KabarNet.in

Aktual Tajam

Ada Polisi Punya Rekening Rp 1,5 Triliun

Posted by KabarNet pada 16/05/2013

Bintara Polri, Aiptu. Labora Sitorus

Bintara Polri, Aiptu. Labora Sitorus

Jayapura – KabarNet: Kalau di dunia ini ada orang yang ingin mengumpulkan catatan tentang peristiwa-peristiwa aneh yang pernah terjadi di planet Bumi, sebaiknya mempertimbangkan untuk datang ke Indonesia. Karena negeri ini punya prestasi khusus terkait kejadian-kejadian aneh bak “Dongeng 1001-Malam” yang tak terjadi di negara manapun di dunia. Kali ini terkait ditemukannya seorang bintara polisi berpangkat Aiptu yang memiliki kekayaan diduga hasil bisnis haram sampai mencapai Rp1,5 Triliun, yang menjadikannya sebagai ‘polisi terkaya di dunia’.

Bintara polisi tersebut adalah Aiptu Labora Sitorus, yang diduga terlibat dalam bisnis haram pengolahan kayu ilegal di Sorong, Papua Barat, dan memiliki rekening hingga Rp1,5 Triliun.

Labora Sitorus juga ikut “bermain” BBM ilegal. “Itu beritanya sudah di mana-mana, kemarin kayu yang ditangkap itu kan punya dia, begitu juga soal BBM,” ungkap seorang informan berinisial H di Sorong, seperti dikutip oleh Tempo.

Menurut dia, kabar soal Labora Sitorus diketahui banyak orang. “Karena dia satu-satunya yang punya pulau di Raja Ampat, orang semua tahu itu. Mungkin saja karena bisnisnya, dia akhirnya punya uang banyak,” ujarnya.

Kasus “polisi terkaya di dunia” ini terungkap berawal dari temuan heboh dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang menyebutkan salah satu anggota Kepolisian Daerah Papua yang keseharian berdinas di Polres Sorong, Papua Barat atas nama Aiptu Labora Sitorus (LS) mempunyai dana yang sangat besar di rekeningnya yakni sekitar Rp1,5 triliun.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes I Gede Sumerta Jaya kepada wartawan Rabu (15/5/2013) mengatakan, pihaknya hingga kini terus mendalami kasus itu dan Aiptu Labora Sitorus sendiri sedang diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Sumerta Jaya tak menampik dugaan Aiptu Labora Sitorus bermain juga dalam penyelundupan BBM dan illegal logging. Pasalnya terkait temuan satu juta liter BBM yang disita Tim Subdit Tipter Direktorat Reskrim Khusus dan Propam Kepolisian Daerah (Polda) Papua di Pelabuhan Sorong, Papua Barat, Kamis (21/3/2013) lalu.

Apalagi, dari hasil pemeriksaan ternyata peran Labora Sitorus dalam kasus itu adalah sebagai pemodal. Lebih mengherankan lagi dan diduga keterlibatan Pertamina, sebab dalam kasus satu juta liter BBM yang disita itu, BBM tersebut diduga milik PT Seno Adhi Wijaya yang izin perusahaannya sudah dicabut sejak November 2012.

Aiptu Labora Sitorus sendiri diduga terlibat dalam penyitaan dua kontainer atau ribuan kubik kayu di pelabuhan Sorong dan sebelas container kayu di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

“Terkait temuan sebelas container kayu di Surabaya, tim Reskrimsus Polda sudah dikirimkan kesana untuk menyelidiki. Tapi saya belum menerima laporan hasilnya,” ungkap Sumerta Jaya.

Sumerta Jaya mengklaim, terkait rekening gendut Aiptu Labora Sitorus, itu sebenarnya bukan kekayaan dia, tetapi akumulasi atas usaha yang dia lakukan. Menurut Sumerta Jaya, Aiptu Labora Sitorus punya usaha kayu, BBM, dan beberapa lainnya termasuk tempat karaoke.

“Ini adalah transaksi uang keluar masuk selama lima tahun. Mungkin selama setahun bisa capai ratusan miliar.itu yang terakumulasi. Bukan kekayaan dia langsung. Labora Sitorus sudah dimintai keterangan sebagai saksi terkait beberapa bulan lalu disita 1 juta liter BBM di pelabuhan Sorong. Masih diselidki apa usaha Aiptu Labora Sitorus illegal atau resmi,” terangnya.

Terkait aturan bolehnya seorang anggota Polri berbisnis, Sumerta Jaya mengemukakan hal itu bisa saja asal jangan sebagai komisaris atau direktur.

Diakuinya berita soal dana Ahmad Fathanah yang oleh PPATK ditemukan akumulasi sejak tahun 2003-2013 berkisar puluhan miliar rupiah, sementara Labora Sitorus yang seorang polisi berpangkat Aiptu hanya dalam lima tahun saja punya transaksi Rp.1,5 triliun, tentu saja menjadi sesuatu yang heboh.

“Gaji seorang Bintara polisi di Papua berpangkat Aiptu lengkap dengan bonus dan tunjangan lain sekitar 5-6 juta rupiah per bulan. Tambah remunerasi biasanya Rp.2 juta jadi total menerima Rp. 8,5 juta perbulan,” ungkap Sumerta Jaya.

Info akurat yang diperoleh Media Indonesia seperti dikutip oleh MetroTVnews mengungkapkan, dana melimpah yang dipunyai Aiptu Labora Sitorus, membuatnya mampu membantu membayar gaji dan operasional kepolisian Raja Ampat saat baru beroperasi, selanjutnya baru uangnya diganti pihak Polda Papua. Tidak hanya itu, bahkan Pemda Raja Ampat dikabarkan sempat meminjam uang dari Aiptu Labora Sitorus untuk membayar gaji PNS di sana.

Ajun Inspektur Satu Labora Sitorus, anggota Kepolisian Resor Kabupaten Raja, Papua Barat, yang diduga memiliki rekening Rp 1,5 triliun tercatat pernah menjadi karyawan di PT Freeport Indonesia.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Aimas Kabupaten Sorong, Inspektur Dua (Ipda) Abdul Salam mengatakan, latar belakang Sitorus memang pernah bekerja di Freeport ketika berusia sekitar 20 tahun. “Setelah itu baru dia masuk sekolah calon Tamtama Kepolisian,” katanya, Rabu (15/5/2013).

Abdul Salam mengatakan, Sitorus menjadi anggota polisi pada tahun 1986/1987. Menurutnya, Sitorus sudah memiliki uang banyak ketika masuk polisi. “Dari gaji Freeport, dia dapat besar, sehingga pada saat masuk polisi, memang sudah ada banyak uang dia,” ujarnya.

Abdul Salam adalah orang yang pernah bersama Sitorus ketika dipenjara tahun 1995. Ketika itu, Sitorus diduga terlibat dalam usaha penangkapan illegal menggunakan pukat harimau. “Saya waktu itu ditahan selama sepuluh bulan karena menembak orang, sedangkan dia, karena kasus jaring pukat harimau, dia cerita masa lalunya semua ke saya,” tuturnya.

Setelah keluar penjara beberapa bulan sesudahnya, Sitorus kemudian beralih bisnis ke pengolahan kayu. Usaha ini digelutinya hingga kini yang membawanya menjadi orang kaya di Kota Sorong. “Kita tidak bayangkan, uangnya begitu banyak, jangan melihat pangkatnya,” kata Abdul Salam

Direktur Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Papua Komisaris Besar Polisi Setyo Budi menyatakan bahwa polri sudah membidik Aiptu Labora Sitorus, namun untuk sementara belum cukup bukti untuk menyeret bintara tersebut menjadi tersangka. “Kita sudah memeriksa yang bersangkutan belum lama ini, tapi masih sebatas saksi, saya lupa tanggalnya,” kata Setyo Budi.

Ia mengatakan, pemeriksaan terhadap Labora Sitorus digelar di Polda Papua Jayapura, dua bulan lalu. Penyidik melempar puluhan pertanyaan seputar bisnisnya di Kota Sorong. “Kalau soal apa saja yang ditanyakan, itu sudah masuk ranah penyidikan, saya tidak bisa jawab,” ujarnya. Soal kemungkinan keterlibatan dalam bisnis ilegal, “Kami masih selidiki.”

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Djoko Suyanto merasa heran ada polisi berpangkat rendah bisa punya uang sampai Rp 1,5 Triliun.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto, angkat bicara ihwal bintara polisi Aiptu Labora Sitorus, anggota Kepolisian Resor Sorong, Papua Barat, yang memiliki rekening senilai hingga Rp 1,5 triliun. “Heran ya? Saya juga heran,” kata Djoko, di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu, (15/5/2013).

Meski demikian, Menkopolhukam Djoko Suyanto menambahkan, jajaran kepolisian saat ini telah mengusut Aiptu Labora Sitorus. “Kapolda-nya sudah turun ke Sorong. Mudah-mudahan bisa ditemukan sumber-sumbernya dari mana,” ujar dia.

Djoko enggan berkomentar tentang lembaga yang sebaiknya menangani kasus ini, kepolisian atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut dia, saat ini pengusutan sedang berlangsung. “Kita tunggu saja prosesnya seperti apa,” ucapnya. “Aparat kepolisian pasti akan berkoordinasi dengan semua pihak untuk memperkuat penyelidikan.” [KabarNet/adl – Source: Metrotvnews/Tempo]

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.095 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: