KabarNet.in

Aktual Tajam

Ahmadiyah Wajib Dibubarkan!!!

Posted by KabarNet pada 17/03/2011

Jika Ahmadiyah tidak dibubarkan, biarkan saja ditahan-tahan dulu sampai ada kejadian berikutnya [cuma terjadi kalau ahmadiyah tidak dibubarkan oleh pemerintah], jadi untuk saat ini sebaiknya dibaca dulu dengan cermat pokok-pokok sebagai berikut:

1. Tidak ada isu sara dalam bentrokan dengan ahmadiyah
Karena ahmadiyah itu bukan merupakan suatu agama tapi merupakan suatu pendusta agama, lain halnya dengan Islam, Kristen, Hindu dan Budha yang merupakan agama karena masing-masing memiliki tuhan, ajaran dan kepercayaan masing-masing yang tidak saling menodai/bertentangan satu-sama lain. Sedangkan ahmadiyah memiliki ajaran yang menodai atau bertentangan dengan salah satu agama di Indonesia yaitu agama Islam, yang dimana dalam ajaran ahmadiyah mengakui ada nabi lain setelah nabi Muhammad dan juga ada kitab suci lain selain kitab suci Al-Quran. Isu sara hanya bisa terjadi jika ada pertikaian antara 2 atau lebih kelompok yang disebabkan oleh perbedaan suku/agama/ras oleh masing-masing kelompok yang berbeda.

2. Tidak ada terkikisnya rasa toleransi antara umat beragama di Indonesia dalam bentrokan dengan ahmadiyah
Sesuai dengan pokok kesatu yaitu ahmadiyah itu bukan suatu agama.

3. Tidak ada hak asasi manusia yang dilanggar dalam pelarangan ahmadiyah atau jika ahmadiyah dibubarkan
Karena keberadaan ahmadiyah sendiri melanggar hak asasi orang lain yaitu melanggar hak asasi penganut agama Islam. Hak asasi cuma bisa dilindungi kalau berdiri sejajar dengan hak asasi orang lain atau kalau tidak berdiri diatas hak asasi orang lain, sedangkan hak asasi penganut ahmadiyah menginjak-injak hak asasi penganut agama Islam. Hal ini terjadi karena ajaran ahmadiyah menodai ajaran agama Islam.

4. Ahmadiyah tidak patut untuk dilindungi
Sesuai dengan pokok ketiga diatas, karena penganut ahmadiyah menginjak-injak hak asasi orang lain [ penganut agama islam ].

5. Umat Islam juga berhak dan lebih berhak untuk berkeyakinan dan menjalankan agamanya dibandingkan dengan penganut ahmadiyah
Kelompok ahmadiyah sering menggunakan alasan “setiap orang memiliki kebebasan beragama dan berkeyakinan” untuk mencari perlindungan atas pendustaan agama yang mereka lakukan tapi mereka selalu tidak mau untuk juga mengatakan “asal tidak menodai/menggangu agama dan keyakinan orang lain”.

Penganut agama Islam juga memiliki hak untuk bebas dalam beragama juga dalam berkeyakinan dan penganut agama Islam lebih berhak akan hak tersebut dibandingkan penganut ahmadiyah karena Islam [Al-Quran sebagai kitab suci dan tidak ada nabi lain setelah nabi Muhammad] ada jauh lebih dulu dari ahmadiyah [ada kitab suci selain Al-Quran dan ada nabi lain setelah nabi Muhammad]. Ini sama halnya dengan setiap orang punya hak untuk memiliki tempat tinggal misalnya negara, orang Indonesia lebih berhak atas negara Indonesia daripada orang lain yang cuma sebagai pendatang di Indonesia.

Pengamat Aliran Sesat

76 Tanggapan to “Ahmadiyah Wajib Dibubarkan!!!”

  1. Hotma berkata

    Pemerintah memenjarakan Ahmad Musaddek dan Lia Eden dengan dakwaan melanggar UU No.1/PNPS/1965 Pasal 1 dan KUHP Pasal 156-a 1 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama. Sedangkan Ahmadiyah yang sudah jelas melakukan pelanggaran terhadap pasal2 yang sama yakni Penodaan agama, malah dengan bobot pelanggaran yang lebih berat karena telah melanggar pula SKB 3 Menteri, namun sampai sekarang masih dibiarkan bergerilya bagaikan tim marketing MLM menyesatkan umat Islam di desa desa.

    Mengapa pembiaran ini harus terjadi?

    Mengapa pemerintah bersikap membeda-bedakan dan tidak adil dalam menegakkan hukum terhadap sesama warga negara Indonesia?

    Memang pada kenyataannya pemerintah sudah bersikap tidak adil terhadap Ahmad Musaddek, Lia Eden dan terpidana2 lain yang masih mendekam dipenjara karena dakwaan Penodaan Agama. Maka demi tegaknya hukum dan keadilan, kelompok aliran sesat Jemaat Ahmadiyah harus segera dibubarkan, dan pemimpin2nya diseret ke meja hijau untuk kemudian dijebloskan kepenjara. Kalau tidak, maka pemerintah harus segera membebaskan Ahmad Musaddek dan Lia Eden cs, untuk kemudian merehabilitasi nama baik mereka serta membayar ganti rugi.

  2. Jingga berkata

    @KabarNet
    Ahmadiyah adalah Umat Islam juga..hanya saja Ahmadiyah sudah meyakini kedatangan Isa Almasih (Imam Mahdi) sedangkan Umat Islam mainstream masih menunggu-nunggu kedatangan Beliau. Ingatlah Firman Allah “Janganlah kebencian kamu kepada suatu kaum membuat kamu berlaku tidak adil kepada mereka…..”.

  3. Abu nabil berkata

    @hotma; pemerintah Nkri tdk menindak kejahatan Ahmadiyah krn takut ama big bossx (inggris & As). Ahmadiyah itu orgns buatn & di danai inggris yg bertujuan merusak ideologi Islam dr dlm.

    @jingga; klo gak phm Islam jgn bawa2 ayat Quran untk mengesahkn pendapat batil saudara.
    Tidak ada yg menyatakn Ahmadiyah itu Islam kecuali sdr & Islam Liberal cs yg jg difatwa sesat MUI pd munas ke VIII th. 2005.

  4. juhaiman79 berkata

    Jingga …sok tau begok lagi…..
    Kelihatannya ….dari aktifis JIL …barangkali muridnya ULIL …..Asal cuplik ayat ……

  5. Muhammad berkata

    @Pengamat Aliran Sesat
    @Hotma
    @Abu Nabil
    @Juhaiman79

    Tulisan-tulisan kalian menampakkan ketidak-tahuan tentang Ahmadiyah, atau kalian memperoleh informasi yang salah dan penuh fitnah tentang Ahmadiyah dari mereka yang membenci Ahmadiyah. Bahkan, kalian tidak tahu apa itu essensi agama Islam yang damai, suci-murni, indah, toleran terhadap sesama manusia, ta’at dan berserah diri hanya kepada Allah SWT semata. Oleh karena itu, saya sarankan kepada kalian untuk kembali kepada ajaran Rasulullah SAW dan Al Quran. Al Quran mengajarkan kepada orang-orang beriman bahwa meskipun seorang fasiq menyampaikan berita, maka mereka harus mengadakan penyelidikan lebih dulu dengan teliti (tabayyun) agar tidak menimbulkan musibah, firman-Nya:

    “Wahai orang-orang beriman, jika datang kepadamu seorang fasiq (durhaka) dengan membawa suatu berita, selidikilah dengan teliti, supaya kamu jangan mendatangkan musibah terhadap suatu kaum tanpa pengetahuan, dan kemudian kamu menyesal atas apa yang telah kamu kerjakan.” (Al Hujurat 49:7).

    Apalagi orang yang menyampaikan berita itu adalah orang yang mendakwakan diri sebagai Imam Mahdi/Masih Mau’ud (Pendiri Jamaah Muslimin Ahmadiyah) yang sedang ditunggu-tunggu oleh umat Islam se dunia. Jadi, kalau ada wahyu Tadzkirah atau ajaran Imam Mahdi/Masih Mau’ud yang belum dapat dipahami oleh kalian yang hanya mengaku-ngaku umat Islam, sebaiknya menanyakan langsung kepada ahlinya atau datanglah secara baik-baik kepada para muballigh Ahmadiyah, karena Islam mengajarkan seperti itu. Janganlah bertindak seperti Abu Jahal.

    (1) Janganlah mengatakan Ahmadiyah di luar Islam, karena Ahmadiyah adalah Msulimin sejati. Allah berfirman: “….Dia (Allah) telah memberi kamu nama Muslimin dahulu dan dalam Kitab (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas kamu, dan supaya kamu menjadi saksi atas umat manusia…..” (QS Al Hajj 22:79).

    (2) Janganlah mengatakan Ahmadiyah Kafir, karena Ahmadiyah beriman kepada Allah dan Rasul-Rasul-Nya tanpa membedakan antara Allah dan Rasul-Rasul-Nya. Allah berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan Rasul-Rasul-Nya dan mereka ingin membedakan antara Allah dan Rasul-Rasul-Nya, dan mereka mengatakan, ‘Kami beriman kepada sebagian, dan kami ingkar kepada sebagian lain’ dan mereka ingin mengambil jalan tengah di antara hal demikian itu. Mereka itulah orang-orang kafir yang sebenar-benarnya, dan Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir, azab yang hina. ” (QS An-Nisa 4:151-152).

    Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa memanggil atau menyebut seseorang ‘Kafir’ atau musuh Allah tetapi sebenarnya bukan demikian, maka ucapan itu akan kembali kepada orang yang memanggil atau menyebut itu. Dan dia itu akan menerima dosa kekafiran dan dosa menjadi musuh Allah.” (HR Bukhari).

    (3) Janganlah mengatakan Ahmadiyah sesat dan menyesatkan, karena Ahmadiyah adalah satu-satunya Jemaat Islam yang didirikan oleh Imam Mahdi/Masih Mau’ud atas perintah dan bimbingan wahyu Allah. Allah berfirman: “Sesungguhnya, Tuhan engkau, Dia-lah Paling Mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya, dan Dia-lah Paling Mengetahui mereka yang mendapat petunjuk.” (QS Al Qalam 68:8).

    (a) Apakah Anda dan Ulama-ulama Islam di seluruh dunia, yang terdiri dari semua madzhab, tergabung dalam Organisasi Liga Muslim Dunia, Organisasi Konferensi Islam (OKI), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah merasa SETARA DENGAN ALLAH sehingga berani mengeluarkan fatwa bahwa Aliran Ahmadiyah adalah diluar Islam (KAFIR), sesat dan menyesatkan. Atau kah sudah mendapatkan mandat dari-Nya?

    (b) Tahukah Anda firman Allah yang menyatakan “barangsiapa sesat, maka kesesatan itu hanya atas dirinya” dan firman Allah yang menyatakan “Tidak ada paksaan dalam urusan agama.”?

    (c) Mengapa Anda dan para Ulama suka MEMAKSA DALAM URUSAN AGAMA, MEMAKSA MENYATAKAN AHMADIYAH KAFIR, DI LUAR ISLAM, SESAT DAN MENYESATKAN. MEMAKSA AHMADIYAH KE LUAR DARI ISLAM, MERUSAK MASJID, MEMBAKAR AL QURAN DAN ASSET-ASSET MILIK JAMAAH MUSLIM AHMADIYAH, MEMBATASI HAK BERIBADAH, MENGANIAYA DAN MEMBUNUH ORANG-ORANG AHMADIYAH? MENGAPA, MENGAPA & MENGAPA? TIDAK KAH KALIAN TAKUT AKAN AZAB ALLAH YANG MENGHINAKAN?

    (d) Bukankah Tuhan kita sama, yaitu Allah Yang Maha Esa, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang? Bukankah Nabi kita sama yaitu Nabi Muhammad SAW? Bukankah Kitab Suci kita sama yaitu Al Quran? Bukankah Kiblat kita sama, yaitu Ka’bah yang ada di Mekkah Al Mukarramah? Bukankah Rukun Islam dan Rukun Iman kita sama? Bukankah Sholawat dan Shalat kita sama? Silahkan Anda berfikir dengan menggunakan akal sambil beriman dan bertakwa kepada Allah.

  6. Muhammad berkata

    Koran Tempo, 13 Maret 2011

    ABDUL BASIT, AMIR NASIONAL JEMAAT AHMADIYAH INDONESIA:

    KAMI TIDAK PERNAH DIAJAK DIALOG

    Kekerasan atas nama agama yang menimpa warga Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Cikeusik, Banten, 6 Februari lalu, berbuntut lahirnya peraturan daerah yang diskriminatif. Peraturan itu muncul dari Jawa Timur dan Jawa Barat. Kedua gubernur itu sama-sama menerbitkan peraturan yang melarang aktivitas Ahmadiyah.

    Ketua Umum Pengurus Besar, atau kerap disebut Amir Nasional JAI, Abdul Basit, heran dengan munculnya peraturan daerah yang dinilai tidak jelas itu. “Apa yang dimaksud aktivitas?” katanya saat ditemui di Kantor Pusat JAI di Kompleks Kampus Mubarok di Kemang, Parung, Bogor, Jawa Barat, Rabu lalu. Dia menampik penilaian bahwa aktivitas Ahmadiyah telah mengganggu ketertiban. “Aktivitas kami, ya, hanya salat di masjid,” ujarnya.

    Basit, yang sejak lahir menganut paham Ahmadiyah, telah empat periode memimpin organisasi keagamaan yang berpusat di London, Inggris, ini. Basit menjadi Amir Nasional sejak 2002. Warga Bandung, Jawa Barat, ini menempa ilmu agama sejak kuliah di Rabwah, Pakistan. Basit meneruskan peran ayahnya, yang juga mubalig di Ahmadiyah. Namun karier Basit lebih moncer ketimbang sang ayah. Bapak lima anak ini pernah mengemban tugas dakwah di Thailand, Malaysia, Singapura, dan Inggris.

    Kini Basit dan keluarganya tinggal di Kantor Pusat Jemaat Ahmadiyah Indonesia di kompleks seluas 3,5 hektare itu. “Sebagian besar pengurus besar tinggal di kompleks ini,” katanya. Dari kawasan yang sepi, indah, dan asri ini Basit memimpin jemaahnya. Salah satunya, menyelesaikan persoalan yang membelit jemaah belakangan ini.

    Di ruang guest house, Basit ditemani mubalig lokal Rakeeman R.A.M. Jumaan, mubalig lokal Naib atau Wakil Amir Mirajudin Sahid, serta anggota staf redaksi buletin Darsus, Sukma Fadhal Ahmad, menuturkan perasaan dan sikap Jemaat kepada Akbar Tri Kurniawan dan fotografer Yosep Arkian dari Tempo. Suguhan yang menghangatkan pagi itu berupa teh tarik ala Pakistan dan beberapa kudapan. Obrolan berakhir di meja makan untuk santap siang dengan menu kare India, irisan buncis dan wortel, serta sambal.

    Belakangan ini beberapa pemerintah daerah menerbitkan peraturan daerah melarang aktivitas Ahmadiyah. Bagaimana tanggapan Jemaat Ahmadiyah Indonesia?

    Kami mendapat penjelasan dari kantornya Bang Buyung (pengacara senior Adnan Buyung Nasution, yang mengonsep Surat Keputusan Bersama 3 Menteri tentang Ahmadiyah) bahwa tidak ada pembekuan. Okelah itu ranah hukum. Ketika (SKB) ini diambil sebagai bahan rujukan untuk melarang Ahmadiyah, sudah jauh menyimpang. Seperti (peraturan daerah) yang di Jawa Timur dan lainnya, kurang-lebih sama isinya: “Dilarang beraktivitas”. Itu pun tidak jelas aktivitas itu. Seingat kami, warga kami ini, di masjid, ya, ibadah. Salat lima waktu. Pas Jumat, ya, jumatan, tadarus kalau ada. Apa yang mesti dilarang? Saya heran. Padahal jelas perintahnya “Hai manusia, beribadahlah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu.” Disuruh beribadah. Kenapa melarang itu, apa yang tidak boleh?
    Ada tanggapan lain?

    Kami ini masih berbadan hukum. Sudah lama (ada). Tidak ada pembubaran dan pelarangan. Lalu, atas dasar apa kami dilarang? Makanya belum jelas, banyak pernyataan dari Menteri Dalam Negeri memicu protes. Bukan dari kita, tapi pakar hukum. Yang tidak boleh itu apa? Kalau tidak salah, Mendagri bilang ibadah tidak dilarang. Tapi di berbagai tempat, di daerah kecil tidak boleh. Jadi, yang begini-begini efeknya, susahnya nanti sesuka-sukanya. Ada aparat desa, aparat kecamatan melarang semua. Rujukannya ke situ, karena di situ dituliskan segala aktivitas.
    Aktivitas apa yang tidak boleh?

    Makanya kita harus merujuk SKB yang dibuat bareng. Kita lihat di lapangan ini banyak orang tidak tahu SKB. Pemerintah tidak paham, jadi begitulah. Kita selalu sosialisasikan bahwa itu (SKB) harus cermat dibaca. Sehingga bisa menarik kesimpulan mana yang boleh dan tidak boleh. Kalau hanya aktivitas saja, kan bisa disalahartikan. Yang namanya ibadah kan bukan aktivitas.
    Organisasi harus bersosial, tapi kami tidak boleh beraktivitas. Ini rancu. Ada satu larangan dalam surat di Jawa Barat, kami tidak boleh memakai atribut JAI. Di Jawa Timur juga begitu. Tapi kami ini ikut peraturan berorganisasi oleh negara bahwa organisasi yang berbadan hukum harus memasang papan nama organisasi massa. Bahkan kalau kantor pusat ukurannya berapa, kalau di cabang berapa, disebutkan, begitu aturannya. Ketika ada larangan itu, mereka sendiri yang mau menurunkan, silakan saja!
    Waktu di DPR, Anda dan anggota Dewan bersepakat lebih banyak menggelar dialog di pusat dan daerah. Apakah dialog juga dilakukan di tingkat bawah?

    Selama ini kita hampir tidak pernah diajak (dialog), di mana-mana. Jadi seolah-olah pemutusan sepihak. Jadi begini, ini kan ada dua. Satu ranah hukum dan ranah teori. Di daerah-daerah, kami hampir tidak pernah diajak dialog. Tampaknya mereka ini di sana-sini memutuskan begitu. Ya, kita mau apa dengan yang begini. Kemarin dengar pendapat (dengan DPR) kami tidak bisa menjelaskan keseluruhan. Makanya, salah satu opsi yang kita ajukan, ajaklah kami berdialog. Karena, ketika kita mempunyai tindakan yang sama, hukum yang sama, Al-Quran dan Sunnah, kalau ada perbedaan lebih senang kita berdialog. Nanti akan ketemu titik temunya di mana, akan lebih mengerucut dan lebih jelas. Tapi kalau sudah diketok, tidak usah (dialog), susah juga kita. Kalau begitu, bangsa ini akan menjadi bangsa yang jumud.
    Bagaimana Ahmadiyah di negara tetangga?

    Kalau di Malaysia, kami tidak dianggap orang Islam. Tapi di sana hukum berjalan tegas. Ya, sudahlah. Kami tidak pernah dilarang, apalagi untuk beribadah, mengadakan pertemuan tahunan. Tidak pernah seperti itu. Selama kita beraktivitas di tempat sendiri, kadang kita sewa untuk berkumpul. Di sana polisi tegas. Jadi, kalau ada apa-apa, misalnya ada yang mau protes merusuhi, polisi langsung bertindak. Saya lama di sana. Kalau kami mengadakan acara begini-begini, oke. Lapor biasa saja, acaranya apa, oke, jalan. Tidak ada yang mau mengusik kita, merusak. Mereka mengatakan tegas, “Polisi itu urusannya keamanan. Urusan keyakinan bukan urusan kami (polisi).” Ini kan masalah keyakinan, tidak bisa digunakan hukum positif. Dipaksakan tidak bisa. Urusan negara adalah urusan ketertiban. Urusan keimanan, nanti hisabnya dengan Allah SWT.
    Kami ini tersebar di 180 negara, di Eropa, Afrika. Kami tidak akan bertentangan di Barat dan di mana-mana. Selama mereka warga negara dari satu negara, kami wajib taat pada hukum negara.
    Bagaimana JAI memproses badan hukum?

    Lancar saja. Tidak ada apa-apa, akhir-akhir ini saja setelah reformasi. Kami memproses badan hukum tahun 1953. Ada dokumennya.
    Daerah mana yang luwes menerima keberadaan Ahmadiyah?

    Yogyakarta, Jawa Tengah, itu sangat terbuka, sudah puluhan tahun bergaul dengan masyarakat. Di daerah-daerah seperti Papua, Sulawesi Utara, daerah-daerah yang masyarakatnya majemuk. Rata-rata yang keras itu di daerah Jawa Barat.
    Bagaimana hubungan Jemaat dengan warga sekitar?

    Biasa saja. Seperti di Manis Lor (Kuningan), lurahnya saja dari kita. Di perbatasan Garut dan Sukabumi juga banyak warga Ahmadiyah. Mereka menyatu ikut membangun desa. Ada yang jadi guru di berbagi bidang, macam-macam. Di Wonosobo biasa-biasa saja. Yang merusuhi tanah-tanah kita, ya, orang-orang dari luar daerah itu. Kita kalau membangun apa-apa, ya, mendahulukan orang di sekitar untuk bekerja.
    [Naib Amir Mirajudin Sahid menambahkan: Di Banjarnegara, lurah dari Ahmadiyah diangkat sampai empat kali. Awalnya memang dihujat karena Ahmadiyah.]
    Bagaimana menyikapi peraturan daerah itu?

    Saya hormati itu semua. Saya selalu menganjurkan kepada warga Ahmadiyah, coba pelajari dulu itu (peraturan daerah), terus dari situ teruskan seperti ibadah. Sikapi dengan bijaksana dan teruskan aktivitas seperti biasa, karena kami selama ini tidak pernah melanggar undang-undang. Aktivitas kami baik secara institusi sekalipun, dari dulu. Dan Anda bisa lihat track record kami di berbagai negara. Kami tidak pernah ada sesuatu yang melanggar hukum. Makanya, di awal saya mengatakan: coba saja aktivitas kami ini apa selain tarbiyah (belajar) itu saja. Karena itu, apa pun larangannya, kita terus jalan saja. Masak, ketika di jalan kami tidak boleh ibadah.
    Apa yang dikhawatirkan dari peraturan daerah itu?

    Aturan ini sering disalahgunakan. Makanya diprotes oleh pakar hukum. Dengan begini, akan seenaknya main hakim sendiri, ini sekte atau apa. Ada kejadian di beberapa tempat. Ada satu tempat di Palu, di sana ada beberapa keluarga Ahmadiyah, mendirikan musala, ukurannya kecil. Tiap hari ya biasa salat lima waktu, belajar mengaji, anak-anak. Lalu datang aparat dari desa, melarang kami memakai musala, ibadah (diminta) di rumah saja. Kayak model-model seperti itu. Yang kami tangkap, seluruh aktivitas tidak boleh.
    Apakah akan menguji secara hukum perda itu ke Mahkamah Konstitusi?

    Kalau memungkinkan, kenapa tidak? Kan peraturan itu berkategori (hierarki), jadi bisa di-judicial review di Mahkamah Konstitusi atau Mahkamah Agung. Yang begini-begini kami usahakan. Dan ini kami limpahkan ke kuasa hukum, ada Lembaga Bantuan Hukum. Kami juga berkonsultasi dengan Adnan Buyung Nasution. Yang kami tuntut mungkin satu saja. Advokasi kami terus jalan. Jadi, tidak akan semua perda kami ajukan. Cukup satu saja, bisa Jawa Timur dan Jawa Barat, ini masih proses.
    Tindak kekerasan sudah sering, bagaimana Anda menyiapkan mental keluarga?

    Ya, saya yakin hukum masih ditegakkan. Soal keamanan dan ketertiban segera dikoordinasikan dengan aparat. Itu saja. Kan masih ada Allah SWT. Secara pribadi, kami tidak melanggar apa-apa. Jadi, apa yang harus kami takutkan?
    Ada instruksi khusus kepada jemaah menghadapi situasi yang berkembang seperti ini?

    Kami anjurkan untuk banyak berdoa, percaya kepada Allah, ancaman ini serahkan kepada aparat polisi atau tentara. Kalau kita tidak melapor, kita juga salah. Jangan mengambil hukum di tangan sendiri. Jadi, kalau dibilang bentrok, tidak ada bentrok. Kita yang diserang. Ini kan disorot dunia internasional.
    Anda berusaha meraih simpati masyarakat internasional?

    Tidak usah kami sebarkan, berita ini sudah menyebar. Kami tak perlu ngomong, orang lain tahu. Kan banyak yang protes ke kedutaan. Selain itu, ada juga lembaga Amnesty International. Kemudian banyak lagi non-governmental organization yang sangat concern terhadap hal-hal seperti ini. Jadi, kami tidak minta, mereka mencari sendiri.
    Misi apa yang menjadi fokus dari Ahmadiyah pusat?

    Kalau di sini, kami banyak resistensi. Untuk izin rumah sakit kesehatan, susahnya setengah mati. Kalau di negara Afrika, malah pemerintah yang menyediakan tanahnya. Rumah sakit dan sekolah kami banyak di Afrika. Di sana kami masuk pada 1930-an. Waktu itu Afrika sangat terbelakang. Karena hasilnya bagus, resistensi kepada kita kurang. Di sana kami juga menyediakan air minum, solar cell, itu kita buat. Tapi tidak cari untung. Di negara berkembang juga banyak permasalahan kesehatan mata, kami datangkan pakar-pakarnya.
    Di Indonesia?

    Kami belum sampai situ, karena masih (ada) resistensi. Paling cuma sekolah, itu pun beberapa diganggu. Kalau membuka, pasti bisa. Bukan untuk bangga, tapi kami ingin bisa berbuat sesuatu untuk bangsa ini. Kita mau mendirikan klinik di depan kompleks ini saja susahnya setengah mati.
    Ketika mengadakan kegiatan sosial, JAI tidak menyebutkan nama?

    Lihat kondisinya. Ada yang bergabung dengan Fatayat NU. Contohnya, ketika ada (kegiatan) Go Green, kami siapkan 125 ribu bibit di berbagai tempat, wakil pemerintah juga datang. Kami juga meminta setiap orang Ahmadiyah menanam itu.
    Tidak usah jauh-jauh, kami itu organisasi terbesar yang melakukan donor mata di Indonesia. Sehingga Ketua Bank Mata Jakarta mengatakan, kalau tidak ada Ahmadiyah, ini sudah bangkrut. Donor darah juga termasuk nomor dua organisasi yang menyumbangkan. Tanya saja ke Palang Merah Indonesia Manis Lor, Kuningan. Berapa banyak yang rutin donor darah. Sampai-sampai, kalau orang kekurangan darah, datang ke Manis Lor, tidak usah bayar, kami siap. Rutin kami adakan donor darah dan mata.
    Berapa yang sudah mendonorkan mata?

    Kami targetkan 10 ribu donor, sekarang sekitar 6.000. Kapan pun kalau meninggal dan mendonorkan mata, silakan saja diambil. Ini anjuran, amal jariyah.
    Bagaimana perjalanan Ahmadiyah selama ini?

    Semua ada plus-minusnya. Tapi warga Ahmadiyah menilai zaman Sukarno oke. Keadaan masyarakatnya lebih santun. Saya sudah 60 tahun hidup di sini. Sejak kecil saya hidup di Garut. Teman akrab saya itu dari NU, Muhammadiyah, dan Persis. Tetapi tidak ada itu mencerca. Hampir semua datang ke rumah berdialog. Orang NU yang mendirikan IAIN Sunan Gunung Jati itu akrab dengan ayah saya. Jadi, hampir tidak ada mencerca. Mereka santun. Bisa berbeda tetapi tetap bermasyarakat. Kalau zaman Soeharto, tahu sendiri penegakan hukumnya, tidak usah cerita lagi, semua tahu (tertawa). Sekarang ini, ya, begini.
    Cerita miris seperti apa lagi yang dialami Ahmadiyah sekarang?

    Ada satu kejadian di Manis Lor, warga Ahmadiyah yang mau menikah ditolak oleh Kantor Urusan Agama. Di Lombok, ketika warga Ahmadiyah mengungsi, tidak diberi kartu tanda penduduk. Sampai anak-anaknya mau bersekolah, susah; mau ke puskesmas, susah. Jadi, alasannya macam-macam. Kualitas aparat di daerah ini tidak bisa membedakan dirinya sebagai aparat yang digaji dengan duit pajak. Warga Ahmadiyah juga bayar pajak. Jadi, bias pribadinya ikut, bukan sebagai pelayan. Itu kan hak sipil, warga Ahmadiyah adalah warga Republik Indonesia.
    Yang dilarang menikah jadinya tetap menikah tanpa hukum negara?

    Tidak. Kami cari KUA yang mau. Pergi ke kecamatan tetangga, minta nikah.
    Kalau yang tidak diberi KTP?

    Ya, bingung. Kalau kita mau diusir, ya, pasti pemerintah bakal repot dan ribut sendiri.
    Apa kegiatan Anda?

    Kalau pagi-pagi, ya, saya cek surat, e-mail, lalu membalasnya. Kalau keluar, ya, paling kunjungan ke daerah. Saya sudah sebulan lebih tidak keluar karena situasi seperti ini. Sekali kunjungan bisa seminggu. Banyak daerah yang perlu dikunjungi. Kami selalu berhubungan dengan Khalifah di London. Kalau tidak pagi, ya, sore. Kantor pusatnya itu mengikuti Khalifah. Di mana Khalifah berada, di situlah kantor pusatnya. Kebetulan sekarang ada di London.
    Apa perintah Khalifah atas kejadian di Cikeusik?

    Banyak berdoa, tingkatkan ibadah, hubungan umat harus ditingkatkan. Jalin hubungan dengan masyarakat, termasuk pemerintah. Kan banyak informasi yang salah dan harus dibenarkan. Selalu bersikap santun.
    Apa hikmah dari peristiwa Cikeusik?

    Kami bisa lebih dewasa. Anggota kami juga lebih khusyuk ibadahnya, lebih banyak berdoa. Tarbiyah itu ada yang singkat dan lambat. Dengan kejadian ini, orang-orang kami makin kuat, lebih solid persaudaraannya. Di Afrika Barat, kami mempunyai Rumah Misi. Ini sebutan kami, yang isinya ada masjid, kompleks perumahan, sekolah, perpustakaan. Ada kiai yang datang ke rumah mubalig kami. Video Cikeusik itu diputar, entah mereka dapatkan dari mana, kan itu sudah tersebar di YouTube. Tidak sampai satu menit, kiai itu mengatakan “stop-stop”. Inilah Ahmadiyah yang sedang dibunuh. Lalu kiai mengatakan, “Apakah ini orang Islam, dan mereka melakukan pembunuhan ini atas nama Islam dan Rasulullah dan Allah SWT?”
    Anda menonton video Cikeusik?

    Saya tidak berani. Sangat sadis sekali. Apa Islam seperti ini? Tapi (tahu) dari berita dan cerita, dan saya berjumpa dengan yang jadi korban dan saksi.
    Apa yang Anda lakukan saat peristiwa itu terjadi?

    Pada saat kejadian itu, saya tidak tidur tiga hari. Mencari tempat untuk mengungsikan (jemaah). Kita meminta tolong ke LBH, menolong dan mengeluarkan yang terkurung. Bagaimana memberi konseling untuk anak-anak yang melihat. Ini sangat traumatik. Kami pindahkan terutama ibu dan anak-anak. Sekarang kami kosongkan.
    Anda menjadi amir sudah berapa periode?

    Empat kali saya terpilih sejak 2001. Satu periode tiga tahun. Kita ini ada majelis syura tingkat nasional. Musyawarah nasionalnya setiap tahun, tapi untuk pemilihan ketuanya tiga tahun sekali. Setelah dipilih, dikirim ke pusat disetujui atau tidak.
    BIODATA

    NAMA: Abdul Basit

    KELAHIRAN: Bandung, 16 April 1951

    ISTRI: Musliwati (punya lima anak)

    PEKERJAAN:

    Amir Nasional Jemaat Ahmadiyah Indonesia
    PENDIDIKAN:

    Jamia Ahmadiyya Rabwah Pakistan
    PENGALAMAN:

    Mubalig Ahmadiyah di Sumatera Utara dan Aceh (1981-1985)
    Mubalig Ahmadiyah di Bangkok, Thailand (1985-1987)
    Mubalig Ahmadiyah di Kuala Lumpur, Malaysia (1988-1997)
    Mubalig Ahmadiyah di Yogyakarta dan Jawa Tengah (1987)
    Mubalig Ahmadiyah di London (1996)
    Mubalig Ahmadiyah di Johar, Singapura (1997-2001)
    Mubalig Ahmadiyah di Kemang, Bogor (2001-sekarang)
    Tak Surut oleh Ancaman

    Kantor Pusat Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) tepat berada di depan Pos Polisi Lalu Lintas Pondok Udik, Kemang, Bogor, Jawa Barat, di Jalan Raya Parung Kilometer 27. Kantor ini dari luar terlihat sepi, dengan pohon-pohon rindang. Terdapat jalan aspal yang lebarnya hanya cukup satu mobil. Ujung jalan itu adalah gerbang hijau tinggi menyambung dengan pagar yang menjalar panjang menutupi kompleks.

    Kompleks ini terkesan tertutup. Tak ada satu papan nama pun yang menunjukkan bahwa kompleks tersebut merupakan pusat kegiatan JAI, yang kini ruang geraknya terus dipersempit oleh masyarakat dan beberapa pemerintah daerah.

    Masuk ke kompleks, suasana sepi meruap. Lahan seluas 3,5 hektare ini masih banyak yang kosong. Hanya ada tiga gedung dan beberapa puluh rumah. Tapi penataan bangunan rapi dan asri. Aktivitas warga Ahmadiyah di dalam gedung pun cukup riuh. “Berjalan seperti biasa,” ujar Amir Nasional JAI, Abdul Basit. Warga Ahmadiyah tetap menjalankan aktivitas dan bebas keluar rumah. “Saya masih tinggal di luar kompleks,” kata Rakeeman R.A.M. Jumaan, mubalig lokal.

    Beberapa siswa Jamiah Ahmadiyah berjalan santai di antara halaman. Pegawai di gedung sekretariat lebih sibuk lagi. Menurut Basit, mereka mengerjakan penulisan buletin, siaran, dan dokumentasi tentang ajaran Ahmadiyah. Salah satu yang sedang dikerjakan adalah menerjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Jawa. “Ahmadiyah menargetkan terjemahan 100 bahasa,” katanya. Yang sudah dikerjakan baru 80 bahasa, di antaranya Sunda, Cina, Rusia, Jerman, dan Belanda.

    Rakeeman mengatakan, di kompleks ini terdapat 200 orang. Saat azan zuhur, sebagian besar berbondong-bondong ke masjid untuk salat berjemaah. Tua, dewasa, remaja, hingga anak-anak salat bersama hingga tiga saf. Mereka tak memperlihatkan wajah ketakutan kendati hidupnya terus terancam. “Anak-anak tetap sekolah,” kata Basit. AKBAR TRI KURNIAWAN

  7. Ujang berkata

    gue cape baca komen orag ahmadih diatas. ya gue lewatin aje. abis pnjang banget persis kayak pesakitan yg lagi ngebaca naskah pembelaan dirinye didepan majelis hakim biar hukumannya ringan.

    stuju sama artikel diatas dan @hotma, bubarin ahmadyah biang rusuh di indonesia.

  8. Sengak berkata

    kecuali komen ahmadi tengik no.2, 5 & 6.
    selebihnya saya stuju dg semua komentator diatas,
    bubarkan islam palsu ahmadiah,
    atau
    bebaskan musaddek & lia eden & nabi2 palsu lainnya dr penjara.
    & marilah kita beramai ramai menistakan agama2 sesuka hati kita.

  9. Hotma berkata

    Muhammad berkata
    13/03/2011 pada 14:41

    @Pengamat Aliran Sesat
    @Hotma
    @Abu Nabil
    @Juhaiman79

    Tulisan-tulisan kalian menampakkan ketidak-tahuan tentang Ahmadiyah, atau kalian memperoleh informasi yang salah dan penuh fitnah tentang Ahmadiyah dari mereka yang membenci Ahmadiyah. Bahkan, kalian tidak tahu apa itu essensi agama Islam yang damai, suci-murni, indah, toleran terhadap sesama manusia, ta’at dan berserah diri hanya kepada Allah SWT semata. Oleh karena itu, saya sarankan kepada kalian untuk kembali kepada ajaran Rasulullah SAW dan Al Quran.

    Saudara @Muhammad
    Tks. Tp sy seorang non-muslim. Sy hny memandang mslh ahmadiyah ini dr sudut hukum & keadilan melalui kacamata seorang non-muslim. Krn dlm Kristen juga ada pemahaman-pemahaman sesat yg menyimpang dari iman Kristen.

    God Bless U All.

  10. Muhammad berkata

    @Ujang & Sengak

    Kalau hanya mengaku-ngaku beragama Islam, tetapi tidak tahu essensi Islam, maka tulisannya akan seperti tulisan kalian. Gampang menuduh orang pesakitan, tengik, bubarkan Ahmadiyah, biang rusuh dan menistakan agama. Padahal, justru yang menistakan agama itu adalah orang-orang semacam kalian. Hobby dalam menyatakan kata-kata kotor yang tidak pernah diajarkan oleh Allah Yang Maha Suci yang tertulis di dalam Kitab Suci Al Quran, As-Sunnah dan Hadits Nabi Suci Muhammad SAW.

  11. Gicelle berkata

    SEKTE SESAT SAKSI YEHOVAH JAUH LEBIH MERESAHKAN DIBANDING ALIRAN SESAT AHMADIYAH!

    Sekte Saksi Yehovah (atau Saksi-Saksi Yehuwa disingkat SSY) adalah aliran sesat dlm agama Kristen yang sering secara terbuka mengaku sebagai ‘Siswa-Siswa Alkitab’ namun juga sering mengaku sebagai ‘Kristen’, namun ajarannya sebenarnya bertentangan jauh dari prinsip kekristenan. Sekte sesat “kristen” ini lebih jauh lebih agresif dibanding kelompok aliran sesat Ahmadiyah yg mendompleng pada Islam. Kalau Ahmadiyah menjadikan umat Islam yg masih “lugu” di pelosok pedesaan sebagai target penyesatan, maka sekte Saksi Yehovah bahkan lebih agresif dan lebih brutal lagi. Mereka cenderung berpraktek melalui KUNJUNGAN DARI RUMAH-KE-RUMAH! Sekalipun SSY juga menyiarkan keyakinan mereka pada penganut agama lain, namun MISI MEREKA MEMANG DIUTAMAKAN MENDATANGI UMAT KRISTEN YANG SUDAH BERGEREJA. Mereka sangat agresif mendatangi orang-orang di rumah mereka dan telah menimbulkan keresahan di kalangan umat beragama umumnya terutama umat kristiani. Pada tahun 1976 melalui SK Jaksa Agung R.I., kegiatan mereka sudah dilarang. Tetapi melalui SK Jaksa Agung RI pula, pada tanggal 1 Juni 2001, SK tahun 1976 itu dicabut sehingga sekarang SSY dapat bergerak menyebarluaskan ajaran sesatnya secara leluasa.

    Sekte sesat Saksi Yehovah ini jauh lebih agresif dan lebih brutal dalam menyesatkan umat yg sudah beragama dibanding dgn kelompok sesat Ahmadiyah. Namun kenapa SK pelarangannya justru malah dicabut?

    Mengapa pemerintah lebih perduli pada umat Islam dan mengeluarkan SKB 3 Menteri utk melarang kelompok sesat Ahmadiyah yg target penyesatannya di desa-desa, akan tetapi MEMBIARKAN sekte Saksi Yehovah yg menyesatkan umat Kristiani dgn cara lebih brutal lagi karena MASUK DARI RUMAH KE RUMAH?

    Lupakah pemerintah bhw kami umat Kristiani juga warga negara Indonesia yg mempunyai hak yg sama dengan saudara-saudara umat muslim dlm hal perlindungan agama dari penodaan dan penistaan?

  12. Muhammad berkata

    Hotma berkata

    13/03/2011 pada 21:12

    Saudara @Muhammad
    Tks. Tp sy seorang non-muslim. Sy hny memandang mslh ahmadiyah ini dr sudut hukum & keadilan melalui kacamata seorang non-muslim. Krn dlm Kristen juga ada pemahaman-pemahaman sesat yg menyimpang dari iman Kristen.

    God Bless U All

    #######

    Syukurlah, Anda mengakui bahwa Anda seorang non-Muslim. Tetapi, kalau Anda melihat dari sudut pandang hukum & keadilan, maka Anda harus melihat dari perspektif konstitusi NKRI (UUD 1945), UU HAM, Pancasila & Bhineka Tunggal Ika, karena founding fathers kita mendirikan NKRI bukan sebagai negara agama.

    Dalam menyikapi Ahmadiyah sebaiknya menggunakan dalil Gus Dur, “Orang itu ndak usah membela Tuhan karena Tuhan ndak perlu dibela. Tuhan itu bisa bela dirinya sendiri kok. Kalau memang Ahmadiyah itu salah biar Tuhan yang menghakimi. Artinya kita secara fisik di dalam berbangsa dan bernegara tidak boleh mencaci-maki dan melakukan kekerasan terhadap orang lain.”

    Kalau Anda pernah membaca Al Quran, pasti Anda akan menemukan ayat ini, “.., dan barangsiapa sesat, maka kesesatan itu hanya atas dirinya. Dan, tiada pemikul beban akan memikul beban orang lain.” (QS Bani Israil 17:16) Ayat semacam ini ada juga di dalam Bible, tetapi saya lupa lagi di PL atau di PB, yang maksudnya tiada dosa yang dapat diwariskan.

  13. Muhammad berkata

    Gicelle berkata

    13/03/2011 pada 21:20

    SEKTE SESAT SAKSI YEHOVAH JAUH LEBIH MERESAHKAN DIBANDING ALIRAN SESAT AHMADIYAH!

    #######

    Tidak pantas Anda menulis Aliran Sesat Ahmadiyah, karena di dalam Al Quran & Hadits, Allah dan Nabi Muhammad SAW menyatakan bahwa yang sesat itu adalah kaum Nasrani/Kristen.

    Tetapi, kalau Anda sedang menunggu-nunggu The Second Coming of Jesus Christ, maka silahkan datang ke masjid JAI, tentu Anda akan mendapatkan penjelasan yang benar.

  14. Hotma berkata

    @Muhammad
    Dr tulisan anda trnyt anda seorang pengikut ahmadiyah. Walaupun kita sama sama non-muslim tp sy tdk setuju anda mengganti hukum dan konstitusi negara dgn pandangan seorang Gus Dur utk pembenaran aksi pelecehan agama yg dilakukan olh sekte ahmadiyah yg sesat.

    He he.. lucu.

    Kami umat Kristiani sngt bersimpati kpd umat Islam yg tlh dinodai agamanya. Krn kami juga mengalami nasip serupa spt yg diprotes oleh sister Gicelle diatas.

    GBU

  15. Hotma berkata

    @Muhammad


    Tetapi, kalau Anda sedang menunggu-nunggu The Second Coming of Jesus Christ, maka silahkan datang ke masjid JAI, tentu Anda akan mendapatkan penjelasan yang benar.

    Sy menyarankan anda mengganti nama anda (jangan Muhammad), dan kata ‘masjid’ sebaiknya diganti dgn’’rumah ibadah’. Hal ini tdk penting bagi sy, tp penting bg ahmadiyah spy umat Islam tdk semakin merasa dilecehkan.

    GBU

  16. Hotma berkata

    Sy td berkeliling blog ini & membaca tulisan tulisan anda. Nampaknya anda punya kebenaran versi anda sendiri ya. Pandangan seluruh manusia didunia ini salah semua & yg benar hny pandangan anda & Ahmadiyah saja. Sebuah perilaku kurang etis yg persis sama dgn sekte sesat SSY yg menempel pada Kristen.

    Kl anda tdk merubah sifat buruk itu nnti anda semakin terkucil & dibenci bukan hny oleh umat Islam saja, tp oleh slrh umat manusia di dunia. Akhirnya anda & ahmadiyah hny bisa hidup di sebuah pulau terpencil yg terisolir dr slrh umat manusia. Sadarlah.

    GBU

  17. Muhammad berkata

    @Hotma

    Setiap agama atau sekte di dalam agama, termasuk sekte/agama Anda berhak untuk mengatakan bahwa dirinya yang benar. Dan, itu bukanlah perilaku kurang etis atau sifat buruk, tetapi merupakan kalimat keyakinan.

    Di dalam Kristen, ada ucapan Yesus yang bunyinya, “Aku-lah hidup, Aku-lah kebenaran, barangsiapa yang tidak mengikuti Aku, maka tidak akan sampai kepada Bapak.” Apakah ini ajaran tidak etis atau sifat buruk?

    Di dalam Islam juga, ada ayat suci yang bunyinya mirip, “Barangsiapa mencari agama selain Islam, sesungguhnya mereka tidak akan mendapatkan apa-apa, bahkan di akhirat nanti, mereka akan termasuk orang-orang yang merugi.” Apakah ini ajaran tidak etis atau sifat buruk?

    Oleh karena itu, kalau Anda tetap pada keyakinan Anda, silahkan. Saya pun akan tetap dengan keyakinan saya yang berbeda dengan keyakinan Anda dan/atau umat Islam lainnya. Yang paling penting, kita harus saling menghormati keyakinan masing-masing, tanpa harus mencaci-maki, menghujat dan/atau melakukan tindakan kekerasan satu-sama lain.

    Di dalam Islam ada ajaran bahwa kebenaran itu hanya satu, tetapi ada juga ayat yang bunyinya, “Bagimu agamamu, bagiku agamaku.” Itulah sikap toleran yang harus dilakukan oleh umat Islam terhadap penganut agama-agama lain atau sekte-sekte lain di dalam Islam.

  18. Muhammad berkata

    Hotma menulis:

    Dr tulisan anda trnyt anda seorang pengikut ahmadiyah. Walaupun kita sama sama non-muslim tp sy tdk setuju anda mengganti hukum dan konstitusi negara dgn pandangan seorang Gus Dur utk pembenaran aksi pelecehan agama yg dilakukan olh sekte ahmadiyah yg sesat.

    He he.. lucu.

    Muhammad menjawab:
    Saya seorang panganut Ahmadiyah, Jemaat Muslimin atau Islam Sejati, bukan non-muslim. Ahmadiyah tidak melakukan pembenaran aksi pelecehan agama Islam, bahkan Ahmadiyah sedang mensucikan umat Islam sudah yang terkontaminasi oleh dunia politik Arabisme. Pandangan Gus Dur sudah sesuai dengan hukum dan konstitusi. Lebih lucu lagi, seorang Kristen yang sudah dinyatakan sesat di dalam Islam (Al Quran & Hadits), mengatakan sesat kepada Ahmadiyah (Jemaat Islam Sejati).

    Hotma menulis:
    Kami umat Kristiani sngt bersimpati kpd umat Islam yg tlh dinodai agamanya. Krn kami juga mengalami nasip serupa spt yg diprotes oleh sister Gicelle diatas.

    Muhammad menjawab:
    Kalau begitu, Anda harus belajar lagi tentang Tuhan Yang Maha Esa dan Yang Maha Kuasa yang tidak perlu dibela oleh mereka yang dianggap penoda agama, karena yang ada hanyalah perbedaan penafsiran saja. Apakah tidak etis atau sifat buruk bila Anda merasa yang benar dan SSJ Anda anggap menodai agama Anda? Padahal SSJ juga merasa bahwa SSJ yang benar? Kalau mengikuti hawa nafsu, tidak menyerahkan keyakinan masing-masing kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, maka perang antar umat beragama akan terus berlangsung.

    Hotma menulis:
    Sy menyarankan anda mengganti nama anda (jangan Muhammad), dan kata ‘masjid’ sebaiknya diganti dgn’’rumah ibadah’. Hal ini tdk penting bagi sy, tp penting bg ahmadiyah spy umat Islam tdk semakin merasa dilecehkan.

    Muhammad menjawab:
    Terima kasih atas saran Anda, tetapi saya meyakini bahwa Ahmadiyah tidak melecehkan umat Islam, karena Tuhan kami sama yaitu Allah Yang Pemurah lagi Maha Penyayang, kitab suci kami sama yaitu Al Quran, kiblat kami juga sama yaitu Ka’bah yang ada di Mekkah, nabi kami juga sama yaitu Nabi Muhammad SAW, Rukun Islam dan Rukun Iman kami juga sama, tempat ibadah kami untuk shalat berjamaah juga sama yaitu masjid, shalawat dan shalat kami juga sama.

    Perbedaannya adalah, umat Islam masih menunggu-nunggu Imam Mahdi, sedangkan Jemaat Ahmadiyah, pendirinya adalah Imam Mahdi yang juga The Promised Messiah atau The Second Coming of Jesus Christ yang juga sedang ditunggu-tunggu oleh umat Kristiani. Saran saya, jangan dulu Anda turut menolak dan mencemoohkan Ahmadiyah. Tetapi sering-seringlah datang ke masjid JAI yang dekat dengan rumah Anda dan diskusilah dengan muballigh Ahmadiyah secara baik, tentu Anda akan mendapatkan penjelasan yang benar tentang The Second Coming of Jesus Christ atau The Promised Messiah. SILAHKAN.

  19. Hotma berkata

    He..he.. yg mengatakan Ahmadiyah sesat dan bukan Islam itu bukan kami umat Kristen, tapi umat Islam di seluruh dunia.

    Lucu juga anda ini :)

  20. Hotma berkata


    Oleh karena itu, kalau Anda tetap pada keyakinan Anda, silahkan. Saya pun akan tetap dengan keyakinan saya yang berbeda dengan keyakinan Anda dan/atau umat Islam lainnya. Yang paling penting, kita harus saling menghormati keyakinan masing-masing, tanpa harus mencaci-maki, menghujat dan/atau melakukan tindakan kekerasan satu-sama lain.

    Mnrt konstitusi negara (UUD’45), Kebebasan beragama & berkeyakinan tdk sama dgn penodaan agama. Dlm menikmati kebebasan beragama & berkeyakinan, setiap warga negara dibatasi oleh konstitusi UUD45 & dilarang menafsirkan pemahaman agama yg sdh ada dgn penafsiran baru ala penafsiran kita sndri. Batasan konstitusi tsb dijelaskan dlm UU yg melarang siapapun utk menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum utk melakukan penafsiran ttg sesuatu agama yg utama di Indonesia atau melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan-kegiatan agama itu. Jadi kita dilarang membuat penafsiran dan kegiatan yg menyimpang dari pokok-pokok ajaran sebuah agama yg sdh ada.”

    Itulah butir butir Konstitusi yg dilanggar oleh aliran sesat Saksi Yehovah dan Ahmadiyah.

  21. Hotma berkata

    Kami umat Kristen sdg mengupayakan agar pemerintah mengeluarkan SK pembubaran aliran sesat Saksi Yehovah (SSY). Sebuah tuntutan yg sama dgn yang dituntut oleh umat Islam thd aliran sesat Ahmadiyah. Memang kami umat Kristen senasib dgn umat Islam, yaitu sama sama diganggu oleh aliran sesat yg menyebarkan pemahaman menyimpang dr ajaran agama kami. Dalam beberapa kali pertemuan rapat di gereja, kami umat Kristen menganalogikan Saksi Yehovah (SSY) sama dgn Ahmadiyah pada kasus yg menimpa umat Islam, yaitu sama sama aliran sesat.

    GBU

  22. Hotma berkata

    Inilah Artikel Kabarnet tentang tragedi yg dialami Umat Islam, yang ternyata adalah juga tragedi yang sama dan sudah lama dialami oleh umat Kristen dlm kasus penodaan agama Kristen oleh aliran sesat Saksi Yehovah (SSY):

    KEBEBASAN BERAGAMA BUKAN BERARTI KEBEBASAN DALAM PENISTAAN TERHADAP AGAMA LAIN

    Posted by K@barNet pada 05/03/2011
    Kalimat kebebasan dalam beragama, jangan disalah tafsirkan dengan kebebasan tanpa nalar. Sehingga bisa diimplementasikan seolah-olah arti dari sebuah kebebasan bisa dikonotasikan akan menginjak-nginjak harga diri orang lain.

    Mengacu pada lahirnya Ahmadiyah dipinggiran India, bukan dilakukan dari semata-mata manusia yang sedang mencari kekuatan spiritual sebagaimana yang dilakukan orang-orang pada umumnya, tetapi Ahmadiyah lahir dari sebuah rahim kejahatan yang dilakukan Imperialis Inggris dan antek-antek Koloni yang mengkhianati Rakyat India, salah satunya orang tua Mirza Ghulam Ahmad yang berkolaborasi dengan Penjajah Inggris.

    Yang dengan menampilakan Mirza Ghulam Ahmad sebagai sosok yang di skenariokan sebagai Nabi terakhir yang menggantikan posisi Nabi Muhamad SAW beserta Risalahnya.

    Apa misinya yang dilakukan Inggris sebagai Imperialis yang sedang menjajah di India, dalam upaya dibalik kepentingannya mendirikan Ahmadiyah yang melibatkan keluarga dari antek-antek para Penjajah yang loyal dengan Imperialis.

    Dari sini saja kalau kita mau menggunakan akal sehat dalam fungsinya!!

    Tentu kita tidak akan berlagak seperti ahli sastra yang dimana-mana hanya Cuma bisa berbicara “ KEBEBASAN BERAGAMA DAN BERKEYAKINAN” tanpa harus bisa mengetahui persis tentang difinisi yang mereka ucapkan.

    Satu hal yang harus anda bisa menjawab!!

    Bagaimana kalau penulis mendirikan Agama baru yang mengimplementasikan dari hasil mimpi dari beberapa waktu yang lalu!

    Berawal penulis bermimpi didatangi dua Malaikat dan memaksa saya untuk memproklamirkan pada semua manusia bahwa, sudah merupakan janji Tuhan kalau di akhir Zaman Tuhan Sang pemilik Neraka telah menurunkan Yesus Sang Mesiah dan menggunakan diri saya sebagai Yesus Kristus untuk meluruskan Ajaran-Ajaran Yesus yang telah dibelokan oleh orang-orang Yahudi,

    Dengan pokok dan prinsip ajaran baru yang harus saya sampaikan kepada seluruh manusia di muka bumi adalah :

    Pertama bahwa, ” Yesus tidak pernah mati dan tidak pernah disalib.”

    Kedua bahwa, Apa yang dilakukan oleh orang-orang di Gereja adalah tidak benar dan yang benar percayalah pada Saya , Karena saya adalah Yesus Kristus!

    Menurut akal sehat!! Kira –kira tindakan saya menyakitkan orang lain apa tidak dan bagaimana jaminan saya dengan “Kebebasan beragama dan berkeyakinan” di tanah air.

    Begitulah Ahmadiyah yang dilakukan terhadap Umat Islam pada umumnya.

    Kembali ke kontek berdirinya Ahmadiyah oleh orang-orang Mason diantara Imperialis / Koloni Inggris di India, misi dan harapan dari gerakan Imperialis dan Kolonialis yang paling utama adalah untuk memasung Gerakan Pan Islami di India yang terobsesi oleh semangat Jihad dari Pakistan.

    Dengan terjadinya sebuah fenomina anti Penjajahan yang ada dalam prinsip pokok ajaran Islam merupakan ancaman bagi Imperialis maupun Koloni Inggris dalam hegemoninya terhadap India.

    Sekali lagi jangan bicara tentang “Kebebasan Beragama dan Keyakinan” tanpa harus menyinggung Embrio-Jahat tentang berdirinya Ahmadiyah di India oleh musuh-musuh Islam itu sendiri seperti Zionisme yang sedang mencengkeram negeri kita.

    Surabaya, 2 Maret 2011

    http://kabarnet.wordpress.com/2011/03/05/kebebasan-beragama-bukan-berarti-kebebasan-dalam-penistaan-terhadap-agama-lain/

  23. LUCAS berkata

    HOTMA

    Shalom Bro. Gw stuju banget ‘tuk membubarkan sekte SSY itu. Meresahkan sekali mereka datang menginjil ke rumah rumah kami di Pondok Indah.

  24. Muhammad berkata

    @Hotma

    Tiga posting Anda di atas cukup dijawab dengan satu phrasa berikut ini:

    Pemilik agama adalah Allah, Tuhan Yang Maha Memiliki dan Pemilik Agama, Dia-lah Tuhan Yang Maha Mengetahui siapa yang sesat atau menyimpang dari jalan-Nya dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Mengetahui siapa yang mendapat petunjuk-Nya. Manusia hanyalah pelaku yang menjalankan ajaran Tuhan yang ada di dalam kitab suci yang dibawa oleh para nabi, dan manusia bisa sesat atau menyimpang dari ajaran Tuhan, dan bisa juga mendapat petunjuk dari Tuhan. Tetapi, hanya Tuhan-lah yang berhak / kompeten untuk menghakimi manusia di akhirat kelak, bukan mayoritas manusia.

  25. LUCAS berkata

    UMAT MUSLIM

    Gmn kalo kita seluruh umat beragama yg resmi di Indonesia (islam, kristen, katolik, hindu, budha, konghucu) bersatu padu dlm sebuah tuntutan bersama kpd SBY ‘tuk membubarkan sekte sekte sesat yg meresahkan ini?
    Soalnye bikin rusuh aje.
    Setuju kan?

  26. Muhammad berkata

    Pada akhirnya yang bikin rusuh itu adalah mereka yang berbondong-bondong mengajukan tuntutan bersama sambil bikin macet mengganggu ketenteraman orang. Sementara sekte-sekte yang dianggap sesat dan dianggap meresahkan itu tenang-tenang saja.
    SILAHKAN SAJA.

  27. Muhammad berkata

    Umat Kristiani pada awalnya satu Jemaat ketika masih dipimpin oleh Yesus Kristus. Begitu pula umat Islam pada awalnya satu Jemaat ketika masih dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad SAW dan Khulafa-ur-Rasyiddin. Tetapi, umat Kristen dan Islam, kedua-duanya sudah terpecah-belah sampai ratusan sekte. Di dalam Umat Kristen ada sekte Katholik, Protestan, Advent, SSY, Mormon dan lain sebagainya.

    Kalau satu sama lain sekte-sekte itu merasa benar dan menganggap yang lain sesat atau menyimpang, maka penafsiran mana yang harus dipegang? Apakah mayoritas?

    Kalau Anda memahami essensi agama yang sesungguhnya, maka hanya Pemilik Agama itu lah yang berhak menghakimi di akhirat kelak, bukan mayoritas manusia di dunia.

  28. Hotma berkata

    @LUCAS

    Shalom Lucas. Anda benar, memang sekte sekte sesat ini sangat meresahkan. Bukan SSY aja, tp juga Ahmadiyah yg sdh lama mnjdi duri dlm daging bagi umat muslim. Juga msh ada bbrp lagi aliran aliran sesat yg menempel pd keyakinan agama agama selain Islam & Kristen. Makanya dlm pertemuan-pertemuan di Gereja kita sngt merasa empathy & bersimpati skali terutama kpd umat muslim. Krn kepedihan yg mrk rasakan akibat penistaan ajaran Islam oleh aliran sesat Ahmadiyah juga sama sama kita derita dlm hal penistaan ajaran Kristen oleh SSY. Sy stuju sekali usul Anda utk bersatu mengajukan tuntutan kpd pemerintah. Krn selama ini pemerintah nyatanya sdh melakukan pembiaran dan hny bersikap reaksioner saja. Yaitu tdk bertindak kecuali setelah umat beragama teriak teriak unjuk rasa di jalanan menuntut pembubaran aliran sesat.

  29. Hotma berkata


    Pemilik agama adalah Allah, Tuhan Yang Maha Memiliki dan Pemilik Agama, Dia-lah Tuhan Yang Maha Mengetahui siapa yang sesat atau menyimpang dari jalan-Nya dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Mengetahui siapa yang mendapat petunjuk-Nya. Manusia hanyalah pelaku yang menjalankan ajaran Tuhan yang ada di dalam kitab suci yang dibawa oleh para nabi, dan manusia bisa sesat atau menyimpang dari ajaran Tuhan, dan bisa juga mendapat petunjuk dari Tuhan.
    Tetapi, hanya Tuhan-lah yang berhak / kompeten untuk menghakimi manusia di akhirat kelak, bukan mayoritas manusia.

    Sy kurang setuju. Krn alasan anda itu kan utk urusan pengadilan Tuhan nnti dlm Hidup Sesudah Mati.
    Sdgkan utk urusan hidup didunia manusia tetap harus taat kpd aturan etika hidup beragama, konstitusi, hukum & undang-undang negara yg menjadi acuan pemerintah dlm mengatur & menegakkan hukum. Inilah yg dilanggar oleh aliran-aliran sesat semacam SSY & Ahmadiyah. Karenanya kami umat Kristen sngt setuju pembubaran aliran-aliran sesat ini. Lebih cepat lebih baik.

  30. FAISOL AFIF berkata

    @ALL UMAT KRISTEN

    BETUL. MEMANG KITA SEDANG DIPERINTAH OLEH REZIM BOBROK YANG TIDAK BECUS MENGURUS NEGARA.

    MARI KITA UMAT ISLAM DAN KRISTEN BERSAMA SAMA MENUNTUT PEMBUBARAN ALIRAN SESAT AHMADIYAH DAN SAKSI YEHUFA.

  31. Habib Salim berkata

    @Hotma

    Saya sangat memaklumi protes anda terhadap pemerintah yang dianggap tidak adil terkait penistaan dan penodaan agama. Seperti keluarnya SKB 3 menteri tentang Ahmadiyah, disini terkesan yang direspon hanya tuntutan umat Islam dan mengabaikan hal serupa yang dialami oleh umat Kristian, yaitu sekte saksi Yehovah yang dianggap menyimpang.

    Perlu diketahui, bahwa pemerintah menerbitkan SKB 3 Menteri setelah umat Islam berulang kali menggelar aksi demo di depan Istana menuntut dan mendesak pemerintah untuk membubarkan Ahmadiyah, ditambah lagi dengan mengirim surat tuntutan pembubaran Ahmadiyah dari beberapa ormas besar Islam yang ditujukan kepada Presiden dan pihak2 terkait. Dengan cara demikian, pemerintah baru bisa melek dan mempunyai dasar untuk menerbitkan SKB 3 Menteri.

    Artinya, tidak mungkin pemerintah tiba2 menerbitkan SKB 3 Menteri tanpa ada tuntutan dan desakkan dari umat Islam. begitu juga umat Kristian jika merasa agamanya dinodai oleh sekte saksi Yehovah, hendaknya mengikuti langkah2 yang dilakukan oleh umat Islam. Jika tidak, jangan bermimpi tiba2 pemerintah menerbitkan larangan terhadap sekte saksi Yehovah.

    Kita kan sudah mengerti, pemerintah kita ini ibarat KEBO, kalau digempur baru bekerja dan kalau dibiarkan, mereka menikmati makanan rumput yang sedang dikunya-kunya..

    Semoga saran saya ini bermanfaat dan dapat dipertimbangkan. Thx

  32. Hotma berkata


    Pada akhirnya yang bikin rusuh itu adalah mereka yang berbondong-bondong mengajukan tuntutan bersama sambil bikin macet mengganggu ketenteraman orang. Sementara sekte-sekte yang dianggap sesat dan dianggap meresahkan itu tenang-tenang saja.
    SILAHKAN SAJA.

    Memang begitulah watak orang yg jiwanya sdh dirasuki oleh iblis. Merasa tenang tenang saja setelah membuat kehidupan umat manusia menjadi resah.

  33. Hotma berkata


    Umat Kristiani pada awalnya satu Jemaat ketika masih dipimpin oleh Yesus Kristus. Begitu pula umat Islam pada awalnya satu Jemaat ketika masih dipimpin langsung oleh Nabi Muhammad SAW dan Khulafa-ur-Rasyiddin. Tetapi, umat Kristen dan Islam, kedua-duanya sudah terpecah-belah sampai ratusan sekte. Di dalam Umat Kristen ada sekte Katholik, Protestan, Advent, SSY, Mormon dan lain sebagainya.

    Kalau satu sama lain sekte-sekte itu merasa benar dan menganggap yang lain sesat atau menyimpang, maka penafsiran mana yang harus dipegang? Apakah mayoritas?

    Kalau Anda memahami essensi agama yang sesungguhnya, maka hanya Pemilik Agama itu lah yang berhak menghakimi di akhirat kelak, bukan mayoritas manusia di dunia.

    Sdh dijawab disini:

    http://kabarnet.wordpress.com/2011/03/13/ahmadiyah-wajib-dibubarkan/comment-page-1/#comment-31667

  34. Habib Salim berkata

    NB:

    Mas Hotma, sekarang ini pemerintah sedang mengatur proses pelarangan organisasi Ahmadiyah di Indonesia. Tidak lama lagi larangan tersebut akan diterbitkan. Nah, sekarang umat Kristian tinggal menunggu saja, jika pemerintah sudah resmi menerbitkan KEPPRES pelarangan Ahmadiyah, umat Kristian akan lebih gampang menuntut hal serupa kepada pemerintah untuk melarang sekte saksi Yehovah yang dianggap sesat. Bila perlu Paus VATIKAN, Benediktus XVI diminta kirim surat kepada pemerintah RI [SBY] agar melindungi komunitas warga Kristian dari segala jenis penistaan dan penodaan terhadap agama.

    Saya secara pribadi menolak keras terhadap segala macam bentuk penodaan dan penistaan terhadap agama mana pun!.. Begitu juga umat Islam akan melawan segala macam bentuk penistaan yang dinisbatkan kepada agama Islam. Contohnya sekte Ahmadiyah yang mengaku Islam, namun nyatanya menikam jantung umat Islam.. INI BUKAN KEBEBASAN BERAGAMA, TAPI PELECEHAN DAN PENGRUSAKAN AQIDAH UAMAT ISLAM!.. Ibarat benih tumor yang tumbuh pada daging dan harus segera di basmi, jika tidak akan tumbuh menjadi tumor GANAS yang mematikan……Tnx

  35. Hotma berkata

    @Habib Salim

    Tuan Habib,
    Salam kenal utk Anda :)

    Memang betul semua yg Anda katakan.

    Mengenai respon pemerintah thd tragedi penistaan agama yg menimpa agama Kristen bahkan lbh ngawur ketimbang reaksi pemerintah dlm menyikapi tuntutan umat Muslim terkait gangguan aliran sesat Ahmadiyah yg menodai & menistakan ajaran agama Islam. Bayangkan, setelah berulang kali kami mengajukan tuntutan, akhirnya dulu pada tahun 1976 sekte sesat Saksi Yehovah (SSY) sudah pernah dilarang melalui SK Jaksa Agung R.I. Tetapi melalui SK Jaksa Agung RI pula (pada tanggal 1 Juni 2001), SK tahun 1976 tsb DICABUT / DIBATALKAN dgn alasan HAM yg tdk masuk akal. Sehingga sekarang SSY dapat bergerak leluasa menyebarluaskan ajaran sesatnya. Mereka yg berjumlah hanya segelintir menjajah kami umat Kristen yg mayoritas tanpa kami dapat berbuat apa apa. Bahkan lebih berani dan lebih brutal dibanding dgn aksi penyesatan yg dilakukan oleh Ahmadiyah. SSY bergerilya bagaikan tim sales marketing MLM dari rumah ke rumah menyebarkan ajaran sesat mrk kpd umat Kristen yg sdh beragama dan bergereja.

    Memang sebetulnya diam-diam kami umat Kristen belajar dari reaksi umat Muslim yg bersikap tegas melawan tindakan penodaan & penistaan agama Islam oleh aliran sesat Ahmadiyah. Pada tiap kesempatan meeting di Gereja kami selalu membahas hal ini, dan berkesimpulan bhw kami hrs bersikap tegas seperti umat muslim. Sayangnya penganut Kristen terhitung minoritas di negara ini. Kami tdk punya lobby politik yg kuat di DPR & pemerintah (tdk spt umat muslim yg mayoritas). Bahkan sdh timbul wacana melalui lobby Lintas Agama utk bergabung dgn umat muslim dlm satu aksi bersama utk memberantas aliran-aliran sesat semacam SSY dan Ahmadiyah.

    Sy pribadi menyarankan agar Tokoh-tokoh agama (Islam & Kristen dan semua agama yg diakui pemerintah RI) meloby perwakilan agama agama lain di seluruh dunia utk membuat Satu Paket Tuntutan Resmi bersiat internasional yg ditujukan kpd PBB agar mengeluarkan Resolusi utk melarang dan membubarkan aliran-aliran sesat semacam SSY dan Ahmadiyah dari negara manapun. Krn kalau resolusi PBB ini diadobsi secara internasional maka tdk ada jalan lain bagi semua pemerintah di negara manapun kecuali mengikuti dan membubarkan aliran-aliran sesat dari negara mereka masing masing.

    Mungkin pada waktu yg tdk lama lagi, pemuka pemuka agama Kristen akan menghubungi tokoh tokoh Muslim utk menyamakan sikap & langkah dlm menghadapi gangguan dari aliran-aliran sesat semacam SSY dan Ahmadiyah.

    Terima kasih.

    GBU

  36. Pak Hotma berkata:
    “Sy pribadi menyarankan agar Tokoh-tokoh agama (Islam & Kristen dan semua agama yg diakui pemerintah RI) meloby perwakilan agama agama lain di seluruh dunia utk membuat Satu Paket Tuntutan Resmi bersifat internasional yg ditujukan kpd PBB agar mengeluarkan Resolusi utk melarang dan membubarkan aliran-aliran sesat semacam SSY dan Ahmadiyah dari negara manapun”


    Namo Sanghyang Adi Buddhaya
    Namo Buddhaya

    Yth. Bpk Hotma,
    Di dalam agama Buddha juga sudah muncul beberapa aliran sesat seperti Ahmadiyah dan S.Yehovah. Diantaranya yg paling meresahkan bernama MAITREYA.

    Kami umat Buddha mendukung sekali pembubaran semua aliran sesat dari NKRI. Ayo kita umat beragama bersatu membubarkan segala bentuk aliran yg menyimpang dari agamanya masing masing.

    Namo Sanghyang Adi Buddhaya
    Namo Buddhaya
    Namo Tassa Bhagavato Arahato Samma Sambuddhasa

  37. pencerah berkata

    Alhamdulillah

    Islam, Kristen, Buddha bersatu padu untuk membubarkan aliran sesat.

    orang-orang bodoh atau dungu pasti akan berkilah
    //semua punya hak dalam menafsirkan//
    //yang menentukan benar atau salah bukan mayoritas, tapi Tuhan//

    itulah pernyataan-pernyataan orang dungu

    ++ semua punya hak menafsirkan, apa dalilnya? ++

    ++ yang menentukan benar atau salah memang Tuhan, dan Tuhan telah menunjukkan mana yang benar & mana yang salah yang tercantum dalam kitab suci ++

    mari kita berantas semua aliran sesat, agar agama kita tidak tercampur dengan kotoran-kotoran

  38. ALIEN berkata

    Wahai sesama umat beragama yang resmi di Indonesia.

    Salam kenal,

    Dalam kasus aliran sesat, sebelum bertindak tegas umat Islam pastinya sudah mempelajari sepak terjang kesesatan yang mendompleng agamanya hingga ke posisi siapa-2 saja yang berdiri di belakang mereka sehingga menjadikan mereka sempat eksis dan bahkan berani vokal di tengah mayoritas seperti sekarang ini.

    Jika umat beragama lain juga merasa sama, yakni ada kesesatan yang mendompleng keyakinannya, maka ada baiknya benar-2 dipastikan dahulu hingga ke akar-akarnya. Jadi bukan cuma sekedar melihat make up-nya atau luarnya saja. Prinsipnya, lebih baik jika sekali mendayung, maka lebih dari satu pulau yang bisa terlewati, bukan ?

    Sekali meluruskan, maka selain kesucian agama terjaga, juga penganut agama bisa mawas diri tentang mana yang benar dan mana yang sesat. Logikanya, di dunia yang tidak seluas daun kelor ini anda tidak setiap saat dan tempat bisa menjaga mereka, bukan ?

  39. Om Awignham Asthu Namo Siddham Om Swastyastu.

    Dengan kerendahan hati yang tulus, kami umat Hindu memanjatkan puji syukur dan angayu bagia atas asug kertha waranugraha Sanghyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa yang selalu menerangi hambanya dengan sinar kasih yang begitu suci.

    Kepada Yth.
    Saudara-saudara Umat Islam, Umat Kristen, Umat Katolik, Umat Buddha, dan Umat Konghucu.

    Kami umat Hindu merasa sangat prihatin atas retaknya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang disebabkan oleh ulah segelintir kelompok perusak agama yang tidak bertanggung jawab.

    Kami juga sangat menyesalkan lambannya tindakan pemerintah dalam menertibkan kelompok-kelompok menyimpang ini, sehingga mengakibatkan reaksi protes dari masyarakat pemeluk agama-agama utama yang merasa ajaran agamanya telah dinodai. Tidak ada umat beragama apapun yang tidak merasa tersinggung manakala ajaran agamanya dinodai dan dinistakan. Kebebasan beragama dan berkeyakinan dilindungi oleh konstitusi dan hukum negara ini. Namun Kebebasan beragama dan berkeyakinan tidak berarti kebebasan untuk menodai dan menistakan pokok-pokok ajaran suatu agama. Pembelokan penafsiran atas pokok ajaran suatu agama berarti tindakan penodaan dan pengrusakan terhadap ajaran agama itu. Oleh karenanya konstitusi dan hukum NKRI melarang secara tegas tindakan penodaan ini dalam pasal-pasal tertentu UUD 1945. Lambannya reaksi pemerintah dalam menertibkan aliran-aliran sesat ini berarti kegagalan pemerintah dalam menegakkan hukum yang pasal-pasalnya sudah ada dalam amanat konstitusi. Hal ini kalau dibiarkan terus menerus maka bukan mustahil akan berujung kepada pertumpahan darah dan retaknya persatuan dan kesatuan NKRI.

    Ternyata kita memiliki semangat yang sama, yaitu semangat dan kenginan menegakkan amanat konstitusi UUD 1945 untuk memberantas aliran sesat yg mempunyai ajaran menyimpang dari kemurnian ajaran agama masing-masing. Penyesatan (pembelokan) pemahaman agama dari ajarannya yg murni sangat menyakitkan bagi penganut agama itu. Maka dengan dalih apapun tidak bisa diterima dan harus ditolak dengan tegas. Oleh karena itu sudah jelas tidak ada tempat di NKRI bagi aliran-aliran sesat dan nyeleneh sejenis Ahmadiyah, Saksi Yehovah, Maitreya dan lain lain tanpa terkecuali. Sungguhpun begitu kami umat Hindu menolak dengan keras segala bentuk kekerasan dan anarkisme serta tindakan main hakim sendiri dengan dalih dan alasan apapun. Oleh sebab itu Pemerintah harus mengambil perannya dan segera bertindak membubarkan kelompok-kelompok sesat ini kalau tidak ingin terjadinya konflik berkepanjangan yang semakin meluas dikalangan masyarakat.

    Demikian tanggapan kami. Sekian dan terima kasih.

    Om swastyastu

    I Wayan Budiarna

  40. Muhammad berkata

    Silahkan berbondong-bondong mangajukan tuntutan kepada pemerintah, merasa menjadi Tuhan dengan menyatakan sekte ini sesat, sekte itu menodai agama dan sebagainya. Kalau pemerintah mengikuti tuntutan kalian, maka pemerintah, bangsa dan negara ini akan dicatat oleh masyarakat internasional sebagai negara pelanggar konstitusi dan HAM. Dengan membiarkan tragedi di Cikeusik saja, umat Islam Indonesia sudah dikatakan sama dengan orang-orang barbar, sangat brutal dan sadis. Itukah yang kalian inginkan. Urusan keyakinan adalah urusan masing-masing yang sangat pribadi. Janganlah kalian menjadi juru vonis yang hanya dimiliki oleh Tuhan Yang Maha Adil.

  41. Mubarok berkata

    Alhamdulillah, umat agama2 non Islam juga bersimpati dan bisa merasakan kepedihan perasaan umat Islam yg akidahnya sedang dihina oleh Ahmadiyah.

    Terima kasih atas pembelaan anda sekalian. Jangan khawatir, kalau agama anda dinodai oleh aliran2 sesat seperti Ahmadiyah, kami umat Islam pasti akan ikut membantu dan berdiri disamping kalian untuk bersama2 memberantas segala bentuk penistaan terhadap ajaran agama apapun. Terima kasih.

  42. Muznah berkata

    La haula wala quwata illa billah… ternyata penista agama juga ada di kristen, hindu, budha. Kirain cuman ahmadiyah aja yg aliran sesat.

  43. Stefanus berkata

    Saksi Yehovah dan Ahmadiyah itu PENJAHAT AGAMA.

  44. mutiara hati berkata

    pemakai nick name muhammad

    Muhammad berkata
    15/03/2011 pada 07:50

    Silahkan berbondong-bondong mangajukan tuntutan kepada pemerintah, merasa menjadi Tuhan dengan menyatakan sekte ini sesat, sekte itu menodai agama dan sebagainya. Kalau pemerintah mengikuti tuntutan kalian, maka pemerintah, bangsa dan negara ini akan dicatat oleh masyarakat internasional sebagai negara pelanggar konstitusi dan HAM. Dengan membiarkan tragedi di Cikeusik saja, umat Islam Indonesia sudah dikatakan sama dengan orang-orang barbar, sangat brutal dan sadis. Itukah yang kalian inginkan. Urusan keyakinan adalah urusan masing-masing yang sangat pribadi. Janganlah kalian menjadi juru vonis yang hanya dimiliki oleh Tuhan Yang Maha Adil.

    *

    pernyataan anda telah dijawab oleh pencerah
    “++ yang menentukan benar atau salah memang Tuhan, dan Tuhan telah menunjukkan mana yang benar & mana yang salah yang tercantum dalam kitab suci ++”

    pernyataan anda “Kalau pemerintah mengikuti tuntutan kalian, maka pemerintah, bangsa dan negara ini akan dicatat oleh masyarakat internasional sebagai negara pelanggar konstitusi dan HAM.”

    maka anda salah besar, dalam revolusi HAM pasal 18 ayat 3, dewan HAM PBB telah mengeluarkan pernyataan
    “… segala bentuk penistaan agama termasuk pelanggaran HAM”

    jadi apabila negara MASIH MELINDUNGI aliran-aliran yang menistakan agama, maka negara yang dicatat sebagai pelanggar HAM

  45. Penonton berkata

    Bung Muhammad,

    Kelihatan banget deh, ente nih seneng make hal-2 yang nyudutin Islam buat nyari sensasi atau simpati. Lagipula ente harusnya jaga nama baik rekan-2 ente yang gugur, bukan sebaliknya kaya propaganda.

    Apalagi begitu liat tayangan di TV, buat yang awam perasaan yang timbul jadi kaya gado-gado. Disamping ada sedihnya ngeliat saudara sebangsanya diadu domba kayak semut hitam semut putih, juga ada lucunya ngeliat yang diserang udah siap, yang nyerang punya tanda, yang liput posisinya bagus and sowan sama yang nyerang. Kebetulan banget nih yeeeee …..

  46. arjoe berkata

    yang mengakui Ahmadiyah cuma JIL (jaringan islam liberal) yg masih buta akan kebenaran, mereka masih melakukan budaya animisme, sesajen, mitoni, ngalap berkah, minta sesuatu di makam, percaya kekuatan magis spt akik, keris, batu, kekebalan. Itu semua tidak ada dalam Al qur’an dan Al hadits, itu adalah budaya nenek moyang yg masih terkontaminasi kepercayaan Hindu. mereka yg mengakui ahmadiyah adl Muslim hanya para pemimpin JIL aja, guntur romli, ulil, gusdur, nurkholis majid. tp masyarakat bawah menolak keberadaan Ahmadiyah

  47. imelda berkata

    Saksi Yehovah tuh aliran sesat yg brengsek banget. Lebih bengsek dari Ahmadiyah. Mrk maksa masuk ke rmh orang2 Kristen bawa buku2. Ngerayu ngajakin pindah gereja. Rmh kita ditempelin sticker propaganda mrk. Biar sama2 aliran sesat tp Ahmadiyah masih ada sungkannya. Kalo S.Yehovah tuh udah terang2an ga pake malu2 lagi.

  48. TANYA berkata

    Ada yang tau, darimana aliran Yekovah berasal ?

  49. Sparta berkata

    @Tanya

    Friend, nih baca disini ttg Saksi Yehovah / SSY. Dijamin lebih sesat dari Ahmadiyah :D

    http://sahabat-gembala.blogspot.com/2009/03/mengenali-ajaran-sesat-saksi-yehuwa.html

  50. ridlo ilahi berkata

    @mutiara hati
    berkata “maka anda salah besar, dalam revolusi HAM pasal 18 ayat 3, dewan HAM PBB telah mengeluarkan pernyataan
    “… segala bentuk penistaan agama termasuk pelanggaran HAM””

    informasi yang bagus, buat kasih pencerahan ke orang dungu YANG BELAIN AHMADIYAH dengan alasan HAM

    makasih yach infonya

  51. ridlo ilahi berkata

    @mutiara hati
    berkata “maka anda salah besar, dalam revolusi HAM pasal 18 ayat 3, dewan HAM PBB telah mengeluarkan pernyataan
    “… segala bentuk penistaan agama termasuk pelanggaran HAM””

    informasi yang bagus, buat kasih pencerahan ke orang dungu YANG BELAIN AHMADIYAH dengan alasan HAM

    makasih yach infonya.

  52. Hotma berkata

    Puji Tuhan.

    Sungguh menggembirakan sekali. Dari respon positif yg masuk terlihat bhw umat manusia yg berbudi luhur, berbudaya tinggi dan beradab (apapun agamanya) ternyata memiliki kecenderungan naluri yg sama. Yaitu semangat utk memberantas penodaan dan penistaan agama oleh aliran-aliran sesat semacam Saksi Yehovah, Ahmadiyah, Maitreya dll yg menempel pada agama2 tertentu bagaikan benalu tumor ganas yg menggerogoti ajaran suci dari agama-agama tersebut.

    Dimanapun para penjahat penoda agama ini berada, mereka pasti ditolak. Kemanapun para perusak iman ini pergi utk menipu, mereka pasti dibenci. Ke negara manapun mereka datang, mereka pasti terkucil sebagai komunitas buruk citra yg terisolasi dan hina-dina.

    Pada akhirnya nanti, dalam waktu tidak terlalu lama lagi kelompok sesat kriminal agama sejenis Saksi Yehovah, Ahmadiyah, Maitreya dan lain-lain ini harus memlih 2 opsi yg tersisa, yaitu : Berhenti menyebarkan kesesatannya, atau, terkucil dari masyarakat dunia yg beradab utk kemudian tersingkir ke dalam isolasi sebuah pulau terpencil yg oleh masyarakat beradab diberi nama “Pulau Serigala untuk Penjahat Penista Agama”.

    GBU. Semoga Kasih Tuhan Memberkati seluruh umat manusia di dunia ini.

  53. Sengak berkata

    Bung HOTMA

    Nnti yg akan hidup terisolasi di “Pulau Serigala untuk Penjahat Penista Agama” itu khan bnyk kelompok aliran2 sesat penista berbagai macam agama. Mengingat bawaan watak asli mrk yg buruk pasti mrk hidup eksklusif sulit berbaur satu sama lain. Saya pikir perlu dibuat semacam kelurahan2 khusus yg terpisah utk masing2 aliran sesat. Dan utk Ahmadiyah kelurahannya diberi nama “Kelurahan Pengikut Nabi Palsu Mirza Ghulam Ahmad”.

  54. Mei Lan berkata

    Di Khong Hu Cu juga ada kelompok sesat yg menyimpang. Gw stuju banget kelompok2 sesat ini dibubarin krn bikin resah. Tp gw ga stuju tindakan anarkis masyarakat yg main hakim sendiri. Hrsnya pemerintah yg bubarin kelompok sesat seperti Ahmadiyah dn sejenisnya.

  55. Bambang Eko berkata

    Masya Allah, semua agama bersatu padu dengan tekad bulat yg seragam membubarkan kelompok sesat Ahmadiyah. Inilah suara rakyat Indonesia. Suara rakyat adlh suara Tuhan. Allahu Akbar!

  56. Penonton berkata

    Jika seluruh umat beragama korban penistaan agama bersatu yakin perbandingan jumlahnya akan menjadi 100 : 1 dengan semua aliran sesat yang ada di bumi pertiwi.

    Percayalah !

  57. Satpam Blog berkata

    @Penonton

    Betul. Memang sdh saatnya kita bangsa Indonesia umat beragama apapun bersatu padu utk mengenyahkan BAJINGAN2 PENJAHAT AGAMA dari bumi pertiwi yg tercinta ini.

  58. Sapto berkata

    @Aliran Sesat Jemaat Ahmadiah

    Kalian tunggu aja. Saat tibanya ajalmu hny tinggal menghitung hari. Dulu kalian hny berhadapan dg umat Islam. Tp sekarang kalian berhadapan dg ALLAH & RAKYAT INDONESIA DARI SEMUA AGAMA!

  59. Albert Subrata berkata

    Prof.Adam Smith PhD, seorang ahli filsafat terkemuka dari Skotlandia, menekankan kebenaran sebuah Teori dalam bukunya “The Wealth of Nations” dan “The Theory of Moral Sentiments” yang disebutnya sebagai Teori Kepentingan.

    Prof.Smith mengatakan bahwa ideologi, agama, politik, budaya, adat istiadat yang berbeda-beda bisa bersatu tatkala perbedaan-perbedaan tersebut dipersatukan oleh “kepentingan yang sama”. Dalam kasus kelompok aliran sesat Ahmadiyah, Saksi Yehovah dan sebagainya, kepentingan yang sama itu harus diartikan sebagai “MUSUH BERSAMA”.

    Ternyata teori Prof Adam Smith tersebut kali ini terbukti lagi kebenarannya. Bahwa umat manusia dengan ideologi, agama, politik, budaya, adat istiadat yang berbeda-beda bisa bersatu dalam sebuah gabungan kekuatan raksasa takala mereka menghadapi “kepentingan (baca = musuh) bersama”.

    Kali ini yang mempersatukan mereka adalah musuh bersama yang bernama “Kelompok-kelompok aliran sesat Ahmadiyah, Saksi Yehovah dsb”.

    Albert Subrata
    University of Westminster
    309 Regent Street, London W1B 2UW
    Phone: + 44 (0)20 7911 4636

  60. a s t a g a - berkata

    HARI KE [ 17 ] TIDAK ADA RESPON DARI PEMERINTAH TERHADAP TUNTUTAN “BUBARKAN AHMADIYAH ATAU REVOLUSI”

    Mengingat pentingnya mengawal dan menyoroti respon Pemerintah RI terhadap tuntutan umat Islam Indonesia pada acara :

    APEL SIAGA UMAT ISLAM
    “BUBARKAN AHMADIYAH”
    1 Maret 2011

    Maka dipandang perlu untuk melakukan pengawalan dan pengontrolan ketat dari hari ke hari, jam demi jam, bahkan menit demi menit, sampai pihak Pemerintah benar-benar memenuhi tuntutan umat Islam untuk membubarkan kelompok sesat Jemaat Ahmadiyah dari setiap jengkal bumi Indonesia. Pengontrolan ini sangat penting agar tuntutan pembubaran Ahmadiyah tidak terlupakan begitu saja dan teralihkan oleh issue-issue lain.

    Untuk itu, diingatkan kepada seluruh kaum Muslimin bahwa pada hari ini terhitung sudah 17 (TUJUH BELAS) HARI terlewatkan tanpa adanya respon dari pihak pemerintah terhadap tuntutan Umat Islam agar Pemerintah membubarkan aliran sesat Ahmadiyah.

  61. a s t a g a - berkata

    MAKAM SEORANG AHMADIYAH DIBONGKAR WARGA

    Warga Desa Bunijaya: “Kalau organisasi Jemaat Ahmadiyah dibubarkan kemudian pengikutnya masuk islam, tentu kejadian ini tidak perlu terjadi.”

    Bandung – 17/3/2011
    Ada hal menarik yang ternyata terlewatkan dari perhatian para insan pers dan tidak banyak diberitakan. Yaitu kejadian dibongkarnya makam jenazah Ahmad Mulyadi (55) di Tempat Pemakaman Islam Desa Bunijaya, Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat oleh warga setempat pada tanggal 28/2/2011 yang lalu. Ternyata almarhum Ahmad Mulyadi semasa hidupnya adalah seorang pengikut aliran sesat Ahmadiyah. Namun hal itu baru diketahui oleh warga sesudah tiga hari jenazah yang bersangkutan dimakamkan.

    Warga desa Bunijaya menolak jenazah pengikut aliran sesat Ahmadiyah dimakamkan di kompleks Pemakaman Islam milik warga setempat, dan menuntut agar jenazahnya dipindahkan ke lokasi tempat pemakaman lain yang bukan areal pemakaman Islam. Akhirnya makam almarhum dibongkar dan jenazahnya dipindahkan ke tanah milik jemaah Ahmadiyah di sekitar tempat tersebut.

    Mengenai pemindahan makam tersebut, Kapolres Cimahi AKBP Rudi Heryanto menjelaskan bahwa hal itu disebabkan penolakan dari warga sekitar yang menolak dengan keras jenazah jemaah Ahmadiyah dimakamkan di TPU Bunijaya.

    “Jadi ada jemaah Ahmadiyah yang meninggal dimakamkan di tempat pemakaman umum, empat hari lalu. Awalnya warga tidak tahu itu jemaah Ahmadiyah. Setelah tahu, beberapa jam kemudian warga minta makam itu dipindahkan,” ujar Rudi Heryanto saat ditanyai oleh wartawan pada tanggal 4/4/2011.

    Tak kurang dari Camat, Danramil, Kapolsek, sejumlah warga Ahmadiyah dan juga warga sekitar hadir dan ikut menyaksikan pembongkaran dan pemindahan makam tersebut. Seusai dibongkar jenazah langsung dipindahkan ke sebidang tanah milik jemaah Ahmadiyah di daerah Bunijaya.

    Tokoh Jemaat Ahmadiyah Indonesia di daerah Priangan Barat, Ahmad Sulaeman, sempat menyatakan protes tentang kasus ini. Menurut dia pembongkaran makam terjadi tanggal 3/3/2011 sekitar jam 09.30 pagi. Ia menuduh bahwa pembongkaran makam itu merupakan dampak dari Pergub mengenai larangan kegiatan Ahmadiyah di Jawa Barat.

    “Kejadian ini merupakan dampak dari Pergub. Peristiwa ini juga merupakan tindakan anarkis yang harus ditindak secara hukum karena melanggar,” protes Ahmad dihadapan para wartawan.

    Dalam protesnya Ahmad juga mengatakan bahwa setelah dibongkar, jenazah jemaah Ahmadiyah tersebut kemudian hanya dibiarkan begitu saja. Sampai akhirnya keluarga yang mengetahui datang untuk menguburkan jenazah tersebut ke tanah wakaf milik jemaah Ahmadiyah.

    Akan tetapi Kapolresta Cimahi membantah keras pernyataan tokoh Ahmadiyah itu. Menurut Kapolres jenazah warga Ahmadiyah itu sama sekali tidak ditelantarkan. Lagipula, menurut beliau, proses pembongkaran jenazah disaksikan oleh para wakil dari Muspida setempat, warga desa, dan juga perwakilan Ahmadiyah.

    “Jadi tidak benar jenazah ditelantarkan. Tidak ada gejolak atau masalah apa-apa kok. Kalau tidak percaya, silakan cek langsung ke sini dari Ahmadiyah Bandung. Warga dan jemaah Ahmadiyah di sini masing-masing sudah ada toleransi,” kata Rudi.

    Menanggapi kasus ini, Polda Jabar menyatakan tidak akan memproses kasus pembongkaran makam pengikut Ahmadiyah di Bunijaya tersebut.

    “Tidak mungkin diproses, kan tidak ada tindak pidananya. Pembongkaran makam Ahmadiyah merupakan kesepakatan warga karena menolak dikuburkan satu kompleks dengan jenazah umat Islam,” jelas Kapolda Jabar Irjen Pol Suparni Parto usai Sosialisasi Peraturan Gubernur No 12 Tahun 2011 tentang Larangan Aktivitas Ahmadiyah di Graha Bhayangkara Jalan Cicendo, 7/3/2011.

    Warga setempat juga menjelaskan alasan penolakan tersebut. Mereka berdalih bahwa Ahmadiyah bukan Islam. Oleh karenanya pengikut aliran sesat ini dianggap bukan muslim dan tidak layak jenazahnya dimakamkan di kompleks pemakaman Islam. Lain halnya kalau organisasi Jemaat Ahmadiyah dibubarkan kemudian pengikutnya masuk islam, tentu kejadian ini tidak perlu terjadi.

    [ laporan: a s t a g a ]

  62. a s t a g a - berkata

    Inilah peringatan FPI kepada SBY apabila kelompok aliran sesat Ahmadiyah tidak dibubarkan

    Jakarta – 18/3/2011
    Bagi mereka yang rajin mengikuti berita di media massa pasti sudah mengetahui bahwa seluruh ormas Islam di Indonesia tanpa terkecuali semuanya menyuarakan tuntutan yang sama kepada pemerintah agar segera membubarkan kelompok aliran sesat Ahmadiyah. Namun kalau ditanya ormas Islam manakah yang paling keras menyuarakan tuntutan tersebut, maka jawabannya adalah Front Pembela Islam (FPI).

    Dalam kaitan tuntutan pembubaran Ahmadiyah itulah maka pada tanggal 15 Maret 2011 yang lalu sejumlah tokoh FPI datang menemui pimpinan MPR dengan dipimpin langsung oleh ketuanya Habib Riziek Syihab. Sedangkan dari jajaran pimpinan MPR kesemuanya hadir lengkap seperti Taufik Kemas (Ketua MPR) dan wakil-wakilnya Lukman Hakim Syaifuddin, Hajriyanto Y. Tohari, Melani Leimena Suharli dan Ahmad Farhan Hamid.

    Umat Islam tidak akan tinggal diam kalau Ahmadiyah tidak dibubarkan

    Dalam pertemuan tersebut FPI meminta mediasi MPR agar menyampaikan aspirasinya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk segera membubarkan kelompok aliran sesat Ahmadiyah.

    “Kami minta Presiden segera menerbitkan Keppres pembubaran Ahmadiyah,” kata Ketua FPI Habib Riziek saat dikonfirmasi oleh para wartawan.

    Masih menurut Habib Riziek, kalau tidak ada Keputusan Presiden tentang pembubaran Ahmadiyah, dikhawatirkan konflik-konflik yang sudah memanas di daerah-daerah akan semakin memburuk dan masalah ini tidak akan pernah selesai. Oleh karena itu, FPI sangat berharap agar MPR bisa melakukan mediasi dan menyampaikan pesan tentang tuntutan pembubaran ini kepada Presiden untuk segera menerbitkan Keppres itu.

    “Kami sudah jera dengan banyaknya konflik, di Cianjur bakar-bakaran rumah, Sukabumi, dan Cikeusik. Kalau Ahmadiyah dibiarkan, umat Islam tidak akan diam,” tegas Habib Riziek.

    Presiden SBY seolah lupa bahwa keberadaan dan aktifitas kelompok aliran sesat Ahmadiyah yang menodai ajaran Islam dan menyesatkan akidah umat Islam sebenarnya sudah melanggar Hak Azazi Umat Islam yang paling mendasar. Dan karenanya maka Ahmadiyah sudah melanggar pula Piagam PBB tentang HAM dan Penistaan agama, disamping juga melanggar pasal-pasal Konstitusi UUD 1945 tentang Penodaan/Penistaan Agama dan tentang HAM. Belum lagi pelanggaran terhadap pasal-pasal KUHP tentang HAM dan Penistaan Agama.

    Isu yang beredar tentang kenapa Presiden SBY tidak juga membubarkan Ahmadiyah juga sudah sampai ke telinga Habib Rizieq. Dalam hal itu beliau mengatakan tentang adanya kabar bahwa Presiden SBY merasa takut dituding melanggar HAM oleh pihak-pihak tertentu bila membubarkan Ahmadiyah.

    “Tapi, bila tidak membubarkan Ahmadiyah, kami bilang Presiden tidak berani menegakkan hukum. Kan itu bisa melalui UU Penistaan Agama,” kata Habib Riziek.

    Ada tiga poin utama yang menjadi perhatian FPI. Pertama, keharusan pembubaran organisasi Jemaat Ahmadiyah, kedua keharusan penghentian penyebaran ajaran sesat Ahmadiyah, dan yang ketiga adalah pembinaan warganya. “FPI tidak ingin melakukan kekerasan. Secara Jamiah (organisasi) FPI tidak menganjurkan kekerasan,” tegas Habib Rizieq.

    Menyikapi soal ini, Taufik Kiemas yang dihubungi secara terpisah mengatakan bahwa MPR menyambut baik sikap FPI yang tidak mengedepankan kekerasan. Kiemas merasa lega karena Ketua FPI Habib Riziek menjamin bahwa FPI tidak akan menggunakan kekerasan dalam menyikapi kasus Ahmadiyah.

    “Kami senang Habib Riziek menyetujui bahwa kekerasan tidak dibenarkan. Kami merasa plong dan lega dengan penegasan bahwa FPI sangat menjunjung tinggi hukum,” kata Kiemas.

    [laporan : a s t a g a]

  63. Hai, hai, penganut dan pendukung ahmadiyah janganlah kalian suka bersilat lidah untuk memutup2i perbuatan tercela dari kalian, karena kami org2 Islam yang kaffah tahu akal busuk dan tipu daya kalian, Kalian berpengetahuan tentang agama dan iptek kami juga begitu. Demi menjaga hak azasi kami yang kalian (Ahmadiyah) langgar dan supaya NKRI ini kundusif, maka diminta dengan hormat kepada PRESIDEN RI untuk segera MEMBUBARKAN AHMADYAH YG TERKUTUK.

  64. abson berkata

    mutiara hati
    berkata “maka anda salah besar, dalam revolusi HAM pasal 18 ayat 3, dewan HAM PBB telah mengeluarkan pernyataan
    “… segala bentuk penistaan agama termasuk pelanggaran HAM””

    informasi yang bagus, buat kasih pencerahan ke orang dungu YANG BELAIN AHMADIYAH dengan alasan HAM.
    Perhatian!!!
    “Para Pengurus Ahmadiyah dan JIL (ULIL ABSAR ABDALAH) baca itu ditas”

  65. abson berkata

    mutiara hati
    berkata “maka anda salah besar, dalam revolusi HAM pasal 18 ayat 3, dewan HAM PBB telah mengeluarkan pernyataan
    “… segala bentuk penistaan agama termasuk pelanggaran HAM”

    Perhatian!!!
    “Para Pengurus Ahmadiyah dan JIL (ULIL ABSAR ABDALAH) baca itu diatas”

  66. abson berkata

    YTH Bpk PRESIDEN RI
    Mohon terbitkan Keppres pembubaran Ahmadiyah.

  67. Saifullah berkata

    @Abson
    Begitulah nasib umat islam.
    Ketika muslimin menuntut aliran sesat ahmadiyah dibubarkan, maka aktifis HAM liberalis menuduh muslim melanggar HAM. Tapi ketika ajaran Islam dinistakan oleh ahmadiyah, hal itu dianggap kebebasan beragama (kebebasan menistakan agama).

  68. Anonymous berkata

    semua yang anda katakan benar. tetapi satu hal yang perlu kita bahwa kita tidak boleh menghakimi setiap agama. mana yang harus dibubarkan mana juga yang perlu dipertahankan. mana yang benar dan mana yang salah. karena sebenarnya hanya Allah yang layak menghakimi semua agama dan manusia-manusinya. kita saat ini sebaiknya tidak terlalu maju berpikir dalam menilai agama lain melainkan melihat sisi positif yang dapat kita ambil sebagai ilmu bukan sisi negatif yang disimpan sebagai perdebatan yang bisa saja menimbulkan emosional orang lain.trima kasih.

  69. Anonymous berkata

    semua yang anda katakan benar. tetapi satu hal yang perlu kita ingat bahwa kita tidak boleh menghakimi setiap agama. mana yang harus dibubarkan mana juga yang perlu dipertahankan. mana yang benar dan mana yang salah. karena sebenarnya hanya Allah yang layak menghakimi semua agama dan manusia-manusinya. kita saat ini sebaiknya tidak terlalu maju berpikir dalam menilai agama lain melainkan melihat sisi positif yang dapat kita ambil sebagai ilmu bukan sisi negatif yang disimpan sebagai perdebatan yang bisa saja menimbulkan emosional orang lain.trima kasih.

  70. Anonymous berkata

    benar semua yang anda katakan. tetapi kita perlu ingat bahwa kita tidak boleh menghakimi setiap agama yang ada di dunia ini. mana yang benar mana yang salah, mana yang perlu dibubarkan mana yang dipertahankan. sebab sesungguhnya hanya Allah yang layak dan patut yang menghakimi, menilai kesemuanya itu termasuk manusia-manusianya. saat ini kita seharusnya melihat sisi positif dari apa yang dilakukan tiap agama buka melihat sisi negatifnya. terima kasih.

  71. CosmicBoy berkata

    Bagi saya kelompok2 ini tidak dianggap sesat sehingga dicap sesat oleh kelompok2 yang mau menang sendiri.

    Adalah merupa hak asasi manusia mau percaya apa saja asalkan kepercayaan2 itu tidak menyebabkan kekacauan dan memecahkan kesatuan dan persatuan bangsa.

    Jadi dibiarin saja. Kita semua bisa hadapi mereka (baik Ahmadiyyah, baik SSY baik kelompok apa saja) dengan dialog dan diskusi sehat. Terserah para pendengar mau percaya atau tidak. Yang lain itu urusan Tuhan bukan kita. Sangat merusakkan citra agama dan negara kalu hanya kerena perbedaan maka kita hadapi mereka dengan pedang dan golok!

    Memalukan.

  72. Kebenaran yg di butakan berkata

    MENYIMAK DAN MEMANTAU.

  73. Bego Loe!!! berkata

    muslim adalah umat yg paling toleran.
    seandainya muslim terbiasa pakai pedang & golok, apakah di Indonesia ini masih ada non-muslim yang hidup?

  74. CosmicBoy berkata

    Ya benar mereka paling toleran karena tidak menjalani perintah Islam, coba ya kalu dijalani?

  75. SHARING berkata

    Bung Cosmicboy,

    Saya memahami perkataan anda sebagai seorang Non Muslim. Sehingga anda tidak akan begitu saja mempercayai apapun yang dikatakan oleh rekan muslim di forum ini.

    Namun demikian terlepas dari percaya atau tidaknya anda, ASLINYA AJARAN ISLAM SEBELUM DICEMARI oleh syeitan-2 yang memang sudah berjanji kepada Allah SWT untuk menempati neraka jahanam setelah terjadinya kiamat dunia kelak karena pembangkangannya asalkan diberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk menggoda dan menjerumuskan sebanyak mungkin manusia di dunia ini ke dalam lembah dosa untuk menemaninya di neraka jahanam, mengajarkan toleransi yang tinggi dan perdamaian kepada siapapun hingga terhadap orang-2 yang membenci dan yang memusuhinya sekalipun, asalkan menerima perlakuan yang sama. Islam mengajarkan kesabaran kepada umatnya dalam menghadapi apapun dan selalu berpasrah diri hanya kepada Allah SWT Yang Menciptakan, Memelihara dan Mengembalikan segala sesuatu di dunia ini.

    Percaya atau tidak anda, keberadaan Islam sebetulnya bukan baru ada sejak Nabi Muhammad SAW, melainkan sejak manusia pertama kali diciptakan, yakni Nabi Adam AS. Logisnya Allah SWT sebagai satu-satunya Tuhan Yang Ada (Yang Maha Esa) hanya menurunkan satu macam keyakinan, yakni keyakinan yang menyembah kepada-Nya. Jadi Tidak mungkin Allah SWT menurunkan keyakinan yang menyembah kepada tuhan lain selain Dia yang sudah menyatakan diri sebagai Tuhan Yang Maha Esa (yang tidak beranak dan tidak diperanakan serta tiada pula sekutu bagi-Nya).

    Pertanyaannya, jika memang Islam diyakini sudah ada sejak Nabi Adam AS, apa buktinya ?

    Buktinya adalah bahwa semua kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT baik Dzabur, Taurat, Injil dan Al-Quran itu selalu mengajarkan ketauhidan, yakni menyembah hanya kepada satu Tuhan Yang Maha Esa, yakni Allah SWT.

    Pertanyaannya, untuk apa Allah SWT menurunkan banyak kitab suci dan mengapa tidak langsung menurunkan Al-Quran saja ?

    Jawabannya adalah karena kitab-2 suci itu diturunkan sesuai dengan perkembangan jamannya. Di jaman Nabi Adam AS, Allah SWT memberikan petunjuk sesuai peristiwa-2 dan kondisi di jamannya, jaman Nabi Daud AS, Allah SWT menurunkan kitab suci Dzabur yang sesuai dengan kondisi dan peristiwa-2 yang dihadapi dijamannya, jaman Nabi Musa AS, Allah SWT menurunkan kitab suci Taurat (termasuk 10 perintah Allah) sesuai dengan kondisi dan peristiwa-2 yang terjadi di jamannya, jaman Nabi Isa AS (Isa Al-Masih ibnu Maryam), Allah SWT menurunkan kitab suci Injil (Al-Kitab) sesuai dengan kondisi dan peristiwa-2 yang terjadi di jamannya dan terakhir jaman Nabi Muhammad SAW, Allah SWT menurunkan kitab suci Al-Quran (tahun 632 SM atau 14 abad yang lalu) di kota Mekah dan Madinah sesuai dengan kondisi yang dihadapi dan peristiwa-2 yang terjadi di jaman-Nya. Dan setelah itu oleh karena jaman setelah nabi MUhammad diisyaratkan dalam Al-Quran secara tidak langsung sebagai akhir jaman, maka sejatinya Allah SWT tidak akan pernah menurunkan Nabi baru setelah Nabi Muhammad SAW. Jadi sejak tahun 632 SM sampai sekarang dan hingga akhir dunia nanti Allah SWT tidak akan pernah menurunkan utusan-Nya lagi yang berstatus sebagai nabi. Dengan ketiadaan utusan yang berstatus sebagai nabi ini, maka otomatis pula tidak akan pernah diturunkan lagi petunjuk atau wahyu-2-Nya dalam bentuk kitab suci baru setelah Al-Quran dan hadist-2 nabi (Nabi Muhammad SAW). Jadi Al-Quran adalah penegas sekaligus penyempurna kekurangan-2 yang ada sebelumnya.

    Apa hubungan antara Al-Quran sebagai kitab suci terakhir dengan kehidupan di akhir jaman ini ?

    Hubungannya adalah dengan kedudukannya sebagai kitab suci terakhir hingga akhir jaman, maka Allah SWT menurunkan Al-Quran kepada manusia yang hidup di masa itu dalam bentuk yang paling sempurna sebagai firman Allah SWT yang diturunkan pada hari Jumat sore bertepatan dengan hari Arofah, yakni surat Al-Maidah ayat 3 sbb :

    الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

    “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kusempurnakan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhoi Islam sebagai agama bagimu.”

    Bahkan terhadap ayat ini, ‘Umar bin Khattab Rodhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim melalui jalan Thoriq bin Syihaab dalam kitab Shahih keduanya mengatakan sbb :

    جَاءَ رَجُلٌ مِنْ الْيَهُودِ إِلَى عُمَرَ فَقَالَ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ آيَةٌ فِي كِتَابِكُمْ تَقْرَءُونَهَا لَوْ عَلَيْنَا نَزَلَتْ مَعْشَرَ الْيَهُودِ لَاتَّخَذْنَا
    ذَلِكَ الْيَوْمَ عِيدًا قَالَ وَأَيُّ آيَةٍ قَالَ

    الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا فَقَالَ عُمَرُ إِنِّي لَأَعْلَمُ الْيَوْمَ الَّذِي نَزَلَتْ فِيهِ
    وَالْمَكَانَ الَّذِي نَزَلَتْ فِيهِ نَزَلَتْ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَرَفَاتٍ فِي يَوْمِ جُمُعَةٍ

    Seorang laki-laki dari kalangan non muslim (yahudi) datang kepada ‘Umar. Kemudian, dia berkaata, “Wahai Amirul Mu’minin, ada sebuah ayat dalam kitab kalian dan kalian membacanya, sekiranya ayat itu turun kepada kami orang-orang yahudi sungguh akan kami jadikan hari dimana ayat itu turun sebagai hari ‘ied”. Umar bertanya kepadanya, “Ayat manakah yang engkau maksudkan?” Orang yahudi tersebut mengatakan,

    الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

    “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku sempurnakan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhoi Islam sebagai agama bagimu.”

    Maka, ‘Umar mengatakan, “Sesungguhnya aku benar-benar mengetahui hari dan tempat ketika ayat itu turun kepada Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam, yaitu ketika hari jumat bertepatan dengan hari Arofah”

    Berdasarkan riwayat di atas, maka hari Jumat sebagai hari dimana Allah SWT menyatakan sendiri kesempurnaan Islam sebagai agama yang diridhoi-Nya telah dianggap sebagai hari yang suci dibandingkan dengan hari-2 lainnya dalam seminggu dan umat islam selalu melaksanakan ibadah kotbah dan shalat (menyembah kepada Allah SWT) secara khusus pada setiap tengah hari di hari Jumat.

    Sebagai agama yang dinyatakan sendiri oleh Allah SWT telah disempurnakan oleh-Nya, maka secara logika ajaran Islam, yang bersumber pada Al-Quran dan hadist Nabi berarti dianggap telah menyempurnakan kitab-2 suci yang diturunkan sebelumnya oleh Allah SWT. Dan sebagai agama yang telah disempurnakan oleh Allah SWT ini, ISLAM TENTU MENGAJARKAN KEBAIKAN-2 YANG SEMPURNA KEPADA UMATNYA. Kebaikan sempurna berarti tiada cacat di dalamnya, baik makna maupun akibatnya.

    Contoh :
    Sebagai agama yang diridhoi dan telah disempurnakan oleh Allah SWT, Islam aslinya mengajarkan kerukunan dan perdamaian dengan siapapun, bahkan dengan yang membenci atau memusuhinya sekalipun, sejauh mereka juga berlaku sama, yakni saling menjaga sikap. Sekarang ajaran Islam yang benar yang mengajarkan kerukunan dan perdamaian dengan siapapun itu TELAH DICEMARI DENGAN SENGAJA dengan istilah jihad palsu yang mengatasnamakan Islam ini itu dengan aksi-2 anarkhisme yang tidak perlu bahkan hingga mengebom orang-2 tak bersalah di sana sini. Sungguh merupakan perbuatan biadab yang tidak mencerminkan ajaran Islam yang sesungguhnya, yakni yang diajarkan oleh penerima firman-2 Allah SWT dalam kitab suci Al-Quran, yakni nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW mengajarkan bahwa jihad adalah wajib hukumnya ketika umatnya melindungi atau membela diri, keluarganya, hartanya, saudara seimannya, negaranya dan agamanya. Jadi INTINYA YANG BERSIFAT MEMBELA DIRI dan bukan yang bersifat memulai, memprofokasi, menyulut, memfitnah, mencari gara-gara atau sengaja mencari lawan, apalagi memperalat agama seperti yang disangkakan sebagian kalangan. Jadi bisa dikatakan bahwa aksi-2 brutal dan anarkhisme yang selama ini mengatasnamakan jihad Islam sesungguhnya telah menyimpang atau tidak sesuai dengan ajaran Islam yang benar.

    Ketika ada pertanyaan dari seorang komentator, mengapa keanekaragaman dan bahkan minoritas yang ada di Indonesia selama ini aman dan damai di tengah mayoritas Islam ? Jawabannya tentu saja tak lain aslinya ajaran Islam sebagai ajaran yang berarti juga dipeluk oleh mayoritas penduduk Indonesia mengajarkan kebaikan-2 yang sempurna termask kerukunan, perdamaian dan toleransi terhadap sesamanya, baik sesame umat beragama, maupun sesama bangsa yang berbeda-2 dalam adat istiadat, suku, bahasa, budaya dan lainnya tetapi tetap satu, yakni bangsa Indonesia (yang berbhine katunggal ika). Itulah sebenarnya ajaran Islam yang sesungguhnya jika memang ingin mengetahui, penuh kedamaian dengan sesama.

  76. cosmicboyz berkata

    # sharing,

    Thanks bung atas kupasan anda yg ilmiah dan merangkul ini. Anda seorang muslim yg baik dan berhati mulia. Tuhan memberkati anda.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.096 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: