KabarNet.in

Aktual Tajam

Hari Ini KPK Tahan Anas Urbaningrum?

Posted by KabarNet pada 07/01/2014

Jakarta – KabarNet: Pemeriksaan perdana mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum sebagai tersangka oleh KPK yang akan dilakukan hari ini, Selasa 07 januari 2014 diperkirakan bakal disertai penahanan. Penahanan pada Anas Urbaningrum ini bakal dilakukan KPK sebagai pemenuhan target atas desakan beberapa pihak.

Anas akan diperiksa sebagai tersangka kasus penerimaan hadiah atau janji terkait proyek Hambalang. “Memang benar hari ini AU diperiksa sebagai tersangka,” ujar Jubir KPK, Johan Budi saat dikonfirmasi, Selasa 7 Januari 2014.

Kuasa hukum Anas Urbaningrum, Firman Wijaya menduga, KPK bakal menggunakan upaya paksa penahanan terhadap kliennya. Oleh karenanya, Firman Wijaya mengaku dirinya bersama Anas Urbaningrum terus mempertimbangkan kemungkinan yang akan terjadi dalam pemeriksaan hari ini.

Firman menilai, selama ini KPK telah mengesampingkan keadilan hukum untuk penetapan kliennya sebagai tersangka. Bahkan, untuk upaya paksa penahanan yang kabarnya akan dilakukan KPK, Firman menyebut upaya tersebut merupakan upaya yang dipaksakan oleh KPK karena selama ini ditekan oleh sejumlah pihak.

“Saya tidak tahu bagaimana bisa muncul upaya paksa oleh KPK. Di sisi lain, mas Anas menjadi tersangka atas keterangan-keterangan saksi, namun ada petinggi Demokrat lainnya yang juga disebut oleh saksi-saksi terkait, sama sekali belum disentuh KPK. Sekarang justru mau melakukan penahanan, jelas ini dipaksakan. KPK seperti mendapat tekanan untuk itu,” cetus Firman Wijaya, seperti dikutip LICOM.

Seharusnya KPK bersikap adil dalam meminta keterangan. Seperti keterangan Yulianis yang menyebut nama petinggi Partai Demokrat yang dinilai mengetahui perihal kongres Demokrat 2010, namun sampai saat ini sama sekali belum diperiksa oleh KPK, Yulianis justru dikatakan sebagai orang aneh oleh KPK.

Lain halnya dengan KPK saat menahan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah. Ia ditahan begitu cepat pasca-pemeriksaan perdananya sebagai tersangka kasus suap terkait Pilkada Lebak, Banten di Mahkamah Konstitusi.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi telah melayangkan surat panggilan pemeriksaan sebagai tersangka terhadap mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum pada hari, Selasa 07 januari 2014. Ini adalah panggilan perdana Anas sebagai tersangka setelah KPK menetapkannya sebagai tersangka pada 22 Februari 2013. Dalam surat panggilan tertera, Anas tidak hanya diperiksa terkait proyek Hambalang. Namun, Anas juga akan diperiksa terkait proyek lain. Lalu apa proyek lain yang dimaksud?

Seperti diketahui, KPK menetapkan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi terkait kasus korupsi pembangunan proyek Hambalang pada 22 Februari 2013 lalu dan sampai saat ini belum ditahan.

Anas Urbaningrum diduga kuat menerima uang Rp 2,2 miliar dari PT Adhi Karya. Uang itu diterima Anas Urbaningrum sebagai komisi proyek pembangunan sport center Hambalang, Jawa Barat. Dalam berkas dakwaan Deddy Kusdinar, Anas Urbaningrum memang disebut menerima uang Rp 2,2 miliar dari PT Adhi Karya sebagai komisi pemenangan proyek.

Uang itu digunakan Anas Urbaningrum dalam kampanye memperebutkan kursi Ketua Umum Partai Demokrat pada Kongres Partai Demokrat di Bandung, Jawa Barat, 2010. Anas Urbaningrum disebut menggunakan uang itu untuk membeli telepon seluler BlackBerry dan ongkos perjalanan bagi tiap pendukungnya.

Anas Urbaningrum disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. [KbrNet/Slm/LICOM]

4 Tanggapan to “Hari Ini KPK Tahan Anas Urbaningrum?”

  1. Hansip said

    Monas oooh monas!

  2. taUbat said

    ANAS RESMI DITAHAN KPK

    JUM’AT, 10 JANUARI 2014 | 18:45 WIB

    METROTVNEWS.COM, JAKARTA: SETELAH LIMA JAM MENJALANI PEMERIKSAAN, ANAS URBANINGRUM DIKENAI TAHANANAN BADAN OLEH KPK. TERSANGKA KASUS DUGAAN KORUPSI SKANDAL PROYEK HAMBALANG INI AKAN DITAHAN DIR RUTAN GUNTUR.

    ANAS YANG MENGENAKAN BAJU TAHANAN KPK KELUAR DARI KANTOR KPK, JL HR RASUNA SAID, JAKARTA, PADA PUKUL 18.40 WIB, UMAT (10/1/2014). SEPERTI BIASANYA, MANTAN KETUA UMUM DPP PD INI NAMPANG TENANG.

    PEMERIKSAAN TERHADAP ANAS INI ADALAH YANG PERTAMA DALAM KAPASITAS SEBAGAI TERSANGKA. DIA DIKENAI SANGKAAN MENJALANI PEMERIKSAAN SEBAGAI TERSANGKA DALAM DUGAAN PENERIMAAN HADIAH ATAU JANJI TERKAIT PROYEK PEMBANGUNAN SARANA DAN PRASARANA OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG DAN PROYEK-PROYEK LAINNYA.

    JURU BICARA KPK, JOHAN BUDI SP MENUTURKAN, ANAS DITAHAN DI RUMAH TAHANAN KPK. “DIA DITAHAN UNTUK 20 HARI PERTAMA UNTUK KEPERLUAN PENYIDIKAN,” KATA JOHAN SAAT DIKONFIRMASI, JUMAT SORE.

    MUFTI SHOLIH | LUHUR HERTANTO

  3. taUbat said

    KPK AKAN KEMBANGKAN KASUS ANAS KE TPPU?

    JUMAT, 10 JANUARI 2014 – 22:35

    JAKARTA, SERUU.COM – KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) MENYATAKAN DAPAT DAPAT MENGEMBANGKAN KASUS ANAS URBANINGRUM KE TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG (TPPU).

    “MEMANG BENAR PENELUSURAN ASET DILAKUKAN TERHADAP TERSANGKA KORUPSI TERMASUK KEPADA AU (ANAS URBANINGRUM),” KATA JURU BICARA KPK, JOHAN BUDI SP, JUMAT (10/1).

    DALAM PROSES PENANGANAN KASUS ANAS, KATANYA, TIM PENYIDIK MEMANG MASIH TERUS MELAKUKAN PENGEMBANGAN DAN PEMERIKSAAN SAKSI. JIKA MEMANG ADA BUKTI YANG DAPAT DISIMPULKAN TELAH TERJADINYA TPPU, MAKA AKAN DITERAPKAN JUGA KEPADA ANAS.

    NAMUN, SAMPAI SAAT INI TIM PENYIDIK BELUM MENEMUKAN ADANYA BUKTI ADANYA DUGAAN TPPU UNTUK ANAS. KPK BARU MENJERAT ANAS DENGAN PASAL 12 HURUF A ATAU PASAL 12 HURUF B JUNCTO PASAL 11 UU NOMOR 20/2001 TENTANG PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI.

    “SAMPAI HARI INI BELUM ADA BUKTI-BUKTI UNTUK MENJERAT TPPU UNTUK AU,” TEGAS JOHAN.

    DALAM BEBERAPA TAHUN TERAKHIR, KPK MEMANG AKTIF MENJERAT PARA TERSANGKA KASUS KORUPSI DENGAN JERATAN PASAL DI UU NOMOR 8/2010 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN TPPU SEBAGAI UPAYA UNTUK MEMAKSIMALKAN HUKUMAN PIDANA BAGI TERSANGKA KORUPSI.

    KASUS KORUPSI YANG JUGA DIJERAT DENGAN TPPU, DIAWALI DARI TERSANGKA KASUS KORUPSI DANA PERCEPATAN INFRASTRUKTUR DAERAH (DPID) YANG JUGA MERUPAKAN ANGGOTA DPR DARI FRAKSI PARTAI AMANAT NASIONAL (PAN), WA ODE NURHAYATI.

    KEMUDIAN KPK MULAI MENJERAT PARA TERSANGKA KASUS KORUPSI LAINNYA DENGAN UU TPPU SEPERTI MANTAN KAKORLANTAS POLRI, IRJEN DJOKO SUSILO DAN MANTAN PRESIDEN PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS), LUTHFI HASAN ISHAAQ.

    KASUS TERAKHIR, MANTAN KETUA MAHKAMAH KONSTITUSI (MK) AKIL MOCHTAR DALAM KASUS SUAP PENANGANAN SENGKETA PILKADA. SERTA KEPALA SKK MIGAS NONAKTIF, RUDI RUBIANDINI DALAM KASUS SUAP DALAM AKTIVITAS SEKTOR HULU MIGAS JUGA DIJERAT DENGAN UU TPPU.

    ROL

  4. taUbat said

    KPK SEGERA TELUSURI ASET MILIK ANAS URBANINGRUM

    SABTU, 11 JANUARI 2014 – 09:05:24 WIB

    JAKARTA, SELALUONLINE.COM- SETELAH KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) MENAHAN ANAS URBANINGRUM, KPK MENYATAKAN AKAN TERUS MENELUSURI ASSET-ASET MILIK MANTAN KETUA UMUM PARTAI DEMOKRAT ITU. JURU BICARA KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) JOHAN BUDI MENGUNGKAPKAN ITU DI JAKARTA, JUMAT (10/1/2014).

    SETELAH MELAKUKAN PENAHANAN ANAS, KPK AKAN TERUS MENELUSURI ASSET MILIK ANAS UNTUK MENEMUKAN ALAT BUKTI APAKAH TERJADI TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG ATAU TIDAK. “TAPI SAMPAI HARI INI BELUM ADA BUKTI ANAS MELAKUKAN PENCUCIAN UANG,” KATA JOHAN.

    ANAS DITAHAN DI RUTAN KELAS I JAKARTA TIMUR CABANG RUTAN KPK UNTUK 20 HARI KE DEPAN. ANAS TELAH DITETAPKAN SEBAGAI TERSANGKA DALAM KASUS HAMBALANG SEJAK FEBRUARI TAHUN LALU.

    ERIN

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.993 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: