KabarNet.in

Aktual Tajam

Astaghfirullah, TKW Indonesia Ternyata Kayak Begitu..

Posted by KabarNet pada 15/07/2011

Terus terang selama ini selalu kita di beritakan tentang TKW TKW di saudi dari satu pihak saja dan tidak mendengarkan langsung dari pihak majikan di saudi, berikut ana kirimkan artikel yang ditulis oleh majikan di saudi asal Indonesia yang bersuamikan orang arab tentang kebiasaan kebiasaan TKW Indonesia di saudi arabia yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Seringkali saya membaca postingan rekan-rekan di Kompasiana, tentang kisah-kisah pilu dan menyedihkan para TKW yang bekerja di Saudi Arabia. Kisah-kisah itu diangkat berdasarkan cerita para TKW ataupun hanya sebatas pengamatan selintas tentang keadaan para TKW saat mereka bertemu di mall-mall, restaurant ataupun di Rumah Sakit.

Sebetulnya kalau kita mau jujur terhadap diri kita sendiri. Para TKW/PRT itupun sudah diperlakukan tidak layak dan tidak manusiawi sejak sebelum keberangkatan mereka ke Saudi. Pernahkah teman-teman melihat pemandangan di bandara Soeta (Soekarno-Hatta), bagaimana para petugas, baik petugas dari PJTKI-nya atau petugas bandara memperlakukan para ‘pahlawan devisa’ itu yang akan diberangkatkan ke Saudi Arabia khususnya..??

Mereka digiring-giring seperti ternak. Seringkali mereka dibentak-bentak bahkan dicaci maki. Saya sering melihat pemandangan seperti itu, karena setiap 6 bulan sekali atau 1 tahun sekali saya pulang pergi Riyadh- jakarta, Jakarta-Riyadh. Pemandangan seperti itu, bukan pemandangan yang langka. Para TKW-TKW itu setelah digiring-giring seperti bebek, mereka biasanya duduk bergerombol di lantai. Ada pemandangan yang berbeda tentang kelakuan dan tingkah para TKW itu, dari mereka yang akan berangkat ke Saudi dengan tingkahnya mereka yang akan pulang ke Indonesia.

Para TKW yang bergerombol di bandara Soeta, kebanyakan mereka diam dan tidak banyak omong. Tapi coba perhatikan para TKW di bandara KKIA Riyadh yg mau pulang ke Jakarta. Berisiknya minta ampun! Kalau ngomong saja sampai teriak-teriak, bahkan pernah saya lihat ada yang joget-joget segala, sampai-sampai ditegur oleh satpam bandara KKIA.

Back to topic. Di bandara Soeta, dokumen-dokumen keberangkatan para TKW saya perhatikan semuanya sudah diurus oleh petugas dari PJTKI masing-masing. Setelah masuk ruang tunggu pesawat dan terbang ke Saudi, barulah para TKW itu bertanggung jawab atas dirinya masing-masing. Ketika mereka sudah ada dalam pesawat Saudia/GIA. Mulailah para pramugari yang di uji kesabarannya oleh para TKW. Saya memperhatikan, betapa seringnya para pramugari yang cantik-cantik itu membersihkan lavatory/wc. Sambil tidak henti-henti memberikan pengarahan kepada para TKW yang menggunakan lavatory. Coba lihat lantai lavatory yang menjadi penuh air, karena para TKW tidak tahu caranya cebok, tidak tahu caranya membuang tissue-tissue. Semuanya berceceran di lantai. Bahkan cara mengunci wc pun mereka tidak tahu..

Kalau kebetulan saya ingin menggunakan wc, tak jarang saya pun ikut-ikutan memberi tahu mereka. Bahkan setiap saya pulang atau pergi Riyadh – Jakarta, saya pasti dan selalu menjadi sekretaris dadakan para TKW untuk mengisi kartu-kartu kedatangan mereka. Tahukah teman …? kalau banyak para TKW yang buta huruf…?

Bahkan banyak dari mereka itu yang tidak bisa berbahasa Indonesia …??! Mereka hanya bisa bahasa dari daerahnya sendiri. Jangankan bisa bahasa Arab untuk berkomunikasi dengan majikan, bahasa Indonesia pun mereka banyak yang tidak tahu…? Apalagi bahasa Inggris…? Itu sih bisa dihitung dengan jari kelingking. Mungkin dari 1 juta TKW yang ke Saudi, cuma 1 yang bisa sedikit ngerti english … Itu kenyataan teman-teman.. Menyedihkan bukan..??

Terus apa yang mereka lakukan selama mereka ada di penampungan..???? Ternyata adanya balai latihan kerja itu sepertinya hanya formalitas saja. Kadang-kadang tidak ikut latihan kerja pun mereka sudah bisa punya sertifikatnya. Halahhhh …. tahu sendiri lah, di negara tercinta kita ini apapun bisa dibeli asal ada uang!

Level korupsinya sudah dari level paling rendah sampai level paling tinggi.

Berdasarkan sumber yang bisa dipercaya (para TKW-TKW khususnya yang ke Saudi) selama mereka berada di penampungan itu untuk mengurus dokumen-dokumen sambil menunggu datangnya visa, para TKW-TKW itu tidak belajar apa-apa.

Mereka hanya tidur-tiduran, makan, minum, ngobrol-ngobrol sampai malam, merokok (tentu saja tidak ketahuan para pengawas penampungan). Apalagi konon katanya, para TKW yang mau berangkat ke Saudi itu, diberi uang saku sekitar 1,5 jt-2 jt dari PJTKI. Banyak dari mereka itu yang menghabiskan uangnya untuk jajan, makan-makan dan merokok. Setelah mereka sampai di bandara King Khalid Riyadh. Karena tidak ada petugas dari PJTKI yang mengarahkan mereka, jadilah gerombolan para ‘pahlawan devisa’ itu seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Bagaimana tidak dibentak-bentak oleh petugas orang Saudi, kalau mereka disuruh berbaris di sebelah kanan, para TKW masih tetap bergerombol di sebelah kiri. Disuruh mengantri satu-satu, malah mereka saling berebut. Disuruh memperlihatkan paspor dan kartu kedatangan, mereka malah melongo bego. Ya iyalahhhh …. petugas mana yang tahann….?! Apalagi orang Saudi kebanyakan tidak sabaran, dan suaranya yang kenceng-kenceng. Habislah para TKW itu dibentak-bentak. Jangankan oleh petugas orang Saudi yang tidak bisa berbahasa Indonesia, wong oleh petugas orang Indonesia yang sebangsa saja, para TKW itu sering dibentak-bentak koq.

Setelah mereka selesai diproses di imigrasi dan selesai mengambil bagasi. Mereka semua dikumpulkan dan di data. Sementara paspor para TKW itu akan dipegang oleh petugas imigrasi. Setelah itu mereka akan dibawa ke ruangan tunggu khusus TKW, sambil menunggu dijemput oleh majikan masing-masing.

Para TKW-TKW itu tidak akan dikeluarkan dari ruangan tersebut, kecuali dijemput oleh majikannya yang nama majikannya tertera di paspor mereka. Bahkan kalau nama penjemput mereka itu tidak sesuai dengan nama yang ada dalam paspor TKW, penjemput tersebut harus memperlihatkan surat kuasa penjemputan dari calon majikan asli TKW itu. Itulah alasannya mengapa para TKW di bandara King Khalid dikumpulkan sebelum mereka dimasukkan ke ruang tunggu. Calon majikan berada di luar sambil memelototi screen tv monitor. Di sana akan disebutkan nama TKW lengkap nama majikan dan nomor urut TKW. Kalau nama-nama sudah cocok, para majikan akan lapor ke meja petugas sambil memperlihatkan kartu ID asli. Setelah itu mereka akan memanggil TKW yang bersangkutan dan memberikan paspornya. Setelah TKW dan majikannya menandatangani surat-suratan, barulah TKW itu bisa keluar mengikuti majikannya. Itu prosedur yang masih saya ingat.

Kenapa saya tahu tentang prosedur tersebut..? Karena saya pernah satu kali mengambil pembantu dari PJTKI Jakarta. Biaya yang dikeluarkan majikan untuk mengambil TKW, kurang lebih 28 jt. Bahkan ada yang membayar lebih dari itu..

Untuk teman-teman yang berada di Indonesia khususnya, ini sekedar informasi saja. Tidak semua TKW yang datang dan bekerja di Saudi Arabia itu semuanya mempunyai majikan WN Saudi. Di Arab Saudi ini semua warga negara tersedia di sini. Jadi para TKW itu ada yang punya majikan yang memang WN asli Saudi, tapi tidak sedikit majikan-majikan mereka itu warga negara lain yang mukim dan tinggal di Saudi Arabia. Soalnya masyarakat kita yang ada di Indonesia kan tahunya, kalau TKW bekerja di Saudi Arabia sudah pasti saja majikannya warga negara Saudi. Padahal tidak begitu… lho…!! Ada yang majikannya WN Turky, Mesir, Siria, Lebanon, Palestina, Jordan, USA, Pakistan, India dan lain-lain sebagainya… (capek kalau harus nyebutin satu satu mah … hehehe..).

Sudah hampir 10 tahun saya menetap di Saudi Arabia, mengikuti suami yang WN Saudi. Karena menetap di sini, tentu saja saya sering sekali menjumpai para TKW di luar rumah, baik di rumah-rumah para kerabat suami saya, ataupun di rumah-rumah teman saya yang orang Saudi, berjumpa di pesta-pestanya orang Saudi, bertemu di mall-mall, di rumah sakit (mengantar majikan-majikannya yang sakit), di restaurant, juga di tempat bermain anak-anak. Seringkali saya menjadi penerjemah dadakan karena para TKW tidak mengerti sama sekali perintah-perintah majikannya.

Kalau anda sudah lama tinggal di Saudi dan anda sering belanja di toko-toko Indonesia, seringkali kita akan melihat ada TKW-TKW yang memang sedang berbelanja atau TKW-TKW kaburan (melarikan diri dari majikan) yang menunggu dijemput seseorang. Tahukah anda …?? Kalau para TKW ilegal di sini jumlahnya hampir sama banyaknya atau mungkin lebih banyak jumlahnya daripada TKW yang legal. Para TKW kaburan kebanyakannya bukan karena disiksa majikan atau karena tidak digaji majikan. Tapi banyak dari mereka yang kabur itu karena keinginannya sendiri. Ada yang alasannya karena mereka ingin mendapatkan gaji yang lebih besar dari gaji yang didapat dari majikan asli. Bahkan banyak yang jadi TKW kaburan karena mereka ingin bebas hidup bersama pacar-pacarnya (para sopir-sopir Indonesia, atau pekerja asing lainnya seperti Pakistan, Bangladesh, India). Dan bukan rahasia lagi kalau di sini ada sindikat/mafia yang akan menampung para TKW kaburan.

Seringkali saya membaca di surat kabar lokal, kalau polisi telah merazia beberapa apartemen/rumah-rumah kontrakan yang penghuninya hampir 99% TKW ilegal asal Indonesia. Dan ternyata mereka melakukan praktek pelacuran! Tarifnya Cuma 50 sr (120 rb) sekali pakai. Germo wanitanya kebanyakan orang Indonesia asli, pasangan germo yang laki-laki seringkali orang Pakistan atau Bangladesh. Menurut pengakuan mereka, kostumernya kebanyakan sopir-sopir taxi orang Pakistan atau pekerja kasar orang Bangladesh dan India. Bahkan terkadang ada juga sopir-sopir orang kita sendiri.

Konon katanya di Jeddah, banyak TKW ilegal asal Indonesia yang diam-diam membuka praktek pelacuran. Para PSK asal negara kita itu bukan hanya TKW kaburan saja, bahkan banyak yang datang menggunakan visa umrah. Begitu sampai di Jeddah mereka tidak pulang lagi ke Indonesia, tapi mereka memilih menjadi TKW ilegal. Itu bukan menjadi rahasia umum lagi di sini… Sepertinya setiap orang yang sudah lama mukim di sini pasti sudah pada tahu soal itu.

Pemerintah Saudi Arabia sebetulnya terlalu baik terhadap para TKW ilegal tersebut. Kenapa ….?? Karena menurut pengakuan para TKW-TKW ilegal itu, kalau mereka sudah ingin menghentikan petualangannya sebagai TKW ilegal dan ingin secepatnya pulang ke Indonesia, maka mereka akan menyerahkan dirinya sendiri ke kantor polisi (jadi bukan polisi yang menangkap mereka, tapi seringkali TKW-TKW ilegal itu yang datang ke kantor polisi menyerahkan diri minta ditangkap). Karena dengan cara itulah para TKW akan dideportasi ke Indonesia dengan gratis (biaya tiket ditanggung oleh pemerintah Saudi Arabia).

Oleh polisi, para TKW itu akan dijebloskan dulu ke penampungan-penampungan khusus bagi TKW yang bermasalah atau bahkan banyak juga para TKW ilegal itu ditampung di penjara-penjara wanita, sebelum menunggu proses dipulangkan. Kalau mereka di interogasi, mereka akan memberi alasan kabur dari majikan karena dipukuli dan lain-lain sebagainya.., dan mereka memberi alasan tidak tahu alamat lengkap majikannya. Bagaimana polisi mau mencari majikan para TKW tersebut kalau si TKW memberi alasan tidak tahu alamat majikannya ….?? Akhirnya TKW-TKW itu ditempatkan di penampungan-penampungan dan sudah pasti akan dipulangkan ke Indonesia.

Wahhhh … teman-teman jangan berfikiran bahwa penampungan/penjara wanita di Saudi menakutkan…. Menurut sumber yang bisa dipercaya kebenarannya, penampungan/penjara wanita di Saudi Arabia itu tempatnya sangat bagus. Makanan berlimpah ruah, malah konon katanya mereka mendapat jatah uang bulanan untuk membeli perlengkapan mandi sekitar 60 sr (kurang lebih 140 rb) per bulannya. Sementara mereka cuma tidur, duduk-duduk, nyanyi-nyanyi dan menikmati hari-harinya sambil menunggu waktu mereka di deportasi ke Indonesia.

Kenapa saya tahu banyak tentang keadaan penampungan/penjara wanita itu? Karena saya pernah punya TKW yang menurut pengakuannya, ternyata dia sudah 7 kali bekerja di Saudi Arabia, dan dia pernah 3 kali menjadi TKW kaburan, dan 4 kali menjadi TKW sukses. Untungnya dia termasuk TKW kaburan yang baik, yang tidak pernah menjadi PSK, dan saya percaya itu. Selama bekerja pada saya selama 3 tahun, si mbak sebut saja namanya Sumi, dia sering menceritakan kisah-kisah petualangannya selama menjadi TKW kaburan, termasuk selama dia berada di penjara wanita.

Dia juga menceritakan kisah teman-temannya sesama TKW ilegal yang sama-sama di penampungan. Jadi kalau ada TKW yang pulang ke Indonesia dalam keadaan hamil, terus mengaku diperkosa oleh majikan laki-laki/anak majikan laki-laki. Kita tidak harus begitu saja mempercayai omongan TKW-TKW itu. Karena kenyataannya di sini, banyak sekali para TKW yang dihamili oleh pacar-pacarnya. Bukan diperkosa, tapi suka sama suka. TKW yang hamil karena diperkosa memang ada, tapi mereka yang hamil karena suka sama suka atau akibat karena melacurkan diri juga banyak. Itu sudah bukan rahasia lagi di sini.. Sebagai seorang WNI, terus terang saya malu juga dengan kelakuan sebagian mereka yang tidak bertanggung jawab itu.

Belum lagi di Saudi ini, para TKW dari Indonesia itu terkenal sekali dengan sihirnya. Sementara di negara Saudi hukuman untuk yang melakukan sihir sangat berat sekali. Jadi kalaupun ada TKW yang tidak pernah menyantet majikannya, tetep aja kadang-kadang jadi kena getahnya. Cerita ini bukan omong kosong belaka. Saya punya banyak rekan kerja orang Saudi. Hampir semua pembantu mereka pasti orang Indonesia. Pernah ada keluarga pamannya teman sekantor saya yang menjebloskan pembantunya yang orang Indonesia ke penjara, karena ketahuan TKW itu memasukkan air kencing ke dalam minuman majikan laki-lakinya. Bodohnya TKW tersebut, dia memasukkan air kencingnya ke dalam air putih, bukan ke dalam air teh/kopi. Terang saja majikannya itu curiga, kenapa air minumnya berwarna kekuning-kuningan. Karena disangka majikannya air itu mengandung racun, akhirnya air itu dibawa ke laboratorium. Hasilnya ketahuan, kalau air putih itu mengandung air kencing. Setelah di interogasi, TKW itu mengaku kalau dia memang sengaja memasukkan air kencing kedalam minuman majikannya, supaya majikannya tunduk atau menyayangi TKW itu. Bahkan katanya lagi dia pernah memasukkan darah menstruasi dia ke dalam masakan-masakan untuk disantap majikannya.

Menurut keterangannya, dia tidak sendirian melakukan hal-hal menjijikan tersebut, tapi hampir sebagian TKW yg datang ke Saudi melakukan hal seperti itu, karena mendengar cerita dari senior-seniornya yang eks Saudi selama di penampungan di Jakarta. Terus mempraktekannya. Akhirnya ketahuan dan dijebloskan ke penjara. Teman saya yang orang Saudi itu, sampai khusus datang kepada saya dan bertanya, kenapa banyak TKW yang melakukan perbuatan seperti itu..?? Bukankah dalam Islam itu merupakan dosa besar..?? Dan TKW-TKW itu beragama Islam..?? Saya sendiri bingung harus menjawab apa..?? Kenapa para TKW itu berbuat hal-hal menjijikan seperti itu, saya sendiri tidak tahu..?? Karena saya kan bukan TKW…. hahahahahahaha… Karena cerita itu berkembang dari mulut ke mulut, akhirnya saya dengar, banyak rekan-rekan orang Saudi yang punya pembantu orang Indonesia memulangkan pembantunya. Alasannya, mereka takut makanan mereka dicampur oleh air kencing atau dicampur darah menstruasi. Dan sekarang ini banyak orang Saudi yang mengambil pembantu dari Vietnam.

Pernah saya mendapat pertanyaan konyol dari seorang Saudi, “Di Indonesia ada listrik gak…?? Ada telpon gak..?? Ada Mac Donald gak…??” Saya jawab saja: ”Tidak ada….!!! Kami orang Indonesia masih hidup di gua-gua…!!” hahahahahahaha.. Ternyata orang itu punya alasan sendiri, kenapa mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Karena dia punya pembantu dari Indonesia yang tidak tahu caranya menggunakan setrika, mesin cuci atau alat-alat lainnya yang menggunakan listrik.. Mereka membandingkan dengan keadaan di sini. Semiskin-miskinnya orang Saudi, semua alat-alat rumah tangganya kan sudah modern dan menggunakan listrik. Dassarrrr… katro…!! Hahahahaha…

Sekitar 3 tahun yang lalu, ketika saya berkunjung ke rumah mertua di luar kota Riyadh. Saya diperkenalkan dengan pembantunya tetangga dari mertua saya. Sebut saja namanya Yuyun. Baru kenal saya satu hari, Yuyun sudah menceritakan kalau dia punya pacar orang Yaman yang berjanji akan menikahinya kalau Yuyun pulang cuti nanti (kebetulan, Yuyun janda dengan anak dua). Yuyun menceritakan betapa baik si Yaman pacarnya itu. Suka memberinya Indomie, pulsa, dan uang jajan. Oia, Yuyun juga menceritakan kalau si Yaman itu suka masuk diam-diam ke kamar Yuyun, kalau majikan-majikannya sudah tidur (majikan Yuyun cuma berdua, sepasang suami isteri yang sudah tua). Wahhhh…. ternyata si Yuyun ini nekat juga. Ngapain aja hayohh…?? Kalau sudah berduaan di dalam kamar..?? Tidak mungkin kan cuma

maen pasir… hehehehehe. Saya sudah wanti-wanti sama si Yuyun, supaya tidak melakukan hal-hal bodoh seperti itu. Di Saudi ini kan yang namanya pacaran tidak diperbolehkan. Kalau ketahuan bisa dihukum karena ada aturannya. Ternyata Yuyun mungkin sudah tak tahan juga. Setiap hari memasukkan si Yaman, lama-lama masuk angin… Ketika kandungannya menginjak 4 bulan, si Yamani kabur entah kemana.

Tinggallah Yuyun dengan perut buncitnya. Untung majikan Yuyun baik hati. Yuyun cepat-cepat dipulangkan ke Indonesia. Karena kalau sampai melahirkan di sini tanpa ada surat nikah resmi, Yuyun bersama bayinya bisa dijebloskan ke penjara. Selamatlah Yuyun dari hukuman cambuk karena kebaikan hati majikannya. Itu kalau pas kebetulan majikannya baik hati, pembantunya hamil cepat-cepat dipulangkan untuk menyelamatkan pembantunya. Coba kalau majikannya yang tidak mau mengerti. Mengetahui perut pembantunya yang tiba-tiba melendung tanpa ketahuan tukang pompanya, boro-boro dipulangkan, malah kalau gak diserahkan ke kantor polisi, bisa-bisa malah langsung dibuang di kolong jembatan layang. Dan waktu pulang ke Indonesia dengan membawa orok, untuk menutup malu biasanya para TKW itu akan mengarang cerita kalau oroknya itu hasil diperkosa atau hasil dipaksa.. Padahal setelah beberapa lama kemudian, TKW itu akan kembali daftar ke PJTKI untuk kembali bekerja sebagai TKW di Saudi Arabia. Itulah sebabnya, walaupun Saudi Arabia banyak dicaci maki di Indonesia oleh orang-orang yang tidak tahu kejadian sebenarnya, tapi tetap saja PJTKI selalu kebanjiran calon-calon TKW untuk minta diberangkatkan ke Saudi Arabia. Kalau teman-teman tidak percaya, coba temen-temen cek dan ricek ke PJTKI-PJTKI di Jakarta.

Teman-teman akan mengetahui.. ada berapa ribu TKW-TKW yang sedang menunggu mendapatkan visa untuk bekerja di Saudi Arabia. Dan saya yakin sekali kalau di Saudi Arabia, banyak sekali para TKW yang semodel dengan si Yuyun.. Pemerintah Saudi bukan tidak berusaha menekan serbuan datangnya para TKW ilegal. Khususnya yang datang dari Indonesia. Mulai dari 2 tahun yang lalu. Semua warga asing yang tinggal di Saudi Arabia, harus disidik jari lagi, diphoto lagi di imigrasi untuk disimpan di database mereka. Konon katanya untuk mencegah masuknya kembali TKW ilegal yang pernah dideportasi ke luar dari Saudi Arabia. Jadi para tenaga kerja asing yang pernah bermasalah di Saudi Arabia, tidak akan bisa mudah masuk begitu saja, walaupun mereka sudah mengganti paspor bahkan mengganti namanya.

Saya masih ingat pesan si mbak Sumi, bekas pembantu saya dulu, ”Ibu, kalau nanti saya sudah pulang, dan ibu mau mengambil TKW dari Jakarta lagi. Ibu harushati-hati. Jangan mengambil TKW yang asalnya dari T, P, B, L, S, C, M… karena banyak TKW-TKW dari sana yang jahat-jahat. Saya kasihan sama ibu kalau ibu mendapatkan TKW yang jahat. Karena ibu orangnya baik … (hehehehe saya disebut baik, padahal saya bawel sekali.. hahahaha ). Saya kasihan sama si putri kalau diasuh oleh TKW yang tidak baik. Kalau saja saya tidak akan menikah lagi, saya mau selamanya bekerja di rumah ibu. Ibu harus tahu, tidak semua TKW itu datang ke sini karena mereka mau menjadi TKW. Banyak lokalisasi pelacuran di Jawa Tengah dan di Jawa Timur yang di gerebek polisi, terus para bekas PSK-PSK itu larinya ke PT, melamar untuk menjadi TKW. Dan kebanyakan mereka milihnya menjadi TKW di Saudi Arabia. Ya … ibu bisa bayangkan, mereka tidak akan menjadi TKW yang baik karena menjadi pembantu itu susah, paling-paling begitu sampai di sini juga para bekas PSK itu akan kembali menjual diri. Jadi ibu harus hati-hati ya bu….!!” Itu pesan si mbak Sumi tercinta (hallo… mbak Sumi sayang…?? Sehatkah mbak…??).

Akhir bulan Mei kemarin, ketika saya sedang di ruang tunggu seorang dokter mengantar kakak saya yang sakit. Kebetulan bertemu dengan seorang TKW yang juga sedang mengantar majikannya berobat. Saya perhatikan majikannya, seorang perempuan Saudi yang sudah tua. Si majikan itu minta diambilkan air minum dari tas yang dibawa TKW itu. Saya mendengar jelas TKW itu ngomel-ngomel terus dalam bahasa Indonesia. ”Dasar babi, tadi ditawarin tidak mau, sekarang minta …!!” Saya yang mendengar omelan TKW itu, jadi gatal juga. ”Emang di mana ada babi mbak..??!!” Si TKW itu tampak terkejut melihat saya. ”Eh… ibu orang Indonesia..?!” tanyanya.. sambil lalu. Saya sedikit menasehati TKW tersebut untuk sekedar menjaga bahasanya. Ngomel sih ngomel, tapi masa babi sampai dibawa-bawa…. hahahaha. Kalau majikannya ngerti itu kata babi. Saya yakin tuh TKW sudah ditendang 10 kilometer oleh majikannya… hahahahaha…

Sekelumit kisah2 di atas itu murni berdasarkan pengalaman saya pribadi. Dengan tidak bermaksud mengambil kesimpulan bahwa para TKW/PRT dari Indonesia itu semuanya jahat-jahat. Orang-orang jahat itu ada di mana-mana. Tidak di Saudi Arabia, tidak di Indonesia, tidak di Amerika, tidak di Eropa, tidak di Afrika. Di semua tempat di belahan dunia ini, orang-orang jahat itu ada. Dan orang-orang yang baik pun ada. Tidak semua majikan-majikan orang-orang Saudi (khususnya) itu jahat. Yang baiknya juga banyak sekali (makanya banyak sekali para TKW yang betah bertahun-tahun kerja di Saudi Arabia). Majikan yang jahat pun banyak, itu bisa kita lihat dari banyaknya TKW-TKW yang pulang ke Indonesia dengan keadaan babak belur. Bahkan seringkali pulang hanya tinggal nama saja. Para TKW itu juga tidak semuanya orang-orang baik dan jujur. Banyak sekali mereka yang jahat yang penuh tipu muslihat. Makanya sering diberitakan di koran-koran lokal di sini, kejahatan-kejahatan yang pelakunya TKW/tenaga kerja Indonesia. Baik dan buruknya pengalaman seseorang, tidak menjadi tolok ukur baik dan buruknya satu bangsa/ras tertentu.

Marilah kita sama-sama dewasa dalam menyikapi permasalahan masalah para TKW ini (khususnya para TKW di Saudi Arabia), yang kadang-kadang tampaknya seringkali di dramatisir oleh pihak-pihak tertentu (khususnya orang-orang yang tidak suka dengan Islam/tidak suka bangsa Arab). Kalau kita mau jujur, negara kita punya andil besar dalam semua permasalahan TKW-TKW yang bermasalah ini. Negara Indonesia yang konon katanya dulu, gemah ripah loh jinawi, ternyata sampai sekarang tidak bisa menyejahterakan rakyatnya.

UUD 45 pasal 34 ayat 1, ”Fakir miskin dan anak anak terlantar dipelihara oleh negara,“ hanyalah kata-kata keramat yang tertera di atas kertas belaka. Pada kenyataannya para penguasa-penguasa di negara kita sampai saat ini belum ada

yang berpihak kepada rakyat miskin. Selama angka kemiskinan dan angka pengangguran semakin meningkat, selama itu pula keberadaan para TKW yang tidak berpendidikan pun tidak akan punah, malah akan semakin banyak dan meningkat. Dan selama itu pula, kita pun akan selalu mendapat suguhan berita, tentang nasib-nasib para TKW yang memilukan. Dan itu merupakan pekerjaan rumah untuk para pejabat penguasa negara Indonesia. Cq terutama bapak menteri tenaga kerja yang sejak tahun jebot sampai tahun 2010 mau segera berakhirpun, belum ada tanda-tanda kapan Pekerjaan Rumah yang satu ini akan segera bisa diselesaikan dengan baik. Cag dulu ahhhhhhh…..!!

Ditulis oleh: Nining

______________________________________________________________________________________________________

Yth. Para Pengunjung KabarNet:

Apabila komentar yang Anda kirimkan tidak langsung muncul secara instan, kemungkinan komentar anda:

1] masuk ke dalam antrian traffic internet yang sedang sangat padat di server WP;

atau,

2] terjaring oleh Spam Software yang terpasang di situs KabarNet.

Kalau hal itu terjadi, mohon ditunggu paling lama 24 jam, karena Petugas Admin KabarNet secara berkala pasti memeriksa komentar pengunjung yang terjaring oleh Spam untuk diloloskan secara manual. Terima kasih.

230 Tanggapan to “Astaghfirullah, TKW Indonesia Ternyata Kayak Begitu..”

  1. [...] sumber : http://kabarnet.wordpress.com/2011/07/15/astaghfirullah-tkw-indonesia-ternyata-kayak-begitu/#more-28… This entry was posted in kepentingan rakyat and tagged TKW Indonesia Ternyata Kayak Begitu… [...]

  2. Daripada menjadi TKI, mari berwirausaha. Berbagai ide wirausaha bisa inovatif & kreatif bisa disimak di http://lumbungusaha.wordpress.com , semoga bermanfaat.

    Franz J.B.

  3. jkoni said

    Aritkel yang cukup bagus…….., cukup berimbang dengan berita yang ada sebelumnya .
    Kesalahan tepatnya pada pemerintah …., mereka cuma hanya korban .
    Keburukan TKW tersebut mungkin hanya 10 sampai 20 % saja, banyak TKW yang baik yang bekerja hanya untuk kebutuhan ekonomi.
    Jangankan TKW jahat , PEJABAT JAHAT PUN banyak di Indonesia …..wha ha ha…haa..haa…

  4. Stmarajo said

    Kalau cerita ibu ini betul (dan rasanya juga begitu) memang yang salah dari sononya, yaitu dari rekruitment yang asal saja dari PJTKI serta kerja Kemenaker yang tidak optimal (asal kerja saja) ditambah begitu banyak yang mau cari untung di lahan ini yaitu calo2.Banyak diwartakan umur TKW dimanipulasi atau namanya diganti supaya bisa lolos dan yang aneh kok yang ndakbisa berbahasa Indonesia saja bisa lolos?Betul2 management kampungan untuk mengurus negara,pantas kita selalu dapat malu saja dan tidak berani mengangkat muka dengan pemerintah negara lain.Tapi untung kalau benar2 Pem.Arab menstop visa TKW dan kalau ada yg berani nrobos mungkin ya dihukum mati lagi.Sukur kalau orang Vietnam mau nggantiin jadi TKW,habis itu TKW kita cari kerja di Vietnam (mungkin).

  5. rani_tea said

    udah banyak kok kasus nya TKI itu pada ngak bener, liat aja yg kerja di hongkong, kebanyakan jadi PSK murahan..

    klo hamil tinggal pulang, bilang dihamili pacar atau majikan..malah ada desa temen saya di jawa sono, anaknya pada keturunan semua, tapi orang ibu bapak nya jawa tulen…hehe..aneh..

    ngak usah jauh2 lah, wong pembatu kita aja kerja di sini banyak yg ngak pada beres kok kelakuannya..

    sekedar share aja..

  6. Anonymous said

    mental anak bangsa kita uda banyak yg rusak

  7. Rina said

    Laporan Sumi kurang independen, tidak bisa dijadikan kesimpulan. Tentu saja Dia membela negeri suaminya sendiri dan lagian Arabsaudi banyak duitnya. Gampangkan memanfaatkan Sumi dengan duit!

  8. Solihin said

    Isi artikel di atas seluruhnya betul. Saya adlh mantan TKI yg pernah bekerja lebih dr 10 thn di Saudi. Menurut pengamatan saya ya memang begitulah apa yg selama ini terjadi.

    Penyebab utama kekisruhan dimulai dari masalah mutu TKW yg rendah krn sblm berangkat mayoritas mereka tdk dipersiapkan dgn pendidikan yg benar oleh PJTKI yg hny memikirkan keuntungan. Hal itu diperburuk lagi oleh faktor perbedaan bahasa yg berakibat miskomunikasi krn antara TKW dan majikan tdk pernah bisa nyambung krn selalu salah paham.

    Kalau masalah TKW yg mantan PSK, atau merangkap sbg PSK, walaupun tidak semuanya tapi cukup banyak juga yg begitu di Saudi. Banyak dari PSK yg sudah tidak laku krn faktor umur dan kesehatan kemudian mendaftar menjadi TKW. Sesampainya ditempat tujuan bisa dibayangkan hal2 buruk apa saja yg mungkin terjadi.

    Jalan yang terbaik adalah menghentikan pengiriman TKW keluar negeri untuk selamanya. Karena setelah 30 tahun mengirim TKW pemerintah terbukti telah gagal dalam hal pengelolaan, penyiapan dan perlindungan terhadap para TKW itu. Sebagai gantinya pemerintah harus menciptakan untuk mereka lapangan kerja didalam negeri. Disamping juga memasarkan TKI berketrampilan (TKI laki-laki) ke negara2 yg membutuhkan. Kan lucu kalau kebanyakan yg jadi TKW ke luar negeri hanya yg perempuan saja sementara yg lelaki diam dirumah? Padahal kalau para lelaki di desa2 dikasih pendidikan gratis di Balai Latihan Kerja, kemudian pemerintah turun tangan membantu secara gratis untuk penempatan kerjanya di luar negeri, pasti semua orang mau. Apalagi mereka butuh pekerjaan.

  9. copral said

    Kayanya betul tuh apa yg di katakan mba penulis nih,(saya jg lg di saudi skrg)

  10. Bawor said

    Iya ya, mungkin lebih banyak TKW (jadi pembantu) dibandingkan dengan TKI di Arab sono,juga di Hongkong.TKI laki2 biasanya di Malaysia (di kebun2 sawit), jadi rasanya betul2 perlu reformasi masalah TKI/TKW terutama pembenahan di PJTKI dan Kemenaker, jangan jadi perusahaan cari untung saja dan kementerian kasih izin saja.Masa sudah berpuluh2 tahun ngirim TKI/TKW dan udah begitu banyak kasus, yang timbul masalah yang itu2 saja.Atau sengaja dibiarkan, untuk jadi bahan proyek dan percaloan.Apakah ini contoh dari orang2 kaya dan pinter (yang mendirikan PJTKI) dan pejabat2 yang berkuasa di kementerian yang tidak punya kepekaan sosial dan kebangsaan yang kuat. Kasihan betul rakyat miskin Indonesia yang dibiarkan miskin,hanya disebatas dipuji2 sebagai pahlawan devisa,tapi tetap saja diperas disana sini.

  11. farida said

    artikel diatas betul,sy pun orang indo suami wn saudi,sy pun kadang malu melihat tingkah pola tkw yg hususnya kaburan,kebanyakan malas kerja jd pembantu,dan milih ngelonte/jd pelacur,aku pun pernah punya pembantu ilegal malas sekali kerja, hp nya berdering terus dan selalu ngobrol dngn orang arab,akhirnya sy pecat habis suami sy pulang krja blm bangun,kerja apa2 klu gak disuruh jg gk mau ngerjai,habis sy jg malu mau nyuruh2,dia sukanya nonton tv segala macam drama dia tonton gk mau ketinggalan,dia jg minta izin duduk2 di komputer,kerja tdk kesel banget sy,dan akhirnya sy pecat.

  12. Maskur said

    Ternyata

  13. Numpang said

    Orang bodoh bukan berarti layak dizalimi toh?

    Emang ada ya pengadilan yang ngurus sihir selain di Saudi?

  14. tetangganya tkw said

    penulisnya dah keenakan ngrasain punya arab kali…wkwkwkwkwkw…makanya beritanya berat sebalah,seandainya dibalik gimana ya,ente jd tkw ?

  15. bejo n trimbil said

    temen pernah di tawarin anak tkw malah masih dalam kandungan ..eh setelah lahir mukanya arab banget !!!

  16. cinta bangsa said

    jgn jauh2 liat kesana saya punya pembantu makan hati,mertua saya kalau punya pembantu pasti gulanya naik ampe darah tinggi terakhir punya pembantu mandi pagi saja kaga mau,eh ade kandung saya pembantunya nilep hp anaknya ampe keluarga berantem,pertanyaannya kenapa saudara2 kita bisa jadi begini,kalau dulu ibu saya punya pembantu ampe 25thn ikut ok2 aja,kenapa mental anak bangsa kita sekarang bisa begini kita harus jujur?

  17. KASUS PERZINAHAN, TKW PEMBUNUH SESAMA TKW DIBEBASKAN DARI HUKUMAN MATI

    Rabu, 27/07/2011 01:11 WIB

    Kasus TKW Rosita
    KJRI Dubai Sesalkan Rosita Tidak Jujur

    Eddi Santosa – detikNews

    Dubai – Disayangkan sikap Rosita meniadakan peran bantuan pemerintah c.q KJRI Dubai dalam upaya menyelamatkan dia dari ancaman hukuman mati atas kasus pembunuhan sesama TKW (alm) Lilis Suryani binti Atang.

    Demikian Konsul Jenderal RI Dubai Mansyur Pangeran menanggapi pernyataan sepihak dari Tenaga Kerja Wanita Indonesia Rosita kepada media massa di tanah air, seperti disampaikan kepada detikcom, Selasa (26/7/2011).

    Rosita Binti Muhtadin Jalil, asal Desa Warga Setra RT 01/06, Kecamatan Tegal Waru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menjadi terdakwa kasus pembunuhan Lilis dan perzinahan di Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA). Ancaman hukumannya: qishas alias hukum mati.

    Melalui bantuan kekonsuleran KJRI Dubai dan proses advokasi di pengadilan, Rosita kini telah selamat kembali ke pangkuan keluarganya di tanah air.

    “KJRI Dubai sangat menyesalkan beredarnya pemberitaan sangat sepihak dari Rosita, yang meniadakan peran pemerintah dalam membela dan membantu membebaskan dia dari ancaman hukuman mati,” ujar Konjen.

    Konjen juga menyayangkan sikap Rosita yang kurang terpuji dengan tidak menceritakan fakta sebenarnya kepada media massa di tanah air menyangkut pengalaman pahitnya terlibat dalam kasus pembunuhan dan perzinahan di Fujairah, UEA.

    “Apa tanpa bantuan pemerintah RI saudari Rosita bisa bebas dan bisa berkumpul kembali ke tengah keluarga di tanah air? Upaya dan peran pemerintah hendaknya dihargai sesuai budaya luhur bangsa kita,” tambah Konjen.

    Menurut Konjen, fakta kasus Rosita sangat pelik, menyangkut korban sesama TKW warga negara Indonesia, terjadi di negara asing dengan sistem hukum berbeda dan ancaman hukumannya sangat berat.

    “Kepada Rosita selamat berkumpul kembali dengan keluarga dan semoga menggapai kehidupan lebih baik. Kepada keluarga almarhumah Lilis, semoga diberi kekuatan lahir batin dalam menjalani hidup sepeninggal almarhumah,” pungkas Konjen.

    (es/es)

    http://www.detiknews.com/read/2011/07/27/011127/1690126/10/kjri-dubai-sesalkan-rosita-tidak-jujur

  18. TKW...Ohh...TKW said

    PERINGATAN:
    Namimah (meng-gosip) dan Ghibah (menggunjing), bisa membatalkan pahala puasa.

    DAWUD (AYAH DARSEM) BANTAH DARSEM INGKARI JANJI-JANJINYA

    Ken Yunita – detikNews
    Jumat, 05/08/2011 18:18 WIB

    Jakarta – Darsem dituding telah mengingkari janji-janjinya yang diungkapkan sebelum menerima dana sumbangan Rp 1,2 miliar. Namun hal itu dibantah oleh ayah Darsem, Dawud. Menurutnya, Darsem telah menepati semua janji-janjinya.

    “Anak saya kan sudah memberi sumbangan ke mana-mana. Ke orang jompo, ke anak yatim sama bangun masjid. Kita sudah bagi-bagi itu,” kata Dawud saat berbincang dengan detikcom, Jumat (5/8/2011).

    Dawud juga mengklaim, Darsem juga telah berbagi dengan keluarga Ruyati, TKI yang dipancung di Arab Saudi. Namun mengenai jumlahnya yang hanya Rp 20 juta, Dawud enggan berkomentar banyak lagi.

    “Kalau itu terserah anak saya, kan itu hak anak saya,” kata Dawud.

    Dawud bercerita, saat ini Darsem masih sibuk menerima wawancara para wartawan di rumah. Ke depan, Darsem ingin membuka usaha dengan uang yang diperolehnya dari sumbangan pemirsa televisi TVOne itu.

    “Kita mau bikin rumah, beli sawah dan mau bikin warung di kampung saja. Belum tahu juga mau usaha apa untuk hidup ke depan,” kata Dawud.

    Sebelumnya pengacara Darsem, Elyasa Budianto bercerita soal sikap Darsem yang berubah setelah kaya mendadak. Elysa juga bercerita mengenai sikap tetangga Darsem yang tidak suka dengan gaya hidup ibu satu anak itu.

    Setelah menerima uang Rp 1,2 miliar, penampilan Darsem menjadi penuh dengan bling-bling. Seluruh tubuh Darsem penuh dengan perhiasan emas sehingga perempuan itu mendapat julukan ‘Toko Emas Berjalan’.
    (ken/fay)

  19. Anonymous said

    mak niiiinggggggggg…hahahahaahhahahahahaah… batal loh mak puasanya …eh…dah malem yah .. :))

  20. Intan Gilles said

    Yang saya sesalkan thd Saudi adalah hukuman2nya; hukum pancung misalnya… Dan baru2 ini ada seorg dokter dr Austria di Dubai yg diancam hukuman mati krn dia diduga membunuh pasiennya… Wah, nyawa manusia hrs dibayar nyawa jg yg notabene berlawanan dgn apa yg tertera di Al-Quran… Saudi bs mempertimbangkan hukuman seumur hidup drpd hukuman2 mati.

  21. anood said

    cerita ibu di atas 99% benul !
    kalau orang sudah lama menetap di arab saudi
    pasti tahu kelakuan bejat tkw tkw indonesia di sini

  22. anood said

    inilah yg belom di ketahui orang indonesia
    kebejatan tkw tkw indonesia di arab saudi
    selama ini kita hanya melihat berita sepihak saja
    tkw yg jahat di sini amppuuun banyaknya !!
    jangan mengira para tkw tkw itu polos yah
    sudah beberapa kali saya mengambil tkw dari indonesia
    tak ada satupun yg baik
    tkw pertama mencuri dan kabur baru 2 minggu bekerja kerugian yg saya tanggung hampir 28 juta
    tkw kedua jika saya keluar rumah dia akan mengenakan baju sexy maksudnya untuk menggoda suami saya, kaget sekali saat pulang dari pesta saya melihat dandanan tkw tsb ,si tkw itu tidak mengira saya pulang ke pesta lebih cepat dari biasanya,besoknya saya pulangkan langsung ke kantor
    tkw ketiga memasukan orang sri lanka ke dalam rumah ,saya memergokinya ,langsung saya usir
    halo…. untuk selanjutnya saya kapook gak lagi lagi ngambil tkw ……….
    jadi jangan begitu saja percaya apa yg di katakan tkw tsb
    saya malah curiga si darsem itu sebenarnya bukan korban perkosaan
    sudah ada kasusnya tkw mencuri kepergok majikan
    si tkw tsb kabur, di kantor polisi dia mengaku mau di perkosa
    sama majikan
    padahal si tkw itu bohong dia mencuri lalu kepergok dg panik dia memukul majikannya dg vas bunga
    ahirnya si tkw itu mengakui perbuatannya

  23. isaro said

    Kami kira beritanya benar, memang susah mempercayai para TKW, mengingat mereka kebanyakan dari daerah kecil, dengan pendidikan yang minim/rendah. Kita sendiri tidak tahu sifat-sifat mereka yang sebenarnya.

    Jangankan yang bekerja di Saudi, yang di Indonesia saja ada yang suka ngibul dan malas bekerja, mau-nya bermain HP. Begitu gajian, uangnya habis buat bayar pulsa.

    Terkecuali TKW yang bekerja di luar Saudi atau Timur Tengah, dan pendidikannya SMA, itu mereka masih menggunakan otak dalam bertindak, karena dia tahu Hukum atupun etika kerja, apalagi berada di negeri orang, tidak bisa seenak perutnya.

    Sifat orang yang berpendidikan rendah, begitu punya uang wah..foya-foya, tak ingat hari esok, dan tak punya niatan belajar lagi untuk menambah ilmu pengetahuan buat masa depannya. Kalau ngomong/cerita ya kayak bebek, orang disekitarnya dianggap patung.

    Kami pernah satu pesawat waktu pulang Umroh dengan mereka, dan waduuhhhh…..bisingnya minta ampun, malu rasanya sama pramugari orang Yaman, dikiranya bangsa Indonesia seperti itu semuanya. Di dalam pesawat tak ubahnya seperti di pasar saja.

    Para PTJKI, seharusnya men-training mereka soal etika kerja juga, selain tata cara penggunaan peralatan dapur/rumah tangga yang menggunakan listrik/gas saja. Termasuk undang2/hukum yang berlaku disana.

    Perlu disebar luaskan informasinya, agar bangsa Indonesia lebih dewasa dalam menilai sesuatu permasalahan.

  24. andra said

    cerita itu ada benarnya..dan ngak semuanya tkw itu lugu2
    tapi memang orang arab mempunyai emosi yang lebih besar kadang…
    dan nafsu juga yg besar
    saya juga tinggal di arab dan dilingkungan orang arab.

    memang tkw yang sudah ditangkap polisi gitu ngak di banned ya kok bisa bolak balik bolak balik sampai 7 kali???

  25. sarwendah said

    hmhm ada nggak cerita orang2 Arab disekelilingmu yang sadist ato jahat ?
    nggak mungkin kan orang2 disekelilingmu paling tidak yang pernah kau temuai , semua laksana malaikat dan yang jelek itu tkw..
    jadi biar tulisan jadi berimbang
    salam …..

  26. Dedi said

    Tapi jgn mengganggap semua TKW seperti itu semua karena banyak juga ko yg baik……

  27. Anonymous said

    Tulisan dan komen nya seru2. Kalo menurut saya dan mungkin juga sudah kita ketahui bersama bahwa managemen kita yang perlu dibenahi. Aturan2 nya perlu di tilik kembali. Jangan hanya memikirkan uang dan berapa profit yang didapat tetapi SDM nya yang harus ditata ulang. Jadi tidak ada lagi kekacauan soal TKI.

    Kenapa TKI kita selalu di sektor rumah tangga? apakah masih kurang anak2 bangsa dengan pendidikan sarjana dan berkwalitas untuk bekerja di sektor yang lain. Sehingga negara kita tidak lagi identik sebagai negara pembantu dan ladang PSK.
    Banyak negara2 asia lain yang mengirimkan tenaga kerja nya keluar negri untuk bidang2 selain pembantu seperti: chef di restaurant, industri, montir, dokter, suster dll. yang menurut saya lebih berkwalitas. Jika hanya ada yang ingin jadi pembantu maka jadilah pembantu yang SUPER, artinya pembantu yang mempunyai kwalitas dan harga diri. Kirim pembantu yang mempunyai pendidikan cukup, mengerti akan tugas2 sebagai pembantu dan juga bisa membawa diri. Kalo perlu berikan ajaran basic beladiri untuk para pembantu. jika terjadi hal2 yg tdk diinginkan maka sedikit banyaknya mereka bisa membela diri.

    Susah juga hidup dinegara ini, negara yang kaya tetapi termiskin di dunia. bingung kan??? saya juga bingung kok…
    .)

  28. koplok said

    Sekali pembantu tetep aja pembantu, sekalinya tolol tetep aja tolol. Ga peduli di Arab Hong Kong Indonesia sama aja.

  29. azwar said

    astaghfirullahadzim….

    koq begini ya… :(

    ini pasti pak mentri juga sudah tau,mungkin pura2 tidak ngurus saja di depan media..

    slama ini yang di beritakan :
    – Majikan Kasar
    – PJTKI nakal
    – TKW = Pahlawan
    tidak 100% benar adanya….

    andai berita ini bener bener di bahas di media televisi dan koran
    :D

  30. donny said

    kata mbak Sumi … “”” Ibu, kalau nanti saya sudah pulang, dan ibu mau mengambil TKW dari Jakarta lagi. Ibu harushati-hati. Jangan mengambil TKW yang asalnya dari T, P, B, L, S, C, M… “””

    itu dari mana saja? boleh tahu thx

  31. bibi said

    nice artikel..membuka mata saya,setelah liat Darsem yang sekarang enak2an udah jadi OKB..

  32. saya said

    di manapun sama, ada orang baik dan jahat.
    kalo setiap orang berhak memilih, ga ada yg mau jadi orang kampung miskin/tidak berpendidikan.
    semoga Alloh swt tidak secepatnya mengambil harta anda, membuat tubuh/otak anda sakit, atau bahkan mengambil nyawa anda.
    saya yakin, penulis bukan orang yg ga pernah berbuat kesalahan…
    Selamat menjalankan ibadah puasa:)

  33. saya said

    dari kebetulan2 yg di tulis, kayaknya ga betul nih…
    Entah apa tujuannya, hanya penulis yg tau.

  34. anis said

    kalau tkw indonesia pinter bahasa inggris ngapain jadi babu,belajar bhs inggris aja mesti mbayar mahal jadi gengsi dong.kalau tkw dari negri lain misalnya vietnam,philipina mereka sudah punya dasar bahasa inggris,jadi ga ada kesulitan buat merantau.sekilas cerita diatas memang benar berdasarkan pengalaman sohib yg pernah tinggsl disana,, Wallahuallam

  35. ada pro ada kontra memang sudah sewajarnya terjadi…..tapi info ini juga penting kita cerna dan tidak 100% membenarkannya juga….waulahualam bisawab……

  36. Anonymous said

    info menarik , sebagai pembendung arus generalisasi berita2 media yang tidak akan mau mengekspos berta yang di luar mainstream.. dari kesaksian beberapa orang di luar negeri sih emang kayak gitu kelakuan pekerja domestik kita di luaran. tapi berhubung sumbernya hanya kesaksian, berita ini tidak bisa dijadikan pegangan.
    untuk itu saya menambahkan sebuah link yang barangkali bisa dijadikan referensi, terutam buat orang2 yang menganggap penulis di atas cuma ngarang
    waktu itu saya sedang mencari pengasuh anak , berhubung saya dan istri bekerja. saya menemukan list agensi baby sitter berisi sekitar 140 Halaman, dan isinya, Masya Allah.. KOMPLAIN SEMUA !
    ada yang maling, ada yang nyiksa anak majikan, ada yang ngasih makan muntahan, dll pokoknya mengerikan.
    sekarang mari kita berpikir, 140 halaman itu tidak sedikit. sudah lebih dari cukup untuk menggambarkan, begini loh karakter pekerja Indonesia di luar. orang2 dengan skill dan tingkat responsibility kayak ginilah yang diekspor ke luar negeri, gimana nggak ditampol.
    saya bisa tambahkan lagi, SAYA PERNAH MENGALAMINYA SENDIRI. ditipu baby sitter.

    silahkan klik ini : http://bima.ipb.ac.id/~ani​ta/babysitter.htm

    silahkan di-share juga buat jaga-jaga di tingkat lokal.

  37. sisi lain tkw .miris

  38. Anonymous said

    tulisan di atas sampah. nggak jadi pembenaran untuk nyeterika muka atau gunting bibir. sampah!

  39. Anonymous said

    bukannya menghargai orang yang memberi informasi berharga, malah ngatain sampah. ente siapa ? orang PJTKI ya ?
    lagian siapa juga yang membenarkan manusia disetrika atau digunting ?
    orang kayak ente yang bikin masyarakat gak cerdas2 karena mentalnya mental Orde baru. gak bisa menerima informasi berimbang.

  40. Andri said

    Walaupun saya tinggal di Bahrain tapi apa yg ditulis diatas betul adanya. Disini, walaupun nggak banyak, tapi ada juga para TKW yg ngabur dari majikannya dan saat ini ditampung di KBRI. Alasannya macem2 lah, mirip2 sama cerita diatas.
    Dan yang bisa bhs inggris atau arab sama sekali nggak ada. Gimana mau kerja kl disuruh ini itu nggak ngerti?

    Lalu kalo lihat di airport entah dubai, abu dhabi, mashaallah… kelakuan mereka betul2 bikin miris. Ketawa dan ngobrol sekeras2nya, kadang bergerombol di pojokan sambil ngerumpi. Mau dilihatin orang lain mereka cuek aja. Sempet satu kali sy ngelihat ada gerombolan TKW ditegur keras karena dianggap mengganggu calon penumpang lain. Cuma diem sebentar habis itu cekakakan lagi.

    Buat komentator yg bilang tulisan diatas sampah, bohong, mengada2 atau apa lah, silakan lihat dengan mata kepala sendiri. Jangan berlagak sok nasionalis atau sok-sokan jadi pahlawan kaum lemah kalo memang nggak tau realitanya kayak gimana. Bagus lah pihak Saudi nggak mau lagi ambil TKI, daripada terus2an mempermalukan orang indonesia di mata internasional dg kebodohan2 sendiri.

  41. oalahhhh … miris .. yah kenyataannnya baru segitulah tingkat etika moral our ‘ pahlawan devisa ‘. mungkin juga itu tolok ukur penerus bangsa, yang cuma jadi ‘alat’ buat kelompok2 yang jeli dengan mempergunakan malah’ merawat’ hal2 tak terpuji seperti ini …. It is just akhlak, budi pekerti dan pendidikan yang tak memadai. quo vadis tkw/tki … wallahualam

  42. Harrys said

    Saya Juga yakin Tulisan tersebut banyak benar nya.. walau jelas tidak berlaku bagi semua TKW,.. saya memang belum pernah ke Luar Negri apalagi jadi TKI,.. tapi warga sekampung saya banyak yg jadi TKI, sebagian besar mereka berkisah hal yang hampir mirip dengan tulisan di atas,..

    saya juga tidak terlalu berpendidikan tinggi, tapi sedikit pengamatan saya.. sebagian mereka yg berangkat jadi TKW menurut saya aneh,, karena bagi yg sudah bersuami .. kok suami mereka begitu saja memberikan ijin,. saya lebih memilih mengajak istri dan anak saya Hijrah ke luar Jawa, tinggal di daerah Transmigrasi, (smua saya lakukan juga krn Alasan Ekonomi, sama dengan alasan TKW) Dan ini jugga Program Pemerintah, 90 % warga Transmigran Sukses dan anak2 mereka Bisa sekolah dengan layak, ( tidak perlu Mengharap Pddkan gratis krn itu hanya Omdo),. intinya.. Cobalah Buka pikiran kita, kalo pemerintah kita tdk bisa diharapkan, kita harus berupaya sendiri, tdk usah terlalu cari kesan Hebat..dengan mikirin negara.. minimal kita mikirin keluarga sendiri aja, .. dan itu adalah Tugas Seorang Suami / Kepala Keluarga.. Jika Kepala Keluarga Bertanggung Jawab terhadap semua tanggungannya,. tidak akan lagi muncul tulisan diatas .. Indonesia Ini Luas.. bukan hanya Jawa, Jakarta saja,.. kita punya Kalimantan, sumatra dst,..

  43. Anonymous said

    Pantes sajalah nasib para TKW banyak yang tidak baik, itu karena ulah perbuatannya sendiri. saya percya apa yang ditulis bu nining ini benar, tidak semua tuh orang arab bersifat jahat, karena kelakuan para TKW itu sudah tidak dapat ditoleransi lagi……jadi jangan kaget kalau apa yang diperbuat mereka sudah setimpal diterima mereka sesuai dengan perbuatannya. Pemerintah kita juga salah mengizinkan para penampung/pengirim TKW itu tidak diperiksa dulu persyaratan2 sesuai dengan kerja yang akan mereka terima di arab. Terimaksih bu nining sudah menjelaskan semua tentang TKW yang ada di Arab. tolong disebarkan semua ke redaksi media agar bisa dibaca semua warga negara kita yang akan bekerja ke luar negeri.

  44. Bayu said

    Yaaa Allah ternyata begitu..berarti pandangan saya terbalik..
    mungkin akan lebih baik kalau topik ini dibahas di media TV biar semua boroknya itu terbuka.

  45. Terima kasih atas masukan beritanya yang sangat memprihatinkan. Mungkin dengan semakin banyaknya Warga kita yang menceritakan ‘musibah’ seperti ini, pemerintah akan bertindak untuk menertibkannya… Mungkin… semoga saja… suatu saat nanti (?)

    Kalau tidak ditindak-lanjuti? Itu hal yang sudah biasa, tapi kita sebagai WNI cuma bisa melaporkan hal2 seperti ini, paling tidak ada bukti kongkrit bahwa kita peduli dan memberitahu pihak2 yang ‘berwenang’ akan kejadian2 ini…

    Semoga para pemimpin kita tersadarkan dari hal2 yang ‘memabukkan’ dan mulai memikirkan nasib rakyatnya…

  46. aldi said

    Dengan artikel sepanjang itu terlihat dgn jelas penulis sepertinya ingin menuangkan seluruh pengalamannya dan berharap pembaca akan masuk ke ruang dimana pada akhirnya kita pun dengan tidak sadar akan berpendapat. .Oh..ternyata bejat juga saudara2ku disana..
    Kalau bicara kelakuan,sifat..apalagi karakter penduduk republik indonesia [yg saya masih cintai ini] sampai kiamatpun [mungkin] sungguh sangat sulit dirubah terlebih sampai detik ini pun kita tidak pernah memiliki pemimpin yg amanah..
    Ceu nining..bangsaku memang masih di level seperti itu..jangankan para tkw (yg menurut anda msh banyak yg buta huruf) pejabatnyapun masih banyak yg lebih bejat dari uraian anda yg panjang tsb..sehingga anda tidak menulis panjangpun siapapun akan mengetahuinya apalagi menambahkan olok2 orang dari bangsa lain..bahwa republik ini..yg dahulu pernah disegani dan dihormati..sekarang telah menjelma menjadi bangsa yg gagal
    Bangsaku memang MASIH carutmarut sampai detik ini..tapi bukan berarti kita sbg warga negaranya ikut pula mencela dan mencemooh terus..kalau kita saja selalu menjadi agen pencela lalu apalagi yg tersisa dari negri yg kaya dengan sumber alam ini? sewaktu Tun Abdul Razak mencanangkan bangsa Malaysia harus menjadi bangsa yg nantinya harus disegani (awal thn 70 an) mereka pun saat itu bahkan jauh lebih bodoh dari kita (buktinya mrk minta bantuan ribuan guru dari soeharto) tapi coba lihat skrg..siapa yg jadi kambing conge nya?
    Optimisme..semangat..semua hal yg bersifat positif lah yg Malaysia hanya miliki di saat itu..lalu kenapa kita tidak bisa mencontoh mereka? minimal di level warga negaranya saja sudah cukup saya rasa
    Andai kita dilahirkan oleh Allah di jaman revolusi..belum tentu juga kita memilih untuk berjuang di medan perang dan menyerahkan nyawa yg kita sayangi ini utk bangsa dan negara..oleh karena itulah saya memilih untuk tidak menjadi agen tambahan pencela bangsa ini karena saya menghargai dan menghormati mereka yg telah gugur untuk kemerdekaan kita semua..

  47. ratu adil said

    Artikel yg sgt menarik.. Yg dpt sy ambil pelajaran dari sini adalah, janganlah kita terlalu berlebihan atau terlalu percaya pd pemberitaan di tv yg seringkali lebay. Tidak usah saya sebutkan tv ato media lebay tsb.. Contoh: kasus darsem, dilihat dr polahnya aja, bs ditebak koq dia org macam apa, lha koq gitu msh dikasih “sumbangan”. Org jaman skr, sdh tdk tau yg bener dan yg salah. Yang gitu koq ya dibelain mati2an.. OOOiiiii para media dan LSM yang terhormat, yang sering kali menjadi “pahlawan kesiangan”, yang selalu merasa lebih “baik/pintar” dari pemerintah, yang bisanya cuman mengkritik tp gak ada saran.tolonglah se-obyektif mungkin.. Jgn terlalu me’lebay’kan suatu masalah. Bantulah pemerintah, jgn hanya menaikkan pamor doang.. Pemerintah juga, ayo dong bangkit berusaha menjadi lbh baik..

  48. Ya Allah… tunjukkanlah yang salah nampak salah adanya dan yang benar nampak benar adanya dan berilah kekuatan untuk melaksanakan kebenaran-Mu. Itu yang bisa saya sampaikan setelah membaca artikel ini. Semoga dengan tulisan ini membuka mata hati kita untuk lebih peduli terhadap kebenaran dan peningkatan SDM kita.

  49. Arale66 said

    Seperti yang dikatakan “Ratu Adil” pada komentar di atas. Dari saya lihat tingkah laku Darsem. Pertama kali saja, saya sudah gak suka. Eh, malah di tebus 4M…

    Untuk yang mengecam artikel ini saya ingin mengatakan sesuatu.
    Coba kita befikir logis saja deh ya…

    Majikan mana yang gak marah kalau pembantunya bandel dan gak patuh, terus maunya malas-malasan, maunya cuma gaji buta. Diajarin gak mau, disuruh baik-baik gak mau. Kalau di kerasin ngadu.Tahu sendiri kan, hukum di Arab itu keras. Gak segan-segan ngasih hukum pancung dan potong. Warga kitanya aja yang ngebandel dan masih makai motto “Peraturan itu untuk dilanggar”

    Nah, memang tidak semua TKW berperilaku buruk. Tapi tidak ada salahnya juga kita mewanti-wanti segala kemungkinan yang ada kan?

    Jangan sampi kita hanya mendengar dari sebelah pihak saja.

  50. Iyud! said

    Yang pasti bahasa & skill para ”PAHLAWAN DEVISA” dibenahi dulu sblum diberangkatkan. Jgn asal bayar asal kerja,
    Klo masalah hukuman di saudi itu lebih pas karena bisa menimbulkan efek jera. G’ kaya di Indonesia tercinta hukum masih bisa dimainkan.

  51. rojul said

    Jadi inget ketika sy di mekkah th 2006, seorang tkw ‘kaburan’ bercerita langsung sm sy, ceritanya cocok dg tulisan ini.di mekkah th 2006, seorang tkw ‘kaburan’ bercerita langsung sm sy, ceritanya cocok dg tulisan ini.

  52. ozana said

    saya percaya 100% cerita di atas, cerita tsb tdak hanya berlaku d arab saudi, tetapi juga d malaysia dan negara importir TKI lainnya. saya juga pernah punya pengalaman2 yg tdak terlupakan dg TKI ketika saya kuliah d malaysia. mulai dari kelakuan para TKI yg berlagak sok hebat dan preman,jadi maling,dsb. biasanya pihak EO d malaysia sering mengundang band2 Indonesia, yg banyak hadir para TKI, bikin ribut, bertengkar sesama, makanya walaupun anak muda Malaysia suka band indonesia tapi mereka malas nonton live konser krna yg hadir ya para TKI yg norak ini dan merasa sok hebat dan preman.saya pernah nonton konser Dewa d malaysia yg hadir 85% TKI trus bikin rusuh, saya sama sekali tdak menikmati konser selain gak nampak krna para penonton gila pada naik atas bahu tmannya semua(seperti penonton dangdut dg mengusung banner gk penting). trus bikin rusuh sesamanya.
    Trus juga saya pernah melihat langsung dg mata kepala sendiri beberapa TKI (saya tahu dari bahasanya dan logatnya yg kental ktika mereka berbicara) mengutil d sebuah toko. saya ingin negur tapi mereka rame co/ce jdi saya memilih keluar langsung tkut kena getahnya sebagai sesama warga Indonesia kalau ada keributan kalau ketahuan pemilik toko.

    trus saya juga pernah d kejar2 olh seorang TKI cowok hanya gara2 suatu hari ketika saya belanja d mall dia mendatangi saya dan meminta uang karna katanya dia belom makan sejak kemarin. saya benar2 jatuh kasihan karna berfikir kalau bukan saya yg membantu bangsa saya sendiri siapa lagi, trus saya ajak makan dan ngobrol2, dia minta ongkos pulang juga. namun apa yg terjadi, sejak saat itu dia kejar2 saya, datangi asrama kampus, sampai ngaku2 sama security dan tman2 kampus kalau dia pacar saya, hampir tiap hari nunggu saya d kampus sampai sya jadi bnar2 ketakutan. pokoknya menyeramkan…

    sangat brharap pemerintah mens stop export TKI sama sekali. lebih banyak mudharat ketimbang manfaat. sebenarnya pemerintah sdah berbuat tapi belum cukup,tdak mudah mengontrol para calo2 nakal yg hidup dari bisnis human traffiking. para PJTKI ilegal tdak peduli, keselamatan TKI atau kehormatan bangsa mereka pedulinya cuma untung krna memang sdah jadi bisnis yg sangat menghasilkan. saran saya cuma 2 STOP KORUPSI dan STOP TKI

  53. Septi said

    Pemberitaan (artikel) yg berimbang nih . Ingat pemberitaan media tidak selalu bener, kadang lebay berlebihan untuk menaikkan rating. Sudah saatnya kita cerdas dalam menerima informasi. Sya yakin, artikel diatas benar.

  54. Anonymous said

    Yah, nggak heran kalo mereka kayak gitu. Saya beberapa kali dapet pembantu dr yayasan, bilangnya lulusan Saudi n Brunei, tapi ga bisa apa2. Yang satu ngepel aja ga bisa n maunya makan bareng majikan di meja makan, yang satunya lagi, bilang bisa masak, tapi tiap kali masak dan ternyata nggak enak, yg dia sendiri ga doyan, makanannya dibuang….Kalo sama kita, paling kita balikin ke penyalur, nah kalo di LN, ga heran kalo jadinya digebukin.

  55. Anonymous said

    Artikel yang menarik.. Terlepas dari benar atau tidak benar isinya saya setuju dengan pernyataan bahwa kita harus menyikapi permasalahan masalah para TKW ini (khususnya para TKW di Saudi Arabia) secara dewasa.. Tapi saya sangat-sangat tidak setuju dengan pernyataan berikutnya bahwa konflik TKW seringkali di dramatisir oleh pihak-pihak tertentu (khususnya orang-orang yang tidak suka dengan Islam/tidak suka bangsa Arab). Terlalu tendensius dan berpotensi SARA. Saya ragu penulis punya data yang bisa mendukung pernyataan tersebut.

  56. dani said

    Subhanallah,…
    Terlepas dari benar atau salah, sebaiknya introspeksi saja, bagi yang pernah memiliki PRT atau sampai sekarang masih menggunakan jasa PRT, pasti mengalami hal2 yang kurang mengenakan, sebabnya ya karena prt dan majikan beda pola pikir, kalau pola pikirnya sama pasti PRT itu jadi pegawai karena pasti pendidikannya nggak akan jauh dari majikannya.
    sy pernah pengalaman ganti2 PRT berapa kali saya kembalikan ke daerahnya, dengan alasan ongkang2 kaki, kasar thd anak2 sy, pacaran mulu (sampe masukin orang ke rumah), dll tapi ada juga yang sampai lama karena dia baik, mengurus anak sy seperti anaknya, dll kesimpulannya ya ‘nggak semuanya jahat’ seperti ‘yuyun’ yang kurang baik atau ‘mbak sumi’ yang baik hati, ya itu seperti yang diungkapkan di artikel diatas.
    hmmmm,… ingat watak orang di daerah dengan suhu panas itu kebanyakan keras, kalau dibeberapa daerah di indonesia (yang beriklim tropis) saja ada kejadian kekerasan terhadap PRT (:P), apalagi di daerah panas. dan lagi di sana setau saya memang mereka sangat menegakkan hukum, tidak seperti di kita, berani bayar ya lolos. dinegara kita tercinta ini pembunuh masal yang bernama koruptor masih bisa hidup enak dan berbisnis luas baik di dalam maupun diluar PENJARA.
    CMIIW

  57. sari said

    bodo ni orng yg tulis ini,dibilang slma ini cerita2 didramatisir ma orng2 yg ga suka ma islam n ga suka ma arab..loee kaleee yg fanatik ma arab..ooon loee..gmn rasanya klo kmu jd salah satu keluarga tki yg disiksa2 itu hah??? Uda miskin di indo tunggu2 ibunya pul bawa uang tau2 ibunya pulang cuman bawa luka2..dodol loeee ya..klo mrk pinter ga akan jd tki tp jadi majikanmu tauuu???..tp apa orng bodoh wajar bwt diperlakukan buruk???otakmu kali yg buruk jd anggap wajar..saya pernah jg satu pesawat dengan mrk memang si agak annoying tp saya pkir itu krn ungkapan kegembiraan mrk aja bsa injak kaki indo lg jd saya anggap wajar saja…jng liat mrk dengan hati yg buruk..liat dengan kasih..kalo loee pny ya tp..cos pembantu jg human ingeeeet..n human sometimes make mistake

  58. hpijogja said

    Mbak Nining ayo tulis artikel lagi.. asyik deh ceritanya… karena cerita berdasarkan sudut pandang orang Indonesia sendiri yang langsung dari TKP, shg dapat menjadi acuan apa sebenarnya yang terjadi dengan orang kita yang berada di Arab Saudi

  59. Ikhwan said

    Saya orang Indonesia, saya tinggal di Indonesia, saya kenal orang Indonesia. Suka nyuap, suka korupsi, suka nipu, suka melanggar aturan, diatur antri dan merokok aja susah, suka curang, anak murid-murid dan guru-gurunya nyontek bareng, suka gembar-gembor, sepak bola gede ributnya minim prestasinya, Suka ngobrol sedikit kerja, suka ngrusak, lihat hutan, pantai ampe Kereta jabotabek….kesimpulan saya: Saya merasa tulisan di atas sangat mungkin benar. Memang banyak yang harus dibenahi dalam diri kita, dan sebagai langkah pertama adalah menyadari keburukan kita sendiri.

  60. TKW...Ohh...TKW said

    Dinilai Foya-foya, Darsem Diancam Donatur

    Liputan6.com, Subang:
    Ketenangan Darsem, mantan tenaga kerja wanita (TKW) yang lolos dari hukuman pancung di Arab Saudi, mulai terusik. Itu setelah ia menerima sebuah surat yang mengatasnamakan ratusan ribu masyarakat dari Jakarta, Depok, dan Tangerang, yang memberi sumbangan pada Darsem.

    Entah benar atau tidak, yang jelas surat itu berisi ancaman bahwa mereka akan menarik dana sumbangan yang telah diterima Darsem. Itu jika mantan TKW ini menggunakan dana tersebut, untuk berfoya-foya dan bukan membantu TKI lainnya.

    Sementara itu, Darsem yang sudah kembali rujuk dengan suaminya, Samudin, kini sedang sibuk menggelar pesta sunatan anaknya selama dua hari dua malam sejak Sabtu (17/9) hingga Senin besok. Untuk acara itu ia sudah menyiapkan anggaran Rp 50 juta.

    Perilaku Darsem mulai berubah ketika ia menjadi kaya mendadak setelah menerima uang Rp 1,2 miliar sumbangan pemirsa televisi yang bersimpati atas nasibnya. Lepas dari hukum pancung setelah ditebus Rp 4,7 miliar oleh pemerintah, Darsem malah membeli gelang dan kalung emas serta rumah baru. Sejumlah orang langsung bereaksi dan menganggap Darsem tidak bijak menggunakan uang hasil sumbangan.(IAN)

    http://id.berita.yahoo.com/dinilai-foya-foya-darsem-diancam-donatur-223900175.html

  61. pembela kebenaran said

    buat sari ni yah, kok yg nulis malah dibilang oon sih ? justru ini pembenarannya kali, coba sekarang kalau anda pembantu seperti itu yang menggoda suami anda, bahkan jika disuruh malah bermalas2an, sukanya berpacaran malah pernah memakai rumah anda untuk tempat pacaran, dan suka mencuri ?!! pasti anda kesal kan. mungkin memang sebagian tki banyak yg berhati baik yg patut dilindungi tapi tidak semuanya. and people sometimes a mistake, but sometimes people become a devil and devil always make a mistake for their happiness.

  62. Leni said

    Ibu penulis…saya suka bgt sama tulisan ibu…saya jg TKW disingapura…saya membca ini sambil menerjemahkan ke dalam bahasa inggris didepan kedua bos dan 2 anaknya….mereka terkesan sekali….tp perbedaan saudi dan singapura sangat jauh bu….disini ga ada yg separah itu. TKW2 disini beres semua kecil saja yg menjadi pelacur itu pun bukan TKW tp visa kunjung yg berlakunya cuma 30 hari…makasih atas tulisannya

  63. Husni M. Nst said

    Assalamualaikum,,saya mahasiswa cairo pernah dua bulan di saudi,untuk melaksanakan haji,saya hampir 3 bulan di jeddah tinggal dengan saudara saya yang kerja di KJRI,di jeddah saya kurang lebihnya banyak mengetahui kondisi TKW kita disana,baik itu cerita dari saudara saya dan juga saya pernah langsung ke penampungan TKW,,semua apa yg di ceritakan oleh ibu ne benar ada nya,makanya ketika saya menbaca tulisan ne ,saya tidak terkejut dengan isinya..
    tapi saya salut kepada ibu penulis ne,mudah2an dengan tulisan ne,,para TKW bisa nyadar,dan buat keluarga yg mau ngirim atau ngasi anak jd TKW terutama yg mau jadi TKW ke saudi harus di pertimbangkan lagi… mending jadi Kuli di Indonesia ketimbang jadi TKW di saudi,,
    kurang lebihnya saya mohon maaf jika ada kata2 yg kasar,,
    sekali lagi salut dan bangga saya kepada penulis ..

    wassalam…

  64. izah said

    astaghfirulloh…….semoga menjadi pembelajarn untuk kita

  65. Nice posting mba’ ditunggu karya2 yg lainnya.

  66. Oiya, ijin copas mb yah buat share sama tmen2

    terima kasih

  67. Anonymous said

    Saya selaku salah satu yang namanya tki walau bukan ke jazirah arab merasa bersyukur membaca postingan diatas…banyak sekali kemudahan2 yang saya dapatkan selama diluar negeri,dan semoga berkekalan sampai kembali ke tanah air….aamiin..

  68. unknown said

    Yeap,it’s that’s true..sy sendiri prnh liat pk mata kepala sy sendiri,sy kerja sbgi pramugari di maskapai nasional negara tersebut,sy sering membawa mrk(tkw) balik ke tanah air,ataupun baru akan bekerja ke KSA,krn penerbangan kami ke indonesia selalu dimlm hari,selesai service km pun mematikan lampu cabin,spy penumpang bisa istirahat,dan disaat itulah sy srg sekali menangkap kelakuan mrk yg tdk pantas dilakukan di dlm pswt,seperti berciuman sampai ***** yg dilakukan dibwh selimut,maaf sensor ya,krn tdk pantas aja sy jelaskan disini,memang tdk smuanya begitu,seperti yg mba nining blg diatas,sebnyk yg baik,sebnyk itu jg yg tdk baik,tp rata2 setiap penerbangan sy,sy pasti menemukan kejadian2 yg sama..dan mnrt saya pemerintah ataupun pjtki pun tdk ada hubungannya dgn kelakuan2 para tkw tersebut,itu smua personal minded dan itu antara sipelaku dgn tuhannya,btw nice work loh mba,sy aja bacanya sambil senyum2 gitu..:)

  69. roy chandra said

    Yang layak di sebut ba….i itu yang berwenang di indonesia neng. Pemerintah kita Gitu aja nga becus. Gue lagi marah nih…! Sebab gue sekarang kebetulan lg di madinah. Lagi sementara menjalankan arbain. Kemarin waktu gw lg didepan masjidil haroom mekah gw pun ketemu sama TKW ini mereka sedang di ijinkan sama majikanya untuk ibadah di masjidil haroom. Seperti biasa temen tkw kita ini sedang kumpul2 di pingir jalan sambil nongkrong makan n minum. Dalem hati gw malu2in bangsa banget sih ni tkw. Gw tau mereka tkw karna gw sempet ngobrol sama mereka. Gw berharap pihak berwenang di indonesia

  70. unknown said

    Yeap, that’s true..sy sendiri prnh liat pk mata kepala sy sendiri,sy kerja sbgi pramugari di maskapai nasional negara tersebut,sy sering membawa mrk(tkw) balik ke tanah air,ataupun baru akan bekerja ke KSA,krn penerbangan kami ke indonesia selalu dimlm hari,selesai service km pun mematikan lampu cabin,spy penumpang bisa istirahat,dan disaat itulah sy srg sekali menangkap kelakuan mrk yg tdk pantas dilakukan di dlm pswt,seperti berciuman sampai ***** yg dilakukan dibwh selimut,maaf sensor ya,krn tdk pantas aja sy jelaskan disini,memang tdk smuanya begitu,seperti yg mba nining blg diatas,sebnyk yg baik,sebnyk itu jg yg tdk baik,tp rata2 setiap penerbangan sy,sy pasti menemukan kejadian2 yg sama..dan mnrt saya pemerintah ataupun pjtki pun tdk ada hubungannya dgn kelakuan2 para tkw tersebut,itu smua personal minded dan itu antara sipelaku dgn tuhannya,btw nice work loh mba,sy aja bacanya sambil senyum2 gitu..:)

  71. buat saudara2Q dr pada jauh2 kerja ayo gabung bersama saya dengan modal kecil insya allah hasil menjamin.

  72. Ine said

    saya sering ke UAE dan terus terang saya malu mengaku sebagai wanita Indonesia … karena kalau saya memperkenalkan sebagai wanita indonesia mereka memandang rendah saya …. ini pengalaman loo ….

  73. CelotehRindu ku said

    akhi ijin share y

  74. CelotehRindu ku said

    akhi ijin share y mau saya update

  75. akmal fr said

    aduh, sangat mengerikan…saya yakin seyakin-yakinnya cerita ini benar… terimakasih telah membuka fakta.

  76. mimi said

    ya mrk para tkw itu berbuat norak teriak2 saat plg di bndara itu krn ungkapan kebebasan n kegembiraan kerja 2 taon disekap bagaikan didlm penjara hadehhhh… ya mgkin u liat dr kacamata u yg uda sgt betah di arab n terbiasa keenakan dgn fasilitas arab… coba liat dari hati mereka para tkw yg merana pasti u bisa maklumin mrk….
    daripada ujan emas di negara arab mah masi mending ujan aer di negara sndr lbh bebas n bahagia ….

  77. Bangun Tri said

    Laik Dis

  78. tuan prabu said

    Mengapa Allah menurunkan rasul n nabi dnegara arab karena kelakuan orang arab memang gak baik..mknya para TKW kita sering di siksa..jd menurut saya yg kamu tulis terlalu menyakitkan kami sebagai warga indonesia….rasa nasionalisnya mana neh..dbela dong warga negara kita..soal dia bilang babi ke majikannya mungkin dia ada alasannya..don’t judge the book by the cover..tukul mode on…maaf ya jangan tersinggung

  79. zha said

    wah .. Kok kesan nya “ngejek” gt .. Dan maaf saya pun sbgai org ind jg tersinggung .. Btul kata tuan prabu (komen atas saya) mgkn anda sudah terlanjur betah dgn khdupan d arab yg memank jauh megah dr indonesia .. Tp jangan ngejek indonesia sprti it dong ..

  80. Nurul said

    Q pernah jd TKW hanya mampu bertahan 3 bln.karna majikan laki suka&mau memperkosa q,mau tau majikan laki bilang pa,,,,??ktnya orang indonesia itu biarpun udah punya anau 5 masih ky perawan.terus q ngadu ma majikan perenpuan minta dipulangkan karna merasa sudah tidak aman.alhamdulilah dipulangkan,tp sebelum itu q babak belur dulu.sebelum q dipulangkan tas punya q diminta dulu setelah 10 menit dikembalikan &disuruh dibuka sambil dia hp camera untuk merekam.q kaget karna ditas q bnyak perhiasan.dari situ q mulai mengeri maksudnya merkipun q belum paham bahasa arab100%.dia membuat rekaman rekayasa seolah” q mencuri perhiasa&mengancam klo seandainya q lapor maka rekaman ini akan diperlihatkn.wktu itu q memilih diam karna takut.setelah q di dandara doha karna pesawat yg q tumoangi transit doha.q ketemu ma TKI (LAKI”) asal tangerang yg kerja di pengeboran minyak didamam.hampir tiap bulan pulang.dia cerita banyak TKW yg dia temui dlm ke adaan memprihatinkan.selain hamil ada juga yg cacat&gila.dan kenapa TKW memilih kabur daripd lapor karna kalo lapor TKW cantik sebelum dimasukan kepenampungan digarap dualu sama polisi” arab.dan q merasa snagat beruntung bisa pulang dlm keadaan selamat meskipun g bw uang.meskipun km tinggal dia rab dah lama tp km jg g tau 100% gimana kehidupan TKW disana.yg kam dengar hanya gi samping kuping mu&yg km lihat hanya didepan matamu.mungkin selam ni km tinggal sm orang yg baik. memang g semua orang arab goblog.tp sekali ketemu yg g baik gila sekalian.para TKW memang pd bodo.coba km pikir klo seandainya mereka pintar g mungkin mereka mau dijadikn bisnis perbudakn.beruntunglah mereka yg punya majikan baik&pulang membawa keberhasilan.tujuam mereka cuma satu ingin merubah kehidupan di kampungnya sampai rela meninggalkn keluarga.memendam rasa rindu untuk suami,anak,&orang tua(keluarga).

  81. Nurul said

    Sekarang ni….arab mengambil TKW dari veitnam wajar saja.karna TKW indonesia untuk arab saudi sudah di tutup kecuali untuk abudabi.

  82. Anonymous said

    heh..heh..heh…
    banyak juga mantan tkw di blog ini..

    baru tau.

  83. Nurul said

    Sekarang ni….arab mengambil TKW dari veitnam wajar saja.karna TKW indonesia untuk arab saudi sudah di tutup kecuali untuk abudabi.arab kebanyakan mengabil TkW indonesia selain lebih murah dibanding dgn india/pilipin.masalh jaminan keselamatan untuk TKW juga tdk terlalu tegas&ketat.duta indo yg ada d’arab juga cenderung cu’ek dgn TKW indo yg ada d’arab.kalo udah ada kejadian parah terus masuk TV baru turun tangan.

  84. amy said

    kalau yg ngomong tanpa bukti berarti ngomongny bukan pake otak tapi pake dengkul…..baru disinggung seperti itu kita org indonesia sdh tersinggung…lalu bagaimana kita yg sdh memaki saudi yg hanya krn mendengar omongan dr seorang TKW tanpa diceck kebenarannya???ntahlah….. wong org indonesia memang banyak yg goblok gampang terprovokasi…suka ngikut tanpa bukti…dan suka pukul rata…

  85. Anonymous said

    waaah mba sombong sekali sih ..mentang2 suami nya orang saudi tkw terus yang di pojokin,,suami gw juga saudi dan terus terang gw mantan tkw ngga di tutup2 kaya emba saya g percaya klw emba bukan mantan tkw,,saya percay semua cerita emba di atas tentang kelakuan tkw di saudi..tpi emba jangan terlalu menghina banget klw mereka ber pendidikan tnggi ga mungkin jadi tkw..pasti emba juga sebelum jadi istri nya orang saudi pernh ngalamin hal seperti itw karna mba juga tkw kaya saya kan,,ga bisa nyalain mesin cuci dan sebagai nya…klw mau bela orang saudi saya dukung tpi yang menghina dan menyombngkan dir itu saya g suka..kampungan banget sih….hiiiiiiiiiiiiiih

  86. bondan said

    Hidup Persipura Jayapura !

  87. SADARLAH WAHAI PARA TKW YG MEMPERMALUKAN BANGSA

  88. konsulpens said

    tulisannya cukup berimbang banget koq….

    saya jadi ingat tempat kerja istri saya. disana karyawan2 baru (kebanyakan dr outsourcing) ada juga (TIDAK SEMUA lho ya..) yg berprofesi ganda . yang lebih sadis lagi (menurut saya), sudah tahu punya istri, eh masih dikejar juga. padahal istrinya juga kerja disitu.
    nah kan…yang ini lebih berpendidikan tapi mentalnya kurang lebih juga sama dengan cerita si mbak.

    yang [akan] komen negatif tolong baca lagi postingan si mbak. baca baik2, pahami setiap kalimat lengkap dengan tanda bacanya. tidak ada tendensi untuk mempermalukan bangsa kita tercinta. hanya mengajak kita untuk bercermin. jangan sampai “buruk muka cermin di pecah”

    gak mungkinlah semua tkw sebejat itu. begitu juga gak semua wn arab saudi sejahat itu. baik-buruk itu ada di semua tempat.

    tetapi saya juga kurang setuju dengan “..tampaknya seringkali di dramatisir oleh pihak-pihak tertentu (khususnya orang-orang yang tidak suka dengan Islam/tidak suka bangsa Arab)”. terlalu berlebihan rasanya.

    rasanya sih…kalo ada nasib buruk menimpa tkw lalu pemerintah turun tangan itu sebagai perimbangan atas ketidak mampuan mereka (atau bahkan tidak mau tahu) menangani tkw psk. bagaimana dengan media? lebih menguntungkan mengangkat cerita buruk nasib tkw daripada menginvestigasi cerita si mbak. bahkan mereka bisa jadi bulan2an orang banyak termasuk [mungkin] sensor pemerintah.

  89. Datu Kusin Hirang said

    Perlu pembenahan pendidikan dan peradaban dari PJTKI agar SDM TKW/TKI. Lebih baik daripada berlarut2 buruk yang mempermalukan anak bangsa Indonesia.

    Pernah saya Lihat Di Metrotv yang mensyoting para TKW yang terdampar santai dibawah jembatan layang jalan KSA. Mrk lebih santai duduk2, saling berciuman didepan teman2nya yg sedang merebahkan diri, jelasnya didepan umum berpacaran tak tahu malu.
    Nah.. begitukah kebebasan para “oknum” dari orang Indonesia yang sudah mengenal HuKuM negara KSA.

  90. aydahify said

    sebenarnya sih yg di nama kan tkw kalau ingin anda tau tidak sama tergantung niat dan hati nya para emba emba yg terhormat okay kalian menggatakan apa yg kalian liat tapi engga semua itu dan engga semua yg anda liat itu benar emang kenyataan nya begitu tapi anda tidak tau apa hati mereka kalian sebagai orang yg punya juga ikut sombong kaya mereka yg ku maksud orang arab itu tapi kalian juga belagu mencemarkan meremehkan dan mengecilkan kita kata kata kalian terlalu tinggih dan tidak mengerti apa maksud mereka itu yg kalian sebut tkw memang mereka itu miskin kasihan tapi anda anda semua yg sebangsa maupun sebahasa seharus nya tidak begitu mengira ngira dan menghina baik lah terima kasih

  91. Esih said

    Menurut aq tulisan di atas 75% benar,ada tkw jahat juga baik.begitupun dgn majikan.tp yg nmnya tkw gnggu mjkan laki tu ga ada,yg ada jg mlh sblknya,coale wonk indo mah cantik2,aq ngomong gni karena aq mch kerja di saudi dan trmsuk tkw baik2 dan majikan jg baik.wong indramayu

  92. Tdk smua bnr yg hy liht dr st phk sj anda brbangg ht krn dh msk wrg k.s.a lht n crtkn yg MLg d sn ap yg d prbuat pr mjkn yg mengekang

  93. I thingking she is so be happy than she is so perfec because maried with people k.s.a

  94. Please don’t believe it one hundred it ok that it right but not all than I have story about my sister Augustus 2011 km klg krm uang sbsr 2000 s.a.r k kduta’an U.A.E hy untk adk Q kmbl plg k indo krn dia hy bkrj 3 bln sj skrg Q ty d mn ltk’y mlndungi mau plg j hrs klg yg byr tiket pdhl g py mslh dgn mjkn’y sm sx MLh yg ngntr adk Q k kduta’an mjkn tp ap yg d mnt m org I,n.a yg krj d U.A.E

  95. Ada yang ngerti komentarnya @Hanna Raihan ? Saya hanya bisa membaca 25% dari apa yang dikatakannya :)

  96. Esih said

    Ga tu mas ardi ga ngerti ,q jg bngung pa mkcudnya cih? Ya wiz lam knal wt mas ardi ri q d riyadh K.S.A./+966583765771

  97. Anonymous said

    aku jg suamiq org saudi km knalx lewatkakakq ,jujur jg q blom pnah jdi tkw n q udah ngrasain khdupan saudi tp q gk buang bngsaq gimanapn jg tkw tu phlawan bg bngs qt,n qt jg meski istri org saudi qt ttap tkw,

  98. Anonymous said

    mba nining..oke banget tuh tulisanya..kita jadi ngerti kalau pemberitaan yang ada tidak semuanya benar..,well done!

  99. Anonymous said

    bnar jg critax nining,org indon sini kalo plng hamil ngkux diprkosa,pdhal cuma stu org sy bnxk dngr crta kalo merkosa itu 3,4,org tp ini kok rta rta stu org.suamiku pnah mlangn org ketarhil sblm plng mrka ngnep dirumahku 3, hari ssmpe ditarhil bkanx trima kasih mlah pd krim poto sexi ke hp suamiku,tp suamiku gk nanggpin mlah nyruh aku umpatin dia,org indon nglakuin apa aja untk dpt org saudi

  100. Tkw saudia said

    Wah…jgn gitu donk,blang orang indo ngelakuin apa aja wat dpetin orang saudi,bktinya q d sruh nkh ma nak mjikan ga mau yar pun puluz nya buanyak.mlh q mlh pcr q yg orang lombok,yg krja d restauran jizan,yar pun puluznya dkit tp jmin hti bhagia.jgn rndahin bangsa indo tercinta

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.905 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: