KabarNet.in

Aktual Tajam

Injil Kuno Kabarkan Kedatangan Nabi Muhammad SAW

Posted by KabarNet pada 28/02/2012

Ankara – Pemerintah Turki telah mengkonfimasi sebuah injil kuno yang diprediksi berusia 1500 tahun. Injil kuno tersebut ternyata memprediksi kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai penerus risalah Isa (Yesus) di bumi.

Bahkan Alkitab rahasia ini memicu minat yang serius dari Vatikan. Paus Benediktus XVI mengaku ingin melihat buku 1.500 tahun lalu. Sebagian orang memprediksi Injil ini adalah Injil Barnabas, yang telah disembunyikan oleh Turki selama 12 tahun terakhir.

Menurut mailonline, injil yang ditulis tangan dengan tinta emas itu menggunakan bahasa Aramik. Inilah bahasa yang dipercayai digunakan Yesus sehari-hari. Dan di dalam injil ini dijelaskan ajaran asli Yesus serta prediksi kedatangan penerus kenabian setelah Yesus.

Injil kuno berusia 1.500 tahun ini bersampu kulit hewan, ditemukan polisi Turki selama operasi anti penyeludupan di tahun 2000 lalu. Alkitab kuno ini sekarang di simpan di Museum Etnografi di Ankara, Turki.

Sebuah fotokopi satu halaman dari naskah kuno tulisan tangan Injil ini dihargai 1,5 juta poundsterling. Menteri Budaya dan Pariwisata Turki, Ertugrul Gunay mengatakan, buku tersebut bisa menjadi versi asli dari Injil. Dan sempat tersingkir akibat penindasan keyakinan Gereja Kristen yang menganggap pandangan sesat kitab yang memprediksi kedatangan penerus Yesus.

Gunay juga mengatakan Vatikan telah membuat permintaan resmi untuk melihat kitab dari teks yang kontroversial menurut keyakinan Kristen ini. Kitab ini berada diluar pandangan iman Kristen sesuai Alkitab Injil lain seperti Markus, Matius, Lukas dan Yohanes.

Source: dailymail.co.uk/namakuddn.wordpress

146 Tanggapan to “Injil Kuno Kabarkan Kedatangan Nabi Muhammad SAW”

  1. kimochi said

    @Logika,

    APAKAH ANDA DAN REKAN SEIMAN ANDA SEBAGAI UMAT KRISTIANI SAUDARA KIMOCHI KEBERATAN SEANDAINYA SURITAULADAN KAMI SEBAGAI UMAT ISLAM, YAKNI NABI MUHAMMAD SAW MEMANG TERNUBUATKAN DALAM KITAB-2 SUCI ILAHI SEBELUM AL-QURAN, BAIK DZABUR, TAURAT DAN INJIL ?

    Loh, bukannya selama ini kita sedang membahas tentang itu? Salah satunya yang sedang kita bahas kan ayat di Hagai 2:7 kan?

    JIKA KEBERATAN, JELASKAN APA YANG MENJADIKAN KEBERATAN ANDA SEBAGAI UMAT KRISTIANI ?

    Keberatan tentang apa? Keberatan membicarakan/berdiskusi tentang klaim anda di Hagai 2:7? Tentu tidak. Karena selama ini kita sudah berdiskusi tentang itu kan?

    Keberatan bahwa disebut bahwa Alkitab menubuatkan tentang kedatangan nabi Muhammad? Tentu saja.
    Alasannya? Karena memang Alkitab tidak pernah menubuatkan kedatangan nabi Muhammad.
    Dasar2 yang anda gunakan dalam menjustifikasi klaim itu sudah saya bantah kok sebagian di komen2 sebelumnya.
    Salah satunya adalah klaim anda yang mengatakan “…mengacu pada struktur konsonan yang sama” dan klaim tafsiran anda mengenai “rumah” di Hagai 2:7.
    Anda belum menanggapi kan komen saya mengenai hal itu? Atau anda lupa?
    Saya belum lupa loh….

    SEBAGAI UMAT KRISTEN, BAGAIMANAKAH PANDANGAN ANDA TENTANG KETUHANAN ? MENURUT ANDA, APAKAH TUHAN SELURUH UMAT MANUSIA SAMA ATAU TIDAK ?

    Kok lagi2 anda membawa ke soal keyakinan? Kita kan sedang berbicara tentang bukti, fakta2 yang ada yang bisa mendukung tafsiran anda mengenai Hagai 2:7, bukan bagaimana persepsi/keyakinan masing2?
    Lebih baik anda tanggapi dulu bukti2 yang saya ajukan dalam komen2 saya sebelumnya. Anda kan belum menanggapi (membenarkan/menyalahkan) argumen saya, kok ini udah nanya ke soal lain?

    Soal pertanyaan anda, apakah benar saya cuma berlogika sepihak, yakni hanya mengakui segala hal termasuk isi Al-kitab yang tidak bertentangan dengan Al-Quran ?

    Maka DENGAN TEGAS AKAN SAYA JAWAB ” YA !”
    Mengapa ?
    Karena sejauh yang saya ketahui tentang kitab suci Al-Quran yang saya imani sebagai pedoman hidup selama ini hingga akhir hayat, Al-Quran berisikan petunjuk-2 yang :
    1. Logis
    2. Tidak bertentangan
    3. Realistis.
    4. Relevan dengan segala hal.
    5. Jelas dan tidak membingungkan.
    6. Ilmiah (bisa dibuktikan)
    7. Penuh kebenaran dan tidak mengandung kesalahan.
    8. Lengkap sebagai isyarat kehidupan.
    9. Merupakan Kalimatullah (kalimat langsung Allah SWT)

    Berarti benar dugaan saya, anda akan mempercayai saja jika saya menulis sebuah tulisan hoax asalkan tulisan itu “paling sedikit pertentangannya dengan Al Quran
    Jadi jangan heran kalau dengan dasar logika seperti ini, anda hanya akan jatuh ke dalam tipuan2 lain.
    Toh yang penting tipuan tersebut “paling sedikit pertentangannya dengan Al Quran” kan?

    Tapi jika anda merasa tidak adil, akrena menganggap seolah-2 saya menutup mata dengan berbagai bukti yang anda ajukan, maka saya akan katakan bahwa bukan type saya juga yang suka mengabaikan bukti apapun untuk mendukung suatu argumen, namun sejauh bukti tersebut RELEVAN DAN LOGIS

    Anda mengatakan kata “chemdat (חֶמְדַּ֣ת)” dan AHMAD terdiri dari “struktur konsonan yang sama”, anda bilang itu relevan dan logis?
    Yang satu terdiri dari 4 huruf dan satu lagi dari 3 huruf, itu logis? relevan?
    Kata “chemdat (חֶמְדַּ֣ת)” berdasarkan konteks kalimatnya menunjukkan sesuatu yang berharga, tapi anda bilang menunjuk nama seorang pria Arab, itu logis? relevan?

    Salam

  2. kimochi said

    @Logika,

    Terima kasih banyak sudah berusaha menanggapi argumen2 saya sebelumnya.

    Jika saya berpandangan bahwa huruf HMD pada kata :

    – Ibrani = HiMaDa -> (HMD)
    – Yahudi = HiMDath atau HiMDahi atau HiMDa -> (HMD)
    – Arabic = aHMaD -> (HMD)

    itu mengabaikan huruf t, itu semata karena antara t, th dan d seringkali dibunyikan sama oleh logat-2 tertentu.

    Contoh konsonan akhir t, th dan d pada kata :
    – Butet ……
    – Buteth …..
    – Buted ……

    Maaf sdr. Logika, terus terang saya agak geli membaca argumen anda ini.
    Anda sadar kan kalau anda sedang berusaha menerjemahkan bahasa asing, khususnya bahasa Ibrani?
    Dalam bahasa Ibrani, setiap penambahan huruf itu akan membuat artinya berbeda pula. Tidak ada namanya dalam bahasa Ibrani, jika D diakhiri huruf TH akan dibaca “…DTH”, lalu dengan begitu huruf THnya bisa dihilangkan.
    Pasti akan ada vokal yang muncul dalam pengucapannya, misalnya “…DaTH”, dan ini akan sangat mempengaruhi artinya, jika huruf THnya dihilangkan misalnya.

    Seperti yang saya bilang sebelumnya, dalam memahami suatu tulisan berbahasa asing, apalagi tulisan kuno, kita harus memahami dulu latar belakang bagaimana bahasa itu dapat dipahami oleh bangsa yang bersangkutan. Bukannya dengan sembarangan main tebak begitu aja.

    Inilah menurut saya yang terpenting untuk kita jawab dalam Hagai 2:7. Jadi bukanlah masalah feminin atau maskulinnya, karena soal itu sangat dipengaruhi oleh cara pengucapan atau logat berbagai bangsa yang berbeda-beda.

    “…bangsa yang berbeda-beda”?
    Berbeda-beda mana? Sekali lagi anda sadar kan kalo anda sedang berbicara tentang bahasa Ibrani? Jadi kita selama ini kan sedang membahas tentang Hagai 2:7 dalam bahasa Ibrani kan?

    Kata “chemdat (חֶמְדַּ֣ת)” itu berasal dari bahasa Ibrani, dan dalam bahasa Ibrani, kata itu menunjukkan gender feminin. jadi bukan berdasarkan cara pengucapan atau logat bahasa2 lain. Saya ulangi lagi, dalam bahasa Ibrani sendiri faktanya adalah “chemdat (חֶמְדַּ֣ת)” itu menunjukkan sifat feminin.

    Nah, jika kita kaitkan dengan bagian kalimat berikutnya dimana terdapat kata HIMADA, maka HIMADA di sini menurut saya sebagai Non Kristiani menjadi relevan (nyambung) jika bermakna SEBAGAI KATA SIFAT, yakni sifat dari sipemilik sifat (seharusnya sifat dari seseorang)

    Anda mengatakan karena HIMADA adalah kata sifat, berarti menunjukkan ke seseorang yang memiliki sifat?
    Sdr. Logika, “kata sifat” itu berbeda dengan “sifat (manusia)”. Kata sifat tidak selalu menunjukkan ke seseorang, tapi juga benda, binatang, dll.
    Contoh :
    Barang2 yang berharga itu dicuri dari rumahnya.

    Kata “berharga” di atas adalah kata sifat tapi tidak menunjukkan ke satu hal yang berbentuk manusia kan?
    Aduh, masak sih saya harus mengajarkan bahasa Indonesia juga….

    Karena kembali, menurut isyarat yang tertangkap dari bagian kalimat sebelumnya, maka rumah di sini bermakna sebagai simbol dari sesuatu yang lebih besar SEPERTI DUNIA ATAU ALAM SEMESTA CIPTAAN TUHAN

    Daripada anda mencoba mencocok2an dan menjelaskan panjang2, lebih baik lihat dulu deh konteks ayatnya.
    Baca pasal pertama dan akhir pasal kedua dari kitab Hagai ini, supaya anda bisa membayangkan, apa “rumah Tuhan” itu.

    Hagai 1:2
    “Beginilah firman TUHAN semesta alam: Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah TUHAN!”

    Hagai 1:4
    “Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan?

    Hagai 1:8,9
    Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN.
    Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri.

    Hagai 1:14
    TUHAN menggerakkan semangat Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan semangat Yosua bin Yozadak, imam besar, dan semangat selebihnya dari bangsa itu, maka datanglah mereka, lalu melakukan pekerjaan pembangunan rumah TUHAN semesta alam, Allah mereka,

    Hagai 2:15
    “Maka sekarang, perhatikanlah mulai dari hari ini dan selanjutnya! Sebelum ditaruh orang batu demi batu untuk pembangunan bait TUHAN,

    Hagai 2:18
    Perhatikanlah mulai dari hari ini dan selanjutnya–mulai dari hari yang kedua puluh empat bulan kesembilan. Mulai dari hari diletakkannya dasar bait TUHAN perhatikanlah

    Gimana, masih berpikir kalo “rumah” itu berarti “dunia” atau “alam semesta”?

    Itulah makanya berkali-kali saya bilang, jangan mencomot ayat2 begitu saja dan melepaskannya dari konteks ayat2 lain yang berhubungan, apalagi sampai mencatut huruf segala.
    Hasilnya akan menjadi seperti anda ini, yang mulai mengarang bebas….

  3. parhobass said

    @Logika
    saya kira argument saudara tentang kata CH-M-D-T tidak kuat, jadi saya anggap selesai, perkara saudara tetap mempertahankan itu, itu hak saudara, yang pasti apa yang benar sudah diutarakan oleh kimochi atau saya sendiri..

    saya tertarik dengan pernyataan saudara yang ini:

    Maka DENGAN TEGAS AKAN SAYA JAWAB ” YA !”
    Mengapa ?
    Karena sejauh yang saya ketahui tentang kitab suci Al-Quran yang saya imani sebagai pedoman hidup selama ini hingga akhir hayat, Al-Quran berisikan petunjuk-2 yang :
    1. Logis
    2. Tidak bertentangan
    3. Realistis.
    4. Relevan dengan segala hal.
    5. Jelas dan tidak membingungkan.
    6. Ilmiah (bisa dibuktikan)
    7. Penuh kebenaran dan tidak mengandung kesalahan.
    8. Lengkap sebagai isyarat kehidupan.
    9. Merupakan Kalimatullah (kalimat langsung Allah SWT)

    Bagi kami, orang yang percaya TUHAN, pondasi 9 point di atas tidak baik dan tidak relevan dan tidak bagus dan berbahaya.
    Mungkin menurut saudara itu bagus, tidak apa-apa, tetapi di dalam kepercayaan kami tidak demikian, yang menjadi pondasi dari segala kebenaran adalah ALLAH, jadi karena Alkitab adalah berasal dari ALLAH-lah maka kami percaya kepada ALKITAB, bukan karena seperti alasan di atas…
    Kenapa begitu?
    1. Karena apa yang ada di dunia ini akan berlalu, termasuk segala pengetahuan, nah kalau kita landaskan kebenaran berdasar kepada sesuatu yang berlalu, itu sama saja kebenaran kita itu hanya akan bertahan sampai titik tertentu, tidak kekal,…
    nah karena ALKITAB itu landasannya ALLAH, dan ALLAH adalah KEKAL, maka kebenaran yang diucapkanNYA juga akan KEKAL, maka kebenaran di ALKITAB pasti benar…
    2. Ada hal-hal yang sangat tidak dapat kita nalar di dalam Kebenaran ALLAH, contoh, bagaimana mungkin seorang perawan macam Maria bisa mengandung?,… bagi saya yang normal ini, itu suatu hal yang tidak dapat dibuktikan secara ilmiah, tidak masuk akal,.. tetapi apa yang mustahil bagi manusia mustahil ngga bagi TUHAN?

    Jika didasarkan terhadap 9 point di atas, maka saudara pada bahaya yang besar.

    contoh dan pertanyaan saya kepada saudara,..
    1. Jika AQ lengkap sebagai syarat kehidupan lalu bagaimana posisi Hadits?
    2. Dalam terjemahan AQ banyak kita temui tanda2 kurung untuk menjelaskan apa yang dimaksud, menurut saudara kenapa bisa begitu?

    Salam
    Note:
    kalau kita cari perihal Haggai 2:7-9, maka akan mudah ditemui dimana-mana, dan umumnya di blog2 saudara-saudara muslim, artinya pembahasan ini umum, laris manis, dan menyebar dari sumber-sumber ke sumber-sumber yang lain dan ke orang-orang lain yang kopi paste saja,… jadi itu menjadi jaringan.. tetapi apakah jawaban atau analisa macam apa yang kami ucapkan di sini bisa laris manis? sepertinya tidak, karena apa? saya kira saudara bisa menganalisa sendiri dengan Logika saudara. Sekarang saudara sudah mengetahui jawabannya, argumentnya, akan menjadi tanggung jawab saudara untuk mengikut sertakan analisa kami dalam analisa2 saudara dimana-mana nanti tanpa mempertahankan apa2 yang dahulu saudara pahami, saya harap saudara rela dan mau. Saya harap saudara mengerti apa yang saya maksud.

  4. dessyLOGIKA said

    @Parhobas,

    Baiklah saya hargai pendapat dan argumentasi anda sebagai umat Kristiani. Memang sudah sepantasnya jika anda berusaha untuk mempertahankan argumentasi anda tentang segala hal yang ada dalam kitab Injil anda. Soal keyakinan akan kebenarannya ya, kita serahkan kepada Yang Maha Kuasa. Di point komen ini saya juga bermaksud untuk mengakhiri diskusi mengenai Hagai 2:7 ini. Namun jika ada hal-2 lain yang akan didiskusikan terkait materi di atas atau di luar materi ini saya menyarankan agar kita menuju Blog religi I, II atau III situs Kobarnet ini.

  5. parhobass said

    @DessyLOGIKA

    Mengenai Haggai 2:7-9 itu begini, bukan karena saya Kristiani maka saya berjuang untuk mempertahankan sesuatu, bukan.
    Melainkan mendudukkan makna/posisi kata CH-M-D-T pada tempat sebenarnya.
    Karena Haggai 2:7-9 pun akan digunakan oleh Agama Yahudi, dan penjelasannyapun paling tidak akan sama..
    Jadi diskusi itu hanya diskusi kata, bukan iman.

    Tetapi menjadi diskusi iman dari topik yang sama tetap merembet kemana2.., karena ada diskusi lanjutan di sana, dan saya melakuakn survey kecil2lan ternyata diskusi tentang kata CH-M-D-T ini telah meluas kemana2 dan digunakan untuk menyokong iman tertentu…

    Avatar Bendera RI berkibar di blog ini indah, seindah kalau kita saling sehat dalam berdialog, sehat berdialog tidak musti tidak berkata apa adanya, cuman kita harus cerdas saya kira…

    salam dan terimakasih

  6. LOGIKA said

    @Parhobas,

    Pertama, akan saya sampaikan bahwa karena pada komen lalu saya menyampaikannya melalui PC teman saya dan saya lupa menghapus nicknamnya, maka nickname yang keluar menjadi ‘DessyLOGIKA’. Jadi maaf nickname saya tetap LOGIKA.

    Kedua, sehubungan anda (PARHOBAS) berkomentar seperti di bawah ini :

    Ketika anda bertanya bagaimana POSISI HADIST, maka akan saya jawab sesuai keimanan saya bahwa posisi hadist Nabi terhadap kitab suci Al-Quran adalah sama-sama berasal dari Ilahi. Cuma bedanya jika Hadist disampaikan dengan susunan kalimat Nabi Muhammad SAW, sedangkan Al-Quran merupakan susunan kalimat Allah SWT (Kalimatullah). Jadi kitab suci Al-Quran itu disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW kepada para pengikutnya SESUAI DENGAN BUNYI WAHYU YANG DITERIMANYA DARI ALLAH SWT. Artinya ketika Allah SWT memberikan wahyu yang berbunyi ‘A’ misalnya (dengan huruf A kapital), maka Nabi MUhammad SAW pun akan menyampaikan wahyu yang diterima kepada para pengikutnya saat itu dengan menggunakan huruf A kapital juga, jadi tidak menggunakan huruf ‘a’ kecil walau pun bunyi dan artinya sama, yakni huruf vocal A. Apalagi jika sampai menambahkan huruf lain diluar huruf A tersebut, maka hal itu berakibat mengurangi kesucian Kalimatullah dalam Al-Quran. Nah, untuk salah satu alasan ini pulalah, maka Al-Quran sejak disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW 1400 tahun yang lalu utamanya tetap ditulis dalam bahasa dan huruf Arab. Kalaupun ada tulisan lafadz yang ditulis dengan huruf kapital itu tak lain sekedar untuk membantu pengucapan orang yang masih belum fasih dalam mengucapkannya.

    Selain itu posisi hadist terhadap Al-Quran adalah memberikan penjelasan yang sifatnya lebih teknis dari apa yang sudah diisyaratkan dalam Al-Quran. Contohnya, mengenai persoalan KESAKSIAN NABI ISA AS sbb :

    Dalam Al-Quran surat An-Nisa ayat 159, Allah SWT berfirman :

    وَإِنمِّنْأَهْلِالْكِتَابِإِلاَّ لَيُؤْمِنَنَّبِهِ قَبْلَمَوْتِهِوَيَوْمَالْقِيَامَةِيَكُونُعَلَيْهِمْشَهِيدًا

    Arti :
    Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan DI HARI KIAMAT ISA ITU AKAN MENJADI SAKSI TERHADAP MEREKA

    KESIMPULAN :
    Nabi Isa AS atau Isa AL-Masih Ibnu Maryam akan bertemu dengan umatnya di dunia untuk memberitahukan suatu kebenaran pada hari kiamat.

    Maka soal kedatangan Nabi Isa AS atau Isa Al-Masih Ibnu Maryam ini dijelaskan lagi secara lebih rinci antara lain dalam HADIST-2 NABI sbb :

    Ibnu Katsir berkata :
    “Inilah yang termasyhur mengenai tempat turunnya Isa, yaitu di menara putih bagian timur Damsyiq. Dan dalam beberapa kitab saya baca beliau turun di menara putih sebelah timur masjid Jami’ Damsyiq, dan ini rupanya pendapat yang lebih terpelihara. Karena di Damsyiq tidak dikenal ada menara di bagian timur selain di sebelah Masjid Jami’ Umawi di Damsyiq sebelah timur. Inilah pendapat yang lebih sesuai karena beliau turun ketika sedang dibacakan iqamat untuk shalat, lalu imam kaum Muslimin berkata kepada beliau, “Wahai Ruh Allah, majulah untuk mengimami shalat.” Kemudian beliau menjawab, “Anda saja yang maju menjadi imam, karena iqamat tadi dibacakan untuk Anda.” Dan dalam satu riwayat dikatakan bahwa Isa berkata, “Sebagian Anda merupakan amir (pemimpin) bagi sebagian yang lain, sebagai penghormatan dari Allah untuk umat ini.

    KESIMPULAN :
    Isa Al-Masih Ibnu Maryam atau Nabi Isa AS akan diturunkan di suatu menara bercat putih di suatu tempat di sebelah Timur dari daerah yang disebut Damsyik pada malam hari menjelang pagi dan bergabung dengan umat Islam yang akan melaksanakan sholat subuh.

    Lalu anda juga bertanya, kenapa dalam terjemahan Al-Quran banyak terdapat tanda kurung ? Kata-2 dala tanda kurung dalam sejumlah terjemahan ayat-2 suci Al-Quran menunjukkan adanya penambahan, pengurangan atau pengubahan makna kata-2 dalam ayat suci tersebut, melainkan bermaksud untuk menegaskan
    maka sebenarnya yang tersirat dalam ayat suci tersebut. Intinya adalah menghindari biasa atau penyimpangan dalam penafsirannya. Contoh dalam surat An-Nisa ayat 159 di atas tertulis sbb :

    وَإِنمِّنْأَهْلِالْكِتَابِإِلاَّ لَيُؤْمِنَنَّبِهِ قَبْلَمَوْتِهِوَيَوْمَالْقِيَامَةِيَكُونُعَلَيْهِمْشَهِيدًا

    Arti :
    Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan DI HARI KIAMAT ISA ITU AKAN MENJADI SAKSI TERHADAP MEREKA.

    Kata Isa dalam tanda kurung di sini terlihat jelas BERSIFAT MENEGASKAN makna ‘NYA’ pada kata “KEPADANYA’ sebagai ISA AL-MASIH. Paham ? Jadi terlihat menghindari kesalahan dalam penafsiran, karena bisa saja karena ketidaktahuan pembaca atau ketidaklengkapan pembaca dalam membaca keseluruhan surat An-Nisa ini ia bisa saj menyimpulkan ‘NYA’ pada kata KEPADANYA ini sebagai bukan seorang bernama Isa Al-Masih Ibnu Maryam.

    Dan terakhir, anda menyebutkan bahwa soal pembahasan Hagai 2:7 terdapat di banyak blog muslim, menurut saya hal itu sangatlah logis mengingat :

    Pertama :
    Adanya keyakinan umat Islam bahwa Yang menciptakan alam semesta beserta isinya termasuk manusia cuma satu, yakni Allah SWT Yang bersifat MAHA ESA, Yang tidak beranak maupun diperanakan, serta Yang tiada sekutu apapun bagi-Nya.

    Kedua :
    Adanya keyakinan bahwa kitab suci Dzabur yang diturunkan kepada Nabi Daud AS, Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa AS, Injil yang diturunkan kepada Nabi Isa AS dan Al-Quran yang diturunkan kepada Nabi MUhammad SAW adalah berasal dari Allah SWT.

    Ketiga :
    Adanya keyakinan bahwa oleh karena berasal dari Allah SWT, maka antara Dzabur, Taurat, Injil dan Al-Quran sejatinya tidak saling bertentangan.

    Oleh karena adanya ketiga keyakinan di atas, maka umat Islam juga meyakini bahwa kemunculan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi akhir jaman telah ternubuatkan dalam kitab-2 suci Ilahi sebelum Al-Quran termasuk Injil. Nah, ketika mereka antara lain merasa menemukan isyarat atau tanda-2 itu dalam Hagai 2:7, tentu saja mereka akan sempat ramai membahasnya. Jadi jika diumpamakan, maka Hagai 2:7 ini tampak seperti tokoh sejati yang telah lama hilang dan dirindukan. Tentu saja para penggemarnya menjadi heboh dan ramai memperbincangkan, walaupun mungkin hanya sebatas menebalkan keimanan dan ketakwaan (kepasrahan diri) mereka kepada Allah SWT.

    Demikian adanya, jadi sama sekali tidak ada maksud buruk apapun, apalagi sampai bertujuan mengacak-2 atau merusak isi Al-Kitab segala. Jelas, cara-2 seperti itu bertentangan dengan isi Al-Quran dan hadist Nabi sendiri. Pada akhirnya Islam berprinsip “Lakum dinukum waliyadin.” Artinya : AGAMA ATAU KEYAKINANKU UNTUKKU DAN AGAMA ATAU KEYAKINANMU UNTUKMU.

    Damai selalu.

  7. LOGIKA said

    Baiklah tapi ada satu pertanyaan mendasar yang sampai gini hari tidak anda dan rekan anda jawab oleh dalam diskusi ini padahal sangat sangat relevan atau berhubungan dengan tema di atas, yakni apakah anda percaya bahwa semua manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa ?

    Terima kasih

  8. LOGIKA said

    @KImochi &Parhobas,

    Mengapa pertanyaan di atas saya pertanyakan pada anda ?

    Karena berhubungan dengan 4 kitab suci yang ada di dunia saat ini, yakni Dzabur, Taurat, Injil dan Al-Quran. (ingat materi diatas membahas salah satu temuan Injil kuno). Sedangkan disisi lain di dalam Al-Quran terdapat petunjuk untuk mengimani kitab-2 suci sebelumnya, yakjni Dzabur, Taurat dan Injil.

    Saya tunggu jawaban anda. Terima kasih.

  9. kimochi said

    @Logika,

    Baiklah tapi ada satu pertanyaan mendasar yang sampai gini hari tidak anda dan rekan anda jawab oleh dalam diskusi ini padahal sangat sangat relevan atau berhubungan dengan tema di atas, yakni apakah anda percaya bahwa semua manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa ?

    Kita kan sedang membahas Hagai 2:7 kan?
    Mana yang lebih relevan, pertanyaan seperti di atas, atau pembahasan mengenai bukti2 relevan yang mengungkap arti dari Hagai 2:7 dalam bahasa aslinya, yaitu Ibrani?

    Saya harap anda jangan berusaha mengalihkan topik lagi.
    Anda belum menanggapi komen saya di nomor 2 kan? Pendapat saya di situ benar atau tidak?
    Pertama2 anda sendiri yang menjelaskan panjang lebar tentang arti Hagai 2:7 menurut tafsir anda, bahkan sampai membawa bahasa Ibrani. Setelah digugat dengan argumen yang saya berikan, kok malah lari ke soal lain?

  10. parhobass said

    @Logika
    Pertama:
    A.
    Salah satu argument saudara yang mengatakan bahwa saudara melandaskan iman kepada Al Quran sebagai kebenaran adalah point 8

    8. Lengkap sebagai isyarat kehidupan.

    Sementara salah satu posisi hadits dalam Islam adalah “melengkapi” apa saja yang “kurang jelas” di Al Quran.
    (perhatikan tanda kutip saya, biar tidak terlalu panjang lebar diskusinya)

    Singkatnya hadits adalah laporan dari semua tingkah laku, perkataan dan ketetapan Muhammad, dan jika diterima maka itu menjadi Sunnah.
    Pertanyaan apakah semua yang sunnah ada di AQ?
    Sepengetahuan saya ada yang tidak ada, jadi kalau ada yang tidak ada, dan dianggap sunnah, berarti Hadits melengkapi AQ, berarti AQ tidak lengkap sebagai isyarat hidup..

    Sekali lagi, ini bukan diskusi iman, hanya diskusi pengetahuan ajaran masing2..

    B.
    Saudara berkata juga di nomor 5 sbb:

    5. Jelas dan tidak membingungkan.

    Pertanyaan saya adalah Indonesia mayoritas Islam, berlandaskan Al Quran.
    Apakah mayoritas Islam itu bisa menerjemahkan langsung Al Quran yang mereka baca?
    Dari sekian test pembacaan Al Quran oleh calon2 Bupati di beberap daerah membuktikan tidak semua bisa membaca AQ, tidak bisa membaca saja ada, apalagi yang tidak bisa mengartikan kata perkata bukan?
    jika demikian AQ tidak jelas bagi mereka.

    Katakanlah saudara mengerti bahasa Arab yang di AQ, saudara tentu mengerti peristiwa penambahan huruf ALIF bukan? untuk APA? yaitu supaya bisa dibaca dengan mudah, artinya sebelum Alif itu ditambahkan, AQ sangat susah dibaca meski seorang berlidah arab sekalipun, artinya apa? AQ tidak jelas kalau tidak diperjelas oleh ahlinya.

    Penemuan Manuscript AQ di Sanaa, telah membuktikan lain hal, yaitu justru manuscript itu diserahkan kepada seorang ahli di Jerman, bukan para pembaca AQ yang umumnya…
    Dan diindikasikan bahwa AQ itu tidak jelas sama sekali…

    Sekali lagi, ini bukan diskusi iman, hanya diskusi pengetahuan ajaran masing2..

    Kedua:

    Mengenai pertanyaan pencipta..

    Tidak perlu kitab suci pun dan tidak perlu agamapun, sebagai warga negara Indonesia saya bisa berkata bahwa segala sesuatu diciptakan oleh TUHAN YANG MAHA ESA (lihat Sila Pertama Pancasila)

    Salam

  11. LOGIKA said

    @Kimochi,

    Saya mengakui anda memiliki argumen untuk mendudukan huruf CH, M, D pada kata HIMADA dalam Hagai 2:7 dan hal tersebut saya hargai sebagai peserta diskusi terbuka ini. Setidaknya hal itu menjadi bantahan anda terhadap keyakinan saya yang memang berbeda dengan anda. Soal kebenaran, apakah Hagai 2:7 itu menubuatkan kedatangan Nabi Muhammad SAW atau tidak, saya sudah tekadkan dalam hati untuk menyerahkannya kepada Sang Maha Pencipta, yakni Allah SWT.

    Kemudian ketika saya bertanya lagi pada anda, apakah anda percaya bahwa semua manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa ? Itu bukanlah melarikan masalah pada topik lain, melainkan mengajukan pertanyaan baru yang saya anggap masih berhubungan dengan topik di atas, yakni seputar TEMUAN INJIL KUNO BERBAHASA ARAM yang kabarnya menubuatkan kedatangan Nabi Muhammad SAW. Kimochi, sejujurnya, keimanan saya sebagai umat Islam kepada junjunan saya Nabi MUhammad SAW SANGAT-SANGAT TIDAK TERGANTUNG PADA ADA TIDAKNYA NUBUATAN DALAM KITAB-2 SUCI ILAHI SEBELUMNYA TERMASUK INJIL. Jika pun ada isu mengenai hal itu semata cuma sekedar menambah keimanan saja. Jadi ketika anda membantah keyakinan dan argumentasi saya di blog ini tentu saja saya dapat menerima sebagai tambahan wawasan bagi saya bahwa umat Kristen seperti anda ternyata memiliki alasan dan argumen untuk membantahnya, khususnya yang terkait dengan bahasa Ibrani dalam Hagai 2:7.

    Wawasan keimanan yang mana ?

    Yakni yang terkait dengan keyakinan bahwa Dzabur, Taurat, Injil dan Al-Quran sejatinya berasal dari Tuhan Yang Maha Esa, yakni Allah SWT. Karena berasal dari Tuhan Yang Maha Esa, logisnya didalam keempat kitab suci ini tidak akan pernah ditemukan perbedaan untuk masalah yang sama, bukan begitu ? Sekali lagi, itu logisnya lho. Soal kenyataannya, ya begitulah pada akhirnya saya pribadi cuma bisa membaca dan merenungkan saja, kenapa harus ada “X” di Injil dan “Y” tapi di Al-Quran untuk masalah yang sama.

    Soal pertanyaan, mana PINTU MASUK umat Islam untuk mengimani kitab suci Injil antara lain sbb :

    Surat ASH-SHAAF ayat 6 :

    وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَابَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَا سِحْرٌ مُبِينٌ

    Artinya :
    Dan (ingatlah) ketika ISA IBNU MARYAM berkata: “HAI BANI ISRAIL ! Sesungguhnya AKU ADALAH UTUSAN ALLAH kepadamu, yang membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan MEMBERI KABAR GEMBIRA DENGAN SEORANG RASUL YANG AKAN DATANG SETELAHKU, YANG NAMANYA AHMAD (MUHAMMAD).” Namun ketika rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, “Ini adalah sihir yang nyata.”
    (Tafsir Indonesia – DEPAG)

    Surat AL-BAQARAH ayat 4 :

    والَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

    Artinya :
    dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan KITAB-KITAB YANG DITURUNKAN SEBELUMMU serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

    Surat AL-A’RAF ayat 157 :

    الذين يتبعون الرسول النبي الأمي الذي يجدونه مكتوبا عندهم في التوراة والإنجيل

    Artinya:
    (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi YANG (NAMANYA) MEREKA DAPATI TERTULIS DALAM TAURAT DAN INJIL yang ada di sisi mereka.

    Nah jelas bukan, umat Islam DIPERKENANKAN BAHKAN DIWAJIBKAN oleh Yang Maha Kuasa untuk mengimani dan menelaah kitab-2 suci-Nya sebelum Al-Quran, yakni Dzabur, Taurat dan Injil.

    Masalahnya, dengan banyaknya versi Injil, umat Islam yang akan mengimani juga menjadi bingung, Injil yang mana yang akan mereka imani. Apakah yang ditulis oleh Markus ? Mathius ? Lukas ? atau Yohanes ? Atau bahkan mungkin yang ditulis dalam Perjanjian Lama ? Atau Yang baru ?

    Bagi umat Islam yang terbiasa memiliki satu kitab suci, yakni Al-Quran yang kemudian rinciannya lebih dijelaskan dalam Hadist Nabi, fenomena banyaknya versi Injil ini telah mendorong penelaahan khusus sebelum juga diimani sebagaimana petunjuk Allah SWT dalam firman-2-Nya di atas. Patokannya, disamping bukti ya apalagi kalau bukan petunjuk-2 Allah SWT sendiri dalam kitab suci Al-Quran dan hadist Nabi.

    Pertanyaan logis,
    Mungkinkah umat Islam mengimani hal-2 yang tidak sejalan dengan Al-Quran ?

    Jawabanya tentu saja tidak mungkin, karena tidak logis jika Allah SWT memberikan petunjuk-2 yang saling bertentangan kepada hamba-2-Nya. Petunjuk Allah SWT sebagai Tuhan Yang Maha Esa pastilah ditujukan demi keselamatan dan kebaikan manusia sebagai hamba-2 ciptaan-Nya. Namun jika pada kenyataannya masih terdapat perbedaan juga, ya itulah makna diskusi ini sebenarnya. Makanya sejak awal saya sudah katakan bahwa diskusi seperti ini cuma akan berlangsung dengan baik manakala para pesertanya memang ingin menyandarkan diri pada kebenaran. Namun jika memang anda keberatan atau tidak bersedia menjawab pertanyaan di atas, maka itu hak anda. Terima kasih.

  12. parhobass said

    @Logika

    Mungkin baik kesannya jika saudara menghubung-hubungkan keimanan saudara dengan Kitab Suci agama lain, macam Alkitab.

    Contohnya:
    Menghubungkan nubuatan tentang Muhammad dari Alkitab.

    Duduk perkaranya begini:
    a. Jika saudara mengaminkan bahwa nubuatan di Alkitab itu benar, maka puncaknya adalah saudara harus mempercayai Alkitab itu.
    b. Apakah saudara bisa mempercayai Alkitab itu seluruhnya secara utuh?, sepertinya tidak, melainkan beberapa bagian dari Alkitab itu saja, yang kemungkinan dapat dikait2kan dengan keimanan saudara, maka saudara percayai sebagai benar, dan yang lainnya salah.
    c. Jika saudara pada posisi b di atas, maka timbul pertanyaan, bagaimana saudara tahu bahwa bagian yang ada hubungannya dengan iman saudara itu adalah benar, sementara bagian yang lain tidak benar?, jawabnya tentu dari teropong keimanan saudara, sementara keimanan saudara dengan keimanan yang lahir dari Alkitab itu sendiri sudah berbeda, jauh berbeda, lalu bagaimana saudara memaksa sesuatu yang berbeda menjadi sama dengan saudara?, tidak bisa bukan?, itu artinya saudara hanya mau memang sendiri, hipokrit.
    d. Lahirlah tuduhan yang lebih parah, yaitu Alkitab dikorupsi, bertentangan dan sebagainya. pertanyaannya adalah kaca mata saudara pakai? kan begitu toh…Karena kaca mata iman saudara saudara pakai untuk membaca ALKITAB maka terlihat jelas ada pertentangan, dan karena kelihatan bertentangan itulah jelas sekali bahwa iman saudara yang sebenarnya yang bertentangan dengan ALKITAB, bukan ALKITABnya yang bertentangan, melainkan iman saudara yang bertentangan dengan ALKITAB itu.

    Alkitab itu utuh, jadi kalau saudara mengimani 1 ayat di bagian ALKITAB, maka konsekuensinya adalah saudara harus mengimani bagian yang lainnya, meski bisa jadi itu tidak masuk akal kepada saudara.
    Maria mengandung YESUS tanpa hubungan biologis, kita mengimani itu meski itu suatu yang mustahil bagi manusia normal.

    Jadi letakkan posisi saudara, mengimani Al Quran atau Alkitab,
    kalau dicampur2, dan menghubung2kan, maka tidak menjadi suatu keanehan kalau negara kita ini tidak akan pernah ada toleransi beragama lagi, akan kacau, sok mau benar dan sok mau unggul…

    Salam;

  13. stonewoodz said

    @Logika,

    Sekali lagi saya tekankan, selama dalam diskusi tentang ayat Hagai 2:7 ini, saya tidak sedang mendiskusikan tentang keyakinan/persepsi kita masing2.
    Jadi terlepas apakah saya memiliki keyakinan yang berbeda dengan anda atau tidak.

    Saya bersama sdr.Parhobass selama ini hanya membeberkan bukti2 konkret/nyata yang ada, baik itu bukti dalam bentuk tulisan asli bahasa Ibrani, cara penerjemahan, ataupun cara pemahaman berdasarkan konteks kalimatnya.
    Bukti2 yang kami berikan itu bukan persepsi/keyakinan kami, tapi memang kenyataannya seperti itu (terdiri dari 4 konsonan, bersifat feminin, “rumah” bukanlah “alam semesta”, dll).

    Kenapa kami lakukan itu semua? Karena memang itulah seharusnya yang dilakukan, yaitu menelaah dari bukti2 yang ada, bukan cuma menjelaskan bagaimana keyakinan kami. Mengerti kan maksud saya?

    Dan anda sendirilah yang pertama kali menyodorkan tuduhan berdasarkan tafsir sendiri mengenai Hagai 2:7 ini.
    Kenapa setelah bukti2 yang kami berikan menunjukkan bahwa tuduhan anda tidak valid, lalu anda sekarang seolah lepas tangan dengan alasan menyerahkan pada keyakinan masing2?

    Sekali lagi saya tanya, terlepas dari keyakinan kita masing2, bagaimana pendapat anda tentang komen saya di nomor 2? Benar atau Salah? Atau ragu2?
    Kalau anda tidak bisa membantah argumen saya di atas, berarti anda menganggap (untuk sementara) argumen saya benar kan?

    Mengenai saya belum menjawab pertanyaan anda, saya memang sengaja menundanya dulu. Alasannya adalah agar topik bahasannya tidak melebar kemana-mana.
    Kalau saya menjawab, pasti anda akan meninggalkan topik sebelumnya dan membahas topik baru itu kan? Pasti dengan penjelasan yang panjang2, sehingga menutup topik bahasan sebelumnya.
    Sebab saya perhatikan anda punya kebiasaan yang kurang baik seperti itu.

    Lagipula, selama ini saya berdiskusi dengan mendasarkan keyakinan saya terhadap Alkitab yang notabene menceritakan bahwa manusia adalah ciptaan Allah.
    Untuk apa anda tanyakan lagi hal yang sudah jelas seperti “…apakah anda percaya bahwa semua manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa ?”
    Bukannya sudah jelas? Tentu saja saya percaya.

    Salam.

  14. stonewoodz said

    Maaf, nick stonewoodz = kimochi,

    karena entah kenapa, saya tidak bisa mengirim komen lagi dengan nama kimochi seperti biasa (tanpa log in)

  15. LOGIKA said

    Baiklah saudara Kimochi,

    Jika anda membutuhkan ketegasan jawaban saya mengenai penjelasan anda di point 2, saya akan jawab dengan menggunakan satu perbandingan pada anda. Bisakah anda jelaskan kenapa terjadi perbedaan sebutan nama Tuhan dalam Kristiani sbb :

    1. Eli
    2. Elia
    3. Elohim
    4. Elloy
    dst ?

    Apa bedanya dengan masalah :
    1. Himdath.
    2. Himda
    3. Himada.
    4. Ahmad
    dst

    Jika anda bisa menjelaskan hal ini pada saya, maka argumentasi anda cukup masuk akal.

  16. kimochi said

    Tuh kan, saya bilang juga apa….
    Bukannya membahas argumen saya sebelumnya, ini malah ngasih pertanyaan baru.

    Kalau anda ingin langsung menjelaskan, tolong jelaskan saja langsung, tanpa harus bertanya lagi ke saya tentang topik lain.
    Anda belum membantah argumen saya di komen nomor 2, kok sekarang meminta saya utk menjelaskan lagi tentang nama Allah? Itu kan topik yang sama sekali berbeda…

  17. parhobass said

    @Logika

    sebelum saudara kimochi menjawab, nanti mungkin beliau bisa menambahkan
    kata yang digunakan untuk sebutan Tuhan, menurut saudara sbb:

    1. Eli
    2. Elia
    3. Elohim
    4. Elloy

    Disinilah semakin jelas, adanya penambahan huruf tertentu akan menjadikan makna dan arti yang berbeda.
    dari 4 daftar saudara di atas, jelas dasarnya sebenarnya adalah Ibrani/Aramaic, yang kemudian ada nuansa Yunani, yang kemudian ada terjemahan Bahasa Indonesia..

    1. Eli
    asalnya dari El, artinya Allah,
    akhiran i (yod) adalah kata ganti kepemilikan pertama tunggal, dalam indonesia diterjemahkan -ku
    jadi EL-i= Allah-ku
    Jadi itu bukan kata sebutan buat Tuhan

    2. Elia
    asal kata Elia adalah Eliyah, EL-i-Yah
    EL-i, lihat penjelasan di nomor satu di atas
    Yah adalah YHWH, Yahweh, Yehova…
    Jadi arti kata Elia (Eliaya) adalah YHWH/Yahweh/Yehova adalah Allahku
    YHWH/Yahweh/Yehova, di Alkitab Bahasa Indonesia selalu disubsitusi menjadi TUHAN atau ALLAH dengan semua huruf capslock.
    Jadi Elia bukan sebutan buat Tuhan

    3. Elohim
    Kata dasarnya jelas EL, sementara ELOHIM adalah Plural form dari EL.
    Meski ELOHIM adalah plural form tetapi subjectnya selalu tunggal, selalu sama dengan EL.
    Tepat kata ini adalah sebutan buat Tuhan.

    4. Elloy..
    Saya sepertinya belum pernah menemukan kata ini, mungkin dapat ditelusuri pada kata ELOI, atau ELOHI.
    Jika ELOHI maka itu sama dengan ELOHIM, jika maksud saudara adalah Eloi, maka kata ini adalah serapan dari tulisan Yunani. Kita ketahui huruf H di ibrani tidak dapat ditransliterasikan ke Yunani, sehingga kata itu dihilangkan di Yunani, meski pengucapannya tetap sama. Jadi Eloi dan Elohi itu sama, ucapannya sama, penulisannya berbeda yang satu pengaruh Yunani, yang satunya Ibrani.

    Salam
    note:
    saya ulang sedikit uraian saudara:
    kata saudara sbb:

    – Ibrani = HiMaDa -> (HMD)
    – Yahudi = HiMDath atau HiMDahi atau HiMDa -> (HMD)
    – Arabic = aHMaD -> (HMD)

    katakanlah hurufnya tepat H-M-D dan bukan CH-M-D, dan katakanlah vokalnya i, dan a,
    maka
    Himada itu adalah feminim, tunggal dari himed
    Himdath itu bisa plural, bisa juga singular, tergantung konteks kalimat
    Himdahi itu adalalh kata konstruk dengan akhiran kata milik pertama tunggal dan feminim, jadi artinya [himdah]-ku, di sini ngga mungkin dewaku atau wartawanku (contoh segi gender), pasti dewiku, atau wartawatiku, karena female
    Himda = himada

    meski begitu yang tepat adalah bukan himada, melainkan chemdah untuk feminimnya
    dan kata dasarnya yang male adalah chemed (ch-m-d)
    dari asal kata inilah lahir kata chemdath atau chemdat (ch-m-d-t)

  18. parhobass said

    @kimochi

    Kayaknya memang cara2 itu sudah typical, hehehe lari ke topik lain sebelum suatu masalah selesai dengan tuntas..

  19. LOGIKA said

    @Kimochi,

    Lagipula, selama ini saya berdiskusi dengan mendasarkan keyakinan saya terhadap Alkitab yang notabene menceritakan bahwa manusia adalah ciptaan Allah.
    Untuk apa anda tanyakan lagi hal yang sudah jelas seperti “…apakah anda percaya bahwa semua manusia diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa ?”
    Bukannya sudah jelas? Tentu saja saya percaya

    ______

    Karena anda saya anggap sebagai teman diskusi lama yang baik dalam Dialog Religi (ingat ketika kita berdialog soal ASAL MULA TERJADINYA ALAM SEMESTA), maka akan saya ceritakan satu rahasia pada anda, mengapa saya suka sedikit menikung dalam berdiskusi sehingga tampak seolah-olah lari dari topik. Sebagai teman diskusi saya kira anda bisa memahami maksud dibalik itu. Sdr. Kimochi, jika tiba-tiba saya sempatkan menikung ke pertanyaan lain di luar yang sedang kita dialog atau diskusikan, itu semata karena pada posisi tersebut saya ingin mengendus sesuatu yang jauh lebih penting yang mendasari permasalahan yang sedang dibahas. Katakanlah soal kata HIMADA dalam Hagai 2:7. Sebetulnya bagi saya pribadi penjelasan anda soal HIMADA bukanlah yang terpenting dalam diskusi ini. Hal itu jelas anda sebagai seorang kristiani tentu jauh lebih memahami soal bahasa Ibrani ketimbang saya yang seorang yang seorang muslim. Dan kebalikannya mungkin saya lebih memahami bahasa Arab ketimbang anda yang seorang kristiani walaupun saya sama sekali tidak merasa lebih atau menyepelekan kemampuan anda soal bahasa Arab. Karena setah saya Dr. Snock Hgj. di jaman penjajahan Hindia Belanda pun mempelajari Islam hingga melebihi rata-2 orang Islam sendiri walaupun untuk tujuan yang tidak menguntungkan bagi Islam. Bagi saya yang terpenting dalam diskusi ini adalah jawaban dari pertanyaan yang sebetulnya saya ulang-2 pada diri anda, yakni :

    APAKAH ANDA MEYAKINI BAHWA TUHAN ITU MAHA ESA (SATU BAGI SEMUA MAHLUK DI ALAM SEMESTA INI) ?

    Pertanyaan di atas kelihatannya sepele, sangat biasa, tidak ada apa-apanya hingga anda pun mengasumsikan bahwa anak kecil pun bisa menjawabnya walaupun tak benar-2 memahami artinya. Namun dibalik jawaban tersebut sebenarnya terkandung jutaan makna yang penting. Dalam hubungannya dengan HIMADA dalam Hagai 2:7, jawaban dari pertanyaan di atas AKAN MENJADI BAROMETER RELEVANSI DAN KELOGISAN penjelasan anda di Hagai 2:7. Maksudnya, ketika anda mengatakan bahwa makna HIMADA pada Hagai 2:7 bukan sebagai seorang yang memiliki sifat yang terpuji yang dalam Islam mempunyai kesamaan dengan makna AHMAD atau MUHAMMAD dalam bahasa Arab, maka secara tidak langsung anda sudah menegaskan bahwa anda tidak bersedia memahami apalagi, walaupun SAMA-SAMA BERASAL DARI ILAHI.

    Ketiadaan keinginan untuk memahami atau mengimani petunjuk Ilahi lain SELAIN kitab suci Dzabur, Taurat dan Injil itu telah menjadikan anda sendiri tidak mudah menjelaskann kepada saya, kenapa Mathius menyebut Yesus menampakkan diri cuma 1 kali pada banyak wanita, sedangkan Lukas menyebut 3 kali pada seorang wanita dan Paulus menyebut 1 kali pada ratusan orang termasuk dirinya. Nah, apalagi bagi saya yang awam Kimochi.

    Jadi argumentasi anda soal makna HAMIDA dalam bahasa Ibrani di Hagai 2:7 tentu saja sangat mengagumkan saya dan sejujurnya saya pun diam-diam belajar dari anda. Namun demikian dibalik itu semua, tetap selalu menyisakan pertanyaan besar dalam diri saya, mengapa anda terkesan tidak mengakui keberadaan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi akhir jaman setelah Isa Al-Masih yang anda sebut sebagai Yesus. Padahal sang Nabi nyata-nyata telah dianugerahkan oleh Sang Maha Pencipta kitab suci Al-Quran dan hadist nabi yang banyak dikatakan oleh para pakar TIDAK MUNGKIN UNTUK DIKARANG SENDIRI oleh seorang pria pengembala kambing yang buta huruf dari kalangan suku Quraisy Arab di abad ke-6 dan 7 Masehi yang bernama (Nabi) Muhammad SAW. Demikian sedikit tips dari saya sebagai lawan diskusi sehat anda. Ingatlah kawan, ketidakinginan anda mengakui keberadaan kitab suci Al-Quran sebagai salah satu kitab suci Ilahi beserta penerimanya itu sama saja dengan secara tidak langsung tidak mengakui Sang Pemiliknya, yaitu Allah Yang Maha Esa. Makanya bagi saya sebagai seorang Islam, sangat memahami mengapa Allah SWT memerintahkan saya untuk mengimani juga kitab suci Dzabur, taurat dan Injil.

    Dan ternyata jawabannya sangat sederhana sekali, yakni betulkah saya betul-betul percaya dan pasrah kepada Allah Yang Maha Esa. Jika saya mengaku percaya, maka sebagai buktinya saya harus juga percaya kepada semua kitab-2 sucinya walaupun untuk selain Al-Quran itu sebatas untuk mengimaninya. Nah apalagi ini diperintahkan dalam kitab suci Al-Quran, yakni surat As-Shaaf ayat 6, Al-Baqarah ayat 4 dan Al-Araf ayat 157. Demikian sedikit tips diskusi saya.

  20. LOGIKA said

    @Parhobas dan Kimochi,

    Nah itulah maksud saya, di awal diskusi kita ini. Mungkinkah HIMADA dalam Hagai 2:7 itu mengalami pertistiwa pembiasan yang sama dengan peristiwa yang dialami dalam penyebutan ELI oleh orang-2 Yahudi, Ibrani dan Aram, sedangkan atinya sama-sama berarti terpuji atau yang diagungkan atau disuritauladani. Dalam bahasa Arab hal itu benar merupakan makna dari AHMAD atau MUHAMMAD.

    Salam.

  21. kimochi said

    @Parhobass,

    Terima kasih banyak atas penjelasannya tentang sebutan2 Allah yang diutarakan oleh sdr. Logika sebelumnya.
    Saya tadinya berharap sih dugaan saya salah tentang sdr. Logika yang berusaha menghindari topik bahasan utama dengan mengalihkan ke topik lain.
    Tapi ternyata dia sendiri mengaku kalau dia memang “…suka sedikit menikung dalam berdiskusi…”

    @Logika,

    Bukan masalah siapa yang lebih unggul dalam pengetahuan mengenai bahasa Ibrani atau Arab, atau bahasa apapun. Sayapun sama sekali tidak mengaku bahwa saya melebihi anda dalam kemahiran bahasa asing manapun. Masalahnya bukan itu.

    Masalahnya adalah, ada tuduhan yang tidak benar yang telah anda lontarkan bahwa Hagai 2:7 itu tidak sesuai dengan yang kami yakini selama ini.
    Tentu saja kami tidak langsung mempercayai begitu saja tuduhan itu kan? Atau dengan membabi buta membela keyakinan kami tanpa bukti kan?

    Karena itulah kami melakukan sedikit riset tentang asal muasal kata2 di Hagai 2:7 dan dibandingkan dengan tuduhan anda. Dan ternyata kami mendapatkan bukti2 bahwa memang tuduhan anda itu terbukti tidak valid.
    Tentu lalu kami beberkan toh bukti2 itu dan kami gunakan untuk menyanggah argumen2 anda.
    Dan apa yang kami dapat? Bukannya konfirmasi terhadap bukti2 yang sudah kami beberkan, malahan jawaban untuk melepaskan begitu saja masalahnya untuk dipercaya sesuai persepsi masing2.

    Sebetulnya bagi saya pribadi penjelasan anda soal HIMADA bukanlah yang terpenting dalam diskusi ini.

    Anda sadar kan bahwa selama ini yang kita diskusikan adalah pernyataan anda sendiri tentang soal HIMADA di Hagai 2:7?
    Tentu saja banyak hal2 lain di dunia ini yang lebih penting, tapi masalahnya fokus kita sedang membahas tuduhan anda tentang Hagai 2:7.
    Dan bagaimana bisa anda menganggap itu tidak penting, padahal dengan bukti2 yang kami berikan telah meruntuhkan argumen anda sendiri? Argumen anda runtuh, anda anggap tidak penting?

    Maksudnya, ketika anda mengatakan bahwa makna HIMADA pada Hagai 2:7 bukan sebagai seorang yang memiliki sifat yang terpuji yang dalam Islam mempunyai kesamaan dengan makna AHMAD atau MUHAMMAD dalam bahasa Arab, maka secara tidak langsung anda sudah menegaskan bahwa anda tidak bersedia memahami apalagi, walaupun SAMA-SAMA BERASAL DARI ILAHI.

    Jadi karena kami membeberkan bukti2 kuat yang menunjukkan bahwa kata “chemdat (חֶמְדַּ֣ת)” bukan merujuk ke nama seorang pria Arab, lalu anda mengatakan kami “tidak bersedia memahami”?

    Mana yang lebih “tidak bersedia memahami”, orang yang menyanggah dengan membeberkan bukti2 kuat, atau orang yang melepaskan topik pembahasan dan menyerahkan pada persepsi masing2 (padahal sudah ditunjukkan bukti2)?

    Ketiadaan keinginan untuk memahami atau mengimani petunjuk Ilahi lain SELAIN kitab suci Dzabur, Taurat dan Injil itu telah menjadikan anda sendiri tidak mudah menjelaskann kepada saya, kenapa Mathius menyebut Yesus menampakkan diri cuma 1 kali pada banyak wanita, sedangkan Lukas menyebut 3 kali pada seorang wanita dan Paulus menyebut 1 kali pada ratusan orang termasuk dirinya.

    Karena saya tidak mau mengimani “petunjuk Ilahi” lain selain Alkitab, lalu saya “tidak mudah menjelaskan”?
    Saya sudah pernah menjelaskan kerangka berpikir yang perlu digunakan dalam memahami apa yang anda anggap “tidak mudah dijelaskan” itu kok sebelumnya ke Sdr. PNP.
    Silakan lihat lagi komen2 saya sebelumnya.

    mengapa anda terkesan tidak mengakui keberadaan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi akhir jaman setelah Isa Al-Masih yang anda sebut sebagai Yesus. Padahal sang Nabi nyata-nyata telah dianugerahkan oleh Sang Maha Pencipta kitab suci Al-Quran dan hadist nabi yang banyak dikatakan oleh para pakar TIDAK MUNGKIN UNTUK DIKARANG SENDIRI oleh seorang pria pengembala kambing yang buta huruf dari kalangan suku Quraisy Arab di abad ke-6 dan 7 Masehi yang bernama (Nabi) Muhammad SAW.

    Kami bukannya hanya “terkesan”, tapi kami memang tidak mengakui Muhammad sebagai nabi akhir jaman.
    Bagaimana kami bisa percaya, kalo kami bisa menunjukkan bahwa klaim anda yang mengatakan bahwa di Hagai 2:7 Muhammad sudah dinubuatkan, ternyata tidak benar? Dan itu bukan berdasarkan keyakinan kami, tapi berdasarkan bukti konkret.

    ketidakinginan anda mengakui keberadaan kitab suci Al-Quran sebagai salah satu kitab suci Ilahi beserta penerimanya itu sama saja dengan secara tidak langsung tidak mengakui Sang Pemiliknya, yaitu Allah Yang Maha Esa.

    Bagaimana kami bisa percaya, kalau klaim anda bahwa Muhammad dinubuatkan di Hagai 2:7, bisa kami sanggah dengan bukti2?
    Sanggah dulu bukti2 yang kami berikan itu dengan menunjukkan bukti2 juga. Mungkin kami akan percaya…

    Mana nih tanggapan komen nomer 2, bisa atau tidak ya?

    Salam.

  22. kimochi said

    @Logika,

    Mungkinkah HIMADA dalam Hagai 2:7 itu mengalami pertistiwa pembiasan yang sama dengan peristiwa yang dialami dalam penyebutan ELI oleh orang-2 Yahudi, Ibrani dan Aram, sedangkan atinya sama-sama berarti terpuji atau yang diagungkan atau disuritauladani.

    “peristiwa pembiasan” “dalam penyebutan Eli”?
    Dimana pembiasannya?
    Eli, Elia dan Elohim itu masing2 memang merupakan kata yang berdiri sendiri dan mempunyai arti yang berbeda2 kok. Bagaimana bisa dikatakan pembiasan?

    Anda dari dulu mengatakan bahwa arti kata “chemdat (חֶמְדַּ֣ת)” itu berarti “terpuji, yang diagungkan atau disuritauladani”.
    Anda bisa tunjukkan sumbernya yang menyebutkan arti “chemdat” seperti itu?

    Bagaimana kalau misalnya ada kata חֶמְדַּ֣ת di bagian lain di Alkitab. Anda tetap akan menganggap bahwa itu menunjuk ke Nabi Muhammad?

  23. LOGIKA said

    @Parhobas & Kimochi,

    …….
    Disinilah semakin jelas, adanya penambahan huruf tertentu akan menjadikan makna dan arti yang berbeda.
    dari 4 daftar saudara di atas, jelas dasarnya sebenarnya adalah Ibrani/Aramaic, yang kemudian ada nuansa Yunani, yang kemudian ada terjemahan Bahasa Indonesia..

    1. Eli
    asalnya dari El, artinya Allah,
    akhiran i (yod) adalah kata ganti kepemilikan pertama tunggal, dalam indonesia diterjemahkan -ku
    jadi EL-i= Allah-ku
    Jadi itu bukan kata sebutan buat Tuhan

    2. Elia
    asal kata Elia adalah Eliyah, EL-i-Yah
    EL-i, lihat penjelasan di nomor satu di atas
    Yah adalah YHWH, Yahweh, Yehova…
    Jadi arti kata Elia (Eliaya) adalah YHWH/Yahweh/Yehova adalah Allahku
    YHWH/Yahweh/Yehova, di Alkitab Bahasa Indonesia selalu disubsitusi menjadi TUHAN atau ALLAH dengan semua huruf capslock.
    Jadi Elia bukan sebutan buat Tuhan

    3. Elohim
    Kata dasarnya jelas EL, sementara ELOHIM adalah Plural form dari EL.
    Meski ELOHIM adalah plural form tetapi subjectnya selalu tunggal, selalu sama dengan EL.
    Tepat kata ini adalah sebutan buat Tuhan.

    4. Elloy..
    Saya sepertinya belum pernah menemukan kata ini, mungkin dapat ditelusuri pada kata ELOI, atau ELOHI.
    Jika ELOHI maka itu sama dengan ELOHIM, jika maksud saudara adalah Eloi, maka kata ini adalah serapan dari tulisan Yunani. Kita ketahui huruf H di ibrani tidak dapat ditransliterasikan ke Yunani, sehingga kata itu dihilangkan di Yunani, meski pengucapannya tetap sama. Jadi Eloi dan Elohi itu sama, ucapannya sama, penulisannya berbeda yang satu pengaruh Yunani, yang satunya Ibrani.

    Salam

    __________

    Pertanyaannya,

    Jika anda mengatakan bahwa Eli, Elia dan Elohi bukan SEBUTAN UNTUK KATA TUHAN, maka jenis kata apakah gerangan mereka ? Apakah naa Tuhan itu sendiri atau apa ?

    Lalu bagaimana KATA ELI yang terdapat dalam teriakan Yesus berikut ini :

    “ELI, ELI, LAMA SABAC TA NI !”

    Apakah bukan berarti :

    “TUHAN, TUHAN, KENAPA ENGKAU MENINGALKAN AKU !”

    Sementara setahu saya kata TUHAN adalah SEBUTAN MAHLUK HIDUP KEPADA SANG MAHA PENCIPTA-NYA. Bisakah anda jelaskan ? Kelogisan penjelasan anda tentang ELI ini menjadi perbandingan bagi saya untuk memahami makna sesungguhnya HIMADA pada Hagai 2 :7.

    Kemudian, kalau anda mengartikan HIMADA pada Hagai 2: 7 sebagai DESIRE yang salah satu maknanya berarti KEINDAHAN, maka pertanyaannya :

    Mengapa di awal kalimat Yesus menggunakan kata MENGGEMPARKAN ?

    Menurut anda lebih logis manakah menjadikan kata DESIRE di akhir kalimat untuk menjelaskan kata -> MENGGEMPARKAN MENAKJUBKAN
    וְהִרְעַשְׁתִּי אֶת־כָּל־הַגֹּויִם וּבָאוּ חֶמְדַּת כָּל־הַגֹּויִם וּמִלֵּאתִי אֶת־הַבַּיִת הַזֶּה כָּבֹוד אָמַר יְהוָה צְבָאֹות׃

    In English ->
    And I will SHAKE ALL NATIONS , and the HIMADA OF ALL THNE NATIONS will come; and I will fill this house with glory, says the Lord of hosts. Mine is the silver, mine is the gold, says the Lord of hosts, the glory of my last house shall be greater than that of the first one, says the Lord of hosts; and in this place I will give Shalom, says the Lord of Hosts. (Quoted from Reference 4).

    In Indonsia ->
    Dan aku akan MENGGONCANGKAN SEMUA BANGSA, dan HIMADA UNTUK SEMUA BANGSA ini akan datang; dan aku akan mengisi rumah ini dengan kemegahan, kata Tuhan pemilik rumah. (Hagai 2:7)

    Apakah ketika yesus akan menjelaskan DESIRE yang berarti KEINDAHAN rumah atau kerajaannya itu HARUS MENGGUNAKAN KATA menggemparkan ?

    Mengapa tidak menggunakan kata MENAKJUBKAN atau MEMBUAT KAGUM ?

    Ingat, DESIRE atau KEINDAHAN lebih cenderung mempunyai bermakna pada hal-hal yang bersifat menggugah perasaan Subjek yang mendengarkan atau menyaksikannya pada hal-hal yang MENUNJUKKAN KEKAGUMAN ketimbang KEKAGETAN. Di sisi lain kata MENGGONCANGKAN lebih cenderung berkonotasi pada kondisi atau perasaan MENGAGETKAN atau MERESAHKAN atau KETIDAKNYAMANAN.

    Apakah Yesus ingin mengabarkan keindahan rumah atau kerajaan Tuhannya dengan kata MENGGONCANGKAN ketimbang kata MENAKJUBKAN ?

    Bisakah anda jelaskan secara logis ?

    Terima kasih.

  24. kimochi said

    @Logika,

    Jika anda mengatakan bahwa Eli, Elia dan Elohi bukan SEBUTAN UNTUK KATA TUHAN, maka jenis kata apakah gerangan mereka ? Apakah naa Tuhan itu sendiri atau apa ?

    Anda sebenarnya sudah membaca penjelasan dari sdr. Parhobass belum sih?
    Coba anda periksa lagi baik2.

    Kata Ibrani yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia “Allah” itu berasal dari kata “El”. Ini bukan nama Allah, tapi sebutan/julukan/gelar, seperti kita menyebut orangtua lelaki kita “bapak” misalnya.
    Sedangkan kata Eli itu berarti “Allahku” (Allah+ku). Dan “Elia” itu berarti “Allahku YAH (Yahweh)”, sementara “Elohim” itu menunjukkan bentuk plural dari kata dasar “El” tadi, yang menunjukkan hal yang sama, yaitu “Allah” dalam bentuk sebutan/julukan, bukan nama Allah.

    Nama Allah sendiri disebutkan salah satunya di Yesaya 42:8 dan Mazmur 83:18

    Yesaya 42:8
    Aku ini TUHAN (יְהוָ֖ה), itulah nama-Ku; Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku kepada yang lain atau kemasyhuran-Ku kepada patung.

    Mazmur 83:18
    supaya mereka tahu bahwa Engkau sajalah yang bernama TUHAN (יְהוָ֖ה), Yang Mahatinggi atas seluruh bumi.

    Jadi nama Allah dalam bahasa Ibrani itu bukan El, Eli, Elia atau Elohim, tapi “יְהוָ֖ה” (YHWH) atau biasa disebut “Yahweh”.

    Lalu bagaimana KATA ELI yang terdapat dalam teriakan Yesus berikut ini :
    “ELI, ELI, LAMA SABAC TA NI !”

    Apakah bukan berarti :
    “TUHAN, TUHAN, KENAPA ENGKAU MENINGALKAN AKU !”

    Arti kata Eli sudah dijelaskan oleh sdr. Parhobass, yaitu “Allahku”, jadi ketika Yesus menyebut “Eli, Eli…” itu bukan memanggil nama Allah, tapi hanya menyebut “Allahku, Allahku…”.
    Analoginya adalah seperti kita memanggil “bapakku, bapakku…” dan bukan memanggil nama bapak kita.
    Mengerti sekarang?

    Kemudian, kalau anda mengartikan HIMADA pada Hagai 2: 7 sebagai DESIRE yang salah satu maknanya berarti KEINDAHAN, maka pertanyaannya :

    Mengapa di awal kalimat Yesus menggunakan kata MENGGEMPARKAN ?

    Menurut anda lebih logis manakah menjadikan kata DESIRE di akhir kalimat untuk menjelaskan kata -> MENGGEMPARKAN MENAKJUBKAN

    Perhatikan ayat Hagai 2:7 dalam bahasa Inggris yang saya kutip dari tulisan anda sendiri di bawah ini :

    In English ->
    And I will SHAKE ALL NATIONS , and the HIMADA OF ALL THNE NATIONS will come; and I will fill this house with glory, says the Lord of hosts. Mine is the silver, mine is the gold, says the Lord of hosts, the glory of my last house shall be greater than that of the first one, says the Lord of hosts; and in this place I will give Shalom, says the Lord of Hosts. (Quoted from Reference 4).

    Perhatikan bahwa “HIMADA of all the nations will come” adalah hasil akibat dari “I will shake all nations”, bukan sebaliknya. Anda mengerti kan hubungan sebab akibat dalam bahasa Indonesia?

    Contoh :
    Saya mengagetkannya, dan yang dipegangnyapun terjatuh.

    Perhatikan bahwa “yang dipegangnyapun terjatuh” adalah akibat dari “saya mengagetkannya”.
    Bukan berarti “yang dipegangnya” itu yang menyebabkan kekagetan kan?
    Mengerti analogi saya ini?

    Selain itu, seperti yang sudah saya bilang berkali-kali, lihat konteksnya.
    Di Hagai ini sedang membicarakan tentang apa?
    Kitab Hagai ini secang membicarakan tentang pembangunan kembali bait Allah setelah kepulangan bangsa Israel dari Babylon.
    Perhatikan lagi ayat dalam bahasa inggris di atas

    “And I will SHAKE ALL NATIONS , and the HIMADA OF ALL THNE NATIONS will come; and I will fill this house with glory, says the Lord of hosts. Mine is the silver, mine is the gold, says the Lord of hosts, the glory of my last house shall be greater than that of the first one…”

    Lihat kata yang digaris tebal? Itu mengartikan bahwa kekayaan/barang2 berharga dari bangsa2 akan mengalir ke bait Allah.
    Dalam sejarah Alkitab, banyak kejadian2 dimana harta2 dari bangsa yang ditaklukan oleh bangsa Israel dipersembahkan ke dalam bait Allah. Dan sama halnya dalam Hagai 2:7-9 ini.

    Itulah makanya saya ingatkan lagi, sdr. Logika, lihat konteks, pelajari sejarah awalnya. Bukti2 ini sangat dibutuhkan untuk memahami sebuah tulisan.
    Bukannya seperti anda ini, berusaha men-cocok2an sesuai keyakinan anda.
    Orang bilang, itu cocokmologi namanya.

    Pertanyaan2 saya ini masih belum dijawab loh

    Gimana, masih berpikir kalo “rumah” itu berarti “dunia” atau “alam semesta”?

    Bagaimana kalau misalnya ada kata חֶמְדַּ֣ת di bagian lain di Alkitab. Anda tetap akan menganggap bahwa itu menunjuk ke Nabi Muhammad?

    Salam

  25. parhobass said

    @Saudara Logika

    Bahasan jadi lari ke sebuatan TUHAN, hehehe…

    tetapi tidak apa2lah…
    begini saudara Logika, kita lihat contoh bahasa Indonesia;
    contoh kata dasar makan
    maka jika diberi kata me di awal akan menjadi memakan,
    kalau ada akhiran an, menjadi makanan..kalau ada awal di menjadi dimakan
    nah kata makan, memakan, makanan dan dimakan, meski kata dasarnya makan, artinya jelas sudah berbeda.

    Dikaitkan dengan bahasa/tulisan Ibrani maka kata makan di atas ditulis MKN
    kalau ditambahkan awalan, akhiran seperti diatas maka menjadi
    makan=mkn
    memakan =mmkn
    makanan=mknn
    dimakan=dmkn
    jelas menjadi berbeda bukan?…

    nah itulah yang terjadi dengan kata “CH-M-D”, itulah yang terjadi dengan kata “EL”, penambahan suatu huruf akan menjadikan makna yang berbeda.

    EL adalah sebutan buat Tuhan, Tuhan dan Allah itu sama.
    jadi EL dengan akhira i artinya menjadi Tuhanku, atau Allahku

    makanya Eli, Eli, Lamasabachtani diterjemahkan sebagia Allahku, Allahku dst, atau Tuhanku, Tuhanku, dst..

    EL-I-Yah artinya menjadi YHWH adalah Allahku, atau YHWH adalah Tuhanku

    Jadi sebutan Tuhan adalah YHWH (tidak ada yang bisa membaca kata ini), Elohim, atau bisa juga saudara sebut YESUS, karena TUHAN adalah ESA.

    kembali ke CH-M-D,
    kata dasarnya adalah CH-M-D, chemed
    tetapi ada bubuhan huruf tertentu sehingga maknya bisa berbeda, macam bubuhan Yod, Tet, Het dan sebagainya
    nah di Hagai 2:7 itu kata yang digunakan adalah kata CH-M-D dengan bubuhan T, sehingga menjadi CH-M-D-T
    kalau kita analisa seluruh kata yang menjadi kalimat menyeluruh dalam Hagai 2:7 maka sangat tidak cocok kalau kata CH-M-D-T itu menjadi atau merujuk kepada kedatangan seseorang.
    contohnya:
    kata yang ada sebelum CH-M-D-T adalah וּבָ֖אוּ (ubau)
    Ubau itu kata dasarnya adalah ba (datang)
    ada bubuhan yaitu awalan dan akhiran u
    u-ba-u
    awalan u menjelaskan kalimat imperfect, artinya sesuatu yang akan terjadi di masa mendatang
    akhiran u menjelaskan kata kerja BA (datang) itu dilakukan oleh orang ketiga jamak
    jadi secara kata u-ba-u dapat diartikan mereka akan datang
    jadi kalau ubau chemdat saja digabungkan maka diterjemahkan akan kedatangan mereka atau mereka akan datang, karena jelas akhiran u di ubau menjelaskan datangnya sesuatu yang berasal dari yang jamak.
    semisalpun kata itu dipaksakan untuk kedatangan orang yang bernama tertentu, maka pasti bukan seorang, tetapi banyak.

    Kata-kata dalam Ibrani kebanyakan tergantung kepada kata yang mengikutinya, sehingga pembahasan suatu kata juga akan bergantung kepada kalimat yang menyertainya. Tetapi pembahasan kita baru di kata ch-m-d saja, itupun saudara sudah salah, jadi kalau semakin dibawa ke kalimat, maka semakin kelihatan salahnya..

    sekarang pilihan ada pada saudara, saudara mempertahankan sesuatu yang salah atau menerima yang benar, meski itu susah kadang-kadang.

    salam

  26. LOGIKA said

    @Kimochi,

    ……
    Perhatikan bahwa “HIMADA of all the nations will come” adalah hasil akibat dari “I will shake all nations”, bukan sebaliknya. Anda mengerti kan hubungan sebab akibat dalam bahasa Indonesia?

    _______

    Justru itu Kimochi, yang membuat saya menjadi terheran dan terpaksa NGEYEL pada anda dan Parhobas ketika membaca ‘HIMADA’ pada Hagai 2:7 diterjemahkan sebagai ‘DESIRE’ yang berarti KEINDAHAN atau KEMEGAHAN. Maaf, kalau saya belum habis tanda tanyanya dan masih akan ngeyel jika anda dan Parhobas belum bosan menjawabnya.

    Sebelum saya ngeyel lagi, akan saya tuliskan kembali kutipan sebagian adri Hagai 2:7 sbb :

    And I WILL SHAKE ALL NATIONS, and the HIMADA OF ALL THE NATIONS will come; and I will fill this house with glory, …. (Hagai 2:7)

    Kalimat pertama, yakni “I WILL SHAKE ALL NATION” yang berarti “AKU AKAN MENGGONCANGKAN (MENGGEMPARKAN) SEMUA BANGSA” -> Menunjukkan kalimat yang menimbulkan pertanyaan atau membutuhkan penjelasan lebih lanjut sbb :

    APA YANG AKAN ‘SHAKE ALL NATIONS’ MENGGONCANGKAN (MENGGEMPARKAN) SEMUA BANGSA ITU ? Apakah kabar yang MENGAGETKAN atau kabar yang BIASA-BIASA SAJA ATAU (tidak mengagetkan) ?

    Tentu saja sesuai dengan makna katanya ‘MENGGONCANGKAN atau MENGGEMPARKAN’, berita yang sedianya akan disampaikan oleh Yesus adalah BUKAN KABAR YANG BIASA-BIASA SAJA, bukan ? Tidak mungkin kabar biasa akan disampaikan dengan bahasa MENGGONCANGKAN atau MENGGEMPARKAN (WILL SHAKE ALL NATION), apalagi dikatakan sekupnya juga besar, yakni meliputi bangsa-bangsa (ALL NATIONS ATAU DUNIA).

    Pertanyaannya :
    Berita seperti apakah yang seharusnya terjadi ketika Yesus mengatakan ‘WILL SHAKE ALL NATION’ ?

    Nah, ketika kemudian ketika Yesus melanjutkan kalimatnya sbb :

    ” … the HIMADA OF ALL THE NATIONS will come;…”

    Menurut anda apakah betul jika HIMADA di sini adalah DESIRE yang berarti KEINDAHAN atau KEMEGAHAN ?

    Untuk lebih jelasnya saya tunjukkan sbb :

    “AKU AKAN MENGGONCANGKAN (MENGGEMPARKAN) SEMUA BANGSA; KEINDAHAN DARI BANGSA-2 ITU AKAN DATANG; …”

    Apakah logis DESIRE (KEINDAHAN) di sini dikategorikan sebagai berika atau kabar yang bisa MENGGONCANGKAN atau MENGGEMPARKAN ALL NATIONS (SEMUA BANGSA) ?

    Selanjutnya, Yesus melanjutkan kalimatnya dalam Hagai 2:7 sbb :

    “…… and I WILL FILL THIS HOUSE WITH GLORY; …”

    GLORY menurut kamus bahasa Inggris berarti :
    – KEMULIAAN
    – KEJAYAAN
    – KEMENANGAN
    – KEMASYURAN
    – KETERPUJIAN
    – KEHORMATAN

    Manakah makna kata ‘GLORY’ yang relevan dengan kata ‘DESIRE’ yang berarti KEINDAHAN dan bersifat MENGGEMPARKAN ALL NATIONS pada kalimat yesus sebelumnya di Hagai 2:7 ?

    Kimochi, maaf, hal ini terpaksa saya tanyakan lagi karena kelogisan relevansinya belum bisa saya pahami. Rasanya lebih bisa saya pahami jika kata SHAKE dan GLORY tidak digunakan jika HAMIDA diartikan sebagai DESIRE yang berarti KEINDAHAN.

    @Parhobas,

    Terima kasih atas penjelasan versi Ibrani anda yang cukup memadai. Yang masih meragukan saya adalah sebagaimana yang saya tanyakan pada KOmochi, yakni mengenai RELEVANSI PENGGUNAAN KATA ‘SHAKE’, ‘HIMADA=DESIRE’ dan ‘GLORY’ dalam satu kalimat Yesus di Hagai 2:7.

    Damai selalu.

  27. bingung girl said

    kalo saya percaya islam,maka 2,2 milyar orang kristen akan masuk neraka,..kl saya percaya kristen maka 1,5 mliyar orang islam akan masuk neraka…apapun yg saya pilih,neraka ttp aja bakalan penuh..

  28. LOGIKA said

    BALADA GADIS BINGUNG

    Oh, Gadisku yang bingung.

    Daku kira kau tak perlu bingung, sayang.

    Mengapa ?

    Karena antara Islam dan Kristen sejatinya adalah dua bersaudara,
    Yakni keturunan Nabi Ishak AS dan Nabi Ismail AS,
    Yang berbapakkan sama, yakni Nabi Ibrahim AS.
    Kristen berkitab sucikan Injil yang disampaikan oleh Yesus,
    Sedangkan Islam berkitab sucikan Al-Quran yang disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW.
    Soal mana yang dikau pilih,
    Semua amat tergantung pada keyakinanmu, sayang.
    Pilihlah yang paling dekat dihatimu dan dimengerti olehmu.

  29. parhobass said

    @Logika

    mari kita membahas Hagai 2:7 secara keseluruhan:
    tranliterasi Ibraninya adalah sbb:
    וְהִרְעַשְׁתִּי֙ אֶת־כָּל־הַגֹּויִ֔ם וּבָ֖אוּ חֶמְדַּ֣ת כָּל־הַגֹּויִ֑ם וּמִלֵּאתִ֞י אֶת־הַבַּ֤יִת הַזֶּה֙ כָּבֹ֔וד אָמַ֖ר יְהוָ֥ה צְבָאֹֽות
    vehirashti et-kol-hagoyim ubau hhemdat kol-hagoyim umileti et-habayit haze kavod amar ADONAI tzevaot.

    kuncinya adalah di Ibrani jelas tidak ada titik koma,
    jadi pengetahuan kata perkata perlu, sehingga kita tahu mana yang berupa subject dan atau kata kerja, kata kerja dls
    sederhanya adalah dapat dilihat dari huruf2 awal yang digunakan, sekilas saja melihat huruf2 awal dan kata kerja di kalimat di atas, maka kalimat itu dapat dibagi atas 4 kata kerja dengan masing-masing subjectnya, sehingga kalimat di atas dipecah menjadi:
    1. vehirashti et-kol-hagoyim
    kata kerja di sini adalah ra’ash (menggoncang)
    Awal ve adalah kata penghubung, yaitu DAN
    hirashti berarti imperfetc, pertama tunggal, pertama tunggal dapat dilihat di ahiran i
    jadi terjemahannya adalah : aku akan menggoncangkan..
    et kol-hagoyim adalah seluruh dunia, seluruh bangsa, seluruh tanah…

    sehingga lengkapnya menjadi aku akan menggoncangakn seluruh dunia/bangsa

    2. ubau chemdat kol-hagoyim –
    kata kerja di sini sudah kita bahas, yaitu Ba atau Va (datang)
    kata ini sudah kita bahas, bahwa kalimat ini menggunakan subject orang ketiga jamak, tepatnya mereka
    ingat awalan u di ubau adalah mengindikasikan kata penghubung dan imperfect
    terjemahannya menjadi:
    dan mereka yang indah-indah akan datang dari seluruh bangsa/dunia

    3. umileti et-habayit haze kavod –
    kata kerja di sini adalah ma’la’ (memenuhi)
    awal u adalah kata penghubung DAN dan mengindikasikan kalimat imperfect
    terjemahnnya adalah
    dan aku akan memenuhi dst
    4. amar ADONAI tzevaot.- kata kerja disini adalah amar = berkata/berberfirman/mengatakan
    terjemahannya adalah TUHAN semesta alam bersabda/berfirman/berkata..

    dari 1 sampai 3, huruf yang digunakan di awal adalah VAV (perubahan vokal menjadikan perubahan ucapan v atau u d.l.s), sedang di nomor 4 huruf awal adalah ALEF.

    secara singkat terjemahan kalimat hagai 2:7 mengikuti pola, subject dan kata kerja sbb (saya pertahankan CH-M-D-T nya tanpa terjemahan)

    1.Aku akan menggoncang ….., 2.dan CH-M-D-T .. akan datang…. 3.dan aku akan memenuhi,…., 4.TUHAN …berfirman..

    jadi jelas logika kalimat di atas adalah
    1. si AKU mengguncang dunia, sehingga
    2. akibat goncangan itu CH-M-D-T datang dan
    3. akiabt goncangan itu maka terjadi memenuhi sesuatu
    4. TUHAN berfirman/berkata (menegaskan makna bahwa itu pasti terjadi)

    logikanya dalam kalimat sbb:
    Karena TUHAN mengguncangakan dunia/bangsa, maka dunia/bangsa itu akan mengeluarkan CH-M-D-T, dan CH-M-D-T ini dikumpulan di Rumah TUHAN, sehingga Rumah TUHAN itu penuh kemuliaan/kemegahan.

    nah seperti kata kimochi untuk menerjemahkan secara komplit dan lengkap dan menyeluruh perlu diketahu konteks dan sejarah yang mendukung firman ini keluar.
    Yaitu jaman ketima Bait Suci, Rumah TUHAN akan dibangun kembali. Babel (iraq sekarang) membawa orang Israel ke pembuangan, tetapi Babel dikalahkan oleh Persia (Iran sekarang), sehingga Israel dipulangkan, dunia tergoncang kala itu karena Kerajaan besar Babel runtuh oleh Persia,.. dan oleh Persia Israel dikirim pulang kampung,.. dan orang-orang Israelpun pulang ke Yerusalem dimana Rumah TUHAN berdiri, lalu Rumah TUHAN itu dibangun kembali, lalu mereka mengumpulkan sumbangan suka rela, sampai Rumah TUHAN dapat dibangun kembali…

    Nah Dalam jaman Perjanjian Baru, Rumah TUHAN adalah YESUS,… dunia diguncangkan oleh perbuatan YESUS, bahkan sampai sekarang banyak yang adu mulut mengenai keberadaan YESUS, tetapi oleh YESUS manusia-manusia percaya yang mempersembahkan seluruh jiwa raganya datang kepada TUHAN…
    bandingkan hagai 2:7 dengan:
    Yohanes_14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
    YESUS itu berasal dari ALLAH, utusan dari ALLAH, menjelaskan bawha kehadiran YESUS adalah perbuatan dari ALLAH sendiri, akibat perbuatan itu maka bangsa2 goncang,… dst..dst..

    salam

  30. kimochi said

    @Logika,

    Apakah logis DESIRE (KEINDAHAN) di sini dikategorikan sebagai berika atau kabar yang bisa MENGGONCANGKAN atau MENGGEMPARKAN ALL NATIONS (SEMUA BANGSA) ?

    Sebenarnya anda sudah memeriksa contoh yang saya kasih belum?
    Sepertinya belum ya? Atau memang anda sengaja tidak mau memperhatikannya?
    Saya kutip lagi contoh yang saya kasih :

    Contoh :
    Saya mengagetkannya, dan yang dipegangnyapun terjatuh.

    Perhatikan bahwa “yang dipegangnyapun terjatuh” adalah akibat dari “saya mengagetkannya”.
    Bukan berarti “yang dipegangnya” itu yang menyebabkan kekagetan kan?

    Lihat lagi contoh di atas. Kata2 “yang dipegangnya” tidak menyebabkan kekagetan kan?
    Jadi sesuatu yang dipegang itu jatuh karena ada yang mengagetkan, bukan sesuatu yang dipegang itu yang menyebabkan kekagetan.
    Sama halnya dengan Hagai 2:7. “HIMADA of all nations will come” bukanlah sesuatu yang menyebabkan kegemparan, melainkan sebagai akibat adanya kegemparan itu sendiri.

    Manakah makna kata ‘GLORY’ yang relevan dengan kata ‘DESIRE’ yang berarti KEINDAHAN dan bersifat MENGGEMPARKAN ALL NATIONS pada kalimat yesus sebelumnya di Hagai 2:7 ?

    Kata glory sama sekali tidak berhubungan dengan HAMIDA. Tapi adalah kelanjutan dari peristiwa setelah adanya “kegemparan” (ini menurut istilah anda loh).
    Dan sama seperti kasus HAMIDA di atas, GLORY di sini bukan yang menyebabkan kegemparan.

    Untuk lebih bisa membayangkan apa yang dimaksud dengan “I (TUHAN) will fill this house with glory”, silakan baca Keluaran 40:34,35; Yehezkiel 43:5 dan Yehezkiel 44:4

    Keluaran 40:34,35
    34. Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci,
    35 sehingga Musa tidak dapat memasuki Kemah Pertemuan, sebab awan itu hinggap di atas kemah itu, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci.

    Yehezkiel 43:5
    Roh itu mengangkat aku dan membawa aku ke pelataran dalam, sungguh, Bait Suci itu penuh kemuliaan TUHAN.

    Yehezkiel 44:4
    Lalu dibawanya aku melalui pintu gerbang utara ke depan Bait Suci; aku melihat, sungguh, rumah TUHAN penuh kemuliaan TUHAN, maka aku sujud menyembah.

    Anda lihat kan, ayat2 di atas paralel dengan kata2 di Hagai 2:7.
    Ini juga bukti lain yang menunjukkan bahwa kata “rumah” di Hagai 2:7 bukanlah “dunia” atau “alam semesta”, melainkan menggambarkan “bait Allah”

    Nah, itu pertanyaan anda sudah saya jawab satu persatu dengan lengkap, sampai membawa referensi ayat2 lain.
    Sekarang saya tagih ke anda pertanyaan saya sebelumnya dan harap jangan berlagak lupa

    Gimana, masih berpikir kalo “rumah” itu berarti “dunia” atau “alam semesta”?

    Bagaimana kalau misalnya ada kata חֶמְדַּ֣ת di bagian lain di Alkitab. Anda tetap akan menganggap bahwa itu menunjuk ke Nabi Muhammad?

  31. LOGIKA said

    @Parhobas,

    …….
    logikanya dalam kalimat sbb:
    Karena TUHAN mengguncangakan dunia/bangsa, maka dunia/bangsa itu akan mengeluarkan CH-M-D-T, dan CH-M-D-T ini dikumpulan di Rumah TUHAN, sehingga Rumah TUHAN itu penuh kemuliaan/kemegahan.
    …….
    _______

    Parhobas, dari kutipan penjelasan anda di atas anda hars menjelaskan makna MENGGUNCANGKAN SEGALA BANGSA sebelum pembaca termasuk saya menyimpulkan bahwa CH-M-D-T yang diartikan sebagai DESIRE (KEINDAHAN) itu dianalogkan sebagai akibat dari PERBUATAN TUHAN yang WILL SHAKE di sini.

    Mengapa ?

    Karena logikanya apapun yang dibahasakan dengan kata MENGGUNCANGKAN itu sejatinya BERAKIBAT MELABILKAN, MENGGETARKAN, MENGGOYANGKAN ATAU MEMBUAT KEADAAN DARI YANG STABIL MENJADI TIDAK STABIL. DalaM istilah kerohanian atau mental bahasa MENGGUNCANGKAN identik dengan MENGGOYAHKAN IMAN ketimbang MEMBUAT KAGUM. Beda dengan istilah MEMPESONAKAN atau MENAKJUBKAN yang jelas relevan jika dihubungkan dengan DESIRE (KEINDAHAN).

    Silahkan anda jelaskan makna kata MENGGUNCANGKAN yang justru mengakibatkan DESIRE atau KEINDAHAN bagi rumah Tuhan dan bukan sebaliknya MENGAKIBATKAN KELABILAN IMAN.

    @Kimochi,

    ……………
    Gimana, masih berpikir kalo “rumah” itu berarti “dunia” atau “alam semesta”?

    Bagaimana kalau misalnya ada kata חֶמְדַּ֣ת di bagian lain di Alkitab. Anda tetap akan menganggap bahwa itu menunjuk ke Nabi Muhammad?
    …………….

    ________

    Baiklah sejauh tidak ada petunjuk lain yang lebih logis di kemudian hari yang mementahkan argumen anda saya tidak akan menganggap rumah Tuhan di sini sebagai alam semesta.

    Pertanyaan kedua anda itu benar-2 sesuai dengan pertanyaan yang ada di kepala saya sebagai pembaca Al-kitab namun belum sempat saya ungkapkan.

    Mengapa ?

    Karena sangat tergantung dari relevansinya dengan kata-2 lain di ayat terkait serta antar ayat dalam Al-Kitab.

    Mengapa ?

    Karena jika menyimpang dari topik ini, sayatetap bertanya-tanga mengapa bisa terjadi perbedaan pendapat antara MATHIUS, LUKAS dan PAULUS soal penampakan Yesus.

    Artinya, kesimpulan bahwa HAMIDA itu tidak menunjuk pada Nabi Muhammad SAW pada bagian lain di Al-kitab otomatis sangat dipengaruhi oleh keyakinan pembaca terhadap KONSISTENSI antar ayat yang ditulis oleh para penulis Injil itu sendiri. JIka hasil penulisan mereka sama alias tidak bertentangan, maka para pembaca bisa meyakini bahwa penulisan soal HAMIDA pun akan KONSISTEN di seluruh bagian Al-Kitab. Anda paham ?

    Mudah-mudahan ya.
    Damai selalu.

  32. kimochi said

    @Logika,

    Terima kasih atas jawabannya.

    Baiklah sejauh tidak ada petunjuk lain yang lebih logis di kemudian hari yang mementahkan argumen anda saya tidak akan menganggap rumah Tuhan di sini sebagai alam semesta.

    Jika “rumah” di Hagai 2:7 ini bukan menunjuk ke “dunia” atau “alam semesta”, melainkan hanya menunjuk ke “bait Allah”, bagaimana anda bisa menjelaskan bahwa HIMADA adalah Nabi Muhammad? Apa hubungannya Nabi Muhammad dengan bait Allah?
    Bukankah di ayat Hagai 2:7 itu menunjukkan bahwa kemuliaan hanya akan memenuhi “rumah Allah” atau “bait Allah” saja?

    Artinya, kesimpulan bahwa HAMIDA itu tidak menunjuk pada Nabi Muhammad SAW pada bagian lain di Al-kitab otomatis sangat dipengaruhi oleh keyakinan pembaca terhadap KONSISTENSI antar ayat yang ditulis oleh para penulis Injil itu sendiri. JIka hasil penulisan mereka sama alias tidak bertentangan, maka para pembaca bisa meyakini bahwa penulisan soal HAMIDA pun akan KONSISTEN di seluruh bagian Al-Kitab. Anda paham ?

    Coba anda baca ayat 2 Tawarikh 36:10 di bawah ini yang menggunakan kata yang sama dengan di Hagai 2:7 yaitu “chemdat (חֶמְדַּ֣ת)”. Apakah konsisten atau tidak dengan pengertian di Hagai 2:7.

    2 Tawarikh 36:10
    Pada pergantian tahun raja Nebukadnezar menyuruh membawa dia ke Babel beserta perkakas-perkakas yang indah-indah [“chemdat (חֶמְדַּ֣ת)"] dari rumah TUHAN dan Zedekia, saudara ayah Yoyakhin, menjadi raja atas Yehuda dan Yerusalem.

    Anda lihat bagaimana kata “chemdat” dihubungkan dengan “perkakas2 yang indah2″ yang ada di “rumah TUHAN”?
    Ayat ini menceritakan tentang raja Nebukadnezar sesudah menaklukan Yerusalem, lalu mulai menjarah barang2 berharga dari bait Allah.
    Pengertian “chemdat” disini selaras kan dengan janji Allah di Hagai 2:7, yaitu Allah berjanji akan mendatangkan barang2 berharga dari bangsa2 ke dalam bait Allah?

    Sekarang bandingkan jika anda memasukkan pengertian anda sebelumnya, bahwa “chemdat (חֶמְדַּ֣ת)” itu berarti Nabi Muhammad. Cocok tidak? Konsisten tidak?
    Jadi Nabi Muhammad pernah ditangkap dan dibawa ke Babilon? Kapan?

  33. parhobass said

    @Logika

    וְהִרְעַשְׁתִּי֙
    vehirashti = ve=hi-rash-ty = dan-akan mengguncang (subject pertama tunggal, karena akhiran yod)
    jadi vehirasti dapat diterjemahkan sebagai Aku akan mengguncangkan …
    kata asal dari vehirashti adalah ra’ash, dimana di Alkitab berbahasa Ibrani ditemukan dibanyak ayat, dan diterjemahkan sebagai:
    1. mengguncangkan/guncang
    2. menggetarkan
    3. gemetar
    4.bergerak
    5. menggelengkan
    6. takut (karena goncangan)
    7. bergetar (karena gempa)
    8. terhapus (karena gemetar)

    contoh ayatnya :
    Bumi akan goncang karena kabar: Babel sudah direbut; ratap mereka akan terdengar di antara bangsa-bangsa!”
    (Yeremia 50:46)

    Kalau dilihat dari sejarahnya, maka Yeremia menubuatkan tentang kembalinya Israel dari pembuangan, dan pembuangan itu dimulai dari runtuhnya Babel. Babellah yang membuang Israel, lalu Babel diruntuhkan oleh Persia, sehingga oleh Persia, TUHAN kembalikan Israel ke Tanah Kanaan.
    Kembalinya Israel itu sekarang dikawal oleh nabi-nabi, antara lain Haggai dan Zakharia. Kembalinya mereka dari pembuangan ditandai dengan pembangunan kembali Bait Allah, yang disebut Rumah ALLAH, di Yerusalem. Bait Suci itu sebagai simbol bangkitnya kembali kesadaran umat Israel.
    Dan semua kejadian itu adalah atas pekerjaan tangan TUHAN.
    Pergantian kekuasaan/kekaisaran dari Babel ke Persia ditandai dengan perang, dan itu lah yang digunakan sebagai “mengguncangkan”, Babel yang kuat yang diibaratkan seperti singa yang kuat, kalah sama Persia, tetapi oleh goncangan itu Israel kembali ke tanahnya, dan bisa mendirikan kembali Rumah ALLAH, Bait Suci.

    Dari perspektif rohaniah, maka pekerjaan TUHANlah yang menguncang seluruh iman murid YESUS, sampai2 pada saat penyaliban iman mereka tergoncang, bahkan lari tunggang langgang di Getsemani, dan tidak banyak berbuat apa2 di Golgota, bahkan tidak berani keluar rumah waktu masa sebelum kebangkitan, tetapi ketika ROH KUDUS turun, atas pekerjaan ALLAH, iman mereka yang goyah/guncang di dalam Mesias itu, ternyata melahirkan keimanan yang lebih hebat lagi, mereka berani bersaksi, berani memberitakan KRISTUS, membuat muzijat2 dalam Nama YESUS, bahkan mereka berani sampai mati demi memberitakan KRISTUS…
    Sampai sekarang dimana ada umat ALLAH berada, iman mereka akan nyata lebih kuat jika diawali dengan goncangan2. Dan goncangan2 itu diijinkan oleh TUHAN supaya CH-M-D-T

    Dalam perspepektif rohaniah pribadi, maka kalau keegoisan kita tidak diguncang TUHAN, kalau kita tidak diguncangkan dan merasa ngeri kepada keterpisahan kita dari ALLAH, maka kita tidak dapat mempersembahkan iman percaya kita kepada TUHAN, ketidaktakutan kita akibat guncangan itu membuat kita tidak paham penderitaan KRISTUS disalib, ketidakpahaman penderitaan Kristus di salib membuat kita tidak dapat memberi CH-M-D-T ke TUHAN…

    Harta pusaka paling indah dan paling dan terpaling adalah ALLAH, ALLAH dalam ROH KUDUS yang diberikan kepada kita, yang rela diam di dalam kita, memampukan kita berdamai dengan TUHAN,…goncangan itu membuat saudara gemetar, dan takut akan TUHAN, lalu ROH KUDUS rela berdiam dalam diri saudara, dan ROH KUDUS inilah yang menyampaikan seluruh keluhkesah, seluruh doa, puja dan puji kepada BAPA dengan perantaraan YESUS…

    salam

  34. kimochi said

    Wah kemana nih… kok gak ada lanjutannya?

  35. dhea said

    mau tau bukti sebenarnya?? tunggu di akhiz zaman tiba , semua bakal terungkit, siapa yang benar dan siapa yang salah!

    sekian

  36. Anonymous said

    http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/12/03/02/m03sw7-kontroversi-injil-kuno-yang-mengabarkan-kedatangan-nabi-muhammad

  37. 'Abid said

    Kalian kristiani2 SESAT!! membuat kaum awam menjadi semakin bingung saja! DASAR MUNAFIK! padahal di dalam hati kalian hanya ingin diAKUI kitab kalianlah yg paling benar! Di dalam hati kalian menginginkan jika orang2 yg membaca argumen anda agar mengikuti agama kalian yg MELENCENG!!
    Kencing saja tidak bersih, masih melekat NAJIS diujung kxxtxl kalian, berani2 mau bahas nama ALLAH dan PARA UTUSANNYA yg SUCI…

    Tidak perlu PANJANG LEBAR!!
    Dasar kristiani SESAT!! Anda fikir andalah yg paling pintar??
    KALAU KALIAN MAU TAU Benar tidaknya argumen anda, jawabannya hanya satu, Yaitu “MATI”
    Karena sesudah kalian matilah baru kalian tau kebenarannya, baru kalian dapat berjumpa dengan yg namaNya ALLAH, kalian akan berjumpa dengan yg nama AL MASIH, kalian akan berjumpa dengan yg namanya MUHAMMAD SAW,

    Kami ISLAM, sentiasa berjumpa dengan ALLAH, dan para utusan2Nya, baik dalam hidup, apalagi sesudah mati…

    Tetapi untuk Kristiani2 SESAT yg RIAK seperti kalian, HARUS MATI dulu, baru kalian tahu KEBENARANNYA… ;-)

  38. Rendra Abimanyu said

    @Logika
    Terimakasih sahabat… walaupun aku tidak mengenalmu tetapi………..
    justru jawaban dari parhobas dan kimochi telah membuat iman ISLAM ku dan kaum muslimin bertambah tebal
    Jika di perhatikan semua jawaban mereka mengakui : “akan datangnya sesuatu (seseorang/kelompok) yang baik (sempurna)”

    Assalamualaikum warahmatullah

  39. Anonymous said

    Assalaamu alaikum wa rahmatullaahi wa barkaatuhu.
    Senin, 27 Pebruari 2012– Pemerintah Turki telah mengkonfimasi sebuah injil kuno yang diprediksi berusia 1500 tahun. Injil kuno tersebut ternyata memprediksi kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai penerus risalah Isa (Yesus) di bumi.

    Bahkan Alkitab rahasia ini memicu minat yang serius dari Vatikan. Paus Benediktus XVI mengaku ingin melihat
    buku 1.500
    tahun lalu. Sebagian orang memprediksi Injil ini adalah Injil Barnabas, yang telah disembunyikan oleh Turki selama 12 tahun terakhir.

    Menurut mailonline, injil yang ditulis tangan dengan tinta emas itu menggunakan bahasa Aramik. Inilah bahasa yang dipercayai digunakan Yesus sehari-hari. Dan di dalam injil ini dijelaskan ajaran asli Yesus serta prediksi kedatangan penerus kenabian setelah Yesus.

    Injil kuno berusia 1.500 tahun ini bersampu kulit hewan, ditemukan polisi Turki selama operasi anti penyeludupan di tahun 2000 lalu. Alkitab kuno ini sekarang di simpan di Museum Etnografi di Ankara, Turki.

    Sebuah fotokopi satu halaman dari naskah kuno tulisan tangan Injil ini dihargai 1,5 juta poundsterling. Menteri Budaya dan Pariwisata Turki, Ertugrul Gunay mengatakan, buku tersebut bisa menjadi versi asli dari Injil. Dan sempat tersingkir akibat penindasan keyakinan Gereja Kristen yang menganggap pandangan sesat kitab yang memprediksi kedatangan penerus Yesus.

    Gunay juga mengatakan Vatikan telah membuat permintaan resmi untuk melihat kitab dari teks yang kontroversial menurut keyakinan Kristen ini. Kitab ini berada diluar pandangan iman Kristen sesuai Alkitab Injil lain seperti Markus, Matius, Lukas dan Yohanes.[]
    ________________

    Injil yang Memprediksi Kedatangan Nabi Muhammad Ditemukan di Turki

    Sebuah kitab Injil berusia 1.500 tahun yang lalu yang menyatakan bahwa Yesus menubuatkan kedatangan Nabi Muhammad ke Bumi, telah menarik perhatian Vatikan pekan ini.

    Paus Benediktus XVI dilaporkan telah diminta untuk melihat kitab tersebut, yang telah tersembunyi di Turki selama 12 tahun terakhir, menurut laporan Daily Mail.

    Injil, yang dilaporkan bernilai $ 22 juta, dilaporkan berisi prediksi Yesus akan datangnya Nabi Muhammad, menteri pariwisata dan budaya Turki Ertugrul Gunay mengatakan kepada surat kabar Inggris.

    “Sejalan dengan keyakinan Islam, Injil yang ditemukan ini memperlakukan Yesus sebagai manusia dan bukan Tuhan. Injil ini menolak ide dari Tritunggal Kudus dan Penyaliban dan mengungkapkan bahwa Yesus meramalkan kedatangan Nabi Muhammad,” lapor Daily mail.

    “Dalam satu versi Injil tersebut, Yesus mengatakan kepada para muridnya: “Bagaimana Mesias disebut? Muhammad adalah namanya yang diberkati.”

    “Dan di tempat lain, Yesus menyangkal menjadi Mesias, mengklaim bahwa ia akan menjadi Ismail, istilah yang digunakan untuk orang Arab,” tambah surat kabar itu.

    Menurut laporan tersebut, umat Islam mengklaim teks, yang banyak dikatakan adalah Injil Barnabas, adalah tambahan dari kitab-kitab Injil yang sudah ada yaitu Markus, Matius, Lukas dan Yohanes.

    St Barnabas secara tradisional diidentifikasi sebagai pendiri Gereja Siprus, seorang Kristen awal yang kemudian menjadi rasul.

    Gunay mengatakan bahwa Vatikan telah secara resmi diminta untuk melihat injil tersebut, yang Turki temukan selama operasi anti-penyelundupan polisi pada tahun 2000.

    Skeptisisme atas keaslian naskah tulisan tangan kuno ini mulai bermunculan.

    Pendeta Protestan Ihsan Ozbek mengatakan versi Injil tersebut dikatakan berasal dari abad kelima atau keenam, sementara St Barnabas hidup pada abad pertama sebagai salah satu Rasul Yesus.

    “Salinan di Ankara mungkin telah ditulis oleh salah satu pengikut St Barnabas,” katanya kepada surat kabar Today Zaman.

    Tapi kecurigaan sebenarnya segera dapat diselesaikan dengan mudah.

    Usia sebenarnya dari Injil bisa segera ditentukan oleh penelitian ilmiah, profesor teologi Turki Ömer Faruk Harman mengatakan kepada Daily Mail, untuk mengklarifikasi apakah itu ditulis oleh St Barnabas sendiri atau pengikutnya.

    Jika beberapa orang kristen mengatakan bahwa tidak ada nama Muhammad di dalam Alkitab maka hal ini kurang tepat. Di dalam Al Quran dikatakan:
    “(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi yang (namanya Muhammad) mereka dapati tert
    ulis di dalam Taurat dan Injil (Alkitab/ Bible/ Gospel) yang ada di sisi mereka,..” (Al A’raf 157)
    Ayat tersebut memberitahukan bahwa nama Muhammad memang ada dalam Alkitab. Baiklah, mari kita lihat dalam Alkitab.
    Kita tahu bahwa Bible terdapat 66 kitab. Terdiri dari 39 Kitab di Perjanjian Lama dan 27 kitab di Perjanjian Baru. Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani dan Perjanjian Lama di tulis dalam bahasa Ibrani (yang merupakan bahasa asli/ bahasa sehari- hari Yesus saat itu.). Memang, nama Muhammad tidak ada dalam Alkitab terbitan LAI, karena telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indo. Tetapi jika kita baca di manuskrip kuno nya (naskah asli berbahasa Ibrani), di Song of Songs/ Song of Solomo/ Kidung Agung, kita dapat menemukan:
    חִכּוֺ מַמְתַקִּים וְכֻלּוֺ מַחֲמַדִּים זֶה דוֺדִי וְזֶה רֵעִי בְּנוֺת יְרוּשָלָםִׁ׃
    Jika di baca bunyinya kurang lebih demikian:
    “Hikow mamtaqim wkulow Muhammadim zeh dowdiy wzeh ree`iy bnowt yruushaalaaim.” (Song of Solomo 5: 16) Terdapat kata Muhammadim dalam ayat tersebut
    Muhammadim = Muhammad + im.
    Tambahan akhiran “-im” adalah “plural of respect”
    Jadi, maksud ayat tersebut ialah kata Muhammad yang diucapkan dengan “all of respect”
    “His voice and speech are exceedingly sweet; yes, he is altogether lovely. This is my beloved, and this is my friend, O daughters of Jerusalem!” (Song of Solomo 5: 16) Jika kita tetap menjaga nama tersebut, maka akan menjadi demikian:
    “His voice and speech are exceedingly sweet; yes, he is Muhammad…. (Song of Solomo 5: 16) smoga ini bisa menambah pengetahuan mu mengenal injil yang sebenarnya yang di sempurnakan dengan Al-Qur’an.. Yang tdk ada keragu-raguan di dalamnya.

  40. Anonymous said

    ‘Abid berkata

    Kalian kristiani2 SESAT!! membuat kaum awam menjadi semakin bingung saja! DASAR MUNAFIK! padahal di dalam hati kalian hanya ingin diAKUI kitab kalianlah yg paling benar! Di dalam hati kalian menginginkan jika orang2 yg membaca argumen anda agar mengikuti agama kalian yg MELENCENG!!
    Kencing saja tidak bersih, masih melekat NAJIS diujung kxxtxl kalian, berani2 mau bahas nama ALLAH dan PARA UTUSANNYA yg SUCI…

    Tidak perlu PANJANG LEBAR!!
    Dasar kristiani SESAT!! Anda fikir andalah yg paling pintar??
    KALAU KALIAN MAU TAU Benar tidaknya argumen anda, jawabannya hanya satu, Yaitu “MATI”
    Karena sesudah kalian matilah baru kalian tau kebenarannya, baru kalian dapat berjumpa dengan yg namaNya ALLAH, kalian akan berjumpa dengan yg nama AL MASIH, kalian akan berjumpa dengan yg namanya MUHAMMAD SAW,

    Kami ISLAM, sentiasa berjumpa dengan ALLAH, dan para utusan2Nya, baik dalam hidup, apalagi sesudah mati…

    Tetapi untuk Kristiani2 SESAT yg RIAK seperti kalian, HARUS MATI dulu, baru kalian tahu KEBENARANNYA… ;-)

    BWAHAHAHA…. Ini nih baru muslim sejati…
    Gak bisa bantah argumen, langsung mbledug, langsung caci maki.

    Baguuuss… terusin aja “perjuangan”nya ya bang abid…
    Kalo bisa sekalian aja jadi “pengantin”, biar barokah… wkwkwkwk

  41. taUbat said

    SELURUH UMAT MUSLIM TIDAK ADA YANG TERPENGARUH DENGAN “KIAMAT 2012″

    MUSLIMLAH YANG SANGGUP MENJELASKAN FENOMENA ……

  42. sabai said

    umat paulus yakin bgt kalo isa almasih itu Tuhan ya. kalo emg kristen itu agama yg dibawa Tuhan,kenapa gada larangan2 di dalam nya ? semuanya di halal kan.bahkan miras pun di halal kan.seks bebas jg di halal kan.cukup hanya dengan PERCAYA bhwa isa adalah Tuhan,maka DIJAMIN masuk surga.di dunia aja miras di larang,masa Tuhan menghalal kan ?! agama ko gada aturan

  43. Bagaimana bisa ketemu titik.
    menggunakan kata yang sama namun arti dan makna berbeda.
    apalagi dasar pemikiran keimanan yang berbeda pula.

  44. wow

  45. Anonymous said

    saudara logika….banyak belajar lagi ya jgn baca satu ayat saja baca ayat sebelumnya baru comen…ok…sampai kiamat pun muhammad gak akan pernah ada dlm injil,,gak usah memasakkan kehendak biar nama muhammad ada dlm injil

  46. Anonymous said

    ITU INJIL DIPERBANYAK, DISEBAR LUASKAN, BIAR KALO ITU KEBENARAN MAKA SEMUA AKAN TERSINARI DAN SEBALIKNYA KALO ITU TIDAK MENGANDUNG KEBENARAN MAKA CUKUP MENJADI CATATAN LAIN BAGI DUNIA YANG DISUMBANGKAN DARI SI PENULIS.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.046 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: