KabarNet.in

Aktual Tajam

Kepala Korban Pecah, Pihak Keluarga Tempuh Jalur Hukum

Posted by KabarNet pada 02/01/2013

Jakarta – KabarNet: Muhammad Rasyid Amrullah Rajasa (22) harus menerima kenyataan, bahwa ia telah menewaskan dua orang. Mobil BMW dengan nomor polisi B 272 HR, yang dikendarainya menabrak mobil Luxio di tol Jogorawi kilometer 3.350 pada hari Selasa, 1 Januari 2013, sekitar pukul 05.45 WIB. BMW itu menabrak bagian belakang mobil Luxio. Korban yang berada di mobil Luxio adalah bocah balita, Muhammad Rehan berusia 1,5 tahun, ia tewas di lokasi kejadian. Selain Rehan, korban lain yang tewas bernama Harun (57 tahun).

Tabrakan yang mengaitkan orang penting di Indonesia itu membuat Mabes Polri angkat bicara. Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Suhardi Alius dalam jumpa pers terkait tabrakan maut di Jogorawi mengatakan, pengemudi mobil BMW B 272 HR yang dikendarai M Rasyid Amrullah Rajasa adalah putra bungsu dari Menteri Koordinator Perekonomian RI, Hatta Rajasa.

Pihak kepolisian sendiri telah memutuskan anak Hatta Rajasa menjadi sebagai tersangka. Sementara Hatta Rajasa, sang ayah, menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk memproses sesuai hukum. Rasyid Rajasa pula telah melakukan tes urin yang hasilnya sementara ini negatif. Hingga dini hari tidak diketahui dimana sang bungsu itu dirawat yang katanya sedang mengalami trauma dan sakit maag akut.

Keluarga korban kecelakaan BMW maut, merasakan sejumlah kejanggalan. Ada pihak yang mengaku dari kepolisian meminta keluarga untuk tidak memperpanjang kasus kecelakaan itu. Ivan (37), menantu korban, salah seorang dari dua korban tewas kecelakaan tersebut mengatakan, beberapa jam setelah mengetahui sang mertua meninggal dunia, rumahnnya di Perum Tangerang, Banten, kedatangan tamu. Mereka berpakaian dinas kepolisian mengaku dari Polda Metro Jaya.

Ivan, mengatakan orang yang mengaku polisi itu menyuruh jenazah Harun untuk segera dibawa pulang. “Mereka minta kepada keluarga agar jenazah bapak cepat dibawa saja. Alasannya biar urusan cepat selesai,” ujarnya kepada wartawan di halaman Rumah Sakit Polri Bhayangkara Raden Said Sukanto, Jakarta Timur, Selasa malam.

Berdasarkan pantauan, beberapa pria berbadan tegap, seorang di antaranya menggunakan celana loreng-loreng tampak selalu mendampingi keluarga Harun. Bahkan satu orang di antaranya sempat menghalang-halangi wartawan yang hendak mewawancarai keluarga.

Ivan mengungkapkan kedatangannya ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati langsung didampingi pihak kepolisian untuk mengurus jenazah mertuanya itu. Menurutnya, pihak keluarga diminta untuk segera membawa pulang jenazah sang ayah di rumah sakit dan segera memakamkannya. Seluruh biaya mulai dari pengiriman jenazah hingga pemakaman pun ditanggung oleh pihak pengemudi. Pasalnya, pihak yang mengaku sebagai kepolisian tersebut mengatakan, pengemudi penyebab kecelakaan hendak menempuh upaya damai.

Lebih jauh, Ivan terkejut saat mengetahui bahwa pengemudi BMW maut tersebut adalah putra Menteri Koordinator Perekonomian RI, Hatta Rajasa. Ia pun mengaitkan fakta itu dengan keberadaan pihak kepolisian yang tiba-tiba mendampingi keluarga yang berduka itu. “Pantesan, saya mikir, kok, ada yang aneh saja. Mereka nggak bilang kalau dia anak menteri, pantesan saya nggak dapat kronologis kenapa ayah saya meninggalnya,” lanjut Ivan.

Kini, Keluarga korban berencana menuntut pengemudi mobil BMW X5 berpelat nomor B272HR yang diketahui M. Rasyid Amrullah Rajasa. “Tetap akan saya tuntut. Jika benar itu (mobil BMW) menabrak, harus saya tuntut. Saya mau lewat jalur hukum saja,” kata Ivan yang masih terlihat berduka usai melihat jenazah Harun.

Ia menegaskan, rencananya tersebut tidak tergoyahkan, meski keluarga pihak penabrak meminta untuk berdamai. pihaknya akan tetap memproses tabrakan tersebut ke ranah hukum. “Nerima atau tidak (perdamaian itu), tetap akan proses hukum. Tapi nanti saya tanya pihak keluarga dulu,” katanya lagi.

Keinginan keluarga menuntut pengemudi BMW juga diutarakan oleh keponakan Harun, Didi Supriadi (30). Ditegaskan Diri, melihat luka parah yang dialami Harun hingga meninggal dunia dengan kondisi kepala pecah, membuatnya terpanggil untuk menempuh jalur hukum. “Saya pengennya lewat jalur hukum yang berlaku di Indonesia. Masalahnya, kita lihat kepala almarhum sampai pecah begitu,” katanya.

Jenazah almarhum Harun sudah dipulangkan. Jasad Harun meninggalkan RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, sekitar pukul 19.50 WIB, Selasa malam. Jenazah dibawa mobil ambulans dengan nomor polisi B 1700 POA. Sesuai rencana, jenazah Harun telah dimakamkan di kampung halamannya di Desa Ciruas, Cikeusal, Serang, Banten, Rabu (2/1/2012) pagi. Sejumlah sanak keluarga turut mengantar almarhum ke tempat peristirahatan terakhir.

Sementara itu, Eman dan Nung orangtua bocah bernama Muhammad Raihan, korban tewas dalam kecelakaan BMW, harus menelan pahitnya awal tahun 2013. Getir mereka rasakan ketika kehilangan orang yang tersayang. Jenazah Raihan sudah dibawa pulang dari RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur pukul 18.30 WIB, Selasa (1/1/2012). Dengan menumpang mobil jenazah, tubuh bocah tersayang yang belum genap 2 tahun itu mereka timang menuju arah pulang. Duka mendalam tergambar jelas dari wajah keduanya. Eman sang ayah bahkan menangis saat tubuh anaknya terbujur kaku dimasukkan ke dalam mobil jenazah.

Kini bocah berusia 1,5 tahun itu, telah dimakamkan di Sukabumi, tanpa dihadiri kedua orangtuanya. Orangtua Reihan masih berada di rumah sakit di Jakarta, terutama sang ibu, Enung yang masih menjalani perawatan. Pihak keluarga korban terutama kakek dan neneknya tak kuasa menahan kesedihan. Mereka telah mengiklaskan kepergian cucunya.

Mobil maut BMW X5 bernomor B 272 HR (Dok Polda Metro)

Mobil BMW X5 no pol B 272 HR (Dok Polda Metro)

Sebelumnya diberitakan, Selasa pagi 1 Januari 2012, pukul 05.45 Wib, terjadi tabrakan di tol Jagorawi arah selatan, tepatnya di KM 3.500 antara Mobil Daihatsu Luxio bernopol F 1622 CY, yang di kemudikan oleh Frans Joner Sirait (37), dan mobil Jeep BMW bernopol B 272 HR, yang dikemudikan oleh Muhammad Rasid Amirullah (22).

Penyebab kejadian ini, karena pengendara Jeep BMW B 272 HR, tengah melintas dari arah Cililitan menuju Bogor. Namun, di KM 35, pengemudi BMW B 272 HR yang melaju dengan kecepatan tinggi langsung menghantam mobil Luxio F 1622 CY dari belakang. Akibat kuatnya benturan dari kendaraan BMW itu, pintu Luxio terbuka dan penumpang di dalamnya jatuh terpental. Dugaan sementara sopir BMW sedang mengantuk saat melajukan kendaraan mewah itu. [KbrNet/Slm]

5 Tanggapan to “Kepala Korban Pecah, Pihak Keluarga Tempuh Jalur Hukum”

  1. Mata balas mata, hidung balas hidung, kuping balas kuping, itulah hukum qisash. Demi tegaknya kebenaran dan keadilan, beri hukuman yg setimpal sesuai dengan yg dialami korban tanpa pandang bulu, sama seperti kasus xenia maut yg menelan korban tak bersalah. jika ada upaya dari pihak2x yg mencoba melindungi pelaku maka jangan salahkan jika ada pula pihak2x tertentu lainnya yg akan main hakim sendiri.

    gitu aza kok repot.

  2. tan panama said

    awal BENCANA POLITIK, tinggal media massa menjadikan berita sensasional ….

  3. Bang Uddin said

    Perlu di Update lewat Twitter dan Facebook.

    Rasyid Amrullah Tersangka kasus tabrakan maut, itu dapat dijerat dengan Pasalnya 338 KUHP, Pasal 359 KUHP, PASAL 360 KUHP , Pasal 311 dan Pasal 310 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ)

    Kecelakaan Lalu Lintas dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (“UU LLAJ”) digolongkan menjadi 3, yakni (lihat Pasal 229):
    a. Kecelakaan Lalu Lintas ringan, merupakan kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan Kendaraan dan/atau barang,
    b. Kecelakaan Lalu Lintas sedang, merupakan kecelakaan yang mengakibatkan luka ringan dan kerusakan Kendaraan dan/atau barang.
    c. Kecelakaan Lalu Lintas berat, merupakan kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia atau luka berat.

    Pasal 338 KUHP jelas menerangkan bahwa “barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun”. Pasal 359 KUHP menyatakan bahwa “barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun”.

    Penggunaan pasal 338 KUHP bila mengandung arti unsur “kesengajaan” yang dilakukan Rasyid Amrullahi dalam kasus tabrakan bila hasil tes urinnya positip narkoba, pasal itu bisa diterapkan. “Analisis terhadap detail sebelum, sesudah, dan pada saat terjadi kecelakaan, Pasal 338 KUHP bisa diterapkan,”

    Penerapan Pasal 359 KUHP

    Semua tindakan kelalailan yang bisa menyebabkan orang terluka ataupun meninggal dasarnya bisa dijerat dengan pasal 359 KUHP.

    Peristiwa tersebut tetap harus ditindaklanjuti agar kedepannya kita lebih berhati – hati lagi dalam bertindak sehingga tidak merugikan orang lain apalagi sampai menghilangkan nyawa seseorang.

    PASAL 359 KUHP Tentang KELALAIAN MENYEBABKAN KEMATIAN

    Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.

    PASAL 360 KUHP Tentang KELALAIAN MENYEBABKAN LUKA BERAT

    (1) Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mendapat luka-luka berat, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.

    (2) Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebahkan orang lain luka-luka sedemikian rupa sehingga timhul penyakit atau halangan menjalankan pekerjaan jabatan atau pencarian selama waktu tertentu, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana kurungan paling lama enam bulan atau pidana denda paling tinggi empat ribu lima ratus rupiah.

    Jelas ini menunjukkan barangsiapa adalah seseorang yang mana dalam hal ini melakukan sebuah kelalaian yang orang lain terluka akan mendapat sanksi pidana berupa ancaman 5 tahun penjara atau kurungan 1 tahun terhadap apa yang semestinya dia lakukan terhadap tanggung jawabnya tersebut. Pada pasal ini bisa di terapkan bila yang memiliki kabel telanjang dan masih teraliri arus listrik tersebut adalah masyarakat, dikarnakan pasal ini membuka peluang untuk korban menuntut haknya sebagai pihak yang dirugikan.

    Pasal 310 ayat (1) UU LLAJ yang berbunyi :

    (1) Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan kerusakan Kendaraan dan/atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (2), dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan dan/ atau denda paling banyak Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah).

    Pasal 311 ayat (2) UU LLAJ yang berbunyi:

    (2) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas dengan kerusakan Kendaraan dan/ atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 229 ayat (2), pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 4.000.000,00 (empat juta rupiah).

    Selain pidana penjara, kurungan, atau denda, pelaku tindak pidana lalu lintas dapat dijatuhi pidana tambahan berupa pencabutan Surat Izin Mengemudi atau ganti kerugian yang diakibatkan oleh tindak pidana lalu lintas (lihat Pasal 314 UU LLAJ).

    Mengenai ketentuan peraturan perundang-undangan mana yang digunakan untuk menjerat si pelaku, hal tersebut merupakan kewenangan dari penuntut umum, dan bukan hakim. Hal ini sesuai dengan ketentuan Pasal 137 UU No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana (“KUHAP”) yang berbunyi:

    Penuntut umum berwenang melakukan penuntutan terhadap siapapun yang didakwa melakukan suatu tindak pidana dalam daerah hukumnya dengan melimpahkan perkara ke pengadilan yang berwenang mengadili.

    Terkait ini, di dalam ketentuan Pasal 63 ayat (2) KUHP disebutkan bahwa:
    “Jika suatu perbuatan masuk dalam suatu aturan pidana yang umum, diatur pula dalam aturan pidana yang khusus, maka hanya yang khusus itulah yang diterapkan.”

  4. Bukan bermaksud buruk pd sopir/pelaku MRAR tp lbh Utamanya pd penegakan hukum dan adanya saling menghargai antar umat manusia(warga negara) akan hak2 hidup dalam hal ini pemakai Jalan Raya untuk melindungi keselamatan badan dan jiwa dihasilkanlah UU no 22 th 2009 LLAJ. Trus apa maksud polisi klu ada kasus penghilangan nyawa seseorang/ WN di JR suruh damai? Kapan masyarakat akan tertib Lalin? Mungkin, Maaf. “Biar dpt jatah dr pelaku?”Mudah2an tdk. Trus ntk apa ada itu aturan? Buat hiasan atau emang mlh sbg sarana ntk ngais uang tanpa menghargai nyawa manusia? Atau emang polisi belum tau aturanya? Trus kapan WN bisa menghargai hak2 WN lain klu tiap masalah bs dibeli/damai? Enak dong jd orang berduit. Mudah2 polisi bs jd pengayom masyarakat/WN beneran. Maju terus kel korban, tuntut…tuntut dan tuntut demi ketenangan almarhum!!! Tegakan aturan krn sekaligus peringatan dan pembelajaran bg WN lain. Kami turut berbelasungkawa mudah2an arwahnya diterima di sisi Allah SWA, Amin.

  5. Aing thea said

    Hukum di Indonesia seperti golok, tajam kebawah tumpul ke atas.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.970 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: