KabarNet.in

Aktual Tajam

Al-Ghazali Kritisi Ketuhanan Yesus

Posted by KabarNet pada 04/11/2011

Imam al-Ghazali adalah salah seorang ulama klasik yang berusaha keras mematahkan hujjah ketuhanan Yesus. Melalui bukunya yang berjudul al-Raddul Jamil li-Ilahiyati ‘Isa, al-Ghazali membantah ketuhanan Yesus dengan mengutip teks-teks Bibel. Buku ini menarik untuk dikaji karena diterbitkan oleh UNESCO dalam bahasa Arab.
Imam al-Ghazali adalah ulama yang sangat terkenal di zamannya sampai zaman sekarang ini. Nama lengkapnya, Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad At-Thusi Asy-Syafi’i (pengikut mazhab Syafi’i). Al-Ghazali lahir 450 H/1058 M dan wafat pada tahun 505H/1111M dalam usia 55 tahun….

Karyanya tidak kurang dari 200 buku, dan di antara karyanya yang sangat monumental adalah “Ihya ‘Ulumiddin” (Revival of Religious Sciences). Ia dikenal sebagai seorang filosof, ahli tasawwuf, ahli fikih, dan juga bisa dikatakan sebagai seorang Kristolog. Ini terbukti lewat karyanya al-Raddul Jamil, yang ditulisnya secara serius dan mendalam.

Dalam bukunya, Al-Ghazali memberikan kritik-kritik terhadap kepercayaan kaum Nasrani yang bertaklid kepada akidah pendahulunya, yang keliru. Kata al-Ghazali dalam mukaddimah bukunya: “Aku melihat pembahasan-pembahasan orang Nasrani tentang akidah mereka memiliki pondasi yang lemah. Orang Nasrani menganggap agama mereka adalah syariat yang tidak bisa di takwil”

Imam al-Ghazali juga berpendapat bahwa orang Nasrani taklid kepada para filosof dalam soal keimanan. Misalnya dalam masalah al-ittihad, yaitu menyatunya zat Allah dengan zat Yesus. Al-Ghazali membantah teori al-ittihad kaum Nasrani. Menurutnya, anggapan bahwa Isa a.s. mempunyai keterkaitan dengan Tuhan seperti keterkaitan jiwa dengan badan, kemudian dengan keterkaitan ini terjadi hakikat ketiga yang berbeda dengan dua hakikat tadi, adalah keliru. Menurutnya, bergabungnya dua zat dan dua sifat (isytirak), kemudian menjadi hakikat lain yang berbeda adalah hal yang mustahil yang tidak diterima akal.

Dalam pandangan al-Ghazali, teori al-ittihad ini justru membuktikan bahwa Yesus bukanlah Tuhan. Al-Ghazali menggunakan analogi mantik atau logika. Ia berkata, ketika Yesus disalib, bukankah yang disalib adalah Tuhan, apakah mungkin Tuhan disalib? Jadi, Yesus bukanlah Tuhan. Penjelasannya dapat dilihat pada surat an-Nisa ayat 157: ”Dan tidaklah mereka membunuhnya (Isa a.s..) dan tidak juga mereka menyalibnya akan tetapi disamarkan kepada mereka”.

Selain al-ittihad, masalah al-hulul tak kalah pentingnya. Menurut Al-Ghazali, makna al-hulul, artinya zat Allah menempati setiap makhluk, sebenarnya dimaksudkan sebagai makna majaz atau metafora. Dan itu digunakan sebagai perumpamaan seperti kata “Bapa” dan ”Anak”. Misalnya seperti dalam Injil Yohannes pasal 14 ayat 10: “Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku. Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diriKu sendiri tetapi Bapa yang diam di dalam Aku, Dia-lah yang melakukan pekerjaan-Nya.”

Dalam melakukan kajiannya, Imam al-Ghazali merujuk kepada Bibel kaum Nasrani. Dalam al–Raddul Jamil, al-Ghazali mencantumkan enam teks Bibel yang menurutnya menafikan ketuhanan Yesus, dan dikuatkan dengan teks-teks Bibel lainnya sebagai tafsiran teks-teks yang enam tadi.

Di antara teks yang dikritisi oleh al-Ghazali adalah Injil Yohannes pasal 10 ayat 30-36, “Aku dan Bapa adalah satu. Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. Kata Yesus kepada mereka: “banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-ku yang kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah diantaranya yang menyebabkan kamu mau melempari aku? Jawab orang-orang Yahudi itu: “bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari engkau, melainkan karena engkau menghujat Allah dan karena engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan dirimu dengan Allah. Kata Yesus kepada mereka: “tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: kamu adalah Allah? Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut Allah – sedangkan kitab suci tidak dapat dibatalkan- masihkan kamu berkata kepada dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia.” (Teks dikutip dari Bibel terbitan Lembaga Al-kitab Indonesia; Jakarta 2008.)

Teks ini, menurut al-Ghazali, menerangkan masalah al-ittihad (menyatunya Allah dengan hamba-Nya). Orang Yahudi mengingkari perkataan Yesus “aku dan Bapa adalah satu”. Al-Ghazali berpendapat, perkataan Yesus, Isa A.S. “..aku dan Bapa adalah satu” adalah makna metafora. Al-Ghazali mengkiaskannya seperti yang terdapat dalam hadits Qudsi, dimana Allah berfirman,

“Tidaklah mendekatkan kepadaKu orang-orang yang mendekatkan diri dengan yang lebih utama dari pada melakukan yang Aku fardhukan kepada mereka. Kemudian tidaklah seorang hamba terus mendekatkan diri kepadaKu dengan hal-hal yang sunnah sehingga Aku mencintainya. Apabila Aku telah mencintainya maka Aku adalah pendengaran yang ia mendengar dengannya, penglihatan yang ia melihat dengannya, lisannya yang ia berbicara dengannya dan tangannya yang ia memukul dengannnya.”

Menurut Al-Ghazali, adalah mustahil Sang Pencipta menempati indra-indra tersebut atau Allah adalah salah satu dari indra-indra tersebut. Akan tetapi seorang hamba ketika bersungguh-sungguh dalam ta’at kepada Allah, maka Allah akan memberikannya kemampuan dan pertolongan yang ia mampu dengan keduanya untuk berbicara dengan lisan-Nya, memukul dengan tanganNya, dan lain-lainnya Makna metafora dalam teks Bibel dan hadits Qudsi itulah yang dimaksudkan bersatunya manusia dengan Tuhan, bukan arti harfiahnya.

Demikianlah, di abad ke-12 M, Imam al-Ghazali telah melalukan kajian yang serius tantang agama-agama selain Islam. Kajian ini tentu saja sesuatu yang jauh melampaui zamannya. Kritiknya terhadap konsep Ketuhanan Yesus jelas didasari pada keyakinannya sebagai Muslim, berdasarkan penjelasan al-Quranul Karim. Al-Ghazali bersifat seobjektif mungkin saat meneliti fakta tentang konsep kaum Kristen soal Ketuhanan Yesus. Tapi, pada saat yang sama, dia juga tidak melepaslan posisinya sebagai Muslim saat mengkaji agama-agama.

Rachmat Morado Sugiarto, M.A (Alumnus Universitas Mulay Islamil, Meknes, Maroko)
EraMuslim.COM

17 Tanggapan to “Al-Ghazali Kritisi Ketuhanan Yesus”

  1. http://m.facebook.com/urang.s.bageur

  2. Anonymous berkata

    menurut Al-Quran Nabi Isa tidak pernah disalib, sementara yang disembah oleh mereka adalah orang yang disalib itu. Jadi bukan Nabi isa yang mereka sembah, tetapi mereka menyembah si penghianat, Yudas, karena Yudas lah yang disalib.

  3. Anonymous berkata

    jadi mana yg benar??

  4. Insan berkata

    Mana yang benar ?

    Pernahkah anda mendengar dimana letak makam Nabi Isa AS alias Isa Al-Masih Ibnu Maryam yang bisa diakui dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah seperti makam Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang hidup ratusan tahun lebih dulu ? Itu saja salah satu patokannya. Gak usah bingung lho.

  5. Anonymous berkata

    Haleluya Puji Tuhan…. Tuhan Baik.

  6. FPU (Front Pembantu Umat) berkata

    BAGI SAUDARA YANG PUNYA MASALAH, BERBEBAN BERAT, MASALAH KELUARGA, MASALAH KEUANGAN, MASALAH SAKIT PENYAKIT, TERTEKAN, TIDAK ADA JALAN KELUAR, DAN PUTUS ASA, ….. LIHAT GAMBAR ILUSTRASI DIATAS, INGAT BAIK-BAIK, LALU BACA TULISAN DIBAWAH INI DENGAN BAIK, …..

    ===============================================================================

    Sebagai taruk ia tumbuh di hadapan TUHAN dan sebagai tunas dari tanah kering. Ia tidak tampan dan semaraknyapun tidak ada sehingga kita memandang dia, dan rupapun tidak, sehingga kita menginginkannya.

    Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan.

    Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.

    Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

    Yesaya 53

    ===============================================================================

  7. cosmicboyz berkata

    Kalian mengatakan, Yudas yang disalib.

    Saya nanya, taunya darimana?

    Kalian bilang, dari AQ.

    nah, kan bukan bukti cuma circular argument (argumen muter2) yang tidak ada artinya bagi orang Kristen!

  8. ALIEN berkata

    Oke bung Cosmick, kalo emang disangka udah meninggal, maka :

    Dimana kuburannya ?
    Dimana kerangka jasadnya ?

  9. Raden Kamajaya berkata

    Allahu akbar, Islam is the best….dan saya yaqin diakhir zaman islam mendominasi dunia, baik barat maupun timur….

  10. Achmad Fauzi berkata

    “dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.” (QS 4:157)

    Salam :)

  11. Insan berkata

    Tuh cocok kan ?

    Menurut Al-Quran, Isa Al-Masih alias nabi Isa AS tidak terbunuh. Tidak terbunuh, artinya tidak sampai terluka sedikitpun secara fisik. Tidak terluka secara fisik, artinya tidak sampai tertangkap secara fisik pula. Jadi kesimpulannya dalam ajaran islam diyakini bahwa Nabi Isa AS alias Isa Al-Masih ibnu Maryam selamat alias tidak sampai tertangkap, apalagi sampai terluka dan mati tersalib di tiang salib sebagaimana diyakini sebagian orang. Nabi Isa AS yang asli telah diselamatkan oleh Yang Maha Kuasa dengan cara diangkat secara lahir dan bathin menuju kehadirat-Nya alias suatu tempat yang hanya Allah SWT yang mengetahui-Nya. Makanya salah satu tandanya adalah hingga kini tidak ada satupun manusia yang pernah menemukan makan Nabi Isa AS jika memang dianggap sudah wafat. Nabi Ibrahim AS beserta puteranya Nabi Ismail AS yang hidup ratusan tahun lebih dahulu daripada Nabi Isa AS saja ada makamnya hingga kini. Begitu pula dengan makam Nabi Muhammad SAW sebagai suritauladan umat Islam sedunia. Jadi apa yang diisyaratkan Allah SWT dalam Al-Quran telah sesuai dengan kenyataannya, yakni ketiadaan secara fisik makam Nabi Isa AS di muka bumi. Sedangkan ketika ada yang mengatakan bahwa kenyataannya tetap ada yang tertangkap dan tersalib di tiang salib, maka jawabannya tentu saja, karena Al-Quran jelas-2 mengatakan bahwa Nabi Isa AS telah diselamatkan oleh Allah SWT dengan cara diangkat secara lahir dan bathin ke hadirat-Nya, sedangkan ketika proses penyelamatan itu terjadi Allah SWT memberikan petunjuk bahwa posisin Nabi Isa AS itu secara ghoib telah digantikan oleh Allah SWT dengan orang lain yang wajahnya kemudian diserupakan atau dimiripkan dengan Nabi Isa AS. Jadi secara logika, orang pengganti inilah yang telah tertangkap dan tersalib saat itu.

    Mengenai siapakah stunment atau orang pengganti ini … maka jawabannya walahu alam, karena banyak versi pendapat mengenai hal ini, yang salah satunya adalah salah seorang murid Nabi Isa AS sendiri yang karena uang sebesar 30 kepeng telah mengkhianatinya dengan cara memberitahukan tempat keberadaan sang Guru (Nabi Isa AS) kepada para pengejarnya dan ada pendapat lainnya.

    Pertanyaannya :
    Bagaimana kelanjutannya, apakah Nabi Isa AS diwafatkan di tempat persingahannya atau dipertahankan hidup oleh Yang Maha Kuasa ? Jika ya, bagaimana dan untuk apa ?

    Jawabannya, menurut ayat lain dalam surat An-Nisa di atas, Nabi Isa AS akan ditugaskan oleh Allah SWT untuk bersaksi bagi kaumnya di akhir jaman. Bersaksi bagi kaumnya artinya memberitahukan kaumnya mana yang benar dan mana yang salah. Jika Nabi Isa AS akan ditugaskan kembali ke dunia untuk bersaksi kepada kaumnya sebelum kiamat, maka secara logika seharusnya kondisi Nabi Isa AS belum diwafatkan oleh Yang Maha Kuasa alais masih dipertahankan hidup hingga hari penurunannya kelak. Apakah mungkin beliau bisa bertahan hidup ribuan tahun lamanya sejak diangkatnya hingga penurunannya kelak di akhir jaman ? Tentu saja, tidak ada kata yang tidak mungkin bagi Allah SWT sebagai Tuhan jika sudah menghendaki-Nya. Kun fa ya kun, apapun yang dikehendaki-Nya, maka jadilah. Apalagi jika mengingat usia Nabi Nuh AS sebagai Utusan Allah SWT puluhan abad sebelumnya yang mencapai 930 tahun ! Maka faktor usia tidak menjadi hal yang mustahil bagi Allah SWT untuk tetap mempertahankan usia Nabi Isa AS hingga ribuan tahun sekalipun.

    Menurut sebagian riwayat islam, Nabi Isa AS akan diturunkan kelak di dekat menara putih sebuah masjid di Timur Damsyik. Kabarnya, hal pertama yang akan dilakukan oleh Nabi Isa AS setelah diturunkan adalah mengikuti sholat subuh berjamaah yang dipimpin oleh Imam Mahdi di masjid tersebut. Akhirnya, hanya waktu pulalah yang akan membuktikannya kelak di akhir jaman.

    Walahu alam.

  12. mounth berkata

    buat FPU… doa yg anda yakini seperti itu.. dan sesuatu yg kt yakinin tidak tertutup kemungkinan untuk d kabulkan,,,
    sekalipun cuma menyebut allah sj sekalipun.. ok lah..! klu anda merasa dgn doa seperti itu semua permohonan d kabulkan,,,
    ambillah kesempatan yg senyap di ruangan tempat yg paling takjub dan peluklah erat2 yg menurutmu doamu lbh d kabulkan, klu perlu menangislah dgn hati dan memohon petunjuk agar apa yg anda lakukan itu benar atau salah? dgn niat ihklas akan di mudahkan untukmu petunjuk,,, itupun klu km mau mengikuti petunjuk dari apa yg km mohon,, karna setau saya org yg dpt petunjuk benar sekalipun tdk mudah untuk mengikutinya,,
    aku cuma bs membantu seperti ini… yakinlah dgn sifat fanatiklah yg buat hati ikhlas menerima yg kt tdk ketahuin 100%,,

  13. John F. Liow berkata

    Syukuri hidup ini dengan Iman karena Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

  14. fakhry berkata

    Untukmu agamamu untukku agamaku

  15. Budi Fals berkata

    TIDAK ADA NABI APALAGI ROSUL YG DIBUNUH SECARA KEJI……..DAN STIAP NABI DAN ATAU ROSUL SELALU MENG-ESA-KAN TUHAN. YG MENDUAKAN ATAU MELIBIHKAN BILANGANNYA SERTA MENGAKU TUHAN ITU BOLEH JADI BUKAN NABI ATAU ROSUL, ATAU MALAHAN UMATNYA AJA YG SALAH KAPRAH DALAM MENERIMA AJARANNYA MULIA NABI DAN ROSUL.

  16. Akmal Rais berkata

    Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar

    Untukmu agamamu, untukku agama ku

    Salam :D

  17. Yesus berkata

    bro Yesus itu Tuhan..Karena apa yg diucapkan dilakukan sama seperti Kehendak Allah Tuhan Bapa Nya Bapakku jg di Surga.Mana ada manusia di bumi ini yg bs menghidupkan org lg selain Yesus.Olehnya Jiwanya Yesus Roh Kudus Roh Tuhan.gt saja kok….msh pada gak nalar broooooooooooooo

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.090 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: