KabarNet.in

Aktual Tajam

Astaghfirullah, TKW Indonesia Ternyata Kayak Begitu..

Posted by KabarNet pada 15/07/2011

Terus terang selama ini selalu kita di beritakan tentang TKW TKW di saudi dari satu pihak saja dan tidak mendengarkan langsung dari pihak majikan di saudi, berikut ana kirimkan artikel yang ditulis oleh majikan di saudi asal Indonesia yang bersuamikan orang arab tentang kebiasaan kebiasaan TKW Indonesia di saudi arabia yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Seringkali saya membaca postingan rekan-rekan di Kompasiana, tentang kisah-kisah pilu dan menyedihkan para TKW yang bekerja di Saudi Arabia. Kisah-kisah itu diangkat berdasarkan cerita para TKW ataupun hanya sebatas pengamatan selintas tentang keadaan para TKW saat mereka bertemu di mall-mall, restaurant ataupun di Rumah Sakit.

Sebetulnya kalau kita mau jujur terhadap diri kita sendiri. Para TKW/PRT itupun sudah diperlakukan tidak layak dan tidak manusiawi sejak sebelum keberangkatan mereka ke Saudi. Pernahkah teman-teman melihat pemandangan di bandara Soeta (Soekarno-Hatta), bagaimana para petugas, baik petugas dari PJTKI-nya atau petugas bandara memperlakukan para ‘pahlawan devisa’ itu yang akan diberangkatkan ke Saudi Arabia khususnya..??

Mereka digiring-giring seperti ternak. Seringkali mereka dibentak-bentak bahkan dicaci maki. Saya sering melihat pemandangan seperti itu, karena setiap 6 bulan sekali atau 1 tahun sekali saya pulang pergi Riyadh- jakarta, Jakarta-Riyadh. Pemandangan seperti itu, bukan pemandangan yang langka. Para TKW-TKW itu setelah digiring-giring seperti bebek, mereka biasanya duduk bergerombol di lantai. Ada pemandangan yang berbeda tentang kelakuan dan tingkah para TKW itu, dari mereka yang akan berangkat ke Saudi dengan tingkahnya mereka yang akan pulang ke Indonesia.

Para TKW yang bergerombol di bandara Soeta, kebanyakan mereka diam dan tidak banyak omong. Tapi coba perhatikan para TKW di bandara KKIA Riyadh yg mau pulang ke Jakarta. Berisiknya minta ampun! Kalau ngomong saja sampai teriak-teriak, bahkan pernah saya lihat ada yang joget-joget segala, sampai-sampai ditegur oleh satpam bandara KKIA.

Back to topic. Di bandara Soeta, dokumen-dokumen keberangkatan para TKW saya perhatikan semuanya sudah diurus oleh petugas dari PJTKI masing-masing. Setelah masuk ruang tunggu pesawat dan terbang ke Saudi, barulah para TKW itu bertanggung jawab atas dirinya masing-masing. Ketika mereka sudah ada dalam pesawat Saudia/GIA. Mulailah para pramugari yang di uji kesabarannya oleh para TKW. Saya memperhatikan, betapa seringnya para pramugari yang cantik-cantik itu membersihkan lavatory/wc. Sambil tidak henti-henti memberikan pengarahan kepada para TKW yang menggunakan lavatory. Coba lihat lantai lavatory yang menjadi penuh air, karena para TKW tidak tahu caranya cebok, tidak tahu caranya membuang tissue-tissue. Semuanya berceceran di lantai. Bahkan cara mengunci wc pun mereka tidak tahu..

Kalau kebetulan saya ingin menggunakan wc, tak jarang saya pun ikut-ikutan memberi tahu mereka. Bahkan setiap saya pulang atau pergi Riyadh – Jakarta, saya pasti dan selalu menjadi sekretaris dadakan para TKW untuk mengisi kartu-kartu kedatangan mereka. Tahukah teman …? kalau banyak para TKW yang buta huruf…?

Bahkan banyak dari mereka itu yang tidak bisa berbahasa Indonesia …??! Mereka hanya bisa bahasa dari daerahnya sendiri. Jangankan bisa bahasa Arab untuk berkomunikasi dengan majikan, bahasa Indonesia pun mereka banyak yang tidak tahu…? Apalagi bahasa Inggris…? Itu sih bisa dihitung dengan jari kelingking. Mungkin dari 1 juta TKW yang ke Saudi, cuma 1 yang bisa sedikit ngerti english … Itu kenyataan teman-teman.. Menyedihkan bukan..??

Terus apa yang mereka lakukan selama mereka ada di penampungan..???? Ternyata adanya balai latihan kerja itu sepertinya hanya formalitas saja. Kadang-kadang tidak ikut latihan kerja pun mereka sudah bisa punya sertifikatnya. Halahhhh …. tahu sendiri lah, di negara tercinta kita ini apapun bisa dibeli asal ada uang!

Level korupsinya sudah dari level paling rendah sampai level paling tinggi.

Berdasarkan sumber yang bisa dipercaya (para TKW-TKW khususnya yang ke Saudi) selama mereka berada di penampungan itu untuk mengurus dokumen-dokumen sambil menunggu datangnya visa, para TKW-TKW itu tidak belajar apa-apa.

Mereka hanya tidur-tiduran, makan, minum, ngobrol-ngobrol sampai malam, merokok (tentu saja tidak ketahuan para pengawas penampungan). Apalagi konon katanya, para TKW yang mau berangkat ke Saudi itu, diberi uang saku sekitar 1,5 jt-2 jt dari PJTKI. Banyak dari mereka itu yang menghabiskan uangnya untuk jajan, makan-makan dan merokok. Setelah mereka sampai di bandara King Khalid Riyadh. Karena tidak ada petugas dari PJTKI yang mengarahkan mereka, jadilah gerombolan para ‘pahlawan devisa’ itu seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Bagaimana tidak dibentak-bentak oleh petugas orang Saudi, kalau mereka disuruh berbaris di sebelah kanan, para TKW masih tetap bergerombol di sebelah kiri. Disuruh mengantri satu-satu, malah mereka saling berebut. Disuruh memperlihatkan paspor dan kartu kedatangan, mereka malah melongo bego. Ya iyalahhhh …. petugas mana yang tahann….?! Apalagi orang Saudi kebanyakan tidak sabaran, dan suaranya yang kenceng-kenceng. Habislah para TKW itu dibentak-bentak. Jangankan oleh petugas orang Saudi yang tidak bisa berbahasa Indonesia, wong oleh petugas orang Indonesia yang sebangsa saja, para TKW itu sering dibentak-bentak koq.

Setelah mereka selesai diproses di imigrasi dan selesai mengambil bagasi. Mereka semua dikumpulkan dan di data. Sementara paspor para TKW itu akan dipegang oleh petugas imigrasi. Setelah itu mereka akan dibawa ke ruangan tunggu khusus TKW, sambil menunggu dijemput oleh majikan masing-masing.

Para TKW-TKW itu tidak akan dikeluarkan dari ruangan tersebut, kecuali dijemput oleh majikannya yang nama majikannya tertera di paspor mereka. Bahkan kalau nama penjemput mereka itu tidak sesuai dengan nama yang ada dalam paspor TKW, penjemput tersebut harus memperlihatkan surat kuasa penjemputan dari calon majikan asli TKW itu. Itulah alasannya mengapa para TKW di bandara King Khalid dikumpulkan sebelum mereka dimasukkan ke ruang tunggu. Calon majikan berada di luar sambil memelototi screen tv monitor. Di sana akan disebutkan nama TKW lengkap nama majikan dan nomor urut TKW. Kalau nama-nama sudah cocok, para majikan akan lapor ke meja petugas sambil memperlihatkan kartu ID asli. Setelah itu mereka akan memanggil TKW yang bersangkutan dan memberikan paspornya. Setelah TKW dan majikannya menandatangani surat-suratan, barulah TKW itu bisa keluar mengikuti majikannya. Itu prosedur yang masih saya ingat.

Kenapa saya tahu tentang prosedur tersebut..? Karena saya pernah satu kali mengambil pembantu dari PJTKI Jakarta. Biaya yang dikeluarkan majikan untuk mengambil TKW, kurang lebih 28 jt. Bahkan ada yang membayar lebih dari itu..

Untuk teman-teman yang berada di Indonesia khususnya, ini sekedar informasi saja. Tidak semua TKW yang datang dan bekerja di Saudi Arabia itu semuanya mempunyai majikan WN Saudi. Di Arab Saudi ini semua warga negara tersedia di sini. Jadi para TKW itu ada yang punya majikan yang memang WN asli Saudi, tapi tidak sedikit majikan-majikan mereka itu warga negara lain yang mukim dan tinggal di Saudi Arabia. Soalnya masyarakat kita yang ada di Indonesia kan tahunya, kalau TKW bekerja di Saudi Arabia sudah pasti saja majikannya warga negara Saudi. Padahal tidak begitu… lho…!! Ada yang majikannya WN Turky, Mesir, Siria, Lebanon, Palestina, Jordan, USA, Pakistan, India dan lain-lain sebagainya… (capek kalau harus nyebutin satu satu mah … hehehe..).

Sudah hampir 10 tahun saya menetap di Saudi Arabia, mengikuti suami yang WN Saudi. Karena menetap di sini, tentu saja saya sering sekali menjumpai para TKW di luar rumah, baik di rumah-rumah para kerabat suami saya, ataupun di rumah-rumah teman saya yang orang Saudi, berjumpa di pesta-pestanya orang Saudi, bertemu di mall-mall, di rumah sakit (mengantar majikan-majikannya yang sakit), di restaurant, juga di tempat bermain anak-anak. Seringkali saya menjadi penerjemah dadakan karena para TKW tidak mengerti sama sekali perintah-perintah majikannya.

Kalau anda sudah lama tinggal di Saudi dan anda sering belanja di toko-toko Indonesia, seringkali kita akan melihat ada TKW-TKW yang memang sedang berbelanja atau TKW-TKW kaburan (melarikan diri dari majikan) yang menunggu dijemput seseorang. Tahukah anda …?? Kalau para TKW ilegal di sini jumlahnya hampir sama banyaknya atau mungkin lebih banyak jumlahnya daripada TKW yang legal. Para TKW kaburan kebanyakannya bukan karena disiksa majikan atau karena tidak digaji majikan. Tapi banyak dari mereka yang kabur itu karena keinginannya sendiri. Ada yang alasannya karena mereka ingin mendapatkan gaji yang lebih besar dari gaji yang didapat dari majikan asli. Bahkan banyak yang jadi TKW kaburan karena mereka ingin bebas hidup bersama pacar-pacarnya (para sopir-sopir Indonesia, atau pekerja asing lainnya seperti Pakistan, Bangladesh, India). Dan bukan rahasia lagi kalau di sini ada sindikat/mafia yang akan menampung para TKW kaburan.

Seringkali saya membaca di surat kabar lokal, kalau polisi telah merazia beberapa apartemen/rumah-rumah kontrakan yang penghuninya hampir 99% TKW ilegal asal Indonesia. Dan ternyata mereka melakukan praktek pelacuran! Tarifnya Cuma 50 sr (120 rb) sekali pakai. Germo wanitanya kebanyakan orang Indonesia asli, pasangan germo yang laki-laki seringkali orang Pakistan atau Bangladesh. Menurut pengakuan mereka, kostumernya kebanyakan sopir-sopir taxi orang Pakistan atau pekerja kasar orang Bangladesh dan India. Bahkan terkadang ada juga sopir-sopir orang kita sendiri.

Konon katanya di Jeddah, banyak TKW ilegal asal Indonesia yang diam-diam membuka praktek pelacuran. Para PSK asal negara kita itu bukan hanya TKW kaburan saja, bahkan banyak yang datang menggunakan visa umrah. Begitu sampai di Jeddah mereka tidak pulang lagi ke Indonesia, tapi mereka memilih menjadi TKW ilegal. Itu bukan menjadi rahasia umum lagi di sini… Sepertinya setiap orang yang sudah lama mukim di sini pasti sudah pada tahu soal itu.

Pemerintah Saudi Arabia sebetulnya terlalu baik terhadap para TKW ilegal tersebut. Kenapa ….?? Karena menurut pengakuan para TKW-TKW ilegal itu, kalau mereka sudah ingin menghentikan petualangannya sebagai TKW ilegal dan ingin secepatnya pulang ke Indonesia, maka mereka akan menyerahkan dirinya sendiri ke kantor polisi (jadi bukan polisi yang menangkap mereka, tapi seringkali TKW-TKW ilegal itu yang datang ke kantor polisi menyerahkan diri minta ditangkap). Karena dengan cara itulah para TKW akan dideportasi ke Indonesia dengan gratis (biaya tiket ditanggung oleh pemerintah Saudi Arabia).

Oleh polisi, para TKW itu akan dijebloskan dulu ke penampungan-penampungan khusus bagi TKW yang bermasalah atau bahkan banyak juga para TKW ilegal itu ditampung di penjara-penjara wanita, sebelum menunggu proses dipulangkan. Kalau mereka di interogasi, mereka akan memberi alasan kabur dari majikan karena dipukuli dan lain-lain sebagainya.., dan mereka memberi alasan tidak tahu alamat lengkap majikannya. Bagaimana polisi mau mencari majikan para TKW tersebut kalau si TKW memberi alasan tidak tahu alamat majikannya ….?? Akhirnya TKW-TKW itu ditempatkan di penampungan-penampungan dan sudah pasti akan dipulangkan ke Indonesia.

Wahhhh … teman-teman jangan berfikiran bahwa penampungan/penjara wanita di Saudi menakutkan…. Menurut sumber yang bisa dipercaya kebenarannya, penampungan/penjara wanita di Saudi Arabia itu tempatnya sangat bagus. Makanan berlimpah ruah, malah konon katanya mereka mendapat jatah uang bulanan untuk membeli perlengkapan mandi sekitar 60 sr (kurang lebih 140 rb) per bulannya. Sementara mereka cuma tidur, duduk-duduk, nyanyi-nyanyi dan menikmati hari-harinya sambil menunggu waktu mereka di deportasi ke Indonesia.

Kenapa saya tahu banyak tentang keadaan penampungan/penjara wanita itu? Karena saya pernah punya TKW yang menurut pengakuannya, ternyata dia sudah 7 kali bekerja di Saudi Arabia, dan dia pernah 3 kali menjadi TKW kaburan, dan 4 kali menjadi TKW sukses. Untungnya dia termasuk TKW kaburan yang baik, yang tidak pernah menjadi PSK, dan saya percaya itu. Selama bekerja pada saya selama 3 tahun, si mbak sebut saja namanya Sumi, dia sering menceritakan kisah-kisah petualangannya selama menjadi TKW kaburan, termasuk selama dia berada di penjara wanita.

Dia juga menceritakan kisah teman-temannya sesama TKW ilegal yang sama-sama di penampungan. Jadi kalau ada TKW yang pulang ke Indonesia dalam keadaan hamil, terus mengaku diperkosa oleh majikan laki-laki/anak majikan laki-laki. Kita tidak harus begitu saja mempercayai omongan TKW-TKW itu. Karena kenyataannya di sini, banyak sekali para TKW yang dihamili oleh pacar-pacarnya. Bukan diperkosa, tapi suka sama suka. TKW yang hamil karena diperkosa memang ada, tapi mereka yang hamil karena suka sama suka atau akibat karena melacurkan diri juga banyak. Itu sudah bukan rahasia lagi di sini.. Sebagai seorang WNI, terus terang saya malu juga dengan kelakuan sebagian mereka yang tidak bertanggung jawab itu.

Belum lagi di Saudi ini, para TKW dari Indonesia itu terkenal sekali dengan sihirnya. Sementara di negara Saudi hukuman untuk yang melakukan sihir sangat berat sekali. Jadi kalaupun ada TKW yang tidak pernah menyantet majikannya, tetep aja kadang-kadang jadi kena getahnya. Cerita ini bukan omong kosong belaka. Saya punya banyak rekan kerja orang Saudi. Hampir semua pembantu mereka pasti orang Indonesia. Pernah ada keluarga pamannya teman sekantor saya yang menjebloskan pembantunya yang orang Indonesia ke penjara, karena ketahuan TKW itu memasukkan air kencing ke dalam minuman majikan laki-lakinya. Bodohnya TKW tersebut, dia memasukkan air kencingnya ke dalam air putih, bukan ke dalam air teh/kopi. Terang saja majikannya itu curiga, kenapa air minumnya berwarna kekuning-kuningan. Karena disangka majikannya air itu mengandung racun, akhirnya air itu dibawa ke laboratorium. Hasilnya ketahuan, kalau air putih itu mengandung air kencing. Setelah di interogasi, TKW itu mengaku kalau dia memang sengaja memasukkan air kencing kedalam minuman majikannya, supaya majikannya tunduk atau menyayangi TKW itu. Bahkan katanya lagi dia pernah memasukkan darah menstruasi dia ke dalam masakan-masakan untuk disantap majikannya.

Menurut keterangannya, dia tidak sendirian melakukan hal-hal menjijikan tersebut, tapi hampir sebagian TKW yg datang ke Saudi melakukan hal seperti itu, karena mendengar cerita dari senior-seniornya yang eks Saudi selama di penampungan di Jakarta. Terus mempraktekannya. Akhirnya ketahuan dan dijebloskan ke penjara. Teman saya yang orang Saudi itu, sampai khusus datang kepada saya dan bertanya, kenapa banyak TKW yang melakukan perbuatan seperti itu..?? Bukankah dalam Islam itu merupakan dosa besar..?? Dan TKW-TKW itu beragama Islam..?? Saya sendiri bingung harus menjawab apa..?? Kenapa para TKW itu berbuat hal-hal menjijikan seperti itu, saya sendiri tidak tahu..?? Karena saya kan bukan TKW…. hahahahahahaha… Karena cerita itu berkembang dari mulut ke mulut, akhirnya saya dengar, banyak rekan-rekan orang Saudi yang punya pembantu orang Indonesia memulangkan pembantunya. Alasannya, mereka takut makanan mereka dicampur oleh air kencing atau dicampur darah menstruasi. Dan sekarang ini banyak orang Saudi yang mengambil pembantu dari Vietnam.

Pernah saya mendapat pertanyaan konyol dari seorang Saudi, “Di Indonesia ada listrik gak…?? Ada telpon gak..?? Ada Mac Donald gak…??” Saya jawab saja: ”Tidak ada….!!! Kami orang Indonesia masih hidup di gua-gua…!!” hahahahahahaha.. Ternyata orang itu punya alasan sendiri, kenapa mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti itu. Karena dia punya pembantu dari Indonesia yang tidak tahu caranya menggunakan setrika, mesin cuci atau alat-alat lainnya yang menggunakan listrik.. Mereka membandingkan dengan keadaan di sini. Semiskin-miskinnya orang Saudi, semua alat-alat rumah tangganya kan sudah modern dan menggunakan listrik. Dassarrrr… katro…!! Hahahahaha…

Sekitar 3 tahun yang lalu, ketika saya berkunjung ke rumah mertua di luar kota Riyadh. Saya diperkenalkan dengan pembantunya tetangga dari mertua saya. Sebut saja namanya Yuyun. Baru kenal saya satu hari, Yuyun sudah menceritakan kalau dia punya pacar orang Yaman yang berjanji akan menikahinya kalau Yuyun pulang cuti nanti (kebetulan, Yuyun janda dengan anak dua). Yuyun menceritakan betapa baik si Yaman pacarnya itu. Suka memberinya Indomie, pulsa, dan uang jajan. Oia, Yuyun juga menceritakan kalau si Yaman itu suka masuk diam-diam ke kamar Yuyun, kalau majikan-majikannya sudah tidur (majikan Yuyun cuma berdua, sepasang suami isteri yang sudah tua). Wahhhh…. ternyata si Yuyun ini nekat juga. Ngapain aja hayohh…?? Kalau sudah berduaan di dalam kamar..?? Tidak mungkin kan cuma

maen pasir… hehehehehe. Saya sudah wanti-wanti sama si Yuyun, supaya tidak melakukan hal-hal bodoh seperti itu. Di Saudi ini kan yang namanya pacaran tidak diperbolehkan. Kalau ketahuan bisa dihukum karena ada aturannya. Ternyata Yuyun mungkin sudah tak tahan juga. Setiap hari memasukkan si Yaman, lama-lama masuk angin… Ketika kandungannya menginjak 4 bulan, si Yamani kabur entah kemana.

Tinggallah Yuyun dengan perut buncitnya. Untung majikan Yuyun baik hati. Yuyun cepat-cepat dipulangkan ke Indonesia. Karena kalau sampai melahirkan di sini tanpa ada surat nikah resmi, Yuyun bersama bayinya bisa dijebloskan ke penjara. Selamatlah Yuyun dari hukuman cambuk karena kebaikan hati majikannya. Itu kalau pas kebetulan majikannya baik hati, pembantunya hamil cepat-cepat dipulangkan untuk menyelamatkan pembantunya. Coba kalau majikannya yang tidak mau mengerti. Mengetahui perut pembantunya yang tiba-tiba melendung tanpa ketahuan tukang pompanya, boro-boro dipulangkan, malah kalau gak diserahkan ke kantor polisi, bisa-bisa malah langsung dibuang di kolong jembatan layang. Dan waktu pulang ke Indonesia dengan membawa orok, untuk menutup malu biasanya para TKW itu akan mengarang cerita kalau oroknya itu hasil diperkosa atau hasil dipaksa.. Padahal setelah beberapa lama kemudian, TKW itu akan kembali daftar ke PJTKI untuk kembali bekerja sebagai TKW di Saudi Arabia. Itulah sebabnya, walaupun Saudi Arabia banyak dicaci maki di Indonesia oleh orang-orang yang tidak tahu kejadian sebenarnya, tapi tetap saja PJTKI selalu kebanjiran calon-calon TKW untuk minta diberangkatkan ke Saudi Arabia. Kalau teman-teman tidak percaya, coba temen-temen cek dan ricek ke PJTKI-PJTKI di Jakarta.

Teman-teman akan mengetahui.. ada berapa ribu TKW-TKW yang sedang menunggu mendapatkan visa untuk bekerja di Saudi Arabia. Dan saya yakin sekali kalau di Saudi Arabia, banyak sekali para TKW yang semodel dengan si Yuyun.. Pemerintah Saudi bukan tidak berusaha menekan serbuan datangnya para TKW ilegal. Khususnya yang datang dari Indonesia. Mulai dari 2 tahun yang lalu. Semua warga asing yang tinggal di Saudi Arabia, harus disidik jari lagi, diphoto lagi di imigrasi untuk disimpan di database mereka. Konon katanya untuk mencegah masuknya kembali TKW ilegal yang pernah dideportasi ke luar dari Saudi Arabia. Jadi para tenaga kerja asing yang pernah bermasalah di Saudi Arabia, tidak akan bisa mudah masuk begitu saja, walaupun mereka sudah mengganti paspor bahkan mengganti namanya.

Saya masih ingat pesan si mbak Sumi, bekas pembantu saya dulu, ”Ibu, kalau nanti saya sudah pulang, dan ibu mau mengambil TKW dari Jakarta lagi. Ibu harushati-hati. Jangan mengambil TKW yang asalnya dari T, P, B, L, S, C, M… karena banyak TKW-TKW dari sana yang jahat-jahat. Saya kasihan sama ibu kalau ibu mendapatkan TKW yang jahat. Karena ibu orangnya baik … (hehehehe saya disebut baik, padahal saya bawel sekali.. hahahaha ). Saya kasihan sama si putri kalau diasuh oleh TKW yang tidak baik. Kalau saja saya tidak akan menikah lagi, saya mau selamanya bekerja di rumah ibu. Ibu harus tahu, tidak semua TKW itu datang ke sini karena mereka mau menjadi TKW. Banyak lokalisasi pelacuran di Jawa Tengah dan di Jawa Timur yang di gerebek polisi, terus para bekas PSK-PSK itu larinya ke PT, melamar untuk menjadi TKW. Dan kebanyakan mereka milihnya menjadi TKW di Saudi Arabia. Ya … ibu bisa bayangkan, mereka tidak akan menjadi TKW yang baik karena menjadi pembantu itu susah, paling-paling begitu sampai di sini juga para bekas PSK itu akan kembali menjual diri. Jadi ibu harus hati-hati ya bu….!!” Itu pesan si mbak Sumi tercinta (hallo… mbak Sumi sayang…?? Sehatkah mbak…??).

Akhir bulan Mei kemarin, ketika saya sedang di ruang tunggu seorang dokter mengantar kakak saya yang sakit. Kebetulan bertemu dengan seorang TKW yang juga sedang mengantar majikannya berobat. Saya perhatikan majikannya, seorang perempuan Saudi yang sudah tua. Si majikan itu minta diambilkan air minum dari tas yang dibawa TKW itu. Saya mendengar jelas TKW itu ngomel-ngomel terus dalam bahasa Indonesia. ”Dasar babi, tadi ditawarin tidak mau, sekarang minta …!!” Saya yang mendengar omelan TKW itu, jadi gatal juga. ”Emang di mana ada babi mbak..??!!” Si TKW itu tampak terkejut melihat saya. ”Eh… ibu orang Indonesia..?!” tanyanya.. sambil lalu. Saya sedikit menasehati TKW tersebut untuk sekedar menjaga bahasanya. Ngomel sih ngomel, tapi masa babi sampai dibawa-bawa…. hahahaha. Kalau majikannya ngerti itu kata babi. Saya yakin tuh TKW sudah ditendang 10 kilometer oleh majikannya… hahahahaha…

Sekelumit kisah2 di atas itu murni berdasarkan pengalaman saya pribadi. Dengan tidak bermaksud mengambil kesimpulan bahwa para TKW/PRT dari Indonesia itu semuanya jahat-jahat. Orang-orang jahat itu ada di mana-mana. Tidak di Saudi Arabia, tidak di Indonesia, tidak di Amerika, tidak di Eropa, tidak di Afrika. Di semua tempat di belahan dunia ini, orang-orang jahat itu ada. Dan orang-orang yang baik pun ada. Tidak semua majikan-majikan orang-orang Saudi (khususnya) itu jahat. Yang baiknya juga banyak sekali (makanya banyak sekali para TKW yang betah bertahun-tahun kerja di Saudi Arabia). Majikan yang jahat pun banyak, itu bisa kita lihat dari banyaknya TKW-TKW yang pulang ke Indonesia dengan keadaan babak belur. Bahkan seringkali pulang hanya tinggal nama saja. Para TKW itu juga tidak semuanya orang-orang baik dan jujur. Banyak sekali mereka yang jahat yang penuh tipu muslihat. Makanya sering diberitakan di koran-koran lokal di sini, kejahatan-kejahatan yang pelakunya TKW/tenaga kerja Indonesia. Baik dan buruknya pengalaman seseorang, tidak menjadi tolok ukur baik dan buruknya satu bangsa/ras tertentu.

Marilah kita sama-sama dewasa dalam menyikapi permasalahan masalah para TKW ini (khususnya para TKW di Saudi Arabia), yang kadang-kadang tampaknya seringkali di dramatisir oleh pihak-pihak tertentu (khususnya orang-orang yang tidak suka dengan Islam/tidak suka bangsa Arab). Kalau kita mau jujur, negara kita punya andil besar dalam semua permasalahan TKW-TKW yang bermasalah ini. Negara Indonesia yang konon katanya dulu, gemah ripah loh jinawi, ternyata sampai sekarang tidak bisa menyejahterakan rakyatnya.

UUD 45 pasal 34 ayat 1, ”Fakir miskin dan anak anak terlantar dipelihara oleh negara,“ hanyalah kata-kata keramat yang tertera di atas kertas belaka. Pada kenyataannya para penguasa-penguasa di negara kita sampai saat ini belum ada

yang berpihak kepada rakyat miskin. Selama angka kemiskinan dan angka pengangguran semakin meningkat, selama itu pula keberadaan para TKW yang tidak berpendidikan pun tidak akan punah, malah akan semakin banyak dan meningkat. Dan selama itu pula, kita pun akan selalu mendapat suguhan berita, tentang nasib-nasib para TKW yang memilukan. Dan itu merupakan pekerjaan rumah untuk para pejabat penguasa negara Indonesia. Cq terutama bapak menteri tenaga kerja yang sejak tahun jebot sampai tahun 2010 mau segera berakhirpun, belum ada tanda-tanda kapan Pekerjaan Rumah yang satu ini akan segera bisa diselesaikan dengan baik. Cag dulu ahhhhhhh…..!!

Ditulis oleh: Nining

______________________________________________________________________________________________________

Yth. Para Pengunjung KabarNet:

Apabila komentar yang Anda kirimkan tidak langsung muncul secara instan, kemungkinan komentar anda:

1] masuk ke dalam antrian traffic internet yang sedang sangat padat di server WP;

atau,

2] terjaring oleh Spam Software yang terpasang di situs KabarNet.

Kalau hal itu terjadi, mohon ditunggu paling lama 24 jam, karena Petugas Admin KabarNet secara berkala pasti memeriksa komentar pengunjung yang terjaring oleh Spam untuk diloloskan secara manual. Terima kasih.

233 Tanggapan to “Astaghfirullah, TKW Indonesia Ternyata Kayak Begitu..”

  1. Anonymous said

    bahasa indonesia aja gk bisa!!! wkwkwk ,,,, orang negara mana dah ………..

  2. Anonymous said

    Mntapp skli bu cerita nya..tpi emng bner knyata an nya kya gtu sih?

  3. Anonymous said

    Sadis

  4. Eko BS said

    Subhanalloh……Ngeri juga ya ??
    Harusnya Pembelajaran Ahlakulkarimah di galakan di negeri Indonesia ini……Kami yang saat ini baru tertarik untuk buka usaha agen penyalur Tenaga Kerja di Ambarawa-Kab.semarang jadi mendapat banyak sekali pengetahuan dari tulisan Ibu Nining……Thanks and Salam kenal ya Bu nining….Siapa tahu bisa terjalin sinergi kedepan nya.

  5. Anonymous said

    hujan mas di negeri orang hujan batu dinegeri sendiri…..UUD 45 pasal 34 ayat 1, ”Fakir miskin dan anak anak terlantar dipelihara oleh negara,“….mungkin maksudnya fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara tetangga bukan negara indonesia,karena di UUD 45 dipasal 34 ayat 1 tidak disebutkan negara indonesia….jadi itulah dasar Politikus dan para intelektual negara indonesia ini untuk menjadi alasan pembiaran…………………………………………….,

  6. Anonymous said

    UUD 45 pasal 34 ayat 1, ”Fakir miskin dan anak anak terlantar dipelihara oleh negara,“ …, maksudnya, mereka akan dipelihara keberadaanya, jangan sampai seluruh warga negara sejahtera …politik gitu loh …

  7. Anonymous said

    Ini artikel kok nggak jelas sih, headlinenya cenderung menyalahkan TKI/TKW di Saudi Arabia. jangan-jangan ini atek wahabi ha ha ha

  8. Anonymous said

    saya sbg TKI Korea,wlo dbilang gji diatas rata2 bila dbndingkan dg pndapatan di Indonesia,tp jujur Aku krang bangga.enakan krja dinegeri sndri dg gaji standar bsa mncukupi kbutuhan atau lbh2 bisa menabung. I Wanna Be IndonesiaKu…
    sak enak2e urep nex negarane wong jeh enk urip nok negarane DW.

  9. Ind people said

    kasihan ..!
    Mereka itu saudara kita.
    mrk mmg tidak seberuntung kita 2x yg mendapat pendidikan dan pengetahuan yg layak juga lingkungannya mungkin
    kita yg mestinya mempunyai kelebihan drpd mrk sudilah membagi itu semua (mmg membutuhkan proses)
    apa yg mrk lakukan disana krn di negara nya sendiri mrk menjadi orang yg tidak terpakai akan tenaganya

    coba lacak data …berapa rupiah yg mereka sumbang untuk negara ini …. tp ttp aja mendapat cacimaki

    bersyukurlah krn kalian lebih beruntung dari mrk, kalakuan dan bahasa negatif TKW anda komentari … dan lucunya komentar anda ga jauh beda dgn yg mrk lakukan (hanya beda redaksional)

    SAVE TKI ……..

  10. Sebuah tulisan harian yang bagus dan objectieve, tdk memihak dan lugas.

  11. Anonymous said

    Kayaknya situasinya nggak jauh beda dg di negeri Jiran…, prihatin…

  12. Wa ambe said

    artikelnya terlalu subjektif.
    hanya berdasarkan 1 kasus. trus mau menggeneralisasi klo TKW/ TKI kebanyakan seperti itu.
    tulisan yg cukup memeberi info,
    sngat menyudutkan TKI.

  13. Reblogged this on diyahaquariusblog and commented:
    nasip para TKW

  14. keadaan yang memprihatinkan,
    tapi lebih miris lagi karna pemerintah kenyataannya jarang memperhatikan mereka

  15. Anonymous said

    Ternyata…..parah……what’s gonna happen with our next generation, if we have so many “adult women” in uneducated situation, very sick mentality, not willing to do the positif thing in their life……. women, let’s do something for our country…..

  16. Anonymous said

    tarik nafas panjang…INDONESIA

  17. Bekicot said

    Realitas kehidupan tkw di arab saudi,..biar kan terjadi apa ada nya,toh survival will be fittest

  18. shopani ali yopi said

    beneran tuh?

  19. civilization said

    Maklum Tim Teng rata2 negara civilization rendah, tidak sebanding US Europe Australia. Jadi ceritanya juga tidak ilmiah. Tidak pernah baca jurnal sih.

    Salam,

  20. Apa yg disampaikan mbak Nining ini, bikin saya jd geli jg kasihan dg para tkw itu. saya jg pernah jd tkw di taiwan dan korea, dan saya bekerja dg jujur tentunya.Mmg ada ulah para tkw yg nyeleneh spt itu, tentu tdk semuanya, yg di arab ini….parah banget. gila!

  21. andi krwg said

    aslmlkm..met mlm. sya ingin sdkit bebcra mslh apa yg d prbncangkn dlm crta ibu nning..alngkh indh y pbila kta tdk brbcra tntang ssi bruk sseorng wlpn itu bnr adya..aplgi itu termsuk sodra” kta..yg ingin sya gris bawhi adlh..knpa crta tkw indonesia yg jdi topik hgat d media ni..kta yg bragma islm tdk d ajrkn tuk mmbka aib sseorg alangkh hina y dri kta pabila mmbka aib sseorg..jdi sya mnta kpda ibu nning alngkh baiky jka ibu tdk mmpubliksikn aib sseorg krna ni akn mmbuat sodra” kta mnjdi gerah akn crta ibu..sya ats nma pribdi mhon mf apbla ada kta” yg tdk berkenan..dn kpda sodara” sya jgn prnh kta trpncing atwpn trfrovksi dg apa yg blum tntu bnr adaya..brstu kta tguhh brcrai kta runth jayalh indonesiaku..MERDEKA.

  22. andi krwg said

    jayalh indonesiaku.

  23. jono said

    benar itu mungkin perbandingannya 50:50,tkw banyak yang melacur malah itu sangat mudah mendapatkan tkw pelacur kayak nyari jamur di musim hujan….

  24. Anonymous said

    gambaran yang sama kurleb dengan apa yang diceritakan asisten RT ku yang bekas TKW di arab sana… dia bilang memang mental TKW2 kita banyak yang memicu cerita cerita miris itu… saya rasa tidak subjektif uraian mba nining… hanya menyampaikan fakta terjadi .. walau tidak bicara prosentasi banyakan mana yg baik dan buruk. Setidaknya cukup mencerahkan dan membuat kita bisa lebih objektif melihat suatu kasus yang senada. salam

  25. valid gak ini tulisannya? masa gak bisa bahasa Indonesia???????

  26. Anonymous said

    Menurutmu saya ini artikel juga terlalu mendramatisir, nasib, takdir, jalan hidup manusia sudah ada yg mengaturnya seperti halnya dunia wayang apapun peran wayang” di dlmnya itu atas karangan dan suruhan Dalangnya.
    ga usah membuka aib orang lain dengan membicarakan c A begini, c B begitu dan C bla bla bla
    harusnya prihatin Dan kembalikan lagi ke diri sendiri “bagaimana seandainya nasib itu terjadi pada kita/saya”

  27. Any sumawe said

    Mungkin banyak yang kayak gitu, tapi ingat gk semua kxk gitu, bnyak juga tkw di saudi yang baik.

  28. Aqunk said

    Anda bisa bersukur karena nasib anda lebih beruntung dari orang yg anda ceritakan,,, tp menuru sy cerita anda terlalu tendesius dan memojokan TKW,,, sy justru prihatin sama anda,,, bukannya membantu malah mencibir sama orang yang ga mampu,,,

  29. ali said

    hakikat yg pahit untuk ditelan…tapi itu lah kenyataan nya..

    TKI di malaysia juga lebih kurang begitu…

    di ringkaskan cerita…kalau perilaku tki tki di malaysia di tiru warga malaysia di indonesia…saya amat yakin bahwa warga malaysia tersebut akan di penggal kepalanya tanpa banyak bicara…

  30. salam sob,,,,,salm knal sye tertarik kta2 anda,,…tp jng sombong pesan aq0

  31. Anonymous said

    Gpp

  32. aira said

    Iya memang seperti itu kelakuan tkw indonesia kebanyakan yg gak bener, mulai dari kumpul kebo sama majikan, sihir supaya majikannya nurut & sayang, saya aja kadang suka malu sama kelakuan mereka. Dulu mertua pun berfikir org indonesia itu pd gak bener ternyata hadamah2 melirik majikan biar bisa jd madam….

  33. artikel goblok ngarang sok tau

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.046 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: