KabarNet.in

Aktual Tajam

Dinasti Ratu Atut Terancam Runtuh

Posted by KabarNet pada 05/10/2013

Jakarta – KabarNet: Tertangkap tangannya Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar bakal merembet kemana-mana. Apalagi, salah satu penyuap yang ikut tertangkap, Tubagus Chaeri Wardhana merupakan adik dari Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah.

Ujung-ujungnya, sang gubernur kini dicegah bepergian ke luar negeri oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama enam bulan kedepan. Belum tahu pasti kenapa nama Atut tiba-tiba muncul dalam daftar cegah. Jubir KPK Johan Budi S.P hanya bisa memastikan kalau hubungan darah tidak serta-merta membuat seseorang dicegah. Saat disinggung apakah Gubernur perempuan pertama di Indonesia itu ikut memberi suap, Johan mengaku tidak tahu.

“Pencegahan dilakukan supaya saat KPK membutuhkan keterangannya, dia tidak sedang berada di luar negeri,” jawab Johan. Disamping itu, dia juga memastikan pencegahan itu muncul terkait dengan kasus yang sedang dilakukan KPK yakni penyidikan dugaan suap terkait sengketa pilkada di Lebak.

Pencegahan tersebut membuat Ratu Atut bakal bertatap muka dengan penyidik. Belum ada jadwal pasti kapan pasangan Rano Karno di pucuk pemerintahan Provinsi Banten itu akan dipanggil ke markas KPK. Johan menyebut pemanggilan Atut tergantung pada strategi penyidik.

Apakah pencegahan Atut juga membuatnya rawan menjadi tersangka, Johan menyebut itu terlalu dini. Alasannya, hingga kini belum ada pemeriksaan karena kasus tersebut baru saja ditangani KPK. “Proses pengembangan belum ada karena pemeriksaan tersangka dan saksi juga belum dimulai,” jelasnya.

Meski demikian, bukan tidak mungkin hasil pemeriksaan saksi dan tersangkan akan menyeret beberapa pihak lain. Biasanya, arah pengembangan kasus fokus pada dua hal. Yakni, ada tidaknya pemberi dan penerima lain diluar yang telah ditetapkan jadi tersangka. “Tapi, dasarnya nanti pada temuan penyidik,” katanya.

Pencegahan itu membuat Atut yang berencana berangkat haji pada 9 Oktober nanti juga tidak bisa berangkat. Meski KPK membuka peluang agar Atut mengirimkan surat permohonan supaya bisa tetap menuju tanah suci, besar kemungkinan KPK menolak. Ada kekhawatiran yang bersangkutan tak kembali ke Indonesia.

Ketua KPK Abraham Samad sebelumnya sudah memberikan kode kalau tertangkapnya Akil dan Wawan -sapaan Tubagus Chaeri Wardhana- tidak berhenti di situ. Samad yakin pada prinsip korupsi yang tidak pernah dilakukan sendiri dan ada sistem besar yang terlibat. Itulah kenapa, dalam sprindik untuk Wawan tertulis dan kawan-kawan.

Walau tidak membuka siapa saja nama-nama terkait tersangka Wawan, Samad menyebut bakal ada pencegahan-pencegahan. Ternyata, tidak lama setelah KPK mengumumkan daftar tersangka Ratu Atut langsung dicegah. “Semua akan terlihat nanti,” katanya.

Jika benar Ratu Atut terlibat dalam suap tersebut dan menjadi tersangka, dia bakal kehilangan posisinya sebagai orang nomor satu di Banten. Sebab, aturan jelas menyebut kalau jabatannya harus dilepas sementara saat menjadi tersangka dan diberhentikan tetap saat sudah terdakwa. Bahkan, bukan tidak mungkin dinasti keluarga Atut di pemerintahan maupun DPR ikut terusik.

Dinasti Atut dalam dunia politik dan bisnis memang cukup menggurita. Diawali dari kisah Chasan Sochib, seorang jawara Banten. Dia berhasil mengantar anggota keluarganya menempati posisi penting dengan menjadi kepala dan wakil kepala daerah. Yang terkenal adalah Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany.

Ada yang menarik dari sosok Atut, ternyata dia tergolong kepala daerah yang malas melaporkan harta kekayaan. Dari daftar Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) KPK yang bisa diakses, menunjukkan kalau Atut terakhir lapor pada 6 Oktober 2006. Itu artinya, sudah tujuh tahun Atut tidak memperbarui laporan hartanya.

Dari laporannya saat itu, harta Atut hampir mencapai Rp 42 miliar atau detilnya Rp 41.937.757.809. Rinciannya, Harta bergerak Ratu Atut seperti mobil dan motor adalah Rp 3,93 miliar. Diikuti dengan sementara harta bergerak lainnya seperti logam dan batu mulia senilai Rp 8,22 miliar.

Atut memiliki surat berharga sebanyak Rp 7,85 miliar dan giro Rp 2,77 miliar. Harta yang cukup banyak berasal dari aset tidak bergerak senilai Rp19.160 miliar. Kebanyakan, berupa tanah dan bangunan yang ada di daerah Bandung, Cirebon, Serang dan Jakarta.

Harta yang tidak kalah fantastis juga dimiliki Airin. Keluarga Atut yang menjadi Wali Kota Tangsel periode 2011-2016 memiliki kekayaan sebesar Rp 103,9 miliar. Tidak jauh berbeda dengan Atut, Airin juga gemar mengoleksi tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta, Bandung, Bogoro, hingga Tangerang.

Berdasar LHKPnya, aset tersebut tersebar di 102 lokasi dengan nilai total Rp 59,81 miliar. Untuk kendaraan, jumlahnya mencapai Rp 22,1 miliar. Itu menjawab pertanyaan kenapa banyak mobil mewah saat KPK melakukan penggeledan di rumahnya. Mobil mewah seperti Lamborgini, Ferari, hingga Porsche terparkir di garasinya.

Dari sisi logam dan batu mulia, perempuan cantik itu juga punya. Jumlanya, menembus angka Rp 9,25 miliar. Kekayaan lainnya berasal dari surat berharga dengan total Rp 2 miliar. Tidak diketahui dengan harta suaminya, Wawan. Sebab, dia bukan pejabat negara dan tidak perlu menyetorkan LHKPN.

Sementara itu, rumah Wawan yang terdapat di Jalan Denpasar, Jakarta, siang kemarin tampak sepi. Pada Kamis (3/10) malam rumah itu menjadi sasaran penyidik KPK untuk digeledah. Kemarin, tidak tampak aktifitas penghuni rumah yang terdiri dari tiga kavling dan bertingkat dua tersebut.

Salah seorang satpam yang bernama Erick Robika tidak bersedia menjawab pertanyaan yang dilontarkan sejumlah wartawan yang menunggu di rumah Wawan. Sebenarnya ada beberapa orang yang hendak masuk rumah tersebut. Namun melihat adanya wartawan, kendaraan yang sebelumnya berhenti di depan pagar memilih untuk pergi.

Beberapa mobil juga masih menghiasi car port rumah Wawan. Ada empat kendaraan, masing-masing Toyota Innova B 1558 RFY, Bentley B 888 GIF, Land Cruiser B 888 TCW, dan Land Cruiser Prado B 1978 RFR. Kendaraan-kendaraan mewah lainnya yang seperti Ferrari, Bentley, Nissan GTR, Rolls Royce, dan Lamborghini diduga masih di dalam garasi rumah yang beralamat di Jalan Denpasar IV/35 itu.

Sekedar info, sejumlah anggota keluarga Ratu Atut tercatat menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan Pemprov Banten dan juga di lembaga legislatif, baik di tingkat Banten maupun di DPR. Anggota keluarga Ratu Atut yang menduduki posisi strategis yakni:

  1. Suami Ratu Atut, Hikmat Tomet merupakan Ketua DPD Partai Golkar Banten. Kini duduk sebagai anggota Komisi V DPR. Hikmat kembali mengikuti pencalegan untuk Pemilu 2014 dari dapil Banten 2 (Kabupaten Serang, Kota Serang dan kota Cilegon)
  2. Anak pertama Ratu Atut, Andika Hazrumy berstatus anggota DPD yang kini mencalonkan diri sebagai anggota DPR di dapil Pandeglang-Lebak.
  3. Anak kedua Atut, Andiara Aprilia Hikmat, kini mencalonkan diri sebagai anggota DPD.
  4. Menantu Ratu Atut, istri Andika, yakni Ade Rosi Khaerunissa menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Serang. Dia pun mendaftar sebagai caleg DPRD Banten dari Partai Golkar.
  5. Kakak kandung Ratu Atut, Tatu Chasanah merupakan Wakil Bupati Serang.
  6. Kakak tiri Ratu Atut, Haerul Jaman adalah Walikota Serang.
  7. Adik ipar Ratu Atut, Airin Rachmi Diany merupakan Walikota Tangerang Selatan.
  8. Ibu tiri Ratu Atut, Heryani menjabat sebagai Bupati Pandeglang.

Source: jpnn.com/KabarNet

4 Tanggapan to “Dinasti Ratu Atut Terancam Runtuh”

  1. Munafikun said

    Astaga….masih ikut istiqhosah….

    http://news.detik.com/read/2013/10/07/123815/2379812/10/lokasi-istigotsah-100-meter-dari-rumah-atut-naik-land-cruiser?nd771104bcj

  2. taUbat said

    INILAH PERJALANAN KARIR RATU ATUT CHOSIYAH DAN DINASTI POLITIK TUBAGUS CHASAN SOCHIB

    Senin, 07 Oktober 2013, 16:30 WIB

    Bisnis.com, JAKARTA – Inilah perjalanan karir Ratut Atut Chosiyah. Ini menarik mengingat kasus suap pilkada Lebak membuat nama anak jawara banten Tubagus Chasan Sochib itu masuk daftar cekal KPK.

    Masuknya Ratu Atut dalam daftar cekal membuat Twitter pun disibukkan dengan berbagai berita dan komentar tentang kakak kandung Tubagus Chaeri Wardhana ini.

    Seperti diketahui, Tubagus Chaeri Wardhana adalah TCW alias W yang disebut Ketua KPK Abraham Samad sebagai tersangka pemberi suap kepada Akil Mochtar terkait sengketa pilkada Lebak.

    TCW adalah suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany.

    Andai Atut tidak masuk dalam daftar cekal, mungkin ia tak akan terlalu menjadi sasaran perhatian publik.

    Namun, karena yang terjadi adalah hal sebaliknya, orang pun menjadi ingin tahu lebih dalam tentang Ratu Atut Chosiyah.

    Ratu Atut Chosiyah yang menyandang gelar Hajah dan bertitel Sarjana Ekonomi ini lahir di Ciomas, Serang, Banten, 16 Mei 1962. Begitu informasi yang tertera di Wikipedia.

    Atut adalah perempuan Indonesia pertama yang berhasil menjadi gubernur.

    Sebelum menjadi gubernur, Atut adalah wakil gubernur Banten yang terpilih bersama gubernur Djoko Munandar pada 11 Januari 2002 sebagai pemimpin provinsi baru pecahan dari Jawa Barat itu.

    Kasus korupsi membuat Djoko Munandar dicopot dan Atut naik menjadi Pelaksana Tugas Gubernur Banten.

    Pada Pilkada Banten 2006, Atut yang berpasangan dengan Mohammad Masduki berhasil menjadi Gubernur Banten.

    Didukung Partai Golkar, PDI-P, PBR, PBB, PDS, Partai Patriot, dan PKPB duet Atut-Masduki memimpin Banten sejak pelantikan pada 11 Januari 2007.

    Namun, kemenangan Atut di Pilkada 2006 terbilang riuh rendah dengan protes. Tiga pasangan calon gubernur, yakni Zulkieflimansyah-Marissa Haque, Tryana Sjam’un-Benyamin Davnie, dan Irsjad Djuwaeli-Mas A. Daniri menyatakan menolak dan menggugat hasil pilkada tersebut.

    Pada Pilkada Banten 2011-2015, Atut kembali maju dan kali ini berpasangan dengan Rano Karno.

    Hasil pilkada yang diumumkan KPUD Banten pada 30 Oktober 2011 memastikan kemangan pasangan Ratu Atut Chosiyah dan Rano Karno.

    Kali ini Atut-Rano mengalahkan pasangan Wahidin Halim-Irna Nurulita dan Jazuli Juwaeni-Makmun Muzzaki.

    Banten di bawah kepemimpinan Atut, menurut sumber di provinsi ini, terus bergerak melakukan perbaikan infrastruktur. “Rakyat kebanyakan juga menerima Ibu Atut dengan baik, karena pribadinya yang memang menyenangkan dan menjadi harapan bagi perbaikan Banten,” ujar si sumber.

    Namun, sumber ini juga tidak menampik bahwa penerimaan yang baik kepada Atut hanya terjadi di kalangan masyarakat kelas bawah. “Masyarakat kelas menengah yang melek media sih berpandangan lain,” ujarnya.

    Seperti diketahui, selama kepemimpinan Atut, sejumlah kerabat termasuk keluarga Atut banyak yang mengisi posisi penting di Banten.

    Pada 2008, adiknya Haerul Zaman terpilih menjadi Wakil Wali Kota Serang, kemudian menjadi Wali Kota Serang setelah sang Wali Kota meninggal.

    Tahun 2010 Ratu Atut Chasanah, adik Ratu Atut, terpilih menjadi Wakil Bupati Serang.

    Tahun 2011, Heryani, ibu tiri Atut terpilih menjadi Wakil Bupati Pandeglang.

    Tahun 2011 juga, istri Tubagus Chaeri Wardana yakni Airin Rachmi Diany terpilih menjadi Wali Kota Tangerang Selatan.

    Sementara itu, suami Atut, Hikmat Tomet, menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014 dan dijagokan lagi oleh Golkar sebagai caleg di Pemilu 2014.

    Sementara itu, anak Atut, Andika Hazrumy, tercatat sebagai anggota DPD RI dan terdaftar sebagai caleg Golkar untuk DPR RI pada Pemilu 2014 mendatang.

    Sementara itu dikabarkan bahwa anak tiri Atut, Tanto Warbono Arban, masuk dalam daftar calon anggota DPRD I Banten pada Pemilu 2014.

    Nama lain yang terkait dengan Atut adalah Rosi Khoerunnisa.

    Rosi adalah saudara ipar Atut dan kini tercatat sebagai Wakil Ketua DPRD II Serang. Golkar berencana mengusung Rosi untuk duduk di DPRD I Banten pada Pemilu 2014.

    Untuk posisi anggota DPD RI 2014, keluarga Atut yang dipromosikan adalah Andiara Aprilia Hikmat.

    Jauh sebelum kasus Akil Mochtar dan sengketa Pilkada Lebak mencuat, tudingan bahwa Atut sedang membangun dinasti politik di Provinsi Banten sempat mengemuka.

    Tudingan itu lambat laun mereda dan mencuat kembali belakangan ini.

    Sejauh ini, Atut tak banyak komentar soal tudingan itu.

    Saeno | Lahyanto Nadie

  3. Nasib Rakyat NKRI said

    Pantesan ngotot minta Pemekaran Wilayah spy Banten keluar dari Jabar en jadi propinsi sendiri. Ujung2nya ya ini… mau dikuasai bersama kroni2nya.

    Mau jadi apa negeri ini????

  4. Dinasti Maling said

    Banyak dinasti2 yg macam begini di daerah2.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.905 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: