KabarNet.in

Aktual Tajam

M Nazaruddin vs Janedri M, Siapa Pembohong ?

Posted by KabarNet pada 31/05/2011

Bekas Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin kesal bukan kepalang. Pria berdarah Pakistan ini merasa dipermainkan dan, akhirnya, menjadi korban permainan politik petinggi Mahkamah Konstitusi (MK). Selesai semua urusan di Singapura, lelaki 32 tahun itu, mengancam balik melaporkan pimpinan MK ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Saya akan bongkar bobrok di MK,” kata Nazaruddin langsung dari Singapura kepada MetroTV via sambungan telepon, Senin (30/5) petang.

Nazaruddin mengaku telah dizolimi habis-habisan oleh Sekretaris Jenderal MK Djanedri M. Gaffar. Padahal, menurut dia, semua yang dilaporkan Djanedri adalah kebohongan besar. Semua rekayasa. Fitnah. “Pak Djanedri pernah tiga kali ke rumah saya,” kata Nazaruddin. Jadi, terang dia, “Semua ini kebohongan. Ini semua rekayasa. Justru, Pak Djanedri yang sering datang dan melobi saya agar membantu melancarkan soal anggaran di MK.”

Nazaruddin menyebutkan semua ini rekayasa. Dia mengingatkan Djanedri, “Anda boleh berbohong di dunia tapi Allah maha tahu dan tidak bisa dibohongi. Nanti Anda akan diminta pertanggungjawaban di akhirat,” kata Nazaruddin.

Djanedri bergeming. Dia, saat dikonfirmasi, juga lewat sambungan telepon, mengaku, tak punya agenda apa-apa. Apalagi agenda politik. “Apa yang saya lihat. Apa yang saya rasakan. Apa yang saya ketahui, semua sudah saya laporkan ke KPK,” ujar dia. “Dan, saya siap dikonfrontir dengan Nazaruddin.”

M Nazaruddin juga menuduh Janedjri M Gaffar sebagai penipu besar. “Bapak penipu besar,” ujar Nazaruddin dalam wawancaranya. Nazaruddin mempertanyakan, apakah Janedjri ingat ketika melobi anggota DPR di rumah makan Bebek Bali, Senayan guna membahas pembangunan gedung baru MK. “Waktu Anda mau bangun gedung MK, Anda lobi-lobi di rumah makan Bebek Bali di dekat DPR. Anda atur nanti pengusaha yang menang (tender), ingat tidak?” tanya Nazaruddin.

Janedjri yang ditodong pertanyaan itu mengelak, dan menjawab, “Saya hanya konsultasi.” Mendengar jawaban itu, Nazaruddin langsung memberondong Janedjri dengan prosedur rapat, dan mengatakan, “Anda bohong, Anda melobi saya. Kalau rapat konsultasi, kok di restoran, bukannya di gedung DPR,” cecarnya.

Sementara Ketua Mahkamah Kostitusi Mahfud MD dan Sekjennya Janedjri M. Gaffer dianggap melakukan fitnah dan rekayasa politik. Komentar itu keluar dari mulut mantan Bendahara Umum Muhammad Nazaruddin lewat sambungan telepon, Senin (30/5). Sekjen MK mengatakan sebelumnya di Tempo bahwa dirinya kesulitan mencari rumah Nazaruddin. Hal itu menurut Nazaruddin bohong karena Janedjri sudah 3-4 kali datang ke rumahnya. “Anda bohong pak, kita kenal sudah lama,” ucap Nazaruddin. Apalagi soal pemberian uang. Saya tidak pernah memberikan uang satu rupiah pun ke Sekjen MK,” ujarnya.

Nazaruddin mengaku dirinya kenal Janedjri sejak 2008. Dirinya mengetahui benar bahwa semua pengadaan barang dan jasa di tubuh MK, Sekjen yang mengatur itu semua. “Kalau pertemuan khusus dengan Sekjen MK sering sekali karena beliau selalu melobi saya terutama untuk revisi-revisi anggaran perubahan di MK, katanya. Nazaruddin sendiri akan membeberkan tentang pengadaan barang dan jasa di MK ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Dia (Sekjen MK) itu tukang setting anggaran. Setelah saya melaporkan pencemaran nama baik, saya akan membeberkan kegiatan di MK. Contohnya gedung MK yang sekarang itu dananya Rp80 miliar merupakan penunjukkan langsung yang dilakukan Sekjen MK. Dan itu melanggar aturan Keppres dan Undang-Undang, kata Nazaruddin.

M. Nazaruddin masih bersikeras menyatakan dirinya sebagai korban rekayasa politik Ketua Mahkamah Konstitusi dan Sekjen Mahkamah Konstitusi. “Saya akan melaporkan itu semua sesuai fakta hukum, saya tidak mau memfitnah orang. Karena kata keluarga saya fitnah lebih kejam dari seorang pembunuh,” ucapnya. “Saya akan bongkar bobrok di MK dan saya akan laporkan ke KPK,” ungkap Nazaruddin dalam wawancara langsung dari Singapura dengan Metro TV yang disiarkan live, Senin petang (30/5).

Janedri M. Gaffar mengaku siap dikonfrontir dengan mantan Bendahara Umum Parttai Demokrat Muhammad Nazaruddin. Konfrontir antara dua orang ini perlu dilakukan untuk menjawab beberapa hal terkait kasus gratifikasi senilai 120 ribu dolar Singapura. “Sangat siap. Karena saya tidak merekayasa,” kata Janed dalam teleconference di Metro TV, Senin sore (30/5) .

Sebelumnya, ada beberapa hal yang masih menjadi misteri dalam kasus gratifikasi. Salah satunya adalah soal pengembalian uang senilai 120 ribu dolar Singapura. Nazaruddin menilai ada kejanggalan dalam pengembalian tersebut. Pasalnya mana mungkin ada seorang satpam mau menerima uang berjumlah besar, padahal majikannya ada di dalam rumah. “Pada hari itu saya ada di rumah,” kata Nazaruddin. MetroTV/RM/KN

Inilah Kronologi Lengkap Pemberian Uang Nazaruddin Kepada Sekjen MK

2 Tanggapan to “M Nazaruddin vs Janedri M, Siapa Pembohong ?”

  1. Khalik alias capunk said

    Yang Bohong Jelas M Nazaruddin Pria Keturunan Asia selatan asal Sumatera ini Memang Makelar sejak Lama ketika itu umur nya masih 25 thn, saya menduga uang yang dia coba berikan kepada Janedri utk mendapat Proyek di MK tetapi usahanya kali ini Tidak Berhasil

  2. kasipahu said

    nanti kita lihat mana yang benar, ungkapkan pak nazar, anda pasti bisa ..

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.861 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: