KabarNet.in

Aktual Tajam

KPK: Anas Urbaningrum Terlibat Korupsi Hambalang!

Posted by KabarNet pada 08/05/2012

Jakarta – KabarNet: Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, dipastikan terlibat dalam proyek pembangunan kompleks olahraga terpadu di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Kepastian itu dikatakan langsung oleh Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, saat berbincang dengan wartawan di kantornya.

Awal pekan ini, publik disentak dengan pernyataan Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan, Bambang Widjojanto, yang baru-baru ini menyatakan keterlibatan Anas dalam proyek Hambalang yang nilainya sekitar Rp 1,5 triliun. Sedangkan Ketua KPK, Abraham Samad, menjawab diplomatis ketika ditanya wartawan soal pernyataan koleganya itu. “Kalau Mas Bambang Widjojanto sudah sampaikan itu kepada publik itu benar. Karena Mas Bambang salah satu pimpinan KPK (Bidang Penindakan dan Pencegahan), ya berarti itu benar,” kata Abraham.

Namun diakui Abraham, untuk mengurai benang kusut dalam penyelidikan kasus ini memang tidak mudah. Bahkan dalam melakukan beberapa kali gelar perkara, pihaknya masih menemukan kesulitan. Itu pula yang beberapa kali membuat ekspose atas gelar perkara ditunda. “Kadang kalau kita lihat dari luar itu mudah. Tapi untuk mengurai antara satu benang ke benang lain itu tidak mudah. Cari benang merahnya tidak mudah. Sebenarnya dari situ,” demikian Abraham.

Sebelumnya Jurubicara KPK, Johan Budi, memastikan rencana pemanggilan Anas Urbaningrum ke KPK. Anas terlibat dalam posisinya sebagai anggota Komisi X DPR RI pada tahun 2009. Dia melobi Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar segera menerbitkan sertifikat Hambalang yang beberapa tahun bermasalah. Dari lobi Anas inilah, sertifikat kemudian dikeluarkan BPN. Informasi yang diperoleh dari kalangan internal mengatakan bahwa sertifikat tanah Hambalang itu dikirim langsung ke ruangan Anas oleh Kepala BPN Joyo Winoto.

Ihwal keyakinan KPK atas keterlibatan Anas di proyek Hambalang ini diungkapkan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. Menurut Bambang, KPK telah mendapatkan pengakuan dari anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Ignatius Mulyono, bahwa dia diperintah Anas ikut membereskan sertifikat tanah untuk proyek Hambalang. “Kan, sudah ada keterangan kalau Ignatius Mulyono disuruh Anas menyelesaikan sertifikat tanah untuk Hambalang,” kata Bambang.

Anas disebut-sebut telah menerima uang sekitar Rp 50 miliar dari proyek Hambalang. Uang diberikan PT Adhi Karya dan Wijaya Karya sebagai kompensasi atas upaya Anas yang juga telah ikut meloloskan kedua perusahaan konstruksi pelat merah itu menjadi pelaksana proyek. KPK saat ini tengah mengumpulkan bukti tentang aliran uang yang masuk ke kantong Anas.

KPK juga sedang mencari bukti aliran dana ke rekening Anas. Uang Rp 50 miliar disinyalir digunakan Anas untuk membiayai pemenangan dirinya sebagai calon ketua umum pada kongres Partai Demokrat di Bandung tahun 2010 lalu. Untuk membuktikan hal ini maka tidak menutup kemungkinan KPK akan mengorek informasi dari Angelina Sondakh (Angie). Angie merupakan sekretaris pemenangan Anas menjadi Ketua Umum Demokrat di Bandung. Seperti dikutip Rakyat Merdeka.

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M. Nazaruddin, menyebut dirinya dan Angie menjadi tim sukses Anas. Angie bahkan ikut memasukkan uang ke amplop sebelum diberikan ke ketua DPC-DPC agar mau memilih Anas. Jadi besar kemungkinan Angie tahu sumber uang tersebut.

Nazaruddin mengatakan, Ssekitar Januari 2010, Nazaruddin, Anas, dan Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Demokrat Ignatius Mulyono, mengadakan pertemuan dengan Ketua BPN Joyo Winoto di Restoran Nippon Kan Jakarta untuk membicarakan sertifikat Hambalang. Dalam pertemuan Anas meminta pada Joyo supaya sertifikat bisa dikeluarkan.

Tak lama setelah pertemuan tersebut BPN kemudian mengeluarkan sertifikatnya. Namun, berbeda dengan pengakuan sumber itu, Nazaruddin menyebutkan bahwa sertifikat tanah diserahkan kepada Anas oleh Ignatius. Anas kemudian menyerahkanm kepada kawan dekatnya, Mahfud Suroso. Dari Mahfud sertifikat diberikan kepada Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga Wafid Muharram. “Tidak semua omongan Nazar benar, tapi juga tidak semuanya salah,” kata sumber lagi.

KPK kemudian menelisik bagaimana akhirnya Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengeluarkan sertifikat tanah tersebut. Peran Ignatius muncul pertama kali dalam berita acara pemeriksaan (BAP) KPK terhadap mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Dalam BAP, Nazaruddin mengungkapkan, karena berada di Komisi II DPR, Ignatius diminta bertemu Kepala BPN Joyo Winoto.

Salah satu mitra kerja Komisi II DPR memang BPN. Masih menurut Nazaruddin, sebelumnya dia ditanya Anas siapa yang bisa membereskan masalah sertifikasi tanah untuk proyek Hambalang. Nazaruddin yang saat itu masih menjabat sebagai bendahara umum partai dan Fraksi Partai Demokrat di DPR pun menyodorkan nama Ignatius kepada Anas.

Nazaruddin juga menuding ada uang yang mengalir dari PT Adhi Karya kepada Anas, yang digunakan untuk pemenangan pemilihan ketua umum partai dalam Kongres Partai Demokrat di Bandung.

Seperti diketahui terdakwa kasus suap Wisma Atlet, M Nazaruddin berkali-kali menyebut adanya penyelewengan dalam kasus Hambalang. Nama Anas juga berkali-kali diseret-seret dalam kasus tersebut. Menurut Nazar, pengaturan proyek Hambalang sudah dilakukan sejak penyusunan anggaran di DPR RI.

Dalam proses penyelidikan, KPK juga sudah meminta keterangan lebih dari 50 saksi termasuk Kepala BPN Joyo Winoto, anggota Komisi II DPR Ignatius Moelyono dan istri Anas Urbaningrum, Atthiyah Laila.

Sementara itu, Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman menegaskan bahwa bila status Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menjadi tersangka, maka Anas tidak bisa lagi duduk di kursi kepengurusan partai. Demokrat mengaku terganggu dengan kasus-kasus yang terus mendera.

“Sikap kami jelas bahwa siapa pun pengurus apakah di departemen, pengurus harian, termasuk Ketua Umum apabila jadi tersangka maka otomatis berhenti sebagai pengurus,” kata Hayono Isman di gedung DPR, Jakarta, kemarin 07/05/2012.

Menurut Hayono, tidak perlu digelar Kongres Luar Biasa bila kasus ini menyeret Anas Urbaningrum menjadi tersangka. Karena Demokrat memiliki struktur untuk mengurus soal itu yakni di Majelis Tinggi. [KbrNet/RMOL/Slm]

6 Tanggapan to “KPK: Anas Urbaningrum Terlibat Korupsi Hambalang!”

  1. CECEP said

    PD adalah wahana pengkaderan politikus busuk & peternakan koruptor paling produktif. Mengerikan sekali jika ini dibiarkan. Bangsa ini bisa terpuruk krn ulah penjajah yg berbaju politisi.

    Ternyata politikus busuk lebih kejam dari kaum penjajah. Agar bisa kaya, bangsa belanda menjajah negri lain. Tapi politikus busuk tega menjajah bangsanya sendiri demi memperoleh kekayaan. Ckckck memalukan & mengerikan

  2. Doni said

    siapin tali buat digantung di monas…

    nazar nya anas tuch…musti dijalankan klo terbukti..

  3. berantas semua pak.. supaya bersih

  4. Anonymous said

    mantap…

  5. Anonymous said

    _tak d sangka ,,,

  6. mampos ayo anas buktikan omonganmu gantung dimonas. Kemaren juga di iklan anti korupsinya selengekan teriak “tidak!”. Nyatanya? “Tidak salah lagi”. cuihhh penipu kalian semua

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.173 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: