KabarNet.in

Aktual Tajam

Soal Lady Gaga, NU Istiqomah MENENTANG NU Liberal

Posted by KabarNet pada 21/05/2012

Jakarta – KabarNet: Ternyata benar analisis yang mengatakan bahwa ada dua kubu berlawanan di dalam tubuh Nahdhatul Ulama (NU). Meski tak diungkapkan secara terang-terangan, tampak sekali bahwa kelompok “NU Istiqomah” dibawah bimbingan kiyai-kiyai sepuh NU terus berusaha membentengi umat Islam, khususnya warga NU, dari keliaran pola pikir kelompok “NU Liberal” yang dimotori oleh elemen-elemen SEPILIS (sekularisme-pluralisme-liberalisme) yang getol menebarkan racun pemikiran liberal kepada umat Islam. Dalam soal kontroversi rencana konser penyanyi erotis Lady Gaga, dua kubu NU tersebut kembali berbenturan. Di satu sisi kelompok NU Tradisional yang senantiasa Istiqomah menolak dengan tegas konser Lady Gaga, sementara kelompok NU Liberal menganggapnya hal yang biasa saja.

Belakangan ini, masyarakat di Indonesia dijejali dengan pemberitaan masif terkait pro-kontra konser Lady Gaga yang rencananya akan digelar 3 Juni 2012 mendatang. Di internal organisasi NU pun akhirnya pecah menjadi dua kubu saling bertentangan karena sikap yang berlawanan dalam memandang masalah konser Lady Gaga.

Memang sudah sering terjadi kondisi tidak adanya pendapat tunggal di dalam tubuh NU. Hal itu pula yang terjadi dalam menyikapi polemik soal rencana konser Lady Gaga. Ada kelompok NU Liberal yang setuju dalam arti tidak merasa terganggu dan menganggap konser itu biasa saja, namun lebih banyak lagi kalangan NU Tradisional yang senantiasa istiqomah yang merasa terusik, dan karenanya menentang keras rencana konser Lady Gaga.

Pemicu pertentangan tersebut adalah pernyataan nyeleneh Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj dalam forum talk show “Indonesia Lawyer CLub” dengan tema FPI versus Lady Gaga, Rabu (16/5/2012) di salah satu stasiun televisi, yang akhirnya mengundang reaksi pro dan kontra di internal NU sendiri. “Ada satu juta Lady Gaga, ada satu juta Irsyad Manji, iman warga NU tidak akan berkurang, akhlaq warga NU tidak berkurang,” demikian ujar Said Aqil Siradj.

Di saat sebagian besar umat Islam diresahkan dengan rencana konser Lady Gaga, pernyataan Said Aqil itu kontan menjadi perdebatan panas di sejumlah situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. Tak jarang para pengguna akun jejaring sosial tersebut mengunggah penggalan pernyataan Said Aqil Siradj itu, baik untuk dipuji ataupun untuk dikecam habis-habisan.

Namun pendapat nyeleneh Said Aqil tersebut akhirnya mengundang reaksi kalangan NU Tradisional yang senantiasa istiqomah dibawah bimbingan para kiyai sepuh, dan langsung dimentahkan oleh kiyai senior mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi. Kiyai kharismatik yang satu ini menolak keras rencana konser Lady Gaga, dan mendukung langkah Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang melarang konser Lady Gaga tersebut. “Apa yang diambil oleh Polri untuk tidak mengeluarkan izin konser Lady Gaga sudah tepat. Karena penyelenggaraan konser ini tidak seimbang antara manfaat dan kerugiannya (mudzarratnya),” tegas KH Hasyim Muzadi, Jumat (18/5/2012).

Respon KH Hasyim Muzadi yang mewakili kalangan NU Tradisional/Istiqomah itu diungkapkan hanya selang sehari setelah pernyataan kontroversial dari kelompok NU Liberal, Said Aqil Siradj. Kiyai Hasyim dengan tegas membantah ucapan Said Aqil, meski menolak menyebutkan namanya, bahwa dampak konser Lady Gaga tidak semata-mata menyangkut keimanan seseorang saja, namun mengancam masalah keamanan dan budaya. Kiyai Hasyim mengingatkan, Hak Asasi Manusia (HAM) tidak tepat jika digunakan untuk persoalan yang merusak dan menimbulkan kerawanan.

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Malang dan Depok ini, jika konser Lady Gaga dipaksakan untuk digelar, maka hanya akan menguntungkan pebisnis saja, sedangkan umat Islam terutama generasi muda yang akan menjadi korbannya. “Namun ujung-ujungnya akan menambah beban stabilitas saja. Mengukur konser hanya faktor keimanan tentu belum komprehensif,” kritik Kiyai Hasyim.

Rencana konser Lady Gaga di Tanah Air mendapat reaksi keras dari sejumlah ormas Islam, terutama yang paling santer dari Front Pembela Islam (FPI). Partai politik berbasis Islam seperti PPP dan PKS juga menolak konser penyanyi erotis yang berjuluk Mother Monster ini. Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) termasuk lembaga bentukan pemerintah yang pertama kali menolak konser Lady Gaga, disusul oleh penolakan dari Menteri Agama, Suryadharma Ali, dan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzy yang sama-sama menolak digelarnya konser kontroversial ini. Pihak kepolisian hingga kini juga menolak memberikan rekomendasi izin konser tersebut. Bahkan Kapolda Metro Jaya, Irjenpol Untung S. Rajab bereaksi senada dengan FPI, yakni mengancam akan membubarkan dengan paksa kalau pihak promotor nekat menggelar konser tersebut.

Sementara itu, Katib ‘Am Syuriah PBNU, Dr. KH. Malik Madani, mengatakan bahwa sebagian besar pengurus PBNU menilai kedatangan Lady Gaga ke Indonesia untuk konser musik bisa mempengaruhi moral masyarakat. Penolakan itu dinilainya perlu sebagai wujud menjaga moralitas masyarakat bangsa. Pasalnya, konser itu diprediksikan akan menampilkan sensualitas aurat yang bertentangan dengan nilai bangsa dan agama. Statemen pengurus pusat syuriah PBNU ini lagi-lagi bertentangan dengan pernyataan Ketua Umum PBNU, Said Agil Siradj, yang seolah memperbolehkan kedatangan Lady Gaga. Namun KH. Malik Madani membantah bahwa ada perpecahan di tubuh NU, “Di PBNU biasa terjadi dinamika pendapat,” ujarnya.

Ormas Islam sebesar NU dengan anggota 30jutaan muslim tradisional betul-betul menghadapi PR (pekerjaan rumah) untuk membersihkan tubuh NU dari elemen-elemen liberal pro paham SEPILIS. Hal itu lantaran sejumlah tokoh liberal yang tergabung dalam Jaringan Islam Liberal (JIL) seperti Ulil Abshar Abdalla, Guntur Romli, dan masih banyak lagi, telah menyusup sebagai “orang NU”. Bahkan Ulil Abshar Abdalla yang terkenal sebagai dedengkot JIL juga ikut dalam pemilihan Ketua Umum PBNU dalam Muktamar NU ke 32 di Makassar tahun 2010 lalu. Meski akhirnya kalah suara, namun Ulil sempat dijagokan oleh kelompok pengikutnya.

Keikutsertaan Ulil selaku dedengkot JIL dalam ajang pemilihan Ketua Umum PBNU adalah suatu bukti nyata tak terbantahkan oleh siapapun bahwa memang betul di dalam tubuh NU sudah disusupi elemen-elemen liberal pro pemahaman SEPILIS yang senantiasa menebar racun dan virus pemikiran liberal untuk merusak kualitas keimanan dan aqidah umat Islam. (Dokumen bukti Keikutsertaan Koordinator JIL Ulil Abshar dalam pemilihan Ketua Umum PBNU Klik disini dan Klik disini). [KbrNet/adl]

11 Tanggapan to “Soal Lady Gaga, NU Istiqomah MENENTANG NU Liberal”

  1. Anonymous said

    kembalikan nu pada ulama-ulama sepuh/pesantren karena lahirnya nu dari situ…

  2. Pentol said

    @Anonymous, Setuju!!!!! NU adalah gerakan moral berlandaskan etika dan perilaku agama, so jangan dibalik, etika cara hidup kita di paksakan masuk dalam sebuah gerakan dan diberi label NU, tidak ada NU Istiquomah dan tidak ada NU liberal !!! yang ada hanya satu NU, Satu bangsa, satu negara, satu tujuan, perpecahan NU sangan dinanti oleh organisasi2 yang pro kekerasan, sehingga mereka akan mendapat tempat di salah satu pecahan tersebut. Tapi khan organisasi itu baru seumuran jagung sedangkan NU sudah menyatu dengan bangsa ini jauh sebelum kita kita mengerti arti persatuan, NU adalah milik bangsa Indonesia dan bangsa Indonesia adalah milik NU, tidak bisa dipisahkan. Itu harga mati !!! Perbedaan pendapat adalah wajar dan kekerasan adalah tidak wajar apapun bentuknya, apalagi atas dasar agama.

  3. Anonymous said

    sebaiknya NU dipimpin kembali oleH KH HASYIM MUZADI, jangan oleh said aqil yang berpikiran liberal

  4. Sedih mendengar NU yg dilecehkan kaum mudanya sendiri.
    Kalau begini terus, dijamin yang muda dan (berusaha) istiqomah makin ga betah di NU.
    Tapi, perbaikan jelas lebih baik. Semoga.

  5. Densus88 said

    admin kabarnet anjing buduk!! Provokator pro teroris!!
    Buat polri / badan inteljen negara, tangkap admin kabarnet krn pro teroris. Situs kabarnet pasti milik teroris. provokator pemecah belah bangsa!
    Dasar ADMIN KABARNET ANJING KURAP!!

  6. KH Hasyim Muzadi paling layak memimpin organisasi NU – agar dapat mencegah umat dari kerusakan moral/akidah yang semakin hari semakin menjadi jadi dan mengkhawatirkan. Hanya orang2 yang peduli mengkhawatirkan keadaan ini, selain itu hanya orang2 yang berpikiran sempit/dangkal yang tidak dapat melihat akibat jangka pendek maupun jangka panjang. Astaghfirullah

  7. ladyguguk said

    drpd lu anjing penjilat amerika…

  8. ladyguguk said

    dari pada lu anjing penjilat pantat item obama

  9. Anonymous said

    iman seseorang itu tiada yang tahu, bukankah udah jelas kalau di NU beda pendapat hal biasa. walau beda pendapat bukan berarti itu terjadi perpecahan dalam NU tp itu adalah kelebihan yang dimiliki oleh NU sehingga para pengikutnya bisa berfikir sendiri mana yang lebih baik bukan hanya ngikut saja (tabing) tanpa tahu dasarnya seperti kerbau yang di cucuk (keloh) hidungnya. jika kita tidak mau bersandingan dengan orang kafir atau juga menolak liberalisme maka alangkah lebih baiknya jika kita hidup di hutan. bukankah nabi dulu juga hidup berdampingan dengan orang kafir, apakah rohmatal lilngalamin telah berubah menjadi rohmatal lilmuslimin.

  10. ijin menyimak dan nitip artikel mas

    http://temonsoejadi.wordpress.com/2012/05/27/kenapa-harus-baca-alquran/

    terima kasih

  11. Agil Ragil said

    Tidak hanya nyeleneh, seorang Said agil yg proLiberal juga kepanjangan tanganan Syi’ah. Jika dikatakan kamu syi’ah dia akan berkata “tidak” saya hanya sumbang pikiran &bgitulah seorang yg masih menutupi aqidah sebenarnya yg sudah menjadi metodenya dikala minoritas..

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.047 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: