KabarNet.in

Aktual Tajam

Sadis! Dua Anggota Polisi Ditemukan Tewas Disembelih

Posted by KabarNet pada 17/10/2012

Poso – KabarNet: Dua anggota kepolisian Briptu Andi dan Brigadir Suherman yang hilang di Poso sejak Senin 8 Oktober 2012 telah ditemukan tewas. Keduanya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di basis militer JAT, yakni Taman Jeka. Di leher keduanya diketahui terdapat luka yang diduga akibat ditusuk senjata tajam.

Menurut seorang anggota polisi yang turut melakukan evakuasi, keduanya luka di leher keduanya terlihat seperti luka akibat sembelih. “Seperti disembelih. Digorok. Tapi lehernya tak sampai putus. Ada juga beberapa luka lebam seperti disiksa. Sadis,” kata sumber yang meminta tak disebutkan namanya saat dihubungi.

Dalam foto yang dikirimkan sumber itu, salah satu mayat tampak tak mengenakan celana. Dia hanya mengenakan baju atau kaos warna coklat. Ada bekas lebam di kedua kakinya seperti dijerat. Tangannya terlentang saat jasad itu diangkat dari dalam lubang.

Dalam foto yang lain kedua mayat itu telah dimasukan dalam kantong mayat warna kuning. Kedua mayat itu dijejerkan di sebuah jalanan dari tanah. Tampak sejumlah anggota polisi, Brimob, dan tentara mengelilinginya. Ada kengerian di wajah para tim evakuasi ini.

Sementara itu, pihak Mabes Polri menuding Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) menculik anggota Brimob yang sedang bertugas di Poso, Sulawesi Tengah. “Mereka diduga diculik kelompok teror JAT,” jelas Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar kepada wartawan, Selasa (16/10/2012).

Menurut Boy, kelompok teroris yang menculik dua anggota Brimob di Poso sangat terkait dengan jaringan Solo. “Poso terkait dengan jaringan teroris di Solo. Karena yang ditangkap di Solo ikut latihan di Poso,” paparnya.

Kata Boy, sangat dimungkinkan kedua anggota Brimob diculik kelompok teroris, terlebih lagi mereka sedang bertugas memantau pelatihan kelompok teroris. “Sangat dimungkinkan ditangkap oleh kelompok-kelompok teroris,” ungkapnya.

Sebelumnya, penyidik Densus 88/Antiteror menuturkan bahwa kedua anggota polisi itu tengah mengumpulkan bahan keterangan di Desa Tamanjeka, Poso. Pasalnya, tempat itu dicurigai sebagai basis laskar di bawah pimpinan, Santoso yang menjadi buronan nomor satu.

Nama Santoso selalu muncul dalam setiap pengungkapan kasus terorisme. Santoso dianggap sebagai jaringan Abu Tholut alias Mustafa yang diyakini polisi merupakan panglima perang JAT. JAT yang didirikan ustadz Abu Bakar Baasyir pun berulangkali membantah dan menyatakan jika Abu Tholut sudah keluar dari JAT.

JAT Tuding Kepolisian Lakukan Fitnah Keji
Pihak Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) mengatakan, pihak kepolisian melakukan fitnah keji dengan menuding organisasi yang didirikan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir sebagai kelompok teror. “Ini fitnah keji yang dilakukan kepolisian terhadap JAT,” kata Jurubicara JAT, seperti dikutip itoday, Selasa (16/10/2012).

Menurut Son Hadi, pihak kepolisian menuduh JAT kelompok teror itu atas kemauan Amerika Serikat (AS). “Ini nampaknya mengikuti apa yang diinginkan AS. AS sejak awal bulan tahun ini sudah memasukkan JAT sebagai kelompok teror dan akan segera diwujudkan polisi dengan mengada-ada tuduhan selama ini,” paparnya.

Kata Son Hadi, tuduhan kepolisian terhadap JAT terkait teroris selalu tidak ada bukti secara hukum. “Teror itu ketentuan hukum, bukan isu, jangan sampai pihak-pihak kepolisian hanya mengeluarkan spekulasi tanpa ada bukti hukum,” ungkap Son Hadi.

Ia juga mengatakan, pihak kepolisian tidak menjelaskan penyebab hilangnya dua anggota Brimob saat bertugas di Poso. “Saat ini tidak ada kejelasan bagaimana dua anggota Brimob itu hilang, apakah pergi, itu kan tidak jelas, tiba-tiba ada tudingan ke JAT. Kita sangat protes keras atas tuduhan itu,” tegas Son Hadi.

Son Hadi memperkirakan tuduhan terhadap JAT sebagai kelompok teroris merupakan cara kepolisian mengalihkan kasus korupsi SIM Simulator di lembaga berbaju cokelat itu. “Ini pelarian kasus-kasus yang sedang menimpa kepolisian dalam simulator SIM,” pungkasnya. [KbrNet/Slm/SalamOnline]

3 Tanggapan to “Sadis! Dua Anggota Polisi Ditemukan Tewas Disembelih”

  1. David berkata

    Ini test case perlawanan terhadap negara. Berantas tuntas, sebelum jadi benalu yang membunuh. Allahu Akbar!!!

  2. antipolisi berkata

    OPM Papua yg kedapatan ada bahan peledaknya koq ga dianggap teroris ya, padahal sdh jelas organisasinya, visi-misinya, membahayakan negara dan ada bukti bahan peledak, jd yg dimaksud oleh anjing2 kafir teroris itu sebenarnya umat islam, jelas sudah

  3. hartoyo berkata

    permainan politik busuk…

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.086 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: