KabarNet.in

Aktual Tajam

Kedubes AS Diserbu Umat Islam

Posted by KabarNet pada 17/09/2012

Jakarta – KabarNet: Gelombang demonstrasi tak henti-hentinya terjadi di berbagai negara Timur Tengah maupun Eropa, tak terkecuali di Indonesia. Para demonstran menuntut pemerintah Amerika menyeret penghina Nabi Muhammad SAW ke pengadilan, bahkan menuntut hukuman mati terhadap pihak tersebut. Hal ini terjadi akibat film Innocence of Muslims yang menghujat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang dibuat oleh warga AS keturunan Yahudi.

Demikian juga yang terjadi Ahad kemarin, (16/9), di Jakarta, Kedubes Amerika Serikat di Jl. Medan Merdeka Selatan – Jakarta, di demo. Berlanjut Hari ini, Senin (17/9). Kedubes AS diserbu umat Islam. Ribuan pengunjuk rasa dari berbagai ormas dan elemen Islam seperti Forum Umat Islam (FUI), Front Pembela Islam (FPI), Gerakan Reformis Islam (GARIS), Gerakan Pembela Islam (GPI), Komite Penegak Syariah (KPS), Taruna Muslim dan lainnya melakukan long march dari Bunderan Hotel Indonesia menuju Kedubes AS dengan gegap gempita diiringi gema takbir, menyuarakan perasaan dan kegusaran mereka atas penghinaan terhadap Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam dalam film Innocence of Muslims.

Aksi unjuk rasa ini diwarnai kericuhan. Akibatnya, Jalan Medan Merdeka Selatan tidak dapat dilalui karena ditutup sementara demi keamanan. Aksi mulai kisruh pada pukul 14.45 WIB. Pihak keamanan mulai menembakkan gas air mata untuk menghalau para demonstran. Massa yang tidak terima dengan perlakuan itu langsung membalas dengan lemparan batu conblock.

Kejadian berawal dari aksi ribuan orang yang mulai tak terkendali saat long march dari Bundaran HI, mendekati gedung Kedubes atau tepat di depan gedung Balai Kota DKI. Sesaat baru mendekat di depan Kedubes AS, batu-batu pun berterbangan. Ribuan polisi yang bertugas cukup dibuat kaget, karena tak mengira batu-batu itu begitu cepat dilemparkan ke arah gerbang Kedubes. Bentrokan pendemo dengan aparat polisi tak bisa dihindarkan. Sejumlah orang menderita luka-luka, baik di pihak polisi maupun pengunjuk rasa. Memang, ini adalah perasaan umat Islam yang tak rela keyakinan dan Nabinya dinistai. “Kami di sini bisa bikin kalian seperti di libya…!” teriak seorang pendemo. Berikutnya, bendera Amerika pun dibakar.

Kelompok massa dari Brigade Macan FPI, bermaksud menerobos masuk ke dalam komplek Kedutaan Besar AS di Merdeka Selatan, namun upaya itu dihadang aparat polisi sehingga terjadi lontaran gas air mata oleh kepolisian. Sekitar 100 meter dari Kedubes, sekelompok massa di baris paling depan berlarian sambil berteriak-teriak bermaksud mendekati pintu pagar Kedubes AS. Sekitar ratusan Polisi dari Polres Jakarta Pusat dan Polda Metro Jaya, yang sudah siaga dengan tameng dan pentungan tidak bisa menahan laju massa.

Karena massa Islam semakin banyak, gas air mata pun dilontarkan aparat. Dua kendaraan taktis Polri, water cannon dan barracuda, dioperasikan. Saat massa dipukul mundur ke depan Balai Kota tadi, terlihat ada orang yang melemparkan benda yang bisa dipastikan adalah bom molotov ke dalam halaman Kedubes AS.

Akibat kekisruhan ini, berbagai angkutan umum terpaksa berbalik arah seperti Metro Mini P 15, Kopaja 502 dan feeder busway tidak dapat melintas. Pintu Gerbang Balai Kota DKI juga ditutup untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Dalam aksi ini, Polisi telah menangkap 4 orang yang diduga sebagai provokator. “Telah diamankan 4 orang dari kelompok demonstran,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di lokasi kejadian, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (17/9).

Menurut Rikwanto, mereka kini diamankan di sebuah safe house. Identitas para provokator itu juga belum diketahui. “Sementara yang ditangkap, diamankan di safe house, belum diketahui nama-namanya,” jelasnya.

Demo Dikacaukan
Kericuhan ini terjadi dua kali, kericuhan gelombang kedua terjadi sekitar pukul 16.32 WIB. Sedangkan kericuhan pertama terjadi pukul 14.50 WIB. Gelombang kedua yang terjadi kali ini belum diketahui penyebabnya.

Akibat situasi yang makin memanas karena terjadi kericuhan gelombang kedua, Sekretaris Jenderal Forum Umat Islam (FUI), ustadz Muhammad Al Khaththath memerintahkan seluruh anggota FUI untuk menarik diri dari lokasi. Al Khaththath perintahkan massa FUI untuk mundur dari Jalan Medan Merdeka Selatan, lokasi jalan yang menjadi akses Kedubes AS di Jakarta.

Sebagian anggota FPI yang menjadi peserta aksi demo juga sudah diperintahkan menarik diri dari Jalan Merdeka Selatan karena memperoleh informasi bahwa demo akan dikacaukan. Setelah peserta aksi dari FPI dan FUI menarik diri, peserta aksi tinggal menyisakan peserta dari beberapa elemen Islam yang lain.

Kericuhan pertama yang terjadi sebelumnya di sela-sela aksi demonstrasi dipicu oleh tembakan gas air mata aparat kepolisian ke arah demonstran peserta aksi damai. Akibat provokasi lemparan gas air mata dan beberapa buah batu dari pihak kepolisian, memicu emosi sejumlah peserta aksi sehingga melakukan pembalasan dengan melempari polisi dengan batu.

“Bentrok dipicu lemparan dari pihak kepolisian terlebih dahulu. Situasi menjadi chaos di depan Kedubes AS ketika tiba-tiba polisi dengan brutal menembakkan gas air mata,” kata Direktur JAT Media Center (JMC), Son Hadi, yang juga berada di lokasi kejadian, seperti dikutip muslimdaily, Senin (17/9).

Aksi demonstrasi yang dihadiri oleh sejumlah besar umat Islam dari berbagai elemen itu awalnya berlangsung damai. Aksi yang bermula dari bundaran HI itu kemudian dilanjutkan dengan long-march menuju kantor Kedubes AS. Di depan kantor Kedubes AS, aksi dihadang oleh aparat kepolisian. Sekitar pukul 14.50 WIB, aksi damai itu kemudian ricuh.

Menuntut Pemerintah
Pengunjuk rasa menuntut Pemerintah AS konsisten dengan jargon toleransi antar umat beragama yang mereka kampanyekan. Salah satu wujudnya adalah dengan memberikan sanksi kepada pembuat dan pengedar video “Innocent of Muslims” yang melecehkan Islam.

Demikian tegas Jubir FPI, Munarman, tentang maksud unjuk rasa sejumlah ormas Islam ke kantor Kedutaan Besar AS, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (17/9/2012). “Mereka mempersoalkan kelompok agama lain sebagai tidak toleran, tapi ketika non-Muslim ekspresikan Islam dengan caranya sendiri itu dianggapnya biasa saja,” ujar Munarman.

Dia kemudian menyebut pembuatan dan peredaran video berjudul “Innocent of Muslims” sebagai contoh kasus. Tidak ada sanksi yang dikenakan kepada pembuat dan pengedar video yang materinya jelas-jelas melecehkan ajaran Islam. “Kita minta mereka juga mengambil tindakan ketika ada yang melecehkan Islam, ini jelas penghinaan,” sambung Munarman. [KbrNet/DTC]

Satu Tanggapan to “Kedubes AS Diserbu Umat Islam”

  1. tohir berkata

    sudah tahu islam diniha, apalagi jika warga jakarta kalau dipimpin selain islam tambah dihina-hina kita.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.079 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: