala sesuatu

    .

    27. GARIS KETURUNAN NENEK MOYANG MGA PUTUS, DAN DIMULAI LAGI DARI MGA

    Lihat ayat berikut dalam Tadzkiroh, halaman: 277
    ينقطع آباءك ويبدأ منك (Garis keturunan) nenek moyangmu (MGA) terputus dan dimulai (lagi) darimu.

    sumber: Addariny

  61. Adrian Paul said

    Post diatas saya, untuk @Master Chi dan kepada semua saudara – saudara yang menghendaki Islam tetap murni sampai akhir zaman ,jauh dari hal yang menyimpang. Walaupun mengungkapkan kebenaran bagaikan menggenggam bara yang amat panas dari jaman dulu sampai akhir zaman.Doakan agar saya tetap Istiqomah saudara – saudaraku. Amin

  62. mualaf said

    @ murtad
    1. semua orang boleh menilai dan mengambil manfaat baik dalam forum ini, tetapi untuk menentukan muslim atau non muslim hanya Alloh bukan anda.(anda sudah melangkahi kuasa Nya)
    2.forum ini lebih cocok “ahmadi vs non ahmadi” sehingga semua orang boleh bergabung baik muslim maupun orang yang merasa muslim (seperti anda).
    3. seluruh argumentasi muslimin tidak akan saya bantah! Mengerti maksud saya? Kalau tidak mengerti it’s OK, tidak usah dipaksakan.
    4.sleep well.
    5.titik.

    @ ini apa
    hatur nuhun …, sawangsulna …

    @ master chi
    1. untuk mendapatkan informasi yang benar dan rinci, datangilah dan tanyakan langsung kepada sumbernya yang benar secara baik (bukan anarkis).
    2.”Love For All Hatred For None” cukup indah untuk saya dan seluruh umat manusia.

    Apakah Ahmadiyah Islam?
    Tentu banyak yang berpendapat macam-macam (bukan hanya 2), tapi kalau Master Chi dari awal mengikuti tulisan Ahmadi yang selalu menyampaikan pendapatnya berdasarkan Quran dan Hadist dengan baik, pasti Master Chi akan menemukan jawabannya (diterima atau tidak terserah individu).

    @adrian paul
    selamat menipu!

  63. @U

    1. semua orang boleh menilai dan mengambil manfaat yang baik dalam forum ini, dan untuk menentukan muslim atau non muslim Alloh sudah memberikan petunjuk-Nya tentang ciri-ciri mereka di dalam AlQur’an dan Hadits (anda yang mendapatkan petunjuk Nya)

    2.forum ini lebih cocok “Islam vs Non-muslim-Ahmadi” sehingga semua orang boleh bergabung baik Muslim maupun Non-muslim-Ahmadi (seperti anda).

    3. seluruh argumentasi Muslimin memang tidak perlu di bantah (bagi yang tidak punya ilmu untuk membantah)! Mengerti maksud saya? Kalau tidak mengerti it’s OK, tidak usah dipaksakan.

    4.time to work.

    5.titik.

  64. master chi said

    murtad dari Islam yang tak pantas dihormati

    anda mengatakan
    “1. untuk mendapatkan informasi yang benar dan rinci, datangilah dan tanyakan langsung kepada sumbernya yang benar secara baik (bukan anarkis).
    2.”Love For All Hatred For None” cukup indah untuk saya dan seluruh umat manusia.”

    komentar saya
    untuk point yang pertama
    komentar anda justru membuktikan anda adalah orang yang awam, toh anda telah mengatakan “saya sudah cek” BUKTIKANLAH JIKA BENAR ANDA TELAH MENGECEK.
    kalau cuma bilang “saya sudah cek” anak TK juga bisa bung.

    untuk point yang kedua
    itu justru kebodohan yang amat sangat.
    apakah anda tidak pernah membaca sejarah India? begitu sengsaranya India dijajah.
    namun Mahatma Gandhi dari agama Hindu, malah mengajak perang melawan Inggris dengan caranya, dan itu malah berhasil dapat membuat Inggris kalang kabut. dibandingkan MGA laknatullah ‘alaih yang malah membela Inggris.

    dan anda mengatakan
    “Apakah Ahmadiyah Islam?
    Tentu banyak yang berpendapat macam-macam (bukan hanya 2), tapi kalau Master Chi dari awal mengikuti tulisan Ahmadi yang selalu menyampaikan pendapatnya berdasarkan Quran dan Hadist dengan baik, pasti Master Chi akan menemukan jawabannya (diterima atau tidak terserah individu).”

    komentar saya
    Al-Qur’an dan Hadits mana yang disampaikan?
    mereka hanya menggunakan hujjah dengan TAFSIR KARANGAN MGA LAKNATULLAH dan Hadits yang derajatnya MUNKAR.

    apakah pantas dalam menggunakan hujjah HANYA menggunakan TAFSIR yang aneh bin ajaib dan Hadits MUNKAR?

  65. master chi said

    murtad dari Islam

    anda mengatakan
    “@adrian paul
    selamat menipu!”

    komentar saya
    saya sarankan anda sebaiknya hati-hati dalam berbicara, anda mengatakan bung Adrian menipu, tapi anda tidak memberikan bukti apapun.
    sebab jika bung Adrian mau, bung Adrian dapat memperkarakan hal ini ke meja hijau atas tuduhan PENCEMARAN NAMA BAIK.

    tapi saya yakin bung Adrian tidak akan bertindak sejauh itu.
    kenapa saya yakin?
    karena bung Adrian memaklumi karena anda masih orang awam yang “non cent” dengan kata lain hanya penghibur dalam forum ini.
    sebab anda hanya bisa berkata tanpa bisa membuktikan.

    sekali lagi saya sarankan anda berhati-hati dalam berbicara, karena setiap muslim memiliki tingkat kesabaran yang berbeda. jangan sampai anda memfitnah orang lain seperti yang anda lakukan kepada bung Adrian

  66. @Adrian Paul

    YANG TERHORMAT SAUDARA ADRIAN PAUL
    Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.

    terima kasih atas posting posting Anda yang membongkar kedok nabi palsu mirza gholam ahmed.

    sampai sekarang belum ada non-muslim-ahmadi yang mampu membantah kebenaran dari fakta fakta yang Anda paparkan, padahal sumbernya Anda ambil dari kitab kitab sesat ahmadiah sendiri.
    maklumlah nikmat ilmu dan nikmat hidayah tidak pernah sampai kepada non-muslim-ahmadi.

    kami kaum muslimin pembaca postingan postingan Anda senantiasa mendoakan semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas amal dakwah yang Anda lakukan dengan sorga yang dijanjikanNya.

    mohon diingat bahwa kami kaum muslimin selalu menunggu posting posting Anda selanjutnya.

    jazakallah khair, Wassalamualaikum warohmatullohi wa barokatuh.

  67. @All Muslim

    Di kalangan internal kelompok non-muslim-ahmadiyah beredar istilah tidak resmi yaitu: “mualaf” dan “murtad”.
    Yang mereka maksudkan dengan istilah “mualaf” ialah orang Muslim umat Nabi Muhammad saw yang keluar dari Islam dan pindah agama menjadi penganut aliran sesat ahmadiyah.
    Dan yang mereka maksudkan dengan istilah “murtad” ialah pengikut aliran sesat ahmadiyah yang mendapat hidayah dari Allah dan masuk (atau kembali) memeluk agama Islam sesuai akidah tuntunan Nabi Muhammad saw.

    Demikian sekedar info.

  68. HEAM said

    @Adrian Paul,

    Posting Anda sudah sering dilakukan oleh orang-orang yang numpang lewat di thread ini dan tidak perlu direspon lagi karena sumbernya sudah jelas, yaitu LPPI dan Addariny Center yang merupakan afiliasi dari para Ulama Uhum di Pakistan. Sudah tentu isinya adalah fitnah dan kekacauan belaka. Rasulullah saw bersabda: “Ulama Uhum adalah seburuk-buruk makhluk di kolongan langit, dari mereka keluar fitnah dan kekacauan, lalu fitnah dan kekacauan itu akan kembali lagi kepada mereka.” (HR Al Baihaqi).

    Bukti-bukti fitnah dan kekacauan yang sudah kembali lagi kepada mereka (Omarella dan Amin Jamaluddin) sudah diuraikan di dalam thread ini yang bersumber dari Roy Tanamal (yang bersama-sama dengan Omarella dan Amin Jamaluddin pernah dijuluki TIGA ANAK ALTAR PEMBELA YESUS). Tetapi, kalau Anda ingin melihatnya lagi silahkan klik (mudah-mudahan tidak disensor Admin) blog berikut ini: http://tpfkindonesia.wordpress.com/2010/08/25/biodata-asli-habib-abdurrahman-assegaf/

  69. Maya said

    @Adrian Paul

    ‘makasih banget yah atas postingan anda. Insya Allah Robbul Alamin yg akan membalas dg pahala berlipat ganda, amin. btw, rekan rekan saya menunggu info2 menarik berikutnya ttg nabi palsu mga.

    oh ya… mohon ijin yah ‘tuk copas ke blog blog lain. tks. wslm.

  70. Adrian Paul said

    @heam:

    tidak habis pikir ,ternyata memang benar apa yang dikatakan para peserta diskusi disini. Posting saya merupakan fitnah dari ulama uhum pakistan menurut para pendukung Ahmadiyyah.Kira2 ada argumentasi lain ,selain itu?. Padahal saya ambil dari kitab suci Ahmadiyyah sendiri yang memang sudah diterjemahkan. Sedikit Melenceng dari topik, dimana umat Ahmadiyyah ketika parasaudara saya di Palestina sedang dibantai oleh Israel,yang jelas – jelas sekutu “A5U ” dan Inggris . Ingat bahwa organisasi Ahmadiyyah banyak berdiri di Inggris.
    sekian

  71. HEAM said

    @Adrian Paul

    Kalau ada beberapa orang yang iri, dengki dan membenci Anda, lalu mereka membuat rekayasa tulisan yang isinya mendiskreditkan Anda. Kemudian, rekayasa tulisan itu diklaim telah dibuat berdasarkan buku harian Anda. Setelah itu, rekayasa tulisan mereka itu dicetak-ulang dan disebarkan ke seluruh dunia dengan berbagai versi dan bahasa, padahal isinya fitnah dan bohong belaka. Apa yang akan Anda lakukan?

    Ahmadiyah menentang pembentukan negara Israel dan membela dunia Islam dan Arab (lihat buku Bukan Sekedar Hitam Putih, hal 99~105). Tetapi, penyebaran agama Islam di Israel juga dilakukan, karena Ahmadiyah adalah Jemaah Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin, sehingga orang-orang Israel yang berfitrah baik banyak yang masuk Islam berkat dakwah yang damai dari muballighin Jamaah Islam Ahmadiyah.

    Begitu pula di negara-negara Kristen lainnya seperti di Eropa, Amerika Serikat, Canada, Amerika Latin, Australia, New Zealand dan juga di Afrika, Jamaah Islam Ahmadiyah bersinar dengan terang benderang sesuai nubuatan Rasulullah saw bahwa salah-satu dari 10 tanda kiamat (Kebangkitan Islam) adalah Matahari Terbit dari Barat.

  72. MAS'UD said

    @HEAM

    Kaum Ahmadiyah seperti anda saja tidak mengakui isi dari kitab karangan MGA yang anda klaim sebagai Nabi
    bagaimana dengan ummat Islam dapat mengakui ,anda saja sudah tahu kejelekan tulisan MGA dan semua didalamnya adalah
    Kesesatan ,seperti komentar anda diawah ini

    //Kalau ada beberapa orang yang iri, dengki dan membenci Anda, lalu mereka membuat rekayasa tulisan yang isinya mendiskreditkan Anda. Kemudian, rekayasa tulisan itu diklaim telah dibuat berdasarkan buku harian Anda. Setelah itu, rekayasa tulisan mereka itu dicetak-ulang dan disebarkan ke seluruh dunia dengan berbagai versi dan bahasa, padahal isinya fitnah dan bohong belaka. Apa yang akan Anda lakukan?///

    Anda tidak percaya kan itu tulisan MGA yang anda Anggap Orang Suci tapi tulisan nya seperti tulisan seorang ppembohong besar
    makanya sebelum and ikut sesuatu aliran itu harus dipelajari sedalam dalam nya buku buku mereka termasuk orang yang dianggap
    suci oleh pendahulu pendahulu mereka
    seharusnya anda cek dulu dan baca seluruh buku ahmadiyah jadi kalo ada orang muslim yang rajin membaca seperti andrian Paul anda
    cuma bisa omong //semuanya fitnah orang yang iri,penentang Ahmadiyah//

  73. master chi said

    heam yang lucu

    anda mengatakan
    “Bukti-bukti fitnah dan kekacauan yang sudah kembali lagi kepada mereka (Omarella dan Amin Jamaluddin) sudah diuraikan di dalam thread ini yang bersumber dari Roy Tanamal (yang bersama-sama dengan Omarella dan Amin Jamaluddin pernah dijuluki TIGA ANAK ALTAR PEMBELA YESUS). Tetapi, kalau Anda ingin melihatnya lagi silahkan klik (mudah-mudahan tidak disensor Admin) blog berikut ini: http://tpfkindonesia.wordpress.com/2010/08/25/biodata-asli-habib-abdurrahman-assegaf/

    komentar saya
    1. semua sudah tau sosok ulama karismatik Habib Abdurrahman Assegaf siapa beliau, bagaimana keseharian beliau.
    dan semua juga sudah tau website yang anda cantumkan adalah website penyebar fitnah.

    2. jika hendak membuktikan penjabaran bung Adrian adalah fitnah, maka anda buka juga kitab-kitab karangan MGA laknatullah, anda sampaikan kebenarannya.
    apakah anda tidak pernah mengikuti persidangan dalam pengadilan?
    apabila anda (ahmadiyah/pembela ahmadiyah) dijabarkan kesesatannya oleh muslimin (seperti bung Adrian) anda hanya menyampaikan komentar “SUDAK SAYA CEK”, “MISSUNDERSTANDING”, dan “Bukti-bukti fitnah dan kekacauan yang sudah kembali lagi kepada mereka”
    maka sang hakim dan para pengunjung pengadilan akan mentertawakan anda.

    lain halnya jika anda menyanggah pendapat bung Adrian dengan
    “coba kamu buka kitab xxx karangan Imam Nawawi halaman xxx”
    “coba kamu buka kitab xxx karangan Imam Malik halaman xxx”
    “coba kamu buka kitab xxx karangan Imam Syafii halaman xxx”
    “coba kamu buka kitab xxx karangan Ibnu Taimiyyah halaman xxx”
    “coba kamu buka Al-Qur’an surah xxx ayat xxx”
    “coba kamu buka Shahih Bhukhari no xxx”
    “coba kamu buka Sunan Abu Daud no xxx”
    “coba kamu buka Shahih Muslim no xxx”
    semuanya menunjukkan bahwa MGA adalah sosok Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu

    maka hakim dan pengunjung akan mengiyakan MGA adalah Imam Mahdi

    tapi SANGAT DISAYANGKAN karena keterbatasan hujjah, maka pengikut MGA hanya mengungkapkan
    “SUDAH SAYA CEK”, “MISSUNDERSTANDING”, “FITNAH”
    tanpa bisa membuktikan apapun
    sehingga membuat semua orang terpingkal-pingkal

  74. HEAM said

    @ Mas’ud & Master Chi,

    Memahami kalimat-kalimat dalam tulisan saya saja sudah salah, bagaimana bisa memahami Al Quran dan Hadits.

    Siapa yang menyatakan bahwa Tadzkirah itu kitab sucinya Ahmadiyah?
    Kalau yang menyatakannya dari pihak non-Ahmadiyah, apakah itu fitnah atau bukan?
    Anda sudah tahu belum definisi Islam menurut Al Quran dan Hadits?

  75. Adrian Paul said

    @HEam

    Menurut anda Tadzkirah ama Ruhani Khazain itu apa?

  76. master chi said

    heam

    jika saya ada kesalahan dalam memahami kalimat anda, mana yang salah? dan jelaskan maksud anda sebenarnya.

    HEAM berkata
    29/04/2011 pada 11:54

    @ Mas’ud & Master Chi,

    Memahami kalimat-kalimat dalam tulisan saya saja sudah salah, bagaimana bisa memahami Al Quran dan Hadits.

    Siapa yang menyatakan bahwa Tadzkirah itu kitab sucinya Ahmadiyah?
    Kalau yang menyatakannya dari pihak non-Ahmadiyah, apakah itu fitnah atau bukan?
    Anda sudah tahu belum definisi Islam menurut Al Quran dan Hadits?

    komentar anda diatas sangat menggantung, anda tidak menyelesaikan satu topik, tapi anda malah membuka topik yang baru.

    topik yang ada
    anda mengatakan sumber dari Adrian adalah FITNAH. yang saya mau tau, kalau itu fitnah, lantas bagaimanakah yang sebenarnya?
    dan pertanyaan saya selanjutnya, sudahkah anda membaca kitab-kitab karangan MGA laknatullah dan membandingkan dengan Al-Qur’an & Hadits sehingga menganggap sumber dari Adrian adalah FITNAH?

  77. Adrian Paul said

    Mirza Ghulam Ahmad Riwayat hidupnya secara singkat Kronologi peristiwa-peristiwa pent.
    1839/40
    * Mirza lahir dari pasangan Chiragh Bibi dan Ghulam Murtaza
    1846
    * Mendapatkan pendidikan formal mengenai Quran, Hadits dsb dimulai di rumah dari Molvi Fazl Ilahi

    1849
    * Molvi Fazal Ahmad mengajar berbagai mata pelajaran.

    1852/53
    * Perkawinan pertama dengan Hurmat Bibi alias Phajje di Maan. Melahirkan Dua anak laki-laki yaitu Sultan Ahmad dan Fazal Ahmad.

    1857/58
    * Gul Ali Shah mengajar tata bahasa Arab dsb.
    * Perang Kemerdekaan, yang disebut Indian Mutiny (PEMBERONTAKAN INDIA)
    * Untuk membuktikan kesetiaannya kepada Raja Inggris, Ayah Mirza menyumbang 50 tentara berkuda untuk memerangi kaum Muslimin dalam perang Kemerdekaan tersebut. (SETYA: Tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Mirza untuk menentangnya, bandingkan dengan AL AMIN, yang selalu berkata lurus dan mengatakan yang benar, ini sekaligus membuktikan ketidak-ma’shum-an Mirza.)
    * Mirza Ghulam Qadir, abang Mirza Ghulam, yang bertugas pada Divisi 46 di Ketentaraan Inggrisd dibawah pimpinan Jendral Nicholson, membantai banyak pejuang kemerdekaan di dekat Sialkot.(SETYA: Lagi-lagi tak ada satu kata pun yang keluar dari mulut Mirza untuk menentangnya)

    1864
    * Mirza lari dari rumah dengan mendapat pensiun tahunan ayahnya dan dihabiskannya untuk hal-hal yang tidak baik.
    * Mirza bekerja menjadi klerk pada pemerintah Inggris. Pengadilan di Sialkot.

    1864-68
    * Ikut ujian Hukum tetapi tidak lulus.
    * Mirza berkawan dengan romo Kristen yang kemudian memainkan peranan

    1868
    * Komisi Parlemen dari Inggris datang untuk mencari cara- cara memadamkan semangat Jihad diantara kaum Muslimin.
    * Mirza mengundurkan diri dari pekerjaannya dan pergi ke Qadian
    * Memperkenalkan diri sebagai Pembahas Islam.

    1870
    * Laporan Komisi Parlemen tentang ‘Kedatangan Kekaisaran Inggris di India’ diserahkan kepada Parlemen Inggris. Laporan tersebut merekomendasikan diciptakannya Kerasulan seorang Nabi untuk memadamkan Semangat Jihad di kalangan umat Muslim.
    (SETYA: Tak terhitung ummat manusia sekarang yang tertipu oleh para penjajah yang ingin melanggengkan cengkeramannya di negara jajahannya. Diantaranya dengan menciptakan negara Israel oleh Inggris, Kuwait oleh Inggris, pengambil-alihan Hongkong dari Cina juga oleh Inggris. Tidak melihatkan saudara-saudara yang berkeyakinan Ahmadiyah terhadap move’ negara imperialis ini di seluruh dunia? Bandingkan dengan move’ oleh Snouck Hoergronye yang mendekati umat islam di Aceh dan memadamkan semangat jihad, sembari mengharamkan yel Allaahu Akbar’.)

    1871
    * Mirza Ghulam dipilih untuk jabatan’ sebagai Rasul

    1877
    * Dituntut pidana oleh jawatan pos.

    1879
    * Mengklaim telah Diangkat oleh Tuhan’ untuk membuktikan kebenaran Islam
    * Mengumumkan tulisan Braheen-e-Ahmadiyya yang akan dibuat sebanyak 50 jilid.
    * Memohon bantuan keuangan dan persekot untuk publikasi Braheen-e-Ahmadiyya.

    1879-84
    * Menerbitkan empat jilid Braheen-e-Ahmadiyya.

    1884 dst.
    * Berhenti menulis Braheen-e-ahmadiyya.
    * Menulis buku demi buku, menulis sekitar 80 buku selama 25 tahun berikutnya.
    * Merujuk Braheen-e-Ahmadiyya sebagai KITABULLAH.

    1884
    * Mengklaim diri sendiri sebagai Mujaddid/pembaharu Islam.
    * Kawin kedua kalinya dengan Shahjehan Begum anak dari Mir Nasir Nawab, sehingga terlahir 3 anak laki-laki yaitu Mirza Bashiruddin Mehmood (Khalifah ke-2 dan ayah dari Mirza Tahir, Khalifah yang sekarang), Mirza Bashir Ahmad (penulis Seerat-ul-Mahdi) dan Mirza Sharif Ahmad.
    * Mengaku menjadi impoten dalam perkawinannya yang ke-2. Berdo’a kepada Tuhan agar diberi kekuatan sexual. Tuhan memberikan Wahyunya agar ia meracik JAMU ILAHI.
    * Atas perintah ilahi, ia membuat jamu/jampi yang disebut ‘TIRYAQ-e-ILAHI’ agar ‘energy’nya pulih kembali. Bahan utamanya adalah ‘OPIUM’.
    (SETYA: Saya kurang tahu apakah OPIUM atau madat dihalalkan dalam Ahmadiyah, namun ummat Islam harus meniru perbuatan Rasulullah Muhammad SAW. Apabila kaum Ahmadi juga meniru perbuatan keji oleh orang yang didakwahkannya sebagai rasul, maka secara sadar menyebar kekejian. Bisa saja dibantah oleh pemeluk yang kalap bahwa madat atau opium tidak haram, karena tidak disebut eksplisit dalam Quran, namun institusi IJMAK dipakai oleh pemeluk Islam. IJMAK ini akan meperbandingkannya dengan Khamr yang kurang berbahaya dibandingkan opium. Manfaat dan mudharat adalah pertimbangannya.)
    1888
    * Mulai diambil sumpah setianya (Peeri-Mureedi) oleh masyarakat.
    * Meminta Mohammadi Begum untuk perkawinan ke-3.
    * Mengumumkan bahwa perkawinannya yang ke-3 ini dengan Mohammadi Begum adalah lamaran atas wahyu ilahi dan penolakan dari siapapun akan mengakibatkan konsekuensi tragis pada gadis tersebut, keluarganya, dan orang yang kawin dengan gadis ini.
    (SETYA: Orang yang mengatakan diri sendiri rasul menyumpahi orang lain, kelakuan ini sangat jahiliah dan mungkar. Bandingkan dengan prediksi Muhammad SAW mengenai pecahnya kekaisaran Persia, beliau tidak menyumpahi, hanya melihat probabilitas pecahnya kekaisaran yang dholim, seperti dirobeknya surat beliau oleh Kisra Khosru I–hal ini amat disesalkan oleh kaum Shiah.)
    * Mirza Ghulam mengumumkan: “Harus dipahami oleh masyarakat bahwa tidak ada kriteria lain yang lebih baik untuk menyimpulkan kebenaran selain kenabianku.” (Aina-e-Kamalate Islam, Roohani Khazain vol 5 p.288, by Mirza Ghulam)
    * Mirza mengancam istri pertama beserta anaknya tentang akibat langsung jika tidak mendukung perkawinannya dengan Mohammadi Begum.

    1891
    * Mendakwahkan diri sendiri sebagai Mas’ul Masih (Seperti Al Masih) dan menolak bahwa ia adalah Al Masih yang Dijanjikan.
    (SETYA: Rasul koq mencla-mecle’.)
    * Mengatakan bahwa orang-orang yang menuduhnya sebagai pembohong.
    * Mengklaim dirinya sebagai Mariam/Bunda Maria.
    (SETYA: Hanya orang yang jahilun/super bebal saja yang percaya hal ini)
    * Mengklaim dirinya mengandung karena ditiupkan ruh Isa kedalam dirinya (Jesus).
    (SETYA: sementara ia mengaku sebagai Isa, MIRZA MENGNDUNG DIRINYA SENDIRI??? Saya persilahkan Anda yang berakal sehat mempercayai omongan seperti ini).
    * Mengklaim menjadi Isa setelah 10 bulan dalam kandungan dalam kandungannya sendiri (Maryam’s). Dan mengatakan: “Inilah muasalnya saya adalah Jesus anak Maria.” (Kishtee Nooh, Roohani Khazain vol 19 p. 87-89)
    (SETYA: Kaum Ahmadi menyangkal trinitas, tapi disebut apakah hal ini??)
    * Mendirikan Gerakan Ahmadiyyah dalam Islam.

    1892
    * Mohammadi Begum kawin dengan Mirza Sultan Baig.
    * Untuk membalas hal ini, Mirza: o menceraikan istri pertamanya. o memaksa salah seorang anaknya untuk menceraikan istrinya. o membatalkan warisan kepada anak laki-lakinya yang kedua.
    [PS Istri pertamanya ada pertalian darah dengan Mohammadi Begum.]
    1893
    * Menantang Wakil Komisaris Abdullah Khan Atham, seorang misionaris Kristen untuk berpolemik secara tertulis untuk membuktikan kebenaran masing-masing agama
    Feb. 1893
    * Mirza mengumumkan: “Semua orang telah menerimaku dan menegaskan pendakwhan diriku, kecuali Anak-anak Pelacur, yang hatinya telah ditutup oleh Allah.” (Aina-e-Kamalate Islam, Roohani Khazain vol 5 p.548) Catatan: Anak Mirza sendiri yang hasil dari perkawinan pertamanya tidak menerimanya sebagai Al Masih/Messiah!!
    (SETYA: Setiap nabi dan rasul adalah ma’shum, bahasa kotor tidak akan digunakannya, orang yang percaya dengan kalap akan membela pendakwah nabi yang berkata kotor secara mati-matian).
    22 Mei – 5 Juni 1893

    * Berpolemik dengan Atham. * Mirza kalah secara memalukan sekali. Akibatnya, banyak umat Muslim pindah menjadi Kristen/Nasrani! * Dengan tanpa sesal, Mirza mengumumkan Prediksi Ilahi tentang kematian Atham tanggal 22 May dalam jangka 15 bulan(5 Sept 1894). Dikatakannya: “Saya bersaksi bahwa jika prediksi ini ternyata salah… Saya siap menerima hukuman apapun, Saya akan dipermalukan, mukaku dihanguskan, ikat tali dileherku dan gantunglah… Saya bewrsumpah demi Allah bahwa Dia akan benar-benar mengabulkannya, benar-benar mengabulkan, mengabulkannya. Bumi dan surga boleh berpindah tetapi kata-2 Allah tidak akan batal.” (Jang-e-Muqqaddas, Roohani Khazain vol 6 p.293)

    Apr 1894 Atham masih tetap hidup. Beberapa kali usaha pembunuhan dilakukan kepada Atham oleh orang yang tak dikenal. 4 Sept * Peluru rahasia : Mirza mengucapkan mantera wazifa diatas biji beracun dan melemparkannya kedalam sumur tua untuk membunuh Atham.
    1896

    * Umat Kristiani merayakan kemenangan Abdullah Atham dan > mempermalukan serta mencerca Islam – berkat Mirza Ghulam!!.
    * mengulangi asal Prediksi ilahi dan perkawinan dengan Mohammdi Begum. Dikatakannya:

    “Jika saya pembohong, kematianku segera datang dan Prediksi ini tidak akanterpenuhi (Anjame Atham)
    * Ia mengumumkan wahyu: “Dan mereka menanyakan pada kalian apakah ini benar? Katakanlah: Ya, demi Tuhan itu benar dan kalian tidak akan Mampu mencegah terjadinya. Kami telah mengwinkanmu dengannya Tak ada yang mampu mencegah kata-kataKu (Asmani Faisla) >

    # 27 Juli 1896 Mengumumkan bahwa kakek dan nenek Jesus Adalah Pelacur, muasal darah kelahirannya dan bahwa inilah Alasan kecondong Jesus terhadap pelacur!!

    (SETYA: MG Ahmad menuduh Nabi Isa/Jesus condong pada pelacur. Menunjukkan bahwa MG Ahmad tidak hormat sama sekali kepada Nabi Isa–dalam waktu lain ia mengklaim Isa sebagai dirinya sendiri–yang berarti juga mengumumkan kesenangannya pada pelacur.)
    1897

    * Mengajukan petisi kepada Pemerintah Inggris
    * Ikut selamatan Thanksgiving bagi Queen Victoria pesta perak dari pemberian mahkotanya
    * Tuntutan terhadap Mirza oleh pejabat Pajak.
    * Pencarian kerumanya oleh Polisi atas dugaan pembunuhan Pundit Lekhram, kasus pidana dituntut kepadanya dan ia dilepaskan.

    1898/99

    * Petisi kepada gubernur Punjab mengingatkan bahwa:
    * Kakek moyangnya selalu menjadi hamba setia.
    * Ia sendiri adalah BENIH YANG TUMBUH SENDIRI/TERTANAM SECARA MANDIRI/SUKARELA kepada Raja-raja Inggris.
    * Dari sejak kecil sampai sekarang setelah berumur 65 tahun, ia telah melakukan tugas-tugasnya yang penting dengan pena dan lidahnya, untuk mengubah hati ummat Muslim kedalam cinta kasih & niat baik serta simpti kepada Pemerintah Inggris dan melenyapkan konsep Jihad dari sanubari orang-orang Islam yang bodoh itu.
    * Kasus pidana dituntut terhadap Mirza agar menjaga perdamaian

    1900

    * Mirza membatalkan Jihad.
    * Menamakan para pngikutnya sebagai Ahmadi dan memerintahkan penggunaan identitas tersebut untuk sensus.
    * Mengklaim Kenabian.

    25 MEI 1900

    * Mirza Ghulam mengumumkan bahwa semua orang yang tidak menerimanya sebagai nabi adalah tidak taat pada Allah dan NabiNya dan akan tinggal di neraka

    1901

    * Mirza masih belum melupakan Mohammadi Begum. Mengeluarkan pernyataan lainnya bahwa kejadian balik yang aneh akan dialami dan ia akhirnya akan kawin dengan Begum karena hal itu adalah masalah perintah Illahi.

    (SETYA: Untuk menghalalkan nafsunya mengawini Begum ia berlindung pada kebohongan wahyu yang kesemuanya tidak terjadi. Rasulullah Al Amin saw tidak pernah mengejar-ngejar wanita untuk dikawini, alasan utamanya adalah masalah sosialdan ekonomi, mis. Mengawini janda tua dan telah menanggung beberapa anak dsb., apalagi dengan mengancam orang lain–istri pertama dan anaknya sendiri seperti pembual Mirza GA ini. Saya cenderung memberi gelar Mirza ini sebagai AHMAD AL KAZZABUL AKBAR)

    1902

    * Akhirnya untuk memberikan napas bagi Mohammadi Begum, beberapa orang muslims memikirkan ide yang cemerlang. Jaafer Zitly menulis di surat kabar: “Saya melihat dalam mimpi bahwa Mirza Ghulam Qadiani akan kawin dengan saya!!”

    Mirza benar-benar blangkeman’ (terbungkam). Setelah itu ia tak pernah menyinggung mengenai Mohammadi Begum sampai kematiannya tahun1908. Mohammadi Begum tetap hidup bahagia bersama suaminya sampai 40 tahun kemudian.

    (SETYA: Saya heran pada khalayak yang membela manusia yang begini hina, barangkali karena ketidak-tahuannya, ketidakpedulian, atau memang telah menutup mata dan kalap sehingga HUDA tidak datang pada mereka)

    1902

    * Mirza mengumumkan: “Dasar dari klaimsaya bukanlah Hadits tetapi Quran dan Wahyu saya sendiri; untuk mendukungnya kami juga mengutip hadits-hadits yang tidak bertentangan dengan wahyu saya. Sedangkan sisa Hadits lainnya saya buang seperti membuang kertas bekas. (Zamima Nuzoole Maseeh, Roohani Khazain vol 19 p.140)

    (SETYA: Masya Allah. Ternyata klaim Sdr Nadri adalah DUSTA bahwa jemaat Ahmadi adalah muslim. Tiap muslim wajib mengikuti sunnah Rasulullah SAW dan al Quran. Tida ada hadits yang dapat dibuang kecuali cacat riwayat dan sanadnya, atau isinya bertentangan dengan Al Quran)
    1903

    * Membangun Minarat-ul-Maseeh di Qadian, 12 tahun setelah menjadi Al Masih/Messiah yang dijanjikan

    1904

    * Mengklaim sebagai dewa Krishna umat Hindu.

    (SETYA: Lagi-lagi bualan bid’ah dan khurafat dikeluarkannya. Dalam Islam bid’ah dan khurafat sangat dilarang. Silahkan buktikan).

    1905

    * Membangun Makam Suci di Qadian.

    1906

    * Mengaku menderita SAKIT JIWA dan kencing terus menerus 100 kali per hari sejak pernyataanya bahwa ia diangkat rasul oleh Allah (1879)

    1907

    * Mengadakan duel doa melawan Molvi Sanaullah Amratsari.
    * Mengumumkan doanya di Surat Kabar dimana ia berdoa keada Allah SWT agar para Pembohong itu mati selama > kebenaran masih ada dan kematian para pendusta itu adalah karena sebab Kolera atau Musibah–menurutnya ini adalah tanda kemarahan Illahi.
    * Menyatakan bahwa Allah telah menamakannya Muhammad dan Ahmad 26 tahun yang lalu di Braheen-e-Ahmadiyya. (Haqeeqatul Wahi, Roohani Khazain vol 22 p.502)
    * Menyatakan bahwa Allah telah mewahyukan 300,000 tanda-tanda untuk mendukung klaimnya

    (SETYA: Inilah satu-satunya doa Mirza Ghulam Ahmad yang dikabulkan oleh Allah SWT. Mirza Ghulam Ahmad Alkazzabul Akbar –Pembohong Terbesar–mati karena kolera).

    15 Mei 1907

    + Menyatakan bahwa surah-surah dlm Al Quranul Karim berikut ini, yang diwahyukan untuk menghormati dan, memuji nabi besar Muhammad SAW, sekarang telah diwahyukan untuk menghormati Mirza:
    + Surah 7:17
    + Surah 55:1
    + Surah 9:33
    + Surah 53:9
    + Surah 17:1
    + Surah 3:31
    + Surah 48:10
    + Surah 48:1
    + Surah 73:15
    + Surah 107:1
    + Surah 36:3

    (Haqeeqat-ul-Wahi, Roohani Khazain vol 22)
    * Mengklaim bahwa Allah telah emnamakan dirinya sebagai tiap nabi, oleh karenanya ia mengatakan:

    “Aku adalah Adam, Aku adalah Noah/Nuh, Aku adalah Abraham/Ibrahim, Aku adalah Isaac/Ishak, Aku adalah Jacob/Ya’kub, Aku adalah Ishmael/Ismail, Aku adalah Musa, Aku adalah Daud, Aku adalah Isa anak Maryam, Aku adalah Muhammad…(SAW).” (Haqeeqatul Wahi, Roohani Khazain vol 22 p. 521)

    1908

    * Menerbitkan Braheen-e-Ahmadiyya jilid lima. Dalam pembukaannya ia menulis:

    “Pada awalnya saya berjanji untuk menulis 50 jilid. Namun karena selisih antara 5 dan 50 adalah NOL, maka janji saya telah terpenuhi setelah menulis 5 jilid.”

    1908

    * Mirza mengadakan resepsi bagi Financial Commissioner Punjab
    * KEMATIAN: Mirza tiba-tiba terjangkit penyakit kolera Dengan penyesalan yang dalam dan kesedihan ia mengeluarkan kata-kata terakhirnya kepada ayah mertuanya:

    “Mir Sahib! Saya kejangkitan kolera”, Ia tak dapat mengeluarkan kata-kata sesudahnya dan meninggal dalam waktu singkat setelah itu.
    * Mohammadi Begum hidup bahagia dengan suaminya 35 tahun setelah itu.
    * Molvi Sanaullah Amratsari hidup selama 40 tahun setelah kematiannya itu.

    1908

    * Hakeem Nuruddin menjadi penerus pertama.

    1914

    * Hakeem Nuruddin jatuh dari kuda dan meninggal.
    * Mirza Basheeruddin Mehmood, bin Mirza Ghulam, menjadi Khalifah ke-2.
    * Demikian riwayat singkat dari Mirza Ghulam Ahmad.

    monggo silahkan dibaca ,hehheheeh jgan cuman “sudah saya cek,anda menipu,afiliasi ulama uhum palestina” ( nggk bsa bikin lagu baru ya,banyak tuh lagu baru kalau mau mikir). sekian

  78. Jin Islam said

    hiiiiiiiiiiihhh….hih….hih…hih….hiiiiiiiiiii… :lol:

    Assalamu alaikum wa rohmatullohi wa barokatuh utk Sdr2ku Umat Islam peserta dialog ISLAM vs AHMADIYAH.

    Salam damai dan sejahtera, utk warga Ahmadiyah dan Non-muslim lainnya peserta dialog ISLAM vs AHMADIYAH.

    Apkbr Anda sekalian hari ini? Smg baik2 dan sehat.

    Weeekekekekekekekekkk…. Alhamdulillah hr ini hari Jum’at (akhir pekan)… besok bangsa jin libur 2 hari.. Hooooreeeeeeeeeeeee…….. :lol:

    Waaaaaaakakkakkakkakakakkakkkk…
    WUUUAAAAAAAAKKKKAKKAKKAKKAKKKK…. :mrgreen:

  79. Jin Islam said

    Sdr2ku @Muslimin
    Perhatikan kata2 ahmadi/yahudi setelah TANDA PANAH ( ═══► )penegas di bawah ini.

    #

    Ahmadi/yahudi pemalsu qur’an dan hadits, dan pemakai nama “Ini Apa” berkata
    26/04/2011 pada 07:58

    MAS’UD berkata
    25/04/2011 pada 09:50
    SIAPAPUN YANG MENGAKU SEBAGAI NABI SETELAH NABI MUHAMMAD ADALAH PENDUSTA AGAMA=PENDUSTA ALQUR’AN & HADIST
    =PENDUSTA ALLAH DAN NABI MUHAMMAD SAW

    Mau pendusta kek, mau sesat kek, mau menyesatkan kek, mau memberi pencerahan kek, apapun bentuknya itu urusan mereka.
    Anda sebaiknya jawab dengan baik dan benar supaya tidak ada kesan ═══►MENCACI MAKI…..OKE OKELAHHH.

    #

    Ahmadi/yahudi pemalsu qur’an dan hadits, dan pemakai nama “Ini Apa” berkata
    26/04/2011 pada 08:20

    MAS’UD berkata
    25/04/2011 pada 09:30
    @SUNAN JOGO KALI
    ADAKAH ORANG LAIN, SELAIN HMGA, PADA AWAL ABAD KE-14 HIJRIAH, NAMANYA AHMAD, BERASAL DARI QADIAN (DEKAT MENARA PUTIH DI SEBELAH TIMUR DAMASKUS), INDIA, AHLUL BAIT, KETURUNAN BANGSA PARSI/PERSIA YANG MENDAKWAKAN DIRI DIUTUS ALLAH SEBAGAI IMAM MAHDI DAN MASIH MAU’UD, NABI UMMATI, DIDUKUNG OLEH TANDA FALAQ YANG BERPEGANG TEGUH KEPADA TALI ALLAH DAN MENDAPAT MANDAT DARI ALLAH UNTUK MENERIMA BAI’AT?

    Jawab :
    Memang tidak ada yang mengaku karena hanya orang Gila dan Orang yang kemaruk pada kehidupan Dunia yang berani mengaku sebagai
    Imam Mahdi dan hanya Orang Bodoh yang mengakuinya sebagai Nabi/Imam Mahdi karena dari Akhlak dan perbuatanya sudah Jauh dari memenuhi kriteria Imam Mahdi tapi Al Kadzablah yang pantas Gelar untuk orang yang mengaku Nabi setelah Nabi Muhammad

    Jawaban seperti ini adalah membikin orang menilai bahwa anda itu ═══►TUKANG CACI MAKI.

    #

    Ahmadi/yahudi pemalsu qur’an dan hadits, dan pemakai nama “Ini Apa” berkata
    21/04/2011 pada 13:45

    ini apa, dialog atau ═══►CACI MAKI? waduh waduh memalukan.

    #

    Ahmadi/yahudi pemalsu qur’an dan hadits, dan pembajak nama “Sunan Kalijaga” berkata
    21/04/2011 pada 21:11

    (4) Bagaimana mungkin, dengan cara kalian ═══►MENCACI-MAKI Jamaah Islam Ahmadiyah dan Pendirinya, Allah akan memberikan Rahmat-Nya kepada kalian untuk bisa berbicara dan bersikap lemah-lembut seperti Nabi Muhammad Rasulullah saw.

    #

    Ahmadi/yahudi pemalsu qur’an dan hadits, dan pembajak nama “Sunan Kalijaga” berkata
    18/04/2011 pada 07:29

    Apakah Anda ingin mendapat penjelasan dari saya tentang MUBAHALAH yang benar? Mintalah kepada saya untuk menjelaskan dengan ═══►BAIK-BAIK, ═══►SOPAN-SANTUN, ═══►LEMAH-LEMBUT, ═══►TAWADHU sambil beriman dan bertakwa kepada Allah sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad SAW, karena Al Quran itu adalah petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa (QS Al Baqarah 2:4), bukan untuk orang-orang yang ═══►EMOSIONAL, ═══►KASAR DAN ═══►TEMPERAMENTAL seperti Anda sekarang ini.

    #

    Ahmadi/yahudi pemalsu qur’an dan hadits, dan pemakai nama “Muhammad Ahmad” berkata
    12/04/2011 pada 08:28

    —>>> Kalau ingin belajar, maka belajarlah dengan baik, ═══►PERLIHATKAN AKHLAK YANG BAIK sebagaimana murid minta kepada gurunya untuk ‘mangajarkan’. Jangan seperti sekarang, minta diajari, tetapi mencemoohkan, MENCACI MAKI, menghujat, menganggap di luar Islam, sesat dan menyesatkan, menganiaya bahkan ada yang membunuh orang-orang Ahmadiyah. Itu semuanya perbuatan AGAINST ISLAM.

    #

    Ahmadi/yahudi pemalsu qur’an dan hadits, dan “pembajak nama Habib Rizieq” berkata
    10/04/2011 pada 21:39

    Tapi, ape nyang dilakukan orang-orang itu? Malah mereka memperolok-olokan/mencemoohkan (QS Yaasin 36:31 & Az-Zukhruf 43:8) Imam Mahdi dan Jemaatnya dengan kata-kata nyang ═══►KOTOR, ═══►TIDAK SOPAN & ═══►KURANG AJAR nyang tidak diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

    #

    Ahmadi/yahudi pemalsu qur’an dan hadits, dan “pembajak nama Habib Rizieq” berkata
    08/04/2011 pada 22:59

    Kalo ente CACI-MAKI orang-orang Ahmadi, maka ═══►CACI-MAKI itu akan kembali lagi ame ente, lagian ═══►CACI-MAKI kan kagak diajari ame Rasulullah SAW, makenye hentikan aje, malu-maluin pengakuan ente sebagai umat Islam atau umat Nabi Muhammad SAW, nyang Rahmatan-lil-’alamin.

    #

    Ahmadi/yahudi pemalsu qur’an dan hadits, dan “pembajak nama Habib Rizieq” berkata
    08/04/2011 pada 11:19

    Ente kagak ngarti hadits nubuatan kan? Sorry, ane kagak punya waktu buat orang yang ═══►CACI-MAKI tapi ngaku-ngaku sebagai umat Islam. Kontradiksi antara ajaran Rasulullah SAW dengan yang ngaku-ngaku pengikut.

    # # # # # # # # # # # # # # #

    Komen:

    Sdr2ku Muslimin,

    Kl Anda baca komentar2 ahmadi/yahudi di atas mrk ingin menunjukkan kpd kita umat Islam kl mereka itu sok SOPAN, BERAKHLAK, TIDAK SUKA MENCACI MAKI, DSB.

    Benarkah begitu?

    Inilah ajaran nabi palsu mirza ghulam ahmad yg mengajarkan pengikutnya ahmadi/yahudi untuk MENCACI MAKI DAN MELAKNAT siapapun yg tidak beriman kpd nabi Mongol mirza ghulam ahmad. MGA mengajarkan kpd pengikutnya WIRID LAKNAT CACI MAKI 1000 KALI setiap hari ditujukan kpd Muslimin yang tidak beriman kpd kenabi-palsuan MGA.
    WIRID LAKNAT CACI MAKI ini ditulis dalam kitab sesat ahmadi/yahudi yg berjudul Nurul Haq (Bab 1) dan Ruhani Khazain Jilid 8 halaman 158 s/d 163.

    WIRID LAKNAT CACI MAKI tsb berbunyi: LAKNAT, LAKNAT, LAKNAT, LAKNAT, LAKNAT, LAKNAT, LAKNAT, LAKNAT, LAKNAT, LAKNAT, LAKNAT, LAKNAT, LAKNAT, LAKNAT, LAKNAT, LAKNAT, LAKNAT, LAKNAT, LAKNAT, LAKNAT dst SEBANYAK 1000 KALI SETIAP HARI.

    Silahkan membaca WIRID LAKNAT CACI MAKI 1000 KALI SETIAP HARI ala nabi palsu MGA pada Scan halaman kitab ASLI (Nurul Haq, Bab 1 dan Ruhani Khazain) dari wirid ke 1 s/d 35 pd LINK berikut ini :

  80. Jin Islam said

    Silahkan membaca WIRID LAKNAT CACI MAKI 1000 KALI SETIAP HARI ala MGA pada Scan halaman kitab ASLI (Nurul Haq, Bab 1 dan Ruhani Khazain) dari wirid ke 907 s/d 1000 pd LINK berikut ini:

  81. Jin Islam said

    Bagi yang mau melihat WIRID LAKNAT CAN CACI MAKI 1000 KALI SETIAP HARI, ((((langsung dari kitab sesat Ruhani Khazain)))) silahkan Klik SITUS RESMI Ahmadiyah berikut ini:

    http://www.alislam.org/urdu/rk/Ruhani-Khazain-Vol-08.pdf

    buka halaman 158 s/d 163

    Selamat menyaksikan… :)

  82. Jin Islam said

    Yth Sdr2ku @Master Chi, @MAS’UD, @Adrian Paul, & Muslimin lainnya.

    Orang ahmadiyah itu selalu menolak kalau dikatakan kitab sucinya adalah Tadzkirah. Padahal di COVER Kitab Tadzkirah sendiri tertulis WAHYU MUQODDAS (kalau diterjemahkan artinya WAHYU SUCI).

    Lha KITAB YANG BERISI KUMPULAN WAHYU-WAHYU SUCI terus dinamakan apa kalau bukan KITAB SUCI???

    Perhatikan Scan Cover Kitab Tadzkirah di bawah ini. Perhatikan kata yang di beri tanda warna HIJAU tertulis kata “YAKNI”. Dan yang diberi tanda MERAH tertulis kata “WAHYU MUQODDAS”. Jadi pada cover Tadzkirah memang tertulis kata :

    تَذْكِرَةْ – يَعْنِي وَحْيُ مُقَدَّسْ
    (Tadzkirah – Yakni Wahyu Muqoddas)
    yang artinya Tadzkirah Adalah Kitab Suci!!!!

    Mau diplesetkan gimana lagi???

    Ya ga heran lah kalau diplesetkan. Karena ahmadi/yahudi memang ahli dalam ilmu plesetan. Lha wong tafsir qur’an 30 juz dan hadits Rasulullah SAW aja diplesetkan dan dipalsukan… apalagi kitab Tadzkirah yg memang berisi pembelaan diri nabi palsu dari Mongol mirza ghulam ahmad..

  83. MAS'UD said

    @HEAM

    Kemarin saya tanya ke @Jogo Kali (nggak Dijawab sudah kecebur kali mungkin kok nggak muncul)
    kalo gitu saya tanya ke @HEAM kayaknya lebih keren mentalnya

    @Sunan JOGO Kali,@Apa ini Apa itu dan kaum Ahmadiyah yang lain

    1.Benarkah yang di tulis oleh saudara @Andrian Paul?
    2.Jika tidak tolong dikoreksi mana yang salah ?
    3.Jika benar kenapa anda masih mengikuti Ahmadiyah?
    Kami tunggu jawabanya tapi bukan yang seperti ini(Itu adalah Fitnah dari Ulama Uhum Penentang Ahmadiyah) karena
    kalo masih menjawab seperti jawaban (…. )maka itu adalah ketegori Jawaban Bodoh,katanya nggak mau di caci maki
    jawab yang relevan yaa yaa…

  84. Adrian Paul said

    @Jin Islam

    saudara benar2 memberikan “upper cut” yang telak ,kepada para pengikut ahmadiyyah. Bukti yang anda berikan memang benar dari websitenya ahmadiyyah. Semoga agama Allah SWT yang kita cintai tetap haq sampai akhir zaman.Amin

    @heam: apakah anda masih mengelak klo bukti itu berasal dari situs resmi Ahamadiyyah?. hati2 lho ente bsa dianggap kafir sama jamaah ente ahmadiyyah. wkwkwkkwkw.lucu mode on

    maaf saya nggk memaki lho

  85. HEAM said

    MAS’UD berkata

    29/04/2011 pada 15:30

    1.Benarkah yang di tulis oleh saudara @Andrian Paul?

    —>> Tidak benar. Dia hanya copas dan tidak mengerti isinya dan dia juga tidak mengerti Islam.

    2.Jika tidak tolong dikoreksi mana yang salah?

    —>> Kalau ingin dikoreksi, bukan di sini tempatnya, tapi datanglah secara baik-baik dan tanyakan langsung kepada muballigh Ahmadiyah. Kalau istilah NU, Ta’aruf, Tabayyun dan Tawasuth.

    3.Jika benar kenapa anda masih mengikuti Ahmadiyah?

    —>> Dengan membaca Dalil Pamungkas saja, saya sudah bisa menyimpulkan bahwa Ahmadiyah adalah benar Islam Sejati. Mampukah Anda menjawab Dalil Pamungkas? Karena tidak mampu menjawab, akhirnya mencaci maki dengan menyebut Dalil Sampah Pamungkas. Itulah indikasi orang-orang yang tidak mampu menjawab.

    Anda bisa menjelaskan arti Islam berdasarkan Al Quran dan Hadits?
    Silahkan, jelaskan kalau Anda orang Islam.

  86. Nabi Palsu said

    Kedunghalang, si somad, ini apa, kali joglo, heam, mualaf…
    Mualaf adalah orang yg sama…
    Hahahahahahahahahahahahahaahaaa

  87. master chi said

    heam yang lucu

    anda mngatakan
    “—>> Tidak benar. Dia hanya copas dan tidak mengerti isinya dan dia juga tidak mengerti Islam.”

    komentar saya
    wah anda bisa menilai Sdr. adrian TIDAK MENGERTI ISLAM, kalau begitu anda sudah paham dengan Islam.
    coba anda jelaskan apa sih Islam itu menurut Al-Qur’an dan Hadits?

    saya tidak mau anda banyak alasan, jika anda banyak alasan, berarti anda BUKAN pengikut Rasulullah SAW, karena Rasulullah SAW apabila ditanya tak banyak alasan, dan langsung dijawab
    anda mengtakan
    “—>> Kalau ingin dikoreksi, bukan di sini tempatnya, tapi datanglah secara baik-baik dan tanyakan langsung kepada muballigh Ahmadiyah. Kalau istilah NU, Ta’aruf, Tabayyun dan Tawasuth.”

    komentar saya
    hahahahaha
    bilang saja anda miskin ilmu, jadi anda tidak bisa membantahnya.
    kan anda yang mengatakan salah, berarti anda juga yang harus mengoreksinya.

    anda mengatakn
    “—>> Dengan membaca Dalil Pamungkas saja, saya sudah bisa menyimpulkan bahwa Ahmadiyah adalah benar Islam Sejati. Mampukah Anda menjawab Dalil Pamungkas? Karena tidak mampu menjawab, akhirnya mencaci maki dengan menyebut Dalil Sampah Pamungkas. Itulah indikasi orang-orang yang tidak mampu menjawab.”

    komentar saya
    dalil pamungkas? dalil sampah kali ya?
    hahahaha
    sudah dibantah berkali-kali
    1. yang disampaikan BUKAN Al-Qur’an melainkan TAFSIR MGA laknatullah
    2. yang disampaikan BUKAN hadits melainkan hanya perkataan seseorang yang sedikit dimodifikasi dengan menambahkan “Rasulullah SAW bersabda” sehingga terkesan itu adalah hadits

    anda mengakatan
    “Anda bisa menjelaskan arti Islam berdasarkan Al Quran dan Hadits?
    Silahkan, jelaskan kalau Anda orang Islam.”

    komentar saya
    kok pertanyaan dari mas’ud belum dijawab malah ditanya balik?

    nih pertanyaannya
    “2.Jika tidak tolong dikoreksi mana yang salah ?”

    anda hanya menyuruh untuk belajar ke mubaligh ahmadiyah laknatullah, tapi anda sendiri yang MENGATAKAN TIDAK BENAR tak mampu mengoreksinya.

    sebaiknya anda koreksi dulu mana yang salah dari perkataan Sdr. adrian

  88. HEAM said

    ###sebaiknya anda koreksi dulu mana yang salah dari perkataan Sdr. adrian###

    Tidak ada manfaatnya koreksi fitnah. Kalau sudah hobby teruskan saja sampai puas.

  89. Diandra Adinda said

    @HEam :Bolak balik nggak karuan ,muter -muter tanpa arah yang jelas. intinya anda tidak menjawab pertanyaan. klo anda berkata bahwa “tidak ada manfaatnya koreksi fitnah” ,berarti Tadzkirah ama Ruhani Khazain kitab fitnah dong.Karna sumber berasal dari sana

  90. master chi said

    heam

    anda mengatakan
    “Tidak ada manfaatnya koreksi fitnah. Kalau sudah hobby teruskan saja sampai puas.”

    komentar saya
    secara tidak langsung anda lah yang penyebar fitnah, karena anda mengatakan FITNAH tapi tidak bisa membuktikan.

    lain dengan muslimin.
    mengatakan ahmadiyah sesat, tapi bisa membuktikan kesesatan ahmadiyah.
    kesesatan ahmadiyah yang paling besar adalah
    1. mengubah-ubah isi Al-Qur’an dan Hadits.
    2. membuat tafsir sesuka hati yang menjurus “mengiyakan” MGA laknatullah sebagai nabi/rasul

    memang pantas sekali kalau dikatakan jemaat ahmadiyah memeluk ahmadiyah karena kebodohan, TAQLID BUTA semata. sedangkan pengurus ahmadiyahnya hanya menginginkan uang semata.
    masih menyangkal?

  91. Jin Islam said

    hiiiiiiiiiiihhh….hih….hih…hih….hiiiiiiiiiii… :lol:

    Assalamu alaikum wa rohmatullohi wa barokatuh utk Sdr2ku Umat Islam peserta dialog ISLAM vs AHMADIYAH.

    Salam damai dan sejahtera, utk warga Ahmadiyah dan Non-muslim lainnya peserta dialog ISLAM vs AHMADIYAH.

    Apkbr Anda sekalian hari ini? Smg baik2 dan sehat.

    Weeekekekekekekekekkk…. Alhamdulillah akhir pekan ini bangsa jin libur 2 hari.. Hooooreeeeeeeeeeeee…….. :lol:

    Kemarin sy diundang teman2 jin yg menguasai Gereja Westminster Abbey & Istana Buckingham utk melihat acara perkawinan William & Kate.
    Krn sdh di London, sekalian kt mampir ke markas ahmadiyah… hiiiiiiiiii….. dsna bercokol ribuan jin kafir yg bergelantungan disana sini. Ada satu jin wanita berusia 4000 thn yg cantik bagai bidadari, Sayang dia kafir, jd sy ga bisa kawin sm dia.

    Waaaaaaakakkakkakkakakakkakkkk…
    WUUUAAAAAAAAKKKKAKKAKKAKKAKKKK…. :mrgreen:

  92. Jin Islam said

    Adrian Paul berkata
    29/04/2011 pada 17:23

    @Jin Islam

    saudara benar2 memberikan “upper cut” yang telak ,kepada para pengikut ahmadiyyah. Bukti yang anda berikan memang benar dari websitenya ahmadiyyah. Semoga agama Allah SWT yang kita cintai tetap haq sampai akhir zaman.Amin

    @heam: apakah anda masih mengelak klo bukti itu berasal dari situs resmi Ahamadiyyah?. hati2 lho ente bsa dianggap kafir sama jamaah ente ahmadiyyah. wkwkwkkwkw.lucu mode on

    maaf saya nggk memaki lho

    #

    Yth Sdrku @Adrian Paul

    Terima kasih atas komentar Anda. Dan sy ikut mengucapkan Amiiinn… atas doa yg Anda panjatkan.

    Bukti SCAN kitab yg sy tampilkan di forum ini BUKAN berasal dari website ahmadiyah, melainkan sy scan DARI KITAB2 ASLI AHMADIYAH (dalam bentuk buku/kitab) terbitan jemaat ahmadiyah international. Hal inilah yg menyebabkan operasionalnya menjadi agak lambat sebab sy ga punya alat fotocopy dan alat scanner pribadi. Krn sblm halaman2 tsb di-scan hrs difotocopy dulu agar kitab aslinya tetap terjaga dari coretan2, kemudian pada fotocopynya diberi coretan tanda2 petunjuk pada bagian2 tertentu dgn spidol berwarna untuk mengarahkan perhatian pembaca kpd topik yg dimaksud. Baru setelah itu di-scan dan filenya di-upload. Agak ribet juga, tp ga apa2 biar ada buktinya. Sebab kalau hny kita tuliskan begitu saja pasti dibilang fitnah (padahal bukan, krn memang tertulis begitu).

    Selanjutnya, disamping bukti scan dari kitab2 asli ahmadiyah, sy akan berusaha utk menunjukan link rujukannya ke website resmi ahmadiyah, Sebab :

    ~ kalau hny dituliskan nama kitab dan nomor halamannya saja masih ada peluang dituduh memfitnah.

    ~ Kl hny ditunjukkan bukti scan kitab nanti dibilang “yg di-scan kitab palsu yg sdh direkayasa” (pernah di blog lain sy dituduh begitu, maklumlah ahmadiyah kan terbiasa mamalsukan tafsir qur’an dan hadits, jadi dikiranya kita muslimin ini hobby memalsu juga spt mrk ahmadiyah).

    ~ Atau dibantah dan kita dituduh berbohong dan memfitnah krn katanya pada kitab yg ada ditangan mereka tidak tertulis topik tsb pada halaman yg kita sebutkan (krn ada bbrp edisi dan versi). (*)

    (*) Perlu diketahui, jemaat ahmadiyah ini sangat gemar melakukan revisi substantial thdp kitabnya sendiri. Bahkan merevisi dan mengubah ucapan nabi mereka mirza ghulam ahmad. Hal ini sudah sering diprotes oleh MUSUH BEBUYUTAN mereka yaitu “Ahmadiyah Anjuman Isya’ati Islam” yang berpusat di Lahore dan dikenal sebagai Ahmadiyah Lahore, kalau di Indonesia namanya Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI). GAI (ahmadiyah lahore) ini hny mengakui MGA sbg “Ulama Mujaddid” saja, dan tdk mengakui MGA sbg “nabi”, dan TIDAK MENGKAFIRKAN MUSLIMIN yg tdk beriman kpd MGA. Tuduhan Ahmadiyah Lahore ini memang terbukti pada kitab2 yg ada di tangan saya. Contohnya, kebetulan sy memiliki kitab Tadzkirah terbitan Ahmadiyah cetakan Rabwah edisi thn 1960, dan Tadzkirah cetakan CPI William Clowes UK edisi 2009. Kedua versi Tadzkirah tsb ISINYA BERBEDA SAMA SEKALI (bnyk revisi substantial yg merubah makna).
    Contoh kedua, kawan sy kebetulan juga memiliki kitab Baraheen Ahmadiyah Jilid 1 s/d 4 cetakan Rabwah thn 1960 dan Baraheen Ahmadiyah (yg sdh dibendel dlm Ruhani Khazain Jilid 1) cetakan CPI William Clowes UK edisi 2009. Lagi2 ISINYA BERBEDA SAMA SEKALI (bnyk revisi substantial yg merubah makna).

    Demikian, semoga Allah SWT meridhoi dan memberi petunjuk kpd kita kaum Muslimin semuanya yg berjihad membela kemurnian Akidah Islam sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW, amin.

  93. HEAM said

    Master Chi berkata

    30/04/2011 pada 12:54

    ###lain dengan muslimin.
    mengatakan ahmadiyah sesat, tapi bisa membuktikan kesesatan ahmadiyah.
    kesesatan ahmadiyah yang paling besar adalah
    1. mengubah-ubah isi Al-Qur’an dan Hadits.
    2. membuat tafsir sesuka hati yang menjurus “mengiyakan” MGA laknatullah sebagai nabi/rasul###

    —>> Kalau begitu, coba jelaskan arti Islam menurut Al Quran dan Hadits!!!!

  94. HEAM said

    Diandra Adinda berkata

    30/04/2011 pada 11:12

    ###klo anda berkata bahwa “tidak ada manfaatnya koreksi fitnah” ,berarti Tadzkirah ama Ruhani Khazain kitab fitnah dong.Karna sumber berasal dari sana###

    —>> Tadzkirah itu adalah kumpulan dari beberapa wahyu, kasyaf, mimpi dari Allah Yang Maha Suci yang diterima oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (Imam Mahdi/Masih Mau’ud/Nabi Ummati) as. Wahyu-wahyu itu terdapat dalam buku-buku karya tulis HMGA as yang dikumpulkan menjadi Ruhani Khazain (Khazanah Ilmu Ruhani). HMGA as telah membuktikan kebenaran beliau as setelah menjalani kehidupan sebagai penerima wahyu Allah selama 47 tahun, dihitung mulai dari menerima wahyu pertama hingga wafat. Kurun waktu selama 47 tahun itu telah melebihi kehidupan Nabi Muhammad saw sebagai penerima wahyu Allah, yaitu 23 tahun. Kurun waktu itu dijadikan tolok ukur bagi para pendakwa penerima wahyu dari Allah berdasarkan Sunnah Rasulullah saw di dalam QS Al Haqqah 45-48.

    Karena sudah terbukti kebenaran HMGA as sebagai penerima wahyu Allah, maka wahyu-wahyu yang ada di dalam Tadzkirah sudah pasti benar dari Allah Yang Maha Suci. Oleh karena itu, kalau kita ingin memahami arti wahyu-wahyu di dalam Tadzkirah dengan benar, maka kita harus mensucikan diri dan hati kita. Lalu, dengan tata-cara yang diajarkan dalam Al Quran serta mencontoh akhlak yang mulia Rasulullah saw, kita harus meneliti dan menanyakan maksud serta kandungan wahyu Ilahi tersebut kepada ahlinya; dalam hal ini muballighin Ahmadiyah, lain tidak.

    Jangankan wahyu dari Allah yang disampaikan oleh utusan-Nya, jika ada kabar dari seorang durhaka pun, dalam menyikapinya, Allah mengajarkan kepada orang-orang beriman sebagaimana firman-Nya:
    “Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu seorang durhaka dengan membawa suatu kabar, selidikilah dengan teliti, supaya jangan kamu mendatangkan musibah terhadap suatu kaum karena kebodohan, maka kamu menjadi menyesal atas apa yang telah kamu kerjakan.” (QS Al Hujurat 49:7).

    Kalau masih belum puas mendapat penjalasan dari para ahlinya, ada satu cara lagi yang sesuai dengan ajaran Islam, yaitu Shalat Istikharoh. Di dalam Shalat Istikharoh itu tanyakan langsung kepada Allah, apakah Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad itu adalah Imam Mahdi yang benar diutus Allah. Insya-Allah, Anda akan mendapatkan jawaban-Nya, jika Anda berdoa dengan tulus, ikhlas, dan hati yang suci murni.

    Wallahu’alam.

  95. master chi said

    heam yang lucu

    anda mengatakan
    “Master Chi berkata

    30/04/2011 pada 12:54

    ###lain dengan muslimin.
    mengatakan ahmadiyah sesat, tapi bisa membuktikan kesesatan ahmadiyah.
    kesesatan ahmadiyah yang paling besar adalah
    1. mengubah-ubah isi Al-Qur’an dan Hadits.
    2. membuat tafsir sesuka hati yang menjurus “mengiyakan” MGA laknatullah sebagai nabi/rasul###

    —>> Kalau begitu, coba jelaskan arti Islam menurut Al Quran dan Hadits!!!!”

    komentar saya
    1. sama sekali tidak nyambung antara uraian saya dengan pertanyaan dari anda.
    2. anda sebelumnya sudah sesumbar dengan mengatakan
    “1.Benarkah yang di tulis oleh saudara @Andrian Paul?

    —>> Tidak benar. Dia hanya copas dan tidak mengerti isinya dan dia juga tidak mengerti Islam”

    seharusnya anda yang menjelaskan apa itu Islam menurut Al-Qur’an dan Hadits, karena anda TELAH BERANI MENGATAKAN Adrian tidak mengerti Islam, malah anda bertanya kepada saya?
    hal yang aneh

    apa anda tidak bisa menjelaskannya, kemudian melemparkannya kepada saya dengan berharap:
    1. orang menilai anda adalah orang yang cerdas.
    2. untuk mengalihkan perhatian orang lain agar orang lain tidak bertanya kepada anda “APA DEFINISI ISLAM MENURUT AL-QUR’AN DAN HADITS”, karena anda telah sesumbar mengatakan Adrian TIDAK MENGERTI ISLAM

    anda mengatakan
    “—>> Tadzkirah itu adalah kumpulan dari beberapa wahyu, kasyaf, mimpi dari Allah Yang Maha Suci yang diterima oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (Imam Mahdi/Masih Mau’ud/Nabi Ummati) as. Wahyu-wahyu itu terdapat dalam buku-buku karya tulis HMGA as yang dikumpulkan menjadi Ruhani Khazain (Khazanah Ilmu Ruhani). HMGA as telah membuktikan kebenaran beliau as setelah menjalani kehidupan sebagai penerima wahyu Allah selama 47 tahun, dihitung mulai dari menerima wahyu pertama hingga wafat. Kurun waktu selama 47 tahun itu telah melebihi kehidupan Nabi Muhammad saw sebagai penerima wahyu Allah, yaitu 23 tahun. Kurun waktu itu dijadikan tolok ukur bagi para pendakwa penerima wahyu dari Allah berdasarkan Sunnah Rasulullah saw di dalam QS Al Haqqah 45-48.

    Karena sudah terbukti kebenaran HMGA as sebagai penerima wahyu Allah, maka wahyu-wahyu yang ada di dalam Tadzkirah sudah pasti benar dari Allah Yang Maha Suci. Oleh karena itu, kalau kita ingin memahami arti wahyu-wahyu di dalam Tadzkirah dengan benar, maka kita harus mensucikan diri dan hati kita. Lalu, dengan tata-cara yang diajarkan dalam Al Quran serta mencontoh akhlak yang mulia Rasulullah saw, kita harus meneliti dan menanyakan maksud serta kandungan wahyu Ilahi tersebut kepada ahlinya; dalam hal ini muballighin Ahmadiyah, lain tidak.”

    komentar saya
    1. apakah tazkirah betul-betul firman Allah SWT kepada MGA?
    2. jika ya, apa buktinya?
    3. dan jika ya, apakah Allah SWT lebih buruk dari MGA sehingga Allah berfirman kepada MGA berdasarkan copas Adrian

    يا أحمد، يتم إسمك ولا يتم إسمي Wahai Ahmad (MGA), namamu sempurna, sedang nama-Ku tidak sempurna

    ADA PADA HALAMAN 51, 245, dan 366

    kalau benar Tazkirah adalah firman Allah SWT kepada MGA, dan MGA lebih sempurna daripada Allah SWT, mengapa Allah SWT TIDAK MENYEMBAH MGA?

  96. HEAM said

    @Master Chi,

    Karena Anda telah sesumbar dengan ###mengatakan ahmadiyah sesat, tapi bisa membuktikan kesesatan ahmadiyah. kesesatan ahmadiyah yang paling besar adalah
    1. mengubah-ubah isi Al-Qur’an dan Hadits.
    2. membuat tafsir sesuka hati yang menjurus “mengiyakan” MGA laknatullah sebagai nabi/rasul###

    —>> Wajarlah kalau saya menanyakan definisi Islam dan Kafir menurut Al Quran dan Hadits. Silahkan jawab!

  97. master chi said

    heam

    wajar darimana?
    itu hanya kamuflase anda.

    coba jawab pertanyaan rekan-rekan yang sudah jauh-jauh hari ditanyakan terlebih dahulu

    bagian mana yang disebutkan Adrian yang FITNAH?

    silakan jawab, jika tidak bisa menjawab, anda sudah memfitnah orang, terlebih anda telah memfitnah Adrian tidak paham Islam.

  98. Adrian Paul said

    @heam:”Tadzkirah itu adalah kumpulan dari beberapa wahyu, kasyaf, mimpi dari Allah Yang Maha Suci yang diterima oleh Hadhrat Mirza Ghulam Ahmad (Imam Mahdi/Masih Mau’ud/Nabi Ummati) as. Wahyu-wahyu itu terdapat dalam buku-buku karya tulis HMGA as yang dikumpulkan menjadi Ruhani Khazain (Khazanah Ilmu Ruhani). HMGA as telah membuktikan kebenaran beliau as setelah menjalani kehidupan sebagai penerima wahyu Allah selama 47 tahun, dihitung mulai dari menerima wahyu pertama hingga wafat. Kurun waktu selama 47 tahun itu telah melebihi kehidupan Nabi Muhammad saw sebagai penerima wahyu Allah, yaitu 23 tahun”

    1.dilihat dari atas berarti anda setuju bila MGA laknatullah Alaih seorang RASUL?
    2.masih ingat dengan perkataan anda ” Siapa yang menyatakan bahwa Tadzkirah itu kitab sucinya Ahmadiyah?
    Kalau yang menyatakannya dari pihak non-Ahmadiyah, apakah itu fitnah atau bukan?
    ” .
    3.Menolak bahwa Kitab Tadzkirah kitab suci Muhammadiyah, namun mengiyakan Kalau Tadzkirah itu wahyu yang diturunkan “Allah umat Ahmadiyyah” kepada MGA laknatullah alaih.
    4. Mengapa saya mengatakan “Allah Umat Ahmadiyyah” ,karna kalau Allah umat Islam tidak menurunkan wahyu lagi semenjak MUhammad SAW wafat.
    5. Ajarah Ahmadiyyah bikin bingung ya

  99. hendra said

    @heam

    gw wakilin master chi buat jawab pertanyaan lo.

    Islam
    lo baca Al-Maidah:3
    lo baca Ali Imran:19
    lo baca Ali Imran:85

    kafir
    lo baca Qaf:24
    lo baca An-Nahl:83
    lo baca An-Naml:14
    lo baca An-Nisa:145
    lo baca Muhammad:8-9
    lo baca At-Taubah:65-66
    lo baca Al-Kahfi:57
    lo baca An-Nahl:116

    itu referensi yg kudu lo baca
    sorry cuma itu yg bs gw ksh tau ke lo di forum yg singkat, kl lo mau lbh panjang lebar, lo dtg ke MUI pusat halal dunia

    clear masalah. skrg lo jwb pertanyaan master chi
    kl ga mau jwb, gw uber lo

  100. ini apa said

    @HEAM
    Mereka ga usah ditanya, sebaiknya kita mendoakan mereka supaya menjadi orang2 baik dan benar.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.982 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: