KabarNet.in

Aktual Tajam

Undang-Undang Zakat Digugat

Posted by KabarNet pada 28/08/2012

Jakarta – KabarNet: Pasca-Lebaran ini, kita harus memetik hikmah atas zakat. Betapa pentingnya memahami dan memaknai zakat yang hakiki. Bahwa zakat harus difokuskan oleh ummat untuk ummat, bukan untuk pejabat atau aparat, apalagi untuk konglomerat.

Zakat bisa berupa dana atau pangan bagi kaum dhu’afa atau kaum yang tertindas, dan menjadi hak mereka yang tak punya. Mengelola zakat haruslah dilandasi spirit keimanan dan ketaqwaan untuk menolong kaum lemah yang berhak atas zakat itu. Agar ibadah puasa menjadi lengkap di hadapanNYA ketika Idul Fitri tiba.

Dalam hal ini, pada bulan Ramadan bagi ummat muslim Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kegiatan penghimpunan zakat. Semarak penggalangan dana zakat ini tidak lepas dari kerja keras Lembaga-Lembaga Amil Zakat (LAZ) tanah air yang memobilisir sumber daya penghimpunannya secara maksimal.

Semarak penghimpunan zakat yang telah berlangsung selama lebih dari satu setengah dekade ini telah menjadi ajang sosialisasi dan edukasi zakat yang efektif bagi ummat Islam di Indonesia. Efektifitas kinerja lembaga-lembaga zakat swasta ini dapat terlihat dari terus meningkatnya angka penghimpunan dana zakat, dimana peningkatan tiap tahunnya mencapai 52,88% (Laporan Keuangan LAZ periode 2004 – 2008, PEBS-FEUI).

Namun demikian, gairah pergerakan zakat tanah air yang sedang memuncak ini harus terusik oleh munculnya regulasi pemerintah yang tidak mencerminkan aspirasi, dan semangat pergerakan zakat yang telah lama diperjuangkan oleh masyarakat pegiat zakat Indonesia.

Disahkannya UU No. 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat, dipandang berpotensi mematikan lembaga-lembaga amil zakat masyarakat baik di tingkat nasional, terlebih lagi bagi lembaga-lembaga zakat daerah.

Heru Susetyo S.H, LLM, MS,, kuasa hukum Koalisi Masyarakat Zakat (Komaz), menyatakan bahwa ada tiga hal utama dalam Undang-Undang no. 23 tahun 2011 yang menjadi pokok perhatian para pegiat zakat Indonesia.

Pertama, masalah sentralisasi pengelolaan zakat.
Dalam pasal 6 dan pasal 17 UU no. 23 tahun 2011 dinyatakan bahwa Baznas lah yang berhak melakukan pengelolaan zakat tanah air, sedangkan LAZ hanya berperan membantu Baznas, itu pun jika LAZ memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh UU.

“Kedua pasal ini bermakna bahwa kedudukan LAZ bersifat subordinat terhadap Baznas, dan menunjukkan kesan peminggiran peran lembaga pengelola zakat masyarakat yang selama ini telah lama mengedukasi masyarakat tentang zakat,” papar Heru.

Kedua, masalah pembatasan pembentukkan LAZ.
Dalam pasal 18 ayat 2 dinyatakan bahwa LAZ hanya bisa berdiri diatas badan hukum organisasi kemasyarakatan (ormas). Sehingga bagi LAZ-LAZ yang telah lama berdiri diatas badan hukum selain ormas diharuskan menyesuaikan diri dalam waktu lima tahun jika masih ingin mengelola zakat di tanah air.

“Padahal bentuk hukum ormas sendiripun hingga hari ini masih misterius, karena RUU nya sedang dibahas di DPR. Bagaimana mungkin memerintahkan kepada sesuatu yang belum jelas model dan bentuk kelembagaannya,” ungkap Heru.

Ketiga, masalah kriminalisasi amil (pengelola) zakat.
Dalam pasal 38 dinyatakan bahwa hanya pihak-pihak yang mendapatkan izin dari pejabat berwenang saja yang dapat melakukan pengelolaan zakat. Hal ini sangat bertentangan dengan kenyataan yang ada bahwa kegiatan pengelolaan zakat di seluruh institusi ummat Islam; pengurus mushola, pengurus masjid, dan lembaga-lembaga sosial islam lainnya telah dilakukan sejak zaman pra-kemerdekaan secara tradisional, melalui keberadaan tokoh-tokoh agama, ustadz, kyai, ulama, dan lain-lain.

Jika pasal ini diimplementasikan secara konsisten maka akan ada ribuan hingga jutaan amil tradisional yang harus mendekam selama 5 tahun di penjara.

Di dasari akan potensi pelemahan gerakan zakat dan ancaman penurunan syiar zakat tanah air, segenap lembaga dan individu pegiat zakat yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Zakat (Komaz) mengajukan permohonan uji materiil (judicial review) Undang-Undang No. 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat pada Kamis, 16 Agustus 2012 ke Mahkamah Konstitusi.

“Zakat sebagai syariat islam memiliki tujuan yang mulia untuk mensejahterakan masyarakat dan menciptakan keharmonisan sosial antara kaum aghniya (si kaya) dengan kaum dhu’afa (si miskin). Misi zakat ini lah yang seharusnya dikawal oleh Undang-Undang zakat, dan bukan hegemoni negara atas gerakan sosial masyarakat. Karena itu kami sepakat untuk menyerukan cabut UU No. 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat! Wujudkan Pengelolaan Zakat DARI Ummat, Oleh Ummat, Untuk Ummat!,” pungkas Sabeth Abilawa, kordinator Koalisi Masyarakat Zakat (Komaz) mengakhiri jumpa pers usai pendaftaran uji materil UU Pengelolaan Zakat di Mahkamah Konstitusi. [KbrNet/adl]

Source: Inilah.com

2 Tanggapan to “Undang-Undang Zakat Digugat”

  1. bram sonata said

    , Zakad mal selalu disandingkan dengan Shallat, ini senantiasa dikatakan, shallatlah dan tunaikan zakat.

    Indonesia, yg merupakan negara yg landasannya sangat condong ke SEKULER, atau katakan yg lebih tegas lagi : SEKULER, tidak diperbolehkan mengurusi/ikut campur/menangani segala tetek bengek urusan intern Islam, termasuk salah satunya ZAKAD. sehingga dalam segala hal cukup memberikan fasilitas yg dibutuhkan umat Islam, seperti kenyamanan dan kelancaran dan keamanan.

    Tentang zakat, undang-undangnya dan aturannya sudah diatur oleh Tuhan dan diaplikasikan oleh sunnah, semua sudah final dan jelas, tidak boleh ditambah-tambah lagi, walau sekecil atompun. umat Islam tidak sudi urusan intern agamanya diatur-atur oleh pemerintah yg sekuler., mereka mencampakan Islam, mengapa mereka ingin mereguk lezat madunya Islam ?? aneh benar paham sekuler ini.

  2. Anonymous said

    gimana hasil yudicial reviewnya dah di cabut belum n kok ada orang goblok yang usulin undang2 kayak ini

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.121 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: