KabarNet.in

Aktual Tajam

Ansyaad Mbai Diminta Jaga Mulut!

Posted by KabarNet pada 10/09/2012

Jakarta – KabarNet: Ancaman bom terhadap simbol-simbol negara seperti Gedung Parlemen senayan, perlu dibuktikan secara data dan barang bukti. Sebab, hal itu telah menciderai simbol pemerintahan Indonesia. Lantaran informasi mentah, terkait data intelejen yang dikonsumsi publik, dapat berdampak buruk, seperti terjadi kepanikan, keresahan dan ketakutan pada masyarakat. Sosok Ansyaad Mbai dianggap terlalu banyak menyampaikan opini atau pun informasi yang kurang tepat dikonsumsi publik.

Pernyataan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai bahwa 86 persen mahasiswa di 5 kampus ternama di Jawa menolak Pancasila sebagai dasar negara, hal itu diungkapakan dalam rapat kerja BNPT dengan Komisi III DPR. Pernyataan ini mendapat pertentangan dari angkatan muda Golkar.

Sekretaris Jenderal Angkatan Muda Majelis Dakwah Indonesia (AM-MDI) Partai Golkar Ton Abdillah Haz menilai, Ansyaad terlalu mengeneralisir masalah itu. Namun, Ton yang sebelumnya menjabat Ketua DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), ini justru melihat sebaliknya. Ia mengklaim nasionalisme dan penolakan terhadap gerakan radikalisme di kampus justru sedang menggeliat. “Coba lihat saja kongres-kongres mahasiswa. Semuanya mengangkat tema nasionalisme,” katanya, di Jakarta.

Ton tidak menampik ada sejumlah mahasiswa yang tertarik untuk masuk dalam gerakan jihad. Namun, tidak semua dan hanya segelintir saja. “Tidak tepat mengatakan 86 persen mahasiswa menolak Pancasila. Kami mempertanyakan itu,” pintanya.

Menurut dia, rasa nasionalisme di kalangan mahasiswa tetap terjaga. Bisa terlihat dari aksi-aksi penolakan mereka terhadap perilaku korup para elit. “Bahkan obrolan warung kopi pun tentang nasionalisme,” terangnya.

Apa yang disampaikan Ansaad, baginya justru membahayakan kehidupan akademis. Banyak orang tua yang khawatir dan justru menghindari ketika anaknya aktif di Jamaah Masjid kampus. Padahal, agama terutama Islam, tidak bisa dipisahkan dari sejarah bangsa dan kehidupan berbangsa dari era jelang kemerdekaan hingga sekarang. “Ini sangat berbahaya bagi Jamaah kampus, orang tua mahasiswa akan memilih tidak memasukkan anak-anaknya,” katanya.

Juga termasuk akan merusak reputasi organisasi kepemudaan terutama yang berlandaskan agama. “Ini juga membuat orang tua melarang anaknya gabung di HMI, PMII maupun IMM. Kami (generasi muda, red) mendukung 4 pilar kok,” pungkas Ton, seperti dikutip arrahmah.com, (07/09/2012).

BNPT Membuat Takut Masyarakat Sipil dan DPR
Direktur CIIA (The Community of Ideological Islamic Analyst) Haris Abu Ulya menyesalkan pernyataan Ketua BNPT terkait isu sasaran bom terhadap gedung DPR, karena akan menciptakan ketakutan di masyarakat. Menurutnya, pernyataan Ansyaad Mbai itu hanya sebatas informasinya dan masih bersifat kemungkinan. Bila informasi tersebut memang valid, seharusnya disampaikan kepada Densus 88 atau Tim Jihandak, sehingga bisa menjadi antisipasi.

“Pernyataan Ansyaad itu hanya informasi intelijen, bisa salah bisa juga benar. Namun, saya sangat prihatin pejabat publik justru suka mengumbar dugaan yang tanpa disadari telah melahirkan teror kepada orang-orang sipil. Orang-orang jadi paranoid, gelisah dan sikapnya jadi tidak proporsional,” katanya di Jakarta, Jum’at (07/09).

Lanjut Haris, seharusnya Ansyaad tidak sibuk membangun opini dan propaganda dengan isu terorisme, karena akan kontraproduktif. “Banyak hal yang masih diperdebatkan, radikalisme versi Ansyaad sendiri perlu di perjelas,” ujarnya

Pria yang juga salah satu pengurus pusat Hizbut Tahrir Indonesia ini, juga mengkhawatirkan pemahaman radikalisme yang ditolak BNPT, karena ia nilai berangkat dari sikap yang sekularistik. “seorang Ansyaad yang lahir dan tumbuh dalam kultur sekulerisme memberikan konotasi tentang radikalisme secara serampangan dan tendensius,” papar Haris.

Lebih dari itu menurut Haris, Paradigma mendasar dalam membaca masalah korelasi radikalisme agama dengan terorisme yang dipegang Ansyaad sangat bermasalah. “Jadi makin hari, Ansyaad makin banyak bicara makin ketahuan kapasitasnya memahami Islam dan sikap dia terhadap Islam dan kaum muslimin. Umat sudah pandai menilai, jadi pesan saya Ansyaad harus hati-hati,” tutupnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Pimpinan Majlis Tarbiyyah An-Nabawiyyah, H.Salim Syarief di jakarta, saat KabarNet menanyakan tentang reaksi umat terhadap pernyataan Ansyaad, ia menyampaikan bahwa umat islam tidak perlu bereaksi terlalu keras terhadap situasi ini, hanya saja Ansyaad diminta untuk jaga mulut dan tidak serampangan dalam berbicara.

“Seharusnya Ansyaad bisa menjaga lisannya, hati-hati dalam berbicara dan tidak serampangan dalam melontarkan pernyataan, agar tidak memancing kemarahan umat yang lebih besar. Seperti kata pepatah “Keselamatan Manusia tergantung dari lisannya” atau pepatah yang lebih populer “Mulutmu adalah harimaumu”, katanya singkat, Ahad (09/09/2012).

Bukan hanya persoalan itu saja, Direktur Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Irfan Idris, juga mengusik perasaan umat Islam. Ia mengusulkan agar para pemuka agama (ulama) mendapatkan sertifikasi dari pemerintah. Alasan Irfan Idris, sertifikasi da’i dan ustad adalah salah satu cara mencegah ajaran radikal.

Tentu saja usulan yang mengundang geram umat Islam ini mendapat kecaman dari berbagai kalangan tokoh Islam. Salah satunya adalah Ketua Umum DPP Front Pembela Islam (FPI), Habib Muhammad Rizieq Syihab. Menurutnya, usulan yang dilontarkan oleh Direktur Deradikalisasi BNPT Irfan Idris, tentang perlunya sertifikasi ulama dengan motivasi deradikalisasi agama islam merupakan penghinaan terhadap Ulama bahkan penistaan terhadap agama Islam.

“BNPT sudah kebablasan, mereka tidak paham kesucian Agama Islam dan mereka tidak tahu kemuliaan Ulamanya. BNPT ingin memposisikan islam dan ulamanya sebagai musuh, sehingga mereka ingin punya justifikasi dan legitimasi untuk “mengerjai” islam dan ulamanya”, kata Habib Rizieq, Sabtu, (08/09/2012).

Oleh karenanya, Habib Rizieq menyerukan agar segenap komponen Ulama menolak keras usulan gila BNPT itu. Jika BNPT menjadikan Islam dan ulama sebagai musuh, dia juga menyerukan umat Islam bersiap diri untuk melakukan perlawanan.

“Saya serukan segenap ulama untuk menolak keras usulan gila dan rencana edan tersebut. Dan saya serukan segenap umat Islam untuk siapkan diri melawan BNPT dan Densus 88 nya, jika mereka menjadikan Islam dan Ulamanya sebagai musuh. Hidup mulia atau mati Syahid. Allahu akbar !”, tegas Habib.

Hal seirama juga diutarakan oleh Sekjen Forum Umat Islam (FUI) KH Muhammad Al Khaththath, menurutnya usulan sertifikasi ulama dan da’i jelas-jelas merupakan usulan dari orang-orang bodoh yang tidak tahu Islam atau usulan orang-orang jahat yang ingin mengkerdilkan Islam dan mendangkalkan akidah.

“Pengusul ini harus diadili oleh sidang para ulama, mubaligh, dan tokoh umat apakah ada unsur-unsur asing yang terselip dalam usulannya dan mereka harus diminta mencabut usulan dan tobat karena hendak merusak tatanan Islam dan umat Islam yang sudah baku,” kata Al Khaththath, Sabtu (08/09), seperti dikutip suara-islam.com.

Tak salah jika KH Athian Ali mengatakan, pernyataan direktur BNPT itu membuat kita semakin optimis bila terorisme tidak akan pernah hilang dari negeri ini. Keadaan akan semakin keruh dan masalah akan semakin rumit karena ditangani oleh orang-orang yang menurut Joe Vialls (ahli bom & pengamat independen Australia) memiliki ‘ANALISA IDIOT MURNI’!. [KbrNet/Slm]

9 Tanggapan to “Ansyaad Mbai Diminta Jaga Mulut!”

  1. nahnumuslim said

    jangankan dengan umat islam dengan non islam pun, si Ansyad ini bloon dan malah nyalahin UU yang tidak melakukan pencegahan atau upaya dini deradikalisasi, padahal jelas, udah ada undang-undangnya yang membahas pencegahan sebelum penindakan seperti disebut pak , I Gede Pasek Suardika. itulah contoh bila yang dipakai undang-undang manusia bukan Undang-undang sang Pencipta udah pasti cuma dianggap main-main saja. Majnun bin Bahlol!

  2. Sang Kata said

    Jelas siapa yang jadi corong, perpanjangan tangan kepentingan asing ….

  3. indra said

    Manusia seperti Asyaad Mbai ini, mudah-mudahan lekas mati, karna hidupnya di muka bumi ini hanya merusak banyak manusia, sebenarnya dialah teroris yg sesungguhnya. lihat wajahnya selalu kusut tidak ada cahaya ,pancaran kebaikan ..

  4. ramma said

    Setahu saya BNPT itu Kepentingan Asing!

  5. harry said

    Astagfirullah, saya baru saja melihat wajah ahli neraka di atas.. naudzubillah

  6. pancasilaHargaMati said

    ayat2 di quran mengajarkan untuk menteror kafir koq. baca deh at-taubah, dll.

  7. nahnumuslim said

    @Pancasilahargamati, kalau kafir yang kerjaannya ngejual mulu, ya wajib muslim follow Quran, wajib BELI!!!
    yang memulai siapa coyy!! your kafirin ignite fire First!! INGAT 7 kata yang hilang DI pancasila adalah bukti penghianatan kaum kafir terhadap Pahlawan pejuang jihad, buat bangsa ini!!

  8. @Pancasilahargamati

    sok tau loe

  9. oyon aziz said

    tampang udh jelek,prilaku lebih jelek lagi, ya allah hinakanlah ansyaad mbai

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.981 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: