KabarNet.in

Aktual Tajam

Nasib Keturunan PKI yang Terintimidasi

Posted by KabarNet pada 08/05/2012

“YANG KAMI MINTA ADALAH PENGAKUAN DARI NEGARA BAHWA TRAGEDI 1965 ADALAH PELANGGARAN HAM BERAT, SELAIN ITU KAMI JUGA MEMINTA PEMULIHAN NAMA BAIK”

Agus Wijoyo kesal dan marah. Cita-citanya menjadi anggota Angkatan Darat gagal di tengah jalan, padahal sudah berhasil lolos dari seleksi masuk angkatan di Semarang tahun 1985 silam.

“Baru lima hari saya masuk camp militer, tiba-tiba saya dipulangkan tanpa alasan yang jelas, dan dikatakan tidak bisa melanjutkan pelatihan,” ujar pria yang kini berusia 42 tahun ini, di kantor Komnas HAM, hari ini.

Agus bersikeras mencari tahu alasan di balik pemberhentiannya tersebut, hingga pada akhirnya salah satu dari anggota mengatakan kepada dirinya adalah keluarga PKI. “Di situ saya kesal, marah, kecewa sekaligus bingung. Masalahnya saya tidak pernah tahu apa itu PKI dan tidak ada satupun dari keluarga yang menceritakan hal itu kepada saya,” ujar Agus.

Pria kelahiran 1970 tersebut akhirnya pulang ke tempat asalnya di Tegal dan bermaksud mencari tahu kebenaran mengenai PKI tersebut kepada keluarganya. Agus pun akhirnya harus mengubur mimpinya menjadi anggota tentara lantaran pada akhirnya dia tahu: hampir seluruh keluarga besarnya adalah bekas anggota PKI. “Ibu bapak saya, mbah saya, om saya, semua mantan anggota PKI. Mayoritas anggota PKI semua, ya sudah saya pasrah,” kata Agus.

Agus menceritakan beberapa kejadian yang didengarnya dari keluarganya, setelah 1965 secara beruntun keluarganya kerap mengalami penganiayaan. “Rumah kami dibakar, harta benda diambilin, beberapa keluarga ditembak mati.”

Usai pemberhentian sepihak dari angkatan, Agus memutuskan untuk bergabung sebagai anggota Partai Demokrasi Indonesia (PDI) pada saat itu. Dirinya bergabung karena menganggap bahwa partai tersebut adalah partai yang berpihak kepada ‘wong cilik’ dan mau membela hak-hak yang dirugikan.

Namun, pada 1997 Agus memutuskan untuk keluar dari PDI karena menemukan fakta bahwa Megawati, ternyata tidak mampu melakukan sesuatu atas kejadian yang menimpa dirinya dan beberapa anggota keluarga keturunan PKI yang terintimidasi akibat stigma tersebut. “Saya jadi tidak percaya siapapun lagi, tidak partai, tidak legislatif, eksekutif ataupun petinggi lainnya,” ujar pria yang kini aktif di LSM Media Pemberantasan Korupsi di Tegal, Jawa Tengah, itu.

Perjuangan Agus untuk memperoleh haknya sebagai warga negara pada umumnya dan memperjuangkan keadilan bagi keturunan anggota PKI tidak berhenti sampai disitu. Dirinya bersama beberapa anggota keturunan keluarga lainnya saat ini membuat gerakan ‘Generasi Kedua’ yang akan memperjuangkan keadilan tersebut. “Kalau kita hanya mengandalkan para orangtua, mereka akan habis, kalau sudah habis siapa yang mau melanjutkan, harus ada gerakan dari generasi kedua ini,” ujar Agus.

Dirinya juga berencana untuk membuat salah satu anggota dari generasi kedua ini untuk masuk ke dalam parlemen, agar bisa mewakili suara-suara para korban. “Yang kami minta adalah pengakuan dari negara bahwa tragedi 1965 adalah pelanggaran HAM berat, selain itu kami juga meminta pemulihan nama baik,” tegasnya.

Dirinya juga menegaskan, bahwa ia dan korban lainnya akan menolak lupa atas kejadian yang pernah menimpa mereka, “Kami akan menolak lupa, sejarah jangan diputarbalikkan.” [KbrNet/BeritaSatu]

12 Tanggapan to “Nasib Keturunan PKI yang Terintimidasi”

  1. Sang Kata berkata

    Byangkan, andai jika PKI dalam tahun 1948 dan 1965 dengan palu aritnya berhasil membabat habis ummat beragama dan agama di Indonesia. Mereka akan lebih biadab dari binatang buas yang paling ganas. Komunis di negeri asalnya, Rusia, sudah ditinggalkan dan ditanggalkan. Atau berubah taktik, hanya Allah Yang Maha Tahu.

    Intinya, politik lebih kejam dari ibu tiri.

    Jangan sampai NKRI terperosok ke lubang yang sama sampai tiga kali.

  2. Anonymous berkata

    jangan lupakan pembantaian umt islam oleh pki

  3. Anonymous berkata

    “Agus menceritakan beberapa kejadian yang didengarnya dari keluarganya, setelah 1965 secara beruntun keluarganya kerap mengalami penganiayaan….”

    hanya satu komentar: Sebelum tahun 1965, PKI lebih parah lagi biadabnya…

  4. Anonymous berkata

    BETULLL….PKI EMANG BIADAB.. UNTUNG SAJA RENCANA BIADAB MEREKA GAGAL….

  5. Anonymous berkata

    saya adalah anak pki, tapi yang saya tahu tidak ada dosa keturunan karena setiap bayi yang dilahirkan dalam suci, apakah keturunan pki tidak boleh hidup didunia ini, kalau begitu kenapa ALLAH ciptakan kami?

  6. Anonymous berkata

    apakah mereka yang menganggap dirinya suci bukan dari keturunan PKI adalah orang yg sudah benar….Allah tidak melihat mereka dari rahim PKI apa Tidak yang penting Amal ibadahnya…Astagfirullah….munafik semuanya Allahhuakbar…

  7. Anonymous berkata

    biar ja keturunan pki dpet blesan nya . . siapa suruh org tua mereka jadi pki . .

  8. ekobudi berkata

    jangan berkecil hati. untuk kalian keturunan pki. sabarlah menghadapi hina’an, sesungguhnya hina’an tidak ada manfa’atnya untuk kalian. justru orang yg di hina kedudukanya lebih tinggi dari yg di hina. pki memang jahat,biadab,tidak bermoral dan lebih busuk dari kotoran babi. tapi keturunan mereka bukan. jangan hina keturunan mereka. mereka punya hak. kasian mereka. apa dosa mereka. mereka tidk melakukan apapun. yg biadab moyang mereka (pki)

  9. v3 berkata

    sy munkin sblmnya brpikir brnasib jauh lebih baik dri bpk krna sblm kami bnr2 dkt calon suami sy mnylidiki apkh sy kturunan PKI atw bkn dn trnyt stlh mngtahui nama ayah+ibu sy trnyta stlh diselidiki memang brsih dri PKI.hub kamipun brlanjut hingga prsyaratan mnuju nikah batalion tlh kmi prsiapkn matang smp sy keluar dri pkrjaan krna ktanya untk nikah batalion itu memakan wktu ckup lama.dgn brbagai rintangn sy sllu coba lewati dgn sabar hingga akhirnya sehari sblm calon mnjmput sy dri sukabumi ke bandung,berita itu dtg…”Pihak koramil+kodim tdk mau mnandatangani krna baru diketahui bhwa Alm Nenek (ibunya bapak sy yang sdh mninggal)trnyata tlah trlibat PKI.dn ktika calon sy menanyakan pd atasannya dn mndapatkn jwbn jika mneruskn dgn sy makaa dy hrs siap2 mlepas sragam lorengnya..tlg sy minta saran apa yang hrs sy lakukan,,sy prnh mau mnikah dn calon sy direbut org,dn stlh skian lama sy trpuruk lalu bankit dn sy mau mnikah trnyta sprti ini apa sy bisa memprtahankn calon sy dn jika tdk bisa brtahan apa batin sy yang prnh gagal untk mnikah ini msh bisa diselamatkn?

  10. incar berkata

    belajar dari sejarah masa lampau untuk memperbaiki sejarah masa depan

  11. Anonymous berkata

    MUlut kotor menghujat orang keturunan PKI, antek antek komunis, padahal kelakuannya lebih biadab lagi dan bahkan membawa bawa dan meneriakkan nama Tuhan di jalanan.

    Atau apakah ini memang gambaran bangsa Indonesia? membiarkan manusia berhati komunis dalam balutan agama, melakukan tindakan anarki?

  12. Anonymous berkata

    Faham komunis (antimonotheis), zionis tak pernah luntur, apalagi mati. Mampu muncul dalam bentuk apa pun, menyelusup ke pemerintahan, ke partai politik, ke organisasi massa. Ketika kekayaan, kekuasaan dan kekayaan menjadi tujuan perjuangan politik, mereka semakin subur dan makmur.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.096 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: