KabarNet.in

Aktual Tajam

Habib Rizieq: Nafsiah Mboi Menteri Cabul!

Posted by KabarNet pada 19/06/2012

Jakarta – Kampanye penggunaan kondom oleh Nafsiah Mboi yang baru saja dilantik menjadi Menteri Kesehatan, Kamis 13 Juni lalu, tidak dilandasi agama, dan hanya melihat statistik penyebaran penyakit dengan hubungan heteroseksual. Secara tidak langsung, upaya melegalkan perzinahan ini dinilai sangat keterlaluan. Betapa tidak, penduduk Indonesia yang mayoritas muslim seharusnya mendapat perlindungan dari pemerintah terkait hal-hal yang merusak moral dan akhlaq, bukan malah menambah peluang untuk berzina.

Dalam mengambil keputusan, Menkes baru ini seakan menutup mata dan telinga dengan kenyataan yang ada. Perzinahan/ seks bebas dilarang dalam ajaran agama Islam, seharusnya Menkes memahami kondisi tersebut sehingga tidak serampangan mengambil keputusan. Tentu saja rencana Menkes tersebut mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan umat Islam, tak terkecuali Ketua Umum Front Pembela Islam, Habib Rizieq Syihab.

Menurut Habib, Menkes RI Nafsiah pola pikirnya itu cabul liberal. Ia hanya melihat statistik saja. Dia tidak melihat moralitas, padahal persoalan ini juga menyangkut moral. Artinya, kampanye itu sama saja membebaskan hubungan seks karena ada kondom.

“Menkes RI yang baru, Nafsiah Mboi, adalah MENTERI CABUL LIBERAL (?!), karena baru saja jadi menteri sudah bikin HEBOH dengan KAMPANYE KONDOM bagi remaja yang BELUM MENIKAH, dengan dalih untuk cegah AIDS dan cegah KEHAMILAN di luar nikah”, kata Habib Rizieq, Senin, (18/06/2012).

Jelas, maksud Ibu Menkses ini agar para remaja yang melakukan hubungan seks dini, tanpa nikah, aman saat berhubungan seks. Dengan kata lain, aman berzina, tanpa berisiko tertular penyakit HIV/AIDS. Cara mengatasi Aids seperti itu menurut Habib Rizieq merupakan propaganda zina dikalangan remaja sekaligus kampanye pembodohan.

“Ini adalah KAMPANYE PENYESATAN, karena merupakan PROPAGANDA ZINA di kalangan remaja. Juga merupakan KAMPANYE PEMBANGKANGAN karena melanggar Undang-Undang yang melarang pemberian ALAT KONTRASEPSI kepada yang belum menikah, sekaligus merupakan KAMPANYE PEMBODOHAN, karena ukuran Virus HIV penyebab AIDS jauh lebih kecil dari pada ukuran pori-pori kondom, apalagi saat kondom meregang, sehingga kondom tidak akan bisa cegah Virus HIV / AIDS”, lanjut Habib.

“Jalan yang benar dan tepat serta jitu sekaligus berkah untuk cegah AIDS dan KEHAMILAN di luar nikah adalah STOP ZINA, STOP PELACURAN, STOP SEX BEBAS, STOP SODOMI, STOP HOMOSEX, STOP LESBIAN dan STOP SEGALA BENTUK PENYIMPANGAN SEX !!!”, tegas Habib menutup pembicaraannya.

Sebelumnya diberitakan, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menyatakkan akan meningkatkan kampanye penggunaan kondom kepada masyarakat, untuk mencegah kehamilan beresiko. Menurut Nafsiah, kampanye penggunaan kondom selaras dengan MDGs poin 6, yaitu memerangi HIV/AIDS.

Nafsiah mengatakan, yang dimaksud dengan seks berisiko adalah setiap hubungan seks yang berisiko menularkan penyakit dan atau berisiko memicu kehamilan yang tidak direncanakan. Kampanye ini menjadi penting, mengingat masih banyak kasus kehamilan yang tidak direncanakan terjadi pada anak-anak remaja.

Tak hanya itu, Nafsiah menegaskan kondisi yang ada saat ini berbeda dengan yang terjadi di lapangan. Menurutnya, UU yang menyatakan yang belum menikah tidak boleh diberikan kontrasepsi sudah tidak relevan. [KbrNet/Slm]

Source: fpi.or.id

41 Tanggapan to “Habib Rizieq: Nafsiah Mboi Menteri Cabul!”

  1. iblis ber"sorban" said

    Assalamu’allaikum..
    Menurut pemikiran idiot sy, trlalu naif kalo kita menilai negatif upaya kementerian kesehatan, dlm hal ini Ibu Nafsiah. Beliau melakukan hal trsebut sesuai dgn tugas dan fungsinya sebagai komandan laskar jihad yg membawahi masalah kesehatan.
    Bahwa kondom tdk efektif dlm pncegahn HIV/AIDS, itu sy sepakat. Tetapi perlu diketahui, bhw penyakit akibat hubungan seksual yg menyimpang bkn hanya HIV/AIDS.
    Dan utk meminimalisir perilaku seksual menyimpang adalah dgn memprtebal keimanan kita. Dan itu berada di wilayah Ulama utk berada di garda trdepan dlm rangka memprtebal keimanan masyarakat. Itulah kenapa ada Pesantren, Majelis Ta’lim, Pengajia dll.
    Kalo ada peningkatan pelaku kemaksiatan (seks bebas) itu berarti ada suatu simpul yg buntu dan sedikit gagal dlm mnjalankn fungsinya sebagai penuntun umat. Dan Kemenkes, dlm hal trsebut di atas berperan sbg tukang cuci piring. Berada di titik terakhir krn kegagalan level di atasnya dlm membentuk dan mendidik akhlak umat.
    Mari kita kemblikn “kondom” sebagai mana fungsinya sbg alat kontrasepsi dan bkn sbg alat pncegah penularan penyakit seksual dan hal2 negatif lainnya. Mari kita mnjalankan fungsi dan peran kita masing2 tanpa hrs menghakimi pihak lain. Demikian, mohon maap bila pendapat sy salah.
    Wassalam

  2. Anonymous said

    yang cabul itu habib riziq…bukan nafsiah mboy….tujuan baik masih saja di bilang cabul dasar setan alas neraka!!!!!!!!!!!!!!!!

  3. Anonymous said

    both of ur comments like baby born without minds,,just rethink..so extremely oremature y r !

  4. Anonymous said

    Subhanallah, walhamdulillah, walaailaha illallah, wallahu akbar

  5. NU Tulen said

    @Komentar No 1 dan 2: Komentar anda berdasarkan kebencian semata tanpa melihat argumen2 yg diutarakan Habib Riziq, seharusnya anda membaca dulu argumen bukan malah melihat Habib Riziq lalu langsung komen begitu saja…
    sudah jelas tindakan menteri kesehatan keliru masih dicarikan dalil unt membenarkan, problem utama HIV/Aids adalah penyimpangan sex dan sex bebas atau penyakit moral… pemakaian kondom ditujukan buat pasangan diluar nikah bukan pasangan yg sudah menikah… menurut riset orang yang sudah menikah 95% tdk mau memakai kondom…. dan menurut riset pula 90% pemakai kondom adalah pasangan diluar nikah atau pasangan yg menyimpang dlm berhubungan sex… hal seperti ini kok dikampanyekan… persis seperti Jupe…
    Seharusnya Menteri kesehatan memberikan mengkampanyekan rekomendasi unt menutup lokalisasi pelacuran, pelarangan homosex/lesbian yg merupakan sumber dari penyakit itu dan bukan malah menyerah yang justru kesannya seperti melegalisasi hal tsb.
    saya yakin ini bukan kesengajaan hanya masalah ketidaktahuan menkes yang lagi-lagi menyangkut ketidakmampuan atau kurangnya kapasitas menkes untuk menduduki jabatan se level menteri.

  6. Anonymous said

    Inilah resiko bangsa yang menjadi boneka Amerika dengan Pragmatismenya

  7. Laskar Semut Putih hanya melanjutkan @ KOMENTAR 5 : Ya’ Saya terus terang Sepakat dengan Pendapat Saudara. Perlu Saudara Ketahui KENAPA @ KOMENTAR 1 Dan 2 Demikian? Dan langsung naik Pitam dg Hb Rizieq???? Karena Dia itu adalah Mahkluq JEJADIAN yg lahir ke Dunia ini DIA tau dan tdk mengenal, dan memang tdk mempunyai Bapak ALIAS ANAK SUNDEL !!! Sebab Bapak Nya itu Asykal wa Alwan ( ber macam2 Warna Dan Kulit Nya) sehingga Dia tdk tau Bpk Moyang Nya.
    Akhir Nya kehidupan Dia seperti Binatang,bahkan LEBIH Buruk/ Hina Dari pada Binatang. Dan Hobi Nya makan Duit Lendir yg selalu menjajakan
    KONDOM kesana..kemari Layak Nya Layangan Putus. Makanya Dia bela Mati2an MENKES yg baru di lantik itu, karena satu Propesinya sama, yaitu tukang Menjajakan KONDOM alias Makan Duit LENDIR….,,,ALIAS GERMO !!!!!’m

  8. LASKAR SEMUT PUTIH.
    Menteri ini Gila apa Mabok,,,? Atau memang TELEMBUK BODOL,!? Udah tau Allah Melarang Mendekati ZINA ! Eeeeee,,,,,,malah Menteri Sakit,Syaraf,sedeng
    BEGO Dia jualan KONDOM,mendingan Elu jd PELACUR aja di BONGKARAN !!!

  9. @ Komentar No 1 : Ngga Salah Lo maki2 Hb Rizieq ? Lagu Lo tengil Ngamuk2 G Karuan kaya Anak LELE….tapi Gue maklumin,Sebab yg Gue tau Lo ini Anak SUNDEL BOLONG keturunan TELEMBUK BODOL yg Profesi Lo G beda ama Menteri yg bru di angkat Tukang menjajakan KONDOM di Komplek PELACURAN.
    Dasar Jorok Lo,,,!!!

  10. Anonymous said

    dari pengamatan saya kompanye kondom tersebut kepada orang belum ada pasangan maka sama dengan memberikan alat [sarana] untuk mereka melakukan zina.. ”PARA PENZINA HARAM KITA LINDUNGI” BIARLAH MEREKA RASAKAN KUTUKAN DARI ALLAH SWT,
    Dan ada baiknya juga bagi orang-orang yg mempunyai pasangan mengunakannya,jika perlu.
    JADI:kondom sebaik-baiknya dan paling betul menurut syara’k hanya di jual untuk orang-orang yang sudah berkeluarga…!

  11. Anonymous said

    Saya setuju bgt pernyataan Habib Muhammad Rizieq Syihab bahwa utk mencegah Virus AIDS Stop Sex pebebas sblm menikah,stop hamo sex,stop lesbian,& stop Penyimpangan sex.yg utama adalah stop segala Kemaksiadtan.karena ada Penyakit AIDS adalah azab dr ALLAH SWT krn banyak manusia yg berbuat maksiad,sex bebas d luar nikah,homo sex,lesbian,pelacuran &penyimpangan sex lainnya..Majur Terus Habib Rizieq utk Mengkampanyekan Indonesia Tanpa Maksiad..ALLAHU AKBAR..

  12. erensdh said

    Ibu Menkes Nafsiah Mboi prihatin dengan nasib para pelaku seks diluar nikah.. Sementara si habib Rizieq berpikir cabul melulu.. Bagusnya mereka bersatu menuju tanah suci Arab Saudi demi kemuliahn akhlak. Menkes menyiapkan kondom untk keselamatan para TKW yang kerab diperkosa habis-habisan oleh orans-orans mulya disana, sementara si habib Rizieq bisa pake pentungan untuk hajar para pelaku pemerkosanya… Itu baru jempol!

  13. Alwi Ali said

    Komentar2 di atas bukti kalian tidak memahami maksud bu mentri.

  14. LASKAR SEMUT PUTIH
    Sdr Alwi Ali kalau Saya LIHAT dan MEMBACA Nama Sdr ini amat sangat Mulia
    Dan Nama Ali adalah Sahabat Nabi Muhammad yg paling TEGAS dan BERANI
    Untuk melawan dan menolak Hal-hal yg bertentangan dg Al- Qur’an & Assunnah.
    Akan tetapi Aneh kalau menurut Komentar Sdr diatas,menganggap Ribuan
    bahkan Jutaan Masyarakat,Ketua MUI & Ketua FPI Hb Rizieq Syihab dan Ormas Islam yg lainnya, mereka KONTRA,MENOLAK atas Pernyataan,Propaganda Ibu MENKES,kemudian Sdr mengatakan Mereka tdk tau maksud Ibu MENKES!?
    PERTANYAAN nya,apakah menurut Anda Ibu MENKES lebih Pintar,lebih Mulia,lebih Suci dari Mereka,????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    Sdr Alwi Ali,sayang dan sangat di sayangkan dg Nama sdr yg Bagus,Tinggi dan Mulia ini, Sdr masih belum tau,!!? Belum bisa membedakan mana yg Benar, mana yg Salah!? Dan mana Haq dan mana Batil ??!!! Apalagi PROPAGANDA Ibu MENKES yg KEJI,BIADAB dan bertentangan dg Al-Qur’an & Hadist,Sdr masih ingin membela,berpihak kpd Ibu Menkes ( Jadi Sdr harus mengaca,Introspeksi Diri,jadi Sdr Tau syp Sdr dan Mereka!!! Bahwa Sdr adalah BODO,GOBLOK alias BAHLUL dan Sdr termasuk PENGHKIANAT,PERUSAK Negeri ini yg hanya bisa KOMENTAR yg keluar dari tempatnya keluar KOTORAN alias KHORO’)
    Saudara….! Di dlm Al-Qur’an di TEGAS kan dan melarang KITA ,Umat Manusia untuk tidak MENDEKATI ZINA,karena perbuatan ZINA itu Amat KEJI & MUNKAR.
    Ente Jelas Kan,,,??!!! Dekat aje kagak boleh apalagi melakukan ZINA.
    Eeeeee,,,,,eeee, Ente sama Ibu MENKES malah Iklan yg macem2.ape memang
    Kaga Ade lagi Dagangan yg lain ???!!! Jangan2 Ente sama Ibu MENKES sering Kumpul Kebo,,,,,,menggunakan KONDOM !? Weleh,,,,weleeeeh,G sangka Wong
    Iki Koyo Opo Rae Mu Re ?!!!!!

  15. orang bae said

    @alwi ali
    yg kita permasalahkan disini konteks kalimat bu mentri, bukan maksud pembicaraannya.

  16. Anonymous said

    menteri saja suruh pakai kondom banyak2… gila BRONDONG kali ???????

  17. Alwi Ali said

    Menkes hanya ingin mengurangi praktek Aborsi

  18. Wah,,,,! Kalau MENKES Nya kaya gini,bisa2 Rakyat Indonesia 100% udah G Ada yg Gadis lagi dan Negara Indonesia menjadi Negara LONTE terbesar di DUNIA.
    Mestinya kalu Mentri kaya Gini lebih Baik di Gotong rame2 lemparin Aje ceburin Ke KALI JODO biar Jadi PELACUR / GERMO.

  19. Alwi Ali said

    Kalian yg menghina menkes, lebih baik belajar Akhlak Islam dulu.

  20. Betawi Ora said

    Namanya Nafsiah Mboi……..bagus Dan Cantik !
    Tapi Sayang se X Mulut Dan Kelakuannya G beda dg LONTE2/ GERWANI
    Di Jaman PKI ,jngan2 MENKES ini Anak/ Cucu Nya GERWANI.
    Bu,,,,Bu,,,,,Ibuuuuuu Sadarlah,Indonesia ini Negara mayoritas Muslim.!!!
    Jadi kalau Ibu mengaku Ber Agama Islam,BERLAKULAH secara ISLAM.

  21. Eee….!!!! Alwi,Ente jangan bicara tentang ISLAM,G pantes,kagak Cocok Ente bicara tentang ISLAM karena Ente Bukan Orang yg ber Agama ISLAM.
    Mendingan Tutup BACOT Ente atau Ente minum Aer Laut…terus Ente kelonin tu
    Ibu MENKES yg CABUL itu…….!!!

  22. Alwi Ali said

    Intinya: Kalian lebih senang dgn banyaknya praktek Aborsi dan Menkes anti Aborsi.

  23. pecinta ilmu pengetahuan said

    Emangnya Rizieq siapa sih? gw lebih percaya pilihannya Nafisah Mboi, jelas-jelas dia lebih berpendidikan daripada rizieq yang bloon ga punya gelar doktoral. RIZIEQ TAHU APA SOAL KESEHATAN DAN PENGETAHUAN? DIA BEGO, TIAP HARI CUMA OBOK-OBOK PASAR SAMA NGAJI. MANA ADA ILMUNYA KALAU GITU? OON.

  24. herman said

    Stop segala kemaksiatan pada intinya.
    Apakah FPI sudah dengan punya konsep yg jitu untuk itu ? Setidaknya pemerintah berupaya mengatasi penyakit menular, kehamilan dini dari segi medis dengan pembagian kondom. Peran bukan hanya di pemerintah saja juga para ulama, guru, anggota FPI, orang tua, sodara dll turut secara pendekatan sosial untuk mengurangi bahaya degradasi moral salah satunya dengan pendekatan secara agama.
    Jadi kedewasaan cara berpikir haruslah selalu diupayakan. Jangan salah di negara dengan mayoritas 100% penduduk muslim sekalipun masih ditemukan praktek2 prostitusi. apalagi di Indonesia…….
    Jadi mari memulai di diri kita sendiri, keluarga kita……..apakah kita sudah cukup maksimal mampu memonitor kelakuan anak kita, keponakan kita selama 12 jam saja ? tidak perlu 24 jam.
    Jd waspada dulu dengan keluarga kita sendiri dan jangan terlalu panik !

  25. kepiting said

    cobo kita blajar utk brkomentar yg sopan, apa lg kita adlh mahluk bragama, jgn prnh gunakan kata_kata kotor apa lg klo itu kluar dr tokoh agama.
    kalo pun ada yg salah coba tegur dgn sopan bknkah itu juga ajaran agama??
    saya rasa Habib tak salah menegur Menkes jika dilakukan dgn santun krn itu merupakan bagian dr tanggung jawab moral sebagai pemimpin agama.

  26. orang bae said

    @alwi ali
    tujuan nya bagus tapi cara sosialisasi nya salah, maka perlu diperbaiki cara sosialisasinya. bukan malah membenarkan apa yg jelas-jelas salah dr statement menkes.
    pernyataan menkes sangat ketara bahwa menkes, seakan melegalkan, bahkan merestui remaja yg seks pranikah.
    anda jangan bicara akhlaq! menkes itu pejabat tinggi, kemana akhlaqnya ketika mengeluarkan statement cabul macam itu??
    dia pikir kerbau apa warga indonesia? melakukan seks pra nikah! Mending menkes alih profesi jadi peternak kerbau, itu lebih tepat untuk statement cabulnya.
    indonesia negara bermoral bung! skalipun tujuan nya baik tapi kalau caranya salah tetap harus diperbaiki, dan minta maaf pd publik. serta taubat pd Allah

  27. GABI KRADO said

    Saya pikir itu tindakan yang patut didukung..
    kita mengantisipasi sebelum terjadi hal2 yang merugikan diri kita dan juga orang lain.
    kondom jawaban yant tepat.

    Maju terus IBU menteri bekerjalah sesuai dngan apa yang dibutuhkan masyarakat

  28. Anonymous said

    Bangsa yang tau cuma kritik. Sama sekali tidak ada kebajikan. Ngaku ber – agama … ternyata hanya semburan kotoran keluar dari mulut dan pikirannya…….

  29. Sardakh said

    Orang yang berbicara cabul, mencap orang lain cabul…. adalah bukti bahwa persentase terbesar dalam pikirannya adalah perbuatan cabul. secara directly, orang-orang seperti ini yang justru sering berbuat cabul……………

  30. Sardakh said

    Orang yang berkata cabul dan memfitnah/mencap orang lain “cabul” pada dasarnya hidup dalam pergaulan yg cabul, karena nuansa pikirannya memang telah diisi dengan pikiran-pikiran cabul…………..

  31. SELON NGETOP TIADA BANDING said

    @Semua yg maw berkomentar baca yg dibawah ini dulu sblm nulis komentar:

    http://kabarnet.wordpress.com/2012/06/23/dpr-ada-kepentingan-asing-dibalik-kondomisasi-remaja/

    http://kabarnet.wordpress.com/2012/06/22/komisi-kesehatan-dpr-kecam-kampanye-kondom-remaja/

    http://kabarnet.wordpress.com/2012/06/21/mui-tolak-kampanye-kondom-protes-ke-presiden/

    http://kabarnet.wordpress.com/2012/06/23/kpai-minta-pemerintah-batasi-peredaran-kondom/

  32. orang bae said

    @ gabi krado
    apanya yg patut didukung bung? di amerika saja kondom sudah dicegah peredarannya. karna kondom sama sekali TIDAK BISA mencegah, bahkan meminimalisir terhadap virus hiv, yg menyebabkan AIDS. setelah di telusuri secara ilmiah oleh para pakar kedokteran, TERNYATA! ukuran virus hiv itu jauh lebih kecil drpd ukuran pori-pori karet kondom, dan itu ketika kondom belum meregang, apalgi klw sudah meregang? tentunya akan lebih besar ukuran pori-pori kondom tersebut, maka virus tersebut sangat memungkinkan menembus pori-pori kondom. mencegah kehamilan mungkin bisa dgn kondom, TAPI TIDAK dgn virus hiv!
    saya sarankan anda lebih banyak cari tau dulu mengenai hal tersebut, jangan asal dukung tapi tidak tau dan tidak jelas apa yg didukung!

    justru dengan ibu mentri mengeluarkan statement macam itu, maka akan banyak manusia yg terkena aids, karna orang akan makin berani
    untuk melakukan hubungan seks diluar nikah, karna mereka akan merasa aman melangsungkan hubungan seks selama memakai kondom. apa sekelas ibu mentri tidak mengetahui hal itu? atau ada misi dibalik kondomisasi ini?

    jadi seakan menteri kesehatan pesakitan.

    @sardakh
    saya kira comment anda justru membela aspirasi masyarakat cabul indonesia. selamat comment anda mendapat respons positif dr mereka yg mendukung statement mentri “ngaco”. dan saya tidak sependapat dgn anda.

    AYO KITA BERPOLA FIKIR POSITIF TERHADAP PERJUANGAN DAN RESPONS-RESPONS KRITIS YG MEMBANGUN KWALITAS BANGSA DAN RAKYAT!
    PERSIS SEPERTI STATEMENT HABIB RIZIEQ!

  33. Lakestra said

    Persoalan Habib Riziek vs Menkes Nafsiah Mboi:
    Ada beberapa hal yang perlu dilihat dengan jeli dalam persoalan ini. Pertama, soal tanggung jawab negara untuk melindungi segenap rakyatnya dari risiko-risiko kehidupan dalam berbagai aspeknya, termasuk dalam bidang kesehatan. Efek bola salju dari penularan penyakit menular, akan sangat membahayakan masyarakat. Dalam kondisi ini, negara harus bertindak, salah satunya dengan kebijakan penggunaan kondom dalam hubungan seksual. Secara agama, mungkin terlihat bahaya yang lain, yakni melegalkan penggunaan kondom di kalangan pra-nikah. Namun dari segi statistik, praktek seks bebas di kalangan remaja sudah sangat memprihatinkan. Negara ataupun agama, tidak bisa secara tuntas dan sempurna mengatasi persoalan ini dari segi hukum dan moral. Makanya, kebijakan dari segi kesehatan yang ditempuh untuk menyelamatkan generasi muda adalah salah satunya penggunaan kondom. Bagi anak remaja yang keimanannya tinggi dan dalam, ini tidak berlaku (dan itu ranah tanggung jawab pemimpin agama dan orangtua). Tetapi negara tidak bisa dan tidak boleh tinggal diam dengan kenyataan kasat mata tentang praktek seks bebas di kalangan remaja maupun di kalangan orang dewasa, yang sangat rentan terhadap penularan penyakit. Negara bertindak berdasarkan kondisi aktual dan membutuhkan tindakan urgent untuk mengatasinya. Menunggu polisi, tentara, atau pun FPI bertindak merazia tempat2 maksiat itu tidak sebanding dengan merebaknya tindakan seks bebas yang dimaksud. Maka Menteri Kesehatan, yang bertanggungjawab terhadap kesehatan masyarakat di negara ini, harus mengambil langkah dan tindakan cepat untuk mencegah yang belum terkontaminasi dan mengatasi/solusi bagi yang sudah terkontaminasi. Dan satu hal juga yang perlu diingat di sini adalah, semakin banyak penderita yang tertular HIV/AIDS di sekeliling kita, semakin besar potensi kita tertular penyakit tersebut. Sebab penularannya tidak hanya melalui hubungan seksual, tetapi media-media lain yang mungkin sangat dekat dengan kita. Hal-hal inilah yang menjadi tanggung jawab Negara, dalam hal ini dilaksanakan oleh Menteri Kesehatan.
    Kedua, Soal tanggung jawab moral. Kita perlu mengkritisi kembali pemahaman kita tentang moral. Moral tidak hanya direduksi dalam pengertian seksual saja. Sangat kerdil pengertian dan pemahaman kita jika menyempitkan persoalan moral kepada persoalan seksual. Moral menyangkut keseluruhan integritas/kepribadian, dan seksual hanya salah satu bagian kecil dari moralitas. KKN juga soal moral: ada sekian ratus juga rakyat Indonesia yang menjadi korban langsung atau tidak langsung dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme. Kemiskinan merajalela, pengangguran meningkat, kebutuhan hidup meningkat, kesempatan kerja terbatas, dst. Mempertontonkan tindak dan praktek kekerasan juga merusak moral, dan masih banyak lagi. Bagaimana kita berbicara, berjuang menegakkan moral sementara cara yang kita gunakan adalah cara tidak bermoral (tindak kekerasan, tipu muslihat, dll) ? Moral adalah soal autoritas: ‘siapa yang memberikan kepada kita wewenang untuk bersikap atau bertindak terhadap sesuatu ?’. Moral adalah soal menghargai kehidupan: sejauh mana kita menghargai kehidupan orang lain dan menganggapnya sama pentingnya dengan kehidupan kita?.
    Ketiga, soal tanggung jawab agama. Indonesia sebagai negara beragama, artinya, setiap warga negaranya menganut agama sesuai keyakinannya, hidup menurut aturan, norma dan nilai berdasarkan agamanya. Saudara kita yang beragama lain pun adalah diciptakan oleh Tuhan/Allah yang sama, yang menciptakan kita. Jika kita diciptakan oleh Allah yang sama, maka apa pun agamanya, dia adalah saudara kita, yang wajib kita hormati, hargai dan lindungi. Negara ini hanya mampu memerangi kejahatan jika semua agama yang ada saling menghargai, menghormati, saling bekerja sama dan saling mendukung. Kejahatan tidak pernah bisa teratasi jika kaum agamawan, pemimpin dan penganut agama sibuk dengan debat kusir atau klaim tentang agama mana yang paling benar. Setiap orang menganut suatu agama karena dia meyakini bahwa agama tersebut benar dan menjamin keselamatan yang bersangkutan di dunia akhirat. Memaksakan kebenaran agama kita kepada orang lain, berarti kita menyamakan diri dengan Allah, karena hanya Allah yang Mahabenar. Dan disitulah sebanarnya kita menjadi hamba iblis, sebab dosa iblis adalah menyamakan diri dengan Allah. Tanggung jawab agama-agama terletak pada bimbingan, arahan dan solusi bagi para penganutnya untuk memilih jalan yang benar, baik untuk kehidupan kini di dunia, maupun untuk kehidupan akhirat.
    Kesimpulannya: peran pemerintah/negara dan peran kaum agamawan (pemimpin/tokoh agama) seharusnya saling mendukung dalam ranah dan porsi masing-masing untuk tujuan yang sama: kesejahtaraan bersama / kebaikan umum.

    Semoga Bermanfaat…

  34. Update Komentar terhadap Persoalan Habib Rizieq vs Menkes Nafsiah Mboi:
    “Menkes RI yang baru, Nafsiah Mboi, adalah MENTERI CABUL LIBERAL (?!), karena baru saja jadi menteri sudah bikin HEBOH dengan KAMPANYE KONDOM bagi remaja yang BELUM MENIKAH, dengan dalih untuk cegah AIDS dan cegah KEHAMILAN di luar nikah”, kata Habib Rizieq, Senin, (18/06/2012)
    “Ini adalah KAMPANYE PENYESATAN, karena merupakan PROPAGANDA ZINA di kalangan remaja. Juga merupakan KAMPANYE PEMBANGKANGAN karena melanggar Undang-Undang yang melarang pemberian ALAT KONTRASEPSI kepada yang belum menikah, sekaligus merupakan KAMPANYE PEMBODOHAN, karena ukuran Virus HIV penyebab AIDS jauh lebih kecil dari pada ukuran pori-pori kondom, apalagi saat kondom meregang, sehingga kondom tidak akan bisa cegah Virus HIV / AIDS”, lanjut Habib. “Jalan yang benar dan tepat serta jitu sekaligus berkah untuk cegah AIDS dan KEHAMILAN di luar nikah adalah STOP ZINA, STOP PELACURAN, STOP SEX BEBAS, STOP SODOMI, STOP HOMOSEX, STOP LESBIAN dan STOP SEGALA BENTUK PENYIMPANGAN SEX !!!”, tegas Habib menutup pembicaraannya.
    (dikutip dari KhabarNet)

    Ada beberapa hal yang perlu dilihat dengan jeli dalam persoalan ini.
    Pertama, soal tanggung jawab negara untuk melindungi segenap rakyatnya dari risiko-risiko kehidupan dalam berbagai aspeknya, termasuk dalam bidang kesehatan. Multi Efek dari berjangkitnya penyakit menular, akan sangat membahayakan masyarakat, generasi sekarang dan yang akan datang. Dalam kondisi ini, negara harus bertindak, salah satunya dengan kebijakan penggunaan kondom dalam hubungan seksual. Secara agama (dalam kacamata yang berwarna tunggal), mungkin terlihat potensi bahaya yang lain, yakni melegalkan penggunaan kondom di kalangan pra-nikah, yang berpotensi melegalkan praktek seks bebas di kalangan remaja/pra-nikah, yang oleh agama hal itu dipandang sebagai dosa atau maksiat. Namun dari sosial, statistik menunjukkan bahwa praktek seks bebas di kalangan remaja sudah sangat memprihatinkan. Negara ataupun agama, tidak bisa secara tuntas dan sempurna mengatasi persoalan ini dari hanya dari segi hukum dan ‘moral’. Makanya, kebijakan dari segi kesehatan yang ditempuh untuk menyelamatkan generasi muda (dan masyarakat) salah satunya adalah penggunaan kondom. Bagi anak remaja yang keimanannya tinggi dan dalam, tidak perlu dirisaukan dan hal ini tidak berlaku (dan itu ranah tanggung jawab pemimpin agama dan orangtua). Tetapi negara tidak bisa dan tidak boleh tinggal diam dengan kenyataan kasat mata tentang praktek seks bebas di kalangan remaja maupun di kalangan orang dewasa, yang sangat rentan terhadap penularan penyakit. Negara bertindak berdasarkan kondisi aktual dan membutuhkan tindakan SEGERA untuk mengatasinya. Menunggu polisi, tentara, atau pun FPI bertindak merazia tempat2 maksiat itu tidak sebanding dengan laju merebaknya tindakan seks bebas yang dimaksud. Maka Menteri Kesehatan, yang bertanggungjawab terhadap kesehatan masyarakat di negara ini, harus mengambil langkah dan tindakan cepat dan segera untuk mencegah yang belum terkontaminasi dan mengatasi/solusi bagi yang sudah terkontaminasi. Dan satu hal juga yang perlu diingat di sini adalah, semakin banyak penderita yang tertular HIV/AIDS di sekeliling kita, semakin besar potensi kita tertular penyakit tersebut. Sebab penularannya tidak hanya melalui hubungan seksual, tetapi media-media lain yang mungkin sangat dekat dengan kita. Hal-hal inilah yang menjadi tanggung jawab Negara, dalam hal ini dilaksanakan oleh Menteri Kesehatan.

    Kedua, Soal tanggung jawab moral. Kita perlu mengkritisi kembali pemahaman kita tentang moral. Moral jangan direduksi dalam pengertian seksual saja. Sangat kerdil pengertian dan pemahaman kita jika menyempitkan persoalan moral kepada persoalan seksual belaka. Moral menyangkut keseluruhan integritas/kepribadian, dan seksual hanya salah satu bagian kecil dari moralitas. KKN juga soal moral: ada sekian puluh/ratus juta rakyat Indonesia yang menjadi korban langsung atau tidak langsung dari praktek korupsi, kolusi dan nepotisme. Kemiskinan merajalela, pengangguran meningkat, kebutuhan hidup meningkat, kesempatan kerja terbatas, utang negara semakin banyak, sarana-prasarana umum tidak memadai, dst. Mempertontonkan tindak dan praktek kekerasan juga merusak moral, karena generasi muda atau anak-anak terdidik dan terbiasa untuk bersikap kasar, keras bahkan biadab. Lebih jauh, mempertontonkan dan mengandalkan tindak dan praktek kekerasan mengajarkan generasi muda dan anak-2 untuk tidak menghargai kehidupan. Legalisasi dan pembiaran terhadap sikap, tindak dan prilaku kekerasan mereduksi nilai kemanusiaan kepada naluri kebinatangan, yang merevitalisasi semboyan ‘homo homini lupus’, dan ‘siapa yang kuat dia yang menang’. Dan itu artinya, kita kembali ke zaman pra-peradaban. Masih banyak lagi aspek kehidupan yang berkaitan dengan moral.
    Demikian pun soal Menjaga & Menegakkan Moral. Bagaimana kita berbicara tentang menjaga, memperjuangkan dan menegakkan moral sementara cara yang kita gunakan adalah cara tidak bermoral (tindak kekerasan, tipu muslihat, merendahkan orang lain, tidak jujur, dll) ? Moral adalah soal autoritas, dan pertanyaan yang perlu direfleksikan di sini adalah ‘siapa yang memberikan kepada kita wewenang/kuasa untuk bersikap atau bertindak terhadap sesuatu ?’. Apakah kita sejatinya sungguh memiliki otoritas itu ? Moral adalah soal menghargai kehidupan: sejauh mana kita menghargai kehidupan orang lain dan menganggapnya sama pentingnya dengan kehidupan kita?.

    Ketiga, soal tanggung jawab agama. Indonesia sebagai negara beragama, artinya, setiap warga negaranya menganut agama sesuai keyakinannya, hidup menurut aturan, norma dan nilai berdasarkan agamanya. Saudara kita yang beragama lain pun adalah diciptakan oleh Tuhan/Allah yang sama, yang menciptakan kita. Jika kita diciptakan oleh Allah yang sama, maka apa pun agamanya, dia adalah saudara kita, yang wajib kita hormati, hargai dan lindungi. Para pendiri negara sudah menunjukkan hal ini bahwa perjuangan mencapai kemerdekaan bukan hasil perjuangan satu agama saja, dan tidak berdasarkan pandangan agama, tetapi persaudaraan, kemanusiaan dan kesejahteraan bersama. Jika paham akan sejarah, kita tahu bahwa para pejuang kemerdekaan tidak membeda-bedakan agama & keyakinan. Dan jika dari awal perbedaan agama dan membeda-bedakan agama dikedepankan (termasuk juga suku dan ras), mungkin tidak pernah ada yang namanya Negara Republik Indonesia ini.
    Negara ini hanya mampu memerangi kejahatan jika semua agama yang ada saling menghargai, menghormati, saling bekerja sama dan saling mendukung. Kejahatan tidak pernah bisa teratasi jika kaum agamawan, pemimpin dan penganut agama sibuk dengan debat kusir atau klaim tentang agama mana yang paling benar. Kejahatan tidak pernah bisa diatasi dengan tindak kejahatan (kekerasan, dll). Kejahatan hanya bisa diatasi dengan kebaikan (nilai dan cara yang baik). Setiap orang menganut suatu agama karena dia meyakini bahwa agama tersebut benar dan menjamin keselamatan yang bersangkutan di dunia akhirat. Memaksakan kebenaran agama kita kepada orang lain, berarti kita menyamakan diri dengan Allah, karena hanya Allah yang Mahabenar. Dan disitulah sebanarnya kita menjadi hamba iblis, sebab dosa iblis adalah menyamakan diri dengan Allah. Tanggung jawab agama-agama terletak pada bimbingan, arahan dan solusi bagi para penganutnya untuk memilih jalan yang benar, baik untuk kehidupan kini di dunia, maupun untuk kehidupan akhirat. Tanggung jawab agama-agama terletak pada ‘promosi kebaikan’ sebagai sesuatu yang layak dihidupi para penganutnya. Maka, atas nama agama dan moral melegalkan tindakan dan cara yang kontra terhadap ‘kebaikan’ adalah mengkhianati agama itu sendiri, dan sangat patut dipertanyakan “betul orang beragama atau tidak”. Selalu tampil membawa pertentangan dengan sikap yang arogan juga mungkin perlu diidentifikasi secara jeli, karena ciri itu adalah ciri iblis dan kroni-kroninya, yang selalu berusaha merusak harmoni, kedamaian dan kebaikan yang sejak semula diciptakan dan dikehendaki Allah…

    Kesimpulannya: peran pemerintah/negara dan peran kaum agamawan (pemimpin/tokoh agama) seharusnya saling mendukung dalam ranah dan porsi masing-masing untuk tujuan yang sama: kesejahtaraan bersama / kebaikan umum.

    Semoga Bermanfaat…

  35. khozin said

    maslahnya adalah aids, bpk.mentri juga benar,, cuma kurang pas saja, di negara yang mayoritasa islam, dengan melegalkan seks, ust. rizik juga benar, atas nama islam saya sepakat, sebenarnya perlu ada pertemuan saja antar mereka,,, untuk bagaimna menemukan jalan keluar tentang seks bebas,,, kalau saya punya saran untuk para pengesexs,,,, buat saja hukum jerah demi keamanan bersama,,,,

  36. Anonymous said

    Tidak kampanye kondom saja para remaja sudah tau kok. Kalo mau making love ya tinggal beli kondom di Al*ama*t saja, gampang. Atau si perempuannya minum pil KB, ada uang ada barang. Kalo toh semisalnya sipelaku sex bebas kena HIV/AIDS, ya salah sendiri kenapa sex bebas?? Simak lagi penggalan artikel ini :
    “…….karena ukuran Virus HIV penyebab AIDS jauh lebih kecil dari pada ukuran pori-pori kondom, apalagi saat kondom meregang, sehingga kondom tidak akan bisa cegah Virus HIV / AIDS”, lanjut Habib.
    Hehe..Rizieq Syihab sepertinya Ilmuan Kondom juga. Risetnya bisa di publis tidak??? Penjelasan ilmiahnya bagaimana??..

  37. Pengemis HAM said

    Nitip min:

    http://aktivisham.wordpress.com/2012/08/12/nafisah-mobi-menkes-cabul-mempermudah-kondom/

    ..

  38. Anonymous said

    nafsiah mboi..
    penganut katolik (misionaris) jd pemimpin.. sampai2 mayoritas yg pegang jabatan diKEMENKES adalah org2 mereka semua bhkn kedaerah kab. meranti pun para misionaris (RSUD,IFK,dinkes dsb)

  39. harusnya yang di RAZIA itu jangan hanya para WARIA KELILING, tapi para WTS yang mangkal di diskotik, pub dan tempat hiburan, mereka bukan hanya cari uang tapi nyebarin virus,

  40. yesus kristus said

    yg dukung si “nyai” mboi ketahuan otak mesum……ha….ha…haa…..

  41. silahkan berkomentar dgn baik

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.041 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: