KabarNet.in

Aktual Tajam

Dirut PT GNU ‘Toto Kuntjoro’ Jadi Tersangka

Posted by KabarNet pada 25/01/2012

Jakarta – KabarNet: Penyidik Badan Reserse Kriminal Polri menetapkan Direktur Utama PT Graha Nusa Utama (PT GNU) dan PT Nusa Utama Sentosa (PT NUS), Toto Kuntjoro Kusuma Jaya, sebagai tersangka dalam dugaan adanya dana Century di rekening Yayasan Fatmawati. Dia sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 23 Desember 2011 karena diduga melakukan pencucian uang lebih dari Rp 59 miliar.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution, mengungkapkan, belum lama ini pihaknya telah mengajukan pemblokiran dari rekening Yayasan Fatmawati. Setelah dilakukan pemblokiran, penyidik kemudian mengajukan ijin khusus untuk menyita rekening tersebut. Pengajuan pemblokiran ini menindaklanjuti laporan mengenai adanya aliran dana Bank Century, yakni dari Komisaris Bank Century Robert Tantular ke Yayasan Fatmawati.

“Akan segera kita sita dan nanti akan dimasukan ke dalam rekening barang bukti dari Bareskrim, dalam rangka untuk proses lanjut dari kasus tersebut. Uang ini kan hasil menjual aset macet yang dimasuk ke rekening Yayasan Fatmawati. Nah ini kan money laundring, makanya kita untuk proses lanjut,” pungkas Saud di Mabes Polri, Selasa (24/1/2012).

Awalnya Yayasan Fatmawati melaporkan aliran dana dari Robert Tantular yang mengalir ke kasnya. Koordinator Kuasa Hukum Yayasan Fatmawati, Rony Hartawan, kepada wartawan di Mabes Polri menjelaskan bahwa pada 2003, Yayasan Fatmawati melakukan perikatan peralihan hak atas tanah dengan PT. Graha Nusa Utama (PT. GNU) dan PT. Nusa Utama Sentosa (PT.NUS). Setelah ditelusuri dana-dana yang telah dibayarkan oleh Direktur PT GNU dan PT NUS, Toto Kuntjoro itu berasal dari Robert Tantular, terpidana kasus penggelapan dana nasabah PT Antaboga Deltasekuritas Indonesia.

Saud menambahkan, peran tersangka Toto Kuntjoro dalam kasus ini, dalam prosesnya melakukan kerja sama dengan terpidana Robert Tantular. Mereka melakukan kerja sama dengan menjual aset dari beberapa aset Bank Century yang macet. Hasil penjualan aset seharusnya dimasukkan ke Century, namun oleh yang bersangkutan justru dimasukkan ke Yayasan Fatmawati. “Mereka menjual aset dari Bank Century yang macet, namun uang tersebut tidak masuk ke Century tapi ke Yayasan Fatmawati,” kata Saud.

Sebelumnya pada Desember 2011 lalu, Mabes Polri sudah memeriksa Direktur PT Graha Nusa Utama (GNU) Toto Kuntjoro Kusuma Jaya. Hasil pemeriksaan terungkap, Toto Kuntjoro menerima dana dari Robert Tantular Sebesar Rp. 127 miliar dan dimasukan ke rekening PT GNU di Bank CIC atau Century.

Memang Toto telah mengembalikan sebagian dana sebesar Rp 68 miliar kepada Robert Tantular. Sebagian dari pengembalian itu yakni sebesar Rp,5,5 miliar dimasukan ke rekening PT Antaboga Delta Sekuritas (ADS). Sedangkan Rp 15,2 miliar dikembalikan lewat seseorang bernama Erni. Sedangkan sisanya sebesar Rp 59 miliar dipergunakan oleh Toto Kuntjoro untuk biaya pengurusan dan pembelian tanah milik Yayasan Fatmawati seluas 22 Ha. [KbrNet/Slm]

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.090 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: