KabarNet.in

Aktual Tajam

DKI Segera Keluarkan PERDA Pelarangan Ahmadiyah

Posted by KabarNet pada 05/03/2011

Jakarta – Ada perkembangan menarik dengan munculnya perubahan sikap Gubernur DKI Jakarta Fauzy Bowo terkait wacana pelarangan aliran sesat Ahmadiyah di seluruh wilayah DKI Jakarta. Berbeda dengan sikapnya beberapa waktu yang lalu yang terkesan berhati-hati dan ragu, kali ini Fauzi Bowo kelihatan sekali berniat mengikuti langkah Gubernur Jatim, Jabar dan Banten yang sudah terlebih dahulu mengeluarkan surat keputusan (SK) mengenai pelarangan seluruh kegiatan aliran sesat Ahmadiyah. Tidak hanya berencana mengeluarkan SK, DKI Jakarta bahkan juga ingin menerapkan peraturan pelarangan kegiatan tersebut dalam bentuk peraturan daerah (PERDA) agar bersifat lebih tegas.

“Saya sedang meminta Asisten Kesmas (Kesejahteraan Masyarakat), Kesbangpol (Kesatuan Bangsa dan Politik) untuk berkoordinasi dengan Jawa Barat dan Jawa Timur. Saya kira kalau sejalan dengan jiwa kita, bisa saja, tidak masalah,” ujar lelaki yang akrab disebut Foke ini di tengah kerumunan para wartawan di Balaikota, DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (4/3/2011) kemarin.

Tim yang sudah berangkat ke Jatim dan Jabar tersebut, lanjut Fauzi, akan mengkaji seperti apa SK dari masing-masing daerah yang saat ini sudah terlebih dulu menerapkan. Dalam waktu dekat ini, Fauzy Bowo akan melakukan pembahasan perihal tersebut dengan pihak DPRD DKI Jakarta.

“Kalau perlu lebih jauh lagi, kita akan bicara dengan DPRD bikin PERDA. Kalau Surabaya bisa, kenapa kita di Jakarta nggak bisa,” katanya kepada para wartawan.

Penerapan SK ataupun Perda ini lanjut Foke butuh kajian yang matang. Oleh karenanya dalam pembahasan nanti DKI akan menyesuaikan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yang dikeluarkan tahun 2008.

“Karena masalah ini begitu sensitif sehingga harus dikaji lebih dalam,” lanjutnya sebelum meninggalkan para wartawan.

[ laporan: a s t a g a ]

7 Tanggapan to “DKI Segera Keluarkan PERDA Pelarangan Ahmadiyah”

  1. MALAIKAT said

    MUSABAQOH ANTAR DAERAH REPUBLIK INDONESIA

    DENGAN TEMA :
    “JIHAD FI SABILILLAH MEMBERANGUS ALIRAN SESAT AHMADIYAH”

    (Up-date 5 Maret 2011, 05:15)
    ______________________________

    Klasemen Sementara:

    Juara 1 : Kab.Lombok Timur (SK thn.1983)
    Juara 2 : Kab. Kuningan (SK thn.2002)
    Juara 3 : Kab. Garut (SK thn.2005)
    Juara 4 : Kab. Cianjur (SK thn.2005)
    Juara 5 : Kab. Sukabumi (SK thn.2006)
    Juara 6 : Prop. Sumatera Sltn (SK 1/9/2008 & 8/2/2011)

    Juara 7 : Kab.Pandeglang (SK 21/2/2011)
    Juara 8 : Kota Ternate (SK 23/2/2011)
    Juara 9 : Kota Samarinda (SK 25/2/2011)
    Juara 10: Prop.Jawa Timur(SK 28/2/2011)
    Juara 11: Prop. KAL-TIM (SK 1/3/2011)
    Juara 12: Prop. Banten (SK 1/3/2011)
    Juara 13: Prop.Jawa Barat (SK 3/3/2011)
    Juara 14: Kota Bogor (SK 3/3/2011)
    _____________________________

    Prediksi Juara berikutnya :

    Juara 15 : Prop DKI Jakarta (menunggu laporan tim khusus yg dikirim Gubernur Fauzy Bowo ke Surabaya dan Bandung utk mempelajari SK Gubernur Jatim dan Jabar, dan persiapan rumusan PERDA dgn pihak DPRD DKI Jakarta).

    Juara 16 : Propinsi Sumatera Utara (menunggu keputusan Gubernur yang sedang membahas wacana pelarangan Ahmadiyah degan pihak DPRD).

    Juara 17 : Kabupaten Bogor (menunggu peresmian)

    Juara 18 : Propinsi Sulawesi Selatan (menunggu peresmian)

    Juara 19 : Propinsi Daerah Istimewa Aceh Darussalam (menunggu peresmian)
    _________________________________

    Prediksi akan kalah :

    1. Propinsi Jawa Tengah
    Karena Gubernur Propinsi JATENG Bibit Waluyo lebih memilih menunggu keputusan pembubaran Ahmadiyah dikeluarkan langsung oleh pemerintah pusat, baru kemudian setelah itu Jateng akan mengikuti.

    2. Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
    Karena hubungan baik antara Sri Sultan Hamengku Buwono-X dgn pihak Gerakan Ahmadiyah Aliran LAHORE yg terpusat di Yogyakarta. Terutama karena Ahmadiyah Aliran LAHORE ini tidak menganggap Mirza Ghulam Ahmad sebagai “nabi”, melainkan hanya sebagai mujaddid saja. Disamping juga karena Ahmadiyah LAHORE dianggap tidak meresahkan umat Islam karena mereka tidak menyebarkan ajarannya secara terang-terangan dan brutal seperti Jemaat Ahmadiyah Indonesia aliran Qadiyani.
    _____________________________________

    HADIAH :
    Bagi para peserta dan juara akan menerima Hadiah Khusus dari Allah SWT berupa “KEBAHAGIAAN DI DUNIA DAN DI AKHIRAT”.

  2. Maya said

    alhamdulillah..
    sedikit demi sedikit…
    lama lama musnah juga.

  3. taUbat said

    @ MALAIKAT

    TERUSKAN UPDATE, DISITU AKAN TAMPAK MANA YANG PRO RAKYAT DAN PRO PERPECAHAN.

    DKI ADALAH RING 1 NKRI, IBU KOTA YANG MEMPELOPORI BAGI YANG BELUM MENERBITKAN SK SEBAGAI BAROMETER/TOLAK UKUR/ACUAN UNTUK WILAYAH LAINNYA DIDALAM PENERBITANNYA.

    SALAM.

  4. MUNARMAN said

    Liputan6.com, Jakarta: Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi harus segera mencabut surat keputusan pelarangan Ahmadiyah yang telah dikeluarkan beberapa pemerintah daerah. Demikian diungkapkan pengamat politik Azyumardi Azra dalam seminar bertajuk “International Seminar on Islam, Piece, and Justice” di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Sabtu (5/3).

    “Depdagri harus mencabut Perda semacam itu. SKB masih problematis. Yang diperlukan bukan Perda yang bisa saja ditarik seperti karet,” ujar Azyumardi Azra. Menurut Azumardi, peraturan daerah atau SK pelarangan Ahmadiyah itu inkonstitusional. “Tak jauh berbeda dengan SKB kalau mengambil langkah-langkahnya sendiri, baik provinsi maupun kabupaten,” katanya.

    Azra menilai Ahmadiyah ini status quo dengan SKB maka SKB yang harus disosialisasikan. “Tegaskan isi SKB, supaya masyarakat tidak melakukan tindakan main hakim sendiri,” tandasnya. Ahmadiyah juga harus menahan diri, jangan lagi bersifat eksklusif. “Perda bisa mendrong emosi. Mendagri bisa mencabut perda-perda yang melanggar konstitusi,” imbuhnya.(JUM)

  5. Ahmadiyah memang harus dibubarkan. Kalau masih ada yang anarkis, tindak saja yang anarkis. Tapi adanya oknum yang anarkis bukan berarti orang Islam harus malu untuk berbuat tegas dalam membubarkan Ahmadiyah.

  6. a s t a g a - said

    KETUM MUHAMMADIYAH DUKUNG PERDA LARANGAN PENYEBARAN AJARAN SESAT AHMADIYAH

    Surabaya – 05/03/2011
    Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. Din Syamsudin kembali menegaskan dukungannya terhadap keputusan sejumlah kepala daerah yang melarang aktifitas Jemaat Ahmadiyah menyebarkan ajaran sesat mereka kepada umat Islam.

    “Saya kira (pemerintah daerah) punya hak, terutama terjadi disorder ketertiban sosial, maka Pemda punya kewenangan untuk berubah keadaannya,” kata Din Syamsudin saat dikerumuni oleh para wartawan pada kesempatan peresmian gedung “G” Inspire Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Jl Sutorejo, Mulyorejo, pada hari Sabtu 5/3/2011 yang lalu.

    Din menegaskan, bahwa sikap Muhammadiyah terhadap Ahmadiyah sudah sangat jelas dan tegas. Bahkan, sejak Tahun 1993, Majelis Tarjih PP Muhammadiyah sudah menegaskan, bahwa barang siapa yang meyakini adanya nabi baru selain Nabi Muhammad SAW adalah berada di luar Islam.

    “Karena itu kami menilai akidah dari kaum Ahmadiyah tidak sesuai dengan dasar-dasar akidah Islam berdasarkan sumber Islam, Al Quran dan Sunnah,” ujarnya.

    Din menggambarkan, bahwa gerakan kelompok sesat Ahmadiyah adalah gerakan yang mesianistik, yang banyak orang tidak mengetahui. Dan gerakannya semacam gerakan Ratu Adil Imam Mahdi. Pendirinya itu diberi gelar Al Mahdi Al Mau’ud, yaitu Imam Mahdi yang dijanjikan.

    “Gerakan-gerakan seperti ini punya watak dan kecenderungan menyalahkan agama atau keyakinan akidah sebelumnya,” tuturnya.

    Menurut Ketum PP Muhammadiyah ini, adalah tokoh Ahmadiyah yang pertama kali mengkafirkan semua orang Islam karena tidak berbaiat kepada Mirza Ghulam Ahmad.

    Ia menceritakan, Basiruddin yang menjadi “khalifah” pengganti Mirza Ghulam Ahmad dalam sebuah bukunya pernah mengatakan bahwa “Semua orang Islam kaum muslimin yang belum berbaiat kepada Imam Mahdi yang dijanjikan Mirza Ghulam Ahmad mereka adalah orang kafir, berada di luar akidah Islamiah”.

    “Itulah tuduhan pada kita, maka pada fatwa Robitul ‘Alam Al-Islami, MUI, Muhammadiyah, NU, dan lain-lain itu hanya reaksi terhadap pengkafiran mereka,” ujarnya.

    Din menambahkan bahwa Ahmadiyah adalah kelompok eksklusif. Seperti misalnya, mereka hanya menikahi diantara sesama mereka. Ahmadiyah juga tidak memperbolehkan orang lain masuk ke tempat ibadah mereka. Akidah Ahmadiyah yang melenceng dari Islam akan mengusik akidah umat Islam.

    [ laporan : a s t a g a - khusus untuk K@barNet ]

  7. Oncom said

    Biasa …. karena ada rombongan Dajjal nongkrong di Tanjung Mas Surabaya …..
    Keliatan ya kekufurannya !

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.040 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: