KabarNet.in

Aktual Tajam

Beginilah Cara SPBU Nakal Menipu Anda Saat isi BBM

Posted by KabarNet pada 08/11/2011

Mungkin selama ini Anda tidak mengetahui atau Anda tidak sadar permainan yg menguntungkan dari pihak pom bensin. Setiap Anda mengisi bahan bakar kendaraan Anda baik premium/ solar/ pertamax di pom bensin, Anda pasti pernah melihat karyawan yg memegang heandel katup selang yg dimasukan ke lubang tangki kendaraan Anda. Mereka mengalihkan perhatian Anda dgn cara memberikan sugesti ke Anda agar melihat angka di mesin pom tsb, dgn secara tidak sadar Anda akan melihat angka tsb sampai selesai.

Itu lah ilmu hypnosis dasar yg dlakukan oleh pihak pom bensin. Sampai-sampai Anda tidak memperhatikan handle tangan yg dtekan & dilepas kemudian ditekan & dilepas lagi saat pengisian bahan bakar tsb.

Kenapa dibuat seperti itu krn bahan bakar yg keluar tertahan & masuk kembali kedalam mesin tsb, hebatnya angka-angka dimesin tsb tidak akan berputar berbalik & pada saat selesai dgn jumlah pembelian bahan bakar karyawan cepat-cepat menghentikan dgn mengunci handle tsb.

Maka dari itu sudsh banyak pom bensin diluar negri yg negara maju, tempat pengisian bahan bakar pengemudinya sendiri yg bebas mengisi sesuai jumlah nominal yg dia tekan, dgn menggunakan kartu seperti ex/kartu vocher saja.

Buat Anda yg sudah mengetahui jgn mau dibodohi karyawan tsb, harus berani mengucapkan :

Tolong hendle jgn dmainkan
Tolong sampai tetes terakhir dari selang heandle karena selang mesin tsb lumayan panjang, ada sekitar satu sampai dua liter didalam selang tsb blm lagi hendle katub yg dimainkan.

Berikut ulah para karyawan nakal di SPBU yang telah terungkap aparat terkait

Awas ! jika anda membeli bensin di setiap SPBU, teliti terlebih dahulu apa bener meteran mesin benar-benar sesuai takaran bila tidak berarti SPBU tersebut curang.

Belang para karyawan SPBU terungkap setelah Polsek Gubeng, menangkap 9 pelaku pencurian bensin yang dilakukan di SPBU Jl Raya Nginden dibekuk. Tujuh pelaku diantaranya adalah karyawan SPBU itu.

Masing-maisng Aditya Bagus Indratama (22) warga Jl Nginden Kota II, M Saiful (21) warga Jl Lebak Indah Utara I, Dani Nova Irawan (22) warga Desa/Kec Socah Bangkalan, Bayu Whiradi Putra (19) Jl Wonokusumo Jaya XV, Toni Hermawan (24) Jl dr Wahidin Lawang Malang, Syam Hendri Efendi (26) warga Jl Rungkut Lor X, Lukman Dwi Saputro (18) warga Desa Gemenggeng Nganjuk, Misli (41) warga Jl Mulyorejo utara, dan Arif Prasetyo (20) Jl Mulyorejo.

“Pencurian bensin ini dilakukan para karyawan SPBU dengan cara mengeluarkan premium dari nozle dengan menekan perlahan tuas tak sampai penuh,” jelasn AKP Alfian Nurrizal, Kapolsek Gubeng, Senin (07/11).

Meski tuas yang ditekan tak penuh, namun aliran bensin dan meteran tetap jalan sehingga konsumen tak tahu jika dicurangi. Adapun sisa bensin itu kemudian ditampung ke jerigen untuk dijual ilegal dan sembunyi. Karyawan itu lalu menjual bensin kepada Misli seharga Rp 4000 per liter. Pencurian bensin dilakukan sebanyak 30 liter. “Dari pengakuan Misli, mereka sudah 10 kali menjual bensin. Dari situ, Misli menjual ke konsumen Rp 5000 per liter,” tandas Alfian. [SerbaNews.COM]

80 Tanggapan to “Beginilah Cara SPBU Nakal Menipu Anda Saat isi BBM”

  1. abinahasya said

    wah..info bermutu gan, iya saya sering liat kelakuan kayak gitu, tp ga nyadar tuh

  2. penggemar ninja said

    klo sudah ditekan, di lock tampa dipegangin, trus klo mau penuh kan locknya balik tuch, itu termasuk pencurian atau gimana..

  3. veldhy said

    wey segala di mainin sekarang

  4. ilakurn said

    makin kreatif aja orang indonesia -.-

  5. Anonymous said

    Soal toal-toel emang orang kita jagonya.

  6. Anonymous said

    Apalagi colak-colek bebek, huh …..

  7. stmarajo said

    Gimana mau berantas korupsi lha wong pegawai SPBU (ndak perlu jadi sarjana) juga pinter maling apalagi yang lebih tinggi,makin lihai nilep uang rakyat,uang nasabah,uang negara,uang hasil utang ke negara lain,uang dari perusahaan2 asing.Yang ndak nilep uang ya bongkar tanah,pasir, sungai, hutan,pantai.Yang ndak bisa itu semua ngutil,nyopet,nggarong,jambret dllnya.

  8. Anonymous said

    ga heran kl d negara ini makin banyak bencana. T_T

  9. Aircraft said

    Ini baru info penting. Setelah baca posting ini, saya baru ngeh tentang modus pencurian / pencurangan bensin di SPBU. Terima kasih admin, infonya benar-benar berharga.

  10. Claudius said

    cukup lemas mengetahui info ini… ck ck ck

  11. Bal-Q said

    sudah berapa banyak kerugian kita

  12. Anonymous said

    aparat mesti bertindak neeeh…

  13. masih ada cara lain kecurangan yang dilakukan SPBU yaitu lebih banyak anginnya yang keluar daripada bensinnya, nah arus angin ini ternyata mempengaruhi angka yang tertera di alat SPBU

  14. Ibnu said

    TRENYUH, PRIHATIN LIHAT HAL HAL KECIL KAYAK INI JUGA DIEMBAT. MARI PERBAIKI SEMUANA, DIMULAI DARI DIRI SENDIRI,,

  15. Edo said

    bener juga ya…, pernah seh sempat terfikir begitu…
    kapan ya semua orang bisa hidup jujur…
    Allahul Musta’an!

  16. taUbat said

    Sebagai pengguna jasa pelayanan pom bensin, merasakan ada beberapa permainan nakal yang dilakukan oleh petugas pengisian :

    -> Memainkan handle dengan ditekan full tapi tidak mengunci lalu dilepaskan serta ditahan sedikit agar bensin tetap berjalan itu berulang-ulang. (Spedometer dan mangkok tetap berputar cepat)

    -> Pengisian tidak di mulai dari anggka o (nol)

    -> Petugas mengajak/menggiring agar melihat meteran tapi saat pengisian belum berakhir sudah dihentikan karena perhatiaannya dialihkan pada lubang tangki.

    -> Pembayaran dibulatkan keatas, misalnya dimeteran Rp. 12.150,- dengan memberikan uang Rp 15.000,- dikembalikan Rp. 2.000,-

    -> Pengisian di Pom bensin A dan Pom bensin B, berbeda dengan Rp. 17.000 tangki full yang lain masih ada rongga. (sebelumnya tangki kosong)

    -> Kalau dulu masih manual pernah melihat langsung petugas mengutak-atik segel mesin dan memang banyak orang mengeluh tapi karena hanya satu2nya pom bensin yang ada jadi tidak ada yang komplain. (sekarang sudah digital ? ……)

    .

    Yang diharapkan perhatiannya :

    – Pom Bensin di kalibrasi/tera dan umum dapat juga mengetahui kapan terakhir dilakukannya.

    – Disediakan uang kembalian (Ratusan rupiah)

    +++ Pengisian bensin yang puas adalah saat dilayani oleh petugas yang sedang training.

    ### Pengguna kendaraan bermotor jutaan, seandainya 1% saja dilakukan kenakalan ….

  17. rizki fauzan said

    Moga pada sadar… Menipu hanya untung sementara…

    http://www.marketingalitishom.com

  18. akuq jpg said

    innalillahi wa inna ilaihi roojiuun…

  19. ohh, ternyata gitu toh caranya .. hahaha, nice info gan :D

    kunjungan balik yah .

    http://fokusstan.com/

    share your knowledge.

  20. Erijon DTT said

    bagus donk artikel ini, kiranya dapat di ikuti rekan rekan yang lain.tks

  21. jhon eddy said

    Sok tau nich orang…gua teknisi di GILBARCO yaitu mesin pompa BBM SPBU gua tau smua tntang mesin pompa bensin menarik dan melepas handle tu ga pngaruh sama literan! literan berkurang ada jarum pengaturnya d dlm mesin bila jarum di atur kurang ya jd krng tu literan(sama seperti pengaturan karburator pd kndaraan brmotor) trus kalo angka ga di mulai dr NOL pasti tu kurang jg! Jd jangan so tau lu!

  22. jhon eddy said

    uji coba aja langsung pake literan buktiin yg dtkan full ma yg dtaril lepas hasil literan nya sama aja! Gua jamin sama hasilnya!

  23. Sun Rise said

    Udah, udah, uhda, jangan pade berantem, malu diliat anak kecil.
    Poko’e, kalau ada pedagang yang curang dalam ukuran dan kita gak tau, maka kecurangannya itu akan memberatkan azab yang diterimanya di akherat.

  24. Agus said

    Kalo soal nosel dimainkan dan mengurangi takaran itu pikiran yang oon, ngawur itu….setahu saya kalau ditakar dan dimainkan tetap aja hasile bagus, apalagi sekarang sudah pasti pas ( yang pake logo jempol )………saya beli di spbu juga dimainkan tapi hasile teep bagus, kalo yang njeglek -njeglek itu brarti otomatisnya masih bagus gitu…….ok ?

  25. Asep arkan said

    Bohong besar!!! Bner kt jhon eddy…yg kejadian di jawa yg dirugikan itu bkan pihak konsumen tp pihak perusahaan,,jgn asal ngomong..Silahkan dites ke bejana ukur/alat tera

  26. Anonymous said

    makanya sekarang spbu di jakarta khususnya ,,,,dilarang pakai jerigen ,,,,,,,,kecuali petugas spbu heheheheh,,,,,,,,,,,,,,,,

  27. jhon eddy said

    agus ma asep tu contoh 2org yg pinter(thanx Bro!)…lu2 pade yg bilang dtarik ulur tu nosel n nosel nya da bunyi “njklek” n bilang kl ky gtu mngurangi literan pa dah nyoba uji coba ngeliter pake bejana tera yg rekomendasi dr metrologi?!… Buat smua asal jgn ngomong tu namanya fitnah n fitnah tu lbih kejam dr pd pembunuhan!

  28. agus said

    seng nggawe artikel cocote bosok!ra mudeng neng sok minteri,,,,

  29. Anonymous said

    Indonesia cm byk org pinter…pinter ngomong,pinter menuduh,pinter bikin mslah,apa lgi pinter fitnah…,tpi jrang yg ngerti….dgn apa yg dia omongkan….apa anda tau sendri kl nozen di pegang operator wktu pengisian Bbm yg anda bilang di tekan llu di lepas itu pengaruh dgn jumlah literan yg keluar??kl anda dah yakin dgn kecurangan trsbut berarti anda dah perna jdi pegawai spbu,tpi kl gak tau pasti,/di beri tau /kta nya teman2,mending diam aja,kl anda tkut di tipu oleh pegawai spbu,gmn kl anda2 buka spbu sendri di jmin gak di tipu lgi,krn skrg anda sendri yg mepermainkan nozel nya.,.,

  30. Anonymous said

    maaf gan saya disini kesulitan buat buktiin itu yang namanya nosel di spbu…soalnya spbu di tempat saya udah penuh dengan antrian pengepul dan karyawan spbu nakal yang suka nekan noselnya kalau harga di up 100 – 500 rupiah dari harga premium dan solar subsidi. jadi saya cuman sering liat botol kaca yang berisi penuh dengan harga Rp. 7000 atau harga Rp.6000 yang isinya pas di dekat lekukan botol.

  31. Anonymous said

    wkt kt mw brangkat kepom kt msh ada 7 liter ll kt beli 40liter solar,bgt ditengah jalan mbl mogok.tnyt kt tdk ada solar lg.nah yg mw kt tau knp bs gt?pdhl meterannya pas 40 liter.kmn kt bs mgadu..

  32. Anonymous said

    Tolong di muat di media elektronik kecurangan krywan SPBU.
    Spya msyrkat awam bsa tau.
    Trims

  33. bejo said

    buat smua pelnggan spbu jngn salhkan oprator….!!! krna semua itu otak’a teknisi n penglola spbu. oprtor tu cuma kuli.

  34. Sekedar info… pada nozel itu terdapat 3 klep di handlenya.. yaitu untuk kecepatan aliran yang lambat,sedang,dan cepat.. pada saat mengisi tangki kendaraan yg masih kosong/belum penuh, operator mengisi dengan kecepatan yg paling cepat,, pas tangki kendaraan udah hampir penuh maka diubah klep handle ke kecepatan sedang,,kemudian ke kecepatan lambat… itu yang saudara katakan “handle dimainkan”
    jadi itu sebenarnya untuk mencegah spy Bensin yg sedang diisikan tidak tumpah kemana2… coba bayangkan jika handlenya tidak dimainkan dan tetap dalam kecepatan aliran yg cepat,, bisa2 tu bensin muncrat kemana2…
    itu info dari saya,, kebetulan saya penera dari UPTD Metrologi Disperindag dan sering melakukan tera dan tera ulang di spbu…
    semoga tidak ada lagi fitnah tanpa ilmu..

  35. dalam prosedur tera dan tera ulang juga ada yg namanya BKD (Batas kesalahan yang Diijinkan). klo yg minimal udah pernah belajar fisika di SMA mungkin masih ingat yang namanya ketidakpastian pengukuran.. setiap alat ukur (termasuk nozel) udah ditetapkan nilai BKD yg ditetapkan oleh Metrologi legal baik di Indonesia maupun di organisasi metrologi internasional (OIML)..
    tidak ada pengukuran yang benar2 tepat 100% di dunia ini.. karna banyak faktor yg mempengaruhi seperti suhu,kelembaban,tekanan,dll…
    semoga tidak ada lagi fitnah tanpa ilmu..

  36. Anonymous said

    ngak semua mesin bisa di mainkan seperti itu bos….

  37. Anonymous said

    ak selalu perhatikan dmn beli bensin di SPBU Rp.10.000,- hasilnya selalu 2.22 berarti mesin ukur benar karena 4.500 x 2.22 hasilnya 9.990 yaaa 10.000 kurang dikit

  38. Anonymous said

    yang komen terahir – terahir pada belain karyawan SPBU. dan bagi saya sangat aneh melihat komen bertubi-tubi belain SPBU.

    baik saya tdk ingin berpihak pada siapa-siapa, karna saya org bodoh yg tdk sepintar org yg komen disini,

    1. Bagi para org awam, pasti tdk mengerti dan tdk akan bisa menjelaskan secara detail tentang kecurangan di SPBU. hanya saja pasti bisa merasakan karna ikut terlibat langsung sebagai konsumen.

    2. Bagi para pekerja SPBU atau bagian mesin pengisi bensin pasti lebih tau kronologi tentang pengisian bensin.

    sampai disini saya tdk berpihak pada siapa-siapa. hanya saja timbul pertanyaan.
    kebetulan rmh saya dekat dengan pom bensin jln raya nginden.

    bagi org yg pandai dan tau tolong jawab apa yang masih belum saya mengerti biar saya tdk slh paham.

    1. Jika takaran sudah pas. bagaimana bisa karyawan bisa menjual bensin tanpa sepengetauan pemilik POM BENSIN. bukankah jumlah pengiriman bensin dari pertamina pasti sudah jelas berapa liternya. dan bisa di jual atau menjadi uang berapa pasti sdh bisa di hitung. COntoh yg sudah di bekuk polisi SPBU nginden. itu bukan dari pihak pemilik pom yg tau karna polisi sering melihat karyawan membawa jerigen keluar tiap mlm. ( kata polisi gubeng kebetulan sering nongkrong brg di terminal )

    2. setiap ganti Sift pasti ada hitung-hintung uang dan serah terima dgn pegawai berikutnya. setiap ganti sift saya sering melihat ada uang sisa setelah setoran dan di bagi per kelompok. itu uang darimana? bukankah mesin dan takaran + harga sudah sesuai???

    Maaf sebelumnya saya cuma ingin bertanya.

  39. buat anonymous trakhir di atas :
    Baguslah klo anda menyadari ketidakpahaman anda ttg spbu dan pertanyaan yg anda ajukan itu sudah di luar dr topik artikel ini yaitu mengenai nozel spbu.. Saya dari Metrologi sudah menjelaskan di atas mengenai mekanisme kerja nozel pengisian bensin.. dan jika anda mw bertanya hal2 di luar artikel ini mengenai spbu silakan lgsg bertanya kepada pihak pertamina/spbu terkait agar tidak ada asal main tebak2an di sini… apalagi yg pertanyaan nomor 2 itu cuma berdasarkan pandangan anda sj melihat ada uang sisa.. mau jelas itu uang dr mana?? knp gak tny aja lgsg sm petugas yg bagi2 uang tsb.. atau lgsg sampaikan keluhan dan saran anda di kertas saran yg ada di tiap2 spbu…
    Intinya pada artikel ini yg membahas mengenai nozel tu udah sy jelaskan di atas,, krn mesin2 nozel beserta tangki mobil dan tangki penampungan BBM smuanya telah kami tera/tera ulang setiap tahun dan juga ada pihak swasta dari intertek yg melakukan verifikasi..
    Klo ada kecurangan2 lain yg anda tanyakan di atas itu di luar bahasan artikel dan di luar sepengetahuan kami krn kami dr metrologi hanya bagian alat ukurnya saja dan kami tidak mau menjawab dengan asal tebak2an tanpa informasi akurat…

  40. @ Firman Cynta Syifah

    Seperti pengakuan anda diatas bahwasanya anda adalah petugas penera dari UPTD Metrologi Disperindag dan sering melakukan tera dan tera ulang di spbu

    Kemudian sekali lagi, sesuai pengakuan anda diatas bahwasanya setiap alat ukur (termasuk nozel) udah ditetapkan nilai BKD (Batas Kesalahan yang Diijinkan) yg ditetapkan oleh Metrologi legal baik di Indonesia maupun di organisasi metrologi internasional (OIML)

    Lagi lagi sesuai dengan pengakuan anda diatas behwasanya tidak ada pengukuran yang benar2 tepat 100% di dunia ini.

    Berarti kesimpulanya semua nozzle di semua spbu di Indonesia GAK ADA YANG TEPAT 100 % PENGUKURANYA MESKIPUN SUDAH DITERA DAN DIKALIBRASI ULANG OLEH PETUGAS DARI INSTANSI PEMERINTAH YG BERKOMPETEN YAKNI DEPERINDAG JADI WAJAR SAJA MASIH TERJADI PENYELEWENGAN SPBU DI INDONESIA.

    Gitu aza kok repot.

  41. @Paulus Nabi Palsu
    Bapak salah tafsir di sini..
    1. sesuai materi artikel ini yg membahas ttg nozel yg dimainkan,,udah sy jelaskan bahwa mmg prosedurnya spt itu,, krn klo nozel tidak dipindahkan ke klep yg ketiga (lambat) bisa dipastikan akan terjadi ketumpahan BBM pada tangki yg sedang diisi.. makanya sy jelaskan bahwa nozel dimainkan itu bukan utk melakukan kecurangan spt yg dikatakan artikel di atas melainkan utk menghindari tumpahnya BBM yg masuk pada saat pengisian.
    2. tidak ada hubungan antara BKD yg ditetapkan dengan penyelewengan yg terjadi di spbu. Anda salah besar klo mengatakan penyelewengan di spbu terjadi krn BKD yg ditetapkan.. jika anda mengatakan begitu berarti tidak hanya di indonesia saja tetapi di seluruh dunia. klo bapak merasa lebih pintar daripada ilmuwan2 yg menetapkan nilai BKD dr OIML, atas dasar apa bapak bicara spt itu,, lagian nilai BKD itu kecil sekali kok,, dari 1 Liter itu max hanya +- 1,5 mL (+- artinya kadang kurang,kadang lebih)
    3. bicaralah sesuai kapasitas yg anda miliki,, klo memang tidak paham sebaiknya jangan asal ngomong,, sm juga dgn yg bikin artikel ini… hanya dengan dasar melihat petugas spbu memainkan nozel sj lgsg beranggapan klo melakukan kecurangan… klo gak percaya silakan sj dia pas ngisi Bensin motornya di spbu trus katakan pada petugasnya utk tidak “memainkan” nozel/ mengubah klepnya… mau mandi bensin kali ya…

  42. Paulus Nabi Palsu said

    @ Firman

    Saya sarankan anda baca ulang baik2x komen saya dgn pikiran yg jernih, bukankah komen sy tsb semuanya berasal dr pernyataan anda sendiri? Bukankah kesimpulanya masuk logika? Lalu kenapa anda defensif dgn berargumentasi sy salah tafsir

    Jika saya perhatikan, dari awal komen anda diatas hanya sebatas TEORI namun kenyataanya jauh dari FAKTA yg ada dilapangan. Anda hanya membahas cara kerja nozzle sedangkan kekurangan atau kelebihan minyak yg keluar dr nozzle secara umum ada 2 faktor yaitu manusia dan teknis.

    Saya selalu mentera dan kalibrasi ulang timbangan digital di tempat praktek sy dgn batu timbangan manual namun ketika meracik obat perawat sy selalu bilang kadang timbanganya beda artinya alat yg sudah ditera ulang tdk selalu menjamin ketepatan hasil output, bisa saja alat tersebut memang rusak atau faktor manusianya yg mungkin lg ngelamun atau lg ngantuk atau memang sengaja nakal dgn mengoperasikanya hehehe…

    Demikian jg halnya dgn alat pompa di spbu, kekurangan minyak yg keluar seperti yg disampaikan pd artikel ini memang benar sesuai dgn fakta yg dilapangan dan dikuatkan dgn pengalaman sy sendiri sedangkan anda hanya berargumentasi berdasarkan TEORI dan berlindung dibalik para ahli yg bisa benar bisa salah pendapatnya.

    Apakah anda pernah mengisi minyak kendaraan pada penjual pengecer yg ada dipinggir jalan? Saya sarankan kepada anda coba tanya kepada mereka, apakah minyak yg mereka beli setiap hari dgn yg mereka jual per liter setiap harinya totalnya adalah sama? Hehehe…

    Anda bisa buktikan sendiri jawaban yg mereka berikan mirip sama seperti yg sampaikan pada artikel ini yaitu TERGANTUNG ORANG yg mengisi pak, satu hari sy biasa bisa beli 3x di spbu yg sama jumlahnya masing2x 30 ltr tapi tiap kali beli kadang kadang kurang 30 ltr kadang kadang lebih 30 ltr, terbukti krn mereka mengisi secara manual per liternya memakai wadah kapasitas 1 ltr jg gk mungkin salah. begitu jawaban salah satu pengecer persis sama dgn pengalaman pribadi sy sendiri.

    Jadi gak ada itu istilah “jangan ada fitnah tanpa ilmu” tapi yg ada lain teori lain praktek jauh panggang dari api.

    Hehehe … Gitu aZa kok repot.

  43. Nah justru itu yg sy katakan di point nomor 2 dan 3,,,
    klo bapak meragukan para ahli,,,emangnya bapak merasa lebih hebat dr mereka??? ckckckck….
    Mereka menetapkan nilai2 trsbt tidak sembarang tetapi melalui banyak tahapan pengujian di lapangan.. pedoman tsb justru digunakan utk melindungi konsumen dan produsen.. smua org bisa berlogika pak,,tp klo hny berlogika tanpa dasar itu sm sj dgn agama tanpa kitab
    kata2 bapak di atas : “Berarti kesimpulanya semua nozzle di semua spbu di Indonesia GAK ADA YANG TEPAT 100 % PENGUKURANYA MESKIPUN SUDAH DITERA DAN DIKALIBRASI ULANG OLEH PETUGAS DARI INSTANSI PEMERINTAH YG BERKOMPETEN YAKNI DEPERINDAG JADI WAJAR SAJA MASIH TERJADI PENYELEWENGAN SPBU DI INDONESIA.”
    Tentu saja kami ini manusia biasa yg tidak dapat melakukan pengukuran yg 100% tepat,,tp kami berusaha utk melakukan supaya hasil pengukuran sesuai dengan kewajaran/masuk akal sesuai dgn prosedur yg ditetapkan.. dan semua spbu di indonesia ini belum semua terjamah oleh petugas metrologi mengingat jumlah SDM kami yg masih sangat terbatas… bayangkan sj,,masyarakat klo ditanyai : tau gak apa itu metrologi?? jawabannya hampir selalu : oh yg mengenai cuaca itu kan??
    masih banyak yg belum mengenal metrologi,, yg mereka kenal adalah meteorologi..

    tp klo mmg perhitungan di spbu trlampau besar kesalahannya,,kemungkinan spbu tsb blum ditera oleh petugas penera. bapak bisa cek sendiri apakah trdapat segel bertanda tahun dan jaminan pada meteran pompa pengisian..klo pompa bensin tsb kesalahnnya terlalu besar pada saat peneraan tentu sj kami tidak akan mengijinkan utk beroperasi sampai alat mereka slsi diperbaiki dn diuji kembali agar tingkat kesalahannya kecil..

    klo bapak memakai pengalaman bpk sendiri sebagai acuan,, knp tidak coba sendiri dgn mengisi bensin sprti yg dilakukan pengecer???
    anda bilang mengisi manual dgn literan 1 liter jd gk mungkin salah?? kami petugas metrologi sj tidak berani mengatakan klo pengukuran itu bisa tepat 100% tp anda bisa mengatakan klo literan 1 liter itu TIDAK MUNGKIN SALAH??? atas dasar apa?? pengalaman melihat atau pengalaman mengukurnya??
    atas dasar apa pula musti memakai acuan dari pengecer? apa pengukuran mereka bisa dipercaya?? bahkan banyak dr mereka menjual bensin tidak sesuai ukurannya.. di bbrp tempat pengecer katanya 2 liter,harganya 10rb tetapi kok cuma memakai botol aqua berukuran 1,5 Liter… apa itu yg lebih anda percayai???
    Ilmu yg kami peroleh bukan berdasarkan teori sj tetapi pengalaman di lapangan dalam menghadapi berbagai jenis dan tipe mesin pompa bensin yg berbeda2 yg harus kami jaga agar seakurat mungkin sesuai aturan yg berlaku.. sm juga halnya dengan Kitab agama yg harus dipatuhi oleh beragam jenis manusia di bumi ini…

    Klo semua orang hanya memakai logika mereka masing2,,, maka tidak akan ada persatuan dalam hidup ini… kehidupan ini disatukan oleh satu peraturan/pedoman.. negara ini disatukan oleh satu peraturan/pedoman…
    tinggal anda sendiri yg memilih,, mau mengacu pd pedoman ataukah mengacu pd logika anda sendiri…

    Pernyataan2 sy di sini bisa sy pertanggungjawabkan krn mengacu pd UU yg berlaku dan pada hasil2 pengujian yg telah dilakukan menggunakan alat2 ukur yg tingkat ketelitiannya lebih tinggi jika dibandingkan literan 1 Liter yg digunakan pengecer yg lebih anda percayai keakuratannya..
    Apakah perkataan2 anda di sini bisa dipertanggungjawabkan?? ada bukti hasil pengujian?? bisa dipertanggungjwbkan di pengadilan maupun di hadapan Tuhan??
    Kami petugas metrologi mengemban tugas yg berat,, karna dalam kitab agama manapun di dunia ini mengatakan bahwa mengurangi takaran/timbangan dalam berdagang itu adalah dosa…

  44. @ F Cynta Syifah

    lo kate : Nah justru itu yg sy katakan di point nomor 2 dan 3,,,
    klo bapak meragukan para ahli,,,emangnya bapak merasa lebih hebat dr mereka??? ckckckck….

    –> hehehe… anda tidak usah heran dan berprasangka yg aneh2x kpd saya, sy tdk pernah merasa lebih hebat ataupun kurang hebat dari anda maupun mereka, jika anda membaca baik2x komen sy sebelumnya, sy bukan meragukan kompetensi anda dan para ahli tsb melainkan mempertanyakan korelasi standard proses pengukuran baku yg ditetapkan oleh instansi berwenang spt yg telah anda lakukan, terhadap FAKTA penyimpangan yg terjadi dilapangan khususnya fakta yg diungkap pd artikel ini yaitu faktor manusia seperti kenakalan operator spbu yg memainmainkan handle nozzle ketika mengisi bbm. Namun anda membantah fakta tersebut dgn berargumentasi nozzle pd handle memiliki 3 klep berbeda yg masing2x mengatur kecepatan aliran bbm yg tujuanya hanya untuk menghindari bbm tumpah ketika waktu pengisian tanpa mengurangi jumlah output bbm. Jika kita analisa, argumentasi anda hanya membahas secara teori aliran minyak yg konstan dan stabil akan mengalir dari pompa melalui klep yg paling besar pd awal pengisian kemudian pindah ke klep paling kecil menjelang akhir pengisian semata mata hanya untuk menghindari minyak tumpah sedangkan pada artikel ini menjelaskan operator dgn fakta yg tak terbantahkan memainmainkan dgn menekan melepas berulang kali selama pengisian yg mengakibatkan aliran bbm tdk stabil keluar dan masuk dari nozzle sedangkan meteran digital pd layar terus berjalan. Bukankah argumentasi anda kontradiksi dengan yg dimaksud admin pada artikel tersebut ? monggo silahken dijaweb pertanyaan pertama.

    lo kate : Mereka menetapkan nilai2 trsbt tidak sembarang tetapi melalui banyak tahapan pengujian di lapangan.. pedoman tsb justru digunakan utk melindungi konsumen dan produsen.. smua org bisa berlogika pak,,tp klo hny berlogika tanpa dasar itu sm sj dgn agama tanpa kitab

    –> seperti yg sdh sy kataken sebelumnya, sy bukan tidak mengakui hasil riset secara teori para ahli tersebut, namun yg namanya alat pasti memiliki kekurangan dan tingkat reliabilitas durabilitas yg berbeda sehingga tidak menutup kemungkinan terjadinya penyimpangan operasional dalam jangka waktu tertentu sebelum waktu standar tera ulang dan sesuai dgn pengalaman pribadi sy ketika mentera ulang timbangan digital yg belum lama sy tera. Hal ini sejalan dengan pendapat anda bahwasanya adanya BTM yg diperbolehkan dalam peraturan dalam menentukan standard tera pompa sehingga tidak tepat 100% guna mendapat sertifikat pasti pas meskipun tidak menjamin 100 % keakuratan operasional dalam batas jangka waktu yg berlaku sebelum ditera ulang. Bukankah hal ini kontradiksi dgn argumen anda bahwa tera dilakukan untuk melindungi pihak konsumen dan spbu sedangkan penyimpangan masih mungkin terjadi ? kemudian anda tanpa malu malu mengataken saya berlogika tanpa dasar sama sekali bahkan mengilustrasikanya dgn beragama tanpa kitab suci. Kalo menurut agama saya, Islam itu agama fitrah dan tidak bertentangan dengan akal dan harus selaras dalam logika beda dengan iman buta seperti argumen anda dan agama diluar Islam yg percaya buta dan taklid dgn membabi buta menelen bulet2x semua kata2x para AHLI dan DOGMA2x ajaran agamanya

    lo kate : Tentu saja kami ini manusia biasa yg tidak dapat melakukan pengukuran yg 100% tepat,,tp kami berusaha utk melakukan supaya hasil pengukuran sesuai dengan kewajaran/masuk akal sesuai dgn prosedur yg ditetapkan..

    –> makanya sy bilang sebelumnya bukan tidak mungkin terjadi penyimpangan di spbu karena pelaksanaan tera dilakukan untuk mendapat sertifikasi pasti pas namun tidak menjamin 100% operasional akurat selama waktu berlaku.

    lo kate : semua spbu di indonesia ini belum semua terjamah oleh petugas metrologi mengingat jumlah SDM kami yg masih sangat terbatas… bayangkan sj,,masyarakat klo ditanyai : tau gak apa itu metrologi?? jawabannya hampir selalu : oh yg mengenai cuaca itu kan??
    masih banyak yg belum mengenal metrologi,, yg mereka kenal adalah meteorologi..

    –> darimana anda tau ? apakah anda sdh pernah melakukan data statistik mengenai hal ini ? anda mengatakan pd komen anda berlogika harus pake dasar sementara anda sendiri komen gak pake dasar. Bukankah komen anda tersebut menohok ke jidat anda sendiri ?

    lo kate : klo bapak memakai pengalaman bpk sendiri sebagai acuan,, knp tidak coba sendiri dgn mengisi bensin sprti yg dilakukan pengecer???

    –> kenapa cara berpikir anda menjadi semakin berantakan seperti itu? hehehe… emang pengecer ada dimana2x ya, aya aya wae lo.

    lo kate : anda bilang mengisi manual dgn literan 1 liter jd gk mungkin salah?? kami petugas metrologi sj tidak berani mengatakan klo pengukuran itu bisa tepat 100% tp anda bisa mengatakan klo literan 1 liter itu TIDAK MUNGKIN SALAH??? atas dasar apa?? pengalaman melihat atau pengalaman mengukurnya??

    –> bukankah tera yg anda dan petugas tera lainya lakukan dengan pengecer lakukan secara PRINSIP adalah sama ? perbedaan letaknya adalah jika petugas tera memberikan nilai BTM tiap 20 ltr dalam standard wadah tera yg ditentukan sedangkan pengecer juga menggunakan wadah standar 1 ltr TANPA BTM sama sekali kecuali jika nakal dan tidak jujur dalam berbisnis. Bukankah lebih logis cara pengecer daripada yg anda lakukan dan silahkan anda buktikan sendiri dilapangan.

    lo kate : atas dasar apa pula musti memakai acuan dari pengecer? apa pengukuran mereka bisa dipercaya?? bahkan banyak dr mereka menjual bensin tidak sesuai ukurannya.. di bbrp tempat pengecer katanya 2 liter,harganya 10rb tetapi kok cuma memakai botol aqua berukuran 1,5 Liter… apa itu yg lebih anda percayai???

    –> sy gunakan pengecer karena mereka membeli dari spbu pasti pas tapi jumlahnya gak pas sedangkan mereka menjual per liter secara manual menggunakan wadah standar 1 ltr yg pasti pas JIKA MEREKA GAK NAKAL. Sedangkan tudingan anda adanya pengecer jual 2 ltr tp menggunakan botol aqua 1,5 ltr itu ADA DIMANA JUALANYA? KASIH TAU DONG ALAMATNYA, SAPA TAU ADA PEMBACA DISINI YG TAU TEMPATNYA TRUS BIAR DIGEBUKIN RAME2X ORANGNYA ATAU JANGAN 2X ITU HANYA FITNAH KOSONG ANDA BELAKA, KAMI TUNGGU YA ALAMATNYA hehehe…..

    lo kate : Klo semua orang hanya memakai logika mereka masing2,,, maka tidak akan ada persatuan dalam hidup ini… kehidupan ini disatukan oleh satu peraturan/pedoman.. negara ini disatukan oleh satu peraturan/pedoman…
    tinggal anda sendiri yg memilih,, mau mengacu pd pedoman ataukah mengacu pd logika anda sendiri…

    –> permasalahan bukan berpedoman pada peraturan dan logika melainkan peraturanya bagus, betul tapi pelaksanaan dan applikasinya yg menyimpang karena banyaknya kekurangan pada sistem pengawasan sehingga terjadi penyimpangan sama seperti komen saya terdahulu LAIN TEORI LAIN PRAKTEK, JAUH PANGGANG DARI API

    lo kate : Pernyataan2 sy di sini bisa sy pertanggungjawabkan krn mengacu pd UU yg berlaku dan pada hasil2 pengujian yg telah dilakukan menggunakan alat2 ukur yg tingkat ketelitiannya lebih tinggi jika dibandingkan literan 1 Liter yg digunakan pengecer yg lebih anda percayai keakuratannya..

    –> hehehe… udah dijawab tuh diatas.

    lo kate : Apakah perkataan2 anda di sini bisa dipertanggungjawabkan?? ada bukti hasil pengujian?? bisa dipertanggungjwbkan di pengadilan maupun di hadapan Tuhan??
    Kami petugas metrologi mengemban tugas yg berat,, karna dalam kitab agama manapun di dunia ini mengatakan bahwa mengurangi takaran/timbangan dalam berdagang itu adalah dosa…

    –> Sesuai uraian saya diatas Insya Allah bisa dipertanggung jawabkan. sedangkan argumentasi anda bahwasanya dalam kitab agama manapun di dunia ini mengatakan bahwa mengurangi takaran/timbangan dalam berdagang itu adalah dosa, coba anda tunjukan kepada saya dalil tersebut pada kitab suci agama lain karena yg saya tau cuman Islam satu2x nya mempunyai dalil tersebut, saya tunggu ya dalilnya hehehe…

    gitu aza kok repot.

  45. roxy said

    Kalau distiap selang msih tertinggal 1-2 liter BBM,trus kalau sepeda motor ngisi 1 liter doank brarti tidak ada yg kluar dong,,bodoh bener ini yang bikin post
    Mungkin ini yang bikin post skit hati cz tidak prnah diterima kerja diSPBU ya,,ksihan bner ini org

  46. yulianto said

    sok tau , nanti terjadi fitnah gw orang spbu

  47. Anonymous said

    lain kali klo post yg bener donk…..jawaban yg paling simpel adalah sperti yg dikatakan mas Roxy….
    kalo kalian2 belum puas bisa beli BBM memakai jerigen 5 liter sebanyak 2 buah, trus jerigen yg 1 diisi dgn nozzle yg dimainin ( njiplak bahasa yg post..hehe) dan yg 1 lagi diisi dgn nozzle tdk dimaiinin (tdk diubah kecepatannya), keduanya diisi menggunakan nozzle yg sama, trus dilihat isinya sama pa nggak dari kedua jerigen tersebut.??? pasti sama

    klo handked tdk dimainin pasti akan luber, trus konsumen pasti marah kan??

    adapun petugas spbu yg tertangkap polisi sperti diatas adalah pencurian yg dilakukan oleh petugas spbu terhadap perusahaanya, jadi konsumen tdk dirugikan, modus mereka dgn memainkan speed nozzle dan tombol off/ dudukan tempat nozzle, hal ini mengakibatkan BBM keluar tapi meteran/ display tetap ( nol )… jadi konsumen tdk dilibatkan dlm hal ini kecuali pada saat penjualannya/ penadah.

    tips saya bagi anda yg beli BBM diSPBU adalah :
    1. Pastikan mulai dari angka nol
    2. Pastikan angka akhir adalah sesuai rupiah yg anda pesan, contoh anda beli Rp. 10.000, pastikan display berhenti diangka Rp. 10.000.

  48. moudyyunora said

    sebenarnya ini cuma bermuara pada 2 ‘Kenyataan Umum’ yang ada di lapangan:
    1. Adanya penyelewengan/pelanggaran/lecurangan yang dilakukan oleh pihak SPBU, bisa di tingkat bawah seperti karyawan pengisi bensin (misalnya dgn tidak mengisi mulai nol dll.) maupun sampai tingkat atas, ownernya (misalnya dgn mengoplos bensin dengan zat lebih murah agar bensin yang dijual bertambah volumenya)
    2. Kurangnya pengetahuan dan kepedulian para pelanggan SPBU untuk mendapatkan hak-nya sebagai konsumen.

    sedangkan hal-hal lain malah menjalar kemana-mana:
    1. Memainkan handel Nozel (seperti telah dijelaskan dari segi teknis oleh beberapa ahli diatas) terbukti bukan untuk salahsatu aksi kecurangan karyawan SPBU, yang artinya artikel ini kurang tepat dan musti di ralat, mengingat penulis bukan seorang teknisi dan belum mempunyai bukti ilmiah tindakan kecurangan selain atas ‘dugaan’ adanya fakta ‘Kenyataan Umum’ poin pertama, seperti yang telah saya tulis diawal.
    2. Banyak konsumen yang diam saja, tidak melapor atau segan menegur saat karyawan melakukan kecurangan, sehingga lama kelamaan keberanian karyawan curang tsb. bertambah. Misalnya saat karyawan menghentikan nozel sebelum angka yang ditetapkan (misalnya membeli Rp. 10.000 yang seharusnya berhenti di 2,2 liter namun dihentikan (pura-pura sudah berhenti) di 2,1 liter, sehingga bensin sisa masih dapat ditampung oleh karyawan tsb.) padahal sisa bensin itu-pun menjadi hak kita dan wajib kita menertibkan hal-hal kecil ini.
    3. Masih banyak dari kita yang ‘emosi dan etika-nya’ tidak sejalan dengan keinginannya menjadi masyarakat modern. Sudah patut dibanggakan bisa melek teknologi dan informasi melalui media internet, namun berkomentar tanpa memperhatikan batas-batas sosial, kultur, agama dan budaya namun, yang hasilnya cuma ‘perang tulisan’ tanpa makna dan tanpa memberikan pencerahan bagi yang lain.

    Bahasa awamnya, masih mending kalau melihat orang berantem di pasar, bisa ketahuan siapa yang menang siapa yang kalah, siapa yang masih berdiri dan siapa yang terkapar… hehe..

  49. Anonymous said

    WQes sak karepmu…. gah mikir aku … yg penting beli bensin ada dan mudah gak ngantri.

  50. Anonymous said

    om om…… beli eceran saja, dari pada mumet mikiri SPBU….!
    kasian yg koment tp ga tau ilmu ….
    asal nyrocos ya om…?

  51. Anonymous said

    bego… Hanya org awam yg bilang itu permainan,,,
    Bsok” lo ja yg jd operator,,,

  52. Anonymous said

    Insya’Allah informasi di atas hanya menduga-duga. Saya penjaga pompa. Dg menekan atau melepas handle tdk akan mempengaruhi takaran. Jika benar, betapa bodohnya pabrik/si pembuat pompa.

  53. hendra sabani said

    mending kalian menanyakan langsung kepada orang yang kerjanya jadi operator spbu, yaitu saya sendiri, hehee ^_^

    sebelumnya saya minta maaf, apa yang saya tuliskan disini bukanlah berarti menggurui, siapalah saya? saya hanyalah seorang opeerator SPBU sekali lagi saya hanya sekedar berbagi pengalaman,

    Pertanyaan :
    1. Bagi para org awam, pasti tdk mengerti dan tdk akan bisa menjelaskan secara detail tentang kecurangan di SPBU. hanya saja pasti bisa merasakan karna ikut terlibat langsung sebagai konsumen?
    Jawab:
    menurut pengalaman yang pernahku alami, justru yang sering menyatakan bahwa “memainkan nozzel akan menyebabkan takaran BBM menjadi kurang” adalah orang yang memakai mobil mewah atau yang saat kerja memakai pakaian rapi serta menggunakan dasi.

    disini saya akan menjabarkan beberapa penyebab kurangnya takaran BBM pada penjualan di SPBU

    kemungkinan pertama :
    jika mesin pompa di SPBU di maka di dalamnya ada sebuah “spare part” yang berbentuk lingkaran dengan beberapa lubang disetiap sisinya, itulah “spare part” yang mengatur takaran BBM yang keluar dari mesin pompa, dan biasanya “spare part” itu diawasi oleh badan Metrologi Disperindag dengan cara menyegelnya disetiap pengukuran rutin, sehingga meskipun nozzel dimainkan atau entah apa itu namanya, BBM yang dikeluar tetap sesuai dengan takaran yang di atur menggunakan “spare part” tadi, kemungkinan kekurangan takaran bisa saja terjadi apabila ternyata pihak pengawas SPBU “punya main” dengan karyawan Badan Metrologi Disperindag, jika kemungkinan ini terjadi tolong “jangan salahkan operator SPBU”
    cara mengatasinya :
    jika kemungkinan ini terjadi anda bisa meminta pihak SPBU mengukurnya menggunakan benjana ukur dengan disaksikan mata kepala anda sendiri, apakah ukurannya memang kurang atau sudah pas.

    kemungkinan kedua :
    angka tidak dimulai dari nol, memang kemungkinan ini bisa terjadi karena kecurangan operator nakal, saya yakin operator yang melakukan itu pasti sangat pandai main sulap entah itu hipnotis atau kecepatan tangan.
    cara mengatasi :
    Lihat lah angka pada mesin pompa BBM pada saat ditujukan mulai dari angka NOL (0), hal ini sering terjadi bagi konsumen yang menggunakan mobil, kenapa…??? karena mereka jarang keluar mobilnya pada saat mengisi BBM, seperti kata bang napi “kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, tapi juga karena kesempatan, waspadalah… waspadalah….” hehee ^_^ kita boleh saja curiga tapi jangan paranoid. gak ada salahnya kita keluar mobil sebentar untuk ngeliat angka pada mesin dengan nilai plus bisa silaturahmi. ^_^

    kemungkinan ketiga :
    Stok BBM pada tangki pendam sudah habis. aneh juga tuh SPBU udah tau stok na sudah habis masih jualan, hehee ^_^
    cara mengatasinya :
    cara mengetahui ternyata BBM yang dijual pada SPBU tersebut sudah habis dapat dirasakan dari suara mesin pompa BBM yang mengeluarkan bunyi lebih keras dari biasanya, dan pada lubang dipojok bawah mesin pompa mengeluarkan angin atau bahkan asap, jika anda menemukan kejanggalan ini segera meminta proses transaksi jual beli dihentikan, dan kemudian meminta pengawas SPBU untuk segera mengecek persediaan tangki pendamnya. catatan : suara keras pada mesin pompa juga bisa disebabkan oleh mesin yang sudah tua atau kurang dirawat.

    Pertanyaan :
    2. Bagi para pekerja SPBU atau bagian mesin pengisi bensin pasti lebih tau kronologi tentang pengisian bensin.
    Jawab :
    terima kasih telah mempercayakan masalah ini pada kami, dan semoga apa yang saya tulis diatas mematahkan pikiran orang2 yang paranoid kepada para operator SPBU, seperti contoh : sang penulis dan para pemberi komentar negatif.

    Pertanyaan :
    1. Jika takaran sudah pas. bagaimana bisa karyawan bisa menjual bensin tanpa sepengetauan pemilik POM BENSIN. bukankah jumlah pengiriman bensin dari pertamina pasti sudah jelas berapa liternya. dan bisa di jual atau menjadi uang berapa pasti sdh bisa di hitung. COntoh yg sudah di bekuk polisi SPBU nginden. itu bukan dari pihak pemilik pom yg tau karna polisi sering melihat karyawan membawa jerigen keluar tiap mlm. ( kata polisi gubeng kebetulan sering nongkrong brg di terminal )
    jawab :
    dari pernyataan pada pertanyaan diatas penangkapan atas karnyawan SPBU tersebut bukanlah karena kurangnya takaran BBM yang mereka jual, tapi karena telah melakukan penjualan terhadap jerigen yang “katanya” menurut “peraturan” tidak diperbolehkan, dengan alasan BBM tersebut telah disubsidi oleh negara.

    Pertanyaan :
    2. setiap ganti Sift pasti ada hitung-hintung uang dan serah terima dgn pegawai berikutnya. setiap ganti sift saya sering melihat ada uang sisa setelah setoran dan di bagi per kelompok. itu uang darimana? bukankah mesin dan takaran + harga sudah sesuai???
    jawab :
    sudah jelas setiap ganti sift pasti ada hitung-hitung uang masa uang hasil penjualan dilempar begitu saja ntapi harus dirapikan dulu dipilah-pilah yang mana nominal 1000, 2000, 5000 dan seterusnya, lagi pula itu diserahkan bukan pada pegawai berikautnya tapi diserahkan kepada pihak kasir, terus mana mau pihak kasih menerima uang setoran begitu saja, siapa tau uangnya kurang.

    syukurlah kalo ada uang sisa pada saat perhitungan, itu bukti di negara masih ada orang yang dermawan untuk memberikan kembalian mereka, aku sangat bersyukur negara ini tidak dipenuhi orang-orang yang kikir jangankan memberikan kembalian uang mereka, memberikan kepercayaan terhadap penjualan aja gak mau.

    ^_^

  54. Camchul Ultah said

    Semoga yang mampir disini (trmsuk sy) cepet mati biar tuhan yang menunjukkan mana yang benar dan mana yang sungguh-sungguh. . .

  55. asep zaelani said

    Saya suka mengisi premium d daerah saya(garut)d spbu jln sudirman copong,saya mengisi 10rbu tapi sama petugas spbu cuman d isi 7950 lalu sama ptugasnya langsung di kembalikan lagi ke angka noll..apakah itu kecurangan pihak petugas spbu..

  56. bayu said

    Mungkin krna gaji karyawan tidak mencukupi utk beli susu anakx gan,,,

  57. bayu said

    Kl mau ikhlas smua psti lancar

  58. Anonymous said

    Kalo gak tau apa2 itu jangan sok pinter Mas. Goblok koq dipiara……

  59. Anonymous said

    Yang posting artikel GOBLOG banget. Ga tau apa2 tp berkoar2. Tong kosong nyaring bunyinya.

  60. Anonymous said

    Benar tu yg bikin postingan orang begok, menyesatkan…Bisa kena pasal lu…., datanglah ke SPBU aku berani bertaruh….,Kalau bikin postingan tu jangan ngawur, kalau gk tau konsultasi dulu ke BALAI METROLOGI bagaimana cara kerja pompa bensin…

  61. cahh ndeso said

    kalau mo bkin post tu di kaji dulu ya mas, jangn asal jeplak, dan klu msalah alat ukur sya kira gk masalah, cuma di sini yg kita ukurkn benda cair yg mudah mengguap,dapat berubah sesuai dg perubahan suhu yg ada, dpt menggembang dan menyusut, tapi semua tu sudah ditetapkan adanya toleransi agar pihak pembeli dan penjual tidak ada yg dirugikn,klau msalah mesinnya yg namanya alat pasti bisa rusak sewaktu waktu. ya,kayak mobil aja pagi gk papa sore macet, maka SPBU sekarang kan setiap hari dilakukan tera oleh petugas SPBU agar terjaga kwantitasnya, klu msalah oknum sya kira di manapun tempat ada cuma seperti apa bentuk dan caranya sya kira macem2,tetapi klau postingan di atas tu bohong krna sya udah praktek sendiri.

  62. maman said

    Nice info Gan, kalau ada info seputar kecurangan oknum pegawai spbu, jangan sungkan posting kembali gan. Saat ini lagi mRak juga rekayasa perangkat lunaknya mesin Spbu, kasus meteran rupiahnya yang loncat. Misalnya saat angka rupiah di 80rb, bisa loncat langsung 100rb…sudah banyak…terjadi Gan.

  63. Pembela Kebenaran said

    drpd maenin handle nozzle, mending maenin titit

  64. Simelekete... said

    Yang tulis artikel nya ” BLO’ON “

  65. Anonymous said

    baca komen di atas jadi bingung?

  66. Anonymous said

    Tolong SDR BACA dan Followup : ” Tidak benar setiap SPBU mengalihkan perhatian Konsumen agar melihat Angka (Liter dan Harga BBM), sama sekali tidak benar – karena pernyataan Anda memiliki konotasi negatif terhadap setiap SBPU. Kami SPBU 34-424-07 di Cilegon adalah Haram berbuat demikian. kalau Anda tidak dengan pernyataan saya silahkan bawa ke Ranah Hukum di RI. Demikian silahkan datang saya tunggu kapan saja. ini adalahg bentuk-bentuk FITNAH, buktikan baru Anda bicara. saya tunggu sampai ke tingkat manapun akan saya layani, demi menegakan kebenaran di RI. demikian – dan terima kasih anda sudah membaca, ” Ttd Erli John “

  67. soni said

    waaau serem

  68. Anonymous said

    betul…..nozel dimaikan tidak ngaruh…itu yg tulis artikel bego banget sok tau..

  69. Anonymous said

    berita ini tidak benar sama sekali.. !!!bohong besar asu..

  70. irfan said

    Masa karyawan yg ditangkap apa hubungannya untungnya karyawan apa seetttoran aja sesuaii nominal yg ada dlm monitor bikin jelek karyawan spbu gw bisa tuuntut tuh ralat tuh kata2nya walau pun itu bnr cara kaya gitu yg uuntuk tuuh kepala keuangan bukan operator main opertor dari uujung sisa kembalian orrang bukan main nozel boong bgt u

  71. Ika Surya Adi said

    Artikel ini termasuk artikel hoax, sebuah tulisan yang ngawur dan tidak bisa di pertanggungjawabkan kebenarannya.
    Saya sangat setuju dan apresiatif dengan komentar-komentar saudara FIRMAN CYNTA SYIFAH.

    Sebagai seorang yang setiap hari bekerja di lingkungan SPBU, setiap hari bertemu dengan banyak orang dengan watak yang berbeda, pasti ada satu dua orang yang punya pikiran bahwa ketika seorang operator SPBU sedang mengisi bahan bakar dan mereka kelihatan seperti memainkan nozzle, inilah jawaban yang tepat untuk pertanyaan tersebut “pada nozel itu terdapat 3 klep di handlenya.. yaitu untuk kecepatan aliran yang lambat,sedang,dan cepat.. pada saat mengisi tangki kendaraan yg masih kosong/belum penuh, operator mengisi dengan kecepatan yg paling cepat,, pas tangki kendaraan udah hampir penuh maka diubah klep handle ke kecepatan sedang,,kemudian ke kecepatan lambat… itu yang saudara katakan “handle dimainkan”
    jadi itu sebenarnya untuk mencegah spy Bensin yg sedang diisikan tidak tumpah kemana2… coba bayangkan jika handlenya tidak dimainkan dan tetap dalam kecepatan aliran yg cepat,, bisa2 tu bensin muncrat kemana2…”

    **kenapa saat pedagang eceran membeli bensin/premium di SPBU,misalnya 20 liter dan ketika sampai di rumah di takar/dibagi kembali dan bensin tersebut di tempatkan ke dalam botol ukuran 1 liter tidak bisa penuh mencapai ukuran 20 bolol (misal hanya 19 botol penuh dan 1 botol hanya terisi 1/2 atau 3/4 botol saja…???
    INGAT!!! sifat bensin/premium adalah mudah menguap.

    Jika konsumen ragu akan takaran di SPBU, mereka punya hak untuk bertanya atau kalau yang lebih serius lagi mereka bisa meminta petugas untuk melakukan tera (bisa menggunakan bejana ukur)

    **Ketika petugas mengajak konsumen berinteraksi dengan bicara “mulai dari angka nol…” itu bukanlah modus petugas untuk mengalihkan perhatian konsumen agar tidak melihat nozzle yang di pegang petugas saat melakukan pengisian bahan bakar ke tangki kendaraan, tapi itu adalah SOP dari Pertanima untuk semua SPBU PASTI PAS.
    Jika petugas tidak menujukkan angka nol, konsumen boleh menegur atau menanyakan apakah tadi di mulai dari angka nol.

    **Pastikan anda membeli BBM di SPBU Pasti Pas
    Alasan:
    1. SPBU Pertamina PASTI PAS! hanya diberikan kepada SPBU yang telah mendapatkan dan dapat mempertahankan audit sertifikasi oleh auditor internasional independen.
    Untuk mendapatkan sertifikasi PASTI PAS!, SPBU harus lolos audit kepatuhan standard pelayanan yang ditetapkan oleh Pertamina. Audit ini mencangkup standard pelayanan, jaminan kualitas dan kuantitas, kondisi peralatan dan fasilitas, keselarasan format fasilitas, dan penawaran produk dan pelayanan tambahan. Setelah mendapatkan sertifikat PASTI PAS!, SPBU akan tetap diaudit secara rutin. Jika tidak lolos, SPBU dapat kehilangan predikatnya sebagai SPBU PASTI PAS!

    Seluruh proses sertifikasi dilakukan secara independen oleh Bureau Veritas, institusi auditor independen internasional yang memiliki pengalaman Internasional untuk melakukan audit pelayanan SPBU.

    2. SPBU Pertamina PASTI PAS! adalah SPBU yang telah tersertifikasi dapat memberikan pelayanan terbaik memenuhi standard kelas dunia. Konsumen dapat mengharapkan kualitas dan kuantitas BBM yang terjamin, pelayanan yang ramah, serta fasilitas nyaman.
    Kualitas dan kuantitas BBM terjamin karena SPBU PASTI PAS! menggunakan alat-alat pengukur kualitas dan kuantitas lebih akurat juga menerapkan prosedur monitoring yang lebih ketat. Untuk menjamin ketepatan takaran, SPBU melakukan test ketepatan volume secara rutin dengan batas toleransi akurasi lebih ketat dari SPBU biasa. Dinas Metrologi akan melakukan kalibrasi ulang pompa yang telah melewati batas toleransi. Untuk menjamin kualitas BBM, SPBU melakukan pengujian kualitas 3 kali lebih banyak dari SPBU biasa, juga dengan batas toleransi lebih ketat.

    Konsumen akan selalu disambut oleh senyum, salam, dan sapa operator. Untuk memastikan anda mendapatkan volume yang akurat operator akan menunjukkan pada anda mesin pompa menunjukkan angka nol sebelum mulai pengisian

    **Semoga Bermanfa’at**

  72. Ika Surya Adi said

    Komentar HENDRA SABANI boleh juga… dua jempol buat anda… semoga yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu…

  73. HUMAN said

    info yang salah kaprah.. percuma orang tuamu melahirkan kamu..
    kamu goblok.. tak jelasin.. SPBU itu selalu dalam pengawasan intertek..dan diperidag(spbu.pastipas) intertek setiap sebulan sekali ngecek literan, administrasi serta teknis,sedangkan diperindag 3bulan sekali ngecek literan .skiranya sudah d cek,mesin d segel. memutus segel brarti denda.. tertera 1 milyar,dan nozzle premiun(bukan hendle) saat pengisian maka picu d tekan dan d kunci ,kunci berfungsi sebagai otomatis anti tumpah. bila tangki penuh maka kunci akan brbunyi `ctak´ aliran bnsin berhenti..PAHAM!!.. nozzle bukan hendle apabila picu d tkan smakin kuat maka bnsin akan mengalir ke tangki semakin banyak bgitu sebaliknya.. dan tidak berpengaruh pada literan.. beli satu liter Ұªªª dapat satu liter.. jadi intinya info d atas cuma FITNAH.. d tulis tanpa dasar pengetahuan yang cukup.. alias GOBLOK.. PEKOK(bhs.jawa) ..semoga komentar saya .. bisa mendidik..

  74. Agus said

    Sok taek luh.

  75. Anonymous said

    Kalau kami dibilang jual angin, sini mukanya kami semprot pake nozzle, keluar angin apa minyak dari pompa tu, baru ketahuan

  76. rifai ahmad said

    sepertinya ada kesalahan postingan anda yg tidak bisa dipertanggungjawabkan…

  77. rifai ahmad said

    Tolong Jangan Dianggap Semua SPBU Sama.. Dimainkan Seperti Apapun Handle Nozle Itu Pengeluaran Dari Nozle Itu Tetap Sama Literan nya Boss..
    Dari SPV SPBU 54.671.29 Raci-Pasuruan.

  78. bejo said

    klo menurut artikel ini cara pengisian yg seperti mas tulis di anggap curang, tolong ajari kami bagaimana yang tidak curang?

  79. Di ujung nozel terdapat sebuah lubang kecil sebagai indkator penghenti minyak mengalir,bila permukaan minyak di dalam tangki kendaraan anda sudah menyentuh ujng nozel maka minyak akan berhenti dengan sendirinya(mengeluarkan suara menghentak”jeplak”).Bayangkan bila anda mengisi minyak permintaan FUEL,jika saat pengisian minyak tidak berhenti dengan sendirinya akan berakibat tumpahgak karu2an.
    Setelan kecepatan minyak juga ada pada nozel yang menentukan pilihan lambat ,sedang,dan cepat tentunya OPerator lah yang kendalikan.Jadi bila kurang puas dengan cara operator bekerja alangkah biknya bertanya kepada bagian pengawasan SPBU tersebut agar diberikan penjelasan ynag dapat anda pahami………..bukannya dengan cara seperti ini memberikan Artikel yang berdampak negatif kepada SPBU yang mengutamakan kualitas dan pelayanan……..
    “jangan lupa kata “DARI NOL YA PAK”itu merupakan pelayanan yang baik buat konsumen bukan suges/hypnotis…

  80. Anonymous said

    Kalo gak tau yg pasti cara kerja spbu gak usah cap karyawan nya sprti itu boss,,,

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.038 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: