KabarNet.in

Aktual Tajam

Detik-Detik Terakhir Imam Kartosoewiryo

Posted by KabarNet pada 06/09/2012

Misteri Eksekusi Mati Imam Kartosoewiryo Terkuak

Jakarta – KabarNet: Misteri terkait kematian pejuang Islam dan bangsa Imam DI/TII Sekarmadji Marijan Kartosoewiryo akhirnya terkuak. Setidaknya bagaimana proses eksekusi dan lokasi pekuburannya dapat masyarakat ketahui sekarang.

Selama 50 tahun, pemerintah Soekarno dan Soeharto menyembunyikan lokasi eksekusi sang Imam untuk mencegah balas dendam dan reaksi para pengikutnya yang militan.

Selama ini Kartosoewiryo dipercaya masyarakat dieksekusi dan dikubur di Pulau Onrust, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Bahkan ada makam yang disebut sebagai makam sang imam di sana. Ternyata salah besar.

Adalah sejarawan dan budayawan Fadli Zon yang membuka misteri yang tersimpan 50 tahun lalu itu. Lewat buku ‘Hari terakhir Kartosoewiryo: 81 Foto Eksekusi mati Imam DI/TII’, terungkap Kartosoewiryo dieksekusi mati dan dikuburkan di Pulau Ubi, Kepulauan Seribu.

Buku foto ini merangkai perjalanan akhir sang imam. Mulai makanan terakhir yang dimakannya, perjalanannya ke pulau, hingga ditembak mati tentara dan disalatkan serta dimakamkan. “Sebuah fakta yang terkubur selama 50 Tahun, Kartosoewiryo dieksekusi September 1962,” kata Fadli dalam undangan peluncuran bukunya yang digelar di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Rabu (4/9), seperti dikutip muslimdaily.

Kartosoewiryo memproklamirkan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) 7 Agustus 1949 di Tasikmalaya, Jawa Barat. Soekarno kemudian mengirimkan tentara dari Divisi Siliwangi dan satuan-satuan lain untuk menumpas gerakan Kartosoewiryo. Peperangan gerilya di belantara Jawa Barat berlangsung lama. Baru tahun 1962 gerakan ini dipatahkan. Kartosoewiryo ditangkap tentara Siliwangi saat bersembunyi dalam gubuk di Gunung Rakutak, Jawa Barat tanggal 4 Juni 1962.

Soekarno menjatuhkan hukuman mati pada Kartosuwiryo. Sebenarnya, Kartosoewiryo adalah sahabat karibnya. Dulu Soekarno, Muso dan Kartosoewiryo sama-sama ngekos di rumah Tjokroaminoto di Surabaya. Tapi ketiganya akhirnya memilih ideologi dan jalan yang berbeda. Soekarno menjadi nasionalis, Muso menjadi komunis, sedangkan Kartosuwiryo menjadi Islamis. Nasib Kartosoewiryo pun berakhir diterjang timah panas regu tembak tentara Soekarno, mantan sahabatnya sendiri.

4 Permintaan Terakhir Kartosoewiryo Sebelum Eksekusi

Ditolak grasinya oleh Presiden Soekarno, Imam Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DII/TII) Sekarmadji Maridjan Kartosoewiryo meminta empat hal pada Soekarno sebelum eksekusi. “Ada permintaan terakhir bapak. Ada empat,” kata anak bungsu Kartosoewiryo, Sardjono, saat diskusi buku Hari-hari terakhir Kartosoewiryo di TIM, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Rabu (5/9).

Permintaan tersebut adalah bertemu dengan perwira-perwira terdekat Kartosoewiryo. Permintaan ini ditolak karena dikhawatirkan akan menimbulkan dampak politik. Permintaan kedua, eksekusi mati disaksikan perwakilan keluarga. Namun permintaan ini juga ditolak.

Permintaan yang ketiga, jenazah dikembalikan pada pihak keluarga. Ini pun juga ditolak oleh Soekarno. Baru permintaan yang keempat dikabulkan oleh Soekarno. “Permintaan keempat, agar dipertemukan dengan pihak keluarga untuk terakhir kalinya. Permintaan ini yang dikabulkan,” kata Sardjono Kartosoewiryo.

Sebelum dieksekusi, sang imam besar pun dipertemukan terlebih dahulu dengan keluarganya untuk terakhir kali. Mereka makan bersama dan mengobrol untuk terakhir kali di rumah tahanan militer, Jakarta. Setelah makan bersama, Kartosoewiryo kemudian dibawa ke Pulau Ubi dan ditembak mati regu penembak.

Imam Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DII/TII) Sekarmadji Maridjan Kartosoewiryo mengakhiri perjuangannya dan ditangkap bulan Juni 1962 oleh tentara Republik Indonesia. Dia kemudian diadili secara kilat dan dijatuhi hukuman mati. [KbrNet/Slm – Foto: Buku Fadli Zon]

Makan siang terakhir bersama keluarga

Imam Kartosoewiryo

Kartosoewiryo menyeberang pindah ke kapal LCM (landing craft mechanized) untuk menuju Pulau Ubi tempat eksekusi dilaksanakan.

Dokter mengancingkan baju setelah memeriksa Kartosoewiryo.

Dengan mata ditutup dengan kain putih, Kartosoewiryo dituntun menuju tempat eksekusi.

Dengan mata ditutup dengan kain putih, Kartosoewiryo dituntun menuju tempat eksekusi.

Dengan mata ditutup dengan kain putih, Kartosoewiryo diikat di tempat eksekusi.

Proses eksekusi siap dilakukan.

Komandan regu tembak, melakukan tembakan terakhir.

Setelah pemeriksaan jenazah selesai, proses eksekusi selesai dilaksanakan .

Maksud firman Allah Ta’ala: “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah (bahwa mereka itu mati), bahkan sebenarnya mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya”.  (QS. 2:154)

80 Tanggapan to “Detik-Detik Terakhir Imam Kartosoewiryo”

  1. Nur said

    Masya Allah … lengkap y dokumentasinya.

  2. Subhanallah, semoga Allah memberikan mati syahid kepada beliau. Insya Allah, jika perjuangan beliau ikhlas semata mata karena Allah Ta’ala maka kebahagian yg hakiki dan abadi akan dianugerahkan kepada beliau. Dan semoga laknat Allah ditimpakan kepada orang orang yg menentang Allah dan RasulNya.

    Patah tumbuh hilang berganti, hilang satu tumbuh seribu.

    hehehe…. gitu aza kok repot

  3. Vie said

    Semoga Allah memberikan surga buat alm…Sedih dan perihatin meliat photo2 tsb…Hukum di Indonesia tajam buat org@ spti SM Kartosuwiryo tp tumpul buat org2 kyk Suharto…

  4. Bakul Nasi said

    Pemberontak,Pembangkang,Pembuat Makar dan Kudeta Berdarah atas Kedaulatan NKRI maka harus DIHUKUM MATI……Soekarno berjuang bukan utk Tanah Jawa saja tp untuk NKRI dari Sabang smp Merauke,Muslim dan Non Muslim.

  5. Pajagan said

    Anak buak SM. Kartosuwiryo banyak membunuh rakyat Jawa Barat, Rumah2 banyak yang di bakar ???? Syahid

  6. Anonymous said

    apakah perlu menghujat kedua pihak,soekarno dan kartosoewiryo,sedangkan kita tidak tau mana yang benar,kecuali dari cerita-cerita berbagai sumber berita,sejarah bisa diputar balikkan , anggap sebagai pengalaman sejarah bangsa indonesia

  7. Shiddiq said

    Sesuatu yang jarang diunkapkan para ahli sejarah hingga kini dengan maksud mungkin untuk membiarkan wajah perjuangan NII tetap hitam di mata umat Islam, sehingga sampai sekarang pun DI/TII sering dipandang sebagai gerombolan yang suka membakar perkampungan rakyat, merampok serta membuat sengsara rakyat banyak. Sesungguhnya DI/TII telah diinfiltrasi oleh penyusup yang dibayar oleh agen Belanda, maka sering sukar dibedakan dalam peristiwa-peristiwa dan gerombolan yang disebut-sebut, mana yang termasuk gerakan DI yang asli (murni) dan mana yang sebenarnya gerakan penjahat yang memfitnah.

    Pada waktu dilancarkan serbuan menumpas TII oleh AH.Nasution yang disebut PAGAR BETIS (PAsukan GAbungan Rakyat BErantas Tentara ISlam), rakyat dijadikan umpan terlebih dahulu, Sedangkan DI/TII diperintahkan oleh SMK untuk tidak menembak rakyat tidak berdosa yang selama ini telah banyak membantu perjuangan DI/TII, namun bila rakyat akan mundur, niscaya akan ditembak oleh TNI.

    Akhirnya SMK tertangkap 4 Juni 1962, diadili secara kilat 14-16 Agustus 1962, dieksekusi mati 12 September 1962. Konon, untuk berubah dari tuntutan hukuman mati, SMK diminta supaya bersedia mencabut mencabut baiatnya dan membatalkan proklamasi DI (NII) yang diproklamirkannya 7 Agustus 1949 (12 Syawal 1368H). Tapi tawaran tsb beliau tolak dan rela mati ditembus peluru oleh regu tembak. Itulah sikap pejuang yang jantan dan istiqomah, konsekuen dan konsisten dalam membela pendiriannya. Beliau ulama mujahid, intelektual dan militer sekaligus, yang telah menyirami bumi ini dengan tetesan darahnya, dia mati untuk menyongsong kehidupan abadi. Insya Allah syahid, sekalipun jasad beliau telah tiada, tetapi jiwa dan perjuangannya akan tetap hidup, itulah makna dari QS.2:154

    Abubakar Ashiddiq ra pernah berkata : “Ihrish ‘alal maut, tuhab lakal hayat” (Songsonglah kematian, niscaya akan kau dapatkan kehidupan)

  8. Sitti Aisyah said

    Proklamasi membedakan dengan tajam antara pahlawan dan penghianat.
    Mengapa sejarah mengagung-agungkan seorang tokoh
    dan seakan-akan membunuh tokoh lain?
    Barangkali benar juga sejarah itu tidak adil.
    Mengapa sejarah mencatat suatu peristiwa
    atau mengagung-agungkan seorang tokoh,
    tetapi melupakan peristiwa lain
    dan seakan-akan membunuh tokoh lain?
    (Kutipan : Dr.Taufik Abdullah-Refleksi Tempo, Agustus 1987)

    Adapun teks Proklamasi NII yang diproklamirkan SMK
    di Gunung Cupu, Tasikmalaya, Jawa Barat sbb :

    Bismillahirrohmanirrahim.
    Asyhaduan lailaha ilallah, wa asyhaduanna Muhammadarrasulullah.
    Kami umat Islam bangsa Indonesia menyatakan berdirinya Negara Islam Indonesia.
    Maka hukum yang berlaku atas Negara Islam Indonesia itu adalah hukum Islam.
    Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.

    Madinah Indonesia, 12 Syawal 1368H (7 Agustus 1949M)
    Atas nama umat Islam bangsa Indonesia
    Imam Negara Islam Indonesia :
    Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo

    Sempurna !!!

  9. leon said

    setuju buat aisyah n anonymous…tidak setuju dengan si otak nasi bakul..kebanyakan makan lo jadi ngawur omongan lo…knowledge aja rendah pake komentar….

  10. baguscokie said

    Mumpung lagi ramai berita tentang foto2 detik2 terakhir Imam Kartosuwiryo.
    Smoga tulisan ini ada hubungannya.

    Islam TIDAK PERNAH Memberontak kepada NKRI

    Tidak bisa dipungkiri kalau kita baca buku sejarah atau ke museum, maka Islam digambarkan sebagai agama yang pernah memberontak kepada NKRI

    Sejak SD saya sering bertanya tanya , benarkah demikian ??

    “Siapa pun tak kan bisa menolak fakta bahwa perjuangan umat Islam-lah yang menjadikan negara ini merdeka dan mampu mempertahankannya. Semangat jihad-lah yang membuat bangsa dan negara ini kuat menghadapi berbagai gempuran para musuhnya. Tapi apakah hal ini ditulis dengan benar dan apa adanya dalam sejarah kita? Sama sekali tidak! ( Letnan Jenderal (Purn) Zaini Azhar Maulani )”

    Rakyat Indonesia selalu dicekoki tuduhan seakan-akan gerakan Islam identik dengan pemberontakan sebagaimana yang selama ini dituduhkan kepada NII. Padahal kehadiran dan deklarasi NII sebenarnya tidak pada posisi ada negara di dalam negara karena Republik Indonesia berdasarkan Perjanjian Renville hanya berada di Jateng, Yogyakarta dan Sebagian Sumatera .

    Kesepakatan yang diambil dari Perjanjian Renville adalah sebagai berikut :
    Disetujuinya pelaksanaan gencatan senjata
    Disetujuinya sebuah garis demarkasi yang memisahkan wilayah Indonesia dan daerah pendudukan Belanda.
    TNI harus ditarik mundur dari daerah-daerah kantongnya di wilayah pendudukan di Jawa Barat dan Jawa Timur ke daerah Indonesia di Yogyakarta. Dan pada bulan Februari 1948, Divisi Siliwangi hijrah ke Jawa Tengah.

    Tidak semua pejuang Republik yang tergabung dalam berbagai laskar, seperti Barisan Bambu Runcing dan Laskar Hizbullah/Sabillilah di bawah pimpinan Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo, mematuhi hasil Persetujuan Renville tersebut. Mereka terus melakukan perlawanan bersenjata terhadap tentara Belanda. Hingga pada 7 Agustus 1949, di wilayah yang masih dikuasai Belanda waktu itu, Kartosuwiryo menyatakan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII).

    Jadi Lebih tepat dikatakan kehadiran NII adalah sebuah negara yang sejajar jika disandingkan dengan RI. Lain halnya dengan negara Pasundan yang benar-benar merupakan produk Belanda. Orang-orang nasionalis tidak bisa sependapat dalam perkara ini, tetapi kebenaran sejarah tidak bisa ditutupi terus-menerus.”
    Inilah Peta Indonesia Pada Tahun 1948

    Usaha untuk mengungkapkan manipulasi sejarah adalah sangat berat. Satu di antara fakta sejarah yang dimanipulasi, adalah untuk mengungkap kebenaran tuduhan teks proklamasi dan UUD Negara Islam Indonesia adalah jiplakan dari proklamasi Soekarno-Hatta.Yang sebenamya terjadi justru kebalikannya.
    Ketika Hiroshima dan Nagasaki di bom (6 – 9 Mei 1945) S.M. Kartosuwiryo sudah tahu melalui berita radio, sehingga ia berusaha memanfaatkan peluang ini untuk sosialisasi proklamasi Negara Islam Indonesia. Ia datang ke Jakarta bersama pasukan Hisbullah dan mengumpulkan massa guna mensosialisasikan kemungkinan berdirinya Negara Islam Indonesia, dan rancangan konsep proklamasi Negara Islam lndonesia kepada masyarakat. Sebagai seorang tokoh nasional yang pernah ditawari sebagai menteri pertahanan muda yang kemudian ditolaknya, melakukan hal ini tentu bukan perkara sulit. Salah satu di antara massa yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Sukarni dan Ahmad Subarjo.

    Mengetahui banyaknya dukungan terhadap sosialisasi ini, mereka menculik Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok agar mempercepat proklamasi RI sehingga Negara Islam Indonesia tidak jadi tegak. Bahkan dalam bukunya, Holk H. Dengel menyebutkan tanggal 14 Agustus 1945 Negara Islam Indonesia telah di proklamirkan, tetapi yang sebenarnya baru sosialisasi saja. Ketika di Rengasdengklok Soekamo menanyakan kepada Ahmad Soebardjo, sebagaimana ditulis Mr. Ahmad Soebardjo dalam bukunya “Lahirnya Republik Indonesia”.
    Pertanyaan Soekarno itu adalah: “Masih ingatkah saudara, teks dari bab Pembukaan Undang-Undang Dasar kita ?”
    “Ya saya ingat, saya menjawab,”Tetapi tidak lengkap seluruhnya”.
    “Tidak mengapa,” Soekarno bilang, “Kita hanya memerlukan kalimat-kalimatyang menyangkut Proklamasi dan bukan seluruh teksnya”.
    Soekarno kemudian mengambil secarik kertas dan menuliskan sesuai dengan apa yang saya ucapkan sebagai berikut : “Kami rakyat Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan”.

    Jika kesaksian Ahmad Soebardjo ini benar, jelas tidak masuk akal, karena kita tahu bahwa UUD 1945 baru disahkan dan disetujui tanggal 18 Agustus 1945 setelah proklamasi. Sehingga pertanyaan yang benar semestinya adalah, “Masih ingatkah saudara akan sosialisasi proklamasi Negara Islam Indonesia?” Maka wajarlah jika naskah Proklamasi RI yang asli terdapat banyak coretan. Jelaslah bahwa ternyata Soekarno-Hatta yang menjiplak konsep naskah proklamasi Negara Islam Indonesia, dan bukan sebaliknya. Memang sedikit sejarawan yang mengetahui mengenai kebenaran sejarah ini. Di antara yang sedikit itu adalah Ahmad Mansyur Suryanegara, beliau pernah mengatakan bahwa S.M. Kartosuwiryo pernah datang ke Jakarta pada awal Agustus 1945 bersama pasukan Hizbullah dan Sabilillah.

    “Sebenarnya, sebelum hari-hari menjelang proklamasi RI tanggal 17 Agustus 1945, Kartosuwiryo telah lebih dahulu menebar aroma deklarasi kemerdekaan Islam, ketika kedatangannya pada awal bulan Agustus setelah mengetahui bahwa perseteruan antara Jepang dan Amerika memuncak dan menjadi bumerang bagi Jepang. Ia datang ke Jakarta bersama dengan beberapa orang pasukan laskar Hisbullah, dan segera bertemu dengan beberapa elit pergerakan atau kaum nasionalis untuk memperbincangkan peluang yang mesti diambil guna mengakhiri dan sekaligus mengubah determinisme sejarah rakyat Indonesia. Untuk memahami mengapa pada tanggal 16 Agustus pagi Hatta dan Soekamo tidak dapat
    ditemukan di Jakarta, kiranya Historical enquiry berikut ini perlu diajukan : Mengapa Soekarno dan Hatta mesti menghindar begitu jauh ke Rengasdengklok padahal Jepang memang sangat menyetujui persiapan kemerdekaan Indonesia? Mengapa ketika Soebardjo ditanya Soekarno, apakah kamu ingat pembukaan Piagam Jakarta ? Mengapa jawaban yang diberikan dimulai dengan kami bangsa Indonesia …? Bukankah itu sesungguhnya adalah rancangan Proklamasi yang sudah dipersiapkan Kartosuwiryo pada tanggal 13 dan 14 Agustus 1945 kepada mereka ? Pada malam harinya mereka telah dibawa oleh para pemimpin pemuda, yaitu Soekarni dan Ahmad Soebardjo, ke garnisun PETA di Rengasdengklok,sebuah kota kecil yang terletak di sebelah barat kota Karawang, dengan dalih melindungi mereka bilamana meletus suatu pemberontakan PETA dan HEIHO. Ternyata tidak terjadi suatu pemberontakan pun, sehingga Soekamo dan Hatta segera menyadari bahwa kejadian ini merupakan suatu usaha memaksa mereka supaya menyatakan kemerdekaan di luar rencana pihak Jepang, tujuan ini mereka tolak. Laksamana Maida mengirim kabar bahwa jika mereka dikembalikan dengan selamat maka dia dapat mengatur agar pihak Jepang tidak menghiraukan bilamana kemerdekaan dicanangkan. Mereka mempersiapkan naskah proklamasi hanya berdasarkan ingatan tentang konsep proklamasi Islam yang dipersiapkan SM. Kartosuwiryo pada awal bulan Agustus 1945. Maka, seingat Soekarni dan Ahmad
    Soebardjo, naskah itu didasarkan pada bayang-bayang konsep proklamasi dari S.M. Kartosuwiryo, bukan pada konsep pembukaan UUD 1945 yang dibuat oleh BPUPKI atau PPKI.” (Al Chaidar, Pengantar Pemikiran Politik Proklamator Negara Isalam Indonesia S.M. Kartosoewirjo, hal. 65, Pen. Darul Falah, Jakarta).

    http://cokiehti.wordpress.com/2009/12/07/islam-tidak-pernah-memberontak-kepada-nkri/

  11. baguscokie said

    Islam TIDAK PERNAH Memberontak kepada NKRI

    Tidak bisa dipungkiri kalau kita baca buku sejarah atau ke museum, maka Islam digambarkan sebagai agama yang pernah memberontak kepada NKRI

    Sejak SD saya sering bertanya tanya , benarkah demikian ??

    “Siapa pun tak kan bisa menolak fakta bahwa perjuangan umat Islam-lah yang menjadikan negara ini merdeka dan mampu mempertahankannya. Semangat jihad-lah yang membuat bangsa dan negara ini kuat menghadapi berbagai gempuran para musuhnya. Tapi apakah hal ini ditulis dengan benar dan apa adanya dalam sejarah kita? Sama sekali tidak! ( Letnan Jenderal (Purn) Zaini Azhar Maulani )”

    Rakyat Indonesia selalu dicekoki tuduhan seakan-akan gerakan Islam identik dengan pemberontakan sebagaimana yang selama ini dituduhkan kepada NII. Padahal kehadiran dan deklarasi NII sebenarnya tidak pada posisi ada negara di dalam negara karena Republik Indonesia berdasarkan Perjanjian Renville hanya berada di Jateng, Yogyakarta dan Sebagian Sumatera .

    Kesepakatan yang diambil dari Perjanjian Renville adalah sebagai berikut :
    Disetujuinya pelaksanaan gencatan senjata
    Disetujuinya sebuah garis demarkasi yang memisahkan wilayah Indonesia dan daerah pendudukan Belanda.
    TNI harus ditarik mundur dari daerah-daerah kantongnya di wilayah pendudukan di Jawa Barat dan Jawa Timur ke daerah Indonesia di Yogyakarta. Dan pada bulan Februari 1948, Divisi Siliwangi hijrah ke Jawa Tengah.

    Tidak semua pejuang Republik yang tergabung dalam berbagai laskar, seperti Barisan Bambu Runcing dan Laskar Hizbullah/Sabillilah di bawah pimpinan Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo, mematuhi hasil Persetujuan Renville tersebut. Mereka terus melakukan perlawanan bersenjata terhadap tentara Belanda. Hingga pada 7 Agustus 1949, di wilayah yang masih dikuasai Belanda waktu itu, Kartosuwiryo menyatakan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII).

    Jadi Lebih tepat dikatakan kehadiran NII adalah sebuah negara yang sejajar jika disandingkan dengan RI. Lain halnya dengan negara Pasundan yang benar-benar merupakan produk Belanda. Orang-orang nasionalis tidak bisa sependapat dalam perkara ini, tetapi kebenaran sejarah tidak bisa ditutupi terus-menerus.”
    Inilah Peta Indonesia Pada Tahun 1948

    Usaha untuk mengungkapkan manipulasi sejarah adalah sangat berat. Satu di antara fakta sejarah yang dimanipulasi, adalah untuk mengungkap kebenaran tuduhan teks proklamasi dan UUD Negara Islam Indonesia adalah jiplakan dari proklamasi Soekarno-Hatta.Yang sebenamya terjadi justru kebalikannya.
    Ketika Hiroshima dan Nagasaki di bom (6 – 9 Mei 1945) S.M. Kartosuwiryo sudah tahu melalui berita radio, sehingga ia berusaha memanfaatkan peluang ini untuk sosialisasi proklamasi Negara Islam Indonesia. Ia datang ke Jakarta bersama pasukan Hisbullah dan mengumpulkan massa guna mensosialisasikan kemungkinan berdirinya Negara Islam Indonesia, dan rancangan konsep proklamasi Negara Islam lndonesia kepada masyarakat. Sebagai seorang tokoh nasional yang pernah ditawari sebagai menteri pertahanan muda yang kemudian ditolaknya, melakukan hal ini tentu bukan perkara sulit. Salah satu di antara massa yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Sukarni dan Ahmad Subarjo.

    Mengetahui banyaknya dukungan terhadap sosialisasi ini, mereka menculik Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok agar mempercepat proklamasi RI sehingga Negara Islam Indonesia tidak jadi tegak. Bahkan dalam bukunya, Holk H. Dengel menyebutkan tanggal 14 Agustus 1945 Negara Islam Indonesia telah di proklamirkan, tetapi yang sebenarnya baru sosialisasi saja. Ketika di Rengasdengklok Soekamo menanyakan kepada Ahmad Soebardjo, sebagaimana ditulis Mr. Ahmad Soebardjo dalam bukunya “Lahirnya Republik Indonesia”.
    Pertanyaan Soekarno itu adalah: “Masih ingatkah saudara, teks dari bab Pembukaan Undang-Undang Dasar kita ?”
    “Ya saya ingat, saya menjawab,”Tetapi tidak lengkap seluruhnya”.
    “Tidak mengapa,” Soekarno bilang, “Kita hanya memerlukan kalimat-kalimatyang menyangkut Proklamasi dan bukan seluruh teksnya”.
    Soekarno kemudian mengambil secarik kertas dan menuliskan sesuai dengan apa yang saya ucapkan sebagai berikut : “Kami rakyat Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan”.

    Jika kesaksian Ahmad Soebardjo ini benar, jelas tidak masuk akal, karena kita tahu bahwa UUD 1945 baru disahkan dan disetujui tanggal 18 Agustus 1945 setelah proklamasi. Sehingga pertanyaan yang benar semestinya adalah, “Masih ingatkah saudara akan sosialisasi proklamasi Negara Islam Indonesia?” Maka wajarlah jika naskah Proklamasi RI yang asli terdapat banyak coretan. Jelaslah bahwa ternyata Soekarno-Hatta yang menjiplak konsep naskah proklamasi Negara Islam Indonesia, dan bukan sebaliknya. Memang sedikit sejarawan yang mengetahui mengenai kebenaran sejarah ini. Di antara yang sedikit itu adalah Ahmad Mansyur Suryanegara, beliau pernah mengatakan bahwa S.M. Kartosuwiryo pernah datang ke Jakarta pada awal Agustus 1945 bersama pasukan Hizbullah dan Sabilillah.

    “Sebenarnya, sebelum hari-hari menjelang proklamasi RI tanggal 17 Agustus 1945, Kartosuwiryo telah lebih dahulu menebar aroma deklarasi kemerdekaan Islam, ketika kedatangannya pada awal bulan Agustus setelah mengetahui bahwa perseteruan antara Jepang dan Amerika memuncak dan menjadi bumerang bagi Jepang. Ia datang ke Jakarta bersama dengan beberapa orang pasukan laskar Hisbullah, dan segera bertemu dengan beberapa elit pergerakan atau kaum nasionalis untuk memperbincangkan peluang yang mesti diambil guna mengakhiri dan sekaligus mengubah determinisme sejarah rakyat Indonesia. Untuk memahami mengapa pada tanggal 16 Agustus pagi Hatta dan Soekamo tidak dapat
    ditemukan di Jakarta, kiranya Historical enquiry berikut ini perlu diajukan : Mengapa Soekarno dan Hatta mesti menghindar begitu jauh ke Rengasdengklok padahal Jepang memang sangat menyetujui persiapan kemerdekaan Indonesia? Mengapa ketika Soebardjo ditanya Soekarno, apakah kamu ingat pembukaan Piagam Jakarta ? Mengapa jawaban yang diberikan dimulai dengan kami bangsa Indonesia …? Bukankah itu sesungguhnya adalah rancangan Proklamasi yang sudah dipersiapkan Kartosuwiryo pada tanggal 13 dan 14 Agustus 1945 kepada mereka ? Pada malam harinya mereka telah dibawa oleh para pemimpin pemuda, yaitu Soekarni dan Ahmad Soebardjo, ke garnisun PETA di Rengasdengklok,sebuah kota kecil yang terletak di sebelah barat kota Karawang, dengan dalih melindungi mereka bilamana meletus suatu pemberontakan PETA dan HEIHO. Ternyata tidak terjadi suatu pemberontakan pun, sehingga Soekamo dan Hatta segera menyadari bahwa kejadian ini merupakan suatu usaha memaksa mereka supaya menyatakan kemerdekaan di luar rencana pihak Jepang, tujuan ini mereka tolak. Laksamana Maida mengirim kabar bahwa jika mereka dikembalikan dengan selamat maka dia dapat mengatur agar pihak Jepang tidak menghiraukan bilamana kemerdekaan dicanangkan. Mereka mempersiapkan naskah proklamasi hanya berdasarkan ingatan tentang konsep proklamasi Islam yang dipersiapkan SM. Kartosuwiryo pada awal bulan Agustus 1945. Maka, seingat Soekarni dan Ahmad
    Soebardjo, naskah itu didasarkan pada bayang-bayang konsep proklamasi dari S.M. Kartosuwiryo, bukan pada konsep pembukaan UUD 1945 yang dibuat oleh BPUPKI atau PPKI.” (Al Chaidar, Pengantar Pemikiran Politik Proklamator Negara Isalam Indonesia S.M. Kartosoewirjo, hal. 65, Pen. Darul Falah, Jakarta).

  12. Anonymous said

    Soekarno Boneka Belanda?

  13. Anonymous said

    ya Alloh tunjuki kpd kami yg haq itu haq,dan berikan kami kekuatan untuk mengikuti nya.dan tunjukilah kpd kami yg bathil itu bathil dan berikan kpd kami kekuatan untuk menjauhinya.

  14. bindy ucok said

    apkah NII kayak FPI saat ini? brutal gitu maksudky.

  15. Herman said

    Sukarno , Kartosuwiryo, berguru kepada orang yang sama HOS Cokroamintono, Namun dalam perjalanan justru Sukarnolah ingkar janji, sukarno ingkar janji juga terhadap aceh, maka Memberontaklah Kartosuwiryo, diikuti oleh Tengku Daud Beureuh, Kahar Muzakar…., Isu tentang DI/TII membakar, membunuh, omong kosong, tanya saja para sejarawan yang masih hidup….

  16. Anonymous said

    sejarah kelam Indonesia

  17. Anonymous said

    Sedih…
    akan adakah manusia seperti beliau lagi …?
    cerdas, istiqomah, dan zuhud

  18. abitthoriq said

    Syurga yg layak untuk Mu wahai Syuhada

  19. Anonymous said

    selamat makan

  20. Dharma said

    Pembuat makar memang pantas di hukum MATI, PENGHIANAT BANGSA PANTAS TEWAS DI DOR TNI. Indonesia bukan milik umat islam saja bung.

  21. masmin said

    Bagaimanapun Kartosuwiryo adalah pahlawan yang sangat berjasa pada bangsa ini dan NII atau DI/TII adalah bagian dari Revolusi Besar ummat Islam yang bergelora saat itu. Sejarahnya adalah realitas kehidupan bangsa yang harus diungkap secara benar dan ini hanya bisa dilakukan penelitian oleh orang yang independen (bukan penguasa). Biarkanlah sejarah itu apa adanya. Kita sebagai bangsa dan ummat islam Indonesia hanya bisa mengambil pelajaran dan meneruskan perjuangannya yang benar.

  22. masmin said

    Bagaimanapun Kartosuwirjo adalah pahlawan yang sangat berjasa pada negeri ini. Negara Islam Indonsia atau DI/TII yang di disosialisasikan 14 Agustus 1945di Jakarta dan proklamirkan 7 Agustus 1949 di Tasikmalaya beserta ummat Islam dan tokoh-tokoh revolusioner adalah revolusi besar ummat islam dan bangsa Indonesia yang mesti diungkap secara jujur, apa adanya. Biarlah kita mengambil pelajaran dan meneruskan perjuangan siapapun yang benar.

  23. Goes said

    Coba lihat kronologis sejarahnya ! Berdasarkan Perjanjian Renville bahwa wilayah kekuasaan Republik Indonesia Serikat hanya meliputi Yogjakarta dan 7 keresidenan disekitarnya. Wilayah RIS begitu sempit. Sementara Jawa Barat adalah wilayah tidak bertuan, waktu itu negara boneka Belanda yang bernama Negara Pasundan sedang dipersiapkan di jawa sebelah barat. Namun, ummat Islam dan Rakyat Jawa Barat lebih dulu mengadakan konfrensi dan memproklamirkan Negara Islam Indonesia. Secara politik, NII adalah negara yang sah secara de fackto dan Dejure. Karena Sifatnya yang revolusi rakyat maka NII disambut oleh wilayah lain Jawa Tengah, Sulawesi, Aceh dan Kalimantan. Ini bukan revolusi biasa dan harus diungkap bung! Kalau NII hanya mementingkam Pribadi tak mungkin di sambut luar biasa oleh daerah dan pulau lain. Jadi singkatnya SIAPA yang MAKAR pada saat itu? Jelas Republik Indonesia Yang MAKAR, MEMPERKOSA, MENJAJAH, MENCAPLOK Wilayah Kedaulatan NII saat itu (Tahun 1949-1962). Tidak heran ummat islam yang simpatik sampai saat ini akan senantiasa mengingatnya dan meneruskan perjuangannya. Revolusi waktu itu sifatnya Fisik karena situasi dan kondisi.

    jure.

  24. Zein said

    S ingin berziarah ke Makam Kartosuwiryo, membacakan do’a dan menabur bunga.

  25. Zein said

    Betul, jika pusaran makam Kartosuwiryo diketahui di tengah-tengah bangsa Indonesia maka akan banyak berjuta-juta ummat islam indonesia yang berziarah ke makamnya.

  26. Anonymous said

    wallahi….!!!! demi Allah….komentar anda diatas membuktikan status anda kafir atau mu’min&orang yg cerdas atau goblok…..wassalam…..

  27. korek said

    wei PAJAGAN… udah ngobrol belum sama orang punya rumah yang dibakarnya, sama siapa?

  28. Anonymous said

    BIARLAH SAUDARAKU BERKOMENTAR…AL HAQU MIN ROBB…..MANUSIA BISA DITIPU TAPI ALLAH TIDAK……….ALLAH MENGADAKAN WAKILNYA DI BUMI/KHALIFAH……….WAHAI SAUDARAKU TERUSLAH BERJUANG DEMI TEGAKNYA CITA CITA PARA RASUL/KHALIFAH/MUJAHID/UMAT ISLAM..ISLAM DIATAS SEGALA DIEN….ISLAM RAHMATANLIL ALAMIN…….WASPADA SELALU MUSUH ISLAM…KAFIR/MUNAFIQ/KOMUNIS/NASIONALIS/KAVITALIS……TIDAK AKAN SENANG PADA KEBANGKITAN ISLAM………ALLAH SEDANG MEMPERJALANKAN SEJARAH UNTUK MEMBUAT BANGUNAN AGUNG ISLAM YANG DIDAMBA MILYARAN UMAT MANUSIA…ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN/PENUH KEADILAN DAN KESEJAHTERAAN….

  29. Anonymous said

    Semoga allah Memberikan tempat yang terbaik kepada beliau ..Aminn!!

  30. Anonymous said

    Berikan Laknat Kepada Pemerintahan “RI” yang terlah Membunuh peminpin Islam…

  31. MOH. NUR AT-TAUFIQ said

    HEY MUKMININN…..PERHATIKANLAH…TAHUN 1962 BELIAU SUDAH MELAKUKAN JIHAD FI SABILILLAH…APA YG SUDAH KALIAN LAKUKAN SEKARANG?..DEMI ALLAH, BUMI INI BUMI ALLAH…BUKAN BUMI NEGARA MANAPUN…APALAGI INDONESIA YG HINA INI…, MAKA LAYAKLAH KALIAN PERJUANGKAN NEGARA ISLAM BUKAN CUMA DI INDONESIA..TAPI DI SELURUH PERMUKAAN BUMI….AAMIIN..AAMIIN..YA RABBAL ALAMIN…

  32. Wiro212 said

    SEJARAH=HISTORY, SEJARAH HANYA MILIK PENGUASA. BERUNTUNG INTERNET SUDAH GAMPANG DIAKSES, BAYANKAN JAMAN TAHUN ’90, yang kita tahu cuma PSPB!!! Itupun sumbernya hanya dari pemerintah. Ketika ada buku yang mengupas kebenaran, langsung disita, penulis ditangkap. Rakyat jadi buta akan sejarah bangsa sendiri. Coba saja kita lihat G30S/PKI, Letnan Untung adalah anak didik dari Suharto, tp Suharto pernah ngomong kalo dia tidak kenal sm letnan untung, pdhl dipernikahan Letnan Untung, Suharto hadir. 

  33. pasifo98 said

    Reblogged this on pasifo98.

  34. Yanto said

    Enakan Baca Madilog gan,,hehehee…Bravo Tan Malaka

  35. Anonymous said

    berharap muncul kembali pemimpin seperti sang imam…

  36. DITII said

    Pak Imam berjuang bukan demi harta dan kekuasaan, tp beliau berjuang demi tegaknya khilafah islamiyah di bumi ini, jika beliau berjuang demi harta dan kekuasaan kenapa harus tinggal di hutan/gunung dengan segala kekeurangan, TII berjuang demi tegaknya islam dan berjuang untuk syahid maka jelas tidak ada ketakutan dalam diri mereka, karena takut dan ketaatan mereka hanya untuk Alloh, Rasul, dan ulil amri, tapi TNI berjuang hanya untuk penghidupan yang layak dan kesejahteraan setelah mereka merdeka, maka wajar mereka bertempur untuk selamat (takut mati) dan pangkat serta hal duniawi lainnya. jadi jelas dengan perjuangan seperti ini tidak akan/sulit menang, tp jika berperang karena Alloh maka tidak akan takut mati, jangankan Belanda, Negara sekaliber Amerika pun takut jika mendengar gaung jihad Islam, makanya mereka kaum kafir, nasionalis dan lain2 takut jika Islam jaya mereka kehilangan kekuasaan, Tapi Islam berjuang untuk menegakkan Dien yang benar bukan cari untung atau kekauasaan/jabatan, maka jelas terdapat jurang pemisah antara yang haq dan batil, kita ikut bertempur/memberikan kontribusi atau tidak, ada atau tidak ada kita didalam perjuangan Alloh Islam tidak akan pernah mati, karena Alloh lah yang memeliharannya langsung,
    Kesimpulan : Islam akan tetap jaya dan akan kembali futuh dengan ada atau tidak adanya kita dalam perjuangan/Jihad dijalan Alloh tersebut,,,,

  37. Anonymous said

    semoga Allah senantiasa menempatkan orang-orang yg mencintai-Nya ke maqom yg Tinggi.Amiin
    Yaa Allah, tunjukilah umat bangsa Indonesia jalan kebenaran, Jalan yg Engkau redho`i serta berikanlah kpd kami petunjuk kebenaran sejarah yg sesungguhnya shg kami dapat menempatkan orang yg benar ditempat yg benar bukan sebaliknya.

  38. Anonymous said

    tunggu saatnya

  39. Mati 1 Tumbuh 1000 yang seperti beliau . . .
    generasi mudanya. . . .

  40. HAMBA ALLAH said

    YA ALLAH… bERIKAN KAMI KEKUATAN UNTUK MEMPERTAHN KAN YANG HAQ AMIIN…

  41. djay said

    60:12

  42. ABU ZAHRA said

    INNALILLAHI WA INNALILLAHI RAJIUUN….SEMOGA ENGKAU DI MASUKKAN ALLAH SWT KE DALAM GOLONGAN PARA SYUHADA……SELAMAT JALAN YA PANGLIMA ALLAH.

  43. only4bunda said

    jiwaku bergetar

  44. Anonymous said

    Ya masalah”Allah Itu Maha Besar”””

  45. Anonymous said

    subhanallah…
    perjuangan anda belum berakhir akhi…

  46. Dias said

    Itulah kehebatan soekarno dn soeharto sejarah DI TII di Jungkir balikan masih banyak pelaku sejarah DI TII yg msh hidup sy pernah menanyakan pejuangan DI TII di bawah komando sang Imam Kartosuwiryo,jauh beda sama buku2 yg di terbitkan di jaman soeharto perjuangan sang Imam bener2 memperjuangkan Syariat Islam,jangankan merampok dn membakar rumah mencabut singkong sajah tanpa meminta dulu dilarang,yg suka merampok dn membakar rumah itu tentara merah yg sengaja disusupkan oleh Soekarno untuk memperlemah perjuangan DI TII dari dlm

  47. sayur asem sebascom said

    sukarno itu abu jahal atau bapak kebodohan diajak ke jalan yang benar kok gak mau

  48. ikhwan said

    huuuh. .
    ternyata kaya gt .

  49. mereka….dia ,tak akan mati.krn jiwa yg memperjuangkan akal sehat,maka jiwanya tak akan mati…..!!padahal dia terus hidup……

  50. Nada said

    Sampai kpnpun perjuanganmu akn slalu hdp

  51. kalo benar imam kartosuwiryo banyak membnuh rakyat dan melakkukan kerusuhan,kenapa rakyat mau memberikan logistik dan dan memberikan hartanya dan perlindungan secara sukarela untuk DI/TII? kebenaran sejarah yang tertulis perlu dikaji kembali, …benar kutipan yang menyatakan “sejarah hanya milik penguasa” tapi fakta dan kenyataan kita tau mana yang benar dan mana yang salah, kita tau siapa yang berkhianat dan setia pada Indonesia? Soekarno telah berkhianat denngan perjanjian renville nya, meja bundar dan linggar jati…sedangkan sang Imam memperkuat indonesia dengan proklamasi berdirinya Negara Islam Indonesia…

  52. kanou said

    terlalu banyak versi mana yg bisa dipercaya?

  53. Adul said

    Benar2 kejam RI itu,orang mau menjalankan agama yahng HAQ,dia malah menbunuhnya,perlu kita ingat,hukum selain hukum Al-qur’an dan As-sunnah adalah hukum ro’yu{ pikiran} dan di tolak oleh Allah,HIDUP NII,mati saja nkri

  54. uda denai said

    fakta sejarah memang tidak boleh ditutup tutupi untuk kepentingan apapun, walaupun kepentingan negara. Padahal untuk membangun keluarga saja yang skala kecil dibutuhkan kejujuran & transparansi. sekarang terlihatlah hasil nya bahwa negara yang dibangun dari ketidak jujuran hanya berorientasi kepada kekuasaan,dan harta semata.sekarang nkri yang kita cintai ini belum pernah punya pemimpin yang benar-benar berjuang seperti yang diamanat kan UUD 45 dan pancasila, Demi kesejahteraan rakyat tetapi hanya kesejahteraan untuk kalangan pejabat dan aparat juga kalangan terdekat nya.Bukan kah bangsa yang bsr itu adalah Bangsa yang menghargai sejarah, Sungguh kita bangsa yang besar teritorial, dan jmlh penduduk nya tetapi masih kerdil dalam berfikir. Sepintar pintarnya orang kita hanya berakting dilayar kaca tetapi tidak cerdas dalam berbuat.
    KITA org terlahir dijaman sekarang dengan sejarah yang sudah ditulis, tanpa tau pelaku dan fakta sejarah yang sebenar nya.

  55. SR_From KK said

    “Sungguh Allah tidak pernah mengingkari Janjinya”

  56. Hamba Allah said

    Assalamualaikum .
    Semua yg mendukung DITII or NII adalah orang2 yg hak insya Allah . .
    RI adalah batil karna menggunakan hukum buatan belanda yg diperjelas pada surat 5 Al Maidah ayat 50 coba kalian baca . . Dan smw yg ikut hukum Ri adalah batil . .
    Ex : anggota NII

  57. Hamba Allah said

    Assalamualaikum .
    Semua yg mendukung DITII or NII adalah orang2 yg hak insya Allah . .
    RI adalah batil karna menggunakan hukum buatan belanda yg diperjelas pada surat 5 AlMaidah ayat 50 coba kalian baca . . Dan smw yg ikut hukum Ri adalah batil . .
    Ex : anggota NII

  58. Anonymous said

    soekarno adalah manusia yang sangat pengecut insya alloh beliau akan holidina finarri jahanama…

  59. ibnuahmad said

    Umat Islam memang harus terus belajar demi meraih kemenangan yang gilang gemilang. Semua berjalan atas kehendak Allah Ta’ala. Semua sudah tertulis di Lauhil Mahfudz. Pertarungan antara al Haq dg al Bathil tidak akan berhenti. Kita do’akan beliau diampuni semua dosanya dan dibangkitkan sesuai dengan niatnya. Kita yang ditinggalkan harus lebih banyak belajar Dinul Islam dari sumber yang valid (shahih) sehingga kita bisa berjalan di atas jalan yang dikehendaki-Nya.

  60. Anonymous said

    Islam pasti menang.. itu sudah janji Alloh.. janji siapa kah yang lebih tepat daripada janji Alloh ?

  61. Anonymous said

    hidup di dunia adalah beribadah dan niat mencari ridha Allah berupa Surga, tapi tidak mesti mendirikan negara Islam yang penting kita punya Imam dan taat kepada ijtihadnya dan peraturan Allah Rasul itu sudah cukup.

  62. jundullah said

    karto suwiryo adalah ulama besar dan penyelamat umat islam indonesia, perjuangan mu kami akan teruskan demi tegaknya daulah islamiyah

  63. Anonymous said

    pas dan harus di hukum mati

  64. Al-Maula said

    Subhanallah…., sejarah pelan2 menunjukkan kebenarannya…, kebenaran pasti akan terungkap, semoga Imam Kartosoewiryo termasuk para syuhada’ yang wafat karena memperjuangkan syariat-Nya…
    dan Soekarno juga tidak dapat disalahkan, bukankah beliau jg termasuk pejuang kemerdekaan…
    Wallahu’alam bissowab…

  65. Tus said

    Apakah qt sdah merasa merdeka skrg???
    Sy rasa msh blum , kebenaran akn terungkap sbgai kbenaran , dan kebatilan akan musnah .
    Jika ingin tahu kebenaranya knapa tdak berusaha mncari tahu kbenaran.y ? Apakah hnya dg berdiam diri qt akn mgetahui.y ????

  66. awam said

    saya orang awam
    saya tau yg benar akan selalu benar, walau orang menutupinya
    dan SMK orang yg benar
    orang2 yg telah memfitnah dan membunuhnya semua sudah kena karma di dunia, lihat saja ending dr tokoh2 yg telah memfitnahnya,semua berakhir tragis…..

  67. dari sejarah kita belajar banyak. walau selalu saja buram mana yang asli mana yang palsu sejarahnya, karena setiap pemerintahan punya kepentingan.

  68. yakobakobe said

    yang jelas rakyat indonesia gampang di adu dombakan……..pantas belanda sekses menjajah bangsa ini dengan 35otahun………ini indonesia bangsa yang beragam berbeda suku,bangsa.AGAMA.,jelas berbeda dengan di luarsan…..perjuangan perlu pengorbanan,,,,,,,,yang jelas palahawan bangsa indonesia tidak ada yang pengecut………………lah ……………………manusia cuman bisa merencanakan ALLAH lah yang mempunyai Kehendak….AMin……jagan jadi kan sejarah bangsa kita jadi perbedaan……….sy lait semuah nya demi Bangsa Indonedia….ada pun kepentingan-kepenting yg lain hanya ALLAH lah yang tau….gich x……..Rakyat yang bodoh boleh kasih komentar yah……

  69. fatih said

    SAYA tidak permasalahkan alm. tp kenapa yah orang NII mengkafirkan muslim yang diluar golongannya??? apa seperti itu di ajarkan dalam islam… atau gmana menurut versi NII yang sebenarnya, karena sy sering jumpai dn alami hal seperti itu…

  70. Anonymous said

    Itu bukan mati syahid, tp itulah ciri2 Faham Khawarij…

  71. benar sekali bahwa revolusi memakan anaknya sendiri, dan dalam kehidupan nyata ini maka para pahlawan serta sejarah ditulis oleh para pemenang. Sukarno, Karto Suwiryo bahkan Muso yang komunis itu telah memberikan sumbangannya untuk kemerdekaan negeri ini dengan perannya masing masing. Namun setelah kemerdekaan dicapai maka perbedaan ideologi dan kepentingan mulai muncul. Dan bila perbedaan itu tidak dapat diselesaikan secara elegan atau tidan dapat dicarikan solusinya maka benturan keraspun tak terhindarkan sehingga berlaku siapa menghancurkan siapa dan sang pemenang jadi pahlawan. Tetapi hakikat siapa yang sebenarnya berhati ikhlas dengan tujuan murni untuk kesejahteraan rakyat hanya tuhanlan yang tau. Karena Sukarno pemenang maka dialah pahlawannya dan itu diakui oleh negara tetapi bagaimana sebenarnya disisi Allah, wallahualam bisawab Semoga mereka mereka yang pernah berjasa demi kemerdekaan negeri ini diberi balasan yang setimpal dan diampuni dosanya. Tentang SM. Krtosuwiryo apakah beliau mengkafirkan muslim yang lain saya tidak tahu, karena itu saya tidak berkomentar. namun yang jelas dilarang keras mengkafirkan muslim yang lain tanpa alasan yang jelas dan kuat seperti murtad, atau tidak mengakui kerasulan Muhammad dan hal hal popok lainnya. Adapun perbedaan ijtihat politik, atau beda penafsiran ayat atau hadis tidaklah menjadi alasan mengkafirkan saudara muslim yang lain.

  72. Dalam suatu kesempatan saya mendengar dari ayah saya almarhum yang mendengar dari salah satu jendral TNI dan beliau itu dikenal sebagai jendral yang saleh, rendah hati dan tidak tamak dunia mantam pangdam brawijaya dan komendan seskoad beliau menyatakan betapa pilu dan sedihnya ketika harus bertempur menembakkan peluru kepada saudaranya seiman yang kebetulan berseberangan secara politik dlm hal ini SKarto suwiryo. Politik memang kejam dan dalam benturan yang keras membunuh atau dibunuh. Kedepan kepada sesama bangsa inonesia kalau ada perbedaan hendaknya tidak diselesaikan dengan cara cara bersenjata, bukankah kita semua bersaudara.

  73. suci said

    Alloh swt telah mengganjar orang-orang yang menyaksikan eksekusi tersebut termasuk 7 jendral yang tewas dalam siksa PKI,itulah balasan Alloh yang amat pedih bagi orang-orang yang ingin memadamkan cahayany.

  74. fifi said

    meskipun tidak tahu kebenaran ceritanya,tapi semoga saja yang diperjuangkan oleh Pak Kartosoewiryo beanr2 sesuatu yg benar dan patut untuk diperjuangkan dan darah yang menetes dari tubuh beliau adalah darah perjuangan untuk Indonesia ini ..

  75. Anonymous said

    Agama kok kerjanya bikin onar……..agama yang baik tidak akan menjadi bumerang atas kesepakatan nasional….merasa benar itu baik Bung….,! Tapi jangan merasa iba ketika melihat orang menjelang eksekusi, lihat gerakannya yang konyol, brutal dan biadab…..!

  76. Anonymous said

    Itulah pejuang sejati, dia rela mati demi fahamnya bukan seperti sekarang tokoh bangsa banyak yang menjadi koruptor sejati, apalagi rela mati, sudah jelas-jelas salah dan tidak berkompeten dibidangnya juga tidak mau mundur dari jabatan

  77. Anonymous said

    Itu Hukuman yang pantas buat Pemberontak, atas kekejian yang dilakukan DI/TII yang salah satunya kpd kakek saya yang tawan dan dibunuh oleh mereka dengan keji sampai dipotong kemaluannya dan di buang di hutan, karena melakukan perlawanan kpd mereka dan tidak mau menyerahkan harta pd mereka. Allah SWT Maha Mengetahuinya.

  78. azes said

    Itu Hukuman yang pantas buat Pemberontak, atas kekejian yang dilakukan DI/TII yang salah satunya kpd kakek saya yang tawan dan dibunuh oleh mereka dengan keji sampai dipotong kemaluannya dan di buang di hutan, karena melakukan perlawanan kpd mereka dan tidak mau menyerahkan harta pd mereka. Allah SWT Maha Mengetahuinya.

  79. Anonymous said

    kpda yg hanya bsa menghujat semoga dsadarkan

  80. Anonymous said

    ya allah semoga engkau memberi
    surga kepada Kartosoewirjo

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.114 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: