KabarNet.in

Aktual Tajam

DPR Antek Koruptor !.. DPR Pengkhianat RAKYAT !!

Posted by KabarNet pada 01/02/2011

DUA komisi yang sama-sama instrumen negara sedang berperang. Komisi III DPR, lembaga pembuat undang-undang, bertikai dengan Komisi Pemberantasan Korupsi, lembaga penegak hukum. Pertikaian itu menyebabkan rapat kerja Komisi III dan KPK, kemarin, dibatalkan dewan. Padahal, pimpinan KPK lengkap hadir dalam raker yang merupakan undangan Komisi III itu.

Pokok perkara yang membuat runyam adalah perbedaan persepsi antara KPK dan Komisi III tentang posisi hukum Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah, dua pemimpin KPK. Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan paling ngotot tidak mau bertatap muka dalam rapat dengan lembaga yang pemimpinnya berstatus tersangka.

Sebaliknya, KPK menganggap posisi Bibit dan Chandra bersih setelah Kejaksaan Agung mengeluarkan pendeponiran, atau pengesampingan perkara. Kita tidak ingin terlibat terlalu jauh pada posisi hukum yang menyandera Bibit dan Chandra atau tidak. Namun, logika sederhana mengatakan seseorang yang proses penuntutannya sebagai tersangka dicabut seyogianya bebas dari seluruh sangkaan.

Komisi III tidak adil terhadap KPK. Publik masih ingat bagaimana KPK meladeni raker dengan komisi itu yang diikuti sejumlah anggota Komisi III berstatus tersangka dan berbicara paling lantang. Komisi III juga lupa bahwa DPR pernah dipimpin seorang terdakwa bernama Akbar Tandjung yang adalah juga pemimpin Golkar.

Fakta itu mempertegas ketidaksukaan sekaligus double standard partai politik di DPR terhadap pemberantasan korupsi. Orang-orang partai di DPR ternyata hanya mendorong pemberantasan korupsi bila tidak merugikan partai mereka. Tatkala orang partai dijerat kasus korupsi, mereka muncul sebagai kekuatan yang menentang pemberantasan korupsi.

Tidak bisa dihindarkan kecurigaan publik terhadap ketidaksenangan Golkar dan PDIP terhadap KPK. Dari 19 anggota DPR yang ditahan KPK dalam kasus korupsi cek perjalanan pada pemilihan Deputi Gubernur Senior BI Miranda Goeltom, terbanyak adalah anggota dua partai itu.

Sikap mendua kalangan DPR ikut mempersulit pemberantasan korupsi sekarang ini. Mafia hukum membelit di mana-mana sehingga DPR dan partai politik, di mata publik, menjadi lembaga yang paling tidak dipercaya bersama kepolisian dan kejaksaan.

KPK menjadi satu-satunya lembaga penegak hukum yang masih mendapat kredibilitas di mata publik. Bila anggota dewan menyelami persepsi publik, seharusnya mereka tidak menzalimi KPK.

Fungsi representasi anggota DPR dicerminkan melalui kesesuaian pikiran dan pendapat mereka dengan persepsi yang hidup dan berkembang dalam masyarakat. Terus terang, di mata publik, DPR telah gagal menangkap suara rakyat.

Motif pertikaian Komisi III dan KPK tampak jelas. Golkar dan PDIP seperti burung unta, sembunyi kepala tetapi tampak ekor. Bahkan buruk muka, cermin dibelah. [EDITORIAL MI]

Keputusan rapat Komisi III DPR yang menolak kehadiran Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah, membuka babak gelap baru bagi KPK. Yaitu resminya dimulainya upaya Kriminalisasi KPK babak II.

“Maka DPR resmi memulai kriminalisasi KPK part II dan Komisi III DPR seolah mengambil posisi dalam barisan corruptors fight back,” kata Rizky Argama, melalui telepon, Senin (31/1/2011).

Peneliti pada Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia (PSHK) itu mengaku masih bingung dengan alasan sebagian anggota Komisi III DPR yang menilai duet Bibit-Chandra masih berstatus tersangka. Padahal sudah jelas bahwa Kejaksaan Agung mengenakan deponeering terhadap kasus dugaan suap yang sempat disangkakan kepada keduanya.

“Mungkin alasan yang Jaksa Agung sampaikan kurang tepat, tetapi bagaimana pun langkah deponeering sudah diambil dan itu harus dihormati termasuk oleh DPR,” tegas Rizky.

Pandangan serupa juga disampaikan peneliti hukum dari ICW, Donal Faiz. Dia menjelaskan suatu kasus hukum sudah dinyatakan harus dikesampingkan demi kepentingan umum (deponeering), maka dengan sendirinya status tersangka yang disematkan ikut dicabut. Status yang tidak lagi tersangka merupakan konsekuensi yuridis dari dikesampingkannya proses hukum kasus bersangkutan. “Mana mungkin ada tersangka, tapi kasusnya sudah tidak ada? Alasannya kok mengada-ada saja,” ujar Donal.

Lebih lanjut dia mengingatkan kepada para wakil rakyat di DPR tentang retorika perang melawan korupsi yang selama ini mereka bangun. Bila memang benar para politisi menilai perlu ada pengungkapan kasus mafia pajak, menumpas makelar kasus, percepatan skandal bailout Bank Century, penanganan cepat kasus L/C Miskabkhun, penuntasan kasus Gayus Tambunan, isu suap Dewan Gubernur BI dan lain sebagainya, maka yang harus dilakukan adalah memperkuat KPK. “Apalagi masa tugas KPK tinggal 10 bulan lagi. Tapi kok malah yang DPR lakukan adalah melemahkan KPK. Jangan cuma retorika dong, buktikan dengan tindakan,” wanti Donal.

“Sikap DPR ini bentuk pengkhianatan terhadap agenda perang melawan korupsi,” ujar Donal melalui telepon, Senin (31/1/2011)..

Dia menduga keputusan yang dimotori oleh Fraksi Golkar PPP, PKS, Gerindra dan PDIP itu ada kaitannya dengan penahanan 19 orang politisi dalam kasus suap proses pemilihan Dewan Gubernur Senior BI. Nampaknya ada semacam solidaritas, sebab yang KPK tahan adalah para politisi senior.

“Ini juga bukti ketakutan DPR terhadap kerja-kerja KPK dalam memberantas korupsi dalam parlemen. Setidaknya saat ini sudah 40 anggota DPR yang dijerat proses hukum oleh KPK,” sambung Donal.

Sambil tertawa, Donal kemudian memaparkan kontruksi makro dari penetapan deponeering oleh Kejaksaan Agung terhadap kasus suap yang sempat disangkakan kepada Bibit dan Chandra. Di dalam UU Kejaksaan Agung, jelas disebutkan bahwa deponeering merupakan hak oportunitas yang dimiliki Kejaksaan Agung sebagai lembaga eksekutif yang punya wewenang yudikatif.

Di dalam pelaksanaannya, Kejaksaan Agung mendapatkan masukan dari Presiden dan MA. Tapi eksekusi dan tindak lanjut dari keputusan tersebut tetap merupakan wewenang penuh dari Jaksa Agung yang tidak dapat diintervensi Presiden RI selaku atasan langsung, apalagi oleh DPR.

Bila suatu kasus hukum sudah dinyatakan harus dikesampingkan demi kepentingan umum (deponeering), maka dengan sendirinya status tersangka yang disematkan ikut dicabut. Status yang tidak lagi tersangka merupakan konsekuensi yuridis dari dikesampingkannya proses hukum kasus bersangkutan.

“Saya sarankan teman-teman di DPR baca lagi deh UU Kejaksaan Agung. Mana mungkin ada seorang tersangka tapi kasusnya sudah tidak ada. Alasannya kok yang mengada-ada saja,” ujar Donal. [detik]

14 Tanggapan to “DPR Antek Koruptor !.. DPR Pengkhianat RAKYAT !!”

  1. SEBARKAN !!!…..AYO KITA GERUDUK DPR… KITA DEMO DPR… MUAK LEAT UCAPAN DAN TINGKAH LAKU MEREKA !!!.. KITA KEPUNG SENAYAN…. SUDAH WAKTUNYA TURUN KE JALAN !!! POLISI KEJAKSAAN SAMA SAJA, TIDAK BISA DIPERCAYA !!! WAKTUNYA PENGADILAN RAKYAT !!!!!WAKTUNYA PENGADILAN RAKYAT !!!!!WAKTUNYA PENGADILAN RAKYAT !!!!! thumbsdown thumbsdown SEBARKAN !!!…..AYO KITA GERUDUK DPR… KITA DEMO DPR… MUAK LEAT UCAPAN DAN TINGKAH LAKU MEREKA !!!.. KITA KEPUNG SENAYAN…. SUDAH WAKTUNYA TURUN KE JALAN !!! POLISI KEJAKSAAN SAMA SAJA, TIDAK BISA DIPERCAYA !!! WAKTUNYA PENGADILAN RAKYAT !!!!!WAKTUNYA PENGADILAN RAKYAT !!!!!WAKTUNYA PENGADILAN RAKYAT !!!!! thumbsdown thumbsdown SEBARKAN !!!…..AYO KITA GERUDUK DPR… KITA DEMO DPR… MUAK LEAT UCAPAN DAN TINGKAH LAKU MEREKA !!!.. KITA KEPUNG SENAYAN…. SUDAH WAKTUNYA TURUN KE JALAN !!! POLISI KEJAKSAAN SAMA SAJA, TIDAK BISA DIPERCAYA !!! WAKTUNYA PENGADILAN RAKYAT !!!!!WAKTUNYA PENGADILAN RAKYAT !!!!!WAKTUNYA PENGADILAN RAKYAT !!!!! thumbsdown thumbsdown SEBARKAN !!!…..AYO KITA GERUDUK DPR… KITA DEMO DPR… MUAK LEAT UCAPAN DAN TINGKAH LAKU MEREKA !!!.. KITA KEPUNG SENAYAN…. SUDAH WAKTUNYA TURUN KE JALAN !!! POLISI KEJAKSAAN SAMA SAJA, TIDAK BISA DIPERCAYA !!! WAKTUNYA PENGADILAN RAKYAT !!!!!WAKTUNYA PENGADILAN RAKYAT !!!!!WAKTUNYA PENGADILAN RAKYAT !!!!! thumbsdown thumbsdown SEBARKAN !!!…..AYO KITA GERUDUK DPR… KITA DEMO DPR… MUAK LEAT UCAPAN DAN TINGKAH LAKU MEREKA !!!.. KITA KEPUNG SENAYAN…. SUDAH WAKTUNYA TURUN KE JALAN !!! POLISI KEJAKSAAN SAMA SAJA, TIDAK BISA DIPERCAYA !!! WAKTUNYA PENGADILAN RAKYAT !!!!!WAKTUNYA PENGADILAN RAKYAT !!!!!WAKTUNYA PENGADILAN RAKYAT !!!!! thumbsdown thumbsdown SEBARKAN !!!…..AYO KITA GERUDUK DPR… KITA DEMO DPR… MUAK LEAT UCAPAN DAN TINGKAH LAKU MEREKA !!!.. KITA KEPUNG SENAYAN…. SUDAH WAKTUNYA TURUN KE JALAN !!! POLISI KEJAKSAAN SAMA SAJA, TIDAK BISA DIPERCAYA !!! WAKTUNYA PENGADILAN RAKYAT !!!!!WAKTUNYA PENGADILAN RAKYAT !!!!!WAKTUNYA PENGADILAN RAKYAT !!!!! thumbsdown thumbsdown

  2. RAKYAT LAPAR said

    Secara substansi dan garis besar saya setuju dgn wacana komentator baru pemakai nama “RAKYAT LAPAR!” pada posting no.1 tsb di atas.

  3. RAKYAT LAPAR said

    Kebetulan saya juga menyaksikan tayangan di salah satu TV swasta yg meliput rapat antara Komisi-III DPR dan KPK tsb. Kesan saya sehabis melihat tayangan tsb adalah: Seperti menonton drama komedi yg tidak lucu, tapi memuakkan. Terutama muak melihat perilaku beberapa anggota dewan yg sombong2, tidak sopan, bahkan kurang ajar. Perilaku yg sangat tidak sopan dan kurang ajar, tanpa memperdulikan bahwa rapat mereka ditonton oleh rakyat. Dan tidak memperdulikan perasaan Anggota KPK yg sangat santun dan sudah beritikad baik dengan mau hadir memenuhi undangan Komisi-III. Betul2 DPR sudah menjadi institusi yg dikuasai oleh orang2 yg lebih layak disebut sebagai Anggota Dewan Yang TIDAK TERHORMAT!

  4. KarDos said

    Menyikapi DPR & Pemerintah yg dzolim, korup dan gagal ada 2 cara:

    CARA 1: (Cara rakyat Tunisia dan Mesir)

    Dengan kekuatan rakyat dan seluruh elemen bangsa,
    ▬► BUBARKAN DPR yg dikuasai koalisi busuk pro pemerintah, kemudian

    ▬►TUMBANGKAN Presiden yg didukung oleh mayoritas DPR korup, (yakni seperti wkt rakyat Indonesia menumbangkan rezim Orba pd 1998).

    ▬► PENTING… jangan lupa merangkul TNI.

    CARA 2: (Cara orang sabar)

    Sabar menunggu smp masa jabatan mereka habis, kemudian jangan dipilih lagi. Sambil menunggu silahkan setiap hari menonton kedzoliman2 mereka, terutama menonton uang rakyat hasil pajak yg Anda bayarkan dikeruk habis oleh DPR dan koalisi pemerintah dan kroni2nya.

    Sambil makan kacang kita bisa menonton TV sambil melihat tayangan2 berita tentang :

    -Anggota DPR memperkaya diri.

    -Anggota DPR menyusun anggaran kenaikan gaji dan tunjangan2 mereka.

    -Anggota DPR jalan2 ke luar negeri,

    -Anggota DPR menjadi makelar proyek pemerintah,

    -Anggota DPR membangun gedung baru bernilai triliyunan rupiah.

    -Anggota DPR menjadi pragawan politik yg mondar mandir di depan kamera TV,

    -Anggota DPR bermain sandiwara dlm rapat2 gedung dewan yg kebetulan diliput oleh media.

    -Anggota DPR pura-pura memaki-maki pemerintah.

    -dan masih banyak lagi.

    .

    Selamat memilih, (bebas kok, nggak ada paksaan).

  5. Yang jelas pepatah orang tua pasti berlaku, yakni :

    1. siapa yang menggali lubang, maka dia akan tercebur ke dalamnya.
    2. siapa yang bermain api, maka dia akan terbakar karenanya.
    3. siapa yang menjual, maka akan ada yang membeli.
    4. siapa yang makan daging busuk, maka akan sakit perut karenanya.
    5. siapa yang berkhianat, maka tidak akan dipercaya lagi.

    Dengan pepatah di atas, maka sebagai rakyat jelata kita :

    “TIDAK AKAN PERNAH MENENGOK LAGI, APALAGI MEMILIH PARTAI POLITIK YANG NYATA-NYATA TANPA MALU-MALU DAN TANPA SUNGKAN-SUNGKAN MEMPERLIHATKAN SIKAP DAN PERILAKU YANG BERTENTANGAN DENGAN SEMANGAT PERJUANGAN MEMBERANTAS “KKN” YANG DIIMPI-IMPIKAN OLEH SELURUH RAKYAT INDONESIA SEBAGAI BAGIAN DARI REFORMASI TOTAL DI NEGERI TERCINTA INI.”

    Jadi sekali lagi, SELAMAT TINGGAL kepada kepada PARA PARTAI POLITIK pendukung KKN sebelum Pemilu 2014. Kita tidak akan pernah lagi memilih anda apapun manisnya propaganda anda.

    KAPOK !!!!!!!!!!

    Well come PARTAI JUJUR, GAK NEK0-2, PROFESIONAL, BERIMKAN DAN BERWIBAWA. Kami akan memilih anda dengan segenap tekad dan keyakinan kami. Pimpinlah negeri kami, bawalah kami kepada kemakmuran, keadilan dan kesejahteraan yang merata.

  6. Kayaknya partai yang akan muncul di tahun 2014 adalah partai yang sekarang gak diperhitungkan sama sekali deh. Ketua Umumnya kalem dan hampir tanpa gosip. Propagandanya sangat realistis dan tidak muluk-muluk. Alirannya Islam namun moderat. Kita lihat saja nanti.

    Oh ya lupa ngucapin sekali lagi, SELAMAT TINGGAL PARTAI POLITIK PENDUKUNG KKN. Bersiap-siaplah tenggelam dilupakan rakyat di Pemilu 2014 mendatang. Well come PARTAI DARI RAKYAT OLEH RAYYAT DAN UNTUK RAKYAT.

  7. taUbat said

    JELAS SUDAH WAJAH KEMUNAFIKAN DPR DIPERTONTONKAN PADA MASYARAKAT, PROSES KPK YANG SELAMA INI TERKESAN KEROPOS DAN OMPONG RUPANYA TERKENDALA OLEH OKNUM2 ANGGOTA DPR.

    BERTERIAK2 DENGAN SUARA LANTANG DI LEMBAGA TERHORMAT INI DALAM RANGKA PEMBERANTASAN KORUPSI RUPANYA “ADA UDANG DIBALIK BATU”, KPK SEDANG BERPROSES DAN BERTAHAP …..

    ADA KEGALAUAN DIMASYARAKAT UTAMANYA PADA TERPILIHNYA KETUA KPK YANG BARU, KARENA PROSESNYA SEPERTI ADA TITIPAN DARI PARTAI2 TERTENTU AGAR KASUS “CEK PERJALANAN” DAPAT DIABAIKAN ……..
    (TERNYATA PRADUGA ITU SALAH)

    LANJUTKAN KPK, MASYARAKAT BERSEMANGAT LAGI DAN ADA DI BELAKANGMU …..

  8. Ogah said

    SIIIIIIIIIIIP LAH !

    Betul KPK. Maju terus karena, rakyat bersamamuuuuuuuuuuuuuu !!!!!

  9. AKANKAH KEJADIAN DI NEGARA-2 ARAB SAMPAI KE INDONESIA ?
    TENTU SAJA TERGANTUNG DARI SEBERAPA JAUH DERAJAT KETOBATAN HAMBA-2 KKN DI INDONESIA.

  10. Ogah said

    Jika para pelaku KKN di Indonesia gak juga sadar-2, baiknya kejadian di negara-2 Arab berimbas juga ke Asia, biar pada kapok semua !

    Karena sesungguhnya kedaulatan di tangan rakyat, bukan pelaku KKN. Titik ! And sorry ya kak pakek tapi-tapian, oke ?

  11. hartana said

    MUAK MUAL MAU MUNTAH…! Lagunya kayak pahlawan angkatan 45 Demit Pendusta Rakyat (DPR) sekarang,keminter sok tahu merasa paling bersih padahal para Poli-Tikus lebih DEKIL dari GEMBEL dan lebih BAU dari AIR COMBERAN. Pertama Gay-Us ditangkap mereka diam karena seKUBU dan akan melibatkan kroninya, cuma gara2 Gay-Us NGLINDUR nyebut nama DENI langsung para Poli-Tikus MENGGONGGONG (anjing kali). Ini diulang lagi dengan KPK, hanya gara pasukan dia ditangkap. Para Poli-Tikus karbitan maupun yg katanya sudah banyak makan GARAM (makanya darah tinggi sehingga yg dikedepankan EMOSI kalau ada hal2 yg bersenggolan dengan Par-Tainya).Poli-Tikus MALING UANG NEGARA KOKDIBELA MATI2-AN, Sebenarnya mereka punya nalar, hati dan nurani tidak,apa mereka itu hanya mayat hidup yg dipilih rakyat. Aku kadang bertanya dalam diri kenapa justru bangsa yg santun ramah dan selalu menghormati yg diatasnya tidak Kau kirim para politikus sejati yg bisa merasaka apa yg dirasakan kami yg telah menjadikan mereka,tapi Kau kirim Demit Pendusta Rakyat.Penderitaan rakyat cuma jadi dongeng rakyat setiap 5th sekali tiap mau pemilu

  12. coba baca link ini:

    http://kasatrianstks.wordpress.com/2010/10/31/kapitalisme-ancaman-sesungguhnya/

    “Ingin meningkatkan traffic pengunjung dan popularity web anda secara cepat dan tak terbatas…? Serahkan pada saya…, Saya akan melakukannya untuk anda GRATIS…!..Klik disini 1 , disini 2 dan disini3

  13. BIMA HARUS said

    Selama DPR dipenuhi oleh anjing -anjing kelaparan apa yang kalian harapkan hai rakyat, Pemerintahan yang bersih, tercapainya kesejahteraan rakyat, terhapusnya kesenjangan,tidak ada fitnah atau rekayasa teroris. barangkali hilangnya Mafia hukum atau mafia Berkeley.

    Saya potong kawan anda sebagai bangsa yang layak untuk ditindas jadi terimalah semua yang terjadi dalam negerimu supaya anda tidak lagi begok untuk memilih pemimpinmu

  14. Pramudya said

    Ulama bersujud didepan SBY dan SBY bersujud dihadapan Zionisme.

    Hancurnya sebuah negara dibelahan bumi ini ditentukan bila para Ulamanya sudah tidak lagi berani bicara tentang kebobrokan yang ada di dalam kepemimpinn sebuah Rezim,

    Apalagi punya anggapan bahwa pemuka Agama tidak dibenarkan apabila menyinggung-nyinggung soal negara yang bisa diasumsikan sebagai gerakan politik praktis.

    Anggapan sedemikian ini adalah pandangan orang-orang Munafik yang lagi memperoleh keuntungan dibalik Rezim yang berkuasa.
    kalau Ulamanya sudah tidak berani bicara lagi terhadap kebobrokan yang ada pada mental-mental para Penguasanya, Terus misi apa yang dilakukan para Ulama, Apa Ulama hanya untuk menjadi tukang Juru Istigosyah, mengajak mendoakan orang mati, atau kembali menjadi guru ngaji.

    Para Ulama yang punya pengaruh hendaklah gunakan kesempatan disaat anda belum dijemput ajal,
    Ingat banyak hadis’t yang meriwayatkan bahwa Dunia adalah penjara bagi orang-orang beriman dan bukan sebaliknya dan juga bukan umat yang mengalami seperti dalam penjara.

    Indonesia negara paling besar jumlah para ulamanya dibandingkan di negara manapun, Kalau kita mengacu kepada Sabda Nabi bahwa Ulama adalah pewaris dari para Nabi tentunya Indonesia bisa dipastikan akan kaya Rahmat dan tidak mungkin rakyatnya hidup miskin ditengah-tengah negara yang terkaya didunia.

    Jangan menjadi Ulama hanya untuk berlagak sok suci atau untuk kepentingan mencari recehan dari Umat yang tertindas.
    Mengapa setiap pemimpin yang tidak bermoral bisa bertahan di Republik ini,justru orang yang memiliki integritas moral justru akandikesampingkan.

    Apa negeri sudah mengadopsi ideologi dari negara Zionis yang menjadi musuh Tuhanmu. sehingga saudara sudah merasa kehilangan wibawa yang karena para ulama sudah ikut-ikutan berebut bangkai-bangkai kehidupan dunia. Sehingga kalian lupa jati diri anda.

    Tidak ada sejarah satupun tentang keberadaan para Ulama didunia kecuali untuk memerangi kezaliman yang dilakukan Penguasa, Jangan salahkan kalau di DPR didominasi oleh pencoleng-pencoleng Politik yang haus dengan uang Rakyat sedikitpun tidak pernah bicara tentang rakyat, kecuali mendukung kebijakan Penguasa dalam membangun struktur Mafia Berkeley atau menjadi budak Asing.

    Saudara sebagai Ulama belajar dari sejarah, setiap ada sebuah pemerintahan yang korup dan semena-mena mengobral Fitnah atau menzhalimi Umat Islam, selalu didampingi para Ulama dan dijadikan terompet Rezim untuk melakukan atau menghalalkcan tidakan para Penguasa yang menyimpang dari Konstitusi negara.

    Mereka adalah manusia-manusia yang haus akan harta yang dugunakan untuk menipu Allah, dengan menjual Ayat-Ayat Allah dengan harga yang rendah.

    hanya untuk membangun pesantren dengan uang haram supaya terkesan mewah dan terhormat dimata manusia, tetapi hina dihadapan Allah.

    Mengapa Nabi Muhamad saw pernah mewanti-wanti kepada sahabatnya dengan sebuah Hadis “Waspadalah Kalian dengan para Ulama yang dekat Penguasa sesungguhnya mereka adalah MALING-MALING AGAMA”

    Jadi tidak heran terjadinya kebobrokan dan Degradasi moral disetiap aspek di negeri ini adalah peran tanggung jawab dari para Ulamanya juga jadi jangan salahkan kebobrokan mental-mental anggota Dewan yang ada di Republik tercinta ini.

    Saatnya para Ulama menegur atau dengan nahi munkarnya kepada Penguasa dinegeri yang mengalami proses laqnat dari Allah, untuk memperjuangkan nasib umat Islam yang tertipu, terfitnah, tertindas, teraniaya dan terpenjarakan dinegeri yang penuh kedzaliman.

    Dengan jumlah para Ulama yang begitu besarnya saya percaya akan mampu membersihkan karakter dan kebobrokan yang ada disemua Lembaga Konstitusi negara Republik Indonesia, dan bukan sebaliknya yang pernah lansir oleh baginda Rasulullah:

    “Bahwa mendekati Akhir zaman Umat Islam bagaikan buih yang diombang-ambingkan oleh gelombang Samudra”
    dari kesimpulan yang ada dari kepanjangan Hadis’t tersebut adalah karakter dan ketamaannya para Ulama diakhir zaman yang sudah tidak ada lagi pengaruhnya dimasyarakat muslim.

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.084 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: