KabarNet.in

Aktual Tajam

Produser TvOne Akui Media Tidak Fair Terhadap FPI

Posted by KabarNet pada 15/02/2012

Jakarta – KabarNet: Bukan rahasia lagi bahwa bisnis media, baik nasional maupun internasional, sebagian besar dikuasai oleh kelompok pendukung paham Sekularisme-Pluralisme-Liberalisme (SEPILIS), sebuah paham yang ditolak oleh seluruh agama di dunia. Sementara Front Pembela Islam (FPI) merupakan ormas Islam penggiat amar makruf nahi munkar yang selalu berada di garis depan dalam memberantas maksiat, penodaan agama dan aqidah Islam, termasuk disini menentang paham SEPILIS. Maka tidak heran kalau FPI selalu mendapat perlakuan tidak adil dari media. Media pendukung paham SEPILIS selalu menyudutkan FPI, seolah tidak ada kebaikan sedikitpun yang bisa diambil dari FPI. Sejumlah aksi-aksi kemanusiaan yang selalu dilakukan FPI tidak pernah sedikitpun diberitakan, sementara manakala “oknum” FPI (bukan kebijakan organisasi) terprovokasi dan terpancing melakukan anarkisme, maka media pendukung SEPILIS seakan berlomba-lomba menempatkannya sebagai berita utama.

FPI selalu diperlakukan tidak adil, dan sengaja dicitrakan jelek oleh sebagian besar media. Itulah kesimpulan Redaktur KabarNet terhadap analisa cerdas Produser TvOne, Mohamad Fadhilah Zein, sebagaimana dikutip oleh Eramuslim berikut ini:

FPI Dalam Pusaran Media-media

Selasa, 14/02/2012 09:47 WIB

Oleh, Mohamad Fadhilah Zein (Produser TvOne)

Front Pembela Islam (FPI) menjadi bulan-bulanan media. Berangkat dari sinisme terhadap FPI, akhirnya pemberitaan yang dilakukan sebagian media menjadi tidak obyektif. Kecuali media Islam, beberapa media menyajikan pemberitaan yang mengarahkan pembacanya pada citra buruk FPI.

Sikap sinis ini semakin kentara ketika media menghadirkan berita yang tidak sama antara badan berita dengan judul. Misalnya, Kompas.com tertanggal 12 februari pukul 12.40 WIB, yang menurunkan berita tentang statemen Din Syamsudin terkait penolakan kehadiran FPI di Kalimantan Tengah. Judul berita yang diturunkan Kompas.com adalah “Din Syamsudin: Tolak Ormas Anarkis”. Isi berita tersebut adalah pernyataan Din Syamsudin yang menolak segala bentuk kekerasan. Tidak ada satu kalimat pun dari Ketua Umum PP Muhammadiyah, di berita itu, yang menyebut “Tolak Ormas Anarkis.”

Pemberian judul di atas menjadi bias karena seolah-olah Din Syamsudin menolak FPI, padahal dalam pernyataannya, Din hanya mengatakan tolak segala bentuk aksi kekerasan yang bisa dilakukan siapa saja. Bisa disimpulkan, Kompas.com sudah melakukan penghukuman terhadap FPI (Trial by The Press) dengan memberikan judul seperti itu.Selengkapnya bisa dilihat http://nasional.kompas.com/read/2012/02/12/12403753/Din.Syamsuddin.Tolak.Ormas.Anarkis.

Lain pula yang dilakukan Vivanews.com. Media ini menurunkan sejumlah berita terkait kehadiran FPI di Kalimantan Tengah namun mendapat penolakan dari masyarakat setempat. Salah satu berita yang cukup bombastis adalah berita dengan judul “Usir FPI karena Warga Dayak Trauma Konflik” tertanggal 14 februari pukul 00:02 WIB.

Dengan judul menggunakan tanda kutip, pembaca disuguhi pernyataan langsung dari seorang pengamat. Redaksi tentu sudah memilih siapa pengamat yang jawabannya sesuai dengan keinginan mereka. Uniknya, ada lead yang memperkuat judul dalam berita itu, “Tak ada terkait agama. Mereka tidak menolak Islam, tapi menolak radikalisme.” Pemilihan lead semacam ini menjadi biasa dilakukan awak redaksi untuk mengarahkan kemana pembaca akan digiring. Selengkapnya bisa dilihat

http://nasional.vivanews.com/news/read/287841–usir-fpi-karena-warga-dayak-trauma-konflik-

Detik.com sebagai portal berita internet yang kini dikuasai Transcorp juga tidak kalah menunjukkan sinisme terhadap FPI. Media ini bahkan menghilangkan identitas Habib pada Ketua Umum FPI Muhammad Rizieq Shihab. Di setiap penulisan berita, Detik.com selalu menyebut Ketua Umum FPI Rizieq Shihab. Tidak ada penjelasan mengenai hal ini dari portal berita ini.

Di beritanya lainnya, Detik.com mewawancarai peneliti SETARA Institute yang notabene adalah lawan ideologis FPI. Dalam wawancara itu, FPI digambarkan sebagai organisasi yang kebal terhadap hukum karena merusak tempat-tempat prostitusi , penyebaran miras dan lain sebagainya, namun dibiarkan oleh pemerintah. Statemen peneliti SETARA Institute pun dikutip hanya sebagian oleh Detik.com, karena di akhir badan berita, penulisnya hanya mengutip penggalan kalimat dari berita yang sudah tayang sebelumnya. Beritanya bisa di lihat

http://news.detik.com/read/2012/02/13/020916/1840605/10/insiden-tolak-fpi-di-palangkaraya-bentuk-kekecewaan-pada-pemerintah?nd992203605

Yang harus diperhatikan lebih di Detik.com adalah komentar-komentar dari pembaca yang kebanyakan anonim. Setiap berita menyangkut FPI atau Islam, pasti banyak komentar-komentar sinis, bahkan menghina, yang sepertinya dibiarkan oleh redaksi Detik.com.

Sementara itu, Antaranews.com yang menjadi kantor berita resmi pun menurunkan sejumlah berita yang bisa disimpulkan tidak setuju dengan adanya FPI. Beberapa judul yang ditulis media ini bahkan menunjukkan sikap redaksi yang demikian. Salah satunya adalah berita dengan judul “Warga Dayak Tolak FPI” tertanggal 11 Februari pukul 15:54 WIB. Beritanya

http://www.antaranews.com/berita/296896/warga-dayak-tolak-fpi

Antaranews.com rupanya juga menurunkan berita yang sama dengan Kompas.com tertanggal 12 Februari dengan narasumber Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin. Berbeda dengan Kompas.com, Antaranews.com tidak mengutip satu kata pun tentang ormas anarkis.Dalam artikel itu, Din Syamsudin menekankan tidak ada agama di Indonesia yang menolak keberagaman.

Bagaimana media massa Islam?

Berbeda dengan media-media massa mainstream, media Islam justru melakukan pembelaan terhadap FPI. Sebut saja eramuslim.com, voa-islam.com, arrahmah.com, hidayatullah.com dan republika.co.id. Sebagian dari media massa itu bahkan menyebut Dayak Kafir untuk menunjukkan sikap redaksi.

Mereka mengutip statemen dari seluruh pengurus FPI, pengamat Islam yang menguntungkan FPI, atau statemen-statemen pejabat negara, dalam hal ini kepolisian, untuk memposisikan FPI sebagai pihak yang tidak dirugikan. Hidayatullah.com bahkan tidak ragu menyebut adanya upaya pembunuhan atas apa yang terjadi pada Sabtu (11/2) yang lalu.

Media ini mengutip pernyataan Wasekjen FPI, KH. Awit Masyhuri yang menyebut ada pihak-pihak yang khawatir kepentingan ekonominya terganggu dengan kedatangan FPI. Menurut Awit, sebulan lalu delegasi warga Dayak Kalteng dari berbagai agama mendatangi DPP FPI di Petamburan untuk meminta bantuan untuk menghadapi arogansi Gubernur Kalteng dan Kapolda Kalteng tentang konflik agraria seperti Kasus Mesuji– Lampung.

Voice of Al-Islam atau VOA-Islam.com lebih keras lagi menyebut Dayak Kafir atas apa yang terjadi dengan FPI. Media ini juga menunjukkan pembelaan terhadap Habib Rizieq Shihab dan seluruh pendukungnya. Hal ini jelas karena posisi media ini adalah sesuai dengan visi dan misinya yang khawatir dengan nasib umat Islam yang semakin termarjinalkan dengan kelompok-kelompok Kapitalis dan Zionis.

Eramuslim.com yang lebih dulu menjadi portal berita dunia Islam juga membela FPI. Ada yang menarik dari tulisan editorial Media Islam Rujukan ini. Editorial berjudul “Mengapa Menolak Habib Rizieq?” mempertanyakan sikap ambivalensi media terhadap pelaku-pelaku kekerasan di tanah air.

Dalam tulisan itu, Eramuslim mengkritisi arti kekerasan yang sering disematkan pada FPI. Padahal, pada kenyataannya, banyak kekerasan-kekerasan yang dialami umat Islam di daerah, justru dilakukan kelompok-kelompok non-muslim, namun hal itu tidak diungkap media-media massa mainstream.

Dalam kerusuhan Madura vs Dayak, Eramuslim.com mengungkit kembali kerusuhan antara Muslim vs Kristen. Selengkapnya bisa dilihat

http://www.eramuslim.com/editorial/mengapa-menolak-habib-riziq.htm

Arrahmah.com yang mengusung tagline Berita Dunia Islam & Berita Jihad Terdepan, mengeluarkan sikap redaksi yang keras. Meminjam pernyataan Ketua bidang Nahi Munkar DPP FPI Munarman, media online ini menghalalkan darah kafir harbi yang menghalang-halangi dakwah Islamiyah.

Bahkan, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustin Teras Narang, dicap sebagai kafir harbi yang darahnya halal untuk ditumpahkan. Beritanya ada disini:

http://arrahmah.com/read/2012/02/11/17991-munarman-kafir-yang-menghalangi-dakwah-adalah-kafir-harbi-halal-darahnya.html

Kebenaran Hakikat vs Kebenaran Prosedural

Dari uraian pemberitaan di atas, terbukti bahwa media-media memiliki banyak kepentingan, bisa ideologis, ekonomi, politik dan lain sebagainya. Awak redaksi akan menentukan seperti apa wajah media tersebut. Seorang muslimkah dia, liberal, agnostik, kejawen dan sebagainya, akan mempengaruhi berita-berita yang disuguhkan. Pembaca pun hanya menjadi penonton, yang jika tidak hati-hati dan cerdas, akan terhanyut dan terombang-ambing dalam pusaran informasi yang begitu deras dan terbuka. Independensi media massa pun dipertanyakan, jika melihat dari pemberitaan FPI.

Bahkan, media berperan besar dalam menstigmakan FPI sebagai organisasi pro-kekerasan. Bayangkan saja, setiap ada penggerebekan yang dilakukan FPI, maka jurnalis televisi akan selalu hadir. Tayangan video itu lalu disiarkan secara langsung di setiap program berita. Masyarakat pun tercengang dengan apa yang disaksikannya. Jadilah, FPI tertuduh sebagai ormas kekerasan.

Apakah kekerasan hanya dilakukan FPI? Jawabnya tidak. Kita semua tahu bahwa pelaku kerusuhan di daerah banyak juga yang dilakukan oleh non-muslim. Namun, porsi pemberitaannya tidak sama dengan apa yang dilakukan FPI.

Jika kita melihat hakikat yang dilakukan FPI, maka kebenaran yang diusung tidak terbantahkan. Maksudnya begini, siapa pun pasti setuju bahwa minuman keras, prostitusi, perjudian dan sejenisnya adalah tindak kejahatan yang harus diberantas. Tidak perlu ditanya betapa banyak bukti kehancuran akibat perbuatan-perbuatan tersebut. Kecuali bagi penganut adanya kebenaran relatif, maka hal-hal tersebut tentu tidak berlaku.

Apa yang dilakukan FPI secara hakikat adalah benar, karena mereka menghilangkan penyakit sosial masyarakat yang sudah endemik. Kekerasan yang mereka lakukan biasanya menjadi pilihan terakhir, karena adanya kelompok penentang. Pun hingga saat ini, kekerasan itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Bandingkan dengan kekerasan di daerah, misalnya Ambon, Poso, Bima, Makassar dan lainnya sebagainya, yang menyebabkan korban meninggal dunia. Kebenaran hakikat yang diyakini FPI bertabrakan dengan kebenaran prosedural yang ditetapkan dalam kehidupan masyarakat.

Ambil contoh kasus Perda Miras yang ramai beberapa waktu lalu. Kementerian Dalam Negeri berdalih Perda-perda Miras bertentangan dengan Keputusan Presiden Nomor 3 tahun 1997. Oleh sebab itu, muncul wacana pencabutan Perda-perda tersebut.

Secara prosedural perundang-undangan, upaya Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi benar untuk mencabut Perda-perda tersebut. Tapi, secara hakikat, dia akan bertabrakan dengan kebenaran yang diyakini umat Islam secara mayoritas.

Inilah contoh kasus yang menyebabkan lahirnya kelompok-kelompok seperti FPI. Selama kebenaran prosedural tidak berdasarkan kebenaran hakikat, maka akan selalu lahir generasi pembela Islam. Dan, bagi mereka yang sungguh-sungguh memerangi FPI dikhawatirkan terjangkit penyakit Islamophobia yang wabahnya sudah mendunia. [KbrNet/Eramuslim/adl]

124 Tanggapan to “Produser TvOne Akui Media Tidak Fair Terhadap FPI”

  1. WAHAB said

    SMUA INI SUDAH DISUSUN OLEH ANTEK2 YAHUDI DI INDONESIA , DAN SBY TERMASUK KEDALAMNYA ,, DAN MAKIN BANYAK ORANG YG SUDAH TERKENA TIPUDAYANYA ,, MEREKA MENJUAL AKIDAH DEMI UANG ,, OTAK MEREKA SUDAH DICUCI,, DAN MENGAPA FPI SLALU JD KORBAN , KARENA FPI ADALAH ANCAMAN BESAR BAGI MEREKA ,, BERHATI HATILAH KALIAN ,, TANAMKAN ILMU ISLAM DAN BELATIHLAH PEDANG , KARNA PADA AKHIRNYA UMAT MUSLIM AKAN MELAWAN YAHUDI SEBAGAIMANA TELAH DIJELASKAN DALAM AL QUR’AN DAN HADIST ..

  2. edy kahfi said

    Allahuakbar.. .

  3. Anonymous said

    OOT

  4. Khaerul Saleh said

    Untuk FPI Tetap tegakkan amar ma’ruf nahi munkar.

  5. Anonymous said

    Semua ini perlu kita sikapi secara benar dan berimbang..Jadi FPI yg dipojokkan setiap dia bergerak itu tentu sudah memperhitungkan dengan segala kemungkinan. Apakah dimuka hidung kita orang sudah diperingatkan berkali-kali enggak juga didengar lalu kita akan diam saja..?? ini yg perlu dipertanyakan..?? kepada diri kita semua yg memang masih memiliki sebuah Aqidah yg memang sudah kita yakini akan kebenaranNya. Tentu akan beraksi lain..???Kita tidak menghendaki sebuah kekerasan..??? Namun pihak yg diberi peringatan tentu juga harus bisa memahami dan menghentikan keinginan dari pihak yg merasa tidak menyukainya.?? Spt.. Judi.., Meminum minumanan Keras yg tdk pada tempatnya..dll sebagainya..yg telah bertentangan dengan ajaran Agama. Ini tentu juga harus dihargai oleh pihak yg memang Hobi itu. Namun karena tidak ada saling pengertian ..maka terjadikan tindak kekerasan. Sementara Aparat cuma mendiamkan dan tidak ikut membantu menyelesaikannya secara baik dan proporsional, Kita memang sadar sadarnya… bahwa BUMI INI TIDAK UNTUK SATU GOLONGAN SAJA. Tapi terdiri dari berbagai golongan.. MULAI dari yang TAAT kepada AJARANNYA… SAMPAI.. kepada yang MURTAD dan pengkhianat kepada ajarannya. Tapi apakah kita ingin untuk membiarkan semua Kebathilan ini dibiarkan dan diamini saja..????? Kalau memang itu yg kita lakukan… maka Robahlah Undang-Undang Dasar kita dan Ganti Pancasila dengan Gambar SINGA atau MONYET. Biar lebih afdol bagi setiap warga negara menjalani Hak-Haknya. Namun kalau kita sudah sepakat dan setuju masih dalam UUD 45 dan Pancasila.. maka semua bentuk pergerakkan oleh Warga Negaranya tentu melalui sebuah Rambu-Rambu yg Tegas dan Jelas. serta ini wajib dipatuhi oleh WARGANYA. Kita sekarang sepertinya sudah dirusak dengan adanya UUD HAM….tapi kadang-kadang makin membuat manusia ini sudah kehilangan kontrol dan suka membuat kekacauan dan keributan sana-sini. Sebab kita akhir-akhir ini sudah kehilangan rasa Kebangsaan dan Cnita Tanah Air… KITA SUDAH CINTA UANG……..HARKAT DAN MARTABAT SUDAH jadi NOMOR sekian. YANG BERLAKU SAAT INI ADALAH UANG…..UANG….UANG…UANG….. UNDANG-UNDANG KITA SEPERTI HANYA UANG…????????? Inilah yg membuat perihatin oleh sebagian Anak Bangsa yh memang masih punya keinginan untuk membangun BANGSA YG BERMARTABAT..dan PUNYA HARGA DIRI…!? Kapan dan sampai dimana tingkat sebuah kesabaran..???? Kalau kita menggunakan tolak Ukur Agama… maka semuanya sudah jelas dan terang benderang..!????? MAU KE ARAH HITAM ATAU PUTIH…!!!!??? Jelas pilihannya. . Bukan nya selalu Abu-Abu….!!? Kita sudah sangat banyak memberikan contoh…..untuk menjadi warga Negara yg Baik..melalui. Undang-Undang, Nasehat…, Paringatan…namun semuanya seakan-akan sia-sia saja.!!!! Yang lebih parah lagi adalah Rakyat kita yg tingkat pendidikan nya rendah dan kemampuan Ekonominya juga rendah adalah sasaran EMPUK bagi yg punya Uang., Sehingga sangat mudah jadi umpan peluru atau diperbudak oleh orang yg berduit, Sehingga sampai menghilangkan harga diri/Aqidah sendiri.. apalagi kalau yg mereka hanya punya kesiapan Aqidah sangat minim dan tipis. Ini menjadi tujuan awal bagi para perusak BANGSA..Karena BANgsa kita ini masih banyak yg terkebelakang…jadi ini sangat mudah dipengaruhi..untuk di Hasut dan diadu dombakan sesama anak Bangsa… dengan hanya memberi imbalan sebuah kesenangan yg sifatnya sesaat. Kita sudah terlanjur BASAH….oleh bermacam-macam bentuk gangguan sosial ditengah-tengah masyarakat.. Kita bisa saksikan baik melalui Media Cetak maupun Media Elektronik..!? Berita apa yg paling Banyak disiarkan.????, Kalau boleh saya memberikan menurut saya yg banyak saat ini aadalah, 1. KORUP, 2 .PEMBUNUHAN, 3. PENGANIAYAAN, PEMERKOSAAN, PERAMPOKKAN, PENIPUAN dan sjenis. sementara untuk mendidik anak Bangsa kearah mendidik agar SADAR dengan HUKUM kemudian membangun Negeri ini dengan AKHLAK DAN BUDAYA INDONESIA sendiri itu …. sangat minim. Mana ada berita yg disampaikan oleh Media Isinya berimbang dan MENGAJARKAN RAKYAT MENGERTI akan semua HAK DAN KEWAJIBANNYA sebagai WARGA NEGARA INDONESIA yg maju dan BERADAB…. Ini kita semua sudah seakan akan sudah kehilangan TUJUAN DAN ARAH dalam membawa Bangsa ini kearah yg jelas.!? Karena… semua serba RAGU- RAGU dan BIMBANG dalam bersikap. Kalau saya mengatakan kita ini sudah seakan-akan mengarah menjadi PENGKHIANAT UUD 45 dan PANCASILA. Sebab tak mampu lagi berfikir secara JERNIH dan TEGAS. Padahal kita sudah banyak Pakar HUKUM, Yg buta Hurufpun sudah agak berkurang. Kok Kita ini semakin jadi ORANG BINGUNG..????????? Jadi disinilah gunanya kita berpegang pada AJARAN AGAMA..sesuai yg kita Yakini menurut kita. Agar bisa mendapat jawaban dari sebuah Kebingungan yg tengah berlangsung.. dewasa ini. Jadi menurut saya FPI itu tak perlu di bubarkan…?? yg perlu dibubarkan adalah MANUSIA PENGKHIANAT UUD 1945 dan PANCASILA termasuk manusia -manusia yg berpihak pada KORUPTOR… itu yg perlu dibasmi dimuka Bumi ini. . Makanya enggak usah kita ragu dan takut kalau memang itu sebuah Kebenaran..?? Pilihannya tetap satu saja.. kalau kita mau baik dan Maju Negeri ini….!? Apa pilihan . KITA……. mau HITAM ATAU PUTIH..????? atau mau ikut menyerikati pekerjaan yg memang dibenci dan dilarang oleh ALLAH …SWT..atau kita mau patuh dan taat dengan ajaran Allah dalam kebaikkan dan memang sudah diredhoi oleh NYA. serta patuh untuk melakukan APA yg disuruh oleh Allah SWT saja……serta menghentikan semua yang telah dilarang oleh ALLAH SWT.. karena Allah SWT itu adalah satu-satunya sebagai PEMILIK ALAM SEMESTA INI… ini yg perlu jadi Pertimbangan Kita semua…!!!!!!??????? . MARILAH KITA MELIHATNYA SECARA JUJUR DAN IKHLAS terhadap Kejadian DUNIA INI….!! Jangan Mendustai Diri Sendiri…… Semua yg Hidup ini akan Mati..???? PERTANGUNG JAWABAN DIHADAPAN ALLAH SWT TAK ADA YG BISA DIREKAYASA….dan TAK ADA HUKUM SUAP BERLAKU..!!????? Masih kah kita ingin Mengingkari KEBERADAAN ALLAH SWT TSB..????!! Tunggu saja Laknat Allah SWT kepada Manusia ini..!!?? Astagfirullahhalazim……3000 x…SUBHANNALLAH MAHA SUCI ENGKAU 3000X TUNJUKKANLAH KAMI YG TELAH SESAT INI YAA ALLAH… Hanya ENGKAU YAA ALLAH YG MAMPU MEROBAH ISI ALAM INI BESERTA FIKIRAN MAKLUKNYA.. Kami TAK ADA DAYA DAN UPAYA serta KEKUATAN SEDIKITPUN YAA ROB,, UNTUK MEROBAH ITU kecuali ENGKAU YA ROBB..!!

  6. taUbat said

    He he he he …….

    Bagi yang berprasangka negatif pada FPI harap maklum, mereka belum mengetahuinya saja karena kepandaian / kepiawaian media dalam memblow up seolah-olah FPI itu anarkis, yang ditonjolkan dan berulang-ulang saat aksi. (masyarakat terpengaruh)

    FPI adalah jelas Front Pembela Islam, dimana ada kemaksiatan / penistaan / perjudian (dapat dikatakan tempat syetan) yang mengganggu lingkungan dan mendapatkan pengaduan / laporan warga lalu diberi peringatan terlebih dahulu tapi bebal kemudian dilakukan sock teraphy. (SOP)

    Aneh saja kalau FPI datang berkumpul lalu duduk di depan tempat maksiat serta mendo’akan agar menutup/berhenti operasionalnya.

    Untuk Media dan Pemerintah bersikaplah transparan terhadap FPI alangkah baiknya tidak memanfaatkan agar mendapatkan rating dan pengalihan isu semata.

    Salam.

  7. Anonymous said

    Mengajilah di LDII……….. http://id-id.facebook.com/pages/Mengajilah-Quran-dan-Hadist-Di-LDII-Lembaga-Dakwah-Islam-Indonesia/269905783069576

  8. rap bagus said

    Haduh FPI lagi FPI lagi. Kenapa juga tidak pernah ada solusi untuk isu ini?

  9. nani said

    Hidup FPI!!! AllahuAkbar!!!! Hidup Habib RizieQ Shihab!!!

  10. rahasia said

    FPI MAJU TAK GENTAR……

    JANGAN SURUT LANGKAHMU……

  11. Anonymous said

    Iman, Islam dan jihad kita hrs diperkuat utk melawan kedholiman….islam sejati akan menang…Allahu akbar…!!!!!

  12. Marpaung said

    FPI akan tetap exis di hati ummat, bukan saja umat Islam yang membutuhkan FPI, tapi umat lain mendukung kegiatan FPI untuk menghancurkan kemaksiatan dimuka bumi Indonesia ini.

  13. Coba kita intruspeksi saja ; pada hari raya nyepi dibali semua penganut agama tidak keberatan utk menghormatinya dan tidak ada satupun orang apalagi media yg mengatakan adanya pemaksaan keyakinan disana. Nah alangkah indah dan amnnya nya jika semua orang juga bisa menjaga dan menghormati perasaan dan keyakinan kaum muslim yg mayoritas ini. Tetapi adalah suatu yg nyata bahwa keyakinan kaum muslim selalu diobok2, diintimidasi, dimarjinalkan, difitnah, distigmakan negatif dsb. Lalu dimana letak kesalahan jika ada reaksi dari kaum muslim jika ingin membela keyakinannya itu. Contoh saja jika bulan ramadhan kaum muslim menginginkan adanya penghormatan dari kaum lainnya dengan tidak membuka tempat2 maksiat selama bulan suci itu, berbagai alasan keberatan disampaikan dan anehnya alasan2 itu juga didukung oleh media…….apakah ini yg disebut kesetaraan dan keadilan. Hal yg remeh semacam ini dan kuantitas contoh lainnya yg sangat banyak membuat kita kaum muslim harus bangkit untuk membela agama ini agar mereka2 diluar sana mengerti apa arti kebenaran hakiki ” KALAU MEREKA INGIN DIHORMATI MAKA MEREKA HARUS JUGA BISA MEMBERIKAN RASA HORMAT ITU!!!!!!!!!!!!

  14. Tarzan said

    Masalahnya semuanya kembali pada benda yang disebut uang. Mengapa ? Karena uang kebanyakan bikin orang jadi mabuk kepayang.

  15. Capedeh said

    Dengan uang, apa sih yang gak bisa dibeli ? Itulah jurus setan dalam menyalahkan yang benar dan membenakan yang salah. Capedeh

  16. WALIKELAS said

    Kalau orang berbohong, maka yang menjadi korban cuma satu atau dua orang saja. Tapi kalau media yang berbohong, maka korbannya bisa sampai milyaran manusia. Berhati-hatilah media, engkau bisa menyelamatkan manusia, namun bias pula menjerumuskanmanusia.

  17. pecinta habaib said

    Jangan pernah mundur sedikitpun dmi membela agama Allah&Ajaran islam sesuai Al-Qur’an dn Haditz…selagi kemaksiatan trus merajalela di bumi pertiwi INDONESIA ini,,FPI akn membrantas’ny..krna klw tdk di brantas,apakah kalian mau INDONESIA kta yg sma”kta cintai ini hancur oleh murka’ny Allah,,klw Allah sdh murka,maka yg akn terkena imbas’ny adlh orng”yg tdk berslah,orang”soleh,ibu,ayah,ank&saudara”kalianpun akn terkena murka’ny Allah,,karna skap kta yg tidak mau peduli dgn ada’ny kemaksiatan di lingkungn kta hdup….Buat FPI smpai kpnpun akn sllu ana dkung untk membrantas semua kemaksiatan…FPI teruslah berkibar dmi agama Allah….
    ..Allahhu Akbarrrrrrrrrrrrr…

  18. ali rahmat said

    anggaran syetan untuk melemahkan perjuangan aspirasi umat islam emang besar dan selalu disetujui dalam rapat badan anggaran syetan,,namun yakinlahlah ALLAH SWT maha kaya,!!! ada trillyunan semangat yg selalu mengelora di hati para pejuang FRONT PEMBELA ISLAM

  19. PUTIH DAN HITAM (YING&YANG) said

    bruakkakakaka ngakaks gw liat kalian semua di satu sisi ad yg pro si A dan di satu sisi ada yg Pro si B dan si satu sisi ada yg netral SO JD MN YG BENER !!! GW BLG DI SINI GK AD YG BENER CUMAN YG GW BLG BENER TUH CMN 1 DOANG TIDAK TERLIHAT TAPI SLALU DI HATI KALIAN

    DI DUNIA MENGAKUI ADANYA 5 AGAMA YAITU :
    ISLAM =
    KRISTEN =
    KHATOLIK = TUHAN CUMAN 1 DI DUNIA INI (CMN AJARANNYA DAN CARANYA YG BERBEDA TP JLNYA 1 YAITU KETUHANAN)
    BUDHA =
    HINDU =

    ISLAM MENYEBUT TUHAN NYA ADALAH ALLAH MENYEBARKAN AGAMA ISLAM ADALAH NABI-NABI NYA
    KRISTEN MENYEBUT TUHAN NYA ADALAH YESUS KRISTUS/ALLAH MENYEBARKAN AGAMA ADALAH MALAIKAT-MALAIKAT NYA
    KHATOLIK MENYEBUT TUHAN NYA ADALAH JESUS/ALLAH MENYEBARKAN AGAMA ADALAH MALAIKAT-MALIKAT NYA
    BUDHA MENYEBUT TUHAN NYA ADALAH BUDHA JU LAI MENYEBARKAN AGAMA ADALAH DEWA-DEWI NYA
    HINDU MENYEBUT TUHAN NYA ADALAH KRISNA MENYEBARKAN AGAMA ADALAH DEWA-DEWI NYA

    DI SELURUH DUNIA AJA MENGAKUI ADANYA 5 AGAMA DI DUNIA INI
    SO AGAMA APA SIH YG DI SINI YG MENGAJARKAN KESESATAN ?
    SETIAP AGAMA TUH ADA ADATNYA NYA MASING2
    SETIAP ETNIS/SUKU ADA ADATNYA MASING2
    SETIAP MANUSIA ADA PEMIKIRAN,SARAN,EGO,WATAK,SIFAT, MASING2 dsb.DLL
    KUNCINYA ADALAH JIKA INGIN DAMAI DAN TENTRAM DI DUNIA INI SALING MENGHARGAI SATU SAMA LAIN ANTARA PERBEDAAN DAN ADATNYA MASING2
    INGIN DI HORMATI HORMATI DOLO
    TIDAK INGIN DI HUJAT/DIHINA JGN MENHUJAT/ATAU MENGHINA DOLO
    KATA ADALAH SEBUAH MAKNA ADALAH SEBUAH ARTI ADALAH SEBUAH KENYATAAN ADALAH SEBUAH FAKTA ADALAH SEBUAH BUKTI ADALAH SEBUAH KEJELASAN ADALAH SEBUAH KEBENARAN!!!
    NB: JANGAN CARI MASALAH KALO TIDAK MAU DAPAT MASALAH
    ADA SEBAB PASTI SELALU ADA AKIBAT

  20. PUTIH DAN HITAM (YING&YANG) said

    UMI ITU BULAT SEPERTI LINGKARAN
    DIMANA ADA TERANG ADA KEGELAPAN
    DIMANA ADA KEBAIKAN ADA KEJAHATAN
    KEBAIKAN INGIN MENGHAPUS KEJAHATAN DI DUNIA FANA ITU TIDAK MUNGKIN JIKA KEJAHATAN BISA DI HAPUS DI DUNIA INI MAKA TIDAK ADANYA KEGELAPAN LAGI DIDUNIA INI BEGITUPUN SEBALIKNYA YANG MUNGKIN ADALAH MEMBEDAKAN MANA YANG BAIK MANA YANG JAHAT MANA YANG TERANG MANA YANG GELAP
    DI DUNIA INI TIDAK ADA MANUSIA YANG TIDAK BERDOSA DI KARENAKAN MANUSIA ITU TIDAK ADA YANG SEMPURNA DI DUNIA INI
    SETIAP MANUSIA HANYA BISA MEMBERIKAN JALUR/JALAN BAIK DAN JAHAT (TERANG DAN GELAP)YANG MEMILIHNYA JALAN MANA YANG DI AMBIL JALUR MANA YANG DI AMBIL BALIK KE MANUSIA ITU SENDIRI (DIRI SENDIRI) SETIAP MANUSIA HANYA BISA BERKATA DAN MELAKUKAN DAN YANG MENENTUKAN ADALAH MANUSIA ITU SENDIRI (DIRI SENDIRI)
    INTINYA JANGAN PERNAH PERNAH BERPIKIR ATAU MENGANGGAP DIRI SENDIRI ITU SUCI MELAINKAN DARI MANUSIA-MANUSIA YANG HIDUP DI DUNIA INI KARENA TIDAK ADA MANUSIA YANG TIDAK BERDOSA DI DUNIA INI
    KATA ADALAH SEBUAH MAKNA ADALAH SEBUAH ARTI ADALAH SEBUAH KENYATAAN ADALAH SEBUAH FAKTA ADALAH SEBUAH BUKTI ADALAH SEBUAH KEJELASAN ADALAH SEBUAH KEBENARAN
    NB:MAKANYA ADANYA PERATURAN/HUKUMAN DI DUNIA INI TAPI SELALU DI SALAH GUNAKAN OLEH MANUSIA ITU SENDIRI
    PERATURAN/HUKUMAN YANG ADIL ADALAH DIMANA KITA TELAH MENINGGALKAN DUNIA FANA

  21. Sendy said

    Hahaha.. Nonton TVOne tadi.. :)

  22. FPI najis said

    FPI memang salah kok,mau tau salahnya dimana ? Menghakimi orang lain dengan cara kekerasan dan bawa bawa agama,mulut dan perbuatan tangan lo seperti orang munafik ga tau diri yg bisanya cari2 kesalahan orang lain dan ga liat kesalahan lo sendiri yg bertindak anarkis dan provokator agama, semua masalah lo ambil sudut panjang yg sama dimana islam ditindas dan kristen yg selalu jadi biang masalah,kelakuan lo semua tuh yg kafir

  23. […] Source : http://kabarnet.wordpress.com/2012/02/15/produser-tvone-akui-media-tidak-fair-terhadap-fpi/#more-375… […]

  24. taUbat said

    MEREKA DIKALAHKAN FPI

    RABU, 26/02/2014 20:42:16

    SUARA-ISLAM.COM – DEWAN PERS MEREKOMENDASIKAN FPI UNTUK MENGAJUKAN HAK KOREKSI DAN 11 MEDIA TERSEBUT DIREKOMENDASIKAN UNTUK MEMUAT HAK KOREKSI TERSEBUT.

    SEBELAS MEDIA MASSA SEKULER DIKALAHKAN FRONT PEMBELA ISLAM (FPI) MELALUI ADUAN KEPADA DEWAN PERS. KESEBELAS MEDIA ITU TERDIRI 8 MEDIA TELEVISI DAN 3 KORAN HARIAN. KESEBELASNYA ADALAH METRO TV, TV ONE, ANTV, RCTI, SCTV, TRANS TV, TRANS 7, SINDO TV, HARIAN KOMPAS, HARIAN MEDIA INDONESIA DAN HARIAN WARTA KOTA.

    DARI SEBELAS MEDIA ITU, SEMBILAN MEDIA DILAPORKAN ATAS PEMBERITAAN FITNAH TERHADAP FPI DALAM KASUS BENTROK WARGA DI LAMONGAN, SEDANGKAN DUA MEDIA LAINNYA, METRO TV DAN TRANS 7, DILAPORKAN ATAS KASUS TASIKMALAYA YANG MEMFITNAH ANGGOTA FPI SEBAGAI BAGIAN DARI TERORIS. KHUSUS METRO TV, DILAPORKAN ATAS DUA KASUS SEKALIGUS, TASIKMALAYA DAN LAMONGAN.

    DALAM SURAT PERNYATAAN PENILAIAN DAN REKOMENDASI (PPR) DEWAN PERS YANG DITANDATANGANI KETUA DEWAN PERS BAGIR MANAN, TENTANG PENGADUAN FPI TERHADAP METRO TV MISALNYA, DEWAN PERS MEMUTUSKAN, METRO TV DINILAI TELAH MELANGGAR KODE ETIK JURNALISTIK KARENA TIDAK AKURAT, TIDAK MENGHASILKAN BERITA YANG JELAS SUMBERNYA, DAN TIDAK MENERAPKAN ASAS PRADUGA TAK BERSALAH. DEWAN PERS MENILAI PENYEBUTAN SAUDARA I SEBAGAI PEMILIK MOTOR YANG DIDUGA DIGUNAKAN PELAKU PENEMBAKAN POLISI DI TANGERANG 16 AGUSTUS 2013, TIDAK DISERTAI DENGAN SUMBER YANG JELAS. METRO TV JUGA KURANG MENGEDEPANKAN PRINSIP KEHATI-HATIAN.

    TAYANGAN METRO TV DALAM PROGRAM HEADLINE NEWS, 18 AGUSTUS 2013 PUKUL 15.04 BERJUDUL “TERORISME” ITU DINILAI TELAH MEMBERIKAN KESAN NEGATIF KEPADA SAUDARA I. SEBAB DALAM TAYANGAN ITU METRO TV MENYEBUTKAN SAUDARA I SEBAGAI ANGGOTA FPI, PEMILIK MOTOR YANG DIDUGA SELAKU PENEMBAK ANGGOTA POLISI DAN “TERDUGA TERORIS”, TANPA MENYEBUTKAN SUMBER INFORMASINYA. PADAHAL, FAKTA BARU YANG KEMUDIAN TERUNGKAP, SAUDARA I BUKAN PEMILIK MOTOR SEBAGAIMANA DIBERITAKAN DALAM TAYANGAN TERSEBUT.

    ATAS KESALAHAN METRO TV ITU, DEWAN PERS MEREKOMENDASIKAN SUPAYA TELEVISI MILIK SURYA PALOH SEKALIGUS CORONG PARTAI NASDEM TERSEBUT MEMUAT INFORMASI LANJUTAN YANG MENYATAKAN SAUDARA I TIDAK TERBUKTI SEBAGAI PEMILIK MOTOR YANG DIGUNAKAN PELAKU PENEMBAKAN POLISI DI TANGERANG, 16 AGUSTUS 2013, SERTA MEMINTA MAAF KEPADA SAUDARA I DAN PEMIRSA.

    DEWAN PERS JUGA MEREKOMENDASIKAN METRO TV UNTUK MELAKUKAN EVALUASI DALAM PENAYANGAN BERITA, KHUSUSNYA TERKAIT KASUS TERORISME. “DALAM KASUS INI, METRO TV HENDAKNYA TIDAK MEMBUAT KESIMPULAN SENDIRI ATAS FAKTA YANG DAPAT BERAKIBAT MUNCULNYA “OPINI YANG MENGHAKIMI” DARI MEDIA TERHADAP OBYEK YANG DIBERITAKAN” TULIS DEWAN PERS.

    KEPUTUSAN DAN REKOMENDASI YANG SAMA JUGA DISAMPAIKAN KEPADA TRANS7 ATAS TAYANGAN BERITA DALAM PROGRAM REDAKSI SORE, 19 AGUSTUS 2013, BERJUDUL “PEMILIK MOTOR PENEMBAK POLISI DITANGKAP.”

    SEMENTARA TERKAIT KASUS LAMONGAN, DEWAN PERS MEREKOMENDASIKAN SUPAYA FPI MENGAJUKAN HAK KOREKSI KEPADA SEMUA MEDIA YANG DIADUKAN. KEPADA MEDIA-MEDIA TERLAPOR, DEWAN PERS MEREKOMENDASIKAN SUPAYA HAK KOREKSI DARI FPI TERSEBUT SEGERA DIMUAT.

    ATAS KEPUTUSAN INI, KETUA DEWAN SYURO FPI, KH. MISBAHUL ANAM MENDUKUNG LANGKAH DEWAN PERS YANG MENEGUR SEJUMLAH MEDIA TERKAIT PENYEBARAN BERITA BOHONG. “KITA DUKUNG KEPUTUSAN DEWAN PERS, BUKAN HANYA PADA PEMBERITAAN FPI, TAPI JUGA YANG LAIN,” UJAR KYAI MISBAH KEPADA SUARA ISLAM, KAMIS (20/2/2014).

    LEBIH LANJUT MISBAH MENGATAKAN, JIKA ADA MEDIA YANG DALAM PEMBERITAANNYA TIDAK BENAR, SEPIHAK, ATAU ADA KEPENTINGAN APALAGI MEMFITNAH, MAKA MEDIA TERKAIT BUKAN HANYA HARUS MINTA MAAF TAPI HARUS DITUNTUT SECARA HUKUM. MEDIA TERSEBUT HARUS MENGGANTI KERUGIAN MORAL TERHADAP LEMBAGA, ORGANISASI ATAU ORANG YANG DIRUGIKAN. “BAHKAN DEWAN PERS HARUS MEMBEKUKAN ATAU MENCABUT IZIN DARI MEDIA TERSEBUT,” TEGASNYA.

    KILAS BALIK

    BENTROK LAMONGAN TERJADI PADA AHAD MALAM, 11 AGUSTUS 2013 LALU. DUA KELOMPOK WARGA, TERLIBAT BENTROK DI KECAMATAN PACIRAN, LAMONGAN, JAWA TIMUR. BENTROK TERSEBUT MENGAKIBATKAN DUA SEPEDA MOTOR DAN DUA RUMAH TERBAKAR, SERTA DUA ORANG TERLUKA PARAH. BUNTUTNYA, 44 WARGA DITAHAN POLISI DAN 43 SENJATA TAJAM DIAMANKAN. KAPOLDA JAWA TIMUR MEMASTIKAN FPI TIDAK TERLIBAT DALAM KEJADIAN ITU.

    “INI MURNI AKSI KRIMINAL SEKELOMPOK ORANG, TIDAK ADA KETERLIBATAN ANGGOTA ORMAS FPI DI DALAMNYA,” TEGAS KAPOLDA JAWA TIMUR IRJEN UNGGUN CAHYONO, SENIN (12/8/2013).

    TERKAIT INSIDEN LAMONGAN, TOKOH FPI MUNARMAN MENGATAKAN BAHWA KASUS TERSEBUT TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN FPI KARENA FPI DI LAMONGAN SUDAH TIDAK ADA SEJAK TAHUN 2010

    “SAYA TEGASKAN BAHWA DPW FPI LAMONGAN SEJAK PERTENGAHAN 2010 SUDAH DIBEKUKAN. DI AKHIR 2010 KITA MELAKUKAN PELANTIKAN PENGURUS FPI SE-JAWA TIMUR, SAAT ITU SAYA HADIR, DAN TIDAK ADA DARI LAMONGAN. ITU ARTINYA, SEJAK DIBEKUKAN IA (FPI LAMONGAN) TIDAK PERNAH DIHIDUPKAN LAGI,” UJAR MUNARMAN.

    SEMENTARA SOAL KASUS TASIKMALAYA ADALAH TERKAIT PENANGKAPAN TERHADAP SEORANG WARGA BERINISIAL “I”, YANG DILAKUKAN TIM DENSUS 88 PADA AHAD, 18 AGUSTUS 2013 PAGI DI RUMAHNYA DI KAMPUNG CIJERUK HILIR RT 03/RW 01 KECAMATAN WALU, TASIKMALAYA.

    “I” YANG LENGKAPNYA ADALAH IWAN PRIADI ADALAH ANGGOTA FPI TASIKMALAYA. DALAM KASUS PENANGKAPAN INI, METRO TV MISALNYA, TERANG-TERANGAN MEMASTIKAN BAHWA ANGGOTA FPI BERINISIAL “I” TERSEBUT DIBEKUK DENSUS 88 KARENA TERLIBAT PENEMBAKAN POLISI DI PONDOK AREN, TANGERANG SELATAN, PADA JUMAT SEBELUMNYA. MENURUT METROTV, IWAN JUGA DIDUGA SEBAGAI PEMILIK MOTOR YAMAHA MIO BERWARNA HITAM YANG DIGUNAKAN KEDUA PELAKU PENEMBAKAN.

    PENANGKAPAN TERHADAP IWAN INI SEBENARNYA ADALAH BENTUK KENGAWURAN DENSUS 88. SAAT ITU DENSUS 88 MENCARI PEMILIK MOTOR YAMAHA MIO DENGAN NOPOL D 6632 WD ATAS NAMA NOVA YANG DIDUGA TERLIBAT DALAM PENEMBAKAN POLISI DI PONDOK AREN. SEMENTARA IWAN PERNAH MENERIMA MOTOR MIO DENGAN NOPOL D 6630 WD. DARI SINI SEBENARNYA SANGAT TIDAK MASUK AKAL, ADA PERBEDAAN NOMOR YANG CUKUP MENCOLOK. JELAS IWAN TIDAK TAHU DAN TIDAK KENAL DENGAN PEMILIK KENDARAAN YANG DICARI DENSUS 88 ITU.

    PENGURUS FPI TASIKMALAYA MENJELASKAN IWAN PRIADI TIDAK DITANGKAP OLEH DENSUS 88 TAPI DIJEMPUT TIM GABUNGAN POLDA JABAR DAN MABES POLRI UNTUK MEMBANTU MENCARI KENDARAAN MOTOR MIO TAHUN 2010 WARNA MERAH NOMOR POLISI D 6632 WD YANG DI DUGA KUAT DIPAKAI OLEH PELAKU PENEMBAKAN.

    BELAKANGAN TERBUKTI IWAN SAMA SEKALI TIDAK TERLIBAT DALAM KASUS PENEMBAKAN POLISI DI PONDOK AREN TERSEBUT. IWAN ADALAH ANGGOTA FPI DAN BUKAN BAGIAN DARI JARINGAN TERORIS. ARTINYA BLOW UP MEDIA-MEDIA SEKULER TERHADAP KASUS IWAN ADALAH FITNAH BELAKA.

    [SHODIQ RAMADHAN]

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.906 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: