KabarNet.in

Aktual Tajam

SAID AGIL vs SALIM SELON

Posted by KabarNet pada 02/06/2012

Ketua Umum PBNU H. Said Aqil Siroj dalam sambutannya di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (1 Juni 2012), mengatakan, hari ini tidak ada lagi prasangka (suuzon) diantara ormas Islam. Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) dideklarasikan bukan untuk kepentingan politik ataupun kekuasaan, tapi persaudaraan dengan semua umat Islam. Biar beda tapi sama. Namun kenyataannya, apa yang diucapkan oleh Said Agil tidak sesuai dalam ceramahnya saat memberikan sambutan. Said Agil justru tidak mencerminkan persaudaraan dengan menyindir Front Pembela Islam (FPI), bahwa seharusnya yang dibela itu adalah tanah air, bukan Islam. “Ketika itu Soekarno, Muhammad Hatta, Jenderal Soedirman bertanya kepada KH. Hasyim di Tebu Ireng, apa hukumnya membela tanah air. Jadi bukan membela Islam, seperti FPI. Tapi membela Tanah Air.” Kata Said Agil, Jumat (1/06/2012), di gedung PBNU Jakarta.

Dalam hal ini, Habib Salim Al-Attas yang akrab disapa Habib Selon merasa tergelitik untuk menangggapi ucapan Said Aqil yang mendiskreditkan FPI. Habib Selon, memberikan jawaban atas ungkapan sinis Said Aqil, melalui pesan singkatnya kepada redaktur fpi.or.id, Sabtu (2/06/2012). Berikut isi pesannya:

Said Aqil Siroj berkata : “Kita Bela Tanah Air, Bukan Bela Islam seperti FPI !” Maka, Ketua FPI DKI Jakarta Hb. Salim Selon Al-Attas menjawab: “Alhamdulillah, siapa BELA ISLAM pasti BELA TANAH AIR, namun siapa BELA TANAH AIR belum tentu BELA ISLAM. Itulah sebabnya, FPI bela Islam dari segala PENODAAN yang dilakukan LIBERAL, sekaligus bela rakyat dan bangsa INDONESIA yang mau dirusak LIBERAL.

FPI perang melawan KEMUNKARAN, tapi FPI juga turun melakukan AKTIVITAS KEMANUSIAAN di Jakarta saat Huru-Hara 1998, di Jawa Tengah dan Jawa Timur saat Tragedi Ninja, Aceh saat Tsunami, Sumbar dan Jabar saat Gempa, Morowali dan Bojonegoro saat Banjir, Situ Gintung saat Jebol, Leuwi Gajah saat Longsor, Yogya saat Merapi meletus, Ambon dan Poso saat konflik, Mesuji saat Petani dizalimi, Saudi saat TKW disiksa, bahkan orang non muslim pun yang dizalimi banyak yang dibela FPI, dan sebagainya. Sedang Said Aqil Siroj sendiri sudah mengaku terus terang TIDAK BELA ISLAM, pantas dia bela Liberal, Ahmadiyah, Ghulat dan Rafidhoh, hingga Irshad Manji dan Lady GaGa!!

Sedangkan pengakuan Said Aqil BELA TANAH AIR: Apa yang sudah dilakukannya??? NOL BESAR !.

(Habib Selon, Pembela Islam)

Source: fpi.or.id

62 Tanggapan to “SAID AGIL vs SALIM SELON”

  1. HATI NURANI.... berkata

    Kalau begini jadinya, sinar NU semakin meredup. Ulama NU sebaiknya bersikap bijaksana. Kalau tidak, Ulama NU cabang akan melepas baju ke-NU_an.
    Semoga Allah memberikan petunjuk pada kita semua. Amin.

  2. HATI NURANI.... berkata

    NU kok semakin redup saja ya…
    Kalo begini terus otomatis akan banyak tokoh NU yg keluar dari NU.
    Wahai NU…Istiqomahlah…

  3. Anonymous berkata

    HOREE.. Hebat si Kyai … cape cape belajar agama …… Jadinya ULAMA SU’UL.
    memang aneh ngelia aksi terjang aktiisf “islam” sekarang ini KHUSUSNYA NU ….
    nih ada berita lagi ….. http://nasional.inilah.com/read/detail/1858267/senam-sholawat-meriahkan-harlah-gp-ansor

  4. Alwi Ali berkata

    Setiap kali baca komentar Salim Selon, rasanya pengen muntah. apalagi yang di atas surat dari Salim Selon. bersambung…

  5. Alwi Ali berkata

    Salim Selon adalah orang yang jelas-jelas tidak berAkhlak, beberapa waktu yang lalu saat dia diajak berdiskusi ttg Lady Gaga di satasiun tvOne, dia menunjukkan pada umat, siapa dia sebenarnya…presenter tvOne cukup lihai dalam menyindir tingkah laku si Salim di sana, tapi apa artinya sindirian untuk seorang Salim Selon.

  6. Alwi Ali berkata

    Dulu masyarakat sangat menghormati gelar “Habib” karena saat itu gelar tersebut disandang oleh mereka yang layak menyandangnya, tapi sekarang apa yang terjadi ? Kita berkali-kali baca koran yang isinya: Habib Salim Al-Attas (selon) vs Dewi Persik. Habib Salim vs Luna Maya, Habib Salim vs Lady Gaga (mimpi kaleee).

  7. Alwi Ali berkata

    @Admin, kok komentar saya yang satu lagi ttg si Salim, tidak muncul ???

    __________________________

    Dalam berita ini tidak ada lagi komentar yang tersisa maupun masuk ke spam. Silahkan menulis kembali.

    Maaf & Salam, ADMIN.

  8. CECEP berkata

    muak deh

  9. Longgana berkata

    @Alwi Ali: Kalau anda punya masalah pribadi dng Habib Salim jangan dibawa kesini, lebih gentlemen anda datangi rumahnya dan langsung ketemu dng Habib Salim… Dalam komentar Habib Salim diatas saya sebagai ummat Islam merasa dibela kok dan kenyataannya memang benar, kok anda sewot sendiri malah terkesan hasut dan iri kpd Habib Salim… jangan-jangan anda penggemar Lady Gaga / Irshad Manji yang batal melihat dan kehilangan uang tiket… Hah..hah… hah… haaaa… tidak mampu nonton di Singapore kaleee

  10. SELON NGETOP berkata

    @Longgana berkata
    04/06/2012 pada 10:56 e

    @Alwi Ali: Kalau anda punya masalah pribadi dng Habib Salim jangan dibawa kesini, lebih gentlemen anda datangi rumahnya dan langsung ketemu dng Habib Salim…

    ^-^

    @Longgana
    xixixixi…
    anda betul Gan,,, ada dendam pribadi dihati yg dibawa kesini,,, sdh lama banget,,, nich baca komennya 2 thn lalu,,, :

    http://kabarnet.wordpress.com/2010/12/18/fpi-tangkap-wakil-bupati-batubara/comment-page-1/#comment-25641

    http://kabarnet.wordpress.com/2010/12/18/fpi-tangkap-wakil-bupati-batubara/comment-page-1/#comment-25650

    http://kabarnet.wordpress.com/2010/12/18/fpi-tangkap-wakil-bupati-batubara/comment-page-1/#comment-25686

    kasihan,,,
    ga enak banget simpan dendam,,,
    sakit,,,
    xixixixi…

  11. Anonymous berkata

    TAKBIRR,,,,

  12. FPI LOVER's berkata

    @Alwi Ali….

    jiiah hahahaha… nt bughud ma hb salim…. hatte sedunia nt benci, ga ada yg rugi…. mang nt sape…???

    buat pembela islam maju terus….

  13. jadi diadu deh umat islam… waspadalah

  14. acep sopyan berkata

    Betuuuul ana dukung Habib Salim, saya dan teman teman sudah lama keluar dari NU. tapi saya tetap menghormati KH Hasyim Asy,ari, pak KH Hasyim Muzadi dan Gus Sholah, tapi tidak utk said agil

  15. bendot berkata

    Kagak usah pada berantem, kita umat Islam dari dulu kagak pinter-pinter mau aja di adu domba, mungkin karena kita terlalu banyak makan daging domba kali yee !!!

  16. Alwi Ali berkata

    Kebodohan Salim Selon dibuktikan ditulisannya: “pantas dia bela Liberal, Ahmadiyah, Ghulat dan Rafidhoh, hingga Irshad Manji dan Lady GaGa!!” Liberal itu apa ? Ahamadiyah itu Apa ? Irshad Manji itu apa atau siapa ? Ladu Gaga itu siapa atau apa ? Ghulat itu apa dan Rafidhoh itu apa ? Membedakan yang sangat jelas saja Salim Selon tidak bisa, pantas kalau kalian membelanya karena selevel atau dibawah dia sedikit :)

  17. Alwi Ali berkata

    FPI LOVER’s berkata
    04/06/2012 pada 11:58

    @Alwi Ali….

    jiiah hahahaha… nt bughud ma hb salim…. hatte sedunia nt benci, ga ada yg rugi…. mang nt sape…???

    @FPI: kamu tanya saya siapa ? Saya Alwi Ali yang tidak buta tentang agama Islam seperti Salim Selon.

  18. erensdh berkata

    Seorang muslim yg mencitrakan dirinya baik dimata sesama anak bangsa yang pluralis dengan sendirinya telah mengharumkan Islam itu sendiri. Bagaimana dengan para muslim yang gemar melakukan kekerasan di tengah masyrakat -sekalipun itu bukan terhadap sesama muslim- bukanlah dia tengah berkampanye tentang kekerasan dalam Islam?
    Mereka yang mengusung Islam seraya melakukan kekerasan, pada dasarnya tengah menghancurkan Islam dari tubuh Islam itu sendiri.

  19. Alwi Ali berkata

    @erensdh, kita maklumi saja para pembela Salim Selon, sebab mereka juga pada tidak mengerti Islam. Salim Selon paling bangga saat bilang “mati’in” …bangga sebagai preman, yg gitu ngaku pembela Islam.

  20. nur berkata

    @alwi
    sudah taukah anda latar belakang Habib Salim aka Habib Selon?
    sudah taukah anda latar belakang Said Aqil?
    sudah taukah anda bahwa guru besar-guru besar universitas tempat Said Aqil menempuh S3 menggugat Said Aqil & hendak mencabut gelar S3nya karena sikapnya yang bertentangan dengan nilai Islam?
    sudah sejauh manakah ilmu anda ttg Islam sehingga anda menganggap Habib Salim tak paham Islam?
    sudah taukah anda siapakah yang disebut fakih dalam Islam menurut para ulama salaf (seperti Imam Ahmad bin Hambal, Imam Nawawi, Imam Syafii dll)?

  21. nur berkata

    @alwi
    sudah taukah anda latar belakang Habib Salim aka Habib Selon?
    sudah taukah anda latar belakang Said Aqil?
    sudah taukah anda bahwa guru besar-guru besar universitas tempat Said Aqil menempuh S3 menggugat Said Aqil & hendak mencabut gelar S3nya karena sikapnya yang bertentangan dengan nilai Islam?
    sudah sejauh manakah ilmu anda ttg Islam sehingga anda menganggap Habib Salim tak paham Islam?
    sudah taukah anda siapakah yang disebut fakih dalam Islam menurut para ulama salaf (seperti Imam Ahmad bin Hambal, Imam Nawawi, Imam Syafii dll)??

  22. nur berkata

    @erensdh
    apakah anda Muslim?
    setelah saya melihat blog anda, saya berkesimpulan anda bukan seorang Muslim, karena blog anda menyudutkan Islam.

    jika anda Muslim, pernahkan anda memberitakan bahwa FPI membantu TKW di Arab Saudi padahal kaum liberalis hanya bisa berkoar2 / memaki pemerintah?

    Islam menjunjung tinggi pluralitas tapi menolak pluralisme
    pluralitas yakni menghargai & menghormati perbedaan-perbedaan yang ada
    pluralisme yakni menganggap semua agama itu benar.

    jika pemeluk kristen mau bilang kristen agama yang benar, itu hak mereka
    jika pemeluk buddha mau bilang buddha agama yang benar, itu hak mereka
    jika pemeluk yahudi mau bilang yahudi agama yang benar, itu hak mereka
    jika pemeluk katholik mau bilang katholik agama yang benar itu hak mereka
    jika pemeluk hindu mau bilang agama hindu yang benar, itu hak mereka
    jika pemeluk kristen orthodoks mau bilang agama kristen orthodoks yang benar, itu hak mereka, dll
    tapi umat islam hanya mengakui agama yang benar adalah Islam

  23. nur berkata

    @erensdh
    apakah anda Muslim?
    setelah saya melihat blog anda, saya berkesimpulan anda bukan seorang Muslim, karena blog anda menyudutkan Islam.

    jika anda Muslim, pernahkan anda memberitakan bahwa FPI membantu TKW di Arab Saudi padahal kaum liberalis hanya bisa berkoar2 / memaki pemerintah?

    Islam menjunjung tinggi pluralitas tapi menolak pluralisme
    pluralitas yakni menghargai & menghormati perbedaan-perbedaan yang ada
    pluralisme yakni menganggap semua agama itu benar.

    jika pemeluk kristen mau bilang kristen agama yang benar, itu hak mereka
    jika pemeluk buddha mau bilang buddha agama yang benar, itu hak mereka
    jika pemeluk yahudi mau bilang yahudi agama yang benar, itu hak mereka
    jika pemeluk katholik mau bilang katholik agama yang benar itu hak mereka
    jika pemeluk hindu mau bilang agama hindu yang benar, itu hak mereka
    jika pemeluk kristen orthodoks mau bilang agama kristen orthodoks yang benar, itu hak mereka, dll
    tapi umat islam hanya mengakui agama yang benar adalah Islam

    & Islam menolak kekerasan, masalah FPI sudah pernahkah anda bertanya langsung kpd Habib Riziq atau kepada warga sekitar tempat FPI melakukan “kekerasan”, FPI itu sifatnya seperti apa?

    karena saya sudah bertanya kepada warga sekitar tempat FPI melakukan “kekerasan”, ternyata mereka menjawab, FPI baik & malah FPI yang diundang oleh masyarakat

  24. haidar ali berkata

    Ana heran sekali kalau melihat komentar dari orang2 yang ngaku islam tapi gerah dengan ummat islam,kalo ada muslim yang marah lihat islam diacak2 akidahnya malah disalahkan,kalau ada pelacur yang joget telanjang diatas pentas,malah di puji dengan alasan seni…,tipe munafik macam gini,bisa bikin habis kesabaran kami,haei para munafikin,ketahuilah,sangat banyak ummat islam yang darahnya mendidih melihat tingkah kalian…,hentikan segera atau kami yang akan menghentikannya dengan cara kami sendiri…..

  25. Alwi Ali berkata

    @nur, pertanyaan anda {sudah tahukah?} Iya, saya sdh tahu termasuk info dusta bhw gelar S3 akan dicabut oleh pemberinya. @kpd teman2 yg lain, perlu kiranya difahami bhw Salim Selon tdk mewakili org2 yg seRT dgn dia, apalagi umat Islam. Jadi saya yg tidak setuju dgn tingkah lakunya jgn dipandang anti Syariat, sbb itu hanya kebodohanan, semoga keterangan yg sgt jelas ini dapat kalian fahami.

  26. nur berkata

    @Alwi
    nampaknya anda masih jauh dr fakih, bahkan mungkin kedalaman ilmu anda masih perlu dipertanyakan, tapi saya pun masih miskin ilmu, untuk itu saya tidak mau “menyepelekan” seseorang / sesumbar dengan mengatakan saya lebih faham dari si fulan.

    & untuk masalah said aqil, seandainya anda tau yang sebenarnya terjadi, bahwa guru-guru besar tempat Said aqil mengenyam S3, sudah secara resmi meminta kepada rektorat untuk mencabut gelar doktoral untuk said aqil. namun ditolak oleh rektorat, entah apa alasannya, padahal guru-guru besar tersebut sudah mengemukakan argumen2 & bukti2 yang kuat.

    & Habib Salim memang tidak mewakili umat Islam se RT ataupun umat Islam seluruh dunia, tapi setidaknya, Habib Salim aka Habib Selon mewakili umat Islam yang taat kepada Allah SWT.

    @Haidar
    itu sudah biasa, mereka yang membiarkan kemaksiatan merajalela hanya orang yang mengaku Islam, bukan Islam yang sebenarnya. sekuat/selemah apapun iman umat Islam, umat Islam pasti menolak kemaksiatan

  27. nur berkata

    @Alwi
    nampaknya anda masih jauh dr fakih, bahkan mungkin kedalaman ilmu anda masih perlu dipertanyakan, tapi saya pun masih miskin ilmu, untuk itu saya tidak mau “menyepelekan” seseorang / sesumbar dengan mengatakan saya lebih faham dari si fulan.

    & untuk masalah said aqil, seandainya anda tau yang sebenarnya terjadi, bahwa guru-guru besar tempat Said aqil mengenyam S3, sudah secara resmi meminta kepada rektorat untuk mencabut gelar doktoral untuk said aqil. namun ditolak oleh rektorat, entah apa alasannya, padahal guru-guru besar tersebut sudah mengemukakan argumen2 & bukti2 yang kuat.

    & Habib Salim memang tidak mewakili umat Islam se RT ataupun umat Islam seluruh dunia, tapi setidaknya, Habib Salim aka Habib Selon mewakili umat Islam yang taat kepada Allah SWT.

    @Haidar
    itu sudah biasa, mereka yang membiarkan kemaksiatan merajalela hanya orang yang mengaku Islam, bukan Islam yang sebenarnya. sekuat/selemah apapun iman umat Islam, umat Islam pasti menolak kemaksiatan.

  28. Si Jampang berkata

    Al Habib Salim Al Attas (Salim Selon) perjuangannye jelas banget. Sumbangsih die kpd Islam dan muslimin tampak nyata bisa dilihat ame umat. Dgn caranye yg lugu ceplas ceplos paling enggak die udah berbuat sst utk kejayaan Islam. Jd ibarat berlian, biar dilumurin lumpur comberan yah tetep aje berlian.
    (kaga spt orang yg sirik ame die. Masya Allah… dari th 2010 maki” terus).
    ck..ck..ck…

  29. Alwi Ali berkata

    KH Said Agiel Siraj nasibnya seperti BJ Habibie, ditolak di Indonesia tapi dielu-elukan di negara lain.

  30. nur berkata

    said aqil tidak sama dengan Habibie.

    habibie, smart, & diakui dunia tapi ditendang oleh musuh2nya pada saat dia terlibat politik

    said aqil, sama sekali tidak diakui dunia,mungkin tidak dikenal sama sekali oleh dunia bahkan dosen2 (guru besar-guru besar) yang mengajar dia mengajukan agar gelar doktoralnya dicabut.

  31. nur berkata

    said aqil tidak sama dengan Habibie.

    habibie, smart, & diakui dunia tapi ditendang oleh musuh2nya pada saat dia terlibat politik

    said aqil, sama sekali tidak diakui dunia,mungkin tidak dikenal sama sekali oleh dunia bahkan dosen2 (guru besar-guru besar) yang mengajar dia mengajukan agar gelar doktoralnya dicabut..

  32. DR KH said aqil sirodj adlh tokoh islam masa kini. Bersama DR KH ulil absar, DR KH guntur romli dan DR Ustadzah Musdah Mulia beliau semua mengenalkan bgmn islam yg benar kpd umat manusia.

  33. Alwi Ali berkata

    @nur,
    Gelar Doktor itu bukan arus Listrik yg kalau dicabut jadi gelap, Jadi kalau nulis mohon dipikir dulu.

  34. MGA Nabi Palsu berkata

    Siapa bilang KH Said Aqil Siraj ga bela Islam?? Ini buktinya dia juga membela aqidah Islam dari penodaan oleh nabi palsu Mirza Gulam Ahmad (MGA) dan pengikutnya kaum sesat Ahmadiyah laknatulloh

    http://metrotvnews.com/read/news/2011/02/28/43916/PBNU-Desak-Pemerintah-Bubarkan-Ahmadiyah

    PBNU Desak Pemerintah Bubarkan Ahmadiyah

    Metrotvnews.com, Sampang: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mendesak pemerintah bertindak tegas untuk membubarkan Ahmadiyah dari bumi Nusantara. Pernyataan tersebut diungkapkan Said Aqil saat menghadiri perayaan Maulid di Sampang, Madura, Senin (28/2) malam.

    “Kami meminta pemerintah membubarkan aliran yang menyesatkan ini dan NU mendukung langkah pemerintah, karena ajaran Ahmadiyah jelas sesat,” katanya.

    Menurut Said Agil, Ahmadiyah sangat jelas aliran yang sesat, karena Mirza Ghulam Ahmad dianggap seperti nabi, padahal bagi umat Islam, Nabi Muhammad SAW itu jelas nabi terakhir.

    “Karena itu, NU telah menetapkan Ahmadiyah sebagai aliran yang menyimpang dari ajaran agama Islam. Kami meminta ketegasan pemerintah untuk membubarkannya, sehingga tindak kekerasan terhadap penganut Ahmadiyah tidak terulang kembali,” tambahnya.

    Menurut Said Agil, masalah Ahmadiyah bukan lagi terkait persoalan kebebasan beragama, melainkan sudah tergolong penodaan agama. Said mengatakan dirinya memiliki alasan pokok kenapa Ahmadiyah harus keluar dari Islam, yakni karena Ahmadiyah tidak mengakui Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir sebagaimana dinyatakan secara tegas dalam Al Quran, Hadits dan ijmak (kesepakatan para ulama).

    “Ini kan hal yang pokok bagi umat Islam. Bahwa Nabi Muhammad merupakan nabi yang terakhir, sedangkan Ahmadiyah menyatakan masih ada nabi lain setelah Nabi Muhammad SAW,” katanya.(Ant/****)

  35. Alwi Ali berkata

    @MGA Nabi Palsu,

    Kita perlu maklumi kaum awam.

  36. nur berkata

    @alwi
    sebaiknya anda yang berfikir, yang ingin mencabut gelar doktor adalah guru besar yang ilmunya jauh melebihi said aqil baik secara agama maupun akademis. apalagi jika dibandingkan dengan ilmu anda

    @MGA
    masalah ahmadiyah, memang sudah jelas penodaannya. tapi masalah JIL yang menganggap semua agama adalah benar, apakah said aqil pernah merekomendasikan agar JIL dibubarkan? padahal sudah jelas, agama yang di ridhoi Allah SWT hanya Islam.

    masalah lady gaga pengikut satanisme, Nabi Muhammad SAW saja tak bisa menjamin keimanan umat Islam, tapi said aqil kok berani mengatakan seribu lady gaga tak akan mempengaruhi iman warga NU? apakah dia wali Allah SWT yang melebihi Muhammad SAW?

  37. Said Aqil?
    Kiyai?
    Coba lihat video dibawah ini, adakah “kiyai” kelakuannya kayak gini?

    http://www.youtube.com/watch?v=GoThvJIAEtA

    bandingkan dengan ini

    http://lppimakassar.blogspot.com/2012/04/ketika-imam-syiah-jadi-perokok-full.html

    astaghfirullahaladhim…. Alhabib Salim Selon 1 juta kali lebih mulia dari “kiyai” palsu yg satu ini.

  38. Apa?! Said Aqil?! Kiyai?!
    Coba baca link dibawah ini, adakah “kiyai” kelakuannya kayak gini?

    http://www.voa-islam.com/islamia/tsaqofah/2011/10/04/16268/menjawab-syubhat-kh-said-agil-siradj-situs-porno-hanya-makruh/

    astaghfirullahaladhim…. Alhabib Salim Selon orang lugu lillahi ta’ala bicara sll apa adanya, ga pernah merusak hukum Islam spt said agil. Beliau Alhabib Salim Selon masih 1 juta kali lebih mulia dari “kiyai” palsu yg satu ini.

  39. Gus Hasyim berkata

    KIYAI NU BERONTAK MEMBANTAH HUJATAN KEJI SAID AQIEL TERHADAP PARA SAHABAT NABI

    Februari 6, 2012

    Berikut nukilan dari buku yang ditulis oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Wahdah Sumber Girang Lasem Rembang Jawa Tengah

    PENGANTAR PENERBIT

    الحَمدُ لله ربِّ العاَلمين، والصَّلاةُ والسَّلامُ على أشْرفِ الأنبيَاءِ والمرُسَلين، سيّدِنا ومَولانا محمَّدٍ وعلى آلهِ وصَحْبهِ أجمَعين. أما بعد:

    Buku yang kami terbitkan ini adalah kumpulan dari dua makalah KH. Abdul Hamid Baidlowi yang disampaikan pada acara pertemuan Ulama dan Habaib di Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah Jakarta pada tanggal 14 Rojab 1416 H/ 7 Desember 1995 M. yang berjudul: “Kritik Terhadap Gus Dur dan Sa’id Aqil” dan makalah beliau yang berjudul: “Menyiasati Bahaya Syi’ah di Kalangan Nahdlatul Ulama di penghujung Abad Ini” yang disampaikan pada acara sarasehan IPNU-IPPNU cabang Jombang pada tanggal 1 Shafar 1417 H/ 17 Juni 1996 M.

    Makalah tersebut hadir disaat umat Islam mulai resah atas bahaya pemikiran Gus-Dur yang pada saat itu berkapasitas sebagai Ketua Umum organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama, dan membongkar kerancauan ideologi Syi’ah Rafidloh yang dipasarkan lewat pemikiran Said Aqil Siradj yang pada saat itu menjabat Katib Am Nahdlatul Ulama. Mereka mencoba menyesatkan umat Islam dari ajaran yang benar, ajaran yang bertentangan dengan nash-nash al-Quran, Sunnah Rasul dan ajaran-ajaran Salafussholih.

    Semoga dengan hadirnya buku ini, dapat memberikan manfaat untuk kita dalam rangka ikut andil membentengi aqidah umat Islam dari faham-faham sesat dan dari segala bentuk kesesatan berfikir yang berupaya menghancurkan agama Islam. Semoga Allah SWT selalu melindungi kita, amin.

    KRITIK TERHADAP SA’ID AQIL

    Segala puji bagi Allah SWT, semoga kita dalam rahmat dan lindungan-Nya, shalawat dan salam semoga bertaburan di pusara Nabi Muhammad SAW dan berhembus kepada keluarga dan shahabat Nabi.

    Yang terhomat shahibul bait KH Thohir Rokhili, pengasuh Pondok Pesantren at-Thohiriyyah Jakarta.
    Yang terhomat KH. Yusuf Hasyim.
    Yang terhomat para ulama dan pejabat pemerintah sipil maupun militer .
    Serta hadirin semua yang saya hormati.

    Sesungguhnya kritikan, kecaman, penghinaan terhadap Khalifah Utsman RA itu semenjak dulu sudah dilakukan oleh golongan Saba’iyah di bawah pimpinan Abdullah bin Saba’ dan golongan Syi’ah. Apalagi Sa’id Aqil mengatakan dalam makalahnya: bahwa Abdullah bin Saba’ adalah tidak hanya dibuat kambing hitam oleh sejarah atas dasar keterangan dari Dr. Thoha Husain dll-nya.

    Padahal sebenarnya pegingkaran terhadap keberadaan Abdullah bin Saba’ tak ubahnya sama dengan mengingkari wujudnya matahari, tak seorangpun ahli sejarah masa lalu baik dari kalangan Syi’ah atau Ahlussunnah wal Jama’ah mengingkari kehadiran Abdullah bin Saba’ dalam proses sejarah yang panjang. Siapakah yang lebih tahu tentang hakikat keberadan Ibnu Saba’, apakah ulama masa lalu atau masa kini yang lebih tahu? Bukankah ulama’ Syi’ah sendiri yang namanya Abu Ishaq bin Muhammad Ats-tsaqofi Al-kufi telah mengakui adanya Abdullah bin Saba’, sebagaimana dijelaskan dalam kitabnya al-Ghaarat jilid 1 halaman 302-303, kitab ini ditulis pada tahun 250 H dan an-Naubakhti wafat tahun 288 H dalam kitabnya Firoqus Syi’ah, kemudian disusul oleh Ibnu Abil Khadid dalam Nahjul Balaqhoh-nya dan al-Hulli dalam Khulashohnya dan kitab-kitab yang lain, demikian pula dari kalangan Ahlussunnah wal Jama’ah diantaranya adalah ath-Thobari, Ibnul Atsir, Ibnu Katsir, Ibnu Kholdun dan banyak lagi yang lain. Paham pengingkaran atas adanya Ibnu Saba’ adalah upaya jaringan-jaringan Yahudi dalam rangka melepaskan diri dari keterlibatannya sebagai pelopor penghancuran terhadap Islam dan umat Islam.

    Para ulama dan hadirin yang saya hormati, karena waktu sangat terbatas, kiranya tidak patut jika saya memperpanjang pembahasan pokok makalah, tetapi hanya sebagian yang penting yang insya Allah akan saya sampaikan, maka saya akan mencoba menolak fitnah yang dialamatkan kepada sayyidina Utsman dan shahabat Marwan bin Hakam dan Amar bin Yasir.

    Marilah kita simak bersama, apakah kecaman dan hinaan terhadap khalifah Utsman itu benar? Apakah benar khalifah Utsman membagi-bagikan pengurusan wilayah-wilayah kepada keluarganya? Ataukah tuduhan dan kecaman itu sekedar buatan kaum Saba’iyah yang mereka ada-adakan guna mendorong orang lain untuk beroposisi yang kemudian memberontak dan selanjutnya membunuh khalifah?

    Ahli sejarah kaum Syi’ah al-Ya’qubi menyatakan: bahwa khalifah Utsman dibenci orang adalah karena mengutamakan keluarga dalam pengangkatan Gubenur wilayah, kemudian Al-Ya’qubi sendiri membuat perincian wilayah-wilayah dengan Gubenur masing-masing, dan ternyata dapat kita lihat bahwa sebagian besar yang diangkat oleh khalifah Utsman adalah bukan dari keluarga khalifah Utsman, maka marilah kita lihat keterangan Al-Ya’qubi di bawah ini sebagai berikut:

    Ya’la bin Mun-yah at-Tamimi untuk Yaman.
    Abdullah bin Amr al-Hadlromi untuk Makkah .
    Jarir bin Abdullah al-Bajali untuk Hamdan .
    Al-Qosim bin Robi’ah ats-Tsaqofi untuk Thoif.
    Abu Musa al-Asy’ari untuk Kufah.
    Abdullah bin ‘Amir bin Kariz untuk Bashrah.
    Abdullah bin Sa’ad bin Abi Saroh untuk Mesir.
    Mu’awiyyah bin Abi Sofyan di Syam.

    Sejarawan terkenal ath-Thobari dan Ibnul Atsir menambahkan nama-nama Gubernur untuk daerah lainnya serta para pemangku jabatan tinggi Negara yang diangkat oleh khalifah Utsman RA sebagai berikut:

    Untuk Hims Abdurrahman bin Kholid bin Walid.
    Untuk Qinnasrin Habib bin Maslamah.
    Untuk Palestina ‘Alqomah bin Hakim al-Kanani
    Untuk Yordania Abul A’war as-Salami.
    Untuk Laut Merah Utara Abdullah bin Qois al-Fazari.
    Untuk Azerbajian al-Asy’ats bin Qois al-Kindi.
    Untuk Hulwan Utaibah bin an-Nahhas.
    Untuk Mah Malik bin Habib.
    Untuk Roy Sa’id bin Qois.
    Untuk Asbahan as-Saib bin Aqra’.
    Untuk Masabdzan Hubaisy.
    Untuk Qorqisia Jarir bin Abdullah.

    Kemudian jabatan tinggi Negara yang lain adalah:

    Pengadilan: Zaid bin Tsabit
    Baitul mal : ‘Uqbah bin Amir
    Urusan jizyah dan pajak: Jabir bin Fulan al-Mazani
    Pertahanan dan peperangan: al-Qo’qo’ bin ‘Amr
    Pimpinan haji : Abdullah bin Abbas.
    Kepala polisi : Abdullah Qunfudz

    Jadi hanya tiga keluarga Utsman yang menjadi Gubernur dari 20 Gubernur dan 6 jabatan tinggi Negara, itu saja hanya dua Gubernur yang dilantik oleh khalifah Utsman, yaitu yang untuk Bashroh dan Mesir, sedang yang satu yaitu untuk Muawiyyah di Syam dilantik oleh khalifah sebelum Sayyidina Utsman menjabat sebagai khalifah.

    Kemudian apakah pengangkatan dua Gubernur itu cukup menjadi alasan untuk mencela dan mengecam kepada khalifah Utsman? Sebagaimana dilakukan oleh golongan Saba’iyah, Syi’ah, dan Sa’id Aqil serta orang yang mengikutinya, mengekor mereka. Apakah haram menurut syari’ah seorang khalifah mengangkat salah satu keluarga yang dipandang ahli dalam jabatannya, hanya karena ia salah satu dari keluarganya? Jawabanya hanyalah satu, “tidak haram”.

    Jika hal itu dapat dijadikan alasan untuk mengecam khalifah Utsman, mengapa kaum Syi’ah dan penulis makalah diam membisu tanpa komentar apalagi mengecam ketika khalifah Ali mengangkat Qustam bin Abbas (pernah menjabat pimpinan haji tahun 37 H) sebagai Gubernur di Makkah, dan mengangkat Abdullah bin Abbas sebagai Gubernur di Yaman (al-Ya’qubi juz 2 halaman 179), dan Muhammad bin Abu Bakar (anak tiri Sayyidina Ali) untuk Mesir, Ya’ad Ibnu Hubairoh (putra saudara perempuan sayyidina Ali bin Abi Thalib yang bernama Ummu Hani’) sebagai Gubernur di Kharasa, dan mengangkat Muhammad Ibnu Hanafiyah sebagai panglima. Mengapa kalian diam membisu, padahal khalifah Ali banyak mengangkat keluarganya?.

    ….Sa’id Aqil gegabah menuduh shahabat Ammar bin Yasir rodliallahu ‘anhuma sebagai pemompa semangat memberontak. Sungguh tuduhan ini palsu dan penuh kebohongan. Bukankah Allah SWT dengan firman-Nya yang indah telah berjanji memberikan pahala yang baik terhadap mereka yang dalam kategori shahabat?….

    Dengan penjelasan-penjelasan tersebut di atas, maka keterangan dan memutarbalikkan fakta yang dipropagandakan lingkaran setan yang dibuat oleh mereka, mereka adalah bohong dan dusta serta merupakan fitnah yang keji terhadap khalifah Utsman RA.

    Marwan bin Hakam RA: ia adalah sasaran kecaman dan pusat caci maki yang dilontarkan oleh golongan Saba’iyah dan Syi’ah. Tuduhan dan kecaman yang paling bayak dilontarkan kepadanya antara lain: diangkatnya Marwan bin Hakam oleh khalifah Utsman sebagai sekretarisnya, penguasa seperlima harta rampasan perang di Afrika, surat Marwan bin Hakam yang isinya perintah untuk membunuh pemberontak yang dari Mesir, dan dikembalikannya Marwan bin Hakam ke Madinah dari tempat pembuangan di Thoif oleh khalifah Utsman.

    Saya insya Allah dalam pertemuan hari ini akan memberikan jawaban satu persatu berdasarkan dari keterangan-keterangan ulama: tentang perizinan bagi Marwan bin Hakam meninggalkan tempat pembuangannya di Thoif, kemudian pindah ke Madinah. Maka hal itu sepanjang kenyataanya: bahwa Nabi Muhammad SAW pada saat-saat terakhir telah mengizinkan kembalinya shahabat Marwan ke Madinah atas usul permohonan sayyidina Utsman, namun beliau mendadak wafat sebelum terlaksana pemindahan Marwan ke Madinah. Perizinan itu didengar dan diterima langsung oleh sayyidina Utsman.

    Jikalau pada saat sayyidina Abu Bakar menjadi khalifah menolak kembalinya Marwan ke Madinah demikian pula khalifah Umar, maka hal itu sesuai dengan ketentuan syariat Islam: bahwa kesaksian satu orang itu tidak diterima. Tetapi pada saat sayyidina Utsman menjabat sebagai khalifah dan beliau yakin sepenuhnya bahwa perizinan itu sungguh telah diberikan oleh Nabi Muhammad SAW, maka khalifah Utsman melaksanakan (artinya beliau tidak salah), (dari kitab ath-Thobari fi Manaqibil ‘Asyroh).

    Tentang harta rampasan perang di Afrika yang dikatakan dijual dengan harga tidak layak kepada shahabat Marwan bin Hakam yakni sejumlah 500.000 dinar, maka sebenarnya adalah sebagai berikut: Dari rampasan perang yang bersifat emas, perak, mata uang, panglima Abdullah bin Abi Saroh mengeluarkan khumus (seperlima) yaitu sebesar 500.000 dinar, karena khumus merupakan hak baitul mal, maka jumlah itu dikirimkan panglima kepada khalifah Utsman di Madinah. Kemudian khalifah menyerahkan kepada baitul mal. Masih adalagi khumus dari harta rampasan perang yakni seperlima dari peralatan dan seperlima dari jumlah ternak hewan. Maka jumlah seperlima dari jumlah benda dan ternak itu sulit diangkut karena jauhnya jarak, maka jumlah itulah yang dijual pada shahabat Marwan bin Hakam dengan harga 100.000 dirham, dan merupakan hak baitul mal di Madinah, kemudian empat seperlima dari harta rampasan perang itu dibagi-bagikan kepada anggota pasukan yang ikut dalam perang, karena itu adalah hak mereka.

    ….Mengapa Sa’id Aqil dengan lancang menghina shahabat Utsman dan shahabat Ammar, padahal Rasulullah SAW bersabda: Jangan kalian mencaci-maki Shahabat-Shahabatku….

    Tentang surat Ibnu Khaldun mengatakan, mereka (kaum pemberontak dari Kufah, Bashrah, Mesir) berangkat meninggalkan Madinah tetapi tidak lama kemudian mereka kembali lagi dengan membawa surat yang dipalsukan yang mereka katakan: bahwa mereka mendapatkannya dari tangan pembawanya untuk di sampaikan kepada Gubernur Mesir, sedang surat itu berisikan perintah membunuh pemberontak. Khalifah Utsman bersumpah ia tidak tahu-menahu tentang surat yang dimaksud, mereka berkata kepada khalifah: berilah kuasa kepada kami untuk bertindak terhadap Marwan bin Hakam, sebab ia adalah sekretaris Anda. Tetapi Marwan bersumpah bahwa ia tidak melakukannya, ia berkata: tidak ada dalam hukum Lebih dari pada ucapan saya (Ibnu Khaldun hal 135).

    Jauh sebelum itu, sayyidina Ali telah mengatakan: bahwa surat itu hanya karangan belaka yang diada-adakan, beliau mengatakan: bagaimana kalian wahai ahli Kufah dan ahli Basroh dapat mengetahui apa yang dialami ahli Mesir, padahal kalian telah menempuh jarak beberapa marhalah dalam perjalanan pulang, tetapi kemudian kalian berbalik menuju Madinah, demi Allah persengkokolan ini diputuskan di Madinah, mereka menjawab: terserah bagaimana kalian menanggapi, kami tidak membutuhkan orang itu biarkanlah ia meninggalkan kami (Ath-Thabari juz 11 hal 150).

    Sedangkan analisisnya apakah mungkin orang seperti shahabat Marwan bin Hakam menjadi sekretaris khalifah Utsman jika dianggap orang yang tidak baik tanpa mendapat reaksi tokoh-tokoh shahabat, seperti sayyidina Ali bin Abi Tholib pahlawan perang Khaibar, Sa’ad bin Abi Waqqos, penakluk Persia termasuk sepuluh orang yang dijamin masuk surga, Tolhah Ibnu Ubaidillah yang menjadi perisai Rasulullah SAW di perang Uhud dan lain-lainnya, jawabannya: tidak mungkin. Padahal kenyataan sejarah membuktikan mereka tokoh-tokoh shahabat sama sekali tidak memberikan reaksi bahkan tidak protes sama sekali.

    Oleh karena itu cerita buruk tentang shahabat Marwan bin Hakam adalah Isu, fitnah yang di hembuskan oleh kaum Saba’iyah dan Syi’ah. Bukankah Romlah bin Ali dikawinkan mendapatkan anak shahabat Marwan bin Hakam yang bernama Muawiyyah bin Marwan bin Hakam, bukankah putra Hasan yang kedua (Hasan bin Hasan bin Ali) telah dikawinkan mendapat cucu Marwan bin Hakam yaitu Walid bin Abdul malik bin Marwan, seandainya Marwan bin Hakam betul-betul orang jelek, saya kira tidak bakal terjadi hubungan kekeluargaan (besanan) antara sayyidina Ali dengan shahabat Marwan.

    Oleh karena itu, Ibnul Arobi, Ibnu Hajar, Ibnu Taimiyah, adz-Dzahabi dan lain-lainnya mengata-kan: Bahwa riwayat-riwayat tentang peristiwa-peristiwa itu saling bertentangan dan sedikitpun tidak dapat dipakai sebagai dalil yang sohih (al-Awashim hal 100, as-Shawa’iq hal 68, Minhajus Sunnah juz III hal 192)

    Sehubungan dengan itu, para ulama hadits ketika membaca riwayat palsu menjelaskan bahwa kebanyakan riwayat mengenai kecaman terhadap shahabat Mu’awiyah, Amr Ibnul ‘Ash dan Bani Umayyah, begitu pula kecaman terhadap Walid bin Uqbah dan Marwan bin Hakam, adalah riwayat palsu dan dusta yang dibuat serta yang diada-adakan oleh golongan pendusta yang menjadi kebohongan dan kedustaan sebagai agama mereka. Demikian menurut Ibnul Qoyyum dan lain-lainnya.

    Tentang Ammar bin Yasir yang dituduh menghembuskan sikap anti khalifah, memompakan semangat memberontak oleh Said Aqil. Jawabannya: sungguh saya amat sangat terkejut pada saat saya membacanya, sungguh kejam apa yang dituduhkan kepadanya, bukankah dia putra Yasir? Bukankah Nabi Muhammad SAW telah memberikan jaminan sebagai penghuni surga kepada Yasir dan keluarganya? (shobron yaa ala Yasir inna mau’idakum al-jannah) Artinya: sabarlah wahai keluarga Yasir sesungguhnya janji kalian di surga.

    Memang telah terjadi perselisihan antara Ammar dengan khalifah Utsman akan tetapi perselisihannya tidak sampai memompakan semangat memberontak. Buktinya, pada saat pembangkang bersenjata mengepung rumah khalifah Utsman dan mereka menghalang-halangi masuknya air dirumah Khalifah, maka marahnya Ammar dan berteriak sambil berkata: maha suci Allah, akankah kalian menghalangi air kepada orang yang membeli sumur Raumah dan memberikannya kepada kaum muslimin.

    Kemudian Ammar membawa air itu sendiri tanpa mendapat halangan dari mereka, karena mereka takut, segan dengan sebab kebesarannya. Jadi perselisihan tokoh-tokoh shahabat terhadap sayyidina Utsman tidak bakal mendorong mereka untuk berontak sebab mereka telah mewarisi ukhuwwah Islamiyah yang ditanamkan Nabi Muhammad SAW kepada mereka. Sa’id Aqil gegabah menuduh shahabat Ammar bin Yasir rodliallahuanhuma sebagai pemompa semangat memberontak, bahkan melakukan penghinaan terhadap shahabat Utsman RA. Lebih jauh Said Aqil menuduh bahwa runtuhnya khalifah Utsman dan akhirnya menjadi bencana bagi Islam adalah disebabkan adanya kelompok-kelompok munafiqin yang sebagian besar dari Bani Umayyah. Sungguh semua tuduhan tersebut adalah palsu dan penuh kebohongan terhadap mereka. Pernahkah Allah SWT dan Rasul-Nya serta tokoh-tokoh shahabat menuduh mereka seperti yang dilakukan oleh Said Aqil? Bukankah Allah SWT dengan firman-Nya yang indah telah berjanji memberikan pahala yang baik terhadap mereka yang dalam kategori shahabat serta yang lain jika perilakunya sama dengan shahabat-shahabat Nabi Muhammad SAW.

    “Tidak sama diantara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Makkah). Mereka lebih tingi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q. Al-Hadid: 10 )

    Bahwa ayat ini adalah sekaligus menolak tuduhan palsu Saudara Sa’id Aqil kepada penduduk Makkah (bukan karena Allah), tapi karena slogan yang digunakan oleh Abu Bakar di Bani Tsaqifah al-Aimmatu Min Quraisy (halaman tiga makalah Sa’id Aqil).

    ….Sungguh ini adalah su’udhon terburuk terhadap shahabat-shahabat Nabi Muhammad SAW sepanjang sejarah NU dan musibah berat bagi NU, seterusnya akan berubah menjadi malapetaka bagi NU dan warga NU….

    Sungguh ini adalah su’udhon terburuk terhadap shahabat-shahabat Nabi Muhammad SAW sepanjang sejarah NU dan musibah berat bagi NU, seterusnya akan berubah menjadi malapetaka bagi NU dan warga NU. Oleh karena itu, semua ini harus dihentikan tidak boleh terus berkepanjangan.

    Bukankah shahabat Utsman RA dan Ammar bin Yasir RA termasuk arti makna kandungan firman Allah:

    “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar”. (QS. At-Taubah: 100 )

    Bukankah beliau (Utsman RA) kawan Nabi Muhammad SAW di surga sebagaimana di sabdakan oleh Nabi Muhammad SAW:

    لِكُلِّ نَبِىٍّ رَفِيْقٌ وَرَفِيْقِيْ – يعنى في الجنة – عثمان

    Mengapa Sa’id Aqil dengan lancang menghina shahabat Utsman? Dan secara serampangan menuduh shahabat Ammar sebagai pelopor pemberontakan terhadap khalifah Utsman.

    مَنْ عَادَى عَمَّارًَا عَادَاهُ اْللهُ – وَمَنْ أبْغَضَ عَمَّارًا أبْغَضَهُ اللهُ

    “Barangsiapa yang memusuhi Ammar, maka Allah memusuhinya dan barangsiapa yang membenci Ammar, maka Allah membecinya”.

    Betapa indahnya Allah menyampaikan perihal mereka dalam Ayat-Ayat tersebut dan Ayat-Ayat yang lain dan sebaliknya betapa buruknya kata-kata yang keluar dari mulut Sa’id Aqil terhadap mereka.

    Bukankah Nabi Muhammad SAW bersabda :

    لاََتََسُبُّوْا أصْحَابِي فَلَوْ أَنَّ اَحَدَكُمْ اَنْفَقَ مِثلَ اُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ اَحَدِهِمْ

    “Jangan kalian mencaci-maki Shahabat-Shahabatku, maka jika seandainya salah satu orang diantara kalian menginfaqkan emas sebesar gunung Uhud, maka pahalanya tidak akan sampai satu mud dibanding dengan pahala mereka”.

    ….Betapa indahnya Allah menyampaikan perihal mereka dalam ayat-ayat Al-Quran, dan sebaliknya betapa buruknya kata-kata yang keluar dari mulut Sa’id Aqil terhadap mereka….

    Betapa besar penghargaan Nabi Muhammad terhadap Ammar dan jasa mereka dan dalam hadits ini Nabi Muhammad juga secara langsung memperingatkan dengan keras kepada generasi sesudah shahabat agar mereka hati-hati, tidak asal bicara, apalagi sampai menuduh, menghina, dan mencaci maki terhadap shahabat dan Nabi Muhammad SAW.

    Disini saya yang dlaif, penuh kekurangan sudah memperingatkan dan menasehati semua pihak khususnya pada Sa’id Aqil agar jangan gegabah terhadap shahabat Nabi Muhammad SAW dan jika tidak menghiraukan maka saya terpaksa mengatakan:

    لعْنَةُ اللهِ عَلَى شرِّكُمْ

    “Semoga Allah melaknat kejahatan kalian”

    Sungguh masih banyak hal-hal yang penting untuk dikemukakan dalam masalah Gus-Dur dan Sa’id Aqil, tetapi sekali lagi waktu sangat terbatas sekali. Oleh karena itu penjelasan dan penolakan kami akhiri sekian saja dan mohon maaf.

    والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

    (Disadur dari buku: “Kritik terhadap Gus Dur dan Sa’id Aqil & Menyiasati Bahaya Syi’ah di Kalangan Nahdlatul Ulama di Penghujung Abad ini, karya KH. Abdul Hamid Baidlowi, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Wahdah Sumber Girang Lasem Rembang Jawa Tengah, Penerbit Pondok Pesantren Al-Wahdah, Rajab 1431/Juni 2010, halaman 13-26).

  40. ΜusƖim РΛLSU berkata

    Buat kalian semua yg meng olok2 Hadhorotus Syeikh KH Said Aqil Siradj, sy peringatkan, beliau itu pengikut setia Alm Gusdur. Beliau belajar kebenaran mutlak Islam Liberal (sbg satu satunya islam yg benar) langsung dari Gusdur. Jadi kalo kalian gak ingin kualat Gusdur lebih baik hentikan semua olok2 ini!! Dan segera minta maaf kpd Hadhorotus Syeikh KH Said Aqil Siradj!! Dan segera nyekar ke makam Gusdur Rohimahulloh untuk minta maaf di depan makam suci beliau!! Yg penting, segera hentikan olok2 ini!!

  41. windi aisyah berkata

    gmn seh? jdi said aqiel tuh dri sekte sesat syi’ah??

  42. Alwi Ali berkata

    @nur,
    Diantara kesalahan saya melayani org2 yg tdk bisa berfikir.
    Said Agiel Siraj oleh para dosennya dinilai layak menyandang gelar Dr stlah teruji Ilmunya.
    Apa kalau gelar Dr dicabut dia akan lupa Ilmu2nya ?
    Jangan bikin orang tertawa.

  43. nur berkata

    @alwi
    kesalah saya pula melayani orang yang merasa pintar namun mempunyai (maaf) keterbelakangan

    jangan membuat orang tertawa dong ah..

    gelar pada dasarnya menunjukkan tingkat keilmuan & pengaplikasian yang pantas disandang seseorang,
    misalnya seorang Sarjana Komputer (S.Kom) maka secara keilmuan dia sudah pantas, & secara aplikatif (kehidupan nyata), dia juga sudah bisa menerapkan ilmunya dalam kehidupan nyata.

    said aqil, gelarnya hendak mau dicabut, karena dia dinilai tak pantas menyandang gelar tersebut, karena diberikan gelar doktoral, dalam bidang keagamaan namun sifatnya tak mencerminkan Islam sama sekali, jauh dari Islam.

    sangat tak pantas seorang yang mencaci maki sahabat Rasulullah SAW (seperti yang diutarakan @gus hasyim), disebut kyai.

  44. nur berkata

    @alwi
    mungkin anda bukan seorang akademisi yang hanya mengejar ilmu, namun kosong aplikatif.

    sebuah instansi pendidikan, dapat sewaktu-waktu mencabut gelar seseorang apabila (diantaranya) :
    - orang tersbut melakukan berbagai kecurangan (misalnya plagiat)
    - orang tersebut merusak citra instansi pendidikannya
    - orang tersebut sama sekali bertolak belakang dengan pendidikannya.
    misalnya spt said aqil, yang mendapat gelar doktoral dari University of Umm al-Qura bidang aqidah / Islamic philosophy, secara keilmuan, memang dia lulus test, namun secara aplikatif (kenyataan dilapangan) sangat bertentangan dengan pendidikan yang ditempuh..

    jadi janganlah membuat orang tertawa dengan mengejar ilmu namun kosong pengaplikasiannya

  45. nur berkata

    @alwi
    mungkin anda bukan seorang akademisi yang hanya mengejar ilmu, namun kosong aplikatif.

    sebuah instansi pendidikan, dapat sewaktu-waktu mencabut gelar seseorang apabila (diantaranya) :
    - orang tersbut melakukan berbagai kecurangan (misalnya plagiat)
    - orang tersebut merusak citra instansi pendidikannya
    - orang tersebut sama sekali bertolak belakang dengan pendidikannya.
    misalnya spt said aqil, yang mendapat gelar doktoral dari University of Umm al-Qura bidang aqidah / Islamic philosophy, secara keilmuan, memang dia lulus test, namun secara aplikatif (kenyataan dilapangan) sangat bertentangan dengan pendidikan yang ditempuh..

    jadi janganlah membuat orang tertawa dengan mengejar ilmu namun kosong pengaplikasiannya.

  46. bendot berkata

    Saya Alwi Ali yang tidak buta tentang agama Islam seperti Salim Selon.
    “Masa Allah mestinya kalau tidak buta agama, perkataan dan ucapannya beretika sesuai dengan ajaran Islam”

  47. Zakaria Holland berkata

    Said Agil itu orang sesat dan mnyesatkan, pendukungnya pun tersesat, sama spt dia. Said Aqil Siradj dlm diskusi Indonesia Lawyers Club di tv-One Rabu (16/5/2012) yg lalu sdh berani menjamin keimanan warga NU. Katanya, iman warga NU ga akan goyah meskipun seribu Lady Gaga datang kemari.

    Masih diulang lagi dalam acara seni dan budaya wayang “Ruwatan untuk Negeri” di Kampus UI, Said Aqil bicara gitu lagi. “Kalau kita mau jahat, enggak usah lihat Lady Gaga kok. Buka internet saja, segala macam ada. Bagi NU, mau ada seribu Lady Gaga, enggak akan mengubah keimanan orang NU,” kata Said dimuat Kompas.com, Sabtu (19/5), masya Allah…

    Situs suara Islam online memberitakan, waktu ada acara Majelis Taqqarrub Ilallah dan Pertemuan Pembaca Suara Islam, Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Ustadz M.Al Khathath secara tidak langsung mengatakan Said Aqil merasa dirinya lebih hebat dari Nabi Muhammad Saw.

    “Astaghfirulahal adzim. Nabi Muhammad saw saja mengatakan ‘al Imaanu yaziidu wa yanqus’. Iman itu kadang naik kadang pula turun” kata Ustadz Al Khaththath.

    Dijelaskan oleh Ustadz Al Khathath, keimanan seseorang itu akan naik bila dia taat kepada Allah Swt, dan akan turun jika dia bermaksiat. Sedangkan orang yang nonton konser Lady Gaga sudah pasti bermaksiat. Sebab yang menonton pasti akan melihat dengan sengaja aurat perempuan asing yang bukan muhrimnya yang dipamerkan dgn sengaja.

    Karena itu pernyataan Said Agil yg bilang walaupun seribu Lady Gaga datang tidak akan mengubah keimanan warga NU dinilainya melebihi Rasulullah Saw. “Ini melebihi Nabi Muhammad. Dia sudah mensejajarkan dirinya dengan Allah Swt,” kata Ustadz Al Khaththath.

    Banyaklah Istighfar Pak Kiyai Said…. Astaghfirullahaladzim. Said Agil rupanya merasa yakin bisa menjamin Keimanan Warga NU (Rasulullah SAW saja tidak bisa menjamin keimanan umatnya, dan oleh karena itu beliau selalu mewanti wanti agar umatnya tetap iman). Berarti Said Aqil Lebih Hebat Dari Rasulullah Saw. Luar biasa…

    Mengapa Said Aqil membela kemungkaran? Pengajian MTA disuruhnya utk dibubarkan oleh GP Ansor dan preman-preman Banser nya? Kebaktian di Gereja2 disuruhnya agar dijaga oleh para preman Banser GP Ansor. Tapi umat Islam yg menegakkan amar makruf nahi munkar dianggap membahayakan. Dan konser Lady Gaga oleh Said Aqil diperbolehkan, dianggap menyelamatkan. Itu pandangan bukan berbekal dari keimanan yang asli, tapi dari kemunafikan.

    Orang munafik memang selalu membiarkan kemungkaran, bahkan menyuruh orang berbuat munkar. Ingat firman Allah:
    الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
    Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka MENYURUH MEMBUAT YANG MUNKAR DAN MELARANG BERBUAT YANG MA`RUF dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.

    Orang mukmin itu benci kemungkaran dan senang kebaikan. Lihat ayat sbb:
    وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ
    Dan Allah menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.

    Orang macam begini inikah yg mau disejajarkan dengan Habib Salim Selon?? Ya jauh bagaikan bumi dan langit. Habib Salim Selon itu hatinya bersih, kelihatan skali dri bicaranya yg ceplas ceplos apa adanya. Dan yg penting, ga pernah tercatat ada pernyataan Habib Salim Selon yg ngawur2 sperti Said Agil yg bilang situs porno halal, Lady Gaga OK, merokok mubah, dsb. Semua track record Habib Salim Selon dan FPI adlh jejak2 perjuangan utk Islam. Beliau dan orang2 FPI ga pernah bicara keluar konteks perjuangan mereka membela Islam dari penodaan orang2 sperti Said Agil dan simpatisannya.

  48. Alwi Ali berkata

    @nur

    Di dalam bahasa arab terdapat kalimat yang artinya, “Tali kebohongan itu pendek”.
    Yopie Waloni meraih S3 dalam bidang Teologi dan seperti yang saya ketahui dari kawan-kawan, Yopie sangat disanjung oleh umat kristen karena kepandaiannya.

    Setelah sekian tahun akhirnya Beliau mendapat Hidayah dan menjadi muslim dengan nama Muhammad Yahya Waloni.

    Pertanyaan saya:
    Layak atau tidak Beliau (M, Yahya) disebut sebagai penyandang S3 dalam bidang Theologi, sedangkan Beliau telah melakukan penyimpangan dan bertolak belakang dengan pendidikannya ?

    bukankah diantaranya anda tulis:

    sebuah instansi pendidikan, dapat sewaktu-waktu mencabut gelar seseorang apabila (diantaranya) :
    - orang tersbut melakukan berbagai kecurangan (misalnya plagiat)
    - orang tersebut merusak citra instansi pendidikannya
    - orang tersebut sama sekali bertolak belakang dengan pendidikannya.

    Saya sendiri salut dengan Universitas Kristen yang tidak mencabut gelar S3 dari Yopie (M, Yahya), Beda dengan Universitas Ummul Quro yang bertingkah cukup bertingkah.

  49. SALIM SELON berkata

    @Alwi Ali
    makasih ye, berkat komen2 ente skrng ane jadi tambah ngetop n tau kalo fans ane disini banyak juga. Alhamdulillah.

  50. Alwi Ali berkata

    @Salim Selon,
    Semoga berkat tulisan2 saya juga kamu bisa menjadi baik, setidak-tidaknya bisa menghormati gelar “Habib”.

  51. ibu prihatin berkata

    Gampang banget ya jd KH di indonesia. Apa ya kriterianya? Sepak terjang said agil, saNGAT jauh dr gelar KH. Diakui pengbaLn ya ia memang liberal sbg aliran yg jelas tidak membela ISlam bahkan menganggap alquran sdh tidak up to date lg. bahkan porno. Manusiao Munafikun.
    Jangan cuma doktoralnya yg dicopot, KHnya jg harus dihApus.

  52. Alwi Ali berkata

    @ibu prihatin, Gaya anda dan Nur sama mungkin kalian dari satu perguruan yg pandai berdusta dan menuduh org tanpa bukti. Jgn berjanji unk membuktikan krn tdk akan terbukti sbb dasarnya Dusta.

  53. nur berkata

    Alwi Ali berkata
    07/06/2012 pada 18:20

    @nur

    Di dalam bahasa arab terdapat kalimat yang artinya, “Tali kebohongan itu pendek”.
    Yopie Waloni meraih S3 dalam bidang Teologi dan seperti yang saya ketahui dari kawan-kawan, Yopie sangat disanjung oleh umat kristen karena kepandaiannya.

    Setelah sekian tahun akhirnya Beliau mendapat Hidayah dan menjadi muslim dengan nama Muhammad Yahya Waloni.

    Pertanyaan saya:
    Layak atau tidak Beliau (M, Yahya) disebut sebagai penyandang S3 dalam bidang Theologi, sedangkan Beliau telah melakukan penyimpangan dan bertolak belakang dengan pendidikannya ?

    bukankah diantaranya anda tulis:

    sebuah instansi pendidikan, dapat sewaktu-waktu mencabut gelar seseorang apabila (diantaranya) :
    - orang tersbut melakukan berbagai kecurangan (misalnya plagiat)
    - orang tersebut merusak citra instansi pendidikannya
    - orang tersebut sama sekali bertolak belakang dengan pendidikannya.

    Saya sendiri salut dengan Universitas Kristen yang tidak mencabut gelar S3 dari Yopie (M, Yahya), Beda dengan Universitas Ummul Quro yang bertingkah cukup bertingkah.

    jawaban:

    bukankah sudah saya tulis dengan jelas, bahwa “sebuah instansi pendidikan, dapat sewaktu-waktu mencabut gelar seseorang apabila (diantaranya) :”
    disitu memandakan, gelar seseorang dapat dicabut sewaktu2 oleh instansi pendidikannya. jadi semua keputusan ada di tangan instansi pendidikannya.

    disitulah letak ketidak pahaman anda.

    &
    Alwi Ali berkata
    08/06/2012 pada 08:47

    @ibu prihatin, Gaya anda dan Nur sama mungkin kalian dari satu perguruan yg pandai berdusta dan menuduh org tanpa bukti. Jgn berjanji unk membuktikan krn tdk akan terbukti sbb dasarnya Dusta.

    jawaban
    apakah dasar anda mengatakan perkataan saya & ibu prihatin adalah dusta?
    bukankah sudah dijelaskan secara gamblang oleh saudara @zakaria holland & @gus hasyim?
    apakah masih kurang?

    http://www.voa-islam.com/news/citizens-jurnalism/2011/12/14/17021/kh-said-aqil-siradj-sampeyan-muslim/

    http://www.firanda.com/index.php/artikel/bantahan/221-nasehat-dr-said-aqiel-siradj-ma-untuk-ketua-pbnu-kiyai-haji-said-aqiel-siradj

  54. nur berkata

    Alwi Ali berkata
    07/06/2012 pada 18:20

    @nur

    Di dalam bahasa arab terdapat kalimat yang artinya, “Tali kebohongan itu pendek”.
    Yopie Waloni meraih S3 dalam bidang Teologi dan seperti yang saya ketahui dari kawan-kawan, Yopie sangat disanjung oleh umat kristen karena kepandaiannya.

    Setelah sekian tahun akhirnya Beliau mendapat Hidayah dan menjadi muslim dengan nama Muhammad Yahya Waloni.

    Pertanyaan saya:
    Layak atau tidak Beliau (M, Yahya) disebut sebagai penyandang S3 dalam bidang Theologi, sedangkan Beliau telah melakukan penyimpangan dan bertolak belakang dengan pendidikannya ?

    bukankah diantaranya anda tulis:

    sebuah instansi pendidikan, dapat sewaktu-waktu mencabut gelar seseorang apabila (diantaranya) :
    - orang tersbut melakukan berbagai kecurangan (misalnya plagiat)
    - orang tersebut merusak citra instansi pendidikannya
    - orang tersebut sama sekali bertolak belakang dengan pendidikannya.

    Saya sendiri salut dengan Universitas Kristen yang tidak mencabut gelar S3 dari Yopie (M, Yahya), Beda dengan Universitas Ummul Quro yang bertingkah cukup bertingkah.

    jawaban:

    bukankah sudah saya tulis dengan jelas, bahwa “sebuah instansi pendidikan, dapat sewaktu-waktu mencabut gelar seseorang apabila (diantaranya) :”
    disitu memandakan, gelar seseorang dapat dicabut sewaktu2 oleh instansi pendidikannya. jadi semua keputusan ada di tangan instansi pendidikannya.

    disitulah letak ketidak pahaman anda.

    &
    Alwi Ali berkata
    08/06/2012 pada 08:47

    @ibu prihatin, Gaya anda dan Nur sama mungkin kalian dari satu perguruan yg pandai berdusta dan menuduh org tanpa bukti. Jgn berjanji unk membuktikan krn tdk akan terbukti sbb dasarnya Dusta.

    jawaban
    apakah dasar anda mengatakan perkataan saya & ibu prihatin adalah dusta?
    bukankah sudah dijelaskan secara gamblang oleh saudara @zakaria holland & @gus hasyim?
    apakah masih kurang??

    http://www.voa-islam.com/news/citizens-jurnalism/2011/12/14/17021/kh-said-aqil-siradj-sampeyan-muslim/

    http://www.firanda.com/index.php/artikel/bantahan/221-nasehat-dr-said-aqiel-siradj-ma-untuk-ketua-pbnu-kiyai-haji-said-aqiel-siradj

  55. nur berkata

    Alwi Ali berkata
    07/06/2012 pada 18:20

    @nur

    Di dalam bahasa arab terdapat kalimat yang artinya, “Tali kebohongan itu pendek”.
    Yopie Waloni meraih S3 dalam bidang Teologi dan seperti yang saya ketahui dari kawan-kawan, Yopie sangat disanjung oleh umat kristen karena kepandaiannya.

    Setelah sekian tahun akhirnya Beliau mendapat Hidayah dan menjadi muslim dengan nama Muhammad Yahya Waloni.

    Pertanyaan saya:
    Layak atau tidak Beliau (M, Yahya) disebut sebagai penyandang S3 dalam bidang Theologi, sedangkan Beliau telah melakukan penyimpangan dan bertolak belakang dengan pendidikannya ?

    bukankah diantaranya anda tulis:

    sebuah instansi pendidikan, dapat sewaktu-waktu mencabut gelar seseorang apabila (diantaranya) :
    - orang tersbut melakukan berbagai kecurangan (misalnya plagiat)
    - orang tersebut merusak citra instansi pendidikannya
    - orang tersebut sama sekali bertolak belakang dengan pendidikannya.

    Saya sendiri salut dengan Universitas Kristen yang tidak mencabut gelar S3 dari Yopie (M, Yahya), Beda dengan Universitas Ummul Quro yang bertingkah cukup bertingkah.

    &
    Alwi Ali berkata
    08/06/2012 pada 08:47

    @ibu prihatin, Gaya anda dan Nur sama mungkin kalian dari satu perguruan yg pandai berdusta dan menuduh org tanpa bukti. Jgn berjanji unk membuktikan krn tdk akan terbukti sbb dasarnya Dusta.

    jawaban
    secara tak langsung anda menunjukkan ke awam an anda sendri
    1. bukankah sudah saya katakan instansi pendidikan dapat sewaktu2 mencabut gelar seseorang?
    itu berarti prihal pencabutan gelar, tergantung pada instansi pendidikan masing2.

    2. atas dasar apa anda mengatakan saya & ibu prigatin berdusta?
    bukankah sudah dijelaskan secara gamblang oleh Zakaria Holland & Gus Hasyim?
    kalau itu dusta, jelaskan dustanya dimana?
    silakan jelaskan, jangan muter-muter agar semua pembaca kabarnet tau siapa yang berdusta

  56. nur berkata

    Alwi Ali berkata
    07/06/2012 pada 18:20

    @nur

    Di dalam bahasa arab terdapat kalimat yang artinya, “Tali kebohongan itu pendek”.
    Yopie Waloni meraih S3 dalam bidang Teologi dan seperti yang saya ketahui dari kawan-kawan, Yopie sangat disanjung oleh umat kristen karena kepandaiannya.

    Setelah sekian tahun akhirnya Beliau mendapat Hidayah dan menjadi muslim dengan nama Muhammad Yahya Waloni.

    Pertanyaan saya:
    Layak atau tidak Beliau (M, Yahya) disebut sebagai penyandang S3 dalam bidang Theologi, sedangkan Beliau telah melakukan penyimpangan dan bertolak belakang dengan pendidikannya ?

    bukankah diantaranya anda tulis:

    sebuah instansi pendidikan, dapat sewaktu-waktu mencabut gelar seseorang apabila (diantaranya) :
    - orang tersbut melakukan berbagai kecurangan (misalnya plagiat)
    - orang tersebut merusak citra instansi pendidikannya
    - orang tersebut sama sekali bertolak belakang dengan pendidikannya.

    Saya sendiri salut dengan Universitas Kristen yang tidak mencabut gelar S3 dari Yopie (M, Yahya), Beda dengan Universitas Ummul Quro yang bertingkah cukup bertingkah.

    &
    Alwi Ali berkata
    08/06/2012 pada 08:47

    @ibu prihatin, Gaya anda dan Nur sama mungkin kalian dari satu perguruan yg pandai berdusta dan menuduh org tanpa bukti. Jgn berjanji unk membuktikan krn tdk akan terbukti sbb dasarnya Dusta.

    jawaban
    secara tak langsung anda menunjukkan ke awam an anda sendri
    1. bukankah sudah saya katakan instansi pendidikan dapat sewaktu2 mencabut gelar seseorang?
    itu berarti prihal pencabutan gelar, tergantung pada instansi pendidikan masing2.

    2. atas dasar apa anda mengatakan saya & ibu prigatin berdusta?
    bukankah sudah dijelaskan secara gamblang oleh Zakaria Holland & Gus Hasyim?
    kalau itu dusta, jelaskan dustanya dimana?
    silakan jelaskan, jangan muter-muter agar semua pembaca kabarnet tau siapa yang berdusta.

  57. nur berkata

    @alwi
    setiap perguruan tinggi mempunyai kewenangan masing2 untuk mencabut gelar yang diberikan kepada alumninya.

    & anda mengatakan saya & ibu prihatin berdusta, kalau memang saya berdusta, silakan anda jawab / counter pernyataan dari

    Zakaria Holland berkata
    06/06/2012 pada 19:11

    Said Agil itu orang sesat dan mnyesatkan, pendukungnya pun tersesat, sama spt dia. Said Aqil Siradj dlm diskusi Indonesia Lawyers Club di tv-One Rabu (16/5/2012) yg lalu sdh berani menjamin keimanan warga NU. Katanya, iman warga NU ga akan goyah meskipun seribu Lady Gaga datang kemari.

    Masih diulang lagi dalam acara seni dan budaya wayang “Ruwatan untuk Negeri” di Kampus UI, Said Aqil bicara gitu lagi. “Kalau kita mau jahat, enggak usah lihat Lady Gaga kok. Buka internet saja, segala macam ada. Bagi NU, mau ada seribu Lady Gaga, enggak akan mengubah keimanan orang NU,” kata Said dimuat Kompas.com, Sabtu (19/5), masya Allah…

    Situs suara Islam online memberitakan, waktu ada acara Majelis Taqqarrub Ilallah dan Pertemuan Pembaca Suara Islam, Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Ustadz M.Al Khathath secara tidak langsung mengatakan Said Aqil merasa dirinya lebih hebat dari Nabi Muhammad Saw.

    “Astaghfirulahal adzim. Nabi Muhammad saw saja mengatakan ‘al Imaanu yaziidu wa yanqus’. Iman itu kadang naik kadang pula turun” kata Ustadz Al Khaththath.

    Dijelaskan oleh Ustadz Al Khathath, keimanan seseorang itu akan naik bila dia taat kepada Allah Swt, dan akan turun jika dia bermaksiat. Sedangkan orang yang nonton konser Lady Gaga sudah pasti bermaksiat. Sebab yang menonton pasti akan melihat dengan sengaja aurat perempuan asing yang bukan muhrimnya yang dipamerkan dgn sengaja.

    Karena itu pernyataan Said Agil yg bilang walaupun seribu Lady Gaga datang tidak akan mengubah keimanan warga NU dinilainya melebihi Rasulullah Saw. “Ini melebihi Nabi Muhammad. Dia sudah mensejajarkan dirinya dengan Allah Swt,” kata Ustadz Al Khaththath.

    Banyaklah Istighfar Pak Kiyai Said…. Astaghfirullahaladzim. Said Agil rupanya merasa yakin bisa menjamin Keimanan Warga NU (Rasulullah SAW saja tidak bisa menjamin keimanan umatnya, dan oleh karena itu beliau selalu mewanti wanti agar umatnya tetap iman). Berarti Said Aqil Lebih Hebat Dari Rasulullah Saw. Luar biasa…

    Mengapa Said Aqil membela kemungkaran? Pengajian MTA disuruhnya utk dibubarkan oleh GP Ansor dan preman-preman Banser nya? Kebaktian di Gereja2 disuruhnya agar dijaga oleh para preman Banser GP Ansor. Tapi umat Islam yg menegakkan amar makruf nahi munkar dianggap membahayakan. Dan konser Lady Gaga oleh Said Aqil diperbolehkan, dianggap menyelamatkan. Itu pandangan bukan berbekal dari keimanan yang asli, tapi dari kemunafikan.

    Orang munafik memang selalu membiarkan kemungkaran, bahkan menyuruh orang berbuat munkar. Ingat firman Allah:
    الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
    Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka MENYURUH MEMBUAT YANG MUNKAR DAN MELARANG BERBUAT YANG MA`RUF dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.

    Orang mukmin itu benci kemungkaran dan senang kebaikan. Lihat ayat sbb:
    وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ
    Dan Allah menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.

    Orang macam begini inikah yg mau disejajarkan dengan Habib Salim Selon?? Ya jauh bagaikan bumi dan langit. Habib Salim Selon itu hatinya bersih, kelihatan skali dri bicaranya yg ceplas ceplos apa adanya. Dan yg penting, ga pernah tercatat ada pernyataan Habib Salim Selon yg ngawur2 sperti Said Agil yg bilang situs porno halal, Lady Gaga OK, merokok mubah, dsb. Semua track record Habib Salim Selon dan FPI adlh jejak2 perjuangan utk Islam. Beliau dan orang2 FPI ga pernah bicara keluar konteks perjuangan mereka membela Islam dari penodaan orang2 sperti Said Agil dan simpatisannya.

    &

    Gus Hasyim berkata
    06/06/2012 pada 13:12

    KIYAI NU BERONTAK MEMBANTAH HUJATAN KEJI SAID AQIEL TERHADAP PARA SAHABAT NABI

    Februari 6, 2012

    Berikut nukilan dari buku yang ditulis oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Wahdah Sumber Girang Lasem Rembang Jawa Tengah

    PENGANTAR PENERBIT

    الحَمدُ لله ربِّ العاَلمين، والصَّلاةُ والسَّلامُ على أشْرفِ الأنبيَاءِ والمرُسَلين، سيّدِنا ومَولانا محمَّدٍ وعلى آلهِ وصَحْبهِ أجمَعين. أما بعد:

    Buku yang kami terbitkan ini adalah kumpulan dari dua makalah KH. Abdul Hamid Baidlowi yang disampaikan pada acara pertemuan Ulama dan Habaib di Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah Jakarta pada tanggal 14 Rojab 1416 H/ 7 Desember 1995 M. yang berjudul: “Kritik Terhadap Gus Dur dan Sa’id Aqil” dan makalah beliau yang berjudul: “Menyiasati Bahaya Syi’ah di Kalangan Nahdlatul Ulama di penghujung Abad Ini” yang disampaikan pada acara sarasehan IPNU-IPPNU cabang Jombang pada tanggal 1 Shafar 1417 H/ 17 Juni 1996 M.

    Makalah tersebut hadir disaat umat Islam mulai resah atas bahaya pemikiran Gus-Dur yang pada saat itu berkapasitas sebagai Ketua Umum organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama, dan membongkar kerancauan ideologi Syi’ah Rafidloh yang dipasarkan lewat pemikiran Said Aqil Siradj yang pada saat itu menjabat Katib Am Nahdlatul Ulama. Mereka mencoba menyesatkan umat Islam dari ajaran yang benar, ajaran yang bertentangan dengan nash-nash al-Quran, Sunnah Rasul dan ajaran-ajaran Salafussholih.

    Semoga dengan hadirnya buku ini, dapat memberikan manfaat untuk kita dalam rangka ikut andil membentengi aqidah umat Islam dari faham-faham sesat dan dari segala bentuk kesesatan berfikir yang berupaya menghancurkan agama Islam. Semoga Allah SWT selalu melindungi kita, amin.

    KRITIK TERHADAP SA’ID AQIL

    Segala puji bagi Allah SWT, semoga kita dalam rahmat dan lindungan-Nya, shalawat dan salam semoga bertaburan di pusara Nabi Muhammad SAW dan berhembus kepada keluarga dan shahabat Nabi.

    Yang terhomat shahibul bait KH Thohir Rokhili, pengasuh Pondok Pesantren at-Thohiriyyah Jakarta.
    Yang terhomat KH. Yusuf Hasyim.
    Yang terhomat para ulama dan pejabat pemerintah sipil maupun militer .
    Serta hadirin semua yang saya hormati.

    Sesungguhnya kritikan, kecaman, penghinaan terhadap Khalifah Utsman RA itu semenjak dulu sudah dilakukan oleh golongan Saba’iyah di bawah pimpinan Abdullah bin Saba’ dan golongan Syi’ah. Apalagi Sa’id Aqil mengatakan dalam makalahnya: bahwa Abdullah bin Saba’ adalah tidak hanya dibuat kambing hitam oleh sejarah atas dasar keterangan dari Dr. Thoha Husain dll-nya.

    Padahal sebenarnya pegingkaran terhadap keberadaan Abdullah bin Saba’ tak ubahnya sama dengan mengingkari wujudnya matahari, tak seorangpun ahli sejarah masa lalu baik dari kalangan Syi’ah atau Ahlussunnah wal Jama’ah mengingkari kehadiran Abdullah bin Saba’ dalam proses sejarah yang panjang. Siapakah yang lebih tahu tentang hakikat keberadan Ibnu Saba’, apakah ulama masa lalu atau masa kini yang lebih tahu? Bukankah ulama’ Syi’ah sendiri yang namanya Abu Ishaq bin Muhammad Ats-tsaqofi Al-kufi telah mengakui adanya Abdullah bin Saba’, sebagaimana dijelaskan dalam kitabnya al-Ghaarat jilid 1 halaman 302-303, kitab ini ditulis pada tahun 250 H dan an-Naubakhti wafat tahun 288 H dalam kitabnya Firoqus Syi’ah, kemudian disusul oleh Ibnu Abil Khadid dalam Nahjul Balaqhoh-nya dan al-Hulli dalam Khulashohnya dan kitab-kitab yang lain, demikian pula dari kalangan Ahlussunnah wal Jama’ah diantaranya adalah ath-Thobari, Ibnul Atsir, Ibnu Katsir, Ibnu Kholdun dan banyak lagi yang lain. Paham pengingkaran atas adanya Ibnu Saba’ adalah upaya jaringan-jaringan Yahudi dalam rangka melepaskan diri dari keterlibatannya sebagai pelopor penghancuran terhadap Islam dan umat Islam.

    Para ulama dan hadirin yang saya hormati, karena waktu sangat terbatas, kiranya tidak patut jika saya memperpanjang pembahasan pokok makalah, tetapi hanya sebagian yang penting yang insya Allah akan saya sampaikan, maka saya akan mencoba menolak fitnah yang dialamatkan kepada sayyidina Utsman dan shahabat Marwan bin Hakam dan Amar bin Yasir.

    Marilah kita simak bersama, apakah kecaman dan hinaan terhadap khalifah Utsman itu benar? Apakah benar khalifah Utsman membagi-bagikan pengurusan wilayah-wilayah kepada keluarganya? Ataukah tuduhan dan kecaman itu sekedar buatan kaum Saba’iyah yang mereka ada-adakan guna mendorong orang lain untuk beroposisi yang kemudian memberontak dan selanjutnya membunuh khalifah?

    Ahli sejarah kaum Syi’ah al-Ya’qubi menyatakan: bahwa khalifah Utsman dibenci orang adalah karena mengutamakan keluarga dalam pengangkatan Gubenur wilayah, kemudian Al-Ya’qubi sendiri membuat perincian wilayah-wilayah dengan Gubenur masing-masing, dan ternyata dapat kita lihat bahwa sebagian besar yang diangkat oleh khalifah Utsman adalah bukan dari keluarga khalifah Utsman, maka marilah kita lihat keterangan Al-Ya’qubi di bawah ini sebagai berikut:

    Ya’la bin Mun-yah at-Tamimi untuk Yaman.
    Abdullah bin Amr al-Hadlromi untuk Makkah .
    Jarir bin Abdullah al-Bajali untuk Hamdan .
    Al-Qosim bin Robi’ah ats-Tsaqofi untuk Thoif.
    Abu Musa al-Asy’ari untuk Kufah.
    Abdullah bin ‘Amir bin Kariz untuk Bashrah.
    Abdullah bin Sa’ad bin Abi Saroh untuk Mesir.
    Mu’awiyyah bin Abi Sofyan di Syam.

    Sejarawan terkenal ath-Thobari dan Ibnul Atsir menambahkan nama-nama Gubernur untuk daerah lainnya serta para pemangku jabatan tinggi Negara yang diangkat oleh khalifah Utsman RA sebagai berikut:

    Untuk Hims Abdurrahman bin Kholid bin Walid.
    Untuk Qinnasrin Habib bin Maslamah.
    Untuk Palestina ‘Alqomah bin Hakim al-Kanani
    Untuk Yordania Abul A’war as-Salami.
    Untuk Laut Merah Utara Abdullah bin Qois al-Fazari.
    Untuk Azerbajian al-Asy’ats bin Qois al-Kindi.
    Untuk Hulwan Utaibah bin an-Nahhas.
    Untuk Mah Malik bin Habib.
    Untuk Roy Sa’id bin Qois.
    Untuk Asbahan as-Saib bin Aqra’.
    Untuk Masabdzan Hubaisy.
    Untuk Qorqisia Jarir bin Abdullah.

    Kemudian jabatan tinggi Negara yang lain adalah:

    Pengadilan: Zaid bin Tsabit
    Baitul mal : ‘Uqbah bin Amir
    Urusan jizyah dan pajak: Jabir bin Fulan al-Mazani
    Pertahanan dan peperangan: al-Qo’qo’ bin ‘Amr
    Pimpinan haji : Abdullah bin Abbas.
    Kepala polisi : Abdullah Qunfudz

    Jadi hanya tiga keluarga Utsman yang menjadi Gubernur dari 20 Gubernur dan 6 jabatan tinggi Negara, itu saja hanya dua Gubernur yang dilantik oleh khalifah Utsman, yaitu yang untuk Bashroh dan Mesir, sedang yang satu yaitu untuk Muawiyyah di Syam dilantik oleh khalifah sebelum Sayyidina Utsman menjabat sebagai khalifah.

    Kemudian apakah pengangkatan dua Gubernur itu cukup menjadi alasan untuk mencela dan mengecam kepada khalifah Utsman? Sebagaimana dilakukan oleh golongan Saba’iyah, Syi’ah, dan Sa’id Aqil serta orang yang mengikutinya, mengekor mereka. Apakah haram menurut syari’ah seorang khalifah mengangkat salah satu keluarga yang dipandang ahli dalam jabatannya, hanya karena ia salah satu dari keluarganya? Jawabanya hanyalah satu, “tidak haram”.

    Jika hal itu dapat dijadikan alasan untuk mengecam khalifah Utsman, mengapa kaum Syi’ah dan penulis makalah diam membisu tanpa komentar apalagi mengecam ketika khalifah Ali mengangkat Qustam bin Abbas (pernah menjabat pimpinan haji tahun 37 H) sebagai Gubernur di Makkah, dan mengangkat Abdullah bin Abbas sebagai Gubernur di Yaman (al-Ya’qubi juz 2 halaman 179), dan Muhammad bin Abu Bakar (anak tiri Sayyidina Ali) untuk Mesir, Ya’ad Ibnu Hubairoh (putra saudara perempuan sayyidina Ali bin Abi Thalib yang bernama Ummu Hani’) sebagai Gubernur di Kharasa, dan mengangkat Muhammad Ibnu Hanafiyah sebagai panglima. Mengapa kalian diam membisu, padahal khalifah Ali banyak mengangkat keluarganya?.

    ….Sa’id Aqil gegabah menuduh shahabat Ammar bin Yasir rodliallahu ‘anhuma sebagai pemompa semangat memberontak. Sungguh tuduhan ini palsu dan penuh kebohongan. Bukankah Allah SWT dengan firman-Nya yang indah telah berjanji memberikan pahala yang baik terhadap mereka yang dalam kategori shahabat?….

    Dengan penjelasan-penjelasan tersebut di atas, maka keterangan dan memutarbalikkan fakta yang dipropagandakan lingkaran setan yang dibuat oleh mereka, mereka adalah bohong dan dusta serta merupakan fitnah yang keji terhadap khalifah Utsman RA.

    Marwan bin Hakam RA: ia adalah sasaran kecaman dan pusat caci maki yang dilontarkan oleh golongan Saba’iyah dan Syi’ah. Tuduhan dan kecaman yang paling bayak dilontarkan kepadanya antara lain: diangkatnya Marwan bin Hakam oleh khalifah Utsman sebagai sekretarisnya, penguasa seperlima harta rampasan perang di Afrika, surat Marwan bin Hakam yang isinya perintah untuk membunuh pemberontak yang dari Mesir, dan dikembalikannya Marwan bin Hakam ke Madinah dari tempat pembuangan di Thoif oleh khalifah Utsman.

    Saya insya Allah dalam pertemuan hari ini akan memberikan jawaban satu persatu berdasarkan dari keterangan-keterangan ulama: tentang perizinan bagi Marwan bin Hakam meninggalkan tempat pembuangannya di Thoif, kemudian pindah ke Madinah. Maka hal itu sepanjang kenyataanya: bahwa Nabi Muhammad SAW pada saat-saat terakhir telah mengizinkan kembalinya shahabat Marwan ke Madinah atas usul permohonan sayyidina Utsman, namun beliau mendadak wafat sebelum terlaksana pemindahan Marwan ke Madinah. Perizinan itu didengar dan diterima langsung oleh sayyidina Utsman.

    Jikalau pada saat sayyidina Abu Bakar menjadi khalifah menolak kembalinya Marwan ke Madinah demikian pula khalifah Umar, maka hal itu sesuai dengan ketentuan syariat Islam: bahwa kesaksian satu orang itu tidak diterima. Tetapi pada saat sayyidina Utsman menjabat sebagai khalifah dan beliau yakin sepenuhnya bahwa perizinan itu sungguh telah diberikan oleh Nabi Muhammad SAW, maka khalifah Utsman melaksanakan (artinya beliau tidak salah), (dari kitab ath-Thobari fi Manaqibil ‘Asyroh).

    Tentang harta rampasan perang di Afrika yang dikatakan dijual dengan harga tidak layak kepada shahabat Marwan bin Hakam yakni sejumlah 500.000 dinar, maka sebenarnya adalah sebagai berikut: Dari rampasan perang yang bersifat emas, perak, mata uang, panglima Abdullah bin Abi Saroh mengeluarkan khumus (seperlima) yaitu sebesar 500.000 dinar, karena khumus merupakan hak baitul mal, maka jumlah itu dikirimkan panglima kepada khalifah Utsman di Madinah. Kemudian khalifah menyerahkan kepada baitul mal. Masih adalagi khumus dari harta rampasan perang yakni seperlima dari peralatan dan seperlima dari jumlah ternak hewan. Maka jumlah seperlima dari jumlah benda dan ternak itu sulit diangkut karena jauhnya jarak, maka jumlah itulah yang dijual pada shahabat Marwan bin Hakam dengan harga 100.000 dirham, dan merupakan hak baitul mal di Madinah, kemudian empat seperlima dari harta rampasan perang itu dibagi-bagikan kepada anggota pasukan yang ikut dalam perang, karena itu adalah hak mereka.

    ….Mengapa Sa’id Aqil dengan lancang menghina shahabat Utsman dan shahabat Ammar, padahal Rasulullah SAW bersabda: Jangan kalian mencaci-maki Shahabat-Shahabatku….

    Tentang surat Ibnu Khaldun mengatakan, mereka (kaum pemberontak dari Kufah, Bashrah, Mesir) berangkat meninggalkan Madinah tetapi tidak lama kemudian mereka kembali lagi dengan membawa surat yang dipalsukan yang mereka katakan: bahwa mereka mendapatkannya dari tangan pembawanya untuk di sampaikan kepada Gubernur Mesir, sedang surat itu berisikan perintah membunuh pemberontak. Khalifah Utsman bersumpah ia tidak tahu-menahu tentang surat yang dimaksud, mereka berkata kepada khalifah: berilah kuasa kepada kami untuk bertindak terhadap Marwan bin Hakam, sebab ia adalah sekretaris Anda. Tetapi Marwan bersumpah bahwa ia tidak melakukannya, ia berkata: tidak ada dalam hukum Lebih dari pada ucapan saya (Ibnu Khaldun hal 135).

    Jauh sebelum itu, sayyidina Ali telah mengatakan: bahwa surat itu hanya karangan belaka yang diada-adakan, beliau mengatakan: bagaimana kalian wahai ahli Kufah dan ahli Basroh dapat mengetahui apa yang dialami ahli Mesir, padahal kalian telah menempuh jarak beberapa marhalah dalam perjalanan pulang, tetapi kemudian kalian berbalik menuju Madinah, demi Allah persengkokolan ini diputuskan di Madinah, mereka menjawab: terserah bagaimana kalian menanggapi, kami tidak membutuhkan orang itu biarkanlah ia meninggalkan kami (Ath-Thabari juz 11 hal 150).

    Sedangkan analisisnya apakah mungkin orang seperti shahabat Marwan bin Hakam menjadi sekretaris khalifah Utsman jika dianggap orang yang tidak baik tanpa mendapat reaksi tokoh-tokoh shahabat, seperti sayyidina Ali bin Abi Tholib pahlawan perang Khaibar, Sa’ad bin Abi Waqqos, penakluk Persia termasuk sepuluh orang yang dijamin masuk surga, Tolhah Ibnu Ubaidillah yang menjadi perisai Rasulullah SAW di perang Uhud dan lain-lainnya, jawabannya: tidak mungkin. Padahal kenyataan sejarah membuktikan mereka tokoh-tokoh shahabat sama sekali tidak memberikan reaksi bahkan tidak protes sama sekali.

    Oleh karena itu cerita buruk tentang shahabat Marwan bin Hakam adalah Isu, fitnah yang di hembuskan oleh kaum Saba’iyah dan Syi’ah. Bukankah Romlah bin Ali dikawinkan mendapatkan anak shahabat Marwan bin Hakam yang bernama Muawiyyah bin Marwan bin Hakam, bukankah putra Hasan yang kedua (Hasan bin Hasan bin Ali) telah dikawinkan mendapat cucu Marwan bin Hakam yaitu Walid bin Abdul malik bin Marwan, seandainya Marwan bin Hakam betul-betul orang jelek, saya kira tidak bakal terjadi hubungan kekeluargaan (besanan) antara sayyidina Ali dengan shahabat Marwan.

    Oleh karena itu, Ibnul Arobi, Ibnu Hajar, Ibnu Taimiyah, adz-Dzahabi dan lain-lainnya mengata-kan: Bahwa riwayat-riwayat tentang peristiwa-peristiwa itu saling bertentangan dan sedikitpun tidak dapat dipakai sebagai dalil yang sohih (al-Awashim hal 100, as-Shawa’iq hal 68, Minhajus Sunnah juz III hal 192)

    Sehubungan dengan itu, para ulama hadits ketika membaca riwayat palsu menjelaskan bahwa kebanyakan riwayat mengenai kecaman terhadap shahabat Mu’awiyah, Amr Ibnul ‘Ash dan Bani Umayyah, begitu pula kecaman terhadap Walid bin Uqbah dan Marwan bin Hakam, adalah riwayat palsu dan dusta yang dibuat serta yang diada-adakan oleh golongan pendusta yang menjadi kebohongan dan kedustaan sebagai agama mereka. Demikian menurut Ibnul Qoyyum dan lain-lainnya.

    Tentang Ammar bin Yasir yang dituduh menghembuskan sikap anti khalifah, memompakan semangat memberontak oleh Said Aqil. Jawabannya: sungguh saya amat sangat terkejut pada saat saya membacanya, sungguh kejam apa yang dituduhkan kepadanya, bukankah dia putra Yasir? Bukankah Nabi Muhammad SAW telah memberikan jaminan sebagai penghuni surga kepada Yasir dan keluarganya? (shobron yaa ala Yasir inna mau’idakum al-jannah) Artinya: sabarlah wahai keluarga Yasir sesungguhnya janji kalian di surga.

    Memang telah terjadi perselisihan antara Ammar dengan khalifah Utsman akan tetapi perselisihannya tidak sampai memompakan semangat memberontak. Buktinya, pada saat pembangkang bersenjata mengepung rumah khalifah Utsman dan mereka menghalang-halangi masuknya air dirumah Khalifah, maka marahnya Ammar dan berteriak sambil berkata: maha suci Allah, akankah kalian menghalangi air kepada orang yang membeli sumur Raumah dan memberikannya kepada kaum muslimin.

    Kemudian Ammar membawa air itu sendiri tanpa mendapat halangan dari mereka, karena mereka takut, segan dengan sebab kebesarannya. Jadi perselisihan tokoh-tokoh shahabat terhadap sayyidina Utsman tidak bakal mendorong mereka untuk berontak sebab mereka telah mewarisi ukhuwwah Islamiyah yang ditanamkan Nabi Muhammad SAW kepada mereka. Sa’id Aqil gegabah menuduh shahabat Ammar bin Yasir rodliallahuanhuma sebagai pemompa semangat memberontak, bahkan melakukan penghinaan terhadap shahabat Utsman RA. Lebih jauh Said Aqil menuduh bahwa runtuhnya khalifah Utsman dan akhirnya menjadi bencana bagi Islam adalah disebabkan adanya kelompok-kelompok munafiqin yang sebagian besar dari Bani Umayyah. Sungguh semua tuduhan tersebut adalah palsu dan penuh kebohongan terhadap mereka. Pernahkah Allah SWT dan Rasul-Nya serta tokoh-tokoh shahabat menuduh mereka seperti yang dilakukan oleh Said Aqil? Bukankah Allah SWT dengan firman-Nya yang indah telah berjanji memberikan pahala yang baik terhadap mereka yang dalam kategori shahabat serta yang lain jika perilakunya sama dengan shahabat-shahabat Nabi Muhammad SAW.

    “Tidak sama diantara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Makkah). Mereka lebih tingi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q. Al-Hadid: 10 )

    Bahwa ayat ini adalah sekaligus menolak tuduhan palsu Saudara Sa’id Aqil kepada penduduk Makkah (bukan karena Allah), tapi karena slogan yang digunakan oleh Abu Bakar di Bani Tsaqifah al-Aimmatu Min Quraisy (halaman tiga makalah Sa’id Aqil).

    ….Sungguh ini adalah su’udhon terburuk terhadap shahabat-shahabat Nabi Muhammad SAW sepanjang sejarah NU dan musibah berat bagi NU, seterusnya akan berubah menjadi malapetaka bagi NU dan warga NU….

    Sungguh ini adalah su’udhon terburuk terhadap shahabat-shahabat Nabi Muhammad SAW sepanjang sejarah NU dan musibah berat bagi NU, seterusnya akan berubah menjadi malapetaka bagi NU dan warga NU. Oleh karena itu, semua ini harus dihentikan tidak boleh terus berkepanjangan.

    Bukankah shahabat Utsman RA dan Ammar bin Yasir RA termasuk arti makna kandungan firman Allah:

    “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar”. (QS. At-Taubah: 100 )

    Bukankah beliau (Utsman RA) kawan Nabi Muhammad SAW di surga sebagaimana di sabdakan oleh Nabi Muhammad SAW:

    لِكُلِّ نَبِىٍّ رَفِيْقٌ وَرَفِيْقِيْ – يعنى في الجنة – عثمان

    Mengapa Sa’id Aqil dengan lancang menghina shahabat Utsman? Dan secara serampangan menuduh shahabat Ammar sebagai pelopor pemberontakan terhadap khalifah Utsman.

    مَنْ عَادَى عَمَّارًَا عَادَاهُ اْللهُ – وَمَنْ أبْغَضَ عَمَّارًا أبْغَضَهُ اللهُ

    “Barangsiapa yang memusuhi Ammar, maka Allah memusuhinya dan barangsiapa yang membenci Ammar, maka Allah membecinya”.

    Betapa indahnya Allah menyampaikan perihal mereka dalam Ayat-Ayat tersebut dan Ayat-Ayat yang lain dan sebaliknya betapa buruknya kata-kata yang keluar dari mulut Sa’id Aqil terhadap mereka.

    Bukankah Nabi Muhammad SAW bersabda :

    لاََتََسُبُّوْا أصْحَابِي فَلَوْ أَنَّ اَحَدَكُمْ اَنْفَقَ مِثلَ اُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ اَحَدِهِمْ

    “Jangan kalian mencaci-maki Shahabat-Shahabatku, maka jika seandainya salah satu orang diantara kalian menginfaqkan emas sebesar gunung Uhud, maka pahalanya tidak akan sampai satu mud dibanding dengan pahala mereka”.

    ….Betapa indahnya Allah menyampaikan perihal mereka dalam ayat-ayat Al-Quran, dan sebaliknya betapa buruknya kata-kata yang keluar dari mulut Sa’id Aqil terhadap mereka….

    Betapa besar penghargaan Nabi Muhammad terhadap Ammar dan jasa mereka dan dalam hadits ini Nabi Muhammad juga secara langsung memperingatkan dengan keras kepada generasi sesudah shahabat agar mereka hati-hati, tidak asal bicara, apalagi sampai menuduh, menghina, dan mencaci maki terhadap shahabat dan Nabi Muhammad SAW.

    Disini saya yang dlaif, penuh kekurangan sudah memperingatkan dan menasehati semua pihak khususnya pada Sa’id Aqil agar jangan gegabah terhadap shahabat Nabi Muhammad SAW dan jika tidak menghiraukan maka saya terpaksa mengatakan:

    لعْنَةُ اللهِ عَلَى شرِّكُمْ

    “Semoga Allah melaknat kejahatan kalian”

    Sungguh masih banyak hal-hal yang penting untuk dikemukakan dalam masalah Gus-Dur dan Sa’id Aqil, tetapi sekali lagi waktu sangat terbatas sekali. Oleh karena itu penjelasan dan penolakan kami akhiri sekian saja dan mohon maaf.

    والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

    (Disadur dari buku: “Kritik terhadap Gus Dur dan Sa’id Aqil & Menyiasati Bahaya Syi’ah di Kalangan Nahdlatul Ulama di Penghujung Abad ini, karya KH. Abdul Hamid Baidlowi, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Wahdah Sumber Girang Lasem Rembang Jawa Tengah, Penerbit Pondok Pesantren Al-Wahdah, Rajab 1431/Juni 2010, halaman 13-26).

    jika anda tidak bisa mengcounter, maka terbukti jelaslah, siapa yang berdusta

  58. nur berkata

    @alwi
    setiap perguruan tinggi mempunyai kewenangan masing2 untuk mencabut gelar yang diberikan kepada alumninya.

    & anda mengatakan saya & ibu prihatin berdusta, kalau memang saya berdusta, silakan anda jawab / counter pernyataan dari

    Zakaria Holland berkata
    06/06/2012 pada 19:11

    Said Agil itu orang sesat dan mnyesatkan, pendukungnya pun tersesat, sama spt dia. Said Aqil Siradj dlm diskusi Indonesia Lawyers Club di tv-One Rabu (16/5/2012) yg lalu sdh berani menjamin keimanan warga NU. Katanya, iman warga NU ga akan goyah meskipun seribu Lady Gaga datang kemari.

    Masih diulang lagi dalam acara seni dan budaya wayang “Ruwatan untuk Negeri” di Kampus UI, Said Aqil bicara gitu lagi. “Kalau kita mau jahat, enggak usah lihat Lady Gaga kok. Buka internet saja, segala macam ada. Bagi NU, mau ada seribu Lady Gaga, enggak akan mengubah keimanan orang NU,” kata Said dimuat Kompas.com, Sabtu (19/5), masya Allah…

    Situs suara Islam online memberitakan, waktu ada acara Majelis Taqqarrub Ilallah dan Pertemuan Pembaca Suara Islam, Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Ustadz M.Al Khathath secara tidak langsung mengatakan Said Aqil merasa dirinya lebih hebat dari Nabi Muhammad Saw.

    “Astaghfirulahal adzim. Nabi Muhammad saw saja mengatakan ‘al Imaanu yaziidu wa yanqus’. Iman itu kadang naik kadang pula turun” kata Ustadz Al Khaththath.

    Dijelaskan oleh Ustadz Al Khathath, keimanan seseorang itu akan naik bila dia taat kepada Allah Swt, dan akan turun jika dia bermaksiat. Sedangkan orang yang nonton konser Lady Gaga sudah pasti bermaksiat. Sebab yang menonton pasti akan melihat dengan sengaja aurat perempuan asing yang bukan muhrimnya yang dipamerkan dgn sengaja.

    Karena itu pernyataan Said Agil yg bilang walaupun seribu Lady Gaga datang tidak akan mengubah keimanan warga NU dinilainya melebihi Rasulullah Saw. “Ini melebihi Nabi Muhammad. Dia sudah mensejajarkan dirinya dengan Allah Swt,” kata Ustadz Al Khaththath.

    Banyaklah Istighfar Pak Kiyai Said…. Astaghfirullahaladzim. Said Agil rupanya merasa yakin bisa menjamin Keimanan Warga NU (Rasulullah SAW saja tidak bisa menjamin keimanan umatnya, dan oleh karena itu beliau selalu mewanti wanti agar umatnya tetap iman). Berarti Said Aqil Lebih Hebat Dari Rasulullah Saw. Luar biasa…

    Mengapa Said Aqil membela kemungkaran? Pengajian MTA disuruhnya utk dibubarkan oleh GP Ansor dan preman-preman Banser nya? Kebaktian di Gereja2 disuruhnya agar dijaga oleh para preman Banser GP Ansor. Tapi umat Islam yg menegakkan amar makruf nahi munkar dianggap membahayakan. Dan konser Lady Gaga oleh Said Aqil diperbolehkan, dianggap menyelamatkan. Itu pandangan bukan berbekal dari keimanan yang asli, tapi dari kemunafikan.

    Orang munafik memang selalu membiarkan kemungkaran, bahkan menyuruh orang berbuat munkar. Ingat firman Allah:
    الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
    Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka MENYURUH MEMBUAT YANG MUNKAR DAN MELARANG BERBUAT YANG MA`RUF dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.

    Orang mukmin itu benci kemungkaran dan senang kebaikan. Lihat ayat sbb:
    وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ
    Dan Allah menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.

    Orang macam begini inikah yg mau disejajarkan dengan Habib Salim Selon?? Ya jauh bagaikan bumi dan langit. Habib Salim Selon itu hatinya bersih, kelihatan skali dri bicaranya yg ceplas ceplos apa adanya. Dan yg penting, ga pernah tercatat ada pernyataan Habib Salim Selon yg ngawur2 sperti Said Agil yg bilang situs porno halal, Lady Gaga OK, merokok mubah, dsb. Semua track record Habib Salim Selon dan FPI adlh jejak2 perjuangan utk Islam. Beliau dan orang2 FPI ga pernah bicara keluar konteks perjuangan mereka membela Islam dari penodaan orang2 sperti Said Agil dan simpatisannya.

    &

    Gus Hasyim berkata
    06/06/2012 pada 13:12

    KIYAI NU BERONTAK MEMBANTAH HUJATAN KEJI SAID AQIEL TERHADAP PARA SAHABAT NABI

    Februari 6, 2012

    Berikut nukilan dari buku yang ditulis oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Wahdah Sumber Girang Lasem Rembang Jawa Tengah

    PENGANTAR PENERBIT

    الحَمدُ لله ربِّ العاَلمين، والصَّلاةُ والسَّلامُ على أشْرفِ الأنبيَاءِ والمرُسَلين، سيّدِنا ومَولانا محمَّدٍ وعلى آلهِ وصَحْبهِ أجمَعين. أما بعد:

    Buku yang kami terbitkan ini adalah kumpulan dari dua makalah KH. Abdul Hamid Baidlowi yang disampaikan pada acara pertemuan Ulama dan Habaib di Pondok Pesantren Ath-Thohiriyyah Jakarta pada tanggal 14 Rojab 1416 H/ 7 Desember 1995 M. yang berjudul: “Kritik Terhadap Gus Dur dan Sa’id Aqil” dan makalah beliau yang berjudul: “Menyiasati Bahaya Syi’ah di Kalangan Nahdlatul Ulama di penghujung Abad Ini” yang disampaikan pada acara sarasehan IPNU-IPPNU cabang Jombang pada tanggal 1 Shafar 1417 H/ 17 Juni 1996 M.

    Makalah tersebut hadir disaat umat Islam mulai resah atas bahaya pemikiran Gus-Dur yang pada saat itu berkapasitas sebagai Ketua Umum organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama, dan membongkar kerancauan ideologi Syi’ah Rafidloh yang dipasarkan lewat pemikiran Said Aqil Siradj yang pada saat itu menjabat Katib Am Nahdlatul Ulama. Mereka mencoba menyesatkan umat Islam dari ajaran yang benar, ajaran yang bertentangan dengan nash-nash al-Quran, Sunnah Rasul dan ajaran-ajaran Salafussholih.

    Semoga dengan hadirnya buku ini, dapat memberikan manfaat untuk kita dalam rangka ikut andil membentengi aqidah umat Islam dari faham-faham sesat dan dari segala bentuk kesesatan berfikir yang berupaya menghancurkan agama Islam. Semoga Allah SWT selalu melindungi kita, amin.

    KRITIK TERHADAP SA’ID AQIL

    Segala puji bagi Allah SWT, semoga kita dalam rahmat dan lindungan-Nya, shalawat dan salam semoga bertaburan di pusara Nabi Muhammad SAW dan berhembus kepada keluarga dan shahabat Nabi.

    Yang terhomat shahibul bait KH Thohir Rokhili, pengasuh Pondok Pesantren at-Thohiriyyah Jakarta.
    Yang terhomat KH. Yusuf Hasyim.
    Yang terhomat para ulama dan pejabat pemerintah sipil maupun militer .
    Serta hadirin semua yang saya hormati.

    Sesungguhnya kritikan, kecaman, penghinaan terhadap Khalifah Utsman RA itu semenjak dulu sudah dilakukan oleh golongan Saba’iyah di bawah pimpinan Abdullah bin Saba’ dan golongan Syi’ah. Apalagi Sa’id Aqil mengatakan dalam makalahnya: bahwa Abdullah bin Saba’ adalah tidak hanya dibuat kambing hitam oleh sejarah atas dasar keterangan dari Dr. Thoha Husain dll-nya.

    Padahal sebenarnya pegingkaran terhadap keberadaan Abdullah bin Saba’ tak ubahnya sama dengan mengingkari wujudnya matahari, tak seorangpun ahli sejarah masa lalu baik dari kalangan Syi’ah atau Ahlussunnah wal Jama’ah mengingkari kehadiran Abdullah bin Saba’ dalam proses sejarah yang panjang. Siapakah yang lebih tahu tentang hakikat keberadan Ibnu Saba’, apakah ulama masa lalu atau masa kini yang lebih tahu? Bukankah ulama’ Syi’ah sendiri yang namanya Abu Ishaq bin Muhammad Ats-tsaqofi Al-kufi telah mengakui adanya Abdullah bin Saba’, sebagaimana dijelaskan dalam kitabnya al-Ghaarat jilid 1 halaman 302-303, kitab ini ditulis pada tahun 250 H dan an-Naubakhti wafat tahun 288 H dalam kitabnya Firoqus Syi’ah, kemudian disusul oleh Ibnu Abil Khadid dalam Nahjul Balaqhoh-nya dan al-Hulli dalam Khulashohnya dan kitab-kitab yang lain, demikian pula dari kalangan Ahlussunnah wal Jama’ah diantaranya adalah ath-Thobari, Ibnul Atsir, Ibnu Katsir, Ibnu Kholdun dan banyak lagi yang lain. Paham pengingkaran atas adanya Ibnu Saba’ adalah upaya jaringan-jaringan Yahudi dalam rangka melepaskan diri dari keterlibatannya sebagai pelopor penghancuran terhadap Islam dan umat Islam.

    Para ulama dan hadirin yang saya hormati, karena waktu sangat terbatas, kiranya tidak patut jika saya memperpanjang pembahasan pokok makalah, tetapi hanya sebagian yang penting yang insya Allah akan saya sampaikan, maka saya akan mencoba menolak fitnah yang dialamatkan kepada sayyidina Utsman dan shahabat Marwan bin Hakam dan Amar bin Yasir.

    Marilah kita simak bersama, apakah kecaman dan hinaan terhadap khalifah Utsman itu benar? Apakah benar khalifah Utsman membagi-bagikan pengurusan wilayah-wilayah kepada keluarganya? Ataukah tuduhan dan kecaman itu sekedar buatan kaum Saba’iyah yang mereka ada-adakan guna mendorong orang lain untuk beroposisi yang kemudian memberontak dan selanjutnya membunuh khalifah?

    Ahli sejarah kaum Syi’ah al-Ya’qubi menyatakan: bahwa khalifah Utsman dibenci orang adalah karena mengutamakan keluarga dalam pengangkatan Gubenur wilayah, kemudian Al-Ya’qubi sendiri membuat perincian wilayah-wilayah dengan Gubenur masing-masing, dan ternyata dapat kita lihat bahwa sebagian besar yang diangkat oleh khalifah Utsman adalah bukan dari keluarga khalifah Utsman, maka marilah kita lihat keterangan Al-Ya’qubi di bawah ini sebagai berikut:

    Ya’la bin Mun-yah at-Tamimi untuk Yaman.
    Abdullah bin Amr al-Hadlromi untuk Makkah .
    Jarir bin Abdullah al-Bajali untuk Hamdan .
    Al-Qosim bin Robi’ah ats-Tsaqofi untuk Thoif.
    Abu Musa al-Asy’ari untuk Kufah.
    Abdullah bin ‘Amir bin Kariz untuk Bashrah.
    Abdullah bin Sa’ad bin Abi Saroh untuk Mesir.
    Mu’awiyyah bin Abi Sofyan di Syam.

    Sejarawan terkenal ath-Thobari dan Ibnul Atsir menambahkan nama-nama Gubernur untuk daerah lainnya serta para pemangku jabatan tinggi Negara yang diangkat oleh khalifah Utsman RA sebagai berikut:

    Untuk Hims Abdurrahman bin Kholid bin Walid.
    Untuk Qinnasrin Habib bin Maslamah.
    Untuk Palestina ‘Alqomah bin Hakim al-Kanani
    Untuk Yordania Abul A’war as-Salami.
    Untuk Laut Merah Utara Abdullah bin Qois al-Fazari.
    Untuk Azerbajian al-Asy’ats bin Qois al-Kindi.
    Untuk Hulwan Utaibah bin an-Nahhas.
    Untuk Mah Malik bin Habib.
    Untuk Roy Sa’id bin Qois.
    Untuk Asbahan as-Saib bin Aqra’.
    Untuk Masabdzan Hubaisy.
    Untuk Qorqisia Jarir bin Abdullah.

    Kemudian jabatan tinggi Negara yang lain adalah:

    Pengadilan: Zaid bin Tsabit
    Baitul mal : ‘Uqbah bin Amir
    Urusan jizyah dan pajak: Jabir bin Fulan al-Mazani
    Pertahanan dan peperangan: al-Qo’qo’ bin ‘Amr
    Pimpinan haji : Abdullah bin Abbas.
    Kepala polisi : Abdullah Qunfudz

    Jadi hanya tiga keluarga Utsman yang menjadi Gubernur dari 20 Gubernur dan 6 jabatan tinggi Negara, itu saja hanya dua Gubernur yang dilantik oleh khalifah Utsman, yaitu yang untuk Bashroh dan Mesir, sedang yang satu yaitu untuk Muawiyyah di Syam dilantik oleh khalifah sebelum Sayyidina Utsman menjabat sebagai khalifah.

    Kemudian apakah pengangkatan dua Gubernur itu cukup menjadi alasan untuk mencela dan mengecam kepada khalifah Utsman? Sebagaimana dilakukan oleh golongan Saba’iyah, Syi’ah, dan Sa’id Aqil serta orang yang mengikutinya, mengekor mereka. Apakah haram menurut syari’ah seorang khalifah mengangkat salah satu keluarga yang dipandang ahli dalam jabatannya, hanya karena ia salah satu dari keluarganya? Jawabanya hanyalah satu, “tidak haram”.

    Jika hal itu dapat dijadikan alasan untuk mengecam khalifah Utsman, mengapa kaum Syi’ah dan penulis makalah diam membisu tanpa komentar apalagi mengecam ketika khalifah Ali mengangkat Qustam bin Abbas (pernah menjabat pimpinan haji tahun 37 H) sebagai Gubernur di Makkah, dan mengangkat Abdullah bin Abbas sebagai Gubernur di Yaman (al-Ya’qubi juz 2 halaman 179), dan Muhammad bin Abu Bakar (anak tiri Sayyidina Ali) untuk Mesir, Ya’ad Ibnu Hubairoh (putra saudara perempuan sayyidina Ali bin Abi Thalib yang bernama Ummu Hani’) sebagai Gubernur di Kharasa, dan mengangkat Muhammad Ibnu Hanafiyah sebagai panglima. Mengapa kalian diam membisu, padahal khalifah Ali banyak mengangkat keluarganya?.

    ….Sa’id Aqil gegabah menuduh shahabat Ammar bin Yasir rodliallahu ‘anhuma sebagai pemompa semangat memberontak. Sungguh tuduhan ini palsu dan penuh kebohongan. Bukankah Allah SWT dengan firman-Nya yang indah telah berjanji memberikan pahala yang baik terhadap mereka yang dalam kategori shahabat?….

    Dengan penjelasan-penjelasan tersebut di atas, maka keterangan dan memutarbalikkan fakta yang dipropagandakan lingkaran setan yang dibuat oleh mereka, mereka adalah bohong dan dusta serta merupakan fitnah yang keji terhadap khalifah Utsman RA.

    Marwan bin Hakam RA: ia adalah sasaran kecaman dan pusat caci maki yang dilontarkan oleh golongan Saba’iyah dan Syi’ah. Tuduhan dan kecaman yang paling bayak dilontarkan kepadanya antara lain: diangkatnya Marwan bin Hakam oleh khalifah Utsman sebagai sekretarisnya, penguasa seperlima harta rampasan perang di Afrika, surat Marwan bin Hakam yang isinya perintah untuk membunuh pemberontak yang dari Mesir, dan dikembalikannya Marwan bin Hakam ke Madinah dari tempat pembuangan di Thoif oleh khalifah Utsman.

    Saya insya Allah dalam pertemuan hari ini akan memberikan jawaban satu persatu berdasarkan dari keterangan-keterangan ulama: tentang perizinan bagi Marwan bin Hakam meninggalkan tempat pembuangannya di Thoif, kemudian pindah ke Madinah. Maka hal itu sepanjang kenyataanya: bahwa Nabi Muhammad SAW pada saat-saat terakhir telah mengizinkan kembalinya shahabat Marwan ke Madinah atas usul permohonan sayyidina Utsman, namun beliau mendadak wafat sebelum terlaksana pemindahan Marwan ke Madinah. Perizinan itu didengar dan diterima langsung oleh sayyidina Utsman.

    Jikalau pada saat sayyidina Abu Bakar menjadi khalifah menolak kembalinya Marwan ke Madinah demikian pula khalifah Umar, maka hal itu sesuai dengan ketentuan syariat Islam: bahwa kesaksian satu orang itu tidak diterima. Tetapi pada saat sayyidina Utsman menjabat sebagai khalifah dan beliau yakin sepenuhnya bahwa perizinan itu sungguh telah diberikan oleh Nabi Muhammad SAW, maka khalifah Utsman melaksanakan (artinya beliau tidak salah), (dari kitab ath-Thobari fi Manaqibil ‘Asyroh).

    Tentang harta rampasan perang di Afrika yang dikatakan dijual dengan harga tidak layak kepada shahabat Marwan bin Hakam yakni sejumlah 500.000 dinar, maka sebenarnya adalah sebagai berikut: Dari rampasan perang yang bersifat emas, perak, mata uang, panglima Abdullah bin Abi Saroh mengeluarkan khumus (seperlima) yaitu sebesar 500.000 dinar, karena khumus merupakan hak baitul mal, maka jumlah itu dikirimkan panglima kepada khalifah Utsman di Madinah. Kemudian khalifah menyerahkan kepada baitul mal. Masih adalagi khumus dari harta rampasan perang yakni seperlima dari peralatan dan seperlima dari jumlah ternak hewan. Maka jumlah seperlima dari jumlah benda dan ternak itu sulit diangkut karena jauhnya jarak, maka jumlah itulah yang dijual pada shahabat Marwan bin Hakam dengan harga 100.000 dirham, dan merupakan hak baitul mal di Madinah, kemudian empat seperlima dari harta rampasan perang itu dibagi-bagikan kepada anggota pasukan yang ikut dalam perang, karena itu adalah hak mereka.

    ….Mengapa Sa’id Aqil dengan lancang menghina shahabat Utsman dan shahabat Ammar, padahal Rasulullah SAW bersabda: Jangan kalian mencaci-maki Shahabat-Shahabatku….

    Tentang surat Ibnu Khaldun mengatakan, mereka (kaum pemberontak dari Kufah, Bashrah, Mesir) berangkat meninggalkan Madinah tetapi tidak lama kemudian mereka kembali lagi dengan membawa surat yang dipalsukan yang mereka katakan: bahwa mereka mendapatkannya dari tangan pembawanya untuk di sampaikan kepada Gubernur Mesir, sedang surat itu berisikan perintah membunuh pemberontak. Khalifah Utsman bersumpah ia tidak tahu-menahu tentang surat yang dimaksud, mereka berkata kepada khalifah: berilah kuasa kepada kami untuk bertindak terhadap Marwan bin Hakam, sebab ia adalah sekretaris Anda. Tetapi Marwan bersumpah bahwa ia tidak melakukannya, ia berkata: tidak ada dalam hukum Lebih dari pada ucapan saya (Ibnu Khaldun hal 135).

    Jauh sebelum itu, sayyidina Ali telah mengatakan: bahwa surat itu hanya karangan belaka yang diada-adakan, beliau mengatakan: bagaimana kalian wahai ahli Kufah dan ahli Basroh dapat mengetahui apa yang dialami ahli Mesir, padahal kalian telah menempuh jarak beberapa marhalah dalam perjalanan pulang, tetapi kemudian kalian berbalik menuju Madinah, demi Allah persengkokolan ini diputuskan di Madinah, mereka menjawab: terserah bagaimana kalian menanggapi, kami tidak membutuhkan orang itu biarkanlah ia meninggalkan kami (Ath-Thabari juz 11 hal 150).

    Sedangkan analisisnya apakah mungkin orang seperti shahabat Marwan bin Hakam menjadi sekretaris khalifah Utsman jika dianggap orang yang tidak baik tanpa mendapat reaksi tokoh-tokoh shahabat, seperti sayyidina Ali bin Abi Tholib pahlawan perang Khaibar, Sa’ad bin Abi Waqqos, penakluk Persia termasuk sepuluh orang yang dijamin masuk surga, Tolhah Ibnu Ubaidillah yang menjadi perisai Rasulullah SAW di perang Uhud dan lain-lainnya, jawabannya: tidak mungkin. Padahal kenyataan sejarah membuktikan mereka tokoh-tokoh shahabat sama sekali tidak memberikan reaksi bahkan tidak protes sama sekali.

    Oleh karena itu cerita buruk tentang shahabat Marwan bin Hakam adalah Isu, fitnah yang di hembuskan oleh kaum Saba’iyah dan Syi’ah. Bukankah Romlah bin Ali dikawinkan mendapatkan anak shahabat Marwan bin Hakam yang bernama Muawiyyah bin Marwan bin Hakam, bukankah putra Hasan yang kedua (Hasan bin Hasan bin Ali) telah dikawinkan mendapat cucu Marwan bin Hakam yaitu Walid bin Abdul malik bin Marwan, seandainya Marwan bin Hakam betul-betul orang jelek, saya kira tidak bakal terjadi hubungan kekeluargaan (besanan) antara sayyidina Ali dengan shahabat Marwan.

    Oleh karena itu, Ibnul Arobi, Ibnu Hajar, Ibnu Taimiyah, adz-Dzahabi dan lain-lainnya mengata-kan: Bahwa riwayat-riwayat tentang peristiwa-peristiwa itu saling bertentangan dan sedikitpun tidak dapat dipakai sebagai dalil yang sohih (al-Awashim hal 100, as-Shawa’iq hal 68, Minhajus Sunnah juz III hal 192)

    Sehubungan dengan itu, para ulama hadits ketika membaca riwayat palsu menjelaskan bahwa kebanyakan riwayat mengenai kecaman terhadap shahabat Mu’awiyah, Amr Ibnul ‘Ash dan Bani Umayyah, begitu pula kecaman terhadap Walid bin Uqbah dan Marwan bin Hakam, adalah riwayat palsu dan dusta yang dibuat serta yang diada-adakan oleh golongan pendusta yang menjadi kebohongan dan kedustaan sebagai agama mereka. Demikian menurut Ibnul Qoyyum dan lain-lainnya.

    Tentang Ammar bin Yasir yang dituduh menghembuskan sikap anti khalifah, memompakan semangat memberontak oleh Said Aqil. Jawabannya: sungguh saya amat sangat terkejut pada saat saya membacanya, sungguh kejam apa yang dituduhkan kepadanya, bukankah dia putra Yasir? Bukankah Nabi Muhammad SAW telah memberikan jaminan sebagai penghuni surga kepada Yasir dan keluarganya? (shobron yaa ala Yasir inna mau’idakum al-jannah) Artinya: sabarlah wahai keluarga Yasir sesungguhnya janji kalian di surga.

    Memang telah terjadi perselisihan antara Ammar dengan khalifah Utsman akan tetapi perselisihannya tidak sampai memompakan semangat memberontak. Buktinya, pada saat pembangkang bersenjata mengepung rumah khalifah Utsman dan mereka menghalang-halangi masuknya air dirumah Khalifah, maka marahnya Ammar dan berteriak sambil berkata: maha suci Allah, akankah kalian menghalangi air kepada orang yang membeli sumur Raumah dan memberikannya kepada kaum muslimin.

    Kemudian Ammar membawa air itu sendiri tanpa mendapat halangan dari mereka, karena mereka takut, segan dengan sebab kebesarannya. Jadi perselisihan tokoh-tokoh shahabat terhadap sayyidina Utsman tidak bakal mendorong mereka untuk berontak sebab mereka telah mewarisi ukhuwwah Islamiyah yang ditanamkan Nabi Muhammad SAW kepada mereka. Sa’id Aqil gegabah menuduh shahabat Ammar bin Yasir rodliallahuanhuma sebagai pemompa semangat memberontak, bahkan melakukan penghinaan terhadap shahabat Utsman RA. Lebih jauh Said Aqil menuduh bahwa runtuhnya khalifah Utsman dan akhirnya menjadi bencana bagi Islam adalah disebabkan adanya kelompok-kelompok munafiqin yang sebagian besar dari Bani Umayyah. Sungguh semua tuduhan tersebut adalah palsu dan penuh kebohongan terhadap mereka. Pernahkah Allah SWT dan Rasul-Nya serta tokoh-tokoh shahabat menuduh mereka seperti yang dilakukan oleh Said Aqil? Bukankah Allah SWT dengan firman-Nya yang indah telah berjanji memberikan pahala yang baik terhadap mereka yang dalam kategori shahabat serta yang lain jika perilakunya sama dengan shahabat-shahabat Nabi Muhammad SAW.

    “Tidak sama diantara kamu orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sebelum penaklukan (Makkah). Mereka lebih tingi derajatnya daripada orang-orang yang menafkahkan (hartanya) dan berperang sesudah itu. Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q. Al-Hadid: 10 )

    Bahwa ayat ini adalah sekaligus menolak tuduhan palsu Saudara Sa’id Aqil kepada penduduk Makkah (bukan karena Allah), tapi karena slogan yang digunakan oleh Abu Bakar di Bani Tsaqifah al-Aimmatu Min Quraisy (halaman tiga makalah Sa’id Aqil).

    ….Sungguh ini adalah su’udhon terburuk terhadap shahabat-shahabat Nabi Muhammad SAW sepanjang sejarah NU dan musibah berat bagi NU, seterusnya akan berubah menjadi malapetaka bagi NU dan warga NU….

    Sungguh ini adalah su’udhon terburuk terhadap shahabat-shahabat Nabi Muhammad SAW sepanjang sejarah NU dan musibah berat bagi NU, seterusnya akan berubah menjadi malapetaka bagi NU dan warga NU. Oleh karena itu, semua ini harus dihentikan tidak boleh terus berkepanjangan.

    Bukankah shahabat Utsman RA dan Ammar bin Yasir RA termasuk arti makna kandungan firman Allah:

    “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar”. (QS. At-Taubah: 100 )

    Bukankah beliau (Utsman RA) kawan Nabi Muhammad SAW di surga sebagaimana di sabdakan oleh Nabi Muhammad SAW:

    لِكُلِّ نَبِىٍّ رَفِيْقٌ وَرَفِيْقِيْ – يعنى في الجنة – عثمان

    Mengapa Sa’id Aqil dengan lancang menghina shahabat Utsman? Dan secara serampangan menuduh shahabat Ammar sebagai pelopor pemberontakan terhadap khalifah Utsman.

    مَنْ عَادَى عَمَّارًَا عَادَاهُ اْللهُ – وَمَنْ أبْغَضَ عَمَّارًا أبْغَضَهُ اللهُ

    “Barangsiapa yang memusuhi Ammar, maka Allah memusuhinya dan barangsiapa yang membenci Ammar, maka Allah membecinya”.

    Betapa indahnya Allah menyampaikan perihal mereka dalam Ayat-Ayat tersebut dan Ayat-Ayat yang lain dan sebaliknya betapa buruknya kata-kata yang keluar dari mulut Sa’id Aqil terhadap mereka.

    Bukankah Nabi Muhammad SAW bersabda :

    لاََتََسُبُّوْا أصْحَابِي فَلَوْ أَنَّ اَحَدَكُمْ اَنْفَقَ مِثلَ اُحُدٍ ذَهَبًا مَا بَلَغَ مُدَّ اَحَدِهِمْ

    “Jangan kalian mencaci-maki Shahabat-Shahabatku, maka jika seandainya salah satu orang diantara kalian menginfaqkan emas sebesar gunung Uhud, maka pahalanya tidak akan sampai satu mud dibanding dengan pahala mereka”.

    ….Betapa indahnya Allah menyampaikan perihal mereka dalam ayat-ayat Al-Quran, dan sebaliknya betapa buruknya kata-kata yang keluar dari mulut Sa’id Aqil terhadap mereka….

    Betapa besar penghargaan Nabi Muhammad terhadap Ammar dan jasa mereka dan dalam hadits ini Nabi Muhammad juga secara langsung memperingatkan dengan keras kepada generasi sesudah shahabat agar mereka hati-hati, tidak asal bicara, apalagi sampai menuduh, menghina, dan mencaci maki terhadap shahabat dan Nabi Muhammad SAW.

    Disini saya yang dlaif, penuh kekurangan sudah memperingatkan dan menasehati semua pihak khususnya pada Sa’id Aqil agar jangan gegabah terhadap shahabat Nabi Muhammad SAW dan jika tidak menghiraukan maka saya terpaksa mengatakan:

    لعْنَةُ اللهِ عَلَى شرِّكُمْ

    “Semoga Allah melaknat kejahatan kalian”

    Sungguh masih banyak hal-hal yang penting untuk dikemukakan dalam masalah Gus-Dur dan Sa’id Aqil, tetapi sekali lagi waktu sangat terbatas sekali. Oleh karena itu penjelasan dan penolakan kami akhiri sekian saja dan mohon maaf.

    والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

    (Disadur dari buku: “Kritik terhadap Gus Dur dan Sa’id Aqil & Menyiasati Bahaya Syi’ah di Kalangan Nahdlatul Ulama di Penghujung Abad ini, karya KH. Abdul Hamid Baidlowi, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Wahdah Sumber Girang Lasem Rembang Jawa Tengah, Penerbit Pondok Pesantren Al-Wahdah, Rajab 1431/Juni 2010, halaman 13-26).

    jika anda tidak bisa mengcounter, maka terbukti jelaslah, siapa yang berdusta..

  59. ibu Prihatin berkata

    Terima kasih saudara Nur atas penjelasan anda…makin meyakinkan saya atas kaum munafikin alias JIL di Indonesia ini. Saya hanya seorang ibu yang sangat prihatin sepak terjang mereka . karena saya punya anak2 kecil yang ditangan mereka ada masa depan. Saya sangat prihatin dengan ulama dan orang pintar yang sangat jauh kepribadiannya sebagai seorang muslim. padahal mereka banyak tampil di tv dan media. Mereka juga bersemangat menjawab semua pertanyaan dengan dalil dan bukti yang kacau dan seenaknya , kalau terpojok mereka senjata mreka logika yang disangkutkan dengan kemajuan jaman.
    JIl makin berkembang di negara ini. Mereka makin mengganas berusaha meracuni orang muslim ibarat setan meracuni manusia…mereka sudah merangsek sebagai virus jahat dalam peran penting organisasi Islam yang bahkan terbesar di Indonesia…mereka alien berwujud manusia bumi yang sedikit2 menggerogoti piikiran kaum muslim agar MALU menjadi orang Islam.. Bayangkan bila Lady Gaga saja mereka bela, artinya mereka juga ingin menyuburkan tarian erotis, dangdut liar , pelacuran..dengan dalih lady gaga saja tidak merusak iman muslim …apalagi yang kroco2…itu….mereka hendak mengubah islam menjadi negara bebas…sebebas2nya. Padahal apakah toleransi Islam yang sebebas-bebasnya di Indonesia ini akan membuat indonesia makin damai? mereka tidak sadar bahwa mereka hanyalah alat untuk menghancurkan Islam. Senjata akan makan tuannya. Tapi kita doakan agar mereka kembali ke islam yang benar….amiiin

  60. Yazid b.Mu’awiyah berkata

    @Nur
    @Ibu Prihatin

    إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لاَ يُؤْمِنُونَ

    Q.S. Al-Baqarah (2), Ayat 6.
    “Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.”

    *

    خَتَمَ اللّهُ عَلَى قُلُوبِهمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عظِيمٌ

    Q.S. Al-Baqarah (2), Ayat 7.
    Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.

    *

    وَ مِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ آمَنَّا بِاللّهِ وَبِالْيَوْمِ الآخِر وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ

    Q.S. Al-Baqarah (2), Ayat 8.
    Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian”, pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman.

    *

    يُخَادِعُونَ اللّهَ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلاَّ أَنفُسَهُم وَمَا يَشْعُرُونَ

    Q.S. Al-Baqarah (2), Ayat 9.
    Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.

    *

    فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ اللّه ُ مَرَضاً وَلَهُم عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ

    Q.S. Al-Baqarah (2), Ayat 10.
    Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.

    *

    لَّيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَـكِنَّ اللّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ

    Q.S. Al-Baqarah (2), Ayat 272
    Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya.

    *

    وَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَالْمُنَافِقِينَ وَدَعْ أَذَاهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلاً

    Al-Ahzab (33) : 48
    Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka dan bertawakkallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pelindung.

  61. iih.singgih@yahoo.com berkata

    Assalamu’alaikum wr.wb
    saudaraku seiman
    stlh ana menelusuri siapa sbnrnya Sdr.Alwi Ali,ana mendapatkan bhw dia adlh anggota LASKAR KRISTUS. ana tdk hny mnemukan dia dlm forum atau blog ini, tp jg dlm forum yg lain. dia sdh terbiasa menuduh orang yg berbeda pndpt dgnnya dgn sebutan TUKANG FITNAH. dan bkn tdk mungkin ana pun dia sebut sbg tukang fitnah. krn ana sudah membuka rahasianya.
    jd ana mhn kpd smua saudaraku seiman, untuk tdk mepedulikan apa yg dia katakan.
    wassalamu’alaikum wr.wb

  62. ibu prihatin berkata

    @ Saudara Yajid terimakasih pencerahannya

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.095 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: