KabarNet.in

Aktual Tajam

Teras Narang ‘Biang Kerok’ Aksi Massa Anarkis

Posted by KabarNet pada 13/02/2012

Jakarta – KabarNet: Warga Dayak yang terprovokasi sangat bernafsu ‘MEMBUNUH’ para Petinggi Front Pembela Islam (FPI), terutama Ketua Umum Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab. Anehnya, warga Dayak itu sangat tidak mengenal sosok Habib, bahkan namanya pun mereka tidak tahu. Dalam aksi pengepungan warga Dayak membentangkan spanduk menantang bertuliskan: “Dewan Adat Dayak Kabupaten Gunung Mas Dengan Tegas Menolak Kehadiran FPI RIZIQ SIDIK di Bumi Tambun Bungai”.

Rupanya warga Dayak itu tidak mengenal sosok Habib Muhammad Rizieq Syihab. Bahkan namanya mereka tidak kenal sehingga salah tulis menjadi ‘RIZIQ SIDIK’. Kejanggalan ini menimbulkan tanda tanya: mereka terprovokasi atau sedang mabok?

Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), secara terus terang tanpa tedeng aling-aling menuding Gubernur dan Kapolda Kalteng terlibat dalam pengerahan warga Dayak untuk menolak kedatangan delegasi FPI. Habib mengatakan ada oknum yang sengaja memprovokasi warga Dayak dengan tujuan adu domba.

“Mereka mengatas namakan Dayak. Padahal masyarakat Dayak adalah masyarakat yang baik, santun, dan ramah, dan masyarakat yang tidak tahu menahu keadaan semacam ini. Itu yang kita serukan kepada masyarakat Dayak agar tetap bersatu,” kata Habib Rizieq di Jakarta, Senin (13/2).

Habib Rizieq menilai, Teras Narang sengaja menggerakkan massa untuk menolak FPI karena takut kebobrokannya terbongkar, terutama soal perampasan tanah masyarakat Dayak oleh para pengusaha. Menurut Habib Rizieq, mustahil masyarakat Dayak menolak, karena mereka juga menginginkan perlindungan FPI. “Jadi ini kasusnya bukan sentimentil agama. Ini bukan persoalan SARA. Ini permasalahan pejabat korup, penjahat besar sengketa agraria yang ingin mengadu domba anak bangsa untuk melindungi kepentingan politiknya,” tandas Habib.

Pernyataan Rizieq diamini H. Budiani, salah satu tokoh Dayak yang juga Anggota DPRD Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Budi ikut ke Mabes Polri. Ia mengatakan, masyarakat Dayak justru menginginkan terbentuknya organisasi FPI di tengah-tengah mereka. “FPI akan didirikan di seluruh wilayah NKRI terutama di Kalteng. Sekarang dengarkan, bukan kami yang mau mendirikan FPI, tapi masyarakat Kalteng yang meminta FPI didirikan,” tandasnya.

Haji Budiani yang asli warga Dayak dari kecamatan Hanau, Seruyan, Kalimantan Tengah mengatakan bahwa yang menolak FPI bukanlah masyarakat Dayak di pedalaman, melainkan sekelompok orang di Palangkaraya. “Masyarakat Dayak menginginkan FPI ada di sana”, kata Budi yang juga pengurus Dewan Adat Dayak itu.

Habib Rizieq mengatakan bahwa FPI selama ini memiliki hubungan sangat baik dengan berbagai suku Dayak se-Kalimantan. DPP FPI sendiri kini tengah melakukan advokasi dan ligitasi membantu masyarakat Dayak Seruyan dalam konflik agraria di Kabupaten Seruyan. “FPI siap membela seluruh masyarakat Dayak yang terzalimi di seluruh Kalimantan”, lanjut Habib.

Dengan demikian jelas, bahwa persoalan yang terjadi saat ini bukanlah FPI melawan masyarakat suku Dayak, melainkan FPI melawan sekelompok preman yang mencatut dan mengatas namakan suku Dayak.

FPI Laporkan Teras Narang Cs
Ketua Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab menuding Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang sebagai dalang pengusiran anggotanya di Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalteng, 11 Januari lalu.

Atas tudingan tersebut, Habib Rizieq mengadukan Teras Narang ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (13/2). Menurut Habib, massa yang mengepung delegasi FPI bukanlah warga Dayak, melainkan preman yang dilindungi Teras Narang. “Peristiwa itu bukan orang Dayak, baik muslim maupun nonmuslim. Tapi dilakukan oleh preman yang rasis, fasis, serta anarkis yang di bawah pembinaan Gubernur Kalteng Teras Narang dan dibiarkan Kapolda Kalteng Brigjen Damianus Jackie,” kata Habib.

Sejumlah tokoh lapangan yang terlibat dalam aksi penolakan FPI di Palangkaraya juga masuk daftar laporan, antara lain adalah, Yansen Binti, Lukas Tingkes dan Sabran Achmad. Mereka diduga melakukan pelanggaran KUHP berupa perbuatan tidak menyenangkan (Pasal 335), upaya perampasan kemerdekaan (Pasal 333), dan perusakan secara bersama-sama (Pasal170), serta percobaan pembunuhan (Pasal 338). “Kami minta polisi segera memulai proses hukumnya. Karena bohong kalau Gubernur dan Kapolda mengaku tidak tahu,” katanya.

Selain itu, FPI juga akan melaporkan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah Brigadir Jenderal Damianus Jacky yang diduga kuat membiarkan gerombolan tersebut. Damianus Jacky dinilai gagal dalam menjalankan tugas pengamanan, FPI menutut pertanggung jawaban yang bersangkutan dan mendesak Kapolri untuk segera mencopot Damianus karena tidak mampu melaksanakan tugas.

Permintaan ini terkait dengan penolakan ratusan warga Dayak terhadap kehadiran FPI di Kalimantan Tengah yang disebut Ketua FPI Habib Rizieq sebagai gerombolan preman anarkis. “Gerombolan itu binaan Gubernur Kalteng dan tidak mungkin Kapolda Kalteng tidak tahu. Dia membiarkan aksi tersebut,” kata Habib Rizieq Syihab di kantor Bareskrim Markas Besar Polri, Senin, 13 Februari 2012.

Tindakan gerombolan ini dinilai telah menghancurkan empat pilar negara, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika. FPI menyatakan pimpinan gerombolan anarkis yang menolak dan menyerang pimpinan FPI Pusat di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, adalah preman dan penjahat. FPI mendapat informasi ini dari penyelidikan terpercaya.

Menurut Habib Rizieq, gerombolan ini tidak mewakili suku Dayak. Info yang diterima FPI, gerombolan preman ini dikoordinasi Yansen Binti, Lukas Tingkes, dan Sabran. Bahkan, Habib menuding Yansen Binti sebagai kepala gembong Narkoba di Kalimantan Tengah. “Informasi kami terpercaya, Yansen Binti adalah kepala gembong narkoba terbesar di Kalimantan Tengah,” kata Ketua Umum FPI Habib Rizieq Syihab saat ditemui di kantor Bareskrim Mabes Polri, Senin, 13 Februari 2012.

Dalam hal ini, Kepolisian RI akan menyelidiki lebih lanjut laporan Front Pembela Islam terhadap sejumlah pihak di Palangkaraya. Sejumlah pihak terlapor ini diduga melakukan pelanggaran kebebasan, percobaan pembunuhan, dan tindak tidak menyenangkan kepada sejumlah pimpinan FPI Pusat yang hendak mendirikan cabangnya di Palangkaraya dan Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah. “Para terlapor berinisial TN, YP, LP, dan SA, semuanya berdomisili di Palangkaraya,” kata Juru Bicara Kepolisian RI, Irjend Polisi Saud Usman Nasution saat di kantorMabes Polri, Senin, 13 Februari 2012.

Saud menyatakan akan menelusuri laporan FPI lebih lanjut untuk menemukan fakta yang sebenarnya. Namun, kepolisian tidak akan menyediakan tim khusus untuk menangani laporan FPI. “Ini semua masih sepihak, dalam penelusuran kami akan lihat ada yang dilanggar atau tidak dalam peristiwa itu,” kata Saud.

Kronologi Upaya Percobaan Pembunuhan Terhadap 4 Petinggi FPI
Berikut kronologi peristiwa percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh ratusan preman binaan Gubernur Kalteng Teras Narang di Palangkaraya, Sabtu (11/2/2012) versi DPP Front Pembela Islam (FPI). Rombongan Pimpinan FPI Pusat terdiri dari Ketua Bidang Dakwah Habib Muhsin bin Ahmad Alattas, Sekjen KH. Ahmad Sobri Lubis, Wasekjen KH. Awit Masyhuri dan Panglima LPI Ust. Maman Suryadi. Mereka diagendakan bersilaturrahmi ke Palangkaraya dan Kuala Kapuas di Kalimantan Tengah untuk berdakwah dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW pada hari Sabtu 11 Februari 2012. Berikut kutipan selengkapnya.

Jum’at, 10 Februari 2012
Di RUMAH BETANG (semacam Aula Besar tempat musyawarah adat kegubernuran dalam Komplek Kegubernuran Propinsi Kalimantan Tengah), para penggerak GEROMBOLAN PREMAN ANARKIS yang dipimpin oleh YANSEN BINTI dan LUKAS TINGKES serta SABRAN, dengan MENCATUT dan mengatas-namakan Dewan Adat Dayak (DAD) dan Majelis Adat Dayak Nusantara (MADN), menggelar RAPAT perencanaan penolakan, penghadangan, pengepungan, perusakan, pembakaran dan upaya percobaan pembunuhan terhadap Rombongan Pimpinan FPI Pusat yang akan mengunjungi Palangkaraya dan Kuala Kapuas – Kalimantan Tengah dalam rangka Da’wah Islam untuk peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dan keesokan harinya pun, Komplek Kegubernuran tersebut menjadi titik kumpul dan tempat pelepasan GEROMBOLAN PREMAN ANARKIS yang bergerak ke Bandara Tjilik Riwut – Palangkaraya – Kalimantan Tengah.

Sabtu, 11 Februari 2012
Jam 08.00 WIB

Rombongan Pimpinan FPI Pusat yang terdiri dari Ketua Bidang Da’wah Hb. Muhsin Ahmad Alattas, Sekjen KH. Ahmad Sobri Lubis, Wasekjen KH. Awit Masyhuri dan Panglima LPI Ust. Maman Suryadi, berangkat dari Bandara Soekarno Hatta – Jakarta menuju Bandara Tjilik Riwut – Palangkaraya, Kalimantan Tengah dengan menggunakan pesawat Sriwijaya.

Rencana semula Ketua Umum DPP FPI Hb. Muhammad Rizieq Syihab akan memimpin rombongan tersebut, namun karena sedang sakit maka atas saran dan nasihat dokter pribadinya agar istirahat total, sehingga batal ikut serta dalam rombongan.

Menjelang tiba, Wasekjen FPI dipanggil oleh Crew Pesawat dan diberitahukan bahwa di LANDASAN Bandara Palangka Raya telah berkumpul ratusan massa yang beringas, ditambah dengan ribuan massa lainnya di lingkungan Bandara. Dan Sekjen FPI pun dipanggil Kapten Pilot pesawat diberitahukan hal serupa dan disarankan agar tidak keluar dari pesawat setelah mendarat nanti.

Jam 10.30 WITA
Setelah mendarat dan semua penumpang turun dari pesawat, kecuali Rombongan Pimpinan FPI Pusat, Kasatlantas Polres Palangkaraya didampingi Kepala Keamanan Bandara menaiki pesawat dan menginformasikan situasi dan kondisi di luar pesawat dan lingkungan Bandara yang semakin tidak kondusif. Pintu pesawat pun ditutup.

Dari dalam pesawat, Rombongan Pimpinan FPI Pusat selama lebih dari satu jam selama pesawat tertahan dan terkepung, melihat dan mendengar langsung GEROMBOLAN PREMAN ANARKIS di luar pesawat yang mengacungkan-acungkan senjata sambil berteriak mengancam perang dan pertumpahan darah.

Kapten Pilot Pesawat khawatir massa makin beringas akan merusak atau membakar pesawat yang sekaligus membahayakan keselamatan jiwa yang ada di dalamnya. Maka Kapten Pilot dan Crewnya bersama Kasatlantas dan Kepala Keamanan Bandara memutuskan untuk menerbangkan pesawat ke Banjarmasin – Kalimantan Selatan.

Jam 10.45 WITA
Pesawat menuju Banjarmasin. Setibanya di Bandara Banjarmasin – Kalsel, Rombongan Pimpinan FPI Pusat dibawa oleh Keamanan Bandara ke Kantor Sriwijaya untuk dimintai keterangan.

Selanjutnya, di luar Bandara Banjarmasin, Rombongan Pimpinan FPI Pusat dijemput dan disambut oleh Panitia Maulid Nabi Muhammad SAW dari Kabupaten Kuala Kapuas – Kalimantan Tengah. Lalu langsung menuju Kuala Kapuas melalui jalan darat.

Jam 15.00 WITA
GEROMBOLAN PREMAN ANARKIS Palangkaraya setelah gagal melakukan percobaan pembunuhan terhadap Pimpinan FPI Pusat, maka mereka bergerak menuju rumah kediaman Habib Muhri bin Muhammad Ba Hasyim dan merusaknya, lalu merusak sejumlah rumah dan toko milik panitia peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sekaligus membakar. tenda dan panggung yang telah disiapkan panitia untuk acara Da’wah Islam.

Habib Muhri dan kawan-kawan beserta keluarga mereka sempat menyelamatkan diri dan hingga saat ini berada di tempat yang aman, namun masih tetap terancam keselamatan mereka, sementara pihak Polres Palangkaraya dan Polda Kalimantan Tengah tidak mau memberikan jaminan keamanan.

Jam 17.30 WITA
Rombongan Pimpinan FPI Pusat tiba di Kuala Kapuas dan istirahat sejenak di Guest House Bupati Kuala Kapuas. Malamnya, ba’da Maghrib Rombongan Pimpinan FPI Pusat diundang ke rumah kediaman Bupati Kuala Kapuas yang berdekatan dengan Guest House tersebut. Dan saat berjalan untuk memenuhi undangan tersebut, ternyata di halaman rumah kediaman Bupati hingga ke jalan raya sudah dipenuhi ratusan GEROMBOLAN PREMAN ANARKIS yang datang dari Palangkaraya dengan menggunakan belasan truk, mereka berteriak-teriak mengacungkan-acungkan senjata sambil menantang perang.

Jam 19.00 WITA
Bupati Kuala Kapuas dan jajaran Muspidanya menjembatani DIALOG antara Rombongan Pimpinan FPI Pusat dengan para pimpinan massa yang beringas, yang akhirnya disepakati bahwa pada malam itu peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tetap harus diadakan sesuai keinginan masyarakat Kuala Kapuas, namun pelantikan DPW FPI Kuala Kapuas ditiadakan sesuai keinginan massa brutal dari Palangkaraya.

Selanjutnya, para pimpinan massa brutal dari Palangkaraya menyampaikan hasil kesepakatan kepada massanya, tapi massa tetap tidak mau bubar. Lalu Kapolres Kuala Kapuas yang menyampaikan, juga tidak mampu membubarkan massa, kemudian Bupati yang menyampaikan, tapi hasilnya sama, massa tetap tidak mau bubar, bahkan makin beringas dan brutal.

Jam 21.00 WITA
Akhirnya, Rombongan Pimpinan FPI Pusat mengambil inisiatif untuk meninggalkan lokasi yang semakin tidak kondusif untuk kebaikan semua. Rombongan pun berangkat ke Kota Banjar Baru – Banjarmasin, Kalimantan Selatan, melalui jalan darat dengan pengawalan Patwal Polisi dan anggota TNI dari Kodim Kuala Kapuas.

Jam 24.00 WITA
Rombongan Pimpinan FPI Pusat tiba di Kota Banjar Baru dengan disambut oleh sejumlah Habaib dan Tokoh Masyarakat.

Ahad 12 Februari 2012
Jam 08.00 WITA
Rombongan Pimpinan FPI Pusat dengan didampingi para Habaib dan Tokoh Masyarakat Banjar Baru serta dibantu oleh Danlud Banjarmasin mendapatkan tiket pesawat Garuda untuk kembali ke Jakarta.

Seperti diberitakan sebelumnya peristiwa ini berawal saat sejumlah petinggi FPI, yaitu Ketua Bidang Dakwah Habib Muhsin Ahmad Alattas, Sekjen K.H. Ahmad Sobri Lubis, Wasekjen K.H. Awit Masyhuri, dan Panglima LPI Ustad Maman Suryadi. Mereka hendak menghadiri pelantikan FPI Kalteng dan peringatan Maulid Nabi. Namun baru saja pesawat Sriwijaya Air yang membawa rombongan ini mendarat di bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, sekitar pukul 10.30 WIB mereka disambut sekelompok masyarakat Dayak yang membawa senjata tajam. Tak tanggung-tanggung penghadangan itu dilakukan di avron tempat pesawat berhenti setelah warga berhasil menjebol pagar. Menurut informasi dari pihak terkait, kelompok ini mengancam akan membakar pesawat dan membunuh para pimpinan FPI pusat tersebut. [KbrNet/Slm]

49 Tanggapan to “Teras Narang ‘Biang Kerok’ Aksi Massa Anarkis”

  1. Misbah said

    Ass Wr Wb, saya orang dayak dan ber agama muslim, saya berasal dan tinggal di kuala pembuang, kabupaten seruyan, sekarang saya berkuliah di UNPAR KALTENG, ini semua propaganda anda sahabat q dr sisi FPI dan Pendukungnya. Anda tdk tau yang sebenarnya d kalimantan seperti apa anda hanya orang luar yang melihat saja. Untuk Haji Budiani, bukannya semua kejahatan pengunaan dan perampasan lahan, kelakuan sahabat anda di pemerintahan daerah seruyan. Dan anda juga ikut andil di dalmnya…(H.Budiani). Kemudian masa yang menyerbu ke bandara di sebut orang Radikal, dan preman binaan Gubernur Kalteng. Anda salah besar sahabat q. Kami masyarakat dengan spontan tdk ingin menglami kejadian yang sama seperti tragedi sampit, dimana ada sifat intoleransi dr salah satu suku terhadap suku lain, dan benih2x in toleransi itu ada pada ORMAS anda tercinta itu (FPI). Kami sangat2x menjaga filosfi Rumah Betang. Jangan salah kan kami menolak keberadaan ORMAS anda, karena yang tersuguhkan di mata kami, serta terekam di mainset kami dr apa yang di beritakan kalo ada sifat Intoleransi dan Anarkhi serta Radikal atau saya gunakan istilah anda (Penjahat/Premanisme). Tolong hargai kami, Anda bebas dan di perbolehkan berpikiran negatif atau positif terhadap orang lain dengan dalil membantu untuk menertibkan dan menegakkan keadilan. Kami pun punya hak yang sama seperti dalil anda sahabat q. Dengan menolak keberadaan ORMAS FPI di KALTENG bukan di Palangkaraya. Kami mohon maaf jika kami bertindak berlebihan karena kami tdk bisa mentoleransi jika ada benih2x yang akan membawa dan membuka luka lama yang pernah terjadi di Bumi Tammbun Bungai, di tanah leluhur kami, di tanah tempat kami lahir dan di besarkan. Kami tdk rela. Trimakasih sahabat q, semogga Allah SWT memurahkan rezeki. Wasallamualaikum warahmatullah hiwabarokathu.

  2. Rianto said

    Benar..FPI..lebih baik tidak ada di Palangkaraya..
    Benih2 Premanisme Agama..menggunakana nama Islam untuk Cari makan.
    Habib Riziq kerjanya kalau ngga menjelek2kan Pemerintahan yah..
    memusuhi kelompok2 Islam lain yang tidak sehaluan dengan FPI..
    FPI..arogant dan bukan penganut Islam yang damai…
    Jangan biarkan FPI masuk di wilayah Anda karena di Jawa FBI sudah
    kehilangan muka mereka mau menerbarkan beni2 premanismenya ke
    wilayah luar Jawa yaitu Kalimantan..hati2..FPI..cuma binaan Wahabisme
    yang mendapat dana dari petro dolar penguasa Arab Saudi yang sudah
    menjadi budak negara2 barat..

  3. "Cinta Tanah Air" said

    Ada hal menarik yang ingin saya komentari tentang artikel FPI ini:

    Saya mempertanyakan independisi penulis Artikel di Kabarnet!
    Setelah membaca artikel ini saya pribadi merasa bahwa Kabarnet lebih condong memihak ke FPI dengan beberapa statement dan kesimpulan yang di tulis di artikel diatas.
    Beberapa contoh statement di bawah ini:

    “Kejanggalan ini menimbulkan tanda tanya: mereka terprovokasi atau sedang mabok?”

    “Dengan demikian jelas, bahwa persoalan yang terjadi saat ini bukanlah FPI melawan masyarakat suku Dayak, melainkan FPI melawan sekelompok preman yang mencatut dan mengatas namakan suku Dayak.”

    “Dan saat berjalan untuk memenuhi undangan tersebut, ternyata di halaman rumah kediaman Bupati hingga ke jalan raya sudah dipenuhi ratusan GEROMBOLAN PREMAN ANARKIS yang datang dari Palangkaraya denganmenggunakan belasan truk, mereka berteriak-teriak mengacungkan-acungkan senjata sambil menantang perang.”

    “pelantikan DPW FPI Kuala Kapuas ditiadakan sesuai keinginan massa brutal dari Palangkaraya”

    Saya tadinya berpikir bahwa KabarNet adalah sebuah berita independent yang memberikan informasi secara seimbang, apa adanya kepada publik. Tapi berdasarkan beberapa statement dan kesimpulan yang ditulis, mengindikasikan bahwa Kabarnet lebih condong berpihak ke FPI. Saya khawatir publik opini tergiring ke kesebuah kesimpulan yang belum tentu benar adanya karena hanya sebuah keperpihakan.

    SEMOGA KABARNET LEBIH INDEPENDENT DALAM MENULIS INFORMASI UNTUK PUBLIK, TERUTAMA YANG MENYANGKUT KONFLIK SOSIAL SEPERTI INI!!!!!!

  4. juhaiman said

    @ rianto.

    “.hati2..FPI..cuma binaan Wahabisme
    yang mendapat dana dari petro dolar penguasa Arab Saudi yang sudah
    menjadi budak negara2 barat..” ….
    Anda ngomong atau kumur kumur … gosip atau fitnah ….Anda mengaku muslim tapi ucapan anda menebarkan fitnah busuk kemana mana ..

    Saya mencurigai keimanan anda ( maaf ) …..
    FPI bukan wahabi … tetapi saudara seiman …

  5. juhaiman said

    Memang kasihan ” kaum wahabi ” .. selalu jadi kambing hitam orang yang tidak suka dakwah TAUHID . Selalu dipersalahkan kalau terjadi kekerasan / tindak ” teroris” . Banyak pemahaman yang salah timbul dimasyarakat tentang ” wahabiisme ” ini.
    Dan untuk FPI , fakta dilapangan memang tegas dalam ber amal maaruf … dan dilapangan kadang kali diakui terjadi sedikit ekses….tapi FPI termasuk paling depan membela islam dengan caranya.
    Saya pribadi bukanlah anggota FPI .. tetapi saya melihat banyak sepak terjang positif FPI… seperti di tsunami aceh …bantuan terhadap bencana alam di berbagai daerah … sebagai pemukul kekuatan kaum SEPILIS .dan lainnya .
    Dan alasan mengaitkan tragedi sampit ?? terlalu mengada ada …

  6. dodo said

    @pecinta tanah air.

    Saya rasa redaksi hanya mengutip dari laporan FPI … dan itu pun wajar .
    Kemarahan dan sikap emosional FPI juga wajar … saya merasakan kegusaran teman teman FPI .
    Sebagai tamu … seharusnya diterima secara baik bukan diterima dengan ancaman pakai parang dengan golok.
    “Dajjal” datang ke Indonesia saja tidak disambut dengan parang dan golok , paling dengan sedkit caci maki ( wajarlah ….)
    Pemerintah seharusnya mengambil tindakan ,,, jangan jadikan kasus ini sebagai contoh buruk pada daerah lain.
    Tetapi ….. sayang pemerintah kita sangat sangat lebay pada saat ini ..

  7. A.W. said

    @Rianto
    Akan lebih indah kalau Anda berkomentar yang menyejukkan, mendinginkan suasana yang sedang panas. Mohon dihindari berkomentar dengan nada yang makin memperkeruh suasana.

    FPI adalah ormas Islam yang cair. Diantara 10 jutaan anggota+simpatisan FPI yang tersebar di seluruh Indonesia ada orang-orang dari NU, Muhammadiyah, Habaib, Hizbut Tahrir, Persis, Wahhabi, Salafi, MMI, JAT, dan ormas/madzhab Islam yang lain.

    Dalam komentar Anda, ada menyebut soal Wahabi. Memang kenapa? Wahabi adalah gerakan Islam yang berorientasi kepada permurnian tauhid untuk kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah. Rukun Iman dan Rukun Islam nya Wahabi sama dengan umat Islam pada umumnya. Saya sendiri orang NU, tapi dalam shalat saya sering bermakmum kepada orang Wahabi, Muhammadiyah dll. Demikian juga sebaliknya, tak jarang saya menjadi imam shalat dan makmum saya adalah kawan-kawan saya yang Wahabi. Itulah wahdatul Islam (persatuan Islam) dan ikhwanul muslimin (persaudaraan muslim), sungguh indah sekali.

    Bagi yang ingin menghancurkan FPI, ini saya kasih resep tentang satu-satunya satu-satunya cara yang bisa dilakukan :

    “Bagi mereka yang tidak suka kepada FPI, maka hancurkanlah FPI dari dalam tubuh FPI itu sendiri (jangan diserang dari luar). Sebab kalau FPI diserang dari luar, maka SELURUH UMAT ISLAM DAN ORMAS ISLAM DARI MADZHAB APAPUN AKAN BERDIRI MEMBELA FPI DENGAN TARUHAN NYAWA DAN HARTA MEREKA. (kecuali “muslim” yang sudah terkena virus paham liberal, dan “muslim palsu” pengikut Islam abal-abal).

    Wassalam

  8. buat siape2 yg berani gangguin FPI, langkahin dulu mayat2 jutaan orang Betawi!!!

    ALLAHU AKBAR!!!

  9. Dayak Independent said

    1. Saya tinggal di Palangkaraya, dan memang faktanya adalah kita yang di Kalimantan Tengah butuh organisasi seperti FPI untuk mengungkap Kejahatan para Penguasa yang KORUP.
    2. Apa yang disampaikan oleh admint Kabarnet.wordpress.com adalah fakta yang sebenarnya, berdasarkan penemuan fakta di lapangan.
    3. Ini bukan persoalan SARA, namun memerangi Premanisme yang sedang menindas rakyat kalimantan.

    Kami suku Dayak mendukung FPI dengan darah kami. Maju terus FPI, kami butuh kamu hidup di bumi Dayak.

  10. Dewan Adat Dayak (DAD) said

    Yang jelas kami salah satu pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) tidak pernah menolak anak bangsa termasuk FPI di daerah kami. Nama Dewan Adat Dayak (DAD) dicatut untuk dibenturkan dengan FPI. Mohon masyarakat Indonesia PAHAM akan hal ini. Kami masyarakat dayak tidak pernah mencari musuh, kami ingin hidup damai.

    Jadi Dewan Adat Dayak tidak ikut-ikutan menolak FPI. itu ulah Preman !!!

  11. Majelis Adat Dayak Nusantara (MADN) said

    Masyarakat Dayak sangat ramah, dan mencintai persatuan. Nenek moyang kami mengajarkan hormat pada tamu, jadi penolakan terhadap FPI di Palangkaraya, bukan ajaran adat kami, suku dayak.

    Ada “Oknum” yang ingin menghancurkan nama baik kami dari etnis Dayak.Mohon masyarakat lebih arif dan bijak, janganlah kami (etnis/suku Dayak) selalu dianggap primitif, anarkis, dan tidak ramah pada tamu.

  12. Yang jelas kami salah satu pengurus Dewan Adat Dayak (DAD) tidak pernah menolak anak bangsa termasuk FPI di daerah kami. Nama Dewan Adat Dayak (DAD) dicatut untuk dibenturkan dengan FPI. Mohon masyarakat Indonesia PAHAM akan hal ini. Kami masyarakat dayak tidak pernah mencari musuh, kami ingin hidup damai.

    Jadi Dewan Adat Dayak tidak ikut-ikutan menolak FPI. itu ulah Preman !!!

    Masyarakat Dayak sangat ramah, dan mencintai persatuan. Nenek moyang kami mengajarkan hormat pada tamu, jadi penolakan terhadap FPI di Palangkaraya, bukan ajaran adat kami, suku dayak.

    Ada “Oknum” yang ingin menghancurkan nama baik kami dari etnis Dayak.Mohon masyarakat lebih arif dan bijak, janganlah kami (etnis/suku Dayak) selalu dianggap primitif, anarkis, dan tidak ramah pada tamu.

  13. juhaiman said

    cobalah anda anda jujur …….
    Bukankah FPI paling depan untuk menghancurkan peredaran Miras…. sudah bertahun tahun dilakukan , tetapi tetap saja sulit dibasmi , bahkan Pemerintah sendiri berusaha melindungi keberadaan miras ini ( kasus mendagri )

    Pada saat ini masyarakat mulai sadar apa yang diperjuangkan oleh kawan kawan dari FPI ternyata benar .
    Kasus tugu tani, kasus Pilot shabu , kasus pemerkosaan ….. bukankah semua adalah efek dari miras dan narkoba ?

    Masyarakat melihat betapa “arogannya” FPI mengobrak abrik sarang miras ….. dan sebagian dengan enteng mengklaim FPI ‘ preman berjubah ” / preman mengatas namakan islam …….Tetapi setelah melihat akibat dari miras … apa komentarnya ????
    FPI dengan gencarnya menghajar kaum sepilis / liberal / kaum gay / leban dan pengumbar aurat , dan dengan entengnya sebagian masyakat mencibir.
    Tetapi setelah anak anak perempuan kita jadi korban perkosaan …. siapa yang bertanggung jawab ????

    Memang dilapangan ada ekses ekses …kelihatan arogan … tetapi menghadapi situasi yang sudah semrawut wajar saja bisa terjadi … jadi maklum saja ( karena hukum sudah mandul )

  14. Benci Panggung Sandiwara said

    Ini adalah upaya untuk pemecahbelahan antara dua kubu baik FPI dengan saudara2 dari suku dayak….harap kedua pihak arif menyikapi karena saat ini penyusup mudah sekali mengambil kesempatan…entah apa motif politiknya…….

  15. juhaiman said

    @rianto berkata ”
    “Habib Riziq kerjanya kalau ngga menjelek2kan Pemerintahan yah..
    memusuhi kelompok2 Islam lain yang tidak sehaluan dengan FPI..
    FPI..arogant dan bukan penganut Islam yang damai”

    weleh weleh …… saya belum pernah dengar FPI melabrak muhamadiyah, Persis, NU, Salafi, Wahabi, dan lainnya
    Tetapi muhamadiyah, Persis, NU, Salafi, Wahabi sangat menentang yang namanya ahmadiyah , syiah dan ajaran sesat lainnnya .
    Cuma cara untuk melakukan berbeda beda … FPI lebih dengan tindakan lapangan …

    Anda boleh boleh saja berpendapat nyeleneh …. silahkan silahkan saja.
    Tulisan anda mencerminkan siapa anda sebenarnya …… orang yang bodoh / munafik/ atau provokatro …he..he..heee

  16. rose emmaria said

    Kabarnet antek2 FPI……

  17. Wanda (Antek FPI) said

    16. rose emmaria berkata
    14/02/2012 pada 09:34

    Kabarnet antek2 FPI……

    #

    Saya Wanda adalah Antek FPI.
    Dan saya bangga menjadi antek FPI :)

  18. Wanda said

    @FPI

    Wahai Saudara2ku anggota Front Pembela Islam (FPI)..

    Cinta dan Doa 220Juta rakyat Indonesia akan selalu menyertaimu.

    Alhamdulillah, aku bersyukur dan bangga menyaksikan dikau FPI yg makin lama semakin besar dan kuat. Mulanya dikau hanya bbrp orang saja, namun kini anggotamu sdh puluhan juta. Dan pecintamu bahkan ratusan juta muslimin di seluruh Indonesia. Tumbuh dan berkembangnya dikau merupakan isyarat bahwa Allah Ta’ala meridhoi perjuanganmu.

    Aku (Wanda) BANGGA menjadi Antek-mu.

  19. SUDAHLAH, SAUDARAKU FPI JANGAN SOK ARIF DALAM MENDIRIKAN ORGANISASIMU, KALAU KAMI TOLAK KEHADIRANMU JANGAN MAKSA LAH, KAMI TIDAK MAU FPI DI TEMPAT KAMI OKE……..? ALASANYA JELAS FPI ORGANISASI AROGAN DAN TIDAK PUNYA PRIKEMANUSIAAN DALAM MEYELESAIKAN MASALAH, WAJAR KAMI TOLAK.

  20. Tanyakan saja pada yang tidak suka sama FPI, sudikah kiranya jika suatu saat ada diantara anggota-2 keluarga mereka yang terjerumus dalam kemaksiatan yang diagendakan oleh para Dajjal, seperti : perjudian, pelacuran, miras dan narkoba, premanisme, kesesatan iman, pengacauan dan psebagainya ?

    Jika tidak suka, jangan sekali-kali termakan oleh propaganda negatif yang diciptakan oleh Dajjal. Dajjal tidak perduli, kalaupun negara ini harus hancur berantakan, asalkan agenda jahat mereka tercapai, yakni melemahkan bangsa-bangsa dan menguasainya sesuai keinginan mereka.

    Jadilah bangsa yang cerdas !
    Yakni bangsa yang tidak mudah diadudomba untuk dilemahkan oleh pihak luar.
    Hidup Indonesia dari Sabangsampai Merauke !

  21. Bismillahirrahmanirrohiim

    “Hai orang orang beriman, bertakwalah kepada ALLAH dengan sebenar benarnya takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam” (QS 3:102)

    “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) ALLAH, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat ALLAH kepadamu ketika kamu dahulu bermusuh-musuhan, maka ALLAH mempersatuan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat ALLAH, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu ALLAH menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah ALLAH menerangkan ayat-ayat Nya kepadamu, agar kamu mendapat pentunjuk” (QS 3:103)

    Syaiun lillaahi lahum. Al-Fatihah.

  22. Islam agama yang damai,.. marilah kita lebih bijak menyikapi sesuatu,.. ingat islam adalah rahmat bagi alam semesta,.. jangan saling menyalahkan,.. toh juga ALLAH lebih tahu siapa yang melakukan kedzoliman dan siapa yang terdzolimi,..
    Kebenaran akan muncul, dan kedzoliman tidak akan bisa ditutup tutupi,… mari kita jalin serta perkuat tali silaturahim diantara kita,..

  23. anak betawi said

    kami warga betawi sangat menghormati tamu dari daerah manapun datang ke jakarta kami terima bermacam macam suku bangsa datang dan menetap di jakarta buat kami tidak ada masalah,dami tapi kenapa suku dayak menolak kehadiaran tamu yg jelas jelas di undang oleh warga dayak sendiri.dengan menghadang orang yg akan datang ke bumi kalimantan .itu sama sama dengan menunjukan sikap yg kurang baik arogansi sehingga orang takut klu akan datang ke kalimantan ,jangan begitu bukan disana aja suku yg suka berani perang . tapi ingat laskar islam dari jawa punya reputasi tinggi masalah perang ingat laskar yg di kirim ke afganistan , filifina ,dan ambon ,smua umat islam yg beriman siap mati syahit , jadi orang d kafir jangan cobah2 melawan laskar islam.

  24. kristiani said

    saya hanya mau bertanya hal simple untuk anda simpatisan FPI. anda bilang bahwa FPI merupakan ormas yg cinta damai.

    bagaimana pendapat anda tentang umat beragama lain di Indonesia? umat kristen, katolik, khc, hindu, buddha? apa anda mencintai mereka juga?

    kalau anda cinta terhadap Indonesia, sudah saatnya anda mencintai tanpa melihat latar belakang agama mereka.

    saya pribadi adalah seoramg kristiani. tetapi saya tidak ada dendam terhadap umat muslim. kakek nenek saya haji dan hajah. seluruh keluarga saya dr sisi ibu saya muslim yang taat. muslim ada keluarga saya.

    namun amat disayangkan apabila fanatisme membuat benih perpecahan diantara umat beragama. cintailah sesamamu manusia, krn kita semua itu makhluk ciptaan Tuhan. janganlah menghakimi org lain, manusia tidak mempunyai hak untuk menghakimi manusia lain mengenai surga dan akhirat. dekatkan lah diri kepada kepercayaan kita masing2, tanpa menghakimi org lain.

  25. mario said

    menurut sy apapun bentuk organisasi itu tidak ada yang salah tapi oknum/manusianya yg kadang arogant tdk punya hati, karena merasa dirinya yg paling suci tanpa mengetahui latar belakang apa yg terjadi pada diri org yg terpaksa melakukan hal yg tdk baik…. didunia ini tidak ada yg kekal dan suci hanya Tuhan yg suci murni dan abadi.

  26. mario said

    Pak Teras Narang dan Pak Yansen.. tidak ada yang mesti ditakuti apapun bentuk organisasi yg di bentuk oleh manusia tetaplah itu tidak abadi. Saya yakin bapak bapak tidak salah hanya membela yang mana yang baik dan yang mana yang tidak baik. Kami warga kalteng mendukung semua yang terbaik. Yang kita takutkan hanyalah Tuhan Kita. Tuhan Yesus Memberkati Semua AnakNya. Amen.

  27. azam said

    Untuk Para Habaib Dan Pejuang” Islam Maju Terus Pantang Mundur!!!

    Allah Maha Adil, Allah Maha Mengetahui niat” baik anda, allah akan membukakan mata hati mereka mana yg hak dan mana yg Batil.

    Perjuangan Rosulullah harus di lanjutkan hingga hari kiamat, Sudah Sepantas’y Hukum Islam Berdiri Di Bumi Pertiwi Kita.

    Berapa Banyak Rakyat INDONESIA yg mendapat perlakuan tidak adil di Bumi Pertiwi INDONESIA dengan pejabat” tertinggi yg semakin membabi buta memperkaya diri tanpa melihat rakyat” kecil yg tertindas.

    Bersyukurlah Kpd Allah SWT telah Meridhoi ada’y FPI di NKRI ini, beliau” tdk Rakus akan Kekuasaan tetapi beliau” lillahi ta’ala dalam menegak kan AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR.

    Wallahhu alam bissowaf…

  28. Penonton said

    Abah Anom,

    Berarti anda tidak keberatan ya kalau besok-2 tiba-tiba :
    – anak anda pulang dalam keadaan teler karena mabuk miras dan narkoba ?
    – kerabat perempuan anda ada yang hamil tanpa bapak ?
    – saudara anda perlahan-2 menghabiskan harta karena kalah judi ?
    – perjalanan anda teganggu karena dipalak peman di jalan ?
    – keluarga anda ada yang terlibat tanpa sadar tertipu aliran sesat ?

    Mengapa saya tanya ?

    Karena ketika FPI dibubarkan dan yang berwenang lambat atau belum bertindak-2 juga, maka dipastikan tidak akan ada yang bisa menolong anda dari kehancuran situasi tersebut.

    Mengapa ?

    Karena terbukti selama ini selain FPI pura-pura tidur semua !!!

    Apa jadinya masa depan bangsa ini, kalau disetiap penjuru tanah air banyak terdapat perjudian, pelacuran, miras dan narkoba, kejatahan, premanisme, KKN, kesesatan dan sbg ?

    Mau dikemanakan nasib bangsamu ini kalau generasi mudanya hancur berantakan karena jadi korban kemaksiatan ?

    Apa ia bisa meneruskan usaha orang tuanya ?
    Apa ia bisa meneruskan kuliahnya ?
    Apa ia bisa mencapainya ?
    Apa ia bisa membahagiakan kedua orang tua dan keluarganya ?
    Apa ia bisa membela bangsa dan negaranya ?

    Tak ada kamusnya, manusia yang teler, pemalas, bejad, urakan dan jahat bisa berguna bagi bangsa dan negaranya. Malah jadi sampah iya.

    Hidup FPI !!!!!

    Sesuai kata Habib Riziek, FPI akan bubar sendirinya kalau segala bentuk kemaksiatan di Indonesia dotangani dengan benar-benar, bukan setengah-2 apalagi yang pura-pura belaka.

  29. hassuni said

    melihat apa yg di alami kawan2 FPI yg datang ke palangkaraya atas permintaan warga disana
    jika kita kembali pada masa sahabat
    jadi teringat dg apa yg menimpa AL-HUSAIN RODHIYALLAH ANHU
    DISAAT BELIAU DIMINTA OLEH RAKYAT IRAQ UNTUK DATANG KE KOTANYA,KRN PERLAKUAN PENGUASA YG DHOLIM,
    tapi apa yg di dapatkan oleh rombongan AL-HUSAIN?
    mereka malah dihadang oleh2 tentara2 dholim yg haus darah
    عش كريما او مت شهيدا

  30. Muhrani Jahry said

    Maju terus FPI, pantang menyerah agar segala kemaksiatan dan kuropsi di bumi kalimantan terhapus sampai ke akar-akarnya .

  31. membaca berita diatas jadi aneh dan geli sendiri, FPI di tolak kedatangannya karena dinilai anarkis, sedangkan mereka mendatangi kediaman Habib Rawi juga dengan merusak secara brutal. Jadi siapa yang anarkis sebenarnya……???? kalau tidak suka orang berbuat anarkis…kenapa situ anarkis juga….hadeeeuuuhh….keetahuan banget ya mudah banget manusia indonesia ini di provokasi.

  32. FPI di demo karena dinilai anarkis, Tapi masa pendemo merusak rumah habib secara briutal…jadi siapa yang sebenarnya anarkis siih..?????kalau tidak suka orang berlaku anarkis kenapa juga mereka anarkis.???hadewww…mudah banget bangsa kita terprovokasi. Rakyat kita enteng banget ditunggangi kepentingan2 busuk.Renungkan!!!!

  33. YANG JELAS !
    INDONESIA MERDEKA ADALAH HASIL DARI JUTAAN LITER DARAH PEJUANG MUSLIM !
    DAN…
    SIAPA MEREKA PARA PENJILAT PENJAJAH DAPAT KITA LIHAT SAAT INI !
    WALAU SAYA (DIANTARA JUTAAN LAINNYA) YANG JARANG IBADAH TAPI SAYA SIAP LAHIR BATHIN “MEMBASMI” PARA PEROBEK MERAH PUTIH !

  34. Anonymous said

    BAGUUUUS. KALTENG TANAH DAMAI. KALO FPI MASUK SUASANA DI TANAH INI AKAN BERUBAH. INGAT SAMPIT…

  35. Anonymous said

    TIDAK ADA PERMINTAAN, TAPI PEMAKSAAN!!!!

  36. taUbat said

    @ Ibu Prihatin

    Miris ……. memang, seandainya perlakuan pengrusakan tersebut dilakukan oleh FPI (apalagi sarana ibadah legal), pastinya media akan menuliskannya “FPI Anarkis” lalu pimpinannya dimintai pertangung jawaban, tapi ibu saksikan/rasakan sendiri ……

    Sekarang apa yang dilakukan oleh media dan aparat …..

    Kita berdoa saja, “semoga negara kita dijauhkan dari bencana”…… amin.

  37. taUbat said

    P D I P : TERAS NARANG KONSISTEN DENGAN PANCASILA BUKAN RASIS

    Misbahol Munir – Okezone

    Selasa, 14 Februari 2012 13:59 wib

    JAKARTA – PDI Perjuangan geram atas tudingan Front Pembela Islam (FPI) yang menuding Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang sebagai pemimpin rasis dan fasis. PDIP memandang kadernya itu sebagai sosok nasionalis yang menghargai pluralisme.

    “Dia konsisten dengan Pancasila, negara hukum tidak bikin penegakan hukum semau gue seperti FPI,” ujar Anggota Komisi III DPR dari F-PDIP Eva Kusuma Sundari kepada okezone, di Jakarta, Selasa (14/2/2012).

    Eva menambahkan, tudingan FPI itu justru menggambarkan karakter dari FPI itu sendiri yang identik dengan kekerasan.

    “Tuduhan-tuduhan tersebut seperti menepuk air di dulang terpercik muka sendiri bahwa yang fasis dan rasis justru FPI, dan kejadian di Kalteng adalah penolakan masyarakat Kalteng karena reputasi dan karakter fasis dan rasis dari FPI,” cetus Eva.

    “Pantas kalau Mendagri dan SBY mengingatkan supaya FPI ngaca dan koreksi diri. Pertanyaannya, kenapa FPI doang? MUI juga aman saja, NU dan Muhammadiyah sangat diterima karena sikap mereka mengusung Islam yang ramah, bukan marah,” tutupnya.

    Sebelumnya diberitakan, Ketua Umum FPI Habib Rizieq Shihab resmi melaporkan sejumlah orang di antaranya Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang dan Kapolda Kalteng Brigjen Pol Damianus Zacky. Laporan ini sebagai respons atas aksi penghadangan terhadap delegasi FPI di Bandara Tjilik Riwut, Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

    Rizieq menyebut pelaku penghadangan tersebut bukanlah masyarakat suku Dayak umumnya namun oknum preman yang berniat membuat kericuhan binaan dari Teras Narang.

    “Pelaku rencana upaya pembunuhan delegasi pimpinan FPI pusat di Palangkaraya bukan Dayak muslim atau non muslim, tapi gerombolan preman rasis fasis dan anarkis binaan Gubernur Kalteng Teras Narang,” kata Rizieq.
    (put)

  38. nanang sumanang said

    Lebih baik jangan saling menuduh, mari bersama-sama untuk memerangi kemungkaran di bumi Indonesia. Kalau gubernurnya dengan aparat benar melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik, tentunya tidak akan ada ormas yang mau melakuklan amar ma’ruf nahi munkar dengan “pemaksaan”. Semua sudah tahu sama tahu antara pejabat dan penjahat, antara penguasa dan pengusaha hanya beda-beda tipis saja. Ayo kita dukung amar ma’ruf nahi munkar di bumi Indonesia ini.

  39. taUbat said

    @ Admin

    Untuk komentar yang sama alangkah baiknya di hapus, pengulangan disebabkan tidak muncul di kotak tinggal balasan ataupun di kolom tanggapan.

    Sekarang ketiganya muncul yang di keduanya persis sama mestinya dihapus dan sekalian bersamaan komentar ini.

    Terima kasih.
    ________________________

    Yth Sdr. @taUbat
    Komentar yg Anda maksud sudah kami hapus, terima kasih.
    ________________________

    Yang Terhormat Para Komentator KabarNet,

    Sekedar info, KabarNet TIDAK menerapkan sensor moderasi terhadap setiap komentar yang masuk. Namun terkadang beberapa komentar terlambat muncul karena antrian traffic yang padat, baik di jaringan internet itu sendiri, maupun di sentral server WP. Terkadang ada juga komentar yang tidak muncul sama sekali karena diidentifikasi sebagai SPAM oleh Akismet (bukan oleh KabarNet). Sebab faktanya setiap hari ada RATUSAN bahkan RIBUAN komentar di KabarNet yang terjaring oleh Akismet sebagai SPAM. Dalam hal itu, kami terpaksa harus meloloskannya secara berkala dan secara manual satu demi satu, jadi mohon maaf kalau ada satu dua komentar yang terlewatkan (luput diloloskan secara manual), maklum jumlah pengunjung mencapai ribuan per hari.

    Software penjaring Spam, semacam Akismet dan sejenisnya, memiliki kriteria dan mekanisme teknis tersendiri dalam mengidentifikasi komentar sebagai SPAM, dan menyaringnya secara otomatis (diluar kontrol KabarNet). Diantaranya, ada sejumlah Proxy tertentu yang oleh Akismet dikategorikan sebagai SPAM. Jadi kalau ada penulis komentar yang ‘kebetulan’ menggunakan proxy tersebut (biasanya proxy anonymous) maka akan difilter oleh Akismet secara otomatis dan dimasukkan ke tempat pembuangan Spam secara otomatis pula diluar kendali KabarNet.

    Saran kami, kalau komentar yang Anda kirimkan tidak langsung muncul secara instan, harap ditunggu dalam waktu 1 x 24 jam (tidak usah dicoba dikirim berulang kali). Boleh jadi traffic di jaringan internet, ataupun di server pusat WP, sedang sangat padat. Atau bisa jadi juga terjaring oleh Akismet ke Spam, dan mungkin masih bisa kami selamatkan dalam pemeriksaan yang kami lakukan secara berkala ke tempat ‘penyimpanan sementara’ dimana terdapat RIBUAN komentar Spam yang terjaring.

    Terima kasih atas perhatian, kunjungan dan komentar Anda. Kami mohon maaf atas segala kekurangan yang ada pada KabarNet.

    Wssalam
    ADMIN

  40. mari kita damai ,hidup indonesia ,majuuuuuu , modern , beriman , selamat dunia wal akhirat

  41. Syaukani Ahmad said

    FPI bukan Wahabi, FPI adalah Front Pembela Islam yang kaffa, lambat laun FPI akan terbentuk di daerah-daerah baik sampai ke pelosok2, karena tiada kekuatan yang bisa menghalangi kiegiatan amar ma’ruf nahi mungkar.

  42. Anonymous said

    ALLAHU AKBAR

    Allahu Akbar!
    Pekik kalian menghalilintar
    Membuat makhluk-makhluk kecil tergetar
    Allahu Akbar!
    Allah Maha Besar

    Urat-urat leher kalian membesar
    Meneriakkan Allahu Akbar
    Dan dengan semangat jihad
    Nafsu kebencian kalian membakar
    Apa saja yang kalian anggap mungkar

    Allahu Akbar, Allah Maha Besar!

    Seandainya 5 milyar manusia
    Penghuni bumi sebesar debu ini
    Sesat semua atau saleh semua
    Tak sedikit pun mempengaruhi
    KebesaranNya

    Melihat keganasan kalian aku yakin
    Kalian belum pernah bertemu Ar-Rahman
    Yang kasih sayangNya meliputi segalanya
    Bagaimana kau begitu berani mengatasnamakanNya
    Ketika dengan pongah kau melibas mereka
    Yang sedang mencari jalan menujuNya?

    Mengapa kalau mereka
    Memang pantas masuk neraka
    Tidak kalian biarkan Tuhan mereka
    Yang menyiksa mereka
    Kapan kalian mendapat mandat
    Wewenang dariNya untuk menyiksa dan melaknat?

    Allahu Akbar!

    Syirik adalah dosa paling besar
    Dan syirik yang paling akbar
    Adalah mensekutukanNya
    Dengan mempertuhankan diri sendiri
    Dengan memutlakkan kebenaran sendiri.

    Laa ilaaha illaLlah!

    KH. Mustofa Bisri / Gus Mus – 2005

  43. taUbat said

    @ Admin …..

    Terima kasih sudah dihapus, ternyata dari traffic …..

    Tetapkanlah pada berita yang independen, beritakan pada masyarakat yang beritanya tidak diberitakan pada media lain. (tidak provokasi/fitnah/kepentingan politik)

    Cerdaskan masyarakat.

    Wassalam,

    taUbat

  44. taUbat said

    TERAS JADI PRESIDEN M A D N

    Harian Umum Tabengan, 01-11-2010 00:00

    PALANGKA RAYA – Hasil Musyawarah Nasional (Munas) III Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) berhasil menetapkan dan memilih Agustin Teras Narang sebagai Presiden periode 2010-2015.

    Teras terpilih secara aklamasi, diberi mandat selaku Presiden sekaligus ketua tim formatur untuk menyusun personalia pengurus MADN masa bakti 2010-2015, selambat-lambatnya satu bulan setelah ditetapkan.
    ”Mengesahkan dan mengangkat Agustin Teras Narang sebagai Presiden Majelis Adat Dayak Nasional masa bakti 2010-2015,” kata Yansen Binti membacakan Keputusan Munas III MADN tentang pengesahan pengangkatan Presiden Majelis Adat Dayak Nasional Masa Bhakti 2010-2015, di Hotel Luwansa, Palangka Raya, Sabtu (30/10) malam.

    Dalam sambutannya seusai pengesahan, Teras menyatakan, butir penting dalam Munas III kali ini adalah penggantian jabatan Ketua Umum menjadi Presiden. Meski ada pergantian nama tersebut, Teras menekankan, MADN tetap dalam bingkai NKRI dan masih menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika, tetap berjuang bersama suku lain untuk memakmurkan Indonesia.

    Dia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan, meskipun pemilihan dilakukan secara aklamasi, namun menurutnya inilah hakekat dari musyawarah mufakat yang selalu dilakukan suku Dayak di Kalimantan. Secara aklamasi, bukan berarti mengabaikan demokrasi yang harus melakukan pemilihan dengan one person one vote (satu orang satu suara). “Tapi kita telah membuktikan bahwa cukup dengan musyawarah mufakat, kita mampu memilih Presiden,” kata Teras yang disambut tepuk tangan dan lahap oleh ratusan masyarakat Dayak yang memadati ruang tersebut.

    Dengan sistem pemilihan yang aklamasi musyawarah mufakat tersebut, membuktikan tingginya harkat dan martabat Dayak. Karena itu, dia berpesan agar seluruh warga Dayak bersatu dengan pemerintah mengawal sumberdaya manusia, penguatan perekonomian bagi kesejahteraan seluruh rakyat Dayak. “Semakin kita bersatu, semakin kita kuat, dan tentu pasti ada tantangan yang dihadapi,” kata Teras.

    Teras meyakini, dengan satu tujuan dan tekad yang kuat, akan bisa memajukan Dayak. Sebagai generasi penerus, dia berterima kasih kepada para pendahulu Dayak yang berjuang tak pernah henti. Sejarah telah membuktikan bahwa Dayak mampu dan bisa, tidak dalam posisi meminta-minta jabatan. “Jabatan adalah amanah, jabatan yang didapatkan oleh putra-putri Dayak adalah jabatan yang karena kemampuannya,” tegas Gubernur Kalteng ini.

    Lebih lanjut Teras mengingatkan, supaya warga Dayak, khususnya di Kalteng agar tetap berusaha menjaga lahannya dan segera membuat setifikat. Meskipun telah ada peraturan daerah (Perda) dan Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai tanah adat, namun hal tersebut belumlah cukup. “Hukum adalah panglima, bicara tanah yang dilihat adalah bukti satu-satunya sertifikat,” katanya.

    Dia tidak ingin masyarakat Dayak termarjinal, karena itu Teras mengajak semua pihak untuk berjuang bersama-sama. ”Selaku Presiden, saya perintahkan semua DAD (Dewan Adat Dayak) melaksanakan program-program yang diputuskan dalam Munas kali ini,” kata Teras.

    Pada kesempatan itu, Presiden MADN menyerahkan bantuan sebesar Rp100 juta, yang dibagi untuk korban bencana alam Wasior Papua Rp32.500.000, letusan Gunung Merapi di Yogyakarta Rp32,5 juta, serta gempa bumi dan tsunami di Mentawai Rp35 juta.

    Temanggung Bajela Bulau

    Teras Narang kembali dianugerahi gelar adat oleh Damang Kepala Adat se-Kalteng, Temanggung Bajela Bulau (Temanggung Berlidah Emas). Penganugerahan gelar tersebut diawali pembacaan surat keputusan para Damang se-Kalteng oleh Damang Teweh Tengah Yulia Mensen.

    Temanggung Bajela Bulau secara harafiah memiliki makna, apa yang diucapkan selalu menjadi perhatian dan dingatkan orang dan lidahnya selalu mengeluarkan perintah yang ditaati. ”Satu pihak bangga, tapi dengan diberikannya anugerah gelar ini merupakan anugerah yang harus saya sandang wajib dilaksanakan. Ini jadi beban agar selalu lebih baik,” kata Teras seusai penganugerahan.

    Anugerah gelar tersebut katanya bukan untuk pribadi Teras, melainkan untuk rakyat Kalteng. “Kerja keras dan perjuangan harus mampu ditindaklanjuti oleh Temanggung-Temanggung yang lainnya,” kata Teras.

    Pemberian gelar tersebut karena para Damang menilai ketokohan Teras, bukan hanya diakui secara lokal, namun sudah nasional, bahkan dunia internasional. Teras dianggap sebagai representasi dari tokoh Dayak yang bisa mengangkat harkat dan martabat Dayak di kancah nasional, sehingga semakin disegani.

    Selain itu, karena kepeduliannya selama memimpin Kalteng, cukup banyak kemajuan yang dicapai. Kalteng yang awalnya tidak terlalu dikenal, kini semakin dikenal di Indonesia dan menjadi contoh provinsi lain.

    Selama kepemimpinan Teras, Kalteng juga terbuka dari keterisolasian, tingkat pertumbuhan ekonomi tumbuh di atas nasional, angka kemiskinan setiap tahun semakin menurun, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga meningkat. “Saya kira semua pihak mengakui kepemimpinan Pak Teras selama jadi Gubernur. Itulah yang melatarbelakangi kami memberikan gelar adat tersebut kepada Beliau,” kata Simpei Ilon, Damang Selat, Kapuas.

    Penganugerahan ditandai pemasangan selendang oleh Simpei kepada Teras, dilanjutkan dengan Tampung Tawar oleh tokoh-tokoh Kalteng yang disaksikan juga Kapolda Kalteng Brigjen Pol Damianus Jackie dan sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkup Pemprov Kalteng.

    Mandau Pusaka

    Setelah sering terkendala, akhirnya dua bilah mandau pusaka (mandau kembar) resmi diserahkan kepada Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang di Istana Isen Mulang, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, akhir pekan kemarin.

    Tokoh Kalteng Lewis KDR menyerahkan Mandau Sanaman Lampang kepada Teras dan Mandau Sanaman Mantikei kepada Wakil Gubernur Achmad Diran. “Mandau kembar ini cukup lama di tanah Jawa disimpan oleh keluarga almarhum Tjilik Riwut yang tinggal di Yogyakarta. Pada November 1999, pihak keluarga berencana menyerahkan benda pusaka ini kepada Pemprov Kalteng,” kata Lewis.

    Proses pemulangan benda pusaka tersebut tidak mendapat kendala yang berarti. Sebab sebelumnya, pada malam Jumat tepat pukul 24.00 WIB, Februari 2001, mereka telah ziarah ke makam Tjilik Riwut di Taman Makam Pahlawan Sanaman Lampang, Palangka Raya.
    Uniknya, penyerahan pusaka tersebut dianggap mewakili komunitas keyakinan yang dianut oleh masyarakat Kalteng. Masing-masing Nila Riwut, putri Tjilik Riwut (beragama Katolik), Nahson Taway (Kristen Protestan), Lewis KDT (Kaharingan), dan Alm. Asmawi A Gani (Islam). “Kita juga tidak pernah menyangka sebelumnya, ternyata kami berempat mewakili warga Dayak Kalteng,” kata Lewis.

    Kedua mandau tersebut diyakini sebagai benda pusaka yang mampu membawa kedamaian bagi warga Kalteng. Mengapa kedua benda tersebut diberi nama Sanaman Lampang dan Sanaman Mantikei? Di samping karena dianggap memiliki keramat yang bisa membawa kedamaian, nama Sanaman Lampang dimaksudkan agar kebijakan Pemprov Kalteng dapat menimbulkan kesejahteraan bagi rakyat. Makna lampang dalam bahasa Dayak Ngaju adalah timbul.

    Sedangkan Sanaman Mantikei bermakna agar pemimpin Kalteng selalu bekerja keras untuk mencapai kesejahteraan rakyat Kalteng. Kedua Mandau yang diserahkan tersebut akan disimpan di Rujab Gubernur Kalteng.

    Seusai menerima pusaka, dalam sambutannya Teras mengungkapkan rasa haru dan bangganya. Karena sebenarnya penyerahan telah direncanakan sejak lama, bahkan dua tahun setelah Teras menjadi Gubernur pada periode pertama. Namun karena kesibukan dirinya dan pihak yang menyerahkan, sehingga baru terlaksana saat ini.

    Menurut Teras, benda tersebut milik Pemprov dan rakyat Kalteng. Siapapun yang menjadi Gubernur dan Wagub wajib menjalankan falsafah dan makna dari kedua benda pusaka itu. “Bukan hanya kerja keras, tapi yang penting adalah kerja keras yang cerdas,” kata Teras. str/ris

    ================================

    PRAM : SBY HARUS TINDAK FPI, BUKAN HANYA MENGHIMBAU

    Polhukam / Selasa, 14 Februari 2012 17:19 WIB

    Metrotvnews.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didesak segera bertindak menanggapi aksi sepihak yang dilakukan Front Pembela Islam. Jika hanya mengimbau tak banyak gunanya.

    “Kalau Presiden bukan hanya mengimbau, tapi menindak. Kalau dalam hal tersebut ada persoalan-persoalan, ya bagaimana organ-organ pemerintah betindak,” kata Wakil Ketua DPR Pramono Anung di DPR, Jakarta, Selasa (14/2).

    Menurut Pram, tindakan tersebut perlu guna menertibkan aksi sepihak yang kerap dilakukan organisasi yang dipimpin Habib Rizieq Shihab. Namun, jika FPI tak melanggar aturan yang diterapkan pemerintah, tak perlu diimbau lagi. Ya jelas, kata Pram, pemerintah punya batasan untuk menindak tegas organisasi yang menghadirkan kekerasan.

    “Yang punya batasan untuk menindak itu pemerintah. Jadi FPI perlu dikaji, itu kewenangan pemerintah. Kan UU No.8/1985 tentang Ormas sudah mensyaratkan itu. Semua tergantung pemerintah,” kata Pram.

    Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengimbau agar FPI instrospeksi diri setelah ditolak warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Imbauan itu disampaikan SBY dalam bincang bersama wartawan, kemarin malam.(Wtr2)

  45. h bakri said

    pram is kristen ya…..

  46. anak dayak said

    Tolong FPI dan para pendukungnya, walau kami di masa modern ini punya agama tapi kami juga masih punya yg namanya hukum adat dan aturan sendiri di suku kami, nenek moyang kami tinggal dan membuat hukum adat di tanah kalimantan jauh lebih lama di banding nenek moyang anda memeluk agama tersebut. Siapa anda? berani2 masuk di dalam tanah kami dan memiliki kepentingan sendiri atas nama golongan tertentu untuk capur tangan mengatur-ngatur tanah dayak yg notabene sudah punya aturan adat sendiri. Cari tempat lain yg bisa kalian tungganggi masyarakatnya, jangan tanah dayak. Kalo anda bilang kami suku2 kafir itu menurut anda dan kepercayaan anda saja, bagi kami anda-andalah yg kafir, jangan memaksakan kehendak golongan anda dengan menjeneralisir keadaan masyarakat Indonesia. Adat Dayak itu nenek moyang kami yg buat dan membuat kami masih ada hingga saat ini, maaf, sedangkan agama anda bukan nenek moyang anda yang buat, asalnya juga bukan dari tanah air Indonesia, bukan budaya kita.

  47. isa said

    Resiko menegakkan agama Allah selalu dihalangi oleh orang kafir.

  48. Anonymous said

    @Isa : anda provokator… susah bicara sama orang yg pikirannya cupet, sempit… dikasih akal dan pikiran mbok dipake secara rasional…

  49. bagus said

    udah tahu d tolak d mana2 msh ngeyel aja dasar pimpinan fpi org2 goblok d bantai org dayak mampus bru tahu rasa lu. Kalau dawahnya penuh kedamaian pasti org2 dayak pun menerima dgn baik

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.979 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: