KabarNet.in

Aktual Tajam

Dibalik Kasus Antasari ada Istana ?

Posted by KabarNet pada 29/01/2011

PADA medio-2009 (Sabtu, 9/5/2009) saya menulis di milis Forum-Pembaca-Kompus, berjudul Refleks: Antasari, Istana dan Staf Khusus Presiden Denny Indrayana, bahwa aroma keterlibatan orang seputar istana telah memasuki wilayah pidana Antasari. Kejanggalan itu ikut meminta tanggung-jawab Denny, setidaknya menempatkannya dalam keganjilan penyelidikan sejak ditetapkannya Antasari sebagai tersangka pembunuh Direktur PT. Rajawali Banjaran.

Tulisan itu telah mempertanyakan, (pertama) motif pembunuhan, (dua) terlalu dini menduga Ketua KPK aktif Antasari sebagai otak perencananya, dan (tiga) peran Denny Indrayana yang mestinya sejak awal seharusnya memberi masukan kepada Presiden perihal sikap hukum yang bijak untuk menahan diri menetapkan Antasari sebagai tersangka, misalnya, agar Presiden berhati-hati mengambil sikap hukum.

Namun, refleksi itu tidak sepenuhnya bernuansa spekulatif. Setidaknya, sejumlah orang terheran-heran dengan proses kilat penetapan Antasari sebagai tersangka. Tidak kurang, pengamat sosial Wimar Witoelar dalam salah satu wawancara media asing telah mengingatkan adanya potensi dan indikasi adanya konspirasi kriminalisasi ketua KPK Antasari. Karena itu, Wimar mengingatkan, agar “kebenaran material proses pidana Antasari hendaknya tidak hanya diuji dan dan didalami saat persidangan, tetapi bahwa dalam seluruh proses legal, sudahlan sepantasnya seorang dengan kedudukan tinggay yang diaatur UU, mutlak mendapat penanganan ekstra hati-hati, sejak di tangan kepolisian.

Dengan terlalu dini membiarkan Antasari ditetapkan tersangka, dengan proses legal yang tergesa-gesa dan dianggap prematur pada permulaannya, dan membiarkan Antasari tanpa penasihat hukum pada awal oleh pihak kepolisisan, semua menjadi pertanyaan yang teramat mengganggu. Pencintraan adanya tindak pidana oleh tersidik/tersangka pada proses awal lewat peliputan media dan elektonik sangat memonopoly proses yang fair, menjurus tindakan trial by the press.

Kapolda DKI ketika itu, yang mengundang konferensi Pers, sementara AA masih sedang diperiksa pada saat yang sama, juga bagian keanehan itu. Tulisan itu menekankan, bahwa kekurang-hati-hatian Denny Indrayana sebagai Staf Khusus bidang Hukum Presiden SBY dalam labirin proses pidana Kasus Antasari, dapat mendorong para penegak hukum lebih jauh berjalan membelakangi terang (transparancy), jalur (procedure), seyogyanya (fairness) menuju KEBENARAN MATERIAL (TRUTH) untuk suatu KEADILAN (JUSTICE).

Testimoni Gayus Tambunan setelah dipidana 7 tahun penjara atas kasus pajak, menyeret nama Cirus Sinaga dalam rekayasa kasus Antasari membuat publik terkejut. Setidaknya, menjadi alat bukti hukum lain bahwa Kasus Antasari ikut direkayasa Sirus Sinaga.

Cirus, Virus bagi Istana?
Pelbagai kejanggalan yang menimbulkan polemik dan sorotan-sorotan masyarakat, terhadap rekayasa kasus Antasari oleh Cirus Sinaga memasuki babak krusial. Cirus Sinaga yang berubah-ubah status hukumnya, dari tersangka menjadi saksi, dan kesaktian yang lain, membiarkan masyarakat untuk menghubungkan kesaktian Cirus Sinaga dengan “pecahnya kongsi” konspirasi dan rekayasa terhadap Antasari Azhar.

Seperti diulas detikcom (27/11/2010), “Nyanyian Cirus Bisa Seret Istana?” adalah premis dari pelbagai indikasi situasi dilematis dan depresi yang tampak membuat lembaga Kepolisian dan Kejaksaan tampak tak berdaya menghadapi Cirus Sinaga atau Gayus Tambunan. Karena Gayus telah menjadi “whistle blower” tentang keterlibatan Cirus, dan bila benar Cirus telah bekerja sama dengan Kepolisian dan Kejaksaan merekayasa Kasus Antasari, maka, Cirus Sinaga tidak ingin jatuh sendiri menjadi korban.

Seperti dilansir detikcom, tentu Polisi dan jaksau tidak mau skenario yang dibuat bersama Cirus terungkap. Masalahnya bukan hanya pejabat tinggi Mabes Polri dan Kejaksaan Agung yang akan terkuak keterlibatannya, tetapi juga bisa menyeret-nyeret istana. Sebab, banyak orang percaya skenario untuk memenjarakan Antasari sebetulnya tidak lepas dari keinginan istana. Dan itu juga yang dikaitkan dengan pernyataan mantan Kapolri Bambang Hendarso Danuri yang diungkap Ketua Komisi III Benny K Harman, bahwa pengungkapan Gayus akan menimbulkan isntabilitas politik.

Pada tahap awal, instabilitas politik itu akan mengguncang Mabes Polri dan Kejaksaan Agung, sebab sejumlah petinggi di kedua institusi itu pasti terseret masuk bui, jika Cirus Sinaga membuka pembagian dana dari simpanan Gayus. Dalam hal ini bisa disimak kembali keterangan Susno Duadji.

Tahap berikutnya, jika Cirus Sinaga dan para pejabat Mabes Polri dan Kejaksaan Agung merasa dirinya dikorbankan, maka mereka bisa membeberkan skenario di balik prestasi pemenjaraan Antasari. Jika itu terjadi, guncangan politik besar tidak terhindarkan, karena hal ini menyangkut pembuktian hukum dan politik, soal benar tidaknya istana terlibat dalam pemenjaraan Antasari.

Rencana ekseminasi Kasus Antasari oleh Komnas HAM karena pelbagai “novum” ini, dapat berakhir dengan sebuah sesi politik yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Benar tidaknya keterlibatan istana, ada di mulut Cirus Sinaga. Dan, seperti Gayus Tambunan, Cirus tidak ingin dianggap bodoh dan bersalah sendiri. Nyanyian Cirus mungkin akan menjadi “virus mematikan”, juga (teristimewa) bagi istana. Kalau begitu, benar kata BHD, yang diulangi Ketua Komisi III Benny Kabur Harman.

Baca juga: Misteri Dibalik Kasus Antasari Azhar

KabarIndonesia – JakaratPress

Satu Tanggapan to “Dibalik Kasus Antasari ada Istana ?”

  1. [...] This post was mentioned on Twitter by ryan abdul aziz, fikri fauzi, Proletar, diky ananta, •Suharni Umar• and others. •Suharni Umar• said: RT @Suara_Islam: Dibalik Kasus Antasari ada Istana ? http://short.ie/37nebx [...]

Komentar "PILIHAN" akan diambil menjadi artikel KabarNet.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.085 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: