KabarNet.in

Aktual Tajam

Curi Sandal Jepit, Pelajar Terancam 5 Tahun Penjara

Posted by KabarNet pada 26/12/2011

Ilustrasi

Pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Palu, di Jalan Tanjung Santigi, Palu Selatan, Sulawesi Tengah AAL (15), kini duduk dikursi pesakitan. Sebab, polisi dan jaksa menuduhnya mencuri sandal seharga Rp 30 ribu milik Briptu Ahmad Rusdi Harahap. “Dalam bahasa anak sekarang, kasus ini lebay,” kata Sekjen Komisi Perlindungan Anak Indonesia, M Ikhsan, (21/12/11).
Menurut Ihsan, sebagai anggota polisi, harusnya Ahmad Rusdi Harahap menghormati Surat Edaran Kapolri tentang restorasi justice. Dalam surat tersebut dinyatakan dalam penanganan kasus pidana yang melibatkan anak, penegak hukum harus melihat kepentingan perkembangan anak. Bukan menegakkan hukum formal semata.

“Saya sangat prihatin. Seharusnya aparat membimbing anak tersebut dan tidak membawanya sampai ke pengadilan. Polisi memanggil orang tua dan pihak terkait untuk musyawarah atas tindakan yang harus diberikan ke anak,” tambahnya.

Namun faktanya kasus ini telah memasuki sidang pengadilan. Sehingga KPAI mengetuk hati hakim untuk menggunakan hati nuraninya dalam memutus. “Dengan membawa anak ke pengadilan maka membuat trauma. Sidang dan penjara tidak merubah anak. Semoga hakim menggunakan hati nuraninya,” pinta Ikhsan.

Seperti diketahui, AAL duduk dikursi pesakitan karena dituduh mencuri sandal. Dalam paparan dakwaan Jaksa, kisah ini bermula pada November 2010 ketika AAL bersama temannya lewat di Jalan Zebra di depan kost Briptu Ahmad Rusdi Harahap. Saat itu AAL melihat ada sandal jepit dan kemudian mengambilnya. Jaksa dalam dakwaannya menyatakan AAL melakukan tindak pidana sebagaimana pasal 362 KUHP Pidana tentang pencurian dan diancam 5 tahun penjara. detikNews

11 Tanggapan to “Curi Sandal Jepit, Pelajar Terancam 5 Tahun Penjara”

  1. MATA BLOKUS berkata

    Masya Allah…..anak2 nyuri sendal Rp 30.000,- aja….diancam hukuman 5 tahun. Kemana itu hati nurani penegak hukum…..betul2 negara kacau…….

  2. sehnazbanosmile berkata

    negara kita memiliki sistem perundang2an yg cukup lengkap,saya berasumsi usia anak tersebut masih dibawah 18 th jadi belum bisa dikenakan pasal pencurian dari KUHP.ada undang2 perlindungan anak yg mengatur ttg hal tersebut.pengadilan bukanlah satu2nya jalan utk mendapatkan keadilan,ada musyawarah secara kekeluargaan,mediasi,arbitrase dan penyeleseain sengketa lain non meja hijau.ayolah para penegak hukum kita yg terhormat jangan menambah kemarahan rakyat,pencuri sandal sama koruptor milyaran kok sama hukumannya..

  3. Cepedeh berkata

    Iseng-2 ngitung nih ……

    Jika mencuri sendal seharga Rp 30.000 saja terancam hukuman maksimal 5 tahun, maka jika ada kasus korupsi uang negara sampai 1 trilyun, seharusnya terancam hukuman selama :
    = (Rp 1.000.000.000.000 : Rp 30.000) x 5 tahun
    = 33.333.333,33 x 5 tahun
    = 166.666.666,7 tahun.
    = seumur hidup !!!

    Tapi sekali lagi, itu seharusnya …
    Cape deeeh ….

  4. Ridho Senopati berkata

    memang hakim hakim di negara kita itu pinter tapi keblinger , ngekor trus hukum kolonial

  5. susilo tandi bali berkata

    hukum yg aneh…,masah cuman curi sandal aja di hukum sampai 5 tahun,

  6. andika balekos berkata

    Polisi yg menjadi korban nggak punya hati dn nggak punya rasa !!!…masak cuman sandal jepitnya hilang dah kayak kehilangan mobil!?, padahal banyak juga oknum polisi yang jadi pencuri di jalanan, mulai dari nego tilang, perjudian sampai backing miras, masih banyak bukti, Rakyat tidak buta, Rakyat tidak bodoh, justru Polisi yang menunjukkan kebodohannya kepada Rakyat, Ayo Rakyat kita bersatu kumpulkan sandal bekas buat si pak Polisi yang jadi korban kehilangan sandal jepit karena dicuri !!!

  7. Kalau dipikir-2, saya pribadi sudah seringkali kehilangan atau tertukar sendal jepit dengan orang lain dengan harga bervariasi antara Rp 5.000 sampai Rp 100.000. Tapi kok keadaannya biasa-2 aja tuh, gak pakek acara berantem segala, apalagi sampe berujung ke pengadilan yang menghabiskan waktu, ketenangan, tenaga, pikiran, biaya dan nama baik. Artinya jika saya mau memperpanjang ya bisa saja, tapi pertimbangan saya buat apa gitu lho …. saya harus membuang-2 energi segala hanya untuk sekedar menuntut sendal jepit …

    He, heee, tapi itu saya lho !
    Entah yang lain ……

  8. resiko berkata

    mungkin polisinya (yg pnya sendal)udh kesel kali,mau diperas tetep ga keluar duitny. ya udah diproses terus. itu pndapat sy,brdasarkn karakter polisi saat ini.

  9. Ezha Tedja berkata

    cobalah seperti manusia jng hanya memikirkan kepentingan lihatlah di samping kita masih banyak yang teraniaya

  10. dedi berkata

    Peradilan dibilang jago kalo bisa hukum koruptor diatas 5 tahun. Masak pencuri sendal aja bisa dituntut 5 tahun. Sama-sama nyuri barang, cuman yang satu korbannya seluruh rakyat Indonesia, yang satu cuman 1 org polisi yang pangkatnya briptu….

  11. Anonymous berkata

    Pol*si ama Hak*m sama-sama gak punya otak… semoga mereka dilaknat dunia akherat 7 turunan…!!!

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.086 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: