KabarNet.in

Aktual Tajam

MUI: Jasa Penukaran Uang Haram !

Posted by KabarNet pada 08/08/2011

JOMBANG – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengharamkan jasa penukaran uang yang selalu marak menjelang Lebaran seperti saat ini, karena mengandung unsur riba.

Karena itu MUI mengimbau kepada masyarakat agar tidak menukarkan uangnya pada para penjual jasa penukaran uang baru. Fatwa haram terhadap praktek penukaran uang baru ini diungkapkan Ketua MUI Kabupaten Jombang KH Kholil Dahlan.

Menurut KH Kholil, dalam praktek penukaran uang, konsumen selalu membayar lebih atas uang baru yang diinginkan. Padahal nilai uang baru maupun uang lama tersebut sama. “Kelebihan uang dalam tukar menukar barang yang nilainya sama tersebut adalah riba dan hukumnya haram,” ujarnya di Jombang, Jawa Timur, Minggu (7/8/2011).

Menurut KH Kholil, praktek tukar menukar uang boleh-boleh saja dilakukan. Asalkan pembayaran atau serah terima uang baru dengan uang lama nominalnya sama dan tidak dilebihkan.

Jika tetap ingin menukarkan uang KH Kholil mengimbau masyarakat untuk menukarnya langsung ke bank karena tidak ada kelebihan nilai yang harus dibayarkan.

Berkenaan dengan dikeluarkannya fatwa ini, dalam waktu dekat MUI Jombang akan meminta kepada Pemerintah Kabupaten Jombang agar menertibkan praktek penukaran uang yang akhir-akhir ini banyak bermunculan di Kota Santri. Sebab jika dibiarkan hal ini akan membudaya dan lama kelamaan akan dianggap sebagai sesuatu yang sah-sah saja.

Sementara itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mengkritisi maraknya jasa penukaran uang di jalan-jalan jelang Lebaran. Praktik seperti ini dinilai mengandung unsur riba, karena konsumen selalu membayar lebih dari nilai uang yang dipertukarkan. “Misal tukar Rp100 ribu dengan Rp110 ribu, itu tidak boleh. Itu riba, uang dengan uang harus senilai. Ini lebihnya dipertanyakan, harus jelas,” kata Ketua MUI Amidhan Minggu (7/8/2011) malam.

Menurutnya, kebutuhan masyarakat akan uang baru jelang Lebaran sangat tinggi dan itulah yang menyebabkan praktik-praktik penukaran uang berkembang di masyarakat.

“Mestinya bank memberikan fasilitas untuk itu, karena kalau di bank kan senilai uang yang dipertukarkan,” katanya. Lantas kalau kelebihan uang dalam praktik penukaran uang itu disebut uang jasa, bisakah? “Itu disebut ujrah, kami (MUI) juga belum mengatur tentang itu,” tegasnya. okezone

8 Tanggapan to “MUI: Jasa Penukaran Uang Haram !”

  1. Sansan said

    setuju dengan MUI Jombang

  2. Makhluk ALLAH said

    Bismillahirrohmanirrohim
    Semestinya ulama setingkat panjenengan lebih bijaksana. Islam itu agama yang adil dan baik. mengapa panjengan tidak memikirkan JASA para penjual uang ini???? Mereka yg antri di bank. jadi wajar apabila mereka menjual JASA mereka dengan sedikit keuntungan. HALAL dalam islam. tidak layak kita mengharamkan pekerjaan halal yg di tunjukkan Allah kpada mreka. ini bisa mengurangi pngangguran. kemisikinan!!! janganlah panjenengan kepingin lebaran sendirian dengan gaji bulanan panjenengan, jangan pula panjenengan seolah tanpa dosa dan Ambisi masuk syurga sendirian. INGAT. bnyak orang disekitar kita GAK BISA MAKAN!!! Belajarlah dr ARTI PUASA,karna panjenengan hanya BELAJAR TIDAK MAKAN. Hormat sungkem Saya. Makhluk ALLAH

  3. GOBLOG said

    @Makhluk ALLAH

    ANDA ITU BENAR2 GOBLOG.. SDH JELAS2 PARAKTIK RIBA KOK DIBILANG HALAL. KALO GOBLOG JGN TULIS KOMENTAR, BIKIN MALU AJA. ISLAM ITU ADA ATURANNYA (TATA CARA JUAL BELI). TERKECUALI HUKUM BIKINAN MBAHMU, ORA OPO2 DIACAK-ACAK.. DASAR.. CARI UANG ORA MIKIR HALAL HARAM, SEMUA DISIKAT KAYAK BAJINGAN….

  4. Rina said

    Menurut saya tidak termasuk riba, sebab uang yang dipertukarkan tidak sama. Jelas beda uang baru dan uang lama (kusut/sobek/cacat fisik) , disinilah bedanya. Dikatakan riba bila pertukaran dua barang atau uang yg sejenis dengan tidak sama (Riba fadli), sementara yg dipertukarkan tidak sejenis, ya kusut, robek ato cacat tadi.

  5. mura said

    menurut saya memang riba. karena namanya juga menukar jumlah nominal, ya harus sama. kalo tidak ingin riba, kenapa ga antri az langsung ke bank biar halah :>

  6. Abu Rahha said

    yg haq gak bisa di campur dngan yg bathil..riba ya riba

  7. Anonymous said

    Hai Mahluk Allah… Anda memang mahluk Allah yang bodoh tapi tidak tahu kalau anda bodoh (kasihan deh Lu…) yang namanya riba ya riba.. itu hukum Allah, para Ulama diatas (MUI) hanya sebagai penyampai, kalau mau terhindar dari dosa riba ya jangan usaha seperti itu “Allah Menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”. makanya dari kecil mbok yao.. belajar agama jangan setelah besar kemampuan masih cetek sudah berani menyalahkan Ulama yang menyampaikan Firman Allah. Ayo mumpung bulan puasa banyak bertanya pada para ulama biar ada pencerahan dalam batin SAMPEYAN dan jangan bertuhan dengan akalmu yang cetek itu.

  8. Anonymous said

    Kamu juga Rina… beragama itu (memahami hukum agama) jangan menurut kamu, karena kemungkinan salahnya jadi besar. yang dimaksud sejenis disini adalah sama sama uang bukan soal lama dan baru ( kamu juga mbok banyaklah bertanya kepada para ustadz biar gak nyalahin Ulama.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.039 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: