KabarNet.in

Aktual Tajam

Ada Upaya Legalkan Kawin Sesama Jenis Kelamin

Posted by KabarNet pada 11/04/2012

Bandung – Kabarnet: Kegigihan upaya kelompok pro maksiat dan pro aliran sesat penggiat paham Sekularisme-Pluralisme-Liberalisme (SEPILIS) dalam meracuni pemikiran umat manusia, khususnya umat Islam, memang patut diacungi jempol, meski segala daya upaya mereka selalu gagal. Dengan berlindung dibalik kedok jargon ‘hak asasi manusia’ (HAM) kelompok ini kembali berulah, kali ini melalui suatu gerakan yang menuntut agar pemerintah Indonesia melegalkan perkawinan antar sesama jenis kelamin, yakni lelaki kawin dengan lelaki, dan perempuan kawin dengan perempuan. Sinyalemen itu diungkapkan oleh Menteri Agama, Suryadharma Ali, di Bandung, Selasa (10/4/2012).

Menteri Agama, Suryadharma Ali, yang juga Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengungkapkan hal tersebut saat berada di Bandung. Menurutnya, ada sejumlah pihak yang menuntut perubahan Undang-Undang Perkawinan, salah satu tuntutannya agar perkawinan antar sesama jenis kelamin dilegalkan oleh Pemerintah Indonesia dengan kedudukan hukum setara dengan legalitas perkawinan normal antara lelaki dan perempuan.  ”Saat ini ada keinginan untuk merubah Undang-Undang Perkawinan, baik oleh Komnas Perempuan atau lembaga-lembaga lain, termasuk oleh para kaum gay, homoseksual, maupun lesbian” tutur Suryadharma saat mengisi acara penutup Musyawarah Kerja Wilayah DPW PPP Jawa Barat, di Bandung.

Selanjutnya Suryadharma mengatakan, kelompok penuntut perubahan tersebut menilai bahwa selama ini  Undang-Undang Perkawinan bernuansa diskriminatif, karena hanya  mengatur tentang pernikahan antara laki-laki dan perempuan. “Mereka menganggap itu diskriminatif karena hanya mewadahi pernikahan bagi laki-laki dan perempuan. Itu yang ingin mereka perjuangkan,” tandasnya.

Namun Suryadharma menolak menjelaskan secara detail nama kelompok/organisasi mana yang dimaksudkannya. Ia hanya mengatakan, indikasi gerakan tersebut telah disampaikannya kepada para alim ulama yang ia kunjungi dalam safari ke sejumlah pondok pesantren. Tujuan safari tersebut, menurutnya,  untuk menyamakan persepsi tentang masalah perkawinan antar sesama jenis kelamin.

Lebih lanjut lagi Suryadharma menjelaskan, kelompok penuntut legalitas perkawinan sesama jenis tersebut beranggapan bahwa substansi Undang-Undang Perkawinan yang berlaku saat ini telah menghalangi hak asasi mereka untuk kawin dengan sesama jenis kelamin. ”Sekarang, apakah kita cukup menjaga umat di pondok pesantren? Kita cukup menjaga umat di majelis ta’lim? Kemudian apa yang sedang berkecamuk dalam pergulatan politik di dalam pembentukan hukum yang mengatur tata kehidupan berbangsa, bermasyarakat, termasuk tata kehidupan beragama, kita akan biarkan? Apa seperti itu?” kata Suryadharma dalam uraiannya.

Undang-Undang Perkawinan, tegas Suryadharma, memang sengaja dibuat ”bernafaskan Islam”. Untuk itu, lanjutnya, dibutuhkan kekuatan politik untuk menjaga undang-undang tersebut dari pandangan hukum semacam itu.

Selain masalah gugatan agar melegalkan perkawinan antar sesama jenis kelamin, Suryadharma menambahkan, bahwa Undang-Undang Perkawinan juga dipermasalahkan setelah penyanyi dangdut Machica Mochtar mengajukan gugatan Judicial Review ke Mahkamah Konstitusi terkait hak perdata anak hasil pernikahan sirinya dengan mendiang mantan Menteri Sekretaris Negara Moerdiono. ”Mahkamah Konstitusi mengabulkan,” ujarnya.

Namun, lanjut Suryadharma, apa yang diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi jauh melebihi dari apa yang diminta oleh penggugat. Machicha, kata Suryadharma, dalam gugatannya hanya meminta sebatas hak perdata anaknya yang dihasilkan dari pernikahan siri. ”Kawin siri tidak mengurangi sedikitpun rukun perkawinan, kekurangannya hanya tidak dicatat. Pencatatan itu tidak masuk rukun nikah, masalah administrasi belaka,” ujarnya. Namun Mahkamah Agung malah melangkah lebih dari itu, bahkan “anak haram” hasil perzinahan pun diakui hak perdatanya dan disamakan dengan hak anak yang lahir dari pernikahan sirri (pernikahan sah sesuai syariat Islam namun tak didaftarkan di KUA) yang pada hakikatnya sah menurut syariat Islam.

Meski Menteri Agama, Suryadharma Ali, belum bersedia mengungkapkan secara jelas nama kelompok/organisasi yang sedang mengajukan tuntutan kepada Pemerintah RI agar melegalkan perkawinan antar sesama jenis kelamin, namun mudah ditebak bahwa kelompok yang dimaksud beliau adalah para penggiat paham SEPILIS (sekularisme-pluralisme-liberalisme) beserta kroni-kroni mereka sesama kelompok pro maksiat dan pro aliran sesat. Rakyat Indonesia, khususnya umat Islam, tidak memerlukan kecerdasan berlebih untuk memahami siapa kelompok yang dimaksud oleh Menteri Agama. Cukup ditelusuri rekam jejak sepak terjang mereka selama ini saja sudah bisa ditebak dengan mudah. [KbrNet/adl]

13 Tanggapan to “Ada Upaya Legalkan Kawin Sesama Jenis Kelamin”

  1. bramsonata said

    Dinegara yg jelas-jelas sekuler seperti di Indonesia–saat ini– umat Islam yg berpegang teguh dengan
    keimanan Islam, untuk sementara harus bersabar melihat kenyataan fenomena perkawinan sejenis.
    yg sangat diharamkan oleh agama Islam.
    Yg jelas secara pribadi saya selaku muslim, saya harus menyiapkan diri sebaik mungkin tibanya hari
    kiamat yg datangnya bisa tiba-tiba.

  2. Anonymous said

    binatang aja ga mau kawin sesama jenis

  3. zack said

    Bener2 KEREEN!! Supaya keliatan lebih gagah dari binatang yang tidak mau kawin sesama jenis

  4. kiamat memang sudah semakin bertambah dekat…..

  5. surya said

    monyet aja g mau kawin sama sejenis, memang dunia ini sudah mangkin gila, pejabatnya aja sudah pada gila, kiamat sudah didepan mata, puasilah wahai manusia-manusia gila.

  6. Wanda said

    ichhhh… baru ngebayangin aja udah jijay gue.
    Binatang aja ga bakalan ada yg mau dikawinin sama yg sesama jenis.
    huuueeeekkk… muntah dot com.

  7. Sang Kata said

    Itulah gunanya agama, untuk membedakan. Jangan hanya mengandalkan otak. Selangkah lagi menuju legalisasi perkawinan sesama makhluk, antara manusia dengan hewan, antara orang dengan binatang. Antara manusia dengan setan.

  8. nurdin said

    klo di legalkan kawin sesama jenis,di legalkan juga sekalian kawin antara manusia dan syetan

  9. Cool Man said

    @Nurdin
    sekalian Din…dilegalkan kawin sama binatang…biar rame!!! .dasar ndablek!

  10. adi said

    ASU wae ora gelem kawin yen padha lanange utawa padha wedoke. Dadi yen ngono drajate sangisore ASU

  11. Anonymous said

    sudahlah
    kita sbg sesama manusia cm bs saling mengingatkan saja
    kalu diingtkan sdh tdk bsa ya udah itu bkal jdi ursan mreka sndri dgn Tuhan
    dan 1 hal yg penting jgn jauhi mreka krn prbedaan trsbut

  12. hamba tunggal said

    Kalau memang begitu di sah kan saja sebab didlm nikah siri yg di beratkan perempuan dan merabat kepada anak dan cucu di dlm hal ini harta yg di tuntut nggk seimbang dgn gairah sexs yg diberikan sang istri,sedangkan nikah sesama jenis hanya sekedar kapan mau setelah itu selesai wallahbissawab

  13. hamba tunggal said

    Betul firman allah dia maha misteri sedangkan manusia maha munafik dan karena kemunafkan itu akan membawanya kepada perpecahan antar
    keturunannya dan perseteruan tanpa batas yg membedakan derajad manusia disisinya ialah ketakwaan nya kepadan ya

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.080 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: